Maka Matilah Dengan Terkutuk

Maka Matilah Dengan Terkutuk

Ada Anak Manusia Yang Berteriak Parau
Hatinya Yang Suram Begitu Galau
Seolah Dia Teraniaya
Padahal Dia Seorang Penganiaya

Anak Yang Tidak Sempurna Memandang Dirinya
Hingga Pandangannya Menuduh Sang Kuasa
Tidak Terlihat Olehnya Selimut Gelap Dalam Hatinya
Hingga Dia Menggerutu Seperti Orang Hina

Lupakah Dia Akan Karunia
Yang Terus Mengalir Dalam Hidupnya
Begitulah Mereka Yang Tidak Bersyukur
Dijadikan Dalam Hatinya Derita Yang Bertabur

Tidakkah Dia Ingat Telah Dijadikan Padanya Kecerdikan Dan Kemudahan
Lantas Dimana Rasa Syukurnya
Lupakah Dia Telah Dijadikan Padanya Pandangan Yang Luas Dalam Kehidupan
Lantas Mengapa Begitu Sempit Dia Memandang Dirinya

Sungguh Memalukan Semua Keluhannya
Maka Matilah Dengan Terkutuk
Sungguh Dia Tidak Bersyukur Atas Jiwanya Yang Tersisa
Maka Matilah Dengan Terkutuk

Mengapa Dia Tidak Melihat Kemurahan Atas Semua Kesalahannya
Maka Matilah Dengan Terkutuk
Mengapa Dia Tidak Melihat Pantaskah Semua Keluh Kesahnya
Maka Matilah Dengan Terkutuk

Sungguh Jika Dia Benar-benar Tidak Berhenti Dari Keluh Kesahnya
Maka Akan Benar-benar Dijadikan Baginya Kematian Yang Terkutuk
Sungguh Jika Dia Benar-benar Tidak Bisa Terus Bersabar Atas Pilihannya
Maka Dia Akan Benar-benar Mati Dengan Terkutuk