Hadis Orang Mati Bisa Mendengar

Hadis Orang Mati Bisa Mendengar

Diriwayatkan dengan sanad yang shahih bahwa orang-orang yang ikut dalam perang Badar setelah wafat dapat mendengar apa yang dikatakan Rasulullah SAW kepada mereka. Hadis tersebut diriwayatkan dalam Musnad Ahmad 1/26 no 182.

حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا يحيى بن سعيد وأنا سألته ثنا سليمان بن المغيرة ثنا ثابت عن أنس قال كنا مع عمر بين مكة والمدينة فتراءينا الهلال وكنت حديد البصر فرأيته فجعلت أقول لعمر أما تراه قال سأراه وأنا مستلق على فراشي ثم أخذ يحدثنا عن أهل بدر قال إن كان رسول الله صلى الله عليه و سلم ليرينا مصارعهم بالأمس يقول هذا مصرع فلان غدا إن شاء الله تعالى وهذا مصرع فلان غدا إن شاء الله تعالى قال فجعلوا يصرعون عليها قال قلت والذي بعثك بالحق ما أخطئوا تيك كانوا يصرعون عليها ثم أمر بهم فطرحوا في بئر فانطلق إليهم فقال يا فلان يا فلان هل وجدتم ما وعدكم الله حقا فإني وجدت ما وعدني الله حقا قال عمر يا رسول الله أتكلم قوما قد جيفوا قال ما أنتم بأسمع لما أقول منهم ولكن لا يستطيعون أن يجيبوا

Telah menceritakan kepada kami Abdullah yang berkata telah menceritakan kepadaku Ayahku yang berkata telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dan aku bertanya padanya, ia berkata telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Mughirah yang berkata telah menceritakan kepada kami Tsabit dari Anas yang berkata “Kami bersama Umar di antara Mekkah dan Madinah, dan kami sama-sama melihat bulan sabit. Aku termasuk orang yang tajam penglihatan sehingga aku dapat melihatnya. Aku berkata kepada Umar”Tidakkah engkau akan melihatnya?”. Umar berkata “Aku akan melihatnya ketika aku terkapar di tempat tidurku”. Dia kemudian menceritakan kepada kami tentang para Ahli Badar. Dia berkata “Sesungguhnya Rasulullah SAW telah memperlihatkan kepada kita tempat kematian mereka kemarin”. Beliau bersabda “Ini tempat kematian fulan besok jika Allah menghendaki dan ini tempat kematian fulan besok jika Allah menghendaki”. Mereka kemudian meninggal dunia di tempat itu. Aku berkata “Demi Yang mengutusmu dengan membawa kebenaran tidaklah mereka melangkah untuk itu. Mereka dibantai di tempat itu”. Beliau kemudian memerintahkan agar mereka dimasukkan kedalam sumur. Beliau  SAW mendatangi mereka dan bersabda “Wahai fulan dan fulan, apakah kalian telah menemukan apa yang Allah janjikan kepada kalian sebagai suatu kebenaran?. Sesungguhnya Aku telah menemukan apa yang Allah janjikan kepadaKu sebagai suatu kebenaran”. Umar berkata “Ya Rasulullah, apakah Engkau sedang berbicara dengan suatu kaum yang telah menjadi bangkai?. Beliau menjawab “Tidaklah kalian lebih dapat mendengar apa yang aku katakan daripada mereka. Hanya saja mereka tidak dapat menjawab”

Hadis ini sanadnya Shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim. Syaikh Ahmad Syakir dalam Syarh Musnad Ahmad no 182 berkata “sanadnya shahih”. Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Musnad Ahmad tahqiq beliau berkata

إسناده صحيح على شرط الشيخين

Sanadnya shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim

13 Tanggapan

  1. PRETAMAX !

    Nah lho, ternyata ada hadits orang mati bisa mendengar, trims mas SP.

    Wassalam

  2. Bgm dgn mengirimkan bacaan qur’an kpd mayit ?

  3. Salam

    Wah…tahniah asep…tempat pertama…hehe

    Mas SP…Nntnya akan ada silat lidah yg harus anda ladeni lagi…jgn lelah ya..kami mendukung anda

    Salam Damai

  4. Yang jadi problem bagi para salafiyyun sy kira bukan pada apakah mayit bisa mendengar atau tidak, namun pada apakah si mayit dapat memberikan faedah atau tidak kepada yang hidup. Namun demikian jika benar apa yang dipahami oleh SP bahwa para salafiyyun beranggapan mayit tdk mampu mendengar, maka ini sdh kebangetan.

    Salam

  5. @all
    Kira2 KUNTILANAK ada atau tidak ya? HANTU ada apa nda?
    Kalau ada berasal dari mana ya? Tolong beritahukan saya kalau ada yang tahu.

  6. @all: Bagaimana bila hadis di atas dihadapkan dengan ayat Al-Qur’an yg berikut ini?
    1.) Wamaa anta bimusmi’in man fi al-qubuur (dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar) [Faathir:22].
    2.) Fainnaka laa tusmi’u al-mawta (Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar) [Al-Rum:52].
    Tidakkah ada kontradiksi makna antara 2 ayat Al-Qur’an di atas dengan riwayat hadis?

  7. Salam Mas Badari

    Kami kira ayat berikut menjelaskan ttg perbicaraan antara Nabi as dgn kaunnya yg sudah mati:

    1. Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata:” Wahai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah). Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata:” Wahai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat “.
    QS. al-A’raf (7) : 77-79

    2. Pemuka-pemuka kaum Syuaib yang kafir berkata (kepada sesamanya): “Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syuaib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi. Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.
    (Yaitu) orang-orang yang mendustakan Syuaib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syuaib mereka itulah orang-orang yang merugi. Maka Syuaib meninggalkan mereka seraya berkata:” Wahai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir? ”
    QS. al-A’raf (7) : 90-93

    Wassalam

  8. @badari

    memangnya yg bisa bikin mereka mendengar itu kita ,manusia…yah jelas semua itu bisa terjadi dengan Izin Allah.
    lah kalo org kafir ajah bisa mendengar masakan para anbiya dan mu’minin kagak…

    apa yg kontradiksi…kalau pakai akal mah kagak ada yg kontradiksi kecuali pakai okol..hihihiih

  9. @badari
    Ayat tersebut sangat benar. Tapi anda yang salah memahami ayat tersebut. Wasalam

  10. ohh….ngerti aku…

    makasih ya..@all

  11. Ayat dalam surah [Faathir:22]. dan
    [Al-Rum:52].
    Tidakkah ada kontradiksi makna antara 2 ayat Al-Qur’an di atas dengan riwayat hadis? Tidak ada kontradiksi langsung.
    Ayat itu dalam maksudnya. Kalau saja manusia tahu orang yang telah meninggal boleh mendengar tapi tidak lagi boleh menjawab dan membetulkan kesalahan sewaktu didunia. Sedang mereka kalau boleh mahu hidup kembali dan memperbetulkan kesilapan lalu.

  12. Benar sekali orang meninggal nunggu hadiah dari anak yang sholeh yaitu doa dan kiriman bacaan al quran , barang2 orang meninggal disedekahkan , ilmu yang bermanfaat , untuk tambahan pahalanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: