Telaah Perbedaan Sunni dan Syiah(I).

Telaah Perbedaan Sunni dan Syiah.

Tulisan ini adalah tanggapan sederhana atas tulisan di situs ini yang berjudul Apa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah ?. Untuk memenuhi permintaan saudara Gura dalam tulisan saya yang lalu. Tulisan yang bercetak miring adalah tulisan di situs tersebut. Sebelumnya perlu diingatkan bahwa apa yang penulis(saya) sampaikan adalah bersumber dari apa yang penulis baca dari sumber-sumber Syiah sendiri.

Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan ?.

Penulis(saya) menjawab benar perbedaan Sunni dan Syiah memang tidak sebatas Furu’iyah tetapi juga berkaitan dengan masalah Ushulli. Tetapi tetap saja Syiah adalah Islam(lihat tulisan ini). Kita akan lihat nanti. Tidak ada masalah dengan pendekatan Sunni dan Syiah karena tidak semuanya berbeda, terdapat cukup banyak persamaan antara Sunni dan Syiah.

Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui. Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya

Jawaban saya, kata-kata ini juga bisa ditujukan pada penulis itu sendiri, minimnya pengetahuan dia tentang Syiah kecuali yang di dapat dari Syaikh-syaikhnya. Kemudian berbicara seperti orang yang sok tahu segalanya. Dan berkomentar sebelum memahami persoalan sebenarnya.

Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi’i. Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.

Bukankah baik kalau mengenal sesuatu dari sumbernya sendiri yaitu Ulama Syiah. Kalau si penulis itu menganggap Ulama Syiah Cuma berpura-pura lalu kenapa dia tidak menganggap Syaikh-Syaikh mereka itu yang sengaja mendistorsi tentang Syiah. Subjektivitas sangat berperan, anda tentu tidak akan mendengar hal yang baik tentang Syiah dari Ulama yang membenci dan mengkafirkan Syiah. Pengetahuan yang berimbang diperlukan jika ingin bersikap objektif. Sekali lagi perbedaan itu benar tidak sebatas Furu’iyah.

Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur’an mereka juga berbeda dengan Al-Qur’an kita(Ahlussunnah).
Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur’annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.

Kata-kata yang begitu kurang tepat, yang benar adalah Syiah meyakini Rukun Iman dan Rukun Islam yang dimiliki Sunni tetapi mereka merumuskannya dengan cara yang berbeda dan memang terdapat perbedaan tertentu pada Syiah yang tidak diyakini Sunni.
Kitab Hadis Syiah benar berbeda dengan Kitab Hadis Sunni karena Syiah menerima hadis dari Ahlul Bait as(hal ini ada dasarnya bahkan dalam kitab hadis Sunni lihat hadis Tsaqalain) sedangkan Sunni sebagian besar hadisnya dari Sahabat Nabi ra.
sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur’an mereka juga berbeda dengan Al-Qur’an kita. Ini adalah kebohongan, yang benar Ulama-Ulama Syiah menyatakan bahwa Al Quran mereka sama dengan Al Quran Sunni. Yang mengatakan bahwa Al Quran Syiah berbeda dengan Al Quran Sunni adalah kaum Syiah Akhbariyah yang bahkan ditentang oleh Ulama-Ulama Syiah. Kaum Akhbariyah ini yang dicap oleh penulis itu sebagai Ulama Syiah. Sudah keliru generalisasi pula. Penafsiran Al Quran yang berlainan bukan masalah, dalam Sunni sendiri perbedaan tersebut banyak terjadi.

Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.

Yang berkata seperti ini adalah Ulama-ulama Salafi, karena terdapat Ulama Ahlussunah yang mengatakan Syiah itu Islam seperti Syaikh Saltut, Syaikh Muhammad Al Ghazali, Syaikh Yusuf Qardhawi, dan lain-lain. Sebenarnya yang populer di kalangan Sunni adalah Syiah itu Islam tetapi golongan pembid’ah. Cuma Salafi yang dengan ekstremnya menyebut Syiah agama tersendiri.

Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).

Saya akan menanggapi satu persatu pernyataan penulis ini

1. Ahlussunnah : Rukun Islam kita ada 5 (lima)
a) Syahadatain
b) As-Sholah
c) As-Shoum
d) Az-Zakah
e) Al-Haj
Syiah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:
a) As-Sholah
b) As-Shoum
c) Az-Zakah
d) Al-Haj
e) Al wilayah

Jawaban: Saya tidak tahu apa sumber penukilan penulis ini, yang jelas Syiah juga meyakini Islam dimulai dengan Syahadat. Jadi sebenarnya Syiah meyakini semua rukun Islam Sunni hanya saja mereka menambahkan Al Wilayah. Yang ini yang tidak diakui Sunni, tentu perbedaan ini ada dasarnya.

2. Ahlussunnah : Rukun Iman ada 6 (enam) :
a) Iman kepada Allah
b) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
c) Iman kepada Kitab-kitab Nya
d) Iman kepada Rasul Nya
e) Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat
f) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.
Syiah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*
a) At-Tauhid
b) An Nubuwwah
c) Al Imamah
d) Al Adlu
e) Al Ma’ad

Syiah jelas meyakini atau mengimani semua yang disebutkan dalam rukun iman Sunni, hanya saja mereka ,merumuskannya dengan cara berbeda seperti yang penulis itu sampaikan. Rukun iman Syiah selain Imamah mengandung semua rukun iman Sunni. Perbedaannya Syiah meyakini Imamah dan Sunni tidak, sekali lagi perbedaan ini ada dasarnya.

3. Ahlussunnah : Dua kalimat syahadat
Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka

Ini tidak benar karena syahadat dalam Sunni dan Syiah adalah sama Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah. Tidak mungkinnya pernyataan penulis itu adalah bagaimana dengan mereka orang Islam pada zaman Rasulullah SAW, zaman Imam Ali, zaman Imam Hasan dan zaman Imam Husain. Bukankah jelas pada saat itu belum terdapat 12 imam.

4. Ahlussunnah : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.
Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.

Syiah : Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka

Imam Sunni tidak terbatas karena setiap ulama bisa saja disebut Imam oleh orang Sunni. Bagi Syiah tidak seperti itu, 12 imam mereka ada dasarnya sendiri dalam sumber mereka, dan terdapat juga dalam Sumber Sunni tentang 12 khalifah dan Imam dari Quraisy. Intinya Syiah dan Sunni berbeda pandangan tentang apa yang disebut Imam. Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan. Pernyataan ini hanya sekedar persepsi, tidak dibenarkan berdasarkan apa, jelas sekali penulis ini tidak memahami pengertian Imam dalam Syiah.

Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka. Saya tidak tahu apa dasar penulis itu, yang saya tahu Ulama Syiah selalu menyebut Sunni sebagai Islam dan saudara mereka. Anda dapat melihat dalam Al Fushul Al Muhimmah Fi Ta’lif Al Ummah oleh Ulama Syiah Syaikh Syarafuddin Al Musawi(terjemahannya Isu-isu Penting Ikhtilaf Sunnah dan Syiah hal 33 yang membuat bab khusus yang berjudul Keterangan Para Imam Ahlul Bait Tentang Sahnya Keislaman Ahlussunnah) Atau anda dapat merujuk Al ’Adl Al Ilahy karya Murtadha Muthahhari( terjemahannya Keadilan Ilahi hal 271-275).

5. Ahlussunnah : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :
a) Abu Bakar
b) Umar
c) Utsman
d) Ali Radhiallahu anhum
Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka).

Pembahasan masalah ini adalah cukup pelik, oleh karenanya saya akan memaparkan garis besarnya saja. Benar sekali khulafaurrosyidin yang diakui Sunni adalah seperti yang penulis itu sebutkan. Syiah tidak mengakui 3 khalifah pertama karena berdasarkan dalil-dalil di sisi mereka Imam Ali ditunjuk sebagai khalifah pengganti Rasulullah SAW. Pernyataan (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka), disini lagi-lagi terjadi perbedaan. Sunni berdasarkan sumber mereka menganggap Imam Ali berbaiat dengan sukarela. Tetapi Syiah berdasarkan sumber mereka menganggap Imam Ali berbaiat dengan terpaksa. Hal yang patut diperhitungkan adalah Syiah juga memakai sumber Sunni untuk membuktikan anggapan ini, diantaranya hadis dan sirah yang menyatakan keterlambatan baiat Imam Ali kepada khalifah Abu Bakar yaitu setelah 6 bulan. Sekali lagi perbedaan ini memiliki dasar masing-masing di kedua belah pihak baik Sunni dan Syiah, jika ingin bersikap objektif tentu harus membahasnya secara berimbang dan tidak berat sebelah. Perbedaan masalah khalifah ini juga tidak perlu dikaitkan dengan Islam atau tidak, bukankah masalah khalifah ini jelas tidak termasuk dalam rukun iman dan rukun islam Sunni yang disebutkan oleh penulis itu. Oleh karenanya jika Syiah berbeda dalam hal ini maka itu tidak menunjukkan Syiah keluar dari Islam.

Sebelum mengakhiri bagian pertama ini, ada yang perlu diperjelas. Syiah meyakini rukun iman dan rukun islam Sunni hanya saja Syiah berbeda merumuskannya. Oleh karenanya dalam pandangan Sunni, Syiah itu Islam. Syiah meyakini Imamah yang merupakan masalah Ushulli dalam rukun Iman Syiah. Sunni tidak meyakini hal ini. Dalam pandangan Syiah, Sunni tetap sah keislamannya berdasarkan keterangan dari para Imam Ahlul Bait . Anda dapat merujuk ke sumber yang saya sebutkan. Bersambung , Salam damai

About these ads

1.153 Tanggapan

  1. bozzz syiah sendiri memiliki banyak sempalan dan bisa jadi masing – masing sempalan berbeda juga akidahnya… CMIIW yaaa…

  2. @ Ferry ZK
    benar Mas, Syiah memang memiliki banyak aliran dalam perkembangannya
    Tapi oleh karena situs yang saya maksud membicarakan Syiah Imamiyah maka itulah Syiah yang saya maksud
    dan sebenarnya mayoritas sekarang itulah yang disebut Syiah :D

  3. kita semua Islam

  4. @ aswad
    ya yang Islam toh Mas
    yang nonmuslim mah bukan
    he he he :D

  5. maaf kenapa kali ini anda tidak mencantumkan referensi setiap jawaban anda?

  6. @ antifaithfreedom
    gak perlu kok, situs yang saya maksud juga gak ada referensinya
    paling tidak untuk hal tertentu saya cantumkan referensinya

  7. dari dulu orang selalu mempermasalahkan sunnah-syiah. Masing2 punya pendirian dan merasa benar.

    Kalo dilihat dari sejarah, memang posisi syiah menguntungkan.

    Saya sendiri masih mempelajari keduanya. Mencari kenyamanan buat batin saya.

  8. @ Hana
    ya tugas kita hanyalah berusaha semampunya untuk belajar dengan baik
    tentang apa hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT
    salam :D

  9. [...] bahwa Sunni adalah sah keislamannya. Ini adalah pendapat yang muktabar di sisi Syiah seperti dalam tulisan saya. Tidak hanya Muhammad Husain Kasyif Al-Githa yang menyatakan seperti itu, Sayyid Abdul Husain [...]

  10. Pembahasan masalah ini adalah cukup pelik, oleh karenanya saya akan memaparkan garis besarnya saja. Benar sekali khulafaurrosyidin yang diakui Sunni adalah seperti yang penulis itu sebutkan. Syiah tidak mengakui 3 khalifah pertama karena berdasarkan dalil-dalil di sisi mereka Imam Ali ditunjuk sebagai khalifah pengganti Rasulullah SAW. Pernyataan (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka), disini lagi-lagi terjadi perbedaan. Sunni berdasarkan sumber mereka menganggap Imam Ali berbaiat dengan sukarela. Tetapi Syiah berdasarkan sumber mereka menganggap Imam Ali berbaiat dengan terpaksa. Hal yang patut diperhitungkan adalah Syiah juga memakai sumber Sunni untuk membuktikan anggapan ini, diantaranya hadis dan sirah yang menyatakan keterlambatan baiat Imam Ali kepada khalifah Abu Bakar yaitu setelah 6 bulan. Sekali lagi perbedaan ini memiliki dasar masing-masing di kedua belah pihak baik Sunni dan Syiah, jika ingin bersikap objektif tentu harus membahasnya secara berimbang dan tidak berat sebelah. Perbedaan masalah khalifah ini juga tidak perlu dikaitkan dengan Islam atau tidak, bukankah masalah khalifah ini jelas tidak termasuk dalam rukun iman dan rukun islam Sunni yang disebutkan oleh penulis itu. Oleh karenanya jika Syiah berbeda dalam hal ini maka itu tidak menunjukkan Syiah keluar dari Islam.

    jelasin dong, kenapa syiah gak mengakui 3 sahabat pertama, kan nabi SAW sendiri bersabdah bahwa 4 sahabat adalah utama, trus kenapa menurut kamu yang tiga tidak kamu akui ???? aku masih linglung nih

    karena yang beredar, dan orang yang pernah ikutan acara mengenang sayidina husain, mengatakan bahwa ke tiga sahabat pertama itu dihujat, dicaci, tukang rebut posisi khalifa, dll tolong diluruskan, kalau memang tuduhan itu gak benar jadi kalian masih mengakui ketiga sahabat pertama dong, trus ada kawin mut’ah kok puyeng tambahan. kalau memang syiah itu pecinta ahlul bayt, kenapa kelihatannya posisi Imam ali dipojokkan dengan membuat argumen bahwa sebenarnya imam ali yang berhak menjadi khalifah, bukan shohabat 3, kliatnnya jadi bahwa imam ali haus kekuasaan mintanya menjadi khalifah yang pertama, kenapa argumen itu sangat kuat dihembuskan dari kamu, mestinya sebagai pecinta ahlul bayt membela imma ali dari fitnah kejam seperti itu.

    trus acara mengenang sayidina husain diisi dengan hujatan, cacian, memukul mukul kepala, sampai berdarah darah ( aku liat sekilas di web ) padahal putra nabi SAW yaitu ibrahim yang meninggal di usia balita, nabi tidak melakukan acara pukul memukul, kalau alasannya sayidinah husain matinya dibunuh, bagai mana dengan sahabat hamzah yang mayatnya dicincang oleh hindun, beliau adalah paman dari Nabi kita, yang diambil hatinya trus dimakan mentah mentah, toh Nabi tidak serta merta teriak teriak seperti orang gila, merobek robek baju, dan perbuatan jahil lainnya, kan ada hadistnya jangan meratapi mayat, merobek baju, memukul mukul kepala tanda putus asa dengan ketetapan Allah, lah ini yang paling dijadikan pertanyaan sebagian isi bumi, kenapa semua itu dilakukan oleh kalian. kalau kalian bisa menjelaskan secara betul, dan sesuai dengan tuntunan, tidak mungkin kalian di cap sebagai orang yang fasik ( bukan berarti kalian kafir, karena hanya yang tidak membaca 2 kalima sahadat yang bisa dihukumi kafir)

    tapi mencintai ahlul bayt , tanpa dibarengi dengan cinta kepada para sahabat, apalagi sahabat yang tersebut di kitab kaum suni dijamin Nabi masuk Surga, maka kecintaan serasa kurang sempurna.

    he he he terlalu banyak punyeng ya, ya udah dikomen dulu, aku gak menghujat, tapi juga gak mebenarkan, kasian sahabat tiga yang membela islam mulai dari pertama islam ( sahabat abu bakar, orang tua yang masuk islam ) mebela nabi mati matian, sampai disengat binatang berbisa pada saat di gua hiro, sahabat ali yang menyatakan islam walaupun umur beliau masih sangat kecil,islam yang masih lemah ( sampai munculnya sayidina umar, karena Nabi berdoa kepada Allah agar islam dikuatkan dari salah satu dari dua pembesar kaum qurais saat itu , maka belaiau masuk islam) islam yang masih miskin ( banyaknya harta yang disumbang sayidina utsman untuk perjuangan islam ), masak hanya karena perbedaan politik, kalian terus tidak mengakui 3 sahabat yang diakui oleh Nabi, trus kedudukan kalian dengan Nabi itu apa, wong Nabi tidak pernah menghujat para sahabatnya. tolong di jelaskan, biar gak pelik

  11. mengenai penghinaan dan fitnah pd para sahabat adalah penghinaan atas Nabi saw, menghina salah satu dari Khulafa’urrasyidin hukumnya kufur, dan menghina Utsman bin Affan ra adalah menghina Rasul saw karena ia Menantu Rasul saw dua kali, dua putri Rasul saw dinikahkan oleh Rasul saw pada Utsman bin Affan ra, mereka menganggap Rasul saw itu bodoh memilih mantu seorang koruptor dan nepotisme, padahal Rasul saw banyak tahu kejadian yg akan terjadi, bahkan wafatnya ustman Rasul saw mengetahuinya, wafatnya Ali kw, wafatnya husein bin ali ra Rasul saw mengetahuinya dan mengabarkannya jauh sebelum terjadi.

    mereka ini mengambil sejarah yg sesat dan kebodohan yg nyata, karena kalau benar itu terjadi maka mereka telah menganggap Ali bin Abi Thalib kw pengecut dan pengkhianat agama pula, karena Ali kw berdiam diri saja melihat kebatilan.

    Umar bin Khattab ra dan Abubakar ra adalah mertua Rasul saw, maka fahamlah kita bahwa Abubakar, Umar, Utsman, Ali radhiyallahu’anhum kesemuanya adalah kerabat dg Rasul saw.

    faham mereka ini adalah faham yg berkedok pecinta ahlulbait namun mereka adalah pengkhianat ahlulbait dan musuh besar ahlulbait

    sory nukil, tapi nukil yang manfaat kalau salah, tolong dibela itu semua para sahabat, tanpa terkecuai

  12. jelasin dong, kenapa syiah gak mengakui 3 sahabat pertama, kan nabi SAW sendiri bersabdah bahwa 4 sahabat adalah utama, trus kenapa menurut kamu yang tiga tidak kamu akui ???? aku masih linglung nih

    Makanya pahami dulu yang benar
    Syiah tidak mengakui 3 sahabat itu sebagai khalifah karena berdasarkan dalil-dalil di sisi mereka dan dalil hadis Al Ghadir disisi Sunni Khlaifah setelah Rasulullah SAW adalah Imam Ali.
    Tunjukkan hadis yang mengatakan kalau 3 sahabat itu ditunjuk Nabi sebagai khalifah pengganti Beliau SAW

    trus ada kawin mut’ah kok puyeng tambahan.

    Lho padahal memang ada hadisnya dari Rasulullah SAW bahwa dibolehkan Nikah Mut’ah dan begitu juga yang dilakukan sahabat Nabi
    (lihat hadis Shahih Bukhari dan Shahih Muslim)
    Apa sampean mau menolak hadis?

    kenapa kelihatannya posisi Imam Ali dipojokkan dengan membuat argumen bahwa sebenarnya imam ali yang berhak menjadi khalifah, bukan shohabat 3, kliatnnya jadi bahwa imam ali haus kekuasaan mintanya menjadi khalifah yang pertama, kenapa argumen itu sangat kuat dihembuskan dari kamu, mestinya sebagai pecinta ahlul bayt membela imma ali dari fitnah kejam seperti itu.

    Lho lihat dulu hadis Al Ghadir dan hadis “Sesungguhnya Ali bagian diriku dan aku bagian darinya. Dan dia adalah pemimpin setiap orang mukmin yang sesudahku” (Shahih Sunan Tirmidzino 3712)
    Bukannya itu sudah ketetapan Rasulullah SAW
    Jadi siapa sebenarnya yang haus kekuasaan, orang yang membela haknya atau merampas hak orang lain

    Soal karbala itu, aduh basi tunjukkan dalilnya di sisi Syiah yang membolehkan menyakiti diri seperti itu
    Memangnya seluruh orang Syiah seperti itu
    oh jelas tidak, makanya teliti dulu dong jangan sembarang generalisasi

    tapi mencintai ahlul bayt , tanpa dibarengi dengan cinta kepada para sahabat, apalagi sahabat yang tersebut di kitab kaum suni dijamin Nabi masuk Surga, maka kecintaan serasa kurang sempurna.

    Dijamin masuk surga, ayo tunjukkan dalilnya yang jelas
    Terus gimana Cinta yang sempurna menurut sampean
    Jangan2 sampean saja gak tahu siapa Ahlul Bait

    ( sampai munculnya sayidina umar, karena Nabi berdoa kepada Allah agar islam dikuatkan dari salah satu dari dua pembesar kaum qurais saat itu , maka belaiau masuk islam)

    Makanya bahas dulu hadisnya valid atau tidak
    lihat disini http://jakfari.wordpress.com/2007/08/21/allah-swt-menjayakan-islam-dengan-umar-ibn-al-khtahthab/

    mengenai penghinaan dan fitnah pd para sahabat adalah penghinaan atas Nabi saw, menghina salah satu dari Khulafa’urrasyidin hukumnya kufur,

    Mana dalilnya, jangan cuma bicara
    Apa sampean gak pernah denger hadis Shahih Bukhari bahwa Khalid bin Walid pernah mencela Ammar bin Yasir
    Hadis Shahih Bukhari bahwa Zainab mencela Aisyah
    Mana dalilnya menghina sahabat kufur, apa anda mau mengufurkan sahabat juga karena mereka pernah saling menghina
    Gak percaya, ya cari dong hadis Shahih Bukhari yang saya maksud

    mereka ini mengambil sejarah yg sesat dan kebodohan yg nyata, karena kalau benar itu terjadi maka mereka telah menganggap Ali bin Abi Thalib kw pengecut dan pengkhianat agama pula, karena Ali kw berdiam diri saja melihat kebatilan.

    Sejarah yang benar itu yang bagaimana dan yang sesat itu yang bagaimana.
    jangan asal bicara ntar ketahuan siapa yang bodoh

    Apa sejarah yang ini
    Imam Ali yang menunda baiat kepada Abu Bakar sampai 6 bulan
    Sayyidah Fathimah yang marah kepada Abu Bakar selama 6 bulan berkaitan masalah Fadak. Shahih Bukhari lho, jadi sesat gitu?

    Umar yang mengancam membakar rumah Ahlul Bait, lihat Tarikh Ath Thabari dan Al Istiab, sesat gitu padahal itu kitab Sunni lho

    Siapa yang bilang Imam Ali pengecut dan pengkhianat agama, tidak akan pernah Syiah berkata begitu
    Nyatanya kamu yang bilang begitu, jangan memfitnah sembarangan

    Abu Bakar, Umar dan Usman bukan Ahlul Bait dan itu sudah sangat jelas

    faham mereka ini adalah faham yg berkedok pecinta ahlulbait namun mereka adalah pengkhianat ahlulbait dan musuh besar ahlulbait

    Bicara sembarangan lagi, siapa yang mencintai Ahlul Bait dan berpegang teguh kepada mereka(lihat Hadis Tsaqalain yang menyatakan agar tidak sesat maka berpegang teguhlah kepada Al Quran dan Ahlul Bait) selain Syiah
    Memangnya sampean tahu siapa Ahlul Bait?

    tolong dibela itu semua para sahabat, tanpa terkecuai

    Sahabat itu juga manusia, yang benar ya benar
    yang salah tetap salah walaupun dia sahabat
    Muawiyah dan Amr bin Ash berdasarkan dalil yang jelas telah salah memerangi Imam Ali khalifah yang sah
    Jadi kenapa yang salah harus dibela dan dibilang benar lantaran sahabat
    Itu Ghuluw namanya

  13. Uups maaf, maaf Pak penulis
    komentar saya di atas buat menanggapi komentar saudara Aditya
    he he he agak buru-buru sih dan panjang pulak :mrgreen:

  14. puanjang buanget puyeng aku, yo baca yuk ….
    tanah fadak
    1. barangkali yg anda maksud adalah tanah Fadak, tanah fadak adalah milik baitulmaal, karena Rasul saw telah berdabda bahwa tiada nabi yg mewariskan harta, maka tanah itu milik Baytul Maal, dan Rasulullah saw tak pernah mewariskannya kepada siapapun, dan mustahil Khalifah Abubakar shiddiq ra dan Khalifah Umar bin Khattab ra merebut tanah waris ahlulbait Rasul saw, karena mereka berdua itu sangat mencintai ahlulbait Rasul saw.

    riwayat mana yg mengatakan Bunda Suci Fathimah Azzahra ra ngotot minta warisan?, riwayat itu adalah riwayat syiah berhati busuk, mereka kira putri Rasul saw sama dengan mereka yg serakah atas harta dunia dan berebutan warisan?

    jika kita menganggap umar bin abdul aziz lebih patut dipercaya, maka kita telah mendustakan Imam Ali bin ABi Thalib kw, dan Imam Hasan bin Ali kw yg keduanya menjabat khalifah dan mereka tetap menaruh tanah fadak pada posisinya,

    apakah Imam Ali kw itu tak tahu menjalankan hak waris?, dan riwayat umar bin abdul aziz mengembalikan tanah fadak itu riwayat manakah?, karena saat itu Sayyidah Fathimah Azzahra ra telah wafat, demikian pula Imam Ali kw, demikian pula Sayyidina Hasan dan husein radhiyallahu’anhuma, lalu kepada siapa tanah itu diberikan?, sedangkan keturunan Sayyidina Hasan sangatlah banyak, lalu apakah setelah dibagi bagikan kepada mereka yg mungkin sudah tersebar ke baghdad, persia dan wilayah wilayah lainnya, lalu ditarik lagi, tampaknya riwayat itu rancu, adakah anda dapat membuktikan darimana riwayat itu datang?

    Nabi SAW menerangkan tentang akan terjadinya perang jamal

    sabda Rasulullah saw : “Tiadalah datang hari kiamat kecuali beradunya dua kelompok besar, dan keduanya membela hal yg sama” (Shahih Bukhari),

    mengenai hadits ini berkata Al Hafidh Al Imam Ibn Hajar Al Atsqalaniy : hadits ini menunjukkan peperangan antara dua kelompok besar muslimin yg keduanya benar, yaitu perang Jamal, antara kelompok Sayyidina Ali kw dan Ummulmukminin Aisyah ra, bahwa keduanya dalam kebenaran, karena Aisyah ra dan beberapa sahabat lainnya bersatu untuk mencari pembunuh Khalifah Utsman ra, dan mereka itu berlindung di Pasukan Khalifah Ali kw,

    maka mereka meminta agar para pembunuh itu diserahkan pada mereka untuk kemudian diadili, namun Imam Ali kw menolak, yaitu agar terlebih dulu dipastikan betul dg saksi saksi yg jelas diantara mereka yg betul2 terlibat pembunuhan langsung dg tangannya. (Fathul Baari ALmasyhur li Ibn Hajar Bab Alamat Nubuwwah fil islam)
    maka pasukan Ummulmukminin bertujuan membunuh para pembunuh Utsman ra, dan Pasukan Ali kw menahan serangan mereka.

    tentunya telah jelas sabda Nabi saw yg memberitahukan tentang kejadian ini.
    beliau ra menanyakan tentang tanah fadak lalu setelah dijelaskan maka beliau ra tidak lagi memintanya,

    semua sahabat empat adalah keluarga dekat Nabi, siapa mencela berarti sama dengan menganggap Nabi Bodoh karena keluarganya berantakan saling bermusuhan.

    Ummulmukminin tentunya bukan ma’shum, demikian pula Sayyidah Fathimah Azzahra ra pun pernah melakukan kesalahan, yg ma’shum hanya Rasul saw,

    dan mereka keluar bukan untuk saling bunuh, namun untuk menyelesaikan masalah pembunuhan Khalifah Utsman ra,

    saudaraku saran saya anda tak perlu kacau dengan akidah syiah, untuk apa mencari cela dan aib Istri Rasulullah saw?, mereka semua keluarga Rasulullah saw,

    karena Abubakar ra dan Umar bin Khattab ra adalah mertua Nabi saw, dan Utsman bin Affan ra adalah menanti Rasulullah saw, dan Imam Ali kw adalah sepupu dan menantu Rasul saw, dan Sayyidah Fathimah ra adalah putri kesayangan Rasul saw, da Aisyah ra adalah Istri Rasulullah saw,

    tak adakah kesibukan lain selain mencari aib keluarga Rasulullah saw?, adakah anda syak pada kenabian sang Nabi agung saw?, hingga keluarganya semua berantakan, penipu, pengkhianat, ini penghinaan atas Nabi saw.

    muawiyah adalah sahabat
    imam ali sendiri yang bilang
    beliau menceritakan mengenai apa yang terjadi antara beliau (Imam Ali) dengan Ahli Syam (Muawiyah) dalam perang Siffin sbb:

    كان بدء امرنا انا التقينا والقوم من اهل الشام، والظاهر ان ربنا واحد، ونبينا واحد، ودعوتنا فى الاسلام واحد، ولا نستزيدهم فى الاسلام بالله والتصديق برسوله، ولا يستزيدوننا، الامر واحد الا ما اختلفنا فيه من دم عثمان، ونحن منه براء

    ( نهج البلاغة- ٤٤٨ )

    Adapun mas’alah kita, yaitu telah terjadi pertempuran antara kami dengan ahli syam (Muawiyah dan Syiahnya).
    Yang jelas Tuhan kita sama, Nabi kita juga sama dan da’wah kita dalam Islam juga sama. Begitu pula Iman kami pada Allah serta keyakinan kami kepada Rasulullah, tidak melebihi iman mereka, dan iman mereka juga tidak melebihi iman kami.
    Masalahnya hanya satu, yaitu perselisihan kita dalam peristiwa terbunuhnya (Kholifah) Usman, sedang kami dalam peristiwa tersebut, tidak terlibat.”
    (Nahjul Balaghoh – 448)

    Selanjutnya, oleh karena permasalahannya hanya dalam masalah politik yang dikarenakan terbunuhnya Khalifah usman RA dan bukan dalam masalah aqidah, maka ketika Imam Ali mendengar ada dari pengikutnya yang mencaci maki Muawiyah dan kelompoknya, beliau marah dan melarang, seraya berkata:

    انى اكره لكم ان تكونوا سبابين ، لكنكم لو وصفتم اعمالهم، وذكرتم حالهم، كان اصوب فى القول وابلغ فى العذر، وقلتم مكان سبكم اياهم، اللهم احقن دماءنا ودماءهم، واصلح

    ذات بيننا وبينهم ( نهج البلاغة -٣٢٣)

    “ Aku tidak suka kalian menjadi pengumpat (pencaci-maki), tapi andaikata kalian tunjukkan perbuatan mereka dan kalian sebutkan keadaan mereka, maka hal yang demikian itu akan lebih diterima sebagai alasan. Selanjutnya kalian ganti cacian kalian kepada mereka dengan :
    Yaa Allah selamatkanlah darah kami dan darah mereka, serta damaikanlah kami dengan mereka
    (Nahjul Balaghoh – 323)

    Demikian pengarahan Imam Ali kepada pengikutnya dan pecintanya. Jika mencaci maki Muawiyah dan pengikutnya saja dilarang oleh Imam Ali, lalu bagaimana dengan orang-orang Syiah sekarang yang mencaci maki bahkan mengkafirkan Muawiyah dan pengikut-pengikutnya, layakkah mereka disebut sebagai pengikut Imam Ali

    mereka tentunya dalam kejahilan dan kesesatan yg nyata, karena rasul saw bersabda bahwa “janganlah kau caci sahabatku, sungguh bila kalian mampu menginfaq kan emas sebesar gunung uhud sekalipun itu belum menyupai genggaman tangan mereka” (shahih Bukhari shahih Muslim).

    nah loooo ketahuan deh bo’ongnya

  15. @ aditya
    wah panjang
    ya terserah Mas kalau merasa begitu
    kita kan sama-sama belajar :D

    @ almirza
    ah ini malah lebih panjang
    Mas, tahan betul nulisnya :D

    @ aditya

    riwayat mana yg mengatakan Bunda Suci Fathimah Azzahra ra ngotot minta warisan?, riwayat itu adalah riwayat syiah berhati busuk, mereka kira putri Rasul saw sama dengan mereka yg serakah atas harta dunia dan berebutan warisan?

    Riwayat Shahih Bukhari Bab Khumus, Sayyidah Fathimah datang ke Abu Bakar dan meminta warisannya dari tanah Fadak tetapi Abu Bakar menolak dengan mengatakan hadis “apa yang ditinggalkan Nabi SAW adalah sedekah” dan menolak memberikan warisan kepada sayyidah Fathimah. Mendengar itu Sayyidah Fathimah marah selama 6 bulan dan ketika meninggal beliau tidak mengizinkan Abu Bakar menshalatkan jenazahnya

    Kalau tidak salah itu garis besar bunyi hadisnya, sebaiknya cek sendiri. Masalah ini tidak perlu selalu dikaitkan dengan Syiah dan Sunni
    Mas sayyidah Fathimah meminta warisan karena itu haknya, dalam Al Quran jelas kalau yang mempunyai hubungan darah berhak waris mewarisi.
    Yang jadi masalah adalah
    Hadis Abu Bakar yang dikemukakannya itu tidak diketahui oleh ahli waris Nabi SAW yaitu Sayyidah Fathimah sendiri dan Istri-istri Beliau SAW kecuali Aisyah(lihat Al Muwatta, Istri-istri nabi SAW mengutus Usman untuk meminta bagian warisan)
    Padahal ahli waris Nabi SAW jelas yang lebih berhak mengetahui hadis tersebut karena mereka yang berkepentingan
    Kemudian kalau memang begitu kenapa Sayyidah Fathimah mesti marah selama 6 bulan kepada Abu Bakar
    Dalam hadis Shahih Bukhari terdapat sabda Rasulullah SAW
    Fathimah adalah bagian dariku dan barang siapa yang membuat dia marah berarti membuatKu marah
    Masalah kedua adalah harta warisan Nabi tidak cuma Fadak, rumah-rumah buat istri-istri Nabi SAW juga harta Nabi SAW tetapi menjadi milik Istri Beliau SAW

    kemudian hadis tsaqalain menjelaskan kalau Ahlul Bait senantiasa bersama Al Quran dan manusia harus berpegang teguh pada Al Quran dan Ahlul Bait. Dan Sayyidah Fathimah adalah Ahlul Bait sesuai dengan hadis Kisa’. Lihat tulisan saya soal hadis Tsaqalain dan Ahlul Bait

    Dan maaf anda tidak perlu mengumbar kata-kata seperti riwayat Syiah berhati busuk.
    Di sini digunakan hadis-hadis Sunni Mas :D

    Dan maaf sebaiknya anda menjaga lisan anda dari kata-kata ,Putri Rasul serakah masalah harta, jangan berlebihan
    menuntut hak adalah wajar bukan serakah jadi harap berhati-hati Mas
    Bukankah kita sama-sama mencintai Ahlul Bait

    Hadis yang anda bawa menarik

    sabda Rasulullah saw : “Tiadalah datang hari kiamat kecuali beradunya dua kelompok besar, dan keduanya membela hal yg sama” (Shahih Bukhari),

    Mas berhujjah dengan penjelasan Ibnu Hajar
    Pertanyaannya, hadis itu tidak menjelaskan siapa golongannya
    dan apa buktinya kalau hadis itu merujuk ke Ali ra dan Muawiyah ra
    Bisa saja kan hadis itu merujuk ke peristiwa di akhir zaman nanti
    Yang jelas penunjukkan dalil itu tidak jelas

    Mari kita lihat hadis yang lebih jelas
    bahwa Rasulullah SAW bersabda “barangsiapa taat kepadaKu, berarti ia taat kepada Allah dan siapa yang menentangKu berarti ia menentang Allah dan siapa yang taat kepada Ali berarti ia taat kepadaKu dan siapa yang menentang Ali berarti ia menentangKu.”
    Hadis riwayat Al Hakim dalam Al Mustadrak juz 3 hal 121. Al Hakim dalam Al Mustadrak berkata hadis ini shahih sanadnya akan tetapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya. Adz Dzahabi juga mengakui kalau hadis ini shahih dalam Talkhis Al Mustadrak.

    dan ada hadis shahih Bukhari yang menjelaskan kalau Ammar bin Yasir akan mati di tangan kelompok yang baghy(pemberontak)
    Coba cari di kitab Sirah, Ammar bin Yasir meninggal saat perang Shiffin dan beliau berada di pihak Imam Ali. Ammar bin Yasir mati di tangan kelompok Muawiyah

    Dalil di atas sangat jelas bahwa Imam Ali di posisi yang benar dan Muawiyah di sisi yang salah

    Maaf saya heran, anda berdalil dengan Nahjul balaghah padahal kitab itu populer dikalangan Syiah. Dan anda sebelumnya mengatakan ,riwayat Syiah berhati busuk. Antagonis menurut saya
    Lagipula kalau anda benar-benar membaca Nahjul Balaghah tentang peristiwa Shiffin ini anda akan tahu kalau Imam Ali justru menyatakan kalau Muawiyah di posisi yang salah
    silakan baca sendiri Nahjul Balaghah surat Imam Ali kepada Muawiyah

    Kan memang tidak perlu menghina cukup yang benar katakan benar dan kalau salah ya katakan salah
    Ceritakan apa adanya
    begitulah yang dikatakan Imam Ali

    nah loooo ketahuan deh bo’ongnya

    Ini ditujukan buat siapa sih, saya ya
    Perasaan saya gak bohong
    Atau buat Mas Mirza?
    Gak ada yang bohong kok disini
    Yang penting memaparkan dalil dan hujjah masing-masing
    Diskusikan bersama dan kalau memang masih tetap berbeda ya sudah
    serahkan saja pada Allah SWT,kita cuma belajar

    Wah capek juga nih, ah mungkin lebih enak kalau dibuat postingan khusus
    Mas Aditya kenapa tidak buat tulisan saja, biar bisa bagi-bagi ilmunya :D
    Salam

  16. Fathimah adalah bagian dariku dan barang siapa yang membuat dia marah berarti membuatKu marah

    ini maksutnya apa, kenapa Baginda Nabi berkata begitu, kan mesti ada sebabnya, contoh kalimat yang terdapat di Al-Qur’an “semua orang akan merugi” kalau kata ini tidak diteruskan maka buat apa kita hidup, wong akan merugi, tul gak.

    klo gak salah sih hadis diatas menjelaskan bagaimana baginda Nabi dilapori bunda fatimah, karena suaminya akan menikah lagi, maka muncullah seperti tertera diatas.

    kemudian hadis tsaqalain menjelaskan kalau Ahlul Bait senantiasa bersama Al Quran dan manusia harus berpegang teguh pada Al Quran dan Ahlul Bait. Dan Sayyidah Fathimah adalah Ahlul Bait sesuai dengan hadis Kisa’. Lihat tulisan saya soal hadis Tsaqalain dan Ahlul Bait

    petikannya ”
    Aku tinggalkan dua perkara (tsaqalain)….” Yang satu menyatakan, “Kitabullah dan Sunahku”, yang kedua “Kitabullah dan Ahlul Baitku/Keluargaku”

    jawabannya

    Saudaraku yg kumuliakan,
    Hadits yg ahli baitku sanad nya hasanun gharib, demikian diriwayatkan pada Sunan Imam Attirmidziy hadits no.3786

    Hadits kedua diriwayatkan pada Sunan Imam baihaqi Al Kubra Juz 10 hal.114 dan Sunan Addaruqutniy sanadnya shahih.
    1. kedua versi itu adalah Hadits Rasulullah saw, yg kedua lebih shahih dari yg pertama.

    tentunya dalam hadits sering terdapat hal hal seperti ini, misalnya dalam suatu hadits Rasul saw bersabda sebaik baik amal adalah shalat pada waktunya, dalam hadits lain rasul saw bersabda sebaik baik amal adalah Iman pada Allah dan Jihad fi sabilillah, maka dalam menyikapi hal hal seperti ini menunjukkan bahwa hal hal tersebut merupakan kemuliaan.
    Dan satu sama lain saling berkaitan, tentunya Alqur’an tak akan terlepas dari sunnah, dan Ahlul bait yg patut dipanut adalah ahlul bait yg mengikuti sunnah, saya kira demikian yg lebih sempurna dalam menyatukan dua hadits tersebut

    2. tsaqalain bersumber dari kalimat tsaqala yatsqulu tsaqiilan, yaitu berat, tsaqalain berarti dua hal yg berat, disebut demikian karena mengamalkan keduanya merupakan hal yg cukup berat.

    3. maksudnya bergandengan dg mereka, jangan berpisah dan memusuhi mereka, menjaga mereka, mencintai mereka, dan menaungi mereka, termasuk diantaranya menegur mereka bila mereka salah, membimbing mereka jika mereka dalam kesilapan, itu adalah salah satu permintaan Nabi saw kepada ummatnya.

    sekarang begini loh, kalau memang 3 sahabat itu menurut kamu gak pantas disebut dengan sahabat, trus kenapa ketiganya dijadikan saudara oleh Nabi kita, masak sopan mengatakan bunda fatimah, ngambek selama 6 bulan sampai sampai tidak mau diziarahi oleh sahabat abu bakar. klo memang itu ada hadistnya, knapa Nabi tidak pernah memprediksikannya sebelumnya, seperti kematian Imam Ali, Imam Hasa,Imam Husein, sampai sampai secara detail Nabi menyampaikan bahwa Imam Husain akan mati sebagai sahid, nah kalau memang masalah tanah fadak itu sangat besar, sampai ada istilah permusuhan ( sayidina Umar yang akan membakar rumah ahlul bayt ) antara Imam Ali, dengan sahabat lainnya, kenapa Nabi tidak menerangkannya bahwa kelak sahabat sahabatnya akan terpecah belah ???? ( tanda Tanya BESAR ) entar jangan – jangan kalian juga berprasangka buruk

    OK kalau kalian memang pecinta Ahlul byt sejati, jelaskan janga hanya menukil dari hadis, tapi gak tau sebab turunnya hadist, trus kapan diturnkannya, atau tepatnya sanad hadist tersebut. mending coba baca karangan buku yang menentang syiah, trus pelajari dengan seksama

    Aku termasuk pecinta Ahlul Bayt, tetapi juga pecinta sahabat

    kutipan dari coretan orang yang mencintai ahlul bayt.

    Saudaraku yg kumuliakan,
    adakah ajaran islam untuk dendam pada orang yg telah wafat?, Allah swt yg berhak menghukumi dan mengadili para pendosa, kita berpegang pada Thariqah alawiyyin sebagai Thariqah ahlulbait yg bersifat pemaaf, dan mereka yg bersifat pendendam maka mereka telah bertentangan dg ajaran ahlulbait itu sendiri, seluruh Ulama Ahlul Bait telah memaafkan Muawiyah dan Yazid, karena mewarisi sifat pemaaf dari Datuknya, sayyidina Muhammad saw.

    Sayyidina Hasan ra sendiri yg berkata : “aku tahu siapa yg meracuniku namun aku telah memaafkannya, dan Sayyidina Husein ra pun tentunya demikian, inilah sifat sifat Nabawi yg mesti kita warisi, dan kita bukan pewaris sifat pendendam, karena pendendam adalah sifat Iblis yg semestinya tak ada pada jiwa setiap mukmin,

    Sayyidina Hasan ra dan Husein ra telah termuliakan dg kejadian itu, mereka telah mendapat balasan atas perjuangan mereka, demikian pula Muawiyah dan Yazid, mereka sudah mendapat ganjaran atas perbuatan mereka, jika Allah mau maka mereka diampuni, jika tidak maka akan disiksa, lalu apa urusan kita mencampuri urusan Allah swt untuk turut mengadili?

    terkecuali bila kejadian itu baru terjadi, maka kita akan menimbang masalah ini, siapa saksinya, bagaimana kejadiannya, namun jika itu telah terjadi 14 abad yg silam lalu kita masih mendendamnya?,

    seakan kita merasa Allah swt tidak cukup adil hinga kita harus ikut mengadili mereka,mengenai kedua sahabat tsb telah sepakat Ahlussunnah waljamaah bahwa mereka adalah Radhiyallahu’anhum, wafat dalam cahaya tobat dan kebenaran,

    penghinaan thd mereka adalah penghinaan thd Rasul saw, sebagaimana sabda beliau saw : “Jangan kalian mencaci sahabatku, jika kalian berinfak Emas sebesar Gunung Uhud, belum menyamai satu genggaman mereka atau setengahnya” (Shahih Bukhari, Shahih Muslim dan banyak lagi).

    maka telah sepakat para Ulama dan Imam Ahlulbait dan Imam lainnya untuk beradab kepada Nabi saw dengan memuliakan seluruh sahabat beliau saw,

    jika kita melihat pada ayah atau ibu kita ada cela, maka apakah kita melaknatnya dan membencinya?, tantunya kita memuliakannya dan memaafkannya dan diam tuk tak mau mencampurinya,

    cukuplah pengadilan Allah swt yg menyelesaikan kebenaran dan kesalahan mereka, namun ada beberapa orang menganggap pengadilan Allah tak cukup, mereka harus turut mengadili pula diatas Allah swt atas perbuatan sahabat Nabi Nya swt.

    Allah telah memuliakan mereka dan memilih mereka sebagai sahabat Nabi Nya, maka patutlah kita menghargai keputusan Allah swt dan Rasul Nya.

    ataukah Allah harus tunduk patuh pada kemauan kita untuk menghapus kedua nama itu dari sahabat Nabi Nya?,

    kasihan mereka itu, entah kemana iman dan pengagungan mereka kepada Allah dan Rasul Nya.

    banyak sekali hadits hadits Rasul saw yg melarang kita mencaci apalagi mengkafirkan orang muslim.

    sabda beliau saw : “Mencaci orang muslim hukumnya fasiq, dan memeranginya adalah kufur” (shahih Bukhari)

    “ketika seorang berkata pada orang lain : Wahai Kafir, maka akan jatuh pada orang itu atau balik pada dirinya” (Shahih Bukhari)

    dan puluhan hadits lainnya yg semakna..

    lalu kalau itu perbuatan pada sesama muslim maka bagaimana kalau yg dicaci adalah mertua Rasulullah saw..?

    Rasul saw ada menantu Abubakar shiddiq ra dan Umar ra.

    dan Rasul saw adalah mertua Utsman bin Affan dan Ali kwh

    masak tega berbuat demikian sama kerabat Nabi SAW

    merenung ……………………………… merenung …………………… merenung……………………………….merenung

  17. @Aditya
    Maaf Mas mari kita bahas satu-persatu
    Hadis tentang Sayyidina Fathimah riwayat Shahih Bukhari, memang ada riwayat yang mengkaitkan hadis itu dengan putri Abu Jahal.
    tetapi ada juga hadis yang tidak mengaitkan dengan peristiwa tersebut. Tentu saja baik jika mengetahui asbabul wurud hadis tersebut, nah seandainya kita menggabungkan kedua riwayat tersebut. Maka arti yang tepat adalah Apa saja yang membuat Sayyidina Fathimah marah maka itu membuat Nabi SAW marah.
    Apakah dengan melihat sebabnya, anda akan langsung berkata bahwa hadis itu hanya terbatas peristiwa itu saja dan tidak bisa dikaitkan dengan peristiwa lain. Pernyataan ini jelas tidak benar karena dua alasan
    1. Adalah prinsip dalam pengambilan dalil berlandaskan dengan keumuman lafal bukan kekhusususan sebab.
    2. Banyak hadis tersebut yang matannya tidak sedikitpun mengandung peristiwa yang berkaitan dengan putri Abu Jahal itu. Jadi hadis ini bermakna umum, tidak dikhususkan.

    Masalah hadis Kitab Allah dan AhlulBaitku, anda kurang lengkap menyebutkan. Hadis itu tidak hanya diriwayatkan Tirmidzi tetapi juga diriwayatkan oleh Ahmad,Thabrani, Thahawi, Al Hakim, Al Haitsami ,As Suyuthi, Ibnu Khuzaimah dll.
    Kemudian anda hanya mengutip pernyataan Tirmidzi hasan gharib padahal dalam Shahih Sunan Tirmidzi Takhrij Syaikh Al Albani, beliau menyatakan hadis itu shahih. hadis ini juga dishahihkan oleh Al Hakim, Al haitsami, As Suyuthi dan Adz Dzahabi. Sepertinya anda belum membaca tulisan saya tentang hadis Tsaqalain.http://secondprince.wordpress.com/2007/07/21/hadis-tsaqalain/. Jadi hadis ini banyak sanadnya dan shahih.

    Kemudian hadis Kitab Allah dan Sunahku, anda menyebutkan dalam Sunan Baihaqi dan Sunan Daruquthni. Apa benar anda sudah memeriksa sanadnya. Lihat pembahasan saya tentang hadis ini, hadis ini maaf sanadnya dhaif Mas. http://secondprince.wordpress.com/2007/07/27/19/. Jadi justru hadis Kitab Allah dan Ahlul Baitku yang shahih sanadnya.

    Artinya sekali lagi cukup jelas kita harus berpegang kepada Al quran dan AhlulBait supaya tidak sesat. Itu berarti AhlulBait sudah jelas yang paling paham tentang Sunah Rasulullah SAW. Jangan membalikkan persoalan dengan berkata menilai AhlulBait harus mengikuti Sunnah, karena mereka pasti mengikuti Sunnah
    hadis Tsaqalain menyatakan kalau AhlulBait akan bersama dengan Al Quran dan mereka yang paling paham Sunah Rasulullah SAW.

    Anda termasuk mereka yang mendistorsi arti hadis Tsaqalain dengan berkata

    maksudnya bergandengan dg mereka, jangan berpisah dan memusuhi mereka, menjaga mereka, mencintai mereka, dan menaungi mereka, termasuk diantaranya menegur mereka bila mereka salah, membimbing mereka jika mereka dalam kesilapan, itu adalah salah satu permintaan Nabi saw kepada ummatnya

    Memang sebagian yang anda sebutkan itu memang harus kita lakukan tetapi hadis Tsaqalain memiliki makna yang jelas bahwa kita harus berpegang teguh kepada Al Quran dan AhlulBait. Tunjukkan Mas adakah dalam hadis Tsaqalain teks yang menyebutkan kalau yang dimaksud itu adalah mencintai mereka, menaungi mereka, menghormati mereka. bahkan yang lucu anda bilang menegur mereka kalau mereka salah. Lihat saja teks hadis tsaqalain manusialah yang harus berpegang teguh kepada Ahlul Bait bukan sok menilai dan menegur segala. Baca Tulisan saya yang ini http://secondprince.wordpress.com/2007/10/30/kritik-terhadap-distorsi-hadis-tsaqalain/
    Atau tulisan saya yang ini http://secondprince.wordpress.com/2007/10/30/kekeliruan-hafiz-firdaus-dalam-memahami-hadis-tsaqalain/.

    Kata-kata anda

    sekarang begini loh, kalau memang 3 sahabat itu menurut kamu gak pantas disebut dengan sahabat

    Lho siapa yang bilang begini, saya gak pernah bilang begitu. Mereka memang shahabat Nabi tetapi saya tidak pernah mengkultuskan.
    Kalau mereka salah, saya cuma menunjukkan apa yang mereka lakukan

    Soal hadis Fadak,la khan anda yang terlebih dahulu menyatakan kalau itu cuma riwayat syiah. terbukti toh anda salah.
    Anda berkata

    masak sopan mengatakan bunda fatimah, ngambek selama 6 bulan sampai sampai tidak mau diziarahi oleh sahabat abu bakar. klo memang itu ada hadistnya, knapa Nabi tidak pernah memprediksikannya sebelumnya

    Kata-kata itu lebih baik tujukan pada Imam Bukhari, dia memasukkan hadis itu dalam Shahihnya. Tidak perlu berkelit. Bukti nyata hadis itu ada dan sanadnya shahih dan teksnya memang jelas menyatakan Sayyidah Fathimah marah dan tidak berbicara kepada Abu bakar ra selama 6 bulan.
    Anda mengaku mencintai Ahlul Bait, tetapi anda entah benar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu riwayat ini. Aneh sekali.
    Tidak ada saya menghina shahabat. Saya cuma berkata dalam masalah Fadak saya jelas memihak kepada Sayyidah Fathimah karena beliaulah yang benar menurut saya(tentu pendapat saya ada dasarnya). Kalau bagi anda itu berarti menghina shahabat, ya terserah anda.

    Kemudian kata-kata anda

    kenapa Nabi tidak menerangkannya bahwa kelak sahabat sahabatnya akan terpecah belah ???? ( tanda Tanya BESAR ) entar jangan – jangan kalian juga berprasangka buruk

    Kata-kata anda menunjukkan ketidaktahuan anda terhadap hadisnya.

    Contohnya hadis Shahih Bukhari juz 8 hal 150 diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda ”Akan datang di hadapanKu kelak sekelompok shahabatKu tapi kemudian mereka dihalau. Aku bertanya ”wahai TuhanKu mereka adalah shahabat-shahabatKu”. Lalu dikatakan ”Engkau Tidak mengetahui apa yang mereka perbuat sepeninggalmu. Sesungguhnya mereka murtad dan berpaling.”.

    Itu cuma salah satu Mas, dan banyak kok yang lain. yang penting saya tidak mencaci atau menghina siapapun saya cuma menyatakan kalau menyakiti AhlulBait adalah sebuah kesalahan.

    Masalah Ahlul Bait yang memaafkan mereka yang menyakitinya. Itu referensinya dari mana, tentu saya ingin tahu.
    Kemudian apakah dengan itu kita tidak bisa mengatakan kalau menyakiti Ahlul bait itu salah.
    Meracuni Imam Hasan jelas kesalahan besar, membunuh imam Husain jelas kesalahan besar kan.
    Masalah hukum memang Allah yang menentukan, tetapi adalah wajar kalau kita ingin mengetahui yang mana yang benar. Tidak ada yang berniat mengadili, kalau bagi anda semua itu tidak ada masalah, ya itu terserah anda. Mungkin memang begitu cara anda mencintai Ahlul Bait.

    Kata-kata anda

    maka telah sepakat para Ulama dan Imam Ahlulbait dan Imam lainnya untuk beradab kepada Nabi saw dengan memuliakan seluruh sahabat beliau saw,

    mana buktinya, dari mana referensinya, siapa sahabat yang dimaksud?

    Sahabat Nabi memang mulia, itu benar tetapi mereka tidak bebas dari kesalahan. Justru mereka sahabat Nabi mendapat wasiat hadis Tsaqalain dari Nabi SAW agar berpegang teguh kepada Al Quran dan Ahlul Bait. Bagi saya pribadi dalil-dalil yang jelas menunjukkan Ahlul Bait adalah pribadi yang mulia setelah Rasul dan mereka selalu bersama kebenaran. Siapapun yang menyelisihi mereka termasuk Shahabat adalah tidak benar. Sekali lagi saya tidak menghina.

    Kemudian kata-kata anda

    lalu kalau itu perbuatan pada sesama muslim maka bagaimana kalau yg dicaci adalah mertua Rasulullah saw..?

    Tidak perlu mencaci, cukup yang benar katakan benar dan salah katakan salah(tentu berdasarkan dalil)
    Lagipula kata-kata anda itu bisa dibalik untuk anda sendiri. Bagaimana dengan orang yang membuat marah Sayyidah Fathimah selama 6 bulan, dan yang dibuat marah itu Putri tercinta Rasulullah SAW

    Renungkan dengan baik. Kecintaan dan pengkultusan kepada Shahabat jangan sampai mengurangi keutamaan Ahlul Bait dan membuat tidak ambil pusing dengan perkara yang menyakiti Ahlul bait.

    Soal hadis Tsaqalain, sekali lagi itu shahih dan artinya jelas. Saya heran dengan mereka yang mengaku mencintai Ahlul Bait tetapi meragukan sanad hadis ini atau mendistorsi makna yang sebenarnya.

  18. @ Aditya

    OK kalau kalian memang pecinta Ahlul byt sejati, jelaskan janga hanya menukil dari hadis, tapi gak tau sebab turunnya hadist, trus kapan diturnkannya, atau tepatnya sanad hadist tersebut. mending coba baca karangan buku yang menentang syiah, trus pelajari dengan seksama

    Shahih Bukhari tuh, jadi anda yang perlu belajar dengan seksama. Pakai sok tahu bicara Syiah lagi :mrgreen:

    Aku termasuk pecinta Ahlul Bayt, tetapi juga pecinta sahabat

    Anda pecinta sahabat, gak usah ngaku pecinta ahlul bait deh kalau soal Fadak saja gak tahu, apalagi tidak berpihak pada Sayyidah Fathimah as.

    penghinaan thd mereka adalah penghinaan thd Rasul saw, sebagaimana sabda beliau saw : “Jangan kalian mencaci sahabatku, jika kalian berinfak Emas sebesar Gunung Uhud, belum menyamai satu genggaman mereka atau setengahnya” (Shahih Bukhari, Shahih Muslim dan banyak lagi).

    Kalau asbabul wurud hadis ini anda tahu tidak
    Biar saya kasih tahu, pada saat itu ada sahabat Nabi yang menghina sahabat Nabi yang lain(Khalid dan Ammar).
    Aneh tidak, jadi perkataan Nabi SAW itu ditujukan kepada sahabat juga ya
    Atau menurut anda yang menghina itu bukan sahabat Nabi SAW, nah gimana itu

  19. @almirza
    Mungkin saudara Aditya mencintai Ahlul Bait dengan caranya sendiri Mas :D

  20. KENAPA SIH BUNDA FATIMAH TERUS MENJADI OBYEK MASALAH FADAK, KAN YANG NUNTUT FADAK BUKAN HANYA BUNDA FATIMAH, ADA PAMAN NABI , ISTRI ISTRI NABI ( KATANYA PECINTA AHLUL BAYT ) , SELALU BUNDA FATIMAH YANG DIMAJUKAN SELALU IMAM ALI YANG DITABRAKKAN , SUDAH BACA BLOM HADIST BUKHORI DENGAN BETUL, KLO UDAH PASTI AKAN FAHAM DENGAN PENJELASAN SAYID ABUBAKAR ( MERTUA NABI SAW ), TRUS KLO MEMANG TANAH FADAK ITU MILIK AHLUL BAYT, DAN KEPUTUSAN SAYID ABUBAKAR SALAH, KENAPA PADA SAAT IMAM ALI MENJADI KHALIFAH TIDAK DIAMBIL HAKNYA ITU, IMAM HASAN MENJADI KHALIFAH JUGA GAK MINTA KOK, HI HI HI , MERENUNG …………… MERENUNG …………….. MERENUNG.

    OH IYA UNTUK SAHABAT ALMIRZAN , MEMANG SAHABAT ITU MANUSIA BIASA YANG BISA SALAH, MAKA DARI ITU TIDAK ADA YANG MA’SUM KECUALI NABI, KALAU ADA PENDAPAT YANG MENGATAKAN SESEORANG BUKAN NABI MEMPUNYAI DERAJAT MA’SUM WAH ITU NAMANYA YANG KEBABLASAN. MUAWIYAH BERSALAH BIAR ADA HUKUMANNYA, KHADID BIN WALID SALAH BIAR NANTI KAN ADA MIZAN, MAKANYA NABI BERSABDAH “Jangan kalian mencaci sahabatku, jika kalian berinfak Emas sebesar Gunung Uhud, belum menyamai satu genggaman mereka atau setengahnya” (Shahih Bukhari, Shahih Muslim dan banyak lagi). trus klo kalid bin walid sadr dan tobat, bagaimana dengan kita yang jauhhhhh pangkatnya dengan khalid bin walid yang terus berujar sahabat ini salah, sahabat itu salah, sahabat anu gak benar, wah wah kita nantinya jadi umat penghujat ( dalihnya yang benar katakan benar, yang salah katakan salah ) tapi ingat mas @limra, eeee @lmirzan (maaf ) yang saya sebut kan adalah

    ” mengenai penghinaan dan fitnah pd para sahabat adalah penghinaan atas Nabi saw, menghina salah satu dari Khulafa’urrasyidin hukumnya kufur,,

    SEKALI LAGI MENGHINA SAHABAT NABI ADALAH PENGHINAAN TERHADAP NABI.
    YANG KEDUA MENGHINA SALAH SATU DARI Khulafa’urrasyidin HUKUMNYA KUFUR,

    DALIL BANYAK, JANGAN AMBIL REFERENSI SENDIRI AJA YANG DICARI, CARI REFERENSI YANG LAINNYA,

    MAAF MAS secondprince, SEBENARNYA saya mau tanya aja kok, lah yang muncul kok orang lain, ok kita lanjutkan lagi masalah fadak

    ini hadis dari buchori nomor. 1264, Dari abu huraira ra
    Nabi bersabdah ” ahli warisku tiada mempusakai dinar dan dirham, ada yang aku tinggalkan, selai dari belanja istriku dan keperluan pembantuku, adalah sedekah (harta umum )

    hadist di atas diperkuat nomor. 1793, dari aisyah ra

    Bahwa fatimah, dan abbas keduanya datang kepada abu bakar, abu bakar mengatakan kepada keduanya bahwa saya mendengar Nabi bersabdah ( seperti diatas ), maka demi Allah saya tidak akan melebihkan apa yang Nabi perintahkan,

    ingat disini bukan hanya bunda fatimah yang meminta, tetapi ada paman Nabi, dalam riwayat lain istri istri nabi, tuhh trus kenapa masalah fadak kok cuma mumcul nama bunda fatimah, ( kan gak adil dong ), maaf mas biar gak setres jadi saya sedikit bercanda, tapi jangan marah loh, karena ahlul byt itu orangnya tidak gampang pemarah. ( loh apa hubungannya ……….. maaf , maaf maaf )

    tolong ini dulu yang di jelaskan, Insya Allah kita lanjutkan lagi lainnya ( karena masih banyak pembahasannya, mumpung saya baru beli suatu kitab bagus ) dan belum semua saya kupas . boleh kan, kan mas bilang sendiri disini kita sama sama belajar. untuk nas @lmirzan, maaf ya klo ada kata kata saya yang menghujat, saya berharap sampean tidak seperti syiah yang sering saya lihat ( terutama di web syiah ) amin

  21. maaf ya puanjang, karena satu buku nih, mari satu persatu kita bahas, yang diatas adalah mokodima 9 maaf ya panjang )

    1. kata anda
    Mereka memang shahabat Nabi tetapi saya tidak pernah mengkultuskan.
    Kalau mereka salah, saya cuma menunjukkan apa yang mereka lakukan

    apa sih arti kata kultus ?????? kan sampean orang indonesia. jadi pasti tau arti kultus

    apa kesalahan sahabat ( kalau memang benar – benar salah ) itu bisa merontokkan kebenaran sahabat ??? arti lainnya klo ditimbang maka akan kelihatan salahnya doang ????

    2. kata anda
    Kata-kata itu lebih baik tujukan pada Imam Bukhari, tolong hadis nomor berapa sih ? aku kan gak hapal wong aku ini kantongnya dosa, bukan muhadist ( orang yang hafal ribuan hadis beserta mantannya, perawinya, sebab turunnya dll )

    3. kata anda
    menyatakan Sayyidah Fathimah marah dan tidak berbicara kepada Abu bakar ra selama 6 bulan.

    kontra dengan hadist Nabi, barang siapa sesama muslim yang tidak bertegur sapa lebih dari tiga hari ……………………………., masak bunda fatimah gak tau klo abahnya pernah mengeluarkan sabdah seperti tersebut diatas ??????

    4. kata anda
    Saya cuma berkata dalam masalah Fadak saya jelas memihak kepada Sayyidah Fathimah karena beliaulah yang benar menurut saya(tentu pendapat saya ada dasarnya).

    anda pernah dengar, begini ” pada suatu malam Nabi berkunjung ke kediaman imam Ali, didapatinya beliau lagi tidur, lalu Nabi bersabadah, kenapa kalian tidak bangun untuk sholat malam, jawab imam Ali, kalau memang Allah akan membangunkan kita maka akan bangun, jikalau tidak maka akan tidak bangun (maknanya terserah kepada Allah, kita mau dibangunkan apa tidak) mendengan jawaban tersebut Nabi pergi tanpa memberi penjelasa, tetapi samar jelas imam Ali mendengan Nabi berkata manusia banyak bantahannya, sambil memukul paha ”

    klo menurut saya ini adalah teguran yang halus dari Nabi, bahwa kita harus selalu berusaha untuk melakukan kebaikan, tidak menunggu biar Allah yang memerintahkan ( walau semuanya memang sudah diatur oleh yang maha kuasa ) nah loooo Nabi aja memperingatkan keluarga imam Ali untuk melakukan sholat malam, padahal sholat malam adalah ibadah sunah.

    ada kisah lain masalah, bunda fatimah yang memakai kalung emas, pada saat Nabi tahu bunda fatimah memakainya Nabi tidak senang, walaupun perempuan memakai kalung emas hukumnya boleh, karena inging menyenangkan hati Nabi maka dijualnya kalung itu,dan hebatnya uangnya tidak untuk dirinya sendiri, tetapi digunakan untuk membeli budak dan budak itu dimerdekaan, Masya Allah sungguh mulia hati bunda fatimah, yang rela melepas kalung (yang sebenarnya adalah barang halal ) bagaimana klo hanya sebidang tanah ??????? yang nantinya mati tidak dibawa ……….. sangat kontra dengan hadist yang anda riwayatkan ( itupun klo anda benar cara menafsirkannya )

    masalah fadak, kenapa hanya bunda fatimah (udah saya urai diatas. mohon dibaca )

    5. kata anda
    bahkan yang lucu anda bilang menegur mereka kalau mereka salah. Lihat saja teks hadis tsaqalain manusialah yang harus berpegang teguh kepada Ahlul Bait bukan sok menilai dan menegur segala.

    kami bukan sok, tapi Nabi sendiri juga pernah menegur (baca tulisan saya, cari referensinya, klo gak ketemu, baca referensinya ahli sunah, pasti ketemu) ahlul bait juga manusia biasa yang mempunyai salah ( tapi kesalahan para ahlul bait tertutup, dengan banyaknya kebaikan kebaikannya ) karena ahlul bait bukan ma’sum seperti halnya para Nabi, kami menghormati para ahlul bait pada kedudukannya tanpa melebihkah sampai sederajat dengan Nabi, atau bahkan mengungguli Nabi , nauzu billah

    6. kata anda
    Contohnya hadis Shahih Bukhari juz 8 hal 150 diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda ”Akan datang di hadapanKu kelak sekelompok shahabatKu tapi kemudian mereka dihalau. Aku bertanya ”wahai TuhanKu mereka adalah shahabat-shahabatKu”. Lalu dikatakan ”Engkau Tidak mengetahui apa yang mereka perbuat sepeninggalmu. Sesungguhnya mereka murtad dan berpaling.”.

    mas , tolong dibedakan arti sahabat ya ???
    begini mas, semoga dijauhkan dari piktor
    definisi sahabat adalah orang yang berkumpul, atau berjumpa, dengan nabi mengimani Allah serta Rasulnya, dan berkumpulnya itu dalam keadaan iman, serta matinya masih iman itu yang dinamakan sahabat, kalau berkumpulnya beriman trus mati dalam keadaan murtad yo bukan sahabat itu namanya, orang yang berkumpul dengan Nabi, tapi hanya beriman dibibir saja alias munafik itu juga bukan sahabat, ngerti kan.
    contok kehidupan sekarang. tolong di perhatikan
    sampean punya sahabat kueentaalll sekalai, kemana mana berdua, anda sering memuji sahabat anda, semua kerabat , anak istri, saudara anda kenal baik denganya,trus anda meninggal dunia,setelah anda meninggal dunia ternyata dengan muslihatnya, istri anda diganggu, anak anda di terlantarka, nama anda dijelek jelekkan di khalayak ramai dengan tujuan agar keturunan anda menjadi orang yang dihinaka, apa ahli waris anda masih mengatakan bahwa sahabat anda itu adalah sahabat ( kan ada lagunya pagar makan tanaman ) TOLONG DIBEDAKAN YA ……….

    7. data anda
    saya cuma menyatakan kalau menyakiti AhlulBait adalah sebuah kesalahan.

    mana dalilnya yang menyatakan menyakiti, tolong disebut satu persatu dong …………..

    8. kata anda
    Meracuni Imam Hasan jelas kesalahan besar, membunuh imam Husain jelas kesalahan besar kan.
    betul, tapi biar Allah yang menghukum, wong yang diracun saja bisa memaafkan orang yang meracun ( cari referensinya tentang imam hasan yang mengetahui siapa yang meracunnya, dan telah memaafkannya )masak kita yang katanya cinta, tidak ikut apa kata Imam hasan, Imam Husain mati di padang karbalah adalah suatu keberkahan tersendiri, sapa yang gak mau disebut mati syahid, yang tidak perlu dihisab besok di hari kiamat, kalau Imam husain disuruh memilih, mati di singgasanah mewah bertahtahkan berlian, atau mati di medan perang sebagai sahid, pasti beliau akan memilih sahid, karena pahala sahid lebih besar ( nah kenapa kita kok tidak meniru imam kita )

    9. kata anda komentar dari pernyataan saya
    Kata-kata anda

    ( maka telah sepakat para Ulama dan Imam Ahlulbait dan Imam lainnya untuk beradab kepada Nabi saw dengan memuliakan seluruh sahabat beliau saw, )

    mana buktinya, dari mana referensinya, siapa sahabat yang dimaksud?
    saya kutib dari kitab Nahjul Balaqhoh, sebuah kitab yang diagungkan oleh orang syiah
    berkata amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib :
    ” Saya sudah lihat sendiri sahabat sahabat Nabi, tidak seorang pund ari kalian yang dapat menyamai mereka. mereka siang hari banyak berdiri ruku’ dan sujud silih berganti, ………………… maaf panjang sekali, karena aku baca kitabnya mending anda cari dan baca sendiri deh, kan anda pasti punya kitabnya dong
    Imam Ja’far Shadigh berkata
    “disamping saya mengharap syafaat daru Ali, saya juga mengharap syafaat dari Abubakar (hr. ad Daraqutni )
    dan masih banyak lagi yang serupa, klo saya tulis wah saya bisa gak tidur mas, maaf ya
    imam Ali berkata
    ” Orang yang paling baik dari umat ini setelah Nabinya adalah abu bakar, kemudian umar (hr Bukhari )

    apa yang dikatakan Imam Ali terhadap kedua Khalifah tidak lain karena beliau mengetahui kedudukan keduanya disisi Allah dan RasulNYA.
    dalam kesempatan lain imam Ali berkata
    “andaikan dihadapkan pada saya, seseorang yang mempunyai faham bahwa saya lebih afdhol dari Abu Bakar dan Umar, niscaya orang itu akan saya pukul Khadul Muftari ” (hr Ad Daraqutni )
    masih kurang dalilnya ???? ya cari sendiri deh pasti ketemu, hanya orang yang berusaha pasti ketemu jalannya.

    10. kata anda
    Bagi saya pribadi dalil-dalil yang jelas menunjukkan Ahlul Bait adalah pribadi yang mulia setelah Rasul dan mereka selalu bersama kebenaran. Siapapun yang menyelisihi mereka termasuk Shahabat adalah tidak benar. Sekali lagi saya tidak menghina.
    kan udah saya urai diatas sih, ok saya ada pertanyaan kepada semua saja yang membaca tulisan ini
    1. SIAPA YANG MEMANDIKAN BUNDA FATIMAH SELAI IMAM ALI, PASTI BELIAU YANG MEMANDIKAN PEREMPUAN, SIAPA DIA ISTRI SIAPA DIA, WASIAT APA YANG DISAMPAIKAN BUNDA FATIMAH KEPADA BELIAU ????
    2. SIAPA SUAMI DARI UMMI KALSUM PITRI DARI BUNDA FATIMAH
    KLO KURANG NANTI SAYA TAMBAHI

    11. kata anda
    Renungkan dengan baik. Kecintaan dan pengkultusan kepada Shahabat jangan sampai mengurangi keutamaan Ahlul Bait dan membuat tidak ambil pusing dengan perkara yang menyakiti Ahlul bait.
    saya tidak mengkultuskan ( cari dulu arti kata mengkultuskan )

    untuk semua mari kita baca
    Qs-At-Taubah : 100
    Qs-At-Anfal : 74
    Qs-At-Fath : 18
    kalau ada keluha mari kita diskusikan bersama
    bersambung pada masalah khalifah

  22. aditya:::
    mas,bikin blog sendiri, mas. jgn lupa, redaksionalnya yg bagus juga ya :D
    saya bakal sering2 baca ke sana nanti

  23. tuk masShelling Ford, , gimana sih biar bisa bikin blog, ajarin dong trims ya

  24. @aditya
    Lho tidak apa-apa kan saya ikutan
    Nah saudara aditya kalau menurut anda tidak hanya Bunda Fathimah saja yang menuntut, maka seharusnya anda tahu kalau Ahlul Bait sendiri asing dengan hadis Abu Bakar itu(alias tidak tahu). Lagipula Secondprince itu sudah bilang kan

    Hadis Abu Bakar yang dikemukakannya itu tidak diketahui oleh ahli waris Nabi SAW yaitu Sayyidah Fathimah sendiri dan Istri-istri Beliau SAW kecuali Aisyah(lihat Al Muwatta, Istri-istri nabi SAW mengutus Usman untuk meminta bagian warisan)
    Padahal ahli waris Nabi SAW jelas yang lebih berhak mengetahui hadis tersebut karena mereka yang berkepentingan

    Anda juga apa sudah baca hadis Shahih Bukhari itu dengan betul?, walaupun setelah mendengar penjelasan Abu Bakar, Bunda Fathimah tetap marah dan tidak berbicara dengan Abu Bakar selama 6 bulan, ini bukan penafsiran tapi teks hadisnya. Pahami dulu, kemudian anda juga harus paham siapa Bunda Fathimah, beliau adalah salah satu dari Ahlul Bait dalam hadis Tsaqalain dan Hadis Kisa’. Dalam hadis Tsaqalain itu jelas kalau manusia (termasuk sahabat)diharuskan berpegang teguh kepada Ahlul Bait. Nah nyambung kan, tidak mungkin Ahlul Bait tidak mengetahui hadis yang bahkan menyangkut kepentingan mereka.
    Apakah anda menuduh Nabi SAW tidak mewasiatkan kepada Ahlul Bait, yang benar saja.
    Lagipula yang agak lucu menurut saya, anda memakai hujjah yang memberatkan anda sendiri. Kata-kata anda yang ini

    masak bunda fatimah gak tau klo abahnya pernah mengeluarkan sabdah seperti tersebut diatas ??????

    Jadi masa’ Ahlul Bait sendiri tidak tahu hadis dari Abu Bakar???????(tanya kenapa)

    Kalau bicara dalil lebih baik dengan referensi, jangan memutar balik dengan menyuruh orang lain mencari. Kan sampean yang bawa cerita semua ahlul bait sudah memaafkan mereka yang menyakitinya itu,maka tunjukkan buktinya

    Soal hadis Tsaqalain
    Kemudian anda juga bilang

    kami bukan sok, tapi Nabi sendiri juga pernah menegur (baca tulisan saya, cari referensinya, klo gak ketemu, baca referensinya ahli sunah, pasti ketemu) ahlul bait juga manusia biasa yang mempunyai salah ( tapi kesalahan para ahlul bait tertutup, dengan banyaknya kebaikan kebaikannya ) karena ahlul bait bukan ma’sum seperti halnya para Nabi, kami menghormati para ahlul bait pada kedudukannya tanpa melebihkah sampai sederajat dengan Nabi, atau bahkan mengungguli Nabi , nauzu billah

    Mau bilang bukan sok tetapi tetap aja sok. Artinya sampean dan yang sama pandangannya dengan sampean mau merasa diri semulia Nabi SAW, sehingga berhak menegur Ahlul Bait. Soal teguran jika itu memang benar maka itu adalah bagian dari pendidikan Nabi SAW kepada Ahlul Baitnya, kemudian di akhir hidupnya Nabi SAW telah meresmikan kalau Ahlul Bait adalah pedoman hidup bagi manusia bersama dengan Al Quran. Hadis Tsaqalain itu jelas sekali, sangat jelas malah. Jadi tidak perlu berbelit-belit. Gak perlu bicara dulu soal ma’sum atau melebihi taraf Nabi SAW(ini juga apa maksudnya)

    Lebih baik kalau memang mau bahas atau diskusi fokus dulu kepada satu permasalahan. Misalnya Hadis Tsaqalain dulu baru merambat ke yang lain.

    Soal Hadis Fadak sudut pandang anda jelas berbeda dengan sudut pandang saudara Secondprince apalagi saya. Setidaknya kami sama-sama menyadari bahwa Ahlul Bait adalah pribadi mulia yang telah ditetapkan Nabi SAW sebagai panutan bagi sahabat-sahabatnya setelah Nabi SAW meninggal dunia. Tapi kalau bagi anda, Bunda Fathimah itu sama saja seperti sahabat lainnya, nah kan prakonsepsinya sudah beda dari awal.

    Jadi bahas satu-satu dulu

    kritik buat anda soal referensi, Saudara Secondprince itu sudah menyebutkan referensi hadis Fadak

    Riwayat Shahih Bukhari Bab Khumus, Sayyidah Fathimah datang ke Abu Bakar dan meminta warisannya dari tanah Fadak tetapi Abu Bakar menolak dengan mengatakan hadis “apa yang ditinggalkan Nabi SAW adalah sedekah” dan menolak memberikan warisan kepada sayyidah Fathimah. Mendengar itu Sayyidah Fathimah marah selama 6 bulan dan ketika meninggal beliau tidak mengizinkan Abu Bakar menshalatkan jenazahnya

    Saya maklum saja kalau beliau tidak hapal no hadisnya. Tapi kalau anda memang punya niat, hadis Fadak dalam Shahih Bukhari itu mudah sekali untuk dicek karena saudara Secondprince sudah menyebut Bab Khumus, nah tinggal lihat hadis-hadis di Bab itu.
    Ah ya bisa saya tambahkan Shahih Bukhari juz 3 kitab Al Maghazi bab Perang Khaibar, nah anda juga bisa lihat disitu, gak perlu pakai no karena Shahih Bukhari itu mudah sekali dicek kalau sudah jelas Kitab dan Babnya

    Kemudian anda kalau bawa hadis lain seperti Sunan Daruquthni lebih baik pakai keterangan apakah hadis itu shahih atau tidak di sisi Ahlus sunnah sendiri. Kalau dhaif ya tidak bs jadi hujjah.
    Sunan Daruquthni bukanlah kitab Shahih seperti Shahih Bukhari

    Berikutnya
    Anda menulis

    mas , tolong dibedakan arti sahabat ya ???
    begini mas, semoga dijauhkan dari piktor

    Aneh bagian yang mana yang piktor, jawaban anda dan penjelasan anda itu malah berkesan piktor
    Karena menurut penjelasan anda itu berarti anda dan orang sepaham dengan anda berpendapat bahwa Rasulullah SAW tidak bisa membedakan sahabat-sahabatnya. Hadisnya berbunyi

    Aku bertanya ”wahai TuhanKu mereka adalah shahabat-shahabatKu”. Lalu dikatakan ”Engkau Tidak mengetahui apa yang mereka perbuat sepeninggalmu. Sesungguhnya mereka murtad dan berpaling.”.

    Jadi Nabi SAW sendiri awalnya menyatakan bahwa mereka Sahabat Beliau, kemudian dijelaskan bahwa diantara sahabat itu ada yang murtad dan ada yang berpaling dari kebenaran. Jadi sahabat meski banyak kebaikannya tetap saja bisa salah.

    Kemudian anda mengutip Kitab Nahjul Balaghah, kata-kata Imam Ali

    ” Saya sudah lihat sendiri sahabat sahabat Nabi, tidak seorang pund ari kalian yang dapat menyamai mereka. mereka siang hari banyak berdiri ruku’ dan sujud silih berganti, …………………

    terus anda berkata

    maaf panjang sekali, karena aku baca kitabnya mending anda cari dan baca sendiri deh, kan anda pasti punya kitabnya dong

    Teks yang anda maksud Khutbah no 96 Kitab Nahjul Balaghah, memang panjang begini teks aslinya

    “Tengoklah anggota keluarga Nabi. Bertautlah pada arahan mereka. Ikutilah langkah mereka, karena mereka tak pernah membiarkan anda tanpa petunjuk, dan tak akan pernah melemparkan anda ke dalam kehancuran. Apabila mereka duduk, duduklah anda; dan apabila mereka bangkit, bangkitlah anda. Janganlah mendahului mereka, karena dengan itu anda akan tersesat; dan jangan tertinggal di belakang mereka, karena dengan itu anda akan runtuh. Saya telah melihat para sahabat Nabi, tetapi saya tidak menemukan seorangpun yang menyerupai mereka. Mereka mengawali hari dengan debu di rambut dan wajah, dan melewatkan malam dengan sujud dan berdiri dalam sholat…

    Yang anda kutip itu yang dicetak tebal, pengertiannya justru semua kata ganti merekapada kalimat khutbah ini kembali kepada Ahlul Bait as(anggota keluarga Nabi SAW). Oleh karena itu, kalimat Saya telah melihat para sahabat Nabi, tetapi saya tidak menemukan seorangpun yang menyerupai merekamaksudnya adalah Imam Ali as tidak menemukan seorangpun dari para sahabat Nabi saww yang menyerupai Ahlul Bait as.

    Jadi maaf saya tidak yakin kalau anda baca sendiri Kitab Nahjul Balaghah, Anda mengutip dari mana?

    Cukup itu dulu, kalau anda merasa terganggu saya ikutan lebih baik bilang saja, saya akan undur diri
    Maaf saya agak gatal kalau baca komentar anda
    jadi tidak tahan ingin berkomentar juga :mrgreen:

  25. bukan main sabar mas secondprince ini……. Salut ! Untuk almirza go ahead !

  26. alhamdulillah aku udah dapat jawabannya.
    1. tanah fadak
    ini hadis dari buchori nomor. 1264, Dari abu huraira ra
    Nabi bersabdah ” ahli warisku tiada mempusakai dinar dan dirham, ada yang aku tinggalkan, selai dari belanja istriku dan keperluan pembantuku, adalah sedekah (harta umum )

    hadist di atas diperkuat nomor. 1793, dari aisyah ra

    Bahwa fatimah, dan abbas keduanya datang kepada abu bakar, abu bakar mengatakan kepada keduanya bahwa saya mendengar Nabi bersabdah ( seperti diatas ), maka demi Allah saya tidak akan melebihkan apa yang Nabi perintahkan, trus apa bunyi teks hadist tertolak walaupun yang meriwayatkan bukan ahlul bayt, ingat disana ada abu huraira yang kesehariannya selalu bersama Nabi ( tapi perlu digaris bawahi sekali lagi saya pecinta ahlul bait )

    2. kata anda : Mau bilang bukan sok tetapi tetap aja sok. Artinya sampean dan yang sama pandangannya dengan sampean mau merasa diri semulia Nabi SAW, sehingga berhak menegur Ahlul Bait. Soal teguran jika itu memang benar maka itu adalah bagian dari pendidikan Nabi SAW kepada Ahlul Baitnya,

    betul kan pembelajaran, karena ahlul bait juga manusia, dan maka dari itu tidak luput dari khilaf, ingat hadist Nabi itu banyak, dan banyak juga yang meriwayatkan bukan dari ahlul bait, tapi kami tetap memakai pedoman, gak tebang pilih didalam menjalankan sunah, ( imam ali, bunda fatimah, abu huraira, siti aisyah, abu bakar, umar, dll adalah termasuk golongan yang bersua Nabi , dan matipun dalam keadaan masih iman, terus terang saya ragu dengan teks yang anda bawa, wong masalah mut’ah saya teks yang anda bawa tidak komplit, jadi maaf ya mas almirza.

    3. kata anda
    Bunda Fathimah tetap marah dan tidak berbicara dengan Abu Bakar selama 6 bulan, ini bukan penafsiran tapi teks hadisnya. Pahami dulu, kemudian anda juga harus paham siapa Bunda Fathimah, beliau adalah salah satu dari Ahlul Bait

    apa pantas penyandang gelar sayidatul jannah punya sifat pendendam, sampek 6 bulan lamanya ( saya memang kawatir konteks hadistnya sudah berubah, atau penafsirannya secara serampangan ) INGAT MAS almirza
    ADA HADITS MENGENAI NABI MELARANG SESAMA MUSLIM TIDAK BERTEGUR SAPA SELAMA TIGA HARI. INGAT ….. INGAT …. masak mungkin seorang seperti bunda fatimah akan mengesampingkan makna hadis larangan Nabi hanya karena fadak, trus kenapa hanya bunda fatimah yang marah sampai 6 bulan, kenapa siti aisyah ( yang juga istri Nabi, yang sebenarnya juga berhak atas tanah itu ) tidak ikut ngambek, apa karena yang memberi perintah adalah bapaknya, bagaimana kalau paman Nabi hamzah, kok gak ikutan ngambek, dan yang lebih tidak masuk akal

    INGA’ INGA’ …… Imam Ali pernah menjadi khalifah, Imam hasan juga telah menjadi khalifah
    ” KENAPA TIDAK SAAT BELIAU MENJADI KHALIFAH HARTA ITU DIBAGI, ATAU PERINTAH KHALIFAH ABU BAKAR DIANULIR DIGANTI DENGAN PERINTAH IMAM ALI ATAU IMAM HUSAIN UNTUK DIBAGIKAN KEMBALI WARIS TANAH FADAK, TERNYATA TIDAK TO TANAH ITU TETAP SEBAGAIMANA MESTINYA …………… JAWAB YANG INI ………
    dan yang paling tidak saya mengerti adalah, bahwa kliatanya hanya bunda fatimah yang ngotot, kok gak ada dri istri – istri Nabi yang lainnya yang ngotot juga, klo yang diperbuat oleh sahabat abu bakar sebagai kemungkaran.

    JAWAB YANG INI, SIAPA SIH YANG MEMANDIKAN BUNDA FATIMAH,…………… SELAI IMAM ALI ………… JAWAB DONG ……. BIAR SEMUANYA JELAS ……….

    4. kata anda
    Apakah anda menuduh Nabi SAW tidak mewasiatkan kepada Ahlul Bait, yang benar saja.

    lah baca dong hadist ini hadis dari bukhari nomor. 1264, Dari abu huraira ra
    Nabi bersabdah ” ahli warisku tiada mempusakai dinar dan dirham, ada yang aku tinggalkan, selai dari belanja istriku dan keperluan pembantuku, adalah sedekah (harta umum )

    hadist di atas diperkuat nomor. 1793, dari aisyah ra, kalaupun bunda fatimah tidak tau, hadis ini, kenapa kok masih dijalankan pada saat pemerintahan Imam Ali.
    5. kata anda
    Riwayat Shahih Bukhari Bab Khumus, Sayyidah Fathimah datang ke Abu Bakar dan meminta warisannya dari tanah Fadak tetapi Abu Bakar menolak dengan mengatakan hadis “apa yang ditinggalkan Nabi SAW adalah sedekah” dan menolak memberikan warisan kepada sayyidah Fathimah. Mendengar itu Sayyidah Fathimah marah selama 6 bulan dan ketika meninggal beliau tidak mengizinkan Abu Bakar menshalatkan jenazahnya

    Saya maklum saja kalau beliau tidak hapal no hadisnya. Tapi kalau anda memang punya niat, hadis Fadak dalam Shahih Bukhari itu mudah sekali untuk dicek karena saudara Secondprince sudah menyebut Bab Khumus, nah tinggal lihat hadis-hadis di Bab itu.

    apa memang ada kata kata “tidak mengijinkan untuk disholati ” trus apa Imam Ali diam saja melihat istrinya membawa dendam sapai dibawa mati ( ingat orang tidak akan diampuni oleh Allah, sebelum kesalahan kepada orang lain diluruskan dulu ) penghinaan macam mana lagi ini, ” HAI ORANG ORANG YANG TIDAK MEPUNYAI HATI” tegakah kalian menghina bunda Fatimah dengan kata kata, 1.tidak mau diholat ( itu artinya tidak mau didoakan, karena didalam sholat jenazah itu doa untuk mayit)
    2.tidak tegur sapa selama 6 bulan
    3.marah hanya karena sebidang tanah yang tidak akan dibawa mat
    HAI ORANG ORANG JAHIL, bunda suci fatimah adalah Sayidatul jannah, orang yang tidak perduli dengan harta, orang yang ramah, orang yang berhati pemaaf, mulia,
    HAI ORANG ORANG YANG JAHIL pantaskah bunda fatimah mempunyai sifat, pemarah, pendendam, penghasut,
    KATANYA PECINTA ahlul bait, tapi kok menyandarkan kata kata yang tidak pantas , masak orang mulia mfempunya sifat keduniaan, pemarah, pfendendam, penghasut,
    CAMKAN DIHATI HAI ORANG YANG BERAKAL

    6. kata anda
    Jadi Nabi SAW sendiri awalnya menyatakan bahwa mereka Sahabat Beliau, kemudian dijelaskan bahwa diantara sahabat itu ada yang murtad dan ada yang berpaling dari kebenaran. Jadi sahabat meski banyak kebaikannya tetap saja bisa salah
    kalau dikatagorikan begini loh mas
    anda bilang kalau Nabi yang menegur dikatakan pembelajaran ( kalau saya sih teguran yang sopan )
    CONTOH ” tolong jangan merokok disini, karena baunya tidak sedap “, ini teguran halus, atau pembelajaran sih ………., anda bilang kalau sahabat itu juga salah, ya memang salah, saya setuju karena sahabat bukan orang yang ma’sum, sama seperti ahlul bait juga kalau salah ya salah karena bukan ma’sum. faham gak, nanti mbulet lagi, katanya gak boleh mengkultuskan ……….. ( hi hi hi itu aja blum dijawab kok apa arti kultus )

    7. kata anda
    Jadi masa’ Ahlul Bait sendiri tidak tahu hadis dari Abu Bakar???????(tanya kenapa), ha ha ha makanya baca konteks hadis, kepada siapa hadis itu diriwayatkan trus sapa yang menyampaikan, bukan berarti tidak tahu, nyatanya setelah medengar penjelasan ( sesuai hadist di atas ) para ahlul bait menerima kok. baca hadistnya dong , nomornya sudah aku cantumkan.
    HAI MAS ALMIRZA CAMKAN YA ………. baca ahlak mulia bunda fatimah ( sudah saya contohkan diatas ) masalah Nabi yang tidak suka bunda fatimah memakai kalung emas, trus mejualnya dan uang hasilnya dibelikan budak dan dimerdekaan. APAKAH ANDA MASIH MENGANGGAP BUNDA FATIMAH MENGEJAR HARTA (tanah fadak ), APA SOPAN SEORANG PECINTA MENGATAKAN ORANG YANG DICINTAI MENDENDAM, GAK MAU DISHOLATI, WAH WAH
    8. HAI MAS ALMIRZA YANG MEMPUNYAI AKAL

    BACA INI : PENTING
    1. Imam Ja’far Shadigh berkata
    “disamping saya mengharap syafaat daru Ali, saya juga mengharap syafaat dari Abubakar (hr. ad Daraqutni )
    2.imam Ali berkata
    ” Orang yang paling baik dari umat ini setelah Nabinya adalah abu bakar, kemudian umar (hr Bukhari )

    apa yang dikatakan Imam Ali terhadap kedua Khalifah tidak lain karena beliau mengetahui kedudukan keduanya disisi Allah dan RasulNYA.
    dalam kesempatan lain imam Ali berkata
    “andaikan dihadapkan pada saya, seseorang yang mempunyai faham bahwa saya lebih afdhol dari Abu Bakar dan Umar, niscaya orang itu akan saya pukul Khadul Muftari ” (hr Ad Daraqutni )

    KURANG . BACA RESAPI SATU PERSATU.

    TERAKHIR MARI KITA MAIN LOGIKA ( itupun klo logika yang berjalan dinaungi kebenara yang hakiki )
    1. PADA SAAT IMAM ALI, DAN IMAM HASAN MENJADI KHALIFAH KENAPA TANAH FADAK TIDAK DIKEMBALIKAN KEPADA PARA WARISNYA ( WALAU BUNDA FATIMAH TELAH MENINGGAL )
    2.APA KALIAN SUDAH MERUBAH MAKNA DARI PENGHUNI SURGA, JIKALAU PENGHUNI TERSEBUT MASIH MEMPUNYAI SIFAT YANG TIDAK TERPUJI ( pendendam sampai 6 bulan lamanya , pemarah, penghasut, dll )
    3. Sejak kapan bunda FATIMAH MEMPUNYAI SIFAT YANG ANDA GAMBARKAN sebagai PENDENDAM, TIDAK MAU BERTEGUR SAPA, PEMARAH DLL yang semestinya tidak ada di dalam hati beliau
    3. SIAPAKAH HAFSAH YANG TELAH DIBERI WASIAT UNTUK MEMBUAT KERANDA ( untuk menutupi mayat ) DAN MEMANDIKAN BELIAU, APA HUBUNGA DENGA BELIAU BUNDA FATIMAN
    4. KENAPA IMAM ALI MEMERANGI MUAWIYAH, TRUS KENAPA IMAM HASAN MELAKUKAN SEBALIKNYA TERHADAP MUAWIYAH, APA INI. MAKNANYA

    tolong untuk dijawab oleh mas almirza ( ini belum soal mut’ah )
    MARI KITA MEMAKAI DALIL YANG BENAR, DAN MEMAKAI LOGIKA AKAL KITA ( walau terbatas )

    KALAU KALIAN MEMBACA AL-QUR’AN TOLONG DIBACA JUGA
    Qs-At-Taubah : 100
    Qs-At-Anfal : 74
    Qs-At-Fath : 18
    jangan hanya salut, mari berpikir yang logis
    T Mulya, di/pada November 15th, 2007 pada 4:23 pm Said:

    bukan main sabar mas secondprince ini……. Salut ! Untuk almirza go ahead, jangan karena salut trus memperlihatkan kebodohan kita,
    SATU LAGI
    APA KITA AKAN TERIMA KALAU IBU KITA DIKATAIN ORANG LAIN SEBAGAI PRIBADI PENDENDAM, SUKA MARAH, GAK MAU DIJENGUK ………………… APA ITU SIFAT DARI PENGHUNI SURGA ?? ??(besa )?????, trus APA BEDA DENGA PENGHUNI NERAKA YANG GILA HARTA, KARENA HARTA BERANI MEMUTUSKAN TALI SILATURAHMI, PEMARAH, SALING TIDAK TEGUR SAPA,
    CAMKAN DIHATI PENGHINAAN ANDA TERHADAP BUNDA FATIMAH

  27. tuk mas seconprince, maaf kalau kata kata saya terlalu berlebiha, karena lebih asyik berdiskusi dengan sampena,yang berhati lembut, jarang berkata kasar ( tapi mencela ulama’ yang hafal jutaan hadis beserta perawinya, tau hukum riwayat turunnya hadist, trus hadist itu bermakna, yang kesemuanya pasti dengan ilmu yang dalam dan lama, dan jamannya dengan jaman Nabi tidak terpaut jauuuuuuuuuuhh seperti jaman kita dengan Nabi ) ingat mas mencela bukan perbuatan yang dibolehkan dalam agama, janga karena konteks pemahaman berbeda turs menjadikan kita sebagai pencela, apa beda kita dengan orang yahudi yang jago mencela, wong nabinya sediri dicela kok. sekali lagi maaf ya masssss
    untuk anda banyak pertanyaan yang akan saya ajukan. mohon tidak kapok terus mengomentari tulisan saya trims ( mumpung bukunya blum aku kembalikan loh )

  28. @aditya
    Aduh kalau diskusi sibuk dengan pikirannya sendiri, ini yang payah
    kesalahan anda itu, anda sendiri tidak menempatkan diri dalam metode yang benar
    Hadis fadak itu jelas kata-katanya bahwa Sayyidah Fathimah marah dan tidak bebicara selama 6 bulan kepada Abu Bakar. hadis ini shahih kemudian anda berhujjah dengan hadis Abu Bakar, Aisyah dan Abu Hurairah
    Hadis yang menurut anda tidak diketahui oleh Ahlul Bait, nah saya dalam hal ini berhujjah dengan hadis Tsaqalain bahwa Sayyidah Fathimah adalah Ahlul Bait tempat dimana seharusnya para sahabat berpedoman
    Tapi buktinya sahabat yang anda sebutkan itu menyelisihi Ahlul Bait
    Tidak mungkin Sayyidah Fathimah seorang putri Nabi SAW Ahlul Bait sebagai tempat pedoman yang selalu bersama Al Quran selalu bersama kebenaran tidak tahu hadis yang seharusnya jadi urusannya. Anda memang tidak memperhatikan sedikitpun hadis Tsaqalain
    Mau dikemanakan juga Ayat al Quran yang menyatakan bahwa mereka yang punya hubungan darah itu berhak saling waris-mewarisi, Ayat Al Quran yang menyatakan bahwa para Nabi juga saling mewarisi
    Mana bukti cinta anda????????

    Andalah yang menghina Sayyidah Fathimah dengan menuduh gila harta dan pendendam
    Padahal dalam hal ini Sayyidah Fathimah hanya menyatakan yang benar. Ini bukan sekedar masalah harta tetapi masalah menuntut sesuatu yang adalah haknya
    Jadi siapa yang gila harta yang merampas atau yang menuntut haknya

    Dan Sahabat yang anda agungkan itulah yang salah, jadi dialah yang seharusnya menemui Sayyidah Fathimah dan meminta maaf dengannya. Tapi itu semua tidak terjadi kan, so hadis Shahih Bukhari soal 3 hari itu justru memberatkan Abu Bakar sendiri.

    Kemudian anda bertanya kenapa ketika Imam Ali as dan Imam Hasan as menjadi Khalifah tidak mengurusi masalah fadak
    Jangan konyol, memang sampean tidak tahu apa kalau masa pemerintahan Imam Ali dan Imam Hasan justru mendapat pertentangan dari Aisyah Thalhah Zubair dan Muawiyah. Jadi pada masa kepemimpinan mereka, mereka disibukkan dengan perang yang terus-terusan.
    Saya yakin kalau tidak ada masalah perang terus-terusan itu masalah Fadak juga akan diselesaikan, Buktinya ada dalam kitab Nahjul Balaghah yang anda kutip sebagian-sebagian itu(pakai ngaku baca sendiri lagi)

    Anda juga tidak menghiraukan kata-kata saya. Kalau berhujjah dengan hadis selain dari Kitab Shahih itu tentukan dulu sanad hadisnya shahih atau tidak.

    anda berkata

    anda bilang kalau sahabat itu juga salah, ya memang salah, saya setuju karena sahabat bukan orang yang ma’sum, sama seperti ahlul bait juga kalau salah ya salah karena bukan ma’sum

    inilah maksud saya pikiran anda itu sudah beda dari awal
    Anda memang tidak memahami Hadis tsaqalain(anehnya nyuruh orang paham paham terus)
    Hadis Tsaqalain itu menyatakan Ahlul Bait selalu dalam kebenaran, hadisnya jelas. Lihat lagi bunyi hadisnya
    Jangan hanya menurutkan nafsu anda saja
    Kesalahan anda, anda menyamakan sahabat dengan Ahlul Bait. Ahlul Bait kedudukannya jelas dalam Hadis Tsaqalain jadi mana bisa disamakan dengan sahabat. Sikap anda yang menyamakan sahabat dengan ahlul bait adalah sikap mengkultuskan sahabat dan mengurangi keutamaan Ahlul Bait. Jadi phami dulu hadis Tsaqalain, pahami dulu siapa Ahlul Bait itu baru berhujjah
    Ngakunya cinta tapi tidak paham kedudukan Ahlul Bait
    Apakah pribadi yang selalu bersama Al Quran dan pribadi yang menjadi pedoman bagi umat islam agar tidak sesat itu bisa salah. Wah kacau itu jadinya, Apakah anda mau bilang kalau Al Quran dan As Sunnah itu bisa salah juga. Mereka Ahlul Bait akan selalu bersama Al Quran.

    Sekali lagi tidak ada yang bilang Sayyidah Fathimah mengejar harta
    Nyatanya Anda yang bilang begitu
    Masalah kalung itu, oh jelas sekali karena Rasulullah langsung yang menyatakannya kepada Sayyidah Fathimah
    tapi Masalah Fadak itu Abu Bakar yang bilang
    Dan dalam shahih Bukhari Sayyidah Fathimah tidak menerima hujjah Abu Bakar makanya Beliau marah
    kemarahan Sayyidah Fathimah adalah dalam kebenaran karena sama halnya dengan kemarahan Nabi SAW.(ini juga hadis Shahih Bukhari).
    Jadi cukup dengan hadis-hadis dalam kitab shahih anda sudah jelas kalau yang benar adalah Sayyidah Fathimah
    dan Hadis yang dibawa oleh Abu Bakar itu adalah keliru. Kecuali kalau anda menerima semua kontradiksi dalam kitab shahih anda

    Jangan sok bicara konteks pemahaman, memang sampean bisa buktikan kalau konteks sampean itu yang benar. Bicara konteks padahal Penghalusan untuk mendistorsi atau mengartikan sesuai dengan pikiran sendiri

    Satu hal lagi andalah yang harus mendefinisikan arti mencela. menyatakan apa adanya dari kesalahan apa itu mencela. Memangnya secondprince itu menghina siapa? atau saya? yang mana kata saya yang menghina
    Jangan sibuk dengan bahasa sendiri

    Kata-kata anda

    BACA INI : PENTING
    1. Imam Ja’far Shadigh berkata
    “disamping saya mengharap syafaat daru Ali, saya juga mengharap syafaat dari Abubakar (hr. ad Daraqutni )
    2.imam Ali berkata
    ” Orang yang paling baik dari umat ini setelah Nabinya adalah abu bakar, kemudian umar (hr Bukhari )

    apa yang dikatakan Imam Ali terhadap kedua Khalifah tidak lain karena beliau mengetahui kedudukan keduanya disisi Allah dan RasulNYA.
    dalam kesempatan lain imam Ali berkata
    “andaikan dihadapkan pada saya, seseorang yang mempunyai faham bahwa saya lebih afdhol dari Abu Bakar dan Umar, niscaya orang itu akan saya pukul Khadul Muftari ” (hr Ad Daraqutni )

    Mana buktinya hadis itu shahih hah
    asal mengutip sih saya juga bisa
    Dalam Shahih Bukhari Imam Ali menunda baiatnya kepada Abu Bakar selama 6 bulan, jadi bagaimana bisa anda mengatakan Imam Ali paham kedudukan mulia Abu Bakar
    Kemuliaan Imam Ali jelas diatas Abu Bakar karena Imam Ali adalah Ahlul Bait dalam hadis Tsaqalain

    dari mana anda bisa berkata Hafsah yang memandikan Sayyidah Fathimah
    Salah besar
    yang memandikan itu Imam Ali dan ditemani oleh Asma(ini wasuat dari Sayyidah Fathimah sendiri)

    Ini logika anda

    4. KENAPA IMAM ALI MEMERANGI MUAWIYAH, TRUS KENAPA IMAM HASAN MELAKUKAN SEBALIKNYA TERHADAP MUAWIYAH, APA INI. MAKNANYA

    Imam Ali memerangi Muawiyah karena Muawiyah memberontak dan memerangi Imam Ali
    Apa maksudnya sebaliknya
    Imam Hasan justru memerangi Muawiyah karena Muawiyah jelas dalam posisi yang salah
    Baca sejarah Makzulnya imam Hasan bukan karena Muawiyah tetapi karena beliau mau menyatukan umat muslim dan mencegah pertumpahan darah. Seharusnya yang benar itu Muawiyah tidak layak untu memerangi Imam Ali dan Imam Hasan. bukan mempermasalahkan dan menilai Imam Ahlul Bait
    Pengakuan cinta anda lucu sekali.

    Sekali lagi kata-kata anda

    APA KITA AKAN TERIMA KALAU IBU KITA DIKATAIN ORANG LAIN SEBAGAI PRIBADI PENDENDAM, SUKA MARAH, GAK MAU DIJENGUK ………………… APA ITU SIFAT DARI PENGHUNI SURGA ?? ??(besa )?????, trus APA BEDA DENGA PENGHUNI NERAKA YANG GILA HARTA, KARENA HARTA BERANI MEMUTUSKAN TALI SILATURAHMI, PEMARAH, SALING TIDAK TEGUR SAPA,
    CAMKAN DIHATI PENGHINAAN ANDA TERHADAP BUNDA FATIMAH

    Lho yang bilang begitu kan anda sendiri, Andalah yang berpikiran seperti itu. Begitukah pemahaman anda terhadap Sayyidah Fathimah
    Kemarahan Sayyidah Fathimah adalah dalam kebenaran karena marahnya Beliau adalah marahnya Nabi SAW

    Pendendam dan gak mau dijenguk, huh jangan asal bicara yang pokok permasalahan itu sahabat yang anda agungkan itu. Adakah dia meminta maaf kepada sayyidah Fathimah
    Siapa yang zalim

    Gila harta, lagi-lagi kekonyolan anda
    sejak kapan orang masuk neraka karena menuntut haknya
    Waris mewarisi sudah ditetapkan dalam Al Quran

    Jelas sekali buku yang anda baca itu adalah buku-buku Salafi yang suka mendeskriditkan Syiah danmengurangi keutamaan Ahlul Bait
    tetapi berteriak cinta kepada Ahlul Bait

    Cuma bualan :mrgreen:

  29. 1. kata anda
    Tapi buktinya sahabat yang anda sebutkan itu menyelisihi Ahlul Bait
    Tidak mungkin Sayyidah Fathimah seorang putri Nabi SAW Ahlul Bait sebagai tempat pedoman yang selalu bersama Al Quran selalu bersama kebenaran tidak tahu hadis yang seharusnya jadi urusannya. Anda memang tidak memperhatikan sedikitpun hadis Tsaqalain

    ini kejahilan nyata dari seseorang yang tidak bisa membedakan, saya udah baca kok riwayat tanah fadak, dan sebenarnya bukan yang seperti anda tuduhkan, saya bertanya kepada ahlul bait beliau sendiri, dan tidak ada kok dari jawaban beliau yang menyalahkan sahabat, kalau hadist yang saya bawa ( beserta nomor urutnya ) tidak anda terima, padahal itu sama dengan yang anda klaim riwayat bukhari juga masalah bunda fatimah marah sampai 6 bulan, kenapa anda memaksakan bahwa bunda Fatimah marah selama 6 bulan, kenapa tidak hadist yang saya sampaikan ??????besar?????? bisa diterima juga ….. double ???, KENAPA TIDAK DUA DUANYA YANG DITERIMA

    2. kata anda
    Mau dikemanakan juga Ayat al Quran yang menyatakan bahwa mereka yang punya hubungan darah itu berhak saling waris-mewarisi, Ayat Al Quran yang menyatakan bahwa para Nabi juga saling mewarisi
    Mana bukti cinta anda????????
    hi hi hi ternyata teks books toh, makanya cari referensi jangan hanya lewat internet, datangi orang alim yang punya garis keturunan sampai kepada Nabi ( saya lohhh punya )
    di dalam Al-Quran itu harus tafsirkan mas…… ku sayang, untung gak saya BAWA referensinya ke sini, itu perbedaan cara penafsiran antara imam Ali dan para sahabat, bukan suatu yang besar kok. hiihihihih lucu juga nih orang.

    3. kata anda
    Dan Sahabat yang anda agungkan itulah yang salah, jadi dialah yang seharusnya menemui Sayyidah Fathimah dan meminta maaf dengannya. Tapi itu semua tidak terjadi kan, so hadis Shahih Bukhari soal 3 hari itu justru memberatkan Abu Bakar sendiri.

    nah looo ketahuan bahlulnya, makanya cari referensi jangan dari internet doang, booooo
    saya udah baca riwayat singkat tanah fadak, sampai dengan perbedaan cara penafsiran Imam Ali dengan sahabat ( itupun referensi yang tidak berat sebelah ) masalah fadak memang bukan masalah harta kok hanya masalah hukum, yang keduanya itu mempunyai dasar yang kuat, tuhhhh kan gak berat sebelah.
    dan sekarang hanya bermodal potongan riwayat, atau nukilan setengah setengah, anda berani mengatakan sahabat Abubakar salah (bukan aku mengkultuskan lohhh, wong arti kultus aja blum dijawab sampek dengan hari ini )

    ” MAKANYA BACA AL – QUR’AN YANG BENAR (itupun klo bukan cetakan teheran lohhhh )
    baca ini
    Qs-At-Taubah : 100
    Qs-At-Anfal : 74
    Qs-At-Fath : 18
    apa kamu orang masih berani mengatakan Para sahabat itu salah …………………………………. pikir dong, ayo brani gak bacanya ……………..

    5.kata anda
    Mana bukti cinta anda????????
    saya cinta kepada ahlul bait, karena guru saya juga ahlul bait kok tapi juga cinta sahabat hayooooooo, klo ada ahlul bait yang berbuat seperti tuduhan orang syiah selama ini ( wes gak usah ditutupin deh, banyak contohnya kok, kenapa ada aliran sesat, kalau bukan Allah yang memberi tahu ) ya saya gak setuju klo ahlul bait dituduh yang macam macam, tapi klo ada rafidah ( tau rafidah ??? ) yang menjelekkan sahabat ya saya gak setuju dong, jadi mana yang benar, yang benar diam saja, tanpa menyalahkan kesana kemari.

    6. kata anda
    Kemudian anda bertanya kenapa ketika Imam Ali as dan Imam Hasan as menjadi Khalifah tidak mengurusi masalah fadak
    Jangan konyol, memang sampean tidak tahu apa kalau masa pemerintahan Imam Ali dan Imam Hasan justru mendapat pertentangan dari Aisyah Thalhah Zubair dan Muawiyah. Jadi pada masa kepemimpinan mereka, mereka disibukkan dengan perang yang terus-terusan.

    lah ini juga kejahilan yang nyata, masak setelah dilantik terus perang, jangan bodoh ya. klo memang sejak semula tanah fadak itu dipermasalahkan oleh Imam Ali ( itupun klo benar dipermasalahkan ) kenapa bukan menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan ( ini nanti ada pembahasan tersendiri kok )

    7. kata anda
    Saya yakin kalau tidak ada masalah perang terus-terusan itu masalah Fadak juga akan diselesaikan, Buktinya ada dalam kitab Nahjul Balaghah yang anda kutip sebagian-sebagian itu(pakai ngaku baca sendiri lagi)
    saya sempat baca, tapi juga sempat baca para pengkritiknya, bahwa kitab tersebut tidak mungkin ditulis oleh imam ali sendiri, karena penulisannya jauhhh setelah imam Ali tidak ada, terlihat dari tata bahasa prosanya yang tidak mungkin ditulis pada jaman itu, tapi bukan turus saya bilang baca kitab Nahjul Balaghah halooom, entar salah sangka lagi repot.

    8. kata anda
    Kesalahan anda, anda menyamakan sahabat dengan Ahlul Bait. Ahlul Bait kedudukannya jelas dalam Hadis Tsaqalain jadi mana bisa disamakan dengan sahabat. Sikap anda yang menyamakan sahabat dengan ahlul bait adalah sikap mengkultuskan sahabat dan mengurangi keutamaan Ahlul Bait. Jadi phami dulu hadis Tsaqalain, pahami dulu siapa Ahlul Bait itu baru berhujjah
    Ngakunya cinta tapi tidak paham kedudukan Ahlul Bait

    nah loo ketahuan lagi kan, kan udah saya bilang saya mencintai ahlul bait, juga sahabat, apa salah saya ( lucu juga nih orang )
    HAI ORANG YANG BERAKAL APA SIH ARTI KATA KULTUS, KAYAK ORANG WAHABI SAJA , BILANG BILANG KULTUS, TAPI GAK TAU ARTINYA.
    nih tak kasih tau KULTUS ITU SAMA DENGAN MENDEWAKAN, ATAU MEMUJA SEBAGA RAJA DIRAJA DAN HARUS BERSUJUD.
    intinya saya tidak membenci salah satu, makanya klo ada dari salah satu yang kurang berkenan, maka saya mending diam, gak ikut ikutakomentar, menyalahkan sini, sana seperti kaum rafidah gak kayak kamu bilangnya cinta, tapi membuka aib Bunda fatimah yang marah salama 6 bulan, apa ini yang dianggap cinta, membuka aib yang dicintai. kebodohannya ha itu tadi, kamu tahu kekurangan istri kamu, apa kamu tega kekurangan istri kamu dipertontonkan orang banyak, HAI ORANG JAHIILLLLL

    HAI ORANG JAHILLL SEKALI LAGI BACA KITAB SUCIMU ………

    9. kata anda
    Sekali lagi tidak ada yang bilang Sayyidah Fathimah mengejar harta
    Nyatanya Anda yang bilang begitu
    Masalah kalung itu, oh jelas sekali karena Rasulullah langsung yang menyatakannya kepada Sayyidah Fathimah
    tapi Masalah Fadak itu Abu Bakar yang bilang
    Dan dalam shahih Bukhari Sayyidah Fathimah tidak menerima hujjah Abu Bakar makanya Beliau marah,
    dan Hadis yang dibawa oleh Abu Bakar itu adalah keliru.

    Kecuali kalau anda menerima semua kontradiksi dalam kitab shahih anda ( anda bilang kontradiksi, walahhhh wong kamu bisanya baca riwayat aja dari internet, itupun terjemahannya, nuki nukil lagi, trus setelah nukil masih dipotong lagi,beda jauuuuuuuuh dengan imam bukhari yang bergelar muhadis ( sudah perna saya bahas apa itu muhadist ). bilang kontradiksi lagi, ya kamu itu yang nggak ngerti tatacara membaca hadistnya, atau hukum matannya gimana, kayak orang buta aja, kesasar sasar

    nih orang gak kapok kapok ya. ooo jadi klo dari Nabi saja yang membawa, atau dari keturunannya saja ( ahlul bait ) hujah yang kamu terima ……………… walahhhhhhh ya ngomong dong dari kemaren kemaren klo tebang pilih.
    HAI ORANG YANG PUNYA AKAL
    KAMU MENERIMA HADIST BUKHARI YANG SATUNYA, TAPI KAMU TOLAK HADIST BUKHARI YANG LAINNYA, APA BEDANYA KAMU DENGAN JAKSA YAN DITUDUH TEBANG PILIHH DALAM MEMBERANTAS KORUPSI, BACA YANG BENAR DONG, RIWAYAT ITU SHAHIH, DAN TIDAK ADA PERTENTANGAN, CUMA KARENA YANG BACA TUKANG NUKIL NUKIL TOK YA BEGINI JADINYA.

    10. kata anda
    Satu hal lagi andalah yang harus mendefinisikan arti mencela. menyatakan apa adanya dari kesalahan apa itu mencela. Memangnya secondprince itu menghina siapa? atau saya? yang mana kata saya yang menghina
    Jangan sibuk dengan bahasa sendiri
    OK SAYA MINTA MAAF KARENA MENGANGGAP ANDA TUKANG MENCELA, ya maklum wong semua orang ( dan ada buktinya, gak usah saya sebut, entar saya dikira mengada ada ) mengatakan bahwa rafidah itu tukang mencela sahabat. itu aja, ya baiklah klo memang anda tidak mencela sahabat, tapi trus apa bisa dikatakan orang benar menyalahkan sahabat , apa lagi sahabat utama ( Abu Bakar, Umar , Utsman, Ali ) makanya saya tekankan, baca Al-Quran yang lengkap, trus janga diartikan semaunya sendiri. apa kalian lebih utama sampe mengatakan sahabat ini salah, sahabat itu salah, belajarlah dari Al-Qur’an, kisah Nabi Musa denga Qidhir, disitu terletak kebenaran yang belum terungkap, bisa baca gak ……………..

    11. kata anda
    Mana buktinya hadis itu shahih hah
    asal mengutip sih saya juga bisa
    Dalam Shahih Bukhari Imam Ali menunda baiatnya kepada Abu Bakar selama 6 bulan, jadi bagaimana bisa anda mengatakan Imam Ali paham kedudukan mulia Abu Bakar
    Kemuliaan Imam Ali jelas diatas Abu Bakar karena Imam Ali adalah Ahlul Bait dalam hadis Tsaqalain

    nah looo gobloknya ditampakkan lagi, makanya klo gak ngerti hukum mantannya hadist , gak usalah berujar apa shahih hadist itu, wong yang bawa hadist ini lebih mumpuni dari anda yang hanya tukan comot, tukang nukil.
    HAI ORANG JAHIIIIIILL, TURUS APA IMAM ALI JUGA MENUNDA BAIAT TERHADAP SAHABAT UMAR, UTSMAN ??????? BRAPA BULAN PENUNDAAN UNTUK MASING MASING SAHABAT ???????

    12. kata anda
    dari mana anda bisa berkata Hafsah yang memandikan Sayyidah Fathimah
    Salah besar
    yang memandikan itu Imam Ali dan ditemani oleh Asma(ini wasuat dari Sayyidah Fathimah sendiri),
    nah looooo ngarang lagi dehh, ketahuan dek gobloknya, ya jelas gak ketemu wong carinya di kitab bukhari karangan …………………. ( ????? tanda tanya besar ???????? ) wong kitab suci terbitan teheran aja ………………………………. ( gak usah maksa loh wong memang palsu kok )

    13. kata anda dan ini yang paling berkesa dan tak tunggu tunggu

    ” Imam Ali memerangi Muawiyah karena Muawiyah memberontak dan memerangi Imam Ali

    inilah kebodohan anda, Itulah keberanian Imam Ali yang saya junjung tinggi, disamping berani bertaruh nyawa untuk Nabinya ( pada saat disuruh menggantikan tidur beliau, untuk keluar dengan Sahabat Abubakar ( yang anda bilang salah, tetapi mau mendampingi sang kekasihnya Nabi Muhammad SAW untuk hijrah ), tidak gentar dengan muawiyah.
    HAIII ORANG JAHIIL, KENAPA BARU SAAT MUAWIYAH YANG MEMINTA KEKUASAAN DALAM ARTI MEMINTA PAKSA, TERUS DIPERANGI OLEH IMAM ALI, KENAPA BUKAN MEMERANGI SAHABAT ABU BAKAR, UMAR, UTSMAN, JAWABANNYA KARENA MUAWIYAH TIDAK IKUT MEMBAIAT IMAM ALI, KEMAPA IMAM ALI MASIH MEMERANGI MUAWIYAH, KARENA ORANG YANG MEMBAIAT IMAM ALI JUGA, ORANG YANG DULU MEMBAIAT TIGA SAHABAT TERDAHULU ITU BAIAT YANG SAH , NGERTI KAN SEKARANG KENAPA HANYA DENGAN MUAWIYAH IMAM ALI ANGKAT SENJATA ????????? KARENA MUAWIYAH MEMBERONTAK KEKUASAAN YANG SAH
    Apa maksudnya sebaliknya
    Imam Hasan justru memerangi Muawiyah karena Muawiyah jelas dalam posisi yang salah
    Baca sejarah Makzulnya imam Hasan bukan karena Muawiyah tetapi karena beliau mau menyatukan umat muslim dan mencegah pertumpahan darah. Seharusnya yang benar itu Muawiyah tidak layak untu memerangi Imam Ali dan Imam Hasan. bukan mempermasalahkan dan menilai Imam Ahlul Bait
    Pengakuan cinta anda lucu sekali.

    Nah itulah kebesaran para ahlul bait, dimana Imam Ali berani memerangi muawiyah karena memang salah muawiyah yang memberontak khalifah yang sah, tapi Imam hasan bertindak sebaliknya ( pas dengan apa yang diramalkan Nabi dalam sabdah beliau yang terekam dalam sahih Bukhari )karena itu ada perjanjian bahwa khalifah dipimpin muawiyah, dengan sayarat klo muawiyah meninggal maka khalifah pindah lagi ke tangan Imam Hasan, tapi keburu Imam hasan meninggal, trus muawiyah mengangkat yazid, dan seterusnya sampai Imam Hasan …………………………. terjadi di karbalah …………..
    BISA GAK MBEDAKAN KEKUASAAN YANG SAH, ITU PERLU DITEGAKKAN
    DENGAN PEMBERONTAKAN YANG GILA KEKUASAAN.
    BISA KAN LOGIKA BICARA, IMAM ALI TIDAK PERNAH MEMINTA KEKUASAAN DARI SIAPA PUN, TAPI PADA SAAT KEKUASAAN DITANGAN SIAPA PUN TIDAK BOLEH MENGGANGGU GUGAT. PAHAM

    14. kata anda
    Pendendam dan gak mau dijenguk, huh jangan asal bicara yang pokok permasalahan itu sahabat yang anda agungkan itu. Adakah dia meminta maaf kepada sayyidah Fathimah
    Siapa yang zalim
    nah looo sejarah udah berani diputar balikkan, makanya jangan hanya makan pikiran kotor aja, sekali kali makan pikiran jernih ( seperti perlakuan Nabi pada saat penahlukan makah, yang semua orang bebas, padahal sebelummnya memusuhi, Nabi, sampai sampai pernah diboikot ) biar pikiran gak penuh denga piktor aja

    15. kata anda
    Jelas sekali buku yang anda baca itu adalah buku-buku Salafi yang suka mendeskriditkan Syiah danmengurangi keutamaan Ahlul Bait
    tetapi berteriak cinta kepada Ahlul Bait

    nah loo karena dari awal salah ya salah semua boooo, aku bukan wahabi, tapi juga bukan syiah ( bingung kan )
    AKU ADALAH HAMBA PENUH DOSA, PECINTA AHLUL BAIT, PECINTA SAHABAT, GAK PERNAH BILANG AHLUL BAIT TIDAK UTAMA, JUGA GAK PERNAH BILANG SAHABAT TUKANG SALAH, GURUKU JUGA AHLUL BAIT ( bingung kan ) gak percaya yo gak po po, tapi klo mau syiah gak la yau, wong imammnya aja berani negur Nabi kok, kitabnya diganti seenak sendiri kok ( jangan maksa ……. terbitan teheran aku udah punya lohhh), zina dibolehkan kok, mengenang Imam Husain dengan kesedihan dan ratapan jahiliyah yang mendalam ( padalah beliau sahid dalam keagungan ) , jangan membantah banya faktanya. mengatakan bahwa rujukannya Al.kahfi terdapat hadist yang dhoif ( banyak yang mengatakannya lohhh jangan dibantah )

    15. kata anda
    Cuma bualan …… kria kira berani manah aku sama sampean, yang berani menganggap salah ahlul jannah ( Sahabat Abubakar, Umar, Utsma, Ali ) hayooooo pake otak mikirnya,
    INGAT INI BELUM ZINA YANG BERSELUBUNG MUT’AH YANG KAYTANYA DIHALALKAN LOHHHHH

  30. @ Almirza
    Eh maaf soal yang kemarin
    Ya saya lagi sibuk
    Wah anehnya malah u yang rajin kesini :D

    @ Aditya
    Buat Mas Aditya, maaf bahasa anda itu agak runyam kayaknya
    kalau anda lagi diskusi dengan seseorang
    dan ingin menjawabnya, maka lebih baik pakai tanda untuk siapa komen itu ditujukan
    jujur saja waktu baca komen terkahir Mas dengan nama bara ini, saya jadi bingung. Itu komentar buat Mas Mirza kan sebenarnya

    Ya saya lihat diskusi anda dan saudara Mirza, cukup menarik. Walaupun bahasanya patut disayangkan.
    Tidak perlu emosi Mas, kan disini memaparkan pandangan masing-masing jadi tidak perlu saling menghina, cukup biasa saja.
    Ah ya ini juga buat Mas Mirza tentunya

    Melihat komentar anda berdua, memang benar anda berdua termasuk saya berbeda pandangan tentang Ahlul Bait. Saya sendiri sebelum membahas masalah fadak dan yang lainnya sudah memahami terlebih dahulu hadis Tsaqalain. Dan saya lihat anda rasanya tidak sedikitpun membahas hadis Tsaqalain. Jadi menurut saya lebih baik kalau kita bahas tuntas dahulu hadis Tsaqalain ini biar jelas masalahnya.

    Saya akan paparkan kekeliruan komentar anda yang terakhir
    Kekeliruan anda yang pertama, anda menilai orang lain tapi tidak menilai diri sendiri, Anda mengkritik orang lain soal referensi misalnya referensi dari internet. Padahal anda tahu dari mana kalau referensi lawan bicara anda itu dari internet. Terus kalau dari internet apa langsung jadi salah. Ini maaf cuma prakonsepsi anda dan sebenarnya tidak perlu diungkapkan saat berargumen. Orang yang kritis tahu jelas kekeliruan prakonsepsi ini. Karena intinya cuma tuduhan.

    Yang lain, misalnya ketika anda ditanya kedudukan hadis yang anda bawa dalam berargumen. Anda bukannya menjawab bagaimana kedudukan hadisnya, tapi malah berdalih dengan yang lain.

    Kemudian anda kadang mengatakan orang lain tukang comot atau tukang nukil. Padahal jaman sekarang mana ada yang bukan tukang nukil bahkan termasuk anda sendiri. Jadi arah pernyataan anda itu tidak jelas mau kemana. Saya sih mempersepsi bahwa komentar anda itu lebih banyak luapan emosinya ketimbang kualitas argumennya.

    Anda kadang mengaku seolah punya dan membaca sendiri kitab yang anda jadikan argumen. Tapi ternyata saya lihat argumen anda soal Nahjul Balaghah bahwa imam Ali memuji sahabat itu tidak begitu mengena. Artinya beda kok. Dan dalam hal ini saya sependapat dengan Mas Mirza artinya tidak seperti yang anda katakan.
    Jadi yang seperti ini membuat ragu apa benar anda membaca sendiri atau menukil. Pernyataan seperti yang anda katakan itu pernah saya baca dalam Gen Syiah Ustad Mamduh dan maaf beliau cuma menukil separuh dari khotbah yang dimaksud, jadi artinya berbeda.

    Anda sering mengatakan referensi orang lain tidak benar, cuma terjemahan banyak salahnya dll. Padahal argumen anda sendiri tidak lebih baik dari itu
    Seharusnya kalau anda membuat tuduhan harus dengan bukti, jadi tampilkan mana yang benar menurut anda, terjemahan mana yang salah dan benarkan, begitu lebih baik.
    Bahkan maaf kalau soal rujukan atau kutipan, anda sendiri tidak memahami dengan baik. Contoh nyata adalah ketika saya merujuk Shahih Bukhari dan menyebutkan Kitab dan Babnya, eh anda malah tanya no hadisnya dengan alasan susah mencari karena hadis itu banyak. Padahal yang begitu tidak perlu, Shahih Bukhari bisa dirujuk dari babnya atau no hadisnya. Salah satu saja sudah cukup.

    Satu hal lagi tidak perlu meributkan soal label yang diajak bicara, kita memperhatikan argumennya bukan siapa dia. Jadi kalau anda menjawab komentar orang lain tidak perlu mengaitkan dengan persepsi anda sendiri. Misalnya Anda menganggap saya atau Mas Mirza sebagai Syiah(padahal belum tentu benar). Oleh karena itu bagi anda kami ini jelas bukan orang yang benar untuk diperhatikan kata-katanya. Yang seperti ini tidak perlu menurut saya. Apalagi dalam komentar anda, anda terkesan menyudutkan syiah padahal awalnya cuma bicara masalah Fadak.
    Yang perlu diperhatikan semua yang anda pahami tentang Syiah juga belum tentu benar. Lebih baik anda berhati-hati kalau bicara bagaimana keyakinan Syiah jika anda sendiri cuma menukil.

    Sekarang daripada pembicaraan kita meluas entah kemana. Maka terlebih dahulu saya ingin mengajak anda untuk membahas hadis Tsaqalain, ya cukup hadis itu dulu. Baru yang lain. Setelah tuntas baru bicara yang lain, biar jelas semuanya. Saya harap anda dapat membuktikan kalau anda memang punya niat baik dan ingin berdiskusi bukan mau menang sendiri. Sekali lagi kita bahas Hadis Tsaqalain itu dulu. Anda bisa membahasnya langsung dalam tulisan saya tentang Hadis Tsaqalain, ada banyak kan.

    Oh iya kalau anda mau membalas komentar, lebih baik tampilkan untuk siapa komentar itu dituju, Biar jelas dan tidak salah paham. Yang seperti ini saya rasa anda bisa.
    Salam

  31. nah ini untuk mas second dulu yaaa
    wahhhh baru nongol dehhh omm secon, lame tak jumpe ( wek wek wek )
    trimakasih atas kritik diatas, memang masalah tata bahasa aku bukan ahlinya, memang
    maaf klo saya menuduh anda rafidah, sekali lagi maaf. kenapa saya bilang begitu, karena jamak orang akan mengatakan begitu, karena lisan adalah pencerminan dari hati, walau tidak seperti orang munafik yang dibibir sama dihati bertolak belakang.
    maaf klo kata kata saya kasar, tapi memang itu muncul karena sebab dan akibat, tapi saya sadari bahwa itu bukan hal yang baik, makanya saya minta maaf kepada semuanya atas kata kata saya yang kurang berkenan.

    1. kata anda
    Anda mengkritik orang lain soal referensi misalnya referensi dari internet. Padahal anda tahu dari mana kalau referensi lawan bicara anda itu dari internet. Terus kalau dari internet apa langsung jadi salah. Ini maaf cuma prakonsepsi anda dan sebenarnya tidak perlu diungkapkan saat berargumen. Orang yang kritis tahu jelas kekeliruan prakonsepsi ini. Karena intinya cuma tuduhan.
    jawab saya
    ok barang kali saya menuduh, ok kalau memang ada rujukannya ( apa lagi hadist bukhari ) kenapa hanya hadits masalah kemarahan bunda Fatimah yang menjadi rujukan pokok, kenapa tidak dilihat sama sekali hadits yang lainnya ( rujukan serta halamannya jelas mas ditulisan saya yang telah lampau ) padahal sama sama dari hadist Bukhari mas.
    2. kata anda
    Yang lain, misalnya ketika anda ditanya kedudukan hadis yang anda bawa dalam berargumen. Anda bukannya menjawab bagaimana kedudukan hadisnya, tapi malah berdalih dengan yang lain.
    jawab saya
    sudah jelas kedudukan hadist yang saya bawa juga bersumber dari kitab bukhari mas, klo tanya kesahihannya, saya lebih condong ke bukhari mas, karena sebelum bapak kita lahir Imam bukhari sudah menelorkan ribuan hadist mas, ga kaya kita yang hanya ambil dari buku, atau kitab mas. kalau masalah kedudukan saya sudah tanya kepada pakarnya mast, beliau seorang guru yang guru beliau seorang muhadits ( tau kan siapa orang yang deberi gelar muhadist ) dan hadits yang saya ketengahkan ( beserta nomornya, biar gak susah mencarinya ) beliau memakai dasar hadits itu mas, trus mas ………………… kana aku gak tau mas ambil dari mana ( gak nuduh loh entar dibilang akun tukang tuduh )
    3. kata anda
    Anda sering mengatakan referensi orang lain tidak benar, cuma terjemahan banyak salahnya dll. Padahal argumen anda sendiri tidak lebih baik dari itu
    Seharusnya kalau anda membuat tuduhan harus dengan bukti, jadi tampilkan mana yang benar menurut anda, terjemahan mana yang salah dan benarkan, begitu lebih baik.
    jawab saya
    itu sudah basi mas, wong saya tanyak mut’ah dijawab Nabi pernah melakukannya kok, ( hihihihihi sambil ketawa ) ini yang sebenarnya tidak ada bukti disandarkan kepada Nabi.
    ingat khomer juga tidak secara langsung dilarang, sama dengan mut’ah yang dulunya pernah ada trus dilarang, ini yang saya sebut tukang comot mas, hadist ya banyak ( coba cari deh kan anda seorang yang pandai sampai bisa mengkeritik ulama’ )
    4. kata anda
    Anda kadang mengaku seolah punya dan membaca sendiri kitab yang anda jadikan argumen. Tapi ternyata saya lihat argumen anda soal Nahjul Balaghah bahwa imam Ali memuji sahabat itu tidak begitu mengena. Artinya beda kok. Dan dalam hal ini saya sependapat dengan Mas Mirza artinya tidak seperti yang anda katakan.
    jawab saya
    memang saya ambil kutipan dari orang ahli sunnah mas, tapi juga saya sempat membaca kritikan kitab tersebut mas, yang ditulis seorang syarif yang menulis jauuuuhhhhh setelah Imam Ali wafat mas, pengkritik itu menyebutkan bahwa tatabahasa dalam kitab itu tidak sama dengan tatabahasa pada jaman Imam Ali, tapi saya pribadi tidak mengambil pusing dengan kritikan itu, saya anggap kata kata dalam kitab itu sebagai kata mutiara yang patutu dibanggakan mas.
    tapi perlu anda baca ulang hadits yang saya bawa
    imam Ali berkata
    ” Orang yang paling baik dari umat ini setelah Nabinya adalah abu bakar, kemudian umar (hr Bukhari )

    apa yang dikatakan Imam Ali terhadap kedua Khalifah tidak lain karena beliau mengetahui kedudukan keduanya disisi Allah dan RasulNYA.
    dalam kesempatan lain imam Ali berkata
    “andaikan dihadapkan pada saya, seseorang yang mempunyai faham bahwa saya lebih afdhol dari Abu Bakar dan Umar, niscaya orang itu akan saya pukul Khadul Muftari ” (hr Ad Daraqutni )
    dan lebih dari 80 an yang mengutib hadits diatas
    sekali lagi saya tidak mengesampingkan Nahjul Balagha, tapi saya juga tidak mungkin mengingkari hadist karena apa ……………. tentunya sampean tau jawabannya
    5 kata anda
    Bahkan maaf kalau soal rujukan atau kutipan, anda sendiri tidak memahami dengan baik. Contoh nyata adalah ketika saya merujuk Shahih Bukhari dan menyebutkan Kitab dan Babnya, eh anda malah tanya no hadisnya dengan alasan susah mencari karena hadis itu banyak. Padahal yang begitu tidak perlu, Shahih Bukhari bisa dirujuk dari babnya atau no hadisnya. Salah satu saja sudah cukup.
    jawab saya
    wajar tohhh wong saya inibukan muhadist yang hapal dilura kepala mas, ya klo memang itu ada sebut dong nomor berapa, baru nanti saya cari lagi gitu lohh, kenapa sih kok sepertinya diputar balikkan, wong saya pengen tahu trus anda yang lebih tahu ditanya gitu kok susah jawabnya jangan berbelit mas, saya coma tanyak di nomor brapa mas …………. tinggal jawab kan, anggaplah saya gak tau bab khumus ok, bisa kan
    6. kata anda
    Misalnya Anda menganggap saya atau Mas Mirza sebagai Syiah(padahal belum tentu benar). Oleh karena itu bagi anda kami ini jelas bukan orang yang benar untuk diperhatikan kata-katanya.
    jawab saya
    trus anda ini siapa syiah bukan, sunni bukan, apa kalian orang bebas seng penting islam, kayak islam Liberal yang mengartikan makna islam seenak otaknys sendir itapi kok kritik sana kritik sini, menyalahkan sahabat ( yang salah ya katakan salah ………..)maaf mas, di faham kami siapa yang menganggap salah sahabat ( terutama sahabat utama ) hukumnya fasik mas mendekati kuffur mas. lah contoh riil nya ya syiah mas, klo kalain gak begitu yaaaa maaf kan saya dong wong didepan yang saya baca, membantai pikiran ………….., mengkritik makna pikiran ……………….. membantai tuduhan ………………….. ini apa apaan katanya islam kok membantai, mengkritik dll

    kata anda
    Yang seperti ini tidak perlu menurut saya. Apalagi dalam komentar anda, anda terkesan menyudutkan syiah padahal awalnya cuma bicara masalah Fadak.
    jawab saya
    karena syiah menydutkan sahabat hanya karena berbeda cara penafsiran, apa kalian bisa bertanggung jawab di hadapan Allah, ternyata yang selama ini sampena anggap salah, ternyata gak seperti itu ……………… trussss pikiran itu tertular ke banyak orang …… bayangkan dong …………
    kalau kamu memilih selamat mas, kami gak mau serampangan memaknai hadist mas, biar proporsinya seimbang dengan hadits lain. ngerti kan masak harus dengan contoh …………. kan anda orang yang pinter

    kata anda
    Yang perlu diperhatikan semua yang anda pahami tentang Syiah juga belum tentu benar. Lebih baik anda berhati-hati kalau bicara bagaimana keyakinan Syiah jika anda sendiri cuma menukil.
    jawab saya
    mas mas sampena ini aneh, ada ajaran yang menyimpang kok dibilang belum tentu salah, jangan jangan anda tau diluaran saja ( banyak contohnya mas ) itupun datangnya dari ulama’ ahlul bait ( nah loooo ) bingun kan, makanya cari pembenaran mau contoh waaahhhhh buanyak mas.
    klo mau paham tentang kedudukan sahabat baca
    Qs-At-Taubah : 100
    Qs-At-Anfal : 74
    Qs-At-Fath : 18
    tapi saya juga menjunjung tinggi para ahlul bait ( terbukti saya punya guru seorang keturunan dari bunda fatimah )
    saya faham hadits tsakalain sesuai dengan yang saya terima dari guru saya, jadi saya menjunjung tinggi keduanya , ya ahlul bait, ya sahabat, nanti pada saatnya saya akan tuliskan rangkuman tentang pernyataan seorang ulama’ ahlul bait.

    klo masalah hadits tsakalai saya tetap pada pendirian saya yang bersumber dari guru saya bahwa hadits itu hasan gharib, tapi saya sekali lagi tidak menafikkan nya, saya tetap menjunjung tinggi para ahlul bait, seperti saya juga menjunjung tinggi para sahabat Nabi, Al-Qur’ar tempat saya berijak telah menerangkan dengan sejelas jelasnya, jadi kedudukan ahlul bait, dan para sahabat menurut pribadi saya adalah bagaikan dua jari yang berdekatat, jikalau ada perselisihan itu saya anggap sebagai hal yang wajar, bukan trus menyalahkan salah satu fihak hanya mengandalkan hadits tsakalain saja, terus menafikkan hadist yang lainnya mengerti kan, klo anda gak sepaham ya saya anggap anda kurang memahami arti dari kitab sucinya orang Islam , faham kan
    terima kasih
    saya berharap tuduhan saya bahwa anda adalah golonga rafidah semoga tak terjadi, karena apa ………………. jawab saendiri pakai hati nurani mas

  32. Buat SecondPrince
    sudahlah orang seperti bara itu gak usah ditanggapin. Intinya cuma mau menyalahkan saja. Lebih baik anda buat tulisan khusus lengkap dengan hujjahnya ketimbang menanggapi komen-komen yang mau menang sendiri dan tendensius kemahzabannya.
    Seolah Islam itu cuma Sunni saja padahal Syiah jelas adalah Islam juga.
    Biasa memang mudah sekali mengaku pecinta ahlul bait padahal tidak sedikitpun membela ahlul bait
    Terus menulis ya

  33. Sebenarnya inti tulisan ini Syiah dan Sunni adalah Islam dan bersaudara jadi tidak perlu ribut-ribut

  34. Apa benar ada sahabat yang mau membakar rumah Ahlul Bait? tolong dijawab Mas, saya pernah baca tapi benarkan cerita itu

  35. To Bara
    Memangnya kenapa kalau Rafidhah, apa anda tidak tahu kalau banyak perawi hadis Shahih Bukhari dan Shahih Muslim serta Kitab Sunan yang ternyata juga dikatakan Rafidhah.

    Saya sendiri Sunni tapi saya lebih mencintai Ahlul Bait, Dalam masalah Fadak anda tidak bisa memilih dua-duanya. Jika anda memihak sahabat berarti anda menyatakan ahlul bait salah tapi sebaliknya jika anda memihak ahlul bait maka sahabat salah

    Saya lihat dari komentar anda, anda menganggap sahabat tidak mungkin salah . Jadi itu berarti Ahlul Bait yang salah dalam hal ini Sayyidah Fathimah as putri tercinta Rasul SAW salah karena menuntut yang bukan haknya.

    Jadi Ahlul Bait bisa salah dan sahabat tidak, anda berlebih-lebihan dan mana dasarnya. Padahal Sahabat harus merujuk ke Ahlul Bait

    Saya jelas tidak sependapat dengan anda, bagi saya Fathimah as jelas dalam kebenaran dan kemarahannya adalah kemarahan Nabi SAW.

  36. TO RAFI
    NAH LOOOO NGAKU SUNNI TAPI GAK MUDENG ( KATA ORANG JAWA ) WONG PIK TOR DIPELIHARA,

    HAIII ORANG YANG KETULARAN JAHIL
    AKU PECINTA AHLUL BAIT ( guru saya keturunan dari imam Husain ra, gak percaya yoo gak po po )
    KARENA CINTANYA AKU GAK BERANI IKUT CAMPUR TERLALU DALAM MASALAH YANG TIMBUL SETELAH NABI WAFAT ( bukan penakut ) DALAM MASALAH FADAK JELAS KEDUANYA TIDAK SALAH DONG, WONG SAMA SAMA MELONTARKAN PENDAPAT YANG SEMUANYA BERSUMBER DARI NABI SAW.
    BUNDA FATIMAH BENAR, SAHABAT BENAR ( YANG MENGANGGAP SALAH HANYALAH KUMPULAN ORANG YANG TIDAK PERDULI DENGAN KITAB SUCINYA )

    kata anda
    Saya sendiri Sunni tapi saya lebih mencintai Ahlul Bait, Dalam masalah Fadak anda tidak bisa memilih dua-duanya. Jika anda memihak sahabat berarti anda menyatakan ahlul bait salah tapi sebaliknya jika anda memihak ahlul bait maka sahabat salah

    jawab saya
    ini jawaban yang konyol, disuruh milih diantara pilihan yang sebenarnya benar semua, tidak ada yang salah.
    contoh nyata
    kamu membunuh seseorang karena istrimu diganggu, siapa yang salah kamu apa orang yang dibunuh, sedangkan waktu itu tidak ada saksi bahwa istrimu benar benar diganggu …………..
    trus saya mo bilang apa, wong memang itu kenyataannya. klo memang semua benar,
    lah emang hadistnya bilang begitu, masak palsu haditsnya, trus apa dong penilaian Nabi terhadap sahabat Abubakar yang pernah diberi gelar Asyidik karena membenarkan Nabi pada saat peristiwa Isra’ Mi’raj, padahal banyak orang yang mengatakan gila kepada Nabi. klo ternyata dikemudian hari Sahabat abukakar ternyata pembuat hadist palsu. wa ha ha ha ha ha ha sunni tapi gak ngerti sejarah bingung aku jadinya

    kata anda
    Saya lihat dari komentar anda, anda menganggap sahabat tidak mungkin salah . Jadi itu berarti Ahlul Bait yang salah dalam hal ini Sayyidah Fathimah as putri tercinta Rasul SAW salah karena menuntut yang bukan haknya.
    saya katakan sekali lagi yaaaa, Bunda Fatimah juga tidak salah, sahabat juga tidak salah ……………… makanya baca sejarah yang benar …………….. gak punya bukunya, beli dong judulnya sahabat Imam Ali, pasti ketemu deh. brani gak bacanya entar gak berani baca yo percuma dong

    kata anda
    jadi Ahlul Bait bisa salah dan sahabat tidak, anda berlebih-lebihan dan mana dasarnya. Padahal Sahabat harus merujuk ke Ahlul Bait
    ahlul bait bisa salah, sahabat juga bisa salah, memang mereka bukan orang yang ma’sum kok, tapi kesalahannya bukan hal yang mendasar, wong Tuhannya masih sama, Nabinya masih sama , trus kenapa harus diperdebatkan
    keutamaan ahlul bait banyak mas ( gak usah saya sebut pasti anda sudah hapal ) keutamaan sahabat juga ada mas ( yang ini aku sebut, kawatir anda gak pernah baca saja )
    BACA :
    Qs-At-Taubah : 100
    Qs-At-Anfal : 74
    Qs-At-Fath : 18
    setelah faham baru komentar, janga belum ngerti komentar dulu
    HAIII NGAKU SUNNI TAPI GAK TAU SOPAN SANTUN, membiarkan aib keluarga Nabi diblejeti seenak perutmu sendiri aja
    APA MAU KEJELEKAN SAUDARAMU DIUMUMKAN DI MUKA ORANG BANYAK, MIKIR DONG BAGAIMANA SEDIH HATI NABI LIAT TINGKAH LAKUMU, GAK NYESAL TAH WES BUAT ARGUMEN YANG MENGAKIBATKAN KELUARGA BESAR NABI TERCEMAR GARA GARA OCEHANMU
    INGAT MAS
    1. Bunda Fatimah beserta Imam Ali dan keturunannya adalah ahlul bait Nabi
    2. Semua istri Nabi adalah umul mukminin
    3. Sahabat 4 ( Abu bakar, Umar, Utsman, Ali ) adalah sahabat terpilih. semuanya adalah kerabat yang berhubungan karena mertua, atau menantu
    HAIIIIII ORANG JAHILL APA KALIAN TEGA MERUSAK TATANAN NABI, MERUSAK SALAH SATU DARI RUMPUN NABI, MEMAKSAKAN PIKIRANMU BAHWA SALAH SATU DARI ITU SALAH
    sholawat baca sholawat, disitu tertera ” berilah salam kepada Nabi kami, beserta anak keturuna, termasuk istri istri beliau”

    CAMKAN WAHAI SAUDARA RAFI YANG MENGAKU SUNNI, JANGA HANYA MENGAKU NGAKU TAPI GAK TAU BAGAIMANA KITA BERSIKAP

  37. @ YATI
    tolong janga sampai akidahmu rusak hanya karena membaca sesuatu yang barangkali tidak tepat, atau mungkin salah. yang kamu sendiri gak ngerti makna nya
    kita tidak mau kan klo keluarga besar kita dijadikan ajang penghinaan karena ada salah faham diantaranya. klo anda mau ada situs bagus untuk pencerahan, karena pembimbingnya seorang keturunan ahlul bait

  38. @ anjar
    ya betul emang, al qiadah juga mengaku islam, lia eden juga mengaku islam, aliran ahmadiyah juga mengaku islam, wahabi juga mengaku islam, alirsyad juga mengaku islam, rafidhah juga mengaku islam, yang menjadi pertanyaan islam yang bagai mana yang menurut Nabi yang paling benar ???????

  39. @ ali
    anda berkata
    sudahlah orang seperti bara itu gak usah ditanggapin. Intinya cuma mau menyalahkan saja. Lebih baik anda buat tulisan khusus lengkap dengan hujjahnya ketimbang menanggapi komen-komen yang mau menang sendiri dan tendensius kemahzabannya.
    jawab saya
    nih orang lucu juga yaaa. mazhab saya ahli sunnah itu jelas

    kata anda
    Seolah Islam itu cuma Sunni saja padahal Syiah jelas adalah Islam juga.

    jawab saya
    al qiadah juga mengaku islam, lia edden juga mengaku islam, tapi …………………. ( jawab sendiri deh )

    kata anda
    Biasa memang mudah sekali mengaku pecinta ahlul bait padahal tidak sedikitpun membela ahlul bait
    jawab saya
    inilah kebodohan anda,
    1.saya berusaha mati matian agar sifat pemarah ( yang ditujukan oleh segolongan orang yang mengaku cinta )pada bunda fatimah berusaha menutupi dengan jalan tidak membesar besarkan masalah itu ( baca sejarah yang benar dong )
    2.saya berusaha mengatakan bahwa memang Imam Ali terpilih setelah 3 sahabat terdahulu, bukan berarti imam ali marah terus terlambat baiat smpai 6 bulan. (baca sejarah kenapa Imam Ali memerangi muawiyah, tapi tidak memerangi tiga sahabat terdahulu )
    3. meratapi kematian sayidina Husain dengan cara jahiliyah
    apa itu yang kamu namakan cinta kepada ahlul bait wahai manusia yang punya hati nurani
    JAWAB DENGA HATI SAJA, GAK USAH EMOSI, ENTAR DIMARAHI LOH SAMA MAS SECOND

  40. @ Bara

    ini kejahilan nyata dari seseorang yang tidak bisa membedakan, saya udah baca kok riwayat tanah fadak, dan sebenarnya bukan yang seperti anda tuduhkan, saya bertanya kepada ahlul bait beliau sendiri, dan tidak ada kok dari jawaban beliau yang menyalahkan sahabat, kalau hadist yang saya bawa ( beserta nomor urutnya ) tidak anda terima, padahal itu sama dengan yang anda klaim riwayat bukhari juga masalah bunda fatimah marah sampai 6 bulan, kenapa anda memaksakan bahwa bunda Fatimah marah selama 6 bulan, kenapa tidak hadist yang saya sampaikan ??????besar?????? bisa diterima juga ….. double ???, KENAPA TIDAK DUA DUANYA YANG DITERIMA

    Benar kenapa tidak dua-duanya yang anda terima, mau dikemanakan itu hadis yang menunjukkan Sayyidah Fatimah as marah, sampean yang jahil toh. Masa’ gak ketemu, nyari dimana memang kitab karangan Salafi :mrgreen: . Saya terima saja kok hadis anda itu berarti memang benar sayyidah Fathimah, Abbas dan istri-istri Nabi SAW menuntut warisan. Nah ada juga hadis lain yang menjelaskan kalau sayyidah Fathimah marah dan mendiamkan Abu Bakar selama 6 bulan. Memangnya Ahlul bait mana yang sampean tanya(gak usah bawa-bawa deh). maksudnya keturunan ahlul bait, kayak yang namanya keturunan ahlul bait cuma guru sampean. Banyak kok ulama syiah yang keturunan ahlul bait. Saya terima dua-duanya jadi sampean juga terima dong. kalau iya berarti kita sepakat kalau Sayyidah fatimah marah :mrgreen:

    2.

    hi hi hi ternyata teks books toh, makanya cari referensi jangan hanya lewat internet, datangi orang alim yang punya garis keturunan sampai kepada Nabi ( saya lohhh punya )
    di dalam Al-Quran itu harus tafsirkan mas…… ku sayang, untung gak saya BAWA referensinya ke sini, itu perbedaan cara penafsiran antara imam Ali dan para sahabat, bukan suatu yang besar kok. hiihihihih lucu juga nih orang.

    :lol: siapa bilang lewat internet, sok tahu nih. Memangnya sampean sendiri yang punya orang alim garis keturunan sampai kepada Nabi. Lagian tiap orang kan bisa ngaku-ngaku kalau di internet :mrgreen: . Bawa saja referensi sampean, kenapa? takut terbongkar kedoknya, asal kutip lagi tapi ngakunya baca sendiri :lol:
    Perbedaan penafsiran Imam Ali dan sahabat. Terus kalau beda gimana, sampean adem saja, dua-duanya benar gitu padahal jelas banget berbeda, kalau yang satu salah yang lain benar. kalau dua-duanya benar berarti akal sampean kurang beres. Ayo gunakan akalmu (ah maaf logika sampean saja kacau).

    3.

    nah looo ketahuan bahlulnya, makanya cari referensi jangan dari internet doang, booooo
    saya udah baca riwayat singkat tanah fadak, sampai dengan perbedaan cara penafsiran Imam Ali dengan sahabat ( itupun referensi yang tidak berat sebelah ) masalah fadak memang bukan masalah harta kok hanya masalah hukum, yang keduanya itu mempunyai dasar yang kuat, tuhhhh kan gak berat sebelah.
    dan sekarang hanya bermodal potongan riwayat, atau nukilan setengah setengah, anda berani mengatakan sahabat Abubakar salah (bukan aku mengkultuskan lohhh, wong arti kultus aja blum dijawab sampek dengan hari ini )

    .
    Nah loo kelihatan bahlulnya, referensi internet dari mana sih? sok tahu nih. :lol: sekarang baru ngaku kalau bukan masalah harta, baru ngerti ya, terus mau dikemanakan kata-kata sampean

    trus APA BEDA DENGA PENGHUNI NERAKA YANG GILA HARTA, KARENA HARTA BERANI MEMUTUSKAN TALI SILATURAHMI, PEMARAH, SALING TIDAK TEGUR SAPA,
    CAMKAN DIHATI PENGHINAAN ANDA TERHADAP BUNDA FATIMAH

    Jadi yang awalnya mikir itu masalah harta, siapa? sampean kan. :lol:
    Bukannya sampean yang bermodalkan potongan riwayat, alah kitab shahih Bukhari aja gak punya(buktinya masa’ gak ketemu riwayat marah sayyidah fatimah).
    gak berat sebelah, la iyalah sampean kan gak tahu kedudukan ahlul bait, Hadis tsaqalain aja gak paham, kalau memang paham pasti tahu hujjah yang menyelisihi Ahlul Bait jelas tidak benar. Sama kuat dari mana, ah gak adil itu. Yang lebih kuat masa’ dibilang sama. Memangnya yang Tsaqalain itu Ahlul bait atau sahabat :D
    Lho masih belum paham arti kultus(kebanyakan bahlul sih), ah iya lah kan sampean yang kultus wajar gak paham. Bukannya udah dibilang kalau menyamakan Ahlul Bait dengan sahabat itu artinya kultus. Ahlul bait lebih mulia dari sahabat. Alasannya Sederhana, yang disuruh merujuk siapa? sahabat, terus yang jadi rujukan siapa? Ahlul bait. nah jadi yang lebih mulia jelas dong.

    ” MAKANYA BACA AL – QUR’AN YANG BENAR (itupun klo bukan cetakan teheran lohhhh )
    baca ini
    Qs-At-Taubah : 100
    Qs-At-Anfal : 74
    Qs-At-Fath : 18
    apa kamu orang masih berani mengatakan Para sahabat itu salah …………………………………. pikir dong, ayo brani gak bacanya …

    .
    Sudah dibaca, ayat itu menjelaskan keutamaan mereka yang mengikuti Rasulullah SAW dalam hal ini termasuk juga sahabat. lantas kenapa, makanya pahami dulu yang benar. Al Quran sendiri mengecam dan menyatakan salah sahabat dalam kasus tertentu. Lihat saja Al Jumuah :11. Jadi yang benar sahabat itu bisa benar dan bisa salah. yang benar dan tetap istiqamah akan mendapat keutamaan yang besar dari Allah SWT.

    4.

    saya cinta kepada ahlul bait, karena guru saya juga ahlul bait kok tapi juga cinta sahabat hayooooooo,

    Kagak nyambung nih kita kan ngaomongin sayyidah Fatimah bukan guru sampean. Kalau keturunan Ahlul Bait sekarang banyak tersebar di antara Sunni dan Syiah.
    Saya juga cinta sahabat yang istiqamah mentaati Allah dan Rasulnya, saya mencintai ahlu bait makanya yang menyelisihi mereka saya bilang salah, karena begitulah kedudukan Ahlul Bait, kalau sampean ngaku cinta tapi gak tahu kedudukan ahlul bait, (ahlul bait aja gak jelas menurut sampean, pakai gak nyambung bicara soal gurunya) nah hayoo……….

    ( wes gak usah ditutupin deh, banyak contohnya kok, kenapa ada aliran sesat, kalau bukan Allah yang memberi tahu )

    Oh benar sekali makanya Rasulullah SAW mewasiatkan agar berpegang teguh kepada Al Quran dan Ahlul Bait biar gak sesat, nah sampean gimana?(memangnya guru sampean yang dimaksud Rasulullah SAW itu).

    ya saya gak setuju klo ahlul bait dituduh yang macam macam

    :lol: bukannya anda menuduh Sayyidah Fatimah tidak tahu hadis Abu Bakar, sampean juga menuduh sayyidah Fatimah pemarah kan, ini lho buktinya

    saya berusaha mati matian agar sifat pemarah ( yang ditujukan oleh segolongan orang yang mengaku cinta )pada bunda fatimah berusaha menutupi dengan jalan tidak membesar besarkan masalah itu ( baca sejarah yang benar dong )

    .
    Sampeanlah yang berpikir bunda Fatimah pemarah, mau ditutupi bagaimana ,laa yang membuka masalahnya kan Imam Bukhari sampean. Ngapain ditulis kalau mau ditutupin :lol:

    jadi mana yang benar, yang benar diam saja, tanpa menyalahkan kesana kemari.

    :lol: ini yang paling bahlul, yang benar itu yang mengatakan yang benar. yang diam saja ya gak ngapa-ngapain :mrgreen: , Alah bukannya diam itu karena gak tahu yang benar atau bingung yang mana yang benar. pakai ditutupin bilang dua-duanya benar.
    Periksa logika anda
    Orang pertama menuntut warisnya karena menurutnya itu hak warisnya
    Orang kedua bilang orang pertama tidak punya hak waris
    Tuh kalau orang pertama benar maka orang kedua salah begitu juga sebaliknya. Makanya akal itu dipakai, wahai orang-orang berakal :mrgreen:
    Mana bisa dua-duanya benar :lol:

    5.

    lah ini juga kejahilan yang nyata, masak setelah dilantik terus perang, jangan bodoh ya. klo memang sejak semula tanah fadak itu dipermasalahkan oleh Imam Ali ( itupun klo benar dipermasalahkan ) kenapa bukan menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan ( ini nanti ada pembahasan tersendiri kok )

    Inilah kejahilan sampean. Ngaku baca sejarah, masa’ gak tahu setelah dilantik aisyah, talhah dan Zubair bangkit menghimpun pasukan(alasannya sih menuntut darah Usman). Bukannya sampean yang bilang Imam Ali beda penafsiran sama sahabat soal ayat waris itu heh apa gak baca (Thabaqat Ibnu Saad). Ada riwayat Imam Ali pergi bersama Sayyidah Fatimah soal fadak.
    Memangnya sampean tahu yang mana yang lebih prioritas utama dibanding imam Ali. Pandangan Imam Ali jelas jauh lebih baik dari sampean. :lol: sampean lebih lucu ternyata
    pembahasan tersendiri Alah mau bahas dimana hah :mrgreen:

    7.

    saya sempat baca, tapi juga sempat baca para pengkritiknya, bahwa kitab tersebut tidak mungkin ditulis oleh imam ali sendiri, karena penulisannya jauhhh setelah imam Ali tidak ada, terlihat dari tata bahasa prosanya yang tidak mungkin ditulis pada jaman itu, tapi bukan turus saya bilang baca kitab Nahjul Balaghah halooom, entar salah sangka lagi repot.

    Sempat baca ya, bukan ngutip dari Salafi. :lol: memangnya siapa yang bilang kitab itu ditulis Imam Ali sendiri. Apa Shahih bukhari itu ditulis sendiri oleh Rasul SAW. Kitab itu berisi ucapan Imam Ali bukan ditulis sendiri, ngaco nih, tuh kebanyakan ngomong sih.
    Terus apa sampean pernah baca mereka yang menyatakan bahwa kitab itu memang berisi khotbah-khotbah Imam Ali, banyak kok yang justru menyatakan sebaliknya apa yang diklaim oleh pengkritik yang anda maksud itu. Bahasa yang segitu bagusnya cuma bisa dibuat oleh Imam Ali pada zaman itu.
    Memangnya yakin pengkritik yang anda maksud itu benar. jangan-jangan cuma orang Salafi yang anda maksud.

    8.

    nah loo ketahuan lagi kan, kan udah saya bilang saya mencintai ahlul bait, juga sahabat, apa salah saya ( lucu juga nih orang )
    HAI ORANG YANG BERAKAL APA SIH ARTI KATA KULTUS, KAYAK ORANG WAHABI SAJA , BILANG BILANG KULTUS, TAPI GAK TAU ARTINYA.
    nih tak kasih tau KULTUS ITU SAMA DENGAN MENDEWAKAN, ATAU MEMUJA SEBAGA RAJA DIRAJA DAN HARUS BERSUJUD.
    intinya saya tidak membenci salah satu, makanya klo ada dari salah satu yang kurang berkenan, maka saya mending diam, gak ikut ikutakomentar, menyalahkan sini, sana seperti kaum rafidah gak kayak kamu bilangnya cinta, tapi membuka aib Bunda fatimah yang marah salama 6 bulan, apa ini yang dianggap cinta, membuka aib yang dicintai. kebodohannya ha itu tadi, kamu tahu kekurangan istri kamu, apa kamu tega kekurangan istri kamu dipertontonkan orang banyak, HAI ORANG JAHIILLLLL

    HAI ORANG JAHILLL SEKALI LAGI BACA KITAB SUCIMU

    Lho kenapa kalau saya bilang sampean cuma ngaku-ngaku cinta
    buktinya sampean yang bilang kalau kemarahan bunda fatimah itu aib atau kekurangan.
    Asal, kemarahan bunda fatimah itu dalam kebenaran. dan maaf itu bukan kekurangan, sampeanlah yang mikir begitu. Itu ya bukti cinta, sudah jelas sekali siapa yang jahil
    Gak paham nih bilang cinta tapi pikirannya kotor masa’ bilang itu aib dan kekurangan. Padahal marahnya Sayyidah Fatimah adalah marahnya Nabi SAW. naudzubillah sampean menisbatkan aib dan kekurangan pada diri Nabi SAW, super jahil….antum
    Lagian Imam sampean tuh Bukhari yang buka apa itu yang anda bilang aib dan kekurangan, Tuh kenapa gak komen apa-apa tuh sama dia. Ho hooo ulama selalu benar :mrgreen:

    Kultus itu mendewakan, wah itu kan cuma pengertian kamu. pengertian saya gak mesti begitu. saya udah kasih tahu maksudnya . Camkan ya biar gak Jahiil

    9.

    ( anda bilang kontradiksi, walahhhh wong kamu bisanya baca riwayat aja dari internet, itupun terjemahannya, nuki nukil lagi, trus setelah nukil masih dipotong lagi,beda jauuuuuuuuh dengan imam bukhari yang bergelar muhadis ( sudah perna saya bahas apa itu muhadist ).

    :lol: bahlulnya kelihatan lagi, sembarangan menuduh nih gak beda sama Wahabi or salafi(ngakunya bukan)
    bukannya kamu juga cuma nukil, bedanya saya lebih teliti dan kamu gak teliti(buktinya gak dapet) Eh malah bilang orang lain cuma buat-buat
    he he he tuh kan puji saja Imam anda yang kata anda membuka aib :lol:
    memang kenapa kalau muhadis, memangnya kita sedang tanding dengan Bukhari soal hadis, lucu kamu saya malah berhujjah dengan hadis yang dishahihkan Imam kamu itu

    bilang kontradiksi lagi, ya kamu itu yang nggak ngerti tatacara membaca hadistnya, atau hukum matannya gimana, kayak orang buta aja, kesasar sasar

    :lol: iyalah sampean baca hadisnya gak pake akal, udah buta akalnya sampai gak tahu lagi yang mana yang kontradiksi, sudah saya jelaskan di atas. jawab kalau bisa :mrgreen:
    Jadi yang kesasar bilang kesasar :lol:

    nih orang gak kapok kapok ya. ooo jadi klo dari Nabi saja yang membawa, atau dari keturunannya saja ( ahlul bait ) hujah yang kamu terima ……………… walahhhhhhh ya ngomong dong dari kemaren kemaren klo tebang pilih.

    Lho Cukup dari Nabi dan Ahlul Baitnya, karena dalilnya begitu kalau mau selamat dan tidak tersesat. Sampean memang gak paham hadis Tsaqalain. Sampean kan pahamnya cuma yang dari guru sampean yang katanya ……..

    HAI ORANG YANG PUNYA AKAL
    KAMU MENERIMA HADIST BUKHARI YANG SATUNYA, TAPI KAMU TOLAK HADIST BUKHARI YANG LAINNYA, APA BEDANYA KAMU DENGAN JAKSA YAN DITUDUH TEBANG PILIHH DALAM MEMBERANTAS KORUPSI, BACA YANG BENAR DONG, RIWAYAT ITU SHAHIH, DAN TIDAK ADA PERTENTANGAN, CUMA KARENA YANG BACA TUKANG NUKIL NUKIL TOK YA BEGINI JADINYA.

    Hai orang yang katanya punya akal, saya berhujjah pakai Bukhari karena itu kitab hadis sampean. kalau pakai kitab hadis yang saya pakai. Sampean kan bisanya bilang sesat doang atau buat-buat padahal ada di kitab hadis sampean sendiri. Saya tidak punya kewajiban atuh menyatakan benar semua isi kitab Shahih anda. maaf saja Ya

    10.

    makanya saya tekankan, baca Al-Quran yang lengkap, trus janga diartikan semaunya sendiri

    benar baca yang lengkap, masa’ gak ketemu kalau Al quran juga mengecam sahabat yang salah dan istri Nabi (Aisyah dan Hafsah)

    11.

    nah looo gobloknya ditampakkan lagi, makanya klo gak ngerti hukum mantannya hadist , gak usalah berujar apa shahih hadist itu, wong yang bawa hadist ini lebih mumpuni dari anda yang hanya tukan comot, tukang nukil.

    Gak ada hubungannya goblok, yang bawa hadis itu Daruquthni dan kitab hadisnya bukan kitab shahih jadi menurut ilmu jarh wat ta’dil kamu itu hadis shahih tidak . Bilang aja gak tahu, bisanya tukang nukil doang.

    HAI ORANG JAHIIIIIILL, TURUS APA IMAM ALI JUGA MENUNDA BAIAT TERHADAP SAHABAT UMAR, UTSMAN ??????? BRAPA BULAN PENUNDAAN UNTUK MASING MASING SAHABAT ???????

    Hai orang jahil berarti kamu mengakui kalau Imam Ali menunda baiat 6 bulan untuk Abu Bakar, baca dong Shahih Bukhari jangan cuma dengar kata guru kamu doang. Guru kamu Sunni, iya lah bagus semua yang dibilang.
    Kalau yang lain saya gak tahu tuh

    12.

    nah looooo ngarang lagi dehh, ketahuan dek gobloknya, ya jelas gak ketemu wong carinya di kitab bukhari karangan …………………. ( ????? tanda tanya besar ???????? ) wong kitab suci terbitan teheran aja ………………………………. ( gak usah maksa loh wong memang palsu kok )

    Nah lo ini yang goblok teriak goblok, perasaan U gak bilang di kitab mana sampean cuma bilang

    3. SIAPAKAH HAFSAH YANG TELAH DIBERI WASIAT UNTUK MEMBUAT KERANDA ( untuk menutupi mayat ) DAN MEMANDIKAN BELIAU, APA HUBUNGA DENGA BELIAU BUNDA FATIMAN

    Jadi siapa yang goblok, memang sampean baca Shahih Bukhari mana, masa’ sih yang beginian ketemu tapi yang marahnya Sayyidah Fatimah gak ketemu, jangan maksa kalau palsu :mrgreen:

    13.

    inilah kebodohan anda, Itulah keberanian Imam Ali yang saya junjung tinggi, disamping berani bertaruh nyawa untuk Nabinya ( pada saat disuruh menggantikan tidur beliau, untuk keluar dengan Sahabat Abubakar ( yang anda bilang salah, tetapi mau mendampingi sang kekasihnya Nabi Muhammad SAW untuk hijrah ), tidak gentar dengan muawiyah.

    Inilah kebodohan anda, bukannya anda sedang bicara

    ” Imam Ali memerangi Muawiyah karena Muawiyah memberontak dan memerangi Imam Ali

    Memangnya apa hubungannya Muawiyah dengan cerita Abu Bakar
    Lho Abu Bakar kan salah soal Fadak bukan soal hijrah, mulai ngaco’ nih. Udah capek nulis (baca: mikir) ya

    Nah itulah kebesaran para ahlul bait, dimana Imam Ali berani memerangi muawiyah karena memang salah muawiyah yang memberontak khalifah yang sah, tapi Imam hasan bertindak sebaliknya

    Tuh sampean saja bilang Muawiyah salah, padahal kata sampean dia sahabat Nabi. jadi mana buktinya sahabat gak boleh salah. Udah baca belum Qs-At-Taubah : 100
    Qs-At-Anfal : 74
    Qs-At-Fath : 18, atau sahabat itu pilih-pilih juga bisa benar atau salah , ya jadi sampean ngeributin apa

    14.

    nah looo sejarah udah berani diputar balikkan, makanya jangan hanya makan pikiran kotor aja, sekali kali makan pikiran jernih ( seperti perlakuan Nabi pada saat penahlukan makah, yang semua orang bebas, padahal sebelummnya memusuhi, Nabi, sampai sampai pernah diboikot ) biar pikiran gak penuh dengan piktor aja

    Ah dari tadi sampeanlah yang piktor masa’ bilang aib dan kekurangan, pemarah gila harta pada Sayyidah Fatimah
    Siapa yang piktor, ngaco’ nih

    15.

    nah loo karena dari awal salah ya salah semua boooo, aku bukan wahabi, tapi juga bukan syiah ( bingung kan )

    Nah lo omongan orang aja nggak ngerti, saya bilang sampean itu baca buku Salafi yang menjelekkan Syiah bukannya
    saya menuduh sampean Salafi(kenapa tersinggung ya :mrgreen: )
    makanya jangan keburu mau komen aja, pikir dulu baru komen

    AKU ADALAH HAMBA PENUH DOSA, PECINTA AHLUL BAIT, PECINTA SAHABAT, GAK PERNAH BILANG AHLUL BAIT TIDAK UTAMA, JUGA GAK PERNAH BILANG SAHABAT TUKANG SALAH, GURUKU JUGA AHLUL BAIT ( bingung kan ) gak percaya yo gak po po, tapi klo mau syiah gak la yau, wong imammnya aja berani negur Nabi kok, kitabnya diganti seenak sendiri kok ( jangan maksa ……. terbitan teheran aku udah punya lohhh), zina dibolehkan kok, mengenang Imam Husain dengan kesedihan dan ratapan jahiliyah yang mendalam ( padalah beliau sahid dalam keagungan ) , jangan membantah banya faktanya. mengatakan bahwa rujukannya Al.kahfi terdapat hadist yang dhoif ( banyak yang mengatakannya lohhh jangan dibantah )

    Alah cuma ngaku pecinta ahlul bait tapi piktor sama sayyidah Fatimah masa ‘ sampean nuduh aib, kekurangan pemarah, gila harta. Cinta dari mana .Sikap begini mirip sikap Neo nawasib bilang cinta tapi intinya mengurangi keutamaan ahlul Bait
    Ck ck angkuhnya bilang punya padahal dari awal ngaku baca sendiri nahjul Balaghah eh tahunya cuma mengutip sepotong terus artinya dimaksain jadi beda gitu :lol:
    Gak percaya saya, memangnya sampean ngaku lebih ahli soal Syiah ketimbang penganutnya sendiri

    15.

    Cuma bualan …… kria kira berani manah aku sama sampean, yang berani menganggap salah ahlul jannah ( Sahabat Abubakar, Umar, Utsma, Ali ) hayooooo pake otak mikirnya,

    Memangnya Ahlul jannah pasti selalu benar, wah sedikit amat yang masuk surga makanya jangan sembarangan berhujjah

    INGAT INI BELUM ZINA YANG BERSELUBUNG MUT’AH YANG KAYTANYA DIHALALKAN LOHHHHH

    :lol: bahkan sahabat yang kamu banggakan ternyata kamu bilang pezina

    Ilmu itu dalemi dulu baru ngomong, selepas Rasulullah SAW wafat masih ada sahabat yang mut’ah9 Shahih Bukhari)

    Sudah dulu nih

  41. 1. kata anda
    Benar kenapa tidak dua-duanya yang anda terima, mau dikemanakan itu hadis yang menunjukkan Sayyidah Fatimah as marah,
    Jawab saya
    Tuh kan , masih menganggap bunda fatimah marah ……………… katanya …………. Kok ……………. ( wes gak ngomong wes biar dipikir sendiri )

    Kata anda
    sampean yang jahil toh. Masa’ gak ketemu, nyari dimana memang kitab karangan Salafi .
    Jawab saya
    Lah memang belum ketemu kok, wes gak usah mbulet, kan kamu yang pinter tinggal sebut di hadist nomor berapa sih, kan gak sulit ( itupun klo kamu baca sendiri lohh ) TINGGAL BILANG NOMOR HADIST BRAPA ????? GAK SULIT KAN

    Kata anda
    Saya terima saja kok hadis anda itu berarti memang benar sayyidah Fathimah, Abbas dan istri-istri Nabi SAW menuntut warisan.
    Jawab saya
    Tuh kan dipotong lagi hadistnya, knapa sih alergi baca yang komplit, kurang tuhh bacanya kurang komplit ( katanya mau nerima kok bacanya gak komplit apa gak apal ?????? )

    Kata anda
    Saya terima dua-duanya jadi sampean juga terima dong. kalau iya berarti kita sepakat kalau Sayyidah fatimah marah
    Jawab saya
    Tuh kan maksa lagi, knapa sih maksa maksa harus dikatakan bunda fatimah pemarah, terus terang mas aku risih klo berkata bunda Fatimah marah, jadi aku gak akan berkata bunda Fatimah marah mas, jadi maaf ya, saya tetap berprinsip bunda fatimah ahlul jannah dan tidak mungkin memiliki sifat pemarah, pendendam dll, klo sampean cari di kitab bukhari ada kata kata itu, ya biarin gak gue pikirin mas, itupun klo belum ada pemalsuan, atau penafsiran udel bodong.

    2.
    kata anda
    Lagian tiap orang kan bisa ngaku-ngaku kalau di internet .
    Jawab saya
    Termasuk sampena paling yoo, ngaku ngaku pecinta ahlul bait, tapi gak tau cara melakukannya

    Kata anda
    Bawa saja referensi sampean, kenapa? takut terbongkar kedoknya, asal kutip lagi tapi ngakunya baca sendiri
    Jawab saya
    Beli sendiri terbitan Teheran, pasti ketemu deh

    Kata anda
    Perbedaan penafsiran Imam Ali dan sahabat. Terus kalau beda gimana, sampean adem saja, dua-duanya benar gitu padahal jelas banget berbeda, kalau yang satu salah yang lain benar. kalau dua-duanya benar berarti akal sampean kurang beres. Ayo gunakan akalmu (ah maaf logika sampean saja kacau).
    Jawab saya
    Trus apa harus ada benar dan salah …………
    She aku mo Tanya sama sampean
    Gimana kedudukan Nabi Adam AS, dimata anda
    Trus klo menurut anda cerita buah dari sorga, yang mengakibatkan Nabi Adam turun kebumi ????
    Apa turs anda bilang klo Nabi Adam AS salah ?????? karena terbujuk rayu syetan hayoooooo jawab dong ( TAU KAN RIWAYATNYA )
    Klo sampek anda bilang Nabi Adam salah, maka pikiran anda yang kacau balau ditambah sesat yang nyata . NGERTI KAN SEKARANG, SETIAP PERMASALAHAN HARUS DILIHAT SECARA AKAL DAN KEIMANAN
    3.
    kata anda
    Nah loo kelihatan bahlulnya, referensi internet dari mana sih? sok tahu nih. sekarang baru ngaku kalau bukan masalah harta, baru ngerti ya, terus mau dikemanakan kata-kata sampean
    trus APA BEDA DENGA PENGHUNI NERAKA YANG GILA HARTA, KARENA HARTA BERANI MEMUTUSKAN TALI SILATURAHMI, PEMARAH, SALING TIDAK TEGUR SAPA,
    CAMKAN DIHATI PENGHINAAN ANDA TERHADAP BUNDA FATIMAH
    jawab saya
    emang jago kok , makanya pada saat sampean paksa saya tuk bilang bahwa Bunda Fatiman marah, ( sepetri kutipan diatas ) aku nolak mentah mentah mas, gokil juga nih bocah, coba deh obral kata kata anda itu di forum terbuka, masalah fadak, khalifah, perang …………… dll, yang ada pasti cercaan dan hinaan terhadap bunda Fatimah, wong Nabi SAW saja berperang membela akidah, dan kebenaran karena diperangi oleh orang kafir jaman dulu aja, sama orang – orang kafir jaman sekarang ( sampek muncul karikaturnya segala )masih dicap sebagai tukang perang, tukang pembuat onar, NGERTI GAK SIH YANG AKU MAKSUT, NANTI GAK NGERTI MALAH DIPUTAR BALIKKAN, DIPELINTIR dll.
    Kata anda
    kalau memang paham pasti tahu hujjah yang menyelisihi Ahlul Bait jelas tidak benar. Sama kuat dari mana, ah gak adil itu. Yang lebih kuat masa’ dibilang sama. Memangnya yang Tsaqalain itu Ahlul bait atau sahabat
    jawab saya
    tuh kan gokil kan, baca kitab suci dong

    kata anda
    Bukannya udah dibilang kalau menyamakan Ahlul Bait dengan sahabat itu artinya kultus. Jawab saya
    Nah loooo, gak pernah baca kamus Indonesia, janga janga kamusnya terbitan Teheran juga nihh
    Kata anda
    Sudah dibaca, ayat itu menjelaskan keutamaan mereka yang mengikuti Rasulullah SAW dalam hal ini termasuk juga sahabat. lantas kenapa, makanya pahami dulu yang benar.
    Jawab saya
    Tapi kok masih nyatain sahabat Abubakar salah yaaaa …. Bingung aku jadinya
    4.
    kata anda
    Saya juga cinta sahabat yang istiqamah mentaati Allah dan Rasulnya, saya mencintai ahlu bait makanya yang menyelisihi mereka saya bilang salah,
    jawab saya
    jadi anda masih mengatakan Sahabat abu bakar salah ????? bingung aku jadinya.
    Kedukan ahlul bait jelas, tapi juga sama halnya kedudukan sahabat juga sudah jelas, yang masih ngotot ngatain salah ya jelas, jadi apa yang salah sih, anda ngotot sahabat salah, sudah jelas dong pemahaman anda segitu doang, aku menyatakan, dan semoga istqomah bahwa hakikatnya bunda Fatimah bukan marah seperti yang kamu bilang itu jelas, yang kamu anggal menyelisihi menurut saya bukan perselisihan itu jelas, klo ngotot percuma mas wong pemahaman sampean terbatas kok, Cuma teks book alias baca terjemahan doing.
    Kata anda
    Oh benar sekali makanya Rasulullah SAW mewasiatkan agar berpegang teguh kepada Al Quran dan Ahlul Bait biar gak sesat, nah sampean gimana?(memangnya guru sampean yang dimaksud Rasulullah SAW itu).
    Jawab saya
    Wahhhhh ini orang lucu deh, yang saya maksut itu bahwa rafidha itu sesat, dan Hanya kepada Allah aku berlindung mas ………………….
    Kata anda
    bukannya anda menuduh Sayyidah Fatimah tidak tahu hadis Abu Bakar, sampean juga menuduh sayyidah Fatimah pemarah kan,
    jawab saya lohhh kok dibalik, yang mengatakan marah sampai 6 bulan itu siapa mas, ( entar dijawab imam Bukhari lagi )masak saya yang ngatain itu, makanya mas baca hadist itu harus dengan hukumnya mas, jangan terjemahannya dong
    kata anda
    Sampeanlah yang berpikir bunda Fatimah pemarah, mau ditutupi bagaimana ,laa yang membuka masalahnya kan Imam Bukhari sampean. Ngapain ditulis kalau mau ditutupin
    jawab anda
    tuh kan jadi menurut anda , imam bukhari itu yang ngatai bunda Fatimah marah, apa yang baca terjemahannya yang ngatain begitu ( jangan – jangan terbitan Teheran )
    kata anda
    ini yang paling bahlul, yang benar itu yang mengatakan yang benar. yang diam saja ya gak ngapa-ngapain , Alah bukannya diam itu karena gak tahu yang benar atau bingung yang mana yang benar. pakai ditutupin bilang dua-duanya benar.
    Periksa logika anda
    Orang pertama menuntut warisnya karena menurutnya itu hak warisnya
    Orang kedua bilang orang pertama tidak punya hak waris
    Tuh kalau orang pertama benar maka orang kedua salah begitu juga sebaliknya. Makanya akal itu dipakai, wahai orang-orang berakal
    Mana bisa dua-duanya benar
    jawab saya
    Nih orang emang terlalu teks book, ditambah lucu juga, salah ngeyel ………….
    Ada riwayat bahwa suatu saat Nabi sholat 2 rakaat, yang mestinya 4, rakaat., trus sahabat dibelakang beliau menanyakan apa sholat diringkas atau dirubah, trus Nabi menanyakan kepada halayak ramai, maka sahabat menjawab iya, maka Nabi berdiri turus menabah kekurangan sholat yang dimanakan sujud sahwi
    TRUS APA KITA AKAN MENGATAKAN BAGINDA SAW LUPA, NAUDZUBILLAH, SEMOGA ALLAH MEMAAFKAN SAYA, HAIIII ORANG YANG KATANYA BERAKAL
    APA TRUS KITA MAU MENGATAKAN ………………. TERUSKAN SENDIRI DEH
    5.
    kata anda
    Inilah kejahilan sampean. Ngaku baca sejarah, masa’ gak tahu setelah dilantik aisyah, talhah dan Zubair bangkit menghimpun pasukan(alasannya sih menuntut darah Usman). Bukannya sampean yang bilang Imam Ali beda penafsiran sama sahabat soal ayat waris itu heh apa gak baca (Thabaqat Ibnu Saad). Ada riwayat Imam Ali pergi bersama Sayyidah Fatimah soal fadak.
    Memangnya sampean tahu yang mana yang lebih prioritas utama dibanding imam Ali. Pandangan Imam Ali jelas jauh lebih baik dari sampean. sampean lebih lucu ternyata
    Jawab saya
    Yo wes, seng benar riwayat anda wes, biar senang, PUAS ………PUAS ……….PUAS ………
    Lah memang mau nuntut untuk diselenggarakan, atau dikhisash dulu pembunuh sahabat utsman, anda bacanya gak lengkap, atau emang terbitan Teheran yang laen dari pada yang laennya. Yang anda baca …………….. ya mending gak koment ………
    Ini yang aku tunggu tunggu juga
    1. Bunda Fatimah menuntut hak waris kepada sabahat Abubakar, menurut anda ………………… ( adalah benar bunda Fatimah, salah Sahabat Abubakar ), karena memang ada di kitab suci tentang hak waris
    2.Siti Aisyah menuntut hak qhisas kepada sahabat Ali, menurut anda ……………… ( adalah benar Imam Ali, salah Siti Aisyah ), karena memang ada di kitab suci tentang qhisas
    apa karena hadist Tsaqalain, trus mo dikemanain kitab sucimu hooeeeee
    nah looooo bingung kan, logikamu kan klo menuntut hak waris itu benar ( karena ada di kitab suci ) kan jadinya sama dong dengan menuntut hak qhisash ( sama sama ada di kitab suci )
    klo logika saya, saya tidak akan berpendapat melebihi gurus saya mas, biar aman, wong saya ini kantong dosa. Klo anda berfikir seperti diatas ( tanah fadak ) maka jawaban anda akan mental lagi dengan kasus ( terbunuhnya sahabat utsman ), bingung kan. Ingat loh jangan di putar balik lohhh, bisa bisa salah kaprah. Tapi klo masih ngotot pake dalil hadist Tsaqalain, maka keterangan kitab suci jadi dikesampingkan loh, ati ati lohhhhh. Hemat saya
    kasus bunda Fatimah dengan sahabat Abubakar, adalah perbedaan pandangan saja yang berbeda, sama seperti kasus ke dua, Imam Ali dengan Siti Aisyah, mempunyai argument yang sumbernya juga dari kitab suci, dan hadist Nabi. Nahh looooo bingung kan nanti dipelintir sejarahnya, bingung lagi aku,
    7.kata anda
    Sempat baca ya, bukan ngutip dari Salafi.
    memangnya siapa yang bilang kitab itu ditulis Imam Ali sendiri. Apa Shahih bukhari itu ditulis sendiri oleh Rasul SAW. Kitab itu berisi ucapan Imam Ali bukan ditulis sendiri, ngaco nih, tuh kebanyakan ngomong sih.
    Jawab saya
    Ini gokil apa purak purak ya, aku kan ngomong bahwa yang menulis, bukan membukukan loh, ( bego amat nih orang ), emang jaman Nabi kitab suci ditulis ????????????

    kata anda
    Memangnya yakin pengkritik yang anda maksud itu benar. jangan-jangan cuma orang Salafi yang anda maksud.
    Jawab saya
    Wong gak ngerti arti salaf aja, ngaku ngaku pecinta ……………
    8.
    kata anda
    Lho kenapa kalau saya bilang sampean cuma ngaku-ngaku cinta
    buktinya sampean yang bilang kalau kemarahan bunda fatimah itu aib atau kekurangan.
    Asal, kemarahan bunda fatimah itu dalam kebenaran. dan maaf itu bukan kekurangan, sampeanlah yang mikir begitu. Itu ya bukti cinta, sudah jelas sekali siapa yang jahil
    Gak paham nih bilang cinta tapi pikirannya kotor masa’ bilang itu aib dan kekurangan. Padahal marahnya Sayyidah Fatimah adalah marahnya Nabi SAW. naudzubillah sampean menisbatkan aib dan kekurangan pada diri Nabi SAW, super jahil….antum
    jawab saya
    Wah wah super, deh masssssss …………… saya sih lebih mending gak menganggap marah mas, dari pada sebab marah menjadikan kelihatan ada permusuhan ( padahal permusuhan itu tidak ada )
    Kata anda
    Lagian Imam sampean tuh Bukhari yang buka apa itu yang anda bilang aib dan kekurangan, Tuh kenapa gak komen apa-apa tuh sama dia. Ho hooo ulama selalu benar
    Jawab saya
    Karena saya lebih percaya Imam bukhari, dari pada kumpulan orang yang ngaku pecinta tetapi hatinya busuk …………. Mau bukti ( beli buku Dialog apa dan siapa syiah ) biar kebuka piktormu … wahai orang yang jahil, pelajari al kahfi sampek jelas, biar semua jelas
    Kata anda
    Kultus itu mendewakan, wah itu kan cuma pengertian kamu. pengertian saya gak mesti begitu. saya udah kasih tahu maksudnya . Camkan ya biar gak Jahiil
    Jawab saya
    Makanya kursus bahasa Indonesia yang baik, beli kamusnya, jangan hanya bisa tau tanpa ngerti artinya, wah bisa bisa semua diartikan salah nih, wong arti kata kultus aja dibuat sak enak udelnya sendiri ( BACA KAMUS BAHASA INDONESIA )
    9.
    kata anda
    bukannya kamu juga cuma nukil, bedanya saya lebih teliti dan kamu gak teliti(buktinya gak dapet) Eh malah bilang orang lain cuma buat-buat
    he he he tuh kan puji saja Imam anda yang kata anda membuka aib
    memang kenapa kalau muhadis, memangnya kita sedang tanding dengan Bukhari soal hadis, lucu kamu saya malah berhujjah dengan hadis yang dishahihkan Imam kamu itu
    jawab saya
    aku juga kawatir sama terbitan Teheran, jangan jangan hadistnya terbitan Teheran ayng duah ditambah tambah weh weh weh weh weh weh wong nomornya aja gak apal kok, Cuma nyebut bab, sebut dong nomornya , trus itu terjemahan apa bukan, trus yang nerjemahkan siapa ………..
    kata nada
    nih orang gak kapok kapok ya. ooo jadi klo dari Nabi saja yang membawa, atau dari keturunannya saja ( ahlul bait ) hujah yang kamu terima ……………… walahhhhhhh ya ngomong dong dari kemaren kemaren klo tebang pilih.
    Lho Cukup dari Nabi dan Ahlul Baitnya, karena dalilnya begitu kalau mau selamat dan tidak tersesat. Sampean memang gak paham hadis Tsaqalain. Sampean kan pahamnya cuma yang dari guru sampean yang katanya ……..
    Jawab saya
    Nih tak bawa satu riwayat dari Imam Ali
    “ Orang yang paling afdal dari umat ini setelah Nabinya,a dalah abu bakar dan umar “
    UCAPAN DIATAS DIRIWAYATKAN LEBIH DARI 80 RIWAYAT SEHINGGA MERUPAKAN RIWAYAT YANG KUAT.
    Ada lagi
    “ andaikan atau apa bila dihadapkan pada saya orang yang mempunyai faham bahwa saya lebih afdal dari abubakar dan umar, niscaya orang itu akan saya pukul khaddul muftari
    MAU MENOLAK, YO MESTI MENOLAK WONG KAMU ORANG ……………. SUKA ………….
    Kata anda
    Hai orang yang katanya punya akal, saya berhujjah pakai Bukhari karena itu kitab hadis sampean. kalau pakai kitab hadis yang saya pakai. Sampean kan bisanya bilang sesat doang atau buat-buat padahal ada di kitab hadis sampean sendiri. Saya tidak punya kewajiban atuh menyatakan benar semua isi kitab Shahih anda. maaf saja Ya
    Jawab saya
    Tohh kan ketahuan, katanya berhujah pake kitab bukhari, pas dibawakan bukhari yang menyatakan tidak sesuai dengan fahamu teriak – teriak gak sahih dll. Bodohnya udah keliatan tuh mas, gak usah ditutupi. Jadi intinya sampean bawa hadits dari kitab sunni, trus saya bawa kitab hadits dari sunni juga tertolah, bingung aku jadinya …………. Masak mau yang dari al kahfi …. Boleh lah mumpung aku baru punya nukilannya ( hi hi hi hi nyamar ahhhhh )
    10.
    kata anda
    benar baca yang lengkap, masa’ gak ketemu kalau Al quran juga mengecam sahabat yang salah dan istri Nabi (Aisyah dan Hafsah)
    jawab saya
    nahh lo setengan setengah kan bacanya, trus kisah siti aisyah yang diabadikan di kitab sucinya mana bossss, kelupaan atau memang gak ada , atau terhapus, tereliminasi ???? kayak kitabnya orang nasrani ???????
    11.
    HAI ORANG JAHIIIIIILL, TURUS APA IMAM ALI JUGA MENUNDA BAIAT TERHADAP SAHABAT UMAR, UTSMAN ??????? BRAPA BULAN PENUNDAAN UNTUK MASING MASING SAHABAT ???????
    Kata nada
    Hai orang jahil berarti kamu mengakui kalau Imam Ali menunda baiat 6 bulan untuk Abu Bakar,
    Jawab saya
    Ya tau lahh, wong saya ini jug pecinta ahlul bait, tapi gak seperti pemahaman sesat kamu, yang terlambat karena tanah fadak, dll
    Klo pendapat saya karena Imam Ali sudah berjanji bahwa akan lebih mengurus rumah tangganya dengan bunda Fatimah, pergi keluar hanya untuk sholat berjamaah. FAHAM GAK SIH INI ORANG , NANTI DIPELINTIR LAGI SUSAH LAGI DEH
    Kenapa pertanyaan saya gak dijawab, kenapa gak ada kata terlambat pembaiatan sahabat Umar, dan sahabat Utsman ( masih cari ya )
    JAWAB DONG ………………. ADAKAH KETERLAMBATAN, ADAKAH ………..
    12.
    kata anda
    SIAPAKAH HAFSAH YANG TELAH DIBERI WASIAT UNTUK MEMBUAT KERANDA ( untuk menutupi mayat ) DAN MEMANDIKAN BELIAU, APA HUBUNGA DENGA BELIAU BUNDA FATIMAN
    Jadi siapa yang goblok, memang sampean baca Shahih Bukhari mana, masa’ sih yang beginian ketemu tapi yang marahnya Sayyidah Fatimah gak ketemu, jangan maksa kalau palsu
    Jawab saya
    Ini dari tulisan anda yang mebenarkan saya karena saya salah tulis
    dari mana anda bisa berkata Hafsah yang memandikan Sayyidah Fathimah
    Salah besar
    yang memandikan itu Imam Ali dan ditemani oleh Asma(ini wasuat dari Sayyidah Fathimah sendiri)
    saya mau Tanya kepada anda siapa sebenarnya Asma’ umais ????????
    jawab ya kasih tau saya, kan saya kantong dosa …………

    13.
    kata anda
    Inilah kebodohan anda, bukannya anda sedang bicara
    ” Imam Ali memerangi Muawiyah karena Muawiyah memberontak dan memerangi Imam Ali
    Memangnya apa hubungannya Muawiyah dengan cerita Abu Bakar
    Lho Abu Bakar kan salah soal Fadak bukan soal hijrah, mulai ngaco’ nih. Udah capek nulis (baca: mikir) ya
    Jawab saya
    Hubunga Muawiyah sama sahabat Abubakar, yakan sam sama jadih khalifah, yang pertama sah ( tapi menurut kamu mencuri kekhalifahan Imam Ali ), yang kedua tidak sah karena merebut kekalifahan. HAI JANGAN DI BERHENTIKAN PEMAHAMAN KAMU DONG, WONG YANG SAYA BAHAS MASALAH KHALIFAH , KAMU BELOK LAGI KE FADAK, GOBLOK NIH ORANG
    Kata anda
    Tuh sampean saja bilang Muawiyah salah, padahal kata sampean dia sahabat Nabi. jadi mana buktinya sahabat gak boleh salah. Udah baca belum Qs-At-Taubah : 100
    Qs-At-Anfal : 74
    Qs-At-Fath : 18, atau sahabat itu pilih-pilih juga bisa benar atau salah , ya jadi sampean ngeributin apa ,
    Jawab saya, masalah khalifah itu beda mas, makanya simak.
    HAI ORANG JAHIIIILLLLLLLLL
    SEBAGAI PEMBANDING BACA NI :
    MUAWIYAH DIPERANGI IMAM ALI KARENA MEREBUT KEKALIFAHAN YANG SAH
    ABU BAKAR, UMAR, UTSMAN, KENAPA GAK DIPERANGI IMAM ALI KLO MENURUT ANDA KEKALIFAHANNYA GAK SAH
    BACA DONG, JANGAN HANYA ARGUMEN DIPUTAR PUTAR ……….
    Kata anda
    Ah dari tadi sampeanlah yang piktor masa’ bilang aib dan kekurangan, pemarah gila harta pada Sayyidah Fatimah
    Siapa yang piktor, ngaco’ nih
    Jawab saya
    Tuh dari tadi berujar bunda fatimah marah sampai 6 bulan, klaifah abu bakar, umar, utsman, merebut kekuasaan dll ( bukti banyak mas wong rafidah sendrii yang bilang )
    15.
    kata anda
    Nah lo omongan orang aja nggak ngerti, saya bilang sampean itu baca buku Salafi yang menjelekkan Syiah bukannya
    saya menuduh sampean Salafi(kenapa tersinggung ya )
    makanya jangan keburu mau komen aja, pikir dulu baru komen
    Jawab saya
    Tuh kan gokil lagi, wong yang say baca ini buku syiah kok, hi hi hi hi hi ketahuan deh gobloknya.
    Kata anda
    Alah cuma ngaku pecinta ahlul bait tapi piktor sama sayyidah Fatimah masa ‘ sampean nuduh aib, kekurangan pemarah, gila harta. Cinta dari mana .
    Jawab saya
    Tuh kan gokil lagi, plintir lagi, kan bukan aku yang bawa hadits masalah kemarahan bunda fatimah, dan saya tidak akan mengatakan marah ( lupa sendiri dengan tulisannya ya ……… ngantuk ya, apa udah merem …………. )
    15.
    kata anda
    Memangnya Ahlul jannah pasti selalu benar, wah sedikit amat yang masuk surga makanya jangan sembarangan berhujjah

    Kata anda
    Nah itu kan kata anda sendiri yang pik tor, aku gak pernah ngatain begitu, aku kan bilang gak mungkin ahlul jannah memiliki sifat tercela. CAM KAN DONG KLO ORANG NGOMONG
    Udah ya

  42. @ Al Mirza & Aditya
    Maaf kalau mau diskusi sebaiknya jangan saling menghinalah
    Yang penting kan cuma memaparkan pandangan masing-masing
    Gak setuju ya sudah :D

  43. @Aditya
    Ah saya lihat ada yang menarik dalam salah satu komentar anda itu, anda berkata

    Ada riwayat bahwa suatu saat Nabi sholat 2 rakaat, yang mestinya 4, rakaat., trus sahabat dibelakang beliau menanyakan apa sholat diringkas atau dirubah, trus Nabi menanyakan kepada halayak ramai, maka sahabat menjawab iya, maka Nabi berdiri turus menabah kekurangan sholat yang dimanakan sujud sahwi
    TRUS APA KITA AKAN MENGATAKAN BAGINDA SAW LUPA, NAUDZUBILLAH, SEMOGA ALLAH MEMAAFKAN SAYA, HAIIII ORANG YANG KATANYA BERAKAL
    APA TRUS KITA MAU MENGATAKAN ………………. TERUSKAN SENDIRI DEH

    Jadi kalau menurut Mas sendiri bagaimana arti hadis itu sebenarnya
    Mas gak stuju kalau Nabi SAW lupa
    jadi kenapa shlat 2 rakaat yang seharusnya 4 rakaat
    Kalau sengaja kenapa pula Rasulullah SAW mesti bertanya
    begini saja coba lihat hadisnya yang benar

    “Dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu, bahwasanya Nabi shallallaahu alaihi wasallam shalat Dhuhur atau Ashar bersama para sahabat. Beliau salam setelah shalat dua rakaat, kemudian orang-orang yang bergegas keluar dari pintu masjid berkata, ‘Shalat telah diqashar (dikurangi)?’ Nabi pun berdiri untuk bersandar pada sebuah kayu, sepertinya beliau marah. Kemudian berdirilah seorang laki-laki dan bertanya kepadanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah Anda lupa atau memang shalat telah diqashar?.’ Nabi berkata, ‘Aku tidak lupa dan shalat pun tidak diqashar.’ Laki-laki itu kembali berkata, ‘Kalau begitu Anda memang lupa wahai Rasulullah.’ Nabi shallallaahu alaihi wasallam bertanya kepada para sahabat, ‘Benarkah apa yang dikatakannya?’. Mereka pun menga-takan, ‘Benar.’ Maka majulah Nabi shallallaahu alaihi wasallam, selanjutnya beliau shalat untuk melengkapi kekurangan tadi, kemudian salam, lalu sujud dua kali, dan salam lagi.” (Muttafaq ‘alaih)

    Nah siapa yang mengatakan kalau Rasulullah SAW lupa, kalau berdasarkan riwayat di atas maka sahabatlah yang bilang
    Atau saya salah tafsir ya

    Kalau begitu lihat hadis ini

    hadits Abdullah bin Mas‘ud ra. Bahwa Rasulullah SAW shalat bersama kami lima rakaat. Lalu kami bertanya, ”Apakah ada perubahan (tambahan) dalam shalat?” Beliau bertanya, ”Memangnya kenapa?”. ”Anda shalat lima rakaat wahai Rasulullah”, jawab kami. “Sesungguhnya aku adalah manusia seperti kalian, jadi aku mengingat seperti kalian mengingat dan lupa seperti kalian lupa.”. Lalu beliau sujud dua kali.” (HR. Muslim)

    Sekarang saya yang jadi bingung dengan anda
    Lebih baik kalau diskusi jangan suka melebarkan masalah, kan jadi lebih aneh apalagi memasukkan prasangka anda sendiri
    Saya ingin dengar jawaban anda Mas
    Salam

  44. @Ali
    Gapapa kok
    Ya sebenarnya ada niat juga sih nulis tema itu
    doakan saja
    semoga sempat

    @Anjar
    nggak ribut
    cuma memaparkan pandangan masing-masing
    Sayangnya kata-kata memang sulit untuk dikontrol :D

    @Yati
    saya juga pernah baca
    ntarlah saya cari lagi

    @Rafi
    hmm begitu ya
    tapi saudara Bara memang sudut pandangnya dari awal sudah lain

  45. @ second
    terimah kasih mas mau ngingatkan saya, tapi itu tadi, karena nafs yang berperan jadinya sulit untuk kontrol, saya minta maaf kepada halayak ramai tentang hal ini, sudi kiranya maapin, terutama buat almirza, mumpung sempat gue juga minta maaf.
    tak jawab mas ya
    klo masalah begitu aja mas gak bisa mbedakan atau hanya terjemahan yang terungkap, maka ya sama dengan kita kita dong, yang pandai mencari terjemahan, ya jauuhhhh mas dengan orang yang belajar ilmunya mas.
    trus soal Nabi Adam, gimana dong, apa trus kita juga menyalahkan Beliau AS, karena tragedi buah quldi ?????
    Nah disini bukan akal yang bicara mas, tapi aqidah, klo akal yang terbatas pasti bilang nabi Adam tergoda bujuk rayu setan, iya kan. tapi akal juga membantah
    ada satu riwayat dimana suatu hari syekh Abdul Qadir didatangi suara yang mengaku tuhan menyatakan bahwa semua perkara yang haram menjadi halal, langsung saja dilontar itu suara karena yaqin bahwa itu datangnya dari setan, nah klo sang syekh tidak mempan terkecoh oleh bujuk rayu setan, apalagi Nabi Adam AS ( klo gak tau riwayatnya ya wajar, karena riwayat ini adanya di kaum sufi sunni )
    nah tentang komentar saya perihal hadist yang sampean bawa itu, pelajaran yang saya terima bahwa itu semua sebagai pembelajaran umat mas, ada sebab dan akibat, banyak mas pernyataan tersebut
    CONTOH :
    sabdah baginda taukah kalian bahwa siapa yang datang, ……………….jawab serempak para sahabat hanya Allah dan RasulNYA yang tau ………….. dan masih banyak lagi mas

    dan memang tidak pantas seorang Nabi, apalagi penghulu Nabi SAW mempunyai sifat pelupa ……………. nah itu pelajaran dari kaum alawiyin mas. klo mas mau ngartikan bahwa Nabi lupa ……………….. entar ada comen dari orang yang tidak tau menahu, lah klo Nabinya aja pelupa, gimana kitab sucinya dong ……………… nah looo tambah runyam kan, nah disini dibutuhkan ketelitian mas, tidak hanya pada arti harfiyah saja mas. kira kira faham gak …………
    sifat Nabi itu yang wajib kan ada 4, dan didalamnya tidak termuat sifat pelupa,

    PERTANYAAN SAYA AJA BLOM ADA JAWABANNYA BERAPA NOMOR HALAMAN YANG MENCERITAKAN BUNDA FATIMAH MARAH, KOK LAMA LUPA YA ……………. WAJAR KLO SAMPEAN LUPA,
    DAN ALHAMDULILLAH JAWABANNYA SEPERTI YANG SAYA YAQINI SELAMA INI
    INI KUTIPANNYA MAS
    pertanyaan saya kepada narasumber
    apa benar ada hadits bukhari yang menerangkan kemarahan bunda suci fatimah kepada sahabat Abu bakar, saya dapati tulisan menyebutkan ada di bab khumus, klo memang ada bagaimana cara kita menyikapi biar hati ini terus lurus dan yaqin bahwa tidak mungkin bunda Fatimah melakukannya
    jawaban narasumber
    sepenuh shahih Bukhari yg haditsnya berkisar 7000 hadits, tak ada satupun riwayat murkanya Fathimah Azzahra ra pada siapapun.

    nah looo jadi bingung kan, trus itu bukhari penerbit mana ya ……………… aku kan jadi ragu, apa sampean punya kitab suci terbitan teheran ?????? apa sama kasusnya dengan itu …………………… kitabnya bukhari mas, tapi yang nyebarin tukan cetak, atau penerbit …………. trus ……………..bagaimana legalitasnya, wong muhadist saja gak nemukan yang mas sebut, trus saya disuruh percaya gimana dong ……………
    OK DARI PADA BERBELIT TOLONG DIKOMEN AJA TULISAN SAYA
    SAYA ULANG
    1. Gimana kedudukan Nabi Adam AS, dimata anda
    Trus klo menurut anda cerita buah dari sorga, yang mengakibatkan Nabi Adam turun kebumi ????
    Apa turs anda bilang klo Nabi Adam AS salah ?????? karena terbujuk rayu syetan hayoooooo jawab dong
    siapa yang salah siapa yang benar ……………?????
    2. Bunda Fatimah menuntut hak waris kepada sabahat Abubakar, menurut anda ………………… ( adalah benar bunda Fatimah, salah Sahabat Abubakar ), karena memang ada di kitab suci tentang hak waris
    Siti Aisyah menuntut hak qhisas kepada sahabat Ali, menurut anda ……………… ( adalah benar Imam Ali, salah Siti Aisyah ), karena memang ada di kitab suci tentang qhisas
    yang saya tanyakan hukunya mas, bukan poara pelakunya mas, hilangkan para pelakunya mas, ngerti kan. anggap itu contoh di jaman sekarang mas ngerti kan
    3.Nih tak bawa satu riwayat dari Imam Ali
    “ Orang yang paling afdal dari umat ini setelah Nabinya,a dalah abu bakar dan umar “
    UCAPAN DIATAS DIRIWAYATKAN LEBIH DARI 80 RIWAYAT SEHINGGA MERUPAKAN RIWAYAT YANG KUAT.
    Ada lagi
    “ andaikan atau apa bila dihadapkan pada saya orang yang mempunyai faham bahwa saya lebih afdal dari abubakar dan umar, niscaya orang itu akan saya pukul khaddul muftari
    masih bilang hadist doif ????? trus menurut sampean siapa yang bisa bilang itu doif, apa cuma sampean ?????
    4.kenapa anda seolah membawa hadist tsaqalain, tapi anda tidak memperhatikan sanjungan Allah terhadap hamba pilihannya ??????????
    ini kutipan mas, tapi bukan kutipan omong kosong lohh
    Mengenai seorang sahabat terdekat Rasul Allah saw., Allah telah berfirman :
    “Jika kalian tidak menolong dia (Muhammad saw.), Allah telah menolongnya, yaitu ketika orang-orang kafir mengusirnya dan menjadi salah satu dari dua orang berada di dalam gua. Ketika itu ia berkata kepada sahabatnya: “Janganlah bersedih hati, sungguh, Allah beserta kita. “Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan memberinya kekuatan dengan pasukan yang tidak tampak olehmu.” dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [QS. At Taubah:40]
    ini dialamatkan kepada sipa sih mas ???? trus apa kita mau mengesampingkan dengan alasan karena beda situasi, dan beda masalah ?????? trus apa mas lebih lega klo bilang beliau itu salah ( kutipan anda, ” yang salah katakan salah, yang benar katakan benar ) jangan mendistorsikan arti dari kitab sucimu lohh mas, arti itu umum mengenai keutamaan seseorang
    sekian dulu mas, saya senang sampean ngaku ke saya ( lewat almirza ) bahwa sampean bukan syiah, tapi klo sampena ternyata syiah maka tidak ada gunanya dong kita diskusi seperti ini
    wassalam

  46. @Bara
    Kalau soal Fadak dan hadis itu ntarlah saya buat tulisan khusus, soal referensi kan dari awal saya sudah bilang kalau memang anda berniat mencarinya lewat kitab Shahih Bukhari maka saya katakan
    Bagi yang terbiasa baca kitab Shahih Bukhari cukup disebutkan Babnya, insya Allah dapat
    Ya tapi ternyata anda juga bertanya pada orang lain yang menurut anda muhadis
    Sudahlah insya Allah kalau saya sempat saya buat tulisan tentang itu(tunggu saja dalam waktu dekat)

    Ah iya ada lagi yang menarik dalam tulisan anda
    Masalah Nabi lupa itu ternyata bertentangan dengan ajaran Ulama Alawiyin, ya gapapa toh
    Padahal teks hadis itu jelas kan
    saya menganggap yang seperti ini adalah formulasi ulama ,ulama mengambil suatu pemahaman agama dengan dasar-dasar tertentu
    Tapi sekali lagi ulama itu banyak dan referensi juga banyak dan bisa dilihat secara langsung
    Ulama anda boleh saja tidak setuju tapi ulama lain juga bisa tidak setuju dengan ulam anda karena disini terjadi perbedaan dalam menyikapi teks atau referensi
    Makanya saya bilang disini kita mencoba memaparkan pandangan masing-masing sesuai dalil yang dipahami

    sekian dulu mas, saya senang sampean ngaku ke saya ( lewat almirza ) bahwa sampean bukan syiah, tapi klo sampena ternyata syiah maka tidak ada gunanya dong kita diskusi seperti ini

    Ah ya saya bilang ke dia begitu karena dia awalnya memberi tahu saya yang bagaimana yang bisa disebut Syiah,
    setelah saya menilai diri saya sendiri sesuai dengan apa yang ia sampaikan maka saya sebenarnya bukan Syiah

    Kalau dengan orang yang lain, yah cukup dengan tulisan di blog saya dia langsung saja bilang “ah penganut Syiah nih”
    Tulisan saya memang banyak membahas soal ahlul bait ya karena saya memang banyak mempelajari itu

    Terserah Mas kalau Mas punya anggapan buruk tentang Syiah
    Bagi saya pribadi, setelah mempelajari bagaimana Syiah itu, saya cukup dengan mengatakan kalau Syiah juga Islam sama seperti Sunni. Itulah inti tulisan saya di atas.
    Kalau Mas tetap tidak sependapat ya terserah
    Tetapi perlu saya ingatkan Ulama Syiah juga punya itu yang namanya Formulasi tentang keyakinan mereka sesuai dalil di sisi mereka
    Diskusi tetap selalu baik jika diiringi dengan niat baik

    Ah iya pertanyaan anda saya jawab nanti, lebih baik saya memikirkannya dulu ya, gapapa kan
    salam

  47. @ second
    ok tak tunggu diskusinya, nah gini yang bikin ati gak ancut ancutan, ( maaf bukan membandingkan )
    sedikit komentar
    1. kata anda
    bagi yang terbiasa baca kitab Shahih Bukhari cukup disebutkan Babnya, insya Allah dapat
    Ya tapi ternyata anda juga bertanya pada orang lain yang menurut anda muhadis
    Sudahlah insya Allah kalau saya sempat saya buat tulisan tentang itu(tunggu saja dalam waktu dekat)
    jawab saya
    maaf mas guru saya mempunyai sanad sampai ke imam bukhari mas ( bukan pamer ) jadi bukan terjemahan atau kutipan dari ulama’ ini, atau itu, karena belajarnya dengan guru yang dapatnya dari guru dan terus nyambung sampai ke imam bukhari ( nanti pada saatnya saya akan paparkan silsilah ilmu hadist menurut pengetahuan yang saya dapat )
    2. kata anda
    Padahal teks hadis itu jelas kan
    saya menganggap yang seperti ini adalah formulasi ulama ,ulama mengambil suatu pemahaman agama dengan dasar-dasar tertentu
    Tapi sekali lagi ulama itu banyak dan referensi juga banyak dan bisa dilihat secara langsung
    Ulama anda boleh saja tidak setuju tapi ulama lain juga bisa tidak setuju dengan ulam anda karena disini terjadi perbedaan dalam menyikapi teks atau referensi
    Makanya saya bilang disini kita mencoba memaparkan pandangan masing-masing sesuai dalil yang dipahami
    jawab saya
    ini kutipan mas mohon dipelajari klo gak berkenan tolong di ulas tanpa hujatan tentunya ( bedakan dengan orang lain ya mas )
    bunyi kutipan
    AYAT TASYBIH
    Mengenai ayat mutasyabih yg sebenarnya para Imam dan Muhadditsin selalu berusaha menghindari untuk membahasnya, namun justru sangat digandrungi oleh sebagian kelompok muslimin sesat masa kini, mereka selalu mencoba menusuk kepada jantung tauhid yg sedikit saja salah memahami maka akan terjatuh dalam jurang kemusyrikan, seperti membahas bahwa Allah ada dilangit, mempunyai tangan, wajah dll yg hanya membuat kerancuan dalam kesucian Tauhid ilahi pada benak muslimin, akan tetapi karena semaraknya masalah ini diangkat ke permukaan, maka perlu kita perjelas mengenai ayat ayat dan hadits tersebut.

    Sebagaimana makna Istiwa, yg sebagian kaum muslimin sesat sangat gemar membahasnya dan mengatakan bahwa Allah itu bersemayam di Arsy, dengan menafsirkan kalimat ”ISTIWA” dengan makna ”BERSEMAYAM atau ADA DI SUATU TEMPAT” , entah darimana pula mereka menemukan makna kalimat Istawa adalah semayam, padahal tak mungkin kita katakan bahwa Allah itu bersemayam disuatu tempat, karena bertentangan dengan ayat ayat dan Nash hadits lain, bila kita mengatakan Allah ada di Arsy, maka dimana Allah sebelum Arsy itu ada?, dan berarti Allah membutuhkan ruang, berarti berwujud seperti makhluk, sedangkan dalam hadits qudsiy disebutkan Allah swt turun kelangit yg terendah saat sepertiga malam terakhir, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim hadits no.758, sedangkan kita memahami bahwa waktu di permukaan bumi terus bergilir,

    maka bila disuatu tempat adalah tengah malam, maka waktu tengah malam itu tidak sirna, tapi terus berpindah ke arah barat dan terus ke yang lebih barat, tentulah berarti Allah itu selalu bergelantungan mengitari Bumi di langit yg terendah, maka semakin ranculah pemahaman ini, dan menunjukkan rapuhnya pemahaman mereka, jelaslah bahwa hujjah yg mengatakan Allah ada di Arsy telah bertentangan dg hadits qudsiy diatas, yg berarti Allah itu tetap di langit yg terendah dan tak pernah kembali ke Arsy, sedangkan ayat itu mengatakan bahwa Allah ada di Arsy, dan hadits Qudsiy mengatakan Allah dilangit yg terendah.
    3. kata anda
    Terserah Mas kalau Mas punya anggapan buruk tentang Syiah
    Bagi saya pribadi, setelah mempelajari bagaimana Syiah itu, saya cukup dengan mengatakan kalau Syiah juga Islam sama seperti Sunni. Itulah inti tulisan saya di atas.
    jawab saya
    seperti wahabi yang saling bid’ahkan orang, terus terang mas saya taunya syiah juga dari buku mereka sendiri, dan ulama’ sunni terutama keturunan ahlul bait ( itupun klo sampean sependapat bahwa sampai sekarang banyak ulamak ahlul bait ) menerangkan bahayanya faham syiah
    cobalah berfikir kritis dengan yang anda hadapi,
    coba dengan hati yang jernih, pasti akan muncul pertanyaan apa benar begitu sihhh, apa benar tulisan itu sihhhhh, cobalah Insya Allah klo dengan hati yang kuat maka akan terlihat semua kebuntuan, mau coba atau gak ya kembali kepada hati mu semata, Allah gak akan merubah kalau tidak dari diri kamu sendiri ( nanti saya akan paparkan pendapat Ulama’ yang saya maksut )

    terima kasih denga waktunya
    tetap saya pecinta ahlul bait ( makanya saya mengakui semuanya, tidak pandang bulu hanya dari keturunan imam Husain saja, tapi juga dari imam Hasan juga )
    saya juga pecinta sahabat yang sudah gamblang diterangkan di dalam kitab suci umat islam
    saya mencintai islam yang tidak saling menyalahkan

  48. aku ingin tanya pada anda secondprince! apa anda percaya 100% alquran sekarang? jika alquran asli di bawa imam mahdi mu tunjukkanlah pada ku. kami akan masuk ajaranmu dan hadis2mu akan aku akui apa bila imam mahdi mu membawa kitab selain sekarang. kenapa bertele2? bukankah kamu melihat ayat alquran yg kamu suka dan tidak suka yg lain/? yakan? janganlah memandang sebelah nanti yg sebelah mata kamu anggap imam mahdi. AKU INGIN ANDA BELAJAR TENTANG YAHUDI KRISTEN DAN KAITKAN DGN DAJJAL. DAN STLAH ANDA MANTAP TOLONG KAJI ANTARA IMAM MAHDI , ISA AS, DAN DAJJAL. ITUSAJA DARIKU. DGN HORMAT

  49. antara syiah yg satu dgn yg lain tentu imam mahdi nya beda iyakan? andai kamu mati tidak dapat imam mahdimu dan kitab aslimu, itu bagaimana? kalian bukan tandingan sunni untuk debat. tapi kalian harus lurusin dulu pengikut maupun syiah yg lain. kami orang sunni akan masuk syiah menyeluruh apabila imam mahdimu membawa kitab aslimu. MAKANYA ANTARA KALIAN DAN KAMI SUNNI TIDAK BOLEH DEBAT TAPI BUKTI NYATA DAN ITULAH YG DI TUNGGU. SETUJUKAN

  50. @ sejati_lk
    Jangan ngawurlah, inti komentar sampean itu apa
    Kalau anda gak tahu Syiah, gak usahlah sok tahu
    Mana ada Muslim yang tidak percaya 100% Al Quran
    Kalau percaya Al Quran tidak lengkap, itu sudah bukan muslim namanya
    Semua yang anda katakan gak ada kaitannya dengan Syiah
    Sunni dan Syiah sama-sama mempercayai keaslian Al Quran tanpa perubahan
    Lagian ngapain juga tanya empunya blog ini
    Memang U kira dia itu Syiah apa

    kalian bukan tandingan sunni untuk debat. tapi kalian harus lurusin dulu pengikut maupun syiah yg lain. kami orang sunni akan masuk syiah menyeluruh apabila imam mahdimu membawa kitab aslimu.

    Jangan sok dong, buktikan
    Sampean saja komentarnya basi minta ampun
    Gak ada urusan kok Sunni mau jadi Syiah atau sebaliknya
    Yang penting seseorang itu meyakini sesuatu dengan dasar dan dalil, begitu pula tidak mempercayai sesuatu dengan dasar dan dalil
    Kalau sampean mau sibuk dengan pikiran sendiri terus saja celoteh gak karuan soal tahrif Al Quran
    Tunjukkan kalau Sunni memang bukan tandingan Syiah dalam berdebat
    Buktikan dimulai dari U sendiri
    Saya tantang anda untuk berdebat, masalahnya silakan tentukan

  51. Maaf kalau mau diskusi sebaiknya jangan saling menghinalah
    Yang penting kan cuma memaparkan pandangan masing-masing
    Gak setuju ya sudah :D

    Saya cuma menuruti etika lawan bicara saya :mrgreen:

  52. eh ada tulisan nih
    jangan-kafirkan-sesama-muslim

  53. Hahh,, selalu jadinya gini,, Lama lama orang yang niatnya pengen nyari pelajaran pelajaran dan ilmu baru jadi males,,

    Ngobrol ga pake ngatain atau nuduh ga bisa ya??? Ayo belajar lagi bareng bareng tentang fallacy,, ga enak kan kalo ngomong panjang lebar kalo ternyata mentah,,

    Eh Bharma, kemaren Ma ga sempet ngobrol2 nih waktu pulang,, :D

  54. @ almirza
    haiiii orang yang berakal …………….. loe punya akal gak sih, klo punya ngaapain sih nanggapin yang gak perlu, kamu itu gak usah nimpalin yang bukan bidangmu itu tulisan buat secon, buat kamu cukup dari saya jawab dulu, gak usah komen aneh aneh, ngerti gak sih, aku sebenarnya meles soale nanti aku yang dimarahi sama second, soale berkata yang gak baik, padahal kamu yang molai, ngerti gak sih ………….. merenung…….merenung…..merenung……… udalah, gak usah menghujat, apalagi itu gak dialamatkan kepada kamu, kamu kan bukan syiah …….. ngapain bingung klo syiah dikritik ………………….. faham gak ……

    @ sejati_ik
    sabar men, semua mental klo cuma mengandalkan cerita orang, wong saya aja ayng punya terbitan teheran aja tertolak kok, klo diskusi dengan mereka, jadi paparkan aja kejanggalan menurut sunni agar kita juga belajar bersama, ok saya yaqin sampean yang berakhlak ahli sunnah pasti mempunyai hujjah, tidak hanya bantahan, nanti eman bisa bisa sejajar dengan yang saya komen di atas ( tau kan ……….. ) bisanya cuma bicara dari bicaranya orang lain, semoga sampean gak salah sangka

  55. @al mirza. yg aku maksud semuanya aku benar2 ingin tanya dari hati sampai batinmu. apakah kamu sama dgn aku? aku batin dan jiwaku menyatakan nabi kita muhammad saw dan alquran lah yg terakhir diturunkan? satu rangkaian alquran seluruh isinya adalah rantai yg ga bisa pisah. semua ada kaitannya. sangat ga waras kitab ataupun hadis yg ditulis manusia memprotes alquran. anda pasti setuju karena anda bilang quran kita sama.aku ga akan pakai ayat ataupun hadis untuk debat ama kalian,karena aku tau ga akan ada penyelesaiannya. dan ini juga adalah amalan yg dinyatakan dalam alquran. (JADI BUKAN UNTUK DEBAT)yg di butuh kan cari sama atau tidaknya secara garis besar. oh ya aku amat bosan selama ini berdebat dgn pembawa agama kristen dikorea. yg aku temukan adalah MANUSIA MENJADI TUHAN DAN TUHAN ADALAH MANUSIA. INILAH pernyataan orang KAFIR tsb. MUDAH2AN KITA SEMUA SAMA. AMIN

  56. KALAU INGIN SMS KIRIM KE HP KU 00700821086905715. ALHAMDULILLAH SAMPAI

  57. @bara

    maaf mas guru saya mempunyai sanad sampai ke imam bukhari mas ( bukan pamer ) jadi bukan terjemahan atau kutipan dari ulama’ ini, atau itu, karena belajarnya dengan guru yang dapatnya dari guru dan terus nyambung sampai ke imam bukhari ( nanti pada saatnya saya akan paparkan silsilah ilmu hadist menurut pengetahuan yang saya dapat )

    Ya bisa saja kalau anda memang seperti itu, tapi dalam tempat seperti ini yang seperti itu sulit dibuktikan dan maaf bagi saya kitab Shahih Bukhari lebih layak untuk dikutip karena saya tidak tahu-menahu soal hadis anda dan guru anda. Kalau memang ada di kitab Shahih Bukhari ya gak masalah kan bisa dilihat langsung tapi kalau gak ada dan hanya berdasarkan ucapan guru anda ya maaf sulit kok diterima

    Kutipan yang anda maksud sudah saya pelajari, terus?

    seperti wahabi yang saling bid’ahkan orang, terus terang mas saya taunya syiah juga dari buku mereka sendiri,

    Terserah anda kok, tapi apa maksud buku mereka sendiri?coba sebutkan dan berdasarkan apa anda menilai buku itu, apakah anda mengkaji sendiri terus apa anda mengetahui bagaimana pandangan Ulama Syiah tentang buku itu dan bagaimana penjelasan ulama syiah tentang yang anda pelajari. Apa kajian anda memang objektif?apa benar anda tidak dipengaruhi kemahzaban anda(anda Sunni kan). Masa’ sih anda merasa yang mempelajari Syiah itu anda sendiri, orang lain kan bisa juga belajar nah hasilnya mungkin beda. Lantas apa langsung dibilang salah?kenapa anda tidak berpikir bukankah anda juga bisa salah. Kenapa tidak memperhatikan bagaimana hasil kajian orang lain. Telaah komparatif seperti ini yang perlu

    dan ulama’ sunni terutama keturunan ahlul bait ( itupun klo sampean sependapat bahwa sampai sekarang banyak ulamak ahlul bait ) menerangkan bahayanya faham syiah

    Saya tahu kok yang anda maksud itu ulama Alawiy kan, tapi sayangnya anda mengabaikan kalau Syiah juga banyak memiliki ulama keturunan Ahlul Bait, jadi hujjah anda tetap sepihak kan

    tetap saya pecinta ahlul bait ( makanya saya mengakui semuanya, tidak pandang bulu hanya dari keturunan imam Husain saja, tapi juga dari imam Hasan juga )

    Gak ada kok yang membenci keturunan Imam Hasan jadi siapa yang pandang bulu, saya juga mencintai mereka

    saya juga pecinta sahabat yang sudah gamblang diterangkan di dalam kitab suci umat islam

    Tentu, mereka telah memberi jasa yang besar bagi Islam

    saya mencintai islam yang tidak saling menyalahkan

    Terserah anda, apa maksudnya semua benar menurut anda? anehnya anda malah pernah komen kalau yang ngaku islam banyak ya kan
    Menyalahkan atau tidak tentu ada dasarnya dan ya belum tentu apa yang dikatakan salah itu memang salah. Semuanya dinilai dengan dalilnya Mas

    @sejati_lk
    saya percaya kok, kalau Al Quran itu dipelihara oleh Allah SWT. Kalau gak percaya bukan muslim namanya

    kami akan masuk ajaranmu dan hadis2mu akan aku akui apa bila imam mahdi mu membawa kitab selain sekarang. kenapa bertele2? bukankah kamu melihat ayat alquran yg kamu suka dan tidak suka yg lain/? yakan?

    Kenapa anda berbicara dengan prasangka anda, memangnya apa ajaran saya, memangnya apa hadis-hadis saya atau maksudnya hadis-hadis di tulisan saya, wah kayaknya Sunni semua Mas
    Jadi maksudnya apa?

    AKU INGIN ANDA BELAJAR TENTANG YAHUDI KRISTEN DAN KAITKAN DGN DAJJAL. DAN STLAH ANDA MANTAP TOLONG KAJI ANTARA IMAM MAHDI , ISA AS, DAN DAJJAL. ITUSAJA DARIKU

    Sebenarnya ini maunya ke arah mana, kajian yang bagaimana yang anda maksud. Saya sudah lama mengkaji ini. Tapi maksud Mas itu ke arah mana?

    antara syiah yg satu dgn yg lain tentu imam mahdi nya beda iyakan? andai kamu mati tidak dapat imam mahdimu dan kitab aslimu, itu bagaimana? kalian bukan tandingan sunni untuk debat. tapi kalian harus lurusin dulu pengikut maupun syiah yg lain. kami orang sunni akan masuk syiah menyeluruh apabila imam mahdimu membawa kitab aslimu.

    Ini juga ke arah mana sih, saya jadi mikir Mas beranggapan kalau saya Syiah ya
    Soal debat Sunni Syiah saya rasa gak perlu pakai kata seperti yang anda katakan bukan tandingan, lihat saja sendiri setiap pihak punya dalil masing-masing . Wajar kalau anda bilang begitu karena anda Sunni, yang Syiah mah belum tentu bilang begitu. Kalau soal bukti nyata dan hujjah itu kan bisa dinilai yang mana yang benar
    Nah telaah perbandingan seperti itu lebih baik daripada vonis sepihak seperti yang Mas katakan

    MAKANYA ANTARA KALIAN DAN KAMI SUNNI TIDAK BOLEH DEBAT TAPI BUKTI NYATA DAN ITULAH YG DI TUNGGU

    Apa bukti nyata yang Mas maksud? coba perjelas?saya kadang aneh melihat komen-komen disini.
    bukannya saya tidak suka, tapi kadang gak berhubungan langsung dengan tulisan saya
    Tulisan saya di atas intinya Syiah dan Sunni itu adalah Islam. Kalau ada yang tidak setuju silakan tunjukkan dimana kesalahannya
    Kalau cuma berdasarkan konsepsi pribadi semata dan tidak mau menerima dalil orang lain ya kan gak ada bedanya dengan fanatisme

    @almirza
    Gimana kalau debat sama saya :P

    Saya cuma menuruti etika lawan bicara saya

    Mata dibalas mata ya

    eh ada tulisan nih
    jangan-kafirkan-sesama-muslim

    Iya gak boleh nih :mrgreen:
    *btw apa itu buat saya ya*

    @Rizma
    Perkara seperti ini memang sensitif sih
    Tapi bukan berarti tidak bisa
    Iya nih masa’ langsung pulang begitu saja

    @bara

    haiiii orang yang berakal …………….. loe punya akal gak sih, klo punya ngaapain sih nanggapin yang gak perlu

    sebenarnya saya gak keberatan kok kalau ada orang yang mau menanggapi komentar orang lain , ya sama seperti anda juga kan

    @sejati_lk
    Menurut saya Mas baik Syiah maupun Sunni percaya dengan keaslian Al Quran dan percaya dengan Kenabian Nabi Muhammad SAW.
    Jadi ya secara garis besarnya sama tetap Islam, Lihat lagi tulisan saya di atas

  58. kata anda
    Ya bisa saja kalau anda memang seperti itu, tapi dalam tempat seperti ini yang seperti itu sulit dibuktikan dan maaf bagi saya kitab Shahih Bukhari lebih layak untuk dikutip karena saya tidak tahu-menahu soal hadis anda dan guru anda. Kalau memang ada di kitab Shahih Bukhari ya gak masalah kan bisa dilihat langsung tapi kalau gak ada dan hanya berdasarkan ucapan guru anda ya maaf sulit kok diterima
    jawab saya
    nah dari pernyataan anda sendiri aja, sepertinya sampean membaca mas, bukan mengkaji, buktinya anda berkata bagi saya shahih bukhari lebih layak untuk dikutip, jadi timbul pertanyaan, emang sampean kenal sama imam bukhari???, trus klo tidak kenal kenalnya dari siapa???, apa dari buku???, trus yang mengarang buku itu apa kenal sama imam bukhari ???, trus apa yaqin bahwa yang sampean baca itu benar-benar dari imam bukhari ???, nah ini pertanyaan mendasar mas. bisa gak menterjemahkannya, barang kali orang akan percaya dipermukaan ini lohhh bukunya imam bukhari, tapi setelah didalami, kok ternyata cetakan, dan yang menulis bukan asli imam bukhari ( bisa terjadi pemalsuan ) itu cuma terjemahan kan , nah trus klo orang tanya apa ini otentik dari imam bukhari ???? bagaimana cara anda menerangkan ???, nah kami para ahli sunnah bisa menjawab bahwa kitab itu memang kitab imam bukhari, dari mana pembuktiannya , silahkan teliti orang yang mengajarkan kepada kami, dari seorang guru , ke atas, terus sampai ke imam bukhari mas, itu yang dinamakan mata rantai yang tidak terputus mas ( nanti suatu saat saya akan kutib apa itu sanad mas ) semoga mas ngerti, contoh sederhana, sampean seorang dokter, bisakah anda belajar cara mebedah pasien, kalau hanay bermodalkan buku ???, pasti dan sangat pasti ada pembimbingnya mas. dari yang mencetuskan cara mengoperasi pertama kali, diturunkan kepada muridnya ( disertai buku panduan ) truuuusss sampai ke tangan anda ( masuk kah logika ini, itupun klo kita memakai logika lohh) terus terang mas, klo belajar sistem kutib, atau membaca sendiri, aku kawatir 10 atau 20 tahun lagi, gak ada ilmu yang sama dengan pada saat diturunkan, ingat hadist Nabi
    ” Allah akan mencabut ilmu itu bukan langsung mencabut ilmu tersebut, tapi Allah memakai cara mematikan orang yang faham ilmu ”
    nah looo ………………. trus ……………..
    sekali lagi mata rantai ilmu itu penting mas, klo mas menyepelekan ………. ya terserah, dan yang perlu digaris bawahi, walau dengan guru, juga tidak menjamin, iya klo gurunya lurus, tapi klo bengkok, atau mengajar dengan cara sendiri ……………………. nah maka dari itu, pendapat terbesar umat islam bisa dijadikan pegangan, atau dikatakan pendapat terbanyak dan terkuat, ngerti kan
    logikakan, anda seorang dokter yang tidak butuh dengan keterangan senior anda ……………

    kata anda
    Saya tahu kok yang anda maksud itu ulama Alawiy kan, tapi sayangnya anda mengabaikan kalau Syiah juga banyak memiliki ulama keturunan Ahlul Bait, jadi hujjah anda tetap sepihak kan
    jawab saya
    sebenarnya klo jeli bukan sepihak mas, tapi golongan yang terbanyak mas. begini aja contoh misal ( tapi jangan dianggap aku ngelantur loh )
    pada saat anda berjalan jalan kesuatu daerah yang anda belum mengenal dengan baik, anda dapati kerumunan orang yang lagi makan bakso dengan lahapnya, silih berganti orang keluar masuk untuk menikmati semangkok bakso, tak jau dari situ ada kedai bakso juga, yang berdirih megah, tetapi sepi pengunjung, ada apa ini, apa anda akan memaksakan untuk datang ke tempat bakso yang sepi pengunjung, barang kalai anda sebagai orang yang normal, akan lebih condong memilih yang banyak pengunjungnya karena bisa mungkin baksonya emang paling enak di daerah itu ……………….. memang gak ada hubunganya antara bakso dan kitab, tapi coba dicerna dengan benar dan seksama ………. moga moga bermanfaat baksonya amin

  59. @ second alhamdulillah! dari anda aku dapat jawaban nya dan mudah2an kalau semua syiah sprti anda tidak ada keraguan dalam hati. kita adalah saudara. TAPI sprti yg aku bilang karena yg anggap kitab skrang telah berubah adalah syiah yg lain( ini nyata mas) maka dari itu wajar kalau saya bilang lurusin dulu syiah sprti itu(gulat). karena sunni memprotes itu disebabkan mendengar langsung orang syiah sprti itu membuka rahasianya sprti itu. UNTUK ANDA KETAHUI KAMI TELAH BERKESIMPULAN TENTANG CAMPUR TANGAN SETAN MAUPUN FITNAH DAJJAL TNTANG AGAMA. PASTINYA ANDA TAUKAN? CONTOH 1. PENDIRI AGAMA BUDHA GAUTAMA DIFITNAH ( DIPERLIHATKAN KEPADA SESEORANG BAHWA DIA MENJADI TUHAN/ATAU TUHAN) 2. AGAMA KRISTEN NABIKITA ISA AS DI FITNAH( DIPERLIHAT KAN KEPADA SESEORANG/PAUS) BAHWA DIA ADALAH TUHAN. 3. AGAMA KITA ISLAM(kami berani mnyimpulkan kajian kami) BAHWA SAIDINA ALI lah( ahlulbait kita) yg difitnah menjadi tuhan. dan orang yg mengatakan saidina ali itu tuhan adalah orang yg menginginkan saidina ali mati. dan fitnah seterusnya akan berlanjut sampai hari KEMUNCULANNYA( yg punya fitnah). semua contoh diatas adlah bertentangan dengan ajaran YG DIFITNAH tsb. trima kasih kalau mau menanggapi ini mungkin ada kesamaannya antara kita. sekali lagi saya tekankan kita perlu KESAMAAN dan kalau ada PERBEDAAN bukan hal yg diperdebatkan. kita semua ciptaan allahswt, yg gaib, yg keliatan maupun tidak keliatan bahkan WAKTU pun ciptaan nya. hanya orang SEBENAR2NYA KAFIR YG MENGATAKAN ALI JADI(adalah) TUHAN ataupun ISA AL MASIH JADI TUHAN. KITA SAUDARA!

  60. @bara
    Kelihatan sekali kalau sampean ini gak mau menerima siapapun yang berbeda dengan sampean
    bahkan sekarang kitab shahih Bukhari saja sudah sampean ragukan keasliannya,lucu juga nih orang
    Sampean bilang

    nah kami para ahli sunnah bisa menjawab bahwa kitab itu memang kitab imam bukhari, dari mana pembuktiannya , silahkan teliti orang yang mengajarkan kepada kami, dari seorang guru , ke atas, terus sampai ke imam bukhari mas, itu yang dinamakan mata rantai yang tidak terputus mas

    Tidak terputus atau tidak mesti diperiksa kan, terus apa benar perawi-perawi yang adalah guru-guru anda adalah orang yang tsiqat dan dhabit
    untuk mengetahui kedudukan perawi hadis harus melalui Kitab Rijal atau Jarh wat Ta’dil, nah guru-guru anda itu ada tidak biografinya dalam kitab tersebut
    Masalahnya kalau cuma kata-kata guru anda itu tidak objektif, dan yang terkesan dan menghormati guru anda adalah orang yang belajar dengan guru anda sedangkan yang tidak pernah bertemu mah mana tahu

    Jadi kalau soal sanad gak perlu deh ngajarin empunya blog ini, saya sering OL ama dia dan dia bukan orang baru soal sanad hadis walaupun saya sering gak setuju

    Kalau sampean meragukan hadis-hadis yang dibawakan penulis blog ini, gak perlu banyak bicara yang bukan-bukan
    Kasih tahu aja dimana salahnya, kalau cuma bilang orang lain hanya mengutip dan membanggakan diri sendiri dengan sanad guru anda
    Itu sih gak ada gunanya
    Coba tanya guru anda hadis-hadis yang ditulis penulis blog ini(padahal udah jelas ada dalam kitab hadisnya)
    Apa hadisnya asli atau palsu?
    Tapi muhadis anda itu ternyata bisa salah juga ya, masa’ dia bilang hadis Sayyidah Fatimah marah itu gak ada dalam Shahih Bukhari padahal jelas-jelas ada
    Jadi wajar kalau saya ragu dengan semua ucapan anda soal sanad dan guru-guru anda,
    maaf saja ya dan gak perlu tersinggung

    Eh soal kata-kata kasar kayaknya anda dulu deh yang mulai
    Buktinya saya lihat kembali komentar atau jawaban sampean kepada saya sering memakai kata “hai orang jahil”, kadang bilang bahlul, bloon, bodoh dan goblog
    Makanya saya juga pakai buat sampean
    Coba cek komen U di atas, lihat sendiri jadi kata-kata anda soal ini jelas ngawur

    aku sebenarnya meles soale nanti aku yang dimarahi sama second, soale berkata yang gak baik, padahal kamu yang molai, ngerti gak sih
    Kayaknya sampean yang dulu mulai

    Padahal anda yang mulai, buktinya ada di atas

  61. @bara
    Maaf kayaknya kali ini anda kembali melebarkan masalah

    nah dari pernyataan anda sendiri aja, sepertinya sampean membaca mas, bukan mengkaji,

    Maaf saya membaca dan mengkajinya, coba lihat sendiri tulisan-tulisan saya kecuali kalau anda terlalu sulit memahami tulisan saya

    buktinya anda berkata bagi saya shahih bukhari lebih layak untuk dikutip,

    Tentu saja layak dikutip kalau seseorang mau bicara berdasarkan hadis, sumber hadis itu dari Kitab Hadis Mas walaupun ya bisa juga dengan sanad sendiri dari guru anda misalnya

    jadi timbul pertanyaan, emang sampean kenal sama imam bukhari???,

    Kenal itu maksudnya apa, tentu saya tahu siapa Beliau ya kan posisinya sama saja dengan Mas atau guru Mas yang tidak bertemu langsung dengan bukhari
    Bedanya mungkin saya mengenalnya dari sumber-sumber sjarah
    ,

    trus klo tidak kenal kenalnya dari siapa???, apa dari buku???, trus yang mengarang buku itu apa kenal sama imam bukhari ???,

    Banyak kok Mas buku yang membahas para ahli hadis salah satunya Bukhari, setiap buku punya sumber dan referensi dan jika dirunut referensi itu bisa berasal dari karya ulama yang mengenal Bukhari atau malah karya Bukhari sendiri

    trus apa yaqin bahwa yang sampean baca itu benar-benar dari imam bukhari ???

    Yakin kok, kitabnya kan sudah ada dimana-mana jadi kalau ada perubahan pasti ketahuan,

    nah ini pertanyaan mendasar mas. bisa gak menterjemahkannya, barang kali orang akan percaya dipermukaan ini lohhh bukunya imam bukhari, tapi setelah didalami, kok ternyata cetakan,

    Iya lah Mas kalau hanya mau membaca hasil tulis Bukhari sendiri saya rasa alangkah anehnya
    Sebenarnya sederhana saja karya Bukhari itu kan bisa diperbanyak oleh orang lain dan seterusnya sampai sekarangdan

    yang menulis bukan asli imam bukhari ( bisa terjadi pemalsuan )

    Jelas bukan itu kan hasil perbanyakan jadi jelas ditulis atau dicetak ulang, dan gak ada masalah kok dengan itu
    Wah kalau cuma prasangka gak berarti apa-apa kok, buktikan dong kalau itu pemalsuan

    itu cuma terjemahan kan

    Ada arabnya beserta terjemahan, terus kenapa kalau menurut anda tidak benar lantas tunjukkan yang benar
    Kalau cuma bicara seperti itu gak ada artinya
    Orang gak sembarangan menerjemahkan sekali lagi kalau salah tunjukkan, jangan cuma menyebar keraguan Mas

    , nah trus klo orang tanya apa ini otentik dari imam bukhari ???? bagaimana cara anda menerangkan ???,

    Mudah, cukup dibilang seperti inilah karya Bukhari dan telah ditulis ulang oleh banyak ulama sampai sekarang

    nah kami para ahli sunnah bisa menjawab bahwa kitab itu memang kitab imam bukhari, dari mana pembuktiannya , silahkan teliti orang yang mengajarkan kepada kami, dari seorang guru , ke atas, terus sampai ke imam bukhari mas, itu yang dinamakan mata rantai yang tidak terputus mas ( nanti suatu saat saya akan kutib apa itu sanad mas ) semoga mas ngerti

    Saya ngerti kok, memang begitu jelas sekali dalam Kitab Shahih Bukhari hadis-hadisnya disertai dengan sanad yang sampai ke Bukhari makanya para ulama yang menyeleksi kitab Shahih Bukhari menyatakan bahwa hadis-hadis dalam kitab itu shahih

    , contoh sederhana, sampean seorang dokter, bisakah anda belajar cara mebedah pasien, kalau hanay bermodalkan buku ???, pasti dan sangat pasti ada pembimbingnya mas. dari yang mencetuskan cara mengoperasi pertama kali, diturunkan kepada muridnya ( disertai buku panduan ) truuuusss sampai ke tangan anda

    Sayangnya analogi anda tidak relevan, cara membedah itu ketrampilan tetapi kalau cuma kata-kata seperti hadis itu cukup lewat Kitab Hadis
    Lebih relevan kalau contoh anda itu misalnya matematikawan
    nah yang mau belajar berbagai rumus dan penemuan para matematikawan sebelumnya cukup dengan membaca karya-karya mereka
    Sayangnya Mas setiap ilmu pengetahuan sekarang selalu punya kitab rujukan bukan dengan sanad seperti yang anda bilang

    ( masuk kah logika ini, itupun klo kita memakai logika lohh) terus terang mas, klo belajar sistem kutib, atau membaca sendiri, aku kawatir 10 atau 20 tahun lagi, gak ada ilmu yang sama dengan pada saat diturunkan,

    Ya itu kan pendapat anda dan dugaan anda
    Semakin banyak yang menulis atau mengutip kitab hadis maka hadis-hadis itu akan semakin terpelihara
    bahkan lebih terpelihara ketimbang lewat ucapan manusia
    hadis itu ada banyak dan ya manusia bisa mati kapan saja kan jadi ikatlah ilmu lewat tulisan

    Sebenarnya inti komentar anda itu sudah menyimpang jauh mas. Sepertinya anda cuma menebar keraguan bahwa apa yang saya tulis atau hadis-hadisnya itu tidak benar
    bahkan anda mempermasalahkan kitab hadis yang bisa dibaca siapa saja sekarang
    Justru yang patut dipermasalahkan adalah hadis dengan sanad anda atau guru anda itu
    Dalam kitab Shahih Bukhari sanad hadis berasal dari Nabi SAW hingga Bukhari dan setiap perawinya sudah diperiksa oleh para Ulama hadis beradasarkan kitab Jarh wat Ta’dil perawi hadis. Kitab Shahih Bukhari itu jelas dipelihara oleh orang-orang setelah Beliau hingga sekarang
    sedangkan sanad anda atau guru anda berlanjut dari Bukhari hingga anda atau guru anda, nah pertanyaannya perawi-perawi dalam sanad ini termasuk anda dan guru anda itu bagaimana kedudukannya sebagai perawi hadis, apakah tsiqat ,shaduq dan dhabit?, atau apakah dhaif,matruk,mudallis dan sebagainya?.
    biasanya untuk tahu yang begitu berdasarkan kitab Jarh wat ta’dil karya Ulama Rijal, nah pertanyaannya anda atau guru anda dan perawi-perawi sampai ke bukhari itu ada tidak dalam kitab ulama Rijal
    Hal ini penting untuk mengetahui hadis yang disampaikan itu shahih atau tidak
    syarat hadis shahih tidak hanya bersambung sanadnya tetapi sanadnya berasal dari orang-orang yang tsiqat dan dhabit serta terhindar dari illat dan syaz
    Makanya hadis-hadis dalam kitab hadis lebih layak untuk dikutip Mas

    kemudian komentar anda yang lain

    sebenarnya klo jeli bukan sepihak mas, tapi golongan yang terbanyak mas.

    sayangnya tidak ada landasan kalau yang benar itu selalu dari yang terbanyak

    begini aja contoh misal ( tapi jangan dianggap aku ngelantur loh )
    pada saat anda berjalan jalan kesuatu daerah yang anda belum mengenal dengan baik, anda dapati kerumunan orang yang lagi makan bakso dengan lahapnya, silih berganti orang keluar masuk untuk menikmati semangkok bakso, tak jau dari situ ada kedai bakso juga, yang berdirih megah, tetapi sepi pengunjung, ada apa ini, apa anda akan memaksakan untuk datang ke tempat bakso yang sepi pengunjung, barang kalai anda sebagai orang yang normal, akan lebih condong memilih yang banyak pengunjungnya karena bisa mungkin baksonya emang paling enak di daerah itu ……………….. memang gak ada hubunganya antara bakso dan kitab, tapi coba dicerna dengan benar dan seksama ………. moga moga bermanfaat baksonya amin

    Analaoginya juga gak pas tuh, yang anda kemukakan itu cuma dugaan saja
    apalagi soal bakso enak atau tidak, maaf itu kan tergantung selera
    Misalnya Kalau menurut saya yang lebih enak itu yang ditempat sepi maka saya akan pergi kesana
    untuk mengetahui enak atau tidak bukan dengan melihat banyaknya pengunjung tapi datang dan rasakan sendiri
    lagian bisa saja yang sepi itu ternyata lebih bersih dari yang ramai, (saya kan cukup perhatian soal itu) dan maaf kebanyakan orang cuma memikirkan rasa tetapi jarang observasi sekelilingnya
    Tuh jadi ya analogi anda gak pas,
    saran saya gak usah berargumen dengan analogi karena selalu banyak celahnya dan ya tergantung persepsi orang
    Awalnya kan anda cuma bilang ulama dari ahlul bait nah saya jawab Syiah juga punya banyak ulama dari keturunan ahlul Bait, kalau masalah yang mana yang terbanyak itu kan harus didata mas antara Sunni dan Syiah yang mana yang lebih banyak ulama dari keturunan ahlul baitnya, jadi ya jangan cuma menduga-duga sendiri

    @sejati_lk
    sebenarnya saya heran anda bicara golongan yang mana
    Rasanya syiah dan sunni itu menyembah Allah SWT dan mengakui Muhammad adalah Rasulullah SAW.

    @almirza
    Gapapa Mas, lagian saya tahu kok siapa yang mulai duluan
    kan tinggal dilihat saja dari komen-komen di atas
    Yang penting biasa dan nyantai aja Mas :D

  62. [...] sih yang membuat dua aliran yang diridhoi Allah swt ini bermusuhan? Memang ada beberapa hal yang prinsipil dari segi historis maupun penafsiran serta isnya. Tetapi kenapa harus menjadi konflik terbuka nan [...]

  63. @ second
    kenapa yang ini gak kamu kutib
    ” Allah akan mencabut ilmu itu bukan langsung mencabut ilmu tersebut, tapi Allah memakai cara mematikan orang yang faham ilmu ”
    trus klo yang faham ilmu mati, masak bisa hanya tulisan yang bicara ( ingat yang saya maksut inti dari ilmu, atau nyawa dari ilmu )

    terus terang, klo kamu bukan rafidhah gak usalah bingung, aku tidak sepaham dengan rafidah, wong contoh soalnya banyak ko tentang penyimpangan dari rafidhah, jadi mau tutp mata ??? atau tutup telinga ???

    masalah bakso saya udah menduga sampean akan menjawab itu ( selera ) aku udah perhitungkan, selera bersambung sama hati kan, nah masalah hati gak bisa dipaksa kok, yang saya maksut selera kita makan bakso berlawanan dengan kebanyakan orang, nah itu yang di maksut dengan ………………..
    anda katankan ilmu matemaitka 1+1 =2, tapi apakan anda pernah mendengar orang sukses itu hanya dari membaca dari buku ?????, tidak satu kalipun berinteraksi dengan orang yang memiliki ilmu ????, apakah ada seorang dokter yang diakui dan diperbolehkan praktek hanya bermodalkan membaca buku ??? ( itu urusan dunia lohh mas)
    terus terang mas, aku punya kopian masalah pemalsuan kitab suci, yang diterbitkan teheran, dan india, isinya gak sama denga kitab suci pada umumnya ( tapi klo kamu gak umum sih ya menjadi laen permasalahannya )
    renungkan aja mas
    buku panduan itu penting, tapi tanpa yang membimbing ……………………… ( tanda tanya besar )

  64. @ almiraz
    kata anda
    Kelihatan sekali kalau sampean ini gak mau menerima siapapun yang berbeda dengan sampean
    bahkan sekarang kitab shahih Bukhari saja sudah sampean ragukan keasliannya,lucu juga nih orang
    jawab saya
    kebodohan nyata, aku gak ragu sama imam bukhari, tapi yang saya ragukan cetakan yang mencetak kitab itu son, bedakan dong jangan asal njeplak
    cek tulisan saya mengenai arti muhadist mas
    yagn tertuang dalam kitab hadist itu hanya sekitar 1% mas, ingat imam bukhari hafal sekitar 300 ribu hadits ( 300 ribuuuu ) tapi yang tertulis di dalam kitab hanya sekitar 7000, trus sisanya ???????????
    ITU YANG SAYA MAKSUT MAS , HARUS PAKE GURU,

  65. Assalaamu alaykum wr.wb.
    Saya pernah mendapatkan hadits yang berbunyi (Riwayat lupa, tetapi jelas dari Kutubus-Sitah):
    “Ajarkan anak-anakmu 3 perkara:
    1. Membaca AlQuran
    2. Sholat
    3. Mencintai Ahlulbayt”

    Sepertinya hadits ini bisa dijadikan salah satu pemersatu antara Sunni dan Syiah, bahwa mencintai Ahlulbayt itu wajib bagi semua ummat Islam.

    Jika anda menbaca Sunan Thirmidhi akan banyak menemukan hadits-hadits tentang kemuliaan Ahlulbayt.

  66. @bara
    Benar kok, ulama itu perlu tapi masalahnya kan ulama itu banyak dan ya tidak tiap ulama bisa dikontak langsung makanya karya-karya mereka bisa dipelajari
    Saya tidak pernah menolak peran ulama tetapi ya mereka juga manusia tetap saja tidak selamanya benar

    Maaf kalau anda mau mempersepsi buruk Syiah ya terserah sampean atuh, sopo yang maksa
    Apalagi soal tuduhan tahrif sampean itu, lebih baik gak usah bicara kalau cuma tuduhan tampilkan saja buktinya kalau cuma bicara cetakan ini cetakan itu tanpa menyebut sumbernya dengan jelas wah itu gak ada artinya sama seperti kabar burung

    soal bakso untuk apa pula lanjut dibahas, kan sudah dibilang analogi itu gak pas masih aja ngotot, apalagi analogi dokter juga gak pas, maaf Mas kalau matematikawan banyak kok yang otodidak alias belajar dari buku

    Lagian inti tulisan saya itu saya mengutip hadisnya dari Kitab hadis kalau anda ragu soal cetakan tunjukkan dong dimana salahnya
    jangan cuma komen aneh gak karuan, keraguan begitu cuma dibuat-buat karena anda lebih percaya dengan guru anda

    kemudian komen anda sama Mas almirza

    kebodohan nyata, aku gak ragu sama imam bukhari, tapi yang saya ragukan cetakan yang mencetak kitab itu son, bedakan dong jangan asal njeplak
    cek tulisan saya mengenai arti muhadist mas

    gak perlu menghina Mas, bodoh atau tidak itu terlihat dari komentarnya jadi gak perlu menghina
    Anda mungkin saja pintar atau benar tapi ya anda tidak punya hak menghina orang lain

    Mas almirza menanggapi bahwa anda meragukan kitab Shahih Bukhari yang ada sekarang bukan Imam Bukharinya
    Kitab Shahih Bukhari yang tersebar sekarang semuanya adalah hasil cetakan dan bukan tulisan Imam Bukhari sendiri, nah jadi anda masih mau meragukan keaslian kitab hasil cetakan
    maunya hasil tulisan Bukhari sendiri atau sanad guru anda ya silakan saja

    , masalah sanad guru anda itu tolong dijawab Mas, perawi dalam sanad anda atau guru anda itu ada tidak biografinya dalam kitab Rijal perawi?

    soal hadis yang dihafal Bukhari, memang tidak semua hadis itu termuat dalam Shahih Bukhari tetapi banyak yang terdapat dalam kitab hadis lain seperti Al Mustadrak, Musnad Ahmad dan lain-lain (kitab hadis itu banyak)
    Lagipula apa semua hadis yang dihafal Bukhari itu shahih sanadnya

    Saya heran anda mempermasalahkan apa
    Sepertinya anda cuma mau bilang bahwa saya tidak seperti anda yang punya guru pembimbing
    silakan saja Mas, soal salah tidak gak ada kaitan langsung dengan ulama pembimbing tetapi dengan dalil Mas, lihat dalil yang digunakan dan bagaimana cara menarik kesimpulan,
    Buktikan dong kalau ada tulisan saya yang salah, gak perlu bicara yang aneh-aneh
    Maaf, coba tolong dijawab dulu masalah sanad anda atau guru anda itu

    @Sunni sejati
    Tentu saja, yang penting Sunni dan Syiah itu Islam dan bersaudara
    Kenapa tidak menyikapi perbedaan itu dengan toleransi yang baik?
    berbeda ya gapapa :D

  67. @ second
    Lah yang mana yang aneh aneh, saya kan cuma tanyak siapa yang merekomendasikan hadist itu ????? apa imam bukhari ???? kalau cuma darri kutubusitah itu baru 1% mas, aku gak bilang almiraz bodoh, bukan orangnya lohhhhh pemahaman saja yang diputar balik, anda bilang matematika otodidak, sapa emang ……………… trus klo kerja bisalah pake otodidak ?????, lah ini aja udah gak faham sampean, apa sampean bisa menyebutkan jumlah yang ditulis selain imam bukhari ( kira kira 293 ribu lagi yang tidak terdapat di Kuttubusitah )

    @ sunni sejati
    aku juga cinta ahlul bait, terbukti semua guruku bersambung ke para imam ahlul bait, tapi semua sesua dengan ketentuan Allah. Insya Allah tidak ada pada diri kami menggurui orang orang alim, tidak ada dari kami yang membenarkan sesuatu, tanpa dasar yang kuat, tidak ada dari kami kamu menyalahkan para pembela islam, tapi klo disuruh rafidhah …………. maaf mas, guru saya melarang, Nabi saya melarang, Tuhan saya melarang,

  68. @bara
    yang merekomendasikan hadis mana? kalau dalam tulisan saya jelas kok hadisnya kan saya sebut kitabnya
    sekali lagi kalau soal hadis kitab hadis itu banyak
    jadi apa yang perlu dipermasalahkan
    kitab-kitab hadis yang ada sekarang baik kutubus sittah dan yang lainnya seperti Musnad Ahmad, Musnad abu Ya’la, Musnad Al Bazzar, Shahih Ibnu Hibban, Shahih Ibnu Khuzaimah, Mu’jam At Thabrani, Al Mustadrak ash Shahihain, Jami As Saghir, Majma Az Zawaid dan lain-lain semuanya mencantumkan sanad yang jelas sampai ke pengarang kitabnya
    semua perawi tersebut bisa diteliti keadilannya lewat kitab Rijal hadis
    Nah kalau sanad anda dan guru anda itu apa ada keterangannya dalam kitab Rijal hadis
    sekali lagi tolong dijawab Mas
    Sebenarnya Mas ini mempermasalahkan apa, hadis yang mana dari tulisan saya yang bermasalah?

    apa sampean bisa menyebutkan jumlah yang ditulis selain imam bukhari ( kira kira 293 ribu lagi yang tidak terdapat di Kuttubusitah )

    kenapa meributkan ini? arahnya kemana? lagipula angka 293 ribu itu tahu dari mana?

  69. [...] saia bikin postingan mengenai Sunni dan Syiah, dan menghimbau agar kedua kubu yang sesungguhnya bersaudara untuk berdamai. Tetapi apa yang saia dapat sungguh diluar perkiraan, saia justru di caci maki [...]

  70. @ SECOND
    liat tulisan saya di riwayat tahan fadak, siapa al albani ??????
    klo mau tau siapa dia tanya orang yang anda bantai tulisannya , seperti anton salaf, blog salaf dll, karena saya memang pernah dengar mereka merujuk dari al albahi, tapi saya gak berani mengatakan mereka salah, karena saya ditak pernah mebantai pemikiran mereka walau bersebrangan

  71. @ second
    kata anda
    kitab-kitab hadis yang ada sekarang baik kutubus sittah dan yang lainnya seperti Musnad Ahmad, Musnad abu Ya’la, Musnad Al Bazzar, Shahih Ibnu Hibban, Shahih Ibnu Khuzaimah, Mu’jam At Thabrani, Al Mustadrak ash Shahihain, Jami As Saghir, Majma Az Zawaid dan lain-lain semuanya mencantumkan sanad yang jelas sampai ke pengarang kitabnya
    jawab saya
    apa ini berlaku untuk semua cetaka ?????? klo iya knapa bisa beda yaaaa …………. antara albani dengan muhadist lainnya ??????????

  72. @ al mirza hai sobat, aku ingin tanya. apakah sebelum niat shalatmu , anda mengingat/membayangkan foto guru besarmu dulu? aku tanya ini tampa prasangka, dan aku mohon anda juga ga prasangka. karena prasangka bukan ajaran islam.

  73. to bara;
    anda dalam posisi yg benar. tapi sebaiknya kamu tidak memperdebatkan yg beda, tapi mencari kesamaan. yg aku ga suka dari syiah adalah kecenderungannya meninggalkankan sunnah rasulnya. ga ada dalam alquran(ajaran islam) membenci orang kafir adalah sebuah amalan sampai begitu dahsyatnya. sprti pada 3 sahabat sedangkan yg ke4 tidak membenci ke 3 tsb.

    to almirza;
    ingat ga ayat alquran “perangilah orang kafir yg memerangi kamu dan janganlah melampaui batas sesungguhnya allah tidak suka orang yg melampaui batas ” jika 3 sahabat menurut anda benar2 kafir. maka kepada orang kafir anda harus mengamalkan ayat di atas. INGAT! JANGAH MENGAMALKAN SEBELAHNYA, ingat juga jangan prasangka sama saya.

  74. @bara
    Yang penting kan anda sudah sadar kan kalau begitu memang benar
    kalau masalah cetakan, nah itu pintar-pintarlah memilih yang lengkap menampilkan sanadnya
    Kalau masalah perbedaan pendapat Muhadis, wah dari dulu sudah banyak perbedaan pendapat
    Terus gimana pertanyaan saya?itu penting lho, jadi coba tolong dijawab

  75. @sejati_lk
    Mas kok saya gek ngerti maksud komentar anda, kira-kira arahnya kemana ya

    Soal menurut anda yang mana yang benar ya itu terserah andalah
    setiap orang punya persepsi masing-masing
    Yang penting perlu diingat kebenaran diukur lewat dalil bukan cuma perasaan

    ah iya saya tertarik dengan komentar anda

    yg aku ga suka dari syiah adalah kecenderungannya meninggalkankan sunnah rasulnya.

    Rasanya ini cuma tuduhan anda, Syiah juga berpegang pada hadis Rasulullah SAW
    Itu kalau anda objektif dalam menilai
    Jadi coba tolong tunjukkan bukti perkataan anda itu :D

  76. @al alqar dan mirza

    adakah dalam alquran membenci orang kafir sebuah amalan? tolong dijawab apakah anda membayangkan foto gurumu sebelum niat salat? apakah anda tahu NEGARA IRAN persentase AIDS nya berapa? jangan prasangka

  77. negara iran dipandang dari kehidupan masarakatnya bahkan menghalalkan mut”ah degan istri orang asalkan sembunyi.

  78. aku kan udah bilang mengurus syiah yg gulat itu lebih penting karena darisitulah kami melihat perbedaannya.

  79. @sejati_lk
    Jangan cuma prasangka

    negara iran dipandang dari kehidupan masarakatnya bahkan menghalalkan mut”ah degan istri orang asalkan sembunyi.

    buktikan dong kata-kata anda itu, anda tahu dari mana?

    soal persentase AIDS Iran. itu apa hubungannya?memangnya anda juga tahu persentase AIDS di Indonesia?Ngurusin negara orang, negara sendiri saja belum tentu tahu

    Perasaan, yang main prasangka itu anda kok
    semua pertanyaan anda itu gak nyambung, aneh sekali

    urus saja Syiah Ghulat kalau anda mau, yang jelas gak ada kaitannya dengan Syiah sekarang karena merekapun menolak Syiah Ghulat
    Gak perlu bicara seolah anda tahu semuanya, coba angkat satu topik saja untuk dibincangkan, tapi yang jelas dan fokus ke masalahnya
    Seperti kata anda kan, jangan berprasangka mari diskusikan dengan jelas
    Sebelumnya, saya minta izin dulu kepada yang empunya blog, apakah boleh berdiskusi disini?

  80. #
    J Algar, di/pada Desember 8th, 2007 pada 8:41 pm Dikatakan:

    @bara
    Yang penting kan anda sudah sadar kan kalau begitu memang benar
    kalau masalah cetakan, nah itu pintar-pintarlah memilih yang lengkap menampilkan sanadnya
    Kalau masalah perbedaan pendapat Muhadis, wah dari dulu sudah banyak perbedaan pendapat
    Terus gimana pertanyaan saya?itu penting lho, jadi coba tolong dijawab
    pertanyaan yang mana ?????? aku kok bingung

  81. @bara
    Makanya kan gak enak saya ulang-ulang terus
    jadi cukup langsung dijawab
    Apakah perawi-perawi dalam sanad anda dan guru anda itu memiliki keterangan atau biografinya dalam Kitab Rijal Perawi hadis?Jika ada tolong sebutkan kitabnya?

  82. Belum dijawab kali sama Habibnya :D

  83. @sejati_lk
    maksud pertanyaan itu apa
    saya aja risih dengernya

  84. @almirza

    Belum dijawab kali sama Habibnya

    udah dijawab kok

    maksud pertanyaan itu apa
    saya aja risih dengernya

    jawab saja, sayang tuh dia sudah nanya

  85. @ Almiraz, atau @ second
    klo mau sanad guru saya, tolong aku dikasih alamat e-mile kamu, nanti baru aku kirim, aku gak mau nampilin di blog ini, karena gak perlu aja, ngerti kan, atau cari di rijal hadist bukhari

  86. @bara
    Pertanyaan Saya itu
    Apakah ada dalam Kitab Rijal hadis keterangan tentang anda, guru anda dan perawi-perawi sampai ke Imam Bukhari misalnya? Jawab saja ada atau tidak
    kalau ada tolong disebutkan kitab Rijal hadis yang dimaksud
    Nah itu dulu, saya belum nanya bagaimana sanad anda atau guru anda
    Jadi maaf setelah diulang-ulang pun anda masih belum mengerti juga, saya belum meminta sanad guru anda
    seandainya anda menjawab ada dan menyebutkan Kitab Rijal hadisnya
    maka baru saya akan meminta sanad guru anda
    Jadi jawab dulu Mas

  87. @ali dan almirza
    akukan cuma tanya. kalo tidak ya tidak. aku pernah ikut syiah yg gulat(kemungkinan). tapi aku tidak minum air yg dikasih ama guru tsb. karena air tsb seteleh diteliti ada kesamaan dgn air kebaktian kristen(AIR DAJJAL). UNTUK semua aku sarankan agar jangan menunjukkan hadist masing2 karena aku SUDAH MUAK. INGAT dajjal membutakan sebelahhati,

    @ bara

    sebaiknya anda cari persamaan jangan debat pada ahli kitab seperti mereka. agama melahirkan kasih sayang. agama yg punya semangat BALAS DENDAM adalah agama sesat. jika anda panas ama mereka maka jalan terbaik adalah mendinginkan yg panas tsb

  88. @ sejati
    trima kasih mas atas sarannya, terus terang kita orang cinta ahlul bait, makanya tidak ingin ahlul bait dibuat seperti mendendam sampai 6 bulan, marah karena hak khalifah direbut …. dll, tak mungkin saya sebut karena pasti dianggap membual nantinya. saya sudah faham pas mereka mengeluarkan sikap memakai rujukan ulama’ yang tidak diakui oleh muhadist, saya berkesimpulan mereka pandai dalam membaca, tetapi …………………….
    @ second
    kan sampean udan tahu majelis saya, ayo saya undang untuk menjadi member, atau sekedar mendengar, trus klo baca yang komplit ya, kan ada dibawahnya itu terusannya ……………….. baca terus deh pasti ketemu, klo masih bingung mending gak usah mengumbar kata kata ok

  89. @bara
    Wah, wah maaf Mas bagi saya, andalah yang cuma mengumbar kata-kata
    Saya bacanya komplit kok :)

  90. @ jagal
    saya gak tanya sama guru saya karena gak perlu, mending cek sendiri aja ok, klo sanan cek yang ini
    Muhammad – Ali – Muhammad Shohib Mirbath – Ali Khali’ Qasam – Alwi – Muhammad – Alwi – Ubaidillah – Ahmad Al-Muhajir – Isa Ar-Rumi – Muhammad An-Naqib – Ali Al-’Uraidhi – Ja’far Ash-Shodiq – Muhammad Al-Baqir – Ali Zainal Abidin

    muhammad ali diatas mempunyai guru
    1.Al Musnid Al Imam Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Jadiid mempunyai guru
    2.Al Musnid Abi Abdillah Muhammad bin Ismail Ibn Abi Shaif Alyamaniy, mempunyai guru
    3.Assyeikh Al Musnid Abil Hasan Ali bin Humaid bin Ammar Al Athrabalsiy, mempunyai guru
    4.Assyeikh Al Musnid Abu Maktum Isa bin Abi Dzarr Al harawiy, mempunyai guru
    5.Assyeikh Abu Dzarr bin Abd bin Ahmad Al harawiy, mempunyai guru
    6.Abu Ishaq Ibrahim bin Amad Al Balakhiy Almustamaliy, mempunyai guru
    7.Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf bin Matharr AL Firabriy, mempunyai guru
    8. terakhir ………….. emmmm

  91. to@bara
    mas saya ini pingin belajar tp selalu kesandung dgn anggapan yg ini salah dan yg itu salah… bisa kirim alamat ato bgmn utk jadi member dr majelis anda ato bisa diakses lewat internet… saya sering baca koment anda…skrg saya msh diLN lepas dr sni saya ingin belajar.. please ??????+9656158070
    @second
    maaf mas dijadiin ajang bertanya..numpang..makasih..

  92. @jon
    Silakan :)

  93. @ jon
    emang nomor +9656158070, ini nomor apa yaa ???, bisa bisa diakses, silahkan kunjungi majelis rasulullah, Insya Alaah bermanfaat, didalamnya tidak ada faham lain selain faham Habibullah Muhammad, tidak suka mengkafirkan orang, mengambil ilmu seperti suatu urutan anak tangga yang tida terputus, karena ilmu agama harus ada sanadnya, ilmu tanpa sanad bathil berfatwah, pecinta ahlul bait, karena guru guru kami bersumber kepadanya tanpa pilih pilih, tidak senang kalau ahlul bait difitnah macam macam, pecinta ahlul badr ( sahabat – sahabat nabi ), monggo menjelajah
    @ second
    bagaimana sanad guru saya udah dicek kah …………… , kalau ada yang tidak valid bisa komentar kok, setelah itu baru saya mau tanya sanad guru anda ok ……….

  94. @bersatu
    Memangnya saya meminta sanad guru anda
    Saya cuma tanya sanad guru anda ada tidak biografinya dalam kitab Jarh wat Ta’dil
    Mereka yang anda sebutkan bagaimana saya tahu tentang sejarah mereka?dari kitab apa Mas?
    Sanad guru saya? wah maaf saja Mas, saya selalu mengutip hadis dari kitab-kitab hadis bukan peroral

  95. @ second
    makanya sampena kan jago ngecek kebenaran, tolong sampena cari nama nama yang saya sebut ada gak, klo gak ketemu ya udah gak usah ngoyo, wong sampean kan beda cara pengambilan fatwahnya , dan saya mulai bisa faham metode anda, ya gak jauh beda dengan al banni, yang mempunyai ruangan khusus di suatu perpustakaan untuk menelaah kitab kitab, dan bukan dari orang yang bikin kitab, ya memang metode itu gak ada sama sekali dijaman Nabi, sahabat, tabi’in dan seterusnya sampek sekarang, dan anda akui anda hanya mengkutip, bukan mendengar dari orang yang mendengar suatu riwayat

  96. @bara:
    Seru….:), tp juga gregetan utk para sunni (soalnya saya sunni, tp sy tdk benci syi’ah, buat saya syi’ah memperkaya khasanah Islam). Begini aja dehh, yg jelas semua tuduhan yg disampaikan kita (sunni) selama ini ke syi’ah ternyata tdk berdasar (ternyata hadir dr mrk yg dendam & benci dg keutamaan ahlul bayt, sayangnya oleh sunni alawiyin yg gak ngerti ditelan mentah2 tanpa cek ricek). Saya jg sering bertemu dg para Habib yg sunni, rata2 mrk tdk ada yg mempermasalahkan syi’ah, hanya saja mrk menarik diri dr meributkannya krn pertimbangan keutuhan umat. Pada saat org mengkafirkan syi’ah mk mrk akan membela syi’ah, pd saat ada oknum syi’ah kebablasan mk mrk pun akan menegurnya.
    Ada bbrp kesalahan yg dilakukan oleh saudara “bara” yg jgn terus dilakukan krn akan membuat jemu kt yg mengikuti (saya kagum dg kesabaran “second prince (SP)”:
    1. Sebagian besar yg digugat oleh “bara” adalah kutipan SP dr sumber sunni (Shahih Bukahori), jd logikanya kl anda menggugat mk gugatlah Bukhori yg merawikan.
    2. Cara pikir/logika anda tdk runut dan liar dan sering terjadi kontaradiksi. Shg anda menafikan logika hanya utk mebenarkan pendapat, misal: 2 org berperang bs dua2nya benar, ini aneh dan tdk msk akal. Bagi anda oke2 saja yg penting tujuan dua2nya benar bs tercapai.
    3. Anda tdk mengerti hakekat dr hadits tsaqalain, shg anda tdk tahu konsekuensi dr mengimani hadits tsb. Konsekuensinya adalah kalau tdk mau tersesat mk pilih/ikuti keduanya. Dan kl keduanya berselisih dg someone, mk konsekuensinya anda hrs berani memilih ygmn anda hrs ikuti/taati.
    4. Anda dtg kesini dg prasangka bhw mrk/SP adalah pembenci sahabat. Pdhal bagi sy jelas2 mrk tdk menyatakan itu, mrk hanya menyampaikan bhw ada perselisihan antara sahabat, antar sahabat dg ahl bayt. Dan ingat yg mrk sampaikan adalah apa2 yg ditulis oleh sunni (Bukhori). Jadi tdk ada hasut/fitnah dll. Sy menangkapnya adalah mrk ingin mengajak kt utk realistis/logis bhw sahabat itu macam2. Tp lagi2 kita/sunni. Memaksakan utk meyakini semua sahabat benar/adil (bhkn terkadang maksum). Sampai2 membunuh, memperkosa, menolak perintah Rasulullah SAW pun sah2 saja bagi sahabat, inikan jelas2 bertentangan dg Al-Qur’an. Semuanya jd benar hanya dg “hadits” ijtihad benar 2 pahala salah 1 pahala => absurd gak cara pikir spt itu.
    5. Anda tdk bs membedakan kebenaran hakiki. Spt Jiddah Fatimah menuntut hak (knp anda masukkan kpd serakah?? aneh lho cara pikir spt itu), dan krn haknya tdk diberikan kmd marah, sy pikir normal2 saja, bhkn hrs spt itu, knp anda tdk melihat sisi Sayidina Abu Bakar yg mestinya datang minta maaf?. Ada cth yg bs kt gunakan: jika sebagian tanah/halaman anda diaku oleh tetangga (muslim) anda, kira2 islam mengajarkan kt hrs bagaimana?. Apakah kt diam dan hrs tetap senyum dan ramah kpd mrk?. Apakah jika kt marah kpd mrk dan tdk menegur mrk kmd kita menjadi salah dan mrk yg selamat??.
    6. Anda berulang2 mengucapkan rafidha kpd mrk, itu ucapan dr org2 yg kehabisan akal dan tdk pd tempatnya dlm diskusi, krn: 1. syiah 12 imam tdk sama dg “rafidhah”, 2. Mrk tdk pernah bilang mrk syi’ah, 3. Kalau sy sunni trus sy ngawur apakah sy tetap benar, dan kl rafidhah benar akan jd salah krn mrk rafidhah??. Intinya anda tdk otomatis benar hanya krn anda sunni, mrk tdk otomatis salah krn mrk syi’ah. Kalau begitu anggapan anda mk utk apa mencari kebenaran ataupun diskusi2.
    7. Anda tdk mengerti dlm diskusi, yg apalg berbeda pandangan/mazhab kt tdk bs memaksakan hanya pd teks2 yg kt yakini (yg blm tentu mrk yakini), tp kt hrs membuktikan dg argumen2/logika2. Jd anda hrs runut menyoroti kesalahan2 mrk menurut logika/teks yg disetujui bersama. Jgn anda melebar tdk karuan.
    8. SP menyampaikan teks/dalil dr sumber yg anda imani, anda tolak dg alasan2 yg ngawur berat (jika org lain menggunakan argumen spt yg anda gunakan anda pasti akan tertawa). Misal: ada yg bilang bhw anda salah dengar apa yg guru anda katakan, kmd mrk menanyakan apakah anda mendengar langsung, hr apa jam brp dimana? inikan semua jenis argumen ngawur, jd tolong anda jg jgn terjebak dlm argumen spt ini. Jgn pakai azas: pokonya tolak semua dalil mrk (walaupun mrk pakai dalil guru kamu..:)).
    Dicukupkan dulu. Terima kasih semuanya yg telah memberi pencerahan, salut utk SP semoga dg tulisan2 anda umat Islam Indonesia bisa rukun dan berhenti saling kafir mengkafirkan. Allah Maha Tahu apa yg sdg anda usung, ada yg tdk bs mengerti dan merasa terancam mk itu hanyalah bagian dr cobaan. Oyaa jgn salah paham dg Habib2 ya. Habib2 yg sy kenal mrk sangat bijak menyikapi hadirnya syi’ah. Pd saat muncul org2 yg mengancam/ mengkafirkan syi’ah mrk tampil ke depan utk membela syi’ah. Jika ada org syi’ah yg teriak2/mencaci sahabat mrk tampil ke depan utk menegur. Kita semua bs baca/lihat dr hasil dialog Habib Umar Hafidz dg Taher Alkaff bgm pandangan Habib dlm issue2 spt ini.
    Insyaallah kita dipertemukan dlm kebenaran.

    Wassalam.

  97. @truthseeker1964
    Terimakasih masukannya
    Pandangan saya terhadap Para Habib adalah mereka Ulama yang berjasa besar bagi umat Islam
    Saya juga mengambil ilmu dari karya-karya mereka
    Salam :)

  98. @truthseeker1964
    Alhamdulillah ada yang negor saya, terima kasih sekali. tapi sekali lagi saya tidak bilang bahwa sp,adalah syiah, karena dia bilang dia bukan syiah, dan klo saya bilang rafidah apa salah, memang itu ada dalam sejarah, bagaimana beda dengan faham kawarij ????, mereka islam tapi kenapa kok pemikirannya aditentang oleh imam Ali, anda sudah faham bahwa riwayat fadak, perang jamal, perang sifin adalah bagian dari sejarah islam, pembantaian karbalah dll, semua sudah diprediksi, atau diisyaratkan oleh Nabi. saya setuju dengan tulisan anda ” Saya jg sering bertemu dg para Habib yg sunni, rata2 mrk tdk ada yg mempermasalahkan syi’ah, hanya saja mrk menarik diri dr meributkannya krn pertimbangan keutuhan umat. ” kata ka tamenarik diri untuk tidak meributkan apa yang terjadi antara sahabat satu degan yang lainnya, tapi ternyata anda salah karena , hampir kesemuanya tulisan di blog ini mengedepankan dalil yang katanya falid, tapi meragukan sarah para imam, ( baca tulisan sp yang membahas masalah fada, ) disitu dijelaskan dia lebih senang mfemakai dalil nash bukhari tanpa meriwayatkan sarah para imam, seperti imam binu hajar yang menerangkan riwayat hadist tanah fadak, tetapi ditolak mentah mentah karena dalil kurang kuat, nah kalau begini siapa yang memulai hayoooo. ada perkataan ulama yang saya pakai, langsung saja saya sebut. Al habib abdullah al hadad ” bahwa orang yang memiliki ilmu yang tinggi akan berusaha menghindar pembahasan masalah yang pernah terjadi diantara para sahabat Nabi, bukan mengumbar dengan dalil katakan benar jike benar katakan salah jika salah. nah ini mas yang coba saya uraikan di setiap tulisan saya, sekali lagi saya tidak mau ada perpecahan karena dari dangkalnya penafsira orang tentang para sahabat ( ingat ahlul ba’it juga sahabat, jangan salah sangka loh ) jadi yang ada tuduhkan kepada saya bahwa saya mengkafirkan syiah tidak tepat, yang saya permasalahkan adalah aqidahnya mas, nah klo anda mau jujur, coba telaah tulisan atau keterangan dari berbagai sumber, kesalahan anda adalah bahwa anda tidak membaca teks ini keseluruhan, tapi itu tadi saya juga tidak bisa paksa orang untuk mengatakan bahwa yang menulis bodoh, anda hanya bisa bermain di permukaan saja. klo anda memang sunni coba gali kenapa kok banyak buku yang menentang pemahaman syiah, awas jangan dipeluntir yang saya salahkan adalah pemahama, saya jadi ragu atas kesunnian anda karena pemahaman anda tentang sunni saja kurang ( yang paling menonjol adalah kata anda ” Anda tdk bs membedakan kebenaran hakiki. Spt Jiddah Fatimah menuntut hak (knp anda masukkan kpd serakah?? aneh lho cara pikir spt itu), dan krn haknya tdk diberikan kmd marah, sy pikir normal2 saja, bhkn hrs spt itu, knp anda tdk melihat sisi Sayidina Abu Bakar yg mestinya datang minta maaf? ” ) nah ini pemikiran model kuno yang dangkal, karena pemahaman yang gak berdasar. hanya berpatokan kepada teks saja, tanpa memperhatikan sarah hadistnya bagaimana. bagaimana anda bilang menuntut hak kalau sudah dijelaskan oleh sahabat abubakar, dan maraknya bukan karena hak atas fadak yang tida diberi, tapi karena hadist dari abubakar didengar dari orang lain. jadi intinya pemikiran anda tidak jauh beda. ok stop percuma dibahas, saya sudah sering membahasnya dengan SP, sampek dia menuangkan tulisan bantaha, tapi beliaunya tidak sanggup jawab denga dalih bahwa malas ngomong dengan saya.terbukti setiap bantahan saya tidak pernah ditanggapinya.

  99. kalau anda ingin lebih mengenal para imam ahlul bait yang bebas dari omongan caci maki, mari jernihkan hati belajar dengan orang yang mempunyai nasab sampai kepada baginda Nabi

  100. @bersatu

    hampir kesemuanya tulisan di blog ini mengedepankan dalil yang katanya falid, tapi meragukan sarah para imam, ( baca tulisan sp yang membahas masalah fada, ) disitu dijelaskan dia lebih senang mfemakai dalil nash bukhari tanpa meriwayatkan sarah para imam, seperti imam binu hajar yang menerangkan riwayat hadist tanah fadak, tetapi ditolak mentah mentah karena dalil kurang kuat, nah kalau begini siapa yang memulai hayoooo

    Yah begitulah memang kalau otak gak dipake, bisanya taklid melulu
    Lihat baik-baik teks hadisnya dan perhatikan Syarh Ibnu Hajar, penjelasan Ibnu Hajar cuma mengada-ngada dan tidak sesuai dengan kaidah logis dalam penarikan kesimpulan
    Bukannya saudara secondprince sudah membahas tuntas kekeliruan Syarh Ibnu Hajar soal hadis fadak, nah anda cuma bisa teriak salah tapi gak bisa menunjukkan dimana salahnya
    Siapa yang degil hayooooo
    Sudahlah jangan sok pintar dan sok menyalahkan kalau gak tahu apa-apa
    pikiran anda memang dangkal,sehingga teks hadis yang mudah saja tidak bisa dimengerti
    Syarh Ibnu Hajar jelas dipaksakan karena beliau tidak suka melihat adanya perselisihan antara Abu Bakar dan Sayyidah Fatimah. Ibnu Hajar membela Abu Bakar karena menurutnya Abu Bakar adalah sahabat yang mulia dan tidak mungkin salah, padahal teks hadis sudah jelas menunjukkan perselisihan yang nyata sampai 6 bulan
    Jangan sok berilmu kalau bisanya berlindung di balik kesalahan ulama

  101. kalau anda ingin lebih mengenal para imam ahlul bait yang bebas dari omongan caci maki, mari jernihkan hati belajar dengan orang yang mempunyai nasab sampai kepada baginda Nabi

    Promosi nih, dan hasilnya adalah orang-orang seperti anda yang gak punya pemahaman kecuali kopi paste pemahaman gurunya. Bahkan kesalahan sang guru dikopi paste pula dan dianggap sebagai kebenaran
    Dan hasilnya orang seperti anda yang suka mencaci orang Islam Syiah. Saya masih ingat bagaimana anda mencaci mereka “Riwayat Syiah yang berhati busuk”. Itu yang pernah anda katakan, Huh anda ini memang terlalu banyak bicara tapi tidak ada isinya dan penuh kontradiksi

  102. ah maaf saudara secondprince, komen di atas itu saya tujukan buat yang namanya bersatu

  103. @ ali
    Alhamdulillah, ternyata banyak juga yang ngaku pecinta ahlul bait, tetapi tidak bisa lepas dari omongan sehari hari yang suka mencaci, memaki, ya itu udah jadi rahasia umum kok. lah masalah fadak aja anda masih berpaku kepada teks, nah sekelas anda yang tidak sampai hafal ratusan, bahkan seperti saya yang bisanya cuma baca ( hi hi hi ) udah berani terial ibnu hajar ( yang dikalangan ahli ahdist mempunyai predikat muhadis ) anda tolak menta mentah, apa kecukupan ilmu nukil dan comot telah menodahi arti sesungguhnya. sungguh kasihan hati yang telah dipenuhi hawa nafsu, sampe sampe gak sadar telah mengkeritik ulama’ yang faham di bidangnya, gak jauh beda dengan tukang kritik bola kampungan, yang nyalahin pemain bola profesional ( hi hi hi hi hi ) sangat disayangkan, saya udah katakan bahwa SP tidak setuju karena dia mengedepankan apa yang dikatakan ilmu kritik hadis. CAM KAN APA KAMU JUGA MAU NGARTIKAN AYAT YANG MENYATAKAN BAHWA NABI ADAM SALAH SEHINGGA BELIAU DITURUNKAN KE BUMI ???, apa pemahamanmu itu hanya sebatas teks ………., OK MEMANG DULU SAYA ngutib riwayat syiah berhati busuk, jlentrehkan dong klo emang bukan busuk, hayooooo …………..

  104. @Ali
    Damai, damai Mas

    @bersatu

    Alhamdulillah, ternyata banyak juga yang ngaku pecinta ahlul bait, tetapi tidak bisa lepas dari omongan sehari hari yang suka mencaci, memaki, ya itu udah jadi rahasia umum kok

    Wah Mas tapi kok anda justru mencaci juga akhirnya

    OK MEMANG DULU SAYA ngutib riwayat syiah berhati busuk, jlentrehkan dong klo emang bukan busuk, hayooooo …………..

    Ah iya Mas soal kata-kata anda yang ini

    CAM KAN APA KAMU JUGA MAU NGARTIKAN AYAT YANG MENYATAKAN BAHWA NABI ADAM SALAH SEHINGGA BELIAU DITURUNKAN KE BUMI ???, apa pemahamanmu itu hanya sebatas teks ……….,

    Hati-hati Mas, saya ingatkan anda juga pernah keliru soal Nabi Muhammad yang bisa lupa

  105. @ ali dan second price

    —kesimpulan;;tidak syah anda menjadi syiah kalau anda percaya alquran ini asli.

    —saran;;jika anda mimpi tentang imam2, guru2mu untuk membuktikan keimanan mu , maka kamu harus tahu siapa sebenar nya dan apa mimpi itu.

    —cukuplah kata islam tempat kita bersatu, dan selebihnya tidak sama sekali.

    ****jika kita belajar agama, akan menjadi kuat iman atau akan jadi SATAN.
    — habib ali yg aku kenal dgn kepandaian nya membuat orang menangis dan tidak takut mati. adalah setan(satan).
    salah satu ciri setan adalah menganggap dirinya lebih baik dari yg lain bahkan kepada orang awam pun. dalam alquran kata :lebih baik adalah ciri /sifat satan.

    —kalian yg sebabkan palestina hancur.

    –kalian adalah teroris.

    –alqumoini dan ahmadinajed adalah pembohong besar. dgn katakan bahwa dia akan melawan amerika. dasar pembohong!!!!

    AKU TAHU PRASANGKA SEBAGIAN NYA DOSA. AKUPUN TAHU INI DOSA. TAPI PELAJARI TULISAN DI ATAS.

    @ BARA

    menghadapi mereka cukup tanya arti kata TIADA TUHAN SELAIN ALLAH , dalam pembahasan mereka apa? yg lain malah merepotkan

    setan adalah musuh yg nyata. yakan? bagaimana pun manusia adalah manusia. wassalam

  106. @sejatilk

    —kesimpulan;;tidak syah anda menjadi syiah kalau anda percaya alquran ini asli.

    Wah Mas ngawurnya jangan diterusin dong, memangnya yang anda tuduh Syiah itu siapa?Seenaknya saja nih :)
    untuk saat ini komentar anda yang lain tidak menampilkan sesuatu yang bisa saya komentari(mungkin saya kurang mengerti)
    Salam

  107. [...] saya sangat setuju dengan pernyataan Quraish Shihab, hal ini pernah saya tulis dalam tulisan saya Telaah Perbedaan Sunni dan Syiah. Bagi pengkaji yang baik dan berpengalaman dalam masalah Sunni dan Syiah, maka kesimpulan Quraish [...]

  108. buat syiah ,tepatnya RAFIDHAH

    sebagai sesama manusia aku sangat menghormati apapun anda, tapi di lihat dari segi akidah jika AKU menjadi anda . maka aku anggap diriku KAFIR MURTAD, anda punya BANYAK yg dirahasiakan dalam agamamu. dan aku sudah bosan dengan rahasia itu.

    kalian sambutlah IMAM MAHDI mu dan tidak diragukan lagi dialah DAJJAL

    seperti nasrani , datang dalam mimpi tuhan yesus nya. padahal itu adalah dajjal

    OK**********

    KALIAN ANGGAP AKU NGAWUR? MEMANG AKU NGAWUR JIKA BERDEBAT DENGAN AGAMA DAJJAL. RAFIDHAH= PEMBOHONG,

  109. @ second

    minta maaf aku kira anda rafidhah.

    UNTUK SEMUA TAHU; YG PUNYA TUJUAN KUASAI MEKAH DAN MADINAH TIADA LAIN HANYALAH RAFIDAH.

    kalau rafidah jujur pasti dia jawab : benar,
    tapi ini adalah rahasia agama nya yakan?

    ngawur lagi akukan?

  110. @sejati lk

    buat syiah ,tepatnya RAFIDHAH

    Maaf Mas salah alamat kayaknya, tapi yah sekalian saja saya komentari :)

    sebagai sesama manusia aku sangat menghormati apapun anda,

    Semoga saja benar

    tapi di lihat dari segi akidah jika AKU menjadi anda . maka aku anggap diriku KAFIR MURTAD

    Maaf Mas, Syiah Rafidhah itu bukan nama orang sehingga kata ganti anda itu kurang tepat, lebih tepat adalah anda anda atau anda semua. Kesannya kayak ngomong sama saya tapi ya saya ikhlaskan kekeliruan Mas itu
    Silakan beranggap-anggap

    anda punya BANYAK yg dirahasiakan dalam agamamu. dan aku sudah bosan dengan rahasia itu.

    Kalau agama anda banyak rahasianya tidak? saya bosan dengan mereka yang suka menghina orang lain dengan azaz Pokoknya bin Syiahpobhia

    kalian sambutlah IMAM MAHDI mu dan tidak diragukan lagi dialah DAJJAL

    Dajjal itu bukan Imam Mahdi Mas, cobalah belajar lagi dengan betul ya :)
    btw yang ini kata gantinya betul kalian bukan anda
    *jadi curiga andayang tadi tertuju buat siapa ya*

    seperti nasrani , datang dalam mimpi tuhan yesus nya. padahal itu adalah dajjal

    OK**********

    Tidak perlu mendiskreditkan saudara kita yang Nasrani, apa hubungannya coba? ah aneh sekali, jagalah lisan anda Mas

    KALIAN ANGGAP AKU NGAWUR? MEMANG AKU NGAWUR JIKA BERDEBAT DENGAN AGAMA DAJJAL. RAFIDHAH= PEMBOHONG,

    Saya setuju sekali kalau anda ngawur, tulisan saya ini soal perbedaan Islam Sunni dan Islam Syiah yang keduanya adalah Islam. Sayangnya anda komen ngawur gak jelas soal agama aneh Dajjal
    Lagipula kapan anda berdebat di tulisan ini, anda Maaf cuma cuap-cuap saja yang berkesan menghina. Saya lihat ada beberapa orang yang mengajak anda diskusi baik-baik tetapi anda tidak menanggapi.
    Nah kalau anda bersedia, saya ingin mengajak anda berdiskusi baik-baik soal tulisan ini. Silakan :)

  111. @sejatilk

    minta maaf aku kira anda rafidhah.

    Saya maafkan Mas :)

    UNTUK SEMUA TAHU; YG PUNYA TUJUAN KUASAI MEKAH DAN MADINAH TIADA LAIN HANYALAH RAFIDAH.

    wah saya gak tahu ini, Rafidah yang anda katakan itu siapa sih?kok serem amat

    kalau rafidah jujur pasti dia jawab : benar,
    tapi ini adalah rahasia agama nya yakan?

    ngawur lagi akukan?

    Kayaknya iya deh Mas ngawur, siapalah yang bisa jawab pertanyaan itu? kalau ternyata memang nggak ada orangnya

  112. @sejatilk
    Sungguh indah sekali perkataan Anda. Lebih indah lagi kalau ucapan Anda itu digunakan untuk berdiskusi secara ilmiah di sini.

    monggo…silakan…sok atuh…

  113. @ressay
    Menurut saya, itu tidak indah lho :mrgreen:

  114. @ressay
    Terkadang lukisan yang beraliran real itu tidak selalu indah. Terkadang lukisan abstrak itu lebih indah.

    Untuk kali ini, komentar abstrak dari sejatilk aku nilai sebagai komentar indah.

  115. Assalamualaikum…
    sy mempunyai kemusykilan berkenaan dengan fahaman syih. sy pernah membaca satu buku bertajuk kitab sulaim yang mana kandungannya amat membela dan mengagungkan Ali . Tetapi yang menjadi persoalannya Saidina Abu Bakar dan Umar seolah-olah seperti orang yang amat membenci saidina Ali dan di dalam buku tersebut juga ada menceritakan bahawa saidina Abu Bakar pernah memerintahkan Khalid Al-Walid untuk membunuh Saidina Ali. Sy menjadi bertambah keliru dengan syiah dan sunni apabila membaca buku tersebut. Kalau ada sesiapa yang dapat membantu merungkaikan masalah sy, amt berterima kasih dan emailkan ke email sy psakmal@yahoo.com

  116. @akmalz
    Saya rasa buku yg anda baca merupakan provokasi utk menciptakan permushan antara mereka yg menyitai Abubakar dan Umar dan mereka yg mecintai Ali. Sebab dlm sejarah mereka klu menghadapi kesulitan ttg agama selalu meminta bantuan Imam Ali. Jd utk sdr akmalz saya anjurkan hati2 membaca buku2 apalagi terbitan sekarang. Kira2 drmikian saran saya

  117. @ressay
    he he he kita beda pendapat ya akhi :)

    @akmalz
    wah begitu ya, untuk masalah ini mungkin Mas bisa tanya sama saudara Syiah saja, karena kayaknya mereka lebih tahu literatur yang Mas sebutkan, terimakasih komennya
    Salam

    @aburahat
    hmmm begitu ya, kalau saya sih nggak tahu :)

  118. syiah memang juga umat islam tapi jika mereka tak mengakui bahwa abu bakar,umardan usman sebagai khalifah menurut saya itu sudah menyalahi sunnah rasul

  119. @zubaili
    Saya kira teman-teman syiah mengakui kok mas bahwa ke-3 org itu khalifah :) Emang kenyataanya begitu.
    Kalau ngga mengakui mah bukan menyalahi sunnah rasul, tapi menyalahi sunnatullah :mrgreen:

  120. @zubali
    Saya memberikan penjelasan tambahan. Syiah berarti golongan/pengikut Jd Syiah Immamyah adalah pengikut 12 Imam notabene pencinta Ahlulbait. Imam I yaitu Imam Ali ra setelah 6 baru memberikan baiatnya pada khalifah Abubaka demi menjaga keutuhan agama Islam. Jd para Imam sesudh Imam Ali hrs mencontohi perbuatan Imam I. Dan Syiah Immamyah tdk pernah mecela 3 khalifah itu. Terkecuali perbuatan mereka. Sdgkan Jabatan Khalifah tdk dipersoalkan. Krn mereka tdk gila kekuasaan dunia

  121. @ zulbaili

    syiah memang juga umat islam tapi jika mereka tak mengakui bahwa abu bakar,umardan usman sebagai khalifah menurut saya itu sudah menyalahi sunnah rasul

    Mahzab sampean apa sih, kalau Sunni maka Sunah Rasulnya adalah tidak ada khalifah yang ditunjuk sepeninggal Nabi SAW. Jadi mengingkari ketiga khalifah itu mana bisa disebut menyalahi Sunnah Rasul, lah memang ketiganya nggak ditunjuk toh, sah-sah aja lagi. Ngaca dong :mrgreen:

  122. Bung SP yang baik,

    Jika suatu saat Anda dapat membuat tulisan, “Telaah Persamaan antara Sunni dan Syi’ah,” saya akan sangat mengapresiasnyai. Saya yakin apabila saling menghujat antar mazhab atau organisasi Islam bisa dihapuskan, persatuan muslim bisa diwujudkan. Saya percaya dengan keilmuan Anda :)

    Soalnya, umat Islam suka disibukkan dengan PR orang lain yang ditiup dari pihak luar. Coba deh isu Ahmadiyah, Film Fitna, gambar karikatur Rasulullah SAWW, dsb.

    Negara Islam yang baru bisa “memberikan PR” buat pihak luar adalah Iran, saat Ahmadinejad mengatakan “Negara Israel harus Dihapuskan dari Peta Dunia” he3x…

    Namun demikian, saya memberikan apresiasi terhadap tulisan Anda. Sebab persatuan takkan mungkin diwujudkan tanpa memahami perbedaan yang ada. Semoga arah ke depannya kepada persatuan umat muslim.

    Sekali lagi, syukran, yaa akhi.

  123. @Bara
    “jawab saya
    ini jawaban yang konyol, disuruh milih diantara pilihan yang sebenarnya benar semua, tidak ada yang salah.
    contoh nyata
    kamu membunuh seseorang karena istrimu diganggu, siapa yang salah kamu apa orang yang dibunuh, sedangkan waktu itu tidak ada saksi bahwa istrimu benar benar diganggu …………..
    trus saya mo bilang apa, wong memang itu kenyataannya. klo memang semua benar,
    lah emang hadistnya bilang begitu, masak palsu haditsnya, trus apa dong penilaian Nabi terhadap sahabat Abubakar yang pernah diberi gelar Asyidik karena membenarkan Nabi pada saat peristiwa Isra’ Mi’raj, padahal banyak orang yang mengatakan gila kepada Nabi. klo ternyata dikemudian hari Sahabat abukakar ternyata pembuat hadist palsu. wa ha ha ha ha ha ha sunni tapi gak ngerti sejarah bingung aku jadinya”

    ———————-
    Terlihat bahwa Anda tidak menguasai Manthiq (ilmu logika). “Dua hal yang kontradiktif tidak mungkin mempunyai kebenaran yang sama,” ini salah satu prinspinya. Antara Tuhan satu dengan Tuhan lebih dari satu, apakah keduanya sama2 benar? Jelas tidak. Kita harus memilih salah satu.

    Kalau dari contoh yang Anda gunakan, dua isu yang bisa diangkat adalah:
    Pertama, “Membunuh pengganggu istri” dengan “tidak membunuh pengganggu istri”;

    Kedua, “mengganggu istri orang lain” dengan “tidak mengganggu istri orang lain”.

    Jawabannya jelas, untuk yang pertama “tidak membunuh pengganggu istri” adalah benar. Sementara yang kedua, tidak mengganggu istri orang lain adalah benar. Logika yang Anda gunakan sangat salah, membandingkan antara “membunuh pembunuh istri” dengan “mengganggu istri”. Keduanya sama-sama salah, jadi tidak kontradiktif. Kalau begitu, tidak bisa dipilih mana yang beanr atau mana yang salah.

    Dengan akal sehat di atas pun kita tahu, apakah memilih Imam Ali ataukan Aisyah dalam Perang Shiffin. Akal digunakan untuk menilai sejarah, Bung!

  124. klo menurut saya Syiah dan Ahlulsunnah kok sama2 ada kekurangannya.terus gimana?Padahal klo menurut saya gimana klo qtq rmskan sendiri aja konsepsi pemakaian sunnah yg seharusx dan sesuai konteks

  125. Teman, klo da informasi lagi tolong di up date kan sama2 belajar.peace

  126. @zulbaili
    saya tidak tahu Mas kalau kekhalifahan Abu Bakar RA, Umar RA dan Usman RA itu berdasarkan Sunnah Rasulullah SAW :mrgreen:

    @armand
    wah begitu ya :P

    @abu rahat
    *menyimak*

    @almirza
    nah Mas saya sependapat itu :)
    *tumben sependapat*

    @doonukuneke
    hmm Persamaan Sunni dan Syiah, ya itu kan Mas sama-sama Islam :mrgreen:
    *ntarlah ya*

    @Rani

    klo menurut saya Syiah dan Ahlulsunnah kok sama2 ada kekurangannya.terus gimana?Padahal klo menurut saya gimana klo qtq rmskan sendiri aja konsepsi pemakaian sunnah yg seharusx dan sesuai konteks

    Teman saya pernah bilang, Jangan terjebak dengan polarisasi Sunnah dan Syiah. Ambil saja yang benar dan tinggalkan yang meragukan
    Insya Allah diupdate
    Salam kenal

  127. @second

    anda benar2 polos bahkan aku anggap orang baru lahir ,kalo anda masih saja tidak tahu.

    kecuali kalau anda syiah baru aku ngerti, mungkin anda pakai TAQIYAH.

    anda harus benar2 memilih salah satu antara syiah dan sunni(SALAFI). mungkin anda dari muhamadiyah atau NU.

    @al mirza(syi’i)

    aku mohon kejujuran anda sekali aja!
    pertanyaan;

    NEGARA IRAN menyatakan kepada media BAHWA AKAN MELAWAN ISRAIL DAN AMERIKA.

    SEDANGKAN DI IRAN ,ORANG ISRAIL BEBAS KELUAR MASUK IRAN.

    ADA APA??????????????????????

    @BAGI YANG BUKAN SYIAH ATAU 4 MAZHAB.

    IMAM2 KITA(MALIK, SHAFI’I DLL) MELARANG BERBICARA DENGAN MEREKA. WALAUPUN BERCANDA .

    ANDA HARUS INGAT DISEKELILING SAUDI ARABIA MUSUH SEMUA.

    MAKANYA AKU MOHON JANGAN POLOS LAGI. MUNGKIN DISINI ADA YANG PESANTREN ,INTELEKTUAL, SARJANA PUNYA PANGKAT,DLL

    JANGAN JADI INTELEKTUAL TAPI BEGO, DUNGU.
    BODOH TOLOL LAGI.

  128. KEPADA SYIAH

    SEKALI LAGI AKU PRIBADI MAU TANYA . KAPAN ANDA MENYERANG MAKKAH DAN MADINAH.

    SECONDPRICE TAK USAH JAWABLAH , AKU MAKLUM . MUDAH2AN NGAWURKU INI BIKIN ENAK TIDUR

  129. KEPADA SEMUA IHWAN YANG BUKAN SYIAH.

    PESANKU;

    JANGAN BERPAHAM IHWANUL MUSLIMIN. ANDA AKAN DITARIK KE SYIAH KARENA KE POLOSAN ANDA

    ANDA HARUS MEMISAHKAN ANTARA SUNNI DAN SYIAH. WASSALAM

  130. @sejatilk
    Anda memaki orang bodoh. Anda mempromosi mazhab anda. Dan nda anda bodoh sehingga jawaban anda ngawur begitu juga cara propaganda anda. Anda katakan IMAM2 KITA(MALIK, SHAFI’I DLL) MELARANG BERBICARA DENGAN MEREKA. WALAUPUN BERCANDA . Klu kata2 anda ini benar maka mereka para Imam tsb keluar dari Sunnah Rasul. Karena Rasul pernah berbicara dg orang Yahudi dan pernah membantu dan pernah memasukan mereka Islam

  131. @sejatilk

    aku mohon kejujuran anda sekali aja!
    pertanyaan;,/blockquote>
    Alhamdulillah saya dari awal sudah jujur, justru saya mengharap sampean sekali saja komen yang jujur :mrgreen:

    NEGARA IRAN menyatakan kepada media BAHWA AKAN MELAWAN ISRAIL DAN AMERIKA.

    SEDANGKAN DI IRAN ,ORANG ISRAIL BEBAS KELUAR MASUK IRAN.
    Jangan sembarangan sampean, asal menuduh ya bisa aja :lol: , lagipula kalau orang Israil mau bertamu ke iran, yah sebagai tuan rumah yang baik gak ada salahnya dijamu toh

    ADA APA??????????????????????

    Ada orang yang ngawurnya gak ketulungan :lol:

  132. @doonukuneke

    Sudah ada bukunya karya Quraish Shihab yang mengupas persamaan Sunni dan Syiah. Bertajuk “Sunni-Syi’ah Mungkinkah Bergandengan Tangan”….

  133. sayangnya, cuman pada baca Qur’an saja itu pun Qur’an yang terbuat dari kertas yang sama dengan kertas koran.

    Cobalah menyentuh sedikit saja pembahasan tentang logika, insya Allah ndak perlu tuh komentar-komentar yang sebenarnya ndak mutu.

  134. @sejati lk

    anda benar2 polos bahkan aku anggap orang baru lahir ,kalo anda masih saja tidak tahu.

    Terimakasih atas pujiannya :)

    kecuali kalau anda syiah baru aku ngerti, mungkin anda pakai TAQIYAH.

    Patut disayangkan tuduhan Mas ini, :(

    anda harus benar2 memilih salah satu antara syiah dan sunni(SALAFI). mungkin anda dari muhamadiyah atau NU.

    Saya seorang Pencari Kebenaran dan akan mengambil kebenaran dari manapun itu

    oh iya seperti kata Mas, saya tidak akan menanggapi semua komentar ngawur Mas
    Salam

    @aburahat
    sabar aja Mas, nyantai aja :)

    @almirza
    dia udah ngaku lho kalau memang ngawur :)

    @Mbak hilda
    he he he promosi nih

    @ressay
    Gapapalah Mas, komentar bermutu sih bagus tapi kalau nggak bisa ya mau gimana lagi, kan gak bisa dipaksa. Jangan paksakan sesuatu yang berada di luar kemampuan :mrgreen:

  135. @SP
    Selamat ketemu lagi mas. Mau tanya kemana aja. Tp nda jadi masa mau cari tau urusan pribadi orang? Memang harus banyak sabar menghadapi orang2 demikian mas

  136. @sejatilk

    SEKALI LAGI AKU PRIBADI MAU TANYA . KAPAN ANDA MENYERANG MAKKAH DAN MADINAH.

    Saya jamin SP tdk akan menyerang Makkah & Madinah.
    Tapi kalau mas sejatik sangat concern dg siapa yg menyerang kedua kota suci tsb, mk mas sejatik bs menuntut Yazid b Muawiyah yg telah dg arogannya menyerang Makkah & Madinah, atau mas sejatik akan berikan alasan dan pembelaan bhw yg dilakukan Yazid adalah sah2 saja krn beliau pujaan hati salafy?.

  137. Hidup Abdullah bin Baz
    second price bukan Syiah tapi Rafidhah, kayak dia hidup jaman itu, orang rafidhah ngeku beriman sama Imam Ali as dan keturunannya aneh-nya Hasan-husein sampe Imam Zaid tinggal nya di madinah kok bisa yach, sampe ada dari mereka megatakan disalah satu blognya yh disamping Makam Nabi Bukan Syadina Abu bakr dan Syadina Umar, kenapa Imam Zaid gk protes yach waktu itu, mereka ngaku pecinta Ahlul bait, tapi isteri nabi yang lain dianggap sampah disamakan seperti Isteri nabi Luth as dan Lucunya apakah Nabi gk tau sampe2 Nabi menikahkan kedua puterinya Sama Syadina Utsman, Om Rafidhah ada bedanya antara mengkritik dan Menghujatm apa yang dilakukan Oleh Muawiyah gk ada hubungan ama Abu bakr dan Umar, mereka mengatakn cinta Ahlul bait tapi mereka memfitnah Ahlull bait, Ali as gk protes waktu sahabat yang tiga jadi Khalifah, kenapa kalian harus protes, inilah yang dinamakan Pihak ketiga, orang yang memadu kasih mereka yang repot

  138. Hidup Abdullah bin Baz?? Bukannya dia udah meninggal mas? abdullah bin baz bilang ngga boleh ngagungin manusia..Bid’ah…

    Mas Maliq, silahkan baca hadist mubahalah, hadist mantel, dll yang menjelaskan soal siapa itu “Ahlul Bayt”, dan kenapa istri2 nabi tidak termasuk..

    Salah seorang guru saya waktu kuliah mengatakan sesuatu, dan ini terngiang di telinga saya sampai detik ini:
    “Bila kamu menemukan suatu postulat yang memiliki kejanggalan atau pertentangan, maka pelajarilah postulat tersebut dari kedua sisi, baik yang pro maupun yang kontra. Tanyalah dan cari bukti otentik dari pihak yang memahami permasalahan tersebut, baik dari pihak yg pro maupun pihak yang kontra. Dari situ, gunakanlah rasionalitas dan bukti yang kuat untuk menarik benang merah dan mengambil kesimpulan yang hakiki, sehingga semua postulat dan keputusan akhir serta pendapat pribadi kita bisa dipertanggungjawabkan”

    Kalo saya pribadi, hint-nya: “Kenalilah seseorang dari keluarga-nya, karena keluarga mengenal orang tersebut lebih baik dari pihak luar”

    Setuju atau ngga setuju silahkan, ngga ada larangan.
    Asal jangan ngehujat, nge-begoin orang, apalagi KKK – “Kafar, Kafir, Kufur”-in orang lain.

    Buktiin kalo kita bangsa yang beradab, mau ambil contoh baik dari Nabi silahkan, atau punya referensi sendiri seperti mursyid-nya, suhu-nya, terserah.

    Syukran wa afwan.

  139. @maliq
    Aneh pertanyaan anda. Anda bertanya mengapa Imam Zaid tdk protes. Anda tau siapa waktu itu Penguasa Madinah ?
    Kemudian pernyataan anda bahwa Ahlulbait menganggap isteri2 Nabi SAMPAH. Siapa mengatakan demikian? Buktikan dong.
    Kemudian anda katakan: Apakah Nabi tdk tau sehingga mengawinkan anak Nabi dgn Utsman. Kapan Nabi mengawinkan dgn Utsman. Sesdh atau sblm menjadi Khalifah? Pikir dong baru ngomong jgn hanya asal bunyi aja. wasalam

  140. Bismillahi ta’ala
    Allahumma shalli ala Muhammad wa ali Muhammad
    @oky
    saya setuju buat oky, tambahan dari saya kata guru saya “dalam menelaah, menganalisa atawa mempelajari sesuatu hal apalagi agama, hati kita harus netral (kalau perlu anggap saja kita ini atheis sekalian) tidak ad pro ini dan itu, dan memungkinkan hasil yang kita capai itu sangat obyektif” tidak menuruti nafsu….kayak itu tuh saudara2 kita yg sering menggunakan kata2 bodoh, jail etc etc…pppuuuaaahhhh

    @sp
    mas second….Allah beserta kita mas….maju terus

  141. mas sp….usul nih…kalau mas sp dicap syiah….iya kan saja, biar urusannya beres, Saya gak takut dibilang syiah, toh Allah hakim seadil-adilnya, yang penting kita (lo aj kalee gw enggak..) tak pantang surut untuk mencari kebenaran itu…hail !!

  142. @sejatilk,

    KEPADA SYIAH

    SEKALI LAGI AKU PRIBADI MAU TANYA . KAPAN ANDA MENYERANG MAKKAH DAN MADINAH.

    bos !! dapet berita dari mane ?? kok gua kagak tau, di tipi kagak ade ?? ngaco kali lu yaaaa…..jangan asal ngejeplaxx dong…….eloh tooooh jangan ngumbar napsu looohhh ajeh yeh, ingat hargai dan hormati orang yang berbeda dengan hhllooohhh, jangan sekali-kali memaksakan paham yang hllooohh yakini ke orang lain, setiap orang bebas memilih, terserah mao neraka atao sorga yang pasti Allah adalah hakim yang seadil-adilnya, mangnye ukuran iman seseorang itu hhllloooh yang menilai, sori broooo itu hak “hak “-nya Allah.
    Tak kenal maka tak sayang. eloooh harus mengenal syiah dulu itu apa, jauhkan dulu madzhab yang eloohh pake, jadikan hati kita netral dalam menyelami, mengenali sesuatu, mau kenal syiah tapi hhlloooh dah nafsu dulu. Kalo mau tau syiah, masuk dulu ke syiah, kenali ajarannya, akhlak orang-orangnya, pemikirannya, cara pandangnya dsb etc wtc , baru hhhlllooooh komentar dehhh. JANGAN SUKA men-SESATKAN orang lah, belum tentu ente akhlaknya beresssss……….XXXXXX

  143. @Sejatik
    Sekali lagi aku mau nanya, anda denger itu darimana?
    Jangan suka berprasangka ah kalo tidak ada bukti otentik.

    Bisa dilihat tulisan bung secondprince, setau saya dia sedang menulis soal ‘penelaahan sunni-syiah’ yang berasal dari akar sejarah (hadist).

    Maaf, omongan anda soal “penyerangan” berhubungan dengan konteks masa depan karena dalam sejarah belum pernah ada cerita orang – orang Syiah menyerang Makkah dan Madinah.

    Dari sini ucapan anda sudah keluar dari konteks “penelaahan sunni-syiah” dan itu tidak memiliki argumentatif yang ilmiah (ya susah, wong lagi ngomongin apa, argumen-nya apa)

    Ini beda-nya masa depan dengan masa lalu mas, masa depan tidak bisa dianalisa atau dipastikan. Mau sampe pusing 7 keliling, kita berdebat soal masa depan, tidak ada dari kita yang bisa memastikan-nya, kecuali Allah SWT dan dari kabar2 yang diberitakan oleh Muhammad saww soal masa depan (kapan-nya itu terjadi pun hanya Allah SWT yang tau dan orang – orang yang dikehendakiNYA).

    Sedangkan masa lalu bisa dianalisa dan dibuktikan dengan bukti-bukti yang ada baik bukti catatan sejarah, purbakala, benda – benda peninggalan, dsb.

    Gini deh, Seandainya-pun itu terjadi di masa yang akan datang(dalam skenario Allah, dan itu adalah Rahasia Allah SWT), maka siapakah tangan – tangan jahil selanjutnya, demi Allah saya tidak bisa dan tidak mampu memastikan siapa mereka dengan cara menunjuk langsung apakah itu orang – orang syiah, sunni, wahabi – salafy, atau dari luar Islam seperti yang antum lakukan, karena menurut saya, saya tidak didalam posisi untuk menunjuk dan memastikan bahwa itu si A, atau si B, atau si C.

    Kalaupun saya tidak setuju dengan pemikiran beberapa mazhab Islam, itu tidak perlu diakhiri dengan sebuah tuduhan (apalagi kalo ngga paham paham amat, trus nuduh)

    Mas percaya akan kesucian kota Makkah dan Madinah? Kalo mas percaya, percayalah Allah SWT akan selalu melindungi kedua kota suci tersebut dari “tangan – tangan jahil”*.

    Mas ngga usah khawatir. Kalau mas yakin Allah SWT punya kekuatan yang luar biasa, inget ngga kejadian Abrahah? Bahkan Allah SWT langsung melindungi baitullah dengan turunnya burung – burung ababil yang memusnahkan mereka.

    *Tangan2 jahil ini bisa siapapun, karena orang-orang jahil ADA di semua kalangan baik sunni, syiah, wahabi – salafy, non-muslim dsb (tidak ada penuduhan ya disini).

  144. Maaf, ada yang salah di tulisan saya diatas. Maksud saya “Masa depan hanya bisa dianalisa (prediksi), tapi tidak bisa dipastikan”.

    Kalo bisa dipastikan, saya mau nanya besok index saham naik apa turun, saat jual atau beli? tapi analis2 saham bilangnya “Kemungkinan index akan….”

    Mungkin mas sejatik yang bisa memastikan masa depan, daripada ribut soal nanti syiah pasti akan nyerang makkah madinah, minta tolong pastikan besok index saham brapa, saham Astra brapa harganya, naek apa turun..Nanti mas saya kasih komisi, kita kaya’ bareng…

    Afwan Afwan..

  145. @oky
    mas sekalian aja minta peruntungan buat masa depan, ntar aku ikut nebeng he…he….

  146. @Abu Syahzanan
    Iya betul mas,

    Kalo ada realisasinya, Saya senang, Mas Abu Syahzanan senang, Mas Sejatik senang..Semua senang…

    Tapi kalo jadi, kita harus bagi2 komisi ke bung SP nih kayaknya, kita khan nebeng blog beliau buat ngobrolin peruntungan..heheheh

    Hehehe….enak-nya sebuah diskusi diakhirin sama obrolan warung kopi..yang bikin sama – sama senang.

  147. Link Bagus buat yg doyan KKK:

    Belom tergerak juga hati-nya? Semoga hati anda diliputi kedamaian, saudara…

  148. @abu sahzanan

    dengan hormat, emang aku akhlak nya gak beres. setelah aku sedikit tau apa itu syiah? alhamdulillah aku ingin memperbaiki diri dengan tauhid yg bersih.

    aku tidak terpengaruh oleh berita media.
    hari ini aku angkat satu pertanyaan ilmiah

    AL AQSA adalah mesjid yg di bangun pertama di palestina. KHALIFAH UMAR sembahyang di tempat itu, maka dibangunkan masjid itu. singkat nya seprti itu.

    pertanyaan;

    BAGAIMANA MUNGKIN ANDA MAU MELINDUNGI AL AQSA SEDANGKAN ALAQSA TIDAK BISA DI PISAHKAN DARI KEBESARAN UMAR.

    @OKY
    PERTANYAAN SAMA.

    @SP
    PERTANYAAN SAMA

    MOHON DI JAWAB, KARENA INI BARU TERJADI. BUKAN MASA DEPAN. BUKAN PULA KA.RBALA.

    AKU PIKIR PASTI ADA JAWABAN NYA

  149. aku punya 2 penyelesaian buat masalah sunni syiah,

    1.PISAHKAN

    2.pisahkan

  150. @truthseeker

    mudah2an ISA ALMASIH cepat datang. untuk memutuskan masalah yg rumit tsb sprti karbala. karena secara logika dan psikologi secara mendasar
    perilaku peringatan tsb bukan KECINTAAN tapi PENYESALAN.
    ini yg aku sedang pelajari.

    dan jangan sangka kami tidak cinta pada al_kisa(ahlul bait)

    sebagaimana sangkaan orang kristen bahwa kami tidak cinta almasih

  151. Pd waktu pemerintahan Soekarno dibangun Gelora Bung Karno
    Pertanyaannya:
    BAGAIMANA ANDA MAU MELINDUNGI GELORA BUNG KARNO (JAMAN PAK HARTO) SEDANGKAN GELORA BUNG KARNO TDK BISA DIPISAHKAN DARI KEBESARAN BUNG KARNO

    MOHON DIJAWAB INI BUKAN MASA DEPAN BUKAN PULA LUBANG BUAYA
    jngan disangka kami tdk cinta DWI TUNGGAL, tapi kami selalu mendiskritkan mereka

  152. @sejati lk

    Kejelasan seperti apa yg butuh menunggu Nabi Isa?
    Apakah kejelasan sebagaimana kaum Yahudi menunggu Nabi akhir jaman, yg ktk datang malah dimusuhi?

    Kesedihan atas penganiyayaan atas org2 yg kita cintai pastinya memunculkan kesedihan/kedukaan yg mendalam. Rasulullah meneteskan air mata dg mengetahui bhw cucu tersayangnya dan keturunan beliau dan pengikutakanya dibantai oleh mrk yg jg mengaku islam. Apakah salah jika mrk yg mencintai bersedih sebagaimana sedihnya Rasulullah dan Sayiddah Fathimah?
    Apakah patut kita mengaku mencintai as-syahid Husein namun kita mencela mrk yg bersedih atas dianiayanya beliau?
    Lidah tak bertulang.. :mrgreen:

  153. @sejati
    alhamdulillah aku ingin memperbaiki diri dengan tauhid yg bersih.

    Sekalian mas sama perbaiki akhlak kita (kita ??? hhlllooo aje kali gw gak…) biar tiidak gampang mensesatkan orang, sebab akhlak itu yang utama, kita contoh akhlak Rasulullah yang tidak gampang memerangi orang kecuali orang yang jelas memerangi islam.

    setelah aku sedikit tau apa itu syiah?

    Yaaah hanya karena tau sedikit itulah kelemahan anda saudaraku, coba anda terus pelajari apa itu syiah, saya harap Allah benar2 membuka pintu hati anda. Tidak usahlah berharap anda pindah madzhab, tapi setidaknya anda bisa menjaga ukhuwah islamiyah tanpa harus memperlebar kebencian anda terhadap syiah dan menghormati sesama muslim. Hail !!

  154. @sejati
    aku punya 2 penyelesaian buat masalah sunni syiah,
    1.PISAHKAN
    2.pisahkan

    Syiah bersyahadat (2 syahadat; asyhadualla ilaha Illallah wa asyhadu anna Muhammadarrasulullah), Shalat 5 waktu, puasa, zakat, melaksanakan haji, apa yang yang harus dipisahkan bang ???? Hanya karena masalah fiqih ? masalah karbala ? masalah mut’ah? masalah takiah? masalah ini…masalah itu…? Subhanallah, mengapa anda harus menolak satu (syiah) sedangkan anda menerima 4 (syafi’i, hanbali, maliki, hanafi) yang nyatanya juga ada perbedaan ???? Sedangkan salah satu yang 4 ini belajar kepada imam Ja’far (syiah/ahlul bayt), Dan yang satu (syiah) telah ada sebelum yang 4 ini.Allahu akbar !!!!! Marilah saudaraku bergandengan tangan, banyak permasalahan yang harus dihadapi selain sekedar menebar FITNAH (bukan saya menuduh anda memfitnah) dan BENCI………..yuk mariii…HAIL !!!!

  155. @sejati
    aku punya 2 penyelesaian buat masalah sunni syiah,
    1.PISAHKAN
    2.pisahkan

    Mas aku tambahin mungkin sekedar buat pengetahuan bua t anda ( kalau udah tau sukur deh…!!!) Madzhab Hanafi nama aslinya Nu’man bin Tsabit, beliau lahir pada tahun 80 Hijrah, beliau belajar kepada Imam Ja’far Shadiq as (Imam syiah/ahlul Bayt) selama dua tahun di Madinah. Ucapannya yang terkenal beliau, “Kalaulah tidak ada dua tahun itu maka celaka lah Nu’man.”

    Madzhab Maliki nama aslinya Malik bin Anas bin Malik, dilahirkan pada tahun 93 Hijrah, Maliki bersahabat dan belajar dengan Imam Ja’far ash-Shadiq as,

    Madhab Syafi’i nama aslinya Abu Abdillah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Usman bin Syafi’. Dia dilahirkan pada tahun 150 Hijrah, Syafi’i belajar kepada Sufyan bin Uyaynah, salah seorang murid Imam Ja’far ash-Shadiq as. Syafi’i juga belajar kepada Malik bin Anas di Madinah. Imam Syafi’i pernah dituduh sebagai syiah

    Madzhab Hanbali nama aslinya adalah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal dia berguru kepada Syafi’i;

    Nah silahkan anda menyikapinya…..mungkin anda mau belajar sejarah ?????…….wallahu alam, HAIL

  156. @Sejati_ik
    Lho ini lebih ngga nyambung lagi dengan diskusinya diatas.

    Sama2 belajar ya Mas. Silahkan mas merujuk ke buku “Rahasia di balik penggalian Al Aqsa”, karya Abu Aiman. Buku ini bukan buku Syiah, bukan buku wahabi, bukan buku sunni. Ini general, bahkan didalamnya juga membawa fakta sejarah, termasuk ayat – ayat dalam Al kitab.

    Di dalamnya bisa dilihat, bahwa Abu Aiman secara menarik menulis:

    “Bangunan manakah yang disebut sebagai Masjid Al Aqsa? Apakah bangunan itu Qubbah as -Sakhra, ataukah justru sebuah mesjid yang saat ini dikenal dengan nama masjid al Aqsha, yang letaknya disudut tebing barat daya, agak ke selatan? Atau, apakah mungkin sebutan masjid al-Aqsha di dalam qur’an merujuk kepada seluruh pelataran yang mewadahi seluruh bangunan diatasnya?”

    Beliau Abu Aiman juga menulis:
    Menurut Sumber dari Thabari, ketika Umar bertanya kepada Ka’ab, “Menurut pendapat anda dimana sebaiknya kita mendirikan Mushalah?” Kaab pun menjawab, “Menghadap ke Batu itu (tempat rasulullah bermi’raj ke langit)”, tetapi kata Umar, “Ka’ab anda sudah meniru ajaran Yahudi. saya sudah melihat anda dan cara anda membuka alas kaki. Tidak! Kita akan membuat kiblat itu di bagian depan seperti yang dilakukkah rasulullah saww, kiblat masjid kita(semuanya) berada di depan. Kita tidak diperintahkan menghadap ke batu, tetapi perintah itu menghadap ke Ka’bah.” Setelah itu khalifah umar mendirikan masjid di bagian depannya yang menghadap ke Ka’bah saja, dan bukan menghada ke Batu Nabi Yakub as, tetapi membelakanginya.(Hal 68)

    Riwayat ini berkaitan dengan pembagunan sebuah Mushala mas..berarti Mushala yang baru didirikan pada zaman khalifah Umar yang tentunya pembangunannya SETELAH peristiwa Isra Miraj.

    Jadi bisa dipastikan Masjid Al Aqsha yang di dalam Qur’an memang tidak merujuk kepada sebuah bangunan “masjid” yang letaknya di sisi selatan Haram as-Syarif- karena bangunan itu sebenarnya adalah masjid umar- yang mana sekitar tahun 710 atau tahun 711 masehi, namanya diubah oleh al-Walid, putra Abdul Malik bin Marwan menjadi Masjid Al Aqsha. (Hal 124)

    Masjid Al Aqsha yang dirujuk dalam Quran memanglah bait Allah yang dasar – dasarnya pernah didirikan oleh nabi Daud di kota yerussalem, lalu pembangunan fisiknya dilanjutkan oleh putranya nabi Sulaiman as.

    Masjid dalam bahasa arab berarti tempat sujud, dan tidak harus merujuk kepada sebuah bangunan Masjid. (Hal 125)

    Semua pihak sangat sepakat mas, khalifah umar memang membangun sebuah masjid di wilayah zion/yerussalem. Tetapi, hal ini sebenarnya menurut saya pribadi tidak ada hubungannya dengan keagungan Baitul Maqdis/Masjid Al Aqsa yang disebutkan di dalam Qur’an. Karena jelas, baitul maqdis sebagai tempat yang disebutkan di Qur’an sudah ada sebelum muslim menguasai kota Zion/Yerussalem..

    Saat kita melihat candi borobudur, kita mengenang dinasti syailendra, karena berkat mereka candi borbudur ada. Tapi siapa pemugar-nya, sudah tidak relevan dengan keagungan tempat itu sendiri..karena tempat itu sudah ada sebelum dipugar atau direstorasi..

    Pertanyaan mas lagi – lagi ngga nyambung. Lebih nyambung kalau pertanyaannya adalah:

    BAGAIMANA MUNGKIN ANDA MAU MELINDUNGI AL AQSA SEDANGKAN ALAQSA TIDAK BISA DI PISAHKAN DARI KEBESARAN DAUD DAN SULAIMAN AS?

    Jawabnya: 5 Mazhab mengakui mereka adalah Nabi – Nabi Allah yang memiliki jasa besar dalam menegakkan Agama Allah SWT.

    Jadi ngga ada masalah donk ya???

    Silahkan mas baca buku ini, kalo di Gramedia atau di Gunung Agung, katanya sih udah beberapa kali cetak ulang..

    Semoga menjawab pertanyaan mas..karena memang ada jawaban-nya mas..kalo masih penasaran, silahkan Mas beli buku-nya..Afwan

  157. tolong dong saya minta gambar dan penjelasan soal silsilah

    alawiyin al-imam husein dan al-imam hasan bin ali r.a

    thank’s klo dah dicantumkan permintaan saya

    asalamualaikum wr. wb.

  158. assalaamualaikum abu shahzanan;

    AKU INGIN BELAJAR WALAUPUN DARI SESUATU YG BERTENTANGAN SEPRTI ANDA, TAPI ADA SARAT2 AKU TERIMA AJARAN ANDA.

    aku adalah hamba allah
    swt yg paling durhaka menurut saya sendiri. dan ketika terdengar kabar bahwa orang islam di palestina di usir dan dibantai oleh kaum kafir. maka bangkit dihatiku, dan keluar airmataku.

    dan aku mencaci maki setiap orang islam yg anggap teroris ( apa2 yg menantang amerika) itu ga benar.
    ada keinginan ku ntuk jihad. tapi banyak tanggungan.
    keluarga

    maka, orang yg melarang jihad akan adu mulut denganku.

    aku selalu ingin tau masalah agama. DAN AKU SUKA BANDING KAN PERBEDAAN SYIAH , SUFI,
    SUNNI ATAU TEPATNYA SALAFI.

    dan juga membaca karya2 masa kini seprti harunyahya. irf. dr jakirnaik

    IRF condong ke salafi.
    HARUNYAHYA condong ke sufi
    walaupun ada perbedaan pendapat tapi aku anggap yg kembali kepada sunnah lebih aman.

    aku amat kritis apabila menerima sesuatu yg baru.

    tapi kritis tampa ada hawa nafsu.
    sedangkan ajaran syiah yg di utamakan adalah hawa nafsu.
    seperti rasa sedih . balas dendam. kecintaan berlebih.dll

    dan sampailah aku sekarang suka baca buku salafi. tentu saja melalui kritikan2 tajam untuk terima ajaran salafi.
    tentusaja antara salafi dgn sufi dll banyak perbedaan.
    orang islam yg lahir di sufi adalah banyak orang2 ikhlas tapi mudah di tipu.

    -salafi selalu berdebat melawan nasrani dan yahudi laknatullah
    -sufi menghindari perdebatan karena ITB(ikhlas tertipu bodoh)
    -
    syiah ga pernah dengar berdebat sama yahudi

    dan aku simpulkan aku bisa menerima syiah dengan sarat;

    1.kecurigaanku kepada keterlibatan iran atas kejadian2 selama ini, harus terbukti TIDAK TERLIBAT. maksudnya terlibat membantai sunni dengan argumen penyatuan islam.

    2. apabila aku udah melihat bahwa ALQURAN ASLI benar2 dibawa imam mahdimu(BUKAN DAJAL).

    3.apabila imam mahdimu sudah masuki makkah madinnah. melaksanakan RAJ’AH

    4. APABILA ISA AL MASIH BERPIHAK PADA ANDA. kalau orang syiah mirip yahudi seperti tuduhan sunni, kemungkinan besar tidak percaya sampai
    100% bahwa nabi isa akan datang.(kurang dari 100%)
    DLL

    aku tidak ada bahas masalah dari jaman nabi karena sudah jelas tidak bisa di satukan . kita omong yg dekat2 aja menurut masing2.OK!

    OYA 1+1=2
    TIDAK MUNGKIN MENJADI SATU.
    1+1=1 paling2 satunya di buang atau di bantai

    wassalam abu shahzanan mudah2an hati kita menyatu

  159. @OKY
    AKU NGERTI SOAL ITU DAN SEKARANG SUDAH JELASKAN? KALIAN DENGAN YAHUDI SAMA2 BENCI APA YG DIBANGUN ATAS NAMA UMAR, WALAUPUN MISALNYA TEMPATNYA AMAT JAUH DARI BAITUL MAQDIS.

  160. @SAUDARAKU SYIAH

    BERIKAN TEKS2 YG BIKIN AKU TERTARIK AMA SYIAH, WALAUPUN ANDA MENDATANGKAN HABIB ALIMU. DAN BAGAIMANAPUN HARUS LEWATI SARAT TSB TIATAS

  161. @Sejati_ik

    Sorry mas, anda sudah menuduh. Dari sini saya bisa melihat kontradiksi antara pribadi anda, dengan tulisan anda:

    “aku amat kritis apabila menerima sesuatu yg baru.
    tapi kritis tampa ada hawa nafsu”

    Ditulisan anda, terdapat Hawa Nafsu mas. Anda menuduh tanpa bukti. Kalo memang ngerti soal Al Aqsa, Ngapain nanya?

    Anda mau menghormati bangunan Al Aqsa yg disebutkan oleh Al Qur’an, atau Al Aqsa yang dibangun oleh Umar? Hasil akhirnya, saya serahkan ke sampean koq..gak ada pemaksaan..

    Maaf, anda bisa baca mas? Adakah tulisan saya yang mengatakan atau menganjurkan saya untuk membenci apa – apa yang dibangun oleh Umar?

    Sekali lagi saya tanya anda, Adakah tulisan saya yang mengatakan atau menganjurkan saya untuk membenci apa – apa yang dibangun oleh Umar?

    Sekali lagi saya tanya anda, Adakah tulisan saya yang mengatakan atau menganjurkan saya untuk membenci apa – apa yang dibangun oleh Umar?

    Di atas saya bilang, semua menyetujui, termasuk kaum syiah bahwa memang Umar membangun sebuah bangunan Masjid di wilayah Zion.

    Ditulisan saya diatas, saya hanya memaparkan sebuah fakta sejarah.

    Bahkan anda bisa buka encyclopedia brittania, wikipedia, atau encyclopedia milik kaum wahabi dimana secara garis besar, mereka semua menyetujui riwayat Thabari tersebut.

    Bisa saya tau referensi anda, sehingga anda menyebutkan orang syiah mendahulukan hawa nafsu? Nafsu seperti apa? Semua orang terlahir dengan nafsu, dan nafsu tidak ada hubungan-nya dengan sebuah ajaran ilahiah baik itu muslim, maupun non-muslim. Banyak muslim yang memiliki nafsu liar, dan banyak juga non – muslim yang lebih baik dalam mengontrol hawa nafsu dibanding orang muslim.

    Argumen anda ngga kuat mas..bahkan tuduhan anda juga merupakan suatu pengedepanan hawa nafsu anda sendiri. Lalu, apakah anda tidak melihat hal itu pada diri anda sendiri?

    Dikarenakan hawa nafsu anda sendiri yang membuat anda berputar – putar pada diri anda, saya sarankan SEBELUM ANDA MENUDUH orang lain, silahkan lihat diri anda sendiri. Saya pun masih banyak kekurangan, sehingga saya katakan, saya tidak dalam posisi menuduh, tapi ditulisan saya sebelumnya, saya hanya berusaha memaparkan sebuah fakta sejarah.

    Untuk itu, ada baiknya saya sudahi diskusi saya dengan anda, segala perbedaan merupakan rahmat Allah, semoga Allah memberikan yang terbaik bagi hambanya.

    Allahumma Shalli ala Muhammad, wa aali Muhammad.

  162. @Oky
    Mas sabar, masih bersyukur mas sejati mau mencoba untuk belajar syiah, mudah-mudahan, beliau mau menerima apa-apa yang diyakini syiah dan menghargainya.

  163. • sejati _lk, di/pada Juli 13th, 2008 pada 6:43 am Dikatakan:
    assalaamualaikum abu shahzanan;

    Waalaikum salam mas sejati, mudah2an mas sehat selalu….

    Sebelumnya saya mau kasih tau sama mas, bahwa saya bukan orang syiah, saya jg bukan orang suni, akan tetapi saya muslim yang mau menerima dan sedang belajar apapun dan dari manapun. Saya tau syiah itu bagaimana karena saya senang belajar dan TIDAK KELUAR DARI ISLAM, dan saya ambil banyak hikmah dari sana, dan saya tidak suka banyak orang memojokkan syiah hanya karena ketidak tahuannya, yang saya mau bahwa orang muslim itu saling bergandeng tangan. Kita janganlah mencontoh perilaku orang2 yg merasa benar WALAUPUN ITU DARI GURU KITA, USTADZ KITA, HABIB KITA DLL, DST, ETC, DSB.
    Saya dulu seperti anda, membenci syiah, JIL, Wahabi dll. Saya paling gampang mem-bi’dah kan, mengkafirkan, mensesatkan orang, teman, keluarga saya yang tidak sepaham dgn saya (karena saya seorang kader salah satu organisasi keagamaan terbesar ke-2 di RI ini). Hingga suatu waktu saya ditegur oleh adik saya, “Bang, lo gak ada hak untuk mengukur kualitas iman seseorang hanya lewat perbedaan ibadah (fiqh) atau lainnya. Inget bang, Allahlah yang akan menilai diri seseorang itu hanya dari takwanya. Emang abang tau takwanya orang-perorang diseluruh jagad ini” Ok, itu hanya cerita“batu loncatan” yang membuat saya tambah mencintai Islam. Hingga sekarang saya malah dicap SESAT.

    “TAPI ADA SARAT2 AKU TERIMA AJARAN ANDA.”

    Maaf mas ini bukan ajaran saya, saya gak punya ajaran. Tapi saya meyakini & menganut ajaran yang murni dari Rasulullah SAW. Yang murni itu menurut pandangan saya (bukan Islam yang dibawa/diajarkan oleh para sahabat……terserah menurut anda), saya gak tau menurut pandangan dari mas sejati, yah terserah mas, saya bukan/tidak ingin mempengaruhi mas. SAYA TIDAK PUNYA AJARAN APA-APA.

    “aku adalah hamba allah”

    Saya juga hamba Allah dan bukan hamba nafsu, ataupun hamba setan

    “orang yg melarang jihad akan adu mulut denganku. “

    Banyak arti dari jihad itu sendiri, namun bagi saya, jihad yang terbesar adalah jihad melawan diri (nafsu) saya sendiri, ketimbang jihad “dar-der-dor” perang, maaf itu bagi saya, terserah anda. Jihad sebagai tanggung jawab saya kepada Allah menghidupi keluarga saya, anak2 saya (saya memiliki 2 orang putri yang cantik2) Saya harus membesarkan dan mendidik agar kelak menjadi anak2 yang solehah, yang memiliki pemahaman Islam lebih baik dari saya serta membuat bangga orang tua. Itulah arti JIHAD TEBESAR YANG BERARTI BAGI HIDUP SAYA. Ketimbang mati konyol dan meninggalkan keluarga tercinta yang tak ternafkahi. (jangan komentar, itu terserah anda)

    “aku selalu ingin tau masalah agama. DAN AKU SUKA BANDING KAN PERBEDAAN SYIAH , SUFI,
    SUNNI ATAU TEPATNYA SALAFI.”

    Itu bagus. Saran saya kalau belajar masalah agama buang sektarian anda, madzhab anda, netralkan hati anda, buang kebencian anda dan yang utama BELAJARLAH DARI ORANG YANG TAU/ULAMANYA (ulama madzhab tersebut), jangan belajar dari ORANG YANG MEMBENCI MADZHAB tersebut, sebab kalau tidak, akan mendapat kan ilmu tidak sesuai dgn madzhab tsb, atawa kebencian seperti saya (dulu tuuuh) atau seperti anda sekarang ini yang kurang suka dengan syiah

    “aku amat kritis apabila menerima sesuatu yg baru. “

    Bagus dan itu perlu, anda jangan menelan begitu saja.
    “sedangkan ajaran syiah yg di utamakan adalah hawa nafsu, seperti rasa sedih, balas dendam. kecintaan berlebih.dll “
    Hawa nafsu ? bisa dijelaskan ?…….rasa sedih ? Ketika Rasulullah mendapat musibah, yaitu meninggalnya putra tercinta beliau, Rasulullah ditanya oleh sahabat, Ya Rasul mengapa anda menangis berlebihan ? jawab Rasul, ini adalah ungkapan rasa cinta yang mendalam, akan tetapi tak akan mengurangi rasa cintaku kepada Allah. (mas sp, bisa Bantu mengenai riwayat ini, karena saya kehilangan buku2 saya mengenai riwayat tsb) Nah apakah itu tidak boleh kita merasa sedih ? Anda tentunya pernah doong merasa sedih ? Balas Dendam ? yang mana tuh mas ? Kecintaan yang berlebihan ? Syiah sangat mencintai Rasulullah dan ahlul bayt nya (suni jg dooong….ya gak?) Gak salah dong, kita sangat mencintai mereka apa itu hal yg salah ? Apa ada yg aneh mas ? Boleh dijelaskan ?

    “orang islam yg lahir di sufi adalah banyak orang2 ikhlas tapi mudah di tipu.”

    Semua nya sampai sufi, salafi….. anda serang, Anda sebenarnya mau islam yg bagaimana ? Kalau saya cenderung islam yang indah, islam penuh kasih, islam yang rahmat bagi seluruh alam, bukan islam horror bin terror, ini-itu neraka, ini-itu kafir bla…bla…bla….

    “syiah ga pernah dengar berdebat sama yahudi”

    Mas, Imam Ridha’ AS pernah berkumpul dalam suatu perdebatan dengan orang Yahudi, Nasrani, Zoroasther, Katholik dan penganut keyakinan lain, coba baca kitab Bihâr al-Anwâr riwayatnya Hasan bin Muhammad al-Nufali. Nah apalagi sekarang mas, mungkin memang tidak terlalu terlihat, tapiiii apakah itu perlu ? “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 125)

    “dan aku simpulkan aku bisa menerima syiah dengan
    sarat;”

    Syarat ????? (God help us)……Orang2 syiah mungkin gak terlalu rugi jika anda tidak ikut paham syiah, maaf nih mas, apalagi anda harus pake sarat, memangnya syiah mo melamar anda ? memangnya anda itu siapa ? Maaf loh mas… Syiah/orang2 syiah tidak pernah memaksa untuk masuk atau meyakini paham mereka. Kalau anda pakai syarat, berarti keyakinan yang sekarang anda pahami itu sudah menerima syarat yg anda ajukan, sehingga secara gampangnya “keyakinan” itu menerima anda beserta syarat anda ?

    “aku tidak ada bahas masalah dari jaman nabi karena sudah jelas tidak bisa di satukan . kita omong yg dekat2 aja menurut masing2.OK!”

    Saya rasa semua madzhab itu banyak sekali persamaan, kenapa kita harus pusing2 meributkan yang beda ?

    “OYA 1+1=2 TIDAK MUNGKIN MENJADI SATU. 1+1=1 paling2 satunya di buang atau di bantai “
    Sepertinya hitung2an seperti itu memang hanya untuk matematika saja mas, tapi kalo mas meyakini bahwa perbedaan itu suatu hikmah, bukan suatu hal yg tidak mungkin. Secara sederhana ajalah mas, semua ini mengajarkan kepada kita untuk tidak menilai keberagamaan seseorang dari pendapatnya yang bermacam-macam, tetapi dari amal salih yang ia lakukan. Di Quran udah jelas “Dan masing-masing orang memperoleh derajat yang sesuai dengan amalnya.” (QS. Al-An’am; 132) Janganlah kita melihat saudara-saudara kita dari mazhab yang mereka anut, ukurlah mereka dari akhlak dan amalnya; dari kontribusi mereka bagi kepentingan kaum muslimin dan seluruh manusia. Rasulullah saw bersabda, “Yang paling baik di antara kamu, ialah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.” Dalam hal ini, semua ulama sepertinya sepakat ; orang seperti itulah yang paling utama, apapun mazhabnya. Persaudaraan seagama adalah sebaik-baiknya dan sekuat-kuatnya persaudaraan. Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah diantara saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (Al Hujurat49:10)

    “BERIKAN TEKS2 YG BIKIN AKU TERTARIK AMA SYIAH, WALAUPUN ANDA MENDATANGKAN HABIB ALIMU. DAN BAGAIMANAPUN HARUS LEWATI SARAT TSB TIATAS”

    Mas, mau dibikin SEMENARIK APAPUN, kalau dalam hati kita ada suatu kebencian, dengki atau ketidak sukaan yaaaa akan percuma.Oke, sekarang terserah anda kok, anda mau belajar madzhab apapun ataupun mau ikut madzhab apapun terserah anda. Tidak ada yang dirugikan kok mas, saya gak rugi, syiah gak rugi,saya gak maksa, org syiah jg ga maksa, mas oky juga gak maksa, mas sp ga maksa tapi yaaaa sekali lagi pelajarilah ajaran setiap mazhab, baik ushûl maupun furû’, langsung dari ulama-ulama mazhabnya. Sebab, kalau melalui orang-orang yang tidak mengerti atau melalui pihak-¬pihak yang memusuhi mazhab tersebut, yaaaa pasti yang didapat hanya bisa meng-KAFIR kan madzhab lain, akhirnya malah kebencian seperti yang mas dapatkan. Apakah memang ada teks lain yang membuat tertarik seseorang untuk suka terhadap ajaran lain??? ”Masuklah lah kamu dalam keyakinan syiah, nanti kamu dapet rumah type 72, 1 buah mobil merk Ferrari keluaran terbaru, dan akan dinikahkan dengan Madonna” (???????????) sori mas becanda……

    Sebuah pengalaman pribadi saya: Tahun 1999, Saya dan teman2 membuat suatu pengajian rutin (Khairuummah) setiap Selasa malam. Pada awalnya kami berjumlah 16 orang hanya sekedar membuat forum diskusi bebas, politik, agama, social, musik, yaaah sampai hal yang kecil2 ga berguna kita omongin. Kami terdiri dari lintas madzab, profesi, partai, suku (mayoritas Sumatra siiiih, Jawa dan Maluku), namun yang pasti kami semua sama2 satu alumnus SMP Muhammadiyah di Jakarta dan anggota sebuah perguruan pencak.

    Hingga akhirnya terlintas oleh kami, mengapa kita tidak jadikan kumpulan ini menjadi kumpulan pengajian yang bermanfaat. Kami fokuskan yang utama mengkaji masalah syiah/ahlul bayt, alasan kami “mengapa islam yg satu ini agak unik”, mengapa jumlah terbesar hanya ada di Iran. Kebetulan sekali salah satu dosen teman kami di UIN Jakarta adalah S2 lulusan Qom, Iran dan juga salah satu pimpinan cabang Muhammadiyah di Jakarta, hingga kami menjadikannya sebagai pembimbing, nara sumber kami. Ada pesan moral dari beliau yang ditanamkan kepada kami sebelum mendapat bimbingan dari beliau:
    1. Jaga akhlak, karena Rasulullullah sangat mengutamakan akhlak dalam menyebarkan syariat Islam
    2. Lepaskan madzhab (fanatic), karena kalau kita bermadzhab kita tidak akan cerdas, dan semua madzhab itu bisa kita ambil sesuai dgn keyakinan kita
    3. Cari kebenaran itu, sambil mengutip motto sebuah perguruan pencak silat yang kami anut: “To seek and to find that which is right, Doing in silence”— mencari hingga mendapatkan suatu kebenaran walau itu dalam keheningan.
    4. Kita mencoba menyebarkan suatu kebenaran, sudah pasti banyak tantangan, terlebih cap sesat, kafir…..sikapi dengan irfan/arif

    Semua dalam pembelajaran itu kami kupas, kaji dengan bimbingan beliau yang juga adalah pengajar di ICC & ICAS Jakarta. Hingga akhirnya kami dicap “SESAT” oleh sebuah partai politik islam berlambang padi dengan dua bulan kembarnya hanya karena kami sering mengumandangkan shalawat dan tahlilan (?????……kami adalah warga Muhammadiyah yang tidak mengharamkan ber-shalawat dan tahlil), padahal kalau tuduhan tersebut diarahkan kepada warga NU pasti akan luas efeknya.

    Kami tidak mau dibilang sesat, hingga kami undang untuk berdiskusi sekaligus mengisi kuliah shubuh setiap minggu dengan maksud biarlah para jemaah shalat yang menilai kami sesat atau tidak. Namun mereka tidak memperlihatkan batang hidungnya, alasannya adalah haram berdiskusi dengan kami ( ooo my god !!).

    Lain waktu kami undang pada acara resmi khusus berdialog yang dihadiri oleh tokoh masyarakat setempat yang memang sudah “gerah” melihat mereka selalu gencar melarang maulid, barzanzi, marawis dll. Seperti biasa mereka mengeluarkan alasan retro klasik bin jadul: “HARAM” berdialog dengan ahli bid’ah (….ooooo shit !!!).

    Namun pengajian kami tetap berjalan secara underground. Kami ajak keluarga, teman, dan semuanya lintas madzhab. Mereka mau menerima dan menghargai kami, sungguh-sungguh besar penghormatan masyarakat (mayoritas adalah NU/SUNI) terhadap kami yang sebagian orang-orang muda tapi mau merangkul bersama memajukan islam tanpa melihat apakah itu madzhab suni, syiah, orang Muhammadiyah, NU, Washliyah, Liberal (??) dll. KENAPA KAMI BISA BERGANDENGAN TANGAN, karena kami selalu menghormati tanpa harus merasa paham kami benar-anda salah, anda bid’ah-kami tidak, dll.

    Puncaknya, ketika tahun 2007 lalu, kami mengadakan Maulid Nabi SAW. Kurang lebih 500-an undangan hadir dari Lurah (Kelurahan Kayu Putih Jakarta Timur, dan bisa dikonfirmasi) majlis ta’lim NU-Muhammadiyah, jamaah yang memiliki Habib (yang habibnya turut bertabligh bahwa syiah itu adalah saudara kita yang berbeda madzhab saja), jamaah al washliyah, tarekat dan banyak sekali dan berakhir dengan sukses, bahwa opini masyarakat setempat terhadap kami adalah positip dan bukan SESAT !!!!….

    Hingga saat ini anggota kami kian bertambah; dari anak muda yg narkoba, preman, majlis taklim ibu2-bapak2 yg cuma doyan rumpi atau nongkrong di pos ronda, semua kami rangkul. Selain itu kami adakan pelatihan keterampilan buat rekan2 yang kurang beruntung, computer, bengkel ac/elektronik, pengetikan computer, madding di masjid, hingga antar jemput beras untuk kami salurkan ke gepeng lampu merah di setiap perempatan di Jakarta Timur. Rencana kami ingin mendirikan koperasi sembako sekaligus penyaluran ZIS, tapi kendala klasik dihadapan: MODAL.

    Seperti mimpi bagi kami bisa menggabungkan, bergandengan tangan dengan saudara muslim lainnya yang benar2 lintas madzhab tanpa harus mengatakan KAMU SSSSEEESSSAAAATTTTTTT, BBBIIIDD’AAAAHHHH , KKKAAAAFFFIIIIRRR !!!!!, Itu contoh 1 + 1 = BANYAK, bagaimana dengan anda, saudara2 kami yang lain ??? masih doyang mengumbar kata2 sesat bin kafir ???? Wallahu alam,Yuk mari, HAIL

    @mas sp, sori nih curhatnya saya agak Kepanjangan……he…he….

  164. • sejati _lk, di/pada Juli 13th, 2008 pada 6:43 am Dikatakan:
    assalaamualaikum abu shahzanan;

    Waalaikum salam mas sejati, mudah2an mas sehat selalu….

    Sebelumnya saya mau kasih tau sama mas, bahwa saya bukan orang syiah, saya jg bukan orang suni, akan tetapi saya muslim yang mau menerima dan sedang belajar apapun dan dari manapun. Saya tau syiah itu bagaimana karena saya senang belajar dan TIDAK KELUAR DARI ISLAM, dan saya ambil banyak hikmah dari sana, dan saya tidak suka banyak orang memojokkan syiah hanya karena ketidak tahuannya, yang saya mau bahwa orang muslim itu saling bergandeng tangan. Kita janganlah mencontoh perilaku orang2 yg merasa benar WALAUPUN ITU DARI GURU KITA, USTADZ KITA, HABIB KITA DLL, DST, ETC, DSB.
    Saya dulu seperti anda, membenci syiah, JIL, Wahabi dll. Saya paling gampang mem-bi’dah kan, mengkafirkan, mensesatkan orang, teman, keluarga saya yang tidak sepaham dgn saya (karena saya seorang kader salah satu organisasi keagamaan terbesar ke-2 di RI ini). Hingga suatu waktu saya ditegur oleh adik saya, “Bang, lo gak ada hak untuk mengukur kualitas iman seseorang hanya lewat perbedaan ibadah (fiqh) atau lainnya. Inget bang, Allahlah yang akan menilai diri seseorang itu hanya dari takwanya. Emang abang tau takwanya orang-perorang diseluruh jagad ini” Ok, itu hanya cerita“batu loncatan” yang membuat saya tambah mencintai Islam. Hingga sekarang saya malah dicap SESAT.

    “TAPI ADA SARAT2 AKU TERIMA AJARAN ANDA.”

    Maaf mas ini bukan ajaran saya, saya gak punya ajaran. Tapi saya meyakini & menganut ajaran yang murni dari Rasulullah SAW. Yang murni itu menurut pandangan saya (bukan Islam yang dibawa/diajarkan oleh para sahabat……terserah menurut anda), saya gak tau menurut pandangan dari mas sejati, yah terserah mas, saya bukan/tidak ingin mempengaruhi mas. SAYA TIDAK PUNYA AJARAN APA-APA.

    “aku adalah hamba allah”

    Saya juga hamba Allah dan bukan hamba nafsu, ataupun hamba setan

    “orang yg melarang jihad akan adu mulut denganku. “

    Banyak arti dari jihad itu sendiri, namun bagi saya, jihad yang terbesar adalah jihad melawan diri (nafsu) saya sendiri, ketimbang jihad “dar-der-dor” perang, maaf itu bagi saya, terserah anda. Jihad sebagai tanggung jawab saya kepada Allah menghidupi keluarga saya, anak2 saya (saya memiliki 2 orang putri yang cantik2) Saya harus membesarkan dan mendidik agar kelak menjadi anak2 yang solehah, yang memiliki pemahaman Islam lebih baik dari saya serta membuat bangga orang tua. Itulah arti JIHAD TEBESAR YANG BERARTI BAGI HIDUP SAYA. Ketimbang mati konyol dan meninggalkan keluarga tercinta yang tak ternafkahi. (jangan komentar, itu terserah anda)

    “aku selalu ingin tau masalah agama. DAN AKU SUKA BANDING KAN PERBEDAAN SYIAH , SUFI,
    SUNNI ATAU TEPATNYA SALAFI.”

    Itu bagus. Saran saya kalau belajar masalah agama buang sektarian anda, madzhab anda, netralkan hati anda, buang kebencian anda dan yang utama BELAJARLAH DARI ORANG YANG TAU/ULAMANYA (ulama madzhab tersebut), jangan belajar dari ORANG YANG MEMBENCI MADZHAB tersebut, sebab kalau tidak, akan mendapat kan ilmu tidak sesuai dgn madzhab tsb, atawa kebencian seperti saya (dulu tuuuh) atau seperti anda sekarang ini yang kurang suka dengan syiah

    “aku amat kritis apabila menerima sesuatu yg baru. “

    Bagus dan itu perlu, anda jangan menelan begitu saja.
    “sedangkan ajaran syiah yg di utamakan adalah hawa nafsu, seperti rasa sedih, balas dendam. kecintaan berlebih.dll “
    Hawa nafsu ? bisa dijelaskan ?…….rasa sedih ? Ketika Rasulullah mendapat musibah, yaitu meninggalnya putra tercinta beliau, Rasulullah ditanya oleh sahabat, Ya Rasul mengapa anda menangis berlebihan ? jawab Rasul, ini adalah ungkapan rasa cinta yang mendalam, akan tetapi tak akan mengurangi rasa cintaku kepada Allah. (mas sp, bisa Bantu mengenai riwayat ini, karena saya kehilangan buku2 saya mengenai riwayat tsb) Nah apakah itu tidak boleh kita merasa sedih ? Anda tentunya pernah doong merasa sedih ? Balas Dendam ? yang mana tuh mas ? Kecintaan yang berlebihan ? Syiah sangat mencintai Rasulullah dan ahlul bayt nya (suni jg dooong….ya gak?) Gak salah dong, kita sangat mencintai mereka apa itu hal yg salah ? Apa ada yg aneh mas ? Boleh dijelaskan ?

    “orang islam yg lahir di sufi adalah banyak orang2 ikhlas tapi mudah di tipu.”

    Semua nya sampai sufi, salafi….. anda serang, Anda sebenarnya mau islam yg bagaimana ? Kalau saya cenderung islam yang indah, islam penuh kasih, islam yang rahmat bagi seluruh alam, bukan islam horror bin terror, ini-itu neraka, ini-itu kafir bla…bla…bla….

    “syiah ga pernah dengar berdebat sama yahudi”

    Mas, Imam Ridha’ AS pernah berkumpul dalam suatu perdebatan dengan orang Yahudi, Nasrani, Zoroasther, Katholik dan penganut keyakinan lain, coba baca kitab Bihâr al-Anwâr riwayatnya Hasan bin Muhammad al-Nufali. Nah apalagi sekarang mas, mungkin memang tidak terlalu terlihat, tapiiii apakah itu perlu ? “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 125)

    “dan aku simpulkan aku bisa menerima syiah dengan
    sarat;”

    Syarat ????? (God help us)……Orang2 syiah mungkin gak terlalu rugi jika anda tidak ikut paham syiah, maaf nih mas, apalagi anda harus pake sarat, memangnya syiah mo melamar anda ? memangnya anda itu siapa ? Maaf loh mas… Syiah/orang2 syiah tidak pernah memaksa untuk masuk atau meyakini paham mereka. Kalau anda pakai syarat, berarti keyakinan yang sekarang anda pahami itu sudah menerima syarat yg anda ajukan, sehingga secara gampangnya “keyakinan” itu menerima anda beserta syarat anda ?

    “aku tidak ada bahas masalah dari jaman nabi karena sudah jelas tidak bisa di satukan . kita omong yg dekat2 aja menurut masing2.OK!”

    Saya rasa semua madzhab itu banyak sekali persamaan, kenapa kita harus pusing2 meributkan yang beda ?

    “OYA 1+1=2 TIDAK MUNGKIN MENJADI SATU. 1+1=1 paling2 satunya di buang atau di bantai “
    Sepertinya hitung2an seperti itu memang hanya untuk matematika saja mas, tapi kalo mas meyakini bahwa perbedaan itu suatu hikmah, bukan suatu hal yg tidak mungkin. Secara sederhana ajalah mas, semua ini mengajarkan kepada kita untuk tidak menilai keberagamaan seseorang dari pendapatnya yang bermacam-macam, tetapi dari amal salih yang ia lakukan. Di Quran udah jelas “Dan masing-masing orang memperoleh derajat yang sesuai dengan amalnya.” (QS. Al-An’am; 132) Janganlah kita melihat saudara-saudara kita dari mazhab yang mereka anut, ukurlah mereka dari akhlak dan amalnya; dari kontribusi mereka bagi kepentingan kaum muslimin dan seluruh manusia. Rasulullah saw bersabda, “Yang paling baik di antara kamu, ialah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.” Dalam hal ini, semua ulama sepertinya sepakat ; orang seperti itulah yang paling utama, apapun mazhabnya. Persaudaraan seagama adalah sebaik-baiknya dan sekuat-kuatnya persaudaraan. Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah diantara saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (Al Hujurat49:10)

    “BERIKAN TEKS2 YG BIKIN AKU TERTARIK AMA SYIAH, WALAUPUN ANDA MENDATANGKAN HABIB ALIMU. DAN BAGAIMANAPUN HARUS LEWATI SARAT TSB TIATAS”

    Mas, mau dibikin SEMENARIK APAPUN, kalau dalam hati kita ada suatu kebencian, dengki atau ketidak sukaan yaaaa akan percuma.Oke, sekarang terserah anda kok, anda mau belajar madzhab apapun ataupun mau ikut madzhab apapun terserah anda. Tidak ada yang dirugikan kok mas, saya gak rugi, syiah gak rugi,saya gak maksa, org syiah jg ga maksa, mas oky juga gak maksa, mas sp ga maksa tapi yaaaa sekali lagi pelajarilah ajaran setiap mazhab, baik ushûl maupun furû’, langsung dari ulama-ulama mazhabnya. Sebab, kalau melalui orang-orang yang tidak mengerti atau melalui pihak-¬pihak yang memusuhi mazhab tersebut, yaaaa pasti yang didapat hanya bisa meng-KAFIR kan madzhab lain, akhirnya malah kebencian seperti yang mas dapatkan. Apakah memang ada teks lain yang membuat tertarik seseorang untuk suka terhadap ajaran lain??? ”Masuklah lah kamu dalam keyakinan syiah, nanti kamu dapet rumah type 72, 1 buah mobil merk Ferrari keluaran terbaru, dan akan dinikahkan dengan Madonna” (???????????) sori mas becanda……

    Sebuah pengalaman pribadi saya: Tahun 1999, Saya dan teman2 membuat suatu pengajian rutin (Khairuummah) setiap Selasa malam. Pada awalnya kami berjumlah 16 orang hanya sekedar membuat forum diskusi bebas, politik, agama, social, musik, yaaah sampai hal yang kecil2 ga berguna kita omongin. Kami terdiri dari lintas madzab, profesi, partai, suku (mayoritas Sumatra siiiih, Jawa dan Maluku), namun yang pasti kami semua sama2 satu alumnus SMP Muhammadiyah di Jakarta dan anggota sebuah perguruan pencak.

    Hingga akhirnya terlintas oleh kami, mengapa kita tidak jadikan kumpulan ini menjadi kumpulan pengajian yang bermanfaat. Kami fokuskan yang utama mengkaji masalah syiah/ahlul bayt, alasan kami “mengapa islam yg satu ini agak unik”, mengapa jumlah terbesar hanya ada di Iran. Kebetulan sekali salah satu dosen teman kami di UIN Jakarta adalah S2 lulusan Qom, Iran dan juga salah satu pimpinan cabang Muhammadiyah di Jakarta, hingga kami menjadikannya sebagai pembimbing, nara sumber kami. Ada pesan moral dari beliau yang ditanamkan kepada kami sebelum mendapat bimbingan dari beliau:
    1. Jaga akhlak, karena Rasulullullah sangat mengutamakan akhlak dalam menyebarkan syariat Islam
    2. Lepaskan madzhab (fanatic), karena kalau kita bermadzhab kita tidak akan cerdas, dan semua madzhab itu bisa kita ambil sesuai dgn keyakinan kita
    3. Cari kebenaran itu, sambil mengutip motto sebuah perguruan pencak silat yang kami anut: “To seek and to find that which is right, Doing in silence”— mencari hingga mendapatkan suatu kebenaran walau itu dalam keheningan.
    4. Kita mencoba menyebarkan suatu kebenaran, sudah pasti banyak tantangan, terlebih cap sesat, kafir…..sikapi dengan irfan/arif

    Semua dalam pembelajaran itu kami kupas, kaji dengan bimbingan beliau yang juga adalah pengajar di ICC & ICAS Jakarta. Hingga akhirnya kami dicap “SESAT” oleh sebuah partai politik islam berlambang padi dengan dua bulan kembarnya hanya karena kami sering mengumandangkan shalawat dan tahlilan (?????……kami adalah warga Muhammadiyah yang tidak mengharamkan ber-shalawat dan tahlil), padahal kalau tuduhan tersebut diarahkan kepada warga NU pasti akan luas efeknya.

    Kami tidak mau dibilang sesat, hingga kami undang untuk berdiskusi sekaligus mengisi kuliah shubuh setiap minggu dengan maksud biarlah para jemaah shalat yang menilai kami sesat atau tidak. Namun mereka tidak memperlihatkan batang hidungnya, alasannya adalah haram berdiskusi dengan kami ( ooo my god !!).

    Lain waktu kami undang pada acara resmi khusus berdialog yang dihadiri oleh tokoh masyarakat setempat yang memang sudah “gerah” melihat mereka selalu gencar melarang maulid, barzanzi, marawis dll. Seperti biasa mereka mengeluarkan alasan retro klasik bin jadul: “HARAM” berdialog dengan ahli bid’ah (….ooooo shit !!!).

    Namun pengajian kami tetap berjalan secara underground. Kami ajak keluarga, teman, dan semuanya lintas madzhab. Mereka mau menerima dan menghargai kami, sungguh-sungguh besar penghormatan masyarakat (mayoritas adalah NU/SUNI) terhadap kami yang sebagian orang-orang muda tapi mau merangkul bersama memajukan islam tanpa melihat apakah itu madzhab suni, syiah, orang Muhammadiyah, NU, Washliyah, Liberal (??) dll. KENAPA KAMI BISA BERGANDENGAN TANGAN, karena kami selalu menghormati tanpa harus merasa paham kami benar-anda salah, anda bid’ah-kami tidak, dll.

    Puncaknya, ketika tahun 2007 lalu, kami mengadakan Maulid Nabi SAW. Kurang lebih 500-an undangan hadir dari Lurah (Kelurahan Kayu Putih Jakarta Timur, dan bisa dikonfirmasi) majlis ta’lim NU-Muhammadiyah, jamaah yang memiliki Habib (yang habibnya turut bertabligh bahwa syiah itu adalah saudara kita yang berbeda madzhab saja), jamaah al washliyah, tarekat dan banyak sekali dan berakhir dengan sukses, bahwa opini masyarakat setempat terhadap kami adalah positip dan bukan SESAT !!!!….

    Hingga saat ini anggota kami kian bertambah; dari anak muda yg narkoba, preman, majlis taklim ibu2-bapak2 yg cuma doyan rumpi atau nongkrong di pos ronda, semua kami rangkul. Selain itu kami adakan pelatihan keterampilan buat rekan2 yang kurang beruntung, computer, bengkel ac/elektronik, pengetikan computer, madding di masjid, hingga antar jemput beras untuk kami salurkan ke gepeng lampu merah di setiap perempatan di Jakarta Timur. Rencana kami ingin mendirikan koperasi sembako sekaligus penyaluran ZIS, tapi kendala klasik dihadapan: MODAL.

    Seperti mimpi bagi kami bisa menggabungkan, bergandengan tangan dengan saudara muslim lainnya yang benar2 lintas madzhab tanpa harus mengatakan KAMU SSSSEEESSSAAAATTTTTTT, BBBIIIDD’AAAAHHHH , KKKAAAAFFFIIIIRRR !!!!!, Itu contoh 1 + 1 = BANYAK, bagaimana dengan anda, saudara2 kami yang lain ??? masih doyang mengumbar kata2 sesat bin kafir ???? Wallahu alam,Yuk mari, HAIL

    @mas sp, sori nih curhatnya saya agak Kepanjangan……he…he….

  165. @Abu Syahzanan

    Terima kasih mas abu sudah mengingatkan saya. Kekhilafan manusia adalah lumrah, tapi mengingatkan saudara-nya yang berbuat khilaf adalah luar biasa. Syukran mas.

    Mungkin karena ditulisan saya yang sebelumnya, saya sempat beberapa kali menulis, jangan menuduh bila tidak ada bukti, namun lagi – lagi penuduhan lah yang didapat.

    Semoga mas sekeluarga beserta rekan – rekan di majlis selalu mendapatkan syafaat dari rasulullah saww dan para imam as.

    Mas tinggal di daerah kayu putih? Saya di daerah Rawamangun, boleh nih kapan – kapan kopi darat atau saya datang ke pengajian antum?

    Salam,

  166. @naruto
    Salam mas naruto, untuk referensi general, anda bisa lihat di wikipedia, silahkan masukkan islam. Di bagian branches, anda bisa lihat dua branches sunni dan shi’ia. Silahkan klik shi’a disitu ada penjelasannya.

    Sejauh ini saya baca sih, tidak ada yg keluar konteks (semoga masih sama)

    Maaf bila kurang menjawab enquiry mas. Semoga mas selalu diliputi kesehatan dan kebahagian dari Allah swt.

    Shalawat untuk rasulullah dan keluarganya!..

  167. @Oky
    Allahu Akbar, mas Oky Insya Allah ya. Ternyata orang deket rumah. Alhamdulillah pengajian (bukan majelis….kayaknya hebat banget dibilang majelis he…he…) masih berjalan hingga kini. Kami semua sehat2 aj, walaupun banyak “angin” yang berhembus disana-sini, Alhamdulillah kami tetap eksis. Seperti yang saya ceritakan, pengajian kita “underground” maksudnya sih kita loncat-loncat. Tapi base camp kita ada di Mushalla Istiqomah daerah mardongan mas. Yaaah karena anggota kita banyak yg berjauhan, Bekasi, Mampang, Depok dll (saya di Bogor, dulu di Pulomas), jadi kita lompat sana-sini. Yang paling sering kita lakukan di daerah kota bambu, tn abang. Kita fokuskan disana untuk mewadahi rekan/saudara kita yg “rada” ngaco (preman), dan juga pembimbing kita bertempat tinggal disana. Kadang kita ada di Balai Pustaka tuh (Cabang Muhammadiyah) Rw Mangun (mensyiahkan org Muhammadiyah he..he…gak ding akar/pola pikir Muhammadiyah itu lebih mirip ke ahlul bayt/syiah, tul gak ?) atau ke ICC Mampang, Insya Allah kita akan ketemu. Insya Allah. Salam buat keluarga mas, beserta majlis mas, Allahumma shalli ala Muhammad, wa ali Muhammad, Assalamualaikum.

  168. • sejati _lk, di/pada Juli 13th, 2008 pada 6:56 am Dikatakan:
    “AKU NGERTI SOAL ITU DAN SEKARANG SUDAH JELASKAN? KALIAN DENGAN YAHUDI SAMA2 BENCI APA YG DIBANGUN ATAS NAMA UMAR, WALAUPUN MISALNYA TEMPATNYA AMAT JAUH DARI BAITUL MAQDIS”

    Mas sejati, tidak ada kebencian dari orang2 Syi’ah/ahlul bayt terhadap Umar ra khususnya terlebih kepada para sahabat umumnya. Akan tetapi orang2 syiah/ab hanya menunjukkan perbuatan2 dari para sahabat yang menyalahi al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Dan semua itu ada dan tercatat dalam kitab sejarah dan Hadits baik dari kalangan suni ataupun syiah. Bukan kebencian mas, bahkan syiah sangat menghormati para sahabat yang telah berjuang demi perkembangan islam. Mereka mengakui perjuangan para sahabat setelah Rasul wafat.

    Sedikit mengenai “sahabat” menurut paham/madzhab syiah nih mas (silahkan dibaca, kalau gak mau ya sudah…atau sudah pernah tau ??..), mereka berpendapat sahabat terbagi ke dalam beberapa golongan

    Pertama,sahabat yang baik dan telah mengenal Allah dan Rasul-Nya dengan pengetahuan yang sempurna. Mereka bersedia berkorban untuk Rasul; selalu menemaninya, jujur dalam ucapan dan ikhlas. Mereka tidak berpaling dari jalan Rasul sepeninggalnya, bahkan tetap setia dengan janji-janjinya. Mereka telah memperoleh pujian dari Allah dalam sejumlah ayat-ayatnya. Rasul juga telah memujinya di dalam berbagai tempat. Mereka disebut oleh orang-orang Syi’ah dengan penuh hormat dan takzim. Apabila nama mereka disebut, maka ia disebut dengan mengucapkan kalimat Radhiallah A’nhum.

    Kedua, adalah sahabat yang memeluk Islam dan ikut Rasulullah karena suatu tujuan: menginginkan sesuatu atau takut pada sesuatu. Mereka meminta jasa dari Rasul atas keislaman mereka. Kadang-kadang mereka mengganggunya dan tidak patuh pada perintah atau larangannya. Bahkan mengutamakan pendapat sendiri di hadapan nas-nas yang jelas, sehingga Allah turunkan untuk mereka ayat yang mencela atau kadang-kadang yang mengancam mereka. Dalam berbagai ayat Allah telah mempermalukan mereka; dan Rasul juga telah memperingatkan mereka dalam berbagai sabdanya. Kepada sahabat sejenis ini orang-orang Syi’ah memang tidak menghormati mereka apalagi mengkultuskan.

    Ketiga, sahabat munafik yang “menemani” Rasul karena ingin memperdayakannya. Mereka menampakkan diri sebagai Muslim sementara hati mereka menyimpan kekufuran. Mereka mendekat kepada Islam agar dapat memperdayakan kaum muslimin. Allah telah turunkan kepada mereka satu surah penuh. Disebutnya mereka dalam berbagai tempat dan diancamnya mereka dengan siksa api neraka yang sangat pedih. Rasul juga telah menyebut mereka dan mengancam mereka. Sebagian sahabat telah diberitahu nama-nama mereka dan tanda-tandanya. Sunnah dan Syi’ah sepakat untuk melaknat dan menjauhkan diri dari mereka.

    Terakhir kelompok sahabat yang sangat istimewa, lantaran kekerabatan mereka dengan nabi, ketinggian akhlak dan kemurnian jiwa yang dimiliki dan kekhususan yang telah dikaruniakan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka hingga tiada satu pun orang yang dapat menyainginya. Mereka adalah golongan Ahlul Bait yang telah dibersihkan oleh Allah dari segala dosa dan disucikan mereka sesuci-sucinya (QS. Al Ahzab: 33); diwajibkan kepada kaum muslimin untuk bersalawat pada mereka sebagaimana juga pada Rasul; mereka disertakan sebagai golongan yang wajib diberikan khumus (QS. Al Anfaal: 41); diwajibkan kepada orang-orang Islam untuk mencintai mereka sebagai imbalan dari Risalah Muhammad (QS. Asy Syuura: 23); sebagai ulul amri yang wajib dipatuhi (QS. An Nisa: 59); sebagai orang-orang yang rusukh di dalam ilmu pengetahuan dan arif dalam mentakwil AlQuran serta membedakan antara yang mutasyabih dengan yang muhkam (QS. Ali Imran: 7); sebagai Ahli Zikr yang dijadikan oleh Rasul sebagai pendamping AlQuran dan wajib berpegang teguh kepadanya seperti dalam hadis as-Tsaqalain (lihat Kanzul Ummal[1: 44]); Musnad Ahmad (5: 182); sebagai Bahtera Nabi Nuh sehingga siapa yang mengikutinya akan selamat dan yang tinggal akan tenggelam (lihat Mustadrak al-Hakim 3:151; Sawwaiq al-Muhriqah Oleh Ibnu Hajar hal. 184 dan 234). Para sahabat inilah yg mengetahui kedudukan Ahlul Bait, menghormati bahkan mentakzimkan mereka. Dan Syi’ah ikut jejak mereka serta mendahulukan mereka atas semua sahabat. Dalam hal ini kelompok Syi’ah memegang nas-nas yang tak terbantahkan.

    Sementara dari suni tidak menerima adanya klasifikasi sahabat seperti ini. Mereka tidak menganggap orang-orang munafik sebagai bagian dari sahabat. Bagi suni sahabat adalah manusia yang paling baik setelah Rasul.

    Mas mungkin bisa menilai dari kutipan sejarah ini (saya ambil dari buku Akhirnya kutemukan Kebenaran, karya Al Musawi), Pada tahun ke-6 H, Rasul bersama 1400 para sahabatnya pergi ber-umrah. Rasul memerintahkan para sahabat menyarungkan pedangnya masing-masing. Mereka berihram sambil membawa binatang korban agar orang-orang Quraisy tahu bahwa kedatangan mereka bukan untuk perang. Namun orang-orang Quraisy tidak mau menerima kedatangan Rasul beserta sahabat kecuali tahun depan dan dengan syarat hanya selama tiga hari untuk berumrah serta persyaratan lain yang sangat berat yang kemudian diterima oleh Nabi berdasarkan kemaslahatan yang dilihatnya dan wahyu Allah kepadanya.

    Akan tetapi sebagian sahabat tidak senang dengan sikap Nabi seperti ini. Termasuk Umar menentangnya dengan keras. Umar bin Khattab datang dan berkata: “Apakah benar bahwa engkau adalah Nabi Allah yang sesungguhnya?” “Ya”, jawab Nabi. “Bukankah kita dalam hak dan musuh kita dalam batil?” “Ya”. Sahut Nabi. “Lalu kenapa kita hinakan agama kita?” Desak Umar. “Aku adalah Rasulullah. Aku tidak melanggar perintah-Nya dan Dialah penolongku.” Jawab Nabi. “Bukankah engkau mengatakan kepada kami bahwa kita akan mendatangi Rumah Allah dan bertawaf di sana ?” “Ya. Tetapi apakah aku katakan kepadamu pada tahun ini juga?” Tanya Nabi. “Tidak”.Jawab Umar. “Engkau akan datang ke sana dan tawaf di sekitarnya.” Kata Nabi mengakhiri.

    Kemudian Umar datang kepada Abu Bakar dan bertanya: “Wahai Abu Bakar! Benarkah bahwa dia adalah seorang Nabi yang sesungguhnya?” “Ya” Jawab Abu Bakar. Kemudian Umar mengajukan pertanyaan serupa kepada Abu Bakar dan dijawab dengan jawaban yang serupa juga. “Wahai saudara!” Kata Abu Bakar kepada Umar. “Beliau adalah Rasul Allah yang sesungguhnya. Beliau tidak melanggar perintah-Nya dan Dialah Penolongnya. Maka percayalah padanya.” . (Lihat buku-buku sejarah dan sirah. Juga lihat Shahih Bukhori dalam Bab as-Syuruthi Jihad 2:122; juga Shahih Muslim Bab Sulhul Hudaibiyah Jil. 2)

    Silahkan anda menilai mas, Umar meragukan Rasulullah. UMAR MERAGUKAN RASULULLAH, itukah yang kita ikuti ??????? Syiah sangat-sangat-sangat menghormatinya (Umar) tidak membencinya, akan tetapi Umar ra bukan untuk diikuti apalagi untuk diteladani dan syiah bukan Yahudi, faktanya mereka (Hizbullah/syiah) berperang dengan Israel !!!!!!, tanya kepada diri anda dan kita sama2 merenung….maaf kalau ada kata yg kurang berkenan….wallahu alam, yuk mari…HAIL

  169. @abu shahzanan

    dari semua inilah harus di pisahkan.

    aku mohon agar anda mau memakluminya.

    ada sebuah hadis , aku lupa nomornya dan kalimatnya degan lengkap. yg berisi
    DISEBUAH DAERAH DI IRAN DAJJAL AKAN DI SAMBUT OLEH 70000 ORANG YAHUDI.

    jadi menurut anda ini adalah hadis yg tidak di pakai.

    tetapi kalu di pantau dari lapangan udah jelas yahudi semakin bertambah di iran.

    saya memihak pada fakta tersebut.

    aku mohon jika anda sudah menguasai suatu kampung , janganlah anda membantai saudara sunnimu sebagai mana pengakuan lidahmu.

    ABU SHAHZANAN , kalu sama saya jangan lah berbohong tentang sikap hizbullah kepada israil.

    boleh anda dan imam mahdi mu menguasai daerah yg lain tapi tidak akan terwujud untuk masuk kota makkah dan madinah.

    saya pribadi tegaskan sebagai saran kepada anda yg lebih tua.
    1.imam mahdimu adalah dajjal
    2.rajah tidak akan terwujud
    3.agama anda didasar atas fitnah.

    aku kasian pada anda sebagai mana aku kasian pada agama kristen. agama fitnah dajjal.

    sekarang yg dilirik mesir. kapan dengan terang terangan lirik makkah madinnajh,
    walaupun sudah banyak yg dikirim secara takiyah ke arab saudi.

    kalau sarat2 saya agar menerima syiah di atas belum terpenuhi, maka saya akan terus benci anda atas dasar sayang kepada anda.,

    bebas kan hawa nafsu anda. hanya kepada allahlah tempat kembali

  170. @ sejati_lk,
    “dari semua inilah harus di pisahkan”

    Saya telah uraikan diawal komentar saya, itu terserah mas. Kalau sekiranya mas sejati tetap bersikeras mau dipisahkan, silahkan anda pisahkan, terserah umat yang menilai tentang paham/madzhab syiah, bukan anda secara pribadi ingin memisahkan, monggoooooo mas, silahkan

    “aku mohon agar anda mau memakluminya.”

    Saya orangnya asik aja kok, dan saya bisa “memaklumi” (…….)

    “ada sebuah hadis , aku lupa nomornya dan kalimatnya degan lengkap. yg berisi DISEBUAH DAERAH DI IRAN DAJJAL AKAN DI SAMBUT OLEH 70000 ORANG YAHUDI.”

    Jangan lupa mas, ditunggu “asal-usul” hadits itu, dapet dari mana ? riwayat siapa? , biar rekan pembaca lain bisa menilai itu hadits tersebut benar atau tidak ? Masalahnya anda mengutip sepotong2…..

    “jadi menurut anda ini adalah hadis yg tidak di pakai.”
    Yang mana ???? Hadits siapa itu ???

    “tetapi kalu di pantau dari lapangan udah jelas yahudi semakin bertambah di iran, saya memihak pada fakta tersebut.”

    Fakta darimana, bisa anda sebutkan sumber nya ? Oh ya anda pernah ke Iran ????

    “aku mohon jika anda sudah menguasai suatu kampung , janganlah anda membantai saudara sunnimu sebagai mana pengakuan lidahmu.”

    Pernah anda mempelajari sejarah atau setidaknya membaca sejarah bahwa sejak dulu para pengikut syiahlah yang banyak dibantai, baca lagi mas, baca lagi, jangan males baca. Tidak ada sedikitit pun para pengikut syiah doyan membantai…….kasih contoh deh mas satu aja, kecuali konflik yang terjadi di Irak sekarang ini, karena itu adalah siasat adu domba tentara Amerika. Satu contoh aja mas. Sebaliknya, kita dapat temui ratusan tulisan fatwa dan ajaran yang bersumber dari Ibnu Taimiyah yang sekarang ini dijadikan sebagai simbol kesunnian di Mesir, Arab Saudi dan berbagai wilayah lainnya yang digunakan dalam mengkafirkan kelompok selainnya. Mari mas belajar lagi, tolong anda jangan menutup mata, jangan mengeluarkan pernyataan atau tulisan yang tidak ada dasarnya mas. Apalagi kata mas berdasarkan fakta dilapangan, lapangan bola ? lapangan futsal?, sebutkan sumbernya dari mana.
    Malah sekarang ini, sudah bertahun-tahun dengan kepemimpinan dan kemampuan yang dimiliki oleh Republik Islam di Iran, malah banyak toleransi terhadap saudara2 sunni mas, syiar persatuan Islam sangat diagungkan mas (mas sendiri aja yg suka pisah…..pisah…..pisah……). Pemimpin tertinggi di Iran sana sangat menyerukan hal tersebut. Contoh: membolehkan untuk melakukan shalat berjamaah di belakang imam jama’ah Masjidil Haram (Makkah) dan Masjid Nabawi (Madinah). Itu bukan hanya bertindak toleran dan bersahabat terhadap para pembenci syiah yang sangat ekstrim di luar Iran, tapi di Iran sendiri tetap menjaga hak-hak pengikut Sunni di dalam negerinya. Mas cari dong fakta2 yang baik, jangan hanya sekedar omong karena ketidak sukaan mas terhadap madzhab syiah (maaf mas) FAKTA…..FAKTA….FAKTA

    Mas fakta sejarah yang terjadi justru banyak tekanan terhadap syiah yang terbantai dari pihak kerajaan Saudi Arabia terhadap para pengikut Syi’ah, lalu pada jaman Usmani ataupun di masa-masa kerajaan dan golongan partai Ba’tsi dalam menentang Syi’ah. Tidak ada rangkaian balas dendam dari pengikut syiah mas, sekali lagi…cari dan buktikan mas ssaaaaaatuuuuu aja !!!!

    “ABU SHAHZANAN , kalu sama saya jangan lah berbohong tentang sikap hizbullah kepada israil.”

    Saya katakan sekali lagi….cari dan baca mas, anda rajin-rajinlah mencari informasi yang sumbernya sangat dekat dengan hal yang anda cari, biar informasinya baik dan benar, tidak sekedar selentingan saja, Gak ada untungnya saya berbohong kepada mas sejati. Kalau rugi iya mas…….capek saya meladeni mas yang gak mau mencari sumber, data yang benar ( ooops sori bratha’)

    “boleh anda dan imam mahdi mu menguasai daerah yg lain tapi tidak akan terwujud untuk masuk kota makkah dan madinah.”

    No comment, mungkin anda lagi meracau…..

    “saya pribadi tegaskan sebagai saran kepada anda yg lebih tua. 1.imam mahdimu adalah dajjal 2.rajah tidak akan terwujud 3.agama anda didasar atas fitnah.”
    No comment

    “aku kasian pada anda sebagai mana aku kasian pada agama kristen. agama fitnah dajjal.”

    Terima Kasih sudah dikasihani, tapi saya gak perlu dikasihani mas, saya orang yang mapan mas, mapan secara ilmu dan pemahaman saya, Insya Allah saya akan baik2 saja dengan apa yang sudah saya miliki.

    “sekarang yg dilirik mesir. kapan dengan terang terangan lirik makkah madinnajh, walaupun sudah banyak yg dikirim secara takiyah ke arab saudi.”

    ………………………..

    “kalau sarat2 saya agar menerima syiah di atas belum terpenuhi, maka saya akan terus benci anda atas dasar sayang kepada anda.,”

    Gak masalah mas, orang syiah gak rugi kok, apa lagi saya mas, silahkan….

    “bebas kan hawa nafsu anda. hanya kepada allahlah tempat kembali”

    Saya nafsunya kalo :
    1. lagi liat sambal pete goreng dengan lalap, kalo daging kurang suka tuh.
    2. dengar lagu2 dari band Cannibal Corpse saya nafsu mau head banger
    3. ngeliat anak saya yang 1 tahun jalan ogel2an, nafsu mao saya gigit pipinya
    Allah selalu menjadi tempat pengharapan saya mas, terima kasih…..silahkan anda berjalan dengan keyakinan anda, saya menghargai itu. Pesan saya dijalan, jangan suka menghujat keyakinan, pemahaman, madzhab orang lain, kita harus selalu saling menghargai, dan kalau mendapat informasi atau berita atau mengeluarkan pernyataan/komentar harus mendasar dan jangan setengah2. Mudah2an kita akan selalu mendapat hidayah, rahmat dan pencerahan dari Allah….… ….selamat jalan, hormat saya kepada mas sejati….yuk mari…HAIL

  171. Gak mau diskusi, cuman ngga bisa nahan senyum..Hihi, hadistnya futuristik tuh..bisa tau jaman sekarang namanya bakalan “Iran”…gak pernah tuh liat hadis yg isinya merujuk ke spesifik “Iran”..xi xi xi (no comment)..saya mendingan nyambut Dave Matthews Band main di Jakarta (mm..kapan ya?)….

  172. @sejati_lk

    ada sebuah hadis , aku lupa nomornya dan kalimatnya degan lengkap. yg berisi
    DISEBUAH DAERAH DI IRAN DAJJAL AKAN DI SAMBUT OLEH 70000 ORANG YAHUDI.

    Coba bandingkan dg yg berikut:

    Mereka adalah golongan Ahlul Bait yang telah dibersihkan oleh Allah dari segala dosa dan disucikan mereka sesuci-sucinya (QS. Al Ahzab: 33); diwajibkan kepada kaum muslimin untuk bersalawat pada mereka sebagaimana juga pada Rasul; mereka disertakan sebagai golongan yang wajib diberikan khumus (QS. Al Anfaal: 41); diwajibkan kepada orang-orang Islam untuk mencintai mereka sebagai imbalan dari Risalah Muhammad (QS. Asy Syuura: 23); sebagai ulul amri yang wajib dipatuhi (QS. An Nisa: 59); sebagai orang-orang yang rusukh di dalam ilmu pengetahuan dan arif dalam mentakwil AlQuran serta membedakan antara yang mutasyabih dengan yang muhkam (QS. Ali Imran: 7); sebagai Ahli Zikr yang dijadikan oleh Rasul sebagai pendamping AlQuran dan wajib berpegang teguh kepadanya seperti dalam hadis as-Tsaqalain (lihat Kanzul Ummal[1: 44]); Musnad Ahmad (5: 182); sebagai Bahtera Nabi Nuh sehingga siapa yang mengikutinya akan selamat dan yang tinggal akan tenggelam

    Tidak salah jika Al-Qur’an memperingatkan:

    QS:47:25 Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka.

    QS:3:103 Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

    Siapakah/apakah Tali Allah? Ahl Bayt, dan jika tdk beroegang kpd Ahl Bayt maka bercerai berai, spt skr ini?.

    QS:3:104 Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dr yg munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

    Dr sejarah, jelas2 bhw hanya ahl bayt dan ittrari sajalah yg secara konsisten menyuruh kpd yg ma’ruf dan mencegah yg munkar.

    QS:3:105 Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,

    Golongan manakah yg bercerai berai? Keterangan apakah yg sdh jelas yg msh tdk diterima shg umat islam berselisih?
    Mohon jika ada yg bisa membantu mencerahkan.

    Wassalam.

  173. @sejati_lk

    jadi menurut anda ini adalah hadis yg tidak di pakai.

    Memangnya menurut mas sejati apa sih syarat2 hadits itu bisa dipakai/dietrima atau tdk. Jika ada seseorg (syi’ah) menyampaikan hadits dg cara spt mas Sejati, apakah mas Sejati akan menerima?..saya yakin mas Sejati akan mencaci maki dan mengatakan fasiq dll. Sangat tdk adil adil (dzalim) jika mas Sejati mengharapkan org lain menerima hadits tsb (yg bhkn anda sendiri ragu dg sumbernya).

    Tetapi kalu di pantau dari lapangan udah jelas yahudi semakin bertambah di iran.
    saya memihak pada fakta tersebut.

    1. Apa hubungannya bertambah dan berkurangnya Yahudi? Anda bisa menerima hal2 yg tdk nyambung spt ini?
    2. Dari mana datanya? Anda bs menerima sumber yg gak jelas?.

    aku mohon jika anda sudah menguasai suatu kampung , janganlah anda membantai saudara sunnimu sebagai mana pengakuan lidahmu.

    Prasangka? ataukah fakta? Apa bedanya dg provokasi (menyebarkan kebohongan) dan fitnah? Lidah saya kelu utk mengucapkan kalimat2 provokasi spt ini?

    saya pribadi tegaskan sebagai saran kepada anda yg lebih tua.
    1.imam mahdimu adalah dajjal
    2.rajah tidak akan terwujud
    3.agama anda didasar atas fitnah.

    “Tidak lah aku diutus kecuali utk menyempurnakan akhlak”
    QS:29:46 “Janganlah kalian berdebat dg ahli kitab kecuali dg cara yg baik…” dg ahli kitab saja hrs dg cara yg baik, apalg dg sesama muslim.
    Mas Sejati, mmgnya mas Sejati mazhab apa? Krn setahu saya Sunni jg mengimani akan datangnya Imam Mahdi.

    sekarang yg dilirik mesir. kapan dengan terang terangan lirik makkah madinnajh,
    walaupun sudah banyak yg dikirim secara takiyah ke arab saudi.

    Lagi ngomong apa mas?
    Segala sesuatu di dunia ini berubah, kecuali tulisan yg menentang Syi’ah.
    Semuanya permulaan ada akhirnya, kecuali tuduhan thd Syi’ah.
    Semua vonis hrs berdasarkan bukti. kecuali vonis thd Syi’ah”

    Bukankah semakin jelas siapa yg dzalim dan siapa yg didzalimi?. Syia’h dlm berdebat hrs pakai segala macam dalil (aqli maupun naqli), itupun msh ditolak. Tapi kalian boleh pakai apa saja utk mencaci dan memfitnah Syia’h, boleh pakai prasangka, boleh pakai hadits dhaif, boleh pakai fitnah, boleh bertentangan dg akal, boleh tanpa bukti, boleh tdk berakhlak, boleh kata2 kotor dll. Bukankah jelas siapa yg dzalim?

    Wassalam

  174. @truthseeker & @oky

    Mas2, udah ah, kita akan selalu membuang waktu kita dengan meladeni hal2 yang terlontar tanpa ada dasarnya seperti mas sejati. Kita persilahkan saja mas sejati dengan pemahamannya, dan kita dengan pemahaman masing2. Kita tak pernah memaksa, mas oky & mas truthseeker pernah memaksa??? Kita hormati saja mas sejati dengan pemahamannya. Biarkan saja mas sejati ber asumsi macam2 ttg syiah. Kebenaran tak pernah pudar kok asal kita tetap di jalan Allah. Allahumma shalli ala Muhammad wa ali Muhammad, ikhlas saya menerimanya, yuk mari…HAIL

    @mas sp
    tidur aj neeehh

  175. @sejati
    Assalumu A’laikumutk semua pencinta blog ini. Saya hanya seorang musfir lalu.
    Saya coba menginformasikan utk sejati: UTK MENCARI KEBENARAN TAK PERLU PAKAI SYARAT2AN. Krn kebanaran itu utk kita sendiri. Cukup banyak penjelasan yg disampaikan oleh sdr Oky, truthseeker dan abu Syahzanan. Coba anda baca berita2 siapa yg berjihad menentang Yahudi di Palestina dan Libanon. Siapa yg ingin menyerang negara Yahudi, siapa yg tdk takut pd Imprialis Amerika dan sekutu2nya. Siapa penyebab terjadi permusuhan antara Syiah dan Suni di Irag dan hampir seluruh Asia. Siapakah Provokatornya. Pikirlah tanpa fanatik dan EMOSI . Wasalam

  176. Mana ada orang Majedub bisa memberi pencerahan

  177. Memberikan peringatan, nasehat kepada jenis manusia seperti sejati_lk ini yang amat Syiahphobia sepertinya ga pernah efektif dan mengena. Mereka bergeming dan ga pernah tergerak. Bahkan sekedar utk jadi bahan pemikiran juga tidak. Keras, kaku seperti batu cadas dimana dihantam dengan godam sedahsyat apa pun sepertinya ga pernah hancur (nunggu kiamat kali baru bisa hancur :) ). Namun sayangnya kosong seperti gentong nasi yang jika tetes air jatuh ke dalamnya, ia bergema bagai guntur. Tetapi alhamdulillah, kewajiban kita2 utk memberikan wawasan dan pencerahan sdh dijalankan. Bukankah itu juga jalan yang ditempuh oleh manusia-manusia mulia pilihan Allah swt?
    Kira-kira adakah cara lain agar batu cadas ini bisa luluh dan gentong bisa terisi penuh?

    Damai….damai

  178. Doakan saja mas..sama2 saling mendoakan..Belajar itu susah kalo pake nafsu, tapi kalo pake hati..gampang bgt..stuju?

  179. @ABU SHAHZANAN DKK

    DENGAN HORMAT.
    aku bukan salafi. bukan sufi. akuadalah orang yg tertarik ingin mengetahui konflik selama ini.

    aku juga pendukung iran dulu nya.

    tetapi aku tertipu,bukan karena aku belajar sama salafi.

    demi lahir dan batin yg di berikan oleh allah swt sepatut kita bersepakat saling mendoakan agar kita saling mempengaruhi. salam

  180. @Sejati-ik
    Salam mas, semoga perbedaan yg ada antara saya dan anda menjadikan makna perdamaian dan persatuan menjadi suatu makna yang lebih hakiki, bukan hanya di tag-line, tetapi juga dalam kehidupan beragama, dan bermasyarakat.

    Semoga kesehatan dan kesejahteraan selalu bersama mas sejati-ik. Allahumma amien..

  181. @OKY DKK

    salam juga.aku setuju persatuan yg hakiki.
    sebagaimana aku namai nickname ku sejati.
    TAPI hakiki yg aku maksud adalah hakiki apa sebenarnya di balik kejadian di irak.iran adalah dibalik semua itu bahkan sampai palestina.

    dan aku amat setuju apabila yg hakiki itu semua terungkap. dan kalau terungkap jangan jawab sambil menangis
    ;INI SEMUA KALAU DI BANDING KARBALA TIDAKLAH BESAR KARENA GINI GITU GINI GITU’

    aku cuma kasian ama orang2 yg bilang kalau amerika mau serang arab saudi
    maka hadapi dulu iran.
    amat kasian aku.

    sampai2 ulama2 syiah menangis saat membacakan kisah karbala.

    oky !!!!!!!!!
    aku tegur kamu karena kasian ama kamu. mudah2an oky juga kasian ama aku.

    AKU SETUJU YANG HAKIKI
    SALAM.

  182. @Sejati-ik
    Terima kasih sudah kasian sama saya, tapi saya belum butuh rasa kasihan dari anda mas..masih banyak yang perlu dikasihani, lebih baik mas kasihan terhadap nasib mayoritas masyarakat Indonesia yang masih di bawah garis kemiskinan, atau saudara-saudara kita yang tertindas diluar sana (Kalo nick anda benar2 “Sejati”)..Semoga rahmat dan perlindungan Allah Swt selalu bersama mereka, dan semoga rasul saww dan para imam as selalu mendoakan mereka..

    Dan saya ngga perlu ditegur hanya karena berbeda pendapat dengan mas, ini forum diskusi bukan? tempatnya untuk mendiskusikan sesuatu..dan dalam forum diskusi, sangat wajar terdapat perbedaan pendapat..Seinget saya, saya tidak pernah melakukan penghinaan kepada situ (silahkan baca lagi dari atas), kecuali anda benar2 sensi atau mungkin lagi PMS mas..

    Maaf, “teguran” anda “terpaksa” saya acuhkan..karena tidak relevan dan bukan peruntukkan-nya.

  183. @abu shahzanan dan oky

    salam

    bapak abu s ,oky ,apa gerangan anda terpengaruh ama syiah, suatu agama yg ga berdasarkan amalan tapi kebohongan untuk suatu tujuan.
    dan menghalalkan segala cara.

    bahkan sama aku yg ga tahu apa2 msasalah agama pun anda berbohong,
    sama seperti AHMADINAJED , aku kasian mahasiswa pun tertipu oleh kebohongan anda. bahkan ulama besarpun.

    anda bilang alquran inilah yg asli padahal bukan.

    kalian tidak akan kuasai MAKKAH DAN MADINNAH,
    HARAM BUAT IMAM MAHDIMU alias dajjal mu.

    wassalam

  184. @abu shahzanan oky

    contoh sirik;

    yahudi;

    berdoa tawassul dgn nabi nya dan keturunan

    krsten;

    tawassul dengan nabi , pastor2. bunda maryam

    syiah;

    tawassul kepada nabi. imam2 nya,

    ISLAM ADALAH AGAMA YG BEBAS DARI KESYIRIKAN ITU. tawasul yg sesuai ajaran saja.

    karena kafirnya umat2 terdahulu , setelah meninggalnya nabi2 tsb mereka bertawasul kepada nabi2nya dan orang shaleh lain nya.

    KESEMUA SYIRIK TERSEBUT ADALAH AJARAN DAJJAL.

    SALLAM

  185. kalau berani, tinggal diskusi saja disini. Tunjuk salah satu diantara kami untuk menjadi lawan Anda di forum ini.

    ya itu sih kalau berani dan mampu. Atau Anda hanya mampu berkicau?

  186. @Oky
    setuju, met puasa bossss

    @sejati-lk
    Terserah mas bagaimana menilai kami atau ajaran syiah, itu hak anda. Intinya kita2 sudah bicara jujur, dan tidak berbicara sesuai dengan nafsu kami serta apa adanya dan bukan ada apanya. Meyambut Ramadhan saya mohon maaf untuk semua, terutama mas sejati.

    @ressay
    jangan saya mas, ilmu saya masih jauh tertinggal. Met puasa y pak…

    @ALL
    Saya gak mau ada “ganjelan” di Ramadhan nanti, saya minta maaf untuk semua atas perkataan atau tulisan yang kurang berkenan, met puasa…

  187. Yang punya anak pada pernah ngajarin anaknya gak? Atau kalau belum punya anak silakan mengingat2 lagi waktu msh SD diajarin ama ortu.
    Kesulitan terbesar saya dlm mengajar anak yg SD adalah bhw semua cara saya yg berbeda dg guru mereka adalah bid’ah, kadang kesel, kadang gemes tapi mau apalg wong saya jg seperti waktu msh SD. Dikasi tau bhw hakikatnya sama, tidak mau terima, bhw ini lebih tinggi krn bisa terus dipakai sampai SMP dstnya malah ngambek. Si Anak: “Pokoknya gak mau, itu salah krn beda dg yg diajarkan sama guru”. Mau ngomong ke gurunya ntar jadi intervensi dan malah bikin ribet. Kita ikut belajar spt mrk jadinya, walaupun saya befikir jika setiap muncul “kurikulum (baca: mazhab) baru kmd kita hrs beradaptasi lagi jadi repot dah, akhirnya mending panggil guru les aja. Dan saya hanya menunggu anak saya jika sdh besar/dewasa (baca: pintar) bisa memahami hal2 (baca: perbedaan) seperti ini. Karena sebagaimana terjadi pd anak saya itu pula yg terjadi pada saya (yg penting saya mengajarkan kpdnya utk berfikiran terbuka, dan tdk pengen menang sendiri).

    Wassalam

  188. @truthseeker
    Hehehe…benar….benar……
    Masalahnya mas, kita ngga punya pegangan anak SD yang satu ini kapan baru bisa lulus SDnya :mrgreen:

  189. @armand
    Sebetulnya ini hanya illustrasi yg mengadopt dr cerita saudara kita dr NU. Santri2 NU belakangan ini khan gregetan dg adanya saudara2 dr mazhab baru yg dg enteng & angkuhnya mengkafirkan kiai2 mrk dan institusi mrk. Akhirnya si santri laporan (dg geram) dan komplain knp kiai2nya koq pada diam, bukankah diam berarti mengiakan?. Dengan tenang sambil tersenyum sang kiai mengatakan bhw: “susah kalauberbicara dg orang yg ilmunya tdk seimbang, sebagaimana kalian berbicara dg anak SD, mrk tdk peduli apa yg engkau katakan dan mrk menganggap mrk yg benar”.
    Santri: “Tapi kan mrk sudah keterlaluan, sampai mengkafir2kan”
    Kiai: “Lhoo emangnya kalau mrk mengatakan kita kafir apa trus kita jadi kafir?.
    Santri: “Iyya sih, tp ini kalau didiamkan bisa membahayakan”
    Kiai: “Lebih bahaya lagi kalau ditanggapi, wong memang itu yg diinginkan iblis. Dan iblis tdk pernah puas, lihat saja mrk tdk akan pernah puas, sebentar lagi wali songo yg jasanya tdk terkira dg mengislamkan Indonesia shg menjadi islam terbesar di dunia pun tdk lepas dr sasaran mrk, jadi apalah saya hanya seorang kiai”
    Santri: “Masa sihh? Wali Songo pun ikut kebagian? Sempit sekali pemikiran mereka? Koq semua hanya dilihat dg hitam putih saja. Kenapa bisa sampai spt itu?”
    Kiai: “Ojo gumunan dan ojo kagetan, masih banyak lagi yg lebih mengagetkan koq. Apa kamu lupa, cucu Rasul yg tercinta dan Allah mewajibkan kita umat islam utk mencintai mrk ternyata terbunuh oleh umat islam juga?, masa kamu masih masih bisa kaget dengan apa2 yg bisa dilakukan oleh Iblis?”.
    Santri: “Nggih, saya paham maafkan saya. Terus apa yg terbaik yg bisa kita lakukan?”
    Kiai: “Sudah ada koq di AQ jalan keluarnya”.. :)
    Santri: “Apa itu kiai?”
    Kiai: “Sabar dan berdo’a, semoga saudara2 kita cepat2 naik kelas, sehingga bisa mengerti bagaimana cara kerja mereka yg derajatnya lebih tinggi”.
    Santri: “Terima kasih kiai”
    Kiai: “Jangan kaget ya kalau beberapa wali besar pun akan mendapatkan cacian dan pengkafiran mrk..”
    Santri: “Assalamualaykum”
    Kiai: “Wa alaykum salam wr wb”

    Wassalam

  190. he he he.

    saya doain deh biar cepet naik kelas tuh anak SD, biar cepet pada mudeng.

    salam

  191. Baru sadar neh ternyata kajian ini mulai dari Desember 2007 sampai sekarang Bulan Agustus 2008 berarti sebulan lagi ngelahirin neh…..

    ud hampir 9 Bulan tapi masih keukeh ya mencaci….

    piss…pisss

  192. waduh saudara g, secondprince terima kasih atas bahasannya… saya masih belajar jadi belum bisa memberi komentar atau tanggapan.. semuanya saya cerna dan bandingkan dengan sumber nya dulu yaa..

    terima kasih buat saudara almirza, oky, en sejati juga..

    hehe.. oh iya soal hadis futuristik.. jadi inget dulu pernah baca buku armageddon.. lupa pengarangnya sapa.. tapi bikin g enggak enak tidur.. bikin pingin nangis.. bikin pingin mati lebih cepat.. walaupun saya enggak tau pernah cari tau juga apa hadis yang dipaparkan di buku itu benar atau tidak..

    sekali lagi terima kasih, afwan..

  193. SEMUA PENDAPAT SYAH22 AJA! TP SEMUA HARUS BANYAK SISI SUMBER YG OTENTIK, KENAPA KALO SAHABAT ITU DIJULUKIN KHULAFAURASYIDIN TP KOQ PD BAKAR RUMAH FATIMAH, TRUS NABI MAU MENINGGAL DIANGGAP PIKUN! UDAH MENINGGAL KNP PD GAK BERKABUNG KOQ MALAH REBUTAN JABATAN! TRUS KENAPA ANAK CU2 RASUL YG MAKSUM DAN SUCI KOQ DIBANTAI,DIRACUN, KEPALA DIPENGGAL DAN DITINGGAL GITU AJA, TRUS KENAPA ALI IMAM SUCI YG MEMANG DITAKDIRKAN ORANG KE2 SETELAH RASUL SAMPEK NABI DIPAKSA MALAIKAT JIBRIL MENG IKKRARKAN NUBUWAH ALI BAHWA RISALAH NABI TANPA ALI AKAN SIA-SIA, SAMPAI IMAM ALI MENGGELANDANG? KENAPA PD GAK PERHATIAN THD ORANG SUCI! APA MAKSUD ALI SAMPAI MENGGELANDANG? ITULAH PERTANYAANNYA? ALI MENGGELANDANG KARENA DIKEJAR DAN DIBURU AGAR TDK MENYAINGI PROPAGANDA KEKUASAAN ABU2 YG GAK JELAS. MOGA2 ALLAH RABBY SELALU MENJADIKAN IMAM ALI SYAFAAT BG PENGIKUTNYA DAN AHLIL BAYYTNYA, DAN SEMOGA KITA MENDAPAT TETESAN SYAFAAT IMAM MAKSUM BESERTA AHLUL BAYYT…AMIIIN

  194. Salam,..

    Kehadiran Imam Ali bin Abi Thalib as Menjelang Kematian Seseorang

    Harits Hamadani, sahabat Imam Ali as yang telah lanjut usia, jatuh sakit. Suatu hari, dengan susah payah ia menemui Imam Ali as dan mengungkapkan kesedihannya karena kesenjaan usianya dan jauhnya jarak yang telah menghalanginya untuk sesering mungkin dapat bertemu dengan sang Imam as.
    Imam Ali as berkata kepadanya:
    “Wahai Harits, setiap orang yang mati, pasti akan melihatku saat ajal menjemputnya. Engkau akan melihatku membagi surga dan neraka di Shirat kelak, dan akan menempatkan ahli neraka di neraka dan ahli surga di surga, dan apabila ada diantara sahabatku berada di neraka, aku akan mengeluarkannya.

    Janganlah memandang mustahil perkara ini, karena,
    Pertama, banyak sekali manusia yang hadir diatas pembaringan orang yang hendak mati atau para mujahid yang dalam keadaan syahid, tiba-tiba yang hendak meninggal itu bangun atau duduk untuk menghormati para nabi dan imam suci, dan bertanya kepada hadirin di sekelilingnya, mengapa kalian tidak menghormati kedatangan mereka?
    Kedua, kehadiran ini tidaklah bersifat fisik, melainkan kehadiran spiritual yang hanya dapat dilihat oleh orang yang hendak mati itu. Bila ia ahli ibadah, maka ia melihat para Nabi dan Imam suci itu dalam keadaan berwajah bahagia dan lembut, tetapi sebaliknya bila ia ahli maksiat, maka yang datang dengan wajah masam dan marah.
    dikutip dr kisah2 imam ali as, karya ali shofi
    salam

  195. yang mengaku syiah baca dulu kitab Al Kafi, didalamnya boleh berbohon, kotoran imam harum, dimakan jadi obat, imam lahir dari paha, imam lebih tinggi dari nabi, dan keanehan keanehan lainnya, mbo ya mikir………………….toh
    jadi kita harus tau apa yan kita cintai dan apa yan kita benci, tidak mungkin kita mencibtai sesuatu atau membenci sesuatu yang tidak kita ketahui, atau membela dan memerangi sesuatu yang kita tidak ketahui

  196. ustadz, kalau memang mau diskusi, diskusilah yang baik. ndak usah nyebar propaganda busuk seperti itu. masa mau niru2 tingkahnya Zionis Israel?

  197. @yulhendri Ibrahim
    Kalau mas Ibrahim meminta syi’ah membaca al kafi, begitu juga syi’ah meminta sunni uk membaca shahih bukhari. Yang mana sahih bukhari banyak bercerita tentang kesalahan2 sahabat, pembangkangan sahabat kpd Rasulullah, dan dalil2 lainya yang orang sunni sendiri kaget koq bisa bukhari menulis seperti itu tentang sahabat.
    Dan yang menjadi dongkol sunni adalah bhw sunni mengklaim bhw hadits Bukhari semua shahih, sedang syi’ah tidak pernah menganggap al kafi sbg sahih.
    Jadi kita sunni terbelenggu pada hadits Bukhari dan harus terima apa adanya, sedang syi’ah yg mmg tdk menganggap al kafi sbg sahih bebas2 saja memilah2 isi al kafi.

    Wassalam

  198. @yulhendri Ibrahim.
    Imam lebih tinggi dari Nabi? Wah udah pernah dibahas..ini Allah sendiri yang menyatakan di surah Al Baqarah 124:
    “Dan (ingatlah) ketika ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu ibrahim menunaikannya. Allah berfirman “Sesungguhnya aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata:”(Dan saya mohon juga) dari keturunanku. Allah berfirman: “Janjiku (ini) tidak menegai orang orang yang dzalim”.

    Saat itu nabi ibrahim SUDAH menjadi nabi dan diuji oleh Allah SWT. Beberapa contohnya, meninggalkan istrinya, mengorbankan putra-nya dsb, dan sebagai reward atas hal2 yang mulia itu, Allah SWT menganugrahkan nabi ibrahim kedudukan imamah “Jaa ‘ilukalinnaasi imaamaan”..

    Jadi sebetulnya siapa yang keliru mas? Qur’an yang saya pakai ini Qur’an yang didapat ketika keluarga ada yang ke tanah suci, ngga ada beda-nya dengan Qur’an yang mas pakai. Allah lah yang bilang gitu, bukan saya, bukan mas SP, bukan para imam syi’ah, bukan juga kulainy…

  199. Assalamaulaikum Wr. Wb.Saya rasa, tujuan kita belajar di dunia ini adalah untuk menjadi manusia sejati, manusia yang memakai akal fikirannya untuk menciptakan sebuah kebaikan dan kemuliaan, memperjuangkan kebenaran dan meluruskan kesesatan menjadi kebaikan, islam adalah agama langit dan bumi terlepas berbicara tentang syiah dan sunni mari kita berfikir jernih, penggalan ciri2 islam: 1. agama yang penuh kasih sayang, 2. pemeluk islam yang terhormat tidak berkasih sayang dengan orang2 kafir, hal ini tidak di jumpai di negara2 islam di dunia ini lihatlah contoh : Arab saudi (kaki tangan Amerika dan inggris), Indonesia (Budak negara Kafir), Malaysia (ketiak Inggris) kecuali negara IRAN, yang benar2 menjalankan islam sebagai aturan tertinggi bagi nusa dan bangsanya…sehingga perkembangan IPTEKnya tidak kalah bersaing dengan barat IPTEK maju, Akhlak juga mulia…Mayoritas penduduk Iran beraliran Islam Syiah….Wassalam..

  200. CIRI2 PEMELUK ISLAM YANG BENAR:
    1. Lemah lembut
    2. penuh kasih sayang
    3. Cinta Damai
    4. Suka menolong sesama umat
    5. Gemar belajar, membaca
    6. berfikir jernih dan penuh sopan santun
    4. tidak menjalin kasih dan sayang dengan orang Kafir (kapitalis) dan penindas sesama manusia.

    coba sebutkan negara islam yang benar2 mandiri hidup tanpa bantuan bangsa kafir? kebanyakan Negara dengan mayoritas islam Sunni menjalin kasih dan sayang dengan bangsa Kafir bahkan menjadi budak sekulerisme……trimakasih moga kita dapat berfikir jernih dan senantiasa membaca situasi..

  201. Wuihh,…. Yang sabar yah mas Second…
    saya butuh 2 hari baca pembahasan ini (ternyata umurnya udah 1 tahun).

    1. Pertama saya ingin memberitahukan kepada saudara2 yang anti Syiah, dan telah mengkafirkan syiah. bahwa saya bermazhab Syiah Imammiyah itsna Asyariyah (Ja’fariyah).

    kalau kalian keberatan saya sebut “saudara” atau kalian artikan sebagai yang najis, saya mohon maaf.

    2. apakah kalian merasa, kritik kalian kepada tulisan SP ternyata lari, tidak focus, blurr… dan cenderung menimbulkan masalah lain ( lho bukannya di blog ini paling sering seperti itu ? ).

    Karena keberatan kalian lebih kepada pembelaan diri terhadap apa yang telah kalian percayai sejak kalian dapat hingga sekarang. dan kalian tidak dapat berhujah dengan dalil yang mendukung apa yang kalian telah percayai… tapi demi Allah tidak ada sedikitpun saya menganggap kalian (sunni) adalah kafir.

    3. Masalah keharusan ditutup rapat mengenai peristiwa tersebut diatas. Apakah mungkin suatu peristiwa harus ditutupi hanya untuk tujuan persatuan ?? apakah ini yang disebut White Lie ?
    dan kenapa hal itu tidak dari awal di tutupi hingga tidak tercatat dalam kitab Imam Bukhari.

    4. Sekali lagi yang saya lihat dari tulisannya mas SP tidak ada sangkut paut dengan Syiah, bahkan dia sendiri tidak mengaku bahwa dirinya Syiah. kenapa kalian langsung menghujat kami dengan tuduhan kami adalah sesat… dengan kebanggaan bahwa guru kalian silsilahnya sampai ke Nabi, (bukannya banyak mas habib di Indonesia? ) dan kalian dengan ringan mengatakan Pisahkan Syiah dari Islam…. Mahzab kami diakui oleh negara yang mayoritas Sunni, Al-azhar (kairo) sendiri telah lama mengakui bahwa Syiah tidak ubahnya dengan 4 mahzab lainnya. apa yang mendorong kalian merasa lebih dari ulama2 kalian sendiri dalam menilai kami.

    5. Kebencian kalian sampai ke Negara Islam Iran, fitnah ke Ahmadinejad, masalah HIV… hanya karena negara itu mayoritas bermahzab Syiah. kalian telah membutakan diri kalian hanya karena itu adalah Syiah. apa perlu saya utarakan apa yang telah dilakukan Ali syariati kepada kaum intelektual barat, apa yang Imam Khomeini lakukan kepada kekuatan barat di timur tengah?
    Apa yang telah dilakukan Sayyid Hasan Nasrullah kepada bangsa Israel ? dan penduduk Lebanon ?

    Sejarah mencatat itu, meskipun mereka adalah Syiah !!

    6. Finah apalagi tentang Syiah ingin menguasai Mekkah ?? saya pribadi ingin menguasai Mekkah bahkan saya memiliki cita-cita Mekkah terlepas dari kerajaan Saudi Arabia, Hingga Mekkah dan Madinah akan menjadi kota umat Islam sedunia tanpa harus memaukkan keuntungan materi kepada kerajaan Saudi. kalau cita-cita saya salah tolong difikirkan lagi, kalo Mekkah milik umat Islam sedunia mungkin biaya haji bisa turun 70%.

    Saya kenal Habib Munzir (semoga cahaya datuknya selalu menyinari majelisnya), dan beberapa kali sempat mengunjungi blogs majelis RasullAllah.
    meskipun dia tidak kenal saya. tapi seandainya saya bertemu langsung saya akan mencium tangannya wujud dari penghormatan saya kepada beliau.

    Semoga Allah senantiasa memberi kesejahteran kepada NabiNYA dan para Imam yang mulia dari keluarganya, sampaikan sebanyak-banyaknya salam.

  202. :) wa alhamdulillahir Rabbil ‘alamin :)
    salam al-Mubarak

  203. Salamun

    @Bara
    Mahukah kalian menegur yang dikalangan kalian yang masuk ke disco di malam hari?
    Kalian nampak mereka… Kalian hampiri padanya yang mana kalian melihat ia muslim… Tanyalah pada ia… “Adakah kamu Pengikut Ahlul Sunnah Wal Jama’ah atau Syi’ah?
    Pada fikiran kalian… Adakah mudah untuk memperbetulkan Syi’ah yang Ghulat. padahal kalian telah sampai pesanan orang yg degil sukar untuk menerima nasihat. wasSalam

  204. *padahal telah sampai pesanan kpd kalian bahawa orang yg degil sukar untuk menerima nasihat. wasSalam

  205. BAGAIMANA DHGN YG INI/

    Diriwayatkan dari Dawud bin Farqod. Dia berkata : “Saya berkata pada Abi Abdillah AS. Apa pendapatmu tentang membunuh seorang Nasibi? Ia berkata: halal darahnya akan tetapi hati-hatilah dan bila kau dapat runtuhkan dinding atas mereka dan tenggelamkan mereka kedalam air supaya tidak ada bukti/ jejak”.(Wasa’ilusyi’ah 18/463, Biharul Anwar 27/231).

    Komentar Imam Khumaini terhadap kutipan di atas : “jika kamu dapat mengambil hartanya maka ambillah, jangan lupa memberi kami seperlimanya”. Di samping ketarangan di atas, Khomeini mengatakan dalam kitabnya Tahrirul Wasilah jilid 1 hal 352 : pendapat yang terkuat adalah menyamakan Nasibi dengan orang kafir dalam hal diperbolehkan mengambil hartanya sebagai ghanimah dan wajibnya memberikan seperlima dari rampasan harta itu, dan yang jelas diperbolehkan mengambil harta mereka di mana saja dengan cara apa saja serta wajib memberikan seperlima dari harta tersebut pada kami.

    Sayid Ni’matullah Al Jazairi salah satu tokoh (Syiah) Rofidhoh berkata (sesungguhnya pada suatu kita Ali bin Yaqthin menteri salah seoran menteri yang bermazhab syi’ah. Suatu kali dalam penjaranya terdapat sekelompok orangg yan gtidak bermazhab syi’ah, lalu dia menyuruh anak buahnya agar merobohkan atap penjara maka sejumlah 500 orang mati tertimpa atap bangunan) Kitab Al Anwar Annu’maniyah jilid 3 hal 308.

  206. TOLONG JELAS KAN YG INI

    Sayid Ni’matullah Aljazairi berkata tentang nasibi (sebentar lagi pembaca akan mengatahui, siapa itu Nasibi) : “ Ulama Syi’ah sepakat bahwa bahwa nasibi adalah orang-orang kafir dan najis, lebih jahat dari orang-orang Yahudi dan Nasrani . ciri-ciri Nasibi adalah mendahulukan orang selain Ali dalam kepemimpinan kaum muslimin setelah wafatnya Rasulullah”. Al Anwar Annu’maniyah jilid 2 hal 207-208.

  207. HEHEHEHE….logika minor yang digunakan.

  208. INI NUKILAN ANDA DAN PENDSAPAT KAMI

    TOLONG KOMENTARI

    1.Al Mufid –Muhammad bin Nu’man- mengatakan:

    Banyak sekali hadits-hadits dari para imam yang membawa petunjuk – a’immatil huda- dari keluarga Nabi Muhammad SAAW bahwa Al Qur’an yang ada bukan lagi asli, juga memuat berita tentang orang-orang zhalim yang menambah dan mengurangi isi Al Qur’an. Lihat Awa’ilul Maqalat hal 91.

    2.Abul Hasan Al Amili mengatakan:

    Ketahuilah, kebenaran yang disimpulkan dari riwayat mutawatir yang akan dipaparkan kemudian, dan riwayat lain yang tidak kami jelaskan di sini, bahwa Al Qur’an yang ada di tangan kita saat itu, telah mengalami perubahan sepeninggal Rasulullah SAAW. Para penulis Al Qur’an sepeninggal Nabi SAAW telah menghapus banyak ayat dan kata dari ayat Al Qur’an.
    Muqaddimah kedua dari tafsir Miraatul Anwar wa Mishkatul Asrar hal 36, dicetak sebagai pengantar bagi Tafsir Al Burhan karya Al Bahrani.

    3.Ni’matullah Al Jaza’iri

    Figur yang satu ini lebih memilih untuk percaya riwayat-riwayat mutawatir menurut versinya daripada Kalam Ilahi yang terhimpun dalam Al Qur’an. Katanya:
    Dengan menganggap Al Qur’an yang ada sekarang ini adalah mutawatir dari wahyu ilahi, [artinya diriwayatkan secara mutawatir berasal dari Nabi yang menerima wahyu dari Allah], dan meyakini bahwa Al Qur’an yang ada sekarang ini adalah Al Qur’an yang diturunkan oleh Ruhul Amin [Malaikat Jibril] mengandung konsekwensi penolakan terhadap riwayat yang banyak sekali, bahkan mencapai derajat mutawatir, yang menyatakan bahwa Al Qur’an telah dirubah, isinya, kalimatnya dan I’rabnya. Padahal ulama mazhab kami telah sepakat bahwa riwayat itu valid adanya dan mereka yakin pada isi riwayat itu. Al Anwar An Nu’maniyah jilid 2 hal 357.

    4. Al Allamah Al Hujjah Sayyid Adnan Al Bahrani

    riwayat tak terhitung banyaknya, yang menerangkan bahwa Al Qur’an telah dirubah, sungguh banyak, melebihi derajat mutawatir. Masyariq Asy Syumus Ad Durriyah, hal 126.

    5.Sulthan Muhammad Al Khurasani

    Mengatakan dalam kitabnya, Tafsir Bayanus Sa’adah fi Maqamatil Ibadah, cet. Muassasah Al A’lami hal 19

    6.Begitu juga Husein Nuri Thabrasi,

    yang getol

    menyatakan Al Qur’an telah dirubah, sampai-sampai dia menulis sebuah kitab yang diberi judul Fashlul Khitab fi Itsbati Tahrifi Kitabi Rabbil Arbabi [pemutus ucapan, pembuktian bahwa kitab Allah telah dirubah]. Kita simak ucapannya dalam kitab di atas hal. 227 :
    Hadits yang memuat hal itu [perubahan Al Qur’an] berjumlah lebih dari 2000 hadits, sejumlah ulama besar menyatakan banyaknya riwayat yang menyatakan hal itu, seperti Al Mufid, Al Muhaqqiq Ad Damad, Majlisi dan lainnya.

    7. Muhammad Baqir Al Majlisi
    ketika membahas hadits riwayat Hisyam bin Salim dari Abu Abdillah Alaihissalam; Sesungguhnya Al Qur’an yang diturunkan oleh Jibril Alihissalam kepada Muhammad SAAW ada 17000 ayat. Majlisi mengomentari riwayat ini: [riwayat ini] dipercaya, dalam cetakan lain tertulis Hisyam bin Salim di posisi Harun bin Salim. Riwayat ini shahih, seperti sudah diketahui bahwa riwayat ini juga banyak riwayat shahih yang menerangkan dengan jelas bahwa Al Qur’an yang ada saat ini telah dikurangi dan diubah, bagi saya hadits-hadits yang menyatakan perubahan Al Qur’an mencapai derajat mutawatir ma’nawi. Menolak riwayat ini mengharuskan kita untuk menolak seluruh riwayat [hadits Ahlulbait]. Saya kira hadits yang mengatakan hal ini[perubahan Al Qur’an] tidak kalah banyak dari riwayat hadits yang membahas imamah, bagaimana masalah imamah bisa dibuktikan dengan riwayat? Mir’atul Uqul, jilid 12 hal 525.

  209. APA AKU PERCAYA SAMA BUKU APA UCAPAN ANDA WAHAI SYIAH

  210. AKU DAH DAPART BUKU NYA APA PERLU AKU ROBEK?

  211. JIKA OMONGAN ANDA GA SAMA DENGAN BUKU MANA YG HARUS DI ROBEK, MULUT ANDA APA BUKU

  212. @ABELARDO

    anda udah jawab dengan trik pula mengenai anda ingin kuasai makkah madinnah.
    TAPI SELURUH PELURU YG DI PERSIAP KAN IRAN ;

    BAHKAN OLEH MANUSIA DAN JIN SETAN TAK AKAN MAMPU MENAKLUK KAN NYA.

    PEMIMPIN MU ITU AKAN CUMA MENGANGA DI LUAR DAN KALIAN BERSAMA NYA. MUDAH2AN PEMIMPIN KALIAN CEPAT DATANG

  213. Hehe, Al Qur’an ngga sama dengan yang sekarang? Di Sunni juga ada oom, hadist shahih lagi…di Syi’ah gak ada hadis shahih oom, ngga ada satu buku pun selain Qur’an yang dibilang shahih, termasuk Nahjul Balaghah..gak ada cap shahih shahih-nya….ngga pengen robek2 hadist sunni dulu?

    Kenapa dia jadi emosi sendiri? Ade apeeeeeee…

  214. 1. Syaikh Muhammad bin Ali bin Husain bin Babawaih Al-QummiAl-Qummi dikenal dengan ash Shadûq dan Rais al-Muhadditsîn (w. 381 H).:

    إعتقادُنا في القرآن أنَّه كلامُ اللهِ و وحيُه و تنزيلُه و قولُهُ و كتابُهُ، و أنه لا يأتيهِ الباطِلُ من بين يديه ولا من خلفه، تنزيلٌ من حكيمٍ عليمٍ ؛ و أنه القصص الحقُّ، و أنه لقولٌ فصلٌ و ما هو بالهزلِ، و أنه تبارك و تعالى محدثُه و منزله و وربُّه و حافظهو المتكلم به.

    إعتقادُنا أَنَّ القرآن الذي أنزلَهُ الله على نبينا (صلى الله عليه و آله و سلم) هُو ما بين الدفَّتين، و هو ما بِأَيدي الناس، ليس بِأَكثر من ذلك. و مبلغ سوره عند الناس مائة و أربع عشر سورةو عندنا أنَّ الضحى و ألم نشرح سورة واحدة، و لايلاف و ألم تر كيف سورة واحدة. و من نَسَبَ إلينا أنَّا نقول أنه أكثر من ذلك فهو كاذبٌ….

    “Keyakinan kami tentang Al Qur’an bahwa ia adalah Kalam Allah, wahyu,firman dan kitab suci-Nya. Dan ia tidak sediktipun didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun belakang. Ia adalah diturunkan dari Dzat Yang Maha Bijak dan Maha Mengetahui. Ia (Al QUr’an) adalah kisah-kisah yang haq, ia adalah ucapan pelerai, bukan sendau gurau. Dan sesungguhnya Allah Yang Maha Berkah dan Maha Tinggi yang menfirmankan, menurunkan, memelihara dan berbicara dengannya.

    Keyakinan kami bahwa Al Qur’an yang diturunkan Allah kepada nabi-Ny; Muhammad saw. adalah apa yang termuat di antara dua sampul (mush-haf), yaitu yang sekarang beredar di kalangan manusia. Tidak lebih dari itu. Jumlah surahnya adalah 114 surah. Dan menurut kami surah Wa adh Dhuhâ dan Alam Nasyrah dihitung satu surah dan surah Li ilâfi dan Alam Tara Kaifa dihitung satu surah. Dan barang siapa menisbahkan kepada kami bahwa kami meyakini bahwa Al Qur’an lebih dari itu maka ia adalah pembohong! …

    (al I’tiqâdât:93, dicetak dipinggir kitab al Bâb al Hâdi ‘Asyar)

    2. Syeikh Mufid (w.413 H):

    وَ قَدْ قال جماعَةٌ مِنْ أهل الإمامة: إنَّه لم ينقص من كلمة، ولا آية ، ولا سورة، و لكن حُذِفَ ما كان مثبَتًا في مصحف أمير المؤمنين (عليه السلام) من تَأويليه، و تفسير معانيه على حقيقة تنزيله، و ذلك كان ثابتًا مُنَزَّلاً و إنْ لِمْ يكن من جملةِ كلام الله تعالى الذي هو القرآن المعجِز. و عندي أنَّ هذا أشبهُ من مقال من ادَّعى نُقْصان كلِمٍ من نفسِ القرآن على الحقيقة دون التأويل، إليه أميلٌ، و الله أسأل توفيقه للصواب.

    “Telah berkata sekelompok Ahli imamah (Syi’ah): bahwa Al Qur’an tidak berkurang walaupun hanya satu kata, atau satu ayat atau satu surah, akan tetapi (yang) dihapus (adalah) apa-apa yang tetap dalam mush-haf Amirul Mukminin (Ali) as. berupa ta’wîl dan tafsir makna-maknanya sesuai dengan hakikat tanzîlnya. Yang demikian (ta’wîl dan tafsir) adalah tetap, terbukti telah diturunkan (Allah) walaupun ini bukan dari bagian firman Allah sebagai Al Qur’an yang mu’jiz (mu’jizat). Dan menurut saya pendapat ini lebih tepat dari pada pendapat orang yang menganggap adanya pengurangan beberapa firman dari Al Qur’an itu sendiri bukan ta’wîl nya. Dan saya cenderung kepada pendapat ini. Hanya kepada Allah lah saya memohon tawfiq untuk kebenaran.” (Awâil al Maqâlât fî al Madzâhib al Mukhtârât: 55-56).

    3. Asy Syarif Al Murtadha (w.436 H):

    Dalam bukunya berjudul Al-Masaail Al-Tharablusiyyaat, Al-Murtadha mengatakan, seperti dikutip penulis buku Majma’ Al-Bayân dikatakan:

    …أنَّ العلمَ بصحة نقلِ القرآن كالعلم بالبلدتن و الحوادث الكبار و الوقائع العظام و الكتب المشهورة و أشعار العرب المسطورة، فإنََّ العناية اشتدَّت و الدواعي توفَّرت على نقلِهِ و حراسته، و بلغت إلى حدٍّ لِمْ يبلغْه فيما ذكرنا. لأنَّ معجزة النبوة و مأخذ العلوم الشرعية و الأحكام الدينية و علماء المسلمين قد بلغوا في حفظه و حمايته الغاية حتى عرفوا كل شيئ اختلف فيه من إعرابه و قراءته و حروفه و آياته، فكيف يجوز أن يكون مغيرا أو منقوصا مع العناية الصادقة و الضبط الشديد أن القرآن كان على عهد رسولِ اللهِ (ص) مجموعًا مُؤلَّفًا على ما هو عليه الآن… و أنَّ جماعةً من الصحابة مثل عبد الله بن مسعود و أبي بن كعب و غيرهمت قد ختموا القرآن على النبي (ص) عدّة ختمات ، و كل ذلك يدل بأدنى تأمل على أنه كان مجموعًا مرتَّبًا غير مبتورٍ ولا مبثوثٍ…

    و أن من خالف من الإمامية الحشوية لا يُعْتَدُّ بخلافهم، فإن الخلاف مضافٌ إلى قومٍ من أصحابِ الحديث نقلوا أخبارًا ضعيفَةً ظنوا صحتها لا يُرجع بمثلها عن المعلوم المقطوع على صحتِهِ.

    “Bahwa kadar kepastian akan penukilan Al Qur’an adalah seperti kepastian ilmu bumi dan kejadian-kejadian besar dalam sejarah. Begitu basar perhatian yang telah dicurahkan demi kelestarian dan keutuhannya. Seluruh faktor telah berkumpul menjadi sempurna dan menyatu mendukung terjaganya Al-Quran dari segala macam penyelewengan dengan pengawasan yang ketat. Sehingga tidak ada sesuatu pun yang dijaga dengan rapi, seperti Al-Quran. Sebab Al-Quran adalah mukjizat kenabian Muhammad saw., sumber segala ilmu dan hukum utama syariat agama (Islam). Para ulama muslimin sendiri telah bersungguh-sungguh dalam menjaga dan melestarikannya sehingga mencapai puncaknya, sampai-sampai mereka mengetahui segala sesuatu yang diperselisihkan di dalamnya untuk diteliti tentang i’rab, nada, cara membacanya, jumlah huruf-huruf dan ayat-ayatnyanya.

    Lalu bagaimana mungkin buku yang telah dijaga sedemikian rupa dapat diubah-ubah atau dikurangi dengan mudah. Al-Quran sejak zaman Nabi saw. telah tersusun rapi dalam bentuk yang sempurna, sebagaimana yang ada sekarang….

    Dan sesungguhnya sekelompok sahabat telah mengkhatamkan Al Qur’an berulang-ulang di hadapan beliau. Semua itu adalah bukti –dengah sedikit merenung- bahwa Al Qur’an sejak ,masa Nabi telah terkumpul dan tersusun rapi, tidak terpotong-potong dan tercecer….

    Dan sesiapa di antara Syi’ah Imamiyah dan Al Hasyawiyah/di sekelompok dari Ahlus-Sunnah yang menolak kenyataan itu tidak perlu diperhatikan. Sebab perselisihan dalam masalah ini selain hanya disandarkan kepada sekelmpok dari Ahli Hadis yang menukil khabar-khabar (riwayat) yang lemah yang mereka sangka shahih,ia juga tidak dapat dirujuk dalam masalah-masalah keyakinan dengan meninggalkan yang diketahui secara pasti kebenarannya.” (Majma’ al Bayân,1/15).

  215. @ Sejati (merek rokok ya mas..?)

    Mas mas…buku apa yg anda punya..? Buku Al Kafi? buku Tafsir Al Burhan, Biharul Anwar..? Atau BUKU COPY PASTEAN HAKEKAT mas..??

    hehehe…

    panjangin jenggot mas aja, dr pd byk omong tapi ga mutu..sok tau syiah, suni aja ga ngerti..! makanya..pelajari tuh kitab suni, cari ada ga masalah kalian meyakini Tahrif..!

    Btw, mo robek2 kitab2 syiah jg urusan ente ko…ga RUGI mas..! yg beli ente sendiri..duit2 ente…hehehe

    ASBUN..asal bunyi…!

    masih mending burung Kenari gw, asbun tapi suaranya enak..!

  216. Sekalian les ngetik di Juliana Jaya deh (Eh itu les jahit ya?, ya boleh juga deh)

  217. @Sejati
    anda tipikal teroris yah… kebodohan dan kekerasan sama kuatnya.
    memang ada banyak trik untuk menghindari kawan diskusi salah satunya yaitu : membuat kawan diskusi menjadi MUAK dan JIJIK hingga pergi menghindari pembahasan. (sepertinya anda memakai trik ini)

    tapi kami sudah terbiasa menghadapi tipikal teroris seperti kalian. meskipun kami MUAK dan JIJIK tapi kami tidak pernah menghindar.
    kami bukan pejuang2 kalian yang lebih gemar mencuci otak jamaahnya, dan akhirnya bersembunyi di Goa-Goa.

  218. Loh, masih jalan juga ya?
    Enak ini, bisa mengerjakan PBL saya dengan mudah.
    Mohon bantuannya (PBL itu semacam makalah. Untuk SMP.)

  219. Ass. Wr. Wb.

    Saya seorang muslim ingin mengajak kpd semua umat Islam sedunia, janganlah perbedaan diantara kita menjadikan ukhwuah Islamiah terpecah belah, apapun golongan/mahzab anda hrslah tetap bersatu padu menggalang kekuatan yg sengaja dikobarkan oleh musuh-musuh Islam, Islam adalah Islam tidak kebarat ataupun ketimur. Al-Qur’an dan Al-Hadist adalah tali yg kuat untuk menggalang persatuan umat. Berpesan-pesanlah dengan benar dan kesabaran, wahai orang-orang yang berfikir.

    Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

  220. maaf, saya baru tau bahwa Al-Qur’an dan Al-hadits yang jadi pegangan kuat bagi kita untuk menggalang persatuan.

  221. Yang dimaksud adlh hadist dari itrah Ahlul bait Nabi Muhammad saw. kan utk merangkul semua mahzab/golongan. Mas Ressay sy minta no telp atau alamat mas, boleh kan ?

  222. [...] berimbas pada tudingan yang macam-macam pada pribadi saya, misalnya tendensius, antek Yahudi, pengikut Syiah, atau apapun yang dianggap sebagai si penuding sebagai cara untuk mematikan karakter saya (hehe, [...]

  223. hare gene masih berdebat antah berantah!
    kalau diskusi yang objektif and rasionil donk.

    buat yang ngerasa syiah, ayo dibuka alkaafy nya. ayo kitab itu didistribusikan ke toko-toko buku. biar masyarakat aksesnya gampang and bisa baca sendiri, kagak ngebayangin aje. and biar alkaafy kagak dibilang kitab misterius. kasihan kan, kalau ada ideologi yang rujukan utamanya misterius.

    juga kagak usah repot2 nyibukin diri ngupas albukhary sebelum syiah membuka kitab hadis mereka.

    12 imam yang ada pasti udah kasih tahu hadis2 mana yang bener buat pengikutnya kan? ayo, dibuka kitab hadis itu dong.
    atau jangan-jangan 12 imam nya kelupaan kagak kasih tahu?

    kalau syiah bilang bahwa rujukan utama (alkaafy atau apaun namanya) masih menagndung “hal-hal yang perlu dikoreksi/ dikritisi”, maka jelasin transparansinya :

    bab apa yang sudah dikoreksi?
    kenapa dikoreksi? salahkah?
    salah siapa? penulis kitab, perawi hadis, atau imamnya?

    yang transparan dong. biar diskusinya kagak antah berantah gini.

  224. @atasku

    Dengan terpaksa saya setuju dg anda mbak… mbok yao jgn referensi sunni aja yg dibedah… referensi syi’ah perlu jg tuch dipreteli… sehingga semangat “mengikuti ahlul bait” itu bukan sekedar slogan aja… tapi apakah bener dan yakin kita telah ngambil ilmu dari mereka ahlul bait? bgmana metode penyaringan dan pencatatannya? apakah lebih baik, sama ato lebih parah daripd sunni… sehingga dg begitu bisa diminimalisir org2 yg syiahphobia maupun yg sunniphobia…

    Buat apa kita ngotot mempertahankan keyakinan bahwa ahlul bait adlh merupakan pedoman, jika ga bisa meyakinkan kesahihan metode dlm pengambilan ilmu dari mereka…buat apa kita keluar dari rekayasa yg satu terus masuk ke rekayasa yg lain…

    Kalau mempreteli referensi sunni begitu byk kesempatan, kenapa mempreteli referensi syi’ah ga pernah ada sempatnya…

    hanya sekedar suggestion…jika tak berkenan, forget it.. :)

    Salam damai selalu…

  225. @dewicanda & soegi

    Klo setuju jangan terpaksa dond, harus ikhlas dan ridho……………..
    Baca dan teliti lagi diskusi ini, jangan-jangan anda tidak membaca tanggapan dan jawaban antara sipenulis dengan yg lainnya. Banyak juga yg sudah dilinkan, coba dibuka dan dibaca. Buku-buku referensi mengenai Allul Bait sudah banyak di toko buku, mungkin anda tidak berusaha mencarinya. Klo mempreteli referensi sunni sudah biasa tiap hari juga ada dimajelis taklim, di TV, diradio dsb. Bukan rekayasa, tapi menurut Al Qur”an dan Al Hadist, sekali lagi baca dan ikuti diskusi ini dengan teliti. Jangan cepat menyerah, tak kenal maka tak sayang, yah begitulah.

    Salam damai juga….selalu

  226. Saya betul-betul ingin menyaksikan pemaparan dari ustadz soegi nih mengenai kitab-kitab syiah. Anggap saja mas secondprince ini ndak mengetahuinya sehingga ustadz soegi bisa memberitahukannya.

    saya tunggu lho ustadz. sapa tahu mas secondprince bisa pindah mazhab jadi mazhab takfiri.

    Beberapa komentar Anda sebelumnya, begitu menunjukkan bahwa diri Anda itu sebenarnya mengetahui kok poin-poin yang biasa digunakan oleh mazhab takfiri kekinian untuk mendiskreditkan syiah. Poin-poin itu berbeda temanya dengan kelompok takfiri jaman dahulu. Sekarang sudah mulai berani beretorika.

    saya setia menanti lho ustadz.

    Sekali lagi, anggap saja mas secondprince gak tahu. khan amar ma’ruf nahi mungkar. Katakanlah kebenaran walaupun itu pahit. Katakan saja ustadz. JIHAD….

  227. @ressay

    Salam

    Saya juga betul2 ingin menyaksikan pemaparan dr pemilik blog ini mengenai kitab2 syi’ah dan saya tidak bisa menganggap beliau tdk mengetahuinya… ato gini aja… mas Ressay aja dech yg mewakilinya… saya kira anda lebih berkompeten… sedangkan saya hanya browser di dunia maya ini mas…pnya blog aja kagak… nah poin2 dr koment sy sblmnya saya sering baca dr blog2 lain yg mgkin itu yg mas maksud blognya mazhab takfiri…wah dr pada nanti saya dicap termasuk mazhab takfiri TM, mending yg berkompeten lah yg menjelaskannya… jd biar para browser kyk sy & lain ga bingung & dpt informasi berimbang gituch..

    o iya mazhab takfiri itu apaan & siapa sih mas? wah kyknya ada istilah baru nich… mohon pencerahannya donk..

    saya juga setia menanti lho mas…

    salam damai selalu…

  228. Ustadz, seharusnya yang melemparkan wacana itulah yang memulai menjelaskannya. Ya setidaknya menyampaikan sedikit pendapatnya.

    Anggap saja Anda mengetahuinya dan Anda ingin menunjukkan kepada semua orang. Bukankah itu dakwah tuh ustadz? karena memang beberapa komentar Anda sebelumnya menunjukkan anda itu tahu mengenai hal itu.

    Jika Anda enggan menyampaikan hanya karena Anda tidak punya blog, saya pikir itu hanya alasan yang dibuat-buat saja. Toh selama ini Anda pun menyampaikan pendapat Anda melalui blog ini khan? Anda menyampaikan informasi atau pengetahuan yang anda miliki dalam forum ini khan? saya yakin mas secondprince pun mempersilakan Anda untuk menyampaikan hal itu.

    Jadi, tinggal menunggu waktu saja, kapan ustadz siap untuk menghadirkan ilmu yang bermanfaat itu di forum tercinta ini.

    Silakan ustadz dimulai.

    wassalam.

  229. @soegi
    Salam kenal.
    Saya ingin berada diluar diskusi mas soegi vs mas ressay. Masing2 sama2 rendah hati jadi kita disini gak bisa dapat ilmu nihh… :)
    Saya hanya ingin mendalami lagi komentar dari mas soegi.

    apakah bener dan yakin kita telah ngambil ilmu dari mereka ahlul bait? bgmana metode penyaringan dan pencatatannya? apakah lebih baik, sama ato lebih parah daripd sunni… sehingga dg begitu bisa diminimalisir org2 yg syiahphobia maupun yg sunniphobia…

    Saya termasuk orang yang meyakini bahwa Allah & Rasul-Nya telah mempersiapkan suatu sistem dalam Islam dimana ini dimana jika kita taat dengan sistem tsb maka kita akan selamat. Kenapa saya meyakini itu? Karena saya menganggap keyakinan saya tsb sebagai konsekuensi dari keyakinan saya bahwa Islam adalah agama yang sempurna.
    Sangat tidak masuk akal meyakini agama Islam sebagai sempurna jika dengan kita taat kepada aturan2nya (Allah & Rasul-Nya) kemudian kita “celaka”. Sempurna disini tentunya dunia-akhirat.
    Sehingga dengan melihat kondisi yang ada, maka mau tidak mau saya meyakini bahwa umat Islam sekarang (pasca Rasulullah) sudah tidak lagi ta’at kepada Risalah yang dibawakan beliau (sering kita mendengar hadits yang menyatakan kegundahan Rasulullah atas apa yang terjadi di masa depan, begitu juga kecaman2 Allah di AQ sendiri). Walaupun atas dasar keyakinan ini saya tidak ingin terjebak dalam hujat menghujat.
    Salah satu konflik terbesar dalam diri saya adalah ketika melihat kenyataan bahwa Islam adalah agama yang mengatur seluruh gerak gerik jasad kita, gerak gerik jiwa kita dan gerak gerik akal kita, begitu detil dan begitu sempurna. Sehingga bahkan hal ini menjadi suatu yang tak terbayangkan bagi non-muslim bahwa umat Islam menerima dirinya diatur sedemikian rupa (mereka tidak bisa mengerti & memahami arti dari Islam/berserah diri). Pada saat yang bersamaan saya menemukan pada sistem yang ada sekarang bahwa “Islam telah lalai” mengurusi hal yang terbesar dalam tatanan kehidupan, yaitu KEPEMIMPINAN. Bagi saya tidaklah akan ada suatu institusi tanpa ada kepemimpinan dan metoda kepemimpinan di dalamnya. Tidak mungkin suatu organisasi yang sebesar Islam tidak memiliki konsep kepemimpinan. Kepemimpinan adalah suatu fitrah, organisasi arisan yang begiu remeh pun ada pemimpinnya. main bola pun ada kaptennya (padahal kita melihat hampir tidak ada fungsinya, tapi tetap diperlukan/diadakan).
    Maaf saya tidak sedang mengklaim syi’ah dan mazhab2 berkepemimpinan sudah pasti benar. Dan saya juga tidak sedang membawa diskusi ini ke arah sana. Yang saya tanyakan dari komentar mas soegi adalah:
    Atas dasar apa mas soegi meyakini bahwa sistem seleksi hadits yang dilakukan sunni sudah tepat atau mengikuti perintah Allah & Rasul?. Bagaimana mas soegi menjamin bahwa semua ajaran Rasulullah (baik yang bersifat umum maupu khusus) tersampaikan kepada kita sekarang ini?
    Apakah semua ajaran Rasulullah kepada kerabat2nya yang dekat sudah tercatat dalam hadits yang ada?. Bagaimana Rasulullah mendidik dan mebesarkan Fatimah az-Zahra? dimana sabda2 beliau?.
    Apakah Islam tidak pernah mengajarkan bagaimana cara agar semua ajaran beliau ini terjaga hingga ke segala jaman?

    Inilah mas soegi keresahan2 yang ada yang tak terjawabkan jika sekedar berpatok pada mainstream yang ada.
    Harap kita semua membuka diri membicarakan syi’ah bukan berarti hanya membicarakan caci maki sahabat, bicara ttg sunni bukan hanya bicara tentang fanatisme kepada sahabat dan pengabaian ahl bayt.
    Banyak hal yang kita bisa belajar dari keduanya, walaupun tentunya Iblis tidak akan berdiam diri jika ada dari keduanya rukun2 saja. Bagi saya pertentangan ini adalah proyek besa dari Iblis cs.

    Wassalam

    Wassalam

  230. Ass. Wr. Wb.

    @thruhseeker08
    Salam kenal, susah juga ngetik nama anda. Setelah membaca tanggapan diatas yg ditujukan buat mas soegi, ma’af sy jeda dulu, boleh kan. Hemm…biasa mikir dulu….apa ya? mungkin itu fenomena yg sudah terjadi ribuan tahun setelah Rasulullah Saw wafat hingga kini didepan komputer sambil mikir, mengapa umat Islam seakan-akan/memang benar terkotak-kotak menjadi berbagai mahzab/golongan? krisis kepemimpinankah? mungkin juga. Kalau dilihat dari kenyataan yang ada, banyak/mayoritas ulama yg berpendapat bahwa agama harus dipisahkan dengan politik, sedangkan Islam adalah agama yang mengatur segala sendi tatanan kehidupan manusia, berarti politik bagian dalam agama. Kalau begitu Islam berarti agama politik. Setelah Rasul Saw wafat para ulama banyak dipengaruhi oleh penguasa. Banyak propaganda yang dibuat penguasa dengan menggunakan para ulama untuk menuliskan ribuan hadist demi kepentingan kekuasaanya, sehingga hadist tsb sampailah kepada kita, setelah dipisahkan ribuan tahun yg lalu. Mungkin inilah sebabnya mayoritas ulama berpendapat agama dengan politik berjalan sendiri-sendiri. Poltik cenderung mengarah kpd kekuasaan, kalau ulamanya dikebiri, akan kemanakah wajah Islam kita?
    Itu semua menjadi tugas kita yg ada didepan komputer untuk muluruskannya. Ya Allah tujukkanlah jalan yang lurus kepada orang-orang yang benar dan taqwa. Hemmm…udah dulu ya, suntuk nih mikirnya. Kritk dan saran, selalu ditunggu.

    Wass. Wr. Wb.

  231. @truthseeker08

    Salam Kenal juga…

    Atas dasar apa mas soegi meyakini bahwa sistem seleksi hadits yang dilakukan sunni sudah tepat atau mengikuti perintah Allah & Rasul?. Bagaimana mas soegi menjamin bahwa semua ajaran Rasulullah (baik yang bersifat umum maupu khusus) tersampaikan kepada kita sekarang ini?
    Apakah semua ajaran Rasulullah kepada kerabat2nya yang dekat sudah tercatat dalam hadits yang ada?. Bagaimana Rasulullah mendidik dan mebesarkan Fatimah az-Zahra? dimana sabda2 beliau?.
    Apakah Islam tidak pernah mengajarkan bagaimana cara agar semua ajaran beliau ini terjaga hingga ke segala jaman?

    Mas, justru yang saya tanyakan itu bagaimana mazhab ahlul bait mengambil ilmu dari ahlul bait, bagaimana metode pencatatan dan penyaringannya, apakah lebih baik, sama, ato lebih parah daripada sunni… kalo tentang rekayasa sunnah ala sunni sdh dibahas oleh pemilik blog (terlepas benar atau tidaknya paparan beliau), nah yg saya tanyakan, bagaimana dengan rekayasa sunnah ala mazhab ahlul bait? Bagaimana mereka bisa yakin kalau yg mereka pegang atau yakini selama ini adalah bener2 seperti apa yang dipegang dan diyakini oleh Ahlul Bait… gituch mas…

    Pertanyaan anda akan bisa terjawab sempurna jika kita juga bisa mengcompare antar 2 mazhab tsb…

    Salam damai selalu…

  232. Salam
    @Soegi
    Menurut analisis saya, Secondprince menggunakan hadis2 dari Ahlulssunah, semata-mata beliau ingin mengatakan bahwa “Ini loh hadis2 dari rekan ahlussunah” sehingga rekan2 dari ahlussunah mau mengkaji hadis2 tsb, benar atau tidak hadis2 tsb adalah dari kitab Bukhari-Muslim dan kitab ahlussunah lainnya..
    Jika beliau mengambil hadis2 dari Syiah, sudah pasti rekan2 dari ahlussunah tidak akan memberi komentar di blog ini…karena mereka sudah jijik dulu, dan berkomentar, “Hadis dari Syiah, ngapain dibaca apalagi ditanggepin”….
    Notabene Ahlussunah adalah Islam mayoritas di dunia…Sehingga umat Islam di dunia akan memahami realitas hadis2 mereka itu seperti apa….
    Damai damai…

  233. Salamunalaika

    @Muhammad bin Abubakar
    Betul apa yg dikatakan anda, tapi tidak selalu yg mayoritas benar. Mungkin rekan-rekan diatas dalam sebuah proses dalam mencari kebenaran.
    Ayo teruskan saja, sementara saya disini selalu setia memahaminya. Mohon ma’af apabila tanggapan saya diatas ada yang salah kaprah.
    Walahu’alam Bishawab.

    Wass. Wr. Wb.

  234. makin seru nih…( senyum….karena tidak mengerti).

    @sejati

    kayaknya buku itu pernah saya baca deh, Klo ga salah mengapa aku keluar dari syiah..penulisnya klo ga salah juga husain al musawy.

  235. SP ini singkatan lainnya SUNNI PALSU

    sering mengaku kalo sunni tapi selau menohok sunni, dan pendapatnya berbeda dengan seluruh ulama sunni.

    jujur gitu lho, g ada yang mau mbunuh sampeyan kalo sampeyan ngaku syi’i,

    anda juga g dapet duit kalo ngaku sunni

  236. @Abdul Hakim A

    sering mengaku kalo sunni tapi selau menohok sunni,

    Saya juga gak pernah ngaku Sunni lho Mas
    heran saja saya, memangnya Sunni Syiah itu penting untuk dibuat bangga-banggan gitu sehingga tiap-tiap orang mesti dilabel dengan itu. Sunni Syiah itu belakangan yang awal sekali itu adalah Allah, RasulNya dan Ahlul Bait.

    dan pendapatnya berbeda dengan seluruh ulama sunni.

    Sepertinya, Mas mungkin bisa jadi syok neurogenik jika saya menunjukkan Ulama-ulama Sunni yang sependapat dengan saya. Atau Mas bisa dibilang tidak begitu awas matanya sehingga tidak bisa melihat nama Ulama Sunni yang saya tulis. Atau Mas bisa dibilang tidak memiliki kapabilitas untuk mengenal nama-nama Ulama Sunni. Atau Mas bisa dibilang yang Ulama Sunni itu adalah hanya Ulama yang Mas kenal saja. :)
    Salam

  237. menurut mas SP imamah itu bukan masalah ushul ya?

    lalu apa hukumnya orang yang tidak percaya pada 12 imam syiah?

  238. @Abdul Hakim A

    menurut mas SP imamah itu bukan masalah ushul ya?

    sudah saya tulis di atas

    lalu apa hukumnya orang yang tidak percaya pada 12 imam syiah?

    silakan saja, yah gak perlu dihukum apa-apa
    Keyakinan mah tidak bisa dipaksakan :)
    *tanya pendapat saya kan* :mrgreen:
    Salam

  239. silahkan aja mas tunjukkan dengan jujur ulama sunni yang tidak setuju dengan pengangktan Abubakar sebagai khalifah. ini sebagai tes kejujuran buat mas

    tapi adanya satu atau dua gelintir ulama mazhab tidak bisa dipakai sebagai klaim untuk pernyataan suatu mazhab lho

    sebagaimana biasa dinyatakan oleh teman-teman syiah

  240. lah mas g usah takut-takut ngomong, g ada yang mau bunuh mas,

    kalo yang tidak mengimani imamah tidak ada hukumnya terus apa bedanya antara yang beriman dengan imamah dan yang tidak?

    kalau begitu Abubakar dan sahabat Nabi yang lain juga tidak salah wong tidak ada hukumnya mengingkari imamah.

    gimana mas?

  241. @Abdul Hakim A

    silahkan aja mas tunjukkan dengan jujur ulama sunni yang tidak setuju dengan pengangktan Abubakar sebagai khalifah. ini sebagai tes kejujuran buat mas

    sebelum saya jawab, maka buktikan dulu dalam tulisan mana saya menyatakan tidak setuju dengan pengangkatan Abu Bakar sebagai Khalifah :)
    Maklumlah, saya sudah banyak menulis dan lupa di bagian mana(kalau memang ada) :)

    tapi adanya satu atau dua gelintir ulama mazhab tidak bisa dipakai sebagai klaim untuk pernyataan suatu mazhab lho

    Intinya kan yang penting ada Ulama Sunni yang bilang begitu, That’s the point

    kalo yang tidak mengimani imamah tidak ada hukumnya terus apa bedanya antara yang beriman dengan imamah dan yang tidak?

    Berarti jumlah yang diimani beda dong. yang mengimani Imamah punya satu lebih banyak yang diimani dibandingkan dengan yang tidak mengimani imamah
    *dengan asumsi bahwa keduanya sebelumnya mengimani banyak hal dalam jumlah yang sama*

    kalau begitu Abubakar dan sahabat Nabi yang lain juga tidak salah wong tidak ada hukumnya mengingkari imamah.

    gimana mas?

    Mungkin ya, sejauh saya memang gak tahu pasti soal Imamah yang sedang Mas bicarakan. Apakah itu soal kekhalifahan dalam arti pemerintahan? Ataukah Imamah dalam arti Kepemimpinan Ahlul Bait sebagai sumber rujukan umat islam selepas Rasulullah SAW?.
    Semoga Mas bisa menjabarkan lebih lanjut
    *btw saya gak takut kok, apa komentar saya menyiratkan ketakutan? tenang saja Mas. Saya memang seperti ini dari dulu*
    Salam

  242. mungkin saya perlu memperjelas lagi :

    apa pendapat mazhab syiah imamiyah itsna asyariyah tentang mereka yang tidak beriman pada 12 imam syiah?

    bukan pendapat mas pribadi

  243. Subhanallah, articlenya menarik, juga komentar dan jawaban-jawabannya. InsyaAllah mencerahkan.

    Mudah-mudahan tidak mempengaruhi dengan apa yang saya yakini saat ini dan tidak berada dalam posisi yang saling bertikai. Meskipun begitu, tidak ada kata berhenti untuk terus belajar.

    Huuph… tidakkah kita lelah dengan keyakinan merasa yang paling benar dan yang lain sesat?? :cry:

  244. Salam….

    @Ibn Abd Muis

    Salam kenal.
    Huuph… tidakkah kita lelah dengan keyakinan merasa yang paling benar dan yang lain sesat??
    ——–
    Iya betul, saya juga merasa lelah dan sedih. Kenapa umat Islam ko’ begitu. Kalo menurut anda siapa yang paling benar ? Apa yang anda yakini saat ini ? Biar tidak bertikai terus !

    Wasalam…

  245. pertanyaan saya rupanya sulit sekali

    sejak tanggal 21 bulan Oktober sampai hari ini tanggal 8 November

  246. @Abdul Hakim A
    Saya bukan mazhab Syiah. Tap hampir semua mazhab akan berkata itu urusan anda. Tidak ada paksaan dlm agama. Pun tdk ada paksaan utntuk mengakui 12 Imam. Klu anda bukan syiah maka tdk ada kewajiban bagi anda utk beriman kepda 12 Imam. Wasalam

  247. @Abdul Hakim A

    pertanyaan saya rupanya sulit sekali

    sejak tanggal 21 bulan Oktober sampai hari ini tanggal 8 November

    Wah wah apa iya tuh, cobalah untuk melihat lebih dalam mengapa saya tidak menjawab. Apkah pertanyaan ini yang anda maksud

    mungkin saya perlu memperjelas lagi :

    apa pendapat mazhab syiah imamiyah itsna asyariyah tentang mereka yang tidak beriman pada 12 imam syiah?

    bukan pendapat mas pribadi

    Pengetahuan saya tentang ini sudah saya bahas dalam tulisan di atas tentang tanggapan terhadap Al Bayyinat. Situs Al Bayyinat menuliskan

    Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.

    Saya jawab pada tulisan di atas yaitu dengan kata-kata

    Saya tidak tahu apa dasar penulis itu, yang saya tahu Ulama Syiah selalu menyebut Sunni sebagai Islam dan saudara mereka. Anda dapat melihat dalam Al Fushul Al Muhimmah Fi Ta’lif Al Ummah oleh Ulama Syiah Syaikh Syarafuddin Al Musawi(terjemahannya Isu-isu Penting Ikhtilaf Sunnah dan Syiah hal 33 yang membuat bab khusus yang berjudul Keterangan Para Imam Ahlul Bait Tentang Sahnya Keislaman Ahlussunnah) Atau anda dapat merujuk Al ’Adl Al Ilahy karya Murtadha Muthahhari( terjemahannya Keadilan Ilahi hal 271-275).

    Bahkan di akhir tulisan saya sudah menyimpulkan begini

    Syiah meyakini Imamah yang merupakan masalah Ushulli dalam rukun Iman Syiah. Sunni tidak meyakini hal ini. Dalam pandangan Syiah, Sunni tetap sah keislamannya berdasarkan keterangan dari para Imam Ahlul Bait .

    Jadi Mas menanyakan sesuatu yang sudah saya tuliskan dengan jelas dalam tulisan saya di atas. Itulah yang menyebabkan saya merasa tidak perlu menjawab. Percaya deh, agak berat menjelaskan hal yang sama berulang-ulang. Silakan dibaca dengan baik tulisan saya di atas
    Salam

  248. kalo memang sunni tetap sah keislamannya tanpa meyakini imamah,

    berarti imamah bukan masalah ushuli donk, karena konsekuensi masalah ushuli adalah ketika orang tidak meyakini atau mengamalkannya maka dipandang sesat

    bukan begitu?

  249. @abdul hakim
    Anda seperti tdk mengerti apa yg telah diampaika oleh SP Anda seorang suni yg tdk mengakui syiah. Ya pasti anda tdk akui 12 imam. Terkecuali anda netral, dan berusaha mencari kebenaran.
    Saya ambil contoh; orang keristen tdk mengakui Nabi Muhammad karena mereka tdk mengakui Islam. Harus kita apakan mereka. Begitu juga anda yg tdk mengakui Syiah Imamyiah jadi pasti anda tdk mengakui 12 Imam. Bagaimana mengenai orang Keristen tadi. bagi orang Islam menganggap mereka sesat. Begitu juga Syiah menganggap mereka yg tdk percaya pd 12 Imam sesat.
    Krn Rasul bersabda: Siapa yg tdk mengenal Imam pd masanya maka ia mati seperti orang jahilyiah dimasa jahiliyah. Saya menjelaskan agak keras krn anda kurang paham. Wasalam

  250. saya tidak mempertanyakan sunni atau syiah,

    saya hanya bertanya apa hukum orang islam yang tidak beriman pada 12 imam, contohnya saya.

    berarti menurut anda sunni adalah sesat. ya bagus tuh anda mengakui,

    tapi menurut mas SP katanya islamnya sah, berarti tidak ada masalah jika tidak mengimani 12 imam,

    jika memang keislaman jadi sah tanpa mengimani 12 imam lalu apa gunanya mengimani 12 imam? apa benefit saya dalam mengimani 12 imam kalo memang islam saya sah tanpa mengimani 12 imam?

  251. Kepada semuanya,

    Terima kasih semoga Allah merahmati semuanya yang telah memberikan pemahaman kepada saya tentang Syiah. Terutama kepada Mas SP, sayang sangat hormat pada intelektualitas Mas, yang mampu berdiskusi dengan lapang dada meski sering menerima tuduhan dan hujatan.

    Saya kadang heran dengan sebagian orang Islam yang sering tidak jujur tentang Islam, ketika bicara tentang jumlah umat Islam, mereka memasukkan semuanya: Sunni, Syiah, Wahabi, dst… dst sehingga jumlahnya menjadi sekian banyak. Tapi ketika bicara tentang refresentasi Islam mereka mengakui hanya kelompoknyalah yang berhak sebagai refresentasi Islam. “Saya atau kamilah paling Islam sehingga hanya kamilah yang berhak disebut Islam dan berhak mewakili Islam. Kelompok lain tidak berhak, karena bukan Islam (apalagi Islam “Sejati”).

    Semoga Allah melindungi saya dari prasangka.

  252. @Abdul Hakim A

    berarti imamah bukan masalah ushuli donk, karena konsekuensi masalah ushuli adalah ketika orang tidak meyakini atau mengamalkannya maka dipandang sesat

    bukan begitu?

    Bisa dibilang syiah agak luar biasa disini, yang tampak oleh saya adalah Hal yang paling Ushulli bagi Syiah adalah Berpegang pada Ahlul Bait. Jadi jika ahlul bait menetapkan begitu mereka tidak perlu mencari dalih lain, mungkin sih :)

    tapi menurut mas SP katanya islamnya sah, berarti tidak ada masalah jika tidak mengimani 12 imam,

    jika memang keislaman jadi sah tanpa mengimani 12 imam lalu apa gunanya mengimani 12 imam? apa benefit saya dalam mengimani 12 imam kalo memang islam saya sah tanpa mengimani 12 imam?

    Kalau soal benefit saya juga kurang tahu, tapi kalau secara saya pribadi, saya meyakini sesuatu karena sesuatu itu saya anggap benar. Dan saya tidak meyakini sesuatu bisa jadi karena saya masih ragu dengan hal itu. Jadi dalam hal ini saya gak terlalu elit untuk memikirkan apa benefit buat saya. Tapi saya dan Mas adalah manusia yang berbeda
    Salam

    @arje
    Salam kenal
    semoga Allah SWT juga memberikan rahmat yang berlimpah kepada anda :)

  253. @Abdul Hakim A (AHA)

    jika memang keislaman jadi sah tanpa mengimani 12 imam lalu apa gunanya mengimani 12 imam? apa benefit saya dalam mengimani 12 imam kalo memang islam saya sah tanpa mengimani 12 imam?

    Wahhh..aneh juga yaa logika (kalau memang bisa dimasukkan sebagai logika) mas AHA. Coba mas jawab dulu pertanyaan saya:
    1. Apa benefitnya saya mengerjakan shalat, kalau memang islam saya sah tanpa saya mengerjakan shalat?.
    2. Apa benefitnya saya mengakui/menghormati para khalifah, jika memang islam saya tetap sah tanpa saya mengakui mereka?.
    3. Apa benefitnya saya baca shalawat, jika islam saya tetap sah tanpa saya bershalawat?

    Mas AHA, ada banyak lagi pertanyaan2 yang seirama/sekelas dg pertanyaan pertanyaan mas AHA. Tapi khan tidak sesederhana itu.
    Apakah memang kita semua hanya mentarget sah atau tidaknya? Apakah kita beragama hanya pertimbangan benefit?
    Jika keterhubungan kita dg Allah SWT hanya bisa tercapai jika kita terhubung (shalli/shalawat) kepada Rasulullah SAW, dan keterhubungan kita kepada Rasulullah hanya bisa tercapai dengan keterhubungan (shalli/shalawat) kepada ali Muhammad (ahl bayt). Benefit apalagi yang hendak mas AHA harapkan?

    Wassalam

  254. malah jadi memfokus ke benefit,

    artinya buat apa beriman pada 12 imam kalo tidak beriman saja masih selamat.

    intinya gitu.

  255. @Abdul Hakim A
    Baik mas saya anggap anda sedang mencari kebenaran atas keimanan dan tdk mendiskritkan salah satu mazab. Anda salah menafsirkan contoh saya. OK lah saya balik. Taruh orang2 Siayah tidak mengakui kekhalifaan Abubakar dan Umar apakah orang2 syiah berarti tdk beriman?

    Sekarang mari kita tinjau apakah beriman pada 12 Imam merupakan suatu keimanan bukan. Tapi sebelum kita membahas mengenai 12 Imam agar mempunyai persepsi yg sama maka saya ingin bertanya:
    Apakah anda mengakui mensyahihkan hadits2 Rasul dibawah ini:
    Rasulullah bersabda:
    1. Mereka yg mati tdk mengenal IMAM pada masanya
    mereka mati sebagai orang JAHILIYAH pd masa
    Jahiliyah.
    2. Sepeninggalku agar kamu tdk sesat berpegalah
    kepada Alqur’an dan Itrahti Ahlulbait (bunyi lengkap
    ada)
    3. Ali dengan aku seperti Harun dan Musa tetapi tidak Nabi
    setelah aku.
    4. Aku kota Ilmu dan Ali adalah gerbangnya
    5. Ali adalah wali setiap mukmin setelahku
    6. Menyintai Ali adalah Iman dan membenci adalah nifak
    7. Sesungguhnya perumpamaan Ahlulbaitku disisi kalian
    bagaikan bahtera Nabi Nuh disisi kaumnya. Siapa yg
    ikut selamat dan yg tertinggal akan tenggelam

    Ini hanya sebagian kecil hadits dari Imam Ali dan Ahlulbait Nabi.
    Kalau anda mengakui hadits2 tsb sahih. Baru saya jelaskan pada anda didukung dengan firman2 Allah. Kemudian anda pikir apakah meyakini 12 Imam termasuk IMAN atau bukan. Wasalam

  256. @sp
    Salam kenal kembali Mas. Senang sekali berkenalan dengan anda. Maaf baru kemarin saya “tak sengaja” masuk ke blog anda dan saya sangat terkesan.

    Maaf saya tidak bisa ikut komentar karena ilmu agama saya sangat sedikit. Hanya cukup untuk diamalkan untuk diri sendiri dan belum bisa untuk didiskusikan panjang lebar dengan orang lain. Biarlah saya menjadi “penyimak” dari berbagai diskusi tentang agama, mudah-mudahan saya dapat intisarinya untuk diamalkan.

    Tiap hari saya selalu kirim fatiha kepada empat sahabat nabi tersebut dengan harapan agar Allah memberikan saya iman dan ilmu sebagaimana yang diberikan-Nya kepada empat sahabat tersebut.

    Saya juga berdoa semoga di aherat nanti kita terkejut bukan kepalang, ternyata semua saudara muslim kita dari berbagai aliran (termasuk yang telah kita kafirkan dan dianggap sehat) bisa berkumpul bersama kita dalam surga yang dijanjikan Allah SWT.

    Salam takzim saya buat semua yang ikut diskusi dalam blog ini. Terima kasih atas ilmunya, semoga Allah SWT selalu memberi rahmat kepada kalian. Amien.

  257. @aburahat

    inti dari permasalahan sudah jelas, anda menganggap mereka yang tidak beriman pada 12 imam adalah sesat, maka anda pun menganggap ahlus sunnah adalah kelompok sesat.

    apakah ini ukhuwah islamiyah yang selalu dikumandangkan oleh ustadz2 syiah?

    banyak syiah yang marah ketika dianggap sesat, tapi mereka sendiri mengklaim ahlussunnah adalah sesat.

    lalu syiah adalah kelompok yang benar, karena beriman pada 12 imam yang dianggap sebagai salah satu perkara ushul bagi penganut syiah imamiyah.

    masalah dalil itu adalah pokok bahaasn yang berbeda dan saya tidak ingin membahasnya.

    tapi satu hal saya salut pada anda, anda berani berterus terang, tidak putar-putar tujuh keliling seperti mas SP.

    bukan begitu mas SP?

  258. @aburahat

    tapi jika mas rahat mau memberikan pada saya dalil2 mengenai kewajiban beriman pada 12 imam silahkan saja, saya akan simak tanpa mendiskusikan dalil2 itu.

    terimakasih

  259. @mas abdul hakim

    Menurut saya, inti diskusi ini adalah agar kita saling memahami posisi masing-masing, tapi… sekali lagi tapi…. jangan ada yang mengklaim sebagai pemegang pintu surga.

    Soal dianggap sesat, saya fikir, jangankan oleh faham yang berbeda jauh… antar sesama yang mengaku sebagai ahlus sunnah saja sering ada yang menuduh kelompok lain sesat…. bidah.. dan pasti masuk neraka.

    Saya surprise dengan mas Hakim yang mau mendengarkan dalil-dalil keyakinan pihak lain tanpa mendiskusikan… menurut saya ini adalah paling baik karena percuma didiskusikan jika antar pihak-pihak tidak mungkin lagi akan mencapai sepakat.

    Salam.

  260. @Abdul Hakim A

    Saya rasa Mas Aburahat tidak menganggap selain syiah sesat (ahlulsunnah sesat), akan tetapi beliau hanya mencoba menjawab pertanyaan mas “hukum orang islam yang tidak beriman pada 12 imam…”, contohnya mas AHA hingga akhirnya mas menanyakan keuntungan apa yg didapat jika beriman kepada 12 imam.

    Untuk mendiskusikannya saya rasa itu perlu, mungkin bukan kata sepakat yang kita cari, akan tetapi yang dicari adalah pemahaman yang benar dan tidak keliru.

    “apakah ini ukhuwah islamiyah yang selalu dikumandangkan oleh ustadz2 syiah?”

    Ukhuwah yang mana mas ?? Ustadz syiah tidak pernah mengajarkan ukhuwah yang keliru mas, apalagi saling menyesatkan terhadap madzhab yg lain. Sejauh ini malah org yg bermadzhab syiah selalu diserang akan pemahamannya. Dan pemeluk madzhab syiah dengan santun “menangkisnya”.
    Peace ah..

  261. @Abu Syahzanan
    Terima kasih mas. Tapi saya rasa kalau orang senang menyebar fitnah selalu mecari kesalahan orang utk memfitnah.
    @AHA.
    Kapan saya katakan MEREKA YG TAK BERIMAN PADA 12 IMAM SESAT. Jangan meng-ada2 dan menyebar fitnah. Atau anda tdk bisa membaca. Dalil sdh saya komentari pada tulisan sebelumnya. Wasalam

  262. @Abdul Hakim dan Aburahat
    Menurut saya pendapat dan keyakinan bahwa kelompok dan golongan lain yang berbeda dengannya dianggap sesat adalah masih dalam ranah ….yah boleh-boleh saja. Namun sebaiknya cukup disimpan sendiri dan tidak ditindaklanjuti dengan sikap-sikap dan tindakan yang tak terpuji. Sama halnya seperti kita mengganggap agama Kristen sesat, (sebagian) kita mengatakan Ahmadiyah sesat, dsb. Dilarangkah itu? Kemudian apakah dengan menganggap mereka sesat lantas kita berhak dan memiliki keharusan menyebarkan kebencian terhadap mereka, memfitnah mereka, memberikan predikat-predikat negatif yang berlebih-lebihan, merendahkan martabat mereka, memproklamirkan peperangan thd mereka secara sepihak dengan cara-cara yang tak bertanggunjawab dan pengecut? Bukankah ada media dialog yang dapat kita gunakan untuk mengklarifikasi serta mempertahankan keyakinan kita?
    Bagi yang ‘terlanjur’ menyatakan kelompok lain sesat, maka bagi mereka seyogjanya memiliki dasar dan argumen yang kuat. Sementara bagi yang dianggap sesat sebaiknya mampu menunjukkan bahwa pandangan dan keyakinan mereka adalah ‘sudah pada jalur yang benar’ dan mereka-mereka yang suka memvonis sesat adalah pandangan yang keliru dan menyesatkan. Lagipula kan tidak mesti atau tidak serta-merta mereka-mereka yang divonis sesat memang benar-benar sesat? Jangan-jangan si pemberi vonis yang sesat ….eh, yang keliru? :)

    Jadi menurut saya, apa pun klaim yang suka dikeluarkan oleh mereka yang menganggap kita sesat sebaiknya TENANG-TENANG SAJA *baca dgn bahasa Batak* dan kita coba dengan memaparkan bagaimana benarnya dan lurusnya jalan yang sudah kita ambil serta betapa kelirunya vonis yang mereka cetuskan :)

    Salam

  263. ya jelas sesat donk, masa ada satu hal dianggap sebagai ushuluddin, masa yang tidak meyakini ushuluddin tidak sesat

    ya kalo tidak sesat namanya ya bukan ushuluddin, tapi masalah furu’

    ini yang takut dikatakan oleh syiah2 yang “junior” di indonesia,

    masalah perbedaan sunni dan syiah tergantung pensikapan syiah terhadap perbedaan itu, yaitu masalah imamah.

    jika imamah dianggap sebagai hal furu’ maka perbedaan sunni dan syiah menjadi furu’.

    tapi ketika syiah menganggap imamah sebagai hal furu’ maka resikonya sangat besarrrrrrrrr. saya tidak perlu menjelaskan itu.

  264. @armand

    Ada benarnya juga.
    Akan tetapi jika TENANG-TENANG SAJA *baca dgn bahasa Batak* (kebetulan asli batak neh…), apa yang telah kita yakini sebagai keyakinan kita dan benar, akankah kita diam saja selalu dihujat, dicaci, bla..bla tanpa ada pembelaan dengan argumen . Setidaknya ada azas “praduga kagak berdosa” dengan dalil yg kita yakini, yah terima atau tidak, minimal yg kita harapkan mereka mau mengerti, memahami dan menghormati apa yg kita yakini.

    Jadi buat mas AHA juga, syiah menganggap ahlulsunnah sebagai saudaranya, bukan mengkafirkan yg tidak berimam kpd 12 imam. Allah saja dalam Alqur’an telah mensucikan, mengagungkan, memuliakan ahlul bayt Rasulallah, dan syariat org syiah mewajibkan untuk berimam kepada 12 imam maksum tsb dan memuliakan (ahlul bayt), dan banyak penjelasan dan uraiannya. Intinya bagi org2 syiah, Allah saja memuliakan ahlul bayt (12 imam tsb) mengapa mereka tidak.

    Nah jika ahlulsunnah dlm syariatnya tidak diwajibkan yaa gak masalah toh, mereka tetap muslim, bersyahadat, shalat dll. dan ustadz2/org syiah sangat menghormati itu.
    Mungkin begitu, maaf klo ad kata yg salah, peace ah, yuk dadah

  265. @AHA
    Maaf saya pakai singkatan menyebut nama anda.
    Saya disini hanya ingin menyampaikan ayat dan beberapa Hadits yg menyatakan bahwa keyakinan terhadap Imam merupakan Iman. Dan terserah anda utk menilai:

    1. Surah asyajadah ayat 24
    24. Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.
    Lawannya Surah Al Azhab:

    67. Dan mereka berkata;:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).
    Surah As Syafaat:
    29. Pemimpin2 mereka menjawab: “Sebenarnya kamu yang tidak beriman”
    Ayat yg mewajibkan kita mempunyai pimpinan:
    Surah Al Anbiyaa:
    73. Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah,
    Surah Al a’raf ayat 71:
    Ingatlah suatu hari (yg dihari itu) kami panggil tiap dengan pemimpinnya”.

    Haidts2 Rasul:
    1.Menyintai Ali adalah IMAN dan membencinya adalah NIFAK ( Shahih Muslim jil.2 hal. 61)

    2. Ali adalah wali (pemimpin) setiap MUKMIN setelahku.
    (Musnad Ahmad b. Hanbal jil.5 hal.25; Mustadrak al-Hakim jil 3 hal.134)

    3. Siapa yg menjadikan aku sebagai maulanya (pemimpinnya) maka Ali adalah maulanya. Ya Allah bantullah mereka yang mewila’nya dan musuhi mereka yg memusuhinya. (Shahih Muslim jil.2 hal.362; Mustadrak al-Hakim jil 3 hal.109; Musnad Ahmad b Hanbal jil. 4 hal.281)

    4. Wahai manusia telah kutinggalkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian berpegang padanya, maka kalian tidak akan tersesat se-lama2nya ialah Kitab Allah dan Itrahti ahlulbaitku” (Shahih Muslim jil.5 hal.122.; Shahih Turmuzi jil.5 hal.328; Mustadrak al-Hakim jil3. hal.146; Musnad Ahmad b. Hamnbal jil.3 hal.17.

    Dan siapa2 12 Imam yg telah disampaikan oleh Rasul (setahu saya ada Haditsnya.) anda bisa baca dlm kita2 ulama sunnah ialah: al-Fushuul al-Muhimah; Ibnu Shabbagh al-Maliki,. as-Shawig al-Muhrigah; Ibnu Hajar al-Haitsami pd bab11. Nuur al-Absar fil Managih aal an-Nabi al-Mukhtaar; Syekhg asy-Syablanji dan Is’aaf ar-Ragghibiin; Ibnu Shabban.

    Ini saya sampaikan mudah2an ada sedikit penjelasan buat anda utk direnungkan. Wasalam

  266. Assalamu’alaikum…..

    Salam kenal untuk semua…..

    Saya hanya penonton dari diskusi saudara-saudara semua (menarik dan seru).

    Saya hanya ingin menyampaikan bahwa:
    a. Seandainya syiah itu memerangi zionis israel di palestina & libanon, demi Allah & Rasul-Nya saya seorang syiah.
    b. Seandainya sunni itu melawan neo-liberalisme & imperialisme, demi Allah & Rasul-Nya saya seorang sunni.
    c. Seandainya Syiah itu memerangi kemiskinan dan kebodohan, demi Allah & Rasul-Nya saya seorang Syiah
    d. Seandainya Sunni itu mengajak kita untuk berakhlak baik, demi Allah & Rasul-Nya saya seorang sunni.

    Untuk mas SP, Subhanallah untuk kesabarannya. dan mohon dikirimkan artikel atau sumber2 (via email) yang berhubungan dengan syiah, Soalnya saya hidup di lingkungan Sunni dan saya pun bermazhab sunni.

    Salam perdamaian…..

    “Barang siapa mendengar keburukan orang kemudian menyebarkannya ia sama berdosanya seperti orang yang melakukan keburukan itu” -Nabi SAW, Madinah, Al Balaghah 1:99-

    Lets kick out phobia of (sunni and syiah) froam islam…..

  267. Abdul Hakim Abdat yach? yang pernah ngisi kajian di UGM itu yach?

  268. @Zidane
    Anda benar mas saya bawakan 2 ayat utk menjadi pegangan dalam diskusi:

    1. surah Asyuura ayat ayat 15
    Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: “Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita).”

    2.. Al Qashash ayat 55
    Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil.”

    Harusnya kita berpatokan pada firman Allah tsb. Dalam diskusi kita hanya berusaha mendapatkan kebenaran. Jadi tdk perlu menghujat satu sama yg lain. Atau mencari kesalahan lawan bicara utk menjadi hujah dlm perdepatan. Wasalam

  269. @Abdul Hakim A

    tapi satu hal saya salut pada anda, anda berani berterus terang, tidak putar-putar tujuh keliling seperti mas SP.

    bukan begitu mas SP?

    Wah maaf saya tidak merasa begitu, saya sudah menyampaikan yang terang dan jelas. Jadi kalau ada yang merasa apa yang saya sampaikan itu berputar-putar berarti masalahnya bukan pada saya dong. :)
    Salam

  270. @SP
    menurut anda ahlus sunnah yang tidak meyakini wajibnya imamah 12 imam syiah sesat atau tidak ?

  271. @ressay

    bukan tuh mungkin namanya aja sama

  272. menurut anda ahlus sunnah yang tidak meyakini wajibnya imamah 12 imam syiah sesat atau tidak ?

    Bagi saya nggak, udah saya jawab kan :)
    Salam

  273. berarti sahabat yang tidak meyakini keimamahan ali tidak sesat?

  274. @Abdul HAkim A
    Salam ‘Alaikum mas AHA…

    Terlepas sesat atau tidak sesat, banyak sekali penjelasan/uraian mengenai sahabat, mas AHA bisa menilai sahabat mana yg sesat…

  275. Abdul Hakim A
    Memangnya ada kriteria baku sesat dalam islam? Yang menurut Allah & rasul-Nya lhoo yaa, jangan tambahan yang dibuat2.
    Yang jelas nih mas AHA, mereka yang tidak mengakui keimamahan Imam Ali berarti mereka tidak ta’at kepada Allah & Rasul-Nya. Nahh, kalau apakah ada sahabat yg tidak ta’at kepada Allah & Rasul-Nya? Banyak (jika kita percaya dg hadits Bukhori cs.)

    Wassalam

  276. @atasku

    ganti aza namanya jadi truthfounder bukan truthseeker lg… soalnya dah cenderung ke pemikiran tertentu seh… :mrgreen: becanda mas…

    Salam damai selalu…

  277. @AHA
    Mas, bagaimana tanggapan mas terhadap ayat2 dan hadits yg sampaikan utk mas. Tidaka tanggapan?

  278. @AHA
    Mas, bagaimana tanggapan mas terhadap ayat2 dan hadits yg sampaikan utk mas. Tidak ada tanggapan?

  279. @soegi
    Masih nyari koq mas soegi. Dalam mencari kebenaran terkadang kita harus mengutarakan kebenaran (sementara) yang kita yakini. Karena dengan begitu kita bisa mendapatkan respon dari mereka yang berbeda dengan kita. Yang penting saya siap merubah keyakinan saya jika memang pendapat tersebut jauh lebih baik/benar dari kebenaran yang saya pahami sekarang.
    Jadi bagi saya sebagai pencari kebenaran bukan berarti saya sama sekali tidak memiliki kebenaran yang saya yakini, tapi lebih pada kesiapan saya untuk menguji, memperbaiki bahkan mengganti kebenaran yang sekarang saya pahami.
    Btw thank you sudah mengingatkan, semoga saya tidak masuk dalam kelompok mereka yang jumud maupun yang naif

    Wassalam

  280. @aburahat

    saya kan sudah ngomong kalo tidak membahas dalil-dalil anda, saya cuma mau menyimak saja, mungkin lain kali bisa saya telaah, minta maaf kali ini blm bisa memberi komentar

    buat SP

    apakah orang yang tidak meyakini imamah 12 imam masih bisa disebut beriman?

  281. saya mau menanggapi apa yan disampaikan oleh abdul hakim tentang syi’ah, sebelum saya menanggapi saya mau bertanya dahulu, pertanyaan saya apakah hadis yang bapak sebutkan shahih kalau shahih tolong sebutkan perawinya beserta senadnya,karena dalam ilmu hadis kalau ternyata sanadnya terputus berarti hadis itu tidak shahih, mohon dikirimkan

  282. @SP

    mungkin pertanyaan saya perlu diperjelas lagi:

    apakah orang yang tidak beriman dengan 12 imam bisa disebut orang beriman dan nanti di akherat dapat masuk dalam sorga?

  283. @AHA
    Saya tidak tahu apa maksud anda dgn mendesak terus sdr SP dgn pertanyaan demikian. Kelihatan anda hendak memojokkan sdr SP. Kalau anda ingin berdiskusi dan mencari kebenaran seharusnya anda teliti ayat dan hadits yang saya sampaikan. Kalau anda tidak menerima ayat dan hadits tsb kita diskusikan. Dan apabila anda menerima maka pertanyaan anda sudah terjawab. Maaf saya ikut2an. Tapi kita dalam blog adalah kita yang ingin mencari kebenaran dan bukan ingin memojokan salah satu teman diskusi. Wasalam

  284. @AHA

    apakah orang yang tidak beriman dengan 12 imam bisa disebut orang beriman dan nanti di akherat dapat masuk dalam sorga?

    Menurut pendapat mas sendiri gimana? Yang penting keyakinan mas kan? Bukan pendapat SP?
    Lagipula saya kira mas SP sudah kasi komennya tuh di:
    16-Nopember, 12:37 pm

    Salam

  285. ya saya pengen tahu saja pendapat syiah tentang orang yang tidak mengimani imamah, apakah dianggap beriman atau bukan.

    abdul husein -seperti dinukil SP – mengakui keislaman ahlus sunnah, tapi yang kita ketahui ada perbedaan antara definisi islam dan iman.

    nah apakah ahlus sunnah juga orang beriman yang akan selamat di akherat? walaupun tidak meyakini adanya imamah.

    mungkin yang lain mau nimbrung silahkan aja

    @aburahat
    silahkan saja menyingkat nama saya :D
    masalah ayat ada pertanyaan, apakah ayat2 yang anda kemukakan ada hubungannya dengan kewajiban mengimani 12 imam syiah?

  286. Salam
    @Abdul Hakim A
    Pusing2 amat toh mas dgn pertanyaan itu untuk SP…
    Ikuti kata hati Anda saja, toh yang menilai bukan mas SP,tapi hak prerogatif itu ada pada Allah (tentang mengimani imamah atau tidak;masuk sorga atau tidak, beriman atau tidak,sesat atau tidak)…mungkin Anda tanyakan langsung ke Allah gih…berdoa(bertanya kepada Allah) tentang yang Anda maksud (imamah) supaya diberi jawaban (hikmah) oleh Allah…Semoga Allah merahmati Anda…
    Salam

  287. @Arif

    saya bertanya pada SP dalam kapasitasnya sebagai orang yang tahu tentang mazhab syiah dan menelaah kitab-kitab dari para ulama syiah, tentunya dalam kitab yang dibacanya ada keterangan dan bisa disimpulkan

    jika memang tidak mengimani 12 imam syiah tidak mengakibatkan konsekuensi kafir apa bedanya sunni dengan syiah, mengapa ada orang yang beralih ke syiah jika memang mazhab ahlussunnah adalah kebenaran dan keselamatan?

  288. @AHA
    Kalau mas hanya ingin bertanya bagaimana pendapat Syiah bagi mereka yang tidak mengimani 12 Imam. Kalu saya bisa berkata belum lengkap. Apa sebab? Orang2 Syiah mengimani 12 Imam dan mereka yakin atas kebenarannya.
    Mas harus tahu sejarah keimamah ini. Menurut mazhab Syiah. Mereka berpegang dengan hadits2
    sesuai hadits yang mereka yakini shahih, serta persiapan Allah dgn ayat2Nya yang mereka tafsir sebagai persiapan ULIL AMRI sesudah Rasul. Ulil amri yang terdapat dalam Surah An-Nisaa’ : Taati Allah dan Rasul dan Ulil Amri minkum. Dan sabda Rasul di KHAidi GHUM serta hadits Tsagalain. Serta sabda Rasul wajib mempunayi Imam dan Imam ada 12 berakhir dengan Imam Mahdi. Setelah diteliti tdk ada jumlah 12 Imam dari mazhab2 yang lain yang bersinambungan terkecuali yang dari ahlulbait yang dalam hadits Tsagalain disebut dengan ITRAHTI AHLULBAITI.
    Kemudian pertanyaan mas: masalah ayat ada pertanyaan, apakah ayat2 yang anda kemukakan ada hubungannya dengan kewajiban mengimani 12 imam syiah?.

    Menurut saya sangat erat. Allah tidak menyebut perinciannya. Tetapi persiapan pimpinan pasca Rasul harus ada. Dan melalui Rasul Allah wahyukan bagaimana harusnya seorang pimpinan yang Allah kehendaki. Dan untuk ini pasti Rasul mempersiapkan sesuai ketentuan Allah. Karena Agama ini adalah agama Allah kalau bisa saya katakan Organisasi Allah, maka kelanjutan kepimpinanpun harus berdasarkan petunjuk Allah dan bukan atas dasar musyawarah manusia. Ini penjelasan saya. Sedangkan mereka yang tidak mengimani 12 Imam dipandangan Allah Wallahu A’lam. Allah Maha Pengasih dan Penyayang serta Maha Pengampun. Wasalam

  289. Taati Allah dan Rasul dan Ulil Amri minkum
    Surah An-Nisaa’

    Saya orang awam kok heran ini di claim utk menjadikan ketaatan kepada 12 imam syiah.

    Padahal disitu tidak tertulis “taat’ sebelum kata Ulil Amri.

    siapa yang salah, mungkin kah Syiah sedang menggugat Allah ??

    kalau immah itu penting sekali, dan utama, tetntunya Allah maha tahu,
    maka akan disampaikan demikian: Taati Allah dan Rasul dan taatilah Ali.

    Beres..!!
    Mudah bagi Allah, seprti mudahnyanya dimasukan nama Fir’aun.

    Masa sich Ali sehina dan serendah Fir’aun.

    Abu lahab calon besan rasul saja masuk dan diabadikan oleh Allah dalam Al-quran..

    1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa
    QS.Al Lahab.1

    Kok bisa yach…musuh allah dan rasulnya mau dijadikan besan oleh sayyidina Ali.

    Pantesan Allah dan Rasulnya marah berat sama Ali.

  290. Koreksi ::
    Abu lahab calon besan Sayyidina Ali saja masuk dan diabadikan oleh Allah dalam Al-quran..

    1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa
    QS.Al Lahab.1

    Kok bisa yach…musuh allah dan rasulnya mau dijadikan besan oleh sayyidina Ali.

    Pantesan Allah dan Rasulnya marah berat sama Ali.

  291. @prima
    Dek Prima, kok anda semakin ngaco……komentar you tak tentu rudu, paham tak ?

  292. 3. Ahlussunnah : Dua kalimat syahadat
    Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka

    Saya ingin menambahkan komentar mas SP mengenai Syahadat ini. Seringkali orang2 Sunni yang mengangkat isyu Syahadat ini ketika mempermasalahkan perbedaan Sunni dan Syi’ah.

    Saya menduga penulis di blog tsb sengaja hanya mengutip kalimat Syahadat dalam Adzan dan tidak mengutip kalimat Syahadat dalam Shalat. Padahal Syahadat dalam shalat dlm buku2 pelajaran Shalat Syi’ah sama saja dengan Syahadat Sunni (lihat buku “Fiqih Lima Mazhab” karangan M. Jawad Al-Mughniyah, penerbit Lentera atau buku “Shalat Dalam Mazhab Ahlul Bait” karangan Syarif Hidayatullah Husain Al-Habsyi, Yayasan Abna’ Al-Husein, cet II, 2001).

    Sebenarnya lafadz adzan pada zaman Rasulullah saw adalah spt ini :

    Allahu Akbar 4 x

    Asyhadu anlaa ilaaha illallah 2 x

    Asyhadu anna Muhammadar rosulullah 2x

    Hayya ‘alash Sholah 2x

    Hayya ‘alal falah 2x

    Hayya ‘alal khoirul ‘amal 2x

    Allahu Akbar 2x

    Laa ilahaa illallah

    Kalimat “Hayya ‘alal khoirul ‘amal” yang diucapkan setelah “Hayya ‘alal falah” diucapkan oleh Ibnu Umar putra Umar ibnu Khattab sendiri ketika adzan pada zaman Rasulullah saw (Sunan Al-Baihaqi, jilid I, hal 124) kemudian dihilangkan oleh Umar ketika dia berkuasa sebagai khalifah.

    Adapun tambahan kalimat “Asyhadu anna ‘aliyyan waliyullah dalam adzan Syi’ah, para fuqoha Syi’ah sepakat bahwa kalimat tsb bukan bagian dari azan, dan barang siapa mengucapkannya dengan niat bahwa itu bagian dari adzan, berarti ia telah membuat bid’ah dalam agama dan telah memasukkan sesuatu yang di luar agama ke dalam agama (Fiqih Imam Ja’far Shadiq, Muhammad Jawad Mughniyah, Lentera, cet I, 1999).

    Mengenai asal usul disyariatkannya adzan, Sunni berpendapat bahwa adzan ditetapkan oleh Rasulullah saw berdasarkan mimpi Abdullah bin Zaid (Ibnu Hajar Asqalani, Fathul Bari, Syarh Al-Bukhori dlm “Fiqih Imam Ja’far Shadiq)*.

    Sementara Syi’ah berpendapat bahwa adzan ditetapkan melalui wahyu Allah yang disampaikan kepada Nabi-Nya melalui Jibril, sama seperti cara shalat dan ibadah serta hukum2 lainnya. (idem*)

    Kalangan Syi’ah menyatakan, pandangan bahwa adzan itu ditetapkan berdasarkan mimpi Abdullah bin Zaid adalah keliru, karena perkara2 syariat, terutama yang penting adzan ini, hanya ditetapkan melalui wahyu. (idem*)

    Masalah tambahan kalimat lain kedalam adzan sebenarnya juga dilakukan oleh Sunni spt dalam adzan Shalat Subuh, yaitu “Asholatu khoirum minanaum”. Kalimat ini lagi2 ditambahkan oleh Umar ibnu Khattab sendiri ketika dia berkuasa.

    Sebenarnya tulisan yang berjudul “Perbedaan antara Sunni dan Syi’ah” yang saya dapatkan dari suatu blog (lupa nama blognya) masih ada sambungannya spt ini.

    6. Ahlussunnah : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.
    Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.
    Syiah : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma’’hum, seperti para Nabi.

    Komentar : yah pantas aja karena imam engga maksum, maka mereka sulit untuk menguasai Al-Quran & Sunnah Rasulullah saw shg banyak melakukan “ijtihad” yang nabrak nash sana sini. Para ulama Sunni mencatat khalifah Abu Bakar, Umar dan Usman telah ber-’ijtihad” yang menyalahi nash sebanyak 180 perkara, dg rincian Abu Bakar 32 perkara, Umar 107 perkara dan Usman 41 perkara.

    7. Ahlussunnah : Dilarang mencaci-maki para sahabat.
    Syiah : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai’at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.

    Komentar : Kalo orang Syi’ah menganggap para Imam 12 maksum, apa bedanya dg orang Sunni yang selalu memakai bahasa “malu2″ yakni “melarang mencaci-maki para sahabat” ? Bukankah ini bentuk lain dari “penyucian para sahabat” ?

    Coba simak pernyataan Ibnu Hajar mengenai para sahabat :
    “Kelompok Ahlu Sunnah bersepakat bahwa seluruh sahabat adalah orang2 yang adil. “Wajib” bagi kaum muslimin untuk meyakini sikap sahabat tersebut karena telah ditetapkan bahwa seluruh sahabat adalah ahli surga. Apabila kamu melihat seorang laki2 melemahkan salah seorang sahabat Rasulullah saw, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya ia adalah KAFIR dan orang2 yang melemahkan secara mutlak salah seorang sahabat Rasulullah saw, maka mereka juga orang2 KAFIR dan PATUT DIANIAYA. Siapa saja yang mencela dan mengatakan bahwa para sahabat itu lemah, maka tidak diperbolehkan untuk memberikan perlindungan, bermusyawarah dan menyalati mereka.” (Ibnu Hajar “Al_Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah”)

    Lihatlah Sunni memposisikan para sahabat sedemikian rupa spt “the untouchable” shg dalam verifikasi hadispun mereka tidak bisa disentuh oleh Ilmu Rijal Hadis atau Jarh wa Ta’dil yang sudah cape2 disusun oleh para ahli hadis Sunni.

    Sebenarnya Syi’ah tidak pernah mencaci-maki para sahabat secara langsung. Mereka hanya mengutip pernyataan Al-Quran dan Hadis khususnya mengenai mayoritas sahabat yang murtad ketika Nabi saw wafat (lihat QS Ali Imran 144 dan hadis Al-Haudh riwayat Bukhori dan Muslim). Ini ayat dan hadis sahih mau dicampakkan kemana ?

    8. Ahlussunnah : Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.
    Syiah : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.

    Komentar : sama spt diatas, para istri Nabi terutama Aisyah dan Hafsah banyak dikecam oleh Al-Quran (Al Ahzab 28-29 dan At Tahrim ayat 10).
    Gimana mau dicampakkan juga ?

    9. Ahlussunnah : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :
    a) Bukhari
    b) Muslim
    c) Abu Daud
    d) Turmudzi
    e) Ibnu Majah
    f) An Nasa’i
    (kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).

    Syiah : Kitab-kitab Syiah ada empat :
    a) Al Kaafi
    b) Al Istibshor
    c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih
    d) Att Tahdziib
    (Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).

    Komentar : itulah bedanya para ulama Sunni dan Syi’ah. Menurut saya apa perlunya kitab2 hadis spt Sahih Bukhori atau Al-Kafi dll “diumbar” di seluruh dunia. Apa memang seluruh umat Islam punya kemampuan menelaah hadis spt ahli fiqih atau mujtahid ? Makanya akibat terlalu diumbarnya kitab hadis Sunni, maka jangan kebakaran jenggot kalo ada musuh Islam yang memanfaatkan hadis dhaif atau maudhu yang masih nyampur dalam Sahih Bukhori, Muslim dll untuk menghujat islam atau menghina Nabi Muhammad saw ! Contoh hadis Al-Gharaniq yang dimanfaatkan oleh Salman Rusdi dlm “Ayat2 Setan” dsb.

    Kitab-kitab tersebut (Al-Kafi dll) tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah) ?

    Komentar : di kampung saya ada teman dari Syi’ah yang di rumahnya punya perpustakaan buku2 agama yang isinya antara lain kitab hadis Al-Kafi (orginal). Juga di toko2 buku sudah terbit buku berbahasa Indonesia yang berisi hadis2 Al-Kafi berjudul “Sabda Ilmu”, disusun oleh Ali Umar Al-Habsyi, Al-Huda, 2006. Begitu juga Biharul Anwar.
    Jadi siapa takut ?

    10. Ahlussunnah : Al-Qur’an tetap orisinil
    Syiah : Al-Qur’an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).

    Komentar : engga jauh2 ke Iran. Coba datang ke rumah orang Syi’ah di seluruh Indonesia, saya jamin Qurannya sama !

    11. Ahlussunnah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.
    Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.
    Syiah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.
    Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.

    Komentar : Dlm kasus yg spt itu ada riwayat dari Imam Ja’far, beliau berkata, Rasulullah saw bersabda :”Sungguh pada setiap kebenaran itu ada hakikatnya. Dan diatas setiap yang benar itu ada cahayanya. Maka apa yang sesuai dg Kitab Allah, ambillah. Dan apa yang menyalahi Kitab Allah, tinggalkanlah.”

    12. Ahlussunnah : Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.

    Syiah : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.
    Setelah mereka semuanya bai’at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.

    Komentar: boleh jadi Raj’ah ada dalam riwayat2 Syi’ah. Tapi kan terlihat jelas tidak ada dalam Rukun Iman Syi’ah ? (lihat diatas). Jadi Raj’ah bukan akidah Syi’ah. Meyakini atau tidak meyakini Raj’ah tidak akan menggugurkan Iman seseorang.

    Keterangan : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.

    Komentar : Ya emang benar. Dan sekarang sudah muncul tapi masih gaib.
    Gimana Imam Mahdi Ahlu Sunnah kapan munculnya ? Dari keturunan siapa dan apa ciri2nya supaya bisa dibedakan dg orang2 yang mengaku Imam Mahdi alias palsu ?

    13. Ahlussunnah : Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.
    Syiah : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.

    Komentar : Allah Swt berfirman :”Famas tamta’tum bihi min hunna fa’atu hunna ujuro hunna faridhoh, “dan untuk kenikmatan yang kamu peroleh dari mereka, berilah maskawin (ujur) mereka, sebagai suatu kewajiban.” (QS An-Nisa 24).
    Ayat diatas merupakan dalil yang menjelaskan bahwa “mut’ah” merupakan NIKAH SAH ! Dan ayat ini tidak dihapus atau dinasakh, sampai Umar melarangnya (Sahih Muslim jilid 7, Bab Nikah Mut’ah)
    (lagi2 Umar).

    Jangan lupa bahwa salah satu sahabat yang telah mempraktekkan kawin mut’ah adalah Umar ibnu Khattab sendiri ! jadi kalo Ahlu Sunnah menganggap kawin mut’ah sama dengan zina, maka Umar adalah pezina !

    14. Ahlussunnah : Khamer/ arak tidak suci.
    Syiah : Khamer/ arak suci.

    Komentar : Setelah saya cek di buku “Fiqih Imam Ja’far Shadiq” penulis “Perbedaan antara Sunni Syi’ah” itu yang menuduh Syi’ah pembohong, ternyata pembohong beneran ! Saya kutip isi buku fiqih Syi’ah diatas : “8. Arak : Diriwayatkan dari Imam Shadiq, “Jika pakaianmu terkena arak, nabidz atau sesuatu yang memabukkan, cucilah ia jika kamu tahu tempatnya. Jika kamu tidak tahu tempatnya, cucilah semuanya. Dan jika kamu sudah salat dengan pakaian tsb, ulangi salatmu.”

    15. Ahlussunnah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.
    Syiah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.

    Komentar : Nah, kalau di sini si penulis tidak mengutip seutuhnya. Sengaja dia memotong kalimat supaya ada pengertian lain. Biasanya ini dilakukan oleh kaum nawashib (pembenci Ahlul Bait).
    Kalimat seutuhnya adalah sbb:”Air yang bekas digunakan untuk membersihkan tempat keluar kencing dan tinja adalah suci, DENGAN SYARAT IA TIDAK BERUBAH KARENA NAJIS TERSEBUT, tidak ada najis dari luar yang mengenainya, kencing atau tinja yang keluar itu tidak meluber ke mana-mana, tidak ada darah yang keluar bersamanya, dan tidak terdapat bagian-bagian tinja pada air tersebut. (Fiqih Imam Ja’far Shadiq).

    16. Ahlussunnah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.

    Syiah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.
    (jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).

    Komentar : Di kalangan Fuqaha Syi’ah ada 3 pendapat :

    1.Haram
    2.Haram tapi tidak membatalkan
    3.Tidak haram dan tidak membatalkan kecuali apabila seseorang melakukannya dg niat bahwa hal itu (bersedekap) diperintah dan disukai di dalm syariat. Jika seseorang melakukannya tanpa niat demikian maka tidak apa2.
    (Fiqih Imam Ja’far Shadiq).

    Syiah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya.
    (Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).

    Komentar : Yah ini sama saja dengan orang Wahabi menganggap orang2 Nahdiyyin bid’ah karena membaca do’a qunut dalam shalat.

    18. Ahlussunnah : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.
    Syiah : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.

    Komentar : Beginilah kalau kurang membaca kitab2 hadis ulamanya sendiri. Coba simak ini : Imam Ahmad bin Hambal dalam kitab musnadnya juz I, hal 221, menyebutkan hadis riwayat Ibnu Abbas, bahwa beliau berkata :”Rasulullah saw shalat tujuh rakaat dan delapan rakaat di Madinah bukan pada saat musafir.
    Imam Muslim dalam Sahihnya Juz 2 hal 151 dalam Bab Jama’ antara du shalat pada saat berada di rumah sendiri (tidak musafir) meriwayatkan, bahwa Ibnu Abaas berkata:”Rasulullah saw melaksanakan shalat Dzuhur dan Ashar bersama-sama dan shalat Maghrib dan ‘Isya bersama-sama bukan dalam keadaan takut dan bukan dalam perjalanan.
    Hadis ini bisa ditemukan pula dalam buku “1000 Hadis” terbitan Gema Insani.

    19. Ahlussunnah : Shalat Dhuha disunnahkan.
    Syiah : Shalat Dhuha tidak dibenarkan.
    (padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).

    Komentar : Setahu saya Nabi saw tidak pernah mencontohkan shalat Dhuha ini. Kalau engga salah salat Dhuha ini ada hubungan dengan salat yang dilakukan seseorang sebagai rasa syukur atas terbunuhnya Imam Ali. Silahkan tebak, siapa orang itu.

    Komentar Penutup :

    Ini yang bikin tulisan sangat2 lucu, menghukumi ajaran Syi’ah dengan ajaran Ahlu Sunnah yang didirikan oleh Muawiyah dan “disempurnakan” oleh Abu Hasan Al-Asy’ari di bidang Akidah dan 4 Imam mazhab di bidang Fiqih dg dukungan para penguasa zalim pada abad ke 3 Hijriyah. Kalau mau fair, baik Sunni maupun Syi’ah sebagai “produk sejarah” harus didudukkan dibawah sorotan Al-Quran dan Sunnah Rasul-Nya.

  293. Waduh, ini koq pembahasan ngalor-ngidul begini. Buat yang punya Blog, komentar yang terlalu panjang atau yang hanya copy paste lebih baik U SPAM-kan, sebab ini hanya kolom komentar. Carut-marut begini kebarat-ketimur, jadi tidak karuan. Harus U yang membahas, yang lain memberi komentar. Jika masing-masing komentator taruh pembahasan disini jadi REPOT dong, U punya Blog arahnya mau kemana? Apa dan yang mana, yang mau dikritisi? dan pembahasan yang mana mau dijawab dan siapa yang menjawab? Jika seperti ini terus, berantakaaaaaan.

  294. @jenggot naga
    Blog ini mencari kebenaran siapa saja yang ingin mencari kebenaran saya rasa pemilik blog ini membiarkan untuk kita berdiskusi. Itulah sebabnya blog ini sukses Kalau kita pengikut blog ini hanya mengkomentar tanpa ada bahasan. Yah jadilah pengikut ilmu terpimpin. Wasalam

  295. @Abdul Hakim A

    Salam kenal

    Anda mengatakan,
    jika memang tidak mengimani 12 imam syiah tidak mengakibatkan konsekuensi kafir apa bedanya sunni dengan syiah, mengapa ada orang yang beralih ke syiah jika memang mazhab ahlussunnah adalah kebenaran dan keselamatan?

    Kalau berbicara mengenai 12 Imam syi’ah, menurut pemahaman saya begini, kita harus kembali pada tittik persoalannya yakni QS Al Maidah: 67, hadist Tsaqalain dan hadist Ghadir Khum.

    Apakah anda meyakini kebenaran ayat dan hadist tsb? Kalau ya, berarti anda meyakini kebenaran Al Qur’an dan hadist Nabi saw, begitu juga sebaliknya.

    Bagi mereka yg sudah meyakini kebenaran tsb, tentunya tidak dengan serta merta menyalahkan kepada orang yg belum meyakini kebenaran tsb. Ini memerlukan proses yg sangat panjang sampai ribuan tahun setelah Rasulullah saw wafat hingga sampai sekarang. Masih saja menjadi polemik diantara sunni dan syi’ah.

    Dengan hati nurani yg bersih dan ikhtiar yg sungguh-sungguh, mungkin kita akan dapat menerima kebenaran tsb. Yang tentunya semua tergantung kepada hidayah dari Allah swt.

    Sementara itu dulu tanggapan dari saya.

    Wasalam

  296. @Khalisa dkk

    asskum wr wb.

    KETERAANGAN dari Pak/Ibu KHALISA sbb :

    15. Ahlussunnah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.
    Syiah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.

    Komentar : Nah, kalau di sini si penulis tidak mengutip seutuhnya. Sengaja dia memotong kalimat supaya ada pengertian lain. Biasanya ini dilakukan oleh kaum nawashib (pembenci Ahlul Bait).
    Kalimat seutuhnya adalah sbb:”Air yang bekas digunakan untuk membersihkan tempat keluar kencing dan tinja adalah suci, DENGAN SYARAT IA TIDAK BERUBAH KARENA NAJIS TERSEBUT, tidak ada najis dari luar yang mengenainya, kencing atau tinja yang keluar itu tidak meluber ke mana-mana, tidak ada darah yang keluar bersamanya, dan tidak terdapat bagian-bagian tinja pada air tersebut. (Fiqih Imam Ja’far Shadiq).

    =====> Yang saya mau tanyakan : <============

    1. bagaimana Memastikan AIR itu tidak Najis (tidak ada fesses & air seni ) dengan menggunakan mata telanjang ?

    2. Pada CEBOKAN keberapakah AIR tsb di katakan bersih(tidak Najis), Karena setahu saya cebokan pertama saja masih “KOTOR” apa lagi MAAF( sedang berak2/mencret2) ?

    3. Dapat di gunakan sebagai apa sajakah air ini dan oleh siapa saja ?, apakah termasuk bisa buat wudhu juga ?

    4.Apakah di jamin kebersihan & kesehatannya, misal yg melakukan sedang mengidap penyakit?

    5. Apakah ini hanya di lakukan untuk Darurat, kalau memang benar dalam keadaan bagai mana yaa agar kita di benarkan untuk cara ini ?

    Mohon di jelaskan,, sejelas2 nya,, kalau bisa ada dalilnya.. & tatacara melakukannya..?

    mba/pak Khalisa sudah pernah coba apa blm yaa..? :)

    Maaf yaa mba/pak pertannyaan dasar banget/datar banget,, tapi itu penting buat saya….

    thanks,

    wassalam,
    anak bawang

  297. @Khalisa

    sepertinya anda sangat berkompeten dengan mazhab anda,

    anda bilang:
    Komentar: boleh jadi Raj’ah ada dalam riwayat2 Syi’ah. Tapi kan terlihat jelas tidak ada dalam Rukun Iman Syi’ah ? (lihat diatas).
    Jadi Raj’ah bukan akidah Syi’ah. Meyakini atau tidak meyakini Raj’ah tidak akan menggugurkan Iman seseorang.

    bagaimana dengan yang tidak meyakini adanya imamah? imannya gugur atau tidak?

    saya harap anda tidak muter-muter tujuh keliling seperti SP
    Ini yang bikin tulisan sangat2 lucu, menghukumi ajaran Syi’ah dengan ajaran Ahlu Sunnah yang didirikan oleh Muawiyah dan “disempurnakan” oleh Abu Hasan Al-Asy’ari di bidang Akidah dan 4 Imam mazhab di bidang Fiqih dg dukungan para penguasa zalim pada abad ke 3 Hijriyah. Kalau mau fair, baik Sunni maupun Syi’ah sebagai “produk sejarah” harus didudukkan dibawah sorotan Al-Quran dan Sunnah Rasul-Nya.

    berarti ajaran ahlussunnah bukan dari Allah dan Rasul? berarti ajaran ahlussunnah buatan manusia?

    gitu kan?

    muawiyah masih lebih baik daripada HISYAM BIN HAKAM dan ZURARAH,

    saya yakin anda kenal mereka berdua.

    @rona

    apakah al maidah ayat 67 itu berhubungan dengan 12 imam? apakah ayat di atas juga berhubungan dengan ghadir khum?

    masalah meyakini kebenaran bukan hanya emosi tapi dengan bukti.

  298. @AHA
    Anda selalu mengulangi pertanyaan anda yang itu2. Saya minta anda tanggapi jawaban saya tanggal 14 Nopember dan 21 Nop anda menghindari tapi beralih lagi dengan pertanyaan yang sama. Mungkin anda tidak mengerti atau sengaja tidak mau mengerti. Wasalam

  299. @aburahat

    anda memang rahat,

    saya tanya apa hubungan ayat al maidah 67 dan peritiwa ghadir khum anda tidak mau jawab, anda menukil banyak dalil, saya sejatinya tidak ingin membahas, tapi supaya anda lega maka saya bahas satu persatu.

    tapi anda tidak mau menjelaskan.

  300. Salimna

    @Hamba
    Muawiyah yang pertama sukar untuk di terima kejujurannya. Tapi Muawiyah yang kedua adalah menarik akal fikiran tentang perbuatannya.

    wasSalam

  301. salam SP. abu shahzanan, oky dkk

    sebagaimana yg SP dkk katakan, untuk mencari kebenaran kita harus NETRAL,

    jika ada pihak netral ,misalnya orang2 ateis membaca tulisan di atas,ataupun kita kumpulkan orang2 berotak yg belom berpihak, maka pertanyaan dari ABDUL HAKIM A. adalah pilihan nya menrt saya.

    yaitu pertanyaan;

    apakah orang yg tidak beriman kepada imama 12 masih di anggap beriman?

    hanya pertanyaan itu yg logis menurut saya.

  302. aku menarik semua kecurigaan ku teradap SP, dkk. aku terlalu jauh menuduh dalam tulisan ngawurku sebelum nya. terlalu jauh aku melaju. MAAFKAN SAYA, aku sadar sekarang.

    oleh karena itu aku ingin tahu jawaban syiah terhadap pertanyaan ABDUL HAKIM A. supaya aku bisa mencari kebenaran.

    terima kasih atas jawaban nya

  303. @Abdul H.A

    QS Al-Maidah: 67 tentu saja ada hubungannya dengan hadist Tsaqalain dan Ghadir Khum, karena ayat ini diturunkan pada waktu Rasulullah SAW menjalankan haji wada yg terakhir. Yang isinya antara lain pidato Rasulullah SAW dihadapan seratus ribu orang lebih para sahabat dan kaum muslimin untuk berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Ithrah Ahlulbait Nabi SAW ( 12 Imam as).

    Salam

  304. @rona

    jadi ayat di atas turun di haji wada’, bukan di ghadir khum?

    jangan dicampur antara haji wada’ dan ghadir khum, yang dihadiri oleh 100 ribu sahabat adalah peristiwa haji wada’, dan ghadir khum hanya dihadiri oleh sahabat penduduk madinah saja.

    gimana? di haji wada atau di ghadir khum? atau haji wada’ adalah ghadir khum?

    @sejati_lk
    jika iman pada imamah adalah sama statusnya dengan iman pada Allah, dan pada Nubuwat (kenabian), maka ahlussunnah adalah kafir karena tidak beriman pada ushuluddin.
    jika imamah bukan ushuluddin artinya ahlussunnah tidak kafir dan imam ali tidak wajib jadi khalifah, karena imamah adalah hal furu’ sebagaimana berkumur di waktu wudhu dan menyela jenggot. jika imamah bukan ushuluddin maka 12 imam syiah sama dengan imam syafii dan hanafi.

    tapi syiah akan marah jika dibilang imamah bukan ushuluddin.

    jika mas sejati mengikuti diskusi saya, nampak sekali syiah menghindar dari pertanyaan ini, karena pertanyaan ini akan menyibak asap yang selama ini dibuat.

  305. Jadi ingat percakapan Imam Ja’far Ash-Shodiq.

  306. salam

    @Abdul Hakim A
    Kamu kelihatannya sedang menghakimi suatu-suatu perkara?

    wasSalam

  307. @Abdul Hakim A,

    Ma’af, ada kesalahan pada komentar saya tsb diatas, mungkin karena sudah suntuk dan terburu-buru, harusnya begini,
    QS Al-Maidah: 67 tentu saja ada hubungannya dengan hadist Tsaqalain dan Ghadir Khum, karena ayat ini diturunkan setelah Rasulullah SAW menjalankan haji wada yg terakhir. Kemudian mengumpulkan kurang lebih seratus ribu para sahabat dan kaum muslimin dikalangan ansor dan muhajirin di suatu tempat yg bernama Khum.. Yang isinya antara lain seruan Rasulullah SAW untuk berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Ithrah Ahlulbait Nabi SAW ( 12 Imam as) dan pengangkatan Imam Ali as sebagai khalifah (Maula=Imam) bagi kaum muslimin.

    Salam

  308. @ressay

    ikutan jawab aja, atau mau pertanyaan lain? jawab yang ini saja:
    apakah imamah adalah ushuluddin seperti iman pada Allah dan Rasul,
    atau furu’ seperti sholat hari raya dan puasa senin kamis?

    @rona

    Mestinya Nabi mengangkat Ali sebagai khalifah saat haji wada’, bukan di ghadir Khum karena di ghadir khum banyak jamaah haji yang sudah pulang ke negeri masing-masing.

    Ghadir khum adalah tempat di antara Mekah dan Medinah,yang dilalui oleh jamaah haji yang akan menuju Medinah. sedangkan jumlah sahabat penduduk madinah tidak mencapai seratus ribu seperti yang anda katakan.

    Mengapa Nabi tidak mengangkat Ali di haji wada’?
    Mengapa Nabi mengangkat Ali di Ghadir Khum?

    ini jika kita anggap Nabi mengangkat Ali.

    juga seakan-akan inti risalah Islam adalah pengangkatan Ali bukan yang lainnya. ini jika kita lihat ayat 67 Al Maidah

    saya perlu bertanya sekali lagi apakah benar ayat 67 Al Maidah turun di Ghadir Khum?
    mestinya anda tidak sedang berada di sana, tapi ada referensi yang anda jadikan rujukan.

  309. @Abdul Hakim A

    Rasulullah saw menyeru kembali semua kaum Anshar dan Muhajirin yg sudah berlalu dan yg akan berlalu pulang ketempatnya masing-masing. Kemudian berkumpul kembali di Ghadir Khum, tentunya kurang lebih 100 ribu yg hadir.

    Perlu digaris bawahi QS Al-Maidah 67 turun setelah Rasulullah saw melaksanakan haji wada yg terakhir.

    Dalam isi khotbahnya Rasulullah saw merasa sudah akan dipanggil Allah swt. Dan perintah QS Al Maidah 67, begitu mendesak karena saat itulah seluruh umat Islam dari kalangan Anshar dan Muhajirin berkumpul.

    Inilah inti risalah Islam, karena didalamnya adalah seruan Rasulullah saw kepada kaum muslimin untuk berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Ithrah Ahlulbait Nabi saw, agar tidak akan tersesat selama-lamanya.

    Referensi sebagai rujukan cari saja sendiri.

    Kalau menurut pemahaman anda bagaimana?

    Salam

  310. @Abdul Hakim A

    Ma’af, saya ikut menjawab pertanyaan anda untuk saudara Ressay. Tentu saja Imamah merupakan ushuluddin dalam syariat Islam, karena erat kaitannya dengan QS Al Maidah 67, hadist Tsaqalain dan Ghadir Khum.

    Salam

  311. hehehehe…saya cuman bilang jadi ingat sama dialog imam ja’far dengan sahabatnya.

    Dan disanalah jawabannya.

    Sedari awal saya dapat menjawab pertanyaan Anda. Tetapi saya tidak ingin membuat forum ini kacau.

    Ok. Lebih baik kita semua tamu yang ada d sini, menanggapi tulisan-tulisan mas SP yang tidak sedang memposisikan dirinya sunni atau syiah.

  312. @rona

    wah anda ilmiyah banget, bagaimana saya bisa tahu referensi anda kalo anda tidak mau menyebutkan

    jangan-jangan anda meyakini semua itu hanya karena mendengar dari guru anda, yang juga tidak menyebutkan referensi.

    anda bilang:
    Perlu digaris bawahi QS Al-Maidah 67 turun setelah Rasulullah saw melaksanakan haji wada yg terakhir.

    berarti ayat itu turun sebelum nabi melantik Ali menjadi khalifah? karena Ali “dilantik ” di Ghadir Khum, bukan saat haji wada’

    anda tahu dari mana? jika tidak ada referensi berarti anda ikut hadir saat itu, dan ini mustahil, tapi mungkin saja, wong imam mahdi saja bisa hidup ribuan tahun, mungkin anda juga bisa.

    juga masalah ushuluddin, berarti sama dengan beriman pada Allah dan Rasul

    lalu bagaimana status mereka yang menolak beriman pada Rasul?

  313. @Abdul Hakim A

    Berarti anda belum mengerti pemahaman Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah. jadi percuma saya jelaskan panjang lebar. Referensinya cari saja di internet atau literatur buku yg ada hubungangannya dengan pemahaman Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah .

    Salam

  314. @rona

    pemahaman syiah mana yang saya blm paham? saya hanya mencoba berpikir menelaah paparan anda. tidak menerimanya mentah-mentah

  315. Saya lihat perdebatan di sini mirip perdebatan antara muslim dan kristen. Sama-sama gak mau kalah, gak mau menerima sedikitpun kebenaran, kalo itu gak sesuai dengan pahamnya. Jadinya debat kusir deh..

  316. Ini namanya sedang mencari titik temu. Tujuannya sama mencari kebenaran. Setiap orang berangkat dgn kendaraannya masing-masing dan mengambil jalannya sendiri-sendiri. Namun Insya Allah jika arah yang dituju sama, maka pada saatnya akan bertemu di satu titik yang sama. Syaratnya juga tidak ada hasad dan kedengkian. Jika salah seorang sdh keliatan sampai di titik temu (tujuan), maka selayaknya seorang lain yang masih di jalan dan masih mencari-cari arah bertanya kepada yang sdh tiba, jalan mana yang ia ambil serta dengan kendaraan apa sehingga ia bisa segera tiba di tujuan? Jangan karena hasad dan dengki, mencegahnya untuk bertanya.

    Ga nyambung ya? :)

    Salam

  317. Israel dan Iran : Ada Apa?
    Rabu, 31 Desember 2008 14:15

    Pertanyaan

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Kemarin ustadz ceramah dan saya hadir. Ada satu statemen ustadz yang menggelitik saya, yaitu ustadz katakan saat pesawat-pesawat Isreal menghabisi rakyat tak berdosa di Palestina, kenapa ya Iran yang selama ini dibangga-banggakan sebagai negeri yang kuat dan berani terhadap Israel, kok diam saja. Tidak ada serangan balasan dari Iran yang saya dengar.

    Mohon ustadz jelaskan lagi, memang apa yang ustadz sampaikan itu jadi bahan pertanyaan yang menarik sekali. Bagaimana pendapat ustadz?

    Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Ali

    Jawaban

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Memang benar sekali bahwa kenyataan Iran tidak melakukan sesuatu yang berarti membuat banyak pihak menjadi bertanya-tanya. Sebab sesumbar Iran selama ini kan konon ingin mengalahkan yahudi. Iran juga mengaku punya senjata missil atau peluru kendali jarak jauh yang bisa diarahkan ke Israel.

    Pendeknya banyak orang yang tidak kenal hakikat Iran, jadi terkagum-kagum. Apalagi pesona Ahmadi Nedjat yang selalu diekspose sebagai presiden yang adil, berani menentang barat, punya nyali kepada Israel dan bla bla lainnya.

    Tapi memang semua itu jadi tidak ada artinya dan cenderung hanya pepesan kosong belaka. Karena saat kemarin pesawat-pesawat Israel memborbardir rakyat Palestina dengan bom, sampai ratusan nyawa tak berdosa melayang dan ribuan luka-luka, ternyata bukan hanya negara Arab saja yang diam seribu bahasa. Ternyata Iran yang selama ini sesumbar, bisanya cuma mengutuk dan mengecam. Tidak lebih. Dan ini sangat aneh.

    Wah, kalau cuma mengutuk dan mengecam, orang kafir non muslim di seluruh dunia pun juga sudah melakukannya. Di Amerika latin, saya lihat banyak rakyat non muslim yang demo ke jalan mengutuk Israel.

    Tapi negara sekuat dan seperkasa Iran yang selama ini banyak dielu-elukan pendukungnya, termasuk segelintir orang di Indonesia, ternyata bisanya cuma mengutuk. Lalu kemana tentara nasionalnya? Kenapa yang bergerak malah mahasiswa, bukan tentara terlatih?

    Kalau cuma sekedar menurunkan mahasiswa yang turun ke jalan, kita di Indonesia juga sudah melakukannya.

    Buat negara sehebat Iran, kalau cuma sekedar mengutuk dan mengecam, jelas-jelas terbukti bahwa ada hubungan gelap antara Iran dan Israel. Sangat patut dicurigai. Sebab di Irak jelas-jelas tentara bayaran milisi syiah itu didukung sepenuhnya oleh pemerintah Iran. Dimana tugas utama mereka adalah menyembelih muslim sunni. Dan kemana-mana Iran melakukan syi’ahisasi.

    Kini ketika yahudi Israel kesetanan membunuh rakyat yang tak berdosa, sama sekali tidak ada aksi yang serius dari Iran. Tidak mengirim pasukan, tidak juga menembakkan peluru kendali jarak jauhnya.

    Padahal kalau mau, apa susahnya tinggal pencet tombol kok. Saya sangat yakin tidak perlu semua missil dikirimkan, cukup satu saya, tapi yang gedean dikit lah, dijatuhkan tepat di jantung kota Tel Aviv, percaya deh bahwa Israel langsung minta ampun.

    Sebab tentara yahudi itu terkenal pengecut, lawan anak-anak kecil Hamas saja ketakutan kok. Dan mereka juga stress berat tatkala tahu bahwa Hamas sudah bisa membuat petasan ‘janowe’ yang agak gedean dikit, yang kemudian disebut roket itu. Lumayan karena bisa terbang sejauh 25-an kilometer. Kira-kira jarak dari Depok ke Monas.

    Baru roket-roketan begitu, yahudi di Palestina sudah kebakaran jenggot, dadanya sesak, pikirannya kacau, jantungnya mau copot, emosinya tidak terkendali. Pendeknya, persis fiman Allah :

    Turhibuna bihi aduwwallahi wa aduwwakum (Dengan itu kamu dapat menakuti musuh Allah dan musuhmu)

    Apalagi kalau yang ditembakkan berupa peluru kendali, missil, torpedo atau apalah istilahnya. Tidak perlu 100 biji, satu saja ditembakkan dan jatuh meledak di tengah-tengah kumpulan yahudi itu, pasti mereka ketakutan. Menjatuhkannya pas tengah malam menjelang shubuh, biar mereka tidak bisa tidur.

    Bagaimana Dengan Aksi Solidaritas?

    Wah itu sudah bagus, bagus sekali bahkan. Karena buat ukuran kita kita yang hidup miskin di negeri miskin dengan pemerintah serba korup ini, memang yang maksimal bisa kita lakukan cuma itu, tidak lebih.

    Kita bikin acara munasharah, demo, pengajian akbar, orasi, takbir, bakar bendera Israel, nimpukin gambar Bush, galang dana dan ya sudah. Itu saja sudah lebih dari cukup.

    Apakah yahudi Israel tahu? Kayaknya enggak deh. Lagian buat yahudi, urusan diteriaki sebagai bahlul, terkutuk, dan sumpah serapah lainnya, sudah kebal dan tidak mempan lagi. Mereka sudah biasa dicaci maki, bukan hanya oleh kita, tapi oleh semua orang.

    Tapi bagi yahudi, semua itu (maaf) bullshit saja. Gak ngaruh, kata orang betawi. Mereka cuek bebek saja, tanpa rasa bersalah menembaki manusia tiap hari. Tidak harus menunggu insiden bombardir dengan pesawat tempur seperti sekarang ini. Karena tiap hari mereka sudah melakukannya. Hanya yang sekarang ini cukup bombastis.

    Tapi percayalah, buat zionis Israel dan teman-teman dekatnya semacam USA dan lainnya, urusan itu sih biasa saja. Tidak ada kaitannya dengan keberadaan mereka di wilayah pendudukan.

    Bahasa yang mudah dipahami oleh Israel itu cuma satu, yaitu kekerasan. Intinya mereka harus dibom biar bubar jalan grak. Kita ucapkan terima kasih kepada semua orang, muslim atau non muslim, di seluruh dunia, yang sudah memberikan doa, semangat, dana, obat, makanan dan semuanya. Termasuk juga sudah ikut puasa tidak makan McDonald, tidak minum Coca Cola, tidak pakai hape Nokia, juga tidak pakai kartu operator hape yang milik yahudi (lah emangnya ada yang bukan milik yahdui), tidak pakai sepatu Nike, tidak pakai ini dan tidak pakai itu. Terima kasih banyak atas semua itu.

    Allah pasti membalas semua amal baik itu, Amin.

    Tapi yang lebih dibutuhkan oleh muslim Palestina sekarang ini adalah roket yang bisa meledakkan Tel Aviv. Dan itu wajib hukumnya. Sayangnya satu-satunya yang punya roket seperti itu ya…cuma Iran.

    Ngomong-ngomong Iran kemana ya? Kok nggak kelihatan? Halo halo bisa bicara dengan Iran… Jangan-jangan….wah

    Wallahu a’lam bishsawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    http://warnaislam.com/syariah/daulah/2008/12/31/51300/Israel_dan_Iran_Ada_Apa.htm

  318. Tidak Adakah Cara untuk Menghentikan Agresi Israel?
    Jumat, 02 Januari 2009 08:36

    Pertanyaan

    Assalaamualaikum wr. wb.

    Ustadz yang dirahmati oleh Allah.

    Sampai kapan kita akan terus mengalah pada kebiadaban zionis Israel? Mengapa kaum muslimin tidak bersatu untuk melakukan perang melawan Israel, mana semangat ummat yang terbaik? Apa tidak ada cara untuk menghentikan agresi Israel kepada ummat Islam?

    Jazakallah atas dijawabnya pertanyaan ini.

    Wassalaamualaikum wr. wb.

    Jawaban

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Seandainya seluruh umat Islam berpikiran seperti anda, baik rakyatnya maupun pejabatnya hingga pemimpin tertinggi negaranya, insya Allah dalam waktu singkat Israel segera angkat kaki dari Palestina. Tidak perlu menunggu bertahun-tahun, cukup hanya dalam bilangan hari saja.

    Sayangnya, umat Islam yang seperti anda sangat sedikit, apalagi yang terhitung pejabat dan presiden, rasanya tidak ada. Maka begitulah jadinya, Israel tetap saja bercokol di negeri yang diberkahi Allah dengan gagahnya.

    Sementara itu umat Islam dari ujung barat Maroko hingga ujung Timur Marauke, hanya tergugu, diam, sayapnya terkulai, kakinya patah, nyalinya ciut, wajahnya tertunduk lesu, matanya sayu.

    Kegagahan para shahabat di masa lalu saat menembus gurun pasir membawa panji-panji Islam ke Afrika, Eropa dan Asia, kini tinggal kenangan. Surat-surat Nabi Muhammad SAW yang dulu pernah dikirim dengan gagahnya untuk mengajak para raja dunia masuk Islam, kini tak pernah terkirim lagi.

    Kewibawaan Khalifah Umar bin Al-Khattab ra ketika menerima kunci Baitul Maqdis dari penguasa tertinggi umat Kristiani, kini tidak ada lagi.

    Keberanian Musa bin Nushair dan Thariq bin Ziyad ketika membakar perahu mereka sendiri, agar prajuritnya tidak punya pilihan lain selain maju menembus tanah Spanyol, kini hanya sebuah mimpi masa silam.

    Kehebatan Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi ketika merebut Al-Aqsha dari tangan-tangan berdarah penguasa salib Eropa, kini hanya tinggal lagu kenangan.

    Kegagah-perkasaan Sultan Muhammad Al-Fatih (The Conqueror) ketika menggempur Konstantinopel hanya tinggal sejarah.

    Cara Menghentikan Kebiadaban Yahudi

    Yahudi ditakdirkan hanya akan dikalahkan dengan cara peperangan fisik. Dan itu hanya dilakukan oleh umat Islam.

    Pada hakikatnya mereka adalah bangsa paling pengecut dan paling takut mati. Tidak pernah ada sejarahnya Yahudi berani berhadapan muka langsung dalam peperangan. Mereka selalu berperang dengan cara sembunyi di balik benteng, sebagaimana firman Allah SWT.

    لا يُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلَّا فِي قُرًى مُّحَصَّنَةٍ أَوْ مِن وَرَاء جُدُرٍ بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لا يَعْقِلُونَ

    Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti. (QS. Al-Hasyr: 14)

    Dan menarik untuk disimak dari ayat ini, ternyata Yahudi pun terdiri dari berbagai kelompok, di mana satu dan lainnya tidak pernah bersatu.

    Tetapi ketika umat Islam tidak tahu titik lemah Yahudi, maka jadilah Yahudi seolah-olah sangat kuat dan tidak terkalahkan. Padahal sesungguhnya mereka sangat lemah, pengecut dan tidak kompak.

    Sayangnya, di balik semua kelemahan Yahudi itu, justru umat Islam jauh lebih lemah lagi. Bukan sekedar cinta dunia dan takut mati, bahkan lebih jauh dari itu, justru umat Islam saling berpecah belah.

    Satu dengan yang lain selalu bentrok, saling hujat, saling caci, saling maki, lalu merasa kelompoknya saja yang benar. Yang tidak ikut paham dan aliran mereka, langsung dicap ahli bid’ah, bukan ahli sunnah, teroris dan khawarij.

    Semua ulama dikafirkan, semua jamaah dikucilkan, semua yang tidak sama dengan dirinya dianggap ahli neraka. Seolah-oleh surga itu kavling milik pribadi mereka saja.

    Dari sisi ekonomi, nyaris semua negeri Islam punya potensi kekayaan alam. Minyak bumi yang jadi ‘nyawa’ peradaban dunia, justru disedot habis dari bumi milik umat Islam oleh drakula jahat yaudi. Sebaliknya, umat Islam yang hidup di atas ladang-ladang minyak itu mati kelaparan, lantaran diembargo oleh negara-negara yang secara de facto dikuasai oleh kekuatan Yahudi.

    Dari sisi pendidikan, secara sengaja barat telah merasuki para penentu kebijakan di tiap negeri muslim, agar kurikulum pendidikan di tiap negeri Islam menjadi mandul. Meski lulusannya tetap bergelar sarjana dan doktor, tetapi mentalitasnya tetap tidak jauh dari kaki tangan dan antek Yahudi.

    Aqidah dan fikrahnya tetap sekuler, anti Islam dan anti syariah. Sedangkan dari sisi kualitas lulusan, sangat rendah dan tidak bisa bersaing dengan lulusan dari barat.

    Dari sisi politik, hanya orang-orang yang terdidik dengan mentalitas seperti ini saja yang bisa masuk ke dalam struktur pemerintahan dan menentukan kebijakan suatu negara.

    Dan ujung-ujungnya, arah politik negeri Islam sudah bisa ditebak, yaitu SANGAT taat, tunduk dan patuh kepada barat secara mutlak tanpa reserve. Bahkan ketika negara-negara Islam membentuk OIC (OKI) atau apapun namanya, tetap sama saja karakternya: lemah, pengecut dan tidak lebih dari macan ‘ompong’.

    Dari sisi militer, tak satu pun negeri Islam yang mampu membuat senjata sendiri. Kalau pun mampu, belum tentu bebas membuatnya. Karena itu meski semua negara Islam bersatu, secara hitungan di atas kertas, tetap saja kalah dari sisi persenjataan dengan Yahudi.

    Meskipun kita sangat yakin bahwa senjata bukan satu-satunya faktor kemenangan. Tetapi adanya senjata itu tetap penting dan Allah SWT sendiri menyebutkan manfaatnya, yaitu untuk menggetarkan lawan.

    Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu…(QS. Al-Anfal: 60)

    Yahudi Bukan Apa-apa

    Sebelum seratus tahun yang lalu, Yahudi bukan siapa-siapa. Mereka adalah gelandangan miskin yang terusir dari semua negara, tertindas, terpinggirkan, tidak punya negara, kelaparan dan kedinginan.

    Memang betul dan harus kita akui bahwa Yahudi itu umumnya terdiri dari orang-orang yang ulet, tahan uji, biasa hidup melarat. Mungkin hal inilah yang menempa mereka menjadi semakin kuat secara sunnatullah. Dan menjadi dendam kesumat tujuh turunan yang mereka wariskan dari nenek moyang.

    Tentang terusirnya Yahudi dari berbagai belahan bumi, hal itu disebabkan karena karakter mereka yang culas, licik, makan teman, gemar berdusta, hobi berkhianat, pandai menipu, lintah darat, pelit, egois, suka menjilat dan oportunis. Dan satu lagi karakter asli mereka, pengecut…

    Ledakkan

    Maka untuk menghentikan kebengisan Israel hanya ada satu cara, bombardir perumahan mereka dengan peluru kendali. Kalau kita jatuhkan bom berton-ton di atas pemukiman mereka, sebentar saja mereka pasti menyerah kalah.

    Dalam perang ini, ada pendapat yang boleh dikaji, yaitu tidak ada lagi istilah sipil atau militer dari kalangan Yahudi Israel. Mereka semua sama saja, halal darahnya danh hartanya juga, karena mereka datang dari negeri yang jauh lalu tiba-tiba mencaplok sebuah negeri yang merdeka.

    Maka siapa saja yang masuk ke sebuah negara berdaulat lalu melakukan makar di dalamnya, baik sipil atau pun militer, keduanya sama-sama penjajah. Halal darahnya dan hartanya.

    Kalau mereka mengaku sebagai orang sipil, seharusnya mereka tidak ada di tengah kancah peperangan. Seharusnya mereka segera mengungsi keluar dari bumi Palestina, atau sebelumnya tidak perlu datang ke Palestina. Bukankah dunia tahu bahwa kedatangan mereka sebagai penjajah?

    Mengaku sebagai sipil tapi tetap nongkrong di wilayah peperangan, sama saja menyerahkan nyawa. Dan mereka tidak berhak untuk mengaku sebagai penduduk sipil, karena pada dasarnya rumah mereka bukan di Palestina. Mereka adalah pendatang yang masuk untuk menjajah dan membunuh rakyat sipil asli, yaitu rakyat Palestina.

    Maka sebaiknya negara OKI tidak perlu bersidang, cukup kirimkan misil ke atas perumahan Yahudilaknatullahi ‘alaihim. Sidang OKI hanya buang waktu dan buang energi, tidak akan pernah membuat Yahudi gemetar.

    Apa Kabar Iran? Kemana Aja?

    Yang menjadi sangat misterius adalah posisi Iran dalam hal ini. Kita tahu persis bahwa Ahmadinejad sering sesumbar di depan publik, bisa mengalahkan Israel. Perang mulut antara Israel dan Iran banyak menghasilkan decak kagum sebagian kalangan.

    Mereka pikir, harapan akan perlawanan dan penggempuran terhadap Israel bisa ditambatkan di Iran. Bahkan Nejad sesumbar akan menghapus Israel dari peta dunia.

    Tapi sekarang terbukti bahwa sesumbar itu hanya pepesan kosong, alias tidak terbukti. Mana peluru kendali yang dibangga-banggakan itu? Mana janji mau menghapus Israel dari peta dunia?

    Alih-alih menembakkan roket ke Israel, Iran malah mau mengirim 7.000 mahasiswa suka rela. Kasihan sekali para mahasiswa itu, bukan karena mau mengecilkan peran dan semangat juang mereka. Tapi bukankah untuk perang wajib ada pelatihan dulu? Wajib harus ada pembekalan ini dan itu. Sekarang Israel sudah meledakkan rakyat Palestina, masak sih yang dikirim hanya mahasiswa? Rasanya kok kurang pas ya?

    Seharusnya yang dikirim adalah tentara pengawal revolusi, atau apalah. Yang penting tentara profesional. Bukan mahasiswa yang masih harus dilatih dulu. Orang sudah perang kok baru mau latihan.

    Apa sih susahnya meluncurkan missil antar benua, pasti akan lebih efektif dan efisien. Cukup tekan tombal dan wussss Israel meledak. Mudah, cepat, murah dan

    Masih terngiang janji manis Iran beberapa waktu yang lalu :

    “Mereka seharusnya takut bahwa rudal yang memiliki jangkauan tembak 2.000km akan menghantam jantung kota Tel Aviv,” kata Ayatollah Ahmad Khatami. Ia mengacu pada rudal Shahab-3 Iran yang dapat menghantam sasaran sejauh sekitar 2.000km.

    “Kami akan memusnahkan Israel,” kata Jenderal Muhammad Riza Asytiani.

    “Pasukan bersenjata Iran akan menyerang pusat Israel dan 32 pangkalan AS di kawasan ini sebelum debu dari serangan itu mengendap,” kata Mojtaba Zolnoor.

    Sekarang kita menunggu-nunggu ancaman itu, sebab memang sekarang lah saat yang paling tepat. Tapi kok tidak pernah dilaksanakan. Tadinya saya bilang, kenapa kita hanya demo ke Kedubes AS di Jakarta, kenapa kita tidak sekalian demo ke Kedubes Iran? Demo ke Kedubes Iran? Ya, karena mereka punya senjata yang berimbang dan tegas menyatakan mampu membungkam Israel.

    Nah ini saat yang paling tepat untuk membuktikan bahwa Sahab-3 itu benar-benar bisa menembus jarak 2.000 km, penerbangan langsung from Iran to Tel Aviv. Tapi unfortunetly, Iran ternyata diam saja. Malah hanya mengirim anak-anak mahasiswa. Bukan mengirim roket Sahab-3 nya.

    Tiba-tiba seorang teman berbisik,”Ustadz, Iran baru akan melakukan serangan itu hanya kalau fasilitas nuklirnya diserang oleh Israel. Sedangkan kalau Israel membunuh rakyat Palestina, meski korban sudah jatuh sampai 300-400 orang, mereka sih masih tenang-tenang saja”.

    Glek, saya hanya duduk terdiam sambil berlinang air mata. Oh, gitu ya. Kok bisa ya mereka santai-santai sementara tiap hari korban berjatuhan. Wahai, kekuatan apa yang membuat para penguasa di Iran jadi kaku tanggannya untuk memencet tombol. Apakah karena rakyat Palestina bukan syiah tapi sunni??? Semoga tidak.

    Dan 1001 pertanyaan berkecamuk di kepala….La ilaaha illallah…

    Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Ahmad Sarwat, Lc.

    http://warnaislam.com/syariah/daulah/2009/1/2/30960/Tidak_Adakah_Cara_Menghentikan_Agresi_Israel.htm

  319. @ anak bawang

    Kasus perselisihan antara orang Arab ini rupanya perlu diselesaikan oleh orang persia. nah memang begitulah selalunya.
    Mas, Iran tentu saja boleh mengebom Israel secara terus, namun ia akan hanya membuka kepada satu peluang baru bagi Barat, israel dan musuh2 Arabnya untuk mewajarkan perang ke atas Iran yang selama ini mereka cari2. Kalau mas lebih mahu mengkaji politik semasa, hal ini tidak terselindung.

    Dunia mengetahui bahawa di Palestin sekarang perang yang terjadi adalah di antara Zionist, US, Saudi, Jordan, Mesir di satu bahagian V.S Hamas, Hezbollah, Iran dan Syria di bahagian lainnya. Anda dapat perhatikan bagaimana baik Mesir, Arab Saudi dan Jordan masing2nya menyalahkan Hamas sebagai punca problem – hal ini tidak kelihatan aneh kerana memang negara2 ini adalah proksinya Zionis dan US sejak dari dulu lagi. Dan mereka terang2 memusuhi Hamas kerana keterikatan Hamas dengan Iran.
    Mas, ustadz anda mungkin boleh mempengaruhi orang2 yang malas mengkaji serta orang2 yang memang sudah lama menaruh kesumat terhadap Syiah yang diwakili Iran. Menyalahkan Iran jelas satu usaha untuk membasuh darah saudara2 Palestine yang melekat di tangan saudara Arab mereka khususnya kaum Wahabi.

    rupanya ustadz anda percaya bahawa masalah 230 juta umat Arab hanya dapat diselesaikan oleh orang2 Persia, maka bayangkan apakah yang selama ini dilakukan oleh negara2 Arab Sunni terhadap saudara Arab mereka.

  320. @anak bawang
    Hussh…hussh..hushh! Ini urusan politik, anak-anak jangan ikut-ikutan! :)

    Aneh anak bawang menginginkan Iran turut langsung ambil bagian mengebom Israel tanpa ada serangan langsung dari Israel ke iran. Apakah anak bawang tidak mengetahui hukum Internasional? Tentu saja jika mereka menyerang fasilitas nuklir Iran, maka Iran berhak sebagai negara yang berdaulat untuk membalas. Namun mereka Iran masih bisa meminta Banser mereka Hizbullah untuk melakukan perang gerilya terhadap Zionis Israel.

    Saya ada baca dari sebuah blog yang membuktikan Hizbullah sebagai Banser NU-nya Iran ikut terjun langsung di peperangan di Palestina. Ini mungkin bisa memuaskan pertanyaan anak bawang.

    Surat kabar International Herald Tribune menurunkan sebuah tulisan yang mengharukan. Berikut tulisannya:

    “Hizbullah datang,” pekik warga Palestina pada Kamis (13/03) saat pemakaman pejuang-pejuang Palestina yang dibunuh Israel, di mana jenazah mereka dibalut oleh bendera Hizbullah, bersama panji-panji Hamas.

    Hizbullah sejak lama telah beroperasi di wilayah-wilayah Palestina, menyalurkan dana jutaan dolar bagi kelompok-kelompok pejuang Palestina, demikian diungkap sejumlah pejabat keamanan Israel. Pengaruh gerakan perlawanan Lebanon ini semakin terlihat di Tepi Barat sejak pembunuhan atas komandan militernya, Imad Mughniyah, satu bulan lalu, dalam sebuah ledakan di Damaskus, yang diduga kuat dilakukan dinas rahasia Israel, Mossad.

    Masih tidak jelas apakah para pejuang Palestina semata mendapatkan dukungan dari Hizbullah, ataukah kelompok gerilya Lebanon itu terlebih secara langsung dalam perlawanan di dalam wilayah Palestina.

    Sejak gugurnya Mughniyah, para pemimpin Hizbullah telah memberi sinyal akan adanya serangan balasan di dalam wilayah Israel, dan bukan terhadap target-target Israel di luar negeri, demikian papar Amal Saad-Ghurayib, seorang spesialis Hizbullah di Lebanon.

    Pemerintahan Mahmoud Abbas dari Fatah di Tepi Barat terus berupaya membatasi pengaruh Hizbullah, tetapi pada saat yang sama Hizbullah justru mendapatkan sekutu yang sehati di dalam diri Hamas, yang mengendalikan Jalur Gaza.

    Para pejabat Israel dan Fatah mencurigai kerja sama Hizbullah dan Hamas dalam beberapa aksi perlawanan, terutama yang terjadi di Tepi Barat.

    Pada Kamis itu, para pelayat yang berbaris dalam prosesi pemakaman empat pejuang Palestina yang ditembak mati unit penyamaran militer Israel di Bethlehem memekikkan, “Hizbullah datang.” Tubuh-tubuh pejuang, termasuk di antaranya pemimpin Jihad Islam Muhammad Syahadah, itu pun ditutupi oleh bendera-bendera Hizbullah.

    “Muhammad adalah pengagum berat metode perlawanan Hizbullah dalam menghadapi pendudukan Israel,” kata Khalil, sang sepupu.

    Popularitas Hizbullah di mata rakyat Palestina semakin luas karena aksi-aksi heroiknya dalam perang melawan Israel, termasuk taktik perang gerilya yang memaksa Israel mundur dari selatan Lebanon pada Mei 2000. Bintangnya pun semakin berkibar setelah membuktikan kelemahan militer Israel yang konon digdaya itu pada perang musim panas 2006.

    Israel mengajukan komplain kepada aparat keamanan Fatah di Tepi Barat karena masih banyaknya aktivis perlawanan Palestina yang melakukan kontak dengan Hizbullah, kata Mayjen Raji al-Nijmi, pejabat keamanan Fatah.

    Sementara itu, analis Israel Efraim Inbar mengatakan bahwa ia percaya pengaruh Hizbullah di Palestina sedang meluas, tetapi sulit untuk dipastikan tingkatnya. Inbar mengatakan Israel seharusnya lebih fokus kepada peran Hizbullah di Gaza. “Kami telah melihat metode-metode Hizbullah di Gaza. Kami tahu bahwa beberapa pejuang Palestina telah menjalani latihan di kamp-kamp Hizbullah,” katanya
    [Sumber: Muhsin Labib]

    Salam

  321. @anak bawang

    Bagian yang ini cukup asyik dipermasalahkan :)

    Tiba-tiba seorang teman berbisik,”Ustadz, Iran baru akan melakukan serangan itu hanya kalau fasilitas nuklirnya diserang oleh Israel. Sedangkan kalau Israel membunuh rakyat Palestina, meski korban sudah jatuh sampai 300-400 orang, mereka sih masih tenang-tenang saja”.

    (1) Kenapa seseorang mesti berbisik, kan isinya mirip dengan penjelasan si Ustadz?
    (2) Ini yang ustadz yang mana? Kalau bukan mas, kok mas bisa mendengar bisikan?
    (3) Yang berbisik kenapa masih tenang-tenang dan tidak segera ke Palestina? :roll:

    Glek, saya hanya duduk terdiam sambil berlinang air mata. Oh, gitu ya. Kok bisa ya mereka santai-santai sementara tiap hari korban berjatuhan. Wahai, kekuatan apa yang membuat para penguasa di Iran jadi kaku tanggannya untuk memencet tombol. Apakah karena rakyat Palestina bukan syiah tapi sunni??? Semoga tidak.

    (1) Karakter yang aneh. Mestinya marah, bukan berlinang air mata. Kalau teringat penderitaan rakyat Palestina barulah berlinang air mata. Bukankah begitu mas?
    (2) Sampai saat ini tidak ada bukti, baik tindakan maupun ucapan dari Iran (Hizbullah) yang menunjukkan mereka hanya membela Syiah, sementara kaum Sunni yang menderita mereka tinggalkan. Darimana prasangka buruk mas itu muncul?
    Bacalah kutipan koran yang saya copas di atas.

    Salam

  322. @anak bawang

    Anak bawang sdh baca belum berita Kompas tgl 30-Des kemarin?

    Selasa, 30 Desember 2008 | 09:59 WIB

    TEHERAN, SELASA — Sedikitnya 7.000 mahasiswa dari kota Isfahan di bagian tengah Iran, Senin (29/12), mendaftarkan diri untuk memerangi Israel.

    “Pada hari pertama pendaftaran untuk memerangi rezim Zionis dan membantu rakyat Palestina, 7.000 mahasiswa dari berbagai universitas di Isfahan telah menyampaikan kesediaan,” kata Mohammad Zarifi, anggota Perhimpunan Mahasiswa Islam Iran, sebagaimana dikutip kantor berita Iran, Fars.

    Masih pada hari yang sama, satu lagi kelompok mahasiswa Iran, Mahasiswa Basij (Relawan) dari Teheran Universities, mengumumkan, organisasi tersebut mendaftar relawan untuk memerangi Israel.

    Pendaftaran itu dilakukan sehari setelah pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei mengeluarkan fatwa yang menyatakan, siapa saja yang meninggal dalam perang melawan Israel dan membela Jalur Gaza akan menjadi syahid.

    “Sebagai jawaban atas fatwa pemimpin spiritual mengenai Jihad (perang suci), mahasiswa Basij dari seluruh universitas Iran telah mendaftarkan diri dan pendaftaran akan dibuka besok,” kata Alireza Zahedi, anggota Mahasiswa Basij di Teheran University, tanpa menyebutkan berapa jumlah mahasiswa yang sudah mendaftar.

    “Dalam waktu dekat, mahasiswa yang terdaftar akan mengadakan pertemuan guna menyampaikan kesediaan kepada pemimpin spiritual untuk berperang di wilayah pendudukan (Palestina),” katanya.

    Ribuan orang Iran, termasuk mahasiswa, melancarkan pawai di Teheran pada Senin pagi untuk mengutuk serangan Israel di Jalur Gaza. Mereka membawa spanduk yang berisi slogan anti-Israel dan anti-AS.

    Sejak Sabtu pagi, Israel melancarkan serangan udara besar yang dikatakannya ditujukan kepada anggota Hamas di Jalur Gaza dan menewaskan sedikitnya 345 orang serta melukai lebih dari 1.000 orang.

    Hamas menguasai Jalur Gaza, mendapat dukungan kuat Iran, yang tak mengakui Israel sebagai salah satu negara masyarakat internasional.

    Di markas besar PBB, New York, duta besar Mesir dan Palestina di badan dunia itu mengatakan, Senin, mereka meminta Dewan Keamanan PBB membuat Israel mematuhi seruan dunia untuk segera menghentikan kekerasan dan aksi militer di Jalur Gaza.

    Darimana prasangka buruk mas mengenai Iran muncul?

    Salam

  323. @anak bawang

    Bandingkan dengan fatwa yang seperti ini;

    Hukum Demonstrasi untuk Palestina
    3 Januari 09 oleh Wira
    Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan

    Soal Pertama:
    Fadhilatussyaikh, banyak pertanyaan yang muncul tentang apa yang hendaknya dilakukan oleh seorang muslim berkenaan dengan apa yang terjadi pada saudara-saudara kita di Palestina, menyangkut doa untuk mereka, memberikan bantuan finansial, atau berjihad bersama mereka.

    Jawab:
    Apa yang wajib bagi setiap muslim adalah hendaknya mereka berdoa bagi saudaranya sesama muslim, dan membantu mereka dengan bantuan finansial. Hendaknya mereka membantu dalam bentuk finansial dan doa. Ini adalah yang wajib bagi mereka dan yang bermanfaat bagi Muslimin Palestina.

    Mana fatwa jihadnya?

    Soal kedua:
    Jazakallahu khairan ya Syaikh, penanya berikutnya berkata, “Apa hukum demonstrasi, apakah ini termasuk berjihad karena Allah?”

    Jawab:
    Demonstrasi itu tidak ada manfaatnya, ini hanya bentuk keributan belaka. Demonstrasi merupakan bentuk kekacauan. Bagaimana hal tersebut bisa menimpakan bahaya bagi para musuh, jika orang-orang keluar dan berdemonstrasi di jalan-jalan, mengangkat suara mereka? Bahkan, ini akan membuat para musuh puas dan senang. Mereka akan mengatakan, “Apa yang kita lakukan telah memudharatkan dan melukai mereka.” Para musuh akan bergembira.

    Islam adalah agama yang tenang dan penuh kehati-hatian, Islam adalah agama ilmu, bukan agama yang suka keributan. Islam adalah agama yang mendorong untuk bertindak tenang dan hati-hati, di mana pada saat yang bersamaan, Islam mendorong amalan shalih, yang bermanfaat dan terpuji, seperti menyediakan bantuan kepada sesama muslim, berdoa untuk mereka, dan memberikan bantuan finansial dan senjata.

    Ini adalah perkara yang terpuji. Selain itu (perkara yang bermanfaat
    lainnya adalah) berbicara atas nama muslim Palestina dengan berbagai negara untuk menuntaskan opresi yang sedang mereka hadapi dan meminta kepada negara-negara yang mengklaim bersistem demokrasi tersebut agar memberikan hak-hak muslim Palestina, dan hak-hak asasi
    manusia adalah apa yang sangat mereka banggakan serta besar-besarkan.

    Bagaimana pun juga, bagi mereka, ‘manusia’ (yang dimaksud di dalam HAM) adalah orang-orang kafir, di mana muslim tidaklah mereka anggap sebagai manusia -orang muslim adalah teroris! Mereka memanggil muslim sebagai teroris, dan ‘manusia’ dalam definisi HAM hanyalah orang-orang kafir!

    Jadi, kaum muslimin harus mengikuti dan berpegang teguh dengan ajaran Islam yang telah disyariatkan dalam permasalahan ini dan demikian pula pada kejadian lainnya.

    Islam tidaklah mengajarkan demonstrasi, berteriak-teriak dan meninggikan suara. Tidaklah disyariatkan untuk menghancurkan properti-properti atau melakukan tindakan anarki. Ini bukanlah bagian Islam. Bahkan perkara-perkara ini tidaklah memberikan manfaat. Ini justru membahayakan kaum muslimin, tidak membahayakan musuh. Kenyataannya, musuh-musuh mereka akan bergembira dan berkata kepada diri mereka sendiri, “Aku telah memudharatkan mereka”, “Aku telah membuat mereka murka”, “Aku telah berhasil mempengaruhi mereka”.

    (Ditranskrip dan diterjemahkan untuk blog ulamasunnah (www.ulamasunnah.wordpress.com dari Question and Answer session on Paltalk, dari email Abu Khadeejah – SalafiPublication forum@salafipublications.com pada tanggal 5 Muharram 1430 -2 Januari 2009

    Siapa sesungguhnya yang harus mas koreksi dan kritisi?

    Salam

  324. Logika yang aneh dan jungkir balik. Kalau hanya anak bawang yg membawa lgika tsb masih bisa ditolerir, tapi ustad juga sama junkir baliknya..disebarkan pula kepada orang awam…inikah cermin sebagian umat islam.
    Iran cs yang sudah berbuat banyak untuk Islam dicaci maki. Saudi yang diam, berfoya2 dg petro dollar, bercengkrama dg USA, berpesta dg Bush, memenjarakan Ulama yg menentang Yahudi (Israel) tetap dipuja dan jadi panutan. Logika apa ini???
    Belum lagi kalau bicara kubu Fatah, saudara2nya dibantai oleh mereka masih asik2an dg Israel.
    Mesir??? saudara/tetangga dibantai buka pintu saja tidak mau karena punya perjanjian dg Israel..
    Anak bawang, suruh ustad2 anda prihatin/mengecam Fatah, Mesir dan Saudi…jangan terlalu memikirkan Iran, Iran sudah menunjukkan kepada dunia jika mereka telah berbuat.
    Mau tau kalau Iran menyerang Israel?? Arab Saudi akan menyiapkan pangkalannya utk USA menyerang Iran.
    Atas dasar apa Iran bisa menyerang Israel???

    Hasut dan dengki sudah merasuk hati umat…

    Wassalam

  325. Hasut dan dengki sudah membutakan mata hati dan menutup akal pikiran

  326. SEBAIK NYA SETIAP PERNYATAAN HARUSLAH DI SAH KAN DENGAN TANDA TANGAN SUPAYA TIDAK ADA KERAGUAN SEBAGAI SAUDARA.

    MISALNYA;
    1. SEPERTI PERTANYAAN ABDUL HAKIM A.
    2.PERNYATAAN SYIAH MENGIMANI ALQURAN YG
    SEKARANG???
    3.DLL BANYAK

    YG menurut saya harus lah di nyatakan secara tertulis oleh syiah maupun sunni.

    KALO TIDAK MAU BERARTI TENTARA NYA DAJJAL

  327. Kaum syiah percis bangsa yahudi dalam mencari kebenaran berdasarkan keturunan. harus keturunan nabi..kalau tidak, maka tidak atau kurang sah..

    Justru Allah memutar balikan itu semua, dan ternyata nabi terakhir yang ditunggu-tunggu yahudi adalah berasal dari arab.

    dunia berputar, dan pola itu akhirnya terulang kembali…

    dan imam mahdi yang ditunggu-tunggu itu (yg katanya Ghaib) juga ternyata dari golongan lain (yg jelas bukan syiah)

  328. Dunia berputar..
    maka kalau dulu ada dua kerajaan besar yang dikalahkan oleh islam yaitu Romawi dan Persia

    maka…

    sekarang jelas terulang kembali dua kerajaan tersebut menjelma menjadi blok Amerika cs (romawi) dan Iran cs (persia)

    …(jadi sdah dari sononya Iran (persia) itu selalu dipihak yang berseberangan dengan islam….

    wahai kaum yg punya otak..
    berpikirlah………………………………

  329. dunia berputar..
    Firaun I dan Firaun II ada dijaman ini..yaitu Bush I dan Bush II dan Amrik adalah mesirnya jaman sekarang..

    firaun II yang tenggelam mati di laut karena mengejar-ngejar nabi musa terulang kembali yaitu bush II mengejar-ngejar Osama hingga tentara amrik di Afganistan mengalami kekalahan telak dan akhirnya Bush II ‘jatuh tenggelam’ sebagai presiden amrik yang paling jelek popularitasnya dari seluruh presiden amrik..

  330. dunia berputar..
    dan pengganti firaun II adalah seorang mesir juga namun dia lebih baik dari firaun II dan pernah melanglang buana ke dunia Timur..

    …terbukti pengganti Bush II adalah Obama yang pernah melanglang buana ke dunia Timur (Indonesia)

  331. dunia berputar..
    Firaun I dan Firaun II versi Indonesia??
    adalah Sukarno dan Suharto..
    lalu siapa ‘obamanya’?
    yang pst dia pernah ke wilayah timur. anak seorang ‘begawan’ . Bapaknya pernah dikejar-kejar oleh raja pertama karena bermusuhan hingga keluar negeri…

    dan dia adalah satria piningit, jaka lelana….

    siapakah yang cocok dengan kriteria tersebut?
    anda tebak sendiri..(yang jelas dia pernah bertugas di Timor Timur)..begwan ekonomi yg bermusuhan dengan sukarno…

  332. Salamun’alaikum

    @Husaini sedang tenggelam dalam penjelmaan…. :)
    Makanya wahai Husaini, apakah itu Hari Dihidupkan semula? Kamu tidak mengimani ayat-ayat ALLAH?

    wasSalam

  333. @Husaini

    Maksud anda, hadis Tsaqalain yg Nabi saaw jadikan bekalan buat menyelamatkan umat dari tersesat, mirip yahudi? Kemudian Allah memutarbalikkan sabda NabiNya sendiri?

    Imam Mahdi ajf mmg bukan Syiah, yg Syiah tuh pengikut beliau ajf.

    Anda sok bicara tanpa dalil ya?

    Salam

  334. @Husaini

    Sala kenal

    dunia berputar…

    Husaini adalah seorang pengarang yang jenaka dan suka berkelakar, hehehe…

    Wassalam

  335. untuk semuanya

    dunia berputar…
    sebagaimana kaum yahudi yang tidak akan pernah mau mengakui dan memutar balikan kebenaran

    dalil itu banyak: dalil akli dan naqli. jujur, akal itulah yang banyak bicara utk kebenaran, karena fitrahnya memang demikian. beda dengan perasaan (cinta-benci),, itu sangat SUBJEKTIF.

    Dunia berputar
    kemudian dijaman sekarang pun ada yang mirip seperti itu, baik yahudi asli maupun yahudi aspal yang mengikut gaya hidup maupun pola pikir, sikap mereka.

    gampang saja rumusnya: yang sami’na wa atho’na itulah pengikut Rasulullah yang hanif. Rasulullah SAW saja tidak mempermasalahkan latar belakang Abu Bakar,Umar, Usman dan sahabat lain yg dulunya tukang bo’ong, ini wahai para Syiah kenapa dan ada apa dengan kalian???

  336. dunia berputar..

    sejarah mengatakan bahwa dulunya sebelum ada adam-hawa, Iblis dan Malaikat BER-1 menyembah Allah.. lalu Allah ciptakan Adam sebagai bahan ujian bagi ke 2 nya untuk melihat mana Taat dan mana yang Membangkang..

    LALU Iblis merasa lebih baik ciptaannya dari adam dan sombong karena telah ribuan tahun menyembah Allah, maka iblis KAFIR….

    dunia berputar..
    dulunya umat Islam BER-1 sami’na wa atho’na kpd Rasulullah..lalu Allah ingin menguji umat ini siapa saja yg sami’na wa atho’na dan siapa yang membangkang. Maka munculah Ali sebagai bahan ujiann

    LALU ada kaum yang merasa lebih baik karena Ali keturunan/keluarga nabi dan Ali sejak kecil islam..
    maka…..(jawab sendiri yaaa)

  337. @Husaini

    Kalau memahami komentar anda, saya jadi ingat sabda Nabi saw:

    “Sesungguhnya bagi mereka disetiap zaman ada seorang Imam yang menolak penyimpangan dari orang-orang yang berlebihan, menginginkan kebatilan dan penakwilan orang-orang jahil terhadap agama”

    Wassalam

  338. @Husaini

    Benar…Rasul tidak mempermasalahkan latarbelakang mereka, yg dipermasalahkan adalah latardepan mereka.

    Ali dijadikan bahan uji…maka anda?

    Salam

  339. @Husaini

    Ga nyambung mas antara Ali kemudian ada kaum yang mengikutinya.

    Seharusnya untuk mebandingkan Adam, Malaikat dan Iblis adalah seperti ini terhadap Ali seperti ini:

    Dunia berputar..
    Dulunya umat Islam BER-1 sami’na wa atho’na kpd Rasulullah. Lalu Allah & Rasul-Nya ingin menguji umat ini siapa saja yg Beriman dan siapa yang Munafik.

    Maka munculah Ali sebagai bahan ujian.

    Golongan Beriman mengikuti dan taat kepada Ali.
    Golongan Munafik menyalahi dan membangkang terhadap Ali.

    Salam

  340. Dunia berpuar…
    Tapi anda “Cuma duduk doank”

    Klik nih :

    http://secondprince.wordpress.com/2008/08/13/benarkah-imam-mahdi-dari-keturunan-imam-hasan/

    baca artikel dan komentarnya

    Dunia berputar…

    Rasul saww bersabda :

    “Wahai Ali, engkau adalah pemimpin bagi setiap mukmin setelah wafatku nanti” (Mustadrak al-Hakim, jilid 3/111 Musnad Ibnu Hanbal, jilid 1/331

  341. Dunia berputar? Atau kepala anda yang sedang berputar? ..:P
    Maksudnya bumi? dunia yang mana nih?
    Kalau maksudnya bumi yang berputar maka anda bisa dianggap sesat oleh salafiyun… :)

  342. wahai kaumku, saudaraku

    dunia berputar
    sejarah terulang

    seperti itulah kalian. diberi soal cetek..eh malah dipelintir-pelintir lagi ..(anak SD aja ngerti)..saya hanya menghimbau, tidak memaksa. hanya ngajak mikir dikiiit. ..

    Ali memang terbukti jadi pemimpin setelah wafatnya Nabi, sbg khalifah ke-empat..dan itu dialog berdua antar mereka, bukan perintah, apalagi sampai mengurusi tetek bengek suksesi..sungguh kalian over tafsir thd hadits yg jelas-jelas hanya ngobrol sifatnya.

    jangan suka meperolok-olok, karena siapa tahu mereka lebih baik dari yg mengolok-olok

    tolong deh, dipakai dulu otaknya, simpan emosinya.
    ga perlu pake dalil yg rumit-rumit, cukup pake perumpamaan yg semua orang bisa ngerti.

    bung armand..logika anda ga nyambung
    bukan taat kepada ali, tapi kepada Rasulullah, dan orang-2 yang mencintai beliau SAW.

    sekali lagi..Rasulullah saja mencintai mereka (para sahabat) dan tidak mempermasalahkan masa lalu maupun masa depannya, kenapa kalian?? ada apa dengan kalian, are you all BETTER than them??

    wahai saudaraku,
    …just answer me first straightly to the point. no dalil, no link, no complicated arguement coz the question is very easy too

    umat membutuhkan logika sederhana dulu untuk memahami agama

    answer easily as a simply as 1+1=?

  343. wahai saudaraku..

    dunia berputar
    sejarah terulang..

    kembalilah kepada fitrah, kepada awal kejadian, kepada Allah dan RasulNya jikalau segala senjata ‘dalil’ telah kalian muntahkan tapi tetep aja ga ada yang mati, ga ada yang kalah-menang..
    coz yg dicari kebenaran, maka semua merasa BENAR!

    kembalilah,kembalilah,kembalilah!
    dulu kita umat yang satu…
    dan Allah menguji kita semua..!
    sekarang..dan selamanya hingga ..

    dunia berhenti berputar………………………………………..
    sejarah berhenti.

  344. Salam..

    @Husaini

    Mari kita melihat fatamorgana… Tp, diwaktu panas terik janganlah diwaktu hujan dan diwaktu mendung. Yang jelas bumi tetap berputar pada pusingannya. Bumi tetap mengelilingi mengikut putarannya. Tidak begitu…

    wasSalam

  345. Salam..

    @Husaini

    Mari kita melihat fatamorgana… Tp, diwaktu panas terik janganlah diwaktu hujan dan diwaktu mendung. Yang jelas bumi tetap berputar pada pusingannya. Bumi tetap mengelilingi mengikut putarannya. Apakah sebegitu…

    wasSalam

  346. @Husaini

    Anda memang ahli filsafat yang handal dan lucu, hehehe…100x

  347. @Husaini

    Terima kasih sdh memberi sedikit hiburan di thread ini :)
    Asyik juga…

    Salam

  348. Salam

    dunia berputar
    sejarah berulang

    Judul lagu :
    “kembali pulang”

    penyanyi Abdullah Assegaf (lagunya keren lho..)

    hehehe..sori OOT ga pd tempatnya..

    wassalam

    kabuuur,,,,

  349. dunia berputar
    ..dan masih berputar…
    hingga akhir jaman..

    janganlah kalian mengolok-olok setelah datang kebenaran…

    mudah soalnya, mudah pula jawabannya,
    no dalil, no arguement, no hurt feeling

    maka kembalilah setelah habis peluru kalian dimuntahkan..but noone dead, no one looser-winner..
    and the happiest is Jews and konco-konconya

    kembali kepada Allah dan Rasulnya.
    No Ali, no syiah, no sunni…
    ….back to laptop eh Allah dan rasulNya.

    Rasul mencintai semua sahabatnya, terutama siapa saja yg bersyahadat.

    Rasul berpikir untuk umat, hingga akhir hayatnya cuma umat yang dipikirkannya, bukan kerabatnya!

    I really mean it!

  350. Well…natural enthusiasm and vigour seems to have sent you rushing down the wrong path huh?…your ‘point’ is never anything cerebral Mr Husaini

    Salam

  351. Salam..

    Sampai sudah kepada umat terdahulu dan terkemudian.
    Yang Kufur Nikmat itu adalah kebanyakannya, sentiasa diulang-ulang.

    innalillahi wa innalillahi raji’un.

    wasSalam

  352. @Husaini

    Benar, umat seperti anda yang bicaranya ngelantur.

  353. Assalamu’alaikum
    @ mas SP kenapa sih ga anda tutup aja ini topik, semakin banyak orang berhujat semakin banyak orang berbuat dosa.

    @semuanya hanya Allah lah yang tahu kejadian semuanya emang kalian udah pada lahir jaman itu??
    jangan tunjukan keburukan orang lain, tapi benahi dulu diri kalian apakah sudah benarkah diri anda?
    wallohu’alam

    saya minta maaf bila kurang berkenan
    Wassalam

  354. @Lita

    Memang Allah Maha Mengetahui segala galanya, tapi kita diperintahkan utk mempelajarinya agar bisa tetap di jalanNya yg lurus:

    ‘Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah2 agar mereka berfikir’ QS Al A’raf : 176

    ‘Sesungguhnya pada kisah2 mereka itu terdapat pengajaran bagi orang2 yang mempunyai akal’ QS Yusuf :111

    Mbak Lita, satu cara membenahi diri adalah dgn mempelajari sejarah, agar kita bisa melihat jalan kebenaran yg kemudian kita jadikan panutan. Bukankah kita selalu bermohon kepada Allah utk itu dalam solat kita dgn meminta kepadaNya;

    ‘Tunjukkanlah kami jalanMu yang lurus , (yaitu) jalan orang2 yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

    Mbak…kata Socrates: ‘ Those who cannot remember the past are condemn to repeat it’ bermaksud ‘Mereka yang tidak belajar dari sejarah akan mengulangi kisah yang sama’

    Maka apa yg Mas SP lakukan ini dan apa yg komentator2 lakukan adalah membedah sejarah atas perintah agama itu sendiri

    Salam Damai

  355. @Lita

    Terimakasih atas kritik dan sarannya. Ma’af mas SP saya mencoba untuk menjawabnya terlebih dahulu.

    Buat sdri Lita mungkin anda belum mengenal hakikat mazhab Ahlul Bait Nabi saw yang mengajarkan bahwa mengapa kita harus terus memelihara rasa benci terhadap para pembenci dan pembantai keluarga Rasulullah saw di Padang Karbala yang peristiwanya terjadi belasan abad yang lalu? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa hal yang harus dipahami.

    Pertama, kebencian terhadap perbuatan jahat dan buruk haruslah dipelihara terus oleh seorang muslim. Inilah ajaran Al­-Qur’an dan Sunnah Nabi saw.

    Kedua, ada makhluk­-makhluk tertentu di dunia yang menjadi manifestasi utuh dari perbuatan jahat dan buruk. Maka dari itu, Al­ Quran dan Sunnah Nabi saw juga mengajarkan kepada kita untuk membenci makhluk tersebut.

    Contoh paling jelas untuk hal ini adalah makhluk yang bernama Iblis. Sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk memelihara kebencian terhadap Iblis dan segala perbuatannya. Pemeliharan kebencian terhadap keburukan dan simbol keburukan itu diajarkan oleh agama supaya kita tidak terjatuh ke dalam perbuatan jahat dan buruk tsb.

    Yang menjadi pertanyaan kita sekarang ini, apakah mungkin makhluk yang menjadi simbol perbuatan buruk itu berupa manusia? Dengan kalimat lain, mungkinkah ada manusia yang menjadi simbol perbuatan jahat dan buruk tersebut sehingga ia dan segala perbuatannya harus kita benci? Dalam sejarah umat manusia Al­ Quran memperkenalkan tokoh­-tokoh jahat semacam Qabil (putera Nabi Adam as), Namrud, Firaun, Qorun, Abu Lahab, Abu Jahal dll.

    Semasa Rasulullah saw hidup, Al­ Quran juga melaknat sejumlah sahabat yang munafik karena perbuatan jahat dan buruk mereka. Dari sisi ini, kita bisa mengatakan bahwa pemeliharaan kebencian terhadap perbuatan jahat dan para pelaku perbuatan itu sebagaimana yang digelar oleh para pembenci dan pembantai keluarga Nabi saw di Padang Karbala bukan hanya tidak bertentangan dengan ajaran agama, melainkan malah sebuah ajaran abadi yang harus terus kita hidupkan. Itu semua karena karakteristik para pembenci dan pembantai keluarga Imam Husein as dan sahabat­-sahabatnya setianya sama dengan karakteristik manusia­-manusia yang dilaknat oleh Al­ Quran dan Sunnah Nabi saw.

    Demikian juga yang terjadi kepada sahabat-sahabat Nabi saw setelah Beliau wafat. Banyak diantara mereka yang ingkar kepada Al Qur’an dan Sunnah. Oleh karena itu saya sangat mendukung kehadiran blog ini, supaya umat Islam mengetahui siapa saja sahabat-sahabat yang ingkar tsb. Sehingga umat Islam tidak terjebak kedalam sejarah yang keliru akibat perbuatan jahat dan buruk mereka yang bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunnah Nabi saw.

    Semoga anda berkenan.

    Wassalam

  356. sebenarnya pemaparan saudara sudah cukup mengelabui namun sayangnya saudara cuman pandai berapologi tanpa dasar yang akurat sehingga pernyataan saudara menjurus kepembodohan umat islam. dimasa lalu sebenarnya semua umat Muhammad paska wafatnya beliau adalah umat yang satu yaitu penganut Ahlu sunnah waljamaah namun berjalannya waktu para yahudi berhasil menghasut kaum muslimin untuk memperjuangkan hak asasinya sebagai mahluk berpikir yang bebas mengutak atik agama sekalipun sehingga banyak umat islam yang akhirnya terjerumus pada hal-hal yang sifatnya memerdekaan kebutuhannya selama ini yang terkesan dibatasi oleh agama sampai berlalunya generasi sampai hari ini .satu contoh yang paling kurang ngajar dari orang-orang syiah di iran adalah sampai mencetak gambar-gambar poster yg dianggab masa muda nabi muhammad sekalipun gambar itu karangan dari fotografer prancis.naudzhubillah

  357. numpang tanya mas , ahlu sunnah waljamaah lahirnya kapan yah ?? waktu jaman Khulafur rasyidin,tabiin kok belum ada yah ? siapa pendiri nya yah ?

    salam,

  358. @Husaini

    Great Job with that word
    Salam kenal ya mas
    blh minta email gak?
    kyknya asik tuch klo bisa sling tukar pikiran
    ane lg dluar negri skrng
    lg haus diskusi mslh Islam dan persoalan yg menimpa umat ini
    dan kyk nya mas slh satu dr beberapa kandidat yg tepat buat dijadiin temen bertukarn pikran

    so i will wait for it
    hope you response it
    syuhada.muttaqin@gmail.com
    thats my email

  359. Abu Bakar adalah org yg jugha dipuji oleh Allah dlm Qur’an
    dlm surat al lail, dan jugha surat Attaubah ayat 40, Dan jugha surat Azzumar 33

    Begitu pula umar dlm surah Al Anfal 64,
    Dan bukankah beberapa ayat qur’an itu turun berhubungan dengan Umar (ex. Al-baqarah 125, Al-Ahzab ; 53, Annisa :43, Al-Maidah 90- 91,Al waqiah:39-40 dan Annur :58)

    Sebagaimana Ustman (Al Fath 18)

    Dan Ali dlm surat Al ahzab 33

    Ayat2 diatas saya cantumkan Tidak bermaksud melebih kan satu shabat dengan yg lain (krn hny Allah yg tau kadar keimanan mereka) mungikin terlihat saya menuliskan ayat2 tentang abu bakar dan umar melebihin yg lain, itu melainkan karena kelemahan saya sebg manusia biasa yg g bisa menghafal seluruh ayat qur an dan asbabun nuzulnya

    Lagi pula mereka berempat sebagai sahabat Rasulullah adalah org2 yg Allah telah ridha kepada mereka

    “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”. (Qs: at-Taubah : 100).

    Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung. Allah telah menyediakan bagi mereka syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (Qs. at-Taubah 89)

    “Apakah engkau mengetahui, bahwa Allah Ta’ala telah melihat (ke dalam hati) orang-orang yang ikut dalam perang Badar, lalu Ia berfirman: “Lakukanlah apa yang kalian kehendaki, sungguh Aku telah mengampuni kalian”.HR. al-Bukhari, no. 3983, dan Muslim, no. 2494

    hadits riwayat Imam at-Tirmidzi no. 4112
    bersabda: “Abu Bakar di syurga, Umar di syurga, Utsman di syurga, Ali di syurga, Thalhah di syurga, Zubair di syurga, Abdurahman ibn Auf di syurga, Sa’ad (ibn Abi Waqqash) di syurga, Said (ibn Zaid ibn Amru ibn Nufail) di syurga, Abu Ubaidah ibn al-Jarrah di syurga”

    Dalam banyak riwayat yang shahih, ketika Ali ibn Abi Thalib ra. ditanya tentang orang yang paling mulia setelah Rasulullah saw., dengan tegas beliau menjawab: Abu Bakar, lalu Umar, lalu Utsman ra., bahkan beliau mengancam akan mencambuk siapa saja yang melebihkan beliau atas Abu Bakar dan Umar ra. (Lihat riwayat al-Bukhari , Imam Ahmad dalam Musnad Ali ibn Abi Thalib ra. no. 834, 836, 837,879,880, dan Imam Ibnu Abi Ashim dalam as-Sunnah no. 1001 dan 826).

    Dan hadist2 diatas bukan bermaksud jugha bahwasnaya saya tidak mencintai ahlul bait, krn sya jugha akan mengutip hadist

    Abu Bakar ra, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (7/98):
    “Sungguh, keluarga Rasulullah saw. lebih aku cintai dari keluargaku sendiri”
    Bahkan Zaid ibn Tsabit ra. ketika bertemu Abdullah bin Abbas ra. di sebuah jalan, beliau turun dari kendaraan lalu mempersilahkan beliau mengendarainya, seraya berkata: “Demikianlah Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk memperlakukan (dengan baik) keluarga beliau”.

    Sungguh merendahkan sahabat adalah sesuatu yg tercela
    dan hanya memberikan kesan kepada kaum non muslim bahwasanya itu adalah kegagalan Rasulullah untuk mendidik sahabatnya dan Islam hanya cocok sampai Rasulullah meninggal dunia

    lagi pula ……

    Dari Abu Sa’id ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jangan kalian mencela seorang-pun dari sahabatku. Sungguh jika salah seorang diantara kalian berinfaq sebesar gunung uhud emas, maka itu belum menyamai segenggam (dari infaq) mereka dan tidak pula setengahnya”. HR. al-Bukhari, no: 3673, Muslim, no: 2541

    Ibnu Umar radhiallahu anhuma berkata: “Jangan kalian memaki sahabat-sahabat Muhammad shallallahu alaihi wasallam, sungguh keberadaan mereka sesaat (di sisi Nabi shallallahu alaihi wasallam) lebih baik dari pada amal ibadah kalian selama empat puluh tahun”. Riwayat Ahmad dalam Fadhailus Shahabah, I/57, Ibnu Majah no: 158, Ibnu Abi Ashim, II/484. Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah, I/32.

    Dari Uwaim bin Sa’idah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah memilih diriku, lalu memilih untukku para sahabat dan menjadikan mereka sebagai pendamping dan penolong. Maka siapa yang mencela mereka, atasnya laknat dari Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Allah Ta’ala tidak akan menerima amal darinya pada hari kiamat, baik yang wajib maupun yang sunnah”. HR. Al-Hakim dalam al-Mustadrak, beliau berkata: Sanadnya Shahih, dan disepakati oleh az-Dzahabi, III/632. Akan tetapi didhaifkan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ad-Dhaifah, no: 3157

    Dari Abdullah bin Mughaffal radhiallahu anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Berhati-hatilah tentang sahabatku, jangan kalian jadikan mereka bahan ejekan sepeninggalanku. Siapa yang mencintai mereka, maka dengan cintaku aku mencintainya. Dan siapa yang membenci mereka maka dengan kebencianku akupun membenci mereka. Siapa yang menyakiti mereka maka sungguh ia telah menyakiti aku. Siapa yang menyakiti aku maka ia telah menyakiti Allah. Dan siapa yang menyakiti Allah, maka pasti Ia akan menyiksanya”. (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata: Hadits ini Hasan. Akan tetapi Syaikh al-Albani menyatakan dha’if dalam Dha’if at-Tirmidzi no: 808.)

    Sungguh bagi org2 yg membicarakan kejelkan dan merendahkan para shabat Rasulullah abik itu ahlul bait maupun tidak adalah suatu keslhan, dan sudah menjadi kehrzan bg org tersebut untuk mendoakan org yg dibicarakan kejelkannya ataupun direndahkan olehnya, maka berinfaklah dijalan allah untuk menebus dosa tersebut dan bertobatlah

    sungguh membicarakan kejelekan org lain dan merendahkan adalah suatu yg haram dlm Islam

    Dan janganlah sebagian kalian ghibah (menggunjing) sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka tentulah kalian akan merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang” [Al-Hujurat : 12]

    ahukah kalian apa itu ghibah (menggunjing)?. Para sahabat menjawab : Allah dan Rasul-Nya yang paling tahu. Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Ghibah adalah engkau membicarakan tentang saudaramu sesuatu yang dia benci. Ada yang bertanya. Wahai Rasulullah bagaimana kalau yang kami katakana itu betul-betul ada pada dirinya?. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : Jika yang kalian katakan itu betul, berarti kalian telah berbuat ghibah. Dan jika kalian katakan tidak betul, berarti kalian telah memfitnah (mengucapkan kebohongan)” [HR Muslim : 4690]

    Ketika beliau di mi’rajkan, beliau melewati sekelompok orang yang mempunyai kuku-kuku dari tembaga. Mereka mencakar-cakar wajah dan dada mereka sendiri dengan kuku tembaga tersebut. Lalu beliau bertanya kepada Jibril : Wahai Jibril siapa mereka itu?. Jibril menjawab : Mereka adalah orang-orang yang sering makan daging manusia, dan mereka yang suka membicarakan kejelekan orang lain” [HR Ahmad dan Abu Dawud dengan sanad jayid dari Anas Radhiyallahu ‘anhu]
    Al-Allamah Ibnu Muflih berkata : Sanad hadits tersebut shahih. Beliau berkata : Dan Abu Dawud meriwayatkan dengan sanad hasan sebuah hadits dari Abu Hurairah secara marfu.

    Dan ingatlah jugha bahwasnaya Rasulullah telah menyatukan ke empat shabat dlm suatu hubungan kekrabatan dan persaudaraan atas nama Islam, dan bukanlah hak kita untuk memutuskan ikatan yg Rasulullah telah jalin bersama mereka, Abu bakar yg anaknya dinikahi Rasulullah, Umar yg anaknya dinikahi Rasulullah dan menikahi ANak ALi bin Abi thalib, Utsman yang dinikahkan dengan 2 putri Rasulullah, dan Ali bin Abi thalib yang dinikahkan dengan Fatimah oleh RAsulullah, dan ALi adalah keponakan Rasulullah. RAsulullah telah memilih mereka sebagai pemimpin2 sesudah beliau yg dengan mereka Islam saat ini sampai di Indonesia

    Dan kalaupun ada konflik dan problem diantara mereka, itu adalah hsl ijtihad mereka dan kita tidak perlu menghakimi apa yg mereka lakukan biarlah Allah dan Rasulnya yg menghakimi

    Itu adalah umat yg telah lalu, baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggung jawaban tentang apa yang telah mereka lakukan (Al- Baqarah 141)

    Dan apabila ada perbedaan pendapat diantara mereka kita harus bersikap sebgaimana Ali ra menyikapi perbedaan diantara sesama Muslim dengan mengatakan krn mereka sahabat bukanlah org2 yg muysrik ALi berkata tentang para shabat yg memeranginya, “Sesungguhnya mereka telah melarikan diri dr kemusyirkan”, dan mereka bukan org munafik, ALi saat ditanya mslh itu, “Kami berlindung kpd Allah dari kemunafikan. Sebab, org2 yang munafik tdk pernah mengingat Allah kecuali sedikit.” dan Ali pun ditanya, lalu siapakah mereka? ali menjawab, “Mereka adalah saudara2 yang menentang kita”

    Dan sepertinya Pemikiran ALi adalah pemikiran yg pling benar untuk menyikapi perbedaan

    Dan semoga Allah mengahapuskan kebencian dan menjadikan sodara dan semoga itu jugha terjadi pada kita yang sedang membaca di forum2 ini

    “Dan KAmi lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap- hadapan di atas dipan dipan (Al-Hijr: 47)

    AMiin aminn ya rabbal alamin

  360. Diskusi hangat Sunni dan Syiah

    Sunni dan syiah adalah dua mazhab besar dalam Islam. Sebagian kaum muslimin berpendapat bahwa dua mazhab ini tak akan dapat dipersatukan. Sebagian lagi berpendapat dapat dipersatukan. Paling tidak, diadakan pendekatan melalui diskusi-diskusi yang objektif berdasarkan dalil2 yang tekstual yang disepakati dan argumen2 rasional.

    Pertanyaannya: Benarkah kedua mazhab besar ini tidak dapat dipersatukan? Mengapa tidak dapat dipersatukan? Apakah karena dasar2 nashnya berbeda? Apakah perbedaan itu hanya berada dalam dataran pemahaman terhadap nash-nash Al-Qur’an dan hadis. Topik-topik persoalan apa saja yang tak dapat ditemukan atau belum ditemukan titik persamaannya?

    Ada beberapa topik persoalan yang sulit ditemukan titik temu antara dua mazhab besar tersebut. Tapi tidak berarti ada titik temunya, mungkin belum dijumpai titik temunya. Saya hal tersebut bukan dasar-dasar nashnya yang berbeda, tetapi perbedaannya adalah dataran dan tingkat pemahaman terhadap dalil-dalil nash Al-Qur’an dan hadis. Misalnya topik-topik persoalan berikut ini:

    1. Soal sistem kepemimpinan pasca Nabi saw. Yakni system musyawarah dan demokrasi atau penunjukan?
    2. Soal sahabat Nabi saw yakni apakah semua sahabat itu adil? Memiliki tingkatan yang sama dalam kebaikan, kecerdasan dan kedekatannya dengan Nabi saw?
    3. Soal keluarga Nabi saw. Yakni apakah kekuarga Nabi saw itu termasuk isteri2nya atau orang2 tertentu?
    4. Soal apakah Nabi saw memiliki harta yang harus diwariskan kepada keluarganya, atau tidak?

    Silahkan undang teman2 anda, kemudian klik disisi:
    http://www.facebook.com/group.php?gid=55699992009

  361. @Ekiyama

    Yg menjadi pokok permasalahan adalah ketika ada diantara para sahabat yg ingkar atas perintah Allah saw dan Rasulullah saw dlm QS Al Maidah 67 tentang hadist Tsaqalain dan Ghadir Khum. Disinilah kita seharusnya sdh dapat menilai siapa saja sahabat yg ingkar tsb.

    Adapun penjelasan anda mengenai ayat2 Al Qur’an dan hadist tsb diatas keliru dalam menyandarkannya. Seperti contoh laki2 yg pertama dan terdahulu masuk Islam tiada lain adalah Sayidina Ali ra. Dan msh banyak lagi yg semisal dgn itu.

    Perlu digarisbawahi bahwa pemahaman Sunni dgn Ahlusunnah Waljama’ahnya mulai dikenal pd zaman Muawiyah.

    Salam

  362. Padahal keturunan Nabi SAW saja hampir semuanya Sunni. Tanya kenapa??

  363. Padahal anaknya Nabi Nuh pun dilaknat Allah.

  364. apa ada yang lebih dijamin dari ahlulbait,……..kenapa sunni benci ahlulbait

  365. Tidak ada yang membenci ahlul bait diantara kita, justru ada yang sangat ghuluw membenci sahabat dan sangat ghuluw mengkultuskan ahlul bait

  366. @anda

    Sunni benci ahlulbait adalah klaim negatif yg jauh dari realitas. Warga Sunni (baca: Nahdliyin) sangat menghormati dan mengagungkan Ahlulbayt Nabi. Menurut mas, darimana wirid-wirid, ratib-ratib, qasidah-qasidah serta perayaan maulid yang kita kenal sekarang yang selalu diamalkan oleh kelompok ini dan menjadi amalan kita pula? Apa isi dari qasidah-qasidah dan maulid? Kecintaan mereka (Nahdliyin) kepada Ahlulbayt Nabi sdh tdk perlu disangsikan. Namun yang masih meragukan adalah mereka-mereka yang sering mengaku sebagai Ahlussunnah Waljamaah yang konon katanya adalah sebagai Pemurni Aqidah. Yang kita kenal dengan Wahabi/Salafy. Kelompok inilah (menurut saya sih bukan Sunni) yang seharusnya menjadi sasaran kritikan mas.

    Pernyataan mas Dede adalah sebuah realitas yang tak terbantah yang apa pun jawabannya sejatinya diambil hikmahnya. Itu apabila kita mengakui dan meyakini bahwa para Habib Alawiyyin seperti Habib Abubakar Syakran, Habib Umar Alattas, Habib Abubakar Alattas, Habib Umar Hafidz, dan banyak lainnya, adalah para ulama yang dapat dijadikan panutan dan wadah mendapatkan pembelajaran.

    Semoga Rahmat Allah swt selalu dilimpahkan kepada kita semua.

    Salam

  367. Sunny tidak membenci ahlul bayt. Perbedaannya, syiah sangat mencintai ahlul bayt (katanya) sampai mereka mengkultuskan ahlul bayt dan terjerumus sehingga menjadi sesat dengan pengkultusannya.

  368. @kembali ke aqidah yg benar

    Benar…sunni tidak membenci Ahlul Bayt, sama spt mereka mencintai musuh2 Ahlul Bayt.
    Sisi mana saja ya, menurut anda, Syiah mengkultuskan Ahlul Bayt hingga tersesat?

  369. @kembali ke aqidah yg benar
    Saya ingin tanyakan apa yg anda pahami tentang kultus? Bagi saya kultus tidak selalu salah (bahkan Allah & Rasul yg memerintahkan “mengkultuskan” ahlul bayt).
    Anda harus mere-evaluate pemahaman anda ttg kultus. Apakah setiap mendengar kata kultus maka anda membayangkan memposisikan sesuatu sbg tuhan?.
    Saya sarankan anda jangan serampangan mengklaim apa yg sudah dilakukan oleh orang/mazhab lain sebelum anda sendiri memahaminya.
    Saya sarankan kepada kita semua:”janganlah perbedaan menjadikan kita bermusuhan”. Perbedaan bukan hanya terjadi pada sunni & syi’ah bahkan tidak sedikit perbedaan antar sunni sendiri.

    Wassalam

  370. fuih…perdebatan panjang ya…. semua sama saja.itu hanya hubungan kita dengan allah.sip…

  371. Bagi saya untuk menakar sebuah kebenaran, itu tdak lagi dengan dalil naqli dari Al quran apalagi alhadist. Meskipun saya mengimani 100 % kebenaran Alquran, krn meskipun dalil yang diajukan itu sudah benar, masih saja bisa diplintar plintir sehingga menjadi salah atau seolah-olah salah
    Kebenaran itu harus ditakar dari hasil yang baik, Maka mari kita lihat apa yang sudah dihasilkan orang Sunni dan apa yang sudah dihasilkan orang Shiah. Menurut saya , maaf sekali lagi menurut saya apa yang sudah dihasilkan orang Shiah meskipun mereka minoritas jauh lebih baik ketimbang apa yang sudah dihasilkan orang Sunni sebagai mayoritas.
    Apa yg sudah dicapai bangsa Iran itu jauh lebih membanggakan ketimbang Arab Saudi, Mesir dan Pakistan. Dan Reputasi jihad Hizbullah dan Al Qaeda dalam memperebutkan pertolongan Allah terbukti…… siapa yang pantas mendapatkan pertolongan Allah

  372. Satu lg korban media pemberitaan…

  373. untuk berbicara masalah ini tuan/puan perlu membuka minda terlebih dahulu supaya mudah berfikfir secara rational. Maksud nya tidak perlu penjelasan berkenaan mazhab.
    Yang utama perlu merujuk Alquran yang ada pada kita dan hadis yang kita kenali kemudian buat rujukan sendiri bukan sekadar mendapat jawapan dari orang lain.
    Alquran mudah di baca dan mudah difahami maksud nya cuma ada beberapa persoalan perlu dirujuk kepada orang yang mahir tetapi tidak berpehak dan berkata benar apa maksud bahasa arab alquran dan sunnah.
    misalnya telah pun banyak hadist dan ayat alquran yang telah disebut seperti dalam dailog tersebut.

  374. aku atheis. sejati benarkah yang kau bahas. bukankah itu katanya aja yang hanya dengan dasar wajib percaya. benarkah kau tau bahwa ibumu yang melahirkanmu kaupun tidak tahu kecuali diberitau dan kau percaya juga

  375. apalagi nabi, rahib, biksu, pendeta, dan lain-lain hanya katanyakan?. paling-paling mengharapkan orang selalu beramal untuk kehidupan dan kelompok atau pribadi saja

  376. @rudi hermawan

    Gunakan lah akal dan nurani agar tidak terjebak dan stuck di “katanya”.
    Semua yang kita inderai jangan berhenti sampai disana. Nanti saya bisa bilang kepada anda bahwa semua yang anda dengar dan anda yakini adalah hanya katanya… :P
    Jadi saran saya, kalau anda masih di area “katanya” (belum bisa memilah2 dan mencari kebenaran dari suatu berita) maka jangan menjudge dan berprasangka bahwa orang lain juga seperti anda.

    Mudah2an gak jadi OOT… :)

    Salam.

  377. @truthseeker08

    ini dia kultusnya:

    “Sesungguhnya Allah akan memasukkan ke dalam surga siapa saja yang mentaati imam Ali WALAUPUN IA MENDURHAKAI ALLAH, dan sesungguhnya Allah akan memasukkan neraka siapa saja yang menentang imam Ali WALAUPUN IA MENTAATI ALLAH TA’ALA.”(Lihat kitab “Kasyful Yakin fi Fadhail Amiril Mukminin” karya Hasan bin Yusuf Al-Muthahhir Al-Hulli, hal.8)
    Mereka berkata: “Seungguhnya ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, dialah yang membagi surga dan neraka. Dia akan memasukkan penduduk surga kedalamnya dan penduduk neraka kedalamnya.” (Lihat kitab “Bashair Ad-Darajaat” karya Ash-Shaffar, 8/235)

    “Sesunggunya Fathimah radhiallahu ‘anha adalah titisan tuhan yang menjelma dalam bentuk seorang wanita.” (Lihat kitab “Al-Asrarul Fathimiyyah” karya Muhammad Al-Mas’udi, hal.355)

  378. @kembali ke aqidah yg benar

    Mungkin anda perlu melihat di dalam kitab2 anda dahulu ttg ini. Kami bantu anda:

    1. Rasulullah Saw bersabda:

    لو أن عبداً عبد الله ألف عام وألف عام

    وألف عام بين الركن والمقام ثمن

    لقي الله عز وجل مبغضاً لعلي بن أبي طالب

    وعترتي أكبَّه الله على منخريه في النار

    Apabila seorang hamba hidup selama seribu tahun, seribu tahun, seribu tahun beribadah kepada Tuhan di antara rukun dan makam (di sekitar Ka’bah terdapat empat rukun, dan makam Nabi Ibrahim As. Beribadah di tempat ini memiliki ganjaran yang sangat melimpah ), akan tetapi ia membenci ‘Ali dan Ahli Baitku, maka Tuhan akan melemparkannya ke dalam jahannam.
    (Farâidh as-Simthain, jilid 1, ha. 332, bab 61, hadits ke-257, dan Târikh Dimasyq, jilid 1, hal. 148, hadits ke-182.)

    2. Sabda Nabi saaw, ‘“Wahai ‘Ali! Apabila umatku sedemikian ia berpuasa sehingga badannya menjadi bungkuk. Dan sedemikian ia mengerjakan shalat sehingga raganya seolah-olah mengejang, lalu ia membencimu, maka Allah Swt akan melemparkannya ke dalam jahannam’
    (Târikh Dimasyq, jilid 1, hal. 145, hadits ke-179.)

    3. Rasulullah Saw bersabda kepadanya:

    أنت قسيم النار

    “Engkau adalah pembagi neraka.”
    (Farâidh as-Simthain, jilid 1, hal. 325, bab 59, hadits ke-5 dan 234, Târikh Dimasyq, jilid 2, hal. 224, hadits ke-762, Ash-Shawâiq al-Muhriqah, hal. 195, hadits ke-40.)

    Mereka juga mengkultus Imam Ali as, menurut anda?

  379. Bagaimana derajat hadits yg anda tulis di atas? shahih atau bukan?

  380. @kembali ke aqidah yg benar

    Kami membuktikan bahawa apa yg anda ambil dari riwayat kami, malah ada juga dlm jalur anda.
    Dan anda, apa, darjat hadis yg anda bawakan itu shahih atau bukan?

  381. Ass. Saya hanya hamba ALLAH yang hanya menginginkan keridhoan-Nya atas hidup dan mati saya dunia akhirat. Sahabat semua cobalah kita lebih menilik kedalam hati kita yang paling dalam bahwasannya mengkaji Al-Quran dan hadits adalah perbuatan mulia kalaupun pada akhirnya timbul perbedaan didalamya anggaplah sebagai pelajaran agar kita banyak berpikir atas nikmay ALLAH karena saya yakun bahwa setiap kejadian yang ALLAH berikan pasti mengandung hikmah dan sebaik baik umat adalah yang berhati sabar dan pandai bersyukur dan jika terjadi kebuntuan yang tidak bisa diselesaikan oleh manusia maka kembalikan kepada ALLAH banyak berdoa.berdzikir,bertahajut dan membaca Al Quran serta berdoa sesungguhnya ALLAH itu pemalu jika hambanya menegadahkan tangannya meminta sesuatu kepadanya tanpa ALLAH kabulkan.

  382. PENGKULTUSAN Syiah yg ditulis oleh situs “ummat islam aliran syiah”

    Inilah copy pastenya:

    Kembali ke Semboyan

    Maka apa apa yang dimaksud dengan semboyan itu: “Karbala dimana-mana; setiap bulan Muharam; setiap hari adalah Ashura”? (Shi’a Islam: From Religion to Revolution. hal.136)

    Ashura adalah hari ke-10 dari bulan Muharam, dan pada saat itu dalam pada tahun 640 A.D., di perang Karbala, anak laki-laki Ali bernama Husein dan prajuritnya dibunuh. Itu terjadi pada saat itu bahwa banyak orang Syi’ah percaya ia menderita karena dosanya di dunia.
    Pada hari kesebelas, orang Syi’ah tergeletak di tempat tidur dengan kepala yang terluka, memperingati kematian Husein.
    Ini pada hari kesepuluh bahwa beberapa orang Syi’ah mencambuki diri mereka sendiri. Mullah Syi’ah telah mempersoalkan fatwa mengatakan ini tak harus dilakukan, tetapi banyak orang Syi’ah masih melakukannya. Satu tujuannya yaitu mengatakan bahwa jika mereka telah hidup pada saat itu, mereka seharusnya bersama dengan Husein dan mati dengannya. Bertentangan dengan itu, imam ke-4, Ali Zaynu al-’Abidin, anak laki-laki Husayn, terbaring sakit dalam tendanya dan tidak ikut perang

    Jika anda adalah kaum Syi’ah yang mencambuki punggungmu, dan darahnya membasahi kulitmu yang memar, ketahuilah ini: kamu tidak mempunyai darah yang cukup. Kamu tidak cukup menderita kesakitan dalam proporsi dosamu melawan Tuhan yang Tak Terbatas. Ketika anda berdoa dan memuja pada sesuatu selain Tuhan, anda hanya sama saja dengan perlu diberikan pengampunan yang lebih.

    Jika kita mempunyai sepuluh kali darah lebih banyak dari yang kita punya, noda dosa, itupun tidak cukup untuk membayar ganti dosa kita, menjadi penebus untuk keselamatan kita dari Lembah Api. Karena kamu tidak dapat cukup melukai dirimu sendiri karena dosamu, kamu dapat berhenti sekarang.

    DARI SINI KITA AMBIL KESIMPULAN
    ————————————————–
    Ummat syiah melakukan pencambukan diri untuk menebus dosa, sama seperti keyakinan mereka bahwa Imam Husein menderita karena dosanya di dunia.
    Sama halnya ummat Nasrani yg melukai badan mereka untuk memperingati kesengsaraan yesus menempuh “via do lo rosa” yg akhirnya disalib untuk menebus dosa.

    Maka ummat syiah menganggap Imam Husein seperti Yesus. Menderita karena dosanya di dunia.

  383. @kembali ke..
    Kesimpulan yang anda buat berdasarkan informasi yg anda dapat merupakan kesimpulan yg penuh kebencian dan hasut. Saya tidak mengerti mengapa anda membuat kesimpulan yang demikian.
    Beberapa golongan dari kaum syiah ingin melampiaskan kesedihan dan penyesalan dengan cara yang demikian anda membuat kesimpulan itu se-akan2 semua yang bermazhab syiah demikian.
    Bagaimana kalau saya juga membuat kesimpulan atas pernyataan Syech2 anda yakni Ibnu Taymiah dan Ben Bazz yang mengatakan bahwa Tuhannya berjisim (mempunyai tangan, duduk seperti manusia dikursi dlsb). Bukankah itu seperti tuhanya nasrani YESUS. Wasalam

  384. @aburahat

    Oke, kalau tidak semua syiah begitu. saya setuju. Tetapi kenapa itu dilakukan di karbala. Salah satu tempat terSUCI kaum syiah. Dan juga tempat yg lain.

  385. Lalu kenapa sih BEBERAPA kaum syiah melakukan hal-hal KONYOL seperti itu? melakukan pencambukan diri? Bukankah melukai diri dilarang dalam agama islam?( kalau anda merasa beragama islam). Kalau ingin dosa kita dihapus atau ditebus, bukankah Allah SWT sudah memberikan kita jalan yg benar dan lurus untuk kita lakukan. Karena hanya Allah swt lah yg mampu menghapus dosa kita, bukan Imam Husein atau Imam yg lain (kalau aqidah kita benar dan lurus).
    Dan mengapa BEBERAPA kaum syiah meniru ritual ibadah agama lain. Melukai diri sendiri?

  386. Oke, baik saya ralat omongan saya bahwa ummat syiah TIDAK menganggap Imam Husein seperti yesus.
    Tetapi, kasihan sekali cucu Nabi SAW ini. (Imam Husein), kematiannya di salah gunakan oleh beberapa kaum syiah untuk meratap dan menyesali. Padahal Imam Husein tidak mengharapkan demikian. Dan sekali lagi, hal ini bukan sikap orang yg beraqidah yg benar dan lurus. MENIRU RITUAL AGAMA NASRANI. MELUKAI DIRI SENDIRI.

  387. @kembali keaqidah yang benar
    Syukurlah anda sudah mulai agak lunak terhadap mereka yang bermazhab lain. Insya Allah kita semua mendapat petunjuk kejalan yang benar.
    Saudara yang kembali keaqidah yang benar. Kita melihat syariat yang mereka laksanakan tetapi kita tidak tahu isi bathinnya. Maka biarlah mereka dengan cara mereka biar Allah yang menentukan benar salahnya. Marilah kita sama2 mendoakan mereka. Kalau mereka dijalan yang salah agar Allah memberikan mereka petunjuk. Dan apabila mereka benar tidak usah kita menghujat mereka. Agar kita umat Islam yang disatukan dengan kalimat Tauhid: Laa ilaha illallah. bisa rukun hidupnya. Insya Allah anda sependapat dengan saya AMIIN. Wasalam

  388. @kembali ke aqidah yg benar

    Ketika saya jalan2 ke beberapa blog syi’ah, yang saya temukan adalah bahwa syi’ah (ulama2 syi’ah) menentang dan mengharamkan perbuatan menyakiti diri yang banyak terjadi pd peringatan tsb. Dan ulama2 syi’ah akan mengeluarkan fatwa atas itu.
    Mari kita bedakan ajaran dengan perilaku penganutnya. sebagaimana Islam tidaklah bisa diwakili oleh sebagian penganutnya. Banyak salah paham atas Islam muncul dr cara berfikir seperti ini. Jadi jika kita menolak tuduhan2 atas Islam krn adanya perilaku oknum (penganutnya).

    berikut adalah bbrp cuplikan dr tulisan2 tsb:

    Perbuatan melukai diri haram. Segera terbit FATWA-FATWA II (Soal Jawab Seputar Fikih Non Ibadah Ayatullah Khamenei).

    Link: http://muhsinlabib.wordpress.com/2008/01/19/2-juta-warga-irak-peringati-asyura/

    Wassalam

  389. @kembali ke aqidah….

    Link ini Insya Allah jg bisa sebag bahan acuan

    http://salehlapadi.blogspot.com/2007/01/fatwa-ayatullah-sayid-ali-khamenei.html

    Salam

  390. Yang belum tuntas di sini adalah mengapa itu dilakukan di karbala, salah satu tempat Paling SUCI kaum syiah?

    Kalau untuk perihal Tragedi Karbala, coba lihat juga

    http://suluhperadaban.blogspot.com/

    untuk pemberitaan yg lebih berimbang.

  391. @kembali ke aqidah yang benar
    Kalau dikatakan tempat Paling Suci menurut syiah saya rasa anda keliru. Tetapi kalau dikatakan tempat paling dikenang sebagai tempat pembantaian Imam Husein cucu Rasul, itu benar. Kita tidak perlu heran apabila ada golongan yang melampiaskan penyesalan pada suatu tempat dimana telah terjadi sesuatu yang membuat mereka menderita karena penyesalan.
    Contoh, walaupun tidak sama yaitu peringatan 1 Oktober dimana terjadi pembantaian para jenderal, ditempat yg disebut LUBANG BUAYA. Setiap peringatan 1 Okt. mereka adakan ditempat yang bernama lubang buaya. Wasalam

  392. Keterangan lebih lanjut tentang kesesatan syiah klik :
    http:/ban-syiah.blogspot.com/

  393. @kembali ke aqidah yg benar

    Akan tetapi pemahaman aqidahnya keliru…hehehe

    Salam

  394. @harlan fauzan ali

    Tulisan yg sama saja. Sarat kebencian dan penuh fitnah. Sy heran mengapa anda-anda sangat membenci syiah padahal keberadaannya sebenarnya justru memperkaya khazanah Islam. Sy memperhatikan bahwa tulisan-tulisan mrk, buku-buku mrk sungguh luar biasa yg mampu membuka wawasan kita mengenai agama Islam ini yg maaf, tdk dimiliki oleh anda para pembenci. Lagi pula tuduhan bahwa mazhab ini adalah sesat setahu sy hanya dari anda dan Wahabi, yg notebene selalu menunjukkan kebencian dan permusuhannya pada Syiah secara membabi-buta (hati-hati dgn virus flu ini). Ulama-ulama Sunni tdk demikian. Sdh jauh-jauh tahun mereka mengakui kelurusan mazhab Syiah. Hal ini ditunjukkan salah satunya dgn tdk adanya halangan bagi pendatang dari Syiah (Iran) utk melaksanakan Umrah dan Haji di Mekkah. Apakah anda dan kelompok Wahabi anda tdk menyadari ini?

    Sy ingin memberi komen di blog tsb, namun anda harus menjamin bahwa tdk ada komen yg dimoderasi apalagi di hilangkan. Pengalaman yg buruk yg sy terima dgn memberikan komen di Haulasyiah, Hakekat.com, Muslim.or.id. Komen dimoderasi. Komen pertama dimasukkan, namun komen & kritikan seterusnya tdk pernah muncul? Sy liat jg tdk ada komen-komen di blog tsb?

    Jika anda bermaksud utk berdiskusi dan bukan sekedar mendistribusikan fitnah dan tuduhan, bersediakah anda menjawab jika ada pertanyaan ke anda sehubungan link yg anda arahkan itu? Atau anda hanya satu dari mereka yg “lempar batu sembunyi tangan”?

    Salam

  395. @farian fauzan
    Blog2 yang senada dengan blog anda semua kami ikuti. Tapi ternyat blog tsb. hanya untuk propaganda kebencian terhadap mazhab lain. Dan bukan sebagai data2 ilmiah untuk didiskusikan. Kita2 ini bukan orang2 yang dengan mudah untuk di indoktrinasi. Kita semua menilai sesuatu DENGAN AKAL YANG SEHAT UNTUK MELIHAT KEBENARAN.
    Dan untuk mendapatkan kebenaran perlu didiskusikan. Bukan secara fanatik mempertahankan keinginannya. Wasalam

  396. Sebetulnya yg dituduhkan bahwa mendistribusikan fitnah, tuduhan,kebencian dsb. Coba hal itu dibalikkan ke AQIDAH SYIAH. AQIDAH SYIAH berdiri di atas kebencian dan fitnah terhadap para sahabat Nabi SAW.

    AQIDAH SYIAH paling J A G O kalau untuk menyebar fitnah thd para sahabt Nabi SAW. Mulai dari riwayat fadak untuk memfitnah ABU BAKAR ra, riwayat Pemukulan Fatimah untuk memfitnah Ummar ra dll. Tragedi Karbala untuk menyudutkan Muawiyah tanpa pemberitaan yg seimbang. Penghinaan besar-besaran thd pengemban periwayat hadits Nabi SAW, yaitu Abu Hurairah ra. Tentang hadits 10 sahabat yg masuk surga. DLLLLLLLLL.

    Dari blog2 syiah, hampir semuanya bernada sama. PEMFITNAHAN. Dan sekali lagi, AQIDAH SYIAH BERDIRI DI ATAS PEMFITNAHAN DAN KEBENCIAN.

  397. @armand

    Kalau masalah tulisan2 bagus, orang amerika dan australia dan singapura pun tulisannya bagus2. Seperti John L Esposito. Apa bedanya?

    Saya juga sering ke blog2 syiah, seperti “islam syiah”
    tetapi tulisan saya juga beberapa dimoderasi, alias tidak muncul.Apa bedanya?

  398. @armand

    Kita di sini sedang membicarakan Aqidah.

    Jangan mengalihkan pembicaraan!
    Jangan mengalihkan pembicaraan!

    Kalau masalah tulisan yg bagus, orang seperti John L Esposito juga menulis tentang islam, sangat menarik dan bagus, coba lihat:

    http://jagatalit.com/2008/10/26/john-l-esposito-pembela-islam-yang-sesungguhnya/

    TETAPI, hal itu tidak mengubah aqidahnya, beliau tetaplah seorang katolik.
    Siapa saja boleh menulis tentang islam, tidak ada yg melarang.

    Perbedaan sunny dan syiah bukan sekedar tulisan2. TETAPI masalah AQIDAH yg pokok. Hal itu tidak bisa DISEMBUNYIKAN.

  399. Coba hal itu dibalikkan ke AQIDAH SYIAH. AQIDAH SYIAH berdiri di atas kebencian dan fitnah terhadap para sahabat Nabi SAW.

    Sepanjang pengetahuan sy, apa yang anda pahami mengenai aqidah syiah spt itu adalah keliru. Mereka berdiri di atas kesaksian Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Sama seperti landasan aqidah anda. Kebencian mungkin menghinggapi sebagian penganutnya, namun itu adalah hal yang manusiawi, seperti sama manusiawinya saya dan anda. Tapi jika dikatakan bahwa kebencian itu melandasi keyakinan syiah mereka tentu saja tidak benar. Bedanya dengan anda dan manhaj anda pembenci syiah adalah penunjukan kebencian atau ketidaksukaan sebagian pengikut syiah (mohon yg syiah mengoreksi jika sy keliru) terhadap sebagian sahabat Nabi saw ditampilkan dan dipaparkan dengan dalil dan nash yang nyata dan kuat serta dipertajam dengan logika-logika yang universal. Sebaliknya, anda dan pembenci syiah, sy perhatikan menyatakan kebenciannya dengan tuduhan dan fitnah tanpa dalil yang kuat dan hanya dipenuhi dengan prasangka-prasangka buruk dan bayangan-bayangan kosong mengenai syiah. Bahkan parahnya bagi pembenci syiah, memutarbalikkan, menghapus, mengganti nash-nash adalah merupakan sebuah keniscayaan demi tercapainya tujuan penghancuran syiah. Coba anda ikuti komen pembenci syiah – termasuk Hakekat.com – yang menggunakan dalil-dalil syiah (dari Najhul Balaghah dll), betapa tdk malu-malunya mrk menghilangkan sebagian kalimat dari riwayat yg mrk kutip demi tercapainya maksud buruk mereka.
    Tuduhan-tuduhan anda dan pembenci syiah terhadap syiah yg sdh dijawab dengan baiknya, namun toh anda dan manhaj pembenci syiah tdk pernah mau memahami.

    AQIDAH SYIAH paling J A G O kalau untuk menyebar fitnah thd para sahabt Nabi SAW. Mulai dari riwayat fadak untuk memfitnah ABU BAKAR ra, riwayat Pemukulan Fatimah untuk memfitnah Ummar ra dll. Tragedi Karbala untuk menyudutkan Muawiyah tanpa pemberitaan yg seimbang. Penghinaan besar-besaran thd pengemban periwayat hadits Nabi SAW, yaitu Abu Hurairah ra. Tentang hadits 10 sahabat yg masuk surga. DLLLLLLLLL.
    Dari blog2 syiah, hampir semuanya bernada sama. PEMFITNAHAN. Dan sekali lagi, AQIDAH SYIAH BERDIRI DI ATAS PEMFITNAHAN DAN KEBENCIAN.

    Sungguh anda tdk dapat membedakan mana pemaparan yg bertujuan melakukan fitnah dan mana paparan yg bertujuan utk memeriksa dan mendapatkan kebenaran. Masalah-masalah yg coba anda tunjukan sebagai contoh fitnah di atas adalah bukan fitnah. Ia jelas-jelas termaktub dalam kitab-kitab riwayat dari manhaj anda sendiri. Jika anda menganggap itu sebuah fitnah, maka yang melakukan fitnah pertama kali adalah para perawi yang notabene tokoh-tokoh manhaj anda yang menjadi andalan anda. Menurut sy, sangkaan fitnah yang anda keluarkan terhadap syiah atas hal-hal tsb adalah karena ketidakmampuan anda dan manhaj anda menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka yang sangat kritis serta kelemahan logika anda membela manusia-manusia pujaan anda. Itu saja.

    Sekali lagi, fitnah dan mencari kebenaran adalah berbeda. Yang satu penuh prasangka dan tanpa dalil yang kuat serta bersifat doktrinasi. Yang satu berdasarkan dalil dan argumen yang kuat disertai logika-logika yang umum dipahami bersama.

    Semoga kita dapat dibukakan hati untuk menerima kebenaran

    Salam

  400. @kembali ke aqidah ….& pembenci syiah

    SP adalah penulis yg lembut dan santun. Dalil dan argumen mengenai “kekeliruan” syiahphobia dan Hakekat.com diusahakan ditampilkan dgn gaya yang tetap menjaga perasaan mereka.
    Anda dan manhaj anda harus membaca tulisan-tulisan yg tidak segan-segan menghancurkan pembenci syiah, yang benar-benar tajam setajam silet dan betul-betul akan mengiris kulit dan daging pembenci syiah. Tulisan yg menghajar fitnah-fitnah pembenci syiah. Tulisan-tulisan dengan nash dan argumen yang kuat yang nyata-nyata menelanjangi kebohongan-kebohongan Hakekat.com sehingga Insya Allah mata, hati dan otak anda menjadi terbuka. Sy rekomendasikan ke anda utk juga membaca blog berikut:

    http://satriasyiah.wordpress.com/

    Perhatikan bahwa tulisan-tulisan yang membantah, menyerang Hakekat.com di blog ini selalu disertai nash dan argumen yang kuat, yang merupakan ciri dan kelebihan dari para syiah dan para pencinta ahlulbait.

    Salam

  401. Wallahi, demi dzat yang jiwaku berada ditangannya.
    Bahaya Syiah Sebuah Realita

    Dewasa ini kebid’ahan telah merebak di dalam tubuh kaum muslimin sedemikian hebatnya sehingga banyak kaum muslimin yang tidak mengerti bahaya kebid’ahan padahal kebid’ahan tersebut dapat merusak mereka dan merusak keutuhan dan persatuan kaum muslimin bahkan banyak negara Islam yang hancur lantarannya seperti daulah bani Umayah yang jatuh disebabkan kebid’ahan Ja’d bin Dirham (Jahmiyah) lihatlah pernyataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ketika mengomentari sejarah keruntuhan bani Umayah: “Sesungguhnya daulah bani Umayah hancur disebabkan oleh Ja’ad Al Mu’athil.”[1] Dan berkata:”Jika muncul kebid’ahan-kebid’ahan yang menyelisihi Rasulullah maka Allah akan akan membalas (dengan kejelekan) pada orang yang menyelisihi Rasul dan memberi kemenangan kepada yang lainnya.”[2].

    Dan dalam tempat yang lain beliau berkata: “Maka iman kepada Rasul dan Jihad membela agamanya adalah sebab kebaikan dunia dan akhirat dan sebaliknya kebid’ahan dan penyimpangan agama serta penyelisihan terhadap sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam adalah sebab kejelekan dunia dan akhirat.”[3]

    Bahaya syiah terhadap kaum muslimin merupakan satu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri oleh setiap muslim lebih-lebih yang telah meneliti dan membaca sejarah mereka sejak masa awal pertumbuhan dan perkembangannya sampai saat ini, rentang waktu yang cukup panjang dengan segala peristiwa berdarah yang telah menumpahkan darah ribuan bahkan jutaan kaum muslimin.

    Mengenal dan meneliti bahaya dan implikasi syiah merupakan pembahasan yang cukup luas dan panjang lagi penting agar setiap muslim dapat mengambil pelajaran, kemudian tidak terperosok dalam satu lubang berkali-kali. Apalagi dimasa sekarang mereka telah berusaha dengan segala sarana dan prasarana yang mereka miliki untuk menyebarkan dakwah mereka di seluruh pelosok dunia dengan perlahan-lahan namun pasti yang pada akhirnya mereka akan menampakkan hakikatnya bila telah mencapai apa yang menjadi tujuan mereka. Oleh sebab itu memahamkan masyarakat Islam tentang bahaya mereka dalam ideologi, politik, ekonomi dan sosial kaum muslimin saat ini merupakan hal yang mendesak, karena besarnya bahaya syiah terhadap seluruh aspek kehidupan masyarakat dan Negara Islam, apalagi di Indonesia yang kebanyakan kaum muslimin belum mengenal siapa mereka dan bagaimana bahaya mereka terhadap kaum muslimin ditambah lagi dengan munculnya nama-nama baru perwujudan dari syiah ini seperti IJABI (Ikatan Jamaah Ahlil Bait Indonesia),[4] yang telah mulai menancapkan kuku-kuku beracunnya ke dalam tubuh kaum muslimin dengan tameng kecintaan ahlil bait. Mudah-mudahan dengan pembahasan ini dapat memberikan peringatan kepada segenap kaum muslimin dan menjadi teguran kepada sebagian kaum muslimin yang mencoba menganggap syiah sebagai kawan dan sahabat, dan menganggap mereka tidak membahayakan dan merugikan kaum muslimin.

    Bahaya Syiah terhadap Ideologi dan Pemikiran Kaum Muslimin

    Bahaya mereka dalam bidang ini banyak sekali, diantaranya:
    1. Memasukkan kesyirikan kedalam masyarakat Islam bahkan sebagian Ahlil Ilmu menetapkan mereka sebagai orang yang pertama membuat kesyirikan dan penyembahan kubur pada umat Islam.

    Hal ini terjadi lantaran sikap ekstrim mereka dalam mencintai para imam Syiah, sehingga membawa mereka kepada sikap ekstrim terhadap kuburan, dan membuat riwayat-riwayat yang dijadikan oleh mereka sebagai dasar amalan tersebut.

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam Ar Rodd Alal Akhnaa’iy hal.47 : “Orang pertama yang memalsukan hadits-hadits pembolehan bepergian untuk menziarohi keramat-keramat yang ada diatas kuburan adalah ahlil bidah dari kalangan Rafidhah (Syiah) dan yang sejenisnya dari orang-orang yang meninggalkan masjid dan mengagungkan tempat keramat yang ada padanya kesyirikan, kedustaan dan kebid’ahan terhadap agama Islam yang tidak ada padanya hujjah dari Allah Ta’ala , karena Al kitab dan As Sunnah hanya menyebutkan ibadah di masjid-masjid dan tidak di tempat-tempat keramat.”

    Sekarang tempat-tempat keramat dan tempat-tempat ziaroh syiah menjadi tempat kesyirikan dan paganis, dan ini dapat dilihat di negeri-negeri Syiah seperti Iran demikian juga buku-buku mereka memperbolehkan bahkan menyeru kepada kesyirikan tersebut.

    Syaikh Musa Jaarullah berkata, setelah menziarohi negara Iran dan Irak dan tinggal disana beberapa bulan bahwa dia telah melihat tempat-tempat keramat dan kuburan-kuburan ditempat mereka disembah.

    Syaikh Abul Hasan Annadwiy berkata tentang bangunan keramat di kuburan Ali Ar Ridha dalam makalahnya Min Nahri Kaabul Ila Nahri Al Yarmuuk hal 93 majalah Al I’tishom, tahun (41) edisi ke-3 setelah menziarohi Iran : “Setiap orang asing yang menziarohi keramat Ali Ar Ridho akan merasa seakan-akan di dalam masjid Al Haram, dia mendengar teriakan, tangisan dan desis ratapan, dipenuhi oleh laki-laki dan perempuan , dihiasi dengan hiasan-hiasan yang megah yang dibuat dengan harta benda yang sangat banyak sekali.”[5]

    Imam Al Aluusiy pengarang kitab At Tuhfah Al Itsba Asyariyah menyatakan, bahwa mereka (kaum syiah) selalu ekstrim menyembah dan menthawaf-i kuburan para imam mereka bahkan sampai shalat menghadapnya tidak menghadap Ka’bah dan masih banyak lagi yang lainnya yang pernah dilakukan oleh kaum musyrikin terhadap berhala mereka. [6]

    Kemudian beliau berkata: “Jika ada padamu keraguan tentang hal itu silahkan pergi ke sebagian tempat keramat-keramat mereka agar kamu melihat kenyataan ini dengan kedua matamu.”[7]

    Inilah persaksian mereka yang telah melihat langsung keadaan mereka akan tetapi amat disayangkan musibah dan bencana ini akhirnya terbawa dan masuk kenegeri-negeri Islam dan menjadi kebiasaan sebagian kaum muslimin sehingga merusak aqidah dan ideologi mereka.

    2. Merusak agama Islam dan menyesatkan kaum muslimin

    Demikianlah pemikiran syiah dengan segala keanehan dan kesesatannya terus didakwahkan dan disebarkan dengan segala sarana yang mereka miliki untuk mengumpulkan sebanyak mungkin orang yang akan mengikutinya dan semakin banyak orang yang meninggalkan agama Islam yang shahih dengan segala provokasi para syaikh mereka yang selalu berusaha memperbanyak jumlah pengikut mereka. Provokasi ini didasarkan diatas kedustaan dan penipuan yang mereka pakai dalam menipu pengikut mereka dan orang-orang awam dari kaum muslimin diantaranya adalah slogan tidak ada perbedaan antara Sunni dan Syiah dan pernyataan mereka bahwa keganjilan ajaran syiah sesungguhnya ada dasarnya di dalam riwayat-riwayat ahli sunnah.

    Tidak diragukan lagi dakwah dan penyebaran aqidah Syiah dan provokasi yang berisi ketetapan syiah merupakan bagian dari Islam adalah salah satu sebab penting dalam usaha merusak dan menyesatkan kaum muslimin, apalagi sekarang ada Negara Ayatullah di Iran yang mereka jadikan sarana untuk menghadapi kemunculan dan kebangkitan Islam karena munculnya Negara yang merusak citra keindahan dan kesempurnaan Islam, dan memberi gambaran yang berlawanan dengan keinginan dan kebangkitan Islam yang sejati akan menghapus dan mengendorkan semangat dan keinginan untuk bangkit mendirikan kekhilafahan yang berdasarkan kepada Al Quran dan As Sunnah. Di dada para pemuda Islam, hal ini telah dimanfaatkan oleh para penjajah (kolonialis) dan mereka sangat bergembira dan memperhatikan kemunculan pemikiran dan ajaran-ajaran kebid’ahan melalui orang-orang yang dinamakan Orientalis yang memiliki kedudukan, seperti penasehat bagi kementrian luar negeri mereka dan mereka tidak pernah lupa dengan sejarah mereka terhadap kaum muslimin.

    Bagaimanapun juga, munculnya Syiah dengan ajaran-ajaran anehnya tanpa diragukan lagi menghambat manusia untuk berjalan dijalan Allah dan menyesatkan kaum muslimin dari agamanya yang lurus.

    3. Penyebab munculnya Golongan Zindiq

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan dasar kesesatan Ismailiyah dan Nusairiyah dan sekte-sekte lainnya dari orang-orang mulhid dan zindiq adalah pembenaran berita dan riwayat dusta Rafidhah Syiah yang mereka paparkan dalam menafsirkan Al Quran dan hadits, beliau berkata: “Para pemimpin Ubaidiyiin (bani Ubaid) hanya menegakkan dasar dakwahnya dengan kedustaan-kedustaan yang dibuat-buat oleh kaum Rafidhah, agar pengikut syiah yang sesat dapat menerimanya. Kemudian orang-orang tersebut berpindah dari mencela para sahabat kepada mencela Ali kemudian mencela Allah, oleh karena itu ajaran Syiah Rafidhah adalah pintu dan jalan yang menghantar kepada kekufuran dan penyimpanga.” [8]

    Bahkan Syaikh Muhibuddib Al khothib mencatat bahwa tasayu’ (ajaran Syiah) menjadi satu faktor pendukung tersebarnya ajaran komunis dan bahaiyah di Iran[9].

    4. Berusaha menyesatkan kaum muslimin dengan merusak sunnah Rasululloh shallalahu ‘alaihi wassalam.

    Ini merupakan usaha yang mereka lakukan untuk menyesatkan kaum muslimin, sehingga mereka masuk ke kalangan ahlil hadits dan setelah itu memasukkan riwayat-riwayat palsu mereka sehingga banyak para ulama Islam yang terkecoh dengannya, akan tetapi Alhamdulillah Allah tidak membiarkan begitu saja bahkan membangkitkan para imam ahlil hadits untuk membongkar makar busuk mereka itu. Syaikh As Suwaidiy berkata : “Sebagian Ulama mereka bergelut dengan ilmu hadits , mendengar hadits-hadits dari para ahli tsiqat dari ahli sunnah serta menghapal sanad-sanad periwayatan ahli sunnah yang shahih, lalu menghiasi diri dengan ketakwaan dan wara’ sehingga mereka diakui termasuk kalangan ahli hadits kemudian mereka meriwayatkan hadits-hadits yang shahih dan hasan dan memasukkan hadits-hadits palsu mereka.[10]

    Al Alusiy menyatakan bahwa diantara mereka itu adalah Jaabir Al Ju’fiy [11], bahkan Ibnul Qayim menjelaskan bahwa Syiah telah memalsukan hadits tentang Ali dan ahlil bait sebanyak lebih dari 3000 hadits.[12]

    Bahaya Syiah terhadap Kaum Muslimin dalam Bidang Politik

    Syiah seperti telah ditandaskan dalam kitab-kitab pokok mereka tidak meyakini keabsahan negera apapun juga di dunia Islam kecuali kekhilafahan Ali bin Abi Thalib dan anaknya Al Hasan dan menganggap khalifah di dunia Islam ini adalah Thaghut dan negaranya tidak sah sebagaimana dalam riwayat-riwayat mereka: “Setiap panji yang ditegakkan sebelum bangkit imam yang ditunggu-tunggu kebangkitannya, maka pelakunya adalah thoghut.

    Oleh Karena itu jadilah syiah tempat yang mapan bagi musuh-musuh Islam dan orang-orang yang berkonspirasi menghancurkan Islam sampai sekarang, dan itu terbukti dengan pengakuan dari mereka seperti duta besar Rusia di Iran Kanyaz Dakurki yang mengambil nama samaran Syaikh Isa sebagaimana dijelaskan oleh majalah yang diterbitkan kementrian rusia tahun 1924-1925, demikian juga Jenderal berkebangsaan Inggris Juaifir Alikhaan dan lain-lainnya.

    Syaikhul Islam menyatakan: “Kebanyakan penganut agama Syiah tidak beriman kepada Islam, akan tetapi menampakkan diri sebagai orang Syiah karena dangkal dan bodohnya akal Syiah untuk mengantarkan mereka kepada tujuan-tujuan kepentingan mereka. (Minhajus Sunnah 2/48)

    Orang yang mengerti sejarah Islam akan berpendapat para pengaku Syiah ternyata adalah musuh yang paling berbahaya yang menyerang negara Islam, karena mereka itu secara lahiriyah adalah muslimin akan tetapi di bathinnya menyimpan kekufuran dan permusuhan yang besar sekali terhadap Islam, sehingga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Sesungguhnya asal setiap fitnah dan bencana adalah Syiah, dan orang yang mengikuti mereka dan kebanyakan pedang yang menumpahkan darah kaum muslimin adalah dari mereka dan pada mereka bersembunyi para zindiq.”[13].

    Dan karena mereka menganggap kaum muslimin lebih kufur dari yahudi dan nashrani, sehingga mereka bersama bahu membahu dalam menghancurkan umat Islam , Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Sungguh kami dan kaum muslimin telah melihat apabila kaum muslimin diserang musuh kafir maka Syiah bersama mereka menghadapi kaum muslimin.”[14]

    Lihatlah kisah masuknya Hulaghu Khan (raja Tartar Mongol) ke negeri Syam tahun 658 H, dimana kaum Syiah menjadi penolong dan pembantu mereka yang paling besar dalam menghancurkan Negara Islam dan menegakkan Negara mereka. Dan ini telah diketahui dengan jelas dalam buku-buku sejarah khususnya di Iraq dimana menteri khalifah waktu itu yang bernama Ibnul Alqaamiy dan kaum Syiah menjadi pembantu Hulaghu Khan dalam menaklukkan Iraq dan menumpahkan darah kaum muslimin yang tidak terhitung jumlahnya. Ringkas kejadiannya Ibnul Alqaamiy adalah seorang menteri pada khalifah bani Abasiyah yang bernama Al Mu’tashim seorang Ahli Sunnah, akan tetapi dia lengah dan tidak memperhatikan bahaya Syiah sehingga mengangkat seorang Syiah sebagai menterinya, padahal menterinya ini telah merencanakan makar busuk dalam rangka menghancurkan negaranya dan kaum muslimin serta menegakkan Negara Syiah, ketika mendapat jabatan tinggi tersebut maka dia memanfaatkannya untuk merealisasikan makarnya menghancurkan Negara Islam dengan melakukan tiga marhalah:

    Pertama: melemahkan tentara muslimin dengan menghapus gaji dan bantuan kepada para tentara dan mengurangi jumlahnya. Ibnu Katsir berkata: “Menteri Ibnul Alqaamiy berusaha keras untuk menyingkirkan para tentara dan menghapus namanya dari dewan kerajaan. Pada akhir masa pemerintahan Al Muntashir,[15] tentara kaum muslimin mendekati jumlah seratus ribu tentar, dan dia terus berusaha menguranginya sehingga tidak tinggal kecuali sepuluh ribu orang tentara saja.[16]

    Kedua : menghubungi Tartar, Ibnu Katsir memaparkan bahwa dia menghubungi Tartar dan memotivasi mereka untuk merebut wilayah Islam serta mempermudah mereka untuk itu lalu dia menceritakan keadaan yang sesungguhnya dan menceritakan kelemahan-kelemahan para tokoh pemimpin Islam.[17]

    Ketiga: melarang orang memerangi Tartar dan menipu khalifah dan masyarakat Islam, Ibnul Alqoomiy melarang orang untuk memerangi Tartar dan menipu khalifah dan para penasehatnya, dengan mengatakan bahwa Tartar tidak ingin perang akan tetapi ingin membuat perjanjian damai dengan mereka dan meminta khalifah untuk menyambut mereka untuk kemudian berdamai dengan memberi separuh hasil pemasukan negeri Iraq untuk tartar dan separuhnya untuk khalifah. Lalu khalifah berangkat bersama tujuh ratus orang dari para hakim, ahli fiqih, amir-amir dan pembantu-pembantunya… lalu dengan tipu daya ini terbunuhlah khalifah dan orang yang bersamanya dari para panglima tentara dan prajurit pilihannya tanpa susah payah dari Tartar. Sedang orang-orang Syiah lainnya menasehati Hulaghu Khan untuk tidak menerima perdamaian kholifah dengan mengatakanbahwa kalau terjadi perdamaianpun tidak akan bertahan kecuali setahun atau dua tahu saja kemudian kembali seperti sebelumnya dan memotivasi Hulaghu khan untuk membunuh Kholifah, dan dikisahkan yang menyuruh membunuh khalifah adalah Ibnul Alqaamiy dan Nushair Ath Thusiy.[18]

    Kemudian mereka masuk ke negeri Iraq dan membunuh semua orang yang dapat dibunuh dari kalangan laki-laki, perempuan, anak-anak, orang jompo, dan tidak ada yang lolos kecuali ahli dzimmah dari kalangan Nashrani dan Yahudi serta orang-orang yang berlindung kepada mereka dan ke rumah Ibnul Alqaamiy .[19]

    Dalam peristiwa tragis tersebut, terbunuh lebih dari belasan juta orang dan belum ada dalam sejarah Islam bencana seperti bencana yang ditimbulkan orang tartar mongol, mereka membunuhi orang-orang bani Haasyim, menawan para wanita Abasyiyah dan selain Abasyiyah. Lalu apakah ada orang yang berloyalitas kepada ahli bait Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam lalu memudahkan kaum Kafir untuk membunuh dan menawan mereka dan kaum muslimin?[20]

    Lihatlah dan renungkanlah kejadian besar ini dan ambillah pelajaran wahai Ahli Sunnah dalam melakukan pendekatan terhadap mereka!!!![21]

    Bahaya Syiah dalam Bidang Sosial

    Orang Syiah yang hidup bersama kaum muslimin selalu menyembunyikan hakikatnya dan selalu menggunakan tipu daya, khianat dan berbuat jahat cukuplah pernyataan Syaikh Islam ibnu Taimiyah tentang mereka menjadi saksi akan hal tersebut sejak dahulu kala dan dapat dirasakan di zaman kita ini, berkata Syaikhul Islam: “Adapun Rafidhah (Syiah), mereka tidak berinteraksi sosial dengan orang lain kecuali menggunakan kenifakan karena agama yang ada dihatinya adalah agama yang rusak yang membawanya untuk berdusta, khianat, menipu, dan berbuat jahat terhadap orang sehingga dia melakukan kejahatan apa saja.[22]

    Ini persaksian seorang tokoh Sunni, mungkin ada yang mengatakan: “Itukan hanya tuduhan belaka tanpa bukti. Akan tetapi, jika kita melihat kembali kekitab-kitab rujukan mereka didapatkan pemaparan beliau ini sesuai. Lihatlah dalam kitab Rijal Al Kisysyiy ada kisah seorang Syiah kepada imamnya bagaiman dia membunuh sejumlah orang yang menyelisihinya, ia berkata: “Diantara mereka ada yang saya naik ke atap rumahnya dengan tangga dan saya bunuh, ada yang saya ajak keluar di malam hari, ketika dia keluar pintu langsung saya bunuh, ada yang saya temani dalam perjalannya,lalu ketika bersendirian saya bunuh.[23]

    Syaikh Syiah yang bernama Ni’matullah Al Jazaairiy bercerita tentang menteri Ar Rasyid yang bernama Ali bin Yaqthiin, dia di penjara bersama sejumlah orang yang menyelisihinya (dalam madzhab), lalu dia memerintahkan para budaknya untuk merobohkan atap penjara tempat mereka lalu mereka mati seluruhnya, dan jumlah mereka waktu itu lima ratus orang, kemudian dia ingin mengelak dari tuntutan darah mereka lalu dia mengutus orang ke Imam Maulana Al kaadzim dan sang imam membalas dengan menulis jawabannya: “Seandainya engkau telah memberitahukan saya sebelum membunuh mereka, maka kamu lolos dari tuntutan darah tersebut dan ketika kamu tidak memberitahukan saya terlebih dahulu, maka bayarlah sebagain tebusannya satu kambing untuk setiap orang dan seekor kambing itu lebih baik daripada mereka.”[24]

    Lihatlah bagaimana mereka tinggal ditengah-tengah kaum muslimin, bagaimana imam mereka menyetujui pembunuhan lima ratus orang, hanya sekedar mereka bukanlah orang syiah dan hanya memerintahkan membayar satu kambing per orang lantaran tidak izin dahulu kepada imam mereka dan jika sudah izin kepada imam mereka atau wakilnya yaitu para faaqiih maka bisa berbuat semaunya.

    Kemudian tokoh Syiah ini berkomentar tentang kisah tersebut: “Lihatlah tebusan yang rendah ini yang tidak sampai menyamai tebusan (diyat) adik mereka yaitu anjing buruan karena diyatnya (tebusan) dua puluh dirham dan tidak pula diyat (tebusan) kakak mereka yaitu orang Yahudi atau Majusi karena diyatnya (tebusannya) delapan ratus dirham.”[25]

    Sejarah membuktikan bahwa mereka banyak menyulut fitnah dikalangan kaum muslimin, karena mereka berani mencela dan melecehkan para sahabat dalam setiap pertemuan tahunan mereka, dan kalau kita melihat sejarah terjadinya pertumpahan darah antara Syiah dengan Ahlis Sunnah yang pertama di Baghdad adalah tahun 238 H, kemudian berlanjut fitnah-fitnah yang telah benyak memakan korban dari kalangan kaum muslimin.

    Diantara bahaya Syiah terhadap tatanan social masyarakat Islam adalah pembolehan nikah Mut’ah yaitu kesepakatan rahasia untuk melakukan hubungan suami istri kepada wanita yang telah sepakat dengannya walaupun dari kalangan Pekerja Seks Komersil (PSK) atau wanita yang masih bersuami, lihat pendapatnya Ath Thusiy, ia berkata: “Tidak mengapa bermut’ah dengan wanita fajiroh,26] dan khumainiy juga berfatwa bolehnya bermut’ah dengan pezinah.”[27] Oleh karena itu, mereka mungkin bersepakat untuk sehari, dua hari atau sekali dan dua kali.

    Al Aluusy berkata: “Barangsiapa yang melihat keadaan orang-orang Syiah sekarang dalam masalah Mut’ah tidak butuh dalam menghukum mereka berzina kepada bukti-bukti karena seorang wanita berzina dengan dua puluh laki-laki dalam satu hari satu malam dan mengatakan bahwa dia berbuat mut’ah. Dan buat mereka tersedia lokalisasi-lokalisasi untuk Mut’ah yang berpajangan, disana para wanita dan mereka memiliki mucikari-mucikari yang menghubungkan laki-laki dengan para wanita atau para wanita dengan para laki-laki sehingga mereka memilih yang mereka senangi dan memberikan upahnya dan menarik para wanita tersebut kepada laknat Allah.”[28]

    Bukankah ini semua merupakan bahaya yang sangat besar, ambillah pelajaran wahai Ulil Abshar!

    Bahaya Syiah dalam Bidang Ekonomi

    Demikian pula Syiah memiliki pengaruh jelek dalam bidang ekonomi bagi kaum muslimin, hal ini cukup jelas kalau di pandang dari bahaya mereka dalam bidang-bidnag yang lain, sebab kerusakan politik, ideologi, dan pemikiran serta tatanan sosial amat berpengaruh dalam bidang ekonomi, lihatlah fitnah-fitnah yang mereka timbulkan banyak menghabiskan harta benda, nyawa, dan waktu sehingga memberikan kesempatan yang luas bagi musuh-musuh Islam menghancurkan ekonomi dan budaya kaum muslimin. Apalagi dipandang dari sudut aqidah, mereka yang menganggap harta dan jiwa kaum muslimin yang bertentangan dengan mereka adalah harta yang boleh dirampas dan diambil dengan dakwaan yang dusta, bahwa hal itu adalah hak ahlil bait padahal harta-harta tersebut dipergunakan untuk merealisasikan keinginan-keinginan khusus mereka dan untuk menjalankan makar dan tipu daya mereka dalam menghadapi umat Islam .

    Dr Ali Assaalus berkata: “Dari kenyataan madzhab Ja’fariyah pada saat-saat ini kita dapatkan orang yang ingin berhaji harus menghitung jumlah hartanya semua, kemudian membayar seperlima harga hartanya untuk diserahkan kepada para ahli fiqih, yang berfatwa kewajiban khumus dan yang tidak membayarnya tidak dibolehkan haji dengan demikian para ahli fiqih Syiah tersebut telah menghalalakan pengambilan harta dengan kebatilan.”[29]

    Berkata Syaikhul Islam : “Adapun pendapat Rafidhah bahwa Khumus hasil pendapatan kaum muslimin diambil dari mereka dan dibayarkan kepada orang yang mereka anggap sebagai pengganti imam yang maksum atau kepada yang lainnya, adalah pendapat yang tidak pernah dikatakan oleh seorang sahabatpun, tidak juga Ali, dan yang lainnya serta tidak dikatakan oleh seorang tabiin dan dari kerabat bani Hasyim atau yang lainnya.

    Semua penukilan dari Ali atau Ulama ahlil bait seperti Al Hasan, Al Husein, Ali bin Al Husein, Abu Ja’far Al baaqir, Ja’far bin Muhamad adalah kedustaan karena itu menyelisihi riwayata yang mutawatir dari sejarah Ali bin Abi Thalib, karena beliau memerintah kaum muslimin selama empat tahun dan belum pernah mengambil dari kaum muslimin sedikitpun hartanya, bahkan tidak ada dimasa pemerintahannya pembagian khumus sama sekali. Adapun kaum muslimin tidak diambil khumus hartanya oleh beliau atau orang lain, dan kaum kufarlah yang kapan dirampas dari harta mereka diambil seperlimanya dengan dasar Al Kitab dan As Sunnah, akan tetapi di zaman beliau kaum muslimin tidak melakukan peperangan dengan kaum kufar, disebabkan adanya perselisihan diantara mereka dari fitnah dan perpecahan. Demikian juga telah diketahui secara pasti, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam tidak pernah mengambil khumus harta kaum muslimin dan tidak juga meminta dari seorang muslim pun khumus hartanya.[30]

    Demikianlah, mereka mengambil khumus dalam rangka untuk memenuhi kepentingan dan keinginan ulama-ulama mereka dan inilah selintas tentang bahaya Syiah yang telah menjadi satu kenyataan, dan bukan untuk menjelaskan keseluruhannya dan cukuplah kitab-kitab para ulama Islam telah menjelaskan semuanya dan kita hanya dituntut unruk membaca kembali dan berhati-hati dari mereka dan gerakannya.

    Semoga Allah menjaga kita dari mereka, dan menunjuki kita ke jalan yang lurus.

    ——————————————————————————–
    [1] Lihat Majmu’ Fatawa 13/182

    [2] Ibid 13/177

    [3] Ibid 13/179

    [4] . Nama ini juga dikenal dalam istilah internasional dengan Jam’iyah Ahlil Bait, yang menunjukkan bahwa gerakan ini bersifat internasional dan bukan hanya nasional saja dan sebenarnya mereka tidak pantas dijadikan sebagai jamaah ahlil bait karena mereka telah mencela para Istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam yang merupakan ahli baitnya beliau, maka berhati-hatilah!!!.

    [5] Lihat lebih detail lagi dalam kitab Ushul Madzhab Syiah Al Itsna Asyarah hal 1071-1072

    [6] Mukhtashor At-Tuhfah Al Itsna Asyarah hal.300

    [7] Ibid

    [8] Minhajus Sunnah 4/3

    [9] Lihat dalam Al-Khuthuth Al-Aridhoh hal. 44- 45

    [10] Dinukil oleh penulis Ushul Madzshab Syiah Itsna Asyara dari Naqdhi Aqaaidi Syiah, lihat Ushul Madzhab hal 1194.

    [11] Suyuf Al-Musyriqah hal.50

    [12] Lihat kitab Manaarul Muniif. Hal.116

    [13] Minhajus Sunnah 3/243

    [14] Ibid 4/110.

    [15] Kholifah sebelum Al Mu’tashim

    [16] Al-Bidayah Wan Nihaayah 13/202.

    [17] Ibid

    [18] Lihat kisah lengkapnya di Al Bidayah Wan Nihayah 13/201.

    [19] Al-Bidayah Wan Nihayah 13/201-202.

    [20] Lihat Minhajus Sunnah 3/38.

    [21] Dan masih banyak kisah-kisah lainnya seperti kisah Daulah Shofawiyah dll, yang sangat penjang sekali untuk diceritakan dalam kesempatan yang sempit ini.

    [22] Minhajus Sunnah 3/260.

    [23] Rijal Al Kisyi hal 342-343 (dinukil dari Ushul Madzhab Syiah hal 1232)

    [24] Al Anwaar An-Nu’maniyah 2/308

    [25] Ibid

    [26] An-Niyaahah hal.490

    [27] Tahriril Wasilah 2/292

    [28] Dinukil dari Ushul Madzhab Syiah hal. 1235-1236

    [29] Atsar Al-Imamah fil Fiqih Ja‘fari hal.391

  402. @farian fauzan
    Hebat 1000X hebat propaganda anda serta hasut yang anda munculkan dalam blog ini. Anda membanggakan Ibn taymiah syiah Muawiyah. Dan tahukah anda siapa yang membuat bid’ah pertama oranya adalah Umar b. Chattab khalifah II. Anda sudah mulai mendiskritkan Ahlulbait yang suci,
    harian fauzan. Anda telah menghasut ahlulbait. Siapa yang musyrik duluan? Orangnya adalah Muawiayah ibn Sofyan baca buku secara suni yang benar. Yang menjadi panutan anda adalah pembuat bid’ah pertama dan musyrik pertama. Lalu anda putar balikan supaya umat Islam lupa siapa pembuat bid’ah dan musyrik pertama. Selama ini umat islam tdk mepersoalkan hala tsb . Tetapi dengan kemunculan serta sifat2 hasut anda maka yang busuk itu akhirnya muncul. Wasalam

  403. Itulah contoh fitnah. Menebar kebencian dan menyebarkan kebohongan tanpa ada keinginan utk berdiskusi.

  404. Kita do’akan semoga tidak ada umat muslim yang berpandangan sebagaimana umat Yahudi, yaitu bahwa:
    Berakhlak, berbuat adil, bermoral, berkata jujur dan semua kebenaran hanya diperuntukan kepada sesama Yahudi, sehingga umat Yahudi menganggap terhadap musuh2nya (diluar Yahudi) mereka diijinkan untuk berdusta, membuat fitnah, membunuh, mencaci maki dan perbuatan2 buruk lainnya menjadi halal/sah ketika diterapkan kepada musuh2nya

    Wassalam

  405. Ya akhi..
    Kebenaran telah jelas kepada antum semua, kembalilah pada shirathal mustaqim. Tak ada orang yang paling merugi selain Ia telah mengetahui kebenaran tapi ia sombong (menolak kebenaran). Jangan kalian bela faham(manhaj) yang jelas2 telah sesat. Ana tidak ingin antum semua masuk dalam nerakanya Allah. Rasul bersabda “La ma yaribuk illa ma yaribuk” Tinggalkan apa2 yang meragukanmu menuju kepada apa2 yang tidak meragukanmu”. Rasul juga bersabda :”Aku tinggalkan kepada kalian 2 perkara, yang apabila kalian berpegang teguh dengannya, maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, Sahabat bertanya : apa itu ya Rasulullah?, Rasul menjawab : Kitabullah (al-qur’an) dan Assunnah (hadist)”. Sesuai pemahaman para sahabat (salaffusshalih).
    Rasul juga mengancam dengan keras orang yang berdusta mengatasnamakan beliau (membuat hadist palsu) :”Barang siapa yang sengaja berdusta mengatasnamakan aku maka hendaknya dia menyediakan tempat duduknya dari api neraka.” (muttafaq alaih). Mulailah dari sekarang saudara2ku, bukalah pintu hati kalian untuk menerima hidayah Allah. Ana sayang pada antum semua..

  406. @armand

    Saya setuju dengan pernyataan anda, MARI KITA MENCARI KEBENARAN BUKAN FITNAH.
    KEBENARAN BERDASARKAN DALIL DAN NASH.

    Saya ambil satu riwayat, yaitu:

    PEMUKULAN FATIMAH HINGGA JANINNYA GUGUR
    _________________________________________

    -Qunfudz diutus oleh Abubakar dan mencambuk Fatimah
    Fatimah menghalangi para penyerang hingga tidak bisa menyentuh Ali di pintu rumah, lalu Qunfudz mencambuknya dengan cambuk, sampai di sini, sementara dalam bagian lain disebutkan : Abubakar mengutus Qunfudz untuk mencambuk Fatimah, lalu berhasil memaksa Fatimah untuk berada di balik pintu, lalu Qunfudz mendorongnya hingga tulang rusuknya patah dan janin yang dikandungnya gugur.
    Lihat Al Ihtijaj jilid 1 hal 212, Mir’atul Uqul jilid 5 hal 320.

    -Qunfudz mencengkeramnya di pintu rumah
    Qunfudz berhasil membuat Fatimah terpepet di pintu dan berhasil didorong, lalu Qunfudh mematahkan tulang rusuk dan janin yang ada di perutnya seketika keluar, Fatimah terbaring di tempat tidur hingga wafat sebagai syahid.
    Lihat Kitab Sulaim bin Qais, Tahqiq Muhammad Baqir Al Anshari. Jilid 3 hal 588

    -Qunfudz budak orang itu, memukul Fatimah dengan gagang pedang
    Dari Abu Bashir, dari Abu Abdillah Alaihissalam dalam haditsnya : sebab wafatnya Fatimah adalah ketika Qunfudz budak orang itu memukulnya dengan gagang pedang atas perintahya, lalu menggugurkan janin Muhsin, dan membuat Fatimah sakit parah, dia melarang orang yang menyakitinya dari menjenguknya,
    Lihat Dala’ilul Imamah, At Thabari, hal 45

    -Umar menendang pintu dan pintu, Fatimah jatuh tertimpa pintu, -tanpa patah tulang-
    Fatimah mendorong pintu agar menghalangi mereka masuk, Umar menendang pintu hingga terlepas dan mengenai perut Fatimah hingga Muhsin gugur dari perut ibunya.
    Multaqal Bahrain hal 81, Al Jannah Al Ashimah hal 251

    -Umar menggunakan pedang dan cambuk tanpa menyentuh pintu
    Fatimah berteriak Wahai Ayahku, Wahai Rasulullah, lalu Umar mengangkat pedang yang masih di sarungnya dan memukul perut Fatimah, lalu Fatimah berteriak lagi, wahai ayahku, lalu Umar mencambuk tangan Fatimah, Fatimah memanggil Wahai Rasulullah, betapa buruk penggantim, Abubakar dan Umar, Ali melompat dan mencengkeram baju Umar dan membantingnya, dan memukul hidung serta lehernya. Ali berniat membunuh Umar tetapi dia teringat wasiat Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam.
    Kitab Sulaim bin Qais , jilid 3 hal 538

    -Fatimah didorong di pintu, tanpa ditendang, tanpa pedang, cambuk atau paku
    Al Mas’udi, seorang ahli sejarah mengatakan : Amirul Mu’minin Ali tinggal di rumahnya beserta beberapa pengikutnya, seperti yang dipesankan oleh Rasulullah, lalu mereka menuju rumah Ali dan menyerbunya, membakar pintu rumah dan memaksa orang yang di dalamnya untuk keluar, mereka mendorong Fatimah di pintu hingga janinnya gugur, mereka memaksa Ali untuk berbaiat dan Ali menolak, dan mengatakan : aku tidak mau, mereka mengatakan : kalau begitu kami akan membunuhmu, Ali mengatakan: jika kalian membunuhku maka aku adalah Hamba Allah dan saudara RasulNya. Lihat Itsbatul Washiyyah hal 123.

    -Yang memukul Fatimah adalah Mughirah bin Syu’bah
    Imam Hasan berbicara pada Mughirah bin Syu’bah di majlis Muawiyah: kamu memukul fatmah binti Rasulullah hingga berdarah dan gugur janinnya, kamu melakukan itu untuk menghinakan Rasulullah, dan melanggar perintahnya, menghina kehormatannya, Rasulullah pernah bersabda padanya : engkau adalah penghulu wanita penghuni sorga, semoga Allah memasukkanmu ke dalam neraka. Lihat dalam Al Ihtijaj dan Biharul Anwar jilid 10.

    -Umar menyerbu rumah Ali bersama tiga ratus orang.
    Diriwayatkan mengenai penyebab wafatnya Fatimah : Umar bin Khattab menyerang rumah Ali dan Fatimah bersama tiga ratus orang. Lihat dalam kitab Al Awalim jilid 2 hal 58

    -Umar memukul Fatimah di jalan, bukan di rumah
    Fatimah berhasil meminta surat dari Abubakar yang berisi pengembalian tanah Fadak pada Fatimah, ketika di jalan Fatimah bertemu Umar dan kemudian Umar bertanya: wahai putri Muhammad, surat apa yang ada di tanganmu? Fatimah menjawab: surat dari Abubakar tentang pengembalian tanah Fadak, Umar berkata lagi : bawa sini surat itu, Fatimah menolak menyerahkan surat itu, lalu Umar menendang Fatimah
    Amali Mufid hal 38, juga kitab Al Ikhtishash

    -Yang mencengkram Fatimah hingga janinnya gugur adalah Khalid bin Walid
    At Thuraihi mengatakan : ketika Khalid binWalid mencengkeramnya dan janin Muhsin pun gugur.
    Lihat Ma’sat Az Zahra jilid 2 hal 143, Sayyid Ja’far Murtadha
    Al Muntakhab, hal 136 karya At Thuraihi

    -Tidak jelas siapa yang memukul Fatimah
    As Shaduq meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu Alaihi wasallam bersabda : seakan saya melihat rumahnya dimasuki kehinaan, kehormatannya dilecehkan, diserobot haknya, dihalangi untuk menerima warisannya, tulang rusuknya dipatahkan, dan janinnya digugurkan.
    Amali Shaduq hal 100

    -Fatimah dicambuk.
    Yang disesalkan adalah mereka memukul Fatimah Alaihassalam, telah diriwayatkan bahwa mereka memukulnya dengan cambuk
    Talkhis Syafi jilid 3 hal 156

    -Punggungnya dicambuk dan dipukul dengan pedang.
    Lalu Miqdad berdiri dan mengatakan : putri Nabi telah meninggal dunia, sedang darah mengalir di punggung dan rusuknya karena kalian mencambuknya dan memukulnya dengan pedang, sedangkan di mata kalian aku lebih hina dibanding Ali dan Fatimah
    Ahwal Saqifah/ Kamil Al Baha’I, Hasan bin Ali bin Muhamamd bin Ali bin Hasan At Thabari yang dikenal dengan nama Imadudin At Thabari, jilid 1 hal 312

    Menurut anda, siapa yg memukul Fatimah hingga janinnya gugur? BERDASARKAN NASH DAN DALIL DI ATAS JIKA ANDA INGIN MENCARI KEBENARAN! bukan FITNAH .

  407. @truthseeker08

    Dan karena syiah adalah buatan Abdullah bin Saba (Yahudi pendiri syiah), maka jadilah aqidah syiah gudangnya PEMFITNAHAN pada orang di luar aqidah syiah. Termasuk thd Sahabat Besar Nabi SAW.

  408. Abdullah bin Saba’ di Kitab-kitab Ahlus Sunnah

    Tentunya sangat banyak sekali penyebutan Abdullah bin Saba’ dalam kitab-kitab Ahlus Sunnah yang kesemuanya tidak lain menunjukkan keyakinan mereka akan keberadaannya:

    -Ibnu Taimiyyah berkata, “Sesungguhnya permulaan rafidhah berasal dari seorang Zindiq, yaitu Abdullah bin Saba’.” (Majmu’ Fatawa 28/483)
    -Imam Adz-Dzahabi berkata, “Abdullah (bin Saba’) termasuk zindiq yang ekstrim, ia sesat dan menyesatkan.” (Mizanul I’tidal 2/426)
    -Ibnu Hajar berkata, “Abdullah bin Saba’ termasuk zindiq yang paling ekstrim…. Ia memiliki pengikut yang disebut Sabaiyyah, mereka (kaum Sabaiyyah) memiliki keyakinan sifat ketuhanan pada diri Ali bin Abi Thalib. Beliau telah membakar mereka dengan api pada masa kekhilafaannya.” (Lisanul Mizan 3/360)
    -Abul Muzhaffar Al Isfarayini dalam Al Milal wan Nihal ketika menceritakan tentang As-Sabaiyyah berkata, “Dan bahwasanya yang membakar mereka adalah Ali, yaitu kelompok dari rafidhah yang meyakini padanya (pada Ali) ada sifat ketuhanan, merekalah yang disebut kelompok Sabaiyyah pendirinya adalah Abdullah bin Saba’ seorang Yahudi yang menampakkan keislaman…” (lihat Fathul Bari 12/270)
    -Abdullah bin Muslim bin Qutaibah dalam kitabnya Ta’wilu Mukhtalafil Hadits 1/21 berkata, “Kami tidak pernah mengetahui ada pada ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang meyakini adanya sifat ketuhanan pada manusia selain mereka (yaitu rafidhah ekstrim). Sesungguhnya Abdullah bin Saba’ meyakini adanya sifat ketuhanan pada diri Ali.”
    -Az Zarkali berkata, “Abdullah bin Saba’ pendiri kelompok Sabaiyyah.” (Al-A’lam 4/88)
    -Demikian pula, para ulama’ Ahlus Sunnah sering sekali menjuluki seorang rawi yang beraqidah Rafidhah ekstrim sebagai Sabaiyyah (pengikut Abdullah bin Saba’), kalau seandainya Abdullah bin Saba’ adalah tokoh fiktif mana mungkin mereka memakai istilah tersebut.

    -Ash-Shafadi berkata, “As-Sabaiyyah dinisbahkan kepada Abdullah bin Saba’.’ (Al-Wafil Wafayat 5/30)
    Beliau juga berkata, “Pendiri As-Sabaiyyah adalah Abdullah bin Saba’, dialah pendiri kelompok Sabaiyyah, dia pula yang berkata kepada Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, ‘Kamu adalah Tuhan.” (5/393)
    -Ibnu Hibban berkata, “Dan adalah al-Kalbi seorang Sabaiyyah termasuk yang berkeyakinan Sesungguhnya Ali belum mati, dia akan kembali ke dunia sebelum hari kiamat…” (Al-Majruhin 2/253)
    -Ibnu Makula berkata dalam kitab Rijalnya, “Faraj bin Sa’id bin ‘Alqamah bin Abyadh bin Hamal As Sabay… dan Sabayyah termasuk rafidhah yang paling ekstrim nisbah kepada Abdullah bin Saba’. (lihat Ikmalul Kamal 4/536)
    -As Sam’ani dalam kitabnya Al Ansab 3/209 berkata, “Dan Abdullah bin Wahb as Saba’i, gembong khawarij, menurutku bahwa Abdullah bin Wahb ini dinisbahkan kepada Abdullah bin Saba’, dia dari rafidhah, dan jama’ah dari mereka yang dinisbahkan kepadanya disebut, as Sabaiyyah.”
    -As Suyuthi dalam kitabnya Lubbul Lubab fi Tahriril Ansab 1/42 berkata, “…Dan (dinisbahkan juga) kepada Abdullah bin Saba’ pendiri Sabaiyyah dari rafidhah.”
    -Dan selain mereka banyak sekali.

    Abdullah bin Saba’ di Kitab-kitab Syi’ah

    -Al Kisysyi dalam kitabnya Ar-Rijal 1/324 meriwayatkan dari Muhammad bin Qauluwiyah ia berkata, telah menceritakan kepadaku Sa’d bin Abdillah ia berkata, telah menceritakan kepadaku Ya’qub bin Yazid dan Muhammad bin ‘Isa dari Ali bin Mihziyar dari Fudhalah bin Ayyub al-Azdi dari Aban bin Utsman ia berkata, “Aku mendengar Abu Abdillah berkata, ‘La’nat Allah atas Abdullah bin Saba’, sesungguhnya ia meyakini adanya sifat ketuhanan pada diri Amirul Mukminiin (Ali), padahal demi Allah! Amirul Mukminin hanyalah seorang hamba yang taat.”
    -Demikian pula Al Qummi dalam kitabnya Al Khishal meriwayatkan seperti diatas dengan sanad yang berbeda.
    -Dan selain keduanya.

    Maka dari uraian diatas kita mengetahui bahwa Abdullah bin Saba’ bukanlah tokoh fiktif/khayalan/rekaan/dongeng. Ini telah menjadi kesepakatan para ‘ulama sejarah, hadits, dan pengarang kitab tentang firqah, thabaqat, Rijal, adab, dan Ansab. Maka kaum syi’ah tidak memiliki celah untuk mengingkari keberadaan Abdullah bin Saba’.

    Jadi pembahasan tentang Abdullah bin Saba’ tidak sebatas ada dalam kitab Tarikh Ath-Thabari saja dan tidak hanya melalui jalur periwayatan Saif bin ‘Umar At-Tamimi, walaupun beliau adalah seorang yang dapat dijadikan sandaran dalam bidang sejarah sebagaimana yang kami jelaskan diatas.

    Setelah ini semua, masihkah kita mengingkari keberadaan Abdullah bin Saba’ si Yahudi yang berpura-pura masuk islam?

  409. Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Kesesatan Agamanya (1)

    Segala puji bagi Allah Robb semesta alam, sholawat dan salam semoga selalu terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabatnya, istri-istrinya dan orang-orang yang senantiasa setia mengikuti jalannya hingga hari akhir nanti.

    Enam tahun yang silam di salah satu pesantren terbesar di Indonesia, penulis menjadi salah satu peserta dauroh yang diadakan oleh Jami’ah Islamiyah Madinah. Kebetulan ada suatu kisah yang tidak terlupakan hingga detik ini. Seperti biasanya, sebelum pelajaran dimulai, para dosen (baca: masyayikh) mengabsen peserta dauroh satu persatu. Hingga sampai ke suatu nama, dosen tersebut mengernyitkan dahinya dan terheran-heran, nama itu adalah Ayatullah Khomeini, (kebetulan dia salah seorang teman akrab penulis di pesantren). Dosen itu bertanya, “Kamu sunni (termasuk golongan ahlus sunnah)?”, dengan tenangnya peserta itu menjawab, “Iya”, “Mengapa kamu pakai nama dedengkot Syiah?”, “Karena bapak ana ngasih nama seperti itu”, sahutnya. Setelah dialog singkat itu sang dosen minta agar teman kami tersebut mengganti namanya.

    Penulis -dengan lugunya- berkata dalam hati, “Memangnya kenapa sich nggak boleh pakai nama tokoh Syi’ah tersebut? Masa gitu saja dipermasalahkan! Toh dia juga salah satu pejuang besar dunia?!”

    Hari berganti hari, bulan berganti bulan; setahun kemudian penulis diberi kesempatan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk menuntut ilmu di kota Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tepatnya di Jami’ah Islamiyah. Di situlah wawasannya mulai terbuka sedikit demi sedikit, pengetahuannya tentang kelompok-kelompok yang menisbatkan diri mereka kepada agama Islam sedikit demi sedikit mulai bertambah. Hingga terbelalaklah matanya tatkala mengetahui hakikat kelompok Syi’ah. Dan hilanglah sudah keheran-heranan dia enam tahun yang silam, mengapa sang dosen pengajar dauroh itu begitu ‘ngotot’-nya minta agar peserta Ayatullah Khomeini mengganti namanya.

    Maka, dalam rangka menyampaikan ilmu walaupun hanya sedikit, juga berhubung semakin menjamur dan larisnya ajaran itu di tanah air kita, penulis merasa berkewajiban untuk menyampaikan sedikit dari apa yang diketahuinya tentang agama yang satu ini. Tulisan ini ditranskrip, diterjemahkan dan diringkas dari sebuah ceramah ilmiah dalam suatu kaset yang berjudul “Waqafat Ma’a Du’at at-Taqrib” (Beberapa renungan beserta para da’i penyeru persatuan antara Ahlusunnah dengan Syi’ah) yang disampaikan oleh Syaikh Abdullah as-Salafy. Kaset ini bukan hanya membawakan fakta dari perkataan-perkataan ulama klasik Syi’ah saja, tapi juga membawakan fakta dari perkataan-perkataan ulama kontemporer mereka yang suaranya sempat terekam dalam kaset, dan jatuh ke tangan Ahlusunnah(*). Kami ucapkan kepada para pembaca yang budiman, Selamat menikmati!

    (*) Perkataan-perkataan ulama klasik mereka kami sebutkan dengan referensinya beserta nomor jilid dan halamannya. Bagi yang menginginkan bukti otentik fakta-fakta tersebut bisa merujuk ke kitab Ulama asy-Syi’ah Yaqulun, Watsaiq Mushawwarah Min Kutub asy-Syi’ah, yang diterbitkan oleh Markaz Ihya Turots Alul Bait. Adapun perkataan-perkataan ulama kontemporer mereka jika terdapat dalam suatu kaset, maka kami sebutkan dengan kata-kata, “Dengarlah perkataan fulan…” Suara asli mereka bisa didengarkan dalam kaset Waqafat Ma’a Du’at at-Taqrib.

    FAKTA PERTAMA: Syi’ah bercerita tentang keyakinan mereka mengenai Ahlul Bait (keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).

    Ahlul bait adalah: keluarga Ali, ‘Aqil, Ja’far dan Abbas. Tidak diragukan lagi (menurut Ahlus Sunnah) bahwa istri-istri nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk ahlul bait karena Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

    يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوفاً. وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً

    “Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kalian tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik, dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al Ahzab: 32-33)

    Ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas bahwa istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk ahlul bait (keluarga) nya.

    Ahlusunnah mencintai dan mengasihi ahlul bait, mencintai dan mengasihi para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Akan tetapi mereka (Ahlusunnah) juga meyakini bahwa tidak ada yang ma’shum melainkan hanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara keyakinan mereka juga: wahyu telah terputus dengan wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak ada yang mengetahui hal yang gaib kecuali hanya Allah subhanahu wa ta’ala, dan tidak seorang pun dari para manusia yang telah mati bangkit kembali sebelum hari kiamat. Jadi, kita Ahlusunnah menjunjung tinggi keutamaan ahlul bait dan selalu mendoakan mereka agar senantiasa mendapatkan rahmat Allah subhanahu wa ta’ala, tidak lupa kita juga berlepas diri dari musuh-musuh mereka.

    Di pihak lain, orang-orang Rafidhah (Rafidhah adalah salah satu julukan kelompok Syi’ah. Julukan ini disebutkan oleh ulama kontemporer mereka Al Majlisy dalam kitabnya Bihar al-Anwar hal 68, 96 dan 97. Kata-kata Rafidhah berasal dari fi’il rafadha yang berarti menolak. Adapun asal muasal mengapa mereka digelari Rafidhah, ada berbagai versi. Antara lain:

    Karena mereka menolak kekhilafahan Abu Bakar dan Umar.
    Versi lain mengatakan karena mereka menolak agama Islam. (lihat Maqalat al-Islamiyin, karya Abu al-Hasan al-Asy’ary jilid I, hal 89).
    Selain berlebih-lebihan dalam mengagung-agungkan imam-imam mereka dengan mengatakan bahwasanya mereka itu ma’shum dan lebih utama dari para nabi dan para rasul, mereka juga melekatkan sifat-sifat tuhan di dalam diri para imam, hingga mengeluarkan mereka dari batas-batas kemakhlukan! Tidak diragukan lagi bahwa ini merupakan sikap ghuluw (berlebih-lebihan) yang paling besar, paling jelek, paling rusak dan paling kufur.

    Di antara sikap ekstrem mereka, klaim mereka bahwa para imam mengetahui hal-hal yang gaib, dan mereka mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi, tidak terkecuali. Mereka mengetahui apa-apa yang ada dalam hati, apa-apa yang ada dalam tulang belakang kaum pria dan apa-apa yang ada dalam rahim kaum wanita. Mereka juga mengetahui apa yang telah lalu dan yang akan datang hingga hari kiamat.

    Al Kulainy dalam kitabnya al-Kaafi -yang mana ini merupakan kitab yang paling shahih menurut Rafidhah-, dia telah mengkhususkan di dalamnya bab-bab yang menguatkan sikap ekstrem tersebut. Contohnya: di jilid I, hal 261, dia berkata, “Bab bahwasanya para imam mengetahui apa yang telah lalu dan apa yang akan datang, serta bahwasanya tidak ada sesuatu apapun yang tersembunyi dari pengetahuan mereka.” Dia juga telah meriwayatkan dalam halaman yang sama dari sebagian sahabat-sahabatnya bahwa mereka mendengar Abu Abdillah ‘alaihis salam (yang dia maksud adalah Ja’far ash-Shadiq) berkata, “Sesungguhnya aku mengetahui apa-apa yang ada di langit dan di bumi, aku mengetahui apa-apa yang ada di dalam surya dan aku mengetahui apa yang telah lalu serta yang akan datang.”

    Dia juga berkata dalam jilid I, hal 258, “Bab bahwasanya para imam mengetahui kapan mereka akan mati dan mereka tidak akan mati kecuali dengan kemauan mereka sendiri.”

    Di antara bukti-bukti sikap ekstrem orang-orang Syi’ah, klaim mereka para imam memiliki kekuasaan untuk mengatur alam semesta ini semau mereka; mereka bisa menghidupkan orang yang telah mati, juga menyembuhkan orang yang buta, orang yang terkena kusta, kemudian dunia akhirat milik para imam, mereka berikan kepada siapa saja sesuai dengan kehendak mereka.

    Al-Kulainy di jilid I, hal 470 meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Bashir bahwa ia bertanya kepada Abu Ja’far ‘alaihis salam, “Apakah kalian pewaris nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Dia menjawab, “Benar!” Lantas aku bertanya lagi, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pewaris para nabi mengetahui apa yang mereka ketahui?” “Benar!”, jawabnya. Aku kembali bertanya, “Mampukah kalian menghidupkan orang yang sudah mati dan menyembuhkan orang yang buta dan orang yang terkena penyakit kusta?” “Ya, dengan izin Allah”, sahutnya.”

    Husain bin Abdul Wahab dalam kitabnya ‘Uyun al-Mu’jizat hal 28 bercerita bahwasanya, Ali pernah berkata kepada sesosok mayat yang tidak diketahui pembunuhnya, “Berdirilah -dengan izin Allah- wahai Mudrik bin Handzalah bin Ghassan bin Buhairah bin ‘Amr bin al-Fadhl bin Hubab! Sesungguhnya Allah dengan izin-Nya telah menghidupkanmu dengan kedua tanganku!” Maka berkatalah Abu Ja’far Maytsam, Sesosok tubuh itu bangkit dalam keadaan memiliki sifat-sifat yang lebih sempurna dari matahari dan bulan, sembari berkata, “Aku dengar panggilanmu wahai yang menghidupkan tulang, wahai hujjah Allah di kalangan umat manusia, wahai satu-satunya yang memberikan kebaikan dan kenikmatan. Aku dengar panggilanmu wahai Ali, wahai Yang Maha Mengetahui.” Maka berkatalah amirul-mu’minin, “Siapakah yang telah membunuhmu?” Lantas orang tersebut memberitahukan pembunuhnya.

    Berkata al-Kasany dalam kitabnya ‘Ilm al-Yaqin fi Ma’rifati Ushul ad-Din jilid II, hal 597, “Semua makhluk diciptakan untuk mereka (para imam), dari mereka, karena mereka, dengan mereka dan akan kembali kepada mereka. Karena -tanpa diragukan lagi- Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan dunia dan akhirat hanya untuk mereka. Dunia dan akhirat untuk mereka dan milik mereka. Para manusia adalah budak-budak mereka!”

    Dengarlah salah seorang syaikh mereka Baqir al-faly yang mengatakan bahwasanya Nabiyullah Isa ‘alaihis salam mendapatkan kehormatan untuk menjadi budak Ali rodhiallahu ‘anhu, “Wahai para manusia, beberapa hari yang lalu telah dirayakan hari kelahiran Isa al-Masih, yang telah mendapatkan kehormatan untuk menjadi budak Ali bin Abi Thalib!”

    Berkata Imam mereka Ayatullah al-Khomeini di dalam kitabnya Al-Hukumah al- Islamiyah hal 52, “Sesungguhnya para Imam memiliki kedudukan terpuji, derajat yang tinggi dan kekuasaan terhadap alam semesta, di mana seluruh bagian alam ini tunduk terhadap kekuasaan dan pengawasan mereka.”

    Sulaim bin Qois dalam kitabnya hal 245 dengan ‘gagahnya’ berdusta dengan perkataannya, Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada Ali, “Wahai Ali, sesungguhnya engkau adalah ilmu pengetahuan Allah yang paling agung sesudahku, engkau adalah tempat bersandar yang paling besar di hari kiamat. Barang siapa bernaung di bawah bayanganmu niscaya akan meraih kemenangan. Karena hisab (penghitungan amal) para makhluk berada di tanganmu, tempat kembali mereka adalah kepadamu. Mizan (timbangan amalan), shirath (jalan yang mengantarkan para hamba ke surga), dan al-mauqif (tempat berkumpulnya semua makhluk di hari akhir) semua itu adalah milikmu. Maka barang siapa yang bersandar kepadamu, niscaya akan selamat dan barang siapa yang menyelisihimu niscaya akan celaka dan binasa! Ya Allah, saksikanlah 3x!”

    Na’udzubillah…

    Dengarlah Basim al-Karbalaiy menghasung dan mendorong orang-orang Rafidhah untuk pergi ke kuburan Ali radhiallahu ‘anhu dan meminta kesembuhan darinya, berihram dan thawaf di sekitar kuburannya, “Wahai yang berada di bawah kubah putih di kota Najaf! Wahai Ali! Barang siapa yang berziarah ke kuburanmu dan meminta kesembuhan darimu niscaya dia akan sembuh!”
    Di dalam kitab Wasail ad-Darojat karangan ash-Shaffar (hal 84), Abu Abdillah berkata: Konon Amirul Mu’minin pernah berkata, “Aku adalah ilmu Allah, aku adalah hati Allah yang sadar, aku adalah mulut Allah yang berbicara, aku adalah mata Allah yang melihat, aku adalah pinggang Allah, aku adalah tangan Allah.”

    Na’uzubillah dari ghuluw ini!

    Dengarlah Muhsin al-Khuwailidy dalam khotbah kufurnya di mana dia melekatkan kepada Ali sifat-sifat rububiyah Allah, “Dan di antara khutbah-khutbahnya shallallahu ‘alaihi wa sallam: Aku mempunyai semua kunci hal-hal yang gaib, tidak ada yang mengetahuinya sesudah Rasulullah kecuali aku. Aku-lah penguasa hisab, aku pemilik sirath dan mauqif, aku pembagi (distributor) surga dan neraka dengan perintah Robb-ku. Akulah yang menumbuhkan dedaunan dan mematangkan buah-buahan. Akulah yang memancarkan mata air dan mengalirkan sungai-sungai. Akulah yang menyimpan ilmu, akulah yang meniupkan tiupan pertama yang mengguncangkan alam, akulah sang petir, akulah shaihah. Aku adalah Al Quran yang tidak ada keraguan di dalamnya. Akulah asma al-husna yang para hamba diperintahkan untuk berdoa dengannya. Akulah yang memiliki sangkakala dan yang membangkitkan manusia dari dalam kubur. Akulah penguasa hari kebangkitan. Akulah yang menyelamatkan Nuh, yang menyembuhkan Ayub. Akulah yang menegakkan langit dengan perintah Tuhanku. Akulah si pemegang keputusan yang tidak dapat diubah, hisab para makhluk berada di tanganku. Para makhluk menyerahkan urusannya kepadaku. Akulah yang mengokohkan gunung-gunung yang menjulang tinggi, yang memancarkan mata air, dan yang menciptakan alam semesta. Akulah yang membangkitkan para mayat, yang menurunkan kuburan. Akulah yang memberi cahaya matahari, bulan dan bintang. Akulah yang membangkitkan hari kiamat, yang mengetahui hal yang telah lalu dan yang akan datang. Akulah yang membinasakan para raja lalim terdahulu dan yang melenyapkan negeri-negeri. Akulah yang menciptakan gempa, yang membuat gerhana matahari dan bulan. Aku pula yang menghancurkan fir’aun-fir’aun dengan pedangku ini. Akulah yang ditugasi Allah untuk melindungi orang-orang lemah dan Allah perintahkan mereka taat kepadaku.”

    Dalam kitab Kasyf al-Yaqin Fi Fadhail Amir al-Mu’minin karya Hasan bin Yusuf bin al- Muthahhir al-Hilly (hal 8) disebutkan, Akhthab Khawarizm meriwayatkan dari Abdulloh bin Mas’ud bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tatkala Allah ciptakan Adam dan Dia tiupkan ruh-Nya ke dalamnya, Adam bersin lantas mengucapkan, “Alhamdulillah!” Maka Allah mewahyukan padanya, “Engkau telah memuji-Ku wahai hamba-Ku, demi kekuatan dan keagungan-Ku kalau bukan karena dua hamba yang akan Kutempatkan mereka di dunia, niscaya Aku tidak akan menciptakanmu wahai Adam!” Serta merta Adam bertanya, “Mereka berdua dari keturunanku?”, “Betul wahai Adam. Angkatlah kepalamu dan lihatlah!” Maka Adam mengangkat kepalanya, dan ternyata telah tertulis di atas ‘Arsy, “Tidak ada yang berhak disembah selain Allah, Muhammad nabi kasih sayang dan Ali penegak hujjah. Barang siapa yang mengetahui hak Ali maka dia akan suci dan bahagia, dan barang siapa yang taat kepadanya meskipun dia berbuat maksiat kepada-Ku akan Kumasukkan ke dalam surga. Aku bersumpah demi kepekerkasaan-Ku; barang siapa yang tidak taat kepada Ali meskipun dia taat kepada-Ku, niscaya akan Kumasukkan ke dalam neraka!”

    Lihatlah wahai para hamba Allah, bagaimana dia mengedepankan ketaatan kepada Ali di atas ketaatan kepada Allah!!!

    Berkata Ni’matullah al-Jazairy dalam kitabnya al-Anwar an-Nu’maniyah (jilid I, hal 33): Pengarang buku Masyariq al-Anwar telah meriwayatkan dengan sanadnya kepada al-Mufadhal bin ‘Amr: Aku pernah bertanya kepada Abu Abdillah ‘alaihis salaam tentang perihal sang imam; bagaimana ia bisa tahu apa yang ada di penjuru bumi, padahal ia berada di rumah yang tertutup? Lantas ia menjawab, “Wahai Mufadhal, sesungguhnya Allah telah menciptakan di dalam diri mereka 5 ruh:

    Ruh kehidupan, yang dengannya dia bisa memukul dan naik.
    Ruh kekuatan, yang dengannya dia bisa bangkit.
    Ruh syahwat, yang dengannya dia bisa makan dan minum.
    Ruh keimanan, yang dengannya dia memerintahkan dan berbuat adil.
    Ruh kudus, yang dengannya dia mengemban kenabian. Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, berpindahlah ruh kudus ke tubuh sang imam, maka dia tidak akan pernah lalai dan lengah. Dengan ruh itulah dia bisa melihat apapun yang ada di penjuru dunia. Tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang tersembunyi dari sang imam. Dia bisa mengetahui semua yang ada di langit semesta, sekecil dan selirih apapun dia. Barang siapa yang tidak memiliki sifat-sifat ini, maka dia bukanlah seorang imam!”
    Na’udzubillah dari ghuluw ini!!

    Berkata Ni’matullah al-Jazairy dalam kitabnya al-Anwar an-Nu’maniyah (jilid I, hal 30), Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku bersama Ibrahim ketika dilemparkan ke dalam api dan akulah yang menjadikan api itu dingin serta menyelamatkan. Aku juga bersama Nuh di kapalnya lantas akulah yang menyelamatkan dia dari ketenggelaman. Aku juga bersama Musa, lantas aku ajarkan Taurat kepadanya. Aku jugalah yang menjadikan Isa berbicara saat dia masih dalam buaian, kemudian kuajarkan Injil padanya. Akulah yang bersama Yusuf di dalam sumur, lantas kuselamatkan dia dari tipu daya saudara-saudaranya. Dan aku bersama Sulaiman di atas permadani, kemudian aku hembuskan angin baginya.”

    Lantas apa yang tersisa untuk Allah?! Na’udzubillah dari ghuluw ini!!

    Ziarah Makam Husain Lebih Utama Dari Haji Ke Baitullah

    Dalam kitab Wasail asy-Syiah karangan al-Hurr al-’Amily (jilid I, hal 371) dan di dalam kitab al-Mazar karangan al-Mufid (hal 58) disebutkan: Dari Yunus bin Dzobyan, berkata Abu Abdillah, “Barang siapa yang ziarah ke makam Husain pada malam pertengahan bulan Sya’ban, malam Idul Fitri dan malam hari Arafah dalam satu tahun, niscaya Allah akan tuliskan baginya pahala 1000 ibadah haji yang mabrur, 1000 ibadah umrah yang diterima dan akan dikabulkan baginya 1000 doa yang berkenaan dengan kebutuhan-kebutuhan dia di dunia dan akhirat.”

    Bahkan menurut orang-orang Rafidhah, para penziarah makam Husain itu lebih utama daripada orang-orang yang berada di padang Arafah. Dalam kitab Wasail asy-Syiah karangan al-Hurr al-’Amily (jilid X,hal 361) dan kitab Tahdzib al-Ahkam karya Abu Ja’far ath-Thusy (jilid VI, hal 42) disebutkan: Dari Ali bin Asbath, dari sebagian sahabat-sahabat kami, dari Abu Abdillah ‘alaihi salam bahwa dia ditanya, “Benarkah Allah mendahulukan ‘menengok’ para peziarah makam Ali bin Husain ‘alaihi salam sebelum ‘menengok’ orang-orang yang berada di padang Arafah?”, “Betul” jawabnya. Lantas dia kembali ditanya, “Bagaimana itu bisa terjadi?” Dia menjawab, “Karena di antara orang-orang yang berada di padang Arafah terdapat anak-anak hasil perzinaan, adapun para penziarah makam Husain seluruhnya suci tidak ada satupun anak hasil perzinaan.” (Bagaimana mungkin mereka menganggap semua orang Syi’ah suci dan bukan hasil perzinaan, padahal zina (baca: nikah mut’ah) sendiri mereka anggap merupakan salah satu ritual ibadah yang paling utama?!! (-pen).

    Na’udzubillah!

    Dalam kitab Tahdzib al-Ahkam karya Abu Ja’far ath-Thusy (jilid V, hal 372) disebutkan: Dari Zaid asy-Syahham, dari Abu Abdillah ‘alaihi salam berkata, “Barang siapa yang ziarah makam Abu Abdillah (Husain) ‘alaihis salam pada hari ‘Asyura sedang dia mengetahui hak-haknya, seakan-akan dia telah menziarahi Allah di ‘Arsy-Nya.”

    Na’udzubillah dari ghuluw dan kesesatan ini!

    –bersambung insya Allah–

    ***

    Penulis: Ustadz Abu Abdirrahman al-Atsary Abdullah Zaen, Lc. (Mahasiswa S2, Universitas Islam Madinah)

  410. @harlan fauzan ali

    …….. kembalilah pada shirathal mustaqim. Tak ada orang yang paling merugi selain Ia telah mengetahui kebenaran tapi ia sombong (menolak kebenaran).

    Tidak ada yg membantah seruan ini. Seruan yang baik dan bersih. Hanya masalahnya anda meletakkan posisi kebenaran dengan persepsi anda dan manhaj anda sendiri. Anda dan manhaj anda terlalu berlebihan dan bisa dikatakan telah menyeleweng dalam menafsirkan kebenaran. Bahwa kebenaran hanya di manhaj anda dan dengan demikian di luar manhaj yang anda yakini sudah pasti keliru dan sesat. Padahal setiap kelompok dan golongan niscaya akan menganggap kelompok dan golongannya berada dalam kebenaran. Hanya kebencian dan permusuhan yang akan timbul jika keyakinan akan kebenaran manhajnya dibarengi dengan klaim sesat terhadap manhaj lain. Apakah anda dan manhaj anda tidak berpikir sedikitpun bahwa manhaj lain pun memiliki dasar dan dalil dalam meyakini kebenaran mereka? Setahu saya, hanya anda dan kelompok anda lah yang getol mengkafirkan, mengklaim sesat, mengklaim bidah golongan lain utamanya syiah. Padahal saya tahu benar bahwa syiah dan para ulamanya menganggap semua manhaj dalam Islam yang mengakui dan beraqidah bahwa “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah, melaksanakan shalat, puasa dan haji” adalah saudara se-Islam. Jika ada klaim-klaim negatif dari golongan syiah terhadap manhaj anda (mohon dikoreksi jika keliru), setahu saya itu hanya ditujukan kepada pribadi-pribadi tertentu bukan pada manhaj sunnah wal jama’ahnya. Anda dan manhaj anda berbeda sekali. Yang anda fitnah dan tuduh selain ulama-ulama syiah juga mazhab syiahnya.

    Banyak sekali larangan-larangan pengkafiran terhadap kelompok islam lain dari nash-nash dan dari beberapa ulama baik sunni maupun syiah yang saya kira anda pernah juga membaca dan mendengarnya. Sy rasa tdk perlu mengutipnya di sini.

    Jangan kalian bela faham(manhaj) yang jelas2 telah sesat.

    Anda harusnya faham dan sadar bahwa manhaj-manhaj yang bersaksi bahwa “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah, melaksanakan shalat, puasa dan haji” adalah jelas tidak sesat. Jelas berbeda dengan faham-faham yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad bukan utusan-Nya, tidak perlu ada shalat, dll yang boleh dikatakan sesat. Cobalah anda berfikir lebih jernih, lebih terbuka. Ah, sy prihatin dan pesimis mengenai ini.

    Ana tidak ingin antum semua masuk dalam nerakanya Allah.

    Sungguh sebuah kesombongan dan kebodohan yang menyatu. Kesombongan karena anda merasa anda dan manhaj andalah yang paling benar dan sudah pasti masuk surga serta golongan lain masuk neraka. Bodoh karena anda tidak bisa dan tidak mau memahami apa sesungguhnya hakikat kebenaran itu dan dimana ia berada. Tidak memahami sifat-sifat Allah yang Maha Mengetahui, Maha Pengampun dan Pemberi Rahmat serta Maha Sombong.

    Rasul bersabda “La ma yaribuk illa ma yaribuk” Tinggalkan apa2 yang meragukanmu menuju kepada apa2 yang tidak meragukanmu”.

    Ga nyambung. Lagi pula apakah kami memiliki keraguan dan tentang apa keraguan itu anda juga tdk mengetahui. Sy heran apa yg mendasari anda mengucapkan ini?

    Rasul juga bersabda :”Aku tinggalkan kepada kalian 2 perkara, yang apabila kalian berpegang teguh dengannya, maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, Sahabat bertanya : apa itu ya Rasulullah?, Rasul menjawab : Kitabullah (al-qur’an) dan Assunnah (hadist)”. Sesuai pemahaman para sahabat (salaffusshalih).

    Jangan bawakan riwayat ini, karena anda tak akan mampu mempertahankan kevalidannya. Di blog ini sdh dibahas mengenainya dan riwayat mana yang sesungguhnya yang pernah disampaikan Nabi saw. Cari dan mari kita berdiskusi di sana.

    Rasul juga mengancam dengan keras orang yang berdusta mengatasnamakan beliau (membuat hadist palsu) :”Barang siapa yang sengaja berdusta mengatasnamakan aku maka hendaknya dia menyediakan tempat duduknya dari api neraka.” (muttafaq alaih).

    Bukan main. Setahu sy anda dan manhaj anda-Salafy- lah yang sering melakukan hal ini.

    Mulailah dari sekarang saudara2ku, bukalah pintu hati kalian untuk menerima hidayah Allah. Ana sayang pada antum semua.

    Sama-sama

    Salam

  411. @kembali ke aqidah yg benar & anti syiah

    Saya ingatkan kembali bahwa yg menjadi inti permasalahan adalah ketika para sahabat Nabi saw banyak yg ingkar thdp perintah Allah swt dlm QS Al Maidah 67 dan sunnah Nabi saw dlm hadist Tsaqalain dan Ghadir Khum. Semestinya umat Islam sudah dapat membedakan mana yg haq dan yg bathil.

    Wassalam

  412. @armand

    SAYA TUNGGU JAWABAN ANDA. MARI KITA MENCARI KEBENARAN BUKAN
    FITNAH !!!
    SAYA TUNGGU TULISAN2 SYIAH YG MEMPERKAYA WAWASAN KEISLAMAN, BUKAN MEMPERKAYA FITNAH!!!

    @asep
    JGN MENGALIHKAN PEMBICARAAN ATAU ANDA TIDAK BISA BERDISKUSI.

  413. @kembali ke aqidah yg benar,

    Saya cuma mengingatkan saja, kalau anda meyakini kebenaran perintah Allah swt dan hadits Nabi saw tsb diatas, berarti anda betul-betul kembali kepada aqidah yg benar. Alhamdulillah…

    Wassalam

  414. Pokok-Pokok Kesesatan Syiah
    Agar Tak Ada Lagi Saudara2 Kita Yang Taqlid Buta Mengikuti Ajarannya.

    Syiah merupakan aliran yang awalnya dipelopori oleh Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi dari Yaman. Kesesatannya sedemikian banyak, dalam artikel ini dibahas pokok-pokok kesesatan yang ada pada mereka. Semoga dengan membaca artikel ini kita menjadi lebih waspada terhadap ajakan para propagandis Syi’ah yang biasanya mereka berkedok dengan nama Wajib mengikuti madzhab Ahlul Bait.

    Asal-usul Syiah
    Syiah secara etimologi bahasa berarti pengikut, sekte dan golongan. Sedangkan dalam istilah Syara’, Syi’ah adalah suatu aliran yang timbul sejak pemerintahan Utsman bin Affan yang dikomandoi oleh Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi dari Yaman. Setelah terbunuhnya Utsman bin Affan, lalu Abdullah bin Saba’ mengintrodusir ajarannya secara terang-terangan dan menggalang massa untuk memproklamirkan bahwa kepemimpinan (baca: imamah) sesudah Nabi saw sebenarnya ke tangan Ali bin Abi Thalib karena suatu nash (teks) Nabi saw. Namun, menurut Abdullah bin Saba’, Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman telah mengambil alih kedudukan tersebut.

    Keyakinan itu berkembang sampai kepada menuhankan Ali bin Abi Thalib. Berhubung hal itu suatu kebohongan, maka diambil tindakan oleh Ali bin Abi Thalib, yaitu mereka dibakar, lalu sebagian mereka melarikan diri ke Madain.

    Aliran Syi’ah pada abad pertama hijriyah belum merupakan aliran yang solid sebagai trend yang mempunyai berbagai macam keyakinan seperti yang berkembang pada abad ke-2 hijriyah dan abad-abad berikutnya.

    Pokok-Pokok Penyimpangan Syiah pada Periode Pertama:
    1. Keyakinan bahwa imam sesudah Rasulullah saw adalah Ali bin Abi Thalib, sesuai dengan sabda Nabi saw. Karena itu para Khalifah dituduh merampok kepemimpinan dari tangan Ali bin Abi Thalib ra.

    2. Keyakinan bahwa imam mereka maksum (terjaga dari salah dan dosa)

    3. Keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib dan para Imam yang telah wafat akan hidup kembali sebelum hari Kiamat untuk membalas dendam kepada lawan-lawannya, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dll.

    4. Keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib dan para Imam mengetahui rahasia ghaib, baik yang lalu maupun yang akan datang. Ini berarti sama dengan menuhankan Ali dan Imam.

    5. Keyakinan tentang ketuhanan Ali bin Abi Thalib yang dideklarasikan oleh para pengikut Abdullah bin Saba’ dan akhirnya mereka dihukum bakar oleh Ali bin Abi Thalib karena keyakinan tersebut.

    6. Keyakinan mengutamakan Ali bin Abi Thalib atas Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Padahal Ali sendiri mengambil tindakan hukum cambuk 80 kali terhadap orang yang meyakini kebohongan tersebut

    7. Keyakinan mencaci maki para Sahabat atau sebagian Sahabat seperti Utsman bin Affan (lihat Dirasat fil Ahwaa’ wal Firaq wal Bida’ wa Mauqifus Salaf minhaa, Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-Aql hal. 237)

    Pada abad ke-2 hijriyah, perkembangan keyakinan Syi’ah semakin menjadi-jadi sebagai aliran yang mempunyai berbagai perangkat keyakinan baku dan terus berkembang sampai berdirinya dinasti Fathimiyyah di Mesir dan dinasti Sofawiyah di Iran. Terakhir aliran tersebut terangkat kembali dengan revolusi Khomaini dan dijadikan sebagai aliran resmi negara Iran sejak 1979.

    Pokok-Pokok Penyimpangan Syi’ah Secara Umum:
    1. Pada Rukun Iman:
    Syiah hanya memiliki 5 rukun iman, tanpa menyebut keimanan kepada para Malaikat, Rasul dan Qadha dan Qadar- yaitu: 1. Tauhid (keesaan Allah), 2. Al-’Adl (keadilan Allah) 3. Nubuwwah (kenabian), 4. Imamah (kepemimpinan Imam), 5.Ma’ad (hari kebangkitan dan pembalasan). (Lihat ‘Aqa’idul Imamiyah oleh Muhammad Ridha Mudhoffar dll)

    2. Pada Rukum Islam:
    Syiah tidak mencantumkan Syahadatain dalam rukun Islam, yaitu: 1.Shalat, 2.Zakat, 3.Puasa, 4.Haji, 5.Wilayah (perwalian) (lihat Al-Khafie juz II hal 18)

    3. Syi’ah meyakini bahwa Al-Qur’an sekarang ini telah dirubah, ditambahi atau dikurangi dari yang seharusnya, seperti:
    wa inkuntum fii roibim mimma nazzalna ‘ala ‘abdina FII ‘ALIYYIN fa`tu bi shuratim mim mits lih (Al-Kafie, Kitabul Hujjah: I/417)
    Ada tambahan fii ‘Aliyyin dari teks asli Al-Qur’an yang berbunyi:
    wa inkuntum fii roibim mimma nazzalna ‘ala ‘abdina fa`tu bi shuratim mim mits lih (Al-Baqarah:23)

    Karena itu mereka meyakini bahwa: Abu Abdillah a.s (imam Syiah) berkata: Al-Qur’an yang dibawa oleh Jibril a.s kepada Nabi Muhammad saw adalah 17.000 ayat (Al-Kafi fil Ushul Juz II hal.634). Al-Qur’an mereka yang berjumlah 17.000 ayat itu disebut Mushaf Fatimah (lihat kitab Syi’ah Al-Kafi fil Ushul juz I hal 240-241 dan Fashlul Khithab karangan An-Nuri Ath-Thibrisy)

    4. Syi’ah meyakini bahwa para Sahabat sepeninggal Nabi saw, mereka murtad, kecuali beberapa orang saja, seperti: Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifary dan Salman Al-Farisy (Ar Raudhah minal Kafi juz VIII hal.245, Al-Ushul minal Kafi juz II hal 244)
    5. Syi’ah menggunakan senjata taqiyyah yaitu berbohong, dengan cara menampakkan sesuatu yang berbeda dengan yang sebenarnya, untuk mengelabui (Al Kafi fil Ushul Juz II hal.217)

    6. Syi’ah percaya kepada Ar-Raj’ah yaitu kembalinya roh-roh ke jasadnya masing-masing di dunia ini sebelum Qiamat dikala imam Ghaib mereka keluar dari persembunyiannya dan menghidupkan Ali dan anak-anaknya untuk balas dendam kepada lawan-lawannya.

    7. Syi’ah percaya kepada Al-Bada’, yakni tampak bagi Allah dalam hal keimaman Ismail (yang telah dinobatkan keimamannya oleh ayahnya, Ja’far As-Shadiq, tetapi kemudian meninggal disaat ayahnya masih hidup) yang tadinya tidak tampak. Jadi bagi mereka, Allah boleh khilaf, tetapi Imam mereka tetap maksum (terjaga).

    8. Syiah membolehkan nikah mut’ah, yaitu nikah kontrak dengan jangka waktu tertentu (lihat Tafsir Minhajus Shadiqin Juz II hal.493). Padahal hal itu telah diharamkan oleh Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib sendiri.

    Nikah Mut’ah
    Nikah mut’ah ialah perkawinan antara seorang lelaki dan wanita dengan maskawin tertentu untuk jangka waktu terbatas yang berakhir dengan habisnya masa tersebut, dimana suami tidak berkewajiban memberikan nafkah, dan tempat tinggal kepada istri, serta tidak menimbulkan pewarisan antara keduanya.

    Ada 6 perbedaan prinsip antara nikah mut’ah dan nikah sunni (syar’i):
    1. Nikah mut’ah dibatasi oleh waktu, nikah sunni tidak dibatasi oleh waktu.
    2. Nikah mut’ah berakhir dengan habisnya waktu yang ditentukan dalam akad atau fasakh, sedangkan nikah sunni berakhir dengan talaq atau meninggal dunia
    3. Nikah mut’ah tidak berakibat saling mewarisi antara suami istri, nikah sunni menimbulkan pewarisan antara keduanya.
    4. Nikah mut’ah tidak membatasi jumlah istri, nikah sunni dibatasi dengan jumlah istri hingga maksimal 4 orang.
    5. Nikah mut’ah dapat dilaksanakan tanpa wali dan saksi, nikah sunni harus dilaksanakan dengan wali dan saksi.
    6. Nikah mut’ah tidak mewajibkan suami memberikan nafkah kepada istri, nikah sunni mewajibkan suami memberikan nafkah kepada istri.

    Dalil-Dali Haramnya Nikah Mut’ah
    Haramnya nikah mut’ah berlandaskan dalil-dalil hadits Nabi saw juga pendapat para ulama dari 4 madzhab.

    Dalil dari hadits Nabi saw yang diwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya Shahih Muslim menyatakan bahwa dari Sabrah bin Ma’bad Al-Juhaini, ia berkata: Kami bersama Rasulullah saw dalam suatu perjalanan haji. Pada suatu saat kami berjalan bersama saudara sepupu kami dan bertemu dengan seorang wanita. Jiwa muda kami mengagumi wanita tersebut, sementara dia mengagumi selimut (selendang) yang dipakai oleh saudaraku itu. Kemudian wanita tadi berkata: Ada selimut seperti selimut. Akhirnya aku menikahinya dan tidur bersamanya satu malam. Keesokan harinya aku pergi ke Masjidil Haram, dan tiba-tiba aku melihat Rasulullah saw sedang berpidato diantara pintu Ka’bah dan Hijr Ismail. Beliau bersabda, Wahai sekalian manusia, aku pernah mengizinkan kepada kalian untuk melakukan nikah mut’ah. Maka sekarang siapa yang memiliki istri dengan cara nikah mut’ah, haruslah ia menceraikannya, dan segala sesuatu yang telah kalian berikan kepadanya, janganlah kalian ambil lagi. Karena Allah azza wa jalla telah mengharamkan nikah mut’ah sampai Hari Kiamat (Shahih Muslim II/1024)

    Dalil hadits lainnya: Dari Ali bin Abi Thalib ra. ia berkata kepada Ibnu Abbas ra bahwa Nabi Muhammad saw melarang nikah mut’ah dan memakan daging keledai jinak pada waktu perang Khaibar (Fathul Bari IX/71)

    Pendapat Para Ulama
    Berdasarkan hadits-hadits tersebut diatas, para ulama berpendapat sebagai berikut:

    - Dari Madzhab Hanafi, Imam Syamsuddin Al-Sarkhasi (wafat 490 H) dalam kitabnya Al-Mabsuth (V/152) mengatakan: Nikah mut’ah ini bathil menurut madzhab kami. Demikian pula Imam Ala Al Din Al-Kasani (wafat 587 H) dalam kitabnya Bada’i Al-Sana’i fi Tartib Al-Syara’i (II/272) mengatakan, Tidak boleh nikah yang bersifat sementara, yaitu nikah mut’ah

    - Dari Madzhab Maliki, Imam Ibnu Rusyd (wafat 595 H) dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid wa Nihayah Al-Muqtashid (IV/325 s.d 334) mengatakan, hadits-hadits yang mengharamkan nikah mut’ah mencapai peringkat mutawatir Sementara itu Imam Malik bin Anas (wafat 179 H) dalam kitabnya Al-Mudawanah Al-Kubra (II/130) mengatakan, Apabila seorang lelaki menikahi wanita dengan dibatasi waktu, maka nikahnya batil.

    - Dari Madzhab Syafi’, Imam Syafi’i (wafat 204 H) dalam kitabnya Al-Umm (V/85) mengatakan, Nikah mut’ah yang dilarang itu adalah semua nikah yang dibatasi dengan waktu, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, seperti ucapan seorang lelaki kepada seorang perempuan, aku nikahi kamu selama satu hari, sepuluh hari atau satu bulan. Sementara itu Imam Nawawi (wafat 676 H) dalam kitabnya Al-Majmu’ (XVII/356) mengatakan, Nikah mut’ah tidak diperbolehkan, karena pernikahan itu pada dasarnya adalah suatu aqad yang bersifat mutlaq, maka tidak sah apabila dibatasi dengan waktu.

    - Dari Madzhab Hambali, Imam Ibnu Qudamah (wafat 620 H) dalam kitabnya Al-Mughni (X/46) mengatakan, Nikah Mut’ah ini adalah nikah yang bathil. Ibnu Qudamah juga menukil pendapat Imam Ahmad bin Hambal (wafat 242 H) yang menegaskan bahwa nikah mut’ah adalah haram.

    Dan masih banyak lagi kesesatan dan penyimpangan Syi’ah. Kami ingatkan kepada kaum muslimin agar waspada terhadap ajakan para propagandis Syi’ah yang biasanya mereka berkedok dengan nama Wajib mengikuti madzhab Ahlul Bait, sementara pada hakikatnya Ahlul Bait berlepas diri dari mereka, itulah manipulasi mereka. Semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang lurus berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman Salafus Shalih.

    Rujukan:
    1. Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-Aql, Dirasat fil ahwa wal firaq wal Bida’ wa Mauqifus Salaf minha
    2. Drs. KH Dawam Anwar dkk, Mengapa Kita menolak Syi’ah
    3. H. Hartono Ahmad Jaiz, Di bawah Bayang-bayang Soekarno-Soeharto
    4. Abdullah bin Sa’id Al-Junaid, Perbandingan antara Sunnah dan Syi’ah.
    5. Dan lain-lain, kitab-kitab karangan orang Syi’ah.

  415. @kembali aqidah yg benar

    Ngga usah pake huruf besar dan tanda seru kayak gitu. Saya bisa baca kok tulisan anda.

    Mari kita luruskan beberapa hal mas,

    Apakah yang dinamakan fitnah?

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Fitnah adalah, “perkataan bohong atau tanpa dasar kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang…”

    Istilah ini masih memiliki beberapa pertanyaan mendasar, seperti:
    -Bagaimana kita tau bahwa berita itu bohong atau tanpa dasar kebenaran?
    -Bagaimana kita tau ia disebarkan dengan maksud menjelekkan orang?

    Disinilah perlunya menurut saya diskusi yang terbuka dan ilmiah, yang disatu sisi untuk membuktikan bahwa berita yg disebarkan hanya bermaksud untuk menjelekkan orang serta di satu sisi lain untuk membuktikan bahwa berita tsb adalah sebuah kebohongan serta tidak memiliki dasar kebenaran.
    Dasar kebenaran yang kita anut atau kita pegang sejatinya sama. Misalnya kita sepakat tentang keshahihan atau ketidakshahihan suatu hadits. Kita sepakat bahwa Bukhari adalah pengumpul hadits yang dapat dipercaya, dll.

    Jika katakanlah, seorang pemilik berita menyampai berita “kejelekan” seseorang atau sebuah paham, baik secara langsung maupun tidak, kepada khalayak dengan – katanya – untuk menguji dan mencoba mencari kebenaran (meskipun ada sekelompok manusia lain bertujuan untuk mempengaruhi) akan berita tsb yang dilakukan dengan landasan-landasan argumen/dalil yang logis, kuat dan bersih dari rekayasa, serta dengan cara membuka ruang diskusi, maka menurut saya hal itu tidaklah termasuk fitnah.
    Sebagai contoh, apakah fitnah jika SP memaparkan riwayat tentang kejatuhan Utsman dimana orang-orang yang dikenal sebagai sahabat melakukan tindakan-tindakan yang kurang terpuji? Saya tdk pernah membaca ada komentator yang menyebutnya sebagai fitnah, kecuali sebutan ghibah. Kita tdk mengatakan riwayat tsb sebagai fitnah karena ia dilandasi dengan argumen dan dalil yang kuat, terbukanya ruang diskusi untuk mengecek kebenarnnya serta kita tdk berbeda pendapat akan keadaan perawi hadits tsb, bukan?

    Sebaliknya, adalah sebuah fitnah jika si pemilik berita menyampaikan berita “kejelekan” seseorang atau sebuah paham, baik secara langsung maupun tidak, kepada khalayak dengan tujuan bukan untuk menguji dan mencoba mencari kebenaran namun hanya bertujuan untuk mempengaruhi dan doktrinasi. Terutama penyebaran tsb dilakukan dengan tanpa mengindahkan landasan-landasan argumen/dalil yang logis, kuat dan bersih dari rekayasa, serta tidak dengan cara membuka ruang diskusi. Sehingga pihak yang dirugikan atas berita tsb tdk mampu menjawab. Itu baru dibilang fitnah.

    Semoga istilah atau pendekatan ini bisa anda pahami dan kita sepakati.

    Kembali ke persoalan anda.

    Riwayat mengenai penganiayaan fisik terhadap Sayyidatina Fatimah oleh sekelompok orang di pasca meninggalnya Nabi saw menurut saya pribadi, mohon maaf, merupakan berita yang tidak dapat dipercaya keshahihannya. Mudah saja.

    (1) Penganiayaan fisik seperti itu tdk akan pernah terjadi kepada pribadi mulia nan halus, puteri kesayangan Nabi saw yang terjaga kesuciannya langsung oleh Allah swt. Jangankan kekerasan fisik, bertemu muka dan bersentuhan fisik saja beliau a.s selalu terhindar.

    (2) Imam Ali adalah peribadi yang sangat disegani dan ditakuti akan keberanian dan ketegasannya dalam menentang kezaliman. Dimana Imam Ali a.s pada saat dan setelah peristiwa itu (jika pernah) terjadi?

    Kemudian, apakah riwayat itu adalah fitnah atau bukan, tergantung dari apakah penyampaian berita tsb tdk disertai dengan ruang diskusi sebagai hak jawab dari kelompok yang dirugikan? Syarat dalil sdh dipenuhi. Yang belum adalah argumen (logis/tidak), kebersihan dari rekayasa serta ada tidaknya ruang diskusi.

    Demikian, semoga dapat dipahami.

    Selanjutnya saya punya saran, jika ingin mengajak diskusi mohon tdk dengan cara melempar copy paste dan dengan tema yg sangat beragam. Males jawabnya.

    Salam

  416. Salam

    Seperti biasa, Ibnu Saba’ dijadikan sbg senjata pamungkas dlm menyerang Syiah. Kami ada beberapa soalan buat mereka yg mengimani keberadaan Ibnu Saba’ dan peran yg dimainkannya atas para sahabat yg berakibat terjadinya Fitna al Kubra:

    1. Andai peran si Ibnu Saba ini begitu mendalam, apakah Nabi saaw tidak mengingatkan para sahabat khususnya dan umat amnya ttg bahaya yg bakal menimpa mereka oleh ulah si Ibnu Saba’ ini, seperti peringatan Nabi saaw ttg fitnah dari rumah Aisyah dan fitnah Najd?

    2. Apabila Ibnu Saba’ ini benar2 pendiri dan pengasas ajaran Syiah, kami mohon agar anda bawakan kami satu saja riwayat yg bersanad kpd Ibnu Saba’ ini dlm ajaran Syiah baik dari sisi akidah, fiqh, falsafah atau apapun saja…yg penting riwayat tersebut ada dia sbg satu perawinya.

    Oleh kerana anda riuh berteriak ttg ajaran Syiah dan kaitannya dgn Ibnu Saba’, tanpa membawakan riwayat yg sahih(yg kami tahu anda tidak bisa mampu), izinkan kami mengajar anda cara2 membuktikan sesuatu fakta itu.

    Kami akan bawakan hujah bagaimana kepercayaan andalah yg terserap dgn ajaran Yahudi.

    Teruskan membaca:

    Pada rekaman Hadis Muslim, Kitab 039, No 6707, Abu Huraira melaporkan bahwa Nabi menggenggam tanganku dan berkata: Allah yang Maha Agung dan Mulia menciptakan:
    Tanah pada hari Sabtu dan
    Gunung pada hari Minggu dan
    Pepohonan pada hari Senin dan
    Segala yang berkaitan kelengkapan pekerjaan pada Selasa dan
    cahaya pada hari Rabu dan
    Dan menyebarkan Binatang pada hari Kamis dan
    Adam setelah ashar pada hari Jum’at, ciptaan terakhir pada hari Jum’at antara Sore dan Malam

    Lalu perhatikan apa kata Syeikhul Wahabi Ibnu Taimiyah ttg hadis riwayat Abu Hurairah tersebut:
    ‘Mereka yg lebih berilmu dari al Muslim, seperti al Bukhari dan Yahya bin Ma’in telah mengkritik hadis ini. Al Bukhari berkata, ‘Ini bukan sabda Rasul saaw TETAPI KA’AB AL AHBAR’.
    (Ibn Taimiyyah, Majmu’ Fatawa (37 vols., ed. ‘Abd al-Rahman b. Qasim & his son Muhammad, Riyad, 1398), 18:18f.)

    Bagaiman hal ini bisa terjadi?

    Daynuri dan Ibnu Kathir meriwayatkan bahawa Ibn Said berkata, ‘Bertakwalah kpd Allah dan janganlah meriwayatkan hadis, kerana demi Allah, aku pernah bersama Abu Hurairah, di mana dia meriwayatkan sebuah hadis dari Rasul saaw dan sebuah riwayat dari KA’AB AL AHBAR, lalu dia menyampaikannya kpd beberapa orang dikeliling kami dan menyatakan RIWAYAT KA’AB KPD RASUL SAAW DAN HADIS RASUL SAAW KPD KA’AB’.
    (Ibnu Kathir, al Bidayah, jilid 8, hlm 109, Qutaibah Daynuri, Ta’wil Mukhtalaful Hadith, hlm 48 dan 50)

    Az Dzahabi, spt yg dipetik oleh Mahmud Abu Rayyah, berkata, ‘KA’AB berkata, ‘AKU TIDAK PERNAH MELIHAT SEORANG YG TIDAK MEMPELAJARI TAURAT TETAPI LEBIH MENGETAHUINYA DARI ABU HURAIRAH’
    (Mahmud Abu Rayyah, Adhwa’an alal Sunnatil Muhammadiyah, hlm 207)

    Diriwayatkan juga bahawa Abdullah bin Amru al Ash memiliki 2 unta yg SARAT DGN BUKU2 AHLUL KITAB DAN DIA BIASA MERIWAYATKANNYA KPD ORANGRAMAI’

    Utk itu Ibnu Hajar berkata, ‘Kerana inilah banyak ulama2 terkenal diantara murid2 para sahabat Nabi saaw menjauhi riwayat Abdullah bin Amru al Ash
    (Fath al Bari, jilid 1, hlm167)

    Sayyid Muhammad Rashid Rida, in his magazine Al-Manar of Egypt, said about Ka’b (correcting those who stated that Ka’b is very knowledgeable):
    “Being extremely knowledgeable does not necessarily mean being truthful.” Ka’b’s knowledge was attributed to the Old Testament so that it would be accepted. He also reported from other books and attributed these reports to the Old Testament to make them acceptable.

    Sayyid Muhammad Rashid Rida added that Ka’b was undoubtedly one of the most intelligent Rabbis before declaring his Islam and very capable of deceiving the Muslims.

    Sayyid Muhammad Rida also said that Ka’b was one of the Jewish heretics who displayed Islam and worshipped only to make his religious reports and opinions accepted. His conspiracy became popular and it deceived some of the companions. When some of the companions conveyed Ka’b’s reports without attributing them to him, some of their students and people after them took the reports as the words of the Prophet Muhammad. The scholar and journalist Sayyid Rida said “Ka’b was a volcano of fabricated hadiths. I am sure that he was a liar and I have no confidence in his Islam.” (Al-Manar magazine, part 27, page 541)

    Sekarang bagaimana, apa mazhab anda tidak tercemari ajaran Yahudi?

    Bawakan kami kisah spt ini ttg Ibnu Saba’ spt yg kami pertanyakan di atas.

  417. Ternyata Abdullah bin Saba’ bukan Tokoh Rekaan

    Bismillah
    Para ‘ulama terdahulu, baik dari kalangan ahli hadits, ahli sejarah, ataupun yang lainnya telah sepakat akan keberadaan tokoh besar syi’ah sekaligus pendirinya yang bernama Abdullah bin Saba’, tidak ada yang mengingkarinya kecuali sebagian syi’ah rafidhah.

    Masalah imamah (kepemimpinan umat) adalah masalah yang selalu ditonjolkan oleh Syi’ah Rafidhah, sehingga mereka dikenal dengan sebutan Syi’ah Imamiyah. Demikian pula membatasi masalah imamah ini hanya 12 imam yaitu Ali bin Abi Thalib dan keturunannya. Sehingga mereka dikenal pula dengan sebutan Syi’ah Itsna ‘Asyariyah.
    Pemikiran ini sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan pemikiran Yahudi, karena memang pendiri Syi’ah yang bernama Abdullah bin Saba’ adalah seorang Yahudi. Al Imam Abu Hafs bin Syahin di dalam kitabnya Al Lathifu fis Sunnah menyebutkan tentang mereka: “Diantara tanda-tanda mereka (Syi’ah), bahwasanya kesesatannya mirip dengan kesesatan Yahudi. Orang-orang Yahudi mengatakan: ‘Tidaklah berhak menjadi raja kecuali dari keturunan Nabi Daud.’ Demikian pula orang-orang Syi’ah mengatakan: ‘Tidaklah berhak memegang tampuk kepemimpinan umat kecuali keturunan Ali bin Abi Thalib.” (Minhajus Sunnah 1/24-25)
    Adapun yang mereka yakini sebagai pemimpin itu adalah:
    1. Ali bin Abi Thalib yang mereka juluki Al-Murtadha (lahir 10 tahun sebelum hijrah Nabi – 40 H)
    2. Al Hasan bin Ali (Az Zaki) (3-50 H)
    3. Al Husain bin Ali (Sayyid Syuhada’) (4-61 H)
    4. Ali bin Husain (Zainal Abidin) (4-95 H)
    5. Muhammad bin Ali bin Husain (Al Baqir) (38-95 H)
    6. Ja’far bin Muhammad (Ash Shadiq) (83-148 H)
    7. Musa bin Ja’far (Al Khadim) (128-182 H)
    8. Ali bin Musa (Ar Ridha) (148-202 atau 203 H)
    9. Muhammad bin Ali (Al Jawwad) (195-220 H)
    10. Ali bin Muhammad (Al Hadi) (212-254 H)
    11. Abu Muhammad bin Al Hasan (Al Askari) (232-260 H)
    12. Muhammad bin Al Hasan yang mereka juluki Al Mahdi (256 H)
    Imam kedua belas inilah yang diyakini kaum Syi’ah Rafidhah sebagai Imam Mahdi yang akan muncul di akhir jaman.
    Diantara yang melatarbelakangi pemikiran itu adalah Abdullah bin Saba’ Al Yahudi –pendiri Syi’ah– berpendapat adanya pewaris kepemimpinan setelah Nabi ? wafat. Dia menyatakan demikian karena setiap nabi memiliki pewaris sebagaimana halnya Yusya’ bin Nuun adalah pewaris Nabi Musa ?. Adapun pewaris Nabi ? adalah Ali bin Abi Thalib ?.

    Abdullah bin Saba’ yang juga dikenal dengan sebutan Ibnu Sauda’ adalah seorang Yahudi yang berasal dari negeri Yaman, tepatnya dari daerah Shan’a (Ibu kota Yaman). Ia berpura-pura masuk islam pada masa pemerintahan Utsman bin ‘Affan untuk menghancurkan islam dari dalam.

    Berbagai macam fitnah ia timbulkan. Ia terlibat dalam pembunuhan Khalifah Utsman bin ‘Affan, juga terlibat mengobarkan fitnah pada perang Jamal antara Ali dan ‘Aisyah, dan perang Shiffin antara Ali dan Mu’awiyyah radhiallahu ‘anhum. Kemudian pada pemerintahan ‘Ali ia kembali membuat ulah dengan memunculkan satu fitnah besar yaitu mengajak manusia untuk meyakini Khalifah Ali sebagai Tuhan. Dengan sebab ulahnya itulah para Saba’iyyah ketika itu harus rela dibakar oleh seorang yang mereka anggap sebagai Tuhan.[1]

    Abdullah bin Saba’ atau yang juga disebut dengan Ibnu Sauda’ bukanlah tokoh fiktif sebagaimana sangkaan sebagian orang-orang syi’ah sekarang. Diantara alasan mereka yang tidak mengakui keberadaan Abdullah bin Saba’ adalah, kata mereka, riwayat-riwayat yang menjelaskan tentang hakekat Abdullah bin Saba’ adalah lemah karena melewati jalur seorang perawi bernama Saif bin Umar At-Tamimi, ia telah dilemahkan oleh beberapa pakar hadits Ahlus Sunnah terkemuka.

    Alasan mereka yang sangat lemah ini dapat kita jawab dari beberapa sisi:

    Pertama: pernyataan mereka bahwa para ulama pakar hadits telah melemahkan Saif bin ‘Umar At-Tamimi adalah benar. Akan tetapi yang perlu diperhatikan bahwa yang mereka lemahkan adalah periwayatan haditsnya (maksudnya jika ia meriwayatkan hadits maka haditsnya lemah) adapun dalam masalah sejarah maka beliau dapat dijadikan sandaran dan rujukan, hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Hajar (beliau termasuk ulama yang mereka jadikan rujukan untuk melemahkan Saif bin Umar At-Tamimi) dalam kitabnya Tahdzibut Tahdzib 1/408 dan Taqribut Tahdzib 1/408 :

    Saif bin Umar At-Tamimi pengarang kitab Ar-Riddah, ada yang mengatakan dia Adh-Dhabi ada yang mengatakan selainnya, Al-Kufi Dha’if haditsnya, (akan tetapi) Umdah (bisa dijadikan sandaran) dalam bidang tarikh/sejarah.”

    Imam Adz-Dzahabi (juga ‘ulama yang mereka jadikan rujukan untuk melemahkan Saif bin Umar At-Tamimi) berkata dalam kitabnya Mizanul I’tidal 2/ 255, “Ia adalah pakar sejarah yang paham.”

    Demikian pula Al-Mubarakfuri dalam kitabnya Tuhfatul Ahwadzi 10/249 menyebutkan seperti ucapan Ibnu Hajar diatas.

    Umar Kahalah dalam kitabnya Mu’jamul Muallifin 4/288 mengatakan, “Saif bin Umar At-Tamimi Al Burjumi, Ahli sejarah berasal dari Kufah.”

    Maka jelaslah bahwa yang dilemahkan oleh para muhaditsin adalah riwayat haditsnya, adapun dalam permasalahan sejarah maka beliau termasuk ahlinya yang dapat dijadikan sandaran.

    Kedua: perlu diketahui bahwa riwayat-riwayat yang menjelaskan keberadaan Abdullah bin Saba’ baik yang terdapat dalam kitab Tarikh Ibnu Asakir, Tarikh Thabari, atau selain keduanya tidak hanya datang dari jalur Saif bin Umar At-Tamimi, akan tetapi juga diriwayatkan dari beberapa jalur yang sebagiannya shahih. Diantaranya adalah:

    Diriwayatkan dari jalur Abu Khaitsamah ia berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abbad ia berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Ammar ad-Duhani katanya, saya mendengar Abu Thufail berkata …..”
    Diriwayatkan melalui jalur ‘Amr bin Marzuk ia berkata, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Salamah bin Kuhail dari Zain bin Wahb ia berkata, “Ali radhiallahu ‘anhu berkata, ‘ada apa denganku dan dengan orang jahat yang hitam ini (maksudnya Abdullah bin Saba’) ia telah mencela Abu Bakar dan Umar radhiallahu ‘anhu.”
    Diriwayatkan pula melalui jalur Muhammad bin ‘Utsman bin Abi Syaibah ia berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ala ia berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin ‘Ayyas dari Mujalid dari Sya’bi ia berkata, “Pertama kali yang berdusta adalah Abdullah bin Saba’.”
    Ibnu Ya’la Al-Mushili berkata dalam kitab Musnadnya, “Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib ia berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hasan Al-Asadi ia berkata, telah menceritakan kepada kami Harun bin Shalih dari Harits bin Abdurrahman dari Abul Jallas katanya, ‘aku mendengar Ali berkata kepada Abdullah bin Saba’, ‘….”
    Berkata Abu Ishaq al-Fazzari dari Syu’bah dari Salamah bin Kuhail dari Abu Za’ra’ dari Zaid bin Wahb …………. (lihat semuanya di Lisanul Mizan 2/40)
    Ketiga: juga terdapat dalam kitab rujukan Syi’ah baik itu kitab tentang firqah, hadits, atau rijal riwayat yang cukup banyak yang sama sekali tidak melewati jalur Saif bin Umar At-Tamimi. Sebagaimana yang akan kita jelaskan insya Allah

    Abdullah bin Saba’ di Kitab-kitab Ahlus Sunnah

    Tentunya sangat banyak sekali penyebutan Abdullah bin Saba’ dalam kitab-kitab Ahlus Sunnah yang kesemuanya tidak lain menunjukkan keyakinan mereka akan keberadaannya:

    Ibnu Taimiyyah berkata, “Sesungguhnya permulaan rafidhah berasal dari seorang Zindiq, yaitu Abdullah bin Saba’.” (Majmu’ Fatawa 28/483)
    Imam Adz-Dzahabi berkata, “Abdullah (bin Saba’) termasuk zindiq yang ekstrim, ia sesat dan menyesatkan.” (Mizanul I’tidal 2/426)
    Ibnu Hajar berkata, “Abdullah bin Saba’ termasuk zindiq yang paling ekstrim…. Ia memiliki pengikut yang disebut Sabaiyyah, mereka (kaum Sabaiyyah) memiliki keyakinan sifat ketuhanan pada diri Ali bin Abi Thalib. Beliau telah membakar mereka dengan api pada masa kekhilafaannya.” (Lisanul Mizan 3/360)
    Abul Muzhaffar Al Isfarayini dalam Al Milal wan Nihal ketika menceritakan tentang As-Sabaiyyah berkata, “Dan bahwasanya yang membakar mereka adalah Ali, yaitu kelompok dari rafidhah yang meyakini padanya (pada Ali) ada sifat ketuhanan, merekalah yang disebut kelompok Sabaiyyah pendirinya adalah Abdullah bin Saba’ seorang Yahudi yang menampakkan keislaman…” (lihat Fathul Bari 12/270)
    Abdullah bin Muslim bin Qutaibah dalam kitabnya Ta’wilu Mukhtalafil Hadits 1/21 berkata, “Kami tidak pernah mengetahui ada pada ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang meyakini adanya sifat ketuhanan pada manusia selain mereka (yaitu rafidhah ekstrim). Sesungguhnya Abdullah bin Saba’ meyakini adanya sifat ketuhanan pada diri Ali.”
    Az Zarkali berkata, “Abdullah bin Saba’ pendiri kelompok Sabaiyyah.” (Al-A’lam 4/88)
    Demikian pula, para ulama’ Ahlus Sunnah sering sekali menjuluki seorang rawi yang beraqidah Rafidhah ekstrim sebagai Sabaiyyah (pengikut Abdullah bin Saba’), kalau seandainya Abdullah bin Saba’ adalah tokoh fiktif mana mungkin mereka memakai istilah tersebut.

    Ash-Shafadi berkata, “As-Sabaiyyah dinisbahkan kepada Abdullah bin Saba’.’ (Al-Wafil Wafayat 5/30)
    Beliau juga berkata, “Pendiri As-Sabaiyyah adalah Abdullah bin Saba’, dialah pendiri kelompok Sabaiyyah, dia pula yang berkata kepada Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, ‘Kamu adalah Tuhan.” (5/393)
    Ibnu Hibban berkata, “Dan adalah al-Kalbi seorang Sabaiyyah termasuk yang berkeyakinan Sesungguhnya Ali belum mati, dia akan kembali ke dunia sebelum hari kiamat…” (Al-Majruhin 2/253)
    Ibnu Makula berkata dalam kitab Rijalnya, “Faraj bin Sa’id bin ‘Alqamah bin Abyadh bin Hamal As Sabay… dan Sabayyah termasuk rafidhah yang paling ekstrim nisbah kepada Abdullah bin Saba’. (lihat Ikmalul Kamal 4/536)
    As Sam’ani dalam kitabnya Al Ansab 3/209 berkata, “Dan Abdullah bin Wahb as Saba’i, gembong khawarij, menurutku bahwa Abdullah bin Wahb ini dinisbahkan kepada Abdullah bin Saba’, dia dari rafidhah, dan jama’ah dari mereka yang dinisbahkan kepadanya disebut, as Sabaiyyah.”
    As Suyuthi dalam kitabnya Lubbul Lubab fi Tahriril Ansab 1/42 berkata, “…Dan (dinisbahkan juga) kepada Abdullah bin Saba’ pendiri Sabaiyyah dari rafidhah.”
    Dan selain mereka banyak sekali.
    Abdullah bin Saba’ di Kitab-kitab Syi’ah

    Al Kisysyi dalam kitabnya Ar-Rijal 1/324 meriwayatkan dari Muhammad bin Qauluwiyah ia berkata, telah menceritakan kepadaku Sa’d bin Abdillah ia berkata, telah menceritakan kepadaku Ya’qub bin Yazid dan Muhammad bin ‘Isa dari Ali bin Mihziyar dari Fudhalah bin Ayyub al-Azdi dari Aban bin Utsman ia berkata, “Aku mendengar Abu Abdillah berkata, ‘La’nat Allah atas Abdullah bin Saba’, sesungguhnya ia meyakini adanya sifat ketuhanan pada diri Amirul Mukminiin (Ali), padahal demi Allah! Amirul Mukminin hanyalah seorang hamba yang taat.”
    Demikian pula Al Qummi dalam kitabnya Al Khishal meriwayatkan seperti diatas dengan sanad yang berbeda.
    Dan selain keduanya.
    Maka dari uraian diatas kita mengetahui bahwa Abdullah bin Saba’ bukanlah tokoh fiktif/khayalan/rekaan/dongeng. Ini telah menjadi kesepakatan para ‘ulama sejarah, hadits, dan pengarang kitab tentang firqah, thabaqat, Rijal, adab, dan Ansab. Maka kaum syi’ah tidak memiliki celah untuk mengingkari keberadaan Abdullah bin Saba’.

    Jadi pembahasan tentang Abdullah bin Saba’ tidak sebatas ada dalam kitab Tarikh Ath-Thabari saja dan tidak hanya melalui jalur periwayatan Saif bin ‘Umar At-Tamimi, walaupun beliau adalah seorang yang dapat dijadikan sandaran dalam bidang sejarah sebagaimana yang kami jelaskan diatas.

    Setelah ini semua, masihkah kita mengingkari keberadaan Abdullah bin Saba’ si Yahudi sebagai pencetus syiah rafidhah yang berpura-pura masuk islam?

    Inilah yang dapat kami suguhkan pada kesempatan kali ini. Wallahu a’lam bish shawwab.
    ——————————————————————————–
    [1] Lihat biografi Abdullah bin Saba’ selengkapnya di Tarikh Dimasyq 3/29, Tarikh Thabari, Al Kamil karya Ibnul Atsir, Al Ma’arif hal.622 karya Ibnu Qutaibah, Mizanul I’tidal 2/426, Al Milal wan Nihal hal.365 karya Asy-Syihristani, Al Wafi bil Wafayat 17/189.

  418. ABDULLAH BIN SABA TOKOH FIKTIF??

    Dakwaan yang mengatakan Abdullah bin Saba itu adalah tokoh fiktif, selalu dielu-elukan oleh orang syi’ah modern dan orang orentalis, agar mereka bisa diterima ditengah-temgah masyarakat. Dakwaan seperti ini bagaikan orang yang mengingkari cahaya matahari ditengah siang bolong lagi cerah.

    Marilah kita lihat apa pengakuan orang syiah terdahulu terhadap keberadaan Abdullah bin Saba, sebagai bukti yang konkrit atas keberadaannya :

    1) An Nasyi Al Akbar (293 H) mencantumkan tantang Ibnu Saba, dan golongan As Sabaiyah, yang teksnya: “Dan suatu golongan yang mereka mendakwahkan bahwa Ali ‘alaihi salam masih hidup dan tidak pernah mati, dan ia tidak akan mati sampai ia menghalau (mengumpulkan) orang arab dengan tongkatnya, orang ini adalah As Sabaiyah, pengikut Abdullah bin Saba. Dan adalah Abdullah bin Saba seorang laki-laki dari penduduk San’a, seorang yahudi, telah masuk Islam lewat tangan Ali dan bermukim di Al Madain….” [Masailul Imaamah Wa Muqtathofaat minil kitabil Ausath fil Maqalat / ditahqiq oleh Yusuf Faan As, (Bairut 1971) hal : 22, 23.]

    2) Al Qummi (301 H), menyebutkan : “Sesungguhnya Abdullah bin Saba adalah orang yang pertama sekali menampakkan celaan atas Abu Bakr, Umar, dan Utsman, serta para sahabat, dan berlepas diri dari mereka. Dan ia mendakwakan sesungguhnya Ali-lah yang memerintahkannya akan hal itu. Dan sesungguhnya Taqiyah tidak boleh. Lalu Ali diberitahukan, lantas Alipun menanyakannya akan hal itu, maka ia mengakuinya. Dan Ali memerintah untuk membunuhnya, lalu orang-orang berteriak dari setiap penjuru : “Wahai Amirul Mukminin apakah anda akan membunuh seorang yang mengajak kepada mencintai kalian Ahli Bait, dan mengajak kepada setia kepadamu dan berlepas diri dari musuh-musuhmu, maka biarkan dia pergi ke Al Madain” [Al Maqaalat wal Firaq, hal : 20. Diedit dan dikomenteri serta kata pengantar oleh Dr. Muhammad Jawad Masykur, diterbitkan oleh Muasasah Mathbu'ati 'athani, Teheran 1963]

    3) An Naubakhti (310H) menyetujui Al Qummi dalam memperkuat barita-berita tentang Abdullah bin Saba, lalu ia menyebutkan satu contoh, yaitu bahwasanya tatkala sampai kepada Abdullah bin Saba berita kematian Ali di Madain, maka ia berkata kepada orang yang membawa berita itu : “Kamu telah berdusta kalau seandainya kamu datang kepada kami dengan otaknya sebanyak tujuh puluh kantong, dan kamu mendatangkan tujuh puluh saksi atas kematiannya, maka sungguh kami telah mengetahui sesungguhnya dia belum mati, dan tidak terbunuh, dan tidak akan mati sampai ia memiliki bumi”. [Firaqus Syi'ah : hal : 23. oleh Abu Muhammad Al Hasan bin Musa An Naubakhti, ditashhih oleh H. Raiter, Istambul, percetakan Ad Daulah, 1931]

    4) Al Kisysyi mencantumkan (dari tokoh-tokoh abad ke empat) beberapa riwayat yang menegaskan hakikat Ibnu Saba, dan menerangkan kabar beritanya, dan ini sebagiannya: “Telah menceritakan kepada saya Muhammad bin Quluwiyah Al Qummi, ia berkata : telah menceritakan kepada saya Sa’ad bin Abdillah bin Abi Khalaf Al Qummi, ia berkata telah menceritakan kepada saya Muhammad bin Utsman Al Abdi dari Yunus dengannya, Abdurrahman bin Abdillah bin Sinan telah berkata : telah menceritakan kepada saya Abu Ja’far Alaihis Salam : sesungguhnya Abdullah bin Saba, adalah orang yang mendakwakah kenabian, dan mendakwakan bahwa sesungguhnya Amirul Mukminin alaihi salam, sebagai Allah, Maha tinggi dari hal itu dengan ketinggian yang besar. Lalu berita itu sampai ke Amiril mukminin alaihis salam, beliau menanyakannya, maka iapun mengakui hal itu, dan berkata : Ya, engkau adalah Dia (Allah), dan sungguh telah dibisikkan ke dalam hatiku, bahwasanya engkau adalah Allah, dan saya adalah nabi. Lalu Amirul Mukminin berkata kepadanya : Celaka kamu, sungguh syaitan telah menguasaimu, kembalilah kamu (kepada kebanaran) dari ini, celaka ibumu, dan bertaubatlah. Maka iapun enggan (untuk bertaubat), lalu beliau menahannya, dan memintanya agar bertaubat selama tiga hari, namun belum juga bertaubat, lantas beliau membakarnya dengan api, dan berkata : syaitan telah menguasainya, selalu mendatanginya dan membisikkan ke dalam hatinya hal itu.” [Al Kisysyi : Rajalul Kasysyi hal : 98, 99, Ma'rifatu Akhbaarir Rijaal (al mathba'ah al musthafawiyah 1317) hal : 70]

    5) Abu Hatim Ar Razi (322H) (bukan Abu Hatim Sunni karena ia meninggal th 277 H) menyebutkan bahwasanya Abdullah bin Saba dan orang-orang yang mengikuti perkataannya dari kalangan As Sabaiyah, adalah mereka mendakwakan sesungguhnya Ali adalah Tuhan dan beliau menghidupkan orang mati, dan mendakwakah menghilangnya Ali setelah meninggal dunia dan berhenti sebatas itu… [Az Zinah Fil Kalimaatil Islamiyah Al 'Arabiyah, hal : 305. ditahqiq oleh DR. Abdullah bin Salum As Samiraai (terbitan Daarul Huriyah litaba'ah, di baghdad 1392 H / 1972)].

    6) Berkata syeikh golongan ini : Abu Ja’far Muhammad bin Al Hasan at Thuusi (460 H) tentang Ibnu Saba, bahwa sesungguhnya ia telah kembali kepada kekafiran dan menampakkan pujian yang melampaui batas, kemudian ia menukilkan di kitabnya “Tahdziibul Ahkaam” sikap Ibnu Saba dimana ia menantang Ali dalam mengangkat kedua tangan ke langit. [At Thuusi "Tahdziibul Ahkaam" (diterbitkan oleh Darul Kutub Al Islamiyah / Teheran, cetakan ke dua) dita'liq oleh Hasan AL Musawi, 2/322.]

    7) Al Hasan bin Ali Al Hulliy (726 H) menyebutkan Abdullah bin Saba dari golongan-golongan orang yang lemah (tercela). [Ar Rijaal (cetakan AL Haidariyah / An Najfah 1392 H) : 2/71]

    8) Adapun Ibnu Murtadha (Ahmad bin Yahya meninggal tahun 840 H) yang ia itu adalah orang mu’tazilah dan menisbatkan dirinya ke Ahli Bait, dan termasuk imam (tokoh) syi’ah Zaidiyah, maka dia tidak hanya memperkuat keberadaan Ibnu saba, bahkan menegaskan bahwa sumber ajaran syiah dinisbatkan kepada Abdullah bin Saba, karena ia adalah orang yang pertama kali membuat perkataan adanya nas (ketetapan keimaman), dan perkataan keimaman dua belas imam. [Tabaqatul Mu'tizilah (diterbitkan oleh Faranz Syatain / cetakan Al Katolikiyah / Bairut hal : 5 dan 6) dan lihat juga Dirasaat fil firaq wa aqaidil Islamiyah (diterbitkan oleh Penerbit Irsayd Baghdad) hal : 5]

    Ini adalah sebagian kecil dari nash-nash yang dikandung oleh buku-buku syi’ah dan riwayat-riwayat mereka tentang Abdullah bin Saba, dan saya sebutkan di riwayat-riwayat di atas tanpa komentar karena nas itu sendiri sudah cukup untuk memberikan apa yang kita maksudkan di sini, nas-nas itu boleh dikatakan dokumen-dokumen tertulis yang membantah orang-orang dari kalangan syi’ah belakangan ini yang berusaha untuk mengingkari keberadaan Abdullah bin Saba dan meragui kabar beritanya, dengan dalih sedikitnya berita atau lemahnya sumber-sumber yang menceritakan.

  419. Saif bin Umar At Tamimi

    Menurut orang Syi’ah modern Abdulah Bin Saba’ hanyalah tokoh fiktif ciptaan Saif bin Umar Tamimi yang disebut pertama kali dalam bukunya berjudul al-Futuh al Kabir wa ar Riddah dani al-jamal wamasiri Ali wa Aisyah (170 H). Mereka juga mengatakan bahwa keberadaan Abdullah bin Saba’ ini adalah fiktif, dikarenakan hanya bersumber dari satu orang yaitu Saif At-Tamimi, yang dinilai cacat (oleh ahli jarh wa ta’dil). Tertolaknya riwayat tentang Abdullah bin Saba’ bukan hanya karena dalam jalur periwayatannya terdapat Saif At-Tamimi, melainkan bahwa Saif At-Tamimi merupakan sumber tunggal tentang cerita keberadaan Abdullah bin Saba’ yang dengan predikat semacam itu maka sudah semestinya setiap kisah dari Saif At-Tamimi tidak bisa dipercaya, baik dalam wacana syari’at maupun tarikh.

    Perkataan tentang Saif bin Umar At Tamimi tersebut seakan mereka sedang berusaha untuk menegakkan benang basah, dengan dalih Saif bin Umar At Tamimi haditsnya tidak bisa diterima, maka saya katakan:

    Kalau seandainya yang anda cantumkan dari perkataan ulama jarh wa ta’dil tentang Saif bin Umar at Tamimi, bahwa lemah dan haditsnya tidak bisa diterima maka pembicaraan anda terfokus pada Saif bin Umar At Tamimi yang berkapasitas sebagai muhadits (ahli hadits dan yang meriwayatkan hadits). Tapi apa gerangan perkataan ulama tentang dia sebagai orang yang berkapasitas Ahli sejarah, marilah kita kembali ke buku-buku rijal (jarh wa ta’dil):

    Berkata Adz Dzahabi : “Adalah ia sebagai ahli sejarah yang mengetahui” (Mizan ‘Itidal : 2/255).

    Berkata Ibnu Hajar : “Lemah dalam Hadits, pakar (rujukan) dalam sejarah” (Taqriibut Tahdziib no 2724).

    Dangan ini habislah “lemah dan ditinggalkan” yang dinisbatkan ke diri Saif sebab perkataan itu ditujukan dalam segi Hadits bukan dalam segi sejarah. Inilah titik pembahasan kita.

    Perlu diketahui, kita harus membedakan antara meriwayatkan hadits dengan yang meriwayatkan sejarah (kisah), maka atas yang pertama (riwayat hadits) hukum-hukum dibangun dan ditegakkan, dilaksanakannya hudud, maka ia berhubungan langsung dengan pokok syariat agama yaitu sunnah nabi, dan sinilah ulama selalu sangat hati-hati menentukan syarat-syarat orang yang akan diambil riwayatnya. Berbeda halnya dengan riwayat sejarah (kisah), walaupun tak kalah penting -apalagi dalam mengisahkan sejarah sahabat- akan tetapi tidak melahirkan hukum-hukum yang lazim dari ajaran agama, karena perkataan seseorang itu bisa dipakai dan dibuang kecuali perkataan penghuni kubur ini (yaitu Nabi) sebagaimana kata Imam Malik. Sebab semua perkataan nabi menjadi syariat bagi kita, semua yang shahih harus diambil dan tidak boleh ditinggalkan.

    Sebagai argumen yang memperkuat perkataan kita bahwa Saif bin Umar at Tamimi ini adalah umdah, pokok, dan tempat bersandar dalam masalah sejarah, diantaranya:

    Bahwa Imam Thobari menukil darinya kejadian-kejadian fitnah lebih banyak daripada yang lain, sampai-sampai ia berpatokkan kepadanya. (lihat At Thobari :4/344).

    Kemudian Adz Dzahabi menjadikan Saif adalah salah satu sumber yang dipegangnya dalam kitabnya Tarikhul Islam. (lihat tarikhul Islam : 1/14,15).

    Adapun Ibnu Katsir ia lebih cenderung untuk menshahihkan riwayat Saif dalam kronologi terbunuhnya Utsman, walaupun ia mencatumkan lebih dari satu riwayat dalam bab itu, perlu diketahui bahwa di bab itu ada riwayat Khalifah bin Khayat (salah seorang guru Bukhari) dan riwayatnya lebih kuat dari riwayat Saif. (lihat bidayah wan nihayah : 7/203).

    Dari pandangan ahli sejarah yang terdahulu kita meninjau pendapat ahli sejarah masa kini tentang Saif bin Umar At Tamimi :

    Muhibbuddin Al Kahthib berkata tentang Saif : “. Dan beliau adalah ahli sejarah yang paling mengetahui tetang sejarah Iraq”

    Dan darinya dari guru-gurunya ia berkata : “dan ia orang yang lebih mengetahui dari kalangan ahli sejarah tetang kejadian di Iraq. “

    Berkata Ahmad Ratib ‘Armusy : “dan jelas dari referensi buku-buku biografi, bahwa sesungguhnya Saif tidak termasuk perowi hadits yang diandalkan (dipercayai), akan tetapi pengarang-pengarang buku biografi itu sepakat bahwa dia adalah pakar / pemimpin dalam sejarah, bahwasanya dia itu adalah ahli sejarah yang mengetahui, dan sungguhn At Thobari telah bersandar kepadanya dalam kejadian-kejadian di masa permulaan Islam.” [lihat buku Fitnah wa waqi'atul Jamal, hal : 27]

    Adapun Dr. Ammar At Tholibi mengisyaratkan bahwa Saif adalah termasuk ahli sejarah yang terdahulu, karena ia meninggal pada zaman pemerintahan Ar Rasyid (193 H) setelah tahun 170 H. dan dari segi lain ia merupakan rijal Tirmizi (279 H) -orang-orang yang melaluinya Tirmizi meriwayatkan hadits-, dan ia (Tirmizi) belum menyanggah riwayatnya akan perowi lain. Dan tidak seorangpun dari kalangan ahli hadits dan ahli sejarah yang membantah khabarnya (riwayatnya) khususnya berhubungan dengan Ibnu Saba. [lihat buku : Araa' Khawarij : 77].

    Kita tambahkan lagi di sini bahwa sesungguhnya orang-orang yang menghukum Saif itu lemah (dalam hadits), dan berbicara tentang dirinya, mereka meyebutkan Ibnu saba, dan mereka tidak mengingkarinya, seperti : Ibnu Hibban (Al Majruhiin 1/208 dan 2/253), Adz Dzahabi (Al Mughni fi Du’afaa’ 1/399 dan di Mizanul ‘Itidal 2/426) dan Ibnu Hajar (Lisanul Mizan 3/290).

    Dengan demikian dapatlah kita memastikan bahwa Abdullah bin Saba, bukanlah tokoh fiktif akan tetapi adalah tokoh yang ada realitanya, dan terbukti ia itu ada. Hal itu telah disaksikan sendiri oleh buku-buku syiah terdahulu yang menjadi pegangan mereka. Dan sesungguhnya orang yang berusaha mengkaburkan dan mengingkari keberadaan Abdullah bin Saba, sama dengan orang yang mengingkari cahaya matahari pada siang bolong yang terang benderang. Dan sama dengan orang yang mengingkari keberadaan Khumaini yang telah meninggal.

  420. @harlan fauzan ali,

    Sungguh penjelasan yg menyesatkan!!!

  421. Emang SYIAH sudah SESAT,, mau diapain lagi.
    TOBAT syeikh.. kembali kepada AL-QUR’AN wa SUNNAH ala fahmi SALAFUSSHALIH.

  422. menurut saya, tidak penting dan tidak wajib ‘Abdulullah bin Saba’ diperdebatkan ada atau tidak ada.
    sekarang pertanyaannya
    1. apa yang tidak sesuai dengan Al-Quran atas faham syiah
    2. apa yang tidak sesuai dengan faham Sunni

    sejarah memang harus diteliti, tetapi jangan lupa bahwa sjarah bisa diplintir, jangankan sudah terjadi ratusan tahun. peristiwa g30 s pki pun yang baru puluhan tahun bisa diplintir oleh para penguasa.

    Jika dibandingkan antara sahabat dan kerabat Rasul (Ahlul Byt) pasti sangat berbeda lah. tidak bisa disamakan antara anak dan teman/sahabat. jika saja Muawiyah menurunkan khalifahnya kepada Yazid anda tidak protes.
    kenapa Rasulullah kepada Imam Ali (dari bayi hingga dewasa diasuh rasulullah) anda Protes.
    PASTI TIDAK AKAN SAMA KUALITAS IMAM ALI DENGAN ORANG LAIN.

  423. @harlan fauzan

    Sy tdk tau sdh sampai dimana kedunguan anda dan manhaj anda yg menganggap Abdullah bin Saba sebag pendiri Syiah. Jika memang seperti itu keyakinan anda tentang Syiah, tolong jawab pertanyaan yang sederhana dari sdr Hadi;

    Apabila Ibnu Saba’ ini benar2 pendiri dan pengasas ajaran Syiah, kami mohon agar anda bawakan kami satu saja riwayat yg bersanad kpd Ibnu Saba’ ini dlm ajaran Syiah baik dari sisi akidah, fiqh, falsafah atau apapun saja…yg penting riwayat tersebut ada dia sbg satu perawinya.

    Jika anda tdk mampu menjawab, dan saya tau anda tak akan mampu, mohon tdk perlu diteruskan tuduhan-tuduhan ini.
    Ketidakmampuan anda menjawab menunjukkan apa yang anda terima dari mulut berbisa syaikh anda hanya anda telan mentah-mentah tanpa menggunakan otak yang telah dianugerahkan allah swt kepada anda.

    Salam

  424. @harlan fauzan ali,

    Terlepas dari fiktif dan non fiktifnya Abdullah bin Saba yg jelas mazhab Syi’ah Imamiah berpegang teguh kpd perintah Allah swt dlm QS Almaidah 67 dan sunnah Rasulullah saw dlm hadits Tsaqalain dan Ghadir Khum. Adapun orang yg berbeda pemahamannya terlebih jauh lagi mengkafirkan atau menyesatkan mazhab tsb, mereka adalah orang-orang keliru mengambil kitab dari para pembenci Ahlulbait Nabi saw sebagai bahan rujukan.

    Wassalam

  425. @armand

    Saya pikir COPY PASTE tidak masalah, sepanjang untuk mencari kebenaran.
    Anda sendiri, mencari kebenaran aqidah dari KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA. Apa tidak RAPUH landasannya. Kalau ingin mencari kebenaran berdasarkan DALIL dan NASH, seperti yg anda katakan.

    Ada kontradiksi BESAR dalam pernyataan anda ,yaitu

    Anda mengatakan:

    Riwayat mengenai penganiayaan fisik terhadap Sayyidatina Fatimah oleh sekelompok orang di pasca meninggalnya Nabi saw menurut saya pribadi, mohon maaf, merupakan berita yang tidak dapat dipercaya KESAHIHANNYA. Mudah saja.

    Sedangkan anda bilang sebelumnya, bahwa syiah dipenuhi oleh kitab dan buku yg mampu memperkaya khazanah dan wawasan.

    BEGITU MUDAHKAH MULUT seorang SYIAH MEMUTAR BALIKKAN FAKTA DAN PERNYATAAN. BEGITU BANYAKKAH KITAB-KITAB SYIAH YANG TIDAK SAHIH.

    KITAB-KITAB yg memuat riwayat pemukulan Fatimah adalah:

    -Kitab Sulaim bin Qais, Tahqiq Muhammad Baqir Al Anshari. Jilid 3 hal 588
    -Dala’ilul Imamah, At Thabari, hal 45
    -Multaqal Bahrain hal 81, Al Jannah Al Ashimah hal 251
    -Kitab Sulaim bin Qais , jilid 3 hal 538
    -Itsbatul Washiyyah hal 123.
    -Al Ihtijaj dan Biharul Anwar jilid 10.
    -kitab Al Awalim jilid 2 hal 58
    -Amali Mufid hal 38
    - juga kitab Al Ikhtishash
    -Ma’sat Az Zahra jilid 2 hal 143, Sayyid Ja’far Murtadha
    Al Muntakhab, hal 136 karya At Thuraihi
    -Amali Shaduq hal 100
    -Talkhis Syafi jilid 3 hal 156
    -Ahwal Saqifah/ Kamil Al Baha’I, Hasan bin Ali bin Muhamamd bin Ali bin Hasan At Thabari yang dikenal dengan nama Imadudin At Thabari, jilid 1 hal 312
    -Al Ihtijaj jilid 1 hal 212, Mir’atul Uqul jilid 5 hal 320.

    BEGITU BANYAKKAH KITAB-KITAB YG TIDAK SAHIH?
    Bagaimana anda mau membuka wawasan dan khazanah dengan kitab-kitab TIDAK SAHIH tersebut?

    Yang benar yg mana?

    Menurut anda kitab2 di atas TIDAK SAHIH. Apakah anda mau menyalahi penulis-penulis yg ada di KITAB -KITAB SYIAH itu? Sejauh mana ke SYIAH an anda?

    BANYAK KONTRADIKSI DALAM PERNYATAAN ANDA , jadi males nanggapinnya.

  426. @abu rahat

    anda mengatakan TANAH KARBALA bukan tanah suci.
    saya bawakan riwayat dari syiah, yaitu:

    risalah (tulisan / karangan) yang ditulis oleh seorang Syi’ah yang biasa dipanggil As-Sayyid Abdur-Ridla Al-Mar’isyi Asy-Syihristaani dengan judul As-Sujud ‘ala At-Turbah Al-Husainiyyah pada hal. 15 dia berkata: “Telah diriwayatkan bahwa sujud di atas tanah Karbala paling utama karena kemuliaan dan kesucian tanah tersebut. Serta kesucian orang yang dikubur di tanah tersebut. Dan telah diriwayatkan hadits dari A`imatil ‘Ithrah Ath-Thahirah alaihimus salam[3] bahwa sujud di atas Karbala menerangi bumi yang ketujuh. Dalam riwayat lain: “Dapat menembus ketujuh hijab. Dan dalam riwayat lain: Allah menerima shalat orang yang bersujud di atas tanah Karbala yang Dia tidak menerima shalat orang yang bersujud di selainnya. Dalam riwayat lain bahwa sujud di atas tanah kuburan Husein menerangi bumi.”

    Mana yg benar?

    Memang mulut syiah kalau meriwayatkan dan menulis sesuatu selalu membingungkan atau anda sedang menutup-nutupi.
    TULISAN ITU TERPAMPANG JELAS DI KITAB SYIAH.

    TOLONG, SAYA SEDANG MENCARI AQIDAH YG BENAR.

  427. @kembali ke aqidah yg benar

    TOLONG, SAYA SEDANG MENCARI AQIDAH YG BENAR.

    Saran saya, definisikan dengan tepat makna aqidah.
    Salah memaknai kata aqidah maka kita akan salah cari.
    Saya lihat anda berputar2 di masalah khilafiyah. Kecuali anda memaknai semua hal dari yang kecil hingga besar sbg aqidah.
    hati2, bisa2 anda terpaksa mengatakan bahwa perbedaan mazhab dalam sunni pun adalah perbedaan aqidah.

    Wassalam

  428. @kembali ke aqidah yang benar

    Kontadiksi? Silakan. Tapi coba baca ini;

    (1) Saya hanya mengutarakan pendapat pribadi saya berdasarkan teks yg anda kutip (benar/tidaknya teks tsb dari naskah aslinya sesungguhnya msh perlu pengesahan, terutama watak manhaj anda yg kerap mengubah-ubah teks).
    Tidak ada kaitannya pendapat saya dengan sunni-syiah. Siapa pun dan dari manhaj manapun berhak untuk memberikan argumen. Tidak perlu wahabi untuk menentang dan tidak harus syiah utk membenarkan.
    Pendapat saya tidak harus benar, silakan koreksi jika ada yang keliru.

    (2) Tidak shahihnya riwayat dalam suatu kitab adalah merupakan keniscayaan. Riwayat2 dalam kitab2 syiah pun begitu saya kira. Anda harusnya mengerti hal ini. Ah, saya lupa, anda tentu tdk mengerti karena semua kitab yang jadi rujukan anda dan manhaj sudah pasti shahih.

    (3) Mengenai kebenaran/ketidakbenaran riwayat atas sebuah kitab, ini pendapat saya:
    “Semua kitab adalah pantas untuk diragukan, kecuali kitabullah Alquran”.
    Tidak peduli kitab syiah, sunni, shahih bukhari, shahih muslim, kitab wahabi, tidak diyakini kebenarannya kecuali melalui keraguan.

    (4) Jika anda tidak percaya bahwa kitab-kitab syiah sungguh menambah wawasan keislaman, maka terserah anda, tidak ada paksaan. Sesungguhnya ketidakpercayaan bersumber dari ketidaktahuan.

    Salam

  429. @truthseeker08

    anda bilang bahwa perihal keutamaan sujud di atas tanah karbala BUKAN perkara AQIDAH? Hanya masalah KHILAFIYAH?

    LUAR BIASA.

    Dalam aqidah AHLUSSUNNAH itu adalah perkara syirik/menyekutukan Allah SWT.

    Coba lihat hadits yg saya bawa:

    “Allah menerima shalat orang yang bersujud di atas tanah Karbala yang Dia tidak menerima shalat orang yang bersujud di selainnya. Dalam riwayat lain bahwa sujud di atas kuburan Husein menerangi bumi.”

    Apalagi penulis hadits membawa nama ALLAH SWT.

    Saya jadi bertanya-tanya, di manakah letak BATAS antara HANYA KHILAFIYAH dan SYIRIK menurut adidah SYIAH?

  430. @ kembali ke aqidah yg benar

    Coba saya mentakwilkan hadits yg anda bawakan, kalau seandainya kurang berkenan teman-teman yg lain boleh mengkoreksinya.

    “Allah menerima shalat orang yang bersujud di atas tanah Karbala yang Dia tidak menerima shalat orang yang bersujud di selainnya. Dalam riwayat lain bahwa sujud di atas kuburan Husein menerangi bumi.”

    Begini takwilnya,

    Orang bersujud di tanah Karbala berarti orang yg menegakkan kebenaran risalah Islam, seperti syahidnya imam Husein as ketika berjuang demi tegaknya kebenaran risalah Islam yg dibawa oleh kakeknya Rasulullah saw untuk membela diri dari penguasa thagut Yazid bin Muawiyyah yg gila kekuasaan, sehingga syahid di tanah Karbala. Peristiwa ini tentu saja akan menerangi bumi.

    Wassalam

  431. memang percuma perdebatan antar mazhab disini, nantinya bias kemana-mana, belum tuntas pembahasan sahabat Vs Ahlul byt, lalu Karbala dll…
    semuanya berpegang pada ulama masing-masing,..
    karena semua bermuara pada siapa ulama yang dianut.
    Ibnu Taimiyah dan CS CS nya, atau Wahabinya
    atau
    Dari kalangan Imam, atau syiahnya..
    tetapi logika/analisa saya memutuskan ‘bahwa ulama yang wajib dipegang adalah yang rantai keilmuannya JELAS-JELAS HARUS TIDAK TERPUTUS DARI BAGINDA RASULULLAH SAW’ AGAR DPT DIPERTANGGUNG JAWABKAN DIDUNIA (Sekarang) DAN AKHIRAT (nanti).

    JIka sunni mengakui Imam Ali adalah sahabat yang paling utama, kenapa Tidak kita pelajari hadist/kitab2 yang berasal dari beliau. kitab2 dari cucu Rasulullah. bahkan terkesan LANGSUNG VONIS HARAM THD KITAB2 MEREKA.

    JIka Syiah telah menyakui adanya Ulama-ulama pewaris Ilmu Rasulullah kenapa Tidak terbuka juga mempelajari kitab2 yang berasal dari ulama Sunni yang tentunya harus senapas dng Al-quran. jangan tertutup tnd ijtihad

    Intinya CARILAH GURU/ULAMA Yang dapat bertanggung jawab di Dunia DAN Akhirat atas Kata2nya dan Fatwa-fatwanya.
    JIKA GURU/ULAMA TERSEBUT TIDAK MAU BERTANGGUNG JAWAB ATAS FATWANYA MAKA TINGGALKANLAH.
    jika masing-masing ngotot atas pembenaran masing2, maka mintalah pembuktian dhohir ilmu.
    Ingat ketika Islam Masuk Jawa…pembesar Hindu minta diadu Kesaktian, Islam tampil membela tanah Air dari Penjajah, itu semua dengan Pembuktian dan kebenaran Al-Quran.
    tapi jika hanya bisanya membidahkan/mengkafitkan golongan lebih baik diam aja, otaknya dibuka dulu agar dapat menganalisa pendapat kebenaran orang lain..
    shalawat…

  432. @harlan fauzan ali, di/pada Mei 13th, 2009 pada 4:09 pm Dikatakan:

    Emang SYIAH sudah SESAT,, mau diapain lagi.
    TOBAT syeikh.. kembali kepada AL-QUR’AN wa SUNNAH ala fahmi SALAFUSSHALIH.

    Dijawab:

    Biasa kalau sudah kehabisan akal, inilah yg selalu dikatakan oleh Salafy yg sukanya menyesatkan / mengkafirkan sesama umat Islam lainnya. Semestinya anda banyak belajar dan mengkaji lagi wawasan dalam kehidupan beragama anda. Janganlah suka mendoktrin dengan ucapan tsb diatas, orang sudah dapat menilai siapa sesungguhnya yg keliru.

    Wassalam

  433. [b]Mari Mengenal Manhaj Salaf[/b]

    Segala puji bagi Allah yeng telah mengutus Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan membangkitkan para sahabat sebagai pendamping dan pembela dakwah beliau. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Muhammad, keluarga dan para pengikutnya yang setia hingga akhir masa. Amma ba’du. Kaum muslimin sekalian, semoga Allah melimpahkan hidayah dan taufik-Nya kepada kita. Seringkali masyarakat dibingungkan oleh sebuah istilah yang belum mereka mengerti dengan baik. Nah, dibangun di atas kebingungan inilah kemudian muncul berbagai persangkaan dan bahkan tuduhan bukan-bukan kepada sesama saudara seiman. Perlu kita ingat bersama bahwa cek dan ricek merupakan bagian dari keindahan ajaran Islam yang harus kita jaga. Allah ta’ala berfirman yang artinya, [b]“Wahai orang-orang yang beriman jika orang fasik datang kepada kalian membawa berita maka telitilah kebenarannya…” (QS. Al Hujuraat: 6)[/b](Silakan baca penjelasan ayat ini di dalam rubrik Tafsir Majalah As Sunnah Edisi 01/Thn X/1427 H/2006 M, hal. 11-15).

    Saudara-saudara sekalian, di hadapan kita ada sebuah istilah yang cukup populer namun sering disalahpahami oleh sebagian orang. Istilah yang dimaksud adalah kata [b]salaf atau salafi dan salafiyah.[/b] Menimbang pentingnya hakikat permasalahan ini untuk diungkap dan dijelaskan maka kami memohon pertolongan kepada Allah ta’ala untuk turut berpartisipasi mengurai “benang kusut” ini. Semoga Allah menjadikan amal-amal kita ikhlas untuk mengharapkan wajah-Nya semata. Wallahu waliyyut taufiiq.

    Syaikh Salim Al Hilaly -salah satu murid senior Ahli Hadits abad ini Syaikh Al Albani- hafizhahullah telah membeberkan perkara ini dengan gamblang dalam buku beliau Limadza Ikhtartul Manhaj Salafy yang sudah diterjemahkan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. hafizhahullah dengan judul [b]Mengapa Memilih Manhaj Salaf penerbit Pustaka Imam Bukhari, Solo.[/b] Kami sangat menganjurkan kepada para pembaca sekalian untuk memiliki atau membaca langsung buku tersebut. Orang bilang, “Tak kenal maka tak sayang…”

    [b]Pemahaman yang Benar dan Niat Baik[/b]

    Pada awal risalah ini kami ingin menukilkan sebuah perkataan berharga dari Imam Ibnul Qayyim demi mengingatkan kaum muslimin sekalian agar menjaga diri dari dua bahaya besar, yaitu kesalah pahaman dan niat yang buruk. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Pemahaman yang benar dan niat yang baik adalah termasuk nikmat paling agung yang dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya. Bahkan tidaklah seorang hamba mendapatkan pemberian yang lebih utama dan lebih agung setelah nikmat Islam daripada memperoleh kedua nikmat ini. Bahkan kedua hal ini adalah pilar tegaknya agama Islam, dan Islam tegak di atas pondasi keduanya. Dengan dua nikmat inilah hamba bisa menyelamatkan dirinya dari terjebak di jalan orang yang dimurkai (al maghdhuubi ‘alaihim) yaitu orang yang memiliki niat yang rusak. Dan juga dengan keduanya ia selamat dari jebakan jalan orang sesat (adh dhaalliin) yaitu orang-orang yang pemahamannya rusak. Sehingga dengan itulah dia akan termasuk orang yang meniti jalan orang yang diberi nikmat (an’amta ‘alaihim) yaitu orang-orang yang memiliki pemahaman dan niat yang baik. Mereka itulah pengikut shirathal mustaqim…” (I’laamul Muwaqqi’iin, 1/87, dinukil dari Min Washaaya Salaf, hal. 44).

    Oleh sebab itu di sini kami katakan: Hendaknya kita semua berusaha seoptimal mungkin untuk memahami persoalan yang kita hadapi ini sebaik-baiknya dengan dilandasi niat yang baik yaitu untuk mencari kebenaran dan kemudian mengikutinya. Hal ini sangatlah penting. Karena tidak sedikit kita saksikan orang-orang yang memiliki niat yang baik namun karena kurang bisa mencermati hakikat suatu permasalahan akhirnya dia terjatuh dalam kekeliruan, sungguh betapa banyak orang semacam ini… Di sisi lain adapula orang-orang yang apabila kita lihat dari sisi taraf pendidikan atau gelar akademis yang sudah didapatkannya (meskipun itu bukan menjadi parameter pemahaman) adalah termasuk golongan orang yang ‘mengerti’, namun amat disayangkan ilmu yang diperolehnya tidak melahirkan ketundukan terhadap manhaj salaf yang haq ini. Sehingga kita temui adanya sebagian da’i yang lebih memilih manhaj/metode selain manhaj salaf, padahal ia termasuk lulusan Universitas Islam Madinah Saudi Arabia (Ini sekaligus mengingatkan bahwa tempat sekolah seseorang bukanlah ukuran kebenaran). Bahkan ada di antara mereka yang berhasil mendapatkan predikat cum laude di sana, namun tatkala pulang ke Indonesia, kembalilah dia ke pangkuan hizbiyyah (kepartaian) dan larut dalam kancah politik ala Yahudi, ikut berebut kursi dan memperbanyak jumlah acungan jari… Wallahul musta’aan. Semoga Allah mengembalikan mereka kepada kebenaran.

    Marilah kita ingat sebuah ayat yang sangat indah yang akan menunjukkan jalan untuk memecahkan segala macam masalah. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul serta Ulul amri di antara kalian. Kemudian apabila kalian berselisih tentang suatu urusan maka kembalikanlah pemecahannya kepada Allah dan Rasul, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu pasti lebih baik bagi kalian dan lebih bagus hasilnya.” (QS. An Nisaa’: 59)

    Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa yang dimaksud ulul amri adalah mencakup umara’ (penguasa/pemerintah) dan juga ulama (ahli ilmu agama). Beliau juga menjelaskan bahwa makna taatilah Allah artinya ikutilah Kitab-Nya (Al Qur’an). Sedangkan makna taatilah Rasul adalah ambillah ajaran (Sunnah) beliau. Adapun makna ketaatan kepada ulul amri adalah dalam rangka ketaatan kepada Allah bukan dalam hal maksiat. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda dalam hadits yang shahih, “Sesungguhnya ketaatan itu hanya boleh dalam perkara ma’ruf (bukan kemungkaran).” (HR. Bukhari dan Muslim). Kemudian apabila kalian berselisih dalam suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul. Kalimat tersebut maknanya adalah kembali merujuk kepada Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya, demikianlah tafsiran Mujahid dan para ulama salaf yang lain.

    Kemudian Imam Ibnu Katsir berkata, “Ini merupakan perintah dari Allah ‘azza wa jalla bahwa segala sesuatu yang diperselisihkan oleh manusia yang berkaitan dengan permasalahan pokok-pokok agama maupun cabang-cabangnya hendaknya perselisihan tentang hal itu harus dikembalikan kepada Al Kitab dan As Sunnah. Ini sebagaimana firman Allah ta’ala (yang artinya), “Dan apa saja yang kalian perselisihkan maka keputusannya kembali kepada Allah.” (QS. Asy Syuura: 10). Maka segala keputusan yang diambil oleh Al Kitab dan As Sunnah serta dipersaksikan keabsahannya oleh keduanya itulah al haq (kebenaran). Dan tidak ada sesudah kebenaran melainkan kesesatan…” (lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, II/250).

    [b]Kata Salaf Secara Bahasa[/b]

    Salaf secara bahasa artinya orang yang terdahulu, baik dari sisi ilmu, keimanan, keutamaan atau jasa kebaikan. Seorang pakar bahasa Arab Ibnu Manzhur mengatakan, “Kata salaf juga berarti orang yang mendahului kamu, yaitu nenek moyangmu, sanak kerabatmu yang berada di atasmu dari sisi umur dan keutamaan. Oleh karenanya maka generasi awal yang mengikuti para sahabat disebut dengan salafush shalih (pendahulu yang baik).” (Lisanul ‘Arab, 9/159, dinukil dari Limadza, hal. 30). Makna semacam ini serupa dengan kata salaf yang terdapat di dalam ayat Allah yang artinya, “Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya di laut dan Kami jadikan mereka sebagai salaf (pelajaran) dan contoh bagi orang-orang kemudian.” (QS. Az Zukhruf: 55-56). Artinya adalah: Kami menjadikan mereka sebagai pelajaran pendahulu bagi orang yang melakukan perbuatan sebagaimana perbuatan mereka supaya orang sesudah mereka mau mengambil pelajaran dan mengambil nasihat darinya. (lihat Al Wajiz fi ‘Aqidati Salafish Shalih, hal. 20).

    Dengan demikian kita bisa serupakan makna kata salaf ini dengan istilah nenek moyang dan leluhur dalam bahasa kita. Dalam kamus Islam kata ini bukan barang baru. Akan tetapi pada jaman Nabi kata ini sudah dikenal. Seperti terdapat dalam sebuah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada puterinya Fathimah radhiyallahu ‘anha. Beliau bersabda, “Sesungguhnya sebaik-baik salafmu adalah aku.” (HR. Muslim). Artinya sebaik-baik pendahulu. (lihat Limadza, hal. 30, baca juga Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizhahullah, hal. 7). Oleh sebab itu secara bahasa, semua orang terdahulu adalah salaf. Baik yang jahat seperti Fir’aun, Qarun, Abu Jahal maupun yang baik seperti Nabi-Nabi, para syuhada dan orang-orang shalih dari kalangan sahabat, dll. Adapun yang akan kita bicarakan sekarang bukanlah makna bahasanya, akan tetapi makna istilah. Hal ini supaya jelas bagi kita semuanya dan tidak muncul komentar, “Lho kalau begitu JIL juga salafi dong..! Mereka kan juga punya pendahulu”. Maaf, Mas… bukan itu yang kami maksudkan…

    Kemudian apabila muncul pertanyaan “Kenapa harus disebutkan pengertian secara bahasa apabila ternyata pengertian istilahnya menyelisihi pengertian bahasanya?”. Maka kami akan menjawabnya sebagaimana jawaban Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah. Beliau mengatakan, “Faidahnya adalah supaya kita mengetahui keterkaitan makna antara objek penamaan syari’at dan objek penamaan lughawi (menurut bahasa). Sehingga akan tampak jelas bagi kita bahwasanya istilah-istilah syari’at tidaklah melenceng secara total dari sumber pemaknaan bahasanya. Bahkan sebenarnya ada keterkaitan satu sama lain. Oleh sebab itulah anda jumpai para fuqaha’ (ahli fikih atau ahli agama) rahimahumullah setiap kali hendak mendefinisikan sesuatu maka mereka pun menjelaskan bahwa pengertiannya secara etimologi (bahasa) adalah demikian sedangkan secara terminologi (istilah) adalah demikian; hal ini diperlukan supaya tampak jelas bagimu adanya keterkaitan antara makna lughawi dengan makna ishthilahi.” (lihat Syarh Ushul min Ilmil Ushul, hal. 38).

    [b]Istilah Salaf di Kalangan Para Ulama[/b]

    Apabila para ulama akidah membahas dan menyebut-nyebut kata salaf maka yang mereka maksud adalah salah satu di antara 3 kemungkinan berikut:

    Pertama: Para Shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Kedua: Shahabat dan murid-murid mereka (tabi’in).

    Ketiga: Shahabat, tabi’in dan juga para Imam yang telah diakui kredibilitasnya di dalam Islam yaitu mereka yang senantiasa menghidupkan sunnah dan berjuang membasmi bid’ah (lihat Al Wajiz, hal. 21).

    Syaikh Salim Al Hilaly hafizhahullah menerangkan, “Adapun secara terminologi kata salaf berarti sebuah karakter yang melekat secara mutlak pada diri para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Adapun para ulama sesudah mereka juga tercakup dalam istilah ini karena sikap dan cara beragama mereka yang meneladani para sahabat.” (Limadza, hal. 30).

    Syaikh Doktor Nashir bin Abdul Karim Al ‘Aql mengatakan, “Salaf adalah generasi awal umat ini, yaitu para sahabat, tabi’in dan para imam pembawa petunjuk pada tiga kurun yang mendapatkan keutamaan (sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in, -red). Dan setiap orang yang meneladani dan berjalan di atas manhaj mereka di sepanjang masa disebut sebagai salafi sebagai bentuk penisbatan terhadap mereka.” (Mujmal Ushul Ahlis Sunnah wal Jama’ah fil ‘Aqidah, hal. 5-6).

    Al Qalsyani mengatakan di dalam kitabnya Tahrirul Maqalah min Syarhir Risalah, “Adapun Salafush shalih, mereka itu adalah generasi awal (Islam) yang mendalam ilmunya serta meniti jalan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan senantiasa menjaga Sunnah beliau. Allah ta’ala telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya dan menegakkan agama-Nya. Para imam umat ini pun merasa ridha kepada mereka. Mereka telah berjihad di jalan Allah dengan penuh kesungguhan. Mereka kerahkan daya upaya mereka untuk menasihati umat dan memberikan kemanfaatan bagi mereka. Mereka juga mengorbankan diri demi menggapai keridhaan Allah…” ( lihat Limadza, hal. 31). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik orang adalah di jamanku (sahabat), kemudian orang sesudah mereka (tabi’in) dan kemudian orang sesudah mereka (tabi’ut tabi’in).” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Sehingga Rasul beserta para sahabatnya adalah salaf umat ini. Demikian pula setiap orang yang menyerukan dakwah sebagaimana mereka juga disebut sebagai orang yang menempuh manhaj/metode salaf, atau biasa disebut dengan istilah salafi, artinya pengikut Salaf. Adapun pembatasan istilah salaf hanya meliputi masa sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in adalah pembatasan yang keliru. Karena pada masa itupun sudah muncul tokoh-tokoh pelopor bid’ah dan kesesatan. Akan tetapi kriteria yang benar adalah kesesuaian akidah, hukum dan perilaku mereka dengan Al Kitab dan As Sunnah serta pemahaman salafush shalih. Oleh karena itulah siapapun orangnya asalkan dia sesuai dengan ajaran Al Kitab dan As Sunnah maka berarti dia adalah pengikut salaf. Meskipun jarak dan masanya jauh dari periode Kenabian. Ini artinya orang-orang yang semasa dengan Nabi dan sahabat akan tetapi tidak beragama sebagaimana mereka maka bukanlah termasuk golongan mereka, meskipun orang-orang itu sesuku atau bahkan saudara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (lihat Al Wajiz, hal. 22, Limadza, hal. 33 dan Syarah Aqidah Ahlus Sunnah, hal. 8).

    [b]Contoh-Contoh Penggunaan Kata “Salaf”[/b]

    Kata salaf sering digunakan oleh Imam Bukhari di dalam kitab Shahihnya. Imam Bukhari rahimahullah mengatakan, “Rasyid bin Sa’ad berkata: Para salaf menyukai kuda jantan. Karena ia lebih lincah dan lebih berani.” Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menafsirkan kata salaf tersebut, “Maksudnya adalah para sahabat dan orang sesudah mereka.” Syaikh Salim mengatakan, “Yang dimaksud (oleh Rasyid) adalah para sahabat radhiyallahu’anhum. Karena Rasyid bin Sa’ad adalah seorang tabi’in (murid sahabat), sehingga orang yang disebut salaf olehnya adalah para sahabat tanpa ada keraguan padanya.” Demikian pula perkataan Imam Bukhari, “Az Zuhri mengatakan mengenai tulang bangkai semacam gajah dan selainnya: Aku menemui sebagian para ulama salaf yang bersisir dengannya (tulang) dan menggunakannya sebagai tempat minyak rambut. Mereka memandangnya tidaklah mengapa.” Syaikh Salim mengatakan, “Yang dimaksud (dengan salaf di sini) adalah para sahabat radhiyallahu’anhum, karena Az Zuhri adalah seorang tabi’in.” (lihat Limadza, hal. 31-32).

    Kata salaf juga digunakan oleh Imam Muslim di dalam kitab Shahihnya. Di dalam mukaddimahnya Imam Muslim mengeluarkan hadits dari jalan Muhammad bin ‘Abdullah. Ia (Muhammad) mengatakan: Aku mendengar ‘Ali bin Syaqiq mengatakan: Aku mendengar Abdullah bin Al Mubarak mengatakan di hadapan orang banyak, “Tinggalkanlah hadits (yang dibawakan) ‘Amr bin Tsabit. Karena dia mencaci kaum salaf.” Syaikh Salim mengatakan, “Yang dimaksud adalah para sahabat radhiyallahu ‘anhum.” (Limadza, hal. 32).

    Kata salaf juga sering dipakai oleh para ulama akidah di dalam kitab-kitab mereka. Seperti contohnya sebuah riwayat yang dibawakan oleh Imam Al Ajurri di dalam kitabnya yang berjudul Asy Syari’ah bahwa Imam Auza’i pernah berpesan, “Bersabarlah engkau di atas Sunnah. Bersikaplah sebagaimana kaum itu (salaf) bersikap. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan. Tahanlah dirimu sebagaimana sikap mereka menahan diri dari sesuatu. Dan titilah jalan salafmu yang shalih. Karena sesungguhnya sudah cukup bagimu apa yang membuat mereka cukup.” Syaikh Salim mengatakan, “Yang dimaksud adalah sahabat ridhwanullahi ‘alaihim.” (lihat Limadza, hal. 32) Hal ini karena Al Auza’i adalah seorang tabi’in.

    [b]Kerancuan Seputar Istilah Salafiyah[/b]

    Sedangkan yang dimaksud dengan salafiyah adalah penyandaran diri kepada kaum salaf. Sehingga bukanlah makna salafiyah sebagaimana yang disangka sebagian orang sebagai aliran pesantren yang menggunakan metode pengajaran yang kuno. Yang dengan persangkaan itu mereka anggap bahwa salafiyah bukan sebuah manhaj (metode beragama) akan tetapi sebagai sebuah sistem belajar mengajar yang belum mengalami modernisasi. Dan yang terbayang di pikiran mereka ketika mendengarnya adalah sosok para santri yang berpeci hitam dan memakai sarung kesana kemari dengan menenteng kitab-kitab kuning. Sebagaimana itulah kenyataan yang ada pada sebagian kalangan yang menisbatkan pondoknya sebagai pondok salafiyah, namun realitanya mereka jauh dari tradisi ilmiah kaum salaf. Syaikh Salim mengatakan, “Adapun salafiyah adalah penisbatan diri kepada kaum salaf. Ini merupakan penisbatan terpuji yang disandarkan kepada manhaj yang lurus dan bukanlah menciptakan sebuah madzhab yang baru ada.” (lihat Limadza, hal. 33).

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Dan tidaklah tercela bagi orang yang menampakkan diri sebagai pengikut madzhab salaf, menyandarkan diri kepadanya dan merasa mulia dengannya. Bahkan wajib menerima pengakuannya itu dengan dasar kesepakatan (para ulama). Karena sesungguhnya madzhab salaf tidak lain adalah kebenaran itu sendiri.” (Majmu’ Fatawa, 4/149, lihat Limadza, hal. 33). Maka sungguh aneh apabila ada orang zaman sekarang ini yang menggambarkan kepada umat bahwasanya salafiyah adalah sebuah aliran baru yang dicetuskan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab atau Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahumallah yang ‘memberontak’ dari tatanan yang sudah ada dengan berbagai aksi penghancuran dan pengkafiran yang membabi buta. Sehingga apabila mereka mendengar istilah salafiyah maka yang tergambar di benak mereka adalah kaum Wahabi yang suka mengacaukan ketentraman umat dengan berbagai aksi penyerangan dan tindakan-tindakan tidak sopan. Atau ada lagi yang menganggap bahwa salafiyah adalah gerakan reformasi dakwah yang dipelopori oleh Jamaluddin Al Afghani bersama Muhammad ‘Abduh pada era penjajahan Inggris di Mesir. Padahal ini semua menunjukkan bahwa mereka itu sebenarnya tidak paham tentang sejarah munculnya istilah ini.

    Syaikh Salim mengatakan, “Orang yang mengeluarkan pernyataan semacam ini atau yang turut menyebarkannya adalah orang yang tidak mengerti sejarah kalimat ini menurut tinjauan makna, asal-usul dan perjalanan waktu yang hakikatnya tersambung dengan para salafush shalih. Oleh karena itu sudah menjadi kebiasaan para ulama pada masa terdahulu untuk mensifati setiap orang yang mengikuti pemahaman sahabat radhiyallahu ‘anhum dalam hal akidah dan manhaj sebagai seorang salafi (pengikut Salaf). Lihatlah ucapan seorang ahli sejarah Islam Al Hafizh Al Imam Adz Dzahabi di dalam kitabnya Siyar A’laamin Nubalaa’ (16/457) ketika membawakan ucapan Al Hafizh Ad Daruquthni, “Tidak ada yang lebih kubenci selain menekuni ilmu kalam/filsafat.” Maka Adz Dzahabi pun mengatakan (dengan nada memuji, red), “Orang ini (Ad Daruquthni) belum pernah terjun dalam ilmu kalam sama sekali begitu pula tidak menceburkan dirinya dalam dunia perdebatan (yang tercela) dan beliau juga tidak ikut meramaikan perbincangan di dalam hal itu. Akan tetapi beliau adalah seorang salafi.” (Limadza, hal. 34-35).

    Perlu kita ketahui bersama bahwa Imam Ad Daruquthni yang disebut sebagai ’salafi’ oleh Imam Adz Dzahabi di atas hidup pada tahun 306-385 H. Sedangkan Ibnu Taimiyah hidup pada tahun 661-728 H. Adapun Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab hidup pada tahun 1115-1206 H. Nah, pembaca bisa menyaksikan sendiri siapakah yang lahir terlebih dahulu. Apakah Ibnu Taimiyah atau bahkan Muhammad bin Abdul Wahhab itu lahir sebelum Ad Daruquthni sehingga beliau layak untuk disebut sebagai pengikut mereka berdua. Apakah dengan penukilan semacam ini kita akan menafsirkan bahwa Imam Ad Daruquthni adalah pengikut Ibnu Taimiyah atau Muhammad bin Abdul Wahhab?? Jawablah wahai kaum yang berakal… Anak kelas 5 SD pun (bukan bermaksud meremehkan, red) tahu kalau yang namanya pengikut itu adanya sesudah keberadaan yang diikuti, bukan sebaliknya. Wallaahul musta’aan.

    [b]Penamaan Salafiyah Bukan Bid’ah[/b]

    Kalau ada orang yang mengatakan bahwa istilah salafiyah adalah istilah bid’ah karena ia tidak digunakan pada masa sahabat radhiyallahu’anhum. Maka jawabannya ialah: Kata salafiyah memang belum digunakan oleh Rasul dan para sahabat karena pada saat itu hal ini belum dibutuhkan. Pada saat itu kaum muslimin generasi awal masih hidup di dalam pemahaman Islam yang shahih sehingga tidak dibutuhkan penamaan khusus seperti ini. Mereka bisa memahami Islam dengan murni tanpa perlu khawatir akan adanya penyimpangan karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih berada di antara mereka. Hal ini sebagaimana mereka mampu berbicara dengan bahasa Arab yang fasih tanpa perlu mempelajari ilmu Nahwu, Sharaf dan Balaghah. Apakah ada di antara para ulama yang membid’ahkan ilmu-ilmu tersebut karena semata-mata tidak ada di zaman Nabi ?! Oleh karena itulah tatkala muncul berbagai kekeliruan dan penyimpangan dalam penggunaan bahasa Arab maka muncullah ilmu-ilmu bahasa Arab tersebut demi meluruskan kembali pemahaman dan menjaga keutuhan bahasa Arab. Maka demikian pula dengan istilah salafiyah.

    Di saat sekarang ini ketika sekian banyak penyimpangan pemahaman bertebaran di udara kaum muslimin maka sangat dibutuhkan adanya rambu-rambu yang jelas demi mengembalikan pemahaman Islam kepada pemahaman yang masih murni dan lurus. Apalagi mayoritas kelompok yang menyerukan pemahaman yang menyimpang itu juga mengaku sebagai pengikut Al Qur’an dan As Sunnah. Berdasarkan realita inilah para ulama bangkit untuk berupaya memisahkan pemahaman yang masih murni ini dengan pemahaman-pemahaman lainnya dengan nama pemahaman ahli hadits dan salaf atau salafiyah (lihat Limadza, hal. 36).

    Kalaupun masih ada orang yang tetap ngotot mengingkari istilah ini maka kami akan katakan kepadanya: Kalau dia konsekuen dengan pengingkaran ini maka dia pun harus menolak penamaan lainnya yang tidak ada di zaman Nabi seperti istilah Hanbali (pengikut fikih Ahmad bin Hanbal), Hanafi (pengikut fikih Abu Hanifah), Nahdhiyyiin (pengikut Nahdhatul Ulama), dll. Kalau dia mengatakan, “Oo, kalau ini berbeda…!” Maka kami katakan: Baiklah, anggap istilah salafiyah berbeda dengan istilah-istilah itu, namun kami tetap mengatakan bahwa penamaan salafiyah lebih layak untuk dipakai daripada istilah Hanbali, Hanafi atau Nahdhiyyiin. Alasannya adalah karena salafiyah adalah penisbatan kepada generasi Shahabat yang sudah dipuji oleh Allah dan Rasul-Nya dan terjaga secara umum dari bersepakat dalam kesalahan. Adapun Hanbali, Hanafi dan Nahdhiyyiin adalah penisbatan kepada individu dan kelompok yang tidak terdapat dalil tegas tentang keutamaannya serta tidak terjamin dari kesalahan mereka secara kelompok. Maka bagaimana mungkin kita bisa menerima penisbatan kepada pribadi dan kelompok yang tidak ma’shum (terpelihara dari kesalahan) dan justru menolak penisbatan kepada pribadi dan kelompok yang ma’shum…?? Laa haula wa laa quwwata illa billaah… (lihat Silsilah Abhaats Manhajiyah As Salafiyah 5 hal. 66-67 karya Doktor Muhammad Musa Nashr hafizhahullah, silakan baca juga fatwa para ulama tentang wajibnya berpegang teguh dengan manhaj Salaf di dalam Rubrik Fatwa, Majalah Al Furqan Edisi 8 Tahun V/Rabi’ul Awwal 1427 H/April 2006 M hal. 51-53. Bacalah…!).

    [b]Meninggalkan Salaf Berarti Meninggalkan Islam[/b]

    Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah pernah ditanya: Kenapa harus menamakan diri dengan salafiyah? Apakah ia sebuah dakwah yang menyeru kepada partai, kelompok atau madzhab tertentu. Ataukah ia merupakan sebuah firqah (kelompok) baru di dalam Islam? Maka beliau rahimahullah menjawab, “Sesungguhnya kata Salaf sudah sangat dikenal dalam bahasa Arab. Adapun yang penting kita pahami pada kesempatan ini adalah pengertiannya menurut pandangan syari’at. Dalam hal ini terdapat sebuah hadits shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala beliau berkata kepada Sayyidah Fathimah radhiyallahu ‘anha di saat beliau menderita sakit menjelang kematiannya, “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah. Dan sesungguhnya sebaik-baik salaf (pendahulu)mu adalah aku.” Begitu pula para ulama banyak sekali memakai kata salaf. Dan ungkapan mereka dalam hal ini terlalu banyak untuk dihitung dan disebutkan. Cukuplah kiranya kami bawakan sebuah contoh saja. Ini adalah sebuah ungkapan yang digunakan para ulama dalam rangka memerangi berbagai macam bid’ah. Mereka mengatakan, “Semua kebaikan ada dalam sikap mengikuti kaum salaf… dan semua keburukan bersumber dalam bid’ah yang diciptakan kaum khalaf (belakangan).” …”

    Kemudian Syaikh melanjutkan penjelasannya, “Akan tetapi ternyata di sana ada orang yang mengaku dirinya termasuk ahli ilmu; ia mengingkari penisbatan ini dengan sangkaan bahwa istilah ini tidak ada dasarnya di dalam agama, sehingga ia mengatakan, “Tidak boleh bagi seorang muslim untuk mengatakan saya adalah seorang salafi.” Seolah-olah dia ini mengatakan, “Seorang muslim tidak boleh mengatakan: Saya adalah pengikut salafush shalih dalam hal akidah, ibadah dan perilaku.” Dan tidak diragukan lagi bahwasanya penolakan seperti ini -meskipun dia tidak bermaksud demikian- memberikan konsekuensi untuk berlepas diri dari Islam yang shahih yang diamalkan oleh para salafush shalih yang mendahului kita yang ditokohi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana disinggung di dalam hadits mutawatir di dalam shahihain dan selainnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah di zamanku (sahabat), kemudian diikuti orang sesudah mereka, dan kemudian sesudah mereka.” Oleh sebab itu maka tidaklah diperbolehkan bagi seorang muslim untuk berlepas diri dari menisbatkan dirinya kepada salafush shalih. Berbeda halnya dengan penisbatan (salafiyah) ini, seandainya dia berlepas diri dari penisbatan (kepada kaum atau kelompok) yang lainnya niscaya tidak ada seorang pun di antara para ulama yang akan menyandarkannya kepada kekafiran atau kefasikan…” (Al Manhaj As Salafi ‘inda Syaikh Al Albani, hal. 13-19, lihat Silsilah Abhaats Manhajiyah As Salafiyah 5 hal. 65-66 karya Doktor Muhammad Musa Nashr hafizhahullah).

    [b]Cinta Salaf Berarti Cinta Islam[/b]

    Ketahuilah saudaraku, sesungguhnya salaf atau para sahabat adalah generasi pilihan yang harus kita cintai. Sebagaimana kita mencintai Nabi maka kita pun harus mencintai orang-orang pertama yang telah mengorbankan jiwa, harta dan pikiran mereka untuk membela dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka itulah para sahabat yang terdiri dari Muhajirin dan Anshar. Inilah akidah kita, tidak sebagaimana akidah kaum Rafidhah/Syi’ah yang membangun agamanya di atas kebencian kepada para sahabat Nabi. Imam Abu Ja’far Ath Thahawi rahimahullah mengatakan di dalam kitab ‘Aqidahnya yang menjadi rujukan umat Islam di sepanjang zaman, “Kami mencintai para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kami tidak melampaui batas dalam mencintai salah satu di antara mereka. Dan kami juga tidak berlepas diri dari seorangpun di antara mereka. Kami membenci orang yang membenci mereka dan kami juga membenci orang yang menceritakan mereka dengan cara tidak baik. Kami tidak menceritakan mereka kecuali dengan kebaikan. Mencintai mereka adalah termasuk agama, iman dan ihsan. Sedangkan membenci mereka adalah kekufuran, kemunafikan dan pelanggaran batas.” (Syarah ‘Aqidah Thahawiyah cet. Darul ‘Aqidah, hal. 488). Pernyataan beliau ini adalah kebenaran yang dibangun di atas dalil-dalil syari’at, bukan sekedar omong kosong dan bualan belaka sebagaimana akidahnya kaum Liberal. Marilah kita buktikan…

    Berikut ini dalil-dalil hadits yang menunjukkan bahwa mencintai kaum Anshar adalah tanda keimanan seseorang. Imam Bukhari rahimahullah membuat sebuah bab di dalam kitabul Iman di kitab Shahihnya dengan judul ‘Bab tanda keimanan ialah mencintai kaum Anshar’. Kemudian beliau membawakan sebuah hadits dari Anas, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Tanda keimanan adalah mencintai kaum Anshar, dan tanda kemunafikan adalah membenci kaum Anshar.” (Bukhari no. 17). Imam Muslim juga mengeluarkan hadits ini di dalam Kitabul Iman dengan lafazh, “Tanda orang munafik adalah membenci Anshar. Dan tanda orang beriman adalah mencintai Anshar.” (Muslim no. 74) di dalam bab Fadha’il Anshar (Keutamaan kaum Anshar). Imam bukhari juga membawakan hadits Barra’ bin ‘Azib bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kaum Anshar, tidak ada orang yang mencintai mereka kecuali orang beriman.” Imam Muslim juga meriwayatkan di dalam kitab shahihnya dari Abu Sa’id bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada seorang pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir lantas membenci kaum Anshar.” (Muslim no. 77). Dalam riwayat lain dikatakan, “Tidaklah mencintai mereka kecuali orang beriman dan tidaklah membenci mereka kecuali orang munafik. Barangsiapa yang mencintai mereka maka Allah mencintainya. Dan barangsiapa yang membenci mereka maka Allah juga membencinya.” (Muslim no. 75). Begitu pula Imam Ahmad mengeluarkan hadits dari Abu Sa’id di dalam Musnadnya, bahwa Nabi bersabda, “Mencintai kaum Anshar adalah keimanan dan membenci mereka adalah kemunafikan.” (lihat Fathul Bari, 1/80, Syarah Muslim, 2/138-139).

    Imam Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan sebagian hadits di atas mengatakan, “…Makna hadits-hadits ini adalah barangsiapa yang mengakui kedudukan kaum Anshar, keunggulan mereka dalam hal pembelaan terhadap agama Islam, upaya mereka dalam menampakkannya, dan melindungi umat Islam (dari serangan musuhnya), dan juga kesungguhan mereka dalam menunaikan tugas penting dalam agama Islam yang dibebankan kepada mereka, kecintaan mereka kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serta kecintaan Nabi kepada mereka, kesungguhan mereka dalam mengerahkan harta dan jiwa di hadapan beliau, peperangan dan permusuhan mereka terhadap semua umat manusia (yang menentang dakwah Nabi, red) demi menjunjung tinggi Islam….maka ini semua menjadi salah satu tanda kebenaran iman dan ketulusannya dalam memeluk Islam…” (Syarah Muslim, 2/139).

    Selain itu dalil-dalil dari Al Qur’an juga lebih jelas lagi menunjukkan kepada kita bahwa mencintai para sahabat adalah bagian keimanan yang tidak bisa dipisahkan. Syaikh Shalih Al Fauzan hafizhahullah mengatakan, “Para sahabat adalah generasi terbaik, ini berdasarkan sabda Nabi ‘alaihis shalatu was salam, “Sebaik-baik kurun (masa) adalah masaku. Kemudian orang-orang yang mengikuti sesudah mereka. Dan kemudian generasi berikutnya yang sesudah mereka.” Maka mereka itu adalah kurun terbaik karena keutamaan mereka dalam bersahabat dengan Nabi ‘alaihish shalatu was salam. Sehingga mencintai mereka adalah keimanan dan membenci mereka adalah kemunafikan. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “…Supaya Allah membuat orang-orang kafir benci dengan adanya mereka (para sahabat).” (QS. Al Fath: 29). Maka kewajiban seluruh umat Islam adalah mencintai keseluruhan para sahabat dengan dalil tegas dari ayat ini. Karena Allah ‘azza wa jalla sudah mencintai mereka dan juga kecintaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada mereka. Dan juga karena mereka telah berjihad di jalan Allah, menyebarkan agama Islam ke berbagai belahan timur dan barat bumi, mereka muliakan Rasul dan beriman kepada beliau. Mereka juga telah mengikuti cahaya petunjuk yang diturunkan bersamanya. Inilah akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.” (Syarah ‘Aqidah Thahawiyah, hal. 489-490).

    Catatan:

    Perlu kita perhatikan riwayat yang dibawakan oleh Syaikh Shalih Al Fauzan di atas yaitu hadits yang bunyinya, “Sebaik-baik kurun (masa) adalah masaku dst” dengan lafazh khairul quruun…. Syaikh Salim Al Hilaly mengatakan, “Hadits ini tersebar di dalam banyak kitab dengan lafazh khairul quruun (sebaik-baik masa). Saya (Syaikh Salim) katakan: Lafazh ini tidak terpelihara keotentikannya. Adapun yang benar adalah yang sudah kami sebutkan (yaitu Khairunnaas; sebaik-baik manusia, red).” (lihat Limadza Ikhtartul Manhaj Salafi, hal. 87).

    [b]Benci Salaf Berarti Benci Islam[/b]

    Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Fath: 29). Di dalam ayat ini disebutkan bahwa salah satu ciri para sahabat yaitu membuat jengkel dan marah orang-orang kafir.

    Imam Ibnu Katsir mengatakan di dalam tafsirnya terhadap ayat yang mulia ini, “Dan berdasarkan ayat inilah Imam Malik rahimahullah menarik sebuah kesimpulan hukum sebagaimana tertera dalam salah satu riwayat darinya untuk mengkafirkan kaum Rafidhah (bagian dari Syi’ah) yang membenci para sahabat radhiyallahu’anhum. Beliau (Imam Malik) mengatakan, “Hal itu karena mereka (para sahabat) membuat benci dan jengkel mereka (kaum Rafidhah). Barangsiapa yang membenci para sahabat radhiyallahu’anhum maka dia telah kafir berdasarkan ayat ini.” Dan sekelompok ulama radhiyallahu’anhum pun ikut menyetujui sikap beliau ini…” (lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7/280).

    Dari perkataan Imam Malik dan penjelasan Imam Ibnu Katsir ini teranglah bagi kita bahwasanya konflik yang terjadi antara kaum Syi’ah (yang dulu maupun para pengikut Khomeini yang ada sekarang ini) dengan Ahlus Sunnah/Sunni bukanlah konflik politik atau perebutan kekuasaan yang diselimuti dengan jubah agama sebagaimana yang dikatakan oleh Gus Dur -semoga Allah memberinya petunjuk-, Kyai ini mengatakan di dalam sebuah wawancaranya dengan JIL (yang sama-sama suka menebarkan syubhat kepada umat Islam), “Konflik itu (maksudnya antara Syi’ah dan Sunni, red) muncul akibat doktrin agama yang dimanipulasi secara politis. Sejarah mengabarkan pada kita, dulu muncul peristiwa penganiyaan terhadap menantu Rasulullah, Ali bin Abi Thalib dan anak cucunya. Keluarga inilah yang disebut Ahlul Bayt, dan mereka memiliki pendukung fanatik. Pendukung atau pengikut di dalam bahasa Arab disebut syî’ah. Selanjutnya kata syî’ah ini menjadi sebutan dan identitas bagi pengikut Ali yang pada akhirnya menjadi salah satu firkah teologis dalam Islam. Sedangkan pihak yang menindas Ali dan pengikutnya dikenal dengan sebutan Sunni. Persoalan sesungguhnya waktu itu adalah tentang perebutan kekuasaan atau persoalan politik. Namun doktrin agama dibawa-bawa.” (wawancara JIL dengan Gus Dur tentang RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi) Ini adalah kedustaan… !!! (silakan baca tulisan Ustadz Abdul Hakim Abdat dalam Al Masaa’il jilid 3 Masalah 66, hal 42-72 yang membongkar kedok kaum Syi’ah dengan menyertakan fatwa-fatwa para ulama tentang Rafidhah/Syi’ah. Baca juga Majalah Al Furqon Edisi 6 Tahun V/Muharram 1427 dengan tema Agama Syi’ah Semoga Allah memberikan ganjaran yang besar kepada ustadz-ustadz kita karena jasa mereka ini. Bacalah!!).

    Imam Ibnu Katsir juga mengatakan, “…Para sahabat itu memiliki keutamaan lebih, begitu pula lebih dahulu (berjasa bagi umat Islam) dan lebih sempurna, yang tidak ada seorangpun di antara umat ini yang mampu menyamai kehebatan mereka, semoga Allah meridhai mereka dan aku pun ridha kepada mereka. Allah telah menyiapkan surga-surga Firdaus sebagai tempat tinggal mereka, dan Allah telah menetapkan hal itu. (Imam) Muslim mengatakan di dalam shahihnya: Yahya bin Yahya menceritakan kepada kami, Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian mencaci para sahabatku. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya, seandainya ada salah seorang di antara kalian yang berinfak emas sebesar Gunung Uhud niscaya itu tidak bisa mencapai (pahala) satu mud sedekah mereka, bahkan setengahnya juga tidak.” (HR. Muslim dalam Fadha’il Shahabah, diriwayatkan juga Al Bukhari dalam kitab Al Manaaqib no. 3673).” (lihat Tafsir Ibnu Katsir 7/280).

    [b]Allah Meridhai Salaf dan Para Pengikutnya[/b]

    Di dalam ayat yang lain Allah ta’ala juga berfirman yang artinya, “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah: 100). Di dalam ayat ini Allah memuji tiga golongan manusia yaitu: kaum Muhajirin, kaum Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Maka kita katakan bahwa Muhajirin dan Anshar itulah generasi salafsuh shalih. Sedangkan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik itulah yang disebut sebagai salafi. Al Ustadz Abdul Hakim Abdat hafizhahullah mengatakan, “Ayat yang mulia ini merupakan sebesar-besar ayat yang menjelaskan kepada kita pujian dan keridhaan Allah kepada para Shahabat radhiyallahu ‘anhum. Bahwa Allah ‘azza wa jalla telah ridha kepada para Shahabat dan mereka pun ridha kepada Allah ‘azza wa jalla. Dan Allah ‘azza wa jalla juga meridhai orang-orang yang mengikuti perjalanan para Shahabat dari tabi’in, tabi’ut tabi’in dan setrusnya dari orang alim sampai orang awam di timur dan di barat bumi sampai hari ini. Mafhum-nya, mereka yang tidak mengikuti perjalanan para Shahabat, apalagi sampai mengkafirkannya, maka mereka tidak akan mendapatkan keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala.” (Al Masaa’il jilid 3, hal. 74).

    Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan tentang tafsir ayat ini, “Allah ta’ala mengabarkan bahwa keridhaan-Nya tertuju kepada orang-orang yang terlebih dahulu (masuk Islam) yaitu kaum Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Sedangkan bukti keridhaan-Nya kepada mereka adalah dengan mempersiapkan surga-surga yang penuh dengan kenikmatan serta kelezatan yang abadi bagi mereka…” (Tafsir Ibnu Katsir, 4/140). Imam Al Alusi menerangkan bahwa yang dimaksud dengan As Saabiquun adalah seluruh kaum Muhajirin dan Anshar (Ruuhul Ma’aani, Maktabah Syamilah). Imam Syaukani menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan, “Orang-orang yang mengikuti” di dalam ayat ini adalah orang-orang sesudah mereka (para sahabat) hingga hari kiamat. Adapun kata-kata, “dengan baik” merupakan ciri pembatas yang menunjukkan jati diri mereka. Artinya mereka adalah orang-orang yang mengikuti para sahabat dengan senantiasa berpegang teguh dengan kebaikan dalam hal perbuatan maupun perkataan sebagai bentuk peniruan mereka terhadap As Sabiquunal Awwaluun, tafsiran serupa juga disampaikan oleh Syaikh As Sa’di di dalam tafsirnya (Lihat Fathul Qadir dan Taisir Karimir Rahman, Maktabah Syamilah). Imam Ibnu Jarir Ath Thabari mengatakan di dalam tafsirnya bahwa yang dimaksud dengan “Orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik” di dalam ayat ini adalah: Orang-orang yang meniti jalan mereka dalam beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta berhijrah dari negeri kafir menuju negeri Islam dalam rangka mencari keridhaan Allah..” (Tafsir Ath Thabari, Maktabah Syamilah).

    Imam Asy Syinqithi rahimahullah mengatakan, “(Ayat) Ini merupakan dalil tegas dari Al Qur’an yang menunjukkan bahwasanya barangsiapa mencaci mereka (para sahabat) dan membenci mereka maka dia adalah orang yang sesat dan menentang Allah jalla wa ‘ala, dimana dia telah berani membenci suatu kaum yang telah diridhai Allah. Dan tidak diragukan lagi bahwa kebencian kepada orang yang sudah diridhai Allah merupakan sikap penentangan kepada Allah jalla wa ‘ala, tindakan congkak dan melampaui batas.” (lihat Adhwaa’ul Bayaan, Maktabah Syamilah). Masih dalam konteks penafsiran ayat ini Imam Ibnu Katsir rahimahullah memberikan sebuah komentar pedas yang akan membakar telinga ahlul bid’ah pencela shahabat. Beliau mengatakan, “Duhai alangkah celaka orang yang membenci atau mencela mereka (semua sahabat), sungguh celaka orang yang membenci atau mencela sebagian mereka…” Setelah memberitakan sikap orang-orang Rafidhah yang memusuhi, membenci dan mencela orang-orang terbaik sesudah Nabi (diantaranya Abu Bakar dan ‘Umar) Imam Ibnu Katsir mengatakan, “Sikap ini (yaitu permusuhan, kebencian dan celaan kaum Rafidhah atau Syi’ah) menunjukkan bahwa akal mereka sudah terbalik dan hati mereka juga sudah terbalik. Lalu dimanakah letak keimanan mereka terhadap Al Qur’an sehingga berani-beraninya mereka mencela orang-orang yang telah diridhai oleh Allah?…” (Tafsir Ibnu Katsir, 4/140) Maka hanguslah telinga-telinga ahlul bid’ah;… mereka yang membenci dan mencaci maki para shahabat; generasi terbaik yang pernah hidup di permukaan bumi ini, radhiyallahu ‘anhum wa ardhaahum (Allah ridha kepada mereka dan saya pun ridha kepada mereka).

    [b]Pemahaman Salaf Adalah Jalan Keluar Perselisihan[/b]

    Abu Naajih ‘Irbadh bin Saariyah radhiyallahu’anhu mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan sebuah nasihat kepada kami dengan nasihat yang membuat hati bergetar dan air mata bercucuran. Maka kamipun mengatakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah. Seolah-olah ini merupakan nasihat dari orang yang hendak berpisah. Maka sudilah kiranya anda memberikan wasiat kepada kami”. Beliau pun bersabda: “Aku wasiatkan kepada kalian supaya senantiasa bertakwa kepada Allah. Dan tetaplah mendengar dan taat (kepada pemimpin). Meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena sesungguhnya barangsiapa yang hidup sesudahku niscaya akan menyaksikan banyak perselisihan. Maka berpeganglah dengan Sunnahku, dan Sunnah para khalifah yang lurus dan berpetunjuk. Gigitlah sunnah itu dengan gigi-gigi geraham. Serta jauhilah perkara-perkara yang diada-adakan (di dalam agama). Karena semua bid’ah (perkara yang diada-adakan dalam agama) adalah sesat.”

    Imam Nawawi mengatakan: (hadits ini) diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi. Beliau (Tirmidzi) menilainya ‘Hadits hasan shahih’. Pen-takhrij Ad Durrah As Salafiyah menyebutkan bahwa derajat hadits ini: shahih. Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad (4/126), Abu Dawud (4607), Tirmidzi (2676), Al Haakim (1/174), Ibnu Hibaan (1/179) serta dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ hadits no. 2549 (lihat Ad Durrah As Salafiyyah Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, cet. Markaz Fajr lith Thab’ah hal. 199, Lihat juga Lau Kaana Khairan, hal. 164).

    Di dalam hadits yang mulia ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan sebuah solusi bagi umat tatkala menyaksikan sekian banyak perselisihan yang ada sesudah beliau wafat: yaitu berpegang teguh dengan Sunnah Nabi dan Sunnah Khulafa’ur Rasyidin. Imam Nawawi menerangkan bahwa yang dimaksud Khulafa’ur Rasyidin adalah para khalifah yang empat yaitu; Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan ‘Ali radhiyallahu’anhum (lihat Ad Durrah As Salafiyah, hal. 201). Imam Ibnu Daqiqil ‘Ied juga menjelaskan bahwa mereka adalah keempat khalifah tersebut berdasarkan ijma’ (lihat Ad Durrah As Salafiyah, hal. 202). Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin mengatakan, “Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita tatkala melihat perselisihan ini (yaitu banyaknya perselisihan, sebagaimana disebutkan di dalam hadits) supaya berpegang teguh dengan Sunnah beliau. Arti dari ungkapan ‘alaikum bi sunnatii ialah; Berpegang teguhlah dengannya (dengan Sunnah Nabi)…”. Beliau rahimahullah juga berkata, “Sedangkan makna kata Sunnah beliau ‘alaihish shalaatu was salaam adalah: jalan yang beliau tempuh, yang mencakup akidah, akhlak, amal, ibadah dan lain sebagainya. Kita harus berpegang teguh dengan Sunnah (ajaran) beliau. Dan kita pun berhakim kepadanya. Sebagaimana yang difirmankan Allah ta’ala yang artinya, “Maka demi Tuhanmu, mereka pada hakikatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An Nisaa’: 65). Dengan demikian Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah satu-satunya jalan keselamatan bagi orang yang dikehendaki Allah untuk selamat dari berbagai perselisihan dan berbagai macam kebid’ahan…” (Syarh Riyadhush Shalihin, I/603).

    Di dalam keterangan beliau terhadap Hadits Arba’in Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “…Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan supaya kita berpegang teguh dengan Sunnah-nya; yaitu jalan beliau, dan juga supaya berpegang teguh dengan jalan Khulafa’ur Rasyidin Al Mahdiyyin. Dan juga termasuk di dalamnya (Khulafa’ur Rasyidin) adalah para khalifah/pengganti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal ilmu, ibadah dan dakwah pada umatnya, dan sebagai pemuka mereka ialah empat orang Khalifah; yaitu Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan ‘Ali radhiyallahu’anhum.” (lihat Ad Durrah As Salafiyah, hal. 203). Keterangan Syaikh ‘Utsaimin ini serupa dengan keterangan Imam Al Mubarakfuri. Beliau mengatakan, “Sesungguhnya hadits itu umum berlaku bagi setiap khalifah yang lurus dan tidak dikhususkan bagi dua orang Syaikh (Abu Bakar dan ‘Umar) saja. Dan telah dimaklumi berdasarkan kaidah-kaidah syari’at bahwa seorang khalifah yang lurus tidak diperkenankan untuk menetapkan suatu jalan selain jalan yang ditempuh oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Tuhfatul Ahwadzi, 3/50-51, dinukil dari Limadza, hal. 74-75).

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan (Majmu’ Fatawa, 1/282), “Adapun yang dimaksud dengan Sunnah (ajaran) Khulafa’ur Rasyidin maka sebenarnya mereka tidaklah menggariskan sebuah ajaran kecuali berdasarkan perintah beliau (Nabi), maka dengan begitu ia termasuk bagian dari Sunnah beliau…” (dinukil dari Limadza, hal. 73). Di dalam Tuhfatul Ahwadzi (3/50 dan 7/420) Al Mubarakfuri juga mengatakan, “Bukanlah yang dimaksud dengan Sunnah Khulafa’ur Rasyidin kecuali jalan hidup mereka yang sesuai dengan dengan jalan hidup Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam…” (dinukil dari Limadza, hal. 73).

    Kesimpulan dari penjelasan para ulama di atas ialah sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Salim Al Hilali. Beliau mengatakan, “Dengan demikian kesimpulan semua keterangan ini menunjukkan bahwa Sunnah Khulafa’ur Rasyidin adalah pemahaman para Shahabat radhiyallahu ‘anhum terhadap agama, karena mereka senantiasa meniti jalan sebagaimana jalan pemahaman dan penerapan Islam yang diajarkan oleh Nabi mereka…” (Limadza, hal. 75) Maka kita juga mengatakan bahwasanya jalan keluar bagi umat Islam dari sekian banyak perselisihan yang dapat kita saksikan dengan mata kepala kita pada hari ini berupa munculnya berbagai macam firqah dan aliran-aliran adalah memegang teguh Sunnah (ajaran) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengikuti pemahaman para Shahabat radhiyallahu’anhum. Atau dengan kalimat yang ringkas kita katakan ‘Dengan mengikuti manhaj salaf’. Inilah hakikat dari istilah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Barangsiapa tidak mengikuti pemahaman para Shahabat maka dia telah menentang Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang agung ini.

    [b]Hakikat Ahlus Sunnah wal Jama’ah[/b]

    As Sunnah secara bahasa artinya jalan. Adapun secara istilah As Sunnah adalah ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabatnya, baik berupa keyakinan, perkataan maupun perbuatan. Dalam hal ini Sunnah menjadi lawan dari bid’ah. Bukan sunnah dalam terminologi fikih. Karena sunnah menurut istilah fikih adalah segala perbuatan ibadah yang bila dikerjakan berpahala akan tetapi bila ditinggalkan tidak berdosa. Maka sunnah yang dimaksud dalam istilah Ahlus Sunnah adalah seluruh ajaran Rasul dan para sahabat, baik yang hukumnya wajib maupun sunnah!! (silakan baca Lau Kaana Khairan karya Ustadz Abdul Hakim, hal. 14-17 baca juga Panduan Aqidah Lengkap penerbit Pustaka Ibnu Katsir hal. 36-40).

    Al Jama’ah secara bahasa artinya kumpulan orang yang bersepakat untuk suatu perkara. Sedangkan menurut istilah syar’i, al jama’ah berarti orang-orang yang bersatu di atas kebenaran yaitu jama’ah para sahabat beserta orang-orang sesudah mereka hingga hari kiamat yang meniti jejak mereka dalam beragama di atas Al Kitab dan As Sunnah secara lahir maupun batin. Oleh karena itu seorang Sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan, “Al Jama’ah adalah segala yang sesuai dengan al haq walaupun engkau seorang diri.” (lihat Al Wajiz fi ‘Aqidati Salafish Shalih, hal. 29 dan 30). Ukuran seseorang berada di atas jama’ah bukanlah jumlah. Akan tetapi ukurannya adalah sejauh mana dia berpegang teguh dengan kebenaran yaitu Islam yang murni yang dipahami oleh para sahabat radhiyallahu ta’ala ‘anhum. Sebagaimana hal ini telah diisyaratkan oleh Rasul ketika menceritakan akan terjadi perpecahan umat ini menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu yaitu al jama’ah. Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang beragama sebagaimana Nabi dan para sahabat. Hadits perpecahan umat adalah hadits yang sah menurut ulama ahli hadits. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan di dalam Majmu’ Fatawa (3/345), “Hadits tentang perpecahan umat adalah hadits yang shahih dan sangat populer di dalam kitab-kitab sunan dan musnad.” (lihat Al Minhah Al Ilahiyah fi Tahdzib Syarh Ath Thahawiyah, hal. 348, Silsilah Ash Shahihah no. 203 dan 204 karya Al Imam Al Albani rahimahullah, baca keterangan tentang status dan faidah-faidah dari hadits perpecahan umat di dalam buku Lau Kaana Khairan, hal. 190-196).

    Sehingga hakikat Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Sunnah para sahabatnya dan juga orang-orang yang mengikuti mereka dan menempuh jalan mereka dalam berkeyakinan, berucap dan mengerjakan amalan, demikian pula orang-orang yang konsisten di atas jalur ittiba’ (mengikuti Sunnah) dan menjauhi jalur ibtida’ (mereka-reka bid’ah). Mereka senantiasa ada, eksis dan mendapatkan pertolongan (dari Allah) hingga datangnya hari kiamat. Oleh sebab itu maka mengikuti mereka adalah hidayah sedangkan menyelisihi mereka adalah kesesatan. Mereka itulah yang disebut dengan istilah ’salaf’ (lihat Al Wajiz fi ‘Aqidati Salafish Shalih, hal. 30, Panduan Aqidah Lengkap hal. 40, baca juga definisi Ahlus Sunnah di dalam Ma’alim Ushul Fiqh ‘inda Ahlis Sunnah wal Jama’ah hal. 17-18, karya Syaikh Doktor Muhammad bin Husain Al Jizani hafizhahullah).

    Sedangkan lawan dari Ahlus Sunnah adalah Ahlul bid’ah yaitu orang-orang yang tetap mengerjakan bid’ah sesudah ditegakkan hujjah atas mereka, baik bid’ah i’tiqadiyyah (keyakinan) maupun bid’ah amaliyah (amalan), tetapi kemudian mereka tetap istiqamah dengan bid’ahnya (lihat Lau Kaana Khairan, hal. 170). Kita tidak boleh sembarangan dalam menghukumi seseorang atau jama’ah sebagai ahli bid’ah. Syaikh Al Albani berkata, “Terjatuhnya seorang ulama dalam bid’ah tidaklah secara otomatis menjadikannya sebagai seorang ahli bid’ah….” “…Ada dua persyaratan agar seseorang dikatakan sebagai ahli bid’ah:

    Ia bukanlah seorang mujtahid, namun seorang pengikut hawa nafsu.
    Berbuat bid’ah merupakan kebiasaannya (Silsilah Huda wa Nur, kaset no. 785)
    Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad (Ahli hadits Madinah saat ini) berkata, “Tidak semua orang yang melakukan bid’ah secara otomatis menjadi ahli bid’ah. Hanyalah dikatakan ahli bid’ah bagi orang yang telah jelas dan dikenal dengan bid’ahnya. Sebagian orang sangat berani dalam pembid’ahan sampai-sampai mentabdi’ orang yang memiliki kebaikan dan memberi manfaat yang banyak bagi masyarakat. Sebagian orang menyebut setiap orang yang menyelisihinya sebagai ahli bid’ah.” (dinukil dari Ringkasan buku Lerai Pertikaian, Sudahi Permusuhan karya Ustadz Abu Abdil Muhsin hafizhahullah).

    Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya: Siapakah yang dimaksud dengan Ahlus Sunnah wal Jama’ah? Beliau menjawab, “Yang disebut sebagai Ahlus Sunnah wal jama’ah hanyalah orang-orang yang benar-benar berpegang teguh dengan As Sunnah (ajaran Nabi) dan mereka bersatu di atasnya. Mereka tidak menyimpang kepada selain ajaran As Sunnah, baik dalam urusan keyakinan ilmiah maupun dalam masalah amal praktik hukum. Oleh sebab inilah mereka disebut dengan Ahlus Sunnah, yaitu karena mereka bersatu padu di atasnya (di atas Sunnah). Dan apabila anda cermati keadaan ahlul bid’ah niscaya anda dapatkan mereka itu berselisih dalam hal metode akidah dan amaliah, ini menunjukkan bahwa mereka itu sangat jauh dari petunjuk As Sunnah, tergantung dengan kadar kebid’ahan yang mereka ciptakan.” (Fatawa Arkanul Islam, hal. 21).

    Ahlus Sunnah wal Jama’ah memiliki sebutan lain di kalangan para ulama yaitu: Ash-habul Hadits atau Ahlul Hadits (pengikut dan pembela hadits), Ahlul Atsar (pengikut jejak salaf), Ahlul Ittiba’ (Peniti Sunnah Nabi), Al Ghurabaa’ (Orang-orang yang terasing dari berbagai keburukan), Ath Thaa’ifah Al Manshurah (Kelompok yang mendapatkan pertolongan Allah) dan Al Firqah An Najiyah (Golongan yang selamat). Dan pada saat sekarang ini ketika banyak kelompok dalam tubuh umat Islam yang mengaku sebagai Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan pengikut Al Kitab dan As Sunnah namun ternyata praktik dan ajarannya jauh menyimpang dari prinsip-prinsip Salafush Shalih maka bangkitlah para ulama untuk memberikan sebuah istilah pembeda yaitu Salafiyun (para pengikut Salaf) (lihat Mujmal Ushul Ahlis Sunnah, hal. 6, Limadza hal. 36-38, Minhaaj Al Firqah An Najiyah, hal. 6-17 dan Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, hal. 7-14). Apabila para pembaca ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah munculnya istilah Ahlus Sunnah wal Jama’ah maka kami sarankan untuk membaca Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas yang diterbitkan Pustaka At Taqwa hal. 14-17. Di sana beliau sudah menerangkan hal ini, semoga Allah memberikan balasan sebaik-baiknya kepada beliau. Dan bagi para pembaca yang ingin membaca keterangan yang menjelaskan bahwa Al Firqatun Najiyah adalah Ath Tha’ifah Al Manshurah juga sama dengan Ahlul Hadits maka silakan baca buku Mereka Adalah Teroris cet. I hal. 77-95. Semoga Allah merahmati para ustadz kita dan menyatukan mereka dalam barisan dakwah Salafiyah dalam membumihanguskan gerombolan dakwah Ahlul bid’ah, …Aammiin.

    [b]Hanya Satu yang Selamat![/b]

    Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberitakan tentang terjadinya perpecahan umatnya sesudah beliau wafat. Kami sangat mengharapkan keterangan dari yang mulia tentang hal itu? Beliau menjawab, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitakan dalam hadits-hadits yang sah (riwayat Abu Dawud di Kitab As Sunnah bab Syarhu Sunnah (4596), At Tirmidzi di Kitabul Iman bab Iftiraqu Hadzihihil Ummah (2642), Ibnu Majah di Kitabul Fitan bab Iftiraqul Ummah (3991)). Hadits-hadits itu menceritakan bahwa kaum Yahudi berpecah belah menjadi 71 kelompok/firqah. Sedangkan kaum Nashara berpecah menjadi 72 firqah. Dan umat ini akan berpecah menjadi 73 firqah. Seluruh firqah ini terancam berada di neraka kecuali satu firqah. Firqah tersebut terdiri dari orang-orang yang berpegang teguh dengan ajaran dan pemahaman agama sebagaimana yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabatnya. Kelompok inilah yang disebut dengan Al Firqah An Najiyah (kelompok yang selamat). Mereka selamat dari kebid’ahan ketika berada di dunia. Dan mereka terselamatkan dari api neraka ketika di akhirat kelak. Inilah Ath Thaa’ifah Al Manshuurah (kelompok yang diberi pertolongan dan dimenangkan) yang akan tetap eksis hingga datangnya hari kiamat. Mereka senantiasa menang dan mendapatkan ketegaran dalam menegakkan agama Allah ‘azza wa jalla.”

    “Tujuh puluh tiga firqah ini, salah satunya berada di atas kebenaran sedangkan selainnya berada di atas kebatilan. Sebagian ulama berusaha untuk merincinya satu persatu dan menyimpulkannya menjadi lima aliran utama ahlul bida’ (kaum pembela bid’ah). Dari setiap aliran itu mereka bagi lagi menjadi beberapa sekte sampai bisa mencapai total bilangan tersebut yang telah disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sedangkan ulama yang lainnya memandang bahwa dalam hal ini sikap yang lebih baik ialah menahan diri untuk tidak merincinya. Mereka beralasan karena bukan hanya firqah-firqah yang sudah ada ini saja yang tersesat. Tetapi telah banyak kelompok orang yang tersesat dalam jumlah kelompok yang lebih besar di masa sebelumnya. Begitu pula banyak firqah baru yang muncul setelah tujuh puluh dua firqah yang ada sekarang. Mereka berpendapat bahwa bilangan ini tidak akan pernah terhenti dan tidak mungkin bisa diketahui sampai kapan berakhirnya kecuali nanti di akhir zaman ketika hari kiamat datang. Oleh sebab itu sikap yang lebih baik ialah kita sebutkan secara global saja bilangan yang sudah disebutkan secara global oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan kita katakan bahwasanya umat ini akan berpecah belah menjadi 73 firqah, semuanya berada di neraka kecuali satu. Kemudian kita katakan bahwa setiap orang yang menyimpang dari petunjuk dan pemahaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya adalah termasuk dalam firqah-firqah ini. Dan bisa juga Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan gambaran tentang pokok-pokok aliran sesat yang belum bisa kita ketahui keberadaannya sekarang ini kecuali hanya sebatas sepuluh aliran saja yang baru bisa kita lihat. Atau bisa juga beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan beberapa pokok aliran sesat yang di dalamnya terkandung cabang-cabang sebagaimana pendapat demikian dipilih oleh sebagian ulama. Adapun ilmu yang sebenarnya ada di sisi Allah ‘azza wa jalla.” (Fatawa Arkaanul Islaam, hal. 21-22).

    [b]Firqah-Firqah yang Menyimpang[/b]

    Setelah kita mengetahui bersama bahwasanya satu-satunya jalan yang diridhai Allah dalam beragama adalah pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jama’ah; yaitu tegak di atas Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman salafush shalih. Maka tidak kalah pentingnya sekarang adalah mengetahui berbagai kelompok Islam atau firqah yang menyimpang dari pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Di sini kami ingin mengingatkan kembali perkataan Imam Ibnul Qayyim yang sangat penting untuk kita cermati. Beliau rahimahullah mengatakan, “Pemahaman yang benar dan niat yang baik adalah termasuk nikmat paling agung yang dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya. Bahkan tidaklah seorang hamba mendapatkan pemberian yang lebih utama dan lebih agung setelah nikmat Islam daripada memperoleh kedua nikmat ini. Bahkan kedua hal ini adalah pilar tegaknya agama Islam, dan Islam tegak di atas pondasi keduanya. Dengan dua nikmat inilah hamba bisa menyelamatkan dirinya dari terjebak di jalan orang yang dimurkai (al maghdhuubi ‘alaihim) yaitu orang yang memiliki niat yang rusak. Dan juga dengan keduanya ia selamat dari jebakan jalan orang sesat (adh dhaalliin) yaitu orang-orang yang pemahamannya rusak. Sehingga dengan itulah dia akan termasuk orang yang meniti jalan orang yang diberi nikmat (an’amta ‘alaihim) yaitu orang-orang yang memiliki pemahaman dan niat yang baik. Mereka itulah pengikut shirathal mustaqim..” (I’laamul Muwaqqi’iin, 1/87, dinukil dari Min Washaaya Salaf, hal. 44) Dari perkataan beliau ini kita bisa menarik kesimpulan berharga bahwasanya sumber penyimpangan manusia dari jalan yang lurus adalah buruknya pemahaman dan buruknya niat. Inilah dua pokok kesesatan yang ada, baik di dalam Islam maupun di luar Islam.

    Sebagian besar kelompok menyimpang yang ada sekarang ini pada hakikatnya mewarisi penyimpangan-penyimpangan yang ada pada para pendahulunya, sedikit maupun banyak. Ada di antara mereka yang murni mengikuti sebuah aliran masa silam tapi ada juga yang menggabung-gabungkan penyimpangan dari berbagai aliran masa silam ke dalam tubuh kelompok mereka. Dan kebanyakan dari mereka sudah tidak lagi memakai nama lama. Akan tetapi mereka kelabui umat dengan nama-nama yang indah dan mempesona. Ada lagi orang-orang yang merasa tidak puas dengan referensi-referensi Islam dan mencoba menggali ‘tambahan pelajaran’ dari produk pemikiran orang-orang Kafir. Di antara mereka ada yang masih berada dalam lingkaran Islam. Tetapi ada juga yang sudah mental keluar karena bosan dengan manhaj para ulama Salaf dan lebih senang dengan ajaran Orientalis. Maka jadilah orang-orang seperti ini sebagai orang-orang yang merasa memperjuangkan keagungan nilai ajaran agama Islam. Berdasarkan persangkaan ini maka mereka pun mengumpulkan manusia dan menyebarkan ide-ide mereka dalam bentuk ceramah maupun tulisan. Mereka bangun sekolah demi mengkader para penerus kesesatan mereka. Mereka racuni pikiran para generasi muda dan kaum cerdik cendekia. Bahkan tidak jarang ada di antara mereka yang nekat turun ke jalan dan mengerahkan massa. Atau lebih sangar lagi ada yang berani mengangkat senjata dan menumpahkan darah manusia tanpa hak. Subhaanallaah…!!

    Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisi rahimahullah mengatakan, [b]“Setiap golongan yang menamakan dirinya dengan selain identitas Islam dan Sunnah adalah mubtadi’ (ahli bid’ah) seperti contohnya: Rafidhah (Syi’ah), Jahmiyah, Khawarij, Qadariyah, Murji’ah, Mu’tazilah, Karramiyah, Kullabiyah, dan juga kelompok-kelompok lain yang serupa dengan mereka.[/b] Inilah firqah-firqah sesat dan kelompok-kelompok bid’ah, semoga Allah melindungi kita darinya.” (Lum’atul I’tiqad, dinukil dari Al Is’ad fi Syarhi Lum’atil I’tiqad hal 90. Namun di sana tidak disebutkan nama Khawarij, dugaan saya ini adalah salah cetak, sebagaimana tampak dari syarahnya yang juga menjelaskan firqah Khawarij. Silakan bandingkan dengan Syarah Lum’atul I’tiqad Syaikh Al ‘Utsaimin, hal. 161). Setelah membawakan perkataan Imam Ibnu Qudamah ini Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah menyebutkan mengenai sebagian ciri-ciri Ahlul bid’ah. Beliau mengatakan, “Kaum Ahlul bid’ah itu memiliki beberapa ciri, di antara cirinya adalah:

    Mereka memiliki karakter selain karakter Islam dan Sunnah sebagai akibat dari bid’ah-bid’ah yang mereka ciptakan, baik yang menyangkut urusan perkataan, perbuatan maupun keyakinan.
    Mereka sangat fanatik kepada pendapat-pendapat golongan mereka. Sehingga mereka pun tidak mau kembali kepada kebenaran meskipun kebenaran itu sudah tampak jelas bagi mereka.
    Mereka membenci para Imam umat Islam dan para pemimpin agama (ulama) (Syarah Lum’atul I’tiqad, hal. 161).
    Kemudian Syaikh Al ‘Utsaimin menjelaskan satu persatu gambaran firqah sesat tersebut secara singkat. Berikut ini intisari penjelasan beliau dengan beberapa tambahan dari sumber lain. Mereka itu adalah:

    [b]Rafidhah (Syi’ah),[/b] yaitu orang-orang yang melampaui batas dalam mengagungkan ahlul bait (keluarga Nabi). Mereka juga mengkafirkan orang-orang selain golongannya, baik itu dari kalangan para Shahabat maupun yang lainnya. Ada juga di antara mereka yang menuduh para Shahabat telah menjadi fasik sesudah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka ini pun terdiri dari banyak sekte. Di antara mereka ada yang sangat ekstrim hingga berani mempertuhankan ‘Ali bin Abi Thalib, dan ada pula di antara mereka yang lebih rendah kesesatannya dibandingkan mereka ini. Tokoh mereka di zaman ini adalah Khomeini beserta begundal-begundalnya. (Silakan baca Majalah Al Furqon Edisi 6 Tahun V/Muharram 1427 hal. 49-53).
    [b]Jahmiyah. [/b]Disebut demikian karena mereka adalah penganut paham Jahm bin Shofwan yang madzhabnya sesat. Madzhab mereka dalam masalah tauhid adalah menolak sifat-sifat Allah. Sedangkan madzhab mereka dalam masalah takdir adalah menganut paham Jabriyah. Paham Jabriyah menganggap bahwa manusia adalah makhluk yang terpaksa dan tidak memiliki pilihan dalam mengerjakan kebaikan dan keburukan. Adapun dalam masalah keimanan madzhab mereka adalah menganut paham Murji’ah yang menyatakan bahwa iman itu cukup dengan pengakuan hati tanpa harus diikuti dengan ucapan dan amalan. Sehingga konsekuensi dari pendapat mereka ialah pelaku dosa besar adalah seorang mukmin yang sempurna imannya. Wallaahul musta’aan.
    [b]Khawarij.[/b] Mereka ini adalah orang-orang yang memberontak kepada khalifah ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu karena alasan pemutusan hukum. Di antara ciri pemahaman mereka ialah membolehkan pemberontakan kepada penguasa muslim dan mengkafirkan

  434. pelaku dosa besar. Mereka ini juga terbagi menjadi bersekte-sekte lagi. (Tentang Pemberontakan, silakan baca Majalah Al Furqon Edisi 6 Tahun V/Muharram 1427 hal. 31-36).
    [b]Qadariyah.[/b] Mereka ini adalah orang-orang yang berpendapat menolak keberadaan takdir. Sehingga mereka meyakini bahwa hamba memiliki kehendak bebas dan kemampuan berbuat yang terlepas sama sekali dari kehendak dan kekuasaan Allah. Pelopor yang menampakkan pendapat ini adalah Ma’bad Al Juhani di akhir-akhir periode kehidupan para Shahabat. Di antara mereka ada yang ekstrim dan ada yang tidak. Namun yang tidak ekstrim ini menyatakan bahwa terjadinya perbuatan hamba bukan karena kehendak, kekuasaan dan ciptaan Allah, jadi inipun sama sesatnya.
    [b]Murji’ah. [/b]Menurut mereka amal bukanlah bagian dari iman. Sehingga cukuplah iman itu dengan modal pengakuan hati saja. Konsekuensi pendapat mereka adalah pelaku dosa besar termasuk orang yang imannya sempurna. Meskipun dia melakukan kemaksiatan apapun dan meninggalkan ketaatan apapun. Madzhab mereka ini merupakan kebalikan dari madzhab Khawarij.
    [b]Mu’tazilah. [/b]Mereka adalah para pengikut Washil bin ‘Atha’ yang beri’tizal (menyempal) dari majelis pengajian Hasan Al Bashri. Dia menyatakan bahwa orang yang melakukan dosa besar itu di dunia dihukumi sebagai orang yang berada di antara dua posisi (manzilah baina manzilatain), tidak kafir tapi juga tidak beriman. Akan tetapi menurutnya di akhirat mereka akhirnya juga akan kekal di dalam Neraka. Tokoh lain yang mengikuti jejaknya adalah Amr bin ‘Ubaid. Madzhab mereka dalam masalah tauhid Asma’ wa Shifat adalah menolak (ta’thil) sebagaimana kelakuan kaum Jahmiyah. Dalam masalah takdir mereka ini menganut paham Qadariyah. Sedang dalam masalah pelaku dosa besar mereka menganggapnya tidak kafir tapi juga tidak beriman. Dengan dua prinsip terakhir ini pada hakikatnya mereka bertentangan dengan Jahmiyah. Karena Jahmiyah menganut paham Jabriyah dan menganggap dosa tidaklah membahayakan keimanan. Inilah anehnya bid’ah, dua prinsip aliran sesat yang bertentangan bisa bertemu dalam satu tubuh. Tahsabuhum jamii’an wa quluubuhum syattaa. Kalian lihat mereka itu bersatu padu akan tetapi sebenarnya hati mereka tercerai-berai. (lihat QS. Al Hasyr: 14).
    [b]Karramiyah. [/b]Mereka adalah pengikut Muhammad bin Karram yang cenderung kepada madzhab Tasybih (penyerupaan sifat Allah dengan makhluk) dan mengikuti pendapat Murji’ah, mereka ini juga terdiri dari banyak sekte.
    [b]Kullabiyah. [/b]Mereka ini adalah pengikut Abdullah bin Sa’id bin Kullab Al Bashri. Mereka inilah yang mengeluarkan statemen tentang Tujuh Sifat Allah yang mereka tetapkan dengan akal. Kemudian kaum [b]Asya’irah (yang mengaku mengikuti Imam Abul Hasan Al Asy’ari) [/b]pada masa ini pun mengikuti jejak langkah mereka yang sesat itu. Perlu kita ketahui bahwa Imam Abul Hasan Al Asy’ari pada awalnya menganut paham Mu’tazilah sampai usia sekitar 40 tahun. Kemudian sesudah itu beliau bertaubat darinya dan membongkar kebatilan madzhab Mu’tazilah. Di tengah perjalanannya kembali kepada manhaj Ahlus Sunnah beliau sempat memiliki keyakinan semacam ini yang tidak mau mengakui sifat-sifat Allah kecuali tujuh saja yaitu: hidup, mengetahui, berkuasa, berbicara, berkehendak, mendengar dan melihat. Kemudian akhirnya beliau bertaubat secara total dan berpegang teguh dengan madzhab Ahlus Sunnah, semoga Allah merahmati beliau. (lihat Syarh Lum’atul I’tiqad, hal. 161-163).
    Syaikh Abdur Razzaq Al Jaza’iri hafizhahullah mengatakan, “Dan firqah-firqah sesat tidak terbatas pada beberapa firqah yang sudah disebutkan ini saja. Karena ini adalah sebagiannya saja. Di antara firqah sesat lainnya adalah: Kaum Shufiyah dengan berbagai macam tarekatnya, Kaum Syi’ah dengan sekte-sektenya, Kaum Mulahidah (atheis) dengan berbagai macam kelompoknya. Dan juga kelompok-kelompok yang gemar ber-tahazzub (bergolong-golongan) pada masa kini dengan berbagai macam alirannya, seperti contohnya: Jama’ah Hijrah wa Takfir yang menganut aliran Khawarij; yang dampak negatif ulah mereka telah menyebar kemana-mana (yaitu dengan maraknya pengeboman dan pemberontakan kep