Kedudukan Hadis Umat Mengkhianati Imam Ali Sepeninggal Nabi SAW(2)

Kedudukan Hadis Umat Mengkhianati Imam Ali Sepeninggal Nabi SAW(2)

Selain diriwayatkan oleh Ibrahim bin Abi Hadid, hadis tersebut juga diriwayatkan oleh Tsa’labah bin Yazid Al Himmani. Hadis Tsa’labah diriwayatkan dalam Tarikh Dimasyq Ibnu Asakir 42/447, Musnad Al Bazzar 3/91, Dalail Nubuwwah Baihaqi 7/312 no 2759 dan Al Kamil Ibnu Ady 6/216. Berikut sanad hadis Tsa’labah bin Yazid yang terdapat dalam kitab Al Mathalib Al Aliyah Ibnu Hajar 11/205 no 4018

حدثنا الفضل هو أبو نعيم ثنا فطر بن خليفة أخبرني حبيب بن أبي ثابت قال سمعت ثعلبة بن يزيد قال سمعت عليا يقول والله إنه لعهد النبي الأمي صلى الله عليه وسلم

Telah menceritakan kepada kami Fadhl (dia Abu Nu’aim) yang berkata telah menceritakan kepada kami Fithr bin Khalifah yang berkata telah mengabarkan kepadaku Habib bin Abi Tsabit yang berkata aku mendengar Tsa’labah bin Yazid berkata aku mendengar Ali mengatakan Demi Allah, sesungguhnya Nabi yang ummi telah menjanjikan kepadaku.

Sanad ini adalah sanad yang shahih dan tidak diragukan keshahihannya, kecuali oleh mereka yang tidak senang dengan matan hadis tersebut.

  • Fadhl bin Dukain atau Abu Nu’aim adalah perawi Bukhari Muslim dan Ashabus Sunan yang dikenal tsiqah. Ibnu Hajar dalam At Tahdzib juz 8 no 505 menyebutkan bahwa ia dinyatakan tsiqat oleh Ahmad, Yaqub bin Syaibah, Ibnu Sa’ad, Ibnu Syahin Abu Hatim dan yang lainnya. Dalam At Taqrib 2/11 Ibnu Hajar menyatakan ia tsiqat.
  • Fithr bin Khalifah adalah perawi Bukhari dan Ashabus Sunan. Ibnu Hajar dalam At Tahdzib juz 8 no 550 menyebutkan bahwa ia dinyatakan tsiqat oleh Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Sa’id, Ibnu Ma’in, Ibnu Sa’ad, Al Ajli, Nasa’i, dan Ibnu Hibban. Dalam At Taqrib 2/16 Ibnu Hajar menyatakan ia shaduq (jujur).
  • Habib bin Abi Tsabit adalah perawi Bukhari Muslim dan Ashabus Sunan. Ibnu Hajar dalam At Tahdzib juz 2 no 323 menyebutkan kalau ia dinyatakan tsiqat oleh Al Ajli, An Nasa’i, Abu Hatim, Ibnu Ma’in, Ibnu Hibban,  dan Ibnu Ady. Dalam At Taqrib 1/183 ia dinyatakan tsiqat.
  • Tsa’labah bin Yazid adalah seorang tabiin yang tsiqat. Ibnu Hajar dalam At Tahdzib juz 2 no 42 menyebutkan bahwa ia dinyatakan tsiqat oleh An Nasa’i dan Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat. Al Bukhari berkata bahwa hadis-hadisnya perlu diteliti lagi dan tidak diikuti. Pernyataan Bukhari tidaklah benar, hadis Tsa’labah bin Yazid ini ternyata diikuti oleh yang lainnya yaitu oleh Ibrahim bin Abi Hadid dan Hayyan Al Asdi, mereka semua meriwayatkan dari Ali RA.  Ibnu Ady mengakui kalau Tsa’labah tidak memiliki hadis-hadis mungkar. Ibnu Hajar dalam At Taqrib 1/149 menyatakan ia seorang syiah yang shaduq.

Sekali lagi kami katakan hadis ini shahih dan tidak ada gunanya syubhat yang dilontarkan oleh sebagian orang. Diantara mereka, ada yang berhujjah dengan pernyataan Al Bukhari dalam Tarikh Al Kabir juz 2 no 2103 biografi Tsa’labah bin Yazid dimana Bukhari berkata “perlu diteliti lagi” kemudian Al Bukhari membawakan hadis Tsa’labah ini dan berkata “tidak diikuti”. Kami sudah katakan bahwa Al Bukhari tidaklah benar, hadis ini diikuti oleh yang lain yaitu Ibrahim bin Abi Hadid dan Hayyan Al Asdi.

Ibnu Hibban ternyata memuat biografi Tsa’labah bin Yazid dalam Al Majruhin no 170 dan mengatakan bahwa ia berlebihan dalam tasyayyu’ tidak bisa dijadikan hujjah jika menyendiri meriwayatkan dari Ali. Kami katakan pencacatan karena tasyayyu’ tidaklah diterima dan Ibnu Hibban sendiri memasukkan Tsa’labah bin Yazid sebagai perawi tsiqah dalam Ats Tsiqat juz 4 no 1995 ditambah lagi Tsa’labah tidak menyendiri meriwayatkan hadis ini.

Semua syubhat tersebut sangat lemah dan telah dijelaskan kekeliruannya tetapi mereka salafiyun tetap tidak rela kalau hadis ini dikatakan shahih. Padahal jika diteliti dengan standar ilmu hadis yang benar maka tidak diragukan lagi bahwa hadis ini bersanad shahih. Wallahu’alam

Salam Damai

11 Tanggapan

  1. Sekali lagi kami katakan hadis ini shahih dan tidak ada gunanya syubhat yang dilontarkan oleh sebagian orang. Diantara mereka, ada yang berhujjah dengan pernyataan Al Bukhari dalam Tarikh Al Kabir juz 2 no 2103 biografi Tsa’labah bin Yazid dimana Bukhari berkata “perlu diteliti lagi” kemudian Al Bukhari membawakan hadis Tsa’labah ini dan berkata “tidak diikuti”. Kami sudah katakan bahwa Al Bukhari tidaklah benar, hadis ini diikuti oleh yang lain yaitu Ibrahim bin Abi Hadid dan Hayyan Al Asdi.

    Ibnu Hibban ternyata memuat biografi Tsa’labah bin Yazid dalam Al Majruhin no 170 dan mengatakan bahwa ia berlebihan dalam tasyayyu’ tidak bisa dijadikan hujjah jika menyendiri meriwayatkan dari Ali. Kami katakan pencacatan karena tasyayyu’ tidaklah diterima dan Ibnu Hibban sendiri memasukkan Tsa’labah bin Yazid sebagai perawi tsiqah dalam Ats Tsiqat juz 4 no 1995 ditambah lagi Tsa’labah tidak menyendiri meriwayatkan hadis ini

    sudah cukup untuk mengatakan riwayat di atas bermasalah.. dg adanya rawi yg bertasyayu’ berlebihan, cukuplah itu signal agar riwayat tsb perlu diteliti lagi apalagi kok bau2 matannya mendukung kebid’ahan mereka.. forget it & leave it dech..:mrgreen:

  2. Hanya karena syiah? Ckckckck…

  3. sudah cukup untuk mengatakan riwayat di atas TDK bermasalah.. dg adanya rawi yg bertasyayu’ berlebihan, tp ia dimasukkan ke dlm Ats Tsiqat juz 4 no 1995 oleh Ibnu Hibban ditambah lagi Tsa’labah tidak menyendiri meriwayatkan hadis ini cukuplah itu signal agar riwayat tsb dpt diterima. ..:mrgreen:

  4. @antirafidhah
    ho ho dia dikatakan tasyayyu’ justru karena meriwayatkan hadis ini, so mana mungkin dijadikan alasan pencacatan:mrgreen:

  5. Ass..

    Mas SP, mau usul neh, kalo bisa mbok sekali-kali yg dibahas masalah tentang tata cara shalat, itu masalah sehari-hari dan yang merupakan tiang agama. Jadi mencari kebenaran bagaimana tata cara shalat yang sebenarnya menurut Nabi SAW. Termasuk Adzan, Tempat Sujud, Shalat Dhuha, dll dimana terdapat perbedaan antara mazhab satu dengan yang laen. Makasih seblumnya. Thx..

  6. @ShiNJo
    Terimakasih usulnya, ada sedikit di kategori fiqih, silakan dilihat🙂

  7. Mengenai masalah hadis ini pemikiran saya sih sederhana saja. Di beberapa hadis yg sahih dikatakan bahwa memusuhi Ali = memusuhi Nabi = memusuhi Allah. Bisa juga mengkhianati Ali = mengkhianati Nabi. Jadi makna hadis ini tdk bertentangan atau sangat sesuai dg hadis yg jelas2 sahih bahkan mutawatir, yaitu yg dikenal dg hadis al-Haudh riwayat Bukhari, Muslim, Ibnu Majah dan Ahmad bin Hambal yg pada intinya berbunyi :”Aku akan mendahalui kalian berada di telaga dan niscaya aku akan bertengkar dg beberapa kaum, namun aku akan dapat mengalahkan mereka lalu aku berkata :Wahai Tuhanku, tolonglah sahabat-sahabatku. Lantas dikatakan : Sesungguhnya kamu tdk tahu apa yg telah mereka perbuat sepeninggalmu.”

    Perbuatan para sahabat tsb sama dg pengkhianatan terhdp Nabi = pengkhianatan trhdp Ali.

    Jadi tdk hanya masalah sanad yg penting tapi masalah matan/makna juga penting bahkan lebih penting lagi.

  8. @all
    Hadits tsb SHAHIH karena merupakan penjelasan dari QS 9 : 8.
    Rasulullah SAW bersabda; “Apabila ada yang menyampaikan dan mengatakan ini sabdaku dan bertentangan dengan Firman Allah, maka TOLAK itu bukan dari AKU, tetapi apabila itu merupakan penjelasan dari Firman Allah, maka TERIMA itu dari AKU. Wasalam

  9. Ali mmg tidak patut dihina sebegitu rupa..Ali adalah insan mulia yg terbukti dlm hadis nabi SAW yg tiada keraguannya…

    jadi, brgsiapa yg menghina dan memperlekeh Ali, maka samalah dia memperlekeh nabi SAW.

    tidak dinafikan bahawa, begitu banyak kisah2 yg diceritakan oleh ulama yg krg ilmu dlm perbandingan mazhab dan agama, telah menghina Ali serta keturunannya, begitu juga para ulama’ yg hina muhammad Abd Wahab. ulama’2 cetek ilmu inilah yg menimbulkan perbalahan sebenarnya. pondok2 byk mendidik anak2 murid mereka dgn ilmu pesong menghina syiah secara total dan hina wahabi secara total hingga sanggup mengkategorikan muhammad abd wahab sbg penzina dan ahlulbayt sbg x guna..

    apa lah ulama’2 ni…bende lain x nk sentuh..pegi sibuk hal mazhab lain apesal….buang current je…

    conclusion, bkn semua syiah itu sesat dan wahabi adlh pencinta sunnah nabi. kita sunni dan syiah adalah rumpun yg sama…Allahuakbar!!!

  10. ternyata tdk hanya sahabat yesus saja yah yang juga ada penghianat, di islam juga banyak toh…
    suatu hal yg berharga bg umat nasrani

  11. Kalau kita mengenali manusia maka kita tidak akan mempermasalahkan hal2 yang niscaya spt ini.
    Seorang manusia menjadi baik/buruk bukan krn orang lain. Baik dan buruk adalah pilihan individu tsb. Jika hal seperti itu masih diherankan maka bagaimana menjelaskan anak2 Nabi yang murtad/durhaka?.
    Kebaikan dan kemuliaan orang2 dekat kita akan menambah kemuliaan kita, namun kedurhakaan dan kemurtadan orang2 dekat kita tidaklah mengurangi kemuliaan kita.

    Salam damai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: