Ulama Tsiqat Menyatakan Ada Sahabat Badar Yang Munafik

Ulama Tsiqat Menyatakan Ada Sahabat Badar Yang Munafik

Percayakah para pembaca jika ada orang munafik diantara mereka yang ikut dalam perang Badar. Hal ini ternyata diyakini oleh salah seorang ulama ahlus sunnah yang tsiqat. Jadi tidak ada alasan mengkaitkan hal ini sebagai keyakinan syiah atau rafidhah. Perhatikan atsar berikut

أخبرنا أبو محمد السكري ببغداد أنبأ أبو بكر الشافعي ثنا جعفر بن محمد بن الأزهر ثنا المفضل بن غسان الغلابي وهو يذكر من عرف بالنفاق في عهد النبي صلى الله عليه و سلم قال والحارث بن سويد بن صامت من بني عمرو بن عوف شهد بدرا وهو الذي قتل المجذر يوم أحد غيلة فقتله به نبي الله صلى الله عليه و سلم

Telah mengabarkan kepada kami Abu Muhammad Al Askariy di Baghdad yang berkata telah memberitakan kepada kami Abu Bakar Asy Syafi’iy yang berkata telah menceritakan kepada kami Ja’far bin Muhammad bin Al Azhar yang berkata telah menceritakan kepada kami Al Mufadhdhal bin Ghassaan Al Ghalaabiy dan ia menyebutkan diantara orang yang dikenal munafik di zaman Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam], ia berkata Al Harits bin Suwaid bin Shaamit dari Bani ‘Amru bin ‘Auf orang yang ikut dalam perang Badar dan ia telah membunuh Mijdzar pada perang Uhud dengan tipudaya maka Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] membunuhnya karena hal itu [Sunan Al Kubra Baihaqi 8/57 no 15841]

Atsar di atas diriwayatkan oleh para perawi tsiqat hingga Mufadhdhal bin Ghassaan Al Ghalabiy dan dia adalah ulama yang tsiqat.

  • Abu Muhammad Al Askariy adalah Abdullah bin Yahya bin ‘Abdul Jabar Al Baghdadiy. Adz Dzahabi menyebutnya syaikh yang tsiqat. Al Khatib berkata “kami menulis darinya dan ia shaduq” [As Siyar Adz Dzahabi 17/387 no 246]
  • Abu Bakar Asy Syafi’i adalah Muhammad bin ‘Abdullah bin Ibrahim seorang Imam muhaddis mutqin hujjah faqih musnad Irak. Al Khatib berkata “tsiqat tsabit banyak meriwayatkan hadis”. Daruquthni berkata “tsiqat ma’mun” [As Siyar 16/40-42 no 27].
  • Ja’far bin Muhammad bin Al Azhar adalah Abu Ahmad Al Bazzaar Al Bawardiy meriwayatkan dari Mufadhdhal bin Ghassaan, Wahb bin Baqiyah dan Muhammad bin Khalid. Diantara yang meriwayatkan darinya adalah Abu Bakar Asy Syafi’i. Al Khatib berkata “tsiqat” [Tarikh Baghdad 8/97 no 3613]
  • Mufadhdhal bin Ghassaan Al Ghalaabiy adalah Abu ‘Abdurrahman Al Ghalaabiy berasal dari Bashrah dan tinggal di Baghdad. Diantara yang meriwayatkan darinya adalah Ja’far bin Muhammad bin Al Azhar. Al Khatib menyatakan ia tsiqat. [Tarikh Baghdad 15/156 no 7060]. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat dan berkata “ia termasuk sahabat Yahya bin Ma’in” [Ats Tsiqat juz 9 no 15904]

Maksud dari perkataan “membunuh dengan tipu daya” disini adalah Al Harits dan Mijdzar keduanya berada di pihak yang sama dalam perang Uhud tetapi Al Harits membunuh Mijdzar karena Mijdzar telah membunuh ayah Al Harits di masa Jahiliyah dahulu. Atsar di atas membuktikan ada ulama tsiqat yang berkata bahwa ada sahabat Badar yang munafik. Yah mungkin ulama satu ini [Mufadhdhal bin Ghassaan] akan dihujat oleh salafy nashibi.

12 Tanggapan

  1. Begitu ya SP, sahabat tsb dendam sehingga membunuh sahabat lainnya, the legend continous

  2. Saudara SP berkata: “Yah mungkin ulama satu ini [Mufadhdhal bin Ghassaan] akan dihujat oleh salafy nashibi.”

    Komen saya, SIAPA SIH YG GAK DIHUJAT OLEH NASHIBI SALAFY WAHABI, apalagi cuman seorang Mudhdhal bin Ghassaan, hehehehe…….. perlu diingat mereka (nashibi salafi-wahabi) sekarang ini sudah gak punya rujukan lagi kepada ulama2 terkenal sehingga orang seperti EFFENDY dan SYEIKH MAMDUH FARHAN AL BUHAIRI yang notabene adalah ulama yg masih mentah yg dijadikan rujukan, hahaha….kasihan dech!

  3. Sahabat juga manusia…

  4. Perawi-perawi dan para ulama telah memberitakan bahwa terdapat sahabat Nabi saw yang munafik serta macam2 prilaku buruk. Ayat2 Alquran sdh memastikan adanya orang2 di sekitar Nabi saw yang munafik. Hanya salafiyyun yang bersikeras dan ngotot bahwa sahabat Nabi saw tidak ada yang munafik, bahwa semua sahabat ‘adil. Bagi mereka yang mau membaca dan menggunakan akal sehatnya akan mampu melihat secara terang benderang mana pemahaman yang benar mana yang keliru.

    Semoga Allah swt memberikan hidayah-Nya kepada kita semua.

    Salam

  5. @armand

    Aamiin..

  6. Kata blog sebelah (Spe) bahwa ashahabah kulluhum udul adalah bagi mereka yg meriwayatkan hadis saja sedangkan bagi mereka yg tdk meriwayatkan hadis tdk di jamin keadilannya.

    Sekarang bagaimana dengan sahabat yg meriwayatkan hadis tp tindakannya tdk adil, seperti: samurah bin jundub, abu musa al asyari, mughirah bin syu’bah dll.

  7. @husainahmad
    ucapan blog itu bukanlah sesuatu yang layak untuk ditanggapi, jadi tidak usah terlalu serius:mrgreen:

  8. setuju !

  9. @Sp
    Sangat setuju mas Sp, karena blog itu tidak mencerminkan kemulyaan islam.

  10. @SP

    Lanjutkan perjuanganmu..

  11. membunuh dg tipu daya atau tidak itu masa munafik namanya?? hehehehehe…ngarang cerita kok bego… membunuh itu dosa besar dan belum tentu munafik looool…

  12. […] Riwayat Mufadhdhal bin Ghassaan Al Ghulabiy [Ulama ahlus sunnah] menyatakan Al Harits bin Suwaid sal… […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: