Jakarta : Cuma Sebentar

Terkhususkan Buat Dia dan Klub Nyentrik

Hari ini akhirnya berangkat ke Jakarta. Sebenarnya males banget, bikin kerjaan numpuk dan jadwal yang terpaksa dipadatkan. Bahkan waktu yang seharusnya untuk sang Pujaan hati jadi gak ada lagi [maafkan, maafkan]. Rasanya merana sekali dan hidup terasa pahit [sok melo mode on] 😦

Kalau dipikir-pikir saya ini memang suka membuat hal yang sederhana jadi rumit. Pergi keluar kota kan biasa saja dan gak perlu dibuat repot. iya harusnya begitu, keribetan ini gara-gara profesi aneh yang susah diajak kompromi. Lufakan semua hiruk pikuk dunia dan mungkin sudah saatnya kau mati saja. Baca lebih lanjut