Kedudukan Hadis “Rasulullah SAW Lebih Mencintai Ali Daripada Abu Bakar”

Kedudukan Hadis “Rasulullah SAW Lebih Mencintai Ali Daripada Abu Bakar”

النعمان بن بشير قال استأذن أبو بكر على رسول الله صلى الله عليه و سلم فسمع صوت عائشة عاليا وهى تقول والله لقد عرفت ان عليا أحب إليك من أبي ومنى مرتين أو ثلاثا فاستأذن أبو بكر فدخل فأهوى إليها فقال يا بنت فلانة الا أسمعك ترفعين صوتك على رسول الله صلى الله عليه و سلم

Nu’man bin Basyr berkata “Abu Bakar meminta izin untuk bertemu dengan Rasulullah SAW. Kemudian beliau mendengar suara tinggi Aisyah yang berkata kepada Rasulullah SAW “Demi Allah sungguh aku telah mengetahui bahwa Ali lebih Engkau cintai daripada aku dan ayahku” sebanyak dua atau tiga kali. Abu Bakar meminta izin masuk menemuinya dan berkata “Wahai anak perempuan Fulanah tidak seharusnya kau meninggikan suaramu terhadap Rasulullah SAW”.

.

Hadis Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad Ahmad 4/275 no 18444 juga dalam Fadhail Shahabah no 39. Al Haitsami berkata dalam Majma’ Az Zawaid 9/325 no 15194 “hadis riwayat Ahmad dan para perawinya adalah perawi shahih”. Diriwayatkan oleh Al Bazzar dalam Musnad Al Bazzar no 3275, Al Haitsami berkata dalam Majma’ 9/170 no 14730 “hadis riwayat Al Bazzar dan para perawinya adalah perawi shahih”. Diriwayatkan oleh Nasa’I dalam Al Khasa’is no 110 dan berkata Syaikh Abu Ishaq Al Huwayni Al Atsari dalam Tahdzib Al Khasa’is “sanadnya shahih”. Disebutkan dalam Musnad Ahmad Tahqiq Syaikh Ahmad Syakir dan Hamzah Zain no 18333 bahwa sanadnya shahih.

Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata dalam Musnad Ahmad bahwa sanadnya hasan karena Yunus bin Ishaq. Sebenarnya perawi yang dimaksud adalah Yunus bin Abi Ishaq dan beliau disebutkan dalam At Tahdzib 11 no 744 bahwa ia adalah perawi yang dijadikan hujjah oleh Bukhari, Muslim, Abu Daud, Nasai, Tirmidzi dan Ibnu Majah. Ibnu Ma’in, Ibnu Hibban, Ibnu Sa’ad dan Ibnu Syahin telah menyatakan kalau ia tsiqah. Al Ajli dalam Ma’rifat Ats Tsiqah no 2062 menyatakan kalau Yunus bin Abi Ishaq adalah tsiqah. Jadi yang benar hadis tersebut shahih seperti yang dikatakan Ibnu Hajar dalam Fath Al Bari 7/27

وأخرج أحمد وأبو داود والنسائي بسند صحيح عن النعمان بن بشير

Dan telah dikeluarkan oleh Ahmad, Abu Daud dan An Nasa’I dengan sanad yang shahih dari Nu’man bin Basyr

.

.

Salam Damai

Iklan

24 Tanggapan

  1. Hujjah lawan adalah sebaik baik bukti kebenaran. Kalau dlm surah syuura: 23 aja kita diperintah mencintai keluarga Rasul saaw, masakan Rasul memilih utk lebih mencintai yg lain…mana mungkin

    Salam Damai

  2. Salaam,
    Setelah meneliti siapa SP meurut buku Rijal kontemporer maka didapat.
    1. Abu al-Salahbikin berkata: aku tidak menemukan orang se-alim dia di dunia blog, hanya saja dia condong kepada bid’ah (maksudnya syiah kali ya-pen)
    2. Ibn Hajar bleh : SP Tsiqah, tapi merendahkan Syaikhain.
    3. Cek & Ricek berkata: aku mendengar Abu Jabal berkata: ‘ SP sangat jujur, haditsnya diterima, orang orang mengingkarinya karena kekentalannya dalam kesyiahannya.
    4. Ibnu Tai Minyak berkata: SP terpesona berat dengan Ali oleh karenanya sering melebihkannya dari yang tiga.
    5. Fulan bin Bahlul berkata : SP seorang Rafidi yang Jahat.
    6. Abu Majnun berkata: Ia meriwayatkan kejelekan Muawiyah maka aku robek robek catatan (copy-paste) darinya.
    7. dan selanjtnya masih dalam penelitian; dari Ulama Saraf maupun Kalap

    Haleluya,……..

  3. @hadi
    tapi saya tidak ngelawan siapa-siapa :mrgreen:
    Salam

    @A_Lee
    waduh 😆 😆 😆
    Ok kita lihat satu-satu 😛

    1. Abu al-Salahbikin berkata: aku tidak menemukan orang se-alim dia di dunia blog, hanya saja dia condong kepada bid’ah (maksudnya syiah kali ya-pen)

    ah asli ini salah bikin, banyak kok yang alim di dunia maya ini sebut saja saudara haulasyiah, antosalafy, Ibnu Jakfari dan Gencar ahlul bait. Tapi saya ini benci sekali dengan bid’ah jadi condong kepada bid’ah itu adalah fitnah yang nyata *sok marah mode on*

    2. Ibn Hajar bleh : SP Tsiqah, tapi merendahkan Syaikhain.

    Raanya saya nggak pernah merendahkan Syaikhain 🙂

    3. Cek & Ricek berkata: aku mendengar Abu Jabal berkata: ‘ SP sangat jujur, haditsnya diterima, orang orang mengingkarinya karena kekentalannya dalam kesyiahannya.

    Ho ho saya sudah buat thread khusus yang membantah tuduhan syiah kepada saya yang dilontarkan oleh cek & ricek, anehnya dia gak ada dengungnya lagi sekarang 😛

    4. Ibnu Tai Minyak berkata: SP terpesona berat dengan Ali oleh karenanya sering melebihkannya dari yang tiga.

    Nah ini baru benar, walau namanya jelek Ibnu Tai Minyak itu tidak memfitnah saya dan dia cukup objektif :mrgreen:

    5. Fulan bin Bahlul berkata : SP seorang Rafidi yang Jahat.

    Ah ini tuduhan dan fitnah paling keji, sayangnya perkataan orang yang majhul seperti Fulan bin Bahlul yang gak jelas siapa ini tidak bisa dijadikan hujjah :mrgreen:

    6. Abu Majnun berkata: Ia meriwayatkan kejelekan Muawiyah maka aku robek robek catatan (copy-paste) darinya.

    Yah saya kan mengatakan apa adanya, kalau dibilang itu kejelakan bukan salah saya kan 😛

    7. dan selanjtnya masih dalam penelitian; dari Ulama Saraf maupun Kalap

    he he he ditunggu hasil penelitiannya 😆
    Lucu juga nih, eh sumber rujukannya belum disebutkan tuh, buku Rijal kontemporer mana? 😆
    Salam damai

  4. Numpang senyum
    :mrgreen:

  5. @A-Lee

    😆 😆 😆 😆 Hahahahahha..

    Genius..genius..sesuai dengan nick name anda… 😉

    Kayaknya saya akan tertawa berhari2…

    Wassalam

  6. Rasul SAW lebih mencintai umatnya

  7. Bersuara tinggi dalam berbicara suatu yang biasa kan ? Apalagi dalam berkeluarga kadang kadang ada ketidak cocokan, biasa kan? jangan di perdebatkan, tetapi bagi wanita sebaiknya bersuara datar aja itu lebih mulia kan? Gitu aja kok repot?

  8. itu kan untuk level kita mas awam.

  9. @A-Lee,
    Menghibur mas,… Ibnu Tai Minyak, koq kayanya pernah denger yah ?? hehehehehe.

    @Black,
    Itu bener mas,… tapi kadar cintanya kan beda… yang lebih baik pasti lebih dicintai Rasul.

    @awam Bhanget,
    mmmm setuju sama Halwa.

  10. أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَهُ عَلَى جَيْشِ ذَاتِ السَّلاَسِلِ فَأَتَيْتُهُ فَقُلْتُ أَيُّ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ عَائِشَةُ قُلْتُ مِنَ الرِّجَالِ قَالَ أَبُوهَا قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ عُمَرُ فَعَدَّ رِجَالاً.

    ” Bahwasanya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah mengutus pasukan dalam perang dzatu tsalatsil. Maka aku mendatanginya, dan bertanya kepadanya: “Siapakah orang yang paling engkau cintai?” Beliau shallallahu `alaihi wa sallam menjawab: “Aisyah.” Aku berkata: “Dari kalangan laki-laki wahai Rasulllah?” Beliau menjawab: “Ayahnya”. Aku berkata: “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Umar”. Kemudian beliau menyebutkan beberapa orang ” (HR. Bukhari)

    قُلْتُ ِلأَبِي: أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ بَعْدَ رَسُوْلِ اللهَ ?؟ قَالَ: أَبُو بَكْرٍ. قَلْتُ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: عُمَرُ. وَخَشِيْتُ أَنْ يَقُوْلَ عُثْمَانُ. قُلْتُ: ثُمَّ أَنْْتَ؟ قَالَ: مَا أَنَا إِلاَّ رَجُلٌ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ. (رواه البخاري: كتاب فضائل الصحابة باب 4 وفتح البارى 7/20)

    “Dari Muhammad Ibn Hanafiyyah berkata : Aku bertanya kepada bapakku (yakni Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu): Siapakah manusia yang terbaik setelah Rasulullah ? ? Ia menjawab: “Abu Bakar”. Aku bertanya (lagi): “Kemudian siapa?”. Ia menjawab: “Umar”. Dan aku khawatir ia akan berkata Utsman, maka aku mengatakan: “Kemudian engkau?” Beliau menjawab: “Tidaklah aku kecuali seorang dari kalangan muslimin”. (HR. Bukhari)

    Bahkan Sayyidina Ali ra sendiri pernah berkata :

    لاَ أُوْتِيَ بِأَحَدٍ يُفَضِّلُنِيْ عَلَى أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ إِلاَّ جَلَّدْتُهُ حَدَّ الْمُفْتَرِيْ

    “Tidak didatangkan kepadaku seseorang yang mengutamakan aku diatas Abu Bakar dan Umar, kecuali akan aku cambuk dengan cambukan seorang pendusta ”

    Maka ketika itu seorang yang mengatakan beliau lebih utama dari Abu Bakar dan umar dicambuk delapan puluh kali cambukan. (Majmu’ Fatawa juz 4 hal. 422; Lihat Imamatul ‘Udhma, hal. 313)

    Dan Sebagai Penutup 🙂 :

    Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. (At-Taubah:100)

  11. Ibnu Hajar menyebutkan sebuah hadis dari Aisyah yang mengakui bahwa Ali lebih dicintai Nabi ketimbang Abu Bakar, ayahnya sendiri. Hadis itu diakui kesahihannya oleh Ibnu Hajar. Ibnu Hajar berkata, “Ahmad, Abu Daud dan an Nasa’i meriwayatkan, dan ia mensahihkannya dengan sanad dari Nu’man ibn Basyir, ia berkata, ‘Abu Bakar meminta izin masuk ke rumah Nabi saw., lalu ia mendengar suara keras Aisyah, ia sedang mengangkat suaranya seraya berkata:

    لَقَدْ عَلِمْتُ أَنَّ علِيًّا أَحَبُّ إليكَ مِنْ أبي

    “Aku benar-benar telah tahu bahwa Ali lebih engkau cintai ketimbang ayahku
    Fathu al Bâri14/158-159

    Telah diriwayatkan dengan berbagai jalur periwayatan (sanad) bahwa Nabi saw. diberi hadiah seekor burung panggang, lalu beliau bersabda memohon kepada Allah SWT:

    اللَّهُمَّ إئْتِنِي بِأَحَبِّ خَلْقِكَ إلَيْكَ يَأْكُلُ مَعِيْ هَذَا الطَيْرَ.

    “Ya Allah datangkan kepadaku makhluk-Mu yang paling Engkau cintai agar makan bersamaku burung ini.”
    Sunan at Turmudzi dengan syarah Al Mubarakfuuri, 10/240-241, bab 95, hadis 3820 dan ia berkata, ”Ini adalah hadis hasan.” Al Bidayah wa An Nihayah,7/357 dan ia menggolongkannya hadis hasan. Dan At Taaj Al Jami’ Lil Ushul,3/334.

    Hadis riwayat At Turmudzi,10/223, bab87, hadis 3805. dan Khashaiâsh: 25, hadis 12 dengan tambahan: maka Abu Bakar datang, Nabi menolakknya masuk, Umar datang Nabipun menolaknya lalu datanglah Ali maka Nabi mengizinkannya. Dan dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Anas ibn Malik pembantu rumah tangga Nabi saw. berusaha menghalang-halangi Imam Ali as. untuk masuk menemui Nabi saw. dan ketika ditegur ia beralasan bahwa ia ingin kalau yang mendapatkan kemuliaan itu adalah seorang dari anggota sukunya

    Salam

  12. @ Muhibbin

    Apakah kamu lebih menyukai istikharah daripada munajat?

    Mana yang banyak kamu berbuat dalam menyatakan keyakinanmu bahawa ALLAH Maha Mengetahui?

  13. @Leave a Reply,

    Ane lebih menyukai berjalan dalam jalan keimanan seperti yang telah ALLAH perintahkan melalui RasulNYA Muhammad Saw dan diteruskan oleh para shalafus Shalih berdasarkan dalil yang jelas 😀

    Insha ALLAH ente bisa mengerti 🙂

  14. Setuju dengan sodara Muhibbin

    Abu Bakar adalah org yg jugha dipuji oleh Allah dlm Qur’an
    dlm surat al lail, dan jugha surat Attaubah ayat 40, Dan jugha surat Azzumar 33

    Begitu pula umar dlm surah Al Anfal 64,
    Dan bukankah beberapa ayat qur’an itu turun berhubungan dengan Umar (ex. Al-baqarah 125, Al-Ahzab ; 53, Annisa :43, Al-Maidah 90- 91,Al waqiah:39-40 dan Annur :58)

    Sebagaimana Ustman (Al Fath 18)

    Dan Ali dlm surat Al ahzab 33

    Ayat2 diatas saya cantumkan Tidak bermaksud melebih kan satu shabat dengan yg lain (krn hny Allah yg tau kadar keimanan mereka) mungikin terlihat saya menuliskan ayat2 tentang abu bakar dan umar melebihin yg lain, itu melainkan karena kelemahan saya sebg manusia biasa yg g bisa menghafal seluruh ayat qur an dan asbabun nuzulnya

    Lagi pula mereka berempat sebagai sahabat Rasulullah adalah org2 yg Allah telah ridha kepada mereka

    “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”. (Qs: at-Taubah : 100).

    Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung. Allah telah menyediakan bagi mereka syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (Qs. at-Taubah 89)

    “Apakah engkau mengetahui, bahwa Allah Ta’ala telah melihat (ke dalam hati) orang-orang yang ikut dalam perang Badar, lalu Ia berfirman: “Lakukanlah apa yang kalian kehendaki, sungguh Aku telah mengampuni kalian”.HR. al-Bukhari, no. 3983, dan Muslim, no. 2494

    hadits riwayat Imam at-Tirmidzi no. 4112
    bersabda: “Abu Bakar di syurga, Umar di syurga, Utsman di syurga, Ali di syurga, Thalhah di syurga, Zubair di syurga, Abdurahman ibn Auf di syurga, Sa’ad (ibn Abi Waqqash) di syurga, Said (ibn Zaid ibn Amru ibn Nufail) di syurga, Abu Ubaidah ibn al-Jarrah di syurga”

    Dalam banyak riwayat yang shahih, ketika Ali ibn Abi Thalib ra. ditanya tentang orang yang paling mulia setelah Rasulullah saw., dengan tegas beliau menjawab: Abu Bakar, lalu Umar, lalu Utsman ra., bahkan beliau mengancam akan mencambuk siapa saja yang melebihkan beliau atas Abu Bakar dan Umar ra. (Lihat riwayat al-Bukhari , Imam Ahmad dalam Musnad Ali ibn Abi Thalib ra. no. 834, 836, 837,879,880, dan Imam Ibnu Abi Ashim dalam as-Sunnah no. 1001 dan 826).

    Dan hadist2 diatas bukan bermaksud jugha bahwasnaya saya tidak mencintai ahlul bait, krn sya jugha akan mengutip hadist

    Abu Bakar ra, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (7/98):
    “Sungguh, keluarga Rasulullah saw. lebih aku cintai dari keluargaku sendiri”
    Bahkan Zaid ibn Tsabit ra. ketika bertemu Abdullah bin Abbas ra. di sebuah jalan, beliau turun dari kendaraan lalu mempersilahkan beliau mengendarainya, seraya berkata: “Demikianlah Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk memperlakukan (dengan baik) keluarga beliau”.

    Sungguh merendahkan sahabat adalah sesuatu yg tercela
    dan hanya memberikan kesan kepada kaum non muslim bahwasanya itu adalah kegagalan Rasulullah untuk mendidik sahabatnya dan Islam hanya cocok sampai Rasulullah meninggal dunia

    lagi pula ……

    Dari Abu Sa’id ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jangan kalian mencela seorang-pun dari sahabatku. Sungguh jika salah seorang diantara kalian berinfaq sebesar gunung uhud emas, maka itu belum menyamai segenggam (dari infaq) mereka dan tidak pula setengahnya”. HR. al-Bukhari, no: 3673, Muslim, no: 2541

    Ibnu Umar radhiallahu anhuma berkata: “Jangan kalian memaki sahabat-sahabat Muhammad shallallahu alaihi wasallam, sungguh keberadaan mereka sesaat (di sisi Nabi shallallahu alaihi wasallam) lebih baik dari pada amal ibadah kalian selama empat puluh tahun”. Riwayat Ahmad dalam Fadhailus Shahabah, I/57, Ibnu Majah no: 158, Ibnu Abi Ashim, II/484. Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah, I/32.

    Dari Uwaim bin Sa’idah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah memilih diriku, lalu memilih untukku para sahabat dan menjadikan mereka sebagai pendamping dan penolong. Maka siapa yang mencela mereka, atasnya laknat dari Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Allah Ta’ala tidak akan menerima amal darinya pada hari kiamat, baik yang wajib maupun yang sunnah”. HR. Al-Hakim dalam al-Mustadrak, beliau berkata: Sanadnya Shahih, dan disepakati oleh az-Dzahabi, III/632. Akan tetapi didhaifkan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ad-Dhaifah, no: 3157

    Dari Abdullah bin Mughaffal radhiallahu anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Berhati-hatilah tentang sahabatku, jangan kalian jadikan mereka bahan ejekan sepeninggalanku. Siapa yang mencintai mereka, maka dengan cintaku aku mencintainya. Dan siapa yang membenci mereka maka dengan kebencianku akupun membenci mereka. Siapa yang menyakiti mereka maka sungguh ia telah menyakiti aku. Siapa yang menyakiti aku maka ia telah menyakiti Allah. Dan siapa yang menyakiti Allah, maka pasti Ia akan menyiksanya”. (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata: Hadits ini Hasan. Akan tetapi Syaikh al-Albani menyatakan dha’if dalam Dha’if at-Tirmidzi no: 808.)

    Sungguh bagi org2 yg membicarakan kejelkan dan merendahkan para shabat Rasulullah abik itu ahlul bait maupun tidak adalah suatu keslhan, dan sudah menjadi kehrzan bg org tersebut untuk mendoakan org yg dibicarakan kejelkannya ataupun direndahkan olehnya, maka berinfaklah dijalan allah untuk menebus dosa tersebut dan bertobatlah

    sungguh membicarakan kejelekan org lain dan merendahkan adalah suatu yg haram dlm Islam

    Dan janganlah sebagian kalian ghibah (menggunjing) sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka tentulah kalian akan merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang” [Al-Hujurat : 12]

    ahukah kalian apa itu ghibah (menggunjing)?. Para sahabat menjawab : Allah dan Rasul-Nya yang paling tahu. Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Ghibah adalah engkau membicarakan tentang saudaramu sesuatu yang dia benci. Ada yang bertanya. Wahai Rasulullah bagaimana kalau yang kami katakana itu betul-betul ada pada dirinya?. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : Jika yang kalian katakan itu betul, berarti kalian telah berbuat ghibah. Dan jika kalian katakan tidak betul, berarti kalian telah memfitnah (mengucapkan kebohongan)” [HR Muslim : 4690]

    Ketika beliau di mi’rajkan, beliau melewati sekelompok orang yang mempunyai kuku-kuku dari tembaga. Mereka mencakar-cakar wajah dan dada mereka sendiri dengan kuku tembaga tersebut. Lalu beliau bertanya kepada Jibril : Wahai Jibril siapa mereka itu?. Jibril menjawab : Mereka adalah orang-orang yang sering makan daging manusia, dan mereka yang suka membicarakan kejelekan orang lain” [HR Ahmad dan Abu Dawud dengan sanad jayid dari Anas Radhiyallahu ‘anhu]
    Al-Allamah Ibnu Muflih berkata : Sanad hadits tersebut shahih. Beliau berkata : Dan Abu Dawud meriwayatkan dengan sanad hasan sebuah hadits dari Abu Hurairah secara marfu.

    Dan ingatlah jugha bahwasnaya Rasulullah telah menyatukan ke empat shabat dlm suatu hubungan kekrabatan dan persaudaraan atas nama Islam, dan bukanlah hak kita untuk memutuskan ikatan yg Rasulullah telah jalin bersama mereka, Abu bakar yg anaknya dinikahi Rasulullah, Umar yg anaknya dinikahi Rasulullah dan menikahi ANak ALi bin Abi thalib, Utsman yang dinikahkan dengan 2 putri Rasulullah, dan Ali bin Abi thalib yang dinikahkan dengan Fatimah oleh RAsulullah, dan ALi adalah keponakan Rasulullah. RAsulullah telah memilih mereka sebagai pemimpin2 sesudah beliau yg dengan mereka Islam saat ini sampai di Indonesia

    Dan kalaupun ada konflik dan problem diantara mereka, itu adalah hsl ijtihad mereka dan kita tidak perlu menghakimi apa yg mereka lakukan biarlah Allah dan Rasulnya yg menghakimi

    Itu adalah umat yg telah lalu, baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggung jawaban tentang apa yang telah mereka lakukan (Al- Baqarah 141)

    Dan apabila ada perbedaan pendapat diantara mereka kita harus bersikap sebgaimana Ali ra menyikapi perbedaan diantara sesama Muslim dengan mengatakan krn mereka sahabat bukanlah org2 yg muysrik ALi berkata tentang para shabat yg memeranginya, “Sesungguhnya mereka telah melarikan diri dr kemusyirkan”, dan mereka bukan org munafik, ALi saat ditanya mslh itu, “Kami berlindung kpd Allah dari kemunafikan. Sebab, org2 yang munafik tdk pernah mengingat Allah kecuali sedikit.” dan Ali pun ditanya, lalu siapakah mereka? ali menjawab, “Mereka adalah saudara2 yang menentang kita”

    Dan sepertinya Pemikiran ALi adalah pemikiran yg pling benar untuk menyikapi perbedaan

    Dan semoga Allah mengahapuskan kebencian dan menjadikan sodara dan semoga itu jugha terjadi pada kita yang sedang membaca di forum2 ini

    “Dan KAmi lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap- hadapan di atas dipan dipan (Al-Hijr: 47)

    AMiin aminn ya rabbal alamin

  15. Ali mempunyai keutamaan..
    Muawiyah pun demikian..
    Rodhiyallohu anhuma..
    Siapa kalian ini??? Apa hak kalian berkomentar terhadap dua sahabat ini? Sudahlah…mereka sudah berlalu dengan amal-amal mereka…
    Dan kita mari beramal…
    peace

  16. @salaf

    Mungkin maksud anda berkomentar negatif? Kalau Imam Ali ya memang tdk pantas dikomentari negatif. Tapi kepada Muawiyyah? Rasul saw telah mengomentari yg negatif kepadanya, para pengarang kitab sejarah pun begitu. Anda pikir darimana kami memperoleh informasi ini? Mengapa anda pakai kata “kalian”? Apakah anda boleh, kami tidak boleh?

    Salam

  17. @salaf
    Imam Ali punya kelebihan tidak tercela
    Muawiyah punya kelebihan tapi tercela
    Laknatullah
    Kami adalah orang2 yang mencari kebenaran.
    Kami berhak mengomentari mereka. Karena Allah mereka adalah Allah kami. Rasul mereka adalah Rasul kamai. Dan apabila ada yang SESAT kami katakan sesat supaya jangan diikuti.
    Dan bagi kami siapa saja yang diperintah Rasulullah SAW untuk dicintai kami taat dan menyintai. Kalau Rasulullah SAW perintahkan menyintai seseorang maka kita cintai dan mencela MUSUHNYA.
    Anda memanggil mari beramal.
    Per-tama2 amal adalah tegakkan kebenaran dan tolak kemungkaran. Kami sekarang sedang beramal dengan mencari kebenaran sedang anda membela kemungkaran

  18. @Ekiyama

    Your comment is The best comment ever seen…. two thumbs for you…

  19. @ekiyama/paiman2

    (1) At-Taubah: 40
    Jika anda anggap salah seorangnya adalah Abubakar, maka anda keliru jika hal itu menunjukkan keutamaan beliau. Malah sebaliknya menunjukkan ketidakutamaan seorang sahabat yg disampingnya berdiri Rasul saw, penjaga umatnya dan pemberi berita gembira.

    (2) Az-Zumar: 33
    Yang membenarkan pertama kali mengenai kenabian dan kerasulan Nabi saw adalah Imam Ali. Pada saat itu Abubakar msh kafir.

    (3) Al-Anfal
    Terlalu umum. Imam Ali sdh pasti termasuk di dalamnya

    Itu sajalah. Yang lainnya jg ga ada apa-apa yg menunjukkan keutamaan salah seorang sahabat.

    Sy jg pengen komentari yg ini;

    Tahukah kalian apa itu ghibah (menggunjing)?. Para sahabat menjawab : Allah dan Rasul-Nya yang paling tahu. Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Ghibah adalah engkau membicarakan tentang saudaramu sesuatu yang dia benci

    Sy ingin nanya kepada anda, menurut anda apakah yg dilakukan oleh para sahabat itu buruk shg menjadi suatu yg dibenci jika dibicarakan? Silakan dijawab. Sepengetahuan sy, mrk (para sahabat) dan anda menganggap apa yg telah mereka lakukan adalah sebuah kebaikan bukan keburukan.

    Salam

  20. (1) At-Taubah: 40
    Jika anda anggap salah seorangnya adalah Abubakar, maka anda keliru jika hal itu menunjukkan keutamaan beliau. Malah sebaliknya menunjukkan ketidakutamaan seorang sahabat yg disampingnya berdiri Rasul saw, penjaga umatnya dan pemberi berita gembira

    Astaghfirullah, dasar akal ente sudah dijungkirbalikkan oleh rofidhoh! baca donk bener2 tuch ayat, dimana Allah mengabadikan persahabatan dan kedekatan mereka ente bilang bukan keutamaan ajiib!!

  21. @logika yang parah
    Dengan komentar anda terhadap At-Taubah 40, maka bukan logika anda parah tapi terbalik.
    Yang dibicarakan adalah KEUTAMAAN Abubakar. Bagaimana mungkin seorang beriman harus berdukacita karena takut padahal ia bersama Rasulullah?
    Hanya orang yang TIDAK beriman yang merasa takut ketika berada bersama Rasul. Sampai Rasul harus mengucapkan jangan sedih Allah bersama kita Dimana keutamaan Abubakar kalau dianggap Abubakar yang menemani Rasul pada waktu dalam gua Wasalam

  22. Nu’man bin Basyr berkata “Abu Bakar meminta izin untuk bertemu dengan Rasulullah SAW. Kemudian beliau mendengar suara tinggi Aisyah yang berkata kepada Rasulullah SAW “Demi Allah sungguh aku telah mengetahui bahwa Ali lebih Engkau cintai daripada aku dan ayahku” sebanyak dua atau tiga kali. Abu Bakar meminta izin masuk menemuinya dan berkata “Wahai anak perempuan Fulanah tidak seharusnya kau meninggikan suaramu terhadap Rasulullah SAW”.

    Di atas adalah perkataan Aisyah yang tidak ma’sum

    Amr bin Ash pernah bertanya kepada Rasul, “Siapakah orang yang paling Anda cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah”. “Dari kalangan laki-laki?” tanya Amr. “Ayahnya, Abu Bakar”, jawab Beliau. “Kemudian siapa?” tanya Amr. “Umar bin Khaththab”, jawab Beliau.” (HR. Al-Bukhari)

    Di atas adalah perkataan yang keluar langsung dari lisan Nabi SAW yang ma’sum.

    Silahkan anda pilih yang mana…

  23. @sok ……
    Apa benar Rasulullah berkata demikian?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: