Takhrij Atsar Aliy bin Abi Thalib : Rasulullah Tidak Pernah Berwasiat Tentang Kepemimpinan Kepada Dirinya

Takhrij Atsar Aliy bin Abi Thalib : Rasulullah Tidak Pernah Berwasiat Tentang Kepemimpinan Kepada Dirinya

Kepemimpinan Imam Ali telah ditetapkan dalam hadis-hadis shahih, dibenarkan oleh mereka yang mengetahuinya dan diingkari oleh para pengingkar. Di antara pengingkaran mereka adalah mengait-ngaitkan “kepemimpinan Imam Ali” dengan ciri khas kaum Syiah. Sehingga siapapun yang menetapkan kepemimpinan Imam Ali maka ia adalah Syiah Rafidhah dan kafir. Sebagian pengingkar yang sok mengaku-ngaku ahlus sunnah, mengutip atsar dimana Imam Aliy mengakui bahwa Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] tidak mewasiatkan kepemimpinan kepada dirinya. Atsar tersebut dhaif sebagaimana yang telah kami bahas sebelumnya. Tulisan kali ini hanya pembahasan ulang yang lebih rinci untuk membuktikan bahwa atsar Imam Aliy tersebut dhaif sekaligus bantahan terhadap orang yang menguatkan atsar ini . Baca lebih lanjut

Iklan

Benarkah Imam Bukhariy Mengambil Hadis Dari Perawi Rafidhah?

Benarkah Imam Bukhariy Mengambil Hadis Dari Perawi Rafidhah?

Salah satu isu yang sering dilontarkan penganut Syi’ah terhadap Ahlus Sunnah adalah ulama Ahlus Sunnah diantaranya Imam Bukhariy juga meriwayatkan dari perawi Syi’ah.

Dan jawaban dari sebagian Ahlus Sunnah biasanya berupa bantahan yaitu Imam Bukhariy memang meriwayatkan dari Syi’ah tetapi Syi’ah yang dimaksud bukan Syi’ah Rafidhah tetapi Syi’ah dalam arti lebih mengutamakan Aliy bin Abi Thalib dari Utsman atau sahabat lainnya, Syi’ah yang tetap memuliakan para sahabat bukan seperti Syi’ah Rafidhah yang mencela para sahabat. Salah satu bantahan yang dimaksud dapat para pembaca lihat disini. Baca lebih lanjut

Takhrij Hadis Haram Al Kuubah : Hadis Yang Dijadikan Hujjah Mengharamkan Musik

Takhrij Hadis Haram Al Kuubah : Hadis Yang Dijadikan Hujjah Mengharamkan Musik

Pada awal mula berdirinya blog ini, kami pernah menuliskan kajian singkat mengenai hukum Musik termasuk hadis-hadis yang dijadikan hujjah untuk mengharamkan Musik. Diantara hadis-hadis tersebut terdapat hadis yang matannya menyebutkan tentang pengharaman Al Kuubah. Dan Al Kuubah ini dinyatakan oleh sebagian ulama sebagai salah satu alat musik tabuh seperti gendang.

Tulisan ini akan mengkaji lebih dalam mengenai hadis Al Kuubah dan pendapat yang rajih [di sisi penulis] berdasarkan kaidah ilmiah mengenai makna hadis tersebut. Baca lebih lanjut

Shahihkah Atsar Ibnu ‘Abbaas : Haramnya Alat Musik Duff?

Shahihkah Atsar Ibnu ‘Abbas : Haramnya Alat Musik Duff?

Terdapat riwayat dari Ibnu ‘Abbaas yang dijadikan hujjah oleh sebagian orang untuk mengharamkan musik.

أخبرنا أبو نصر بن قتادة أنبأ أبو منصور العباس بن الفضل النضروي ثنا أحمد بن نجدة ثنا سعيد بن منصور ثنا أبو عوانة عن عبد الكريم الجزري عن أبي هاشم الكوفي عن بن عباس قال الدف حرام والمعازف حرام والكوبة حرام والمزمار حرام

Telah mengabarkan kepada kami Abu Nashr bin Qatadah yang berkata telah memberitakan kepada kami Abu Manshuur Al ‘Abbas bin Fadhl An Nadhrawiy yang berkata telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Najdah yang berkata telah menceritakan kepada kami Sa’iid bin Manshuur yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari ‘Abdul Kariim Al Jazariy dari Abi Haasyim Al Kuufiy dari Ibnu ‘Abbaas yang berkata “Duff haram, Al Ma’azif haram, Al Kuubah haram dan seruling haram” [Sunan Al Kubra Baihaqiy 10/222 no 20789] Baca lebih lanjut

Hadis Rasulullah SAW Diutus Menghancurkan Seruling Dan Gendang

Hadis Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] Diutus Menghancurkan Seruling dan Gendang

Hadis ini termasuk diantara hadis-hadis yang dijadikan hujjah oleh sebagian ulama untuk mengharamkan musik dan nyanyian. Kami membuat tulisan ini setelah membaca mengenai kedudukan hadis ini dari kitab Syaikh Abdullah Al Judai’ yaitu Al Muusiq Wal Ghinaa’ Fi Miizan Al Islam dan kitab bantahannya dari Syaikh Abdullah Ramadhan bin Muusa yaitu Raddu ‘Ala Al Qaradhawiy Wal Judai’. Tulisan ini hanya ingin menelaah secara kritis pendapat mana yang lebih rajih dari kedua penulis tersebut mengenai hadis ini. Baca lebih lanjut

Dhaif Atsar Abdullah bin Mas’ud : Nyanyian Menumbuhkan Kemunafikan Dalam Hati

Dhaif Atsar Ibnu Mas’ud : Nyanyian Menumbuhkan Kemunafikan Dalam Hati

Sedikit membicarakan mengenai masalah Nyanyian. Sudah dikenal bahwa terdapat sekelompok orang islam [baca : salafiy] yang sangat keras dalam mengharamkan musik dan nyanyian. Diantara mereka ada yang membawakan dan berhujjah dengan atsar Ibnu Mas’ud [radiallahu ‘anhu] bahwa Nyanyian menumbuhkan kemunafikan dalam hati. Tulisan ini berusaha membuktikan bahwa berdasarkan pendapat yang rajih kedudukan sebenarnya atsar tersebut di sisi ilmu hadis adalah dhaif. Baca lebih lanjut