Pola Hidup Abnormal

s640x480

Gambar saya rampok dari Sora, Guru besar Fisika Kuantum

Maaf kalau gak ada hubungannya, habis keren sih

Kenyataan pahit yang harus dihadapi oleh orang-orang aneh adalah mereka akan dianggap asing oleh lingkungannya. Mengapa? karena hidup punya tatacara, kebersamaan itu memiliki ikatan baik sadar maupun tidak. Setiap manusia memang memiliki kebebasan, sehingga siapapun akan berpikir bahwa kita bebas untuk berbuat apapun, bergaya apapun dan punya kecenderungan apapun asalkan tidak merugikan orang lain. Tetapi ternyata perkaranya tidak semudah itu. Kita tidak bisa melupakan bahwa orang lain melihat dan mempersepsi apa yang kita lakukan, kita tidak bisa mengacuhkan begitu saja perasaan mereka yang peduli dan mencintai kita.

Bayangkan, misalnya saya atau anda melakukan suatu kebiasaan yang bertahun-tahun lamanya, kebiasaan yang menurut kebanyakan orang adalah aneh, tidak biasa atau abnormal. Orang-orang tidak mengetahui kalau anda seperti itu, kemudian akhirnya orang yang sangat dekat dengan anda misalnya saja kekasih yang anda sayangi mengetahui kebiasaan abnormal tersebut. Apalah jadinya?, kekasih anda merasa kasihan, prihatin dan mengingatkan anda agar jangan seperti itu, jangan menyakiti diri sendiri, berbuat adillah untuk dirimu, setidaknya ingatlah perasaan orang yang mencintaimu. Mungkin seperti itulah, anda mengalami dilema Alienasi. Akibatnya perasaan jadi berkecamuk tak tentu arah, pikiran jadi terasa berat dan anda benar-benar merasa asing dari kehidupan anda sendiri 😦

Mengapa harus terjadi?. Mengapa mereka tidak bisa menerima pola hidup anda?. Mengapa kebiasaan anda membuat orang merasa kasihan?. Mengapa orang yang mencintai anda tidak bisa menerima pola hidup seperti itu?. Jawabannya karena kebiasaan anda sangat tidak sehat. Pola hidup anda ternyata punya banyak unsur derita. Anda terlalu banyak membaca sehingga anda bahkan lupa bahwa harus makan tiga kali sehari. Anda terlalu banyak bekerja sehingga anda lupa kalau kekasih anda tidak mau terus-terusan melihat anda merasa letih. Anda terus-terusan terjaga ketika kebanyakan orang normal sudah terlelap dengan nikmatnya. Kalau memang anda seperti itu mungkin tidak berlebihan kalau Anda dikatakan Sakit. Hmm disini saya tidak sepakat, anda tidak sakit dan mereka juga sehat-sehat saja. Masalahnya adalah berbeda apa yang dirasa 😉

Ok cukup beranda-anda :mrgreen: . Saya sendiri bisa dibilang mengidap kelainan seperti ini. Pola makan saya tidak beraturan, pola tidur saya untung-untungan dan pola kerja saya benar-benar menyiksa. Dari dulu saya terbiasa seperti itu dan akibatnya kesehatan saya bisa dibilang borderline naik turun. Berulang kali teman-teman dan kekasih yang tercinta mengingatkan bahwa tidak baik seperti itu. Dan saya merasakan secara tidak langsung kalau mereka mau mengubah pola hidup saya sedikit demi sedikit. Saya sangat berterimakasih, adalah anugerah yang patut disyukuri bahwa saya memiliki orang-orang yang peduli dan mencintai saya. Sebagai wujud terimakasih saya sudah berusaha semampunya untuk menyesuaikan pola hidup saya dengan kebanyakan orang lainnya. Waktu berlalu dan hasilnya tidak memuaskan, entah mengapa saya malah merasa asing dengan diri sendiri. Seperti robot, seperti mayat hidup yang dikendalikan oleh keadaan “bagaimana orang sekitarnya” 😦

Ok cukup bersaya-saya. Inti masalah pola hidup abnormal adalah perbedaan persepsi terhadap kebiasaan atau pola hidup tertentu. Bagi kebanyakan orang, yang penting adalah hidup itu harus sehat dan tidak membuat derita. Jadi biasakanlah makan yang cukup dan teratur, tidur yang cukup dan bekerjalah sesuai dengan kemampuan alias tidak membebani fisik. Orang yang aneh seyogiayanya punya cara pandang aneh juga, mereka terkadang menganggap penting hal yang bahkan menurut orang lain tidak ada artinya. Orang-orang tertentu punya idealisme yang tinggi, baginya kepuasan jiwa adalah prioritas utama, mereka rela mengorbankan hal-hal yang dianggap orang lain penting untuk sesuatu yang menurutnya jauh lebih penting. Ada orang tertentu yang terlalu suka bekerja dan punya rasa idealis bahwa setiap pekerjaannya harus sempurna, sehingga ia mengorbankan banyak hal demi pekerjaannya. Ada orang tertentu yang tergila-gila untuk belajar, seolah-olah semua buku yang ada di dunia ini harus habis dibaca, baginya waktu yang ada terlalu sedikit untuk terbuang sia-sia. Yah ini memang soal rasa dan persepsi, tidak dipungkiri kalau masalah ini membuat hidup orang aneh terasa penuh derita dan dilema.

Mungkin sudah takdirnya begitu. Dalam keseragaman ada pola yang mencolok, bukankah gambarannya akan jadi lebih indah. Ah ya ya pendapat saya jelas sekali biasnya. Oleh karena itu saya minta bagaimana pendapat teman-teman semua.

Salam Damai

Iklan

16 Tanggapan

  1. pemikiran orang beda2,pola hidup orang beda2,idealisme orang beda2.hiduplah dgn apa yg kita anggap benar,bukan dgn apa yg kita mau.

  2. @balack
    ah apa itu istilahnya “jadilah diri sendiri” , begitu ya
    terus bagaimana dengan dilemanya? 😦

  3. Salam

    Hidup atas apa yang kita anggap benar beda sama hidup atas kebenaran.
    Yang pertama itu tidak tentu benar karena pola pemikiran yg pelbagai memungkinkan timbulnya kecelaruan antara sesama manusia, dan akibatnya muncul konflik.

  4. @hadi

    Benar sekali mas hadi. Sebagian besar orang memang hidup atas apa yang dianggapnya benar. Kalaupun salah (di hati kecilnya, atau dr penilaian akal sehatnya) maka dia akan berusaha keras untuk membuat pembenaran atas hidup yang dia jalani. Karena manusia butuh nyaman dalam menjalani hidupnya, sehingga manusia akan berusaha utk hidup atas apa yang dia anggap benar.
    Sehingga untuk hidup diatas kebenaran tidaklah mudah. Hidup diatas kebenaran pun bukan hidup diatas kebenaran orang lain (orang banyak/umum). Hidup diatas kebenaran harus diawali oleh penemuan2 atas kebenaran2 itu sendiri. Dimana proses penemuan kebenaran2 itulah sebetulnya yang sulit bukannya proses menjalani hidup diatas kebenaran yang sulit.
    Kebenaran2 tsb hanya bisa didapat jika kita bisa jujur pada diri sendiri dalam mendengar suara2 kebenaran, nurani, akal sehat kita.

    Kebenaran bukanlah kebiasaan

    Wassalam

  5. Mnrt sy, siapapun kita, apapun btk aktifitasnya, kita hrs proporsional. Kita hrs berikan hak2 indera kita! Krn semua memiliki batasannya.
    Krn sst yg berlaku scr berlebihan (over), akan memiliki akibat yg merugikan. Mungkin jk dibhskan kita hrs adil thd diri sendiri. Insya Allah, kesehatan lahir & bathin akan terjaga.
    Tapi jika kita menganggap diri kita sdh memiliki maqam spiritual yg sgt tinggi, proporsinya akan tdk sama dg org biasa.
    Itulah mungkin knp anda mjd org abnormal, krn maqam anda sdh sgt tinggi. he..he..he….

  6. Persepsi org ttg anda berbeda, itu hal biasa. Hingga andapun spt diasingkan, Show Must Go On!
    Karena sejarah telah memberikan banyak pelajaran. Ttg bgmn mrk yg berbeda, mendapat perlakuan dr org lain berbedab pula, itulah konsekwensi logis. Asalkan kita tetap mjg akhlak kita dg kaidah2 kebenaran spt yg diajarkan oleh mrk2 (pr nabi & penerusnya) yg tetap mjg fitrah kemanusiaannya.

  7. @jumhi

    Ttg bgmn mrk yg berbeda, mendapat perlakuan dr org lain berbedab pula, itulah konsekwensi logis.

    Hehehe..ini dia yang belum bisa diterima oleh SP (jangan marah yaa SP kalau saya masih konsistn untuk sok tau… 😛 )

    Wassalam

  8. 1] hidup sehat itu penting
    2] teman dan kekasih yang kuatiran itu juga penting
    3] menghargai perhatian (3) dengan cara (1) itu seharusnya tidak membebani diri. Kalau tidak berjalan baik…

    Waktu berlalu dan hasilnya tidak memuaskan, entah mengapa saya malah merasa asing dengan diri sendiri.

    4] Ini masalahnya. Pasti ada prosedur yang salah disini… 🙄
    5] err… keep yourself alive! :mrgreen:

  9. Rada ruwet, dua entitas yg berlawanan hendak dijadikan satu. Yang satu hendak mendominasi yang lain. Yang lain tidak ingin dizhalimi. Hidup sehat itu penting. Tapi bagi siapa? Bagi yang terobsesi dengan “sesuatu”, kepentingan hidup sehat menjadi sangat relatif. Yang penting masih bisa becanda, yang penting masih bisa ngobrol, yang penting masih bisa mikir, yang penting masih bisa baca, yang penting masih bisa nulis. Hingga saatnya semua tak bergerak, hingga tak ada yang dihasilkan, penyesalah pun sdh terlambat. Saran utk ini adalah, kesehatan itu sangat perlu karena jika tdk, apa yang bisa diperbuat dan yang dihasilkan dalam kondisi sakit? Jika ada pun pasti tidak akan sehebat dalam kondisi sehat. Selama kondisi sehat, energi dan pikiran bisa dieksplor seoptimal mungkin. Dalam kondisi jiwa dan tubuh yang prima, kreasi yang dihasilkan sangat memungkinkan sejalan dengan harapan. Pola makan yang sehat, 3x sehari dan tidur teratur, 5-7 jam sehari sdh sangat terbukti mampu menjaga kondisi tubuh dan jiwa yang lebih baik. Ga percaya? Tanya sama dokter yang mas kenal 🙂

    Maksud hati ingin menikmati kesendirian dan “keanehan”, namun sahabat dan kekasih pun ingin ditemani. Hasrat hati ingin menyenangkan diri sendiri tapi di sisi lain sahabat dan kekasih pun ingin disenangkan. Bertekad bulat ingin menggapai semuanya namun apa daya tak berkemampuan 🙄
    Realistis dan berserahdiri, Laa haula wa laa quwwata illa billah nampaknya saran yg cukup sesuai.

    Semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu terlimpah buat kita semua. Amin.

    Salam

  10. hahahaaha.a.a.a..a.a.a.a.aa

    Memang Dilema… Tapi itu lah kita…. kalau harus sama dan sama, maka tidak indahlah namanya Dunia ini…..

    Aneh….???? Memang Aneh…. Kalau Tidak Aneh, maka bukan saya,

    Tapi beruntunglah menjadi aneh… Spanjang Tidak Merugikan orang lain dan Kita Tidak Merasa Dirugikan Oleh Orang Lain Tersebut.

    Setuju toh…. “Kita Akan Menjadi Diri Sendiri, Walau Dengan Atau Tanpamu”

    Lajutkan……. !!!

    heheheheehehe 😛

  11. Hidup itu harus memberi kebaikan bagi tubuh,
    Hidup itu harus memberi kebenaran bagi jiwa,
    Hidup itu harus memberi kemerdekaan bagi roh.

    Enteng bangat aku ngomong!

    Hidup kita terbiasa mencari dari luar utk ke dalam diri.
    Jarang kita mau mencari dari dalam utk keluar diri
    Mencari rahmat, yes!; Menjadi rahmat, wait!

    Salam Pikir Tiga!

  12. Yang saya tahu, saat kita hidup itu berhubungan dengan makhluk lain, apalagi mereka adalah yang dekat dengan kita, maka kita juga harus memandang mereka.

    Munkin saling berkompromi, itu lebih baik. Tapi kebiasaan yang sampe bikin sakit, berarti emang kebiasaan yang gak baik.

    Segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik. Jangan dzolim sama diri sendiri. Itulah nanti yang bikin menyusahkan orang yang mencintai kita.

    Memang kadang kita nggak merasa, tapi begitulah kenyataannya.

  13. Persepsi dan rasa berdiri sendiri dan berseberangan tapi tidak jauh dengan yang namanya ideologi yg diyakini seseorang. Jika sesuatu itu berbeda dalam tataran ideologi pada 2 orang yg sedang berdialog, hidup bareng, maka perlu dicari sesegera mungkin area untuk mengakhiri hal hal tsb. not worthed man..!!
    Tetapi jika itu menyangkut masalah persepsi atau rasa…sing waras ngalah wae lah…begitu kali yah…

  14. Normal. abnormal. Kata2 ini sering menjadi pertanyaan.
    Yang dikatakam NORMAL dan ABNORMAL bagaimana sih? Menurut siapa atau dipandang dari segi apa, kapan dan pada situasi bagaimana seseorang dikatakan normal atau abnormal. Apakah kreteria normal dan abnormal sesuai dengan apa yang digambarkan oleh Mas SP?
    Apakah orang makan yang tidak teratur abnormal? Para sufi dan banyak lagi mereka yang mendekatkan diri pada Allah soal makan tidak penting. Ada yang ber-hari2 tidak makan. Apakah mereka disebut abnormal
    Ada suatu cerita seorang yang menurut standard sehat, waras yah normal. Ia suatu hari mengunjungi rumah sakit jiwa dan berceritera dengan mereka sebagai orang normal. Apa kata pasien2 rumah sakit jiwa. Mereka berteriak : ” Lihat ada orang gila masuk kerumah kita
    Kalau kita berada dilingkungan para sufi lalu pola hidup kita serperti pola hidup biasa maka para sufi katakan kitra abnormal.
    Untuk dikatakan normal tidak perlu merubah pola hidup kita. Tapi kita hidup bersama dengan mereka yang pola hidup sama dengan kita. Hilangkan rasa keakuan yang menyebabkan kita merasa tidak sama dgn mereka yang lain. Wasalam

  15. Hi, good post. I have been pondering this issue,so thanks for writing. I will probably be subscribing to your blog. Keep up great writing

  16. terasa aneh oleh orang lain, bahkan oleh org terdekat kita. terpenting keanehan itu tdk menjadikan kita tidak perduli thd oeg lain dan lingkungan sekitar kita, yaaah walau sedikit membuat stamina kita tdk stabil, kesehatan tergantung pola pikir kita bukan pola makan kita, walau kita sering terlambat utk makan kendalikan pola pikir kita bahwa hal itu tdk menjadi beban….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: