Hadiah Buat Salafiyun : Inikah Bukti Muawiyah Pembawa Petunjuk Yang Memberikan Petunjuk?

Hadiah Buat Salafiyun : Inikah Bukti Muawiyah Pembawa Petunjuk Yang Memberikan Petunjuk?

Alhamdulillah kali ini kami akan berbaik hati memberikan bingkisan istimewa kepada para pecinta Muawiyah dari kalangan salafiyun terkhusus buat mereka yang getol sekali alias mati-matian menshahihkan hadis keutamaan Muawiyah sebagai sang pemberi petunjuk. Nah berikut petunjuk yang diajarkan oleh Muawiyah. Diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal dalam Musnad Ahmad 4/92 no 16879 (tahqiq Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا عفان قال ثنا همام قال ثنا قتادة عن أبي شيخ الهنائي قال كنت في ملأ من أصحاب رسول الله صلى الله عليه و سلم عند معاوية فقال معاوية أنشدكم الله أتعلمون ان رسول الله صلى الله عليه و سلم نهى عن لبس الحرير قالوا اللهم نعم قال وأنا أشهد قال أنشدكم الله تعالى أتعلمون ان رسول الله صلى الله عليه و سلم نهى عن لبس الذهب الا مقطعا قالوا اللهم نعم قال وأنا أشهد قال أنشدكم الله تعالى أتعلمون ان رسول الله صلى الله عليه و سلم نهى عن ركوب النمور قالوا اللهم نعم قال وأنا أشهد قال أنشدكم الله تعالى أتعلمون ان رسول الله صلى الله عليه و سلم نهى عن الشرب في آنية الفضة قالوا اللهم نعم قال وأنا أشهد قال أنشدكم الله تعالى أتعلمون ان رسول الله صلى الله عليه و سلم نهى عن جمع بين حج وعمرة قالوا أما هذا فلا قال أما انها معهن

Telah menceritakan kepada kami Abdullah yang berkata telah menceritakan kepadaku Ayahku yang berkata telah menceritakan kepada kami ‘Affan yang berkata telah menceritakan kepada kami Hamam yang berkata telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Abi Syaikh Al Huna’i yang berkata “Pada suatu ketika aku bersama para sahabat Rasulullah SAW di rumah Muawiyah. Muawiyah berkata “Demi Allah apakah kalian tahu bahwa Rasulullah SAW telah melarang memakai pakaian dari sutera?. Kami berkata “benar”. Muawiyah berkata “dan aku juga sama”. Muawiyah berkata lagi “Demi Allah apakah kalian tahu kalau Rasulullah SAW melarang untuk memakai emas kecuali batangan?. Kami menjawab “benar”. Muawiyah berkata “dan akupun juga sama”. Muawiyah berkata lagi “Demi Allah apakah kalian tahu bahwa Nabi telah melarang menunggangi macan tutul?. Kami menjawab “benar”. Muawiyah berkata “Aku pun sama”. Muawiyah berkata lagi “Demi Allah apakah kalian tahu bahwa Rasulullah SAW melarang minum dari bejana perak?. Kami menjawab “benar”. Muawiyah berkata “ dan aku juga sama”. Muawiyah berkata lagi “Demi Allah apakah kalian tahu bahwa Rasulullah SAW telah melarang untuk menggabungkan haji dan umrah?”. Kami menjawab “adapun hal ini tidak”. Muawiyah berkata “Adapun hal ini dilarang seperti hal yang tadi”.

Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata tentang hadis ini

حديث صحيح لغيره وهذا إسناد حسن رجاله ثقات رجال الشيخين غير أبي شيخ الهنائي واسمه حيوان بن خالد وقيل خيوان  فمن رجال أبي داود والنسائي وهو حسن الحديث

Hadis shahih lighairihi dan sanad hadis ini hasan para perawinya terpercaya perawi Bukhari dan Muslim kecuali Abi Syaikh Al Huna’i, namanya Hayawan bin Khalid, ada yang mengatakan Khaiwan. Dia adalah perawi Abu Dawud dan An Nasa’i dan dia hasanul hadis (hadisnya baik).

Pernyataan Syaikh Syu’aib Al Arnauth patut diberikan catatan, hadis ini tidak diragukan lagi shahih lidzatihi dan sanad hadis ini shahih. Abu Syaikh Al Huna’i adalah perawi yang tsiqah bukan sekedar hasanul hadis. Ibnu Hajar dalam At Tahdzib juz 12 no 604 menyebutkan biografi Abu Syaikh Al Huna’i dan ia telah dinyatakan tsiqah oleh Ibnu Hibban, Ibnu Sa’ad dan Al Ajli. Al Ajli dalam Ma’rifat Ats Tsiqah no 2169 berkata

أبو شيخ الهنائي بصرى تابعي ثقة

Abu Syaikh Al Huna’i tabiin bashrah yang tsiqat.

Ibnu Hajar dalam At Taqrib 2/416 menyatakan bahwa Abu Syaikh Al Huna’i tsiqah dan begitu pula Adz Dzahabi dalam Al Kasyf no 6682 juga menyatakan Abu Syaikh Al Huna’i tsiqah. Oleh karena itu hadis di atas tidak diragukan lagi sanadnya shahih lidzatihi bukan shahih lighairihi. Hadis ini disebutkan dalam Musnad Ahmad tahqiq Syaikh Ahmad Syakir dan Hamzah Zain no 16776 dan dinyatakan kalau sanadnya shahih.

Hadis ini secara ringkas juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud 1/557 no 1794 dan telah dinyatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud.

حدثنا موسى أبو سلمة ثنا حماد عن قتادة عن أبي شيخ الهنائي خيوان بن خلدة [ ممن قرأ على أبي موسى الأشعري من أهل البصرة ] أن معاوية بن أبي سفيان قال لأصحاب النبي صلى الله عليه و سلم ” هل تعلمون أن رسول الله صلى الله عليه و سلم نهى عن كذا وكذا وعن ركوب جلود النمور ؟ قالوا نعم قال فتعلمون أنه نهى أن يقرن بين الحج والعمرة ؟ فقالوا أما هذا فلا فقال أما إنها معهن ولكنكم نسيتم

Telah menceritakan kepada kami Musa Abu Salamah yang berkata telah menceritakan kepada kami Hamad dari Qatadah dari Abu Syaikh Al Huna’i Khaiwan bin Khaldah (termasuk orang yang belajar dari Abu Musa Al Asy’ari dari penduduk Bashrah) bahwa Muawiyah bin Abi Sufyan berkata kepada para sahabat Nabi SAW “Apakah kalian tahu bahwa Rasulullah SAW melarang ini dan itu dan melarang menunggangi kulit macan?. Mereka menjawab “benar”. Muawiyah berkata lagi “Apakah kalian tahu bahwa Rasulullah telah melarang menggabungkan haji dan umrah?. Mereka menjawab “Adapun yang ini tidak”. Muawiyah berkata “Adapun yang ini dilarang beserta yang tadi akan tetapi kalian semua lupa”.
.

.

Penjelasan Hadis

Hadis di atas menceritakan mengenai hadis Rasulullah SAW menurut Muawiyah. Muawiyah pada awalnya menceritakan hadis larangan Rasulullah mengenai larangan memakai sutera, emas, dan kulit binatang buas (macan tutul) kepada para sahabat Rasulullah SAW. Anehnya Muawiyah justru melanggar sendiri larangan-larangan yang disebutkannya.

Para sahabat Rasulullah SAW mengakui bahwa hadis larangan tersebut benar. Tetapi kemudian Muawiyah mengaku bahwa ada hadis Rasulullah SAW yang melarang menggabungkan haji dan umrah (bahkan ia mengucapkan dengan lafal sumpah), hal ini yang diingkari oleh para sahabat tetapi sungguh luar biasa Muawiyah ini mengatakan kalau larangan tersebut memang ada hanya saja mereka para sahabat lupa akan hal itu (sepertinya para sahabat bersepakat untuk lupa). Jika Muawiyah benar maka tidak hanya sahabat yang lalai bahkan semua umat islam sudah lalai akan hal ini karena sampai sekarang penggabungan haji dan umrah adalah hal yang ma’ruf sebagai sunnah Rasulullah SAW.

Sepertinya umat islam sudah tersesat karena tidak mengikuti petunjuk Muawiyah karena menurut Muawiyah, Rasulullah SAW telah melarang menggabungkan haji dan umrah. Atau mungkin Muawiyah ini mengada-ada atas nama Rasulullah SAW? karena hadisnya itu menyelisihi dan diingkari oleh para sahabat Rasulullah SAW. Diriwayatkan Muslim dalam Shahih Muslim 2/896 tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi

عن سعيد بن المسيب قال اجتمع علي وعثمان رضي الله عنهما بعسفان فكان عثمان ينهى عن المتعة أو العمرة فقال علي ماتريد إلى أمر فعله رسول الله صلى الله عليه و سلم تنهى عنه ؟ فقال عثمان دعنا منك فقال إني لا أستطيع أن أدعك فلما أن رأى علي ذلك أهل بهما جميعا

Dari Sa’id bin Al Musayyab yang berkata “Ali dan Utsman suatu kali bertemu di Usfan. Utsman terang-terangan melarang haji tamattu atau umrah. Ali berkata “Apa maksudmu melarang orang mengerjakan ibadah yang pernah diperbuat Rasulullah SAW. Utsman menjawab “biarkan kami”. Ali berkata “saya tidak akan membiarkannya”. Kemudian setelah Ali melihat yang demikian ia lalu berihram untuk keduanya sekaligus (haji dan umrah).

Diriwayatkan dalam Shahih Muslim 2/898 tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi

عن مطرف قال قال لي عمران بن حصين أحدثك حديثا عسى الله أن ينفعك به إن رسول الله صلى الله عليه و سلم جمع بين حجة وعمرة ثم لم ينه عنه حتى مات ولم ينزل فيه قرآن يحرمه

Dari Mutharrif yang berkata Imran bin Hushain berkata kepadaku “saya akan menceritakan sebuah hadis kepadamu, semoga Allah SWT memberikan manfaatnya kepadamu. Bahwa Rasulullah SAW pernah menggabungkan haji dan umrah dan beliau tidak melarangnya hingga beliau wafat dan tidak ada pula ayat Al Quran yang turun mengharamkan hal itu…”.

Kedua hadis di atas dengan tegas menjelaskan bahwa menggabungkan haji dan umrah adalah sunnah Rasulullah SAW yang dengan tegas diikuti oleh Imam Ali. Apakah demi menyelisihi Imam Ali, Muawiyah mengada-ada atas nama Rasul SAW?. Ya hanya Allah SWT yang tahu. Jadi berdasarkan hadis-hadis di atas maka perkataan bahwa Rasulullah SAW melarang menggabungkan haji dan umrah adalah dusta atas nama Rasulullah SAW. Dan tentu mengada-ada atas nama Rasul SAW adalah suatu kebathilan. Tapi itulah petunjuk dari orang yang menurut salafiyun adalah Sang Pemberi Petunjuk.

29 Tanggapan

  1. Thn lalu ortu gw naik haji. Sampai di tanah suci mereka umrah dulu berkali – kali baru haji. Itu yah yg disebut penggabungan haji dgn umrah?

  2. haji tamatu kan umrah dulu saat masuk mekkah lepas ihrom baru haji.(khusus buat penduduk luar mekkah), ini pernah diarang Umar ibn khotob

  3. […] Alhamdulillah kali ini kami akan berbaik hati memberikan bingkisan istimewa kepada para pecinta Muawiyah dari kalangan salafiyun terkhusus buat mereka yang […] Go to Source […]

  4. @all
    Menurut riwayat tsb diatas ada beberapa hal yang dilarang Rasul dan sisetujui oleh Muawiyah tapi larangan tsb dilanggar oleh Muawiyah.
    Umpama memakai baju dari sutra dan emas yakni memamerkan KEKAYAAN ternyata malahan Muawiyah memamerkan (Istana, meng-hamburkan2 harta dll)
    Melarang menunggang Harimau yakni memperalat orang2 jahat. Muawiyah meaksanakan.
    Haji TAMATTU atau MUT’AH haji.
    Jelas2 dalam Alqur’an dijelaskan.
    Rasul menjelaskan ayat tsb dengan mengatakan. bahwa mereka yang berada di kota Mekkah tdk boleh melaksanakan haji Tamattu harus IFRAT karena mereka bisa membawa binatang KORBAN ketempat diadakan penyembelihan KORBAN. Tapi mereka yang berada diluar Mekkah (batas memakai IHRAM)
    harus tamattu karena mereka membayar/membeli binatang korban utk dikorbankan.
    Jadi apakah orang seperti Muawiyah bisa dipegang/dipercaya kata2nya.

  5. @Rafidhah

    Kalau begitu Muawiyah adalah seorang Sang Pemberi Petunjuk kepada jalan yg sesat dan para Salafiyun adalah pengikutnya, betul ngga ya?

  6. tolong dibahas mas hadis tentang umat islam terpecah menjadi 73 golongan…
    syukron

  7. @dede
    Salafy yang mana mas? Yang mengatas namakan SALAFY ? Sebab sekarang ini banyak yang suka mencari nama2 KEREN utk menutupi kemunafikan dan kejahilan mereka. Wasalam

  8. Hadiah buat Salafiyyun:
    Semoga ini bisa menjadi petunjuk bagi anda bahwa Muawiyyah adalah pembawa petunjuk yang memberi petunjuk pada kesesatan.

    Salam

  9. Mengenai masalah apakah Muawiyah mempunyai keutamaan ataukah sama sekali tidak mempunyai keutamaan atau bahkan musuh dalam selimut, sebenarnya Al-Quran secara tegas dan gamblang telah menarik garis pemisah antara orang2 yg masuk Islam secara ikhlas dan org2 yg masuk Islam secara terpaksa.

    Dalam Surat Al-Hadid:10 Allah berfirman : “Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi? Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang SEBELUM penaklukan (Mekah). Mereka lebih tingi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

    Nah, sebagimana kita diketahui Muawiyah baru “masuk” Islam pada tahun ke 10 H (setelah penaklukan Mekkah). Sementara bapaknya (Abu Sufyan) juga masuk Islam setelah penaklukan Mekkah tapi lebih dulu dari Muawiyah.

    Kalau mengenai keutamaan Abu Bakar atau Umar saja yg masuk Islam sebelum penaklukan Mekkah masih debatable dan masih harus dicross-check dg riwayat2 yg menafikan keutamaan mereka, apalagi dg Muawiyah yg dikenal sbg pelaknat Ali, yg melakukan pembersihan “etnis Syi’ah Ali dan pendiri dinasti Umayyah (menggantikan system kekhilafahan) ?

  10. Adakah bedanya?:

    Ketika perang Siffin, pasukan Muawiyah yang menguasai bagian atas atau arah hulu sungai Furat, telah berbuat sedemikian rupa sehingga menghalangi pasukan Imam Ali untuk menggunakan air sungai itu. Akan tetapi ketika posisi berubah dan pasukan Imam Ali A.S berhasil menempati bagian atas sungai dan pasukan Muawiyah berada di bagian bawah sungai, Imam Ali A.S memerintahkan pasukannya untuk membiarkan pasukan Muawiyah untuk menggunakan air sungai.

    Bagaimana bisa Muawiyah (dan pengikutnya) memahami akhlak (kemuliaan) Imam Ali.

    Wassalam

  11. biasa orang lebih banyak sibuk dengan fitnah atau bahkan lebih menikmatinya. itu cuma pelarian aja dari belajar agama atau ngaji yang kurang. padahal bahasa arabnya masih kurang, apalagi sastra arab, lebih lagi ilmu hadist? sebenarnya beragama mau membahas fitnah atau mengharap wajah allah swt? knapa tidak diambil masing-masing sahabat kebaikan aqhlaknya? ini kok yang dibahas tentang perselisihannya, sungguh aneh bin ajaib?kalo ingin menjelaskan kepada umat, seberapa jelas ilmu agama kita? kenapa gak dicari kesempurnaan dan keshohihan agama kita sendiri, dari pada menguras energi untuk debat? amalkan aja yang jelas-jelas dilakukan roshulullah, kalo yang samar-samar tinggalkan aja, jelas-jelas berpotensi fitnah dunia – akhirat.

  12. Hmmm…lagi-lagi nasehat dgn embel2 celaan & tuduhan.😦 Bisakah kiranya nasehat yg disampaikan penuh ketulusan?

    Salam

  13. membahas sejarah kok dikatakan fitnah, sebenarnya beragama itu tidak memakai perasaan saja. sejarah yang tidak benar justru membuat orang salah memandang siapa yang harus diambil sebagai rujukan. Hal ini terbukti dalam sejarah, berapa banyak umat islam yang meninggalkan Ahlul Bait dan berpihak kepada Muawiyah, mereka itu hanya mengandalkan perasaannya semata bahwa Muawiyah itu juga sahabat Nabi dan ia yang benar sehingga harus diikuti. Logika mereka itu sama halnya dengan logika sebagian orang islam sekarang yang beragama mengandalkan perasaan mengikuti kelompok yang mengaku-ngaku Firqatun Najiyah. Mereka tidak mau ambil pusing mempelajari kisah-kisah kezaliman terhadap Ahlul Bait, membahas yang seperti itu bagi mereka tidak penting, cukup katakan cinta kepada Ahlul Bait dan jangan membahas kezaliman terhadap Ahlul Bait. Cinta yang aneh

    Agama itu isinya tidak cuma mengaji atau berakhlak, tetapi juga berpikir kritis. Orang-orang yang tidak bisa berpikir kritis tidak mau mempelajari sejarah, mereka hanya sibuk berurusan dengan fadhail amal, mereka mengatakan lebih baik banyak beramal dan beribadah persis seperti kaum abid. Faktanya dalam sejarah ilmu hadis terdapat banyak ahli ibadah yang ternyata memalsu hadis baik mereka sadari atau tidak mereka sadari. Diantara mereka ada yang mengaku bahwa ia memalsu hadis agar orang-orang lebih serius beribadah dan kembali kepada Allah SWT.

    Dalam sejarah kita dapati banyak orang yang sok berilmu yang rajin mengaji membaca Al Qur’an yang begitu rajin beribadah tetapi terbukti mereka memerangi Ahlul bait dan menganggap Imam Ali sebagai orang yang kafir. Mereka kaum yang disebut khawarij. Tidakkah dipikirkan kenapa muncul keanehan seperti itu, tidak lain itu karena mereka tidak menganggap bahwa Imam Ali adalah sumber rujukan kebenaran, bagi mereka Imam Ali itu sama seperti sahabat lain yang bisa salah bahkan bisa menjadi kafir. dari mana datangnya kesesatan yaitu dari kebodohan dan dari mana kebodohan karena dari kemalasan. Dari mana kemalasan karena merasa hal itu tidaklah penting untuk dipelajari, cukup dengan amal ibadah saja. Itu cuma pelarian untuk menutupi kemalasan berpikir kritis, terlalu sulit bagi mereka untuk belajar, belajar bahasa arab susah, apalagi ilmu hadis dan ilmu sejarah, daripada pusing lebih baik banyak beramal saja.

  14. Mereka menasehati punya pamrih. Mereka tidak mampu lagi membela kebathilan yang selama ini dipertahankan, maka kita dinasehati untuk jangan mengungkapkan kebathilan.
    Pada hal sangat banyak dalam Alqur’an Firman2Nya mengenai NAHI MUNGKAR. Saudara, jangan anda menasehati kita kejalan yang SESAT
    Apakah anda tidak memperhatikan hadits2 yang disampaikan oleh SP? Semua hadits yang disampaikan merupakan ilmu bagi kita tanpa embel2 mendiskritkan pihak lain. Tetapi mereka2 yang tidak senang yang naik pitan.

  15. dari manakah cara amal kita? dari mana ilmu itu datang? apakah dari allah? dari rosulullah? dari sahabat? atau dari tabi’in? tabiut tabi’in? dari para ulama? atau dari guru-guru ngaji kita? ataukah dari ustadz- ustadz kita?

    jika ustadz-ustadz kita atau guru-guru kita berpendapat, kemudian ada hadist yang shohih dari rosululloh? manakah yang diambil? manakah yang diamalkan?

    apakah kita sungkan kepada guru-guru kita atau ustadz-ustadz kita?

    kemudian kita melihat orang lain mengamalkan yang shohih dari rosulullah? apakah kita akan marah kepada orang itu?

    kalo belum mampu mengamalkan yang shohih kenapa marah kepada orang yang mampu?

    jika orang melihat kebatilah, kemudian menyampaikan bahwa itu batil. jika ada hal samar apakah kita mengikuti yang samar-samar? dalam keadaan ada pilihan yang telah jelas?

    tidak cukup kah kita merasa bersalah mengikuti yang samar atau batil dalam keadaan ada yang lebih jelas?

    telah jelas ilmu hadist kita kurang. dan ada pilihan buku-buku dan kitab-kitab ahli hadits. dimanakah pilihan kita? apakah kita memilih ilmu hadist kita atau perkataan ahli hadist?

  16. @kacang lupa kulit,

    Nasihat anda ngambang, gimana atuh yg benar itu menurut Al Qur’an dan Sunnah Nabi Nuhammad saw. Memberi nasihat berarti anda lebih tahu mana yg lebih benar, tolong jelaskan!

    Wassalam…

  17. semua dikembalikan kepada diri kita masing-masing. mau mengoreksi diri sendiri. kita beragama menurut siapa?

    seandainya saya melakukan kesalahan, dan itu dari rosulullah dan dishahihkan ahli hadits maka saya mengaku kesalahannya. mudah-mudahan saya diberi kemudahan menjalankan apa yang telah shohih dari rosulullah, meskipun kadang sanggup kadang tidak.
    Allah yang melihat saya.
    jika melihat kesalahan orang itu merupakan tanggung jawab saya, menyampaikan ini lho … yang telah shohih dari rasulullah, kemudian saya pergi. sudah selesai tanggung jawab saya menyampaikan.(bedakan orang yang mencari-cari kesalahan?)

    tidak ada hubungannya dengan perselisihan para sahabat rasulullah. dan tidak berlarut – larut sampai-sampai melaknat mereka karena kesalahan yang dibuat. padahal pahala mereka jauh lebih byk jika dibanding kesalahan mereka.

  18. @kacang lupa….

    kasian anda yah,..masuk dlm kategori org yg tdk bisa menerima kenyataan….sehingga sibuk melakukan justifikasi

  19. terima kasih,
    apa gunanya provokasi yang mengarahkan kepada taklid dan rasa tidak suka para sahabat?
    arahnya nanti, timbul pertanyaan saya ikut kelompok mana? jadilah yang namanya embel-embel?

    jika masalah justifikasi maka mungkin saya akan menuntut …..fulan telah berbuat dzolim, fulan beraqlak mulia…?

    embel-embel dari mana?

    jika melihat sejarah sahabat, yang kita ambil manfaatnya apanya?
    ibadah mereka atau pertikaian mereka?
    kita bisa bicara ibadah mereka yang kita ambil,….
    kenyataan…..
    sekarang berkelompok-kelompok
    apa sebabnya? ada apa dengan kita?

  20. @kacang lupa kulit,

    Lalu apa artinya nash Al Qur’an dan Sunnah Rasullah saw sebagai pembeda antara yg haq dan yg bathil? sudah menjadi realita dlm nash hadits bahwa sahabat banyak yg melakukan penyimpangan dalam agamanya, sehingga Islam tidak murni lagi. Maka dari itu, apakah kita diam saja atas penyimpangan tsb? apabila kita diam dan tidak berusaha untuk meluruskannya, maka sama dgn Iblis yg membisu.

    Wassalam…

  21. jika yang hidup bersama rasullullah, tahu bagaimana wahyu alqur’an turun, perkataan mereka ” kami mendengar dan kami taat”, hanya allah dan rosullnya yang lebih tahu” dikatakan sesat.
    bagaimana dengan orang yang tidak pernah bertemu rosulullah, dan tidak tahu bagaimana turunnya al qur’an?apakah akan lebih selamat?

  22. @kacang lupa kulit,

    Allah Maha Benar, demikian juga dgn manusia yg berpotensi memiliki sebagian dari sifat kebenaran tsb dgn diturunkannya Al Qur’an dan As Sunnah yg merupakan bagian sejarah Islam yg wajib dikaji dan dipelajari, karena itu merupakan sebagian dari ilmu Allah. Walaupun tidak bertemu dgn Rasulullah saw dan tidak tahu bagaimana turunnya Al Qur’an. Kalau kita berusaha dan beriktiar untuk mencari kebenaran melalui sejarah Islam yg di dalamnya ada nash Al Qur’an dan As Sunnah, maka Insya Allah kebenaran akan dapat diraih dan kita akan selamat dunia dan akhirat. 🙂

    Wassalam…

  23. jika ada seseorang ingin melewati tanah lapang yang penuh dengan duri, tentu orang akan berhati-hati dalam berjalan menyusuri.

    jika dalam keadaan siang hari, kadang orang bisa tertembus duri, bagaimanakah keadaan orang yang berjalan dimalam harinya?

    jejak-jejak orang yang tadi siang lewat, ada yang selamat dan ada yang tidak.

    manakah jejak yang akan kita ikuti?

    apakah jejak orang yang ada bekas darahnya?
    ataukah mengikuti jejak yang bebas dari tanda-tanda orang yang tertusuk duri?

    ataukah mengikuti semua jejak, yaitu yang paling bebas dari darah dan bebas dari bekas orang tertusuk duri?

    ataukah berjalan sendiri tanpa penerangan apapun?

  24. @kacang lupa kulit,

    Coba anda meimilih yg mana? jangan hanya berfilsafat doang… :mrgreen:

  25. @wawansyah17

    wan….yang bener itu mengikuti al-qur’an dan itrah beliau yaitu ahlul baytnya, dijamin anda tidak akan tersesat seperti sekarang ini, coba deh!

  26. […] Hadiah Buat Salafiyun : Inikah Bukti Muawiyah Pembawa Petunjuk Yang Memberikan Petunjuk? Posted on September 25, 2009 by secondprince […]

  27. Coba jawab, yg membunuh 3 khlifah pertama ;( Umar BK, Ustman BA, Ali BA ), orang yang menjalani sholat gak? Jika jawabnya YA. Kok bisa mereka lakukan? siapa yang diikutinya? Orang dibunuh pasti ada sebabnya!! Bagaimana kita menjelaskan kpd anak cucu tentang SEBAB-2 ini???

  28. kacang lupa kulit, on Oktober 21, 2009 at 6:25 am said:

    biasa orang lebih banyak sibuk dengan fitnah atau bahkan lebih menikmatinya. itu cuma pelarian aja dari belajar agama atau ngaji yang kurang. padahal bahasa arabnya masih kurang, apalagi sastra arab, lebih lagi ilmu hadist? sebenarnya beragama mau membahas fitnah atau mengharap wajah allah swt? knapa tidak diambil masing-masing sahabat kebaikan aqhlaknya? ini kok yang dibahas tentang perselisihannya, sungguh aneh bin ajaib?kalo ingin menjelaskan kepada umat, seberapa jelas ilmu agama kita? kenapa gak dicari kesempurnaan dan keshohihan agama kita sendiri, dari pada menguras energi untuk debat? amalkan aja yang jelas-jelas dilakukan roshulullah, kalo yang samar-samar tinggalkan aja, jelas-jelas berpotensi fitnah dunia – akhirat.

    NASEHAT KAUM WAHABI SALAPI HE HEHE ..

  29. mari semua dikaji kembali hal2 dalam islam yang samar2 meragukan atau yg bertentangan dengan logika apalagi yg diragukan kebenerannya, ini sangat penting sebelum orang2 non muslim yg menemukannya (keganjilan2) dan melemparkan masalah kekita dan kita kelabakan karena tidak pernah mengkaji, saya yakin semua pengen masuk surga,semua punya dalil/hujjah yg dianggap benar, jadi jangan merendahkan intektualitasn suatu faham dengan mencap bidah,kafir,syirk hanya karena beda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: