Jakarta : Cuma Sebentar

Terkhususkan Buat Dia dan Klub Nyentrik

Hari ini akhirnya berangkat ke Jakarta. Sebenarnya males banget, bikin kerjaan numpuk dan jadwal yang terpaksa dipadatkan. Bahkan waktu yang seharusnya untuk sang Pujaan hati jadi gak ada lagi [maafkan, maafkan]. Rasanya merana sekali dan hidup terasa pahit [sok melo mode on]😦

Kalau dipikir-pikir saya ini memang suka membuat hal yang sederhana jadi rumit. Pergi keluar kota kan biasa saja dan gak perlu dibuat repot. iya harusnya begitu, keribetan ini gara-gara profesi aneh yang susah diajak kompromi. Lufakan semua hiruk pikuk dunia dan mungkin sudah saatnya kau mati saja.

Apa rencananya? tidak ada rencana. Saya lagi jelek-jeleknya, gak terlalu suka jalan-jalan dan sejak kapan saya jadi doyan makan. Oooh saya suka nafsu kalau lihat buku-buku bagus dan kebetulan istri-istri saya di kamar sudah lapukan mungkin ada baiknya saya cari mangsa baru. Konon kabarnya “buku-buku” Jakarta itu cantik-cantik dan murah meriah. Yup rencana pastinya, cari istri baru😆

Selanjutnya terserah, uups yang pasti urusan profesi aneh itu mesti kelar. Jauh-jauh ke Jakarta harus sukses, walaupun agak menyebalkan dan bikin capek urusan ini mesti rampung luar dalam. So ada yang lain?. Hmm ke dufan? halah saya gak terlalu suka keramaian. Sudah ditakdirkan spesies indigo aka introvert itu suka menyendiri, lagian buang-buang duit mending duitnya beli istri baru yang bisa dipajang di lemari tua:mrgreen:

Ooh iya, ada yang mau ketemu saya. Wah-wah gimana ya, jadwal saya padat banget mestinya situ bikin janji dulu [disetrum seketika]. Tapi karena saya terkenal murah hati dan tinggi harga diri jadi situ bolehlah ketemu sama saya. cuma sebentar lho gak bisa lama-lama. Dan dijamin situ bakal kecewa berat, sejauh ini orang-orang yang bertemu saya tidak menyimpan kenangan dan kesan yang baik. Harap maklum gak ada orang normal bakal suka sama orang abnormal. Jangan mengharapkan pertemuan yang hangat dengan Introvert, pasti bakal dikecewakan😉

Apa lagi ya, hmmm sepertinya saya butuh tidur. Mungkin suasana baru Jakarta bisa bikin saya tidur terlelap. Semoga saja kutukan Anatema tidak berlaku di luar kota. Dan kalau saya tidur, gak boleh pakai mimpi yang gelap-gelap. Mimpinya yang itu saja, yang bikin saya mau cepat pulang, Ok ya syaratnya itu saja😛

Setelah semua rampung maka waktunya pulang dan ternyata dua belas jam kemudian saya harus berangkat lagi ke dunia antah berantah. Dunia yang gak dapet sinyal XL, aduhai cinta mari kita kembali merana. Yee gampang toh beli aja no baru yang bukan XL. Ya iyalah masa’ saya gak kepikiran yang begitu, tapi masa’ sih gak tahu kalau yang lain kan pada mahal [ho ho agak ngiklan dikit]. Dasar makhluk  sok miskin:mrgreen:

Selamat Datang Jakarta, Maaf Saya Cuma Mampir

Catatan :

  • Bisa dipastikan saya gak niat bawa oleh-oleh, jadi jangan terlalu berharap :mrgreen:
  • Doakan saja ini menjadi perjalanan menyenangkan 😛
  • Mirza ternyata udah pergi dari Jakarta, sialan banget tuh padahal mau bikin kejutan 😈
  • Ehem jangan lupa telepon yah, ya deh ntar saya yang telepon 😉

26 Tanggapan

  1. @SP
    Hahaha. Akhirnya jadi juga ke ibu kota yang penuh kesibukan tapi tidak menyibukan. Banyak “CEWE2” untuk dijadikan “istri”, tapi terbatas atas selera. Banyak teman2 yang ingin ketemu berseliturrahim agar tidak mengecewakan mas, tapi ada juga yang kecewa. Sayang seribu kali sayang lama nian hati ini ingin berkenalan langsung, apa daya keadaan tidak mengizinkan. Hanya dari jauh saya ucapakn, selamat datang ke ibu kota Jakarta. Mudah2an tujuan dan harapan mas ke Jakarta berjalan sesuai yang diinginkan. Kalau Allah panjangkan umur kita dan dizinkan ketemu Insya Allah kita akan ketemu. Wasalam

  2. @ SP

    mampir bos klo ke Jakarta, berapa lama?

  3. @wong kito galo
    saya (kami) protes kalau datang ketempat anda. Karena saya tau banyak penggemar mau menawarkan tempat utk mas SP. Sedangkan waktu beliau sibuk mencari “istri” baru. Jadi utk mendatangi kita semua waktunya nda cukup. Saya usulkan agar mencari satu tempat dan waktu yang tepat agar kita ber-“DEMO” ketempat uang ditentukan hehehe

  4. @ Ust Aburahat

    sepakat bib…

  5. Hohoho selamat datang…selamat datang

    Entah darimana ada keinginan begitu kuat memaksakan diri ini turut menyambut kedatangan mas (meski sdh pasti akan dipelototin sampe biji mata keluar-masuk:mrgreen: ), namun apa daya nasib agaknya kurang berpihak. Jadilah seperti ini. Menunggu😦

    Btw, sy rada merasa pasti mas tdk akan dikecewakan oleh jakarta. Begitu banyak yg bisa dibaca, dilihat, ditemui, dan bisa dinikmati. Semua serba normal dan menarik. Sy kira hanya jenis manusia abnormal yg tdk menyenangi kenormalan serta hanya manusia indigo saja yg rada sinis dan cenderung suka mengecewakan sesamanya. Eh, mas bukan jenis-jenis manusia seperti itu kan?

    Salam

  6. @abu rahat
    sayang sekali ya, padahal Mas pasti sangat menyenangkan walaupun umur kita terpaut sangat jauh. Udah lama nih gak ngobrol🙂

    @wong kito galo
    hmm wah saya cuma sbntar ke jakarta dan itupun karena ada urusan🙂

    @abu rahat n wong kito galo
    btw saya gak biasa dikerumunin orang, lebih suka menyendiri:mrgreen:

    @Armand

    Entah darimana ada keinginan begitu kuat memaksakan diri ini turut menyambut kedatangan mas (meski sdh pasti akan dipelototin sampe biji mata keluar-masuk:mrgreen: ), namun apa daya nasib agaknya kurang berpihak. Jadilah seperti ini. Menunggu😦

    begitulah, saya tidk terlalu suka keramaian apalagi sambutan khusus buat saya, bisa shock saya. btw tidak perlu menunggu, biasa sajalah. Jika terlalu berharap ntar kecewa berat🙂 *btw ketemuannya kagak jadi kan*:mrgreen:

    Btw, sy rada merasa pasti mas tdk akan dikecewakan oleh jakarta. Begitu banyak yg bisa dibaca, dilihat, ditemui, dan bisa dinikmati. Semua serba normal dan menarik.

    Palembang juga gitu kok, tapi saya memang tidak mudh tertarik🙂 *selera aneh sih*

    Sy kira hanya jenis manusia abnormal yg tdk menyenangi kenormalan serta hanya manusia indigo saja yg rada sinis dan cenderung suka mengecewakan sesamanya. Eh, mas bukan jenis-jenis manusia seperti itu kan?

    Kurang lebih begitulah saya, maaf kalau Mas sudah mulai kecewa🙂

  7. main ke solo…!!

  8. @SP
    Trima kasih. Jauh dimata dekat dihati.
    Menurut saya untuk belajar/mencari ilkmu umur bukan patokan. Begitu pula dalam berteman. Yang penting saling mengerti, saling menghormati dan saling mengisi kekurangan teman. Mudah2an mas bisa bertemu dengan teman2 di Jakarta hingga makin erat hubungan persaudaraan kita. Wasalam

  9. @SP

    begitulah, saya tidk terlalu suka keramaian apalagi sambutan khusus buat saya, bisa shock saya.

    Apa ada namanya sambutan umum ya? Kalau nyambut mestinya orang yang khusus. Kalau tdk nyambut berarti tdk khusus. Orang yg tdk khusus biarlah jalan sendiri.🙂
    Shock? Ayolah mas…kan biasa aja*ehem..ini memang yg ckp aneh*

    btw tidak perlu menunggu, biasa sajalah. Jika terlalu berharap ntar kecewa berat

    Ok lah. Harapannya diperkecil spy kecewanya jg kecil. Eh, emangnya sdh pasti kecewa?

    *btw ketemuannya kagak jadi kan*

    Maaf mungkin akan mengecewakan mas:mrgreen: Tapi semuanya serahkan saja sama Sang Maha Pengatur. Lebih baik kita ikutin saja alur yang diinginkan-Nya. Mencoba-coba melawan hanya akan semakin memusingkan kepala dan menyesakkan dada.

    Palembang juga gitu kok, tapi saya memang tidak mudh tertarik *selera aneh sih*

    Aneh menurut mas atau aneh utk mewakili kesan orang lain? Orang aneh umumnya ga tau dan ga mau ngerti kalo dia aneh:mrgreen: Wong mereka anggap wajar-wajar kok. Tapi sy termasuk jenis yg berhati lapang dan mudah memahami jenis2 manusia aneh🙂

    Kurang lebih begitulah saya, maaf kalau Mas sudah mulai kecewa

    Hehehe…sesungguhnya mas akan rada sulit membuat sy kecewa. Apalagi cuma sebentar.

    Salam

  10. Knp terlalu sulit berkenalan lsg dg SP?
    Sesulit itukah, waktu dahulu jika kita ingin bertemu nabi?

  11. @SP
    Nah RASAIN lu, gimana komentar “musuh2” lu

  12. Wah..wah… makluk aneh mau turun gunung sejenak….. ribet amat? kalau mau cari istri baru dari monas ke utara ya… jangan keliru…. ( SP mampir!!!)

  13. hati-hati di jalan…jangan lupa berdoa

  14. @Jumhi

    Yah gitulah mas, sama sulitnya bertanya hal yg kritis kepada ustadz-ustadz salafiyyun sewaktu ngasih pengajian. Padahal sayyidina Umar kalau mengkritisi Nabi saw langsung tanpa tedeng aling-aling🙂

    Salam

  15. Aha narapidana akhirnya bisa berkeliaran ke ke ke, kejutan? aya aya Jakarta dingin cuy kejutan untukmu kan:mrgreen:

  16. @armand
    sama susahnya ketika mencari dalil2 yg kuat untuk dijadikan hujjah pada kitab2 syiah. Ujung2nya hanya mengandalkan akal yg BELUM tentu benar (atas nama studi kritis) :mrgreen:

  17. dari jakarta ana ke palembang dulubaru cabut, eeee sampean malah ke jakarta, kita emang gak jodoh😆

  18. @ aqidah yg benar

    sama susahnya ketika mencari dalil2 yg kuat untuk dijadikan hujjah pada kitab2 syiah. Ujung2nya hanya mengandalkan akal yg BELUM tentu benar (atas nama studi kritis)

    sampean jangan sok tahu, baca kitab syiah saja belum pernah, dan gak usah ngomong-ngomong akal kalau sampean sendiri gak punya akal yang benar:mrgreen:
    apa jadinya sampean ini, nggak pernah baca dan akal dak punya😆

  19. Salam SP,
    Kalau ke jakarta sempatkan tawaf di monas dan syai dari merdeka selatan ke merdeka utara (gak syar’i sih supaya sehat aja) kemudian jgn lupa lempar jumroh di Merdeka Selatan lebih dari 3x lebih bagus disitu ada gedung tempat syetan besar dan kecil kumpul, Insya Allah mabrur.

  20. untung ga bilang “Ambon cuma sebentar” aku strika beneren tuh hahahhahahh

  21. @sp………….,

    mampir ke condet byk calon2 istri yg kompeten lho…,

    @ aqidah y benar…………….,

    makanya belajar Alquran dgn akal jgn ngakalin Alquran. Hadist melulu sich yg di baca, pahami Alquran (Tadaburin).

    wassalam

  22. @Daftar Hadir
    Dari analisa atas komentar2 artikel JCS, maka SP harus menyiapkan tour:

    1. Jakarta: Saya, Arman, Almirza, Zahra(condet), A_Lee, Wong Kito Galo, Abu Rahat (kadang2 di jkt?).
    2. Solo: Ressay..
    3. Ambon: Almascatie?
    4. Benay, SP disuruh mampir kemana?.

  23. @truthseeker

    Ini mah bagi SP sama dgn ingin mengadakan unjuk rasa, bukan ketemuan:mrgreen:

  24. Bagaimana kalau kita serbu ber-sama2 ke Palembang sekalian ngicipi MP2nya SP

  25. wah aku pasti gak dpt ampiran nih, kata SP : salah sendiri siapa suruh tinggal di lereng gunung ungaran, kasihan deh lu.

  26. @Thruth
    ambon hader pak…. =))

    enggg. tak perlu sampe datang kesini, krimkan sja tiket buat aku kesana dah hahahhhha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: