Kritik Hadis Dalam Kitab Dalail Baihaqi Yang Dijadikan Hujjah Oleh Salafy

Kritik Hadis Dalam Kitab Dalail Baihaqi Yang Dijadikan Hujjah Oleh Salafy

Ulah oknum salafy itu ternyata tidak hanya mendistorsi riwayat, mereka ternyata tidak segan-segan berhujjah dengan riwayat dhaif yang penting dapat menguatkan mahzabnya dan menyalahkan atau mensesatkan orang lain. Orang itu berhujjah dengan dua hadis dalam kitab Dalail An Nubuwah Baihaqi yang mengatasnamakan Imam Ali. Tulisan ini akan membahas validitas kedua hadis yang dijadikan hujjah oleh oknum salafiyun tersebut.

Hadis Pertama diriwayatkan dalam Dalail An Nubuwwah 7/223

اخبرنا أبو عبد الله الحافظ قال أخبرني أبو بكر محمد بن أحمد المزكي بمرو قال حدثنا عبد الله بن روح المدائني قال حدثنا شبابة بن سوار قال حدثنا شعيب بن ميمون عن حصين بن عبد الرحمن عن الشعبي عن أبي وائل قال قيل لعلي بن أبي طالب رضي الله عنه إلا تستخلف علينا قال ما استخلف رسول الله فاستخلف ولكن إن يرد الله بالناس خيرا فسيجمعهم بعدي على خيرهم كما جمعهم بعد نبيهم على خيرهم

Telah mengabarkan kepada kami Abu Abdullah Al Hafiz yang berkata telah mengabarkan kepadaku Abu Bakar Muhammad bin Ahmad Al Mazki di Marwa yang berkata telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Rauh Al Madaini yang berkata telah menceritakan kepada kami Syababah bin Sawwar yang berkata telah menceritakan kepada kami Syu’aib bin Maimun dari Hushain bin Abdurrahman dari Sya’bi dari Abi’ Wail dia berkata “Ditanyakan kepada Ali bin Abi Thalib RA “Tidakkah engkau memilih pengganti untuk kami?. Beliau menjawab “Rasulullah SAW tidak memilih penggantinya maka kenapa aku harus memilih?. Tetapi jika Allah SWT menginginkan kebaikan untuk manusia, Dia pasti mengumpulkan mereka sepeninggalku di bawah orang yang terbaik dari mereka sebagaimana Allah SWT mengumpulkan mereka sepeninggal Rasul di bawah orang yang terbaik di antara mereka.

Orang itu berhujjah dengan pernyataan dalam kitab Dalail bahwa hadis ini tsabit dari Ali. Pernyataan ini sungguh keliru, hadis ini tidak tsabit dari Ali RA. Hadis ini sanadnya dhaif karena di dalam sanadnya terdapat perawi yang bernama Syu’aib bin Maimun. Biografinya disebutkan dalam At Tahdzib juz 4 no 608 bahwa ia meriwayatkan dari Hushain bin Abdurrahman dan telah meriwayatkan darinya Syababah bin Sawwar dimana Ibnu Hajar berkata

قال أبو حاتم مجهول قلت وكذا قال العجلي وقال البخاري فيه نظر

Abu Hatim berkata “majhul” dan begitu pula yang dikatakan Al Ajli, Bukhari berkata “perlu diteliti lagi hadisnya”.

Ibnu Hibban memasukkan namanya dalam kitabnya tentang perawi dhaif Al Majruhin no 479 dan mengatakan bahwa ia memiliki hadis-hadis mungkar tidak bisa dijadikan hujjah jika menyendiri. Ibnu Hajar dalam At Taqrib 1/420 menyatakan ia dhaif. Jadi bagaimana mungkin hadis ini dikatakan bersanad baik.

Hadis kedua yang dijadikan hujjah juga terdapat dalam kitab Ad Dalail Baihaqi 7/223 yaitu dengan jalan

عن سفيان عن الأسود بن قسيس عن عمرو بن سفيان قال لما ظهر علي رضي الله عنه على الناس يوم الجمل قال أيها الناس إن رسول الله لم يعهد إلينا في هذه الإمارة شيئا حتى رأينا من الرأى أن نستخلف أبا بكر فأقام واستفام حتى مضي لسبيله ثم إن أبا بكر رأى من الرأي أن يستخلف عمر فأقام واستقام حتى ضرب الدين

Dari Sufyan dari Al Aswad bin Qais dari Amru bin Sufyan yang berkata ketika Ali RA menang dalam perang Jamal, Beliau berkata “wahai manusia sesungguhnya Rasulullah SAW tidak menjanjikan kepada kami untuk mendapatkan jabatan ini sama sekali. Kami menganggap bahwa Abu Bakar lah yang pantas menggantikan Beliau SAW dan ternyata ia dapat menjalankannya dengan istiqamah hingga ia wafat. Kemudian Abu Bakar menganggap bahwa Umarlah yang pantas menggantikannya dan ternyata Umar menjalankannya dengan istiqamah hingga beliau dapat menegakkan agama.

Hadis ini kedudukannya dhaif karena Amru bin Sufyan, disebutkan dalam Tahrir At Taqrib 5038 bahwa ia seorang yang majhul hal dan hadis ini tidak tsabit dalam sanadnya. Al Bukhari dalam Tarikh Al Kabir juz 6 no 2565 biografi Amru bin Sufyan menyebutkan tentang hadis ini dimana beliau membawakan dua buah sanad dimana Amru bin Ali meriwayatkan hadis ini dari Ayahnya dari Ali. Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak mendengar hadis tersebut dari Ali, jadi riwayatnya mursal. Syaikh Ahmad Syakir dalam Syarh Musnad Ahmad hadis no 1255 juga menyatakan bahwa hadis Amru bin Sufyan dari Ali adalah mursal. Keterangan ini menunjukkan bahwa sanad hadis ini dhaif munqathi’ (terputus) dan tidak layak dijadikan hujjah.

Tanbih : Begitulah oknum salafiyun yang seenaknya berhujjah dengan riwayat dhaif asalkan riwayat itu bisa mendukung keyakinan mahzabnya atau asalkan itu bisa dijadikan hujjah untuk mensesatkan orang lain. Alangkah lucunya tingkah seperti itu, dan sebagai hadiah penutup mari perhatikan kutipan hadis pertama

كما جمعهم بعد نبيهم على خيرهم

sebagaimana Allah telah memilih pemimpin terbaik setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dari orang yang terbaik diantara mereka”.

Lucunya sekarang oknum salafiyun itu malah berhujjah dengan terjemahan “setelah Rasul SAW” yang berarti itu pemimpin tepat setelah Rasul SAW wafat tetapi anehnya di hadis Rasulullah SAW yang shahih dimana beliau berkata “Ali pemimpin setiap mukmin setelahKu”, ia mencari-cari dalih bahwa perkataan itu bukan berarti setelah Rasul SAW wafat. Padahal redaksi hadisnya sama saja, ya begitulah tingkah lucu oknum salafiyun yang sok berhujjah dengan hadis tetapi tidak memahami dengan baik. Sepertinya semua hadis harus disesuaikan dengan isi kepalanya sehingga teks-teks hadis harus menuruti keyakinan yang ada dalam pikirannya. Yang membuat ini jadi tambah lucu adalah ia berdalih kalau tingkahnya itu sesuai konteks dan asbabul wurud, dalih yang benar-benar palsu sepertinya ia pun tidak memahami apa itu konteks dan apa itu asbabul wurud. Apa jadinya kalau angan-angan dan asumsi dengan seenaknya dibilang konteks asbabul wurud?. Sudah pasti kacau dan begitu sombongnya ia dengan kekacauannya sehingga mudah sekali mensesatkan orang lain.

Salam Damai

12 Tanggapan

  1. Salam

    Sepertinya semua hadis harus disesuaikan dengan isi kepalanya sehingga teks-teks hadis harus menuruti keyakinan yang ada dalam pikirannya

    Wahabi al Nashibi otaknya didengkul kali ya..?? :mrgreen:

    wassalam

  2. @SP

    Dari Sufyan dari Al Aswad bin Qais dari Amru bin Sufyan yang berkata ketika Ali RA menang dalam perang Jamal, Beliau berkata “wahai manusia sesungguhnya Rasulullah SAW tidak menjanjikan kepada kami untuk mendapatkan jabatan ini sama sekali. Kami menganggap bahwa Abu Bakar lah yang pantas menggantikan Beliau SAW dan ternyata ia dapat menjalankannya dengan istiqamah hingga ia wafat. Kemudian Abu Bakar menganggap bahwa Umarlah yang pantas menggantikannya dan ternyata Umar menjalankannya dengan istiqamah hingga beliau dapat menegakkan agama.

    Wah, apakah mas menyangka bahwa mrk yg membawakan hujjah ini menafsirkan bahwa Imam Ali telah mengakui Abubakar dan Umar adalah pantas menjadi khalifah pengganti Nabi saw, dan bukan Imam Ali as?
    Ho ho ho…keliru mas. Jangan menafsirkan secara tekstual dong! Lihat konteks dan asbabul riwayatnya🙂

    Salam

  3. Yah begitulah oknum Salafy, karena kesombongannya maka otaknya tumpul dan tidak mau menghargai pendapat orang lain, walaupun sudah sangat jelas akan kebenarannya. Ah dasar Salafy, sudah lama belajar membaca dan mengaji, namun tak mengerti…. Salafy Salafy, gimana sih jadi orang…. :mrgreen:

    Wassalam…

  4. “Emang Gua pikirin kalau Hadits itu Dhaif yang penting sesuai
    dengan ajaran manhaj gua,……”

    Saya cuma sedang ber-empati,…Hmmmm….

  5. Orang yang baru masuk ato mengenal salafiyun ia merasa Islamnya benar, namun semakin lama mendalami salafy justru semakin jauh dari Islam dan yang di bela bukan lagi Agama Islamnya melaenkan sudah menjadi pembela kelompoknya.
    ingat, semua teroris bermanhaj sallafiyun wa Wahabiers
    Salam Damai

  6. Mana nih salafiers, koq ga muncul? Lg ke laut dan ga balik2x yah?

  7. lagi pada nunggu fatwa kalee… kan nggak bisa berpikir sendiri….. kan syarat utk ikut salafiers harus melepaskan otaknya dulu….😀

  8. Sorry ye lg sibuk, jadi baru sekarang ngejawabnya🙂

    Sebenarnya dua riwayat di atas adalah penguat saja untuk hadits shahih Bukhari yang menceritakan tentang Imam Ali dan Al-Abbas di saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjelang wafat.. riwayat dari shahih Bukhari itu saja sebenarnya sudah lebih dari cukup sebagai hujjah yang kuat.

    Tetapi baik saya akan sebutkan hadits-hadits penguat yang lain untuk 2 hadits dari Dalail di atas, ini baru saya eksplore dari Musnad Imam Ahmad aja lho belum dari yang lain.

    Untuk hadits yang pertama memang sanadnya dhaif tetapi banyak riwayat2 lain yang semakna dengan hadits di atas dimana Imam Ali tidak mau memilih pengganti beliau karena menurut beliau Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pun demikian juga adanya.

    1078 – حدثنا عبد الله حدثني أبى ثنا وكيع ثنا الأعمش عن سالم بن أبي الجعد عن عبد الله بن سبع قال سمعت عليا رضي الله عنه يقول : لتخضبن هذه من هذا فما ينتظر بي الأشقى قالوا يا أمير المؤمنين فأخبرنا به نبير عترته قال إذا تالله تقتلون بي غير قاتلي قالوا فاستخلف علينا قال لا ولكن أترككم إلى ما ترككم إليه رسول الله صلى الله عليه وسلم قالوا فما تقول لربك إذا أتيته وقال وكيع مرة إذا لقيته قال أقول اللهم تركتني فيهم ما بدا لك ثم قبضتني إليك وأنت فيهم فإن شئت أصلحتهم وإن شئت أفسدتهم

    تعليق شعيب الأرنؤوط : حسن لغيره وهذا إسناد ضعيف

    Ringkasnya ketika Imam Ali sudah mendekati ajal beliau karena diserang oleh Ibnu Muljam, pengikutnya meminta beliau menunjuk pengganti beliau, beliau menjawab : لا ولكن أترككم إلى ما ترككم إليه رسول الله صلى الله عليه و سلم “tidak, akan tetapi saya akan meninggalkan kalian sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam meninggalkan kalian” (Musnad Imam Ahmad 1/130 No hadits 1078) Syaikh Syu’aib Al-Arnau’uth mengatakan sanad hadits ini dhaif tetapi kedudukan hadits ini hasan lighairihi. Hal ini dipahami berarti ada riwayat-riwayat penguat yang lain, yang matannya semakna contohnya yang ini :

    1339 – حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا أسود بن عامر أنبأنا أبو بكر عن الأعمش عن سلمة بن كهيل عن عبد الله بن سبع قال خطبنا على رضي الله عنه فقال : والذي فلق الحبة وبرأ النسمة لتخضبن هذه من هذه قال قال الناس فأعلمنا من هو والله لنبيرن عترته قال أنشدكم بالله ان يقتل غير قاتلي قالوا أن كنت قد علمت ذلك استخلف إذا قال لا ولكن أكلكم إلى ما وكلكم إليه رسول الله صلى الله عليه وسلم

    تعليق شعيب الأرنؤوط : إسناده ضعيف

    kemudian untuk hadits yang kedua yang terdapat rawi Amru bin Syufyan di dalam nya, SP mengatakan :

    Syaikh Ahmad Syakir dalam Syarh Musnad Ahmad hadis no 1255 juga menyatakan bahwa hadis Amru bin Sufyan dari Ali adalah mursal

    Memang hadits tersebut dhaif tetapi terdapat beberapa riwayat penguat sehingga Syaikh Syu’aib Al-Arnau’uth mengatakan kedudukan hadits no. 1255 tersebut شعيب الأرنؤوط : حسن لغيره وهذا إسناد ضعيف Hasan Lighairihi.

    Terdapat dalam Musnad Imam Ahmad beberapa hadits dari Imam Ali yang semakna dengan hadits di atas dengan sanad yang Hasan sebagaimana ta’liq dari Syaikh Syu’aib Al-Arnau’uth :

    1055 – حدثنا عبد الله حدثني سريج بن يونس ثنا مروان الفزاري أخبرنا عبد الملك بن سلع عن عبد خير قال سمعته يقول قام على رضي الله عنه على المنبر فذكر رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : قبض رسول الله صلى الله عليه وسلم واستخلف أبو بكر رضي الله عنه فعمل بعمله وسار بسيرته حتى قبضه الله عز وجل على ذلك ثم أستخلف عمر رضي الله عنه على ذلك فعمل بعملهما وسار بسيرتهما حتى قبضه الله عز وجل على ذلك

    تعليق شعيب الأرنؤوط : إسناده حسن

    Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepadaku Suraij bin Yunus telah menceritakan kepada kami Marwan Al-Fajariy telah mengabarkan kepada kami Abdul Malik bin Sala’ dari Abdu Khair telah berkata saya mendengarnya dia berkata “Ali ra berdiri di atas mimbar kemudian menyebut Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam kemudian berkata Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam wafat dan digantikan oleh Abu Bakar ra yang dia beramal sama seperti amal beliau (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam) dan berprilaku sama seperti prilaku beliau sampai Allah Azza wa Jalla memanggilnya dalam keadaan demikian. Kemudian digantikan Umar dalam keadaan demikian juga, dia beramal sama seperti amal keduanya (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar ra) dan berperilaku sama seperti perilaku keduanya sampai Allah Azza wa Jalla memanggilnya dalam keadaan demikian.” (Musnad Ahmad 1/128 No. Hadits 1055) Syaikh Syu’aib Al-Arnau’uth mengatakan sanad hadits ini Hasan.

    demikian juga yang ini :

    1059 – حدثنا عبد الله ثنا أبو بكر بن أبي شيبة ثنا بن نمير عن عبد الملك بن سلع عن عبد خير قال سمعت عليا رضي الله عنه يقول : قبض الله نبيه صلى الله عليه وسلم على خير ما قبض عليه نبي من الأنبياء عليهم السلام ثم استخلف أبو بكر رضي الله عنه فعمل بعمل رسول الله صلى الله عليه وسلم وسنة نبيه وعمر رضي الله عنه كذلك

    تعليق شعيب الأرنؤوط : إسناده حسن

    Maka jelaslah kedudukan hadits-hadits di atas terangkat menjadi hasan lighairihi sebagaimana ta’liq dari Syaikh Syu’aib Al-Arnau’uth Rahimahullah.

    Sehingga kita tahu bagaimana sikap Imam Ali yang sebenarnya mengenai persoalan khilafah dan penilaian beliau terhadap Abu Bakar dan Umar ra yang ternyata jauh sekali dari apa yang dikatakan oleh kaum Syi’ah:mrgreen:

    Lucunya sekarang oknum salafiyun itu malah berhujjah dengan terjemahan “setelah Rasul SAW” yang berarti itu pemimpin tepat setelah Rasul SAW wafat tetapi anehnya di hadis Rasulullah SAW yang shahih dimana beliau berkata “Ali pemimpin setiap mukmin setelahKu”, ia mencari-cari dalih bahwa perkataan itu bukan berarti setelah Rasul SAW wafat.

    Hahaha.. lha wong konteksnya aja jelas beda, kok maksa minta disamakan dalam memahaminya… lucu-lucu😆

    Apa jadinya kalau angan-angan dan asumsi dengan seenaknya dibilang konteks asbabul wurud?. Sudah pasti kacau dan begitu sombongnya ia dengan kekacauannya sehingga mudah sekali mensesatkan orang lain.

    Silahkan ngedumel Mas… saya cukup berempati kok..:mrgreen:

  9. @antirafidhah

    Sebenarnya dua riwayat di atas adalah penguat saja untuk hadits shahih Bukhari yang menceritakan tentang Imam Ali dan Al-Abbas di saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjelang wafat.. riwayat dari shahih Bukhari itu saja sebenarnya sudah lebih dari cukup sebagai hujjah yang kuat.

    maaf ya, riwayat Shahih Bukhari gak ada kok bicara soal kepemimpinan:mrgreen:

    Memang hadits tersebut dhaif tetapi terdapat beberapa riwayat penguat sehingga Syaikh Syu’aib Al-Arnau’uth mengatakan kedudukan hadits no. 1255 tersebut شعيب الأرنؤوط : حسن لغيره وهذا إسناد ضعيف Hasan Lighairihi.

    riwayat penguat yang mana Mas, kalau lafaznya berbeda artinya ya bisa berbeda juga. Jadi silakan ditampilkan riwayat penguatnya. btw riwayat Ahmad yang anda bawa kan lafaznya begini

    tidak, akan tetapi saya akan meninggalkan kalian sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam meninggalkan kalian”

    Rasulullah SAW telah meninggalkan kepada umat yaitu khalifah (pengganti) Beliau SAW adalah Ahlul Bait. Ketika Imam Ali wafat Ahlul Bait masih ada yaitu Imam Hasan dan Imam Husain🙂

    Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepadaku Suraij bin Yunus telah menceritakan kepada kami Marwan Al-Fajariy telah mengabarkan kepada kami Abdul Malik bin Sala’ dari Abdu Khair telah berkata saya mendengarnya dia berkata “Ali ra berdiri di atas mimbar kemudian menyebut Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam kemudian berkata Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam wafat dan digantikan oleh Abu Bakar ra yang dia beramal sama seperti amal beliau (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam) dan berprilaku sama seperti prilaku beliau sampai Allah Azza wa Jalla memanggilnya dalam keadaan demikian. Kemudian digantikan Umar dalam keadaan demikian juga, dia beramal sama seperti amal keduanya (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar ra) dan berperilaku sama seperti perilaku keduanya sampai Allah Azza wa Jalla memanggilnya dalam keadaan demikian.” (Musnad Ahmad 1/128 No. Hadits 1055) Syaikh Syu’aib Al-Arnau’uth mengatakan sanad hadits ini Hasan.

    Jelas sekali gak ada perihal Imam Ali menolak adanya wasiat kepemimpinan Rasul SAW dalam hadis di atas dan juga tidak ada keterangan Imam Ali mengakui kepemimpinan Abu Bakar dan Umar dalam hadis di atas, berhujjah itu yang sinkronlah🙂

    Maka jelaslah kedudukan hadits-hadits di atas terangkat menjadi hasan lighairihi sebagaimana ta’liq dari Syaikh Syu’aib Al-Arnau’uth Rahimahullah.

    Ah ngasal doang, bagian mana yang terangkat?. Jelas hadis-hadis tersebut memiliki lafaz yang berbeda dan ternyata artinya juga tidak sama, mana bisa dikatakan saling menguatkan. btw kedua hadis yang anda bawakan teks arabnya itu di dalam sanadnya terdapat Abdul Malik bin Sal’ tidak ada yang menyatakan ta’dilnya kecuali Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat dimana Ibnu Hibban malah berkata “yukhti’u (sering salah)”. Apa menurut anda ia bisa dijadikan hujjah?:mrgreen:

    Sehingga kita tahu bagaimana sikap Imam Ali yang sebenarnya mengenai persoalan khilafah dan penilaian beliau terhadap Abu Bakar dan Umar ra yang ternyata jauh sekali dari apa yang dikatakan oleh kaum Syi’ah

    terbukti dalam hadis shahih kalau Imam Ali mengakui kekhalifahannya🙂 , mengenai sikap Imam Ali, Beliau adalah manusia yang mulia dan bersikap baik kepada siapapun bahkan kepada khalifah Abu Bakar dan Umar walaupun kedua khalifah ini telah berprilaku tidak baik kepada Ahlul Bait Nabi SAW.

    Hahaha.. lha wong konteksnya aja jelas beda, kok maksa minta disamakan dalam memahaminya… lucu-lucu

    ho ho silakan teruskan berkhayal:mrgreen:
    btw ngomong2 bagaimana dengan hadis shahih bahwa kedua khalifah Abu Bakar dan Umar melarang haji tamattu’ yang jelas-jelas bertentangan dengan sunnah Rasul SAW. Masa’ sih Imam Ali mengakui kalau hal ini sesuai dengan amal perbuatan Rasulullah SAW, kayaknya mustahil, nah bagaimana penjelasan anda?:mrgreen:

  10. Semua omongannya sudah kembali kepada dirinya sendiri……. wuakakakak…

    Bener juga orang bilang, Sungguh bukan mata yang buta tetapi hatilah yang buta.. wuakakakak…

  11. @imem
    yah menggerutu lagi, diskusi yang benar aja dong sekali-sekali. silakan bawa lagi aja hadis-hadis dhaifnya daripada ketawa-ketawa:mrgreen:

  12. SP said: “Lucunya sekarang oknum salafiyun itu malah berhujjah dengan terjemahan “setelah Rasul SAW” yang berarti itu pemimpin tepat setelah Rasul SAW wafat tetapi anehnya di hadis Rasulullah SAW yang shahih dimana beliau berkata “Ali pemimpin setiap mukmin setelahKu”, ia mencari-cari dalih bahwa perkataan itu bukan berarti setelah Rasul SAW wafat.”

    Yg buta itu adl org yg berdalil dgn data yg lemah & menolak data yg valid.!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: