Filosofi Mencontek Dan Memberi Contekan : Demi Kebaikan Yang Lebih Besar

Filosofi Mencontek Dan Memberi Contekan : Demi Kebaikan Yang Lebih Besar

Muqaddimah

Perhatian judulnya memang sengaja dibuat menyesatkan, jadi jangan menilai isi dari bungkusnya. Saya hadiahkan tulisan ini bagi para berandalan yang sedang berkeliaran di luar sana. Apa kabar kalian dan semoga “kesesatan” yang ada pada diri kalian membuat kalian terus berjuang untuk mencari jalan yang lurus?.

Dunia cepat sekali berubah masbro, kampus kita sekarang sudah tidak seperti dulu. Generasi baru sekarang tidak seperti generasi kita yang dahulu. Kos-kosan kita dulu sudah lebih megah sekarang. Warung makan kita dulu sudah lebih mewah sekarang. Dan apakah kalian sadar wahai “pejuang” kita yang sekarang sudah tidak seperti dulu. Seperti kata “guru besar” kita : itulah hakikat kehidupan, Perubahan.

Mari mengenang masa kejayaan kita dulu, saat dimana kita melawan dengan cara kita sendiri, saat dimana kita melakukan “hal buruk” demi kebaikan yang lebih besar. Saat kita menunjukkan eksistensi diri dengan membuat kekacauan. Bacalah baik-baik wahai kawan dan mari kita sama-sama berdoa agar tidak ada orang yang disesatkan oleh kita dan tidak pula ada orang yang menyesatkan kita.
.

.

.

Latar Belakang

Mencontek, yah para pembaca sudah pada tahu bahwa ini bukan perbuatan baik. Tidak ada guru yang mengajarkan muridnya untuk mencontek. Sayangnya isu “mencontek” ini di tangan para ahli [baca : mereka yang tidak jelas keahliannya] pernah menjadi kontroversial. Yang saya maksud adalah kejadian di masa saya kuliah dahulu. Ada sekelompok orang di masa itu yang mengatakan haram dan ada pula yang mengatakan “laba’sa bihi” [tidak ada masalah]. Adapun kami “sekumpulan pemikir yang tidak jelas” berijtihad bahwa Mencontek itu boleh ketika ada orang yang Memberi Contekan dengan tujuan demi kebaikan yang lebih besar.

Sufi pertama mengatakan “itu darurat”. Sang Raja mengatakan “mau bagaimana lagi, kasihan kan”. Dan saya mengatakan kepada keduanya “jangan lupa bahwa kita harus bertanggung-jawab”. Apa maksud sebenarnya wahai pembaca?. Dibaca pelan-pelan ya

Mari renungkan, apa yang membuat “mencontek” itu disebut perkara yang buruk?. Mungkin ada banyak sekali alasan yang bisa disebutkan. Diantaranya adalah Itu perbuatan tidak jujur dan membuat orang jadi malas atau tambah bodoh. Lantas mengapa kami bisa begitu naifnya merendahkan diri dengan mengizinkannya. Di masa itu kami berhadapan dengan kondisi khusus demi kebaikan yang lebih besar.

Tidak ada mahasiswa kedokteran yang bodoh. Silakan cek, dahulu untuk bisa lulus masuk kedokteran universitas negri nilainya harus lumayan tinggi. Jadi tidak ada ceritanya mahasiswa kedokteran itu bodoh. Teman-teman saya dari fakultas lain sering menganggap tinggi anak-anak kedokteran. Di mata mereka itu seperti kasta paling atas di universitas. Terus mengapa ada mahasiswa kedokteran yang nilainya jelek? Karena hal-hal berikut

  1. Terkadang kepintaran itu tidak berguna ketika anda berada di tengah semua orang-orang pintar. Juara kelas, nilai tes IQ tinggi, juara olimpiade, atau semua sisa kejayaan masa lalu saat SMU, itu tidak ada gunanya di medan ini. Mungkin disekolah dulu anda adalah orang paling pintar tetapi disini anda bisa jadi paling bodoh. Intinya anda bersaing dengan orang yang sama pintarnya dengan anda atau lebih pintar dari anda.
  2. Sistem pengajaran yang luar biasa bikin stress, tidak hanya beban sks tetapi beban materi kuliah dan ujian yang bisa bikin “naik darah”. Dahulu di masa saya kuliah, secara umum sistem pengajaran masih konvensional dengan kuliah biasa dimana dosen di depan kelas mengajarkan materi kuliah yang terkadang satu buku beratus-ratus halaman diringkas menjadi 30 slide power point. Mereka yang gagal beradaptasi dengan sistem ini bakal punah akibat seleksi alam.
  3. Tidak ada niat dan semangat. Kuliah di kedokteran karena dorongan orang tua. Kekurangan motivasi ditambah tekanan dari pihak keluarga atau tekanan bathin selalu takut gagal. Apalagi jika berasal dari keluarga yang mohon maaf kurang mampu orang tua banting tulang cari uang buat kuliah maka ada tekanan psikis tersendiri. Dalam sistem seperti ini stressor sangat tidak baik. Saya jadi ingat “Raju Rastogi” dalam film 3 idiots.
  4. Waktu yang tidak banyak. Ya saya akui untuk menghadapi semua tekanan kita butuh waktu yang cukup. Untuk mempelajari banyak hal kita butuh waktu yang banyak pula. Bagaimana caranya bisa mempelajari berjilid-jilid buku hanya dalam waktu enam bulan [satu semester]?. Jangan dikira enam bulan itu waktu yang cukup. Dalam satu semester bisa ada lebih kurang sepuluh mata kuliah dan satu mata kuliah bisa ada lebih kurang tiga buku dengan tebal seperti bantal. Anggap tiga puluh buku dalam enam bulan berarti satu bulan lima buku, artinya satu buku harus selesai dalam enam hari. Enam hari cukup?. Ya jangan dihitung waktu kuliah, kuliah dari pagi sampai sore [paling sering sampai rumah jam tiga sore]. Kalau biasa tidur jam Sembilan ya berarti hanya punya waktu enam jam buat belajar. Potong waktu makan dan sholat jadi efektifnya lima jam dalam satu hari. Enam hari satu buku artinya 30 jam satu buku. Mau tahu berapa halaman buku kedokteran?. Tidak banyak, sekitar 900 halaman. Jika 30 jam untuk 900 halaman artinya 1 jam untuk 30 halaman atau dua menit untuk 1 halaman. Cukup untuk dibaca, tetapi cukupkah untuk dihafal atau dipahami?. Jawabannya tidak, rata-rata orang butuh membaca berkali-kali agar bisa hafal dan paham.

Bayangkan keempat hal ini menyerang orang tertentu. Ia yakin bahwa ia pintar tetapi faktanya kepintaran itu tidak bisa menghadapi beban materi yang terlalu banyak dan waktu yang singkat. Ia selalu khawatir dan takut gagal sehingga susah fokus jadinya susah belajar atau zhahirnya nampak belajar tetapi tidak ada yang masuk atau malah “gagal paham”. Pada ujian semester pertama hasil akhir jelek banyak mata kuliah yang tidak lulus. Terus tambah stress, tambah khawatir tambah susah fokus dan tambah susah belajar sampai di ujian semester kedua hasil akhir tetap jelek juga banyak mata kuliah yang tidak lulus. Ini seperti lingkaran setan yang cepat atau lambat bakal membuat yang bersangkutan punah.

.

.

Kami menyadarinya, kami melihat dirinya sebagai teman yang baik, akhlaknya luar biasa jauh lebih baik dari saya. Kami bisa melihat beban yang menggantung di lehernya walaupun ia tidak menceritakannya dan tidak berkeluh kesah tentangnya [ya pasti tahulah nilai akhir mata kuliah kan selalu ditempel di papan keramat].

Tentu kami sendiri masing-masing juga berusaha keras untuk bertahan dalam sistem ini tetapi kondisinya jelas parah sekali dibanding kami. Salah seorang dari kami seringkali menggerutu “alangkah jeleknya sistem ini, sistem ini tidak membuat orang menjadi pintar tetapi hanya menyaring mana orang pintar yang layak dan mana orang pintar yang tidak layak”. Saya awalnya bukan orang yang pedulian, jujur saja awal masuk kuliah saya dikenal sebagai orang pendiam, kurang bersosialisasi dan tidak pedulian. Tetapi melihatnya saya tidak ingin dia terus-terusan dalam kondisi seperti itu.

“Sufi Pertama” adalah orang yang paling dekat dengannya diantara kami. Ia berusaha membantu mengajarkan tetapi hasilnya tidak jauh berbeda. Ada juga sebab lain yang tersembunyi disini. Sebagian orang pintar ternyata mengidap penyakit “gengsian”. Tidak paham tetapi malu bertanya dengan teman. Ketika teman mengajarkan dan apa yang diajarkan teman susah dipahami malu untuk memintanya menjelaskan ulang. Takut kalau dianggap teman bodoh atau membosankan. Itulah sebabnya bantuan “sufi pertama” tidak efektif.

Sebenarnya saya melihat usaha “sufi pertama” itu tidak akan banyak membantu walaupun orang itu tidak gengsian. Akar masalah disini terletak pada sistem pengajaran dan penilaian. Semakin seseorang paham dengan sistem tersebut maka ia akan mencari cara agar bisa bertahan akan tetapi jika ia sendiri tidak paham dengan sistem tersebut maka berbagai cara yang dipakai tidak akan berguna. Tidak ada gunanya memanah, menembak, bahkan mengebom jika arah sasarannya salah.

.

.

.

Akar Masalah

Sistemnya yang bermasalah, yang dimaksud disini adalah sistem pengajaran materi kuliah dan sistem penilaian. Sistem pengajaran yang konvensional dimana dosen mengajarkan poin-poin materi tidak efektif untuk materi yang terlalu banyak. Hasilnya adalah sengaja diringkas terlalu banyak atau hanya mengajarkan yang pokok-pokok saja tetapi celakanya yang diuji tidak hanya yang pokok-pokok saja. Dari awal sang dosen sudah menuntut agar mahasiswa tidak hanya mengandalkan materi slide power point saat kuliah. Dengan gampangnya dosen tersebut tinggal menyebutkan buku-buku tebal yang harus kami baca. Mau tidak mau, suka tidak suka ya harus dibaca.

Sistem Penilaian juga agak mengganggu. Soal-soal ujian dibuat dalam dua bentuk yaitu soal yang menguji pemahaman dan soal yang menguji hafalan. Yang mengecewakan adalah soal yang menguji hafalan jauh lebih banyak dibanding soal yang menguji pemahaman. Anda paham ilmunya tidak menjamin anda bisa lulus kalau anda tidak hafal. Dan betapa hebatnya sang dosen ketika ia membuat soal-soal yang hanya bisa dijawab jika anda telah membaca buku-buku tebal yang ia tuntut harus dibaca oleh mahasiswanya. Anda membaca setengah buku maka anda tidak akan bisa menjawab soal-soal yang berasal dari setengahnya yang belum anda baca.

.

.

Bagaimana cara belajar yang benar agar bisa bertahan dalam sistem ini?. Orang-orang pintar yang idealis biasanya dalam kepala mereka tertanam konsep “belajar untuk ilmu”. Standar yang biasanya dipakai adalah pemahaman terhadap materi kuliah yang disampaikan dosen. Walaupun sebenarnya standar ini kurang karena apa yang disampaikan dosen biasanya hanya hal-hal yang pokok atau umum saja. Detail penjelasannya anda harus merujuk pada textbook yang kalau dilempar ke kepala bisa bikin pingsan. Kalau mahasiswa kedokteran ingin menjadi dokter yang berilmu maka mereka harus belajar dengan konsep “belajar untuk ilmu”.

Hanya saja konsep “belajar untuk ilmu” tidak menjamin anda bisa lulus karena ada porsi besar dari soal yang dibuat dosen dengan tujuan menguji hafalan. Seolah-olah sang dosen ingin memastikan mahasiswanya telah menyelesaikan membaca buku-buku tebal yang ia rekomendasikan. Mau tidak mau muncul konsep belajar yang lain yaitu “belajar untuk nilai”.

Idealnya adalah membaca dan menghafal semua bahan yang mungkin dijadikan dosen untuk membuat soal termasuk materi kuliahnya beserta textbook rujukannya. Tetapi karena hal ini menyulitkan hanya segelintir “orang gila” yang mau dan bisa melakukannya.

Cara lain yang dipakai adalah mengira-ngira soal yang dibuat dosen atau soal yang akan keluar saat ujian. Bagaimana caranya?  Yah para dosen juga manusia, punya kecenderungan atau gaya masing-masing. Mereka sudah bertahun-tahun mengajar dan menguji mahasiswa. Kebiasaan selalu membentuk pola. Untuk mengetahui jenis soal yang biasa dikeluarkan oleh dosen-dosen tertentu mau tidak mau anda harus merujuk pada salafus shalih, pendahulu sebelum anda alias kakak-kakak tingkat yang mulia yang telah berhasil melewati mata kuliah tersebut. Anda tahu polanya maka anda tahu apa yang harus anda pelajari atau anda hafalkan. Cara ini dinilai lebih waras untuk rata-rata mahasiswa kedokteran dibanding membaca seluruh textbook.

Tentu namanya mengira-ngira bisa jadi benar dan bisa jadi tidak tetapi kebanyakan benar tergantung masing-masing dosen. Ada yang memang pola soalnya selalu sama setiap tahunnya dan ada juga yang memang polanya sebagian besar sama dan sebagian kecil berubah bahkan ada juga dosen rajin kreatif dan inovatif sehingga sebagian besar pola soalnya berubah setiap tahun hanya sebagian kecil yang sama.

Dengan konsep “belajar untuk nilai” maka sangat besar untuk membantu anda lulus. Perbedaannya tergantung dengan usaha masing-masing orang yaitu apakah lulus dengan nilai pas-pasan atau lulus dengan nilai memuaskan. Kalau mahasiswa kedokteran ingin lulus mata kuliah agar bisa menjadi dokter maka dalam sistem ini mereka harus menerapkan belajar dengan konsep “belajar untuk nilai”.

.

.

Agar para pembaca mengerti perbedaan kedua konsep tersebut berikut akan saya contohkan. Contoh perbedaan ekstrim antara “belajar untuk ilmu” dan “belajar untuk nilai” adalah sistem peredaran darah manusia. Secara sederhana sistem ini mencakup jantung yang memompa darah ke pembuluh darah nadi besar terus ke pembuluh darah nadi kecil ke seluruh tubuh kemudian lewat pembuluh darah balik kecil terus ke pembuluh darah balik besar akhirnya kembali ke jantung. Untuk konsep “belajar untuk ilmu” pemahaman ini cukup tetapi kadang yang diuji bukan itu tetapi yang diuji adalah nama-nama pembuluh darah yang terlibat dalam sistem tersebut dan bisa terjawab dengan konsep “belajar untuk nilai” yaitu menghafal nama-nama pembuluh darah tersebut.

Tidak semua orang pintar bisa beradaptasi dengan sistem ini. Apalagi jika orang tersebut sudah terbiasa belajar dengan konsep “belajar untuk ilmu”. Termasuk teman kita yang kondisinya parah tadi. Beliau tidak terbiasa menghafal hal-hal yang seharusnya dihafalkan untuk bisa menjawab soal.

Di dunia nyata mungkin kasusnya seperti ini, anda mungkin saja bisa dan tahu pasti rumah salah satu teman anda karena anda sudah pernah pergi langsung kerumahnya. Ini saya sebut paham. Tetapi anda mungkin tidak hafal secara detail hal-hal yang terkait untuk menuju sampai kesana. Ketika ada yang menguji anda dengan detail tersebut bukan berarti anda tidak paham. Misalkan pertanyaannya adalah berapa persimpangan jalan yang akan anda temui dari rumah anda ke rumah teman anda? Atau berapa rumah yang akan anda lewati dari perjalanan menuju rumah teman anda?. Atau berapa ukuran jaraknya dalam meter atau km dari rumah anda ke rumah teman anda tersebut? . Ya mungkin saja anda tidak tahu tetapi ketidaktahuan itu tidak menunjukkan bahwa anda tidak bisa ke rumah teman anda.

Begitulah ilustrasinya, salah seorang diantara kami yang suka menggerutu berkata “seberapa penting sih detail tersebut untuk menjadi dokter yang baik, toh kalau kita lupa sebagian detail itu ya wajar saja dan tidak ada manfaat langsungnya bagi seorang dokter”. Saya sih simple saja jawabnya “kalau mau lulus ya detail itu penting”.

.

.

.

Solusi Kreatif Dan Inovatif

Cara belajar yang saya jelaskan itu adalah solusi standar yang bisa digunakan agar bertahan dalam sistem ini. Tetapi ada lagi solusi lain yang bermunculan. Diantaranya sadar ataupun tidak, mahasiswa kedokteran itu membentuk geng-geng atau kelompok atau klub untuk saling mengisi kekurangan. Beruntung kalau satu geng dengan “orang-orang gila” yang melihat textbook seperti melihat wanita pujaannya. Orang-orang gila ini tidak banyak jumlahnya dan mereka memiliki tingkat kewarasan yang berbeda-beda.

Ada yang pelit tidak mau berbagi dan ada yang murah hati suka berbagi bahkan ada yang murahan suka membuat kekacauan. Bayangkan saja orang yang sudah membaca berbagai materi kuliah dan textbook ketika ujian mau saja memberi contekan kepada orang lain sampai 80 % jawaban soal ujian. Tidak susah untuk melihat aksinya, jika soal ujian ada seratus, ia akan menuliskan jawaban 80 soal pada kertas kecil yang akan ia tinggalkan di toilet. Maka orang yang meminta contekan bisa melihatnya dengan tinggal pergi ke toilet saja.

Awalnya sih banyak yang pesimis atau tidak percaya. Masa’ sih sebanyak itu, murahan sekali, kok bisa ya kan sudah capek-capek belajar kesannya tidak menghargai usaha kerasnya sendiri atau jangan-jangan bohong, ia sengaja kasih jawaban yang salah. Memang apakah orang itu memberikan jawaban yang benar atau tidak ya dia sendiri yang tahu tetapi ada juga orang yang “cukup bodoh” untuk taklid buta pada jawaban-jawaban tersebut dan hasil akhir nilai ujiannya memuaskan. Ketika melihat nilai ujian di papan keramat itu suara-suara sumbang mendadak bungkam. Ternyata “orang gila” itu memang memberi contekan jawaban yang benar. 80 % cukup untuk mendapat nilai A kalau jawabannya benar semua.

.

.

Beberapa orang pernah mendiskusikan “orang gila ini” secara khusus. Alasan orang itu ternyata sederhana yaitu sekedar mau tahu siapa orang yang percaya dengannya. Kemudian orang yang percaya dengannya akan ia jadikan teman dekat. Ia akan membantu orang yang ia beri contekan agar pemahamannya tidak tersesat. Ia rela mengajaknya belajar bersama. Ia rela mengajarkan ilmu yang dengan “susah payah” ia dapatkan dan dengan senang hati ia akan memberi contekan pada saat ujian.

Bagi orang yang ketiban rezeki menjadi teman dekat, maka orang gila tersebut seperti juru selamat yang akan membimbingnya melalui jalan terjal dalam sistem ini. Tetapi ada sekelompok kecil orang lain yang melihat tingkah orang gila ini keterlaluan dan dianggap membuat kekacauan. Ada yang cukup berani untuk mengajaknya bicara empat mata agar ia menghentikan ulahnya. Banyak orang lain yang memberi contekan tetapi tidak mereka permasalahkan. Yang dipermasalahkan sih agak lucu yaitu jangan memberi contekan banyak-banyak dan benar semua. [Hee apa ini maksudnya mau nyuruh kasih contekan yang salah]. Pada akhirnya seiring waktu berjalan, sekelompok kecil orang yang protes akhirnya sadar bahwa ini adalah realita yang mau tidak mau harus diterima.

.

.

Saya melihat cara yang dilakukan “orang gila” tersebut adalah solusi untuk permasalahan teman kami yang parah itu. Entah kapan pastinya dimulai, yang jelas kami mulai memberi contekan dan mulai lebih dekat membimbing teman kami yang parah itu. Saya juga menggandeng “sufi pertama” dan “sang raja” untuk ikut andil. Kami serius mengajaknya belajar bersama. Meluruskan pemahaman ilmunya yang salah dengan cara yang sesuai dengan karakternya yang gengsian.

Yah orang yang gengsian itu terkadang suka pura-pura paham padahal sebenarnya tidak. Jadi ya kami terpaksa harus berpura-pura atau bersandiwara. Terkadang “sufi pertama” mendadak bego dan saya dengan pura-pura serius mengajarkan seperti orang bodoh, orang gengsian itu ikut mendengarkan dan akhirnya ia benar-benar paham. Terkadang kami dengan terpaksa memburuk-burukkan sistem ini di depannya dengan tujuan memberi kesan padanya bahwa sistem ini hanya untuk orang yang super pintar. Orang-orang biasa seperti kita kalau tidak saling membantu dalam sistem ini ya tidak bisa bertahan [kira-kira begitu bisikannya]. Terkadang saya, “sufi pertama” dan “sang raja” juga pura-pura saling mencontek dan memberi contekan dengan tujuan agar orang gengsian ini tidak malu untuk mencontek dari kami atau merasa rendah diri ketika kami memberi contekan. Di saat-saat tertentu kami mendadak pura-pura lupa dan meminta contekan darinya. Jadi ia tidak merasa sekedar mencontek tetapi juga memberi contekan. Hasilnya nilai akhir orang itu berangsur-angsur membaik, beban berkurang, makin percaya diri dan sudah tahu cara belajar yang benar.

Inti dari mencontek dan memberi contekan ini adalah tanggung jawab. Filosofi yang dibangun adalah kita bersama-sama “belajar untuk ilmu” dan “belajar untuk nilai”. Kita saling membantu, saling menjaga, saling mengisi dan kita bertanggung jawab agar membuat orang yang kita beri contekan menjadi orang yang paham. Saya dengan serius meluangkan waktu untuk mengajarinya bersama beberapa teman lain. Saya tidak ragu untuk berbagi ilmu dari buku atau textbook yang sudah saya baca. Kami membantu orang pintar yang biasa-biasa saja agar layak bertahan dalam sistem ini. Modal utama seorang dokter bukan “super pintar” tetapi “jiwa yang baik” dan orang baik seperti Beliau tidak layak punah dari sistem ini. Berani memberi contekan maka harus berani bersusah-susah untuk membuat orang yang kita beri contekan menjadi orang yang berilmu. Semua ini demi kebaikan yang lebih besar.

Mungkin dengan melihat hal inilah, sebagian teman yang awalnya beranggapan bahwa mencontek itu haram pada akhirnya tidak mempermasalahkan ulah kami walaupun ia sendiri tetap tidak mau mencontek atau memberi contekan. Oh iya tidak setiap yang anti mencontek mengatakan mencontek itu haram lho seperti teman saya Mr Cool yang satu ini. 

.

.

.

Penutup

Tidak ada yang bilang kalau kisah ini nyata dan tidak ada juga yang bilang kalau kisah ini fiktif belaka. Bukan itu yang penting dan sebenarnya saya juga tidak tahu apa yang penting dari kisah ini. Selamat bingung dan bagi yang tidak bingung maka selamat tercerahkan.

.

.

Note :

  1. Teman yang kondisinya parah itu sekarang sudah jadi dokter yang hebat, hidup bahagia nan jauh disana, btw dia bukan termasuk salah seorang dalam klub SP karena orangnya tidak terlalu suka diskusi serius. Oh iya saya pernah membuat tulisan yang memuat tentang salah satu kisah cintanya, baca disini dan Beliau adalah orang korban pertama.
  2. “Sufi Pertama” dan “Sang Raja” adalah orang yang akhirnya menjadi bagian dari klub SP. Ehem akhir bulan ini konon kabarnya ada reuni masbro tetapi saya ragu kalian bisa ikut.
  3. Sekarang sistem pengajaran dan penilaian di kampus tecinta sudah berubah, konon kabarnya sudah jadi lebih baik.

81 Tanggapan

  1. Luar biasa pengalaman Bung SP. Menjadi seorang dokter dan ustadz yang memahami ajaran Islam.

  2. @ Abu Yusuf
    Ah tidak benar itu, saya bukan Ustadz kok🙂

  3. Assalamu’alaikum..
    Mas SP, mbokya muat tentang bacaan shalat dari Takbir hingga salam lengkap dengan landasan Hadist sohehnya, biar kami2 yg awam ini lebih mantap lagi.

  4. Karena saya tidak mau menjadi yang pertama komentar, akhirnya setelah menunggu sekian lama sudah ada yang komentar.😀
    Satu lagi karya jenius SP, bukan hanya tulisannya yang jenius tapi juga kerja yang jenius di umur yang muda seorang mahasiswa memnbantu orang lain dengan komitmen yang begitu tinggi. 100 tahun karya dan kerja Liqa juga tida ada artinya dibandingkan satu kerja membantu teman mahasiswa tersebut.
    Koq komplotannya cuma bertiga kemana yang lain? apakah yang lain termasuk yang tidak setuju? Atau yang lain terlalu sibuk dengan dirinya sendiri?
    Tolong diperbanyak tulisan2 seperti ini,

  5. pak SP anda bukan saja ustad tapi sudah Syeikhul Islam satu level lagi anda akan menjadi imam mujtahid mutlaq seperti imam mazhab.

    saya harap anda tidak puas sampai disini saja dan menulis diblog ini tidak semestinya hanya memanfaatkan waktu luang yakni sekedar iseng.

    anda punya kewajiban untuk membukukan apa yg anda tulis di blog ini, agar bisa menjadi dokumen beharga untuk para peneliti yg datang kemudian.

    anda telah menulis formula-formula yg bagus, memberi kunci-kunci emas untuk membuka ruangan-ruangan rahasia yg tertutup selama ini untuk diketahui orang banyak.

    Bukukan pak SP, saran saya berilah judul: “MEMBALA ISLAM DARI BERBAGAI ISU” mulai dari jilid 1, 2 dst. masing-masing jilid 250 sd 300 halaman.

    Allah telah mengarunia anda kelebihan yang luar biasa, maka syukurilah kelebihan itu secara maksimal dengan membantu orang banyak agar tidak tersesat dan memperoleh kemuduhan dalam mengenal kebenaran. semoga anda bertambah ilmu dan semangat untuk terus berbagi. wassalam

  6. Sudah saya telusuri ini blog, tapi entah kenapa belum ada uraian bab2 penting dalam Islam yaitu mengenai sholat, zakat, haji, puasa. Hal2 pokok – hal2 penting, kenapa sang mahkota kok malah belum disebar luaskan di blog ini ya ??

  7. arahnya blog ini beda dengan yg anda pak eri. cari aja blog khusus fiqih

  8. arahnya blog ini beda dengan yg anda maksud pak eri. cari aja blog khusus fiqih

  9. @eri – jogja,jakarta,ciawi
    sepertinya bila dibahas tentang fiqih 4 mazhab + fiqih Syiah Ja’fari jelas ada beberapa sedikit saja perbedaan2 kecuali mazhab salafi wahabi tidak terdaftar dalam kesepakatan ulama-ulama sedunia di yordania 2004,mazhab itu ngak perlu dibahas. saya setuju dengan pendapat bapak @kholis dicari aja blog negabahas tentang fiqih tergantung bapak @eri ikut mazhab yg mana..

  10. Heem, sampeyan lulus dari fakultas kedokteran??!! di jamin 100% pasti kisah fiktif, hehe. Tapi gak semuanya fiktif koq, iya kan

  11. Saya kan sekedar kasih saran saja buat kang SP, biar sang mahkota bisa hadir di blog yg bagus ini. Memuat fiqih shalat dari satu mazhab ya bagus, memuat banyak mazhab ya lebih elok, biar para pembaca (khususnya saya yg dungu ini) bisa tahu lebih..

  12. kang Eri. kalau baca buku2 fiqih Sunni. didalamnya dibawakkan dalil2 Alqur’an dan hadisnya, pendapat ulama2 atau sahabat dll.

    akibatnya tidak jarang terjadi perdebatan antara orang awam Sunni, Tanya dalilnya mana?, hadisnya mana? hadisnya apa sahih? wal hasil omongnya orang awam kadang-kadang spt pakar hadis pakar tafsir dll.

    menurut saya kitab fiqih model begitu baiknya bukan untuk awam tapi untuk ilmuwan agama, untuk para pakar agama. ahli fiqih dll. ahli fiqih pun belum tentu paham ilmu hadis. imam Ghazali saja konon kelemahannya adalah dalam ilmu hadis.

    kitab-kitab fiqih Syiah untuk orang awam cukup ringkasan dari pendapat ahli fiqih atau ulama yg diikuti orang awam, sehingga ga ada orang awam syiah yg debat masalah hadis ini shahih atau dhaif kayak pakar hadis saja.

    orang awam sebaiknya tdk dibebani dengan ilmu-ilmu jelimet yg mrk tdk punya kompetensi untuk itu. kasihan. orang awam kasih saja barang mateng jangan mentah.

  13. @Adi

    Setuju, inilah Rahmat Allah yang diberikan kpada umatNya yang awam soal agama. Terima saja matengannya tidak dipusingkan dengan mentahannya. Kalau matengannya ternyata bukan “jalan yang lurus” sudah menjadi hak orang awam untuk melemparkan kesalahan itu kepada ilmuwan agama dan para pakar agama. Apakah hal ini berarti dosa2 orang awam akan ditanggung oleh ilmuwan agama atau para pakar agama sebagai bentuk pertanggung jawaban mereka. Indahnya menjadi orang awam di hari kebangkitan nanti.

  14. pak @eri ,saya juga orang dugu terus mengikuti kata-kata ulama dilingkungan saya selama ini,singkat seceritanya,ada beberapa hadis-hadis dianggap PASTI SAHIH menurut saya ribuan hadis nyeleneh…. contoh kecil :

    diriwayatkan dari abu hurairah :seorang laki-laki terakhir didalam
    neraka memohon kepada Allah untuk memenuhi permintaannya dan Allah memenuhi 3 permintaannya
    dengan liciknya laki-laki tersebut menipu Allah meminta masuk surga,karena Allah sadar telah ditipu oleh
    laki-laki tersebut lalu Allah tertawa,.

    dari : kitab ringkasan shahih bukhari oleh Muhammad Nasaruddin Al bani
    vol 5,halaman :588-589,.nomor hadis :2734

    ====================================
    dari abu hurairah : bahwa rasulullah bersabda, “apabila lalat masuk kedalam bejana seseorang kalian,
    hendaklah dia mencelupkan semuanya,kemudian membuangnya,karena salah satu sayapnya mengandung obat dan sayap lainnya
    mengandung penyakit”

    dari : kitab ringkasan shahih bukhari oleh Muhammad Nasaruddin Al bani
    vol 5,halaman :52
    =========================
    diriwayatkan Abdullah(bin Mas’ud)
    seorang laki-laki mengadu kepada Allah mengatakan surga sudah penuh dan Allah berkata “masuklah ke surga
    sesungguhnya surga seluas dunia dan sepuluh kali lipatnya,.kemudian laki-laki tersebut berkata “Apakah Engkau(Allah)
    mengejekku atau mentertawakanku sedangkan Engkau Maha Raja

    dari : kitab ringkasan shahih bukhari oleh Muhammad Nasaruddin Al bani
    vol 5,halaman :283-284
    =====================================
    abu hurairah dari Nabi SAW : nabi adam dan nabi musa adu argumentasi dihadapan Allah,akhirnya nabi adam menang
    adu argumentasi

    dari : kitab ringkasan shahih bukhari oleh Muhammad Nasaruddin Al bani
    vol 5,halaman :298
    ===========================================
    abu hurairah mengatakan nabi muhammad menggauli seluruh istrinya dalam 1 malam sebanyak 90 dan diantara 90 istri
    nabi muhammad hanya melahirkan 1 orang anak setengah manusia serta lupa mengucapkan Insya Allah !!

    dari : kitab ringkasan shahih bukhari oleh Muhammad Nasaruddin Al bani
    vol 5,halaman : 309 -nomor hadis 2549
    =================================================
    anas R.A : nabi muhammad menusuk mata seorang laki-laki menggunakan anak panah karena laki-laki tersebut
    mengintip kamar nabi muhammad

    dari : kitab ringkasan shahih bukhari oleh Muhammad Nasaruddin Al bani
    vol 5,halaman : 399 -nomor hadis 2603 & 2604
    =========================================
    saya tanya ulama-ulama ditempat saya binggung apa lagi saya orang awam binggung.?,. maju terus pak @eri biar awam juga harus tau..

  15. @ alamskarat, betul itu mas dan hal seperti itu sudah sesuai dengan al isra’ ayat 36. Lha kok mentah matang, kayak buah2an saja. Makanya saya mendorong pada mas SP supaya sudi memuat pada blog beliau ini yaitu fikih Shalat dari awal hingga salam berdasar hadits yg soheh (karena saya melihat bung SP mampu memilah2 hadits). Supaya sang mahkota dapat hadir dan tersebar luaskan di blog yg bagus ini, hingga para pembaca (khususnya saya yg dungu ini) tahu ilmunya.

  16. @ alamskarat,

    Yuuk belajar ilmu hadis lagi yoook. Jangan cepat menghakimi seperti itu bung. ilmu hadis dalem banget. Kalau menurut bung hadis2 tersebut tidak dapat diterima, maka dalam mazhab Syiah pun banyak juga koq hadis2 yang setipe dan sejenis. Bukan lantas karena ulama terdahulu memberikan stempel shahih atas hadis maka sampai kiamat hadis itu pasti shahih. Ingat hadis harus selalu di teliti dan di uji, mau itu hadis Sunni atau Syiah harus diperlakukan sama. Sudah banyak ulama Sunni dan Syiah yang mengkaji hadis2 mereka. Rajin buka kitab bung biar gak gagal paham

    @eri, wong yojho aseli

    Sepertinya permintaan anda akan sulit dipenuhi dalam waktu dekat. Soalnya anda tahu sendiri kan nama dari blog ini Analisis Pencari Kebenaran, jadi kayaknya sampai sekarang masih dalam tahapan analisa dan sedang mencari2. Maksudnya adalah sedang mencari dan menganalisis hadis2 shahih sholat dari berbagai mazhab, mungkin lho yah. Ya sudah, anda lebih baik cari tahu sendiri saja, tidak usah ngekor orang lain. Saya sih haqul yakin semua golongan dalam Islam sholatnya sama terdiri dari Dzuhur (4), Ashar(4), Maghrib(3), Isya(4) dan Subuh(2), lha sami mawon.

    Ingat masbro, anda ini kan tidak sedang berusaha menjadi ulama yang akan ngasih fatwa ditambah lagi anda hidup jauh dari jaman Nabi, jadi buat apa ibadah anda buat sulit. Sudahlah saya dan anda itu orang awam lagi bodoh memangnya surga hanya milik golongan tertentu saja yang lain gak boleh masuk.

    Jangan dibahas lagi lah masalah mahkota nanti salah sebut kayak Miss Universe jadi malu deh sudah dipake eeehh diambil lagi Mahkotanya. Halaaah opo maneeh…………

  17. @ alam mbah dukun. ya begitulah masbro karena awam (bisanya baru ngekor) jadinya pengen sekali mengetahui dalil komplitnya, semoga bung SP selaku owner dari blog ini bisa dan mau memuat sang mahkota. Mengenai mahkota (ini hanya istilah dari saya saja masbro, kalo tidak pas ya maafkanlah.. ).
    Semoga amal ibadah kita semua (yang bisa jadi tidak 100% pas sesuai contoh dari Rasulullah saw) diterima oleh Allah swt.

  18. Pak SP, mana artikel yg terbaru?
    sudah ga tahan nih

  19. Ya Allah, berilah sehat wal afiat pemilik blog ini, berilah dia semangat untuk menulis artikel lagi, tambahkanlah ilmunya agar bisa memberi pencerahan terus kepada kami, dan tumbuhkanlah rasa kasihan kepada kami sehingga tidak lama-lama ambsen menulis, sungguh setiap hari kami membuka-buka blog ini tapi tidak di update-update artikelnya.

  20. terima kasih banyak atas informasinya….

  21. berkunjung sambil baca baca artikel…

  22. banyak hikmah yg bisa diambil dari tulisan diatas,,,,

  23. kebetulan saya sedang membuat makalah, ijin kopas ya gan😀

  24. Wah, belum ada artikel baru😦

    Tapi, kalo boleh request sih:
    1. tulisan² yg ngritik syiah takfirinya diperbanyak dong; jangan cuman kritik atas sunni takfiri melulu.
    2. tulisan² soal metode mencari kebenaran.

    Hehehe😉

    NB: @Alamskarat: Cobalah untuk lebih dewasa saat menerima suatu informasi. Baik buku atau tulisan pro-Syiah maupun yang anti-Syiah, keduanya harus disikapi dengan kritis. Jangan langsung percaya sampai ada bukti kuat kalo informasi tsb memang benar² merepresentasikan realitas. Coba kalo ada tulisan yang nyebutin blablabla di kitab anu, cek dulu deh ke kitab anu. Bener gak di kitab anu ada blablabla.
    Pengalaman saya sih, baik tulisan pro- maupun anti-Syiah suka nggak bisa lepas dari tendensi tertentu yang justru mengaburkan realitas (misal, dengan memelintir informasi via penyampaian yang sepenggal², dsb.).

  25. @eri – Jogjawi

    Apakah menurut anda orang yang akan diterima amal ibadahnya adalah orang yang sholatnya 100% pas sesuai contoh Nabi saw?

    Bagaimana dengan oran Khawarij, bukankah mereka adalah ahli ibadah dan ibadahnya sudah pasti sesuai dengan contoh Nabi saw. Apakah menurut anda orang Khawarij mereka pasti masuk surga karena sholatnya sesuai dengan sunnah Rasullulah?

    @downfallofgaia

    Syiah takfiri sampai saat ini bukanlah aliran mainstream dari Syiah, Melainkan hanyalah aliran sempalan. Kalau Syiah yang anda maksudkan disini adalah Syiah Imam 12 lho yah. Satu hal lagi dalam Syiah orang awam wajib bertaklid kepada ulama marja dan setahu saya mayoritas ulama marja tidak ada yang bersikap buruk terhadap sesama umat Nabi saw. Coba anda bandingkan dengan sikap ulama rujukan Wahabi di Arab Saudi. Terus, soal tulisan yang berkaitan dengan metode mencari kebenaran, memangnya ada metode pencari kebenaran itu, seperti apa ya kira-kira metodanya? ………….hhmmmm.

  26. @صالح

    1. “Syiah takfiri sampai saat ini bukanlah aliran mainstream dari Syiah, Melainkan hanyalah aliran sempalan. (…)”

    OK, artinya mereka ada kan? Riil; bukan khayalan. Walaupun minor justru keberadaan mereka menjadi amunisi orang² anti-Syiah untuk menyerang Syiah secara umum. Sehingga mereka yang awam soal isu Syiah jadi korban negative campaign. Makanya jadi penting untuk dibuat tulisan² untuk menagkis penapat Syiah takfiri ini.

    2.(S)atu hal lagi dalam Syiah orang awam wajib bertaklid kepada ulama marja dan setahu saya mayoritas ulama marja tidak ada yang bersikap buruk terhadap sesama umat Nabi saw. Coba anda bandingkan dengan sikap ulama rujukan Wahabi di Arab Saudi. (…)

    Bisa jadi. Itu kalo yang Anda maksud adalah Khamenei dkk. Tapi coba deh baca Hayatul Qulub-nya Majlisi *terutama yang jilid ketiga*. Baca dan renungkan seperti apa pendapat Majlisi tentang Abu Bakar, Umar, Utsman.
    Mungkin ada semacam coupure épistémologique di kalangan ulama Syiah. Itu kenapa menjadi penting untuk tetap kritis saat menerima informasi. Suatu informasi dikatakan benar bukan karena pernah diucapkan oleh Majlisi. Tapi, karena suatu informasi itu memang merepresentasikan realitas, karenanya benar.

    3. (T)erus, soal tulisan yang berkaitan dengan metode mencari kebenaran, memangnya ada metode pencari kebenaran itu, seperti apa ya kira-kira metodanya? ………….hhmmmm

    Ada lah. Marja yang Anda taklidi aja punya metode dalam penyimpulan hukum fiqh sehingga bisa berfatwa. Pastinya ada juga metode dalam memilah kebenaran dan kesalahan.

  27. @downfallofgaia

    1.(S)aya setuju dengan anda tentang pentingnya dibuat tulisan² untuk menangkis pendapat Syiah takfiri. Sebenarnya kalau anda meluangkan waktu berkunjung ke web milik ulama marja, anda akan menemukan anjuran untuk saling menghormati dan menghargai sesama umat Nabi saw. Anjuran saling bertoleransi otomatis akan menutup peluang yang bisa memberikan ruang bagi gerakan Syiah takfiri, insya Allah.

    2.(T)erus…, ketika anda menulis dengan menggunakan kata perancis yang saya tidak paham artinya, maka saya mengatakan bukankah ulama Sunni kontemporer juga mengalami yang sama berkaitan dengan hadis Ghadir Khum.

    3.(B)agaimana cara ulama kontemporer menimbang suatu pendapat/permasalahan yang terjadi di masa lalu kalau tidak melihat apa dan bagaimana pendapat ulama² masa lampau. Saya setuju dengan anda suatu informasi dikatakan benar bukan karena pernah diucapkan oleh seorang ulama masa lampau. Untuk itulah pentingnya bagi seorang pencari kebenaran untuk membaca kitab baik itu yang ditulis oleh ulama lampau atau kontemporer, baik yang ditulis oleh ulama Sunni atau Syiah sehingga dapat terhindar dari penyakit awam GP a.k.a (Gagal Paham)🙂

    4. Oohh, maksud anda metode dalam memilah kebenaran dan kesalahan, iya…memang ada tapi anda jangan mengharapkan metoda itu standar dan baku serta berlaku umum lho yaah, karena kalau kita beranggapan ada metode seperti itu maka orang² yang tidak sependapat dengan metoda kita berarti………??? nyrempet² dikit takfiri boleh tidak yaa…..aah anda jawab sendiri lah🙂

  28. @All
    untuk apa kalian meracau ga jelas di blog laknat seperti ini

  29. @atasku
    nickname anda adalah bahasa yang sangat santun…
    benar-benar mencerminkan akhlak seorang muslim yg dicontohkan oleh Rasulullah ya..?? anda benar-benar berakhlak mulia kawan, saya sampai salut

  30. mas SP, kapan nulis lagi..??
    hampir tiap hari buka blog anda tapi belum ada tulisan yg baru

  31. sudah 2 bulan 2 minggu ga ada thread baru, kangen baca tulisannya sp

  32. ..ah, nggak ada fikih sholat ggak seru..

  33. @ صلح, on Februari 26, 2016 at 5:36 pm
    Justru saya mendoakan untuk kita semua (Muslim) tanpa pandang bulu.
    ” Semoga amal ibadah kita semua (yang bisa jadi tidak 100% pas sesuai contoh dari Rasulullah saw) diterima oleh Allah swt ”
    dibaca baik2 donk bro……

  34. mas secondprince @
    Saya mau tanya ; ketika saya berdebat dengan wahabiyun/salfiyun seputar “kamis kelabu” sy menyebutkan hadits ibnu abbas (bukhari 2997) mereka membantah dengan menyebutkan hadits shahih muslim (no. 4399) bab fadho’il shahabah keutamaan abu bakar as siddiq teks lengkapnya ;
    عَنِ الزُّهْرِىِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى مَرَضِهِ « ادْعِى لِى أَبَا بَكْرٍ وَأَخَاكِ حَتَّى أَكْتُبَ كِتَابًا فَإِنِّى أَخَافُ أَنْ يَتَمَنَّى مُتَمَنٍّ وَيَقُولَ قَائِلٌ أَنَا أَوْلَى. وَيَأْبَى اللَّهُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلاَّ أَبَا بَكْرٍ ».

    Dari Az Zuhri, dari Urwah dari Aisyah mengatakan : Rasulullah berkata padaku saat sakitnya : panggillah Abubakar dan saudaramu agar aku menulis tulisan wasiat, karena aku takut ada yang berangan-angan, dan ada yang mengatakan : aku lebih layak, Allah dan orang beriman enggan kecuali pada Abubakar.

    Pertanyaan saya ;
    1. Benarkah hadits tsb menjadi rujukan, bahwa wasiat Nabi SAW tentang penerus kholifah lebih jelas (tertuju pada Abu Bakar)
    2. Benarkah Nabi SAW tidak hanya berwasiat di hari kamis itu saja?

    Bantahan ini terdapat dalam hakekat.com dan di perbanyak oleh jaser-leonheart.blogspot, dengan judul “apa Isi wasiat Nabi saat Nabi sakit ?’

    Saya mohon di tanggapi mas. Terimaksih

  35. mas secondprince @
    Saya mau tanya ; ketika saya berdebat dengan wahabiyun/salfiyun seputar “kamis kelabu” sy menyebutkan hadits ibnu abbas (bukhari 2997) mereka membantah dengan menyebutkan hadits shahih muslim (no. 4399) bab fadho’il shahabah keutamaan abu bakar as siddiq teks lengkapnya ;
    عَنِ الزُّهْرِىِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى مَرَضِهِ « ادْعِى لِى أَبَا بَكْرٍ وَأَخَاكِ حَتَّى أَكْتُبَ كِتَابًا فَإِنِّى أَخَافُ أَنْ يَتَمَنَّى مُتَمَنٍّ وَيَقُولَ قَائِلٌ أَنَا أَوْلَى. وَيَأْبَى اللَّهُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلاَّ أَبَا بَكْرٍ ».

    Dari Az Zuhri, dari Urwah dari Aisyah mengatakan : Rasulullah berkata padaku saat sakitnya : panggillah Abubakar dan saudaramu agar aku menulis tulisan wasiat, karena aku takut ada yang berangan-angan, dan ada yang mengatakan : aku lebih layak, Allah dan orang beriman enggan kecuali pada Abubakar.

    Pertanyaan saya ;
    1. Benarkah hadits tsb menjadi rujukan, bahwa wasiat Nabi SAW tentang penerus kholifah lebih jelas (tertuju pada Abu Bakar)
    2. Benarkah Nabi SAW tidak hanya berwasiat di hari kamis itu saja?

    Bantahan ini terdapat dalam hakekat.com dan di perbanyak oleh jaser-leonheart.blogspot, dengan judul “apa Isi wasiat Nabi saat Nabi sakit ?’

    Saya mohon di tanggapi mas. Terimaksih

  36. @dwitantoblog
    semua sudah dibahas mas SP, silahkan baca seluruh tulisan2 mas SP
    terima kasih kepada ALLAH SWT dan juga beliau selaku perantara yg telah membukakan hati saya tentang keutamaan Ahlul Bayt Rasulullah SAW
    Wassalaam…

    @SP
    kpn nulis lagi mas, sudah kangen sama tulisan2 anda nich…

  37. @Dwitantoblog

    Riwayat yang dimaksud Dwitanto:
    Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Sa’id Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun
    Telah mengabarkan kepada kami Ibrahim bin Sa’ad
    Telah menceritakan kepada kami Shalih bin Kaisan dari Az Zuhri dari Urwah dari Aisyah dia berkata; Pada suatu hari, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sakit, beliau berkata kepada saya: Panggillah Ayahmu Abu Bakr dan saudara laki-lakimu ke sini, agar aku buatkan sebuah surat (keputusan khalifah). Karena aku khawatir jika kelak ada orang yang ambisius dan berkata; Akulah yang lebih berhak menjadi khalifah. Sementara Allah dan kaum muslimin tidak menyetujuinya selain Abu Bakr.’
    (Shohih Muslim no. 4399)

    Riwayat pembanding:
    Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf
    telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Abdullah bin Umar radliallahu ‘anhuma, ia mengatakan, Umar ditanya; ‘mengapa engkau tidak mengangkat pengganti (untuk menjadi) khalifah? ‘ Umar menjawab; ‘Kalaulah aku mengangkat penggati (untuk menjadi) khalifah, sungguh orang yang lebih baik dari diriku, Abu Bakar, telah mengangkat pengganti (untuk menjadi) khalifah. Dan kalaulah aku tinggalkan, orang yang lebih baik dari diriku juga telah meninggalkannya, yaitu Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam.’ maka para sahabat memujinya, sehingga Umar mengatakan; ‘Sungguh aku berharap-harap cemas, saya berharap sendainya aku selamat dari bahaya kekhilafahan ini dalam keadaan netral, tidak mendapat ganjaran, tidak juga mendapat dosa yang harus saya tanggung, baik ketika hidupku maupun kematianku.’
    (Shohih Bukhari no. 6678)
    ***
    Menurut riwayat ke-1, ada dikatakan Rasulullah (saw) telah menunjuk Abu Bakr sebagai pengganti (kholifah) *via surat wasiat*, sedangkan menurut riwayat ke-2, Rasulullah (saw) tidak pernah menunjuk pengganti.

  38. Andi Krisnamurti,@

    Sampai berair mata saya membaca artikel SP(sampai plus komentarnya dlm setiap artikel) untuk mendapatkan ulasan hadits wasiat Rosulullah pd Aisyah dan AbuBakar ini. Kalau anda tau ulasan SP yg agak lengkap tentang hadits muslim, fadhoil shahabah abubakat ini dengan senang hati sy akan membacanya.

    Nb: ada tanggapan singkat SP tentang hadits ini (tanggapan pd akun muhibin) terbaca begini “Kalau boleh tau apa sih isi surat wasiat itu?”

  39. @صالح
    1. [S]ebenarnya kalau anda meluangkan waktu berkunjung ke web milik ulama marja, anda akan menemukan anjuran untuk saling menghormati dan menghargai sesama umat Nabi saw. Anjuran saling bertoleransi otomatis akan menutup peluang yang bisa memberikan ruang bagi gerakan Syiah takfiri, insya Allah.

    Sayang, seringkali saya menemukan ada aja “syi’i puber” yang sok heroik dengan menghina simbol² Sunni. “Trio AUU” lah, apa lah. Sampai² ada teman saya yang dulunya simpati dengan Syiisme *dan saya mulai kenalan dengan Syiah, salah satunya, lewat buku² yang dia pinjamkan* berbalik jadi antipati karena melihat ulah oknum² ini. Teman saya itu sampai bilang gini: Katanya persatuan; persaudaraan. Tapi, kenyataannya kok menghina Abu Bakar, Umar … Jangan² mereka bilang persatuan itu cuman taqiyyah lagi. Beda antara ucapan dan tindakan.
    Jadi, akhirnya balik lagi deh sama temen² Syii. Mau bersikap dewasa dan mematuhi marja taqlidnya atau malah blunder dengan melakukan aktivitas kontraproduktif.

    2. Semoga penelitian yang objektif mengenai hadits Ghadir Khumm menjadi titik temu kesepahaman.🙂

    3. Yup.

    4. Mungkin jalan terbaik adalah: menjadi realis. Saya setuju dengan pendapat Syeikh Thobathoba’i mengenai realisme instiktif. Pada dasarnya fitrah setiap orang adalah realis. Itu kenapa kita senang dengan sesuatu yang baik, bagus, riil. Gak ada tuh, ibuk² yang beli buah terus milih buah yang busuk², kecil². Pasti milih yang baik. Orang yang ngeluangin waktunya baca artikel di blog ini juga karena ada dorongan pengen tau akan kebenaran bukan?

  40. @downfallofgaia

    1. Penelitian objektif mengenai hadis Ghadir dan menjadi titik temu kesepahaman? …..aahh saya lebih memilih Allah sebagai titik temu kesepahamannya saja.

    2. Anda yakin bisa menganalisa hadis Ghadir secara objektif dan terlepas dari doktrin yang selama ini anda pahami dan maknai? hati-hati brow kalau analisa objektif yang anda pilih, nanti bisa-bisa anda menjadi……ahhh lebih baik anda jalani dan jawab sendiri saja lah🙂

  41. @صالح

    1. [a]ahh saya lebih memilih Allah sebagai titik temu kesepahamannya saja.

    Lo ke mana aja, vroh? Syiah dan Sunni dari dulu juga udah sepaham soal itu. Kecuali kalo lo nganggep Sunni bukan Muslim! *ngok*

    2. Jadi orang itu harus optimistis. Kalo nggak, “[n]anti bisa-bisa anda menjadi……ahhh lebih baik anda jalani dan jawab sendiri saja lah”🙂

  42. Bung SP, mana artikelnya yg baru? Tks

  43. Tenang bung Fadil, bung SP masih nyiapin fikih Sholat. Moga segera di launching….

  44. @downfallofgaia

    *meoong*
    (T)anda orang galau itu omongannya kekiri kekanan.
    1. Maksudnya adalah keluar jurus fitnah yang dilatarbelakangi oleh khayalan tingkat tinggi orang galau itu dan seolah² pihak lain seperti apa yang sedang dikhayalkannya

    Apakah ada saya menulis disini menganggap bahwa Sunni bukan muslim? Aahhh itu siih akibat anda sedang galau dan banyak berkhayal brroohh. #waham

    Kalau Sunni-Syiah sepakat dalam makna Tauhid, tuduhan yang menyatakan salah satu pihak bukan muslim adalah khayalan tingkat tinggi, abal-abal juga alay. Anda setuju tak?
    #gagalpaham

    2. Mau terus-terusan optimis boleh² saja, aber das Ende jedoch meist ungewiss.

    tschüss,

  45. untuk lu @downfallofgaia :::: aisyah pecemburu mau merobek-robek baju bila Rasul menemui istri lain, dan meragukan kenabian Rasulullah
    referensi dari ulama2 sunni :
    -.sahih bukhari nomor hadis ;3.19,5.164,5.165,5.167,5.168,7.156,8.33,9.576
    -.musnad,ahmad bin hanbal,jilid 6 hal 227;sahih an-nasai jilid 2 hal 148
    -.sahih bukhari nomor hadis 7.152(bab kecemburuan)
    -.sahih at-turmuzi dan zamakhsyari telah mengutip darinya pada hal 73
    -.at-tabaqat,ibnu sa’ad jilid 8,hal 212;
    -.al-anshab al-asyraf oleh baladzuri
    -.at-thabaqat ibnu sa’d jilid 1 hal 37
    -.al-anshab al-asyraf baladzuri]
    -.musnad,ahmad bin hanbal jilid 6 hal 115
    -.sahih muslim versi inggris bab CCCLII jilid 2 hal 461-462;
    -.sahih muslim versi arab edisi 1980 terbitan arab saudi jilid 2 hal 669-670 hadis ke 1.03
    -.musnad ahmad bin hanbal jilid 6 hal 115
    -.kanz al-ummah,mutaqqi hindi,jilid 6 hal 294
    -.at-tabaqat ibnu sa’ad jilid 8 hal.115
    -.sahih bukhari nomor hadis 7.192
    -.sahih muslim versi inggris bab DHXXII jilid 2 hal 748-749;
    -.sahih muslim versi arab edisi 1980 terbitan arab saudi jilid 2 hal 1085-1086 hadis 49-50
    -.sahih bukhari nomor hadis 7.570 diriwayat kan dari qasim bin muhammad
    -.ihya kanz ad-ummal mutaqi hindi,jilid 7 hal 116 hadis ke 1.020
    -.ihya ‘ulum ad-din,ghazali bab 3 3 tentang nikah jilid 2 hal 35
    -.mukasyifat al-qulub,ghazali 94 hal 238
    -.al-mustradak hakim jilid 4 hal 37 tentang asma al-ishabah
    -,ibnu hajar asqalani jilid 4 hal 233
    -.at-tabaqat ya’qubi jilid 2 hal 69
    -.sahih bukhari hadis 5.168b
    -.sahih bukhari nomor hadis 5.166

  46. untuk lu @@downfallofgaia :::
    3 hari sblm wafat Rasulullah Saw,Beliau meminta kertas dan tinta untuk
    membuat wasiat tetapi umar bin khatab menolak lalu berkata “sesungguhnya dia telah bicara meracau” !!
    referensi ulama sunni:
    -.sahih muslim bab kitab al-wasiyyah bagian attark al-wasiyyah 1980
    edisi arab-inggris,jilid 3 hal.1259,hadis 1.637/21
    -.sahih muslim bab kitab al-wasiyyah bagian babuttarkil wasiyyah 1980
    edisi arab-inggris,jilid 3 hal.1259,hadis 1.637/22
    -.sahih bukhari nomor hadis 9468 dan 7573
    -.sahih bukhari nomor hadis 4393
    -.sahih bukhari nomor hadis 5716
    -.sahih muslim bab kitab al-wasiyyah bagian babuttarkil wasiyyah 1980
    edisi arab-inggris,jilid 3 hal.1257,hadis 1.637/20,
    -.sahih bukhari bab kitab al-illm juga pd kitab al-tib,juga pada
    kitab al-i’tisham bi alkitab wa as-sunnah,
    -.musnad ahmad bin hanbal,jilid 1 hal 232,239,32 f,355
    —————–@downfallofgaia : katakan ulama lu itu semuanya KAFIR MENJELEK2 KAN SIMBOL2 SUNNI SENDIRI

  47. untuk lu @downfallofgaia :::
    penyelewengan ajaran Rasul semasa khalifa usman bin affan :
    referensi ulama2 sunni :
    -.terjemahan sahih bukhari arab-inggris dr.mohammed muhsin khan,univ.islam,madinah
    munawwarah.kaze buku revisi ke 3 1977 ,revisi ke 4 1979
    -.sahih bukhari nomor hadis 2206
    -.sahih bukhari nomor hadis 2717
    -.sahih bukhari nomor hadis 2188
    -.sahih bukhari nomor hadis 2190
    -.sahih bukhari nomor hadis 2195
    -.sahih bukhari nomor hadis 2640
    -.sahih bukhari nomor hadis 2747
    -.sahih bukhari nomor hadis 4343
    -.sahih bukhari nomor hadis 395 48 jilid 5
    -.sahih bukhari nomor hadis 4359
    -.sahih bukhari nomor hadis 4706
    -.sahih bukhari nomor hadis 5290
    -.sahih bukhari nomor hadis 5304
    -.sahih bukhari nomor hadis 5305
    -.sahih bukhari nomor hadis 5306
    -.sahih bukhari nomor hadis 5307
    -.sahih bukhari nomor hadis 5308
    ——————-@downfallofgaia : jgn ente katakan syiah menjelek2 kan simbol2 sunni,lalu kenapa ulama2 sunni lu menjelek2kan simbol2 sunni,.(((???))), kurang ?? besok2 gua tambahi ratusan kejelekan2 simbol sunni yang meriwayatkan ulama sunni itu sendiri,. adil dong BOSS,1 kitab syiah lu seperti “DEWA” paham betul ttg syiah ~!!

  48. @downfallofgaia
    dulunya syiah 1 lebih dikenal saat ini : imamiah ja’fariyah mengikuti imam 12,.faktor politik dan dunia menjadi pecah 4 bagian,
    dari 4 bagian tersebut 2 sudah musnah,
    2 bagian lagi masih bertahan dari 2 bagian ini berkembanglah syiah zaidiyah,kisaniyah,qadhahiyah,ghullat.,
    -zaidiyah pecah :
    mughiriyah,jarudiyah,dzakariyah,khasyabiyah,khalqiyah.
    -kisaniyah pecah :mukhtariyah,karbiah,ishaqiyah,harbiah.
    -qadhahiyah pecah :
    al-nashiriyah,al-shabahiyah.
    -ghullat pecah :
    al saba’iyah,manshuriyah,ghurabiah,bazighiyah,ya’qubiyah,isma’iliyah dan duruziah.

    mereka ini semuanya mengaku syiah dan menyebarkan buku-buku berisi kebathilan dan tidak sesuai dengan ajaran Nabi muhammad,.
    1 contoh kecil kelompok ini melukai diri memperingati wafatnya imam husein.,
    syiah imamiah ja’fariyah 12 imam berlepas diri dari mereka dan dianggap kafir.
    @downfallofgaia <-tunjuk aja hidungnya syiah mana yg lu maksud (??)

  49. @صالح

    Pertama² yang harus lo fahami adalah:
    1. Lo nulis: [a]ahh saya lebih memilih Allah sebagai titik temu kesepahamannya saja.

    Emang dari dulu juga Sunni dan Syiah berada pada titik temu kesepahaman tersebut. Sunni dan Syiah itu MUSLIM! *gue gedein biar lo gak gagal paham* Kecuali kalo lo *hal ihwal dengan nickname صالح* selama ini nganggap Sunni dan Syiah gak pernah sepaham soal tersebut (“Allah sebagai titik temu kesepahaman”). Karenanya gue nulis: Lo ke mana aja, vroh? Syiah dan Sunni dari dulu juga udah sepaham soal itu. Kecuali kalo lo nganggep Sunni bukan Muslim!

    2. [A]pakah ada saya menulis disini menganggap bahwa Sunni bukan muslim?

    Jawab aja ndiri.

    Makanya kalo lo lagi galau tu jangan banyak komentar, vroh. Nanti komentar yang lo tulis, malah yang keluar dari waham lo. Untung lo cuman nulis komentar bukan artikel. #ea

    3. Hanya orang galau yang nulis: aber das Ende jedoch meist ungewiss. #eaea

    @Alamskarat eh, Allamah Alamskarat

    Oh Lala! Salut deh sama Allamah Alamskarat. Referensinya banyak bingitz. Aqu yaqin dech *haqqul yaqin* Allamah belum pernah baca sendiri kitab² yang Allamah kutip itu kan? Copas dari mana ni? *uhuk*

  50. @downfallofgaia

    Memangnya kalau ada seseorang nulis “Allah sebagai titik temu sunni dan syiah” sudah pasti orang itu menganggap orang lain bukan……………………

    Lha sampeyan itu kan cuma kira2 sajha!

    Saya setuju ngapain berkutat dan mencari kesamaan prinsip atas hal2 yang sifatnya kemazhaban contoh kasus Ghadir Khum. Kan lebih asyik kalau ngobrol tentang makna Tauhid. Memangnya orang kalau sudah sepaham dilarang membahas hal yang sudah menjadi kesepahaman bersama itu? Contoh suni dan syiah sepaham dalam Tauhid terus gak boleh dibahas bersama lagi…begitu yah

    Wadduuuh……………………………………TER……LA…..LU!!!!

  51. @downfallofgaia :
    “Oh Lala! Salut deh sama Allamah Alamskarat. Referensinya banyak bingitz. Aqu yaqin dech *haqqul yaqin* Allamah belum pernah baca sendiri kitab² yang Allamah kutip itu kan? Copas dari mana ni? ”
    aku : kita tukaran scan buku aja boss supaya adil ( kalau situ ) kan punya buku Hayatul Qulub Majlisi bahasa indonesia,.bagi kekita juga ya situ kan sudah punya buku tsb,ditunggu infonya lebih lanjut di alamskarat@gmail.com…🙂 ditunggu boss

  52. Makin kesini komentarnya makin jauh dari judul tulisan. Memangnya tulisan diatas lagi bahas tentang Syiah. Ini gara-2 postingan komentar no 3, tolong kalau mau komentar itu berhubungan dengan tulisan diatasnya. Supaya diskusi rapi dan terarah.

  53. ..kagak ada fiqih sholat mah kagak seru..

  54. ..setuju dengan bung Eri wong nyugyo kimpling, skala prioritas itu memang teramat penting. Kom on bung SP, gua rindu fikih Sholat dengan dalil yg sahih dapat hadir di blog anda ini..

  55. hello pada ngomongin apaan sichhh???

  56. hmmm sunni syi’ah, apalagi…..?

  57. hmmm sunni syi’ah, mau apalagi….

  58. ..indak rancak indak ado fiqh sholat..

  59. Saye hairan mengape orang taksub dengan fiqih.

  60. ..gua juga heran atas keheranan anda, kenapa anda mengherankan orang pengen tahu, heran gua..!

  61. @Sampoerna Mild

    ..gue sebenarnya males mau komen tapi anda harus diingatkan. Sebagai tamu tidaklah elok bila anda terlalu menuntut kepada tuan rumah. Dimana adat ketimuran anda? bila anda mau fikih, carilah sendiri anda jangan malas!!! Sebagai tamu yang baik anda jangan menuntut ini dan itu kepada tuan rumah. Saran dan tuntutan berbeda. Anda jangan “Takuruang handak di lua, tahimpik handak di ateh”

  62. @ razak kunyil
    ..simple sebenarnya, gua yakin selama ini bang SP sudah menunaikan Sholat fardhu, ya ilmunya tsb dimuntahkanlah di blognya ini biar yg belon tahu pada tahu, bagi yg udah tahu kayak ente ya kagak ape2. Ingat kapasitas orang itu beda2, kalo anda tahu&mampu baiknya dituangkan aja dikolom comentnya bang SP..

  63. ..bang SP, contekin kami fiqih sholat donk..
    [philosyophi ngecontekin dan dicontekin]

  64. Apakah Allah meridlhoi Islam sebagai agama semata-,mata ditentukan oleh fiqih sholat? sehingga apabila baik fiqih sholatnya maka baik pula seluruh amalannya.

    …Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar,…

    Tapi kita tahu ada orang yang sholat dengan menjalankan fiqih mazhabnya secara bersungguh-sungguh tapi perbuatan keji dan mungkar masih dilakukan oleh orang itu, lantas mengapa sholatnya tidak dapat mencegah orang itu dari berbuat keji dan mungkar. Adakah fiqih sholat yang dapat menjamin ketika dilaksanakan akan mencegah kita dari berbuat keji dan mungkar? adakah.

  65. @ a.werkudoro
    Yang ngejamin Allah sendiri, ayatnya tuh sudah lo tulis. Lalu kalo ada oknum yg terlihat sholat tapi dilain waktu berbuat maksiat, mungkin sholat dia cuma utk main2/menipu org lain atau persis spt anak kecil yg blm tahu hakikat yg dia lakukan. Jadi kalo lo tahu oknumnya, ya lo tegur dong.. lo nasehatin dong..
    Mengenai tatacara dan bacaan Sholat, big kuestion adalah;: dulu Rasulullah saw ngajarin Sholat satu versi ataukah banyak versi?? hayo sapa bisa jawab!
    Dan gua yakin bang SP mampu jawab. Komon bang SP segeralah melouncing fikih Sholat..

  66. @ meymey cantiq
    ..emang ngomongin apaan !¿# Buka dong mata lo, baca baik2.. dasar ga pake otak, otak mesum lo..

  67. @Sampoerna Mild

    Ente wahabi ?

  68. @ nursalam
    ..gua bukan wahabi, gua cuman pedagang rokok aja dll. Dan Alhamdulillah gua muslim, lahir di kelg muslim. Ente ape, muslim ?. Sama dunk..

  69. ..katek fiqih Sholat katek genep..
    [pillow.show.pie ngecontekin]

  70. ..no fiqih Sholat, less excellent..

  71. Sang Mahkota kok belum dimuat juga ya sama kang SP, ya sabar dululah para hadirin. Untuk @sampoerna mild
    Sabar mas bro, smoga sang mahkota bisa segera dimuat… ..

  72. what ever !!

  73. Benih takfir akan muncul ketika orang berlebihan mengagungkan fiqih di atas syariat. Tidak percaya……?

  74. @ADC2

    Joko Sembung beli Marlboro..
    Kagak nyambung Masbro..

  75. ..ya udah deh kagak ape2 kalo emang bang SP belon mampu/mau muntahin fiqih Sholat (sang mahkota kate @Eri jugjowi), dan gua juga sudah ada bukunya terbitan dari cv Toha Putera semarang.
    Last mesej : kita sesama Muslim harus saling menjaga,menolong dll (pilosyopi …), ke antar sesama (non Islam) saling menghormati dll. Dan dalam hal tertentu jangan memulai sebelum dimulai !!
    Horas…

  76. @ADC2
    iyee kagak ade ngubunganye bang.

  77. @ADC2

    Putus nyambung rasanya pedih…
    Emang nggak nyambung sih…

  78. Sebenarnya nggak pengen memperpanjang perdebatan. Tapi dipikir-pikir setelah baca (lagi dan lagi) komentar @Alamskarat ini:

    mereka ini semuanya mengaku syiah dan menyebarkan buku-buku berisi kebathilan dan tidak sesuai dengan ajaran Nabi muhammad,.1 contoh kecil kelompok ini melukai diri memperingati wafatnya imam husein.,syiah imamiah ja’fariyah 12 imam berlepas diri dari mereka dan dianggap kafir.

    Jadi pengen sedikit lagi ngasi komentar:

    Perlu diketahui bersama, kalo Syiah 12 Imam itu tidaklah monolitik. Di dalamnya ada kelompok Ushuli, Akhbari, (juga mungkin Syaikhi *yang kemudian berevolusi menjadi Babism dan Baha’ism). Kelompok Ushuli adalah kelompok mayoritas saat ini *mungkin karenanya jadi lebih populer. Taqlid kepada ulama mujtahid, menolak tatbir (qama zani) dan zanjir zani dalam peringatan Asyura (عزاداري) menjadi BEBERAPA ciri khas yang umum pada kelompok ini *tanpa bermaksud mereduksi. Tapi, jangan lupa. Selain kelompok Ushuli, ada juga kelompok Akhbari. Mereka adalah kelompok minoritas dalam tubuh Syiah 12 yang berpandangan mirip² kelompok Salafi di Sunni alias skripturalis dengan slogan “Kembali kepada al-Qur’an dan Hadits” *kalo di Sunni ada Atsari, di Syiah ada Akhbari*. Menolak ijtihad, karenanya menolak taqlid pada ulama mujtahid, dan getol memromosikan tatbir (qama zani) atau zanjir zani saat peringatan Asyura menjadi BEBERAPA ciri khas yang umum ditemukan pada kelompok ini *saya pernah baca di sebuah website Akhbari, mereka juga meyakini soal tahrif al-Qur’an. Tapi, saya masih ragu apakah ini keyakinan mereka secara umum atau hanya web itu saja yang nyelenéh.

    Intinya saya ingin berkata kalo dalam Syiah 12 Imam itu ada juga kelompok Akhbari. Salah satu ciri yang umum dari mereka adalah “kelompok ini melukai diri memperingati wafatnya imam husein”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: