Kekeliruan Hafiz Firdaus Dalam Memahami Hadis Tsaqalain

Kekeliruan Hafiz Firdaus Dalam Memahami Hadis Tsaqalain

Hadis Tsaqalain memang merupakan hadis yang seringkali dipermasalahkan di sisi Sunni baik dari segi sanad maupun matannya. Sayangnya permasalahan tersebut adalah permasalahan yang dicari-cari, seperti meragukan sanad-sanadnya padahal sanad hadis ini adalah shahih dan mutawatir atau melakukan takwil terhadap maknanya karena khawatir akan menjadi hujjah bagi Syiah, padahal makna hadis itu begitu jelas sehingga penakwilan terhadap maknanya kelihatan sekali dibuat-buat agar tidak menjadi hujjah bagi Syiah. Penakwilan seperti ini yang dilakukan oleh Hafiz Firdaus dalam bukunya “Jawaban Ahlus Sunnah Kepada Syiah Rafidhah Dalam Persoalan Khalifah”. Tulisan Hafiz Firdaus tentang Hadis Tsaqalain dapat anda lihat disini. Baca lebih lanjut

Iklan

Kekeliruan Ali As Salus Yang Mengkritik Hadis Tsaqalain Dalam Sunan Tirmidzi

Hadis Tsaqalain dalam Sunan Tirmidzi yang dikritik oleh Ali As Salus dalam Imamah dan Khilafah adalah yang pertama yaitu

Bercerita kepada kami Nashr bin Abdurrahman Al Kufi dari Zaid bin Hasan Al Anmathi dari Ja’far bin Muhammad dari Ayahnya dari Jabir bin Abdullah, ia berkata’saya melihat Rasulullah SAW pada saat menunaikan ibadah haji pada hari Arafah,Beliau SAW menunggangi untanya al Qashwa dan saya mendengar Beliau SAW berkata”wahai manusia,sesungguhnya Aku meninggalkan sesuatu bagimu yang jika kamu berpedoman kepadanya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya yaitu Kitabullah dan Itrati Ahlul BaitKu”. (Shahih Sunan Tirmidzi no 3786 takhrij Syaikh Al Albani) Baca lebih lanjut

Kekeliruan Ali As Salus Yang Mengkritik Hadis Tsaqalain Dalam Musnad Ahmad

Kekeliruan Ali As Salus Yang Mengkritik Hadis Tsaqalain Dalam Musnad Ahmad

Ali As Salus dalam kitabnya Imamah dan Khilafah telah membicarakan tentang hadis Tsaqalain dan akhir kesimpulannya beliau menyatakan hadis ini adalah dhaif. Beliau mengkritik hadis Tsaqalain yang terdapat dalam Musnad Ahmad dan Sunan Turmudzi, berikut akan dibahas hadis riwayat Ahmad yang beliau kritik. Baca lebih lanjut

Kekeliruan Ibnu Taimiyyah Terhadap Hadis Tsaqalain

Kekeliruan Ibnu Taimiyyah Terhadap Hadis Tsaqalain

Ibnu Taimiyyah dalam kitab Minhaj As Sunnah mengkritik hadis Tsaqalain berikut “… dan ‘ltrah Ahlul Baitku. Karena sesungguhnya keduanya tidak akan pernah berpisah hingga menemuiku di telaga”, Ibnu Taimiyyah berkata

“Sesungguhnya hadis ini diriwayatkan oleh Turmudzi. dan, Ahmad telah ditanya tentang hadis ini, serta tidak hanya seorang dari ahli ilmu yang mendhaifkan hadis ini. Mereka mengatakan bahwa hadis ini tidak sahih.” Baca lebih lanjut

Kekeliruan Ibnu Jauzi Terhadap Hadis Tsaqalain

Kekeliruan Ibnu Jauzi Terhadap Hadis Tsaqalain

Di dalam kitabnya yang berjudul Al-‘llal al-Mutanahiyah fi al-Ahadits al-Wahiyah Ibnu al-Jauzi mendhaifkan hadits Ats Tsaqalain. Ibnul Jauzi mengatakan,

“Hadis ini tidak sahih. Adapun ‘Athiyyah telah didhaifkan oleh Ahmad, Yahya dan selain dari mereka berdua. Adapun tentang Abdullah al-Quddus, Yahya telah mengatakan bahwa dia itu bukan apa-apa dan dia itu seorang rafidhi yang jahat”. Baca lebih lanjut

Kritik Terhadap Distorsi Hadis Tsaqalain

Bahwa Rasulullah SAW bersabda “Wahai manusia sesungguhnya Aku meninggalkan untuk kalian apa yang jika kalian berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat ,Kitab Allah dan Itrati Ahlul BaitKu”.(Hadis riwayat Tirmidzi, Ahmad, Thabrani, Thahawi dan dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albany dalam kitabnya Silsilah Al Hadits Al Shahihah no 1761).

Hadis diatas adalah hadis Tsaqalain, disebut Tsaqalain karena berarti dua peninggalan yang berat, berharga atau dua pusaka. Hadis ini menjelaskan tentang wasiat Rasulullah SAW kepada umatnya agar tidak sesat dengan cara berpegang teguh kepada Al Quran dan Itrati Ahlul Bait Rasul as. dan Kedua hal tersebut yang dimaksud dengan At Tsaqalain atau dua peninggalan yang berharga. Kebanyakan dari umat muslim lebih sering mendengar hadis dengan redaksi yang berbeda yaitu Baca lebih lanjut

Kritik Hadis-hadis Yang Dijadikan Dasar Salafy Dalam Mengharamkan Musik (III).

Hadis Yang Dikatakan Shahih Tetapi Terdapat Keraguan Pada Sanadnya

Diriwayatkan dari Hisyam bin Ammar dengan sanadnya sampai ke Abu Malik Al Asy’ari, bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda “Akan ada dari umatku yang menghalalkan kemaluan(zina), sutera, khamr dan al ma’azif (alat-alat musik). Kemudian sebahagian dari ummatku akan ada yang turun dari gunung. Lalu datang orang yang membawa ternak-ternak mereka dan mendatangi untuk satu keperluan. Mereka berkata, “Datanglah lagi kemari besok.” Maka malam itu Allah menghancurkan mereka, Allah meruntuhkan gunung itu dan merubah sebahagian mereka menjadi kera dan babi hingga hari kiamat.”. (Shahih Bukhari Bab Akan Datang Orang Yang Menghalalkan Khamr dan Menamakan Dengan Bukan Namanya, hadis no 5590). Baca lebih lanjut