Secondprince

Salam

Dengan ini saya menyatakan bahwa apa yang saya tulis adalah benar dari hati yang paling dalam dengan sepenuh hati dan sedapat mungkin sejujur-jujurnya.(kalau tidak bisa maafkan) 😛

Nama : Beberapa orang mungkin sudah tahu nama saya (hal yang sangat saya sesalkan) karena bagi saya Anonimitas itu penting.

Umur : Ada juga yang tahu sih, tapi saya masih sangat muda (hal yang juga saya sesalkan) karena saya sudah bukan anak kecil 😉

Alamat : Palembang, (saya bersyukur lahir disana)

Agama : Islam, Alhamdulillah

Hobi : Dulu saya hobi Membaca, kemudian hobi Berpikir berat, dan sekarang hobi Menulis :mrgreen:

Manhaj : Gak jelas kelihatannya tetapi berusaha di atas Jalan Yang Lurus, Yang jelas bukan Salafy kayaknya 🙂

Buku Favorit : Ada banyak

  • Falsafatuna
  • Iqtishaduna
  • Discourse De la Methode
  • Neraca Kebenaran
  • Nahjul Balaghah
  • Riwayat Sang Kala
  • Harry Potter
  • Keadilan Ilahi
  • Manusia dan Alam Semesta
  • Masyarakat dan Sejarah
  • Count Of Monte Cristo
  • Fisiologi Guyton
  • Calculus
  • Manusia dan Agama
  • Musnad Ahmad

Alasan Nge-Blog : Pikiran yang overload mesti dimuntahkan :mrgreen:

Obsesi : Menemukan Kebenaran

Apalagi ya, ntar mungkin saya sering update halaman ini

Sekalian kalau mau kritik dan saran langsung saja, gak pake daftar 😉

Salam damai


93 Tanggapan

  1. salam kenal:mrgreen:

    *ditabok*

    suka harry potter dan count of monte cristo ya😀

  2. @Mbak Ira
    Salam kenal juga:mrgreen:
    *gak jadi nabok*

    He he he begitulah😉

  3. salam kenal juga :))
    Harry Potter, Keadilan Ilahi (hubungannya mana?)

    *kening mengerut*

    Obsesi: Menemukan Kebenaran
    Saran: Kalo ga mau lewat , Syiah aja..hehehe

    *ngga becanda*

  4. salam kenal juga :))
    Harry Potter, Keadilan Ilahi (hubungannya mana?)

    *kening mengerut*

    Obsesi: Menemukan Kebenaran
    Saran: Kalo ga mau lewat Salafy , Syiah aja..hehehe

    *ngga becanda*

  5. wahh ..penggemar berat Murtadha Muthahari tohh…
    Koq Hak2 Wanita dlm Islam ga dimasukkan?

    Neraca kebenaran yg karang siapa, penerbitnya?

    Riwayat Sang Kala ttg apa?

  6. @armagedon
    Hubungannya, kedua buku itu sama-sama memikat saya🙂
    padahal saya jarang sekali bersimpati dengan buku:mrgreen:

    Obsesi: Menemukan Kebenaran
    Saran: Kalo ga mau lewat Salafy , Syiah aja..hehehe

    Kebenaran adalah kebenaran, akhi🙂

    @truthseeker1964
    begitulah🙂

    Koq Hak2 Wanita dlm Islam ga dimasukkan?

    Buku yang bagus itu, tetapi tidak semua buku yang bagus saya masukkan, anda tentu mengerti:mrgreen:

    Neraca kebenaran yg karang siapa, penerbitnya?

    Riwayat Sang Kala ttg apa?

    Sengaja tidak ditulis pengarangnya, biar situ penasaran:mrgreen:

  7. Kebenaran itu didasarkan pada wahyu, bukan pada keinginan dan pilihan. Jika engkau mencari kebenaran berdasarkan pilihan, maka bisa jadi kesesatan yang engkau temui.

    Menganalisa kebenaran haruslah ada sandarannya. Lantas dengan apa engkau menganalis padahal telah Ar Rasul Shallallahu’alaihi wasallam sebagai nabi.

  8. @Abu Tilmidz

    Kebenaran itu didasarkan pada wahyu,

    Saya setuju Mas

    Jika engkau mencari kebenaran berdasarkan pilihan, maka bisa jadi kesesatan yang engkau temui.

    Bisa jadi kebenaran yang akan ditemui🙂

    Menganalisa kebenaran haruslah ada sandarannya.

    Setuju lagi, sandaran itu memang harus jika ingin menentukan yang mana yang benar

    Lantas dengan apa engkau menganalis padahal telah Ar Rasul Shallallahu’alaihi wasallam sebagai nabi.

    Rasulullah SAW sebagai Nabi adalah perkara jelas. Maaf, Analisis saya sejauh ini tidak ada masalah dengan Kenabian Rasulullah SAW
    Salam

  9. Lho,lho namamu kan ini…….*h***a
    *gak jadi ah, ntar ada yang ngamuk:mrgreen: *

    favoritmu boleh juga, cuman kok rasanya aneh
    Harry Potter dan Musnad Ahmad
    jauh banget😆

  10. Obsesi; Mencari Kebenaran
    Sudah ditemukankah kebenaran itu?

  11. Mungkin kebenaran versi pribadi sudah ditemui. namun untuk kebenaran yang sebenarnya, tidak akan mungki ditemui melainkan harus ada sandaran yang jelas dengan bimbingan ahli ilmu (ulama). Wallahu a’lam.

  12. Mungkin kebenaran versi pribadi sudah ditemui. namun untuk kebenaran yang sebenarnya, tidak akan mungkin ditemui melainkan harus ada sandaran yang jelas dengan bimbingan ahli ilmu (ulama). Wallahu a’lam.

  13. @Abu Tilmidz
    Mestinya berkomen di “Relativitas Kebenaran”
    Ada istilah baru lagi nih SP; “Kebenaran versi pribadi” dan “Kebenaran sebenarnya”. Apa kaitannya dg Kebenaran Mutlak dan Kebenaran Relatif/Subjektif ya?

  14. Klu kebenaran sih bisa ketemu tp kebenaran Mutlak sampai keliang kubur nda ketemu hehehe jd nda usah repot2 cari yg Mutlak cari aja yg umum bs membenarkan. Klu banyak yg setuju kebenaran itu kan rasanya plonggggg

  15. @ressay
    oh udah kok Mas🙂

    @almirza
    jangan macam-macam akhi😈
    dikau menghilang terus🙂

    favoritmu boleh juga, cuman kok rasanya aneh
    Harry Potter dan Musnad Ahmad
    jauh banget😆

    Makanya gak perlu dibandingkan dong🙂 , itu kan soal selera😛

    @Mbak Hilda
    sederhananya Iya
    rumitnya belum

    @Abu Tilmidz
    Insya Allah Mas, mari kita sama-sama belajar. Kebenaran bisa diambil dari mana saja🙂
    Salam

    @armand
    ya, mungkin sama saja tetapi bahasanya yang berbeda🙂

    @jahil
    Saya kurang setuju Mas, kebenaran Mutlak bisa dicapai manusia🙂

    Klu banyak yg setuju kebenaran itu kan rasanya plonggggg

    Kalau saya mah, nggak ngaruh. Kebenaran gak tergantung banyak orang yang menganutnya atau tidak. kecuali kalau itu cuma sekedar perasaan🙂

  16. @secondprince
    Masa ah mas tdk terpengaruh? Se-tidak2nya mas tenang krn pendapat/tindakan mas disupport. jgn malu2 kucing mas

  17. @jahil
    bener lho:mrgreen:
    saya sih selalu tenang kan saya berada di balik layar😛
    *bukannya di depan layar ya*

  18. Mampir lagee…. 😀

  19. Baru OL:mrgreen:

    Setelah saya analisis….. dengan seksama…..dan dalam tempo sesingkat-singkatnya………..😛

    U ini Makhluk Langka Gitu Loh😆

  20. sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan kita ada baiknya kita pikirkan saudara saudara kita yang tidak makan😀

    sebelum kita mengeluh tentang selalu di nomor duakan nya diri kita coba pikirkan nasib Pangeran Ke-Tiga

    heheheheh

  21. @ Klu yg pertama tdk cocok yg kedua setuju

  22. @geMbel elite
    silakan. silakan
    udah hebat ya Mas sekarang🙂

    @almirza
    saya memang luar biasa😈
    *tabur merica ke Mas Mirza*

    @ThirdPrince
    waduh ada yang ketiga ya😆

    @aburahat
    wah saya kurang mengerti nih Mas
    *maklum lambet*

  23. Allahumma shalli ala Muhammad Wa ali Muhammad, saya seneng ada orang muda yang pandai beranalisis netral seperti you, saya salute. Oh ya saya juga sedang mencari kebenaran (4 tahunan inilahhh….) sepertinya saya harus belajar banyak sama you (asal jangan ampe gue taklid ama you aje he…he…), dulunya saya terjun ke lembah hitam (metal booooo) tapi kayaknya hampa. Salam kenal bro !!!!! Hail secondprince…….(kayaknya you bermadzhab ahlul bait ye….)

  24. punya alamat e-mail ???

  25. @abu syahzanan

    Allahumma shalli ala Muhammad Wa ali Muhammad, saya seneng ada orang muda yang pandai beranalisis netral seperti you, saya salute.

    wah wah begitu ya, terimakasih🙂

    Oh ya saya juga sedang mencari kebenaran (4 tahunan inilahhh….) sepertinya saya harus belajar banyak sama you (asal jangan ampe gue taklid ama you aje he…he…)

    Silakan, mari sama-sama belajar. Ah taklid itu bid’ah ya akhi🙂

    dulunya saya terjun ke lembah hitam (metal booooo) tapi kayaknya hampa.

    Kalau saya dari dulu sampai sekarang mah masih saja hampa:mrgreen:

    Salam kenal bro !!!!! Hail secondprince…….(kayaknya you bermadzhab ahlul bait ye….)

    Saya tidak bermahzab Mas, pokoknya yang mana yang benar itu yang saya ambil🙂
    Salam

    Alamat email punya, Mas punya YM nggak? saya udah kontak Mas tetapi belum pernah dibales🙂
    mysecondprince@yahoo.co.id

  26. @sp
    Thanx mas atas alamatnya. E-mail saya:
    metal_syahzanan@yahoo.com

    Klo ym saya gak punya, abis waktunya sempit bgt, lagi “hot” ma sikecil, salam buat keluarga mas, salam alaikum

  27. Salam…

    Kebenaran : ” al Haq ma’a Ali , wa aliyun ma’al-haq ”

    Wassalam

  28. @almirza

    Setelah saya analisis….. dengan seksama…..dan dalam tempo sesingkat-singkatnya………..😛

    U ini Makhluk Langka Gitu Loh😆

    Makhluk langka itu nasibnya mmg selalu diperebutkan.
    Termasuk diperebutkan oleh kebenaran dan anti kebenaran😦

  29. @SP
    Mas katakan: “Saya tidak bermahzab Mas, pokoknya yang mana yang benar itu yang saya ambil “:)
    Salam
    Atas jawaban mas ini saya merasa takut mas. Coba mas pikir yg tenang akan efeknya. Wasalam

  30. @madopolo

    Takut kenapa Mas? memilih dan menemukan yang mana yang benar kok harus takut? saya rasa Mas SP sudah berpikir dengan tenang dan matang karena dia telah menemukan kebenaran…..

    *sorry Bro, mencoba mewakili…. halah sok tau ya*

  31. Sudah berada dlm kebenaran bukan berarti terus selesai.
    Yang sdh berada dlm kebenaran bukan berarti sdh pasti/selalu benar.
    Jika yg mengakui existensi Tuhan berada dlm kebenaran, bukan berarti mereka semua selalu/sudah benar.
    Jika yg menganggap Tuhan itu Maha Esa, sdh berada dlm kebenaran bukan berarti akan selalu benar.
    Jika yg menganggap Islam adalah yg benar, bukan berarti semua yg di Islam sdh pasti/selalu benar.
    Jika yg menganggap mazhabnya yg benar, bukan berarti mrk selalu dan pasti benar.
    Jika tdk ada yg boleh/bisa mengklaim pasti benar, bukankah mencari kebenaran adalah perjalanan tanpa akhir? Bukankah para pencari kebenaran tdk pernah puas dg kebenaran yg telah dimilikinya. Bukankah kebenaran memiliki derajat2?
    Jika hari ini ku temukan kebenaran bukanlah berarti esok aku tak akan menemukan kebenaran yg baru (lebih tinggi).

    Wassalam

  32. @madopolo
    Coba mas pikir yg tenang akan efeknya

    Saya rasa tidak ada efeknya tuh mas, kan gak mengandung bahan pengawet dan pewarna buatan.

    Karena menurut saya juga, bermadzhab itu kurang cerdas (bukan menjadi anti madzhab), mungkin multi madzhab, mana yang kita yakini benar tentunya kita ikuti sesuai dengan “dasar” Al’Qur’an dan sunnah Rasul. yuk mari, HAIL

  33. @All
    Rasulullah bersabda: “Siapa yg mati tanpa mengenal Imam pd masanya maka matinya seperti orang JAKILIYAH pd masa jahilyah. Oleh karena itu kita harus mempunyai Imam yg oleh Allah telah disucikan yg mana Ia selalu berada dlm kebenaran. Ia merupakan tempat rujukan, tempat bertanya. Klu kita hanya mencaplok dari sana sini dimana kita anggap itu benar dan blm tentu itu benar, krn kita masih blm bersih, masih dipengaruhi EGO kita dan nafsu. Dan hanya bepegang pd logika kita (Imam logika) , maka sungguh sedih matinya kita. Wasalam

  34. @madopolo

    Dimana mas perintah bermazhabnya?..🙂
    Kmd apakah jika mengenal imam maka sdh selesai?

    Wassalam

  35. @truthseeker
    Tidak ada perintah bermazhab. Dan saya tak pernah mengatakan bermazhab. Tp mempunyai Imam. Kita tdk diperintahkan bermazhab tapi diperintahkan belajar/ mengikuti/taat pd mereka2 yg Allah telah menganugerahkan NIKMATNYA. Salah satu ULILAMRI MINKUM/ IMAM.
    Anda bertanya apakah sdh mengenal Imam maka sdh selesai? Saya akan bertanya lagi utk apa anda mau mengenal mereka?

  36. @madopolo
    Berarti jelas dong, mas sp tidak bermadzhab, taaaapi beliau memiliki imam. Mengenai imamnya gimana tuh mas ? (sambil nyolek mas sp)

  37. @all
    Hayoooo jangan sampai sikut2an nanti yg benci syiah tepuk tangan lohhhhh

  38. @Abu Syahzanan
    Saya sih tdk merasa menyikut..😛. Maaf kl mas Madopolo merasa tersikut.
    Oyyaa, mas AS saya sangat menjunjung tinggi pandangan kritis & perbedaan bhkn apakah itu dlm 1 mazhab (btw, emang saya syi’ah?..😛 ), shg tdk kuatir ada yg memanfaatkan (tepuk tangan)..:mrgreen:

    @modopolo
    Saya hanya mengkritisi kalimat mas modopolo yg sy tafsirkan ttg kekuatiran mas ttg tdk bermazhabnya SP:

    #madopolo, di/pada Juli 23rd, 2008 pada 10:17 am Dikatakan:

    @SP
    Mas katakan: “Saya tidak bermahzab Mas, pokoknya yang mana yang benar itu yang saya ambil “🙂
    Salam
    Atas jawaban mas ini saya merasa takut mas. Coba mas pikir yg tenang akan efeknya. Wasalam

    Wassalam

  39. Kekhawatiran mas modopolo saya kira cukup beralasan kok. Bahwa ucapan seseorang: “saya tidak bermahzab dan akan mengambil mana yang benar” memberi kesan si pencari kebenaran hanya akan berputar-putar pada hal-hal dan masalah yang sama yang tiada akhir. Pencari hanya akan tetap menjadi Pencari. Tidak berkesempatan menjadi Penemu:mrgreen:
    Pun dengan pernyataan ini, si pencari merasa cukup mengandalkan kemampuan analisisnya semata-mata thd informasi dan data yang ia terima untuk memilah mana yang benar dan mana yang harus dibuang. Ada kemungkinan keliru kan? Pernyataan itu pula seakan-akan mengabaikan bahwa ada sementara manusia pilihan yang telah mengenal dan menjalani kebenaran itu sebelumnya. Dengan demikian “daripada” bersusahpayah mencari-cari, “mendingan” mengikuti saja apa-apa yang telah diajarkan oleh manusia-manusia pilihan tsb. Kalau dipikir-pikir sampai dimanakah kesanggupan akal/pikiran dan ilmu kita dalam menganalisis suatu masalah? (kecuali kalo kita termasuk manusia-manusia pilihan itu).
    Kita percaya bahwa ada ayat-ayat, nash-nash, informasi yang sesungguhnya masih remang-remang dan membutuhkan seseorang yang ahli dalam masalah itu untuk menguraikannya. Pada konteks inilah saya kira muncul kekhawatiran tsb.
    Namun apabila analisis ini menyangkut pertama-pertama “siapa-siapa” yang harus dijadikan pedoman kebenaran, maka urusannya menjadi berbeda. Kebenaran tingkat pertama inilah, yakni “siapa-siapa yang jadi pedoman kebenaran” – sama ketika kita mencari tau tentang siapa Allah, siapa Rasul-Nya hingga kita bisa meyakini tentang kebenaran agama yang kita anut ini – yang saya kira harus dicari terlebih dulu, baru meningkat ke pretelan-pretelan kecil lainnya.
    Makanya mas modopolo mencoba menekankan pentingnya Imam dengan mengutip hadits tentang keutamaan berImam seperti yang ia tampilkan di atas.

    Maaf mas modopolo kalo keliru🙂
    Damai…damai

  40. @Abu syahzanan
    salam buat si kecil ya

    @Bagir
    Salam
    Hadis shahih kitab Al Mutadrak as Shahihain:mrgreen:

    @truthseeker
    bukannya kita-kita ini yang malah berebut kebenaran:mrgreen:

    @madopolo

    Atas jawaban mas ini saya merasa takut mas. Coba mas pikir yg tenang akan efeknya. Wasalam

    saya sangat tenang kok Mas sekarang
    tetapi yah saya akan selalu berpikir
    terimakasih masukannya

    @Mbak Hilda

    saya rasa Mas SP sudah berpikir dengan tenang dan matang

    Insya Allah saya akan tetap tenang dan apa itu tadi … matang (asal jangan gosong):mrgreen:

    karena dia telah menemukan kebenaran…..

    ah soal ini tidak sepenuhnya benar, sederhananya iya dan rumitnya belum

    *sorry Bro, mencoba mewakili…. halah sok tau ya*

    Terimakasih sudah mewakili dan gak perlu minta maaf
    bukannya kita sama-sama tahu kalau kita sama-sama sok tahu:mrgreen:

    @truthseeker
    seperti biasa ya, komen Mas sudah cukup mewakili

    @Abu Syahzanan
    wah saya sangat sepakat Mas

    @madopolo

    Rasulullah bersabda: “Siapa yg mati tanpa mengenal Imam pd masanya maka matinya seperti orang JAKILIYAH pd masa jahilyah.

    Hadis shahih riwayat Muslim tanpa tambahan kata pada masa jahiliyah:mrgreen:

    Oleh karena itu kita harus mempunyai Imam yg oleh Allah telah disucikan yg mana Ia selalu berada dlm kebenaran.

    Benar sekali Mas

    Ia merupakan tempat rujukan, tempat bertanya.

    setuju banget

    Klu kita hanya mencaplok dari sana sini

    Yang benar itu memang layak dicaplok Mas:mrgreen:

    dimana kita anggap itu benar dan blm tentu itu benar, krn kita masih blm bersih, masih dipengaruhi EGO kita dan nafsu.

    Itulah gunanya belajar. Kita mengenal standar kebenaran dan berusaha mencapainya serta menyisihkan hambatan nafsu dan ego yang menghalangi pencapaian kita

    Dan hanya bepegang pd logika kita (Imam logika) , maka sungguh sedih matinya kita. Wasalam

    Logika yang baik tidak pernah menyatakan kepada kita bahwa kita hanya boleh berpegang padanya. Logika yang baik memberikan pilihan “sana lihat, cari dan temukan dengan apa kau bisa mencari kebenaran dan jika kau tidak bisa menemukannya maka kembalilah kesini karena aku akan siap membantumu”
    Salam juga Mas

    @truthseeker
    kalau sudah mengenal Imam maka taatlah kepadanya ya akhi

    @madopolo

    Saya akan bertanya lagi utk apa anda mau mengenal mereka?

    kalau saya jawabannya, agar dapat kita pegang teguh

    @Abu syahzanan
    Imam saya sejauh ini adalah Rasulullah SAW dan Ahlul Bait Beliau AS
    btw jangan main colek Mas, bukan muhrim😆

    @Abu syahzanan
    wah nggak perlu pakai sikut Mas

    @truthseeker
    ah saya tahu Mas memang tidak sedang menyikut:mrgreen:

    @Armand
    Ehem Syarh Al Komen Mas Madopolo

    Kekhawatiran mas modopolo saya kira cukup beralasan kok. Bahwa ucapan seseorang: “saya tidak bermahzab dan akan mengambil mana yang benar” memberi kesan si pencari kebenaran hanya akan berputar-putar pada hal-hal dan masalah yang sama yang tiada akhir.

    Ada banyak alasan mengapa orang tetap terus berputar pada masalah yang sama. salah satunya orang tersebut merasa masih ada hal yang belum jelas kebenarannya sehingga perlu dicari dengan lebih jelas

    Pencari hanya akan tetap menjadi Pencari. Tidak berkesempatan menjadi Penemu:mrgreen:

    Namanya saja Pencari Mas, kalau sudah ketemu ya baru disebut Penemu. Sang Pencari akan menjadi penemu kalau ia mendapatkan apa yang ia cari
    nah kalau belum ya terus mencari kan, masalahnya gak bisa tiba-tiba loncat jadi penemu kecuali pura2 nemu:mrgreen:

    Pun dengan pernyataan ini, si pencari merasa cukup mengandalkan kemampuan analisisnya semata-mata thd informasi dan data yang ia terima untuk memilah mana yang benar dan mana yang harus dibuang.

    Manusia punya kemampuan yang cukup untuk menemukan kebenaran, pernah dengar istilah Nabi Bathinnya manusia itu adalah Akal.

    Ada kemungkinan keliru kan?

    Jelas ada dan begitu pula ada mungkinnya benar, semua kembali dengan kemampuan manusia itu sendiri. dalam hal ini manusia dituntut untuk menerapkan sistem feedback terhadap setiap kebenaran yang ia capai. Setiap informasi baru dicocokkan dengan informasi lama dan dianalisis kembali dan begitu seterusnya

    Pernyataan itu pula seakan-akan mengabaikan bahwa ada sementara manusia pilihan yang telah mengenal dan menjalani kebenaran itu sebelumnya.

    Ah itu cuma seakan-akan Mas. Dengan Akal yang baik, maka akal akan memberikan sebuah argumentasi logis akan perlunya kebenaran Sang Pedoman Kebenaran

    Dengan demikian “daripada” bersusahpayah mencari-cari, “mendingan” mengikuti saja apa-apa yang telah diajarkan oleh manusia-manusia pilihan tsb.

    Sayangnya manusia itu tidak pasif fitrahnya. Manusia diberikan berbagai macam kondisi dimana ia akan bersikap aktif dan pasif dalam mencapai kebenaran. Dengar dan taat adalah suatu sikap pasif tetapi memahami dengan baik apa yang didengar dan mentaati dengan baik apa yang diperintahkan memerlukan sikap aktif dan ini memerlukan kemampuan analisis yang baik

    Kalau dipikir-pikir sampai dimanakah kesanggupan akal/pikiran dan ilmu kita dalam menganalisis suatu masalah? (kecuali kalo kita termasuk manusia-manusia pilihan itu).

    wah ini saya tidak tahu jawabannya karena pikiran saya masih terus melesat entah ke rimba mana, masih belum sampai ke garis batas

    Kita percaya bahwa ada ayat-ayat, nash-nash, informasi yang sesungguhnya masih remang-remang dan membutuhkan seseorang yang ahli dalam masalah itu untuk menguraikannya. Pada konteks inilah saya kira muncul kekhawatiran tsb.

    Sangat beralasan dan tetap itu tidak menafikan bahwa manusia tetap harus menggunakankemampuan analisisnya. Terkadang bagi orang-orang tertentu hal yang dianggap remang-remang itu ternyata hal yang cukup jelas

    Namun apabila analisis ini menyangkut pertama-pertama “siapa-siapa” yang harus dijadikan pedoman kebenaran, maka urusannya menjadi berbeda

    Oh ya saya mengerti maksudnya tetapi ada juga suatu kondisi dimana walaupun anda sudah tahu siapa Sang Pedoman itu maka anda belum bisa merujuknya karen anda terpisah ruang dan waktu yang sangat jauh. Sehingga anda memerlukan seperangkat analisis untuk melintasi ruang waktu tersebut demi mencapai Sang Pedoman Kebenaran

    Kebenaran tingkat pertama inilah, yakni “siapa-siapa yang jadi pedoman kebenaran” – sama ketika kita mencari tau tentang siapa Allah, siapa Rasul-Nya hingga kita bisa meyakini tentang kebenaran agama yang kita anut ini – yang saya kira harus dicari terlebih dulu, baru meningkat ke pretelan-pretelan kecil lainnya.

    Sepakat untuk sepakat

    Makanya mas modopolo mencoba menekankan pentingnya Imam dengan mengutip hadits tentang keutamaan berImam seperti yang ia tampilkan di atas.

    Saya ucapkan terimakasih pada mas Madopolo dan Mas Arman yang telah memberikan Syarh yang sangat baik
    btw apa kabarnya? udah jarang OL nih
    Salam

  41. @SP
    Klu boleh saya kasih saran agar jangan terlalu jauh ber-putar2 dan berkeliling sampai ke ujung dunia mencari KEBENARAN. Ini pula tergantung pd mas sendiri yakin atau TIDAK. Saran saya ini dikutip dari Hurr al-Amili, Isbat al-Hudad Vol.I hal.232 bahwa Imam Ali KWH bersabda : “MENGAPA KAMU BINGUNG DAN RAGU DENGAN USAHAMU UTK MENDAPATKAN JALAN YANG BENAR? KELUARGA NABI BERADA DI TENGAH2 KAMU,MEREKA ADALAH PARA PEMBIMBING KEBENARAN, PANJI2 AGAMA DAN LIDAHNYA KEBENARAN DAN KEBERANIAN. TEMPATKAN MEREKA PADA TINGKAT YG SAMA DGN AL QUR’AN, DAN BERGEGASLAH MENUJU MEREKA SEPERTI ORANG HAUS YG TERBURU-BURU MENDEKAT AIR. Wasalam

  42. @truthseeker
    (mengibarkan bendera putih)

    @sp
    “salam buat si kecil ya”

    Sip, dari om ganteng yee

    “Imam saya sejauh ini adalah Rasulullah SAW dan Ahlul Bait Beliau AS”

    same as ,

    “btw jangan main colek Mas, bukan muhrim”

    iiihhh…saya normal loohh

  43. @Abu Syahzanan
    Alhamdulillah. Insya Allah kita semua mendpt petunjuk. Cuma hati jgn ada INFILTRASI dlm mengamalkan petunjuk2 mereka. Wasalam

  44. @SP
    Atas komentar anda “Agar berpegang teguh”. Klu sdh berpegang teguh, maka berarti kita percaya sepenuh terhadap mereka. Berarti bahwa segala masalah ada pemecahan krn ilmu yg mereka miliki. Masalahnya sekarang sdh ketemu mereka yg ingin dikenal? Wasalam

  45. @madopolo
    Alhamdulillah, terima kasih mas sudah diingatkan, insya Allah, insya Allah

  46. @SP

    @truthseeker
    kalau sudah mengenal Imam maka taatlah kepadanya ya akhi

    Betul SP, krn salah satu keniscayaan pencari kebenaran adalah dia hrs patuh dan taat pd kebenaran yg diyakininya. Sampai dia menmukan kebenaran yg baru (lebih tinggi).
    Hehehe…emangnya ada gitu kalimat saya yg menunjukkan menolak utk taat ..:mrgreen:
    Tapi menarik nihh utk dibahas..😛. Skr ketaatan itu diukunya drmn?. Menjalankan perintah2 mrk kan? Insyaallah kita semua taat kpd mrk.

    Wassalam.

  47. @all
    Please be clear teman2. Kita sdh melenceng (salah paham dg yg SP dan saya sampaikan)..🙂
    1. Kebenaran tdk akan habis utk ditemukan. Pd saat kt menemukan satu kebenaran mk kt hrs taat pd kebenaran tsb, tp kt pun hrs tetap terus mencari kebenaran yg lbh tinggi (bukan balik lg mencari kebenaran yg sdh kt temukan).
    2. Setiap mazhab mengklaim mrk yg benar dan mrk menganggap mrk sdh berada dlm kebenaran. Nahh..jk kt mengkritisi mrk utk mencari kebenaran diluar mazhab (meninggalkan kungkungan mazhab) kmd knp kt complaint/menyalahkan mrk yg tdk bermazhab?. Jk bgt mk kita akan sama terjebaknya dg mrk yg tdk mau mencari diluar mazhab mrk.
    3. kenyataannya di mazhab ygmn pun ternyata selalu ada pilihan2. Mau sunni ataupun syi’ah ternyata ulama2nya pun saling selisih pendapat. shg dlm mazhabpun kt tetap mencari/memilih kebenaran (bukan saya menyarankan utk keluar mazhab). Cth: bgm saudara2 syi’ah memilah2 hadits? (memilah hadits pun sy anggap sbg mencari kebenaran).
    4. Bicara ttg akal, mk jk sy menyatakan bhw sy gunakan akal sy utk mencari kebenaran, itu bkn berarti sy gunakan akal s utk menciptakan satu kebenaran baru. Tapi sy gunakan akal saya utk memilih diantara beragam kebenaran yg disodorkan kpd saya.
    5. Ingaa..ingaa..🙂 saya bkn sdg tdk setuju dg berimam (mgkn jg tk bagi SP krn jelas2 tulisan SP membawa kt utk berimam kpd ahl bayt). jadi masalah berimam kpd ahl bayt bayt sangat2lah clear bagi saya. tapi apakah dg begitu mk sy hrs bermazhab tertentu, itu masalah yg berbeda.
    Semoga menjadi clear.

    @AS
    Gak usah angkat bendera putih ya akhi, kt gak sdg perang. Ini sihhh kl ibarat nasi goreng cabenya baru 1 doank..:mrgreen:

    Wassalam

  48. @truthseeker, SP & All

    Alhamdulllillah, saya banyak mendapatkan pembelajaran & pelajaran dari rekan2 semua, saya bersyukur sekali. Teruskan teruskan,

    @truthseeker
    kebetulan saya doyan pedes, tambah lagi, tambah lagi (ilmunya gt)

  49. Terima kasih juga komennya yg OK, seperti biasanya🙂
    BTW minggu kemaren ikut ortu ke banjar. Tau kan?
    Minggu2 sebelumnya sibuk n ditambah internet di ktr lagi musim error. Semoga ga kesepian:mrgreen:
    Senang bisa ikut komen lagi.

  50. @truthseeker
    Saya blm bisa mengerti maksud anda: “Kebenaran tdk akan habis utk ditemukan. Pd saat kt menemukan satu kebenaran mk kt hrs taat pd kebenaran tsb, tp kt pun hrs tetap terus mencari kebenaran yg lbh tinggi (bukan balik lg mencari kebenaran yg sdh kt temukan).”
    Kalau menurut saya kebenaran cuma satu tdk ada yg lbh tinggi atau rendah. Klu ada yg lbh tinggi maka yg ditemukan pertama blm benar atau msh kurang benar. Jd menurut saya benar itu utuh benar tdk kurang atau lbh. Tolong jelaskan.
    Dan saya jg ber-tanya2 mengapa kok ada Mazhab? Pd hal dijaman Rasul sampai ke Khalifah ke 4 tdk ada Mazhab. Dgn adanya Mazhab sekarang ini kita jd ter-kotak2, saling bermusuhan, saling menyalahkan. Tolong jelaskan apakah dgn adanya Mazhab, lbh banyak mudharatnya atau manfaatnya? Wasalam

  51. @madopolo

    Mas Madopolo, maafkan kalau penjelasan sy nanti tdk memuaskan.
    Sebelumnya saya ingin bertanya
    1. “Apakah mas sdh berhenti mencari kebenaran?”
    2. “Apakah islam menurut mas adalah kebenaran?, jika iyya apakah sdh ckp kita islam kmd berhenti mencari kebenaran?
    3. Jika seseorg menemukan islam dikatakan menemukan kebenaran (yg tdk bertingkat), apakah mas menyarankan utk dia berhenti menemukan kebenaran yg lbh tinggi?. Jika begitu atas dasar apasaudara2 syi’ah menyarankan saudara2 diluar syi’ah utk mencari kebenaran?
    4. Jika mas sdh ada di dlm syi’ah yg menurut mas adalah kebenaran apakah mas berhenti mencari kebenaran? Jika yaa kmd atas dasar apa mas menyarankan org lain utk mencari kebenaran diluar mazhabnya?

    Wassalam

  52. Salam..

    “Kunci” kebenaran diucapkan oleh Sayyidul Wujud dengan salah satu ucapan : “al haq ma’a ali wa aliyun ma’al haq”. Atau dengan “ana madinatul ilim wa laiyun babuha” (suni – syiah tinggal pake cnth hadis ini tanpa fanatik buta, karena ini ucpan Nabi nya orang islam, ga mandang mazhabnya)

    Oke-lah orang bermazhab ini dan itu, tapi jika kunci kebenaran sudah jelas, sekarang tinggal “membuka” pintu dengan kuncinya shg dpt masuk kedalam kebenaran itu sendiri. Dan kebenaran mempunyai “keindahan” untuk mengantarkan manusia ke jalan yang lurus (bs dikaitkan dg hadis Bahtera Nuh). Setelah masuk kedalam kebenaran maka yang ditemukan didalamnya bukan sekedar kebenaran (yg dulu mungkin kita salah paham atau ga mengerti, salah persepsi, dll) tapi ilmu dari kota ilmu yang sangat2 luas, dan ilmu Allah tidak ada habisnya. (berhub dng hadis pintu kota ilmu).

    Ga ada niat mengajari, cuma pikiran pribadi, bs salah bahkan jauh dari sempurna.Maaf.

    wassalam

  53. @bagir

    Setuju..!!…🙂

  54. @madopolo

    Saya cb memaparkan konsep sy ttg mencari kebenaran, maaf jk terlalu panjang, sy cb seringkas mungkin.

    Saya menyadari bhw ternyata ada hal2 yg berlaku sama pd diri setiap manusia (kt sebut saja ini fitrah). Misalnya:
    1. Baik & buruk (jujur, adil, pemurah, bersih/suci, berilmu, amanah adalah ternyata diterima oleh semua manusia sbg suatu yg baik, sebaliknya dg buruk) tidak mengenal bangsa, agama, ilmu.
    2. Di setiap manusia jg (maaf generalisasi ini hrs sy lakukan) ternyata muncul pertanyaan2 yg kurang lbh sama
    misalnya: kenapa, bagaimana kita ada di dunia, pertanyaan2 ttg penciptaan dll.
    Kesamaan ini jg sy anggap sbg keteraturan.
    Saya terima fitrah2 ini sbg kebenaran. Kmd sy loncat pd kebenaran berikutnya yaitu bhw pasti ada yg menciptakan keteraturan dan ada jg yg menitipkan pertanyaan2 tsb ada dlm diri setiap manusia. Alhamdulillah menjadi lbh mudah krn sy sdh terlahir beragama (Islam), shg semua tsb diatas lbh berupa review2 dan pengujian.
    Setelah sy meyakini adanya Tuhan, mk sy naik kekebenaran selanjutnya yaitu mengenali sifat2 (wajib & mustahil) Tuhan. Shg sy meyakini bhw Tuhan pasti punya tujuan atas penciptaan alam semesta ini. Jika Allah punya tujuan mk pasti Allah akan menyampaikan tujuan & cara mencapai tujuan tsb kpd manusia. Alhamdulillah sy sdh mengenal adanya para Rasul (krn sy terlahir Islam) yg menyatakan bhw mrk adalah wakil Allah di dunia ini. Krn sy tdk berhenti mencari, mk sy hrs memilih dr semua agama yg mengakui existensi Tuhan, pencarian tsb (review) membawa pd Islam. Apakah sy hrs berhenti krn sy sdh berada dlm kebenaran (Islam)?. Jika sy berada di jaman Rasulullah (dan manusia2 maksum lainnya) mk akan menjadi lebih mudah krn sy cukup taat kpd mereka krn bertemu mrk berarti jg tdk ada pilihan yg disodorkan kpd saya.
    Disni sy meyakini bhw Islam yg sempurna hrslah disampaikan oleh manusia yg sempurna, tp krn manusia yg sempurna ini jg akan meninggal, dan suatu yg niscaya bhw informasi yg spt apapun memiliki potensi utk mengalami infiltrasi, reduksi, penambahan dan penyimpangan, mk utk menjaga informasi ini tetap murni mk dibutuhkan manusia2 yg amanah (maksum) dlm mengestafetkan risalah ini. Namun krn sy berada di jaman yg sy tdk menemukan yg maksum td dan di dpn sy disodorkan begitu banyak “claim kebenaran” mk sy melanjutkan pencarian tsb. Pencarian sy membawa pd kesimpulan bhw penyampaian kebenaran hanya wajib ditaati jk disampaikan oleh mrk yg maksum. Shg sy berusaha sebanyak mgkn mengenali ajaran2 dr mrk yg maksum ini. Sampai skr sy belum menemukan suatu golongan/mazhab yg tdk mengalami infiltrasi & penambahan/pengurangan mk bagi sy bermazhab bukanlah suatu keharusan. Jadi dr logika sy akan berimam kpd ahl bayt sekaligus dr (nash) yg disampaikan Rasulullah (dr kebenaran yg sy yakini mk sy wajib taat kpd Rasulullah) sy wajib taat kpd ahl bayt. Yg jadi perbedaan kt (mungkin..🙂 ) adalah ygmn saja yg merupakan ajaran ahl bayt (baik ttg syariat, hakikat maupun makrifat ).

    Semoga tdk membosankan…:mrgreen:

    Wassalam

  55. @truthseeker
    Kebenaran betul dicari.terus tanpa berhenti tetapi terhadap yg baru. Bukan kebenaran yg sdh didapat ditingkatkan. Saya sependapat dg anda atas penjelasan berikut yg mengatakan : Klu kita sdh ketemu Allah maka ditingkatkan utk mengenal SIFAT2Nya. Coba anda baca lagi tulisan anda sekali lagi. Anda mengatakan tetap mencari yg lbh tinggi. Apa yg anda maksud yg lbh tinggi tiu yg baru atau yg sdh didapat , cth yg mudah 2+2=4 ini sdh benar yg lbh tinggi berapa. Itu yg membuat saya tdk mengerti. Sebab menurut saya apabila kita telah menemukan kebenaran selanjutnya KETAATAN. Dan menurut saya pencarian kebenaran antara Ilmu dunia dan Akhirat beda.

  56. @SP
    Selamat, blog ini masuk dalam Fastest Growing WP Blog urutan kelima

    Keep moving forward🙂

  57. Salam…

    Maaf SP… Saya tidak dapati email address kamu.
    Saya ingin MUSYAWARAH dengan kamu…. lewat mail

    waSalam

  58. Selamat menunaikan ibadah di bulan Ramadhan, semoga tahun ini bisa beribadah dengan lebih baik.

  59. Salam kenal Mas SP…
    Saya sudah sering isi komentar di blog ini, tapi belum pernah berkenalan dengan si empunya blog…
    Afwan mas SP…
    Oya, mas SP sudah pernah membahas tentang Abu Thalib belum?Kalau belum dibahas ttg Abu Thalib sepertinya perlu dibahas mas…
    Sekedar saran…
    Syukron
    salam

  60. Salam kenal
    Saya ingin tanya sedikit keluar dari topik mencari kebenaran, tetapi pengen mencari tahu apa hubungannya dengan semende mas ? yang artinya satu kesatuan keluarga muhammah kalalu tidak salah
    salam

  61. Baru sempet buka favorite blogs lg nih… (ga muji SP lho.,he3x) Udah banyak informasi baru. Komentar diatas bener2 udah kasih pencerahan, saya setuju sama Mardopo ‘setelah menemukan kebenaran selanjutnya keta’atan’. Tapi (setuju kog pk tapi). Maksudnya jika banyak orang yg merasa telah menemukan kebenaran lewat salah satu mazhab hingga mereka hanya perlu Ta’at… Yang ada hanya fanatik mazhab. Nah ini yg akan membuat perbedaan sulit menemukan mana yg benar… Jika SP mengatakan tdk bermazhab menurut saya bukan sesuatu yg wajib dikoreksi, karena SP telah mengatakan bahwa Ahlul bait as adalah sumber kebenaran setelah Rasul Saww. Malah pendapat sy SP lebih banyak menginformasikan keutamaan Ahlul bait as dan selalu berusaha mematahkan pendapat salafy dll yg berbeda, dengan argumen dan dalil2 yg benar melebihi orang yg *maaf* berteriak saya adalah Syi’i. salam

  62. makanya………………. pakek cara yang nggak ribet ketika memandang sesuatu yang ribet….
    hihihihihihihi…………

    gusti mberkahi

  63. Katanya Mau Jujur….

    Sekalian Aja… Keterangannya….Biar Lengkap
    1. Org2 yg pernah di taksir
    2. Org2 yang penrh “nolak”
    AMpun OM,,,, idak Lagi hehehhe
    3. Terus…. Mau ngapain aja kalao Tersesat di Hutan Buku, Pasti tentunya gak Mau Keluar2 lagi…..wkwkwkwkwk
    4. O ya…. masih Hobi photo2 pke topi gak…..
    (Sori buka kartu… dikit)🙂 😛

    PISssssss

  64. Salam TAKWA

  65. Kalau menurut saya.
    mencari kebenaran itu sangat penting, tetapi sampai kapan terus mencari ????
    bukankah Parameter sederhana Kebenaran adalah ‘Pembuktian’ yang bisa dizohirkan di dunia dan akhirat.

    karena tidak setiap ‘pembuktian kebenaran’ dapat diuraikan dng kata-kata. yang penting adalah terbukti.
    contoh :
    1. syahadat, ‘bagaimana membuktian bahwa syahadat kita benar-baner disaksikan dan menyaksikan Allah dan Rasulullah, bukankah jika hanya ucapan termasuk munafik?? atau jika kita berucap syahadat, rasa spriritual kita sama aja ketika waktu kita kecil. berarti kita blm menemukan pembuktian kebenaran.
    2. shalat, ” bagaimana ketika shalat cara menhadapkan wajah kita yang dhohir dan bathin hanya kepada Allah,
    apakah membayangkan Ka’bah???😦
    apakah membayangkan tulisan ALLAH???😦
    apakah mengartikan bacaan Shalat???😦
    dll…
    jadi marilah kita terus menerus mencari kebenaran sampai kita dapat merasakan pembuktian kebenaran tersebut dengan zohir dan bathin kita. bukan terbatas kata-kata, pemikiran, atau perkataan orang lain.
    shalawat…

  66. baru nemu blognya neh…
    seru juga
    terus berkarya ya…

  67. @Syaefullah

    Kalau menurut saya.
    mencari kebenaran itu sangat penting, tetapi sampai kapan terus mencari ????
    bukankah Parameter sederhana Kebenaran adalah ‘Pembuktian’ yang bisa dizohirkan di dunia dan akhirat.

    Tentunya bergantung dari konsep kita sendiri tentang kebenaran. Jika kita menganggap bahwa kebenaran adalah hitam putih saja, maka kita tentu akan terjebak kepada perdebatan tanpa akhir. Namun jika kita menganggap bahwa kebenaran (relatif) itu bertingkat, maka pencarian kebenaran kita adalah tanpa akhir. Karena semua perjalanan kita yang tanpa akhir itu adalah dalam rangka mendekatkan diri pada kebenaran mutlak.

    karena tidak setiap ‘pembuktian kebenaran’ dapat diuraikan dng kata-kata. yang penting adalah terbukti.
    contoh :
    1. syahadat, ‘bagaimana membuktian bahwa syahadat kita benar-baner disaksikan dan menyaksikan Allah dan Rasulullah, bukankah jika hanya ucapan termasuk munafik?? atau jika kita berucap syahadat, rasa spriritual kita sama aja ketika waktu kita kecil. berarti kita blm menemukan pembuktian kebenaran.
    2. shalat, ” bagaimana ketika shalat cara menhadapkan wajah kita yang dhohir dan bathin hanya kepada Allah,
    apakah membayangkan Ka’bah???😦
    apakah membayangkan tulisan ALLAH???😦
    apakah mengartikan bacaan Shalat???😦
    dll…
    jadi marilah kita terus menerus mencari kebenaran sampai kita dapat merasakan pembuktian kebenaran tersebut dengan zohir dan bathin kita. bukan terbatas kata-kata, pemikiran, atau perkataan orang lain.

    Semua yang Mas Syaefullah pertanyakan tersebut akan selesai/terjawab jika kita menerima konsep bahwa kebenaran itu bertingkat. Sehingga tidak salah mereka yang belum sanggup berada pada maqam tsb. Bagaimana kita mau salahkan kualitas ibadah seorang anak2 dengan kita yang sudah dewasa. Bagaimana kita salahkan kualitas ibadah seorang yang berilmu dengan yang tidak?. Kualitas ibadah masing2 orang menunjukkan maqamnya masing2.

    shalawat…

    Allahumma shalli alaa Sy. Muhammad wa alaa ahli Sy. Muhammad

    Wassalam

  68. Mas, terima kasih atas commentnya.
    Pencarian thd kebenaran saya setuju bahwa harus bertahap, bahkan setalah menemukan kebenaranpun ternyata harus bertingkat.

    karena saya juga pernah mencari kebenaran tersebut dan sekarang masih dalam tingkatan yang masih jauh thd hakikat kebenaran sejati tersebut.

    tetapi yang saya ingin sampaikan sebenarnya bahwa agama bukan filsafat. tetapi adalah agama adalah
    Keimanan dalam Qalbu yang harus dapat dirasakan getarannya sehingga dari terus menerus dirasakan tsb sehingga terbukalah sedikit-demi sedikit kebenaran sejati tersebut. tentunya semuanya tetap didasarkan kepada Pengharapan yang sangat tinggi thd syafaat Rasulullah.

    terus berkarya mas,
    shalawa

  69. Salam, gue senang masuk ke blog ini,. Banyak yang di dapat,. Skedar info,. gue pengurus IJABI sulut,.

  70. salam kenal kang

  71. kebenaran adalah allah swt
    kebenaran adalah muhammad saww
    kebenaran adalah ali as
    kebenaran adalah hasan as
    kebenaran adalah husain as
    kebenaran adalah 9 imam dr dhuriyah husain as
    dan terakhir :
    kebenaran adalah para ulama penerus ajaran ahlul bait : imam khumaini rh, Khumenei rh dll.
    maka carilah kebenaran melalui jalan beliau.

  72. hebat bro teruskanlah membuat pencerahan, kami selalu mendukung

  73. agama anda kalau tidak syiah 12 maka syiah gulat

  74. Salam
    izinkan saya mengambil faedah dari tulisan anda
    Tetaplah terus menulis

  75. Saya sedih..namun kesedihan saya semestinya terjadi di kemudian hari…apa yg terjadi jika Mr. Secondprince meninggal dunia???ooohhh masihkah ada penerusnya????dan sy kira ada lebih 40 orang yg tdk suka padanya…..dan bagi mereka adalah kegembiraan jika Mr. Secondprince telah tiada….masihkah ada orang2 secerdas ia….masihkah ada insan2 penerus tulisannya???apalagi kebanyakan para tasayyu awam yg mengedepankan emosi ketimbang akal…dan hanya sedikit yang tersistematis bijak dan filosofis….ohhhh….cepat….cetakk….generasi2mu…sebelum engkau tiada…krn usiamu adalah rahasia…siapapun kamu…kamu adalah mahkluk bernyawa…dan pasti MATIIII….

  76. @kanjeng

    jgn Horror gitu donk pak…..

  77. Say, apa nama blog second princee itu? Curious ney

  78. Salam alaikum brother. Please write to my e-mail.

  79. Asalaam Alaikum

    I got to your site from clicking into a link from an article on one of the Islamic discussion boards.

    You seem to be good with your arguments.

    I come from an Abrelwhi (Qadri) background but am open to different views on Islam.

    I do consider myself open minded but not a blind follower.

    I was hoping if I could have a discussion with you on the Shia concept of Imamat and see whether there are stronger evidences for it and so that I could learn more on this topic.

    As you perhaps may know that the Abrelwhi view of the Imams is that they are spiritual guides while the Caliphs were the political guides…

    What’s are your views and evidences against it?

    You have my email…

    Peace be upon all believers.

  80. Selamat untuk SP, semoga anugerah yang didapatkan membawa kepada kebaikan kebahagian dan keberkahan.

  81. Syiah bukan mazhab dan bukan islam.
    syiah itu agama aliran sesat yang menghalalkan pelacuran dan pembunuhan kaum muslim (sebagai pokok inti ajaran sesatnya).
    WASPADALAH !!!, orang syiah pintar berbohong(pokok amalannya) dan memutar balikan fakta.
    Jangan bermanis-manis dgn orang syiah laknattulah bisa jadi anda kan terjerumus !. Mereka mengaku cinta ahlulbait tapi mengingkari AL-QUR’AN dan SUNNAH ROSUL.

  82. KEBENARAN HANYALAH MILIK ALLAH
    MAKA PELAJARILAH/PAHAMI DAN AMALKAN AL QUR’AN DAN SUNNAH ROSUL.
    SELAIN DARI PADA ITU ADALAH DUSTA BELAKA.
    WASPADALAH TERHADAP SYIAH LAKNATTULLAH !!
    SYIAH BUKAN BAGIAN DARI MAZHAB DAN SYIAH BUKAN DINNUL ISLAM,
    SYIAH DAN NASRANI KEDUANYA ADALAH ANAK HARAM YAHUDI.
    PELAJARILAH SEJARAH !!!!

  83. vanroen ini biasa ngumpul sama preman2 apa ya? bahasanya bukan bahasa diskusi ilmiah, itu biasanya bahasa debat kusir, tidak ada ilmu yang bisa dipetik dari bahasa urakan anda, orang mau syiah mau wahabi mau JIL mau kejawen ya silahkan saja, Tuhan saja tidak melarang kok, kenapa anda jadi sewot childish gitu?, ini Indonesia bro negara demokrasi bukan kerajaan otoriter.

  84. Mas, sumpah deh pingin ngobrol. Boleh tahu alamat email Mas Secondprince nggak?

    Salam damai

  85. Nambahin gan.
    Makanan favorite belom?
    Minuman favorite belom?
    Oiya, s.p pernah galau kagak? Lalu apa pelipur kegalauanmu?
    Sharing juga sob, mengenai ciri Kebenaran menurut dikau.
    Kalo sy ciri Kebenaran cuma dua; 1. Dalilnya harus syah. 2. Apa adanya saja. Karena itulah sy suka apa yg awda tulis, biarpun masih taqlid hehe.. Semoga taqlid sy betul-betul pd Kebenaran.Nya.

  86. masih pingin bc niyh .. saya gk berilmu.. saya menyimak.. tapi saya ingin belajar dan menemukan kebenaran…Jadi saya ikut belajar dengan kiyai SP dan yg lain juga..yg memiliki referensi yg cukup banyak dan jelas..
    Terimakasih banget.. saya ingin ikut bc n nyimak.. dan sedikit2 saya ikut belajar dengan ilmunya.. semoga gusti Allah membimbing n mencurahkan futuh taufiq hidayah dan inayah..n ma’rifah kepada saya… dengan rahmat Allah maha welas asih.. aamiin.

  87. Suka nahjul balaghah juga ya ?/
    Karangan siapa itu ?

  88. ASSALAMAU LAYKUM WR WB..
    YTH KIYAI .DAN YANG SAYA MULIAKAN.. BPK SECONDPRINCE…

    TERLEBIH DAHULU SY MOHON MAAF.. DAN DG TK SOPAN SAYA INGIN DAPAT ILMU.. SMG SAYA DAPAT HIDAYAH UTK BISA MENERIMA.. WEJANGAN BPK KIYAI..

    SAYA AWAM.. DAN TAK BISA BC DAN TK FAHAM ILMU.. DAN INGIN BELAJAR DAN MOHON PENJELASAN…TENTANG:

    1. AL HAQ DAN ASHSHIDDIQ…
    2. ASHSHIDDIQ DAN AMANAH
    3. TABLIGH DAN FATHONAH

    4. KONON SY DAPAT TAUSIAH DI PENGAJIAN..UMUM DIANTARANYA ADA YG MENGATAKAN TTG.. NUR MUHAMMAD SAWW
    5. TENTANG ARASY DAN ISTAWA DAN
    6. IMAN -ISLAM -IHSAN DAN ILMU
    7. KHALIQ-MAKHLUQ-AKHLAQ

    NUHUN PISAN.. PK KIYAI
    MOHON MAAF JIKA SAYA TERKAKU KANCANG DAN TAK BISA BERTUTUR DG BAIK DAN TK SANTUN..KPD BPK KIYAI..
    SMOGA ALLAH MERAHMATI KITA SEMUA.. AAMIIN
    ALAMAT SAYA
    ariefin.zainal@gmail.com
    SALAM TA’ZHIEM.
    arifin

  89. RALAT: TERKAKU KANCANG > BERLAKU LANCANG..

  90. ASSALAMU ALAYKUM WR WB..
    YTH KIYAI .DAN YANG SAYA MULIAKAN.. BPK SECONDPRINCE…

    TERLEBIH DAHULU SY MOHON MAAF.. DAN DG TK SOPAN SAYA INGIN DAPAT ILMU.. SMG SAYA DAPAT HIDAYAH UTK BISA MENERIMA.. WEJANGAN BPK KIYAI..

    SAYA AWAM.. DAN TAK BISA BC DAN TK FAHAM ILMU.. DAN INGIN BELAJAR DAN MOHON PENJELASAN…TENTANG:

    1. AL HAQ DAN ASHSHIDDIQ…
    2. ASHSHIDDIQ DAN AMANAH
    3. TABLIGH DAN FATHONAH

    4. KONON SY DAPAT TAUSIAH DI PENGAJIAN..UMUM DIANTARANYA ADA YG MENGATAKAN TTG.. NUR MUHAMMAD SAWW
    5. TENTANG ARASY DAN ISTAWA DAN
    6. IMAN -ISLAM -IHSAN DAN ILMU
    7. KHALIQ-MAKHLUQ-AKHLAQ

    NUHUN PISAN.. PK KIYAI
    MOHON MAAF JIKA SAYA BERLAKU LANCANG DAN TAK BISA BERTUTUR DG BAIK DAN TK SANTUN..KPD BPK KIYAI..
    SMOGA ALLAH MERAHMATI KITA SEMUA.. AAMIIN
    ALAMAT SAYA
    ariefin.zainal@gmail.com
    SALAM TA’ZHIEM.
    arifin

  91. 7. AL KHALIQ-MAKHLUQ-AKHLAQ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: