Bersyukur

Saya hanya mau mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan ditutupnya blog-blog penghina Nabi Muhammad SAW. Blog-blog itu tidak hanya menyerang Islam tetapi telah merendahkan etika sesama umat beragama. Semoga di masa yang akan datang tidak akan ada blog-blog yang melakukan penistaaan terhadap agama tertentu. Awalnya sempat khawatir juga sih kalau kasus pemblokiran WP di Turki yang menghebohkan itu bakal terjadi di negeri tercinta ini hanya karena blog-blog seperti itu. Untunglah WordPress bersikap cepat dan bijak dengan langsung memblokir blog-blog tersebut. Salut sama Mr WP dan saya ucapkan terimakasih banyak. Semoga Mas yang baik ini tidak akan pernah Berduka lagi.

Salam Damai

Iklan

Kedudukan Hadis “Aku Tinggalkan Kitab Allah dan Sunahku Agar Tidak Sesat”

Kedudukan Hadis “Aku Tinggalkan Kitab Allah dan Sunahku Agar Tidak Sesat”


إني خلـّفـت فيكم شيئين، لن تضلوا بعدهما أبدا، كتاب الله وسنتي

Aku tinggalkan pada kamu dua hal yang jika kamu pegang teguh pasti kamu  tidak akan sesat selamanya yaitu Kitabullah dan SunahKu

Hadis dhaif jiddan(sangat lemah). Dikeluarkan oleh Malik dalam Al Muwatta II/899 dan Al Hakim I/93. Dalam Al Muwatta, hadis ini dikeluarkan Malik tanpa sanad sehingga terputus dua perawi atau mu’dal. Hadis mu’dal adalah hadis yang sangat dhaif. Dikeluarkan oleh Al Hakim dengan dua jalur. Jalur pertama di dalamnya ada Ibnu Abi Uwais dan Ayahnya, disebutkan dalam At Tahdzib kalau Ibnu Main, Abul Qasim Al Alkaiy dan An Nasai mendhaifkannya. Ia dan ayahnya suka mencuri hadis, Ia dikatakan berdusta dan tertuduh membuat-buat hadis. Jalur kedua didalamnya ada Shalih bin Musa yang dikenal dhaif. Ia didhaifkan Ibnu Main, Abu Hatim, An Nasai, Ibnu Hibban dan Al Bukhari. Disebutkan dalam At Taqrib kalau Shalih bin Musa itu matruk dan Adz Dzahabi menyebutnya wahin(lemah) dalam Al Kasyf. Al Hakim tidak meshahihkan kedua jalur yang ia keluarkan bahkan ia berkata hadis ini gharib(asing) dan begitu pula Adz Dzahabi mendiamkannya, tetapi dalam At Tattabu’ Syaikh Muqbil Wadi’i melemahkan kedua jalur tersebut. Hadis ini bahkan dinyatakan maudhu'(palsu) oleh Sayyid Habib bin Ali As Saqqaf dalam kitab beliau Syarh Aqidah Ath Thahwiyah Baca lebih lanjut