Diam-diam Depresi Sampai Mati

Diam-diam Ternyata Depresi Hingga Mati Diam-diam

Bangun tidur, mandi terus ke kampus dan ngobrol-ngobrol dengen temen tentang apa aja dari yang paling basi sampai yang paling serius. Gak ada kerjaan jadinya Ngenet. Lama………selesai Ngenet terus pulang. Sampai dirumah masuk kamar, Baca buku alias belajar sampai bosan, terus merenung memikirkan banyak hal. Malamnya susah tidur dan dengan terpaksa belajar lagi sampai bosan sendiri. Kadang bisa tidur kalau udah terlalu larut, kadang terus-terusan sampai subuh baru tidur. Terus bangun lagi dan begitulah ritual sehari-hari ini terus berulang.

Biasa saja kan tapi yang mengalaminya ngerasa dak enak.

Bosan mungkin. Merasa dak jelas apa artinya

Hampa, kering dan hambar rasanya cuma bisa pasrah

Diam-diam tertekan semakin lama semakin besar. Huh tapi luarnya tertawa-tawa di depan orang lain.

Senyum sendirian melihat alur perjalanan ini seraya berkata “beginilah sampai mati”.

Melihat ke belakang “seperti ada yang tertinggal”

Melihat ke depan “bosan dengan akhir cerita seperti itu”

Melihat ke sekitar “Jalani saja apa adanya dan seharusnya”

Menutup Mata “ternyata sudah mati, mati diam-diam”

Kenapa tidak adil? kenapa peran ini harus dimainkan

Tidak ingin mati seperti ini, mati separuh. Aneh, Kenapa tidak sekalian semua?

Ada yang salah kah? Tidak tahan kalau terus-terusan

Tapi tetap saja, mau teriak seperti apa juga semuanya tetap seperti ini.

Baik, baik. Tahan, ya terus tahan. Tapi tolong jawab satu saja

Tolong Jawab kapan berakhir?