Sahabat Nabi Yang Masuk Neraka

Sahabat Nabi Yang Masuk Neraka

Saya tidak memfitnah, hal ini memang tercatat di dalam Kitab Shahih. Sebelumnya saya katakan kalau saya tidak merendahkan siapapun apalagi mencaci. Saya Cuma menunjukkan apa yang saya baca sebagai kritikan terhadap apa yang saya dengar. Telah sampai kabar kepada saya ada orang yang mengatakan bahwa semua sahabat Nabi pasti masuk surga dan tidak ada yang masuk neraka. Orang tersebut bisa dibilang korban dogma dan generalisasi yang fallasius. Jika ia adalah seorang yang bersandar pada kitab-kitab Shahih maka apa yang akan ia katakan jika ia membaca bahwa ada sahabat Nabi yang masuk neraka, dan bahkan yang mengatakan bahwa sahabat tersebut masuk neraka adalah Nabi SAW sendiri.

Dalam Shahih Bukhari 4/74 no 3074 dan dalam kitab Shahih Sunan Ibnu Majah Syaikh Al Albani no 2299 disebutkan (ini riwayat Bukhari)

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ كَانَ عَلَى ثَقَلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ كِرْكِرَةُ فَمَاتَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ فِي النَّارِ فَذَهَبُوايَنْظُرُونَ إِلَيْهِ فَوَجَدُوا عَبَاءَةً قَدْ غَلَّهَا

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah yang berkata telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Amr dari Salim bin Abil Ja’d dari Abdullah bin Amr yang berkata “Pernah ada seseorang yang biasa menjaga perbekalan Nabi SAW, orang tersebut bernama Kirkirah. Kemudian dia pun meninggal dunia, ketika itu Rasulullah SAW bersabda “Dia berada di Neraka”. Maka para sahabat pergi melihatnya dan mereka mendapatkan sebuah mantel yang diambilnya dari harta rampasan perang sebelum dibagikan.

Sahabat Nabi yang dimaksud adalah Kirkirah dan ternyata kesalahan yang ia lakukan adalah berkhianat atau mengkhianati harta rampasan perang oleh karenanya Rasul SAW berkata “Dia di Neraka”. Ibnu Hajar memasukkan nama Kirkirah dalam Kitab Al Ishabah Fi Tamyiz As Sahabah 5/587 no 7405, ia menyebutnya sebagai Kirkirah mawla Rasulullah SAW, Ibnu Hajar juga berkata

وقال بن منده له صحبة ولا تعرف له رواية

Ibnu Mandah berkata “dia seorang Sahabat Nabi dan tidak diketahui memiliki riwayat hadis”

Selain Ibnu Hajar, Ibnu Atsir dalam Asad Al Ghabah 4/497 juga mengatakan kalau Kirkirah adalah Sahabat Nabi SAW dan Adz Dzahabi dalam Tajrid Asma As Shahabah 2/29 no 323 menyebutkan kalau Kirkirah seorang Sahabat Nabi SAW. Bukankah ini membuktikan bahwa seorang Sahabat Nabi bisa saja masuk Neraka dan Kirkirah sahabat Nabi SAW di atas disebutkan oleh Nabi SAW sendiri bahwa “dia berada di neraka”.

About these ads

57 Tanggapan

  1. Cuman 1 orang yg sdh dijamin masuk neraka? :(

  2. Hadis ini bernada eksplisit. Namunandai kita lihat secara jujur dan tenang tanpa fanatisme, maka hadis2 implisit ttg hal2 begini banyak kok…iyakan Mas SP?

    sALAM dAMAI

  3. Hmmmm, jadi sahabat nabi pun ada yang masuk neraka?
    What a…. stange !

  4. saat ini saya lagi sedang memikirkan beda signifikan antara sebuah mantel dan sebidang tanah, sebuah harta ghanimah milik umum dan sebuah harta faei milik khusus Rasulullah saaw. hmmm

  5. @armand
    wah apa ya arti icon Mas itu :mrgreen:

    @hadi
    no komen :mrgreen:

    @Snowie
    yup betul Mbak

    @billionaire
    ehem pikiran Mas bekerja dengan cepat sekali ya
    memang Lebih Cepat Lebih Baik

  6. eit nanti dulu…
    saya akan lihat asbabul wurudnya, atau saya akan lihat kata perkata dari hadits ini…dan yg lebih penting apakah hadit ini sudah melewati jalur pensyarahan Ibnu hajar atau ibn baz,…
    kalo tdk lewat situ ke shohihannya…maka hadits ini kami TOLAK keshoihannya…dan ups sebentar..kami pakai dulu kacamata kuda kami utk menilai pendapat seperti ini.dan tahukan anda semua bahwa..kacamata ini jauh lebih dahsyat hitamnya dari kacamata las..karena hitamnya sampai dihati kami..juga….

  7. Yah artikel kayak ginian aja diposting, ga usah dikasih tau juga kita sudah tau.. wuakakak…

    kalo masih kurang, ada kisah yg ini juga

    Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
    Kami pergi berperang bersama Rasulullah saw. menuju Khaibar. Allah memberikan kemenangan kepada kami, tetapi kami tidak mendapatkan rampasan perang berupa emas atau perak. Yang kami peroleh adalah barang-barang, makanan dan pakaian. Kemudian kami berangkat menuju lembah. Ikut pula bersama Rasulullah saw. seorang budak beliau (pemberian seseorang dari Judzam). Budak itu bernama Rifa’ah bin Zaid dari Bani Dhubaib. Ketika kami menuruni lembah, budak Rasulullah saw. berdiri untuk melepas pelananya. Tetapi, ia terkena anak panah dan itulah saat kematiannya. Kami berkata: Kami senang ia gugur syahid wahai Rasulullah. Rasulullah saw. menjawab: Tidak! Demi Zat yang menguasai Muhammad. Sesungguhnya sebuah mantel akan mengobarkan api neraka atasnya. Mantel itu ia ambil dari harta rampasan perang Khaibar, yang bukan jatahnya. Para sahabat menjadi takut. Lalu seseorang datang membawa seutas atau dua utas tali sandal, seraya berkata: Wahai Rasulullah, aku mendapatkannya pada waktu perang Khaibar. Rasulullah saw. bersabda: Seutas tali (atau dua utas tali) sandal dari neraka (Shahih Muslim No.166)

    Kesimpulan :

    1. Rasulullah atas izin Allah mengetahui mana-mana orang2 yg benar-benar sahabat sejati beliau yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya sehingga beliau bersabda tentang keutamaan2 mereka, dan mana yg tidak, serta mana yg masih melakukan kejahatan walopun mereka masih berstatus muslim.

    2. Hal-hal di atas sebagai pelajaran buat sahabat2 Rasulullah dan umat beliau, dan sekaligus hadits2 semacam di atas adalah sebagai saringan, sehingga tidak ada lagi yang tersembunyi di Jaman Rasul..

    @bob

    ente itu ngemeng epe tho? kok sukanya ndremimil ga karuan kyk gitu.. jangan gegabah ye, Ibnu Hajar adalah ulama panutan SP juga lho.. silahkan cek, artikel2 dia belakangan ini tidak ada yg lepas dari beliau ini terutama kitab beliau Al-Ishabah… soalnya belakangan ini dia lagi demam sahabat.. wuakakakak… jadi kalo ente menghina Ibnu Hajar berarti ente juga menghina rujukan SP.. kualat loh.. wuakakak..

  8. @bob
    itu niru siapa ya :P

    @imem

    Yah artikel kayak ginian aja diposting, ga usah dikasih tau juga kita sudah tau.. wuakakak…

    Lho memangnya saya buat artikel untuk sampean :roll:

    1. Rasulullah atas izin Allah mengetahui mana-mana orang2 yg benar-benar sahabat sejati beliau yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya sehingga beliau bersabda tentang keutamaan2 mereka, dan mana yg tidak, serta mana yg masih melakukan kejahatan walopun mereka masih berstatus muslim.

    Terus kaitannya sama tulisan saya di atas apa, apa anda mau bilang Kirkirah bukan sahabat sejati, tuh lihat ulama-ulama yang tetap menyatakan dia sebagai Sahabat. Bukankah anda pernah berkata para ulama telah menyeleksi orang-orang yang pantas disebut sahabat dan yang tidak :) dan tulisan saya di atas hanya membuktikan bahwa seorang Sahabat Nabi bisa saja masuk neraka, kayaknya anda gak bisa membantah yang ini kan :mrgreen:

    Hal-hal di atas sebagai pelajaran buat sahabat2 Rasulullah dan umat beliau, dan sekaligus hadits2 semacam di atas adalah sebagai saringan, sehingga tidak ada lagi yang tersembunyi di Jaman Rasul..

    Nah memang itu pelajaran buat kita semua, mau sahabat Nabi atau bukan tidak ada satupun yang lepas dari syariat atau hukum :)

    @bob

    ente itu ngemeng epe tho? kok sukanya ndremimil ga karuan kyk gitu.. jangan gegabah ye, Ibnu Hajar adalah ulama panutan SP juga lho.. silahkan cek, artikel2 dia belakangan ini tidak ada yg lepas dari beliau ini terutama kitab beliau Al-Ishabah… soalnya belakangan ini dia lagi demam sahabat.. wuakakakak… jadi kalo ente menghina Ibnu Hajar berarti ente juga menghina rujukan SP.. kualat loh.. wuakakak..

    He he he kayaknya yang saya tangkap dia sedang menyindir orang seperti anda. :)

  9. @All

    SELAMAT BUAT SBY-BOEDIYONO & PENDUKUNGNYA

    LANJUTKAN!

  10. LANJUTKAN!

  11. @ineem

    2. Hal-hal di atas sebagai pelajaran buat sahabat2 Rasulullah dan umat beliau, dan sekaligus hadits2 semacam di atas adalah sebagai saringan, sehingga tidak ada lagi yang tersembunyi di Jaman Rasul..

    masa sih…..

    bgmn dengan ayat quran ini…

    ﴿ وَ مِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِنَ الْأَعْرابِ مُنافِقُونَ وَ مِنْ أَهْلِ الْمَدينَةِ مَرَدُوا عَلَى النِّفاقِ لا تَعْلَمُهُمْ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلى‏ عَذابٍ عَظيمٍ ﴾

    101. Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah ada sekelompok orang yang keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kami-lah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.
    (Qs At taubah : 101)

    jadi pasti ada yg munafik kan yg Rasul SAWW nggak tahu dan tdk diberi tahu….tuh

  12. @bob

    maaf saya jawab,

    Memang pada dasarnya Rasulullah tidak mengetahui pada awalnya karena memang beliau adalah seorang manusia yang hanya bisa mengetahui hal yang ghaib atas kehendak Allah, tetapi kemudian Allah memberitahu beliau, saya kira SP sudah mengutip hadits mengenai orang munafik pada masa beliau..

    sedangkan kata-kata anda “dan tdk diberi tahu….tuh” ga ada dasarnya sama sekali, ayat di atas hanya menegaskan bahwa Rasulullah tidak mengetahui ada orang-orang munafik disekeliling beliau, dan Allah-lah yang mengetahuinya, tetapi tidak ada pada ayat di atas penegasan bahwa Allah kemudian tidak memberitahu kepada Rasul-Nya mengenai orang-orang munafik tersebut. dan kita mengetahuinya dari hadits-hadits Rasulullah yang shahih, yang sebagian sudah dikutip oleh SP.

    Salam

  13. Hehehe.. Enak banget jadi penguasa. Apa yg kita katakan atau inginkan maka nantinya itulah patokan atau rujukan kebenarannya. Apalagi menyangkut sesuatu yang tak tersentuh oleh pancaindera atau cuma keyakinan belaka.
    Yuk kembali lagi kedunia nyata, mungkin SBY menang lagi!

  14. lho bukannya di hadits yg shohih dijelaskan keingkaran sebagian sahabat sepeninggal beliau

    Hadis riwayat Asma binti Abu Bakar ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Aku berada di tepi telaga untuk melihat siapa saja di antara kalian yang akan minum dari telagaku. Dan akan ada sekelompok manusia yang akan dihalangi lalu aku bermohon: Wahai Tuhanku, mereka adalah sebagian dari diriku dan termasuk umatku. Kemudian dikatakan: Tidak tahukah engkau apa yang telah mereka perbuat sesudahmu? Demi Allah! Mereka langsung kembali kepada kekafiran sepeninggalmu. Kata seorang perawi, Ibnu Abu Malikah berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kembali kepada kekafiran atau dari cobaan terhadap agama kami – Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 4245 sumber : http://hadith.al-islam.com/bayan/display.asp?Lang=ind&ID=1320

    kalaulah Rasulullah tahu nantinya org2 itu akan seperti apa, maka tdk akan ada pertanyaan seperti didalam hadits itu.
    yg tdk tersembunyi dan jelas dizaman Rasul saww adalah utk org yg wafat sebelum wafatnya rasul saww. kalau yg wafat setelah rasul saww maka keberlakuan hadits ini dan ayat diatas jelas sangat relevan..

  15. Pertanyaan saya, yang ingin anda bahas itu sebenarnya yang mana? orang munafik atau orang murtad? kok ga nyambung gitu?

    Perasaan dari tadi kita bahas orang munafik, kok kemudian anda ajukan hadits mengenai orang-orang yang murtad sepeninggal Nabi? yang telah diperangi oleh Abu Bakar?

    salam

  16. @antirafidhah

    Seorang munafik jika sdh menunjukkan keaslian sifat/keyakinannya maka tdk lagi disebut munafik, tapi kembali disifati dg keyakinan aslinya. Seorang yg dalam hatinya tdk meyakini kemuliaan dan kenabian Muhammad saw namun menunjukkan keimanan di hadapan Nabi saw, maka saat menyembunyikan kekafirannya itu ia disebut munafik. Setelah Nabi saw wafat kemudian ia tdk merasa perlu menyembunyikan kekafirannya, ia akan disebut sesuai keyakinan aslinya yaitu kafir.

    Salam

  17. @antirafidhah

    Mas bisa beritahu saya tidak ayat Alquran yang memberitahu Nabi Muhammad Saw tentang nama-nama orang Munafik di sekeliling Nabi Muhammad Saw atau Hadits nya.

    salam,

  18. @ armand

    Orang Munafik itu pasti orang yang hatinya kafir tetapi mengaku Islam, dan rasulullah sudah mengetahui siapa mereka berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh SP..

    Orang Murtad adalah orang yang keluar dari Islam, dan di saat dia memeluk Islam, belum tentu dia adalah orang munafik.

    tolong bedakan..

    salam

  19. RALAT :

    Orang Munafik itu pasti orang yang hatinya kafir tetapi mengaku Islam, dan rasulullah sudah mengetahui siapa mereka berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh SP..

    maaf seharusnya :

    Orang Munafik itu pasti orang yang hatinya kafir tetapi mengaku Islam, dan rasulullah sudah mengetahui siapa mereka berdasarkan hadits yang dikutip oleh SP..

  20. @antirafidhah

    hadits yg saya kutip itu cerita tentang org yg kafir/kufur atau ingkar nggak cerita org yg murtad…

    lha yg cerita org yg murtad kan ente…yg mengelaborasi hadits itu ke MURTAD…(yg diperangin Abu bakar..katanya.
    walaupun nggak jelas yg diperangin yg murtad yg mana )heheheh..

    nih saya tunjukkin keabnormalan ente

    antirafidhah, di/pada Juli 9th, 2009 pada 1:13 am Dikatakan:

    Pertanyaan saya, yang ingin anda bahas itu sebenarnya yang mana? orang munafik atau orang murtad? kok ga nyambung gitu?

    Perasaan dari tadi kita bahas orang munafik, kok kemudian anda ajukan hadits mengenai orang-orang yang murtad sepeninggal Nabi? yang telah diperangi oleh Abu Bakar?

    salam

    jadi anda itu yg aneh hadits cerita ttg kekafiran/kekufuran sahabat anda bilang ke MURTAD an sahabat…

    sangat jelas ayat itu dan hadits ini ada korelasi karena bukan murtad tapi kafir/kufur

  21. Saat dia menyimpan kekafiran/kengingkarannya terhadap Rasul saww, sahabat itu disebut munafik krn dia sudah beragama islam,

    setelah Rasul saww wafat dia menunjukkan kekafirannya ,ini juga tetap dalam kondisi beragama islam, karena tdk ada keterangan MURTAD

    jadi urutannya adalah MUnafik dulu baru ingkar/kufur terang2an kesemuanya dlm keadaan masih beragama ISLAM.

    jadi nalarnya,
    Kenapa saat itu Rasul mengatakan dia sahabatku “yg baik”
    karena Rasul tdk tahu bahwa dia itu munafik dulu setelah dijelaskan kekafirannya/keingkarannya secara terbuka setelah rasul saww wafat barulah jelas dan beliau berlepas diri.

  22. Wah wah bener kata antirafidhah, ente itu emang ga nyambung! istilah murtad, munafik aja kagak ngerti, katanya Akal, Otak ente bukan tape recorder, encer.. mana buktinya? sorry ye wuakakakak..

  23. yang jelas ud kebongkar tuh siapa yg pembohong, pengkhianat (yg bau ttp bau) :

    http://jakfari.wordpress.com/2009/06/16/khalifah-abu-bakar-umar-di-mata-imam-bukhari-muslim/

    Ayooo…yg Nashibi blm sls dialognya sama ibnu Jakfari tuh…jgn kabur dl thoo… :mrgreen: :roll:

  24. @antirafidhah

    Orang Munafik itu pasti orang yang hatinya kafir tetapi mengaku Islam, dan rasulullah sudah mengetahui siapa mereka berdasarkan hadits yang dikutip oleh SP..

    Hadits yg mana? Jika anda maksudkan di thread ini maka anda keliru. Apakah ada kata-kata tersurat dan tersirat bahwa penegasan Nabi saw kepada Kirkirah yg masuk neraka diakibatkan kemunafikannya?

    Salam

  25. @bagir,

    Enak aja kabur.. tanya aja sndri sono ama si rofidhoh ibnu jakfari.. sy dah komentar di blog dia, tapi ampe skrg blog dia blom update lagi.. sdgkan komen sy msh under moderasi…..ada 3 minggu kalee.. tanya aja ke SP tuch mgkn dia kenal ama pemilik blog itu.. .. wuakakakak…

  26. @ imeem …si tape recorder…syaikhnya..

    temen ente si @ anti rafidhoh yg ngeHang nalarnya…

    jelas2 dihadits yg dikutip itu disebut Kafir(ingkar/kufur…)
    lah kok di tarik2 ke kesimpulan MURTAD…..

    sudah dijelasin sama armand yg gamblang kok..ngeyel

    kafir itu belum tentu MUrtad….bisa jadi dia MUNAFIK
    kalau Murtad sudah jelas pasti dia kafir…

    waduh…sudahlah cuma jadi recording sekarang OS nya lemot…..ups salah org nggak ada OS nya juga…
    huakakakkakak (niru ketawanya si @ ineemmm)

  27. eng ing eeeng….

    Wakakakaka…ngerasa juga dipanggil NASHIBI :mrgreen: :roll:

  28. kayaknya ketawanya imem ud jadi maskot neh…wuakakakak…

    salam damai,

  29. kalo dia ketawa saya ngebayangin ikan kerapu..sayang kerapu ga ada jenggot nya… :mrgreen: :roll:…enak lho “mancing” “kerapu” guampaaang buangets :mrgreen:

  30. itu namanya ikan klekek….pake umpan apa aja pasti di samber,tapi mesti cepet nariknya, klo ga dia bakal bawa lari tuh ke balik karang….(kok jadi ke ikan yah) wuakakak.

    salam,

  31. PAHLAWAN NERAKA

    Suatu hari satu pertempuran telah berlaku di antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Kedua-dua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Tiba saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua-dua pihak pulang ke markas masing-masing. Di sana Nabi Muhammad s.a.w. dan para sahabat telah berkumpul membincangkan tentang pertempuran yang telah berlaku itu. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di ruang mata. Dalam perbincangan itu, mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka iaitu, Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia kelihatan seperti seekor singa yang lapar membaham mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia telah menjadi buah mulut ketika itu.

    “Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman,” kata salah seorang sahabat. Mendengar perkataan itu, Rasulullah s.a.w. pun menjawab, “Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka.” Para sahabat menjadi hairan mendengar jawapan Rasulullah s.a.w. itu. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam boleh masuk dalam neraka. Para sahabat berpandangan antara satu sama lain apabila mendengar jawapan Rasulullah s.a.w. itu. Rasulullah s.a.w. sedar para sahabatnya tidak begitu percaya dengan ceritanya, lantas Baginda s.a.w. berkata, “Semasa Qotzman dan Aktsam keluar ke medan perang bersama-sama, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam oleh pihak musuh. Badannya dipenuhi dengan darah. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah, manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya.”

    “Dia melakukan perbuatan itu adalah kerana dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. Akhirnya dia mati bukan kerana berlawan dengan musuhnya, tetapi membunuh dirinya sendiri. Melihatkan keadaannya yang parah, ramai orang menyangka yang dia akan masuk syurga. Tetapi dia telah menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka.” Menurut Rasulullah s.a.w. lagi, sebelum dia mati, Qotzman ada mengatakan, katanya, “Demi Allah aku berperang bukan kerana agama tetapi hanya sekadar menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Aku berperang hanyalah untuk membela kehormatan kaumku. Kalau tidak kerana itu, aku tidak akan berperang.”

    Riwayat ini telah dirawikan oleh Luqman Hakim.

  32. @all

    Setahu saya berdasarkan kejadian melalui periwayatan para Muhaddits maupun tarikh shabat Rasul setelah wafatnya Rasul, yang masuk SURGA sangat sedikit dan masuk NERAKA banyak. Wallahu A’lam. Menuntukkan seseorang masuk surga atau neraka adalah HAK Allah tetapi melihat dari sabda2 Rasul, dan kenyataan dilapangan. Wasal

  33. @aburahat

    Saya pernah baca hadis Rasulullah saw, bahwa umat akan menyimpang sepeninggal Rasuslullah saw di Saqifah Bani Sa’idah. makanya ketika Rasulullah saw mau meninggal mengatakan ya ummati sampai 3x.

    Salam

  34. @roni
    Haditsnya memang shahih. Beliau tahu berdasarkan ilmu dari Allah bahwa beberapa dari mereka munafik. Oleh karena itu Rasul berwasiat untuk Imam Ali as : Apabila terjadi suksei khalifa anda biarkan terkecuali Imam Ali as mendapat pengikut sebanyak 40 orang Lalu mengapa Imam Ali tidak mendapat pengikut sebanyak itu, hanya 4 orang,.
    Menurut saya kalau sampai Imam Ali as menjadi khalifa, maka NERAKA MENANGIS. Wasalam

  35. @aburahat,

    Kenapa klo Imam Ali as menjadi khalifah maka neraka menangis, apakah neraka itu mempunyai rukh? Salam’alaika

  36. @roni

    Anda ini bagaimana sih:
    Allah telah berfirman: Yang kafir masuk NERAKA
    Yang murtad masuk Neraka
    Yang munafik masuk Neraka
    Yang tidak TAAT pada Allah dan Rasul
    masuk Neraka.
    Mereka2 teman akrab neraka sesuai janji Allah. Ternyata masih kurang. Yang terbanyak masuk Surga. yah sedih dong.

  37. @aburahat

    Klo bigitu saya mengerti, trims :)

  38. @SP

    Anda mengatakan lebih cepat lebih baik, namun tetap aja di-lanjutkan :D

  39. Salam

    Kalau ga salah ada riwayat Pembagi “penduduk” Surga dan neraka (kelak) adalah Imam Ali (as).

    wassalam

  40. @Bagir

    Referensi hadis Suni dalam buku Kunuz al-Haqa’iq, Abdurrauf Manawi hal. 92 meriwayatkan
    Nabi Muhammad saw berkata pada Ali”
    ENGKAU ADALAH ORANG YANG MEMISAHKAN ORANG2 YANG AKAN MASUK KE SURGA DAN ORANG2 YANG AKAN MASUK KE NERAKA PADA HARI KIAMAT. ENGKAU AKAN BERKATA KEPADA MEREKA, ORANG INI UNTUKKU DAN YANG YANG ITU UNTUKMU”

    Dan Muhibbuddin Thabari dalam kitabnya ar Ryiadh an-Nadhirah jil2 hal.172. Anas b. Malik meriwayatkan:
    Ketika kematian Abubakar semakin dekat, Abubakar berkata bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda:
    “SEBUAH RINTANGAN MENGHADANG DIJEMBATAN SIRATH al-MUSTAQIM. TIDAK ADA SEORANGPUN YANG DAPAT MELINTASINYA KECUALI DENGAN IZIN ALI B. ABI THALIB. DAN AKU MENDENGAR RASULULLAH BERKATA: ” AKU ADALAH PENGHULU PARA NABI DAN ALI ADALAH PENGHULU PARA PEMIMPIN”

  41. @bagir

    Setahu saya riwayat yg anda bawakan ada hubungannya dgn hadis Nabi saw yg mengatakan bahwa barang siapa mati akan tetapi tidak mengenal Imam pada zamannya, maka ia mati dlm keadaan jahiliyah.

    Salam’alaika

  42. @aburahat

    Klo dihubungkan penjelasan anda, ada hubungannya tdk ya dgn hadis yg saya bawakan?

  43. :) :(

  44. @ Aburahat & Roni

    Salam

    Tidak ada yg dapat melintasi “Shirath” kecuali mrk yg berwilayah kepada beliau (as)..

    yup..! dan masih ada beberapa ref. sunni ttg ini…

    wassalam

  45. @roni

    Pasti sangat erat hubungannya. Malahan sangat erat hubungan dengan Firman Allah, bahwa setiap kaum disetiap zaman ada pemimpin yang memberi petunjuk. Wasalam

  46. @aburahat&bagir

    Iya benar, sudah jelas antara referensi Sunni dan Firman Allah tentang hadis tsb sangat erat hubungannya. Tapi kenapa ya WSN tidak paham juga?

  47. @roni

    Firman Allah : Mereka yang tidak membenarkan yang tesebut diatas. Apapun yang dikatakan pada mereka,. tetap mereka tidak percaya (QS 2 : 6), makaKu tutup hati, penglihatan dan pendengaran mereka. dan mereka2 menerima siksaan yang sangat berat ( QS 2 : 7)

  48. Sahabat yg diberi gelar radialanhum jelas masuk surga berdasarkan surat “at-taubah ayat 100″ diantaranya: Abu Bakar, Usman, Umar, Ali & Muawiyah karena mereka adalah termasuk orang2 yg pertama kali masuk islam.

    Ini sudah menjadi janji Allah didalam al-quran

    Mereka dari golongan kaum muhajirin & kaum Anshar yang wajib kita ikuti sesuai perintah Allah dalam ayat tersebut.

    Dan diceritan diayat2 sebelumnya tentang persahabatan mereka yg saling tolong menolong dan toleransi yg tinggi walaupun berbeda budaya didalam kehidupan sehari2.

    Tidak ada kejahatan tentang kebohongan beragama yang Allah ceritakan diantara sesama mereka.

    Dan bersama dengan bani umayah mereka mendirikan Al-Sunah Waljamaah yg bertujuan memurnikan ajaran Islam yaitu menjaga dari perbuatan2 syirik, bid-ah dan sifat2 jahiliyah yg berkembang setelah rosull wafat.

    Tidak ada keraguan yg berkenaan dari hadist2 yg diriwayatkan rosull kepada mereka. Mereka berpedoman terhadap apa yg diturunkan Allah dalam alquran dan al-hadist.

    Mereka tidak membuat hadist2 walaupun kapasitas mereka sebagai khalifah pada saat itu karena bagaimanapun khalifah tetaplah manusia yg memiliki hawa nafsu yg cenderung u/ berdosa.

    Kita kembalikan lagi terhadap “surat At-Taubah ayat 100″ bahwa Allah menjamin para sahabat u/ masuk sorga dan keridoan Allah tetap bersama mereka dan orang2 yg mengikuti mereka.

  49. @hamba Allah

    Tolong anfa samapaikan ayat yang anda katakan menjamin mereka2 tsb diatas masuk surga serta haditsnya. Wasalam

  50. @hamba Allah

    Sesungguhnya Al-Sunah Waljamaah adalah golongan yg ingkar kepada Sunnah Rasulullah saw. Contoh: shalat tarawih berjama’ah hingga kini tetap didirikan dgn dalih sunnah sahabat yaitu sunnah Umar, sedangkan menurut sunnah Rasulullah saw dlm hadisnya adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat dan setiap yg sesat adalah neraka.

    Salam Damai :)

  51. Bid’ah hassanah. maka Robin Hood masuk syurga

  52. @hamba Allah

    Salam wa rahmah.

    Kami bawakan ayat yang menjadi persoalan:

    “Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
    QS. at-Taubah (9) : 100

    Sekiranya anda perhatikan ayat ini dengan teliti, maka anda pasti tahu bahawa ayat ini tidak sedang berbicara ttg semua sahabat atau bahkan ttg sebagian besar sahabat2 yang anda bawakan.

    Ini kerana:

    1. Ayat ini menyentuh ttg orang yg pertama tama masuk Islam.
    Jika anda memahami ayat ini, anda pasti tahu, Imam Ali lah orang pertama selain Sayidatina Khadijah al Kubra as yg masuk Islam. Maka Allah memerintahkan kita mengikutinya

    2. Andai saja anda tetap bersikeras memasukkan semua muhajirin dan ansar, masih tiada masalah, namun, sahabat2 selain Imam Ali yg anda sebutkan itu telah terkeluar dari senarai berdasarkan bagian ayat seterusnya itu:

    ….”dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik”

    Ayat ini menunjukkan adanya syarat iaitu mengikuti mereka hanya dlm kebaikan sahaja dan bukan pada semua sisi hidup mereka…mari kita lihat apa saja yg mereka lakukan dlm hidup mereka.

    1. Abu Bakar telah membuat puteri tercinta Nabi saaw marah, dan berdasarkan hadis sahih, sabda Nabi saaw, ‘Barangsiapa membuat Fatimah marah membuat aku marah”, maka adalah mustahil kita disuruh mengikutinya

    2. Umar telah lari dlm medan perang bukan atas dasar siasat. Masakan Allah menyuruh kita mengikutinya.

    3. Usman juga telah lari dari medan perang, selain pada mlm kematian isterinya Umm Kalthum, dia bukan saja tidak bersedih, malah telah mengadakan hubungan kelamin dgn isterinya yg lain, hingga membuatkan Nabi saaw marah.

    4. Muawiyah adalah akar Nasibi yg mentradisikan acara melaknat Imam Ali as di mimbar2 masjid yg berlangsung kuran lebih 80 tahun…makanya dia munafik. Masakan Allah menyuruh kita mengikutinya.

    Lalu…bagaimana dengan Imam Ali as? Kebaikan Imam Ali as melimpahi kitab2 hadis dan manaqib2 hingga tidak tertutup oleh musuh Ahlul Bayt as..kami bawakan satu sahaja sbg contoh…

    Nabi saaw bersabda:

    “Siapa yang gembira (ingin) hidup (seperti) hidupku, mati (seperti) matiku, menempati surga And yang ditanam (pepehonannya) oleh Tuhanku handaknya ia meyakini kewalian (kepemimpinan mutlak) Ali sepeninggalku, dan hendaknya ia meyakini kewalian walinya (pelanjutnya) serta berteladan (dalam agama) dengan Ahlulbaitku sepeninggalku, karena mereka adalah ‘Itrahku, mereka diciptakan dari tanah (bahan penciptaanku), mereka diberi kefahaman dan ilmuku. Celakalah orang-orang yang mendustakan keutamaan mereka dari umatku, yang memutus tali kekerabatanku (dengan mereka). Semoga Allah tidak memberikan syafa’atku untuk mereka.”
    (Kanz al ‘Ummal, 6/217, hadis no.3819)

    Salam Damai

  53. @hadi & all

    Saya ingin tambahkan atas penjelasan sdr. hadi

    Sebelum kita masuk kepersoalan yakni ayat 100 surah At-Thaubah yang oleh hamba Allah yang mweng ASUMSI bahwa ayat tsb menjamin mereka yang disebut diatas AHLI SURGA. Asumsi sdr kita hamba Allah tanpa dukungan NASH

    Bunyi ayat 100 dari QS Athaubah (tdk perlu saya copas) ada kata DIANTARA.
    Ini bwerarti dari sekian banyak sahabat Nabi hanya sedikit
    yang menjadi Ahli Surga. Ini dikuat dengan ayat 101 QS At Thaubah yang bebunyi:101.” Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu] itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.”

    Sungguh cocok sekali dengan hadits yang disampaikan oleh mas SP diatas mengenai sahabat KIRKIRAH.
    Para sahabat menyaksikan pengorbanan Kirkirah dan menurut mereka sebagai Ahli Surga. Tetapi Rasul mengatakan bahwa Kirkira AHLI NERAKA.
    Pertanyaan adalah mengapa?
    Karena Kirkirah berjuang samapai mengorbankan jiwa bukan karena mengharap keridhaan Allah tetapi dengan NIAT yang lain. Jadi semua amal perbuatan kita tergantung atas NIAT.
    Begitu juga sahabat2 yang disebut sdr hamba Allah diatas
    mereka berjuang dengan NIATuntuk mendapat KEKUASAAN.
    Mungkin anda2 mengatakan saya berasumsi. Benar saya berasumsi dengan fakta dan didukung oleh NASH.
    Asumsi yang didukung oleh FAKTA dan NASH Alqur’an sama dengan KEBENARAN. Wasalam

  54. klo saya mau pake sunnah Imam Ali aja aah, ga apa-apa kan cuuy.

    kan boleh pake sunnah khulafur Rasyidin.

    salam,

  55. @Hamba Allah

    Dan bersama dengan bani umayah mereka mendirikan Al-Sunah Waljamaah yg bertujuan memurnikan ajaran Islam yaitu menjaga dari perbuatan2 syirik, bid-ah dan sifat2 jahiliyah yg berkembang setelah rosull wafat.

    Setelah Rasulullah meninggal yang ada/tersisa adalah sahabat & tabi’in.
    1. Berarti anda hendak mengatakan bahwa sebagian besar sahabat & tabi’in berbuat syirik, bid’ah dan sifat2 jahiliyyah lainnya?
    2. Apakah tidak cukup pengajaran Rasulullah sehingga dibutuhkan satu mazhab baru ahlul sunnah wal jama’ah?.
    3. Bukankah dari sisi logika yang lain malah semestinya kita berfikir sebaliknya. Yaitu jika sebagian murid2 Rasulullah membuat suatu mazhab baru sesegera setelah Rasulullah meninggal, padahal ketika itu masih banyak murid langsung beliau maka artinya mereka ini malah bisa dikatakan sebagai sempalan/membelot?
    4. Jika pun terjadi khayalan yang seperti anda khayalkan, bukankah seharusnya untuk memurnikan agama maka umat islam harus merujuk kepada ahlul bayt dan mereka2 yang berilmu/salih dan bukan merujuk kepada penguasa?

    Ini salah satu petunjuk bahwa ketika fanatisme diikutkan maka kebenaran menjadi hilang.

    Sampai sekarang masih terheran2 dan termenung; apa susahnya dan apa salahnya mengikuti ahlul bayt (yg disucikan), keluarga Rasul pula, pahlawan Islam pula, jujur, berani, berilmu, dicintai Rasul. Apakah hanya karena takut jadi syi’ah? atau kah takut berubah pandangan thd sahabat yg lain? Tidak harus koq…, cukup cintai, muliakan dan teladani ahlul bayt..

    Umat lain terheran2 dengan islam yang sepanjang jaman mengejar/membunuh dan mencerca keturunan/keluarga dari Rasul mereka.

    Wassalam

  56. itu orang munafiq…memang la masuk neraka…abdullah bin ubai juga ke neraka…hampeh…

  57. [...] seorang sahabat gugur di medan perang kemudian para sahabat yang lain mengatakan ia syahid tetapi Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] membantahnya dan mengatakan kalau ia di neraka karena sahabat tersebut telah berkhianat dalam harta rampasan perang. Kami cuma ingin menyampaikan [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 160 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: