Jalaludin Rahmat dan Al Qurtubi

Muqaddimah

Keduanya adalah Manusia yang menjadi guru saya kendati saya tidak mengenal mereka dan merekapun tidak mengenal saya. Hanya saja Guru dalam pandangan saya bukan berarti saya harus sepaham dan sependapat, tidak, tidak gak mesti harus begitu. Siapapun Ia, jika saya mendapat sesuatu darinya maka Ia adalah guru saya. Dan jika saya tidak sependapat atau saya berpandangan mereka keliru maka saya juga tidak punya kewajiban untuk tetap sependapat. Baca lebih lanjut

Iklan