Penyimpangan Kisah Fadak Oleh Situs Hakekat.Com
Kali ini tulisan saya adalah tanggapan terhadap tulisan dari situs www.hakekat.com tentang Fadak yang berjudul Apakah Abu Bakar membuat Fatimah Murka?Dan Apakah Fatimah Berhak Mendapat Warisan?. Dalam tulisan tersebut terdapat banyak hal yang patut disayangkan. Situs hakekat.com membuat tulisan tersebut sebagai bantahan terhadap Syiah Rafidhah(begitu situs tersebut menyebutnya). Tentu saja hal ini adalah hak mereka sepenuhnya, tapi yang patut disayangkan itu adalah keinginan Situs tersebut untuk membantah telah membuat begitu banyak kekeliruan yang saya nilai masuk dalam kategori Syiahphobia.
Tulisan saya kali ini berusaha untuk menilai kebenaran tulisan situs hakekat.com tersebut. Tulisan saya ini adalah suatu analisis terhadap tulisan hakekat.com yang saya nilai penuh dengan distorsi dari sudut pandang keilmuan Ahlussunnah. Mempertahankan keyakinan suatu mahzab dengan membantah pandangan mahzab lain tentu adalah hal yang biasa dalam dunia permahzaban. Tetapi alangkah baiknya kalau bantahan tersebut bersandar pada dalil-dalil yang kuat dan penarikan kesimpulan yang benar. Sekali lagi patut disayangkan ternyata tulisan hakekat.com itu tidak memiliki kedua hal tersebut. Situs hakekat.com dipengaruhi oleh kebenciannya yang mendalam terhadap Syiah sehingga membuat tulisan yang penuh distorsi dari sudut pandang keilmuan Ahlus Sunnah sendiri. Oleh karena itu saya nilai tulisan tersebut tidak patut dijadikan perwakilan Ahlus Sunnah dalam membantah Syiah.
Situs hakekat.com awalnya menulis
Syi’ah Rofidhah banyak membuat alasan bahwa Abu Bakar membenci Fatimah dan barang siapa membencinya berarti membenci Rasul SAW.
Dalam hal ini saya tidak akan membela apa pandangan Syiah yang menurut situs hakekat.com menyatakan bahwa Abu Bakar RA membenci Fatimah. Dalam pandangan saya Abu Bakar RA tidak membenci Sayyidah Fatimah AS walaupun begitu sikap Abu Bakar RA terhadap Sayyidah Fatimah AS dalam masalah Fadak adalah keliru. Kemarahan Sayyidah Fatimah dalam hal ini sangat memberatkan pembelaan apapun terhadap Abu Bakar RA karena kemarahan Sayyidah Fatimah AS adalah hujjah akan kebenaran sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW.
“Fathimah adalah bagian dariku, barangsiapa yang membuatnya marah, membuatku marah!”(Hadis riwayat Bukhari dalam Shahih Bukhari jilid 5 Bab Fadhail Fathimah no 61).
Situs Hakekat.com kemudian menuliskan hadis yang dalam pandangannya menjadi pembelaan terhadap Abu Bakar RA
Diriwayatkan dari Bukhari dan Muslim dari hadist Al Miswar bin Makhromah berkata: Sesungguhnya Ali telah melamar putri Abu Jahal, Fatimah mendengarnya lantas ia menemui Rasul Saw berkatalah Fatimah: “Kaummu menyangka bahwa engkau tidak pernah marah membela anak putrimu dan sekarang Ali akan menikahi putri Abu Jahal,” maka berdirilah Rasulullah Saw mendengar kesaksian dan berkata: “Setelah selesai menikahkan beritahu saya, sesunggunhya Fatimah itu bagian dari saya, dan saya sangat membenci orang yang menyakitinya. Demi Allah, putri Rasulullah dan putri musuh Allah tidak pernah akan berkumpul dalam pangkuan seorang laki-laki.” Maka kemudian Ali tidak jadi melamar putri Abu Jahal (khitbah itu) (diriwayatkan Bukhori dalam kitab Fadhailu Shahabat)
Dengan hadis ini situs hekekat.com menyatakan
Maka tampak jelas bahwa yang pantas dipahami dari hadis tersebut adalah Ali melamar putri Abu Jahal dan membuat Fatimah marah. Dengan ini bila hadis diterapkan pada setiap orang yang membenci Fatimah maka Ali adalah orang pertama yang termasuk. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata saat membantah keyakinan Rafidhah dalam permasalahan ini. Hadist ini disebabkan lamaran Ali terhadap putri Abu Jahal, penyebab yang masuk dalam sebuah lafadh itu menjadi pasti, dimana setiap lafadh yang berlaku pada suatu sebab tidak boleh dikeluarkan penyebabnya bahkan penyebab yang harus masuk. Disebutkan dalam sebuah hadist (apa yang meragukannya menjadikanku ragu dan yang menyakitkannya menyakitkanku) Dan yang telah dapat dipahami dengan pasti adalah bahwa lamaran terhadap putri Abu Jahal adalah meragukan dan menyakitkan. Nabi Saw dalam hal ini merasa ragu dan menyakitkan. Apabila ini merupakan sebuah ancaman yang harus ditimpakan pada Ali bin Abi Thalib dan bila bukan ancaman yang harus ditimpakan pada pelakunya maka Abu Bakar lebih jauh dari ancaman daripada Ali.
Tanggapan saya : Dalam hal ini situs tersebut keliru dalam mengambil kesimpulan.
- Sudah jelas dalam hadis di atas disebutkan bahwa Imam Ali AS mengurungkan niatnya oleh karena itu ancaman yang dimaksud jelas tidak bisa ditujukan kepada Beliau AS Sedangkan dalam kasus Fadak Sayyidah Fatimah AS marah kepada Abu Bakar RA selama 6 bulan sampai Beliau AS wafat.
- Hadis Shahih Bukhari tentang lamaran terhadap putri Abu Jahal jelas menunjukkan bahwa kemarahan Sayyidah Fatimah AS adalah kemarahan Rasulullah SAW dan menjadi hujjah sehingga menyebabkan Imam Ali RA mengurungkan niatnya. Oleh karena itu dengan dalil ini maka seyogianya Abu Bakar RA memberikan Fadak kepada Sayyidah Fatimah AS karena telah membuat Rasulullah SAW marah. Sayangnya Abu Bakar RA tidak mempedulikan kemarahan Sayyidah Fatimah AS dan beliau bersikeras menolak permintaan Sayyidah Fatimah AS. Hal ini jelas bertolak belakang dengan Imam Ali AS yang justru membatalkan niat lamarannya terhadap putri Abu Jahal.
Kemudian situs hakekat.com membawakan riwayat lain yang menunjukkan pembelaan terhadap Abu Bakar RA
Diriwayatkan dari Fatimah Ra. sesungguhnya ia setelah peristiwa itu rela terhadap Abu Bakar. Berdasarkan riwayat Baihaqi dengan sanad dari Sya’bi ia berkata: Tatkala Fatimah sakit, Abu Bakar menengok dan meminta izin kepadanya, Ali berkata: “Wahai Fatimah ini Abu Bakar minta izin.” Fatimah berkata: “Apakah kau setuju aku mengijinkan ?”, Ali berkata: “Ya.” Maka Fatimah mengijinkan, maka Abu Bakar masuk dan Fatimah memaafkan Abu Bakar. Abu Bakar berkata: “Demi Allah saya tidak pernah meninggalkan harta, rumah, keluarga, kerabat kecuali semata-mata karena mencari ridha Allah, Rasulnya dan kalian keluargaku semuanya.” (Assunah Al Kubro Lilbaihaqi 6/301)
Satu lagi kekeliruan hakekat.com adalah mereka tidak tahu atau pura-pura tidak tahu bahwa riwayat ini berstatus mursal yang berarti sanadnya terputus. Hadis dengan sanad terputus adalah dhaif menurut jumhur Ulama hadis. Hal ini sudah saya bahas dalam tulisan Menolak Keraguan Seputar Riwayat Fadak
Situs hakekat.com berhujjah dengan pendapat Ibnu Katsir yang jelas-jelas keliru
Ibnu Katsir berkata: Ini suatu isnad yang kuat dan baik yang jelas Amir mendengarnya dari Ali atau seseorang yang mendengarnya dari Ali. (Al Bidayah Wannihaayah 5/252).
Kekeliruan dalam hal ini cukup jelas karena
- Pernyataan Amir Asy Sya’bi mendengar dari Ali dan
- Pernyataan Amir Asy Sya’bi mendengar dari seseorang yang mendengarnya dari Ali
Adalah dua pernyataan yang berbeda. Lantas yang manakah yang benar? Jawaban sebenarnya adalah kedua pernyataan tersebut keliru. Riwayat tersebut hanya berhenti pada Asy Sya’bi sebagaimana yang disebutkan dalam Sunan Baihaqi. Usaha Ibnu Katsir menyambung riwayat tersebut adalah usaha yang mandul dan hanyalah berdasarkan asumsi belaka. Pernyataan Ibnu Katsir sendiri mengandung keraguan apakah Asy Sya’bi mendengar dari Ali atau dari orang lain yang mendengar dari Ali. Kalau memang Asy Sya’bi mendengar dari Ali maka mengapa pula disebutkan atau Asy Sya’bi mendengarnya dari seseorang yang mendengar dari Ali. Hal ini hanya menunjukkan kebingungan Ibnu katsir. Ibnu Katsir jelas berandai-andai dalam hal ini.
Seandainya kita ikuti perandaian Ibnu Katsir tersebut maka tetap saja sanad riwayat tersebut tidak menjadi kuat atau shahih. Perandaian pertama Asy Sya’bi mendengar dari Ali adalah bermasalah. Riwayat Asy Sya’bi dari Ali menjadi perselisihan Ulama ahli hadis. Hadis Asy Sya’bi dari Ali tergolong hadis yang Mursal Khafi. Mursal Khafi berarti putus yang tersembunyi atau putus yang tidak terang. Hadis mursal khafi adalah hadis yang diriwayatkan seorang perawi dari seorang perawi lain yang semasa dan bertemu dengannya tetapi ia tidak menerima hadis itu daripadanya. Asy Sya’bi hanya mendengar satu hadis yang lain dari Ali (Subulus Salam jilid 2 hal 80). Hadis Mursal Khafi adalah hadis yang dhaif menurut metode keilmuan hadis. Hal ini dapat anda lihat dalam Ilmu Mushthalah Hadis A Qadir Hassan Bab Ad Dhaif Mursal Al Khafi hal 112.
Perandaian kedua Asy Sya’bi mendengarnya dari seseorang yang mendengar dari Ali menunjukkan bahwa siapa seseorang yang dimaksud adalah tidak jelas. Ketidakjelasan siapa orang yang Asy Sya’bi dengar menimbulkan keraguan karena bisa saja seseorang yang dimaksud ini adalah perawi yang dhaif atau malah pemalsu hadis. Oleh karena itu perandaian ini malah menunjukkan bahwa riwayat tersebut adalah dhaif dan tidak layak dijadikan hujjah.
Sungguh aneh sekali apa yang ditulis situs hekekat.com setelah membawakan riwayat ini
Dengan demikian terbantah sudah cacian Rafidhah terhadap Abu Bakar yang dikaitkan dengan marahnya Fatimah terhadapnya dan bila memang Fatimah marah pada awalnya namun kemudian sadar dan meninggal dalam keadaan memaafkan Abu Bakar.
Situs hakekat.com hanya mau membantah tetapi tidak kritis dalam berhujjah. Saya tidak akan memusingkan siapa yang mencaci dalam masalah ini tetapi yang patut diperhatikan adalah menarik kesimpulan dari riwayat yang tidak shahih jelas-jelas merupakan kekeliruan.
Mari kita teruskan kekeliruan situs tersebut
Hal ini tidak berlawanan dengan apa yang tersebut dalam hadist Aisyah yang lalu. “Sesungguhnya ia marah pada Abu Bakar lalu didiamkan sampai akhir hayatnya” hal ini sebatas pengetahuan Aisyah ra saja.
Mari lihat kembali hadis Aisyah dalam Shahih Bukhari yang pernah saya tulis dalam Analisis Riwayat Fadak.
Dari Aisyah, Ummul Mukminah RA, ia berkata “Sesungguhnya Fatimah AS binti Rasulullah SAW meminta kepada Abu Bakar sesudah wafat Rasulullah SAW supaya membagikan kepadanya harta warisan bagiannya dari harta yang ditinggalkan Rasulullah SAW dari harta fa’i yang dianugerahkan oleh Allah kepada Beliau.[Dalam riwayat lain :kamu meminta harta Nabi SAW yang berada di Madinah dan Fadak dan yang tersisa dari seperlima Khaibar 4/120] Abu Bakar lalu berkata kepadanya, [Dalam riwayat lain :Sesungguhnya Fatimah dan Abbas datang kepada Abu Bakar meminta dibagikan warisan untuk mereka berdua apa yang ditinggalkan Rasulullah SAW, saat itu mereka berdua meminta dibagi tanah dari Fadak dan saham keduanya dari tanah (Khaibar) lalu pada keduanya berkata 7/3] Abu Bakar “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda “Harta Kami tidaklah diwaris ,Harta yang kami tinggalkan adalah sedekah [Sesungguhnya keluarga Muhammad hanya makan dari harta ini, [maksudnya adalah harta Allah- Mereka tidak boleh menambah jatah makan] Abu Bakar berkata “Aku tidak akan biarkan satu urusan yang aku lihat Rasulullah SAW melakukannya kecuali aku akan melakukannya] Lalu Fatimah binti Rasulullah SAW marah kemudian ia senantiasa mendiamkan Abu Bakar [Ia tidak mau berbicara dengannya]. Pendiaman itu berlangsung hingga ia wafat dan ia hidup selama 6 bulan sesudah Rasulullah SAW. Ketika Fatimah meninggal dunia, suaminya Ali RA yang menguburkannya pada malam hari dan tidak memberitahukan kepada Abu Bakar. Kemudian Ia menshalatinya. (Kitab Mukhtasar Shahih Bukhari oleh Syaikh Nashiruddin Al Albani jilid 3 hal 608 dengan no hadis 1345 terbitan Pustaka Azzam Cetakan pertama 2007 dengan penerjemah :Muhammad Faisal dan Thahirin Suparta.)
Hadis Aisyah jelas-jelas menunjukkan Sayyidah Fatimah AS marah dan mendiamkan Abu Bakar RA hingga wafat yaitu selama 6 bulan. Dengan dasar ini maka riwayat Baihaqi bahwa Sayyidah Fatimah AS berdamai dengan Abu Bakar adalah bertolak belakang dengan hadis Aisyah dalam Shahih Bukhari.
Situs hakekat.com beralasan bahwa hal itu hanya sebatas pengetahuan Aisyah saja ,situs tersebut kemudian menuliskan
Sedang hadist riwayat Sya’bi menambah pengertian kita. Abu Bakar menjenguk Fatimah dan berbicara dengan Abu Bakar serta memaafkan Abu Bakar: Aisyah dalam hal ini menafikan dan Asya’bi menetapkan. Para ulama memahami bahwa ucapan yang menetapkan lebih didahulukan dari pada yang menafikan, karena kemungkinan suatu ketetapan sudah bisa didapatkan tanpa memahami penafian terutama dalam masalah ini, yaitu kunjungan Abu Bakar terhadap Fatimah bukan suatu peristiwa yang besar dan didengar di masyarakat.
Cara penarikan kesimpulan seperti ini keliru karena kedua hadis atau riwayat yang dimaksud berbeda kedudukannya. Hadis Aisyah dalam Shahih Bukhari jelas shahih sedangkan riwayat Baihaqi adalah mursal yang berarti dhaif jadi bagaimana mungkin keduanya mau dibandingkan. Menetapkan lebih dahulu dibanding menafikan bisa saja berlaku kalau memang kedua riwayat itu sama kuat atau shahih. Kalau seandainya yang satu shahih dan yang lain dhaif maka yang shahih jelas harus diutamakan. Yang justru lebih aneh adalah kata-kata terutama dalam masalah ini, yaitu kunjungan Abu Bakar terhadap Fatimah bukan suatu peristiwa yang besar dan didengar di masyarakat. Bagaimana mungkin hal ini luput dari pengetahuan Aisyah padahal beliau benar-benar semasa dengan Sayyidah Fatimah AS dan Abu Bakar RA tetapi justru tampak jelas oleh Asy Sya’bi yang bahkan belum lahir ketika peristiwa tersebut terjadi. Sungguh cara penarikan kesimpulan yang keliru.
Situs hakekat.com kemudian melanjutkan tulisannya
Apa yang telah para ulama ungkapkan tentang Fatimah adalah bahwa ia sama sekali tidak memboikot Abu Bakar. Rasul pun telah melarang kita memboikot seseorang lebih dari tiga hari. Sedang Fatimah tidak berbicara dengannya karena memang sedang tidak ada yang harus dibicarakan.
Sudah jelas untuk mengetahui hal ini tidak perlu jauh-jauh memakai kata Ulama segala. Dengan melihat zahir hadis maka akan tampak sekali bahwa Sayyidah Fatimah AS memang marah dan mendiamkan Abu Bakar selama 6 bulan atau sampai Beliau AS wafat. Dalam hal ini berpegang pada zahir hadis adalah lebih utama sampai ada dasar kuat yang memalingkannya ke makna lain.
Mari kita lihat apa yang dikatakan Ibnu Katsir dalam Al Bidayah Wan Nihayah, Ibnu Katsir menuliskan
Adapun kemarahan Fatimah terhadap Abu Bakar, aku tidak tahu kenapa? Jika dikatakan ia marah karena Abu Bakar telah menahan harta warisan yang ditinggalkan ayahnya, maka bukankah Abu Bakar memiliki alasan yang tepat atas tindakannya itu yang langsung diriwayatkan dari ayahnya “Kami tidak mewariskan dan apa yang kami tinggalkan adalah sedekah”.
Kemudian Ibnu Katsir menulis
Jika kemarahan Fatimah disebabkan tuntutannya agar Abu Bakar Ash Shiddiq RA menyerahkan pengelolaan tanah yang dianggap sedekah dan bukan warisannya itu kepada Ali, maka Abu Bakar juga memiliki alasan tersendiri bahwa sebagai pengganti Rasulullah SAW maka wajib baginya untuk mengurus apa-apa yang diurus oleh Rasulullah SAW sebelumnya dan menangani seluruh yang ditangani Rasulullah SAW. Oleh karena itulah ia berkata “Demi Allah aku tidak akan meninggalkan suatu perkara yang dilakukan oleh Rasulullah SAW semasa hidup Beliau kecuali akan aku lakukan pula”. Oleh karena itulah Fatimah memboikotnya dan tidak berbicara dengannya hingga ia wafat.
Ibnu Katsir menunjukkan kebingungannya dengan sikap Sayyidah Fatimah AS dan jelas-jelas Ibnu Katsir sendiri menuliskan bahwa Sayyidah Fatimah memang memboikot dan tidak berbicara dengan Abu Bakar hingga Beliau AS wafat. Walaupun sudah jelas Ibnu Katsir dalam hal ini membela apa yang dilakukan Abu Bakar RA. Silakan saja, yang penting zahir hadis bahwa Sayyidah Fatimah AS marah dan mendiamkan Abu Bakar hingga ia wafat adalah benar dan itulah yang ditangkap oleh seorang Ibnu Katsir.
Kutipan tulisan Ibnu Katsir diatas diambil dari terjemahan Tartib Wa Tahdzib Kitab Al Bidayah Wan Nihayah Masa Khulafa’ur Rasyidin,Cetakan Keempat, penerjemah : Abu Ihsan Al Atsari ,penerbit Darul Haq Jakarta hal 67
Situs hakekat.com berhujjah dengan pendapat Al Qurtubi
Qurtubi berkata seputar penjelasan hadist Aisyah: Sesungguhnya tidak bertemunya Fatimah dengan Abu Bakar karena kesibukannya dalam menerima cobaan yang menimpanya dan kala keberadaannya selalu di rumah, rawi menggambarkan sebagai memutuskan hubungan. Padahal Rasul sudah bersabda bahwa tidak diperbolehkan bagi orang Islam untuk memutuskan hubungan dengan saudaranya lebih dari tiga hari. Padahal Fatimah orang yang paling tahu apa yang dihalalkan dan diharamkan. Juga orang yang paling jauh dari perselisihan dengan Rasul (Hadist AlBukhari. Riwayat Abu Ayyub Al Anshari Ra, lihat Fathul Bari 10-492)
Lihat baik-baik, pernyataan Qurtubi hanyalah suatu perandaian untuk menutupi hal yang sebenarnya. Tanpa merendahkan kedudukan beliau, saya hanya mau menyatakan bahwa apa yang dikatakan Qurtubi hanyalah asumsi belaka. Cobaan apakah yang dialami Sayyidah Fatimah AS yang membuat Beliau begitu sibuknya hingga tidak mau berbicara kepada orang lain? Bukankah sang perawi hadis jelas lebih mengetahui peristiwa sebenarnya dibanding Al Qurtubi karena sang perawi jelas-jelas mendengar langsung apa yang disampaikan kepada mereka.
Masalah Rasulullah SAW tidak membolehkan memutuskan hubungan silaturahmi lebih dari 3 hari maka saya katakan Sayyidah Fatimah AS jauh lebih tahu dalam masalah ini dibanding siapapun. Sikap Beliau Sayyidah Fatimah AS seperti yang saya jelaskan terkait dengan mempertahankan kebenaran. Sikap marah Beliau menunjukkan bahwa Beliau tidak setuju dengan apa yang dinyatakan Abu Bakar. Oleh karena itu perdamaian atau perjalinan hubungan silaturahmi akan kembali jika Abu Bakar RA menyadari kekeliruannya dan menyatakan kebenaran Sayyidah Fatimah AS. Mengapa Sayyidah Fatimah AS mesti dituntut untuk berdamai dengan apa yang Beliau anggap keliru.
Keanehan yang saya tangkap dalam hal ini adalah situs hakekat.com begitu mudahnya membenturkan secara keliru suatu hadis kepada sikap Sayyidah Fatimah AS padahal di lain waktu mereka malah bersikap apatis terhadap hadis yang menunjukkan bahwa kemarahan Sayyidah Fatimah AS adalah kemarahan Rasulullah SAW.
Mengenai pernyataan situs hakekat.com tentang Warisan dalam ajaran Syiah maka hal itu tidak akan saya tanggapi lebih lanjut karena menurut saya, saudara kita yang Syiah lebih layak dan kompeten untuk menanggapi masalah ini. Saya tidak yakin dengan apa yang situs itu nisbatkan kepada Syiah. Kalau situs tersebut saja tidak benar dalam memahami hadis dan dalil berdasarkan metode keilmuan Ahlus Sunnah maka bagaimana mungkin layak berbicara soal mahzab lain.
Tulisan ini hanya sekedar koreksi terhadap kekeliruan yang penulis lihat. Walaupun begitu tidak menutup kemungkinan bahwa penulis sendiri keliru. Oleh karena itu penulis selalu terbuka untuk setiap kritik dan diskusi lebih lanjut mengenai tulisan ini.
Salam Damai
Catatan : Tulisan yang serupa dengan tulisan situs hakekat.com ternyata ada dimuat disini. Hmm mohon maaf tulisan sederhana ini dibuat seadanya di tengah banyak hal yang harus saya hadapi akhir-akhir ini. Semoga dapat mengisi kekosongan
DIarsipkan di bawah: Kritik Syiahphobia, Sirah



Setelah memperhatikan tulisan SP Kisah Fadak maka saya mencoba melihat segi kebenaran dg anggapan bhw apa yg disampaikan oleh pendukung Abubakar dianggap benar yakni:
1. Bahwa para Nabi tdk meninggalkan warisan tekecuali peninggalan tsb utk umat mrk
2. Bahwa Abubakar pernah menemui Sayyidah Fatimah berarti Abubakar telah dimaafkan
3. Bahwa Abubakar tdk mau/pernah meninggalkan apa yg diperbuat Rasul. Ini berarti bahwa Abubakar melaksanakan sunnah Rasul tanpa reserve dan berarti melaksanakan perbuatan yg dirihai Allah dan menolak bermaksiat pd Allah. Dan berarti menjalankan yg HAK dan menolak yg BATHIL.
Sekarang kita lihat bgm mengenai Sayyidah Fatimah.
Beliau termasuk salah satu dr Ahlubait yg disucikan Allah se-bersih2nya. Berarti tdk ada najis bathin.(tdk ada sifat hasut, gana’ah dlsb yg merupakan perbuatan yg tdk diridhai Allah/iklas dan ridha atas ketentuan Allah).
Sekarang kita tinjau kejadian mengenai Fadak:
1. TUNTUTAN: Beliau tdk akan menuntut klu itu bukan haknya. Krn Beliau jauh dr kemaruk harta dunia. Baca sejarah mengenai penghidupan kel. beliau. semasa Rasul hidup. Beliau menuntu krn merasa ada haknya dan pasti Rasul pernah mengatakan kpd Beliau bahwa Rasul ada meninggalkan sesuatu Walaupun peninggalan tsb bukan utk kepentingan penghidupan kel. beliau. Dan saya yakin itu. Krn hasil tanah Fadak pd masa Rasulullah tdk pernah mrk nikmati. Jd pasti ada maksud2 tertentu dlm menutut tanah Fadak. Dan Rasul sampaikan ini kpd beliau krn Rasul tdk mau melanggar perintah Allah yakni sblm wafat diharuskan berwasiat. Maka dgn dasar ini Sayyidah Fatmah menemui Abubakar menanyakan tanah Fadak. Seharusnya klu Abubakar memgikuti Sunnah Rasul logika kt berbicara bahwa Abubakar tdk boleh menolak walaupun ia berpegang hadis tsb diatas tapi hrs mengajak Sayyidah Fatimah bemusawarah bgm mengatasi peninggalan Rasul tsb. Bgm menmanfaatkan tanah tsb. Sebab walaupun bgm Sayyidah Fatimah msh mempunyai HAK atas tanah tsb se.tidak2nya mempunyai hak mengatur
2. MARAH. Kita jgn berapriori bahwa Sayyidah marah krn tdk dikembalikan tanah Fadak. Klu hanya soal harta dunia dgn melihat sifat dan kedudukan beliau dimata Rasul dan Umat tdk mungkin beliau marah. Utk ini mari kt lihat kejadian sblmnya :
2a. Rasul adalah Rakhmat lil Alamin dan pasti anaknya didik sifat rakhma. Jd apabila persoalan pribadi tdk mungkin Sayyidah Fatimah akn marah sampai 6 bln.
2b.Hak Imam Ali yakni kedudukan setelah Rasul dirampas. Dan ini menurut Sayyidah Fatimah mrk telah berbuat dhalim
2c. Rumahnya diserang utk memaksa Imam Ali membaiat. Ini jg perbuatan dhalim. Dari ke 3 kejadian tsb merupakan sebab Sayyidah Fatimah marah. Bgm umat ini selanjutnya apabila sdh ada tanda2 perbuatan dhalim. Sdgkan klu menurut apa yg Abubakar katakan ia akan melaksanakan yg HAK dan menolak yg bathil. Apakah yg diperbuat Abubakar terhdp kel. Ahlulbait HAK atau BATHIL?
3. MEMAAFKAN. Secara logika memaafkan terjadi apabila ada yg meminta maaf. Dan pd umumnya yg meminta maaf adalah yg bersalah. Bgm Abubakar meminta maaf sdgkan ia merasa tdk bersalah. Begitu jg Sayyidah Fatimah beliau tdk mungkin meminta maaf krn dia tdk bersalah(HD). Ada yg mengatakan bahwa Rasullah bersabda bahwa orang muk’min marahnya tdk blh lebih dr 3 hr. Dlm konteks apa diebut 3 hr. Klu soal pribadi ok hrs. Tp klu soal agama dan umat nanti dulu. Contoh Rasul pernah marah sampai merah wajah beliau krn ada para sahabat menolak msk dlm pasukan dibawah pimpinan Usamah. Apakah sesudah 3 hr Rasul maafkan.?
-Jd menurut logika kebenaran persoalan tanah Fadak keslahan ada pd Abubakar.
-Kemarahan Sayyidah Fatimah bukan krn kemaruk harta dunia(Fadak). Peace…peace
@SP
Kemana aja?
Perlu diketahui bahwa tulisan ini bukan tulisan yang sederhana. Hanya bahasanya yg sederhana sedangkan isinya sangat lebih dari sederhana.
Semoga juga bisa bermanfaat bagi pembaca-pembaca yg pernah mampir ke blog Hakekat.com
Semoga lagi masalahnya mas yg terasa berat bisa menjadi lebih ringan
Pengen menguatkan nih SP walaupun tulisan SP sebenarnya udah OK banget.
Jikalau hadits marahnya Sayyidatina Fatimah Azzahra kepada Abubakar dan mendiamkannya selama 6 bulan oleh Imam Bukhari shahih dan diakui keshahihannya, maka Abubakar seyogjanya pada saat itu bukan hanya meminta maaf. Namun harus memintakan ampun kepada Sayyidatina Fatimah Azzahra agar Rasul saw kelak memaafkannya. Kalau kita hayati lagi 2 dalil ini, maka permohonan ampun bagi Abubakar sudah menjadi keniscayaan;
(1) “Fathimah adalah bagian dariku, barangsiapa yang membuatnya marah, membuatku marah!”(Hadis riwayat Bukhari dalam Shahih Bukhari jilid 5 Bab Fadhail Fathimah no 61).
(2) Fatimah termasuk ahlulbait yang dijamin kesuciannya. Yang berarti suci niat, i’tikad dan perbuatan.
Sehingga apa pun sikap Beliau thd orang yang menyalahinya (marah, diam, dll) harus dipahami tidak akan merubah kesucian jiwanya.
Kemudian siapa Abubakar? Adakah ayat yang menyatakan kesuciannya? Adakah hadits yang menyatakan kemaksumannya?
Kemudian saran saya kepada mereka yang selalu berusaha membela pribadi Abubakar mengenai peristiwa Fadak ini, sadarlah. Bukalah hati dan pikiran anda untuk mulai menerima kebenaran. Janganlah karena fanatisme anda thd seseorang/golongan menjadikan anda menulikan telinga anda, membutakan mata anda dan menghijab hati anda. Abubakar ia hanyalah manusia biasa, masih terbuka kemungkinan menerima bujuk rayu setan, masih terbuka baginya ketakutan dengan dunia. Ia bukanlah manusia suci yang tidak bisa khilaf dan tidak mungkin salah.
Damai…damai
hekekat.com jelas jauh lebih baik dari kesesatan antum
@abu sunni
Numpang lewat atau gak bisa diskusi mas?..:mrgreen:
@truthseeker
Just for laugh xixixixi…. to abu sunni, please tunjukkan di mana kesesatan SP dan di mana lebih baiknya hakekat.com
*maaf nyampah neh*
Mana mungkin Abu sunni2an menjawab pertanyaan. Anda2 berdua. Ngerti yg ditulis SP aja nda apalagi pertanyaan anda2 lbh tdk dimengerti
@hilda alexander
Maksa banget sihh mba hilda ini..
org cm mo numpang lewat doank..
@Pak Om Truthseeker
Habis, memangnya si Ngkonx abu sunni itu punya otoritas untuk menabalkan orang lain sesat? Bukannya orang sesat itu adalah orang pemalu? malu bertanya maksudnya xixixixixi….. :mrgreen ….heraaaaan saya…..
@AbuSunni
ente pantesnye disebut AbuNasibi, pembenci Ahlul-Bayt Nabi
@Ibu hilda alexander
Emangnya mrk ga punya gitu otoritas tsb?? Syukur deh kl gak..soalnya mrk pikir mrk punya lhoo..
Saya baru tau orang sesat itu adalah org pemalu..selama ini saya salah menafsirkan peribahasa tsb..
apa anda merasa berkompeten membahas kitab-kitab sunni? bagaimana anda bisa berkompeten membahas kitab sunni sementara mindset anda sudah syi’ah? walaupun anda mengaku sunni
saya ingin mencari penemuan baru yang bisa memberitahu kita apakah seorang syi’ah sedang bertaqiyah atau tidak
@Abdeli
Anda terlalu picik berbicara. Kita semua dlm mencari kebenaran buku apa saja hrs kita baca apa itu Taurat, Injil apa itu buku ditulis oleh siapa saja. Tdk ada satu manusia yg bs menclaim. tdk berhak atau berkompeten utk menganalisa. Sbh buk sdh terbit bukan milik siapa2 tp milik umum. Dan setiap isinya tdk ada satu orangpun bs melarang utk mengomentari isinya. Apakah mindset dia Sunny , Syiah, Kristen, Yahudi atau Atheis. Itu yg hrs anda fahami sblm anda mecoba berkomentar
Kasihan sekali para syiah,
masih saja dibohongi oleh para imamnya yang mereka katakan maksum ???
Kisah tanah fadhak, sebenarnya kisah yang menceritakan tentang ijtima’ saja dan masalah perseteruan hanyalah sebuah hal wajar apabila dalam tukar pendapat. Namun, apabila dikatakan tidak silaturahmi sampai akhir hayat, itu yg mesti dicurigai Apakah mungkin seorang Sayyidah Fathimah (calon Ratunya Bidadari Jannah) dan Sayyidina AbuBakar (Sahabat akrab Rasul) melakukan permusuhan tanpa memandang ajaran RasuluLLAH SAW ?
Tolong pikirkan baik2 ^_^
@Muhibbin
Memang benar anda ASAL NGOMONG aja. Memang klu tukang fitnah kemana aja suka memfitnah. Semua yg diposting berdasarkan NASH klu anda tdk setuju jgn Syiah yg jd sasaran. Tp bantah mereka yg mengeluarkan Hadis. Berani anda membantah.?. Tapi cara membantah hrs ada nash dong. Jangan membantah sebagai bodoh
Kenapa emosi anda yang berperan dalam menggapai Ane? Apakah anda merasa kebohongan pola pemikiran ente mulai tergoncang?
Hati2,
jangan sampe ketika antum tidak bisa mencerna suatu hal dan berlawanan dengan ego antum, trus antum membuat suatu fatwa sendiri yang sesuka nafsu ente yg bermain.
Saya tidak membantah pake nash, karena nash yg ditunjukan diatas harus dipahami dengan benar, dan bukan dipeintir sesuai nafsu.
Aneh sekali ente, urusan antara orang waktu dahulu yang kejelasannya masih kabur, kok malah bisa2nya menyatakan kesimpulan sendiri???
Mending ente risau dengan keadaan Umat yang akidah sekarang banyak yang melenceng, daripada membahas masalah yang kejelasannya belum diketahui. Bukan diambil sisi baiknya, malah yang diambil sisi negatifnya.
Logika sederhana yang blom terpikirkan ya ?
@Muhibbin
Kasihan sekali para Salafi, otaknya nggak pernah beres dan bersih dari menuduh orang lain
Lho yang bilang begitu kan Bukhari Imamnya sampean, kalau begitu kasihan bener ya sampean dibohongi Imam sampean.
waduh pake emosi sih makanya jadi berantakan, hai SP lamua tak besuo
@Muhibbin
Saya kira di sini ga ada kaitannya dengan yang namanya Syiah.
Yang menyebutkan Sayidatina Fatimah marah bukanlah SP, tapi Imam Bukhari. Mas kok ga ngerti? Kalau mas menjadi curiga, coba buka kitab shahih Bukhari dan baca. Benar ga seperti yg SP tulis? Komentarnya mulai dari situ saja.
Damai….damai
Yang jelas Imam Ali kw mengakui bahwa orang yang paling utama setelah Rasulullah adalah Sayyidina Abu Bakar baru Sayyidina Umar, beliau bersabda di atas minbar masjid kufah dan di saksikan oleh khalayak (sangat mutawatir):
أفضل الأمة بعد نبيها أبو بكر ثم عمر
jika hal ini pengakuan Imam Ali, maka kalian mau apa hai orang-orang Syiah terhadap Abu Bakar, apakah kalian merasa lebih suci dari Imam Ali???
Ataukah kalian masih mau berdalih bahwa Imam Ali dengan perkataan itu sedang bertaqiyyah???
Atau masih adakah argumen lain lain yang bisa dijadikan sebagai tameng???
Alangkah piciknya pikiran kalian, wahai jongos-jongos yahudi jelma’an bin Saba’.
Dari perkataan Imam Ali di atas menunjukkan bahwa sebetulnya tidak ada apa-apa antar Abu Bakar dengan Sayyidah Fathimah dan Ahlul Bait yang lain, hanya kalianlah yang membesar-besarkannya dengan kemasan palsu dengan tujuan menurunkan reputasi Abu Bakar (mertua Nabi sekaligus Tsaniyatsnaini)
(Silahkan komentari ucapan Imam Ali yang sangat mutawatir di atas!!!!)
@Abu Sunni
Itu kan omongan Anda. Mutawatir kan anda. Tunjukan dong dlm buku apa dan sanadnya. Mungkin dari Mu’awiyah pemalsu Hadis mutawatir Ke Jazid dan sampai ke anda Anda baca nda Nahjul Balaghah?
weh ada abu sunni. kok gak mateng-mateng sih? dah jadi abu tuh.
Abu bakar berbuat demikian atas dasar hukum. perintah rasul,Anda menyatakan abubakar ada dlm murka fatimah pun berdasar hadits. Apa kaidaah Usul Fiqih mengenainya? apakah ada dosa atas abubakar?
Ibn kasir, bukannya plinplan, akan tetapi inilah sikap yang diambil oleh seorang yamg tahu akan kaidah ilmu, yaitu mengatakan yang sebenarnya bahwa pun ia kurang pasti, dan kejujuran ini tercermin dari ulama ahlu sunnah tidak seperti yang dilakukan oleh syi’ah yang banyak menciptakan kebohongan dalam dien dalam usaha taqiyahnya. tinggal anda pilih “darimana anda akn mengambil agama(ilmu)u.
Berucap dan menentukan sesuatu dgn hati-hati, itulah yang dilakukan Ibnu kasir. tidak serampangan memfitnah Fatimah maupun Abu bakar. tidak seperti anda yang berani menghina Ibnu kasir.
Kalupun mendapat murka fatimah, Apakah Abu bakar akan ke Neraka? sedangkan banyak ayat yang menjanjikan surga atas Abu bakar! itupun kalau anda meng Imani Qur’an Mushaf Utsmani!
Sampai kapanpun Antara syi’ah dan manhaj ilmu ngak bakalan ketemu! Tinggal pilih aj! mau darimana antum mengambil ilmu. dari yang banyak berdusta atau yang jujur.
hehe sorry if my word is too hard.
@Sayur
(1) Ngga perlu minta maaf apabila mas yakin kata-kata mas tidak keras
(2) Percuma minta maaf apabila mas tau kata-kata mas keras tapi tidak segera diperbaiki
(3) Tulisan ini saya kira tidak sedang memvonis Abubakar apakah ia akan masuk neraka atau tidak akibat kelancangannya thd Sayyidatina Fatimah. Tetapi berusaha menyampaikan hakikat kebenaran dari peristiwa masa lampau yang direkam oleh ulama hadits terkemuka dimana beliau meyakini bahwa Sayyidatina Fatimah marah kepada Abubakar atas peristiwa Tanah Fadak. Di bagian mana dari hadits ini yang belum dimengerti oleh mas Sayur?
(4) Sesungguhnya untuk mengambil sikap thd peristiwa ini tidak sulit, yaitu hanya dengan penuh kelapangan dan kejujuran kita mengakui bahwa Abubakar bisa saja melakukan kesalahan/kealpaan dan pembangkangan tdh sayyidatina Fatimah, karena Abubakar tidaklah suci sehingga terbebas darinya hawa nafsu dunia dan bebas dari godaan syaitan.
Kecuali kalau kita tetap bersikukuh bahwa Abubakar juga tidak mungkin salah atau dengan kata lain ia juga suci.
Damai…damai
@Abusuni
Bagaimana mungkin manusia yang disucikan Allah swt lebih rendah keutamaannya dengan manusia yang tidak suci?
Damai…damai
@sayur
1.Anda katakam: Abu bakar berbuat demikian atas dasar hukum. perintah rasul, Ada hadisnya yg shahih?
2.Anda katakan :
Kalupun mendapat murka fatimah, Apakah Abu bakar akan ke Neraka? sedangkan banyak ayat yang menjanjikan surga atas Abu bakar! itupun kalau anda meng Imani Qur’an Mushaf Utsmani!
Tolong jelaskan atau tunjukan ayat2 yg mana
3.Dan anda katakan bahwa Sunny jujur dan Syiah berbohong. Tolong anda tunjukan dimana kebohongan agar kita tahu. Tapi jgn asal FITNAH ya buktikan kebohongan dlm tafsir Alqur’an dan Hadis. Kalau anda jujur. Tdk seperti yg lain tukang CACI dan FITNAH. Mudah2 anda bs menjelaskan.
@Abu rahat
wah penjelasannya banyak juga ya dan hmm setelah saya baca sudah mencakup semua
saya cuma mau mengomentari yang menurut saya sedikit berbeda dengan pandangan saya
Hmm sebagai sebuah kemungkinan, ini bisa saja tetapi kalau dengan hadis Fadak tidak terdapat indikasi soal kedudukan Imam Ali yang dirampas. Hadis tersebut hanya meneceritakan masalah Fadak
Walaupun begitu saya tidak menemukan indikasi yang jelas bahwa kemarahan Sayyidah Fatimah dalam masalah Fadak terkait dengan peristiwa serangan ke rumah Ahlul Bait. Saya tertarik nih Mas, saya pernah baca kalau riwayat tentang ancaman pembakaran rumah Ahlul Bait tetapi saya kurang tahu apakah ancaman itu memang benar-benar terealisasi dalam bentuk serangan. Silakan dijelaskan
Selebihnya saya sependapat
@armand
saya sebenarnya disini-sini aja Mas, tetapi yah urusan saja yang suka betul dekat-dekat saya. Jadinya saya harus menyambut semua urusan yang datang dengan baik. Terimakasih doanya, btw tulisan ini memang sederhana kok. Cuma tanggapan sekilas
@Abu Sunni
hmmm mungkin saja ya dalam hal tertentu pengelola hakekat.com lebih baik dari saya. tetapi itu tidak membuat tulisan hakekat.com selalu benar. Tulisan hakekat.com soal Fadak keliru menurut saya dan semuanya sudah saya bahas di atas. Kalau menurut anda saya salah, silakan dibetulkan. Silakan saja kalau mau memvonis saya sesat. Hanya saja saya lebih suka berpegang pada Al Quran dan Sunah yang shahih ketimbang doktrin-doktrin nggak jelas
Salam
@truthseeker
gak cuma lewat, dia mampir ninggalin jejak
@Mbak Hilda
Mungkin karena hakekat.com menyatakan Syiah sesat makanya dinilai lebih baik
@Abu Rahat
hmm kayaknya memang Mas Abu Sunni itu nggak memahami tulisan saya, saya sependapat
@truthseeker
Mbak Hilda suka maksa, wah baru tahu saya
@Mbak Hilda
sesat itu pemalu
he he he bid’ah itu
@Quito Riantori
wah, wah saya nggak ikutan
@truthseeker
Bukan cuma Mas kok yang salah menafsirkan
@Abdell
Siapa aja bisa kok membahas suatu kitab asalkan berpegang pada metode yang benar
Saya gak ngerasa kalau mindset saya Syiah atau Sunni, saya cuma berpegang pada metode yang benar Mas yaitu Al Quran dan Hadis yang shahih, silakan kalau mau meluruskan
Oooh silakan Mas, saat ini hal itu bukan menjadi urusan saya. Semoga Mas bisa menemukannya
Salam
@Abu Rahat
wah sangat sependapat Mas
@Muhibbin
Hmm apa hubungannya ya sama tulisan saya
Saya setuju kalau masalah perseteruan itu wajar terjadi, oleh karena itu dalam melihat suatu perseteruan saya ingin mengetahui kebenaran berada di pihak siapa, cuma itu kok
Oleh karena itulah Mas, saya menuliskan bahwa kebenaran berada pada Sayyidah Fatimah AS dan dalam hal ini Abu Bakar RA keliru. Semua itu saya ambil berdasarkan ajaran Rasulullah SAW sendiri bahwa kita umat Islam harus berpegang teguh pada Al Quran dan Ahlul bait agar tidak sesat. Sayyidah Fatimah AS adalah Ahlul Bait yang menjadi pedoman umat Islam, sedangkan Abu Bakar RA bukan Ahlul Bait.
Salam
@Abu Rahat
nyantai aja Mas
@Muhibbin
Sejauh ini saya sudah berhati-hati dan saya harap Mas juga berhati-hati untuk tidak seenaknya mengatakan bahwa Ahlul bait itu keliru. Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk berpegangteguh pada Ahlul Bait Mas bukan menyelisihi Mereka
Sebenarnya setiap orang bebas mau mengklaim apapun, tetapi bukankah lebih baik kalau klaim Mas itu dibuktikan. Nash mana yang saya pelintir dengan nafsu, saya menggunakan metode yang tepat dalam memahami yaitu logika bahasa yang jelas
Dari dulu masalah Fadak sudah jelas, kebenaran berada pada Sayyidah Fatimah AS oleh karena itulah sampai akhir hayatnya Sayyidah Fatimah tetap tidak mau membenarkan kekeliruan Abu Bakar RA
Saya memikirkannya dan untuk itulah saya buat blog ini, saya mau menganalisis semua pemahaman Islam yang ditampilkan oleh mahzab apapun itu dan saya nilai yang mana yang benar. Kemudian saya tampilkan untuk diidskusikan lebih lanjut agar jika saya salah seseorang bisa mengoreksi saya dengan menampilkan yang mana yang benar
Salam
@almirza
wah berantakan tuh, iya ya lama nggak OL
eh Mas ketemuan di darat yuk
kan kita nggak jauh-jauh amat
@armand
seandainya Mas Muhibbin itu mengerti yang Mas maksudkan, pasti diskusinya bisa lebih nyambung. semoga saja ya
Salam
@Abu Sunni
Saya pernah baca hadis itu kok, sayangnya itu tidak menjadi hujjah apapun. Kalau memang mereka lebih utama dibanding Ahlul Bait tidak mungkin Rasulullah SAW sendiri menyuruh mereka untuk berpegang teguh pada Ahlul Bait seperti yang dikatakan dalam Hadis Tsaqalain.
Ada nih yang bahas hadis itu silakan dilihat disini
Btw hadis itu nggak mutawatir Mas, semua sanadnya diriwayatkan melalui Muhammad Al Hanafiyah, atau mungkin Mas lebih tahu, silakan dibahas
@Abu Rahat
semoga Mas Abu sunni mau menunjukkan bukti kemutawatiran hadis tersebut
@ressay
Abu itu bukan berarti udah kelewat matang
@sayur
Kurang tepat Mas, dalam hal ini Abu Bakar RA melanggar ketetapan Rasulullah SAW yang mengharuskan berpegang teguh pada Ahlul Bait AS bukan malah menyelisihinya
Ibnu Katsir mengalami kebingungan mengapa Sayyidah Fatimah AS marah kepada Abu Bakar selama 6 bulan. Dalam hal ini beliau tidak bisa menejlaskan dengan baik sikap Sayyidah Fatimah AS tersebut. Tetapi disisi lain beliau berkeyakinan Abu Bakar RA yang benar
Kekeliruan Ibnu Katsir adalah beliau tidak menghiraukan sama sekali Hadis Tsaqalain yang merupakan perintah Rasulullah SAW untuk berpegang teguh pada Ahlul Bait agar tidak sesat, dan sekali lagi bukan malah menyelisihi mereka dengan alasan menjalankan Sunnah. Ahlul Bait Rasulullah SAW adalah yang paling tahu masalah sunnah Nabi
Saya tidak menghina Ibnu Katsir, saya cuma bilang Ibnu Katsir mengalami kebingungan ketika menjelaskan masalah kemarahan Sayyidah Fatimah
dalam pembahasan hadis Fadak pun beliau keliru karena berhujjah dengan hadis dhaif mursal riwayat Baihaqi, hadis mursal tersebut beliau nyatakan shahih dengan pengandaian bukan dengan metode hadis yang benar
Tidak ada urusannya sama saya Mas, Biarlah itu menjadi ketetapan Allah SWT, btw saya beriman dengan kebenaran Al Quran kok
Gak nyambung sih kalau menurut saya, Saya nggak lagi bicara soal mahzab Syiah. jadi gak perlu minta maaf
@armand
hmm yap saya setuju dengan penejelasan itu, tetapi saya ragu apa orang yang dituju itu bisa memahami persoalannya
@Abu rahat
semoga yang menyebut dirinya sayur itu bisa menjawab semua pertanyaan Mas
Salam
@SP
Menurut mas SP pernah membaca tapi apakah terrealisai penyerangan. Klu penyerangan pembangkaran memang saya blm membaca. Tp saya akan tuliskan apa yg terjadi pada hari itu dan mas SP menilai WAJARKAH perbuatan ini atau tdk. Saya membaca dari tulisan Muqatil bin Athiyyah al Bakri al Hanafi yg diambil dari Kitab as-Sagifah oleh Abubakar al Jauhari; Al-Imamah wassiyasah susunan Ibnu Qutaibah, Syarah Nahjul Balaghah 2.19 oleh Ibnu Abil Hadid. Begini riwayatnya:
Setelah Abubakar mengambil bai’at utk dirinya lalu dia mengutus, Umar ibnu Chattab, Qunfudz, Khalid b. Walid, Abu Ubaidah bin Jarrah dll. utk mendatangi rumah Ali dan Fatimah as. Umar mengumpulkan kayu bakar didepan pintu rmh Fatimah dan membakar. Ketika Fatimah berdiri dibalik pintu utk mengusir Umar dan kelompoknya, oleh Umar pintu ditekan dg keras hingga janin yg dikandung gugur dan paku pintu tertanam dlm dadanya, lalu Fatimah as berteriak: Hai Rasulullah, lihat apa yg kami dapatkan dari Ibnul Khattab dan Ibnu Abi quhafah sepeninggal anda.
Sesudah itu, Umar berpaling melihat orang2 disekelilingnya seraya berkata : Deralah Fatimah; dan layangkan cemeti2 diatas tubuh putri kesayangan dan sibiran Rasulullah SAW hingga membuat ia berdarah.
Akibat luka2 tsb membuat Fatimah sakit dan sedih sampai beberapa hari kemudian meninggal. Apakah perbuatan2 yg demikian tdk menjadi Fatimah as marah? Dan meninggal Fatimah dlm keadaan marah disebut juga oleh:
1. Shahih Bukhari dlm kitab Al-Khumus hadits no 2
2..Kitab al-Fara’idz Shahih Turmudzi jld I hal 127
3.Mustadrak ash-Shahihain 3/153
4.Mizan al-I’tidal 2/72
5.Kanzul Ummal 6/27
Mudaha2an menjadi jelas bagi mas SP
SP hadits ttg Imam Ali as dgn putri Abu jahal itu tdk shohih karena ada periwayat awalnya..Atiyah? yg baru berumur 8-10 th saat peristiwa itu…
di blog lain sudah dibahas..tuh..
Kurang tepat Mas, dalam hal ini Abu Bakar RA melanggar ketetapan Rasulullah SAW yang mengharuskan berpegang teguh pada Ahlul Bait AS bukan malah menyelisihinya
jawaban antum ngelantur
Tidak ada urusannya sama saya Mas, Biarlah itu menjadi ketetapan Allah SWT, btw saya beriman dengan kebenaran Al Quran kok
Ini Menunjukan pemahaman agama anda sangat dangkal.
Gak nyambung sih kalau menurut saya, Saya nggak lagi bicara soal mahzab Syiah. jadi gak perlu minta maaf
Ini menunjukan anda ngak mengerti masalah Manhaj. ” Ilmu Itu agama,Maka perhatikanlah darimana ia mengambil agamanya”
Mengenai masalah Wasiat rasulullah atas Ahl bait Ada dalam sesi bahasan yang khusus dan saat ini kita tidak membahasnya. Abu bakar berbuat atas dasar sunnah. menunjukan ia i’tiba dan menghindarkan fatimah dari harta yang mungkin haram atasnya. anda sering berhujjah kalu masing masing beramal dgn hadits maka biarkanlah………………kemana tuh usul anda saat ini.
@Abu Rahat
wah sepertinya saya masih butuh banyak informasi lagi, Kitab Al Jauhari itu belum pernah saya baca, dan seperti yang pernah saya katakan pada Mas Almirza kitab Imamah Was Siayasah saat ini tidak menjadi rujukan atau hujjah buat saya
Lho Mas bukannya hadis ini adalah hadis soal Fadak
terimaksih infonya
Salam
@bob
Mungkin bukan Atiyah ya tetapi Mishwar bin Makhramah, pernah bahas kok soal ini, tetapi tidak semudah itu menjadi tidak shahih karena ada istilah yang namanya Mursal Sahabi
Salam terimakasih masukannya
@Sayur
Hmmm rasanya jawaban saya nggak ngelantur kok. Bahkan sangat logis. Ketika akhir hidupnya Rasulullah SAW berpesan pada para Sahabat agar berpegang teguh pada Ahlul Bait. Hal ini dijelaskan dalam hadis Tsaqalain
Setelah Rasulullah SAW wafat ternyata Abu Bakar menolak memenuhi tuntutan Sayyidah Fatimah AS yang merupakan Ahlul Bait Nabi. Jadi Abu Bakar bukannya berpegang teguh pada Ahlul Bait tetapi malah menyelisihi mereka
Lebih baik Klaim Mas yang menyatakan saya ngelantur itu dibuktikan dengan penjelasan di bagian mana ngelanturnya dan yang mana yang benar. Gitu aja Mas, biar nggak capek
Salam
Kalau cuma klaim Mas sih saya nggak keberatan, masalahnya sepertinya kita berbeda pandangan soal apa itu yang dangkal dan yang tidak
Lagipula memang benar Mas, soal siapa yang masuk Surga dan Neraka itu memang bukan urusan saya lho
Saya sangat mengerti masalah Manhaj, tetapi Mas menempatkannya dalam posisi yang keliru. Tulisan saya adalah sepenuhnya saya ambil dari Sumber Ahlus Sunnah dan saya tafsirkan dengan pemahaman yang benar dan metode yang tepat. Kalau menurut Mas, saya keliru lebih baik tolong ditunjukkan , biar saya bisa mengoreksi pandangan saya atau malah saya yang mengoreksi pandangan Mas.
.Ya sudah silakan Mas, silakan menduga-duga
Anehnya Mas malah berkomentar soal Syiah, saya rasa Mas cuma mengandalkan prakonsepsi Mas semata bahwa tulisan saya soal Fadak itu berbau Syiah atau Mas mengira saya sebenarnya seorang Syiah
Semua itu adalah prakonsepsi Mas yang cuma bersifat dugaan dan tidak memiliki bukti apapun
Jika tulisan saya terkesan sama dengan apa yang diyakini Syiah ya mau gimana lagi, apa harus langsung disalahkan dan dibilang sesat. Saya, Syiah dan anda mungkin sama-sama meyakini bahwa Tiada Tuhan selain Allah SWT, jadi apa kita berdua menjadi sesat atau keliru
Boleh saja kalau mau membahas di tempat lain. Saya cuma mau memaparkan landasan saya yang menganggap Abu Bakar RA keliru itu sangat berkaitan dengan Hadis Tsaqalain yang merupakan Wasiat Rasulullah SAW.
Itu karena Mas sudah berpegang pada kenyataan Abu Bakar RA benar dalam menyampaikan hadis yang dimaksud. Saya sebenarnya akan membenarkan Abu Bakar RA jika saja tidak ada itu yang namanya Hadis Tsaqalain. Hadis itu menjadi pembeda yang jelas siapakah yang pantas jadi pegangan Umat Islam agar tidak tersesat. Abu Bakar RA bisa saja mendengar hadis tetapi pemahamannya bisa saja keliru jika bertentangan dengan apa yang diyakini Ahlul Bait AS.
Lihat baik-baik, kata-kata anda yang menyatakan menghindarkan Sayyidah Fatimah dari harta yang haram, mengindikasikan sedikit sikap merendahkan keutamaan Ahlul Bait. Anda dari awal menganggap Sayyidah Fatimah menuntut harta yang haram dan ini beliau keliru, padahal sudah jelas Sayyidah Fatimah AS adalah Ahlul Bait yang menjadi pegangan Umat Islam termasuk menjadi pegangan Abu Bakar RA sendiri. Jadi anda salah menempatkan posisi Mas
Lho bagi saya ya terserah mau pakai hadis apa dan pemahaman seperti apa. Hanya saja saya tidak pernah berkeyakinan bahwa semuanya mesti benar dalam pandangan saya. Bagi saya di antara semua pandangan ada pandangan yang lebih benar dibanding yang lain sama halnya ada pandangan yang benar-benar keliru. Tapi kalau orang lain mau berpandangan berbeda, ya silakan Mas
Saya tidak pernah memaksa
Anda berkeyakinan Hadis Abu Bakar Ra benar dengan menolak Hadis Tsaqalain ya silakan
tapi saya menerima Hadis Tsaqalain dan menolak Hadis Abu Bakar RA
Dari segi sanad hadis Tsaqalain sanadnya shahih lebih banyak sanadnya
Dari segi matan Hadis Abu Bakar RA bertentangan dengan Al Quran dan banyak hadis lain selain hadis Tsaqalain
Lihat saja tulisan saya soal Analisis Kisah Fadak
Saya berpegang pada Al Quran dan Hadis yang shahih
Komentar saya cuma mau mengoreksi komentar Mas yang saya pandang keliru. Begitu Mas
Salam
Astagfirullah…saya sampe terkesima membaca komentar spt ini. Sampai begitu parahkah penilaian kalian thd ahl bayt? Ahl bayt adalah tempatnya ilmu. Tega2nya antum mengatakan spt itu seolah2 Sayiddah Fatimah anak kecil yg tdk tahu halal dan haram.
Mas…semua sahabat datang kpd ahl bayt jika ingin bertanya ttg agama/islam. Ahl bayt bkn anak2 manja yg cuma mengandalkan nasab.
Sedih saya bacanya. Pantas saja Rasulullah & imam Ali menangis membayangkan keterpurukan umat islam dlm menghormati ahl bayt.
Tidak sulit bagi saya skr mengerti knp ada begitu banyak umat islam yg tdk bs menghormati dan menjadi pengikut ahl bayt.
” Hai Rasul, sampaikanlah apa yg telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan apabila tidak mau sampaikan maka kamu blm menyampaikan risalah. Jangan kamu takut Allah memelihara kamu dari manusia. Sesungguhnya Allah tdk memberikan petunjuk pd orang2 kafir.”
Hmmm rasanya jawaban saya nggak ngelantur kok. Bahkan sangat logis. Ketika akhir hidupnya Rasulullah SAW berpesan pada para Sahabat agar berpegang teguh pada Ahlul Bait. Hal ini dijelaskan dalam hadis Tsaqalain
Setelah Rasulullah SAW wafat ternyata Abu Bakar menolak memenuhi tuntutan Sayyidah Fatimah AS yang merupakan Ahlul Bait Nabi. Jadi Abu Bakar bukannya berpegang teguh pada Ahlul Bait tetapi malah menyelisihi mereka
Lebih baik Klaim Mas yang menyatakan saya ngelantur itu dibuktikan dengan penjelasan di bagian mana ngelanturnya dan yang mana yang benar. Gitu aja Mas, biar nggak capek
Salam
yg kita bahas mengenai sub fadak Antum ngerti sub ngak akh?
“anda sering berhujjah kalu masing masing beramal dgn hadits maka biarkanlah………………kemana tuh usul anda saat ini”. Maksud saya disini adalah hendaknya kita pun bersikap proforsional. dan seperti yang anda katakan, surga dan neraka itu adalah urusan allah. bukannya urusan antum dan ana. dan tidak bisa saya katakan fatimah atau abu bakar yang salah coz keduanya mungkin ada didalam perselisihan yang mungkin masih ada dalam ridhla allah swt.
dan buat truth yang sakit….. ana mau tanya pula sama antum, dimanakah letak kebencian ana terhadap ahl bayt. akan tetapi saya akan tanya pula pada antum Apakah sedemikian bencinya antum terhadap Abu bakar sehingga menyangka abu bakar akan berbuat sekeji itu dengan merampas harta anak yatim………… Cinta seorang muslim terhadap mereka Ahl Bayt pun terhadap Para sohabatnya adalah sangat besar dan ini merupakan ciri-ciri pengikut sunnah rasulullah.
Pun kita sadari Mereka adalah manusia biasa yang tidak maksum dari kesalahan. dan ini perbedaan nya yaitu “Maksum” yang mungkin persefsi Maksum kita berbeda. tinggal kita mengambil ibrah dan berhusnudzhon terhadap mereka. karena mereka Yamg mungkin menurut antum sudah pasti neraka atasnya , mungkin mereka telah lebih dahulu masuk surga dibandingkan antum.
Yaa akhi Truth yang sakit……………….
Mas…semua sahabat datang kpd ahl bayt jika ingin bertanya ttg agama/islam. Ahl bayt bkn anak2 manja yg cuma mengandalkan nasab.
Sedih saya bacanya. Pantas saja Rasulullah & imam Ali menangis membayangkan keterpurukan umat islam dlm menghormati ahl bayt.
Tidak sulit bagi saya skr mengerti knp ada begitu banyak umat islam yg tdk bs menghormati dan menjadi pengikut ahl bayt.
Siapakah ahl Bayt?
Siapakah Ibnu Abbas?
Siapakah yang menikahi putri Rasulullah,Apakah hanya sayyidina ali saja?
Apakah benar hanya kepada ahl bayt saja umat bertanya tentang dienul islam?termasuk antumkah?
Siapakah yang lebih bagus Hapalan Qur’annya? dan kenapa pula Ali menyetujui MUshaf Utsmani?
dan buat truth yang sakit….. ana mau tanya pula sama antum, dimanakah letak kebencian ana terhadap ahl bayt. akan tetapi saya akan tanya pula pada antum Apakah sedemikian bencinya antum terhadap Abu bakar sehingga menyangka abu bakar akan berbuat sekeji itu dengan merampas harta anak yatim………… Cinta seorang muslim terhadap mereka Ahl Bayt pun terhadap Para sohabatnya adalah sangat besar dan ini merupakan ciri-ciri pengikut sunnah rasulullah.
@Sayur
Benar-benar memprihatinkan mendengar keyakinan mas Sayur dan orang-orang sejenis mas thd Ahlulbayt. Keutamaan Ahlulbayt cukup sebagai pengetahuan saja kan?
Kecintaan kepada mereka cukup diucapkan saja kan?
Kesucian pribadi-pribadi mereka cukup sebagai teori saja kan?
Apakah pendapat mas ini juga diyakini oleh syeikh-syeikh dan manhaj mas? Semoga tidak.
Bagaimana caranya agar mas dan orang-orang yang sekeyakinan dengan mas sadar bahwa Ahlulbayt Rasul saw selalu berada dalam kebenaran karena kesucian pribadi mereka serta karena kedekatannya dgn Rasul saw sehingga mereka tidak mungkin keliru, tidak mungkin lalai, tidak mungkin salah dalam menjalankan isyarat-isyarat dan perintah Allah swt dan isyarat-isyarat/perintah Rasul saw? Dan sehingga setiap pribadi yang tidak suci, jangan mencoba-coba untuk menyelisihinya, berseberangan dengannya, menentangnya, membencinya, membuatnya kecewa, membuatnya sedih serta membuatnya marah.
Saya khawatir, jika saatnya tiba kedatangan Sang Imam Petunjuk berasal dari dzuriat Rasul saw, mas dan kelompok mas masih dengan keyakinan mas seperti ini, tetap mengunci hati mas, tetap dengan kejahiliyahan, dan enggan menerima kebenaran.
Damai…..damai
@Teman2 yg mempergunakan AKAL sehat.
Tdk usaha kita beri komentar terhadap mereka yg berbicara tdk pakai akal. Membuang waktu dan energi aja. Mereka bebicara tanpa ada dalil. Diminta dalil/nash tdk pernah diberikan. Tp ngomongnya ngawur. TONG KOSONG BUNYINYA NYARING. Biarlah mereka dg amalannya yg…………
@SP
Benar mas bukan soal Fadak tp soal kemarahan Sayyidah Fatimah hingga meninggal dlm keadaan marah. Krn ada hubungan dg postingnya mas, maka saya ikutsertakan. Wasalam
Apakah Bukti kalau antum tu cinta ahl Bayt, yang jelas bukti kecintaan antum sekalian tu hanya menyebarkan api kebencian dalam hati mukmin dengan terus menguak fitnah.
“TONK BERISI SAMPAH HANYA AKAN MENYEBARKAN BAU BUSUK”
Siapakah ahl Bayt?
Siapakah Ibnu Abbas?
Siapakah yang menikahi putri Rasulullah,Apakah hanya sayyidina ali saja?
Apakah benar hanya kepada ahl bayt saja umat bertanya tentang dienul islam?termasuk antumkah?
Siapakah yang lebih bagus Hapalan Qur’annya? dan kenapa pula Ali menyetujui MUshaf Utsmani?
“anda sering berhujjah kalu masing masing beramal dgn hadits maka biarkanlah………………kemana tuh usul anda saat ini”. Maksud saya disini adalah hendaknya kita pun bersikap proforsional. dan seperti yang anda katakan, surga dan neraka itu adalah urusan allah. bukannya urusan antum dan ana. dan tidak bisa saya katakan fatimah atau abu bakar yang salah coz keduanya mungkin ada didalam perselisihan yang mungkin masih ada dalam ridhla allah swt.
dan buat truth yang sakit….. ana mau tanya pula sama antum, dimanakah letak kebencian ana terhadap ahl bayt. akan tetapi saya akan tanya pula pada antum Apakah sedemikian bencinya antum terhadap Abu bakar sehingga menyangka abu bakar akan berbuat sekeji itu dengan merampas harta anak yatim………… Cinta seorang muslim terhadap mereka Ahl Bayt pun terhadap Para sohabatnya adalah sangat besar dan ini merupakan ciri-ciri pengikut sunnah rasulullah.
Pun kita sadari Mereka adalah manusia biasa yang tidak maksum dari kesalahan. dan ini perbedaan nya yaitu “Maksum” yang mungkin persefsi Maksum kita berbeda. tinggal kita mengambil ibrah dan berhusnudzhon terhadap mereka. karena mereka Yamg mungkin menurut antum sudah pasti neraka atasnya , mungkin mereka telah lebih dahulu masuk surga dibandingkan antum
@ sayur
Udah basi banget komentar sampean
jadi nggak berminat mau membantah sanpean
@SP
bahas tuntas dong soal kitab Imamah Was Siyasah
kita beda disini kan waktu itu
Bukti seseorang mencintai Alah adalah dengan taat atas keputusan Allah dan Rasulullah (3:31). meskipun itu terhadap Ahl bayt nya Rasulullah. Seandainya Fatimah mencuri pasti Akan dipotong Tangannya itu.
Apakah Bukti kalau antum tu cinta ahl Bayt, yang jelas bukti kecintaan antum sekalian tu hanya menyebarkan api kebencian dalam hati mukmin dengan terus menguak fitnah.
“TONK BERISI SAMPAH HANYA AKAN MENYEBARKAN BAU BUSUK”
Siapakah ahl Bayt?
Siapakah Ibnu Abbas?
Siapakah yang menikahi putri Rasulullah,Apakah hanya sayyidina ali saja?
Apakah yang dinikahi oleh Ali hanya Fatimah saja?
Coba anda sebutkan Anak dari Ali. yang diberi nama dgn Nama sohabat? Apa benar anda cinta Ahl Bayt?
Apakah benar hanya kepada ahl bayt saja umat bertanya tentang dienul islam?termasuk antumkah?
Siapakah yang lebih bagus Hapalan Qur’annya? dan kenapa pula Ali menyetujui MUshaf Utsmani?
“anda sering berhujjah kalu masing masing beramal dgn hadits maka biarkanlah………………kemana tuh usul anda saat ini”. Maksud saya disini adalah hendaknya kita pun bersikap proforsional. dan seperti yang anda katakan, surga dan neraka itu adalah urusan allah. bukannya urusan antum dan ana. dan tidak bisa saya katakan fatimah atau abu bakar yang salah coz keduanya mungkin ada didalam perselisihan yang mungkin masih ada dalam ridhla allah swt.
dan buat truth yang sakit….. ana mau tanya pula sama antum, dimanakah letak kebencian ana terhadap ahl bayt. akan tetapi saya akan tanya pula pada antum Apakah sedemikian bencinya antum terhadap Abu bakar sehingga menyangka abu bakar akan berbuat sekeji itu dengan merampas harta anak yatim………… Cinta seorang muslim terhadap mereka Ahl Bayt pun terhadap Para sohabatnya adalah sangat besar dan ini merupakan ciri-ciri pengikut sunnah rasulullah.
Pun kita sadari Mereka adalah manusia biasa yang tidak maksum dari kesalahan. dan ini perbedaan nya yaitu “Maksum” yang mungkin persefsi Maksum kita berbeda. tinggal kita mengambil ibrah dan berhusnudzhon terhadap mereka. karena mereka Yamg mungkin menurut antum sudah pasti neraka atasnya , mungkin mereka telah lebih dahulu masuk surga dibandingkan antum
@Sayur
Jelas sekali Ahlul Bait akan selalu taat pada Allah dan RasulNya
Tidak ada yang memfitnah disini
Kalau memang ada itu adalah orang yang memfitnah bahwa orang-orang disini pada fitnah semua
Benar kok, dan menurut saya, kata-kata yang kasar adalah cerminan dari tong sampah yang busuk
Rasulullah SAW berkata bahwa Sayyidah Fatimah AS, Imam Ali AS, Imam Hasan AS dan Imam Husain AS adalah Ahlul Bait Beliau
beliau sahabat Nabi SAW yang mulia
Menurut saya nggak
Saya tidak tahu, setahu saya anak Imam Ali adalah Imam Hasan dan Imam Husain, jadi Mas kan bisa ajari saya
Semoga saya bisa mencintai Ahlul bait
Silakan Mas kalau mau bertanya pada siapa saja, yang jelas Rasulullah SAW telah berkata Ahlul bait adalah pegangan agar umat Islam tidak tersesat
Kalau saya mah gak perlu ditanya, kalau saya sesat dan brengsek itu tidak merubah apapun
Ada banyak yang menghafal al Quran tetapi saya nggak tahu yang paling bagus. Imam Ali menyetujuinya karena tidak ada yang patut untuk ditolak atau ditidaksetujui
Memang benar, dan kalau saya tidak salah ingat yang pertama mengungkit masalah surga dan neraka adalah Mas kan
Silakan berprasangka, yang jelas Hadis Tsaqalain yang shahih menjelaskan bahwa Ahlul bait adalah pedoman bagi umat Islam termasuk pedoman bagi Abu Bakar sendiri
Gak perlu menghina Mas, di dunia maya setiap orang bisa berlagak sehat dan bisa seenaknya menuduh sakit. Jadi semua hinaan itu tidak berguna
Anda mungkin saja tidak membenci Ahlul Bait tetapi seperti yang saya katakan bahwa kata-kata anda yang menyatakan menghindarkan Sayyidah Fatimah dari harta yang mungkin haram atasnya, mengindikasikan sedikit sikap merendahkan keutamaan Ahlul Bait. Anda dari awal menganggap Sayyidah Fatimah menuntut harta yang haram dan ini beliau keliru, padahal sudah jelas Sayyidah Fatimah AS adalah Ahlul Bait yang menjadi pegangan Umat Islam termasuk menjadi pegangan Abu Bakar RA sendiri.
Nah kata-kata itu yang menurut saya dan Mas truthseeker bernada merendahkan
Kalau menurut saya, Abu Bakar bertindak berdasarkan pengetahuannya tetapi tetap saja menurut saya beliau keliru karena telah menyelisihi Ahlul bait. Sama halnya pedoman kita adalah Rasulullah SAW maka tidak layak bagi seseorang menyelisihi Rasul SAW. nah kalau Rasulullah SAW berkata Pedoman Umat Islam adalah Ahlul Bait maka umat Islam tidak layak untuk menyelisihi Ahlul Bait
Manusia biasa memang tetapi mereka Ahlul bait adalah pedoman bagi umat Islam yang selalu berada dalam kebenaran. makanya Rasulullah SAW berkata mereka Ahlul bait adalah pegangan bagi umat Islam agar tidak tersesat
Saya heran betapa saya sering mengulang Hadis Tsaqalain, masa’ hadis tersebut susah sekali dimengerti
Salam heran deh
Hal ini karena anda beranggapan Ahl bayt tu maksum. bahkan sampai Imam kalian yang jelas menganjurkan Perjinahan dan pembunuhan pun kalian anggap syah karena sudah ketetapan imam kalian meski bertentangan dengan sunnah Rasulullah juga yang bahkan dilarang oleh syiddina Ali . pun doktrin anda diantaranya ialah dengan menafsirkan A’basa yang bagi orang yang ber ilmu sudah terang kebusukan dakwah IJABI.
“Apabila Ahl Bayt telah keluar dari Qur’an dan Sunnah Rasulullah, Apakah anda akan tetap berpegang kpd mereka. Afwan not All from ahl Bayt”
Yang Gue pegang tetaplah Qur’an dan Sunnah Rasulullah.
pun ini menjadi Wasiat Rasulullah dalam bbrp hadits.
Bukti seseorang mencintai Alah adalah dengan taat atas keputusan Allah dan Rasulullah (3:31). meskipun itu terhadap Ahl bayt nya Rasulullah. Seandainya Fatimah mencuri pasti Akan dipotong Tangannya itu.
Apakah Bukti kalau antum tu cinta ahl Bayt, yang jelas bukti kecintaan antum sekalian tu hanya menyebarkan api kebencian dalam hati mukmin dengan terus menguak fitnah.
“TONK BERISI SAMPAH HANYA AKAN MENYEBARKAN BAU BUSUK”
Siapakah ahl Bayt?
Siapakah Ibnu Abbas?
Siapakah yang menikahi putri Rasulullah,Apakah hanya sayyidina ali saja?
Apakah yang dinikahi oleh Ali hanya Fatimah saja?
Coba anda sebutkan Anak dari Ali. yang diberi nama dgn Nama sohabat? Apa benar anda cinta Ahl Bayt?
Apakah benar hanya kepada ahl bayt saja umat bertanya tentang dienul islam?termasuk antumkah?
Siapakah yang lebih bagus Hapalan Qur’annya? dan kenapa pula Ali menyetujui MUshaf Utsmani?
“anda sering berhujjah kalu masing masing beramal dgn hadits maka biarkanlah………………kemana tuh usul anda saat ini”. Maksud saya disini adalah hendaknya kita pun bersikap proforsional. dan seperti yang anda katakan, surga dan neraka itu adalah urusan allah. bukannya urusan antum dan ana. dan tidak bisa saya katakan fatimah atau abu bakar yang salah coz keduanya mungkin ada didalam perselisihan yang mungkin masih ada dalam ridhla allah swt.
dan buat truth yang sakit….. ana mau tanya pula sama antum, dimanakah letak kebencian ana terhadap ahl bayt. akan tetapi saya akan tanya pula pada antum Apakah sedemikian bencinya antum terhadap Abu bakar sehingga menyangka abu bakar akan berbuat sekeji itu dengan merampas harta anak yatim………… Cinta seorang muslim terhadap mereka Ahl Bayt pun terhadap Para sohabatnya adalah sangat besar dan ini merupakan ciri-ciri pengikut sunnah rasulullah.
Pun kita sadari Mereka adalah manusia biasa yang tidak maksum dari kesalahan. dan ini perbedaan nya yaitu “Maksum” yang mungkin persefsi Maksum kita berbeda. tinggal kita mengambil ibrah dan berhusnudzhon terhadap mereka. karena mereka Yamg mungkin menurut antum sudah pasti neraka atasnya , mungkin mereka telah lebih dahulu masuk surga dibandingkan antum
@sayur
Saya br tahu kalau mas sayur tdk mengimani al-Ahzab: 33. Kalau begitu jelas sdh knp anda mati2an membenarkan Abu Bakar dan lebih memilih menghina Fathimah (tega2nya mengatakan bhw Abu Bakar mencegah Fatimah memakan barang haram).
Pada saat kebenaran disampaikan dan itu berarti menyatakan bhw sahabat bisa keliru anda mencak2, tp pd saat anda menghina Fatimah (yg lbh mulia dr sahabat) anda begitu relax dan tanpa beban.
@Sayur
Bagi banyak umat slam sdh jelas siapa ahl bayt. Krn anda cm mau dengar guru anda, silakan tanya kpd beliau.
Insyaallah saya tdk membenci Abu Bakar.
Jangan menduga2 saya membenci Abu Bakar, silakan tanyakan Bukhori, krn semua ini dibicarakan krn dicatat oleh Bukhori. Knp anda tdk complain kpd Bukhori koq “kurang kerjaan” mencatat cerita ini.
Kata Allah dlm QS: Al- Ahzab 33. Lihat, bukankahn Allah telah membedakan/memuliakan mrk dg mensucikan mrkpun anda tdk mau terima apalg hanya penjelasan kami…hehe..
Kalau menurut guru anda bgm? apakah menurut beliau jg ahlbayt tdk disucikan oleh Allah?
Ngelantur.. (mgkn anda tdk tahu arti kata ngelantur kali yaa..). Emang siapa yg pernah klaim yg paling duluan msk surga, siapa yg ngomong ada yg masuk neraka?. Jadi ngelantur itu adalah mengatakan sesuatu yg tdk ada hubungan dan tdk pernah dibicarakan ditambah lg tdk fokus..that’s ngelantur..
HE HE ANDA SEMAKIN NGELANTUR AJA Semakin menunjukan kedangkalan ilmu anda dan menunjukan siapa sebenrnya yang hanya mendengar dari Gurunya Kamu saja padahal sudah jelas ulama syi’ah itu secara manhaj not good bwat diambil ilmunya.”BUKTI BAHWA ANDA NGAK KENAL MANHAJ”………. Kalu antum perhatikan tulisan djuga tulisan ana dibawah ini dgn hidayah mungkin antum ngak kayak gini……. Antum kira ana ngak paham yak siapa tuh Ahl Bayt………. Mungkin benar Ahl bayt disucikan akan tetapi persefsi disucikan menurut antum dgn menurut ulama tuh berbeda ….. u hanya meng ada ada aja……hehe Doktrin yang lain dari IJABI yaitu buku “ALMUSTHOFA” Jalal.
tetaplah u dalam kesombongan ilmu u.biar perang tuh sesama muslim.
Hal ini karena anda beranggapan Ahl bayt tu maksum. bahkan sampai Imam kalian yang jelas menganjurkan Perjinahan dan pembunuhan pun kalian anggap syah karena sudah ketetapan imam kalian meski bertentangan dengan sunnah Rasulullah juga yang bahkan dilarang oleh syiddina Ali . pun doktrin anda diantaranya ialah dengan menafsirkan A’basa yang bagi orang yang ber ilmu sudah terang kebusukan dakwah IJABI.
“Apabila Ahl Bayt telah keluar dari Qur’an dan Sunnah Rasulullah, Apakah anda akan tetap berpegang kpd mereka. Afwan not All from ahl Bayt”
Yang Gue pegang tetaplah Qur’an dan Sunnah Rasulullah.
pun ini menjadi Wasiat Rasulullah dalam bbrp hadits.
Bukti seseorang mencintai Alah adalah dengan taat atas keputusan Allah dan Rasulullah (3:31). meskipun itu terhadap Ahl bayt nya Rasulullah. Seandainya Fatimah mencuri pasti Akan dipotong Tangannya itu.
Apakah Bukti kalau antum tu cinta ahl Bayt, yang jelas bukti kecintaan antum sekalian tu hanya menyebarkan api kebencian dalam hati mukmin dengan terus menguak fitnah.
“TONK BERISI SAMPAH HANYA AKAN MENYEBARKAN BAU BUSUK”
Siapakah ahl Bayt?
Siapakah Ibnu Abbas?
Siapakah yang menikahi putri Rasulullah,Apakah hanya sayyidina ali saja?
Apakah yang dinikahi oleh Ali hanya Fatimah saja?
Coba anda sebutkan Anak dari Ali. yang diberi nama dgn Nama sohabat? Apa benar anda cinta Ahl Bayt?
Apakah benar hanya kepada ahl bayt saja umat bertanya tentang dienul islam?termasuk antumkah?
Siapakah yang lebih bagus Hapalan Qur’annya? dan kenapa pula Ali menyetujui MUshaf Utsmani?
“anda sering berhujjah kalu masing masing beramal dgn hadits maka biarkanlah………………kemana tuh usul anda saat ini”. Maksud saya disini adalah hendaknya kita pun bersikap proforsional. dan seperti yang anda katakan, surga dan neraka itu adalah urusan allah. bukannya urusan antum dan ana. dan tidak bisa saya katakan fatimah atau abu bakar yang salah coz keduanya mungkin ada didalam perselisihan yang mungkin masih ada dalam ridhla allah swt.
dan buat truth yang sakit….. ana mau tanya pula sama antum, dimanakah letak kebencian ana terhadap ahl bayt. akan tetapi saya akan tanya pula pada antum Apakah sedemikian bencinya antum terhadap Abu bakar sehingga menyangka abu bakar akan berbuat sekeji itu dengan merampas harta anak yatim………… Cinta seorang muslim terhadap mereka Ahl Bayt pun terhadap Para sohabatnya adalah sangat besar dan ini merupakan ciri-ciri pengikut sunnah rasulullah.
Pun kita sadari Mereka adalah manusia biasa yang tidak maksum dari kesalahan. dan ini perbedaan nya yaitu “Maksum” yang mungkin persefsi Maksum kita berbeda. tinggal kita mengambil ibrah dan berhusnudzhon terhadap mereka. karena mereka Yamg mungkin menurut antum sudah pasti neraka atasnya , mungkin mereka telah lebih dahulu masuk surga dibandingkan antum
[...] Penyimpangan Kisah Fadak Oleh Situs Hakekat.Com [...]
@ sayur.
Kata2 anda yg tdk senonoh memaki dll apakah AKHLAK ISLAM? Benar aja akhlak seperti yg anda tunujukan itu orang2 diluar Islam mengatakan bahwa Islam Teroris. Atau apakah anda antek2 mereka yg mau merusak akhlak Islam? Saya sbg orang Islam malu dgn AKHLAK seperti anda.
Astagfirullah, …
@sayur ,
anda benar2 Pelaknat yang baik. anda mengutarakan Islam yang baik adalah yang seperti anda pegang.
Demi Allah !!!! @Muhibbin, @Abu Sunni,@ Abdell dan Syiahphobia lainnya, kalian bisa melihat, kalian bisa menilai. Kalian telah mengatakan kalian Pengikut Sunnah Nabi, tapi coba lihat kembali tulisan para Sunni …. semua melaknat, semua menghina. Apa kalian lihat kami mengatakan Imam-Imam kalian sesat ? Imam-Imam kalian penzina ?? atau Abu bakar adalah ahli neraka ??
@Sayur
“Apabila Ahl Bayt telah keluar dari Qur’an dan Sunnah Rasulullah, Apakah anda akan tetap berpegang kpd mereka. Afwan not All from ahl Bayt”
Apakah anda layak membuat kalimat ini ??
Muhibbin, Abu Sunni dan lainnya… apakah layak pertanyaan ini dibuat ??
Yang SP tulis adalah sejarah yang shahih menurut Kitab2 Sunni, dan perkataan Imam-Imam Sunni.
kenapa ketidak puasan kalian atas Imam-Imam Sunni malah membuat kalian melaknat Imam_Imam Ahlul Bait, melaknat perkumpulan lain yang jelas2 tidak ikutan dalam blog ini.
@Sayur
Hal ini karena anda beranggapan Ahl bayt tu maksum. bahkan sampai Imam kalian yang jelas menganjurkan Perjinahan dan pembunuhan pun kalian anggap syah karena sudah ketetapan imam kalian meski bertentangan dengan sunnah Rasulullah juga yang bahkan dilarang oleh syiddina Ali . pun doktrin anda diantaranya ialah dengan menafsirkan A’basa yang bagi orang yang ber ilmu sudah terang kebusukan dakwah IJABI.
Kami pecinta Ahlul Bait yang suci tidak pernah gentar dengan apapun, Apalagi cuma teriakan, cacian, laknat, fitnahan dari kalian dalam blog ini.
@sayur
Demi Allah !!! Semoga Allah senantiasa untuk menunjukkan kebenaran, secepat melebihi apa yang kami anggap tercepat, sebesar melebihi apa yang kami anggap terbesar.
Semoga Allah senantiasa memberi kesejahteraan kepan NabiNYA dan Imam-Imam yang mulia dari keluarganya, sampaikan sebanyak-banyaknya salam.
@Madopolo dan yang lainnya yang menganggap perkataan ana kurang senonoh dan tidak berakhlakul karimah. ana mau tanya sama antum ! kenapa hal tersebut tidak kalian utarakan pula kepada rekan-rekan saudara yang terlebih dahulu menghina ana….? sudah biasa kelompok u memang berbuat demikian untuk mengalihkan pembicaraan dengan menyudutkan lawan bicara. siapakah yang sebenarnya tonk sampah yang mengeluarkan bau busuk ? ahlu sunnah tidak pernah menguak sejarah- yang telah penuh fitnah sebelum kalian syi’ah yang memulai menyebarkan fitnah atas ahlu sunnah. dakwah kalian tidak bisa lepas dari ini karena bertujuan untuk meruntuhkan hadits yang datangnya daripara sahabat dan hendak membatalkan alqur’an. memang tidak secara langsung tapi sedikit-sedikit kalian mengarahkan umat ke arah sana.
hehe. Al Ahzab (33) :33 “Kami hendak membersihkan kamu dari dosa-dosa wahai ahl bayt” dari kalimatnya saja udah jelas mereka itu punya dosa dan kesalahan layaknya manusia biasa. seperti pun juga Rasulullah. nah hal inilah yang menjadi perbedaan persefsi kita. u menganggap semua perkataan imam-imam ahlul bayt tanpa kesalahan hanya karena ayat tersebut. BTW kenapa u pake mushaf usmani, mestinya u pake mushaf Fathimiyah karangan imam-imam syi’ah. kalau memang imam-u itu ma’sum kenapa ada banyak sekte di syi’ah bahkan pendapat masing-masing imam pun satu sama lainnya ada perselisihan. mengenai pendapat syi’ah yang mengkafirkan abu bakar dan para sohabat yang lainya bukanlah fitnah yang sunni buat. itu pendapat imam khomaini daripada imam-imam sebelumnya yang kemudian menjadi akidah khomaini pula yang menyangka qur’an pun sudah tidak murni (rusak) didalam kitabnya yang berjudul “Kasyful asrar”.
Abu bakar dikategorikan sebagai sohabat rasul banyak tersirat dalam Al Qur’an. coba antum baca Tafsir dan asbabunnujulnya, surat at taubah (9) ayat 40 dan ayat 100′ juga coba antum baca asbabun nujul Qs Al Lail. kalaupun dibaca terjemahan saja juga ana rasa mestinya antum sudah paham kepada siapa ayat itu di tujukan. belum lagi ada banyak hadits yang menerangkan keutamaan mereka para ashabii yang di janjikan surga. kendati demikian kami tidak menganggap mereka ma’sum dari kesalahan.
anda mungkin sangat paham mengenai sifat Ali Ra yang sangat keras. kalaulah memang abu bakar telah menyimpang dari wasiat rasulullah pasti kepalanya telah terpenggal oleh pedangnya. derajat hadits yang Mutawattir tidak mungkin dibantah. Rasulullah saw bersabda ” Tidak mungkin para sahabatku bersepakat dalam kebathilan” toh Ali ber bai’at kpd abu bakar, bahkan turut mengesahkan mushaf utsmani.
ANDA SEMAKIN NGELANTUR AJA Semakin menunjukan kedangkalan ilmu anda dan menunjukan siapa sebenrnya yang hanya mendengar dari Gurunya Kamu saja padahal sudah jelas ulama syi’ah itu secara manhaj not good bwat diambil ilmunya.”BUKTI BAHWA ANDA NGAK KENAL MANHAJ”………. Kalu antum perhatikan tulisan djuga tulisan ana dibawah ini dgn hidayah mungkin antum ngak kayak gini……. Antum kira ana ngak paham yak siapa tuh Ahl Bayt………. Mungkin benar Ahl bayt disucikan akan tetapi persefsi disucikan menurut antum dgn menurut ulama tuh berbeda ….. u hanya meng ada ada aja……hehe Doktrin yang lain dari IJABI yaitu buku “ALMUSTHOFA” Jalal.
tetaplah u dalam kesombongan ilmu u.biar perang tuh sesama muslim.
Hal ini karena anda beranggapan Ahl bayt tu maksum. bahkan sampai Imam kalian yang jelas menganjurkan Perjinahan dan pembunuhan pun kalian anggap syah karena sudah ketetapan imam kalian meski bertentangan dengan sunnah Rasulullah juga yang bahkan dilarang oleh syiddina Ali . pun doktrin anda diantaranya ialah dengan menafsirkan A’basa yang bagi orang yang ber ilmu sudah terang kebusukan dakwah IJABI.
“Apabila Ahl Bayt telah keluar dari Qur’an dan Sunnah Rasulullah, Apakah anda akan tetap berpegang kpd mereka. Afwan not All from ahl Bayt”
Yang Gue pegang tetaplah Qur’an dan Sunnah Rasulullah.
pun ini menjadi Wasiat Rasulullah dalam bbrp hadits.
Bukti seseorang mencintai Alah adalah dengan taat atas keputusan Allah dan Rasulullah (3:31). meskipun itu terhadap Ahl bayt nya Rasulullah. Seandainya Fatimah mencuri pasti Akan dipotong Tangannya itu.
Apakah Bukti kalau antum tu cinta ahl Bayt, yang jelas bukti kecintaan antum sekalian tu hanya menyebarkan api kebencian dalam hati mukmin dengan terus menguak fitnah.
“TONK BERISI SAMPAH HANYA AKAN MENYEBARKAN BAU BUSUK”
Siapakah ahl Bayt?
Siapakah Ibnu Abbas?
Siapakah yang menikahi putri Rasulullah,Apakah hanya sayyidina ali saja?
Apakah yang dinikahi oleh Ali hanya Fatimah saja?
Coba anda sebutkan Anak dari Ali. yang diberi nama dgn Nama sohabat? Apa benar anda cinta Ahl Bayt?
Apakah benar hanya kepada ahl bayt saja umat bertanya tentang dienul islam?termasuk antumkah?
Siapakah yang lebih bagus Hapalan Qur’annya? dan kenapa pula Ali menyetujui MUshaf Utsmani?
“anda sering berhujjah kalu masing masing beramal dgn hadits maka biarkanlah………………kemana tuh usul anda saat ini”. Maksud saya disini adalah hendaknya kita pun bersikap proforsional. dan seperti yang anda katakan, surga dan neraka itu adalah urusan allah. bukannya urusan antum dan ana. dan tidak bisa saya katakan fatimah atau abu bakar yang salah coz keduanya mungkin ada didalam perselisihan yang mungkin masih ada dalam ridhla allah swt.
dan buat truth yang sakit….. ana mau tanya pula sama antum, dimanakah letak kebencian ana terhadap ahl bayt. akan tetapi saya akan tanya pula pada antum Apakah sedemikian bencinya antum terhadap Abu bakar sehingga menyangka abu bakar akan berbuat sekeji itu dengan merampas harta anak yatim………… Cinta seorang muslim terhadap mereka Ahl Bayt pun terhadap Para sohabatnya adalah sangat besar dan ini merupakan ciri-ciri pengikut sunnah rasulullah.
Pun kita sadari Mereka adalah manusia biasa yang tidak maksum dari kesalahan. dan ini perbedaan nya yaitu “Maksum” yang mungkin persefsi Maksum kita berbeda. tinggal kita mengambil ibrah dan berhusnudzhon terhadap mereka. karena mereka Yamg mungkin menurut antum sudah pasti neraka atasnya , mungkin mereka telah lebih dahulu masuk surga dibandingkan antum.
@ SP
Dari surat ali imran (3) 31 dan bayak ayat yang semisal artinya.Dapat kita ambilpelajaran bahwa memang ketaatan itu hanya kepada rasulullah dan allah swt. tidak kepada keinginan ahl bayt dan itulah yang dilakukan abu bakar dengan menentang kenginan fatimah.
[...] http://secondprince.wordpress.com/2008/05/17/penyimpangan-kisah-fadak-oleh-situs-hakekatcom/ [...]
sayur…sayur….
hehehe…..he….persis namanya….sayur…nih org
Rata – rata komentator, “Tong kosong yang nyaring bunyinya.”
@Mihael “D.B.” Ellinsworth
Kalau anda bagaimana, tunjukkan dong komentar anda yang tdk “tong kosong……” itu bagaimana ?? yuk
Herry : Salam Pak SP. Saya lihat banyak missing link juga dalam penjelasan anda :
1. Apakah “satu hadits yang lain dari Ali” tersebut derajatnya shahih? Bagaimana matannya?
2. Bagaimana pendapat para ‘ulama ahli hadits sendiri mengenai riwayat Asy Sya’bi ini di kitab rijal hadits?
3. Bagaimana pula takhrij riwayat Asy Sya’bi dari Baihaqi diatas?
Mohon pencerahan.
@Herry Sudjono
Salam
Wah maaf, saya tidak tahu
Yang ini juga saya tidak tahu, tapi Ibnu Hajar pernah berkata bahwa hadis Asy Sya’bi di atas adalah shahih mursal
Al Baihaqi meriwayatkan hadis ini dengan sanad yang berhenti pada Asy Sya’bi. Just it
Salam
Salam Pak SP.
Setelah saya cek di IMHnya AQ Hassan, saya menemukan kesalahan anda bahwa hadits yang diriwayatkan oleh Asy-Sya’bi dari ‘Ali itu bukan riwayat Baihaqi diatas, melainkan mengenai kafan (Abu Dawud), dan satu lagi riwayat di subulussalam mengenai hal lain. Jadi Asy-Sya’bi meriwayatkan beberapa hadits dari ‘Ali diantaranya tentang kisah Abu Bakr dan Fathimah, riwayat kafan, dan yang satu lagi di subulussalam itu. Mungkin juga ada beberapa hadits lagi yang melalui jalan Asy-Sya’bi dari ‘Ali yang kita tidak mengetahuinya.
Saya rasa, kita -yang banyak nggak taunya ini- belumlah dalam level untuk membahas sanad hadits, apalagi meng-claim sebuah hadits sebagai hadits mursal, mengingat di kitab Al-Kaafi 90% haditsnya mursal. Saran saya, sebaiknya hilangkan saja takhrij hadits ‘kira-kira/seadanya’ dari analisa Pak SP diatas. Toh, analisa lainnya tak kalah menggigit.
Salam
Herry
@Herry Sudjono
Andalah yang keliru Mas, dalam tulisan saya di atas saya tidak pernah menyatakan bahwa hadis Baihaqi soal Sayyidah Fatimah di atas dapat dilihat dalam kitab IMHnya AQ Hassan. Yang saya kutip dari kitab itu adalah informasi ini
Aneh sekali, sepertinya Mas kurang memahami apa yang Mas baca. Memang benar yang dibahas dalam kitab AQ Hassan adalah hadis Abu Dawud. Inti pembahasan itu adalah memberi contoh hadis yang mursal khafi, nah di buku itu disampaikan contohnya yaitu hadis Amir Asy Sya’bi dari Ali. Riwayat Asy Sya’bi dari Ali adalah mursal khafi karena Asy Sya’bi hanya punya satu hadis dari Ali. Cuma satu dan hadis tersebut jelas bukan hadis Abu Daud tersebut, Oleh karena itulah AQ Hassan mengatakan bahwa hadis Abu Dawud itu dhaif karena mursal khafi. Sama halnya dengan AQ Hassan maka saya juga menarik kesimpulan bahwa perandaian Ibnu Katsir bahwa hadis itu mungkin riwayat Asy Sya’bi dari Ali adalah keliru karena hadis Asy Sya’bi dari Ali itu cuma satu dan jika ada orang2 yang menambahkan riwayat Asy Sya’bi dari Ali maka itu dihukumi sebagai mursal khafi. Hadis mursal khafi sudah jelas dhaif.
Hadis kisah Abu Bakar dan Fatimah di atas adalah riwayat baihaqi dalam Sunan Baihaqi dan dalam kitab itu sanad hadisnya berhenti pada Asy Sya’bi. Tidak ada dalam kitab Sunan Baihaqi disebutkan kalau riwayat itu dari Ali. Ini cuma andai-andai yang disebutkan oleh Ibnu Katsir. Jadi bagaimana mungkin mengklaim begitu kalau ternyata bukti kata-kata Asy Sya’bi dari Ali tidak ada dalam kitab Sunan Baihaqi.
Riwayat Asy Sya’bi dari Ali dalam Sunan Abu Dawud adalah hadis yang dihukumi sebagai dhaif. Kitab AQ Hassan jelas2 menyebutkan bahwa itu adalah hadis dhaif dan dhaifnya karena hadis itu terputus yaitu Asy Sya’bi tidak mendengar hadis ini dari Ali. Aneh sekali Mas ini, bukankah sudah membaca buku AQ Hassan itu. Kok yang begini harus saya yang jelaskan.
Riwayat Asy Sya’bi dari Ali hanya satu yaitu seperti yang dikutip dalam AQ Hassan yaitu ada dalam Kitab Subulus salam. sedangkan riwayat Asy Sya’bi selain itu dari Ali dihukumi sebagai mursal khafi.
Gak ada buktinya kok, walaupun ada hadis tersebut tetap dhaif karena Daruquthni dalam kitab Al Illal jelas2 menyebutkan kalau Asy Sya’bi hanya mendengar satu hadis dari Ali. Cuma satu lho Mas.
Yang bilang hadis tentang Abu Bakar dan Fatimah di atas mursal adalah Ibnu Hajar dalam Fath Al Bari. Nah gimana itu
Mana saya tahu soal itu, dan apa urusannya sama saya?. Tulisan di atas juga tidak ada kaitannya dengan Al Kafi. Lagipula mudah sekali bagi saya meragukan kata-kata Mas. bagi saya kalau tulisan sederhana dalam kitab AQ Hassan saja Mas tidak paham maka saya katakan bagaimana mungkin bicara soal Al Kafi yang saya kira bahkan jauh lebih tebal dibanding kitab AQ Hassan.
Gak perlu kok, karena apa yang saya tulis sudah sesuai dengan dasar-dasar yang benar. Menurut saya komentar dan pemahaman Mas terhadap kitab AQ Hassan yang cuma seadanya itu perlu dikoreksi kembali. Anda merujuk kitab AQ Hassan tapi tidak memahami apa yang anda baca. Buktinya adalah Hadis Abu Dawud dalam kitab itu adalah contoh hadis dhaif dan dhaifnyapun jelas karena Asy Sya’bi tidak mendengar hadis tersebut dari Ali. lantas bagaimana bisa Mas mengatakan bahwa Hadis Abu Dawud tersebut memang diriwayatkan Asy Sya’bi dari Ali. AQ Hassan sendiri saja mengatakan hadis itu mursal atau terputus.
Salam Pak SP.
Jika Pak SP berpendapat tulisannya berdasarkan kaidah2 yang benar, saya setuju. Namun kalimat Pak SP tentang kutipan dari IMHnya AQH itu menurut saya agak kabur. ada 2 kemungkinan, yakni :
1. Saya yang telmi, atau
2. Susunan kalimat Pak SP yang kurang baik.
Jika Pak SP berpendapat saya yang telmi, nggak pa-pa, hehehe… santai saja Pak SP.
@herry sudjono
saya gak bilang telmi kok, jadi biasa aja. Gini nih kalau KItab AQH yang ada pada saya, hadis Abu Dawud yang Asy Sya’bi dari Ali itu terletak pada pokok bahasan tentang Hadis dhaif yang mursal khafi. Nah coba klarifikasi ini dulu
Mengenai susunan kalimat, hmmm saya kan sudah kupipes bagian yang saya ambil dari kitab AQH(itupun saya ambil maknanya), nah bagian itu yang saya ambil
Dalam tulisan di atas sedikitpun saya tidak mengatakan bahwa saya mengambil riwayat Baihaqi tentang Abu Bakar dan Fatimah dari kitab AQH. Silkan saja dilihat
Salam
Salam Pak SP,
Sukur deh kalo saya ngga dianggap telmi, walaupun saya sekarang menyadari bahwa tulisan saya memang agak2 membingungkan.
Yang jelas, kutipan subulussalam itu adanya di IMHnya AQH, tapi dalam tulisan Pak SP, seolah-olah itu adalah kutipan Pak SP pribadi yang berhubungan dengan hadits Baihaqi.
Salam
Herry
@herry sudjono
Nggak kok, itu saya ambil dari kitab AQH. Masalahnya saya tidak pernah menulis dengan catatan kaki, jadi catatan kaki yang itu terpaksa saya angkat dan ditulis dalam kurung. Maafkan kalau sudah membuat salah paham
Salam
Kepada semuanya,
Saya tertarik mengikuti diskusi karena dari diskusilah kita menemukan kebenaran. Hakekat diskusi bukanlah mencari menang dan kalau, tapi kebenaran. Harapan saya di akhir diskusi tidak ada yang merasa dikalahkan, namun semuanya menang karena semuanya mendapatkan kebenaran.
Diskusi juga bukan depat politik yang berusaha saling menjatuhkan. Apalagi ini diskusi tentang agama, Islam lagi… yang katanya pengikut nabi yang paling tinggi ahlaknya. Kenapa sih dalam diskusi ini, seringnya ahlak tersebut saya lihat terbang entah kemana. Why?
Ingat dong…. tidak ada di antara kita yang pegang kunci sorga, sehingga pasti bisa masuk sorga dan orang lain hanya bisa masuk melalui izin kita. Kalau gak salah (tolong Mas SP beritahu saya sumbernya), Allah mengatakan tidak ada orang bisa masuk sorga hanya karena amalnya sendiri.
Mudah-mudahan kita semua mendapat hidayah Allah dan kelak Allah ridho kita masuk surga-Nya. Amien
Ya Allah, maafkanlah kesalahan Abu Bakar, Ali dan Fathimah. Karena sesudah wafatnya mereka,masih banyak umat nabi-Mu yang memperselisihkan keagungan dan kemuliaan mereka. ( Abi Najwa )
syiah hanya mengkririk hakekat.com tentang fadak. berarti fakta yg lain dari hakekat.com benar dong!
@kembali ke aqidah yg benar
Kembalilah….segera.
saya ingin kritikan tentang fakta yg lain dari hakekat .com. Jangan hanya fadak saja. Atau anda menyetujui saja tulisan mereka. Atau anda tidak punya dalil yg cukup untuk mengkritik mereka. Tidak punya hujjah yg kuat untuk SEKEDAR mengkritik mereka. Atau anda MENYERAH saja. Dasar syiah! Jgn sekedar logika. Atau sekedar naluri mencintai Ahlul Bayt tanpa hujjah yg kuat. LOgika saja tidak bisa digunakan untuk memahami agama. Pertanyaan “duluan mana telor sama ayam?” saja kalian ga tau. Gimana memahami agama tanpa dalil.
@kembali ke aqidah yg benar
Coba baca di situs ini…
http://satriasyiah.wordpress.com
Sepertinya anda punya dalil yg mau dikongsi ya?
saya mau tanya anda jika semua makhluk yang ALLAH ciptakan berkumpul sepert Malaikat2,Nabi-Nabi,Rasul-Rasul,Ulama-Ulama dan semua Manusia dari Adam sampai saat ini berkumpul menghapus satu(1) Ayat Al-Quran saja boleh nggak.Jika boleh ana minta contoh yang lain selain ayat Mut’ah.sebab ana yang awam ini yakin ALLAH tidak akan membatalkan ayat dengan ayat apalagi dengan hadist.Affuan ana ini muallaf jadi pengen lebih jelas.
@kembali ke aqidah yang benar
Perlu kita pahami bahwa kita hanyalah tamu di blog ini. Dan sebagai tamu, kita hanya bisa menikmati apa-apa yang disajikan oleh tuan rumah. Sedangkan apa yang tidak disajikan oleh tuan rumah tidak pantas bagi kita untuk memaksa memintanya. Dan sudah sepantasnyalah tuan rumah yang menentukan apa yang ingin dia sajikan. Lagi pula belum tentu tuan rumah tidak memiliki apa yang menjadi keinginan tamu.
Ini nih yang hal yang perlu diperbaiki. Kenapa dengan Syiah? Bukankah semua tuduhan dan fitnahan terhadap Syiah sdh dijawab (baik di blog ini maupun di media-media lain) dan saya lihat sdh proporsional. Sebaiknya thread yang disajikan oleh pemilik bloglah yang dikomen dan dikritisi, jangan menyerang pemahaman dan mazhabnya.
Apakah maksud anda dengan logika adalah akal? Jika demikian, menurut anda jika tidak dengan akal, lalu dengan apa kita memahami agama?
Jangan menyamaratakan ketidaktahuan anda tentang sesuatu. Ilmu itu tidak ada batasnya. Di atas langit masih ada langit. Lagipula apa sih yang anda maksud dengan Dalil sehingga dia bisa mengalahkan akal/logika?
Salam
Ketika sayyidah Fathimah radhiallahu ‘anha dan Al ‘Abbas datang menemui khalifah Abu Bakar untuk meminta warisan rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berupa tanah fadak dan keuntungan yang didapatkan dari hasil fadak. Maka khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq berkata: “Aku mendengar rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kami tidak pernah meninggalkan warisan, (harta) yang kami tinggalkan adalah sebagai shadaqah.” Abu Bakar melanjutkan: “Demi Allah! Tidak ada satu perkara pun yang aku lihat rasulullah melakukannya kecuali akan aku lakukan, karena aku khawatir jika melanggar perintah beliau aku akan binasa.” Maka sayyidah Fathimah tidak pernah berbicara lagi dengan Abu Bakar sampai meninggal. (HR Al Bukhari dalam kitab shahihnya)
Dalam sebagian redaksi hadits, pernyataan khalifah Abu Bakar diatas adalah sebagai jawaban dari argumen yang disebutkan sayyidah Fathimah berupa beberapa ayat Al- Qur’an, diantara firman Allah:
“Allah mewasiatkan bagi anak-anak kalian, setiap laki-laki akan mendapatkan dua bagian wanita.”
Para pembaca rahimakumullah
Jika kita perhatikan kisah diatas, sebenarnya khilaf yang terjadi antara Sayyidah Fathimah dan khalifah Abu Bakar adalah khilaf yang ilmiyyah, masing-masing memiliki hujjah. Akan tetapi kedengkian sebagian pihak terhadap pribadi khalifah Abu Bakar menjadikannya memandang Abu Bakar hanya dengan kacamata hasad. Seandainya mereka mau menimbang ini semua dengan timbangan syari’at pastilah mereka akan berbicara dengan penuh penghormatan dan tidak perlu untuk menjatuhkan dan mencela salah satu dari kedua belah pihak. Karena keduanya memiliki hujjah yang menguatkan alasannya walaupun yang lebih benar hanya salah satu dari keduanya.
Entah apa yang ada dipikiran orang-orang syi’ah, satu sisi mereka menyebutkan bahwa tanah Fadak adalah warisan rasulullah untuk sayyidah Fathimah disisi lain mereka menyebutkan bahwa wanita tidak boleh mendapatkan warisan. Lagi-lagi masalah ini terdapat dalam referensi utama mereka.
Al Kulaini pengarang kitab “Al kafi”, sebuah kitab yang sangat diagungkan kaum syi’ah, kedudukannya setara dengan shahih Al Bukhari dan Muslim bagi kaum muslimin, memuat satu bab khusus dengan judul
إنّ النساء لا يرثن من العقار شيئاً
“Sesungguhnya para wanita tidak mendapatkan warisan perabot rumah sedikitpun
Kemudian ia menyebutkan beberapa riwayat dari imam-imam mereka, diantara adalah:
Ia meriwayatkan dari Abu Ja’far: “Para wanita tidak mendapatkan warisan tanah dan perabot rumah sedikitpun.”
Ath Thusi meriwayatkan dalam kitabnya “At Tahdzib” dan Al Majlisi dalam “Biharul Anwar” dari Muyassar: “Aku bertanya kepada Abu Abdillah ‘alaihissalam tentang wanita, bagian warisan apa yang mereka dapatkan? Ia menjawab: “untuk mereka hanya senilai batu bata, bangunan, pasir, dan bambu. Adapun tanah dan perabot rumah maka mereka tidak mendapatkannya sedikitpun.“
Dari Muhammad bin Muslim dari Abu Ja’far ‘alaihissalam: “Para wanita tidak mendapatkan warisan tanah dan perabot rumah sedikitpun.”
Dan dari Abdul Malik bin A’yun dari salah seorang dari keduanya ‘alaihimassalam: “Tidak ada bagi para wanita (bagian) dari rumah atau perabotnya sedikitpun.“
Bagaimana tanggapan kalian wahai kaum syiah???? Bukankah menurut imam kalian wanita juga tidak mendapatkan harta warisan?? Lalu mengapa kalian hanya mencela Abu Bakar dan diam terhadap imam kalian?!!
@kembali ke aqidah yg benar
Bukankah hadis yg anda bawakan itu dari bab wanita yg kematian suami?
Imam Ja’far al-Sadiq AS berkata (riwayat no. 6): Isteri tidak mewarisi sedikit pun pusaka berupa Aqqar, tetapi pusaka mereka dinilai dengan harga Aqqar seperti tanah, binaan, dan sebagainya sama ada 1/8 atau ¼ kepada isteri. Dia berkata lagi, “Jika si isteri berkahwin, mereka akan merosakkan (menggunakan) harta pewaris-pewaris yang lain.
Sedangkan yg dituntut oleh Hazrat Fathimah as adalah warisan dari ayahanda beliau, iaitu Rasulullah saaw? Bedakan…
Makanya Abu Bakar mmg tercela dgn tindakan dan periwayatan hadis palsu tersebut..
Wassalam
@kembali ke aqidah yg benar
Manusia yang benar ketika dia “menghakimi” orang lain dan sudah dijawab/ditanggapi, maka jika tanggapan itu salah maka dia akan menunjukkan kesalahan dr tanggapan tersebut, namun ketika tanggapan/jawaban telah membuka/menunjukkan kesalahan diri (tuduhan)nya maka dia akan merasa berkewajiban untuk meminta maaf.
Wassalam
Banyak riwayat syiah yang membingungkan, ya memang karena menurut mereka pintu ijtihad tidak tertutup. Dan membuat ijtihad dengan seenak perut mereka. Dengan membuat dalil yg untuk mencela dan menghina para sahabat Nabi SAW. Contohnya SIAPA YG MEMUKUL FATIMAH SAMPAI JANINNYA GUGUR? Dan jawabannya banyak riwayat yg membingungkan. Seolah-olah itu bikinan mereka. Tidak bersumber dari hadits Nabi SAW dan perawi hadits yang mengetahui peristiwa itu lebih dalam. Tapi itu bikinan mereka Dengan seenak perut mereka untuk menjelek-jelekkan para sahabat Nabi. Coba SIAPA YG MEMUKUL FATIMAH HINGGA JANINNYA GUGUR?
Lalu apa saya percaya bahwa hadits yg saya bawakan itu dari bab wanita kematian suami? Jika jawaban berdasarkan dalil yg simpang siur, tidak jelas dan bikinan seenak perut (ijtihad macam apa?)
@kembali ke aqidah yg benar
Tidak usah berdalih segala. Anda mengutipnya dari bab Aqqar, dan mengaitkannya dgn Fadak?
Dan kemudian lari ke peristiwa pemukulan Sayyidah Fathimah as?
Begitu terdesak ya anda…tanpa sedikit pun rasa bersalah karena membawa riwayat yg salah alamat
Hal itu saya kaitkan karena kebiasaan syiah yg menjelek2kan para sahabat Nabi SAW. Sama bukan tujuannya? Baik hal fadak maupun pemukulan Fatimah, sama-sama bertujuan untuk mencela para sahabat Nabi SAW. Sama kan ? Jadi dibalik tulisan diposting ini, mempunyai niat yg sgt tidak terpuji. Dan itu harus diungkap supaya ketika membaca dan menafsirkan suatu riwayat tidak semena-mena penafsirannya, bertujuan untuk memojokkan Abu Bakar.
BEDAKAN INI WAHAI SYIAH!
Ketika sayyidah Fathimah radhiallahu ‘anha dan Al ‘Abbas datang menemui khalifah Abu Bakar untuk meminta warisan rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berupa tanah fadak dan keuntungan yang didapatkan dari hasil fadak. Maka khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq berkata: “Aku mendengar rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kami tidak pernah meninggalkan warisan, (harta) yang kami tinggalkan adalah sebagai shadaqah.” Abu Bakar melanjutkan: “Demi Allah! Tidak ada satu perkara pun yang aku lihat rasulullah melakukannya kecuali akan aku lakukan, karena aku khawatir jika melanggar perintah beliau aku akan binasa.” Maka sayyidah Fathimah tidak pernah berbicara lagi dengan Abu Bakar sampai meninggal. (HR Al Bukhari dalam kitab shahihnya)
Dalam hadits di atas :
Ahlussunnah memandang
————————————-
Sebenarnya khilaf yang terjadi antara Sayyidah Fathimah dan khalifah Abu Bakar adalah khilaf yang ilmiyyah, masing-masing memiliki hujjah. Akan tetapi kedengkian sebagian pihak terhadap pribadi khalifah Abu Bakar menjadikannya memandang Abu Bakar hanya dengan kacamata hasad. Seandainya mereka mau menimbang ini semua dengan timbangan syari’at pastilah mereka akan berbicara dengan penuh penghormatan dan tidak perlu untuk menjatuhkan dan mencela salah satu dari kedua belah pihak. Karena keduanya memiliki hujjah yang menguatkan alasannya walaupun yang lebih benar hanya salah satu dari keduanya.
Syiah memandang
————————–
Riwayat ini sengaja dibesar-besarkan untuk mencela Abu Bakar ra. Dengan mencari kesalahan2 yg tidak terjadi. Dan dibesar-besarkan.
BEDAKAN?
SAMAKAN INI WAHAI SYIAH
Antara riwayat FADAK dan PEMUKULAN FATIMAH, terdapat kesamaan, Yaitu kesamaan tujuan dan NIAT syiah untuk mencela Para Sahabat Nabi SAW. NIAT untuk membesar-besarkan masalah yg terjadi antara Putri Nabi SAW dan Sahabat yg lain yg bertujuan……………………………………….? (sdh dijawab di atas)
Bukan untuk mencari kebenaran.
SAMA KAN?
@kembali ke aqidah yg benar.
Nama yg seram. Saya ingin bertanya kepada anda dan tolong dijawab:
Anda mengatakan para sahabat Nabi SAW (Abubakar dll)
Pertanyaan saya:
1. Coba anda jelasakan kreteria sahabat
2. Kata SAHABAT muncul pada jaman siapa. Apakah pada masa Rasul hidup? Atau pada masa sesudah Rasul.
Perrtanyaan ini saya ajukan karena anda dalam diskusi lebih mengagungkan (yg anda sebut sahabat) Abubakar dari yg lain. Wasalam
@kembali ke aqidah yg benar.
Ada beberapa hal yg tidak tuntas di sini:
1. Anda tidak menjawab darjat hadis yg anda ambil ttg ‘pengkultusan Imam Ali’. Anda tidak tahu bukan?
2. Anda harus menjelaskan apa hubungan antara hadis Aqqar dan Fadak
3. Anda meminta agar kita menimbang dari sisi syariat. Maka berdasarkan syariat, ‘hadis’ yg dibawa oleh Abu Bakar itu bertentangan dgn syariat. Masalahnya:
a. Masa Nabi saaw berbicara melawan syariat
b. Mengapa waris Nabi saaw tidak mengetahui keberadaan ‘hadis’ ini.
c. Apa, Abu Bakar diberitahu ttg hukum waris dan sahabat yg lain tidak? Mana sifat tabligh Nabi saaw (kami berlindung dari mempercayai kekurangan sifat mulia ini pada Nabi saaw)
4. Kesamaan niat? Lalu apa niat Abu Bakar saat mengemukakan ‘hadis’ ini?
5. Hujjah keduanya benar, hanya yg satu lebih kuat dari yg satu lagi? Apapun ‘hujjah’, yg berlawanan dgn Kitabullah…itu namanya bohong.
Mengertikan?
@hadi
1. Dalam hadits yg anda bawa tentang istri kematian suami, Jelas-jelas disitu tertulis ISTRI bukan wanita pada umumnya. Baik wanita ditinggal ayahnya atau ditinggal suami. Apa hadits yg saya bawa, disitu tertulis hanya ISTRI saja?
2.Abu Bakar bertentangan dg syariat? Jelas-jelas disitu, dalam hadits tentang Fadak beliau berkata berdasarkan Rasulullah dan bersumpah Demi Allah SWT. Beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW
bersabda…………… JELAS KAN ?
-NABI SAW berbicara melawan syariat ? syariat yg mana?
3.Inilah niat Abu Bakar
“Demi Allah! Tidak ada satu perkara pun yang aku lihat rasulullah melakukannya kecuali akan aku lakukan, karena aku khawatir jika melanggar perintah beliau aku akan binasa.” JELAS KAN?
4. Hujah yg berlawanan dg Kitabullah? hujjah yg mana?
@aburahat
inilah yg di maksud SAHABAT NABI SAW dalam Al-Qur’an
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”. (Qs: at-Taubah : 100).
Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung. Allah telah menyediakan bagi mereka syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (Qs. at-Taubah 89)
Menurut anda apakah Abu Bakar ra, Ummar bin Khattab ra, Usman bin Affan ra BUKAN sahabat Nabi SAW?
@kembali keaqidah yg benar
Saya tidak menanyakan pada anda nikmat yang Allah berikan pada mereka. Tapi saya menanyakan apa kreteria SAHABAT. Dan siapa yang memberikan julukan SAHABAT utk Abubakar, Umar, Usman, Ali dll.
Menurut saya Sahabat merupakan suatu hubungan yang akrab dengan menjaga hak masing2. Kita tidak boleh memaksakan kehendak kita pada sahabat kita. Kurang lebih demikian pengertiannya. Terkecuali ada ketentuan Allah. Wasalam
@all
Mengenai tanah Fadak merupakan warisan keluarga Nabi atau bukan mari kita lihat dengan pikiran yang jernih dgn tidak dipengaruhi mazhab yang kita anut.
Allah mewajibkan hamba2 untuk berwasiat sebelum meninggal termasuk warisan.
Apakah Rasul tidak pernah berwasiat kepada keluarganya?
Dari mana Saiyidah Fatimah mengetahui bahwa ia memiliki warisan.
Menurut Abubakar ia mendengar bahwa para Nabi tidak meninggalkan warisan terkecuali utk sedekah.
Apakah kata2 Rasul ini Saiyidah Fatimah tidak tahu?
Apabila Saiyidah Fatimah mengetahui apakah ia tetap mengadakan tuntutan?
Kata2 Abubakar ini sangat bertentangan dgn logika. Mana mungkin kata2 Rasul ini hanya untuk Abubakar. Wasaalam