Pria Yang Menyedihkan

Kehidupan Itu Indah Karena Berharga

Banyak Orang Yang berjasa tapi Jasa saja tidak cukup, Banyak Orang yang berharga dan itu pun juga tidak cukup. Banyak hal yang sebenarnya sudah Cukup, tapi itu juga tidak berarti benar-benar cukup. Sedikit orang yang mengerti dan seandainya mereka benar-benar mengerti maka itu saja sudah cukup.

.

.

Kriiiiiiiiiiiiing……?. Hallo, Ya ini siapa?. Kamu dipanggil sekarang. Oh sebentar lagi masih banyak disini. Gak bisa harus sekarang, ditunggu. Dengan terburu-buru, pria itu menghadap. Ya ada apa?. Kenapa laporannya belum ada di meja saya. Maaf bukan saya yang bertanggungjawab atas laporan itu. Lalu siapa? saya? Saya gak peduli, pokoknya harus ada hari ini juga. Hening cukup lama……………..akhirnya pria itu bicara “Kalau begitu saya akan kerjakan”. 😦

Kriiiiiiiiing……?. Ya ada apa?. Maaf ya ******, datanya hilang. Sumpah aku gak tahu, tiba-tiba aja datanya hilang. Se……semuanya?. Maaf, kamu ada back up nya kan?. Astaghfirullah, itu kerja kerasku berbulan-bulan. Hey, jangan bilang gak ada kopinya. Tuuuuut, tuuuut, tuuuut. Dalam hati pria itu bergumam “Bab Dua Yang menyebalkan”.😦

Tok tok tok. Pria itu menoleh, Ya masuk. Ini ada surat-surat untuk anda. Ya taruh saja di tempat biasa. Hmm sebaiknya yang ini langsung dibaca. Pria itu terdiam………… Maaf saya cuma, … ada tulisan ” Gawat” nya. saya permisi sebentar. Pria itu menatap surat-surat yang sepertinya …… dan mulailah ia membacanya. Heeeeh surat ini segawat apa sih sampai Amplopnya mesti ditulis “Gawat”.

******

Mereka gagal, sekarang cuma tinggal kau. Yang lain sudah mengundurkan diri. Kalau aku jadi kau, aku akan berhenti. Pertama dituntut. Kedua Meninggal.

Semoga harimu menyenangkan

Pria itu melihat jam, Jam 12. 10 dan sudah ada tiga Bab. Rasanya belum pernah seburuk ini. Pria itu kembali melanjutkan hal menyebalkan yang harus ia kerjakan. Dalam pikirannya berkecamuk banyak hal yang …..

Ah mengapa aku harus mengerjakan hal yang tidak aku sukai, betapa menderitanya….., kenapa dia mesti dituntut,………..sakitnya memang parah tapi kenapa baru sekarang dikasih tahu, heeeeh lucu, ia meninggal dan aku yang terkahir kali tahu……….., dan orang itu tak berperasaan sekali menyampaikan yang buruk dengan cara yang buruk, “Surat Gawat”, apa-apaan itu. Tidak sepintar dulu……….Alah memangnya kau sendiri berperasaan, dasar kau juga sama tidak beresnya ……………..seandainya aku tidak ada, …..ah buku itu bagus juga…………….lapar tapi gak nafsu makan…………..yaaah terpaksa menulis lagi, gila semuanya hilang begitu saja, ah bodohnya aku, kenapa gak ku simpan lagi di tempat lain……….udah zuhur nih, bagusnya shalat dulu.

Beberapa saat kemudian. Kriiiiiing……..? ah suara ini, kenapa ya dia nelpon. Ya ada apa ***?. Hening …………Hallo, hai ada apa? . ******,…….. Ya kenapa?. Ng…….Kita bubar dulu ya, aku gak bisa begini terus, aku gak ngerti, aku gak bisa ngertiin ****** dan aku gak sanggup harus begini terus. Kenapa?aku salah lagi ya? maafkan aku dong tapi jangan begini, ayolah. Nggak, kamu nggak salah kok, cuma aku saja yang nggak bisa, semoga kamu bisa ngerti…….(menangis)………dan telpon itu putus Tuuuuuut tuuuuuut tuuuut. Ya ampun ini Bab paling mengerikan seumur hidup. Pria itu duduk dengan wajah pucat menatap langit-langit. Sambil bergumam

Hidup Yang Indah ………Tapi Sudah Tak Sanggup

Lama sekali terdiam hingga tak terasa sudah jam 4 sore. Pria itu memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaannya dan terus pulang untuk tidur. Sudah 2 hari ia tidak tidur.😦

Malam itu sepi, dan Pria itu berjalan menatap bintang berharap ia melihat dunia lain disana. Dunia paralel dalam dimensi yang tergulung di sekitar dawai-dawai. Tak terasa ia terus berjalan dan teusik oleh suara anak-anak di pinggir jalan. Anak-anak jalanan.

Aku dan Mereka tidak berbeda. Aku melihat betapa mereka bahagia dan mereka melihat betapa bahagianya orang seperti aku. Tapi aku dan mereka tidak sama. Aku selalu berputus asa dan Mereka bisa berbahagia dengan hidupnya. Hidup ini Sungguh Indah sekali, Kesepian Yang Begitu Indah.

TIiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit. gedubrak. Aaaaaaaaaaaaaargh Ada orang ketabrak, hei hei , ya ampun, aduh gimana ini, waaw waaaaw, cepat tolong, bawa ke rumah sakit, ah lho dia kan yang di rumah sakit itu …..Perlahan-lahan dan makin pelan suara bising itu menghilang. Berharap semoga ini akhir yang baik. Pria Itu Mati. Tepatnya Pria itu merasa Ia mati.

Ceritanya selesai, sepertinya begitu. Kelihatannya begitu atau memang begitulah yang bisa dilihat. Tapi Tuhan punya cerita lain. Mungkin bukan cerita lain tapi ceritanya sama saja dengan versi yang lebih lengkap. Atau apalah, Cerita versi lain ini sudah lama dimulai dalam Lembaran Surat-surat yang diwariskan.

Disclaimer :

Percayalah SP memang menyedihkan tapi tidak seperti Pria ini. Mungkin lebih buruk atau juga sebaliknya. Pria yang seharusnya adalah ** jika saja ia tidak mati. Atau seperti yang dikatakan Jika saja Ia tidak merasa Ia Mati.

12 Tanggapan

  1. Kang, cerpen nih

  2. Ga tau kalo ada cerita nyata menyedihkan seperti ini. Kirain cuman ada di komik-komik.
    Turut sedih buat si Pria Yang Menyedihkan
    Kesenangan dan Kesedihan pada hakikatnya sama-sama meninabobokkan

  3. Terkadang benang kusut bisa menjadi rapi hanya dengan sering2 berkata “TIDAK”.
    Namun kata yang bagi orang lain begitu sederhana, bagi sebagian orang sangat rumit.

    Tidak semua yang ada di depan mata kita adalah tanggung jawab kita. Tidak semua yang ada di meja kita harus kita makan. Tidak semua yang hadir di kehidupan kita adalah milik kita.
    Sederhana = Rumit
    Rumit = Sederhana

    Biasanya hewan peliharaan memang harus diikat, ataupun dikurung namun bukan tidak ada yang harus bebas lepas. Setidak2nya ada yang membutuhkan kandang yang cukup luas sehingga sang hewan menyangkanya seolah prairie yang tanpa batas.

    Wassalam

  4. …dan seperti biasa, komentar mas(?) truthseeker selalu dibuat serius:mrgreen:

  5. @esensi
    Lhoo…apa mas esensi tidak tahu kalau ini masalah (super) serius…:mrgreen:

    Wassalam

  6. Nggak, kamu nggak salah kok, cuma aku saja yang nggak bisa, semoga kamu bisa ngerti…….(menangis)………

    *Jlebbb*

    Ahh, kenapa kata2nya bisa persis sama?!?👿

    *stress*

  7. He3x jadi inget pesan Kanjeng Nabi SAAW, “kayrul umuuri awsaathuhaa” (sebaik2 perkara ada pada pertengahannya).

    Yg (juga) lagi pusing #*#!@@#%##%^%$*)*🙂

  8. @sitijenang:mrgreen:

    @Abu Syahzanan
    He he he mungkin, eh apa kabar? gimana kabar Syahzanan? semoga sehat-sehat selalu🙂

    @Armand
    Aneh juga sih, saya tidak mengerti bagian meninabobokkan, rasanya kesedihan itu malah menggantung terus😦

    @truthseeker08

    Tidak semua yang ada di depan mata kita adalah tanggung jawab kita. Tidak semua yang ada di meja kita harus kita makan. Tidak semua yang hadir di kehidupan kita adalah milik kita.

    Tentu karena kita seharusnya tahu apa sebenarnya yang menjadi urusan kita

    @esensi
    seperti biasa komen Beliau agak luar biasa:mrgreen:

    @truthseeker08
    hmmm semuanya kembali pada orangnya masing-masing:mrgreen:
    *gak jelas mode on*

    @jensen99

    *Jlebbb*

    Ahh, kenapa kata2nya bisa persis sama?!?👿

    *stress*

    Wah ternyata punya kisah sedih juga ya. Aneh juga padahal kesan saya setelah melihat kata-kata bijak anda di blog Mas Mirza, anda ini adalah orang yang paling mengerti wanita:mrgreen:

    @Dwi
    Setengah-setengah ya:mrgreen:

  9. @ secondprince

    …anda ini adalah orang yang paling mengerti wanita :mrgreen:

    Bgini, ‘mengerti wanita’ hanyalah salah satu variabel dari banyak hal dalam sebuah hubungan yang langgeng. Anda jg perlu duit, konsistensi kebersamaan, restu ortu, keunggulan atas saingan, blablabla…

    *ceramah OOT*

    *dilempar granat*

  10. @sp

    Alhamdulillah ya Allah, baik dan sehat selalu mas, Syahzanan jg sehat dan lagi belajar shalat tuh. Klo Syahza liat komputer yg ad poto mas sp, dia tanya, “om sp yang mana Yah ?”…..
    “ooo yang ini nak”

    “cakep Yah tapi agak item cih Yah…” hi..hi..

    #…siap2 kena bazooka…#

    Skrg lg “tugas” di hutan neh, mk nya agak tersendat nih buat “copy udara” belajar di blog ini, salam buat keluarga…Salam alaikum

  11. q da bsen tu denger kaya gtuan………………………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: