Hadis Abu Hurairah Yang Tidak Pernah Lupa? Dilema Para Nashibi

Anomali Hadis Abu Hurairah Yang Tidak Pernah Lupa? Dilema Para Nashibi

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul Apakah Abu Hurairah Pernah Lupa? Anomali Hadis Abu Hurairah. Kami melanjutkan pembahasan tentang ini setelah kami melihat betapa lucunya para nashibi yang “kebingungan” menanggapi tulisan kami. Kami katakan lucu karena para nashibi itu berdalih bahwa dalam hadis Abu Hurairah tidak ada keterangan yang menyebutkan Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] mengatakan Abu Hurairah tidak akan lupa. Jadi menurut para nashibi itu hadis Abu Hurairah hanya menunjukkan ingatan Abu Hurairah yang kuat tetapi tetap saja bisa lupa. Komentar para nashibi itu dapat para pembaca lihat disini http://islamic-forum.net/index.php?showtopic=15121

.

حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي الْفُدَيْكِ عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي سَمِعْتُ مِنْكَ حَدِيثًا كَثِيرًا فَأَنْسَاهُ قَالَ ابْسُطْ رِدَاءَكَ فَبَسَطْتُ فَغَرَفَ بِيَدِهِ فِيهِ ثُمَّ قَالَ ضُمَّهُ فَضَمَمْتُهُ فَمَا نَسِيتُ حَدِيثًا بَعْدُ

Telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Mundzir yang berkata telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Fudaik dari Ibnu Abi Dziib dari Al Maqburiy dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu yang berkata aku berkata “wahai Rasulullah aku telah mendengar darimu banyak hadis tetapi aku lupa, Rasulullah berkata “hamparkan selendangmu” maka aku menghamparkan kemudian Beliau menciduk sesuatu dengan tangannya dan berkata “ambillah” aku mengambilnya. Maka setelah itu aku tidak pernah lupa soal hadis [Shahih Bukhari 4/208 no 3648]

Sepertinya para nashibi itu bukan ahlussunnah karena mereka tidak akrab dengan kitab kitab ahlus sunnah. Lihat saja perkataan mereka tentang hadis Abu Hurairah menunjukkan bahwa mereka tidak membaca hadis tersebut dari kitab hadis Ahlus sunnah. Hadis Abu Hurairah yang menyatakan ia tidak pernah lupa disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dengan lafaz yang jelas dari Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] yaitu “tidak akan lupa”. Berikut hadis yang dimaksud dalam Shahih Muslim

حدثنا قتيبة بن سعيد وأبو بكر بن أبي شيبة وزهير بن حرب جميعا عن سفيان قال زهير حدثنا سفيان بن عيينة عن الزهري عن الأعرج قال سمعت أبا هريرة يقول إنكم تزعمون أن أبا هريرة يكثر الحديث عن رسول الله صلى الله عليه و سلم والله الموعد كنت رجلا مسكينا أخدم رسول الله صلى الله عليه و سلم على ملء بطني وكان المهاجرون يشغلهم الصفق بالأسواق وكانت الأنصار يشغلهم القيام على أموالهم فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم من يبسط ثوبه فلن ينسى شيئا سمعه مني فبسطت ثوبي حتى قضى حديثه ثم ضممته إلي فما نسيت شيئا سمعته منه

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id, Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Zuhair bin Harb semuanya dari Sufyan [Zuhair berkata] telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Zuhriy dari Al A’raj yang berkata aku mendengar Abu Hurairah berkata sesungguhnya kalian mengira bahwa Abu Hurairah sangat banyak meriwayatkan hadis dari Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] dan Allah Maha memenuhi Janji. Aku dahulu adalah orang miskin yang menyertai Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] demi makanan untuk mengisi perutku. Sedangkan orang-orang Muhajirin disibukkan oleh perniagaan mereka di pasar pasar dan orang orang Anshar disibukkan dengan harta harta mereka. Kemudian Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] bersabda “barang siapa yang membentangkan pakaiannya maka ia tidak akan lupa sedikitpun apa yang ia dengar dariku”. Maka aku pun membantangkan pakaianku hingga Beliau selesai bersabda kemudian aku tangkupkan pada diriku, sejak itu aku tidak pernah lupa sedikitpun apa yang aku dengar dari Beliau [Shahih Muslim 4/1939 no 2492]

.

.

Maka betapa anehnya orang yang menyebut dirinya “tripoly sunni” dimana ia berkata Exactly, In the Hadith itself the Prophet SAWS does not tell Abu Huraira (ra) “You will never forget” unless there is another Hadith I am not aware of, Abu Huraira (ra) told the Prophet SAWS that he narrated a lot and that he’s having a problem as he forgets some of the narrations, so the Prophet SAWS made Du’ah for him just like he made Du’ah for many of the companions and just like he made Du’ah to the whole nation several times, Abu Huraira (ra) himself admits that the Du’ah helped him a lot and he said “I never forgot a Hadith since”, yet again he was not infallible nor is he above Human nature and sooner or later he forgot.

Lucu sekali bukan. Sepertinya tripoly sunni ini membaca hadis tersebut tetapi ia mengatakan bahwa Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] tidak berkata kepada Abu Hurairah “kamu tidak akan lupa”. Silakan para pembaca lihat hadis Shahih Muslim di atas sangat jelas kalau Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] mengatakannya. Itulah hadis yang dibawakan oleh Abu Hurairah tentang dirinya.

Perhatikan komentar aneh dari tripoly sunni yang terakhir yet again he was not infallible nor is he above Human nature and sooner or later he forgot. Aneh sekali kalau ada ahlu sunnah yang mengaitkan kema’shuman dengan lupa, seolah olah ia ingin mengatakan hanya seorang ma’shum yang tidak bisa lupa. Sungguh menggelikan padahal di sisi ahlu sunnah Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] adalah ma’shum tetapi tetap dikatakan “bisa lupa”. Jelas kema’shuman yang diyakini triploy sunni ini bukan kema’shuman versi ahlu sunnah. Nah kalau bukan ahlu sunnah maka siapakah tripoly sunni ini?

Komentar lucu lain muncul dari seorang yang menyebut dirinya “abdaal” ia berkata True. If Prophets (as) can forget due to inertia, how can we expect Abu Huraira (ra) to be excused from this weakness ?. Kami jadi ingin tahu bagaimana respon orang ini setelah ia melihat hadis Shahih Muslim di atas. Mungkinkah ia akan menuduh Abu Hurairah berdusta ketika Abu Hurairah mengatakan Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] mendoakannya tidak akan lupa.

Ada lagi orang yang menyebut dirinya “sword of sunnah” ia membuat dalih menggelikan dengan berkata when could abu huriara(ra) have made this statement? I mean how much time after the dua of Prophet(saw)?. Lets assume 5 years , soi he might have not forgotten any narration for 5 years, thats not impossible. But yes could have forgotten, later..(years after he made this statement).

Apa orang ini akan mengatakan hal yang sama terhadap perkataan Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] di atas?. Bagaimana jadinya jika perkataan Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] “tidak akan lupa” dikatakan hanya berlaku beberapa tahun saja, sedangkan untuk berikutnya setelah itu Abu Hurairah bisa lupa?. Ini namanya “ngibul”. Apa ada perkataan Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] yang berlaku sampai saat tertentu saja tidak untuk seterusnya. Heh sepertinya orang yang menyebut dirinya “sword of sunnah” itu berbicara sesuka hatinya.

.

.

Yah begitulah akibatnya jika asal berkomentar tanpa meneliti hadisnya terlebih dahulu. Hobi mereka ini memang cuma membantah apa saja yang menjadi hujjah dari orang yang mereka tuduh syiah. Pokoknya apapun yang syiah [orang yang mereka tuduh syiah] tulis harus dibantah bahkan dengan dalih konyol menggelikan. Fenomena apakah itu?. Tidak lain itu penyakit akibat virus nashibi model baru. Kami menyebutnya “Neonashibi”.

Nashibi zaman dulu hobinya mencaci ahlul bait terutama Imam Ali tetapi nashibi zaman sekarang hobinya mengurangi keutamaan ahlul bait, menjauhkan orang dari berpegang teguh pada ahlul bait serta menebar kebencian kepada setiap orang yang mereka anggap sebagai Syiah. Bahkan orang yang bukan syiah tetapi mencintai Ahlul Bait akan mereka tuduh syiah sehingga makin lama orang-orang menjadi takut untuk mencintai dan membela Ahlul Bait karena akan dituduh syiah.

Nashibi model baru ini adalah bentuk mutasi nashibi lama karena nashibi lama yang terang terangan mencaci ahlul bait akan dimusuhi oleh mayoritas umat islam maka untuk mempertahankan diri, mereka beradaptasi dengan berpura-pura mencintai ahlul bait tetapi sedikit demi sedikit mengurangi keutamaan ahlul bait [sampai ke taraf biasa] dan sedikit demi sedikit membela kezaliman terhadap ahlul bait dengan dalih membela sahabat atau ijtihad. Semoga Allah SWT melindungi kita dari mereka dan penyakit yang mereka derita. Salam Damai

27 Tanggapan

  1. Ternyata Sp ini tidak faham bahasa arab dan tidak melihat kepada penggunaan balaghah

    Apabila dibuktikan Abu Huraira pernah lupa maka dah tentu pernyataan ‘tidak akan lupa’ tidak diambil secara literal

    Masalahnya, penyakit bencikan Abu Huraira dan mencari-cari aib sahabah itu makanan SP

  2. @Karim

    maaf sepertinya anda tidak paham bahasa manusia. Kalau ada orang dikatakan “tidak akan lupa” kemudian pada akhirnya ia lupa maka perkataan “tidak akan lupa” sudah jadi pernyataan salah. Itulah bahasa manusia yang punya akal pikiran. Kasusnya sama seperti ini, misal anda sangat sering mencuri kemudian anda bertobat dan berjanji kepada Allah SWT “saya tidak akan mencuri lagi”. Tetapi besoknya eh anda mencuri lagi. Apa anda mau basa basi berdalih “maksud saya itu bukan berarti saya tidak akan mencuri lagi pernyataan itu tidak boleh diambil secara literal”. Ini kan akal-akalan para pendosa. Jadi maaf saja apanya yang gak bisa bahasa arab, memangnya di dunia ini cuma anda dan para nashibi yang bisa bahasa arab, wah wah pintar sekali kalian ya

    Dan maaf ini gak ada kaitan dengan benci Abu Hurairah. Silakan anda pikirkan dengan baik, apa ketika saya menyatakan Abu Hurairah lupa atau tersilap dalam hadis yang ia riwayatkan maka anda menuduh saya membenci Abu Hurairah. Jelas bagi saya bahwa dalam hati anda, anda menganggap Abu Hurairah itu ma’shum. Lucu ya teman teman nashibi anda itu mau bilang apa sekarang:mrgreen:

  3. maklum lah para nashibi kalo lagi linglung (karena bingung jikalau dia menyingkirkan hadis ttg abu hurairoh pelupa waahh celaka itu hadis dari ksatria hadist sunu buhori muslim…eeeh atau mau mengatakan ternyata abu hurairoh setelah di doakan Nabi Saw ngga akan pernah lupa ..eeh kok masih bisa lupa pula dia..pelecehan pula jadinya pada sosok Nabi Saw yg justeru sdh mendoakan tetapi doanya ndak terkabull…).. hah.. nasibi…nashibi…kalian ini pantas disebut si pendekar yg banyak berdalih …putar-putar omongan tetapi semakin kacau lah argumentasinya…lucu kayak wayang pelawak

  4. Masih lumayan apabila abu Hurairah lupa atas Hadits.
    Yang repot kalau abu Hurairah lupa, apakah kata2 itu berasal dari Rasulullah SAW atau dai Ka’ab al Akhbar

  5. Itulah kalau anda menganut mazhab zahiri, memang akan faham seperti itu
    Dalam satu hadith dikatakan , ‘ tidak akan lupa’ dalam satu hadith lain ternyata dia memang lupa. Maknanya pernyataan pertama tidak boleh diambil secara literal atau bulat-bulat

    Maka dengan ini kita dapat meraikan kedua-dua hadith

    Dalam kes yang anda bagi itu tidak tepat, sebab dia katakan ‘tidak akan mencuri lagi LAGI’, sedangkan dalam kes Abu Huraira tidakpun dikatakan, ‘tidak akan lupa lagi’

    Kalaupun ia sahih, maka ternyata pencuri itu telah berdusta

    Nah! Bukankah anda tidak menyakini Abu Huraira tidak berdusta dalam hal ini?? Bukankah anda tidak membenci Abu Huraira??

    Anda katakan mereka neonasibi, saya katakan anda neosyiah

    Anda takut mengaku syiah kerana takut hendak mempertahankan riwayat-riwayat syiah

    Jadi anda mengaku pencinta ahlul bait dan kononnya menggunakan hadith sunni

    Kononnya anda ingin mengkritik sahabah untuk buktikan mereka tidak maksum tapi hakikatnya anda ingin menjatuhkan kesemua sahabah dan akhirnya tinggallah ahlul bait sebagai ikutan.

    Golongan anda ini memang pandai taqiyahnya

    Apakah sumber ikutan fiqh anda? Dari kitab sunnah atau syiah?

  6. @Karim

    Itulah kalau anda menganut mazhab zahiri, memang akan faham seperti itu
    Dalam satu hadith dikatakan , ‘ tidak akan lupa’ dalam satu hadith lain ternyata dia memang lupa. Maknanya pernyataan pertama tidak boleh diambil secara literal atau bulat-bulat

    Heh begitu tuh pada akhirnya orang yang tidak bisa berpikir baik-baik. Ia akan selalu mencari sejuta alasan untuk membenarkan dirinya. Sudah jelas bahwa anda tidak paham logika yang benar. Kedua pernyataan itu kontradiktif satu sama lain. Jika pernyataan “tidak akan lupa” benar maka ia tidak akan lupa tetapi jika pernyataan itu salah maka ia suatu saat akan lupa. Ini logika sederhana dan dibenarkan oleh semua manusia yang berakal. Hanya saja ketika logika sederhana ini menyudutkan sahabat Nabi maka orang seperti anda yang ghuluw terhadap sahabat menjungkirbalikkan logika manusia menjadi logika ngawur ala nashibi. Silakan ambil logika ngawur itu buat anda sendiri. Kalau anda mau berdiskusi maka yang menjadi standar atau patokan dalam berhujjah adalah logika yang benar bukannya waham atau persepsi pribadi anda

    Maka dengan ini kita dapat meraikan kedua-dua hadith

    Menghayal nih, untuk orang seperti anda maka tidak ada yang namanya hadis bertentangan semua hadis bertentangan bisa dijungkirbalikkan sehingga tidak bertentangan menurut anda. Misalnya ada hadis yang menyatakan Dajjal buta mata kanannya kemudian ada hadis Dajjal buta mata kirinya maka anda akan berkata keduanya benar, kedua matanya buta atau khusus untuk Dajjal kanan sama saja dengan kiri. Alangkah lucunya

    Dalam kes yang anda bagi itu tidak tepat, sebab dia katakan ‘tidak akan mencuri lagi LAGI’, sedangkan dalam kes Abu Huraira tidakpun dikatakan, ‘tidak akan lupa lagi’

    Lho apa anda gak baca hadis hadisnya, makanya sebelum ngomel baca berbagai hadis Abu Hurairah soal itu. Bahkan dalam hadis shahih Bukhari terdapat lafaz “selamanya”. Artinya Abu Hurairah itu tidak akan lupa lagi. Lagipula orang yang paham bahasa arab gak akan berkomentar seperti anda. Anda termasuk orang aneh yang membedakan lafaz “tidak akan lupa” dan lafaz “tidak akan lupa lagi” padahal kedua lafaz itu konsekuensinya sama yaitu untuk setelahnya orang yang dimaksud tidak akan lupa.

    Kalaupun ia sahih, maka ternyata pencuri itu telah berdusta
    Nah! Bukankah anda tidak menyakini Abu Huraira tidak berdusta dalam hal ini?? Bukankah anda tidak membenci Abu Huraira??

    Apa anda tidak bisa baca tulisan saya dengan baik. Pada pembahasan yang pertama saya sudah menyampaikan pandangan saya bahwa Abu Hurairah lupa atau salah dalam meriwayatkan hadis tersebut. Jadi jangan sok asal jawab seenaknya, baca dulu apa yang saya tulis dengan baik. Silakan baca kembali

    Anda katakan mereka neonasibi, saya katakan anda neosyiah
    Anda takut mengaku syiah kerana takut hendak mempertahankan riwayat-riwayat syiah

    Anda ini gak penting banget ya, saya sudah katakan saya bukan syiah eh anda gak terima dan berkeras menuduh saya syiah. Nah orang seperti anda lebih pantas dikatakan nashibi. Anda mau terima atau tidak itu urusan anda. Tuduhan terhadap anda dan mereka adalah karena ulah anda dan mereka sendiri yang suka menuduh orang lain. Waham anda terhadp saya gak berpengaruh sedikitpun bagi saya karena saya berlepas diri dari tuduhan anda.

    Jadi anda mengaku pencinta ahlul bait dan kononnya menggunakan hadith sunni

    So what gitu loh, Cuma nashibi yang keberatan dengan hal itu

    Kononnya anda ingin mengkritik sahabah untuk buktikan mereka tidak maksum tapi hakikatnya anda ingin menjatuhkan kesemua sahabah dan akhirnya tinggallah ahlul bait sebagai ikutan.

    Itu kan hakikat dalam pikiran kotor anda. Mana buktinya saya menjatuhkan semua sahabat. Jangan asal bicara bung.

    Golongan anda ini memang pandai taqiyahnya

    Maaf justru golongan anda yang pandai taqiyahnya. Ngaku ngaku ahlus sunnah yang mencintai ahlul bait padahal nashibi yang membenci ahlul bait.

    Apakah sumber ikutan fiqh anda? Dari kitab sunnah atau syiah?

    Kebanyakan sih mazhab Syafi’i tetapi yang paling pokok ya pegangan umat islam yaitu Al Qur’an, Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] dan Ahlul Bait. Sejauh ini hadis dan atsar yang saya pelajari adalah kitab kitab hadis Ahlus Sunnah.

  7. 😀 karim yang kepanasan bila abu kucingnya dikritik…seolah olah org syiah itu tidak boleh guna hadis sunni, apa sahabat itu mengaku mereka itu mazhab sunni? dan ahlulbait itu mengaku mereka mazhab syiah? sperti anak2 kecil hujahnya.. agak kecewa dengan mas SP yang melayan org seperti ini… hujahnya sekali baca sudah tahu dia menulis dengan nafsu bukan dengan ilmu…menuduh org syiah, menuduh pandai taqiyah…sudah tidak ada yang pandai berhujahkah golongan2 ini?

    mereka ini kalo diam mereka takutkan dikata bodoh..nah, bila bersuara ternyata sgt bodoh pula😀

  8. Sp bermazhab syafie?? Berapa banyak hadith riwayat Ali dalam kitab-kitab syafie???

    Sp menerima hadith Abu Huraira??

  9. Jika Sp bukan syiah, kenapa tidak ada satu artikel Sp menegur aqidah sesat syiah??

    Apakah sp menyokong semua aqidah syiah sebagai sahih??

  10. Allah memerintahkan pada kita untuk menentang.melawan nafsu (salah satu contoh puasa). Apabila kita tdk mampu menentang, malahan mengikuti NAFSU, berarti kita mengikuti iblis.
    Kalau benar yang diktakan al Kazim yaitu sdr kita Karim berbicara dengan nafsu, Maka yang berbicara adalah setan. Wasalam

  11. @karim
    Kami disini sedang berdiskusi buyan sdang menyerang pribadi orang.
    Cara anda bernafsu menyerang pribadi orang dalam forum diskusi menandakan kata2 al Kazim benar. Wasalam

  12. @Hakim

    Ada apa dengan anda. Anda keberatan jika saya bermazhab syafi’i [gak mutlak sih karena kebenaran bisa dari mana saja]. Rasanya sudah dari dulu saya menyatakan bahwa saya mengutamakan Ahlul Bait di atas semua sahabat dan saya tidak pernah menolak hadis-hadis sahabat Nabi. Selagi hadis tersebut tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Ahlul Bait. Mengenai pandangan saya terhadap hadis Abu Hurairah, anda dapat membaca tulisan saya yang ini

    https://secondprince.wordpress.com/2011/07/08/apakah-abu-hurairah-berdusta-anomali-hadis-abu-hurairah/

    Jika Sp bukan syiah, kenapa tidak ada satu artikel Sp menegur aqidah sesat syiah??

    Lho yang bilang sesat kan anda dan teman teman nashibi anda. Tulisan saya tidak ada tuh menegur Ahmadiyah maka anda mau menuduh saya ahmadiyah juga. Tulisan saya tidak ada yang membantah orang-orang kafir maka anda mau menuduh saya kafir juga. Cara penarikan kesimpulan anda ngawur sekali

    Apakah sp menyokong semua aqidah syiah sebagai sahih??

    Aqidah syiah ya shahih di sisi mereka. Pembahasan mengenai syiah akan selalu terbentur dengan metodologi. Karena aqidah mereka tegak dengan literatur syiah bukan dengan literatur sunni. Dan saya pribadi tidak akrab dengan kitab kitab syiah. btw daripada anda sibuk berbasa basi lebih baik anda menanggapi tulisan di atas

  13. Ada tanggapan dari para nashibi, yang tampaknya makin “kepanasan” dengan tulisan di atas. seorang yang menyebut dirinya “kalaam” berkata

    What proof do you have that Abu Haraira (ra) heard the hadith after the first hadith he mentioned in which Abu Huraira (ra) said : فَمَا نَسِيتُ حَدِيثًا بَعْدُ . Prove that he heard the second hadith before this. Has he any proof?

    Ini pertanyaan aneh yang muncul dari cara berpikir aneh [baca : tidak belajar ilmu logika]. Apa tujuan orang ini membedakan apakah hadis tersebut didengar sebelum “hadis Abu Hurairah yang tidak akan lupa” atau setelahnya?. Sepertinya orang ini beranggapan bahwa hadis hadis yang didengar Abu Hurairah sebelum diucapkan “hadis Abu Hurairah tidak lupa” akan dilupakan Abu Hurairah.

    Mari kita ikuti perandaian bahwa Abu Hurairah mendengar hadis tersebut sebelum diucapkan hadis “Abu Hurairah tidak lupa”. Nah apakah pada saat peristiwa pelantikan Abu Hurairah tidak akan lupa [hadis Shahih Muslim di atas], Abu Hurairah masih ingat atau tidak hadis yang ia dengar sebelumnya. Jelas masing ingat karena faktanya setelah Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] wafat hadis tersebut ia sebarluaskan. Artinya pada saat pelantikan Abu Hurairah tidak akan lupa, ia masih mengingat hadis tersebut dan pada saat itulah menurut pengakuan Abu Hurairah Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] melantiknya tidak akan pernah lupa hadis Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam]. Kejadian lupanya Abu Hurairah terhadap hadis terjadi setelah Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] wafat. Jadi apa masalahnya wahai orang yang menyebut dirinya “kalaam”. Apa anda punya waham tersendiri?

    Dan ini tanggapan dari triploy sunni yang emosian, ia mengutip hadis Zaid yang diisyaratkan oleh Farid. keduanya baik Farid dan Tripoly sunni menganggap hadis tersebut autentik.

    You mean this:

    أن رجلا جاء إلى زيد بن ثابت فسأله ، فقال له زيد : عليك بأبي هريرة ، فإني بينما أنا وأبو هريرة وفلان في المسجد ندعو الله ونذكره إذ خرج علينا رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم حتى جلس إلينا ، فقال : عودوا للذي كنتم فيه ، قال زيد : فدعوت أنا وصاحبي ، فجعل رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم يؤمن على دعائنا ، ودعا أبو هريرة فقال : إني أسألك ما سأل صاحباك وأسألك علما لا ينسى ، فقال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم : آمين ، فقلنا : يا رسول الله ونحن نسألك علما لا ينسى فقال : سبقكم بها الغلام الدوسي

    Zaid ibn Thabit narrated: A man came to Zaid and asked him so Zaid said: Go ask Abu Huraira because when we were in the mosque making Du’ah and mentioning Allah, the Prophet SAWS came to us and sat with us, he told us to continue what we were doing, Zaid said: The Prophet SAWS started saying “Ameen” to our Du’ah, Abu Huraira made a Du’ah and said: O Allah I ask you what both of my companions asked and I ask you unforgettable knowledge. The Prophet then said “Ameen” so we said: O Rassul-Allah SAWS and we also ask unforgettable knowledge, so he said: al-Dusi has beaten you to it.

    Ibn Hajar said the Isnad is good and al-Shawkani said the narrators are thiqat.

    Kami persilakan kedua orang itu agar belajar kembali ilmu hadis dan silakan perhatikan sanad hadis Zaid [riwayat Thabrani dalam Mu’jam Al Awsath] tersebut

    حَدَّثَنَا أَحْمَدُ , قَالَ : نا مُحَمَّدُ بْنُ صُدْرَانَ , قَالَ : نا الْفَضْلُ بْنُ الْعَلاءِ ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ قَيْسٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، أَنَّ رَجُلا جَاءَ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ ، فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ ، فَقَالَ لَهُ زَيْدٌ : عَلَيْكَ بِأَبِي هُرَيْرَةَ , فَإِنِّي بَيْنَمَا أَنَا وَأَبُو هُرَيْرَةَ وَفُلانٌ ذات يوم في المسجد ندعو ونذكر ربنا عز وجل ، إذ خرج علينا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى جَلَسَ إِلَيْنَا ، فَسَكَتْنَا ، فَقَالَ : ” عُودُوا لِلَّذِي كُنْتُمْ فِيهِ ” ، قَالَ زَيْدٌ : فَدَعَوْتُ أَنَا وَصَاحِبِي قَبْلَ أَبِي هُرَيْرَةَ ، وَجَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُؤَمِّنُ عَلَى دُعَائِنَا ، ثُمَّ دَعَا أَبُو هُرَيْرَةَ ، فَقَالَ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِثْلَ مَا سَأَلَكَ صَاحِبَايَ ، وَأَسْأَلُكَ عِلْمًا لا يُنْسَى ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” آمِينَ ” فَقُلْنَا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَحْنُ نَسْأَلُ اللَّهَ عِلْمًا لا يُنْسَى ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” سَبَقَكُمَا بِهَا الْغُلامُ الدَّوْسِيُّ ”

    Hadis Zaid bin Tsaabit diatas kedudukannya dhaif karena ayah Muhammad bin Qais adalah Qais Al Madani seorang yang majhul ‘ain dimana hanya anaknya yang meriwayatkan darinya. Ibnu Hajar berkata dalam At Taqrib berkata “Qais Al Madaniy majhul” [At Taqrib 2/36]

    kemudian tripoly sunni itu dengan kesal berkomentar kepada saya

    As for the angry Indonesian guy, I ask by what right do you call people Nasibis? since when does defending Abu Huraira (ra) makes a person a Nasibi? what strange reasoning, also above we gave you several possibilities, some said “It could be that he heard that Hadith before the Du’ah” and “it could be that he never forgot the Hadith but decided to not narrate since everyone seems to misunderstand it and he was having a hard time explaining it.”, so there are several possibilities as we said, so don’t be a Neo-piece of T**sh and act like a spoiled brat who’s hell bent on attacking the pious Salaf or accusing Abu Huraira (ra) of inventing the Hadith

    Lihatlah para pembaca yang terhormat, orang ini merasa kesal ketika ia dikatakan nashibi dan menanyakan alasannya kepada saya. Sebagai seorang manusia maka wajar anda kesal jika anda dituduh dan anda merasa tidak demikian. Kalau anda bisa sadar akan hal itu maka sadarilah bahwa orang lain juga manusia seperti anda. Kalau anda leluasa menuduh orang lain syiah rafidhah maka mengapa orang lain tidak bisa berkata kepada anda bahwa anda nashibi. Saya balik bertanya apa alasannya anda menuduh saya syiah rafidhah?.

    Soal kemungkinan yang anda kemukakan, maaf itu cuma basa basi yang tidak bernilai. yang namanya kemungkinan akan selalu ada dan akan selalu bisa dibuat-buat. Untuk apa berpegang pada hadis kalau pada akhirnya hadis hadis itu ditundukkan pada kemungkinan kemungkinan dalam khayalan anda. Kemungkinan anda “It could be that he heard that Hadith before the Du’ah” sudah dibahas di atas [lihat tanggapan saya pada kalaam]. kemungkinan “it could be that he never forgot the Hadith but decided to not narrate since everyone seems to misunderstand it and he was having a hard time explaining it” adalah akal-akalan anda saja, hadis Abu Salamah dengan jelas menyebutkan kalau Abu Hurairah mengingkari bahwa ia pernah meriwayatkan hadis tersebut. Jelas-jelas Abu Hurairah berkata “tidak”.

    Dan ini komentar yang paling tidak penting untuk ditanggapi, datang dari seorang yang menyebut dirinya “abdaal”

    The most ironic part is the Indonesian brother denies he is a 12r Shia. Did he forget that only the 12r Shia as a majority today oppose Abu Huraira (ra), call his supports Nasibis ?

    Lucu, saya tidak ada urusan dengan ” 12r Shia”. Tulisan saya berdasarkan hadis-hadis shahih yang saya baca. Dan maaf apa maksudnya “oppose Abu Hurairah”, apa anda punya akidah kalau Abu Hurairah ma’shum? kalau tidak mengapa anda sewot kalau dikatakan Abu Hurairah lupa atau salah dalam meriwayatkan hadis di atas. Soal panggilan nashibi kepada kalian, maka apa yang perlu kalian keluhkan. bukankah itu kebiasaan kalian menuduh orang lain. Kalau orang lain bisa kalian tuduh syiah atau rafidhah maka terima saja kalau kalian dituduh nashibi. Kalau tidak terima dituduh nashibi ya jangan menuduh orang lain syiah rafidhah. sederhana sekali

    If Muslims are going to debate they have to avoid the taqiyyah. Also all the references he posted are a copy and paste from the 12r Shia sites.

    Jika orang-orang muslim berdebat maka mereka sebaiknya tidak menghias debat tersebut dengan tuduhan terhadap lawan bicara. Apalagi jika tuduhan tersebut tidak diterima oleh lawan bicara. Dan maaf abdaal semua referensi yang saya sebutkan itu dari kitab yang saya baca dan itu adalah kitab ahlus sunnah. Hal yang sama bisa dikatakan kepada anda, semua referensi yang anda post di blog anda itu cuma kopipaste situs situs nashibi. Silakan terima bulat bulat perkataan yang anda lontarkan terhadap saya:mrgreen:

    So either he is a 12r Shia who is parroting what the 12r Shia sites have stated or he is a Muslim who has no knowledge of the ahadith sciences.

    Selamat, anda nashibi tulen dan yang taklid buta pada situs situs nashibi atau anda seorang muslim yang tidak tahu sedikitpun tentang ilmu hadis. Bukankah sudah terbukti kalau anda ikut-ikutan membenarkan tripoly sunni padahal hadis Shahih Muslim di atas membantah omongan basa-basi anda. Jika anda rajin membaca hadis Shahih Muslim maka pasti anda akan mengetahuinya faktanya anda kan cuma bisa ikut ikutan dengan nashibi yang lain. Shahih Muslim itu kitab yang mu’tabar di sisi ahlus sunnah. Alangkah lucunya jika anda yang mengaku ahlus sunnah tidak tahu

    .

    note : komentar para nashibi itu dapat dilihat di forum diskusi yang sudah saya link-kan dalam tulisan syaa di atas

  14. @karim
    sudah jelas bagi saya, tiada ragu sedikitpun, memang sifat dasar nashibi seperti anda yang suka memfitnah siapa saja orang yg tdk sepaham dengan otak anda (menuduh SP suka menjatuhkan Semua sahabat ???,…Menuduh SP SYIAH RAFIDHOH tanpa bukti ), padahal semua bukti argumen SP di atas bersandarkan pada HAdis2 Suni yg muktabar.

  15. just fyi, orang yang bernama Ahlussunnah di forum nasibi itu sudah dibantai cukup-cukup oleh misolochi, ustad hadi, billionaire, Hyde di perbincangan di Malaysia. Seringkali ia minta bantuan dari Nasibi2 Inggerisnya utk mengalahkan kaum Syiah namun tidak pernah menang sekalipun. Kini ia datang pula ke Indonesia utk mencuba nasibnya, namun langsung dilumati oleh SP.

  16. Maaf mau tanya , Abu Hurairah itu temannya Muawiyyah ya ? Produsen Hadist , legitimator kekuasaan bani Ummayah golongan OKB (orang kaya baru) maklum tadinya cari makan saja susah akhirnya jualan hadist saja.

  17. itulah bedanya pecinta ahlulbayt dan pecinta muawiyah,

    -Pecinta Ahlulbayt sifat tawadhlu dan qonaahnya/humble-nya ngga lekang oleh harta dan kekuasaan…para pemimpin negara pecinta ahlulbayt akan tetap sederhana walaupun bergelimang kekuasaan dan kekayaan negaranya

    -Pecinta muawiyah,..ya seperti si abu hurairoh itu si ahlussufah,…pada jaman Rosulullah hidupnya sangat sederhana..compang camping…rumahnya adalah pelataran masjid Nabi Saw…namun apa yg terjadi setelah Rosulullah Saww wafat…si bapak kucing itu merapat pd Muawiyah..imannya tergadaikan oleh jabatan dan uang…akhir hayatnya mati di dalam kemegahan istananya…jauh dari sifat qanaah

  18. Bagi saudara-saudara Ahlu Sunnah memang serba salah dan dilematis. Kitab Hadis yang paling sahih di sisi Ahlu Sunnah adalah karangan Bukhori. Sementara sebagian besar isinya berasal dari riwayat Abu Hurairah. Kalau ternyata hadis2 Abu Hurairah tidak sahih, maka sdh terbayang akibatnya….

  19. Asww, @ iwanoel : Ahlu Sunnah serba salah & dilematis??? Nggak juga kok, biasa aja. Kritik2 terhadap riwayat Abu Hurairah kan baru pendapat sebagian kalangan aja, sebagian kalangan kan tidak. Mungkin antum perlu membaca lagi dari versi. Jadi kalimat antum bahwa Kalau ternyata hadis2 Abu Hurairah tidak sahih, maka sdh terbayang akibatnya, maka bagi saya, ya tidak berakibat apa2. Wassalam.

  20. @bagi mereka yang fanatik.
    Allah telah berfirman”Telah datang diantara kamu seorang utusan dariKU membawa KEBENARAN MAKA IKUTILAH DIA.
    Apakah kita akan menolak kebenaran karena taklid kepada mereka yang sebelum walaupun mereka membawa kebodohan?.

  21. Shahih Bukhari dan Shahih Muslim menyatakan bahwa : Abu Hurairah tidak pernah lupa.

    Takwil nashibi : Abu Hurairah ingatannya kuat tapi bisa lupa

    Wahai nashibi, takwil anda 100% bertentangan dengan Imam Bukhari dan Imam Muslim. Jadi mana yang benar? Imam Bukhari dan Imam Muslim yang benar atau anda? Malu ah kok plin-plan melulu…

  22. [quote]
    Hadis Zaid bin Tsaabit diatas kedudukannya dhaif karena ayah Muhammad bin Qais adalah Qais Al Madani seorang yang majhul ‘ain dimana hanya anaknya yang meriwayatkan darinya. Ibnu Hajar berkata dalam At Taqrib berkata “Qais Al Madaniy majhul” [At Taqrib 2/36]
    [/quote]
    Farid reply:
    Mohammed bin Qais is Ibn Makhrama and not Al-Madani Al-Qaas. Refer to Abu Huraira (Tareekh Dimashq) p. 88 and Mustadrak Al-Hakim p. 2218, Al-Maktaba Al-Asriyah.

    Farid opinion :
    Abu Huraira used to hear hadiths from the Prophet (pbuh) before the dua’a. These hadiths are hadiths that are open to error and forgetfulness. We will call them hadiths (A). Then, after the dua’a Abu Huraira heard other hadiths that are impossible to forget, due to the dua’a, we will call them hadiths (B).

    So, the hadith above was narrated by Abu Huraira, and he narrated this for many years, and it was heard by some of his major students like Ibn Sireen and Abu Salama and others. Nobody disagrees with this. However, this hadith, fell under category (A) not (B), so one day, he forgot it completely, because he heard this hadith before the dua’a, and remembered it for a long period of time, until he one day forgot it. Simple stuff.
    🙂

  23. abu hurairah? siapa dia? kalo tida ada dia mungkin gak punya hadist

  24. beginilah kalo belajar sama orang yang mengajarkan Taqiyah…
    di sesatkan….kasian…

  25. Hebatnya ada orang yg mengenal nabi Gak sampai 2 thn tp ucapannya bisa tertulis lebih dr 1000 hadist nabi dlm bukhori dan muslim, terus yg kenal dgn nabi lebih dr 10 thn kan banyak jg keluarga nabi yg sdh puluhan tahun bersama2, apakah tidak dipercaya nulis ? Kok blm bisa dinalar ya. Apalg katanya tidak pernah lupa lagi, lalu hadis yg sblmnya suka lupa hadis yg mana ya dan hadis yg dia tdk pernah lupa lg yg mana ya ? Mesti harus dikelompokkan spy kita tahu shahihnya. Atau semua hadis sumber dr abu hir dinilai shahih semua meskipun ketika dia pd saat suka lupa dan saat tdk pernah lupa. Wah cilaka deh jk pas dpt hadis ketika abu hir pas lupa atau lupa2 ingat dan ingat2 lupa. Asal jgn yg dpt lupa ingatan aja.

  26. nah si syiahprince ntu dah lupa ingatan juga kalo die pernah jadi syi’i
    parah ye boss lupa ingatan nye dah ampe akut dengan memberikan statement beberapa kali kalo die ntu bukan syiah

  27. @ask shia, ini diskusi mas , yang dibahas itu bahan diskusinya bukan orangnya, jadilah intelektual muslim yang cerdas dan sopan dan mengerti bagaimana caranya berdiskusi, tidak penting siapa dan darimana SP, kalau pendapatnya anda anggap melenceng yang bantah saja, toh kalau anda lebih benar pembaca blog ini akan dukung anda ( siapapun anda tentunya )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: