Keripik Pedas Untuk Para Pencari Kebenaran

Keripik Pedas Untuk Para Pencari Kebenaran

.

keripikpedas

.

Kita ini sebenarnya tahu kalau kita hidup bersama-sama dalam dunia yang mengandung banyak perbedaan. Tetapi menyedihkan masing-masing kita seolah-olah bersikap bahwa dunia ini adalah miliknya. Perbedaan kita anggap seperti penyakit yang harus diberantas dan tidak layak hidup bertengger [bahkan cuma nyangkut] dalam dunia kita.

Saya tidak sedang bicara politik lho, saya bicara soal keyakinan baik itu agama atau mazhab atau apapun lah [sebenarnya bisa diperluas ke perkara apapun]. Saya juga tidak sedang bicara tentang orang awam [saya sudah bosan menyindir mereka], sekarang yang saya sindir adalah orang-orang yang mengaku sebagai pencari kebenaran. Baca lebih lanjut

Iklan

Pembahasan Tidak Penting Tentang “Broken Angel”

Pembahasan Tidak Penting Tentang “Broken Angel”

Setelah sekian lama membuat tulisan dengan tema serius akhirnya tiba saat kita berkelakar sambil minum kopi. Tulisan ini secara zhahir nampaknya sederhana tetapi sebenarnya berat. Yaaa itu tergantung dimana letak anda menggantungnya. Setiap orang melihat apa yang bisa mereka lihat tetapi tidak semua orang bisa melihat apa yang tidak terlihat. Baca lebih lanjut

Kedustaan Al Amiry : Syi’ah Mencela Ahlul Bait “Abbaas bin ‘Abdul Muthalib”

Kedustaan Al Amiry : Syi’ah Mencela Ahlul Bait “Abbaas bin ‘Abdul Muthalib”

Cukup banyak para pencela Syi’ah [dari golongan Ahlus Sunnah] yang dengan sukses menunjukkan kebodohannya. Ketika mereka menulis atau membahas tentang mazhab Ahlus Sunnah mereka akan bersikap kritis dan luar biasa ilmiah tetapi ketika mereka menulis tentang mazhab Syi’ah maka mereka seperti keledai yang membawa kitab-kitab. Asal nukil riwayat atau asal nukil qaul ulama dalam kitab Syi’ah kemudian seenaknya menjadikan nukilan tersebut sebagai bahan celaan atas mazhab Syi’ah.

Al Amiry adalah contoh dari para pencela Syi’ah yang kami maksudkan. Orang yang menyebut dirinya Al Amiry ini memang sungguh menyedihkan. Dirinya mungkin merasa-rasa sebagai pembela Ahlus Sunnah tetapi hakikatnya ia tidak lebih dari seorang pendusta. Ia mengutip kisah atau riwayat dalam kitab Syi’ah tanpa membuktikan kebenaran kisah atau riwayat tersebut kemudian dengan seenaknya ia menisbatkan hal itu atas mazhab Syi’ah. Baca lebih lanjut