Pembahasan Tidak Penting Tentang “Broken Angel”

Pembahasan Tidak Penting Tentang “Broken Angel”

Setelah sekian lama membuat tulisan dengan tema serius akhirnya tiba saat kita berkelakar sambil minum kopi. Tulisan ini secara zhahir nampaknya sederhana tetapi sebenarnya berat. Yaaa itu tergantung dimana letak anda menggantungnya. Setiap orang melihat apa yang bisa mereka lihat tetapi tidak semua orang bisa melihat apa yang tidak terlihat.

Kita mulai dengan “Mengapa saya menulis ini?” [perhatikan kata yang digunakan “saya” bukan “kami”].

  1. Suka-suka saya lah, sedang iseng, sedang kesepian, sedang galau, itu urusan saya masbro. Nikmati saja hidup ini, halah. btw hitung-hitung saya mencoba mengamalkan ajaran Kakak Saya disini
  2. Setelah diskusi singkat dengan “seseorang yang tidak saya kenal” tentang “perkara yang berguna itu relatif sifatnya”. Ini salah satu contoh hal yang mungkin menurutnya tidak berguna tetapi ya silakan ia baca dan pikirkan. Di dunia ini banyak hal yang “tidak berguna” dan mau tidak mau orang-orang terlarut di dalamnya. Bukankah jauh lebih baik kalau kita bisa menemukan hal yang berguna dari sesuatu yang nampaknya “tidak berguna”.
  3. Situasi dan kondisi yang menempatkan saya begitu sering mendengarkan “Broken Angel”. Entah mengapa akhir-akhir ini kalau mendengarnya jadi terhanyut. Tetapi untunglah saya terhanyut di jalan yang benar. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.

.

.

.

Apa sih maksudnya “Broken Angel”?. Ya bagi orang-orang yang baru keluar dari Gua Filosofis Ala Plato, sangat wajar kalau tidak mengenal lagu ini. Yup benar sekali masbro itu salah satu lagu keren, high quality diantara lagu-lagu galau yang pernah ada. Lagu ini dalam situasi normal efeknya biasa-biasa saja tetapi menghanyutkan bagi mereka yang sedang galau.

Lagu ini munculnya beberapa tahun lalu, dulu saat pertama mendengarnya biasa saja [biasanya saya denger lagu ini waktu naik angkot atau buskota] dan baru terasa nyaman di telinga saya beberapa bulan ini. Dinyanyikan oleh Mas Arash dan Mbak Helena dalam campuran bahasa inggris dan bahasa persia. Ya wajarlah konon kabarnya Mas Arash ini kelahiran Iran [biasanya suka ada yang salah sambung mendengar ini].

Nah salah satu yang menarik dari lagu ini adalah terdengar suara sayup-sayup dari sekelompok orang bahwa Broken Angel itu Lucifer. Jadi di sisi mereka lagu ini super duper haram untuk didengar. Silakan cek aja di google pasti masih tersisa orang-orang seperti mereka ini. Lirik yang jadi masalah itu adalah lirik yang dilantunkan oleh Mbak Helena dengan suara uniknya.

.

.

I’m so lonely, broken angel

[Aku sangat kesepian, bidadari yang terluka]

I’m so lonely, listen to my heart

[Aku sangat kesepian, dengarkanlah hatiku]

One and only, broken angel

[Satu-satunya, bidadari yang terluka]

Come and save me, before I fall apart

[Datang dan selamatkanlah aku, sebelum aku hancur]

.

.

Mereka menganggap “broken angel” disana itu “Lucifer” [you know lah maksudnya masbro]. Sehingga lagu itu dijadikan kesannya memanggil Lucifer dan meminta diselamatkan. Apa benar begitu?. Bayangkan saja kalau ternyata salah. Astaga, lagu yang awalnya bagus jadi nampak super jelek. Ini jelas pencemaran nama baik, tidak bisa tidak harus diperkarakan hehehe.

Secara pribadi dengan pikiran “yang tidak begitu brilian” saya bisa langsung melihat kekonyolan cara mereka berpikir. Secara lingusitik banyak sekali kata yang memiliki banyak makna dan makna mana yang dipakai itu tergantung dengan pemakaiannya di dalam kalimat.

Contoh sederhana kalimat “Ini belahan hatiku”. Apa maknanya?. Apa maksudnya dia sedang menunjukkan “organ dalam yaitu hatinya” yang terbelah?. Ya Nggak mungkin lah masbro.  Kalau kalimat ini diucapkan seorang laki-laki yang sedang mengenalkan seorang wanita sambil berkata “Ini belahan hatiku”. Kita langsung paham maksudnya dia sangat mencintai wanita itu, ya kan masbro.

Kasus seperti ini banyak, apalagi di dunia Ilmiah. Satu kata dalam ilmu tertentu menjadi berbeda maknanya dalam ilmu lain. Calculus di sisi Matematikawan itu berbeda maknanya dengan Calculus di sisi para Dokter gigi. Virus di sisi para ahli komputer itu berbeda maknanya dengan Virus di sisi para ahli mikrobiologi. Bayangkan kalau salah menempatkannya. Komputermu terkena virus, bagusnya kamu kasih Antivirus seperti Acyclovir. Kalau kamu terserang sakit karena infeksi virus ya hancurkan saja virusnya pakai Avira. Hancur banget itu daaah.

Broken Angel dalam lagu itu lebih tepat diartikan sebagai “Bidadari yang terluka”. Itu sudah jelas sekali bahasa kiasan, wanita itu tidak sedang menyeru Lucifer tetapi sedang meratapi dirinya, bahwa dia sangat kesepian, dia adalah bidadari yang terluka yang menangisi nasibnya. Dalam hatinya ia memanggil kekasihnya agar datang menyelamatkannya dari penderitaan. Namanya saja bahasa penyair. Masbro harus paham bahwa gaya bahasa para penyair itu berbeda dengan gaya bahasa orang kampung dan gaya bahasa para ilmuwan apalagi gaya bahasa para politikus lebih jauh lagi bedanya.

.

.

.

Metode lain untuk membuktikan kebenaran soal “Broken Angel” ini adalah dengan menggunakan Kaidah “Pahamilah suatu lafaz seperti maksud yang diinginkan si Pembuat Lafaz”. Dalam Ilmu Hadis [dan Jarh Wat Ta’dil] kaidah ini cukup populer, misalnya makna “syaadz” di sisi Al Hakim berbeda dengan makna “syaadz” disisi Ibnu Shalah, makna Hasan disisi Imam Tirmidzi berbeda dengan makna Hasan disisi Ibnu Shalah. [Ya cukuplah ini sekedar contoh, kita tidak sedang bahas ilmu ini]

Bagaimana mengetahui makna “Broken Angel” di sisi pembuat lagunya yaitu Mas Arash?. Ya gampang tinggal lihat video klipnya. Kisah yang dimaksud dalam lagu itu telah dijelaskan dengan mendalam oleh Mas Arash dalam video klipnya. Dalam video itu sangat jelas gambaran seorang wanita yang ditinggal mati suaminya tetapi ia masih terus menderita dan meratapi kepergiannya padahal wanita tersebut sudah punya kehidupan yang baru [suami yang baru beserta anaknya]. Arwah suaminya yang sudah meninggalpun juga menderita melihat penderitaan istrinya. Tetapi di akhir cerita wanita tersebut memutuskan untuk berusaha melupakan dengan membuang semua kenangan ke dasar jurang [duuuh saya kira Mbak itu mau terjun bunuh diri ke dasar jurang]. Dan arwah suaminya akhirnya melihat istrinya dengan tersenyum.

So dimanakah letak “Lucifernya”?. Lagu Broken Angel itu menceritakan tentang penderitaan seorang wanita dalam kesepian yang akhirnya berjuang untuk bangkit kembali dengan berusaha melupakan kekasihnya. Saya sih masih bisa menangkap nilai luhur yang ada yaitu sebesar apapun penderitaan anda karena kehilangan orang yang anda cintai, anda harus tetap bangkit.

.

.

.

Lagu Broken Angel adalah bagian kedua dari Trilogi [sejauh ini] kisah Cinta yang sangat dalam. Bagian pertama yaitu “Pure Love” menceritakan kisah mereka berdua [saya anggap suami istri] yang mengalami kecelakaan dimana sang suami yang tidak sadar kalau ia sudah meninggal sangat mencemaskan istrinya yang dalam keadaan kritis. Setelah istrinya dibawa ke rumah sakit dan terbangun, suaminya baru sadar kalau ia sudah mati sehingga ia harus berpisah dengan istrinya yang menatapnya dengan sedih.

Sequelnya yaitu “Broken Angel” menceritakan penderitaan sang istri yang sudah saya ceritakan di atas. Dan kisah lanjutannya yaitu lagu penutup “One Day” [lagu ini juga nyaman di telinga] menceritakan sang istri yang sudah bangkit dari penderitaannya dan sebenarnya yang membuat dia bangkit bukanlah karena dia melupakan suaminya tetapi karena harapan bahwa suatu hari nanti ia akan kembali bertemu dengan suaminya [ya di akhirat sana lah].

Trilogi Mas Arash ini benar-benar sesuatu. Tidak ada yang salah jika kita bersedih atas kehilangan orang yang sangat kita cintai. Yang salah adalah jika terus menderita atas kehilangan tersebut. Tentu yang namanya Cinta dan Kesepian karena kehilangan orang yang sangat dicintai bukan sesuatu yang anda respon dan selesaikan dengan rasional. Betapapun rasional pikiran anda, ketika anda sangat mencintai seseorang dan kehilangannya maka tidak ada hal rasional yang bisa membantu anda. Kita sebagai orang beragama hanya bisa bertahan dengan Iman dan pasrah kepada Allah SWT.

Dalam Trilogi Mas Arash tersebut ia menyampaikan bahwa “harapan bertemu kembali” suatu hari di surga nanti adalah obat mujarab penopang hidup dari penderitaan kehilangan orang yang dicintai. Kalau yang ini sih bagi kita yang muslim sangat bisa diterima.

.

.

.

Dan saya tidak suka dengan ocehan sebagian orang bahwa kita tidak boleh mencintai sampai tergila-gila atau merasa sampai tidak bisa hidup jika berpisah dengannya. Perkara boleh dan tidak boleh itu bukan terletak pada Cinta-nya tetapi pada apakah yang terjadi karena cinta tersebut bertentangan dengan syariat atau tidak. Cinta itu subjektif dan hiperbolis. Cinta itu sendiri besar kecilnya tidak bisa anda atur tetapi yang bisa anda atur adalah agar Cinta itu berada di jalan yang benar. Kalau anda melakukan zina karena cinta tersebut ya jelas salah sekali. Tetapi kalau anda menikah dan anda sangat sangat sangat mencintai istri anda maka pada saat ini tidak ada yang salah. Hiduplah dengan berbahagia bersama istri yang sangat sangat sangat anda cintai.

Hanya saja ketika anda kehilangan orang yang sangat anda cintai dan hal itu membuat anda terus menderita sehingga merasa tidak bisa hidup maka di saat itulah kita katakan salah apalagi kalau sampai bunuh diri. Anda harus bangkit, yakin dan pasrahlah kepada Allah SWT. Lanjutkan hidup sambil berharap dan berdoa bahwa suatu hari nanti Allah SWT akan mengumpulkan anda dan orang yang sangat sangat sangat anda cintai bersama-sama di surga. Saya rasa ini termasuk nilai luhur yang baik.

Oleh karena itu mohon maaf saya agak prihatin dengan fenomena “paranoid” yang menjangkiti sebagian orang. Kritis sih boleh tetapi bersikap kritislah di jalan yang benar. Jangan zalim atas orang lain hanya karena keterbatasan akal dalam memahami [gimana tidak zalim kalau menuduh pembuat lagunya begini begitu padahal sebenarnya tidak]. Yaah soal lagu sih mungkin tidak penting kali ya tetapi perkara “paranoid” ini juga telah merambah ke masalah yang jauh lebih besar, soal mazhab misalnya. [you know lah maksudnya]

Sebelum saya mengakhiri tulisan tidak penting ini, saya tekankan saya bukan termasuk fans Mas Arash dan Mbak Helena. Memang lagu “Broken Angel” dan “One Day” terasa nyaman di telinga saya. Hanya saja tidak bisa dipungkiri pembuatan video yang seperti itu dari segi syariat islam ya tidak benar. Dua orang lain jenis bukan suami istri memang tidak selayaknya bermesraan. Saya memohon ampun kepada Allah SWT dan semoga Allah SWT menunjukkan kepada saya jalan yang lurus.

.

.

.Note :

  1. Ada satu orang yang membuat lagu ini begitu bermakna bagi saya. Saya berdoa kepada Allah SWT agar selalu melindunginya dan saya berdoa kepada Allah SWT untuk kebaikan dan kebahagiaannya. Man dooset daram
  2. Ada beberapa teman yang tertarik dengan fenomena “paranoid” seperti ini. Semoga ketika mereka tidak sibuk bisa menyempatkan mampir dan melepas unek uneknya disini. Kemana kalian masbro, tidakkah hingar bingar jagad facebook mengetuk kalian, so lonely heeeh
  3. Bagi para pembaca serius mohon maaf atas tulisan tidak pentingnya, silakan berpuasa dulu dan Insya Allah lain kali disajikan hidangan yang lebih layak buat kalian.
  4. Bagi golongan orang-orang yang suka salah sambung, tolong tahan nafsu mencela kalian. Saya kasihan sudah tidak dapat apa-apa membaca tulisan ini terus dapat dosa pula.

26 Tanggapan

  1. @SP:
    1) Eh, kita beda faham waktu itu ttg “data tdk valid” dibanding “tidak ada data valid”; bukan fokus ke hal berguna-tidak berguna, ya. Khamr aja disebut ada gunanya, saya tahu itu data valid. 😀
    2) Karena disebut, mohon jelaskan beda arti istilah “syaadz” dan “hasan” menurut 3 ulama hadis yg Anda tulis di atas. Berguna bahas itu, cuma saya belum punya data valid🙂
    3) Gara2 tetangga di lantai atas [juga gara2 Anda bahas lagu], saya jadi terngiang lagu ini: https://www.youtube.com/watch?v=mQweV8vGnsQ
    Syahdu. Mungkin berguna buat Anda utk menebak saya dgn data yg agak sedikit valid. 😀
    Salam ‘alaykum.

  2. @Badari

    Wa’alaikum salam. Tumben komen pertamax, pasti karena disebut sebut ya😛

    1) Eh, kita beda faham waktu itu ttg “data tdk valid” dibanding “tidak ada data valid”; bukan fokus ke hal berguna-tidak berguna, ya. Khamr aja disebut ada gunanya, saya tahu itu data valid.

    Itu juga sudah jelas kan, yang namanya data tidak valid ya sudah jelas keliru. Nah kalau “tidak ada data valid” bisa saja ada datanya tetapi belum diketahui apakah valid atau tidak. Bisa saja menjadi data valid dan bisa juga menjadi data tidak valid.

    2) Karena disebut, mohon jelaskan beda arti istilah “syaadz” dan “hasan” menurut 3 ulama hadis yg Anda tulis di atas. Berguna bahas itu, cuma saya belum punya data valid

    Sengaja saya pilih contoh itu biar anda penasaran. Hehehe bukan disinilah pembahasannya masbro. Saboori🙂

    3) Gara2 tetangga di lantai atas [juga gara2 Anda bahas lagu], saya jadi terngiang lagu ini: https://www.youtube.com/watch?v=mQweV8vGnsQ
    Syahdu. Mungkin berguna buat Anda utk menebak saya dgn data yg agak sedikit valid.

    Tebakan mudah, dari data yang anda sebutkan kesimpulan valid cuma “Anda tinggal di bangunan bertingkat tetapi tidak tinggal di lantai paling atas”. Uups ditambah lagi ternyata anda suka dengar lagu cinta juga. Lumayanlah seleranya, kalau gak salah itu versi aslinya lagu hindi kan🙂

  3. huh kesepian tinggal susul saja…jakarta dekat

  4. Bukan paranoid mas, tapi waspada, boleh kan

  5. @Dede
    Ya ya ya boleh juga sentilannya😛
    Apa kabarnya masbro? sehat sehat sajakah, sudah naik berapa lagi beratbadannya:mrgreen:

    @MasB

    Silakan anda boleh menyebutnya waspada tetapi saya menyebutnya paranoid. Intinya saya tidak melihat adanya alasan rasional untuk mengaitkan lagu tersebut dengan embel-embel paranoid ala lucifer. Itu sama seperti menukarkan istilah virus komputer dengan virus beneran. Jadinya ngasal, mau dicari-cari pembenaran dengan alasan waspada ya silakan saja

  6. sewot mode on

    Dan saya tidak suka dengan ocehan sebagian orang bahwa kita tidak boleh mencintai sampai tergila-gila atau merasa sampai tidak bisa hidup jika berpisah dengannya

    tolong yang kesindir tunjuk tangan, gak usah ngumpet. jangan habis baca langsung ngabur gak ninggalin jejak. pada kemana nih katanya ramee admin gak tanggung jawab, sana telpon atu atu

    koreksi kalau ai keliru, diantara kita cuma mr number one yang belum ngerasain bagusnya ni lagu

    huh kesepian tinggal susul saja…jakarta dekat

    nyusul apanya, dia saja lebaran terjebak di tengah hutan xixixi

    heyyy terus apa maksud si dede promosi blog yang sudah lama tewas, gaya banget
    lupain aja sudah tewas, move on move on

    sewot mode off

    selamat hari raya idul adha

  7. @Danrad

    tolong yang kesindir tunjuk tangan, gak usah ngumpet. jangan habis baca langsung ngabur gak ninggalin jejak. pada kemana nih katanya ramee admin gak tanggung jawab, sana telpon atu atu

    Sudah saya coba hubungi kemarin, cuma guru sufi kita yang ngangkat tapi katanya beliau lagi sibuk kerja ini itu jadi gak sempat internetan

    koreksi kalau ai keliru, diantara kita cuma mr number one yang belum ngerasain bagusnya ni lagu

    Kayaknya nggak masbro, dulu dia pernah dengar itu lagu waktu awal-awal keluar

    nyusul apanya, dia saja lebaran terjebak di tengah hutan xixixi

    Namanya sudah jadi tanggungjawab, maunya sih saya tinggalin pulang, sudah kangen banget sama si kecil🙂

    heyyy terus apa maksud si dede promosi blog yang sudah lama tewas, gaya banget
    lupain aja sudah tewas, move on move on

    Siiip bagus hajar terus:mrgreen:

  8. @ SP

    Apa kabarnya masbro? sehat sehat sajakah, sudah naik berapa lagi beratbadannya

    sehat apalagi habis liat blog ini…
    *berat badan* huh bercermin dulu baru renungi nasibmu….

    @ danrad

    koreksi kalau ai keliru, diantara kita cuma mr number one yang belum ngerasain bagusnya ni lagu

    jauh perbedaan antara *belum* dan *tidak bisa*…
    tumben sp gak ngeh, biasanya kan dia paling suka sindir sindiran

    heyyy terus apa maksud si dede promosi blog yang sudah lama tewas, gaya banget
    lupain aja sudah tewas, move on move on

    huh itu bukan promosi…hanya mengenang kisah lama…dah lama move on buktinya dah dapet ganti lebih baik….

  9. @ sp

    Kayaknya nggak masbro, dulu dia pernah dengar itu lagu waktu awal-awal keluar

    koreksi, ai bilang dia belum ngerasain bagusnya bukan belum pernah dengerin. paling dia denger biasa-biasa aje, gak ada rasa xixixi
    bener deh kata dede gak ngeh

  10. Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

    Apa kabar, alhamdulillah kita semua sehat. Saya sudah baca dan dengan terpaksa meninggalkan jejak setelah membaca komentar-komentar teman kita tercinta. Insya Allah komentar saya lebih baik dari komentar sindir menyindir

    1) Kalimat ini

    Lagu ini munculnya beberapa tahun lalu, dulu saat pertama mendengarnya biasa saja [biasanya saya denger lagu ini waktu naik angkot atau buskota] dan baru terasa nyaman di telinga saya beberapa bulan ini.

    Apa maksud biasa saja? saya ingat dulu SP sering berulang-ulang mendnegarkan broken angel versi remix. Asumsi saya : SP dulu sudah suka tetapi sekarang SP jadi sangat suka sampai dibela-belain buat tulisan. Ada yang berubahkah?, coba SP jelaskan atau haruskah saya yang menjelaskan:mrgreen:

    2) Bantahan SP tentang lucifer sudah tepat tapi kurang nendang. Argumen mereka terletak pada lirik yang dinyanyikan oleh wanita. Kata “broken angel” ketika diucapkan sang wanita dipahami oleh mereka sebagai “seruan”. Tambah lagi wanita itu mengatakan “one and only broken angel” seolah bermakna bahwa broken angel itu bersifat khusus cuma satu-satunya. Ketika dilajutkan dengan lirik “come and save me” maka mereka dengan mudah memahami bahwa sang wanita menyeru “broken angel yang cuma satu-satunya” agar datang menyelamatkannya.

    Memang benar kesalahan mereka adalah memahami lirik tersebut dengan bahasa orang awam bukan dengan bahasa sastrawan (SP menyebut “gaya bahasa penyair”). Sebenarnya fenomena pada lirik itu termasuk dalam kasus Iltifat yaitu pengalihan dhamir atau gaya bahasa dengan tujuan menekankan keindahan.

    I’m so lonely, broken angel

    Pada kalimat ini sang wanita menekankan dia sangat kesepian dan broken angel merujuk dirinya sendiri. Sebagai penekanan bahwa kesepian itu sangat melukai dirinya

    I’m so lonely, listen to my heart

    Pada kalimat ini terjadi pengalihan, awalnya sang wanita menekankan dirinya kemudian beralih wanita tersebut menyeru kekasihnya bahwa dia sangat kesepian dan meminta sang kekasih untuk mendengarkan hatinya.

    Gaya bahasa kalimat pertama bukan seruan melainkan penekanan merujuk diri wanita sedangkan gaya bahasa kalimat kedua adalah seruan kepada kekasih wanita. Jelas Iltifat.

    Pada kalimat selanjutnya kembali beralih pada penekanan dirinya

    One and only, broken angel

    Kalimat ini bermakna sang wanita menekankan perasaan bahwa dia satu-satunya yang menderita kesepian seperti itu atau dia satu-satunya yang terluka seperti itu. Bagian ini lebih menekankan betapa besar penderitaan sang wanita dimana tidak ada yang menyamai penderitaannya

    Setelah itu kalimat berikutnya beralih lagi menjadi seruan kepada kekasihnya

    Come and save me, before I fall apart

    Kalimat ini bukan dalam satu lanjutan gaya bahasa dengan kalimat sebelumnya. Disinilah letak kesalahan mereka. Gaya bahasa pada kalimat ini sudah beralih pada kekasihnya, sang wanita meminta kekasihnya datang dan menyelamatkannya.

    Diringkas berikut
    Kalimat pertama : penekanan dirinya
    Kalimat kedua : seruan pada kekasihnya
    Kalimat ketiga : penekanan dirinya
    Kalimat keempat : seruan pada kekasihnya
    perubahan gaya bahasa dibuat seperti rima dalam puisi

    Iltifat membuat syair lebih hidup, lebih indah, lebih bermakna. Mereka yang tidak memahami Iltifat tidak bisa memahami keindahan Syair.

    Dalam Al Qur’an ada banyak kasus Iltifat dan sering dijadikan salah satu mukjizat Al Qur’an. Contoh Al Ahzab 33 (ayat penyucian) dimana terjadi perubahan dhamir atau gaya bahasa dari kalimat sebelum dan setelahnya. (SP dulu setuju ayat ini termasuk Iltifat terus berubah tidak setuju, sekarang bagaimana?)

    3) Kalimat ini

    Dan saya tidak suka dengan ocehan sebagian orang bahwa kita tidak boleh mencintai sampai tergila-gila atau merasa sampai tidak bisa hidup jika berpisah dengannya. Perkara boleh dan tidak boleh itu bukan terletak pada Cinta-nya tetapi pada apakah yang terjadi karena cinta tersebut bertentangan dengan syariat atau tidak. Cinta itu subjektif dan hiperbolis.

    Kontradiktif, kalau SP mengakui cinta itu subjektif dan hiperbolis maka harusnya wajar untuk dikatakan ada cinta boleh dan ada cinta tidak boleh. Sesuatu bersifat subjektif dan hiperbolis berarti tidak tetap tergantung persepsi, berbeda-beda dan melampaui batas. Bagaimana SP bisa toleran terhadap sesuatu bersifat subjektif dan hiperbolis kecuali SP sudah terhanyut didalamnya. Benarkah?

    Cinta sampai gila tidak boleh karena berpotensi melahirkan hal-hal yang bertentangan syari’at. Islam mengajarkan manusia agar tidak mencintai sesuatu melebih cinta kepada Allah SWT. Ini cukup untuk mengatakan bahwa “mencintai sampai tergila-gila atau tidak bisa hidup” tidak boleh.

    Tiga dulu dan saya yakin akan banyak serangan balasan. Ayo maju, keroyokan juga tidak masalah. Sudah lama kita tidak latihan. Begini lebih baik daripada sindir menyindir.

  11. @Dede

    sehat apalagi habis liat blog ini…
    *berat badan* huh bercermin dulu baru renungi nasibmu….

    aduuuh ok ok mari sama-sama merenung🙂

    jauh perbedaan antara *belum* dan *tidak bisa*…
    tumben sp gak ngeh, biasanya kan dia paling suka sindir sindiran

    Astaga baru ngeh saya, beneran. Ehem jangan terlalu kasarlah, saya tahu kok niat kalian sebenarnya mau memberi motivasi

    @danrad

    koreksi, ai bilang dia belum ngerasain bagusnya bukan belum pernah dengerin. paling dia denger biasa-biasa aje, gak ada rasa xixixi
    bener deh kata dede gak ngeh

    Ya ya saya baru ngeh maksudnya

  12. @Akasya

    Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
    Apa kabar, alhamdulillah kita semua sehat. Saya sudah baca dan dengan terpaksa meninggalkan jejak setelah membaca komentar-komentar teman kita tercinta. Insya Allah komentar saya lebih baik dari komentar sindir menyindir

    Wa ‘alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.
    Senangnya membaca komentar anda “yang wah”. Adapun soal sindir menyindir sungguh saya berlepas diri dari mereka:mrgreen:

    Poin no 1 : Rasanya gak perlu dijelaskan, jawabannya simple perubahannya dulu saya belum menikah dan sekarang sudah menikah

    Poin no 2 : Penjelasannya bagus sekali, terimakasih banyak masukannya. Saya sih setuju saja kasus lirik lagu ini dikatakan iltifat. Tapi kalau yang ini

    Dalam Al Qur’an ada banyak kasus Iltifat dan sering dijadikan salah satu mukjizat Al Qur’an. Contoh Al Ahzab 33 (ayat penyucian) dimana terjadi perubahan dhamir atau gaya bahasa dari kalimat sebelum dan setelahnya. (SP dulu setuju ayat ini termasuk Iltifat terus berubah tidak setuju, sekarang bagaimana?)

    Saya masih tidak setuju kasus Al Ahzab 33 dikatakan iltifat. Sejauh pemahaman saya, iltifat terjadi jika keseluruhan Al Ahzab 33 itu diturunkan pada saat yang bersamaan tetapi nyatanya berdasarkan hadis shahih asbabun nuzul ayat tathir turun berbeda dengan ayat sebelum dan sesudahnya. Maka bagaimana mungkin dikatakan iltifat?.

    Poin no 3 : mohon maaf anda keliru atau salah memahami pandangan saya dalam perkara ini

    Kontradiktif, kalau SP mengakui cinta itu subjektif dan hiperbolis maka harusnya wajar untuk dikatakan ada cinta boleh dan ada cinta tidak boleh. Sesuatu bersifat subjektif dan hiperbolis berarti tidak tetap tergantung persepsi, berbeda-beda dan melampaui batas. Bagaimana SP bisa toleran terhadap sesuatu bersifat subjektif dan hiperbolis kecuali SP sudah terhanyut didalamnya. Benarkah?

    Lha saya tidak pernah anti dengan yang namanya subjektif dan hiperbolis. Saya berusaha menempatkan sesuatu pada tempatnya. Kalau bicara kebenaran maka saya sebisa mungkin bersikap objektif. Kebenaran tentang “Cinta” ya memang demikianlah apa adanya, secara objektif yang saya temukan “Cinta” memang bersifat subjektif dan hiperbolis. Jadi tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Jelas tidak mungkin kalau saya katakan Cinta itu bersifat objektif, lha dasarnya apa, batasan dan ukuran objektifnya itu apa.

    Soal saya terhanyut di dalamnya justru sebenarnya menguatkan posisi saya. Itu artinya saya membicarakan sesuatu [Cinta] setelah saya mengalaminya sendiri

    Cinta sampai gila tidak boleh karena berpotensi melahirkan hal-hal yang bertentangan syari’at. Islam mengajarkan manusia agar tidak mencintai sesuatu melebih cinta kepada Allah SWT. Ini cukup untuk mengatakan bahwa “mencintai sampai tergila-gila atau tidak bisa hidup” tidak boleh.

    Mengapa pula “Cinta tergila-gila” harus dimaknai melebihi cinta kepada Allah?. Maaf sepertinya anda salah menempatkannya. Cinta kepada Allah SWT, Cinta kepada Rasulullah, Cinta kepada Ahlul Bait, Cinta kepada Orang Tua, Cinta kepada Istri, Cinta kepada Anak punya wilayah masing-masing. Jika seseorang sangat mencintai istrinya bukan berarti langsung dikatakan ia mencintai istrinya melebihi cinta kepada Allah SWT. Bukankah bisa saja dikatakan karena Allah SWT maka ia sangat mencintai istrinya.

    Soal potensi menyalahkan syari’at yang anda bicarakan itu kan bersifat kemungkinan. Tidak bisa melarang sesuatu dengan dasar kemungkinan akan menyalahi syari’at karena bisa jadi kemungkinan itu tidak terjadi atau tidak akan terjadi. Harusnya yang dilarang itu adalah faktor-faktor yang mempengaruhi sesuatu itu sehingga menyebabkan kemungkinan tersebut terjadi. Cinta tergila-gila itu tidak masalah, nah yang tidak boleh adalah hal-hal yang membuat cinta tergila-gila itu bisa menyalahi syariat.

    Tiga dulu dan saya yakin akan banyak serangan balasan. Ayo maju, keroyokan juga tidak masalah. Sudah lama kita tidak latihan. Begini lebih baik daripada sindir menyindir.

    Ehem tidak perlu keroyokan, saya sendiri masih sanggup menghadapi anda:mrgreen:

  13. hello brother, long time no see

    what do you mean komentarmu lebih baik dari sindiran kami?

    kau juga lagi menyindir tapi pake bahasa high level

    no 1. ngapain coba tanya sp ada perubahan apa?. kau menyindir sp kalau dia sedang kesepian dan kasmaran sama istrinya, iya kan iya kan ngaku

    no 2. pertama-tama bagus masih ngebahas soal lagu, neee terakhir kok senggol-senggol ahzab 33. ai masih ingat diskusi dahulu kala sudah selesai. kau lagi menyindir sp kan, pake nanya bagaimana pendapat sp sekarang, apa ada sejarah sp rujuk ke pendapat semula setelah berubah. sp kagak plin plan and kagak asal pilih apalagi menyangkut pilihan hidup sp, benar kan sp *iltifat mode on*

    no 3. kasus sudah selesai, pendapatmu sudah lama tewas apa mau dibantai lagi. kau masih tak paham cinta, cinta memang tergila-gila kagak kalem melempem. kau mau menyindir sp yang sedang cinta tergila-gila kan, ngaku, ngaku. tenang sp, i will be on your side xixixi

    *ngisep rokok dulu*

  14. @danrad

    Keren juga komentarnya. Seolah mau membela saya padahal justru menyindir saya. Jangan sok menyebalkan masbro, cukup dede saja yang seperti itu hehehe:mrgreen:

    Ditunggu komentar seriusnya, masa’ sudah ditantangin number one malah tidak disahut, kapan lagi punya kesempatan seperti ini🙂

    *dan berhentilah merokok, itu tidak sehat hehehe*

  15. baca komen danrad….😆😆😆

    huh tidak percuma pertapaanmu… bravo sekali dayung dua pulau terlampaui

  16. @ SP

    1) Jawaban tidak memuaskan, saya kutip kalimat SP

    dan baru terasa nyaman di telinga saya beberapa bulan ini.

    SP kan sudah menikah beberapa tahun lalu bukan beberapa bulan. Jadi apa yang terjadi beberapa bulan ini? mengapa lagu itu baru terasa nyaman?. Kalau malu menjelaskan tidak apa-apa, saya sudah tahu jawabannya

    2) Pembahasan iltifat ayat Al Qur'an tidak harus melihat asbabun nuzul ayat. Kita cukup melihat susunan kalimat. Pemahaman SP terhadap iltifat terkesan iltifat hanya berlaku untuk pembicaraan ayat padahal iltifat juga berlaku untuk penyusunan ayat. Saya yakin asbabun nuzul ayat untuk ahlu kisa' tetapi saya juga yakin Allah SWT menetapkan penyusunan ayat penyucian diselipkan diantara ayat tentang istri Nabi. Mungkin SP mengatakan rahasia Allah SWT sedangkan saya menganggap penyusunan itu termasuk iltifat.

    3) SP perhatikan firman Allah SWT

    قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

    Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah SWT dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah SWT mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah SWT tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (QS At Taubah ; 24)

    Pandangan saya tentang Cinta, saya ambil dari Al Qur'an. Jadi masih kurang paham dimana letak salah saya.

    @ Danrad

    Hello brother, saya tidak bermaksud menyindir. Saya heran kalau komentar saya bisa bermakna sindiran. Cool

  17. @Akasya

    SP kan sudah menikah beberapa tahun lalu bukan beberapa bulan. Jadi apa yang terjadi beberapa bulan ini? mengapa lagu itu baru terasa nyaman?. Kalau malu menjelaskan tidak apa-apa, saya sudah tahu jawabannya

    Ok lah kalau begitu, lebih baik tidak usah dibahas ya:mrgreen:

    Pembahasan iltifat ayat Al Qur’an tidak harus melihat asbabun nuzul ayat. Kita cukup melihat susunan kalimat. Pemahaman SP terhadap iltifat terkesan iltifat hanya berlaku untuk pembicaraan ayat padahal iltifat juga berlaku untuk penyusunan ayat. Saya yakin asbabun nuzul ayat untuk ahlu kisa’ tetapi saya juga yakin Allah SWT menetapkan penyusunan ayat penyucian diselipkan diantara ayat tentang istri Nabi. Mungkin SP mengatakan rahasia Allah SWT sedangkan saya menganggap penyusunan itu termasuk iltifat.

    Lha Iltifat itu memang pembahasannya pada pembicaraan bukan pada penyusunan. Begitulah makna yang saya pahami kalau anda memahami juga pada penyusunan maka tidak hanya itu maka akan banyak sekali ayat yang menjadi iltifat padahal hakikatnya hanya berbeda kisah atau asbabun nuzul-nya. Artinya anda sendiri memperluas makna iltifat, silakan tetapi saya tetap berpegang pada kaidah ilmu kalau iltifat itu berlaku pada uslub percakapan atau pembicaraan.

    Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah SWT dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah SWT mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah SWT tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (QS At Taubah ; 24)
    Pandangan saya tentang Cinta, saya ambil dari Al Qur’an. Jadi masih kurang paham dimana letak salah saya.

    Saya juga meyakini ayat ini dan Insya Allah SWT berusaha mengamalkannya. Kesalahan anda sebelumnya anda menyamakan antara cinta tergila-gila dengan cinta melebihi cinta kepada Allah SWT. Padahal tidak harus seperti itu, seorang suami akan mencintai istrinya yang shalihah, semakin hari ia melihat kebaikan dan kasih sayang istrinya maka semakin hari ia akan mencintainya, semakin hari ia melihat keshalihan istrinya maka semakin hari ia akan mencintainya. Akan tiba masanya ketika cinta itu menjadi begitu besarnya sehingga bahasa yang pas untuk jenis cinta ini adalah cinta tergila-gila. Lantas apakah dikatakan cinta ini tidak boleh karena melebihi cinta kepada Allah SWT. Justru ia mencintai istrinya karena Allah SWT.

    Perasaan cinta yang semakin hari semakin tumbuh tidak bisa ditahan. Itulah fitrah manusia. Harusnya semakin ia mencintai istrinya maka ia akan semakin mencintai Allah SWT karena rasa syukur atas karunia Allah SWT sehingga ia bisa memiliki cinta yang dalam kepada istrinya. Semoga contoh ini bisa membantu untuk memahami pandangan saya dalam perkara ini

  18. Ha ha.. mas SP, ga nyangka sampean langsung panas baca komen saya yg singkat, gak bermutu dan asal-asalan itu. Ya dah, boleh minta emailnya ga? Pingin diskusi langsung nih, gak enak sama kalayak umum kalau nanti jadi beneran berantem.
    Met Idul Adha dan salam kenal.

  19. @MasB

    Hehehe mana ada panas panasnya komentar saya itu. Itu komentar biasa saja. Aneh langsung saja disini, gak perlu lewat email lebih bermanfaat bagi khalayak umum. Dan saya gak pernah ngajak berantem kok. Beda pendapat ya biasa saja bung, contohnya banyak disini. Salam kenal dan selamat Idul Adha

  20. Hmmm pantes masih suka musik remix…

    Ketauan deh….

  21. @orang awam

    Tidak semuanya, ada beberapa yang cukup nyaman di telinga saya. Tidak masalah kok bagi saya. Ada masalah gitu bung?

  22. Jadi begini, saya kira –isu utama- dalam tulisan bernas ini adalah -penyesatan- terhadap lagu dengan –pesan moral- tinggi. Saya terpaksa harus menonton video klip lagunya sebelum berkomentar.

    Pada awalnya saya kira, saya ragu bakal tertarik memberi komentar tetapi setelah saya membaca ulang –tulisan dan komentar- kemudian saya pikirkan kembali, saya menemukan hal menarik.

    Ketakutan atas hal baru sebab khawatir merusak keimanan.

    Orang-orang yang diberi predikat –paranoid- oleh SP adalah mereka yang takut dengan menyanyikan atau mendengarkan lagu ini mereka jatuh dalam pemujaan terhadap setan. Memang tidak butuh otak jenius untuk mentertawakan ketakutan -tidak beralasan- tersebut. Saya kira, akar masalahnya adalah mereka ini terlalu meyakini teori konspirasi -yang menyebarkan ajaran setan melalui simbol-simbol budaya-. Walhasil budaya asing termasuk lagu-lagu, mereka kritisi dengan anggapan bahaya simbol-simbol setan didalamnya. Sayang sekali dalam kasus lagu ini mereka kebablasan -saya mengaminkan penjelasan saudara SP dan saudara Akasya-

    Saya kira, saya dapat memahami mengapa SP membuat tulisan tentang lagu broken angel. Terlepas dari ketertarikan dan kondisi psikologis SP terhadap lagunya, saya melihat lagu broken angel memang mengandung pesan moral tinggi tentang Cinta Sejati. Kalau dulu Cinta Sejati identik dengan jargon sehidup-semati maka dalam lagu broken angel, Cinta Sejati ditampilkan dalam bentuk -perjuangan setelah kehilangan- Cinta versi broken angel mengusung kekuatan bukan kelemahan seperti dalam kisah Cinta sehidup-semati versi Romeo & Juliet.

    Kekuatan apa yang menopang Cinta tersebut?. SP menyebutkan itu adalah harapan. Lagu one day adalah buktinya. Saya kira, ini masih setengah benar. Setengahnya belum menjelaskan dari mana datangnya harapan tersebut. Bukankah dalam lagu broken angel tidak ada gambaran harapan, itu baru muncul dalam lagu one day. Dalam lagu broken angel apakah yang mencegah wanita itu mengakhiri penderitaan dengan bunuh diri?.

    Dari mana datangnya harapan?. Saya kira, -harapan bertemu dengan kekasih di surga- pasti datang dari keyakinan adanya kehidupan setelah kematian di surga dan keyakinan adanya Tuhan yang akan menyatukan mereka berdua. Hanya keimanan kepada Tuhan yang melahirkan harapan demikian.

    Jadi begini, dalam lagu broken angel keimanan kepada Tuhan mencegah wanita tersebut mengakhiri penderitaan dengan bunuh diri dan membantunya untuk bangkit dari penderitaan. Saya kira, belum ada kekuatan harapan dalam lagu broken angel. Ingat kekuatan harapan itu baru ada pada lagu one day. Keimanan kepada Tuhan melahirkan harapan pertemuan dengan kekasih di surga. Sungguh menarik padahal tidak ada kata Tuhan dalam lirik lagu tersebut tetapi saya kira, kekuatan yang menopang Cinta Sejati dalam lagu tersebut tidak memiliki penjelasan lain kecuali iman kepada Tuhan.

    Konsep Cinta Sejati lagu ini selaras dengan konsep Cinta yang dianut SP. –saya haturkan beribu maaf kalau salah- SP menganut paham -Cinta sebesar apapun tidak masalah- dengan syarat cinta itu ditopang oleh -Keimanan kepada Tuhan-. Saya kira ini yang saya lihat dalam diskusi SP dan Akasya. Saya kira, saya sepemahaman dengan SP.

    Konsep Cinta dalam islam begitu sederhana Cinta terhadap sesuatu tidak melebihi Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Ukuran melebihi Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya harus jelas karena tidak mungkin manusia diperintahkan dalam perkara yang tidak jelas. Saya kira, ukurannya adalah aturan Allah dan Rasul-Nya. Dibilang -melebihi Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya- jika Cinta itu membikin kita melanggar aturan Allah dan Rasul-Nya.

    Saya kira, -saya haturkan beribu maaf kalau salah- lawan diskusi SP sedang mengalami ketakutan terhadap konsep -Cinta tak ada batas versi SP- karena khawatir bertentangan dengan keimanan. Masalahnya, orang tersebut juga tidak mengetahui batasan –Cinta melebihi Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya-. Saya kira, secara psikologis manusia akan takut terhadap hal yang tidak diketahuinya, apalagi jika orang tersebut memiliki tingkat keimanan tinggi. Saya khawatir, orang tersebut secara tidak sadar akan menghindari –Cinta- . Saya kira, -saya haturkan beribu maaf kalau salah- hal ini menjelaskan Misteri yang selama ini menghantui SP dan teman-temannya.

  23. @sufi

    Mantap komentarnya. Benar sekali, harapan bertemu di surga hanya muncul pada orang yang meyakini adanya kehidupan setelah mati dan keyakinan ini pasti muncul dari orang yang percaya kepada Tuhan.

    Ada sih penjelasan lain kenapa wanita itu tidak bunuh diri walaupun ia sangat menderita. Dalam video kan nampak kalau ia sebenarnya punya keluarga baru yaitu suami dan anak. Mungkin saja keberadaan keluarga baru itu yang mencegahnya bunuh diri. Tetapi kalau mengandalkan kesinambungan lagu Broken Angel dengan lagu One Day maka penjelasan percaya kepada Tuhan itu saya nilai lebih rajih karena menjelaskan munculnya kekuatan harapan bertemu di surga dalam lagu One Day.

    Bagian terakhir itu saya no komen sajalah. Semua itu sudah takdir Allah SWT. Jadi ikhlaskan saja, lho lho:mrgreen:

  24. Keren juga komentarnya. Seolah mau membela saya padahal justru menyindir saya. Jangan sok menyebalkan masbro, cukup dede saja yang seperti itu hehehe:mrgreen:

    why, hak asasi ai dong. lantas apalah guna ai bertahun-tahun bersama kalau ai tak ade perubahan xixixi

    Ditunggu komentar seriusnya, masa’ sudah ditantangin number one malah tidak disahut, kapan lagi punya kesempatan seperti ini🙂

    ai tak punya obsesi ngalahin number one. hidup ai aman tenang damai sentosa bahagia xixixi

    *dan berhentilah merokok, itu tidak sehat hehehe*

    siap, bener banget
    *sambil ngisep rokok dalem dalem*

    seorang suami akan mencintai istrinya yang shalihah, semakin hari ia melihat kebaikan dan kasih sayang istrinya maka semakin hari ia akan mencintainya, semakin hari ia melihat keshalihan istrinya maka semakin hari ia akan mencintainya. Akan tiba masanya ketika cinta itu menjadi begitu besarnya sehingga bahasa yang pas untuk jenis cinta ini adalah cinta tergila-gila.

    ni lagi ngomongin siapa ye, cieee bikin klepek klepek:mrgreen:

    Saya khawatir, orang tersebut secara tidak sadar akan menghindari –Cinta- . Saya kira, -saya haturkan beribu maaf kalau salah- hal ini menjelaskan Misteri yang selama ini menghantui SP dan teman-temannya.

    ternyata begitu, ai baru faham
    *sambil manggut-manggut*

  25. @danrad

    ni lagi ngomongin siapa ye, cieee bikin klepek klepek

    Itu cuma contoh masbro, jangan ke”geer”an ya:mrgreen:

  26. Subjektiflah pada perkara2 yang irrasional.
    Objektiflah pada perkara2 yang rasional.
    Aksya seringkali keteteran terhadap SP pada perkara2 yang irrasional.
    Hanya mereka2 yang belum menemukan cinta sejati yang masih terus merokok.😉
    @Dede: saya masih terus menunggu blog anda aktif lagi.

    @Akasya: Rasa2nya menyindir lumrah2 saja, terlebih bagi mereka yang muncul dan tenggelamnya tidak berketentuan.

    Abuya As-Sayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani: Ketika kita memuji atau menyebut keutamaan seseorang, bukan berarti kita juga merendahkan pihak lain (yang tidak disebut).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: