Tafsir Ar Ra’d Ayat Tujuh : Siapakah Pemberi Peringatan dan Pemberi Petunjuk?

Tafsir Ar Ra’d Ayat Tujuh : Siapakah Pemberi Peringatan dan Pemberi Petunjuk?

Dalam surah Ar Ra’d ayat tujuh disebutkan firman Allah SWT “Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk”. Siapakah yang dimaksud pemberi peringatan dalam ayat ini? Dan siapa pula yang dimaksud sebagai orang yang memberi petunjuk?. Penafsiran yang paling baik tentu jika bersandar pada penjelasan Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] atau penjelasan Ahlul Bait Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] yang merupakan pegangan umat agar tidak tersesat. Alhamdulillah, ternyata berkaitan dengan ayat ini terdapat penjelasan yang gamblang dari Imam Ali

حدثنا عبد الله حدثني عثمان بن أبي شيبة ثنا مطلب بن زياد عن السدي عن عبد خير عن علي في قوله { إنما أنت منذر ولكل قوم هاد } قال رسول الله صلى الله عليه و سلم المنذر والهاد رجل من بنى هاشم

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah yang berkata telah menceritakan kepadaku Utsman bin Abi Syaibah yang berkata telah menceritakan kepada kami Muthallib bin Ziyaad dari As Suddi dari Abdu Khair dari Ali tentang firman Allah SWT [Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk]. [Imam Ali] berkata “Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] sang pemberi peringatan dan sang pemberi petunjuk adalah laki-laki dari bani Hasyim” [Musnad Ahmad 1/126 no 1041, ini adalah Ziyadah Abdullah bin Ahmad]

Hadis ini juga disebutkan Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Awsath 2/94 no 1361 dan Ad Dhiya’ Al Maqdisi dalam Al Mukhtarah 2/286 no 668 [dan Al Maqdisi menyatakan sanadnya hasan] semuanya dengan jalan sanad dari Muthallib bin Ziyaad dari As Suddiy dari Abdu Khair dari Ali. Hadis ini sanadnya hasan. Para perawinya tsiqat dan hasanul hadits, Muthallib bin Ziyaad seorang yang shaduq hasanul hadits dan As Suddiy adalah Ismail bin ‘Abdurrahman As Suddiy seorang imam dalam tafsir dan shaduq hasanul hadis.

  • ‘Abdullah bin Ahmad bin Hanbal telah dikenal sebagai perawi yang tsiqat. Al Khatib menyatakan ia tsiqat tsabit. Nasai menyatakan ia tsiqat. Daruquthni juga menyatakan ia tsiqat [At Tahdzib juz 5 no 246]. Ibnu Hajar menyatakan ia seorang imam yang tsiqat [At Taqrib 1/477]
  • Utsman bin Abi Syaibah adalah Utsman bin Muhammad bin Ibrahim Al Absiy termasuk perawi Bukhari dan Muslim. Ahmad bin Hanbal telah memujinya. Ibnu Ma’in menyatakan ia tsiqat. Abu Hatim menyatakan ia shaduq. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat [At Tahdzib juz 7 no 299]. Ibnu Hajar menyatakan ia tsiqat hafizh [At Taqrib 1/664]
  • Muthallib bin Ziyaad adalah perawi yang shaduq hasanul hadits. Telah meriwayatkan darinya Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Ma’in dimana keduanya sepakat menyatakan Muthallib tsiqat. Abu Hatim berkata “ditulis hadisnya tetapi tidak bisa dijadikan hujjah”. Abu Dawud berkata “shalih”. Isa bin Syadzan dan Ibnu Sa’ad mendhaifkannya. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat begitu pula Ibnu Syahin memasukkannya dalam Ats Tsiqat. Al Ijli menyatakan ia tsiqat. Ibnu Ady berkata “ ia memiliki hadis hasan dan gharib tetapi aku tidak melihat riwayat mungkar, menurutku tidak ada masalah padanya”. Utsman bin Abi Syaibah menyatakan ia tsiqat. [At Tahdzib juz 10 no 333]. Adz Dzahabi memasukkannya dalam Man Tukullima Fiihi Wa Huwa Muwatstaq no 328. Ibnu Hajar menyatakan dalam At Taqrib bahwa ia shaduq tetapi pernah melakukan kesalahan dan dikoreksi dalam Tahrir At Taqrib kalau Muthallib bin Ziyaad seorang yang shaduq hasanul hadits [Tahrir At Taqrib no 6709]
  • As Suddiy adalah Ismail bin ‘Abdurrahman bin Abi Karimah As Suddiy termasuk perawi Muslim dan Ashabus Sunan. Ia telah ditsiqatkan oleh Syu’bah, Sufyan Ats Tsawri, Zaidah dan Yahya bin Sa’id Al Qaththan [Sunan Tirmidzi 5/636 no 3721]. Ahmad bin Hanbal menyatakan ia tsiqat. Ibnu Ma’in mendhaifkannya. Abu Zur’ah berkata “layyin”. Abu Hatim berkata “ditulis hadisnya tetapi tidak bisa dijadikan hujjah”. Nasa’i berkata “shalih” terkadang berkata “tidak ada masalah padanya”. Ibnu Adiy menyatakan ia seorang yang hadisnya lurus shaduq dan tidak ada masalah padanya. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat. Al Ijli menyatakan ia tsiqat dan alim dalam tafsir. Al Uqailiy menyatakan ia dhaif dan Ath Thabari berkata “tidak bisa dijadikan hujjah” [At Tahdzib juz 1 no 572]. Ibnu Hajar dalam At Taqrib menyatakan ia shaduq terkadang salah dan tertuduh tasyayyu’ kemudian dikoreksi dalam Tahrir At Taqrib kalau ia seorang yang shaduq hasanul hadis dan imam dalam tafsir [Tahrir Taqrib At Tahdzib no 463]
  • Abdu Khair bin Yazid termasuk orang yang menemui masa jahiliah bahkan ada yang menganggapnya shahabat Nabi. Ibnu Ma’in menyatakan ia tsiqat. Al Ijli juga menyatakan ia tsiqat dan Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat [At Tahdzib juz 6 no 260]. Ibnu Hajar menyatakan ia tsiqat dan tidak benar kalau ia sahabat [At Taqrib 1/558]

Hadis di atas menyebutkan perkataan Imam Ali kalau yang dimaksud “pemberi peringatan” dalam Ar Ra’d ayat tujuh itu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan yang dimaksud “pemberi petunjuk” dalam ayat tersebut adalah laki-laki dari bani Hasyim. Tentu saja diantara laki-laki yang dimaksud dari bani Hasyim tersebut adalah Imam Ali sendiri. Dan selain Beliau mungkin juga termasuk Imam Hasan dan Imam Husain mengingat mereka adalah Ahlul Bait Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] yang menjadi pegangan bagi umat islam agar tidak tersesat sepeninggal Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam].

حدثنا علي بن الحسين ثنا عثمان بن أبي شيبة ثنا المطلب بن زياد عن السدي عن عبد خير عن علي لكل قوم هاد قال الهاد رجل من بني هاشم قال ابن الجنيد هوعلي بن أبي طالب رضي الله عنه.

Telah menceritakan kepada kami Aliy bin Husain yang berkata telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abi Syaibah yang berkata telah menceritakan kepada kami Al Muthallib bin Ziyaad dari As Suddiy dari Abdu Khair dari Ali tentang “bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk”. [Ali] berkata “orang yang memberi petunjuk adalah laki-laki dari bani Hasyim”. Ibnu Junaid berkata “ia adalah Ali bin Abi Thalib radiallahu’anhu” [Tafsir Ibnu Abi Hatim 7/2225 no 12152].

Ali bin Husain bin Junaid Ar Raziy adalah seorang yang shaduq tsiqat [Al Jarh Wat Ta’dil 6/179 no 981] dan ia menyatakan kalau laki-laki bani hasyim yang dimaksud adalah Imam Ali sendiri. Tentu sebagai perawi yang meriwayatkan hadis ini maka penafsirannya layak untuk diperhatikan dan ini sesuai dengan keutamaan yang disandang oleh Imam Ali [alaihis salam].

 

 

Satu Tanggapan

  1. Maha Suci Allah yang menyucikan keturunan2 dari Bani Hasyim…untuk kemudian kelak memimpin umat manusia hingga akhir zaman…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: