Takhrij Hadis Ruwaibidhah : Kedudukannya Dhaif

Takhrij Hadis Ruwaibidhah : Kedudukannya Dhaif

Hadis Ruwaibidhah termasuk hadis yang masyhur di telinga para da’i dan sebagian orang awam. Memang benar bahwa hadis ini telah dikuatkan oleh sebagian ulama hadis kontemporer seperti Syaikh Al-Albani, Syaikh Ahmad Syakir, Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dan Syaikh Mustafa Al-Adawiy. Hanya saja setelah kami pelajari dengan seksama kami lebih merajihkan bahwa kedudukan hadis ini sebenarnya dhaif. Tidak ada satupun jalan sanad yang selamat dari cacat dan semuanya tidak bisa dianggap saling menguatkan.

Hadis Ruwaibidhah secara marfu’ diriwayatkan dengan tiga jalur sahabat yaitu

  1. Hadis Abu Hurairah
  2. Hadis Anas bin Malik
  3. Hadis Auf bin Malik

Berikut pembahasan semua jalur hadis tersebut secara rinci beserta illat (cacat) masing-masing jalurnya. Baca lebih lanjut

Syubhat Al Muzaniy : Imam Mahdiy Syi’ah Dibunuh Banci Dan Imam-Imam Baru Setelahnya

Syubhat Al Muzaniy : Imam Mahdiy Syi’ah Dibunuh Banci Dan Imam-Imam Baru Setelahnya

Memang bukan pertama kalinya kami membuat tulisan bantahan pada orang yang menyebut dirinya Al Muzaniy. Tidak ada yang istimewa karena kelasnya orang ini tidak jauh berbeda dari Jaser Leonheart. Kelas orang yang pura-pura bodoh berlagak ilmiah tetapi hakikatnya jauh dari ilmiah. Kali ini kami akan meluruskan salah satu tulisan Al Muzaniy tentang Imam Mahdiy Syi’ah. 

Tentu saja tulisan ini bukan ditujukan untuk menyadarkannya karena kami sungguh tidak peduli dengan dirinya tetapi tulisan ini kami tujukan pada para pembaca sebagai tambahan pengetahuan daftar orang-orang yang menyebarkan syubhat berusaha merendahkan mazhab Syi’ah dengan sekedar mencatut hal-hal yang aneh dalam kitab mereka. Baca lebih lanjut

Waham Abu Azifah : Secondprince Ternyata Syi’ah Rafidhah

Waham Abu Azifah : Secondprince Ternyata Syi’ah Rafidhah

Kami terus terang merasa heran ada sebagian orang yang sangat ingin menisbatkan waham khayal-nya kepada kami. Begitu bersemangat menuduh kami sebagai Syi’ah Rafidhah. Insya Allah disini kami akan mempermalukan dirinya menunjukkan betapa rendah hujjah tuduhannya terhadap kami.

Orang ini menegakkan hujjah tuduhan Rafidhah atas kami dengan perkataan Ibnu Hajar dalam Muqaddimah Fath Al Baariy

والتشيع محبة على وتقديمه على الصحابة فمن قدمه على أبي بكر وعمر فهو غال في تشيعه ويطلق عليه رافضي وإلا فشيعي فإن انضاف إلى ذلك السب أو التصريح بالبغض فغال في الرفض وإن اعتقد الرجعة إلى الدنيا فأشد في الغلو

Tasyayyu’ adalah mencintai Ali dan mengutamakannya dibanding  para sahabat dan jika mengutamakannya diatas Abu Bakar dan Umar maka dia tasyayyu’ ekstrem yang disebut Rafidhah dan jika tidak maka disebut Syiah. Jika diringi dengan mencela dan membenci keduanya maka disebut Rafidhah ekstrem dan jika mempercayai Raj’ah bahwa Ali kembali ke dunia maka disebut Rafidhah yang sangat ekstrem. [Hadiy As Saariy Muqaddimah Fath Al Baariy hal 483] Baca lebih lanjut

Kejahilan dan Kedustaan Abu Azif Dalam Membela Mu’awiyah

Kejahilan dan Kedustaan Abu Azif Dalam Membela Mu’awiyah

Sungguh ajaib melihat bagaimana ketika orang jahil begitu bersemangat sok ingin membela agama tetapi hakikatnya malah menyebarkan kedustaan. Dan seperti orang jahil pada umumnya, ia tidak malu [atau mungkin sebenarnya tidak paham] akan kedustaan yang seringkali ia nampakkan.

Orang ini membela Mu’awiyah yang terbukti dalam riwayat shahih telah meminum minuman yang diharamkan Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam]. Memang orang ini tidak sendiri dalam membela Mu’awiyah. Ada juga sebagian ulama yang membela Mu’awiyah bin Abu Sufyan dalam perkara ini seperti yang sudah pernah kami bahas secara khusus yaitu Syaikh Abdurrahman Dimasyiqiyyah. Baca lebih lanjut

Keanehan Syaikh ‘Abdurrahman Dimasyiqiyyah Ketika Membela Mu’awiyah

Keanehan Syaikh ‘Abdurrahman Dimasyiqiyyah Ketika Membela Mu’awiyah bin Abu Sufyaan

Ada kitab yang cukup “menyenangkan” untuk dipelajari yaitu kitab Istidlaal Asy Syii’ah Bi Sunnah Nabawiyyah Fii Miizaan An Naqd Li ‘Ilmiy yang ditulis oleh Syaikh ‘Abdurrahman bin Muhammad Sa’iid Dimasyiqiyyah. Ada begitu banyak isu Sunni Syi’ah yang dibahas dalam kitab yang tebalnya lebih dari seribu halaman ini. Tentu saja dalam tulisan ini kami tidak akan membahas keseluruhan kitab tersebut. Kami hanya akan menampilkan sedikit keanehan Syaikh tersebut dalam membela Mu’awiyah bin Abu Sufyaan. Baca lebih lanjut

Bolehkah Memainkan Alat Musik Selain Duff Pada Saat Pernikahan?

Bolehkah Memainkan Alat Musik Selain Duff Pada Saat Pernikahan?

Tahukah anda [para pembaca] bahwa diantara para ulama salafiy dan pengikutnya terdapat orang-orang yang membolehkan alat musik dan nyanyian khusus pada saat pernikahan. Dan itu pun tidak bersifat mutlak hanya terbatas pada alat musik duff, tidak selain itu. Konon kabarnya mereka berhujjah dengan hadis berikut

حدثنا أحمد بن منيع حدثنا هشيم أخبرنا أبو بلج عن محمد بن حاطب الجمحي قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم فصل ما بين الحرام والحلال الدف والصوت

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Manii’ yang berkata telah menceritakan kepada kami Husyaim yang berkata telah mengabarkan kepada kami Abu Balj dari Muhammad bin Haathib Al Jumahiy yang berkata Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] bersabda “pemisah antara halal dan haram adalah duff dan suara” [Sunan Tirmidzi 3/398 no 1088] Baca lebih lanjut

Takhrij Hadis Haram Al Kuubah : Hadis Yang Dijadikan Hujjah Mengharamkan Musik

Takhrij Hadis Haram Al Kuubah : Hadis Yang Dijadikan Hujjah Mengharamkan Musik

Pada awal mula berdirinya blog ini, kami pernah menuliskan kajian singkat mengenai hukum Musik termasuk hadis-hadis yang dijadikan hujjah untuk mengharamkan Musik. Diantara hadis-hadis tersebut terdapat hadis yang matannya menyebutkan tentang pengharaman Al Kuubah. Dan Al Kuubah ini dinyatakan oleh sebagian ulama sebagai salah satu alat musik tabuh seperti gendang.

Tulisan ini akan mengkaji lebih dalam mengenai hadis Al Kuubah dan pendapat yang rajih [di sisi penulis] berdasarkan kaidah ilmiah mengenai makna hadis tersebut. Baca lebih lanjut

Shahihkah Atsar Ibnu ‘Abbaas : Haramnya Alat Musik Duff?

Shahihkah Atsar Ibnu ‘Abbas : Haramnya Alat Musik Duff?

Terdapat riwayat dari Ibnu ‘Abbaas yang dijadikan hujjah oleh sebagian orang untuk mengharamkan musik.

أخبرنا أبو نصر بن قتادة أنبأ أبو منصور العباس بن الفضل النضروي ثنا أحمد بن نجدة ثنا سعيد بن منصور ثنا أبو عوانة عن عبد الكريم الجزري عن أبي هاشم الكوفي عن بن عباس قال الدف حرام والمعازف حرام والكوبة حرام والمزمار حرام

Telah mengabarkan kepada kami Abu Nashr bin Qatadah yang berkata telah memberitakan kepada kami Abu Manshuur Al ‘Abbas bin Fadhl An Nadhrawiy yang berkata telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Najdah yang berkata telah menceritakan kepada kami Sa’iid bin Manshuur yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari ‘Abdul Kariim Al Jazariy dari Abi Haasyim Al Kuufiy dari Ibnu ‘Abbaas yang berkata “Duff haram, Al Ma’azif haram, Al Kuubah haram dan seruling haram” [Sunan Al Kubra Baihaqiy 10/222 no 20789] Baca lebih lanjut

Hadis Rasulullah SAW Diutus Menghancurkan Seruling Dan Gendang

Hadis Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] Diutus Menghancurkan Seruling dan Gendang

Hadis ini termasuk diantara hadis-hadis yang dijadikan hujjah oleh sebagian ulama untuk mengharamkan musik dan nyanyian. Kami membuat tulisan ini setelah membaca mengenai kedudukan hadis ini dari kitab Syaikh Abdullah Al Judai’ yaitu Al Muusiq Wal Ghinaa’ Fi Miizan Al Islam dan kitab bantahannya dari Syaikh Abdullah Ramadhan bin Muusa yaitu Raddu ‘Ala Al Qaradhawiy Wal Judai’. Tulisan ini hanya ingin menelaah secara kritis pendapat mana yang lebih rajih dari kedua penulis tersebut mengenai hadis ini. Baca lebih lanjut

Studi Kritis Riwayat Ibnu Abbas : Ayat Tathir Turun Khusus Untuk Istri-istri Nabi

Studi Kritis Riwayat Ibnu Abbas : Ayat Tathiir Turun Khusus Untuk Istri-istri Nabi

Salah satu dalil yang dijadikan hujjah oleh para pembenci Syiah [pengidap syiahphobia] untuk menolak keutamaan Ayat Tathiir khusus untuk ahlul kisa’ adalah riwayat Ibnu Abbas yang menyatakan bahwa Ayat Tathiir turun khusus untuk istri-istri Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam]. Riwayat tersebut dinukil oleh Ibnu Katsiir dalam kitab Tafsir-nya dengan menisbatkan riwayat tersebut dari Ibnu Abi Hatim Baca lebih lanjut