Shahih Hadis Tawassul Malik Ad Dar : Jawaban Atas Inqitha’ Abu Shalih Dari Malik Ad Daar

Ternyata tulisan “Analisis Hadis Tawasul” yang saya buat malas-malasan itu telah ditanggapi balik di Kelemahan-riwayat-maalik-ad-daar-dialog. Saya ucapkan terimakasih atas tanggapannya dan tentu tanpa mengurangi rasa hormat saya dengan anda maka izinkanlah saya menyampaikan jawaban untuk meluruskan apa yang saya anggap kekeliruan anda. Tulisan penulis tersebut adalah yang saya blockquote

Penulis awalnya mengatakan

Namun satu hal yang perlu menjadi kritik umum atas tulisan tersebut bahwasannya Penulis menyangka apa yang saya tulis adalah merupakan murni pen-dla’if-an dari Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah. Hal itu terlihat bahwa di awal Penulis memfokuskan pada diri Asy-Syaikh Al-Albani yang dikatakan telah mendapat sanggahan dari ‘Abdullah Shiddiq Al-Ghummariy dan Mahmud Sa’id Mamduh.

Ini keliru, Saya tidak pernah beranggapan begitu, justru yang tersirat dalam tulisan saya adalah juga ditujukan untuk ulama salafy lainnya. Jika anda masih ingat, tepat sebelum saya membahas hadis Malik Ad Daar, saya mengatakan “Mengenai hadis Malik Ad Daar yang didhaifkan oleh para salafi maka kami katakan bahwa Salafi yang dalam hal ini dipimpin oleh Syaikh Al Albani telah melakukan kekeliruan”. Juga kata-kata saya yang iniPara salafiyun diantaranya Syaikh Al Albani telah mendhaifkan Hadis Malik Ad Daar. Mereka para pengikut salafy berlomba-lomba untuk mendukung Syaikh Al Albani dari kritikan para Ulama ahlussunnah seperti Syaikh Al Ghumari dan Syaikh Mamduh”. Saya telah menggunakan kata salafy yang mencakup syaikh Albani dan yang lainnya, mohon maaf jika anda kurang berkenan dengan kata “salafy”. Langsung saja, karena anda sudah menyepakati pembahasan saya tentang illat pertama maka saya akan langsung saja membahas illat lainnya yang tetap anda pertahankan. Baca lebih lanjut

Iklan