Sebutan Alaihis Salam kepada Ahlul Bait : Sayyidah Fathimah, Imam Ali, Imam Hasan dan Imam Husain

Sebutan Alaihis Salam kepada Ahlul Bait : Sayyidah Fathimah, Imam Ali, Imam Hasan dan Imam Husain

Keharuman nama Ahlul Bait memang membuat sakit hati para nashibi, mereka memang terjangkiti virus nashibi yang mematikan[baca; jiwa] dan tak segan-segan menularkannya kepada orang lain. Celakanya ada sebagian orang yang bisa jadi tidak tahu menahu atau bisa jadi karena penyakit taklid buta ikut terinfeksi virus nashibi walaupun dengan kadar yang berbeda-beda.

Sebagian dari mereka [akibat pengaruh virus nashibi] dengan sombongnya mengaku mencintai Ahlul Bait tetapi lidahnya tidak segan-segan bersikap sinis kepada keutamaan Ahlul Bait. Sebagian dari mereka menunjukkan sikap sinis tersebut dengan menyatakan bahwa sebutan Alaihis Salam kepada Ahlul Bait adalah ghuluw. Mereka tidak pernah merasa kalau sebenarnya merekalah yang terinfeksi virus nashibi sehingga sebutan kemuliaan kepada Ahlul Bait yang memang pantas untuk Ahlul Bait, mereka sebut sesuatu yang ghuluw. Jika orang kekurangan maka sesuatu yang normal pun akan ia anggap berlebihan.

Apa yang akan dikatakan oleh mereka jika ternyata memang ada hadis shahih yang menyebutkan Alaihis Salam kepada Ahlul Bait. Kita tidak butuh dalih-dalih mereka atau sikap sok mereka seolah-olah mereka orang yang paling tahu ilmu hadis.

Abu Ja’far At Thahawi dalam kitabnya Musykil Al Atsar no 644 [Syarh Musykil Al Atsar no 761] ketika membahas Ayat Tathiir [Al Ahzab ayat 33]

إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجس أهل البيت ويطهركم تطهيرا

Sesungguhnya Allah berkehendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan mensucikanmu sesuci-sucinya.

Musykil Al Atsar juz 2 no 761

At Thahawi membawakan hadis asbabun nuzul ayat tersebut yang menjelaskan untuk siapa ayat tersebut turun

حدثنا الربيع المرادي حدثنا أسد بن موسى حدثنا حاتم بن إسماعيل حدثنا بكير بن مسمارعن عامر بن سعد عن أبيه قال لما نزلت هذه الآية دعا رسول الله صلى الله عليه وسلم عليا  وفاطمة  وحسنا  وحسينا عليهم السلام فقال  اللهم هؤلاء أهلي  ففي هذا الحديث أن المرادين بما في هذه الآية هم رسول الله صلى الله عليه وسلم  وعلي  وفاطمة  وحسن  وحسين

Telah menceritakan kepada kami Rabi’ Al Muradi yang berkata telah menceritakan kepada kami Asad bin Musa yang berkata telah menceritakan kepada kami Hatim bin Ismail yang berkata telah menceritakan kepada kami Bukair bin Mismaar dari Amir bin Sa’ad dari Ayahnya yang berkata “Ketika turun ayat ini Rasulullah SAW memanggil Ali, Fathimah, Hasan dan Husain Alaihimus Salaam dan berkata “Ya Allah merekalah keluargaku”. [Ath Thahawi] : Dalam hadis ini bahwa yang tertuju oleh ayat tersebut adalah Rasulullah SAW, Ali, Fathimah, Hasan dan Husain.

Hadis ini kedudukannya shahih diriwayatkan oleh para perawi yang tsiqat dan diantaranya para perawi Shahih.

  • Rabi’ bin Sulaiman Al Muradi adalah perawi Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan An Nasa’i. Dalam At Tahdzib juz 3 no 473 disebutkan kalau ia dinyatakan tsiqat oleh Al Khatib, Ibnu Yunus, Abu Hatim, Maslamah dan Al Khalili. Ibnu Hajar dalam At Taqrib 1/294 menyatakan ia tsiqat.
  • Asad bin Musa adalah perawi Bukhari dalam At Ta’liq, An Nasa’i dan Abu Dawud. Ibnu Hajar dalam At Tahdzib juz 1 no 494 menyebutkan ia dinyatakan tsiqat oleh Nasa’i, Al Ajli, Ibnu Qani’, Al Bazzar dan Ibnu Hibban. Al Khalili menyebutnya “orang Mesir yang shalih”. Ibnu Hajar dalam At Taqrib 1/88 menyebutnya shaduq tetapi dalam Tahrir At Taqrib 399 ia dinyatakan tsiqat.
  • Hatim bin Ismail adalah perawi Bukhari Muslim dan Ashabus Sunan. Ibnu Hajar dalam At Tahdzib juz 2 no 209 menyebutkan bahwa ia dinyatakan tsiqat oleh Ibnu Sa’ad, Ibnu Hibban dan Al Ajli. An Nasa’i mengatakan “tidak ada masalah dengannya” dan ia tela dita’dilkan oleh Ahmad dan Abu Hatim. Ibnu Hajar dalam At Taqrib 1/170 menyebutnya ”shaduq yahim” dan dikoreksi dalam Tahrir At Taqrib no 994 bahwa ia seorang yang tsiqat [dengan tambahan Daruquthni, Ibnu Ma’in dan Adz Dzahabi menyatakan ia tsiqat].
  • Bukair bin Mismaar adalah perawi Muslim, Tirmidzi dan Nasa’i. Ibnu Hajar dalam At Tahdzib juz 1 no 914 menyebutkan kalau ia dinyatakan tsiqat oleh Al Ajli. An Nasa’i berkata “tidak ada masalah dengannya”. Ibnu Ady berkata “hadisnya lurus”. Dalam At Taqrib 1/138 Ibnu Hajar menyatakan ia shaduq.
  • Amir bin Sa’ad adalah perawi Ashabus Sunan. Ibnu Hajar menyebutkan biografinya dalam At Tahdzib juz 5 no 106 dan ia dinyatakan tsiqat oleh Ibnu Sa’ad, Al Ajli dan Ibnu Hibban. Dalam At Taqrib 1/460 menyatakan ia tsiqat.

Dengan semua perawinya yang tsiqat maka tidak diragukan kalau hadis ini shahih. Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Syarh Musykil Atsar 2/235 no 761 menyatakan hadis ini shahih.

Dari hadis di atas juga diketahui bahwa ayat tathiir itu memang turun untuk Ahlul Kisa’ yaitu Rasulullah SAW, Fathimah, Ali, Hasan dan Husain Alaihimus Salam. Kami hanya akan memberi catatan ringkas bagi mereka yang mengatakan bahwa ayat ini turun untuk istri-istri Nabi SAW. Apakah mereka merasa lebih tahu tafsir suatu ayat daripada Rasulullah SAW?. Apakah mereka merasa lebih tahu untuk siapa ayat ini turun daripada Rasulullah SAW?. Jika memang ayat tersebut turun untuk istri-istri Nabi maka Rasulullah SAW jelas akan memanggil mereka tetapi pada kenyataannya Rasulullah SAW malah memanggil Fathimah, Ali, Hasan dan Husain. Perbuatan Rasulullah SAW ini menunjukkan kalau merekalah yang dimaksud Ahlul Bait dalam ayat tathiir tersebut bukan para istri Nabi.

64 Tanggapan

  1. Semuanya sudah jelas…lalu jika masih ada yg keras membantah dan menuduh….itu namanya dia bukan ingin kebenaran….

    Aneh…ulama mereka merekam dlm kitab mereka, namun pengikutnya menolak mengamalkannya.

  2. Teruskanlah mengumandangkan kemuliaan-kemuliaan ahlulbait yaa SP. Jika karena pujian-pujian ini dianggap ghuluw, maka saya jg tdk keberatan dikatakan ghuluw.

    Tiada makhluk selain Muhammad Rasul saw yg setaraf dgn mereka.

    Salam

  3. Kalau Iblis waktu paham istilah ghuluw mungkin, Iblis akan menggunakan tidak mau ghuluw sebagai alasan menolak bersujud kepada Adam.

    Bagi beberapa orang mencintai dan memuliakan ahlul bayt adalah wajib yang bahkan Allah dan Rasul-Nya pun memuliaka mereka, mengapa kita manusia2 yang hina ini menolak melakukannya?

    Yaa Allah penuhilah hati ini dengan kecintaan dan pemuliaan kepada ahlul bayt a.s.

    Wassalam

  4. @all
    Pada waktu ayat 56 Surah Al-Ahzab turun para sahabat bertanya: Ya Rasulullah bagaimana cara bersalawat kepada mu, maka Rasulullah menjawab :” Ucapkan Allahumma Shalli Ala Muhammad wa Aali Muhammad.”
    Jadi menyebut mereka Alahissalam adalah wajib Wasalam

  5. Segala puji bagiMU yang Allah, yang telah menciptakan mereka sebagai pengemudi bahtera penyelamatan. Puji bagiMU pula yang membuat hatiku mudah menerima mereka.

  6. Terimakasih SP, dulu juga saya berpikiran radikal tetapi sejak saya kunjungi blog ini hati menjadi lebih damai, tenang, teruslah membuat hati2 yang beku kaku mejadi lembut,amien

  7. @ Ibnu Aspani

    Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad..Amiin…

  8. @SP
    Kalau tdk salah di dlm Sahih Bukhori pun ada sebutan ‘alaihi salam untuk Fathimah.

  9. Kalau ada yang tidak mau menggunakan gelar alahis salam untuk ahlul bayt, monggoo, gak usah ngatur orang lain yang punya dalil. Yang menyematkan alahis salam pada ahlul bayt pun tidak protes dengan keengganan kalian.
    Kalau ada yang mau menggunakan gelar tsb untuk ahlul bayt kenapa ada yang larang? Wong ada dalilnya (sangat jelas).
    Untuk mereka yang melarang harap memeriksa hatinya, apakah ada hasut dan dengki disitu.

    Salam

  10. Jlas dalilnya dan asbabnya … hanya orang yg tidak berakal dan menuruti hawa nafsu saja yg menolak nya … !!!

  11. Semua ini kalau menurut saya, akibat para ulama yg sengaja banyak menyembunyikan segala Kebenaran di dalam Kitab2 hadis2 kepada para muqallidnya atau karena mereka takut disebut Syiah dikarenakan hal ini telah lebih mashur dikalangan mereka ? ahhh sungguh menggelikan kalau memang ini kenyataannya..persaingan tdk sehat serta mengorbankan kebenaran yg nyata.

  12. @hiroali

    Ahh..jangan juga berprasangka buruk lah mas.
    Kenyataannya banyak buku2 sunni yang mengungkap hal ini.

    Salam damai

  13. @ truthseeker08

    betul itu, masalahnya malas baca dan malas belajar ditambah taklid buta ya sudah……………,
    sekali kali buka kitab shahihnya jgn katanya donk…….,

    salam

  14. @zahra

    betul2 malas baca kayaknya … tapi ulama juga ada pengaruh sih soalnya jarang dibahas di beberapa pengajian atau majlis hal seperti ini …

  15. Dalam Al-Quran sendiri Allah berfirman dalam surat Ash-Shaffat ayat 130 :
    سَلَامٌ عَلَىٰ إِلْ يَاسِينَ
    (yaitu): “Kesejahteraan dilimpahkan atas keluarga Yasin.”
    Keluarga Yasin adalah keluarga Muhammad Saww, sudah jelas bahwa memanggil alaihimus salam kepada mereka sudah di nash dalam Al-Quran dan diperbolehkan.

  16. @sp
    Perbuatan Rasulullah SAW ini menunjukkan kalau merekalah yang dimaksud Ahlul Bait dalam ayat tathiir tersebut bukan para istri Nabi.

    jwb:

    anda lancang sekali, berkata seperti itu.

    Sebuah hadist yang terkenal, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab sahihnya, dari Zeid bin Arqom sebagai berikut : “Pada suatu hari Rasulullah berkhotbah di satu tempat yang ada sumber airnya yang dikenal dengan nama Khumman yang terletak antara kota Mekkah dan Madinah. Setelah beliau bertahmid dan memuji Allah serta memberikan wejangan beliaupun bersabda :

    اما بعد :الا ايها الناس ، انما انا بشر يوشك ان يأتى رسول ربى فأجيب وانا تارك

    فيكم ثقلين ،اولها كتاب الله فيه الهدى والنور، فخذوا بكتاب الله واستمسكوا، فحث

    على كتاب الله ورغب فيه,ثم قال: واهل بيتى ، اذكركم الله فى اهل بيتى, اذكركم الله

    فى اهل بيتى ،اذكركم الله فى اهل بيتى , فقال له حصين : ومن اهل بيته يازيد ؟

    اليس نساؤه من اهل بيته ؟ قال نساؤه من اهل بيته ،ولكن اهل بيته من حرم الصدقة

    بعده ،قال : ومن هم ؟ قال :هم ال على وال عقيل وال جعفر وال عباس .

    قال : كل هؤلاء حرم الصدقة ؟ قال : نعم.

    ( رواه مسلم واحمد والحاكم والدارمى وابن حبان والبزاروالطبرانى )

    Amma ba’du : “ Hai orang-orang sesungguhnya aku adalah manusia, aku merasa akan datang utusan Tuhanku dan aku menyambutnya, aku meninggalkan pada kalian dua bekal (pegangan), yang pertama Kitabullah (Al-Qur’an), didalamnya terdapat petunjuk dan cahaya,. Ambillah (terimalah) Kitabullah dan berpegang-teguhlah padanya. “Setelah Rasulullah menekankan Kitabullah, kemudian berkata lebih lanjut. Dan Ahlul Baitku, kuingatkan kalian kepada Allah mengenai Ahlu Baitku, kuingatkan kalian kepada Allah mengenai Ahli Baitku, kuingatkan kalian kepada Allah mengenai Ahli Baitku”.

    Kemudian sahabat Khushoin bertanya : “ Siapa saja Ahlul Baitnya hai Zaid ? Apakah istri-istrinya termasuk juga Ahlul Bait?, maka dijawab, “istri-istrinya juga termasuk Ahlul Bait. Ahlu Baitnya adalah mereka yang diharamkan menerima shodaqoh”.
    Lalu Khusoin bertanya lagi : “ Siapa saja mereka ?” Lalu dijawab: “Mereka itu keluarga Ali, keluarga Agil, keluarga Ja’far dan keluarga Abbas.” Penanya bertanya lagi : “Semua itu diharamkan menerima shodaqoh ?” Dijawab : “Ya”.

    ( H Muslim, Ahmad, Al Hakim, Ad Darini, Ibnu Hibban,

    Al Bazzar dan At Thobaroni )

    Dengan dasar hadist tersebut, para ulama berpendapat bahwa istri-istri Rasulullah juga termasuk Ahlul Bait.

  17. Hal tersebut juga dikuatkan oleh hadist yang lain, dimana Rasulullah bersabda:

    انا ال محمد لا تحل لنا الصدقة

    ( رواه البخارى )

    “ Kami keluarga Muhammad, tidak dihalalkan bagi kami pemberian shodaqoh”.

    ( HR. Bukhori )

  18. @back to truth faith:
    Fokus saja di pembahasan as utk ahlul bayt. Itu sdh berkali2x dijawab di sini. Ane mauu tanya ke ente, k’lo sebutan as kpd ahlul bayt bener, berarti kedudukan mereka sama kaya nabi dong? sama2x as….?

  19. @truthseeker08
    itulah kenyataan yg saya hadapi mas. Dulu, ketika saya menisbatkan gelar tsb pd Ahlulbayt di depan teman2 saya, mereka langsung mencibir dan menyesatkan saya. Padahal mereka aktif dlm pengajian rutin, mgkin lebih aktif daripada saya yg rada2 Males.
    Yaah,..mdh2an saja saya tdk bersu’ uzon. Al afwu

  20. @KAB
    akang…akang…aku mau tanya donk. Itu kata-katanya Nabi atau kata-katanya Zaid yah? hayo kata2 siapa?

    Kemudian sahabat Khushoin bertanya : “ Siapa saja Ahlul Baitnya hai Zaid ? Apakah istri-istrinya termasuk juga Ahlul Bait?, maka dijawab, “istri-istrinya juga termasuk Ahlul Bait. Ahlu Baitnya adalah mereka yang diharamkan menerima shodaqoh”.
    Lalu Khusoin bertanya lagi : “ Siapa saja mereka ?” Lalu dijawab: “Mereka itu keluarga Ali, keluarga Agil, keluarga Ja’far dan keluarga Abbas.” Penanya bertanya lagi : “Semua itu diharamkan menerima shodaqoh ?” Dijawab : “Ya”.

  21. @nomad

    waduh… saya gak bisa jawab, ghuluw kayak gini mah..

    @ressay

    Apakah Zaid berbohong atau berkata benar atas nama Nabi saw? Sedangkan Zaid mengatakan Ahlul bait haram menerima sodaqoh, yg dikuatkan oleh hadits yg lain. Berarti perkataan Zaid adalah benar.

  22. Jadi itu bukan hadits kan brai?

  23. @KAB

    Apakah Zaid berbohong atau berkata benar atas nama Nabi saw? Sedangkan Zaid mengatakan Ahlul bait haram menerima sodaqoh, yg dikuatkan oleh hadits yg lain. Berarti perkataan Zaid adalah benar.

    Saya tidak sedang akan menilai “hadits” (riawayat) ini. Saya hanya ingin menyoroti cara pikir anda:

    1. Ternyata anda tergesa2/ dan sembrono, dengan hanya membatasi kemungkinan2 yang anda. Karena selain Zaid berkata bohong/benar, masih ada kemungkinan lain, yaitu bahwa Zaid tidak pernah meriwayatkan hal tsb (seperti itu).

    2. Dalam riwayat tsb ada 2 statement, yaitu:
    2.1 Statement ttg siapa saja ahlul bayt.
    2.2 Statement tentang ahlul bayt tidak menerima sedekah.
    Logika yang salah jika menyimpulkan bhw salah satu statement benar maka statement yang lainnya ikut benar.

    Contoh: “Si fulan pendusta, dan si fulan laki2”. Ternyata benar si fulan laki2, apakah otomatis statement si fulan koruptor menjadi benar??.

    Salam damai.

  24. sekali lagi..salafyer ketinggalan polonya , atau sengaja di off kan dulu karena kudu ikut pendapat syaikhnya..hihihi

  25. @KAB

    ya ampuun……., mau sampai kapan ilmu KUDU-nya dipakai terus. Akal dong dipakai krn akal adl hujah dr Allah.

    wassalam

  26. @KAB

    Setelah Ammar b Yassir ra melihat kedua orangtuanya disembelih, para penyiksanya berkata, “kalau kamu mau selamat, kamu harus Kembali ke Akidah yg Benar”….

    rupanya nickname antum diambil dr episode sejarah tsb ya?

    Sepertinya pengunjung blog ini lebih tertarik untuk tidak kembali ke ajaran nenek moyang yang menafikkan pemakaian akal…

  27. Disamping hadist diatas, sebagian ulama mengajukan argumentasi bahwa yang dimaksud dengan “Keluarga Muhammad“ itu adalah istri-istrinya dan keturunannya. Dalil mereka adalah penjelasan Rasulullah SAW, ketika beliau ditanya, “Bagaimana kami membacasholawat kepadamu ?” maka nabi bersabda :

    قولو اللهم صل على محمد وعلى ازواجه وذريته ،كما صليت على ابراهيم

    وعلى ال ابراهيم ، وبارك على محمد وعلى ازواجه وذريته ،

    كما باركت على ابراهيم وعلى ال ابراهيم ،

    ( متفق عليه

    Katakanlah : Yaa Allah, sampaikan salam sejahtera kepada Muhammad dan kepada istri-istrinya serta keturunannya, sebagaimana Engkau memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya. Dan berkatilah Muhammad dan istri-istrinya serta keturunannya, sebagaimana Engkau memberikan berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.

    Dalam hadist ini, Rasulullah SAW tidak menyebut “Keluarganya” dengan kata “Aali Muhammad” tapi menggantikannya (menjabarkannya) dengan kata “Istri-istrinya dan keturunannya”.

  28. @ zahra

    Akal dong dipakai krn akal adl hujah dr Allah.

    jwb:

    Akal kan macem2, ada yg bego, ada yg pinter, ada yg keblinger. Akal ulama syiah, akal ulama sunny, akal-akalan, akal bulus, akal maling, akal penghina, akal anda, akal saya, akal anak kecil, akal orang tua.
    Akal Einstein, akal idiot, akal biasa saja.

    Yg mana ya, yg dimaksud akal adalah hujjah dari Allah?

    Makin kacau pikiran anda.
    😀 : D😀

  29. “Ketika turun ayat ini Rasulullah SAW memanggil Ali, Fathimah, Hasan dan Husain Alaihimus Salaam dan berkata “Ya Allah merekalah keluargaku”. [Ath Thahawi]

    Siapa yg disebut keluarga/ ahlul bayt yg disucikan berdasarkan hadis tsb? Istri2x nabi boleh saja diblg keluarga/ ahlul bayt, bahkan Salman pernah koq disebut ahlul bayt. Tp pertanyaannya siapa ahlul bayt yg disucikan / malsum?

  30. @KAB

    Anda semakin hari semakin aneh…bisa anda bawakan sumber hadis anda itu?

    (Surah al-Ahzab (33):56):”Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bersalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

    Imam Syafi’i dalam Musnadnya berkata: Ibrahim bin Muhammad telah memberitahukan kami bahawa Safwan bin Sulaiman telah memberitahukan kami daripada Abi Salmah daripada ‘Abdu r-Rahman daripada Abu Hurairah dia bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana kami bersalawat ke atas anda? Maka Rasulullah SAWAW menjawab: Kalian berkata: Allahumma Salli ‘Ala Muhammad wa Ali Muhammad. (al-Musnad, II, hlm. 97).

    Ibn Hajr di dalam al-Sawa’iq ah-Muhriqah, mencatat riwayat daripada Ka’ab bin Ijrah. Dia berkata: Apabila turun ayat ini, kami bertanya wahai Rasulullah! Kami mengetahui bagaimana kami memberi salam ke atas anda. Tetapi kami tidak mengetahui bagaimana kami bersalawat ke atas anda? Maka beliau SAWAW bersabda: Kalian katakanlah Allahumma Salli ‘Ala Muhammad wa Ali Muhammad. Dan diriwayatkan daripada Nabi SAWAW, berliau bersabda: Janganlah kalian bersalawat ke atasku dengan salawat yang terputus. Lalu mereka bertanya: Apakah salawat terputus itu? Beliau menjawab: Kalian berkata: Allahumma Salli ‘Ala Muhammad, kemudian kalian berhenti. Justeru itu katakan: Allahumma Salli ‘Ala Muhammad wa Ali Muhammad. ( al-Sawa’iq al-Muhriqah, hlm. 144)

    Fakhruddin al-Razi di dalam Mafatih al-Ghaib menegaskan bahawa selawat ke atas Ahlu l-Bait AS adalah satu kedudukan yang tinggi. Oleh itu selawat ke atas mereka dijadikan sebagai penamat tasyahhud. Dan sabdanya: ‘Allahumma Salli ‘Ala Muhammad wa Ali Muhammad wa r-ham Muhammad wa ‘Ali Muhammad,’ adalah suatu kemuliaan yang tidak boleh terjadi kepada selain daripada keluarga Muhamma SAWAW. Ini menunjukkan bahawa cinta kepada Muhammad dan ‘Ali Muhammad adalah wajib. Dan beliau bersabda: Ahlu l-Baitnya SAWAW menyamai di dalam lima perkara:

    1. Di dalam Tasyahhud; selawat ke atas Nabi SAWAW dan ke atas mereka.
    2. Di dalam Salam (Salam).
    3. Di dalam kesucian at-Taharah
    4. Di dalam pengharaman Sadqah
    5. Di dalam kasih sayang al-Mahabbah
    (Mafatih al-Ghaib, VII, hlm. 391).

    Bawakan ya sumber anda itu….dan siapa saja yg sepakat bahawa itulah cara berselawat yg diajarkan Baginda saaw…

  31. @hadi

    Hadits yang menyebutkan bacaan shalawat dalam tasyahud :

    اللهم! صل على محمد وعلى أزواجه وذريته. كما صليت على آل إبراهيم. وبارك على محمد وعلى أزواجه وذريته. كما باركت على آل إبراهيم. إنك حميد مجيد

    “Ya Allah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada istri-istrinya serta keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan kebahagiaan kepada keluarga Ibrahim. Dan berikanlah barakah kepada Muhammad, dan kepada istri-istrinya serta keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan barakah kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia” [HR. Al-Bukhari no. 3369 dan Muslim no. 407].

    Lafadh “wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyaatihi” (dan kepada istri-istrinya serta keturunannya) merupakan penafsir dari lafadh “wa ‘alaa aali Muhammad” (dan kepada keluarga Muhammad) sebagaimana terdapat dalam riwayat lain yang dibawakan oleh Al-Bukhari :

    اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد

    “Ya Allah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan kebahagiaan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Dan berikanlah barakah kepada Muhammad, dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan barakah kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia” [HR. Al-Bukhari no. 3370].

  32. @nomad

    Tp pertanyaannya siapa ahlul bayt yg disucikan / malsum?

    jwb:

    waduh, yang maksum hanya Rasulullah saw, mas.

  33. @ truthseeker08

    Buktikan dong kalau Zaid berbohong atas nama nabi saw.
    Jangan hanya menebar KERAGUAN.
    Toh masih ada dalil lain yg menyatakan istri2 nabi adalah AHLUL BAIT Nabi saw.

    Berarti statement Zaid bahwa “istri2 Nabi saw adalah AHLUL BAITnya” adalah benar dan sahih.

  34. @KAB

    Apakah lafaz yg anda bawakan itu disebut sendiri oleh Nabi saaw, atau…spt menurut anda sendiri…Lafadh “wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyaatihi” (dan kepada istri-istrinya serta keturunannya) merupakan penafsir dari lafadh “wa ‘alaa aali Muhammad)?

    Riwayat itu aneh…mengapa saat ia menyebutkan ttg Ibrahim as, lafaz itu hanya menyebut …”keluarga Ibrahim”…mengapa tidak “isteri-isterinya dan keturunannya” spt yg anda sebutkan dlm hadis itu… “Muhammad dan kepada istri-istrinya serta keturunannya”??

    Saat kami masih sunni, kami tidak diajar ttg selawat Ibrahim spt yg anda bawakan itu dlm tasyahud?

    Apa…ada tahrif?

  35. @KAB

    Udah disebutin akal adalah hujjah dari Allah. Sampeyan malah serampangan menafsirkan akal yang sampeyan campur adukkan dgn nafsu. Sampeyan rupanya msh kacau membedakan mana nafsu mana akal. Saya perhatikan salah satu kekacauan pemikiran manhaj sampeyan ya ini. Mencampuradukkan antara akal dengan nafsu yang sesungguhnya keduanya adalah entitas yang berbeda dan bisa diamati secara terpisah. Saya sarankan sama sampeyan agar membuka buku-buku atau artikel mengenai akal dan keutamaannya. Banyak sekali tulisan mengenainya. Jika sampeyan tdk termasuk yg phobia dgn Syiah, sy rekomendasikan pelajari sebagian dari buku2 mereka, karena sungguh mereka memiliki khazanah pengetahuan mengenai akal yg sangat luas. Kemudian konfirmasikan dengan kitab Alquran yang berbicara mengenai keutamaan akal. Insya Allah bila sampeyan mencarinya dengan ketulusan dan mengurangi sedikit fanatisme, sampeyan akan menemukan bahwa akal dan nafsu memang memiliki kedudukannya sendiri-sendiri. Bahkan sampeyan juga pada akhirnya akan lebih memahami diri sampeyan sendiri.

    Amirul Mu’minin a.s berkata: Dunia ini ibarat ular, halus dalam sentuhan tetapi penuh bisa di dalamnya. Orang yang tahu akan jatuh dalam tipuannya, tertarik kepadanya, tetapi orang yang cerdas dan bijaksana berjaga-jaga terhadapnya.

    Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal; (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu (Ath-Thalaq: 10)

    Salam

  36. Kesimpulannya tasyahudnya @KAB itu
    seperti ini bunyinya…

    Hadits yang menyebutkan bacaan shalawat dalam tasyahud :

    اللهم! صل على محمد وعلى أزواجه وذريته. كما صليت على آل إبراهيم. وبارك على محمد وعلى أزواجه وذريته. كما باركت على آل إبراهيم. إنك حميد مجيد

    “Ya Allah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada istri-istrinya serta keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan kebahagiaan kepada keluarga Ibrahim. Dan berikanlah barakah kepada Muhammad, dan kepada istri-istrinya serta keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan barakah kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia” [HR. Al-Bukhari no. 3369 dan Muslim no. 407].

    seumur gua di sunni guru gua kagak ada yg ngajarin tasyahud kaya gene…nih….
    ini hadits nya yg dibawaiin abnormal atau Tasyahud gua ngawur yah…

    aya aya wae….si @KAB
    hihihihihii……..

  37. @KAB
    Kok anda ini makin ngawur dalam berkomentar.
    Para istri Rasul (terutama Aisyah, Shafiyah, umu Kalsum dll)
    mengatakan bahwa yang disebut Ahlulbait adalah Ali, Fatimah, Hasan dan Husein.
    Tapi anda membantah. Apakah anda lebih mengetahui dari Siti Aisyah b. Abubakar istri Rasul?
    Silahkan anda baca dlm Shahih Bukhari, Muslim, Musnad Ahmad tarikh ath Thabari dan masih banyak lagi sahabat yang meriwayatkan siapa saja yang disebut Ahlulbait sesuai QS 33:33

  38. @KAB
    Wahhh…saya sampai terkaget2 membaca komentar anda atas tanggapan saya.
    Anda baca lagi dengan hati2 dan berulang2, kalau perlu ajak teman anda yang lain membaca tanggapan saya tsb (tapi jangan yang wahaby).
    Saya memang mempunyai hipotesa atas problem2 wahaby/salafy dalam berdiskusi, yaitu kesembronoan, ketergesa2an dan ketidak mampuan dalam berbahasa/berkomunikasi. Kekurangan2 ini mungkin disebabkan karena hati kalian penuh dengan kecurigaan dan mulut yang mudah menyalahkan orang lain dan menganggap diri paling benar.
    Tidak pernah saya menyatakan Zaid r.a. berbohong..!!!</I

    Salam

  39. :mrgreen:

  40. wek..wek..wek…TULUL bener dah…:mrgreen:

  41. KAB wadooow makin jauuh dari………

  42. @abu rahat

    Para istri Rasul (terutama Aisyah, Shafiyah, umu Kalsum dll)
    mengatakan bahwa yang disebut Ahlulbait adalah Ali, Fatimah, Hasan dan Husein.
    Tapi anda membantah.

    Jwb:

    Saya tidak membantah. Baca dong yg jelas. Yg saya bantah adalah pernyataan SP:

    “Perbuatan Rasulullah SAW ini menunjukkan kalau merekalah yang dimaksud Ahlul Bait dalam ayat tathiir tersebut bukan para istri Nabi.”

    Ternyata ada kok dalil yg menunjukkan istri2 nabi adalah AHLUL BAITnya. 😀 😀

    @truthseeker

    Ok sorry, memang anda tidak mengatakan Zaid ra berbohong.
    Berarti Zaid ra berkata benar kan? Bahwa istri2 Nabi saw adalah AHLUL BAITnya.

    Tapi kayaknya teman2 anda udah mulai panik dan berkata yg tidak2. Mereka tidak bisa membuktikan yaaa…. 😀 :mrgreen:

  43. @truthseeker
    Kekurangan2 ini mungkin disebabkan karena hati kalian penuh dengan kecurigaan dan mulut yang mudah menyalahkan orang lain dan menganggap diri paling benar.

    jwb:

    Tuduhan anda itu lebih cocok dialamatkan ke mas SP (tokoh pujaan di blog ini) , karena dia berkata:

    “Perbuatan Rasulullah SAW ini menunjukkan kalau merekalah yang dimaksud Ahlul Bait dalam ayat tathiir tersebut BUKAN para istri Nabi.”

    siapa sih SP, kok berani2nya berkata begitu ke istri2 Nabi saw. Merasa PALING BENAR SENDIRI.
    🙄 🙄 🙄 🙄

    Tidak mau melihat dalil/hadits lain yg mengatakan istri2 Nabi saw adalah AHLUL BAITnya.

    PARSIAL BANGET….
    :mrgreen:

  44. @KAB
    Anda rupanya sudah terbiasa melihat atau membaca menurut nafsu anda. Sehingga komentar anda juga berdasarkan keinginan anda dan akhirnya NGAWUR.
    Coba anda baca tulisan SP dari mula, maka anda akan mengerti kata2:Jika memang ayat tersebut turun untuk istri-istri Nabi maka Rasulullah SAW jelas akan memanggil mereka tetapi pada kenyataannya Rasulullah SAW malah memanggil Fathimah, Ali, Hasan dan Husain. Perbuatan Rasulullah SAW ini menunjukkan kalau merekalah yang dimaksud Ahlul Bait dalam ayat tathiir tersebut bukan para istri Nabi.
    SP mengatakan demikian untuk membuktikan kata2 sebagian orang yang mengatakan istri2 Nabi termasuk juga AHLULBAIT. Mengertikah anda? Kemudian
    Anda mengatakan bahwa ada hadits dari Rasul yang disampaikan oleh Zaid b Argam.
    Kalau anda tidak mengerti perbedaan HADITS dan RIWAYAT jangan sok berbicara mengenai Hadits. Karena Rasul bersabda : ” Siapa yang menyampaikan suatu berita
    yang BUKAN dari aku dan dikatakan DARIKU., maka NERAKA jahanam tempatnya.
    Yang anda katakan hadits dari Rasul hanya berhenti sampai :Dan Ahlul Baitku, kuingatkan kalian kepada Allah mengenai Ahlu Baitku, kuingatkan kalian kepada Allah mengenai Ahli Baitku, kuingatkan kalian kepada Allah mengenai Ahli Baitku”.
    Sedangkan selanjutnya bukan kata2 Rasul tapi penjelasan dari Zaid ra dan ini merupakan RIWAYAT bukan HADITS.
    Dengan demikian kata2 SP BENAR.

  45. Jadi ahlul bait itu

    menurut @SP adalah yg 5 itu ahlul kisa dasarnya HADITS Nabi dan ini juga disepakati oleh KAB bahwa benar hadits itu,

    Kalau menurut @KAB ahlul bait itu termasuk istri2 nabi
    dasarnya PERKATAAN Zaid bin Arqom

    Kesimpulannya @Sp dan teman2nya yg setuju itu beragama dengan berdalilkan HADITS Shohih dari rasulullah saww

    Kalo @KAB beragama dengan dengan dalil dari sahabat/tabiin saja

    so,…silahkan anda menilai sendiri,….siapa yg katrok mikirnya…

  46. @KAB

    Berikut saya kutip dari blog ini:

    berdasarkan hadis-hadis yang menjelaskan Asbabun Nuzul Ayat Tathir, Hadis ini memiliki derajat yang sahih dan dikeluarkan oleh Ibn Abi Syaibah, Ahmad, Al Tirmidzi, Al Bazzar, Ibnu Jarir Ath Thabari, Ibnu Hibban, Ibnu Abi Hatim, Al Hakim, Ath Thabrani, Al Baihaqi dan Al Hafiz Al Hiskani. Berikut adalah hadis riwayat Tirmidzi dalam Sunan Tirmidzi.

    Diriwayatkan dari Umar bin Abu Salamah yang berkata, “Ayat berikut ini turun kepada Nabi Muhammad SAW, Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan menyucikanmu sesuci-sucinya.(QS Al Ahzab 33). Ayat tersebut turun di rumah Ummu Salamah , lalu Nabi Muhammad SAW memanggil Fathimah, Hasan dan Husain, lalu Rasulullah SAW menutupi mereka dengan kain sedang Ali bin Abi Thalib ada di belakang punggung Nabi SAW .Beliau SAW pun menutupinya dengan kain Kemudian Beliau bersabda” Allahumma( ya Allah ) mereka itu Ahlul BaitKu maka hilangkanlah dosa dari mereka dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya. Ummu Salamah berkata,” Dan apakah aku beserta mereka wahai Rasulullah SAW? . Beliau bersabda “ engkau mempunyai tempat sendiri dan engkau menuju kebaikan”. (Hadis Sunan Tirmidzi no 3205 dan no 3871 dinyatakan shahih oleh Syaikh Nashiruddin Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi).

    Baca yang hati2 dan cermat..!.

    Apakah kalimat seperti ini anda simpulkan sebagai pendapat pribadi SP?

    Nahh sekarang saya kutip komentar anda atas apa2 yang sedang disampaikan/ditulis oleh SP:

    KAB berkata:

    Tuduhan anda itu lebih cocok dialamatkan ke mas SP (tokoh pujaan di blog ini) , karena dia berkata:

    “Perbuatan Rasulullah SAW ini menunjukkan kalau merekalah yang dimaksud Ahlul Bait dalam ayat tathiir tersebut BUKAN para istri Nabi.”

    siapa sih SP, kok berani2nya berkata begitu ke istri2 Nabi saw. Merasa PALING BENAR SENDIRI.
    🙄🙄🙄🙄

    Tidak mau melihat dalil/hadits lain yg mengatakan istri2 Nabi saw adalah AHLUL BAITnya.

    PARSIAL BANGET….
    :mrgreen:

    Paham tidak sekarang ngawur dan keterbatasan anda dalam berkomunikasi. Yang mana pendapat pribadi dan yang mana kutipan dan kesimpulan saja anda tidak bisa bedakan, bukankah analisa/hipotesa saya sangat beralasan?.
    Saya juga heran kalau anda tidak pernah tahu bahwa ada hadits2 sahih yang sudah menyatakan siapa2 itu ahlul bayt. Jika anda tidak mau berpegang dengan itu, bukan masalah. Namun jangan anda menuduh yang tidak2 bahwa pendapat yang berbeda dengan anda adalah pendapat yang tanpa dalil.

    Salam.

  47. @KAB

    Ok sorry, memang anda tidak mengatakan Zaid ra berbohong.
    Berarti Zaid ra berkata benar kan? Bahwa istri2 Nabi saw adalah AHLUL BAITnya.

    Hahahaha..anda belum paham juga rupanya. Saya coba dengan pendekatan yang lebih sederhana supaya akal anda tidak hang.
    Ada beberapa kemungkinan logika yang bisa kita ambil:

    1. Hadits tsb tersambung kpd Zaid r.a. dan beliau berkata jujur.
    2. Hadits tsb tersambung kpd Zaid r.a. dan beliau berdusta.
    3. Hadits tsb tidak tersambung kpd Zaid (Dhaif, palsu dll).
    4. Hadits tsb tersambung kpd Zaid namun Zaid salah/lupa.
    5. Hadits tsb sudah ada perubahan dalam perawiannya dll.
    6. dll.
    Nahh keterbatasan akal anda hanya bisa melihat 2 kemungkinan pertama dan kedua dari begitu banyak kemungkinan.
    Sehingga ketika saya menyatakan bahwa saya tidak mengatakan Zaid r.a berbohong, maka masih ada beberapa kemungkinan tentang hadits tsb no.3, 4, 5 dll.
    Yang menyedihkan adalah anda menyimpulkan saya mengakui pendapat anda bhw pilihannya hanya 2…
    Yang lebih parah lagi, dengan keterbatasan dan pendeknya akal anda tsb anda sudah bergembira…:mrgreen:

    Tapi kayaknya teman2 anda udah mulai panik dan berkata yg tidak2. Mereka tidak bisa membuktikan yaaa….😀:mrgreen:

    Semoga Allah memudahkan anda dalam menjangkau pemahaman2 yang lebih tinggi.

    Salam.

  48. @truthseeker08,

    Ada beberapa kemungkinan logika yang bisa kita ambil:

    1. Hadits tsb tersambung kpd Zaid r.a. dan beliau berkata jujur.
    2. Hadits tsb tersambung kpd Zaid r.a. dan beliau berdusta.
    3. Hadits tsb tidak tersambung kpd Zaid (Dhaif, palsu dll).
    4. Hadits tsb tersambung kpd Zaid namun Zaid salah/lupa.
    5. Hadits tsb sudah ada perubahan dalam perawiannya dll.
    6. dll.

    jwb:

    Sebetulnya tujuan anda itu apa sih? Ingin meragukan hadits Zaid ya? NGAKU AJA DEHH…..
    kalau gitu ya buktikan dong… jangan sok ilmiah lah… jangan seperti pengacara kurang bukti…. :mrgreen:
    Sekali lagi, jangan hanya menebar KERAGUAN…..

    Selain hadits Zaid juga masih ada yg lain, jangan takut.. :mrgreen:
    seperti shalawat dalam tasyahud di atas. Yg menyatakan istri2nya adalah AHLULBAIT/keluarganya.

  49. @truthseeker08
    Paham tidak sekarang ngawur dan keterbatasan anda dalam berkomunikasi. Yang mana pendapat pribadi dan yang mana kutipan dan kesimpulan saja anda tidak bisa bedakan, bukankah analisa/hipotesa saya sangat beralasan?.

    jwb:

    Silahkan lihat tulisan di blog ini:

    Kami hanya akan memberi catatan ringkas bagi mereka yang mengatakan bahwa ayat ini turun untuk istri-istri Nabi SAW. Apakah mereka merasa lebih tahu tafsir suatu ayat daripada Rasulullah SAW?. Apakah mereka merasa lebih tahu untuk siapa ayat ini turun daripada Rasulullah SAW?. Jika memang ayat tersebut turun untuk istri-istri Nabi maka Rasulullah SAW jelas akan memanggil mereka tetapi pada kenyataannya Rasulullah SAW malah memanggil Fathimah, Ali, Hasan dan Husain. Perbuatan Rasulullah SAW ini menunjukkan kalau merekalah yang dimaksud Ahlul Bait dalam ayat tathiir tersebut BUKAN para istri Nabi.

    yg mengatakan kesimpulan ini, siapa sih? mas SP, at-thahawi atau Rasulullah saw?

    kalau anda ingin bertaqlid buta terhadap SP atau yg lain, ya silahkan. Saya hanya ingin mengikuti Rasulullah saw saja, yg ternyata AHLUL BAITnya tidak hanya Ali, Fatimah, Hasan, Husein saja.
    Apakah gara2 Rasulullah memanggil mereka, lantas AHLUL BAIT HANYA untuk mereka saja….
    terlalu dini berkesimpulan seperti itu…
    Masih ada hadits Rasul yg lain, yg mengatakan istri2 Rasul saw adalah AHLULBAITnya.
    Kalau SP dan anda, tidak tahu dan TIDAK mau tahu ada hadits lain bahwa istri2 Nabi adalah AHLULBAITnya, ya itu terserah anda….
    nggak maksa kok….. dan tanggung sendiri konsekwensinya, kalau Rasul saw murka dan marah kpd anda …..istri2 beliau kok nggak dimasukkin…

    anda dan SP itu MERASA PALING BENAR SENDIRI
    :mrgreen:

    🙄 🙄

  50. @SP
    Kalau boleh saya mengusulkan mas?
    Apakah bisa dimunculkan dalam blog ini Hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas, Umar b Khatab dan Abdullah ibn Umar yang INTINYA berbunyi:
    SESUNGGUHNYA SAHABAT2KU LAKSANA BINTANG GEMILANG, UCAPAN SIAPUN YANG KAMU AMBIL PASTI MENDAPAT PETUNJUK.
    Untuk menambah wawasan .
    Dengan demikian kiota bisa tahu siapa2 yang bisa menjadi panutan dan tempat rujukan. Terima kasih, wasalam

  51. @bob

    seumur gua di sunni guru gua kagak ada yg ngajarin tasyahud kaya gene…nih….
    ini hadits nya yg dibawaiin abnormal atau Tasyahud gua ngawur yah…

    aya aya wae….si @KAB
    hihihihihii……..

    jwb:

    teruslah anda berasumsi yg TIDAK jelas, yg jelas ada di [HR. Al-Bukhari no. 3369 dan Muslim no. 407].
    Baca dong… supaya tidak PICIK pandangan anda. Kalau anda tidak punya kitabnya, akan saya berikan.
    :mrgreen:

  52. @KAB

    Rupanya benar2 anda tidak paham dengan logika2 sederhana. Tidak masalah bagi saya. Dengan mengetahui hal itu maka saya pun bisa memahami kesulitan2 anda dalam melihat kebenaran.
    Pilihan anda untuk bertaklid buta kepada syeikh anda sudah benar. Anda tidak boleh bertaklid buta kepada kepada seseorang ketika anda mampu membedakan benar dan salah. Ketika anda tidak mampu membedakan benar salah maka anda wajib memilih (tidak taklid buta).

    1. Tuduhan2 anda bahwa SP ataupun saya bertaklid buta semakin menunjukkan kejahilan anda saja. Sudah jelas2 kami berpedoman kepada hadits Rasulullah, bahkan sudah ditunjukkan hadits tsb berulang2, namun tetap saja anda menuduh kami bertaklid buta…:mrgreen:

    2. Apakah anda tidak bisa membedakan antara ahlul bayt dengan mereka yang masuk dalam shalawat? Kalau karena istri2 Rasul ada dalam shalawat apakah berarti mereka ahlul bayt yang dimaksud di AQ:33:33..??. Jika anda memahami seperti itu maka konsekuensi logisnya anda juga mengatakan para sahabat, tabi’in dll yang ada dalam shalawat yang digunakan salafy/wahabi sekarang adalah juga ahlul bayt??.. Ahhh saya berharap terlalu jauh bahwa anda paham konsekuensi logis seperti ini.

    3. Kalau komentar saya ttg hadits oleh Zaid r.a anda katakan menebarkan keraguan, maka tuduhan anda kepada saya adalahmasuk kategori menebar fitnah (saya ragu apakah anda menjaga diri anda dari memfitnah seseorang..). Karena ada kemungkinan anda menghalalkan fitnah kepada musuh2 anda. Mudah2an tidak.

    4. Harap dijelaskan lagi apakah anda sedang mengatakan bahwa dalam sholat anda, anda memasukkan para istri Rasul SAW dalam bacaan shalawat anda? Harap anda tuliskan bacaan shalawat anda ketika anda sholat.

    Salam

  53. Diskusi nya kok jadi muter-muter yah, gara-gara nanggapin komentar dari KAB yang selalu di puter-puter…….jadi banyak kalimat yang berulang-ulang…….

  54. @ KAB…………,
    kalau anda ingin bertaqlid buta terhadap SP atau yg lain, ya silahkan. Saya hanya ingin mengikuti Rasulullah saw saja, yg ternyata AHLUL BAITnya tidak hanya Ali, Fatimah, Hasan, Husein saja.
    Apakah gara2 Rasulullah memanggil mereka, lantas AHLUL BAIT HANYA untuk mereka saja….
    terlalu dini berkesimpulan seperti itu…
    Masih ada hadits Rasul yg lain, yg mengatakan istri2 Rasul saw adalah AHLULBAITnya.
    Kalau SP dan anda, tidak tahu dan TIDAK mau tahu ada hadits lain bahwa istri2 Nabi adalah AHLULBAITnya, ya itu terserah anda….
    nggak maksa kok….. dan tanggung sendiri konsekwensinya, kalau Rasul saw murka dan marah kpd anda …..istri2 beliau kok nggak dimasukkin…

    anda dan SP itu MERASA PALING BENAR SENDIRI
    ————————————————————————

    KAB…………., coba buka Qs 33: 30 itu bukan Hadist itu BUNYI ALQURAN ( Kalam Allah).

    Buat apa Allah turunkan ayat ini kalau tdk ada istri2 nabi yang melakukan perbuatan keji dan Allah akan kasih ancaman disiksa 2X lagi. Skrg coba pikir pakai akal jgn pakai nafsu. Apakah Allah berbuat sia2……?
    diayat ini Allah memberi ancaman di ayat lain Allah mensucikan, coba dipikir……………….,
    Klu antum benar2 ingin kembali ke akidah yang benar, cari dgn akal sortir dg hati (Qulub).
    Klu antum terus2an spt itu, tdk aneh klu antum nanti akan kena ayat ini Qs 17:72
    Astaghfirullah………………,

    salam

  55. @KAB………….,

    temen2 disini hampir semua membantu antum ttp antum tdk mau berfikir. Antum terlalu mengikuti hawa nafsu,merasa paling benar. coba pikir, anak TK aja guru satu cukup tp ini hampir semua membantu pencerahan tp ko ya tetep aja ga jebol……………,
    hati2lah, didunia itu hanya sebentar cuma mampir ngombe (minum).

    wassalam.

  56. @zahra
    Sdr KAB sedang mencari aqidah yang benar. Seharuisnya dia tidak boleh memakai nama KEMBALI KEAQIDAH YANG BENAR. Karena dia belum tau mana aqidah yang benar.
    Nah dalam pencarian aqidah yang benar kita disini berusaha menunjukan mana yang benar dan mana yang salah . Tapi rupanya ia tersesat dari kebenaran. Mungkin karena kurang membaca.
    Dan juga dalam mencari kebenaran masih dikuasai oleh FANATISME terhadap anutannya.
    Sedangkan menurut para ahli/filosofis, dalam mencari kebenaran kita harus netral dan waktu meneliti HARUS berdasarkan agrumen yang kuat (valid) bukan yang rapuh.
    Wasalam

  57. @KAB

    Pokoknya kitab HR Bukhari-Muslim adalah kitab yang paling shahih, titik… :mrgreen:

  58. @zahra
    KAB…………., coba buka Qs 33: 30 itu bukan Hadist itu BUNYI ALQURAN ( Kalam Allah).
    Buat apa Allah turunkan ayat ini kalau tdk ada istri2 nabi yang melakukan perbuatan keji dan Allah akan kasih ancaman disiksa 2X lagi. Skrg coba pikir pakai akal jgn pakai nafsu. Apakah Allah berbuat sia2……?
    diayat ini Allah memberi ancaman di ayat lain Allah mensucikan, coba dipikir……………….,

    jwb:
    wah…wah… ayat qur’an sudah bagus, malah dikotori oleh tafsiran anda yg kotor.
    Jadi buat apa dong, Rasul saw menyuruh untuk bershalawat kepda beliau beserta istri2nya.

    @wawansyah17,
    Pokoknya kitab HR Bukhari-Muslim adalah kitab yang paling shahih, titik… :mrgreen:

    jwb:

    wah….. cocok itu, dan pantas…. makanya orang2 syiah ikut2an memakai dalil2nya, alias “pinjam”. :mrgreen:
    Padahal banyak hadits di dalamnya, yg meriwayatkan istri2 nabi dan banyak sahabat pula.
    Gak tahu malu yaaa….

  59. @abu rahat
    Sedangkan menurut para ahli/filosofis, dalam mencari kebenaran kita harus netral dan waktu meneliti HARUS berdasarkan agrumen yang kuat (valid) bukan yang rapuh.

    jwb:
    YG saya bawa itu bukan saja argumen, tetapi dalil2 sahih yg kuat. Di mana letak rapuhnya….. :mrgreen:

  60. @aqidah yang benar.
    Rupanya anda telah mendapat aqidah yang benar.
    Anda berkata:jwb:
    YG saya bawa itu bukan saja argumen, tetapi dalil2 sahih yg kuat. Di mana letak rapuhnya…
    OOOOOH begitu ya?
    Mana nash Alqur’an yang mengatakan istri2 Nabi termasuk dalam QS 33:33. Karena mereka yang termasuk dalam QS 33:33 adalah MAKSUM. Sedangkan dalam Qur’an istri2 Nabi masih bisa bebuat DOSA.
    Mana SABDA rasul yang menyatakan bahwa istri2nya masuk dalam QS 33:33. Yang ada hanya Imam Ali as, Syaidati Fatimah as, Imam Hasan as dan Imam Husein as
    Jadi ngawur/rapuh anda katakan ada nashnya.

  61. @KAB:
    benarkah kamu membaca shalawat Nabi seperti itu dalam sholatmu? (yg ada tambahan istri dan keturunan Muhammad)
    Serius tu? Beneran???

    Rasanya imam fiqh manapun (4 mazhab sunni maupun mazhab ja’fari) ga pernah mengatakan yg demikian dalam bab fiqh shalat. Saya sama sekali ngga pernah dengar. Bisa tolong beri penjelasan?

  62. @KAB

    Mungkin yang anda maksud ahlul bait termasuk istri-istri dan kerabat dekatnya dalam konteks “serumah”- dengan Nabi SAW, memang boleh boleh sajalah. Jadi mungkin bisa termasuk ahlul bait dalam pemakna’an secara umum.

    Namun secara khusus dalam konteks Ahl al Bait yang disucikan sesuci-sucinya oleh Allah SWT mereka adalah Ahl al Kisa saja, yakni Muhammad SAW, Imam ‘Ali AS, Sayyidah Fathimah az Zahra AS, Imam Hasan AS dan Imam Husain AS. Mereka dinugerahkan kedudukan tersendiri secara syar’i oleh Allah SWT yang lebih tinggi dan berbeda dengan sahabat-sahabat Nabi SAW yang lain.

    Kan sudah terbukti bahwa “‘alaihimussalaam” hanya tertuju kepada Ahlul Kisa tersebut.

    Karena tidak ada hadisnya juga yang menyematkan “‘alaihissalaam” kepada nama-ma istri maupun sahabat-sabat nabi SAW.

    Salam Damai..

  63. apa yang kita ragukan lagi dari Ahlul bait, mereka disucikan oleh Allah dalam Al-Quran, hanya saja hanya ulama’ -ulama’ oposisi lah yg tidak mengakui hal ini

  64. Ertinya Ahlul Bait itu ada dua versi..
    versi @SP dan versi @KAB..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: