Inkonsistensi Dalam Pembahasan Tentang Syiah, Tasyayyu’, Rafidhah dan Rafidhah Ekstrem ; Menggugat Antirafidhah.

Inkonsistensi Dalam Pembahasan Tentang Syiah, Tasyayyu’, Rafidhah dan Rafidhah Ekstrem ; Menggugat Antirafidhah.

Terdapat beberapa orang yang menanggapi tulisan saya Sahabat Nabi Yang Rafidhah Ekstrem Dan Percaya Raj’ah?. Diantara mereka ada yang berpandangan bahwa Ta’dil pada Amir bin Watsilah Abu Thufail sudah cukup untuk membuktikan bahwa dia bukan Rafidhah ekstrem. Tulisan ini merupakan koreksi atas cara berpikir mereka yang keliru dalam berhujjah.

Antirafidhah berkata

Jadi apa yang dikatakan oleh Ibnu Hazm maupun Ibn Qutaybah adalah tidak kuat dibandingkan dengan apa yg dikatakan oleh sebagian besar Ulama Jarh wa Ta’dil di atas

Tanggapan : tidak diragukan kalau Abu Thufail seorang sahabat, hal inipun diakui oleh Ibnu Qutaibah sendiri tetapi beliau tetap memasukkan Abu Thufail sebagai Rafidhah ekstrem. Kalau seandainya kedudukan Sahabat sudah cukup untuk membuktikan kalau seseorang bukan Rafidhah ekstrem lantas mengapa Ibnu Qutaibah tetap memasukkannya ke dalam nama Rafidhah ekstrem. Apakah Ibnu Qutaibah tidak mengetahui kaidah umum yang sangat dikenal di kalangan Sunni “Semua sahabat adalah adil”. Sungguh mustahil kalau seorang Ibnu Qutaibah tidak mengetahuinya. Baca lebih lanjut

Iklan