Syubhat Al Muzaniy : Imam Mahdiy Syi’ah Dibunuh Banci Dan Imam-Imam Baru Setelahnya

Syubhat Al Muzaniy : Imam Mahdiy Syi’ah Dibunuh Banci Dan Imam-Imam Baru Setelahnya

Memang bukan pertama kalinya kami membuat tulisan bantahan pada orang yang menyebut dirinya Al Muzaniy. Tidak ada yang istimewa karena kelasnya orang ini tidak jauh berbeda dari Jaser Leonheart. Kelas orang yang pura-pura bodoh berlagak ilmiah tetapi hakikatnya jauh dari ilmiah. Kali ini kami akan meluruskan salah satu tulisan Al Muzaniy tentang Imam Mahdiy Syi’ah. 

Tentu saja tulisan ini bukan ditujukan untuk menyadarkannya karena kami sungguh tidak peduli dengan dirinya tetapi tulisan ini kami tujukan pada para pembaca sebagai tambahan pengetahuan daftar orang-orang yang menyebarkan syubhat berusaha merendahkan mazhab Syi’ah dengan sekedar mencatut hal-hal yang aneh dalam kitab mereka.

.

.

.

Kami akan mengawali tulisan ini dengan menjelaskan secara singkat metode ilmiah untuk orang-orang yang ingin berbicara tentang mazhab lain. Cukupkah bagi anda wahai pembaca sekedar menukil perkataan ulama atau riwayat [hadis] dalam suatu mazhab untuk mengatasnamakan mazhab tersebut.

Tidak cukup, bahkan pembahasan tersebut bisa dibilang miskin. Banyak contoh perkataan para Ulama penganut mazhab tertentu yang bukan menjadi pandangan shahih mazhabnya. Ambil contoh mazhab Ahlus Sunnah.

  1. Shahihkah jika dikatakan Mazhab Ahlus Sunnah menghalalkan berhubungan dengan istri pada duburnya hanya karena Imam Malik menyatakan kebolehannya.
  2. Shahihkah jika dikatakan Mazhab Ahlus Sunnah menganggap Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] pernah memuji berhala hanya karena sebagian ulama ahlus sunnah menceritakan kisah Al Gharaniq.
  3. Shahihkah jika dikatakan Mazhab Ahlus Sunnah meyakini kesucian kotoran Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] hanya karena sebagian ulama ahlus sunnah berpandangan demikian.

Mengapa kita katakan tidak shahih?. Karena jika hal-hal tersebut dianalisis dengan metode keilmuan yang ada dalam mazhab Ahlus Sunnah maka pandangan tersebut lemah atau tidak kuat.

Hal-hal yang aneh, menggelikan, asing [gharib] baik berupa riwayat atau fatwa ulama itu ternukil baik dalam mazhab Ahlus Sunnah maupun mazhab Syi’ah. Mereka yang melalang buana berbagai kitab suatu mazhab akan menemukannya. Boleh saja kalau mau diangkat-angkat tetapi silakan disajikan secara objektif sesuai metode keilmuan yang ada dalam mazhab tersebut.

.

.

.

Maka dari itulah kami disini akan membahas syubhat Al Muzaniy dalam salah satu tulisannya mengenai Imam Mahdiy Syi’ah. Intinya dengan membawakan tulisan tersebut ia ingin menunjukkan betapa konyol dan sesatnya mazhab Syi’ah dan hanya akan diterima kecuali oleh orang-orang yang paling bodoh diantara manusia. Tidak perlu heran, manusia satu ini memang terlalu sombong ya seperti tong kosong nyaring bunyinya.

Kami tidak meragukan penukilannya dari kitab Syaikh Aliy Al Yazdiy Al Hairiy yaitu  Ilzaamun Naashib fii Itsbaat Al Hujjah Al Ghaaib 2/167

.

Ilzaamun Naashib juz 2 hal 167

.

فإذا تمت السبعون السنة أتى الحجة الموت فتقتله امرأة من بني تميم اسمها سعيدة ولها لحية كلحية الرجل

Ketika telah berlalu tujuh puluh tahun, kematian akan datang kepada Al Hujjah, dia akan dibunuh oleh seorang wanita dari bani Tammiim yang bernama Sa’iidah yang memiliki jenggot sebagaimana jenggot laki-laki.

Kemudian Al Muzaniy ini seolah ingin menguatkan bahwa penukilan tersebut shahih dengan hujjah murahan berikut

.

Al Muzaniy

.

Sungguh aneh sekali, orang ini sepertinya tidak pernah membaca kitab-kitab para ulama. Tidak perlu ulama mazhab Syi’ah cukup ia membaca kitab-kitab ulama mazhab Ahlus Sunnah maka ia akan mengetahui bahwa penukilan seorang ulama atas ulama lain tidak berarti menetapkan keshahihan. Banyak contohnya bahkan hal itu sangat ma’ruf. Mengapa demikian? Karena cukup banyak ulama [bahkan mazhab ahlus sunnah] yang berhujjah dengan hadis dhaif, yang berhujjah dengan riwayat yang tidak jelas penukilannya, yang berhujjah dengan sekedar menukil dari ulama lain [yang juga tidak jelas sumber nukilannya].

Apalagi kalau membuka kitab tafsir dan kitab tarikh, cukup banyak para ulama yang ketika menjelaskan tafsir ayat tertentu atau kejadian tarikh tertentu mereka berhujjah dengan penukilan dan perkataan yang tidak jelas sumbernya atau jelas sumbernya namun kualitasnya dhaif. Ulama-ulama itu sudah dikenal keilmuannya dan ketinggian kedudukannya di kalangan Ahlus Sunnah. Jadi kalau tindakan berpegang dengan penukilan dhaif dianggap menjatuhkan kedudukan seorang ulama maka akan banyak ulama ahlus sunnah yang bisa dijatuhkan kedudukannya.

Melihat cara ia berhujjah sungguh logika orang ini bahkan lebih rendah dari orang yang ia sebut recehan. Hakikatnya disini adalah penukilan itu hanya berasal dari perkataan Syaikh Ali Al Yazdiy saja, tidak ditemukan adanya riwayat tentang itu. Hal ini ditegaskan oleh Syaikh Najm Ad Diin Ath Thabasiy dimana ia berkata

.

Fii Rihaab Al Hukuumat hal 261

.

لكنها ليست رواية بل هو مجرد قول غير مستند إلى منبع روائي

Tetapi ini bukanlah riwayat bahkan hanya sekedar perkataan yang tidak bersandar pada sumber penulis riwayat [Kitab Fii Rihaab Al Hukuumat Al Imam Mahdiy hal 261]

Jadi dari segi validitas, perkataan ini tidak bernilai shahih, lantas bagaimana bisa dijadikan hujjah. Kalaupun ada ulama Syi’ah yang berpegang dengannya ya itu tetap tidak membuktikan bahwa perkara itu shahih. Perkara ini tidak berkaitan dengan ijtihad suatu perkara tetapi berkaitan dengan kabar ghaib yang hanya bisa dipastikan kebenarannya dengan riwayat yang shahih. Sungguh benar sekali orang yang disebutkan Al Muzaniy sebagai recehan ketika ia mengatakan hal ini tidak jelas keshahihannya. Justru Al Muzaniy telah menunjukkan bahwa dirinya lebih rendah kualitasnya dari orang yang ia sebut recehan.

.

.

.

Kemudian Al Muzaniy mengutip riwayat yang menyatakan akan ada sebelas atau dua belas Mahdiy dari keturunan Imam Husain [‘alaihis salaam]. Berikut nukilan Al Muzaniy

.

Al Muzaniy2

.

Kami akan menunjukkan sanad lengkap kedua riwayat tersebut dan menganalisisnya sesuai dengan metode ilmu hadis yang ada dalam mazhab Syi’ah.

.

Al Ghaibah Syaikh Ath Thuusiy hal 285

.

محمد بن عبدالله بن جعفر الحميري، عن أبيه، عن محمد بن عبدالحميد ومحمد بن عيسى، عن محمد بن الفضيل عن أبي حمزة، عن أبي عبدالله عليه السلام في حديث طويل أنه قال:يا أبا حمزة إن منا بعد القائم أحد عشر مهديا من ولد الحسين عليه السلام.

Muhammad bin ‘Abdullah bin Ja’far Al Himyariy dari Ayahnya dari Muhammad bin ‘Abdul Hamiid dan Muhammad bin ‘Iisa dari Muhammad bin Fudhail dari Abi Hamzah dari Abi ‘Abdullah [‘alaihis salaam] dalam hadis yang panjang bahwasanya ia berkata “wahai Abu Hamzah sesungguhnya dari kami setelah Al Qa’im akan ada sebelas Mahdiy dari keturunan Husain [‘alaihis salaam] [Al Ghaibah Syaikh Ath Thuusiy hal 285]

Riwayat di atas sanadnya dhaif karena Muhammad bin Fudhail Al Azdiy. Syaikh Ath Thuusiy berkata tentangnya “dhaif” [Rijal Ath Thuusiy hal 344 no 5124]. Allamah Al Hilliy juga menyatakan dhaif [Khulashah Al Aqwaal hal 393 no 1584]. Ibnu Daud Al Hilliy memasukkan namanya dalam bagian kedua kitabnya yang memuat daftar perawi majhul dan tercela [Rijal Ibnu Dawud hal 510 no 462]. Al Majlisiy menyatakan Muhammad bin Fudhail Al Azdiy dhaif [Al Wajiizah hal 312 no 1758].

.

.

.

.

Bihar Al Anwar juz 53 hal 99 no 7

.

مما رواه السيد علي بن عبدالحميد بإسناده عن الصادق عليه السلام أن منا بعد القائم عليه السلام اثنا عشر مهديا من ولد الحسين عليه السلام

Diriwayatkan Sayyid ‘Aliy bin ‘Abdul Hamiid dengan sanadnya dari Ash Shaadiq [‘alaihis salaam] “sesungguhnya dari kami setelah Al Qa’im [‘alaihis salaam] akan ada dua belas Mahdiy dari keturunan Husain [‘alaihis salaam] [Bihar Al Anwaar Al Majlisiy 53/99 no 7]

Riwayat di atas dinukil Al Majlisiy dengan sanad dari Sayyid ‘Aliy bin ‘Abdul Hamiid. Sayyid ‘Aliy bin ‘Abdul Hamiid membawakan sanadnya dalam kitab Muntakhab Al Anwar Al Mudhii’ah hal 353-354 yaitu

.

Muntakhab Al Anwar hal 353

.

Jadi sanad yang dimiliki Sayyid Aliy bin ‘Abdul Hamiid adalah dari Ahmad bin Muhammad Al ‘Iyaadiy yang merafa’kan kepada ‘Aliy bin Uqbah dari Ayahnya dari Abu ‘Abdullah. Sanad riwayat ini dhaif dengan tiga alasan berikut

  1. Ahmad bin Muhammad Al ‘Iyaadiy, disebutkan dalam Muqaddimah tahqiq kitab Muntakhab Al Anwar Al Mudhii’ah hal 22 ia adalah penulis kitab Asy Syifaa’ Wal Jalaa’. Syaikh Ath Thuusiy menyebutkan bahwa penulis kitab Asy Syifaa’ Wal Jalaa’ adalah Ahmad bin ‘Aliy Al ‘Iyaadiy bukan seorang yang tsiqat dalam hadis dan tertuduh ghuluw [Al Fahrasat Syaikh Ath Thuusiy hal 30 no 81]. Ibnu Ghadha’iriy menyatakan ia dhaif [Rijal Ibnu Ghadha’iriy hal 43 no 18].
  2. Sanad tersebut terputus karena Ahmad bin Muhammad Al ‘Iyaadiy tidak menyebutkan sanad lengkapnya sampai ‘Aliy bin Uqbah.
  3. Ayahnya ‘Aliy bin Uqbah yaitu Uqbah bin Khalid Al Kuufiy yang meriwayatkan dari Abu ‘Abdullah [‘alaihis salaam] adalah seorang yang majhul [Al Mufiid Min Mu’jam Rijal Al Hadiits hal 375].

Jadi kedua riwayat yang dibawakan Al Muzaniy untuk membuat karangan konyol dalam tulisannya tersebut di sisi mazhab Syi’ah adalah riwayat-riwayat yang dhaif tidak bisa dijadikan hujjah. Adapun perkataan Syaikh Aliy Yazdiy yang ia kutip bahwa setelah kematian Imam Mahdiy akan digantikan oleh Imam Husain adalah perkataan yang tidak memiliki sandaran riwayat sebagaimana sudah dikutip di atas.

Sebenarnya yang membuat kami ingin membantah Al Muzaniy disini karena orang ini mulutnya terlalu besar mengatakan betapa sesat dan konyolnya ajaran Syi’ah padahal semua dasar karangannya itu tidak memiliki nilai hujjah shahih di sisi mazhab Syi’ah. Apalagi sampai mengatakan bahwa ajaran Syi’ah itu tidak akan diterima kecuali oleh orang-orang yang paling bodoh diantara manusia. Sungguh menggelikan, saya tidak perlu menunjukkan siapa yang sebenarnya bodoh karena tulisan di atas sudah jelas menampakkan hakikat Al Muzaniy.

17 Tanggapan

  1. Sering saya menemukan *maaf* “ustadz-recehan” yang secara penampilan terlihat begitu a’lam, terlihat paling tau sunnah. Tapi saat bicara tentang syiah begitu tidak berimbang; bicara tanpa basis realitas, tanpa fakta dan menyebarkan kebencian. Parahnya, kalo si “ustadz-recehan” ini punya banyak follower yang * maaf* kadang tidak kritis atau kalo si “ustadz-recehan” ini mencatut nama organisasi muslim tertentu untuk dijadikan bumper.

    Jadi inget sama kisah Nabi Eliyah saat menghadapi rombongan pseudo-nevi’im pimpinan Bileam yang mendakwahkan penyembahan Ba’al.

  2. Berikut komentar termoderasi, tetapi sengaja saya tidak tampilkan karena namanya memakai bahasa yang kotor. Ia berkata

    @Sp
    kalau boleh tanya, bukan kah kritikan orang2 seperti muzani tsb adalah fakta? dia berhujjah dengan kitab2 syiah lantas dimana salahnya menurut anggapan anda?
    Bukankah perendahan anda terhadap orang2 semacam mereka itu sama dengan ketika anda merendahkan mereka dengan nashibi? artinya kalau sama2 maling, kenapa anda meneriaki yang lain dengan maling juga? apa karena anda seorang munafik?

    Sudah dijelaskan di atas masih tidak paham. Artinya anda tidak membaca dengan benar atau akalnya tidak mampu memahami apa yang dibaca. Kuncinya adalah kalau anda ingin menisbatkan sesuatu atas nama suatu mazhab maka anda harus memiliki bukti shahih sesuai dengan kaidah keilmuan dalam mazhab tersebut. Kalau anda cuma menukil comot sana comot sini maka mazhab ahlus sunnah pun bisa dibuat karangan merendahkan ala al muzani itu. Ambil saja riwayat-riwayat dhaif dan ambil saja qaul qaul ulama yang tidak jelas shahih tidaknya kemudian dirajut dengan karangan dan bualan maka jadilah fitnah yang mungkin anda sebut sebagai fakta.

    Silakan cek tulisan di atas, saya tidak ada menyebutkan bahwa ia nashibi. Saya menyebutkan ia berpura-pura bodoh dan mulutnya terlalu besar. Ya jelas itu terbukti dari tulisannya, ia seolah tidak mengerti apa itu yang namanya bukti shahih kemudian bagaimana tidak dikatakan mulutnya terlalu besar kalau ia mengatakan dengan tulisannya itu sebagai bukti Syi’ah sesat dan konyol hanya diterima oleh orang-orang paling bodoh diantara manusia. Padahal hakikatnya ia sendiri yang pura-pura bodoh.

    Dan maaf anda tidak perlu mengajari saya soal bagaimana cara berkomentar yang baik karena orang seperti anda saja tidak paham apa itu bahasa yang kotor dan tidak pantas untuk diucapkan [atau dituliskan]. Tidak ingin dimoderasi silakan gunakan bahasa yang baik. Berdiskusi seperti orang normal saja bung.

  3. bung SP tulis terus, bongkar terus kedustaan wahabi. jangan segan-segan. jangan hiraukan kicauan mrk, krn ngomong dg mrk sama dengan ngomong dengan tembok. tulisan-tulisan anda diapresiasi oleh puluhan ribu orang dan telah menyelamatkan ratusan ribu orang awam yg telah terkena virus wahabi.

    bung SP lucuti terus wahabi, meskipun wahabi tidak bakalan habis bahkan akan semakin exis karena pembela mereka tidak akan musnah kecuali kiamat. siapa pembela mrk? tidak lain lain yg telah dikutuk yaitu Iblis laknatullah.

  4. Saya ada sedikit masukan, mudah mudahan bermanfaat.

    Koreksi makna Taqiyyah yang selama ini sering diselewengkan maknanya oleh sebagian Ahli Sunat.
    Ada sepenggal kalimat dari do’a panjang Nabi Muhammad saww yang tersurat di dalam Musnad Ahmad No. 18590 :
    Allaahumma innii as’aluka ‘isyaatan taqiyyah.
    (Ya Allah sungguh aku memohon kepada Mu kehidupan yang penuh dengan taqiyyah).

    Juga dalam ayat Qur’an surat Maryam ayat 63 :
    تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَنْ كَانَ تَقِيًّا
    Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu ber-taqiyyaa.

    Taqiyyah pada dasarnya berarti memelihara diri, dengan 2 makna yang berbeda menurut Al Qur’an :
    1. Memelihara diri dari perbuatan maksiat (bertaqwa)
    2. Memelihara diri dengan tidak menampakkan iman di hati sesuai dengan Qur’an surat Ali Imron ayat 28.

    Jadi Taqiyyah yang menjadi pokok ajaran agama Islam (sesuai dengan hadits syiah) adalah Taqiyyah dengan makna seperti dalam Qur’an surat Maryam ayat 63 dan do’a Rasulullah seperti tersebut di atas.

    Tokoh pendiri Hizbut Tahrir dari Palestina pun bernama Taqiyyuddin An Nabhani, jauh sekali dari maknanya bila diartikan dengan dusta, bohong atau munafik.

  5. Saya setuju dengan komentar Mazhab Persatuan.
    Pembahasan dari sisi bahasa, dalil aqli dan naqli mengenai taqiyyah akan menghancurkan fitnah mengenainya yang selama ini tersebar.

  6. in blog atau atau kandang anjing seh, kok maen moderasi? INi udah zaman demokrasi pren, bukan zaman orba. atau jangan2 karena ente ini emak Pendek Akal azza?

  7. @ SP
    emang yang disebut mazhab dalam pemahaman ente itu apa seh? jangan2 ente ini ga tau apa-apa!

  8. @mang asep

    Lho karena zaman demokrasi juga makanya saya punya hak untuk moderasi. Memangnya demokrasi itu cuma untuk anda saja. Mimpi kali ya. Harusnya situ mikir, kalau situ mau bertamu ke rumah orang terus datang langsung caci maki dan orang yang punya rumah mengusir anda, maka itu sesuatu yang wajar. Kalau anda yang marah maka ada yang salah dengan akal anda. Yang punya rumah siapa kok situ yang marah-marah. Menggelikan.

    Terus mazhab yang saya bicarakan di atas adalah mazhab-mazhab yang ada di dalam agama islam ini. Suka atau tidak suka, Syi’ah dan Ahlus Sunnah adalah mazhab yang ada dalam agama Islam. Kalau anda tidak setuju ya itu urusan anda sendiri.

  9. Assalamu’alaikum wr wb
    Ustd, mohon ijin untuk menampilkan tulisan ustad dalam bentuk display. syukran.

  10. mang asep, asepnya solar Bajaj, baunya ga enak, polusi dan bikin batuk. kamu habis nguntal cicak hidup ya?, kok masuk blog ini terus marah-marah

  11. @SP
    Ah itu kan pemikiran bodoh ente aja, bilang aja ente pengecut dan pendek akal,hihihihi.
    Orang berani itu ga pengecut kayak ente, kikikikiki.
    syiah itu bukan mazhab dalam Islam, tapi sempalan yang keluar dari Islam, contohnya khumani laknat masa iya dia bilang nabi gagal dalam dakwah, sehina-hinanya ahlussunnah ga ada yang kayak khumani laknat ini.

  12. @mang asep
    Maaf anda sedang berkhayal kali🙂

  13. @mang asep,
    yah,pantesan ahlusunnah lu bangga-banggain tuh si bukhari yang katanya kitab sahih bukhari dipercaya setelah alquran kebenarannya itu kata ahlusunnah lu, seperti sahih bukhari katakan :

    1- Nabi Muhammad saw tertidur dan lupa akan waktu shalat dan bahkan lupa berwudhu untuk sholat,.
    Referensi sunni :
    sahih bukhari,Arab jilid 1 hal.37,44,171.
    2-Nabi Muhammad saw Biasa duduk bersama Aisyah ra dan menonton sebuah tarian yang diiringi dengan musik ,
    Referensi sunni :
    sahih bukhari,Arab jilid 3 hal.228
    3-Nabi Muhammad beliau dipengaruhi oleh mantra sihir yang menimbulkan episode halusinasi .
    Referensi sunni :
    sahih bukhari,Arab jilid 7,hal.29;jilid 4, hal 68
    ……………………… TUNTUTLAH ulama sahih bukhari lu itu kenapa hina nabi Muhammad seperti itu?? bangga lu ame ulama ahlusunnah dari kumeni……

  14. @mang asep,
    bangga lu ulama ahlusunnah bukhari ame muslim lu mensahihkan :
    1-“Batu melarikan pakaian Musa dan Musa mengejarnya dari belakang kemudian Bani Isra’il melihat Musa telanjang” Al-Bukhari38 dan Muslim39 meriwayatkan hadits dengan sanadnya sampai kepada Abu Hurairah,bangga lu ulama ahlusunnah lebih baik dari kumei…!!!!
    2- “Membuka aib Nabi Nabi Musa (AS), ketika semut menggigitnya, dia membakar seluruh sarangnya” Al-Bukhari48 dan Muslim49
    bangga lu ulama ahlusunnah lu mensahihkan…..
    3- “Nabi (SAAW) lupa Sholat dua rakaat ” Al-Bukhari50 dan Muslim51
    bannga lu ulama ahlusunnah lu mensahihkan…
    4-” Gangguan setan kepada Nabi (SAAW) pada masa mendirikan Sholat “Al-Bukhari58 dan Muslim59,bangga lu ulama ahlusunnah lu mensahihkan…..
    5-“Nabi (SAAW) tertidur sehingga terlepas waktu Sholat subuh”
    bangga lu ulama ahlusunnah lu mensahihkan…
    6-“Manusia berubah bentuk menjadi tikus”Al-Bukhari94 dan Muslim95, bangga lu ulama ahlusunnah lu mensahihkan…
    7-“Melihat Allah pada Hari Qiyamat dengan mata dzahir dalam gambaran yang berbeda-beda” Al-Bukhari,18 Muslim19 dan Ahmad20 ,bangga lu ulama ahlusunnah lu mensahihkan…
    8-“Neraka tidak akan penuh sampai Allah memasukkan kaki-Nya ke dalam neraka”,Al-Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan dari ‘Abd al- Razzaq dari Ma‘mar dari Hammam dari Abu Hurairah yang meriwayatkan,bangga lu ulama ahlusunnah lu mensahihkan…
    9-“Allah turun ke langit dunia pada setiap malam”,Al-Bukhari dan Muslim telah menceritakan dari saluran Ibn Syihab dari Abi ‘Abdullah al-Aghr dan Abi Salma ibn ‘Abd al- Rahman dari Abu Hurairah,
    bangga lu ulama ahlusunnah lu mensahihkan…
    bila perlu besok-besok 14000 hadis yang dianggap ulama lu sahih, gua posting,bier lu tau ulama ahlusunnah lebih baik dari kumeni….

  15. @mang asep,
    lu sok-sok paten,..!!!! ngaku ahlulsunnah,bila ditanya ahlusunnah kapan bediri lu binggung?,.bila ditanyain lu mazhabnya apaan,lu binggung ikut mane? jangan sok paten lah bung @mang asep !!!!

  16. thankyou very much,

  17. infonya mantap nih, makasih banyak pa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: