Kerinduan Yang Mengikat

Hati Ini Benar MerindukanMU

Seolah HidupKu Tak Berharga Hingga MengenangMu

Seandainya Begitu Mudah Aku MengertiMu

Maka Jangan Pernah Tinggalkan Aku

Ketika Hidupku Sama Saja Dengan Mati

KehadiranMu Selalu MembuatKu Terus Hidup

Seandainya Bisa Maka Aku Ingin Kembali

Mencari DiriKu Yang Tertinggal

Hanya UntukMu

CintaKu Di Jalan Tuhan

.

.

Hari itu ketika kuputuskan untuk memilih Jalan Hidup maka kutetapkan bahwa Dia yang akan menjadi pendampingku. Tetapi manusia tetaplah manusia , tidak punya kuasa dan daya upaya tanpa seizin-Nya. Terkadang begitu kumerasa diri ini menderita maka terbersit ketidakrelaan terhadap Tuhan, oh TuhanKu ampunilah hambamu yang hina ini.

Lama sekali aku telah hidup. Melihat hamparan kebaikan dan Noda hitam keburukan. Noda yang bergelantung dalam setiap kedipan mataku. Noda yang membuatku berputus asa untuk terus hidup. Noda yang membuatku menjadi tambah buruk. Di tengah keputusasaan, Pelipur Lara itu hadir dengan senyuman ketulusan yang membuatku merasa Sungguh Tidak Berharga Terus Berputus Asa.

Apa yang kudapat tidak sepadan dengan apa yang telah aku lakukan, maka kupersembahkan Puji syukur padaMu, Oh TuhanKu. Dalam setiap Pujian selalu ada harapan akan ketenangan dan begitu pula Aku. Harapanku adalah Rasa ini akan terus Bertahan Hingga Aku Mati

Waktu itu kuberharap, Tuhan memberikan Dia agar Aku tidak terlarut ke Jalan Terkutuk. Sungguh betapa Aku banyak berharap tanpa aku melihat bahwa Dia pun juga berharap. Hingga kini sisa harapanku hanyalah Bisa terus bersama apapun Jadinya. Begitulah Rahasia kehidupan, Kau Tidak Akan Mengerti Akhirnya Sampai Kau Selesai Menjalaninya.

Waktu berlalu dan kujalani sembari menutupi semua Noda hitamku. Pernah kucoba membuka sedikit tabir itu dan kulihat ketakutan di matanya. Oh Tuhan, mengapa Dia menjadi begitu sulit dan mengapa semua ini terasa mengikat. Apakah aku tidak diizinkan untuk menjadi Pangeran Yang Sempurna bagi dirinya. Dalam setiap doaku kulantunkan semua harapanku agar aku bisa hilang dari Rantai Noda yang semakin lama semakin besar. Harapan yang akan Meyakinkan diriku bahwa Aku bisa membahagiakan Dia. Hari demi hari terus berlalu hingga Jiwa ini mengering dan tertahan dalam Kerinduan. Kerinduan Untuknya, di dalam Jalan Mu ya Tuhan. Oh Tuhanku, Sungguh Ku Berharap bisa terus Bersama Dia didalam JalanMu

.

.

Salam Sejahtera

Iklan

3 Tanggapan

  1. cemburu aku..,
    kala umat2MU berbondong2 merajuk pdMU..
    menyanjungMU..
    berkata (dg hatinya kah??) bhw mereka merinduMU.
    bhw mereka membutuhkanMU.

    tapi sesungguhnya aku tak khawatir,
    karena biasanya itu takkan lama,
    smua akan kembali lagi,
    manakala ramadhan pergi..
    dan KITA, akan berduaan lagi :mrgreen:

  2. Dari dulu saya bertanya-tanya, apakah Tuhan “pantas” dipersonifikasikan?
    .
    Kalau yang bikin syair kerinduan seperti ini seorang laki-laki seperti Anda, kesannya Ia itu jadi seorang perempuan.
    .
    Tapi nggak apa-apa, ding
    :mrgreen:
    .
    salam,

  3. hey kok gambarnya sakura-syaoran sih?
    ++Miles Nessie Priwirodirjo++
    aka Miles. Hahahaha namanya kayak orang bule ya? Gak kok saya orang Indonesia.
    .: M I L E S aka S H M I L E S .:
    Cyrus. Hahahaha gak ding bercanda!
    Miles

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: