Diam-diam Depresi Sampai Mati

Diam-diam Ternyata Depresi Hingga Mati Diam-diam

Bangun tidur, mandi terus ke kampus dan ngobrol-ngobrol dengen temen tentang apa aja dari yang paling basi sampai yang paling serius. Gak ada kerjaan jadinya Ngenet. Lama………selesai Ngenet terus pulang. Sampai dirumah masuk kamar, Baca buku alias belajar sampai bosan, terus merenung memikirkan banyak hal. Malamnya susah tidur dan dengan terpaksa belajar lagi sampai bosan sendiri. Kadang bisa tidur kalau udah terlalu larut, kadang terus-terusan sampai subuh baru tidur. Terus bangun lagi dan begitulah ritual sehari-hari ini terus berulang.

Biasa saja kan tapi yang mengalaminya ngerasa dak enak.

Bosan mungkin. Merasa dak jelas apa artinya

Hampa, kering dan hambar rasanya cuma bisa pasrah

Diam-diam tertekan semakin lama semakin besar. Huh tapi luarnya tertawa-tawa di depan orang lain.

Senyum sendirian melihat alur perjalanan ini seraya berkata “beginilah sampai mati”.

Melihat ke belakang “seperti ada yang tertinggal”

Melihat ke depan “bosan dengan akhir cerita seperti itu”

Melihat ke sekitar “Jalani saja apa adanya dan seharusnya”

Menutup Mata “ternyata sudah mati, mati diam-diam”

Kenapa tidak adil? kenapa peran ini harus dimainkan

Tidak ingin mati seperti ini, mati separuh. Aneh, Kenapa tidak sekalian semua?

Ada yang salah kah? Tidak tahan kalau terus-terusan

Tapi tetap saja, mau teriak seperti apa juga semuanya tetap seperti ini.

Baik, baik. Tahan, ya terus tahan. Tapi tolong jawab satu saja

Tolong Jawab kapan berakhir?

Al Kitab dan Etika Kedokteran

Al Kitab dan Etika Kedokteran

Bacalah dan Jangan tertipu dengan judul yang terlalu bagus

Etika kedokteran yang dimaksud dalam tulisan ini adalah Janji Sarjana Kedokteran dan Sumpah Dokter. Itupun tidak semuanya hanya kata-kata ini

“Saya berjanji atau bersumpah bahwa Saya akan senantiasa memperlakukan teman sejawat saya sebagaimana saya mesti diperlakukan”.

Lafal yang rasanya tidak asing lagi di telinga Pak Dokter kita dan kata-kata yang baru-baru ini diucapkan oleh calon dokter muda kita.  Baca lebih lanjut

Hijab Masjid Yang Aneh

Hijab Masjid Yang Aneh

Hijab yang saya maksud ini adalah hijab yang saya lihat di masjid tempat saya sering shalat Tarawih(seolah-olah saya rajin tarawih). Hijab itu sebagai pembatas jamaah pria dan jamaah wanita(sebenarnya walau tak ada hijab itu juga jamaah pria dan wanita memiliki tempat yang terpisah). Nah hijab yang berupa kain setinggi dada itu selalu tertutup ketika shalat Maghrib, Isya’ dan shalat Tarawih. Awalnya sih saya tidak begitu perhatian, tetapi akhirnya kepikiran juga. Baca lebih lanjut

Mereka Patut Dikasihani Bukan Disalahkan

Mereka Patut Dikasihani Bukan Disalahkan

Masih ingat dengan berbagai bencana yang terjadi di Bumi Indonesia yang kita cintai ini. Dari Tsunami, Lumpur Lapindo dan gempa yang sering terjadi termasuk yang baru-baru ini terjadi pada awal Ramadhan di Bengkulu. Bencana seperti itu semuanya menimbulkan banyak korban jiwa, puluhan luka-luka, kerugian material dan keguncangan psikis yang kadang sukar disembuhkan. Singkatnya bencana selalu berdampak mengerikan terutama bagi mereka yang mengalaminya. Saya ulangi Mereka yang mengalaminya. Baca lebih lanjut

Toleransi Netral dan Toleransi Positif

Toleransi Netral dan Toleransi Positif

Keberagaman adalah fakta dalam kehidupan yang tidak dapat disangkal. Daripada memboroskan energi untuk membanggakan diri lebih baik kita mengembangkan sikap toleransi yang baik demi keutuhan sosial. Camkanlah bahwa tidak ada gunanya menonjolkan diri atau golongan di tengah keberagaman. Hal ini hanya akan menularkan penonjolan yang sama dari diri yang lain atau golongan yang lain. Begitulah akhirnya kehidupan sosial akan diwarnai oleh kompetisi penonjolan diri atau golongan masing-masing. Kompetisi yang maaf rentan sekali menimbulkan sikap tidak baik seperti perang dingin dan bentrokan fisik. Baca lebih lanjut

Keanehan Di Waktu Berbuka

Keanehan Di Waktu Berbuka

Kejadian ini terjadi tepat setahun yang lalu, yaitu ketika ada acara buka puasa bersama. Seperti biasa acaranya didahului oleh ceramah-ceramah seputar puasa di bulan Ramadhan. Nah yang saya ingat salah satu yang disampaikan oleh Pak Ustad itu adalah menyegerakan berbuka. Intinya dia bilang kalau sudah masuk waktunya maka cepat-cepat berbuka jangan ditunda-tunda. Ah ini sih lagu lama ya kan, udah dari kecil dibilangin kayak begini. Jadi ngerasa bosan aja dengerin ceramah Pak Ustad itu. Baca lebih lanjut

Aku dan Dia Yang Absurd

Aku dan Dia Yang Absurd

Ada sebuah Cerita dari orang yang Aku kenal dengan baik. Cerita yang belum selesai. Seolah-olah cerita itu hanyalah keluhan yang dibesar-besarkan. Apa yang sebenarnya terjadi? Entahlah Aku juga tidak mengerti. Dia berkata Itu seperti benturan keras yang rasanya sakit sekali, dan…….. berlangsung lama. Sadar, terbangun, epifani terserah, kata yang pas menurutnya adalah ”Absurd”. ”Yang Absurd” begitulah Sartre menyebutnya, apa itu absurd? tidak masuk akal, tidak sesuai, mustahil apa lagi….putus asa, hampa, kering, hambar atau…I dont know apa pastinya, Tapi begitulah ”Yang Absurd”. Baca lebih lanjut