Takhrij Hadis Berpuasa Itu Sehat

Takhrij Hadis Berpuasa Itu Sehat

Tulisan ini dihadiahkah kepada saudara yang jauh disana, walaupun agak terlambat kami harap tulisan ini bisa diterima dengan baik. Hadis berpuasalah maka kalian akan sehat termasuk hadis yang sering dibawakan oleh para da’i atau penceramah yang ramai bermunculan di bulan ramadhan.

عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم اغزوا تغنموا وصوموا تصحوا وسافروا تستغنوا

Dari Abu Hurairah yang berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Berperanglah maka kalian akan mendapat ghanimah, berpuasalah maka kalian akan sehat dan bepergianlah maka kalian akan cukup.

Hadis ini diriwayatkan oleh Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Awsath 8/174 no 8312, Al Uqaili dalam Ad Dhu’afa 2/92 no 549, dan Abu ‘Arubah dalam Juz Ahadits Abu ‘Arubah Al Harraani no 45 semuanya dengan jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abi Dawud dari Zuhair bin Muhammad Abul Mundzir dari Suhail bin Abi Shalih dari Abi Shalih dari Abu Hurairah secara marfu’.

.

.

Hadis ini mengandung illat [cacat] yaitu pada Zuhair bin Muhammad Abul Mundzir. Ahmad bin Hanbal menyatakan tsiqat terkadang menyatakan “tidak ada masalah”, Ibnu Ma’in menyatakan tsiqat. Utsman Ad Darimi dan Shalih bin Muhammad menyatakan tsiqat shaduq. Nasa’i menyatakan dhaif. Abu Zur’ah memasukkannya dalam Adh Dhu’afa. As Saji berkata shaduq munkar al hadits. Bukhari berkata “jika yang meriwayatkan darinya penduduk Syam maka riwayatnya mungkar dan jika yang meriwayatkan darinya penduduk Bashrah maka riwayatnya shahih”. Hal yang sama juga dikatakan oleh Ahmad, Abu Hatim dan Al Ijli [At Tahdzib juz 3 no 645]. Ibnu Hajar menyatakan bahwa riwayat penduduk Syam dari Zuhair bin Muhammad adalah dhaif [At Taqrib 1/317]. Yang meriwayatkan hadis ini dari Zuhair bin Muhammad adalah Muhammad bin Sulaiman bin Abi Dawud Al Harrani termasuk penduduk Syam maka riwayatnya disini dinyatakan dhaif.

Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Abbas sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Ady dalam Al Kamil 7/57 dengan jalan dari Nahsyal bin Sa’id dari Adh Dhahhak dari Ibnu Abbas secara marfu’. Tetapi hadis ini sangat dhaif karena Nahsyal bin Sa’id. Abu Dawud Ath Thayalisi dan Ishaq bin Rahawaih menyatakan ia pendusta. Ibnu Ma’in berkata “tidak tsiqat”. Abu Zur’ah dan Daruquthni berkata “dhaif”. Abu Hatim dan Nasa’i menyatakan ia matruk. Abu Sa’id An Naqaasy berkata “ia meriwayatkan dari Adh Dhahhak hadis-hadis palsu [At Tahdzib juz 10 no 866]

Kemudian hadis ini diriwayatkan pula oleh Ali bin Abi Thalib alaihis salam sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Ady dalam Al Kamil 2/357 dengan jalan dari Husain bin ‘Abdullah bin Dhumairah dari ayahnya dari kakeknya dari Ali secara marfu’. Hadis ini sangat dhaif karena Husain bin ‘Abdullah bin Dhumairah, ia didustakan oleh Malik, Abu Hatim berkata “matruk al hadits pendusta”. Ibnu Ma’in menyatakan tidak tsiqat. Bukhari berkata “munkar al hadits dhaif”. Abu Zur’ah berkata “tidak ada apa-apanya, ditolak hadisnya”. Daruquthni berkata “matruk”. Nasa’i berkata “tidak tsiqat dan tidak ditulis hadisnya”. Ibnu Jarud menyatakan ia pendusta dan tidak ada apa-apanya. [Lisan Al Mizan juz 2 no 1214]

Secara keseluruhan hadis ini dhaif. Al Iraqi dalam Takhrij Al Ihya’ 3/75 menyatakan hadis ini dhaif. Syaikh Al Albani memasukkan hadis ini dalam Silsilah Ahadits Adh Dhaifah no 253 dan menyatakan hadis ini dhaif. Jika ada yang beranggapan kalau matan hadisnya tidak bermasalah maka kami katakan cukup banyak matan hadis yang tidak bermasalah dengan sanad yang dhaif tetapi para ulama tetap tidak menisbatkannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kami cukup banyak menemukan para da’i yang menjadikan hadis ini sebagai hujjah kalau puasa itu menyehatkan seraya mereka mengutip berbagai ulama terkenal. Kami sendiri bertawaquf dalam hal ini, bisa jadi Allah SWT menjadikan salah satu manfaat puasa itu menyehatkan tetapi tentu saja ini berbeda dengan orang yang bersemangat dengan pasti mengatakan kalau puasa itu menyehatkan ketika ia berdakwah kepada orang banyak.

.

.

Catatan Bagi Kaum Nonawam

Bagi kami pribadi, berbicara atas nama agama apalagi menisbatkan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bukan perkara sepele. Beberapa orang terjebak dalam konsep awamisme bahwa hal-hal yang berbau metodologi yang rumit bukan makanan orang awam. Itu benar, tetapi alangkah baiknya jika yang disampaikan kepada orang awam adalah suatu perkara yang memang memiliki hujjah atau dasar yang kuat. Mungkin itu sebabnya ada orang tertentu yang malas mendengarkan ceramah agama dan lebih suka belajar agama sendiri atau belajar di halaqah keilmuan yang khusus membahas ilmu agama.

Kasus seperti ini hampir mirip dengan berbagai kasus pseudosains yang marak menjangkiti kaum awam. Seperti teori evolusi yang marak didustakan oleh orang-orang awam yang terjangkiti pseudosains Harun Yahya. Mereka yang tidak pernah mempelajari teori evolusi dengan berbagai rincian yang berjilid-jilid [ada banyak karya ilmiah tentang evolusi] jelas tidak akan pernah tahu kebenarannya. Sangat disayangkan kalau mereka mengenal apa itu evolusi dari buku yang jelas-jelas mengklaim meruntuhkan teori evolusi. Kami melihat cukup banyak saudara kami yang muslim bahkan para da’i yang menyuarakan hal yang sama “keruntuhan teori evolusi” atau mengatakan  evolusi bertentangan dengan agama. Anomali seperti ini jelas disebabkan mereka tidak care dengan yang namanya metodologi. Mengapa mereka yang bertitel “kaum akademisi” atau yang bertitel “para da’i” mau-maunya berpikir secara awam? Mengapa mereka tidak berpikir apakah benar teori evolusi seperti itu?. Celakanya mereka ini terkadang berbicara kepada banyak orang [kaum awam] dengan mengatasnamakan agama.

Kasus lain mungkin dapat dilihat dari saudara kami yang begitu bersemangat dalam agama hingga taklid buta kepada ulama yang memfatwakan kalau bumi itu pusat tata surya atau matahari mengelilingi bumi. Mereka beranggapan seolah penduduk dunia sudah tertipu beratus ratus tahun. Dan tidak jarang mereka berbicara atasa nama Agama Al Quran dan Al Hadits. Anomali ini juga disebabkan mereka tidak memiliki kepedulian dengan yang namanya metodologi. Metode sederhana jika seseorang ingin mencari kebenaran adalah belajar dengan yang ahlinya atau mempelajari ilmu beserta rinciannya yang memang banyak. Itulah resiko kalau mau mencari kebenaran. Jika memang mau berpikir secara awam maka tetaplah menjadi kaum awam dan tidak perlu mendakwahi banyak orang atas nama agama. Bukankah ada ilmu yang mempelajari soal tata surya, matahari dan bumi!. Mengapa mereka tidak berpikir untuk mempelajari apa dasarnya ilmu alam menyebutkan kalau matahari pusat tata surya dan bumi mengelilingi matahari?. Boleh boleh saja bersemangat dalam agama tetapi tolonglah juga bersemangat dalam belajar dengan cara yang benar.

Bayangkan jika para da’i atau para pemuda yang begitu bersemangat berdakwah ketika mereka berbicara atas nama agama mereka mendustakan fakta-fakta ilmiah seperti evolusi, bumi mengelilingi matahari dan yang lainnya. Orang awam yang memang tidak begitu minat mempelajari berbagai detail secara ilmiah ya  percaya-caya saja. Tetapi ingatlah akan ada orang-orang dari dunia ilmiah yang mendengar dan akan ada juga anak-anak kaum awam yang belajar ilmu alam, apa jadinya jika mereka mendengar agama mendustakan kebenaran ilmiah yang mereka yakini dan pelajari.  Lahirlah fenomena aneh yang tidak perlu ada seolah-olah Agama bertentangan dengan Sains. Dan bayangkan pula jika para da’i begitu bersemangat berdakwah atas nama agama mengatakan sesuatu sebagai kebenaran ilmiah tetapi ternyata dalam dunia ilmiah hal itu tidak pernah dinyatakan sebagai suatu kebenaran yang terbukti secara ilmiah.

Kembali ke hadis puasa di atas, kami tidak pernah mendustakan kalau puasa itu menyehatkan tetapi kami belum begitu berani untuk berbicara atas nama agama bahwa puasa itu memiliki hikmah menyehatkan siapapun yang melakukannya. Jika anda atau siapa saja ingin menyatakan puasa itu menyehatkan secara medis maka berbicaralah dengan bukti. Jika anda mengetahui hadis shahih yang menyatakan demikian maka silakan ditunjukkan dan jika anda mengetahui ada berbagai fakta ilmiah dari kalangan medis yang menyatakan demikian maka tunjukkanlah. Begitulah cara menyampaikan dengan benar. Mengapa anda menyatakan puasa itu sehat hanya dengan mengutip perkataan ulama yang bukan ahli di bidang medis?. Mengapa anda menyatakan puasa itu sehat hanya dengan mengutip hadis yang tidak dinyatakan shahih oleh para ulama atau tidak shahih sesuai standar ilmu hadis?.

Tulisan ini tidak bertujuan untuk menghujat siapapun dan tolong anggaplah tulisan ini sebagai masukan bagi anda kaum nonawam agar memperbaiki diri dalam berdakwah. Kita orang muslim wajib berpuasa dan kita dengan rela melakukannya tetapi Allah SWT tidak pernah memberatkan hamba-hambanya bagi mereka yang tidak mampu menjalankan puasa karena sakit atau yang lainnya, Allah SWT telah menetapkan aturan bagi mereka. Apakah begitu perlunya bagi anda untuk dikatakan puasa itu menyehatkan baru anda mau melakukannya? rasa-rasanya tidak. Apakah perlu bagi kita berbangga diri karena puasa itu menyehatkan? rasa-rasanya tidak. Jadi adakah wajib bagi anda untuk mendakwahkan kalau puasa itu menyehatkan? Maaf bagi kami rasa-rasanya tidak. Puasa bisa jadi menyehatkan manusia dan insya Allah itu akan dirasakan oleh mereka yang menjalankannya, tetapi sekali lagi rasanya anda tidak perlu bersemangat menyampaikannya jika anda kesulitan untuk membuktikan apakah itu benar atau tidak. Menisbatkan sesuatu atas nama agama harus tanggung jawab dan menisbatkan sesuatu atas nama medis [sains] ya juga harus tanggung jawab. Nah jika anda tidak mau tanggung jawab maka tidak perlu main nisbat-nisbatan. Salam Damai

About these ads

72 Tanggapan

  1. SaLam..
    Selamat menunaikan ibadah puasa bulan ramadhan. Semoga diterima semua amal ibadah kita di bulan suci ini,amiiin.
    WassaLam

  2. Terlapas dari hadis itu shahih atau dhaif, berpuasa bisa menyehatkan bila dilakukan dengan benar. Sehat raga bila tepat dan benar waktu sahur berbuka dan makan minum dengan cara yang benar pula, tidak melampau batas. Dan, sehat batin bila saat berpuasa mampu menahan segala bentuk godaan hawa nafsu serta menyucikan jiwa.

    Yang pasti tujuan puasa adalah untuk membuat seseorang menjadi takwa. Bila setelah sebulan puasa masih suka memfitnah, masih suka dengki, inkonsistensi dan masih suka melakukan kejahatan, terorisme dan segala bentuk kekejian maka tentu saja puasanya gagal.

    Salam.

  3. Thanx ats info-a…
    Minta tambahan satu lg kpd bung SP takhrij hadits yg sering ddengung2kn para ustad/da’i, bhw tidur-a org yg brpuasa adlh ibadah…
    Sy punya tmen, dr pagi mpe menjelank buka puasa dia tidur,paling bngun sbntr to shlat dzhur/ashar stlh tu tidur lg. Alasan-a sprti tsb d atas.
    “Al-sha_im fi ‘ibaadatin wa in kaana raaqidan ‘alaa firaasyih”.
    Thanx sblm-a…

  4. betul, karena pemahaman hadits yg tdk jelas dan pemahaman alquran yg nyasar, banyak org yg memaksakan diri berpuasa walau sebenarnya dia sdng sakit. padahal jelas sakitnya itu menuntut tdk berpuasa. hanya karena pemahaman hadits yg salah dan ayat yg rancu.

  5. “Berperanglah maka kalian akan mendapat ghanimah, berpuasalah maka kalian akan sehat dan bepergianlah maka kalian akan cukup.
    Saya ragu atas ungkapan tsb adalah hadits atas dasar
    1.Setiap perintah yang disampaikan Rasul dari Allah
    GANJARAN diakhirat
    2.Ungkapan tsb diatas GANJARAN didunia (abu Hurairah dikenal sebagai pencinta dunia)
    3 Berpuasa adalah berperang melawan Iblis (nafsu).
    Bisa saja berpuasa menyebab kita sehat, karena menolak pembawa mudharat (iblis/ayathan pembawa mudharat).
    Kalau telah terlambat mengucapkan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA.
    Lupanya sekalian sampai LEBARAN. Baru saling memaafkan. Wasalam

  6. seperti biasa bung SP menyajikan begitu wah, hehehehe

    syukron bung ^^,

    @xhany: memaafkan kayaknya gak perlu harus lebaran dulu tapi setiap saat kita harus saling memaafkan jangan sampai iblis mendapat celah dihati kita :D

  7. @yupz-1599
    Anda benar. Malahan saya tidak pernah menunggu diminta atau tidak.
    Cuma karena kita2 lambat mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Yah maksud sekalian aja sampai lebaran/ Salam damai wasalam

  8. Sangat Menarik, Bermanfaat, dan Informatif!!!

    Peter Paripurna
    Twitter: @peterparipurna

    PRIA PARIPURNA
    – Mempercepat Evolusi Anda Menjadi PRIA Dambaan Semua Wanita –

    http://www.priaparipurna.wordpress.com

    Email: priaparipurna@yahoo.com

    FACEBOOK GROUP: PRIA PARIPURNA
    YM: priaparipurna@yahoo.com (FREE CONSULTATION)

  9. Bukan persoalan apakah puasa itu menyehatkan atau tidak. Bukan persoalan apakah gerakan shalat itu menyehatkan atau tidak. tetapi persoalannya ialab, apakah shalat dan puasa itu diwajibkan oleh Allah atau tidak.

    http://farahbatikshop.blog.com

  10. Dikasih tweet button di setiap postingan donk..

  11. @chany: 1500 bkn 1599 >_<a

    meud ibadah puasa dan juga meud malem lailatul qodar :D

  12. @prince
    Seperti teori evolusi yang marak didustakan oleh orang-orang awam yang terjangkiti pseudosains Harun Yahya. Mereka yang tidak pernah mempelajari teori evolusi dengan berbagai rincian yang berjilid-jilid [ada banyak karya ilmiah tentang evolusi] jelas tidak akan pernah tahu kebenarannya.

    Yang penting bagi saya, saya bukan keturunan Darwin, karena Darwin katanya Nenek_Datuknya serumpun dengan monyet.

  13. @Yupz1500
    Kalau ini harus meminta maaf sekarang juga. Maaf atas kesalahan menulis nama anda.
    Insya Allah. Saya hanya mengharapkan dari Allah ibadah puasa saya diridhaiNya dan diterimaNya. Dan Insya Allah kita yang se Imanpun diterima dan diridhai puasa kita.
    Ada sedikit dialog antara Amirul Mukminin Ali b.Abi Thalib as dengan Raulullah SAW pada bulan puasa ini.
    Amirul Mukmin berkata: “Wahai Rasulullah, apakah amal terbaik dalam bulan ini”
    Beliau SAW bersabda: “Wahai Abal Hasan, amal terbaik dalam bulan ini adalah menjauhkan diri dari berbagai hal yang Allah HARAMKAN.”
    Kemudian beliau SAW menangis
    Amirul Mukminin bertanya : “Wahai Rasulullah apa yang menyebabkan anda menangis?”
    Beliau SAW menjawab: “Aku menangis karena musibah yang akan menimpamu dalam bulan Ramadhan seperti bulan sekarang ini.Se-olah2 aku melihatmu sedang shalat. Pada saat itu, dibangkitkan hal yang membahayakan orang terdahulu dan yang sekarang, dia seperti pembunuh unta kaumTsamud yang akan menebasmu di ubun2mu hingga darah mengucur ke cambangmu”
    Kemudian Imam Ali as bertanya: “Apakah AGAMAmu selamat?”
    Beliau SAW menjawab: Ya, agamaku selamat.
    (Fadhail al-Asyhar ats-Tsalatsah hal. 77 hadits ke 61 ; Biharul Anwar jil 96 hal 356 hadits ke25)
    Marilah kita semua memanjatkan doa untuk Imam Ali as yang Syahid dalam bulan Ramadhan malam Lailatul Qadri. :

    Salam damai Wasalam

  14. Mohon maaf sebelumnya..maslh hdist dhoif diatas ttg puasa, yang ditekankan dalam manhaj kita beragama adalah bukan fakta pembenaran ilmiah puasa menyehatkan atau tidaknya akhi,tetapi adalah sikap kt terhadap hadits yg dhoif adlh wajib mengingkarinya krn bkn berasal dari Nabi, penekannnya adlh bhwa Nabi tak prnh katakan itu,jadi saat kita dapati ada hikmah sehat dibalik puasa, kita tdk blh mngatakan itu bersumber dr Nabi, krn Nabi tdk prnh katakan itu, bila kita nitsbatkan kpd Nabi, itulah yg dimaksd berdusta atas nama Nabi…mudh2an bs dfahami…intinya yg bukan dari Nabi kita pisahkan dari perkataan Nabi yg shohih, itulah hikmahnya Alloh lahirkn para muhadditsin diberbagai abad, kt wajb mensyukurinya, tnp kehadiran para ahli hadits tsb, tak terbayang kacaunya agama kita, seperti hadits sumber dari syi’ah : bahwa alloh berasal dari tetesan air keringat kuda yg berlari kencang, jk kita sama ratakan kddkan hadits yg shohih dgn yg dhoif, maka hancurlah aqidah umat ini, jadi kt wajb hargai perjuangan para ahli hadits, krn mrkalah agama ini menjd baik dan tegak, mrk tlh mencurahkan wkt dan hidupnya utk agama ini, bahkan beberapa diantara mereka sampai tdk sempat menikah seperti imam bukhori halnya, selayaknya kita hargai prjuangan mereka, ilmu mereka, sebagai generasi mutaakhirin diantaranya ada syaikh albani, orang2 yg mncibir krn bm mengetahui biografi beliau…cobalah pelajari biografi para ulama umat ini sepanjang masa, niscaya kita dapati ibrah yg luar biasa yg bs kita petik…barokallohu fik…salam untuk saudaraku semua

  15. @ahbana jicri.
    Anda berkata: ” seperti hadits sumber dari syi’ah : bahwa alloh berasal dari tetesan air keringat kuda yg berlari kencang, jk kita sama ratakan kddkan hadits yg shohih dgn yg dhoif, ……..
    Melihat kata2 anda diatas se-akan2 anda menciptakan suatu FITNAH. Jangan menyebarkan fitnah.

  16. Taqabbalallahu minkum
    Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1431H
    Mohon Maaf Lahir Bathin

  17. @charry: itu bukan fitnah, carilah tau tentang kitab2 fitnah syi’ah, ulama anda tentu punya ilmu luas dan punya banyak referensikan?? jd ana g perlu kasih tau deh kitabnya, antum tanya saja mereka, yang jelas ndak ada di kitab safinah, tijan dan sulam taufek, ana dah baca kok engga ada disanamah…

  18. @abahnajibril
    Yang terang itu fitnah bung. Anda hanya membaca buku2 penyebar fitnah. Kalau saya RATUSAN buku2 SUNI, SYIAH dan MUNAJAT SERTA KATA HIKMAH AHLULBAIT.

  19. @charry, coba tolong informasikan buku2 yang anda sebutkan telah anda bacara ratusan itu …siapa tau kebenaran ada pada anda…

  20. @abanajibril
    Cara anda meminta informasi aja sudah tidak sopan. Buat apa saya mau menyebut nama buku2nya. Kalau anda mau melihat silahkan datang ke Kalimantan.

  21. sehat dengan menjalankan Al Quran gan

  22. @channy, yang memfitnah itu anda, anda mengatakan bahwa abu hurairah adalah pecinta dunia, itu jelas keluaran dari orang2 syi’ah dengan tujuan menghancurkan Islam, kaum muslimin sunni jelas tahu siapa abu hurairah itu, beliau seorang alim, dan banyak meriwayatkan hadits, bahkan di kitab shohih bukhori saja beliau termasuk rawi yang paling banyak meriwayatkan hadits, orang syi’ah menfitnah abu hurairah dengan tujuan agar dienul Islam hancur dan dienusy syi’ah tegak, artinya syi’ah menginginkan abu hurairah dicacatkan sehingga ribuan hadits di shohih bukhori ditolak, jika shohih bukhori telah ditolak maka ratusan syariat islam akan terhapus, syi’ah yang tepuk tangan dengan kedua kaki buruknya, saya telah meminta anda menunjukkan kitab rujukan dengan kalimat yang sangat sopan sekali menurut kalimat bahasa indonesia yang baik dan benar dengan menggunakan kata “Tolong” adakah kalimat yang lebih baik dari kata tolong?? TUNJUKKAN KALO ADA!!!! ini jelas menunjukkan pemahaman anda jelas ke syi’i annya…saya tidak perlu datang ke tempat anda, karena saya seringkali berdiam diri di maktabah LIPIA Jakarta, taukah anda ada apa dimaktabah LIPIA jakarta??Saya beritahu anda jika belum tahu…Maktabah LIPIA jakarta adalah perpustakaan kitab berbahasa arab terlengkap di Asia, seluruh kitab2 didunia hampir ada dari zaman ke zaman, jika anda benar2 seorang yang gentlemen, saya tunggu dijakarta, kita diskusi langsung di maktabah LIPIA, sehingga setiap ucapan anda kalo benar2 ada referensinya bisa kita bareng2 n buktikan, begitu pun saya, anda lelaki, saya lelaki, saya tunggu jawaban anda, kita ga perlu debat kusir disini, kita buktikan ke ilmiyahan anda sejauh mana, sejak saya di Mesir beberapa tahun lalu, saya paling senang berdiskusi dengan orang orang seperti anda, ….jangan sampai tonk kosong nyaring bunyinya ya…jangan hanya berani didunia maya, kita ketemu di dunia realita, bilaperlu pertemuan kita rekam, dan kita postingkan di internet …okeh??

  23. @Abahnajibril, saran saya kalau antum mencantumkan satu riwayat, tolong ditulis dengan jelas referensinya, jadi temen kita yang “Syii” tidak tersinggung dan bisa langsung cek kebenarannya,..itulah adab berdiskusi dan antum tidak dituduh fitnah,..

    Oya mengenai Abu Hurairah,coba kita lihat apakah para sahabat besar dan ulama salaf sepakat dengan anda,

    Umar Ibn Kathab berkata”
    “Wahai musuh Allah dan musuh kitab-Nya, engkau telah mencuri harta Allah”? (ya ‘aduwallah wa ‘aduwa kitabihi saraqta maalallah). (Lihat: at-Tabaqot al-Kubra Jil:4 Hal:335, Siar a’alam an-Nubala’ Jil:2 Hal:612)

    Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan Umar bin Khatab sendiri sempat mengancamnya jika ia (Abu Hurairah) sampai meriwayatkan hadis. (Lihat: Tadzkirat al-Huffadz Jil:1 Hal:7, Akhbar al-Madinah al-Munawwarah karya Ibnu Syaibah Jil:3 Hal:800, Jaami’ bayan al-‘Ilm karya Ibnu Abdul Bar Jil:2 Hal:121)

    ummul mukminin Aisyah pernah mengatakan: “Apakah gerangan hadis-hadis yang telah engkau sampaikan atas nama Nabi ini? Bukankah apa yang telah engkau dengar juga sebagaimana yang telah kami dengar? Dan bukankah yang telah engkau lihat juga telah kami lihat?” (Lihat: Siar a’lam an-Nubala’ Jil:2 Hal:604/612/613, at-Tabaqot al-Kubra Jil:4 Hal:335)

    Sewaktu Abu Hurairah meriwayatkan satu hadis dengan mengucapkan: “Kekasihku (Rasulullah saw) telah berbicara kepadaku…”, lantas Ali berkata: “Sejak kapan beliau menjadi kekasihmu?” (al-Matholib al-Aliyah Jil:9 Hal:205)

    Sekarang mari kita lihat apa kata ulama salaf tentang dia

    Fakhru ar-Razi dalam at-Tafsir al-Kabir menyatakan: “tiada layak dihukumi pribadi yang berbohong atas nama para nabi kecuali dengan sebutan Zindiq”. Dalam kesempatan lain ia menyatakan: “Menyatakan bohong atas perawi hadis tadi (yaitu: Abu Hurairah) lebih tidak berbeban ketimbang menyandarkannya (kebohongan) pada khalil ar-Rahman (yaitu: Ibrahim as)”. (Lihat: at-Tafsir al-Kabir Jil:22 Hal:186 dan Jil:26 Hal:148)

    Ibrahim an-Nakha’I pernah menyatakan: “Golongan kita (ashabuna) mereka meninggalkan hadis yang datang dari Abu Hurairah”? Atau pada kesempatan lain ia pernah menyatakan: “Mereka tiada mengambil riwayat dari Abu Hurairah kecuali dalam hal-hal yang berkaitan dengan sorga dan neraka saja”. (Lihat: Siar a’alam an-Nubala’ Jil:2 Hal:609, Tarikh Ibn Asakir Jil:19 Hal:122)

    Abu Hanifah menyatakan: “Semua sahabat adil kecuali Abu Hurairah, Anas bin Malik…” (Syarh Nahjul Balaghah, Jil:4 Hal:69).

    Ini sekedar contoh, saya tidak mengatakan semua itu 100% benar, tapi semua itu ada rujukannya dan semuanya berasal dari kalangan ahlusunnah,

    silahakan dilanjut,………….

  24. @abahnajibril
    Pandangan anda tentang bagaimana kita berakhlak terhadap para ahli hadits adalah benar. Kita wajib menghargai dan menghormati, terlepas dari perbedaan pendapat atas mereka.
    Selanjutnya saya inging mengomentari komentar2 anda yang lainnya yang tidak nyambung dan mengambang.
    1. Komentar anda ditujukan kepada siapa, karena penulis artikel jelas2 menjabarkan secara ilmu hadits ttg derajat hadits tsb. Bahkan beliau mengingatkan para pendakwah (yang awam dengan ilmu kesehatan) untuk tidak serampangan menggunakan hadits dhaif tsb.
    2. seperti hadits sumber dari syi’ah : bahwa alloh berasal dari tetesan air keringat kuda yg berlari kencang, jk kita sama ratakan kddkan hadits yg shohih dgn yg dhoif
    Koq gak nyambung dan sangat tendensius. Apakah ada dari syi’ah yang mensahihkan hadits ini (krn kalimat anda seolah2 spt itu). Lagi pula kalau anda bukan dari syi’ah maka sebaiknya anda gunakan contoh hadits dari kelompok anda (cukup banyak hadits dhaif yang disahihkan di mazhab anda untuk dijadikan contoh). terlepas benar tidaknya hadits tsb ada di buku syi’ah, saya pikir di semua mazhab ada beredar hadits yang sama tidak masuk akalnya seperti hadits yang anda kutip tsb.
    Anda menganjurkan untuk kita semua menghargai dan menghormati para ahli hadits, apakah itu termasuk ahli hadits di syi’ah?
    Karena sering saya jumpai mereka2 yang memberi nasihat namun sama terjebaknya pada hal yang sama.
    Sebaiknya anda coba fokus pada artikel di atas.

    Salam damai

  25. lagi nunggu abahnya abu jibril kasih koment nih terhadap pendapat @ chany…..

  26. @bob sabar ya…waktu saya buka internet terbatas, soalnya saya selain ngajar, juga ngurus dagangan…ya bisnis kecil2an lah, juga saya lagi diskusi sama adminn pembela sunnah dan bahna zahra diruang sebelah, okey bob, semoga Alloh membaikan anda…

  27. @abahnajibril

    Saya tidak perlu menyebut kitab apa yang saya baca. Cukup saya katakan buku doa yang menjadi keharusan dibaca mereka, Dengan membaca doa2 saja sudah menunjukan bagaimana mereka memuliakan Allah. Terutama doa mereka menyebut bahwa Allah berada sebelum SESUATU BERADA. YANG AWAL DAN YANG QADHIM
    Nama kitab doa mereka :
    1. JAUSYAN KABIR
    2.SHAHIFAH SAJJADIAH
    2.SHAHIFAH FATIMIAH
    3.MAFATIH JINAH
    4. DOA KUMAIL

    Apakah cara mereka berdoa yang begitu mengagungkan Allah kemudian mengatakan Allah berasal dari KERINGAT KUDA YANG BERLARI.
    Subhanallah. Maha suci Alla dari persangkan demikian. Ini adalah Fitnah.

  28. @chany : bukalah silsilah hadits dhoif & maudhu’ karya muhaddits al-albany, silahkan…

  29. @abahnajibril

    Oooooh mihaddits Syech Nasaruddin Albany. Saya mengerti. Kalau itu merupakan pernyataan beliau saya bisa mengerti. Terima kasih atas informasi anda. Wasalam

  30. @chany : tolong jawab pertanyaan saya :
    >> apakah anda ikut sepakat dengan pernyataan bahwa abu hurairah pecinta dunia??
    >> apakah hadits2 yang datang dari beliau ditolak lantaran pecinta dunia seperti yang anda katakan??
    >> saya dalam keadaan masih sibuk, insya Alloh jika nanti saya ke LIPIA saya akan cek semua refensi yang anda tulis di maktabah…
    >> apakah dengan pernyataan anda :
    ……Oooooh mihaddits Syech Nasaruddin Albany. Saya mengerti. Kalau itu merupakan pernyataan beliau saya bisa mengerti………..

    berarti anda menolaknya??
    walaupun tertera takhrij keluaran kitabnya disana??

    @ admin : tumben ga ikut koment nih tentang abu hurairah pecinta dunia…apakah artinya setuju??

  31. Abu hurairah
    PERIWAYAT HADITS YANG AKRAB DENGAN KELAPARAN

    Akrab Dengan Kelaparan
    Tokoh kita ini biasa berpuasa sunah tiga hari setiap awal bulan Qamariah (bulan Arab dalam penanggalan Hijri), mengisi malam harinya dengan membaca Al-Quran dan salat tahajud. Akrab dengan kemiskinan, dia sering mengikatkan batu ke perutnya, guna menahan lapar. Dalam sejarah ia dikenal paling banyak meriwayatkan hadis. Dialah Bapak Kucing Kecil (Abu Hurairah), begitu orang mengenalnya.
    “Aku sudah dengar pergunjingan kalian. Kata kalian, Abu Hurairah terlalu banyak meriwayatkan hadis Nabi. Padahal, para sahabat muhajirin dan anshar sendiri tak ada yang meriwayatkan hadis Nabi sebanyak yang dituturkan Abu Hurairah. Ketahuilah, saudara-saudaraku dari kaum muhajirin disibukkan dengan perniagaan mereka di pasar. Sementara saudara-saudaraku dari anshar disibukkan dengan kegiatan pertanian mereka. Dan aku seorang papa, termasuk golongan kaum miskin shuffah (yang tinggal di pondokan masjid). Aku tinggal dekat Nabi untuk mengisi perutku. Aku hadir (di samping Nabi) ketika mereka tidak ada, dan aku selalu mengingat-ingat ketika mereka melupakan.”

    Abu Hurairah adalah sahabat yang sangat dekat dengan Nabi. Ia dikenal sebagai salah seorang ahli shuffah, yaitu orang-orang papa yang tinggal di pondokan masjid (pondokan ini juga diperuntukkan buat para musafir yang kemalaman). Begitu dekatnya dengan Nabi, sehingga beliau selalu memanggil Abu Hurairah untuk mengumpulkan ahli shuffah, jika ada makanan yang hendak dibagikan.
    Karena kedekatannya itu, Nabi pernah mempercayainya menjaga gudang penyimpan hasil zakat. Suatu malam seseorang mengendap-endap hendak mencuri, tertangkap basah oleh Abu Hurairah. Orang itu sudah hendak dibawa ke Rasulullah. “Ampun tuan, kasihani saya,” pencuri itu memelas. “Saya mencuri ini untuk menghidupi keluarga saya yang kelaparan.”

    Abu Hurairah tersentuh hatinya, maka dilepasnya pencuri itu. “Baik, tapi jangan kamu ulangi perbuatanmu ini.”
    Esoknya hal ini dilaporkan kepada Nabi. Nabi tersenyum. “Lihat saja, nanti malam pasti ia kembali.”
    Benar pula, malam harinya pencuri itu datang lagi. “Nah, sekarang kamu tidak akan kulepas lagi.” Sekali lagi, orang itu memelas, hingga Abu Hurairah tersentuh hatinya. Tapi, ketika hal itu dilaporkan kepada Nabi, kembali beliau mengatakan hal yang sama. “Lihat saja, orang itu akan kembali nanti malam.”

    Ternyata pencuri sialan itu benar-benar kembali. “Apa pun yang kamu katakan, jangan harap kamu bisa bebas. Sudah dua kali kulepas, kamu tak kapok-kapok juga.”
    Eh, pencuri itu malah menggurui. “Abu Hurairah, sebelum kamu tidur, bacalah ayat kursi agar setan tidak menyatroni kamu.”
    Merasa mendapat pelajaran berharga, Abu Hurairah terharu. Ah, ternyata orang baik-baik, pikirnya.
    “Apa yang dikatakan orang itu memang benar,” sabda Nabi ketika dilapori pagi harinya. “Tapi orang itu bukan orang baik-baik. Dia adalah setan. Dia katakan itu supaya dia kamu bebaskan.”

    Mengikatkan Batu ke perut
    Abu Hurairah adalah salah seorang tokoh kaum fakir miskin. Abu Hurairah sering lapar ketimbang kenyang. Ia sosok yang teguh berpegang pada sunah Nabi. Ia kerap menasihati orang agar jangan larut dengan kehidupan dunia dan hawa nafsu. Ia tak membedakan antara kaum kaya dan kaum miskin, petinggi negeri atau rakyat jelata dalam menyampaikan kebenaran. Ia pun selalu bersyukur kepada Allah dalam keadaan susah dan senang.
    Orang yang nama lengkapnya Abdur Rahman (versi lain: Abdu Syams) ibn Shakhr Ad-Dausi ini adalah sosok humoris. Banyak anekdot yang berasal darinya. Ia pun suka menghibur anak-anak kecil. Ia pecinta kucing kecil. Ke mana-mana dibawanya binatang ini, sehingga julukan Abu Hurairah (bapak kucing kecil) pun melekat padanya.

    Dibanding Nabi, umurnya lebih muda sekitar 30 tahun. Dia lahir di Daus, sebuah desa miskin di padang pasir Yaman. Hidup di tengah kabilah Azad, ia sudah yatim sejak kecil, yang membantu ibunya menjadi penggembala kambing.
    Dia masuk Islam tak lama setelah pindah ke Madinah pada tahun ketujuh hijriah, bersamaan dengan rencana keberangkatan Nabi ke Perang Khaibar. Tapi ibundanya belum mau masuk Islam. Malah sang ibu pernah menghina Nabi. Ini membuatnya sedih. Untuk itu, ia memohon Nabi berdoa agar ibunya masuk Islam. Kemudian Abu Hurairah kembali menemui ibunya, mengajaknya masuk Islam. Ternyata sang ibu telah berubah, bersedia mengucapkan dua kalimat syahadat.

    Buruh Kasar
    Akan halnya kepindahannya ke Madinah adalah untuk mengadu nasib. Di sana ia bekerja serabutan, menjadi buruh kasar bagi siapa pun yang membutuhkan tenaganya. Acap kali dia harus mengikatkan batu ke perutnya, guna menahan lapar yang amat sangat.
    Menurut shahibul hikayat, ia pernah kedapatan berbaring di dekat mimbar masjid. Gara-gara perbuatan aneh itu, orang mengiranya agak kurang waras. Mendengar kasak-kusuk di kalangan sahabat ini, Nabi segera menemui Abu Hurairah. Abu Hurairah bilang, ia tidak gila, hanya ia lapar. Nabi pun segera memberinya makanan.

    Suatu kali, dengan masih mengikatkan batu ke perutnya, dia duduk di pinggir jalan, tempat orang biasanya berlalu lalang. Dilihatnya Abu Bakr melintas. Lalu dia minta dibacakan satu ayat Al-Quran. “Aku bertanya begitu supaya dia mengajakku ikut, memberiku pekerjaan,” tutur Abu Hurairah. Tapi Abu Bakr cuma membacakan ayat, lantas berlalu.
    Dilihatnya Umar ibn Khattab. “Tolong ajari aku ayat Al-Quran,” kata Abu Hurairah. Kembali ia harus menelan ludah kekecewaan karena Umar berbuat hal yang sama.

    Tak lama kemudian Nabi lewat. Nabi tersenyum. “Beliau tahu apa isi hati saya. Beliau bisa membaca raut muka saya secara tepat,” tutur Abu Hurairah.
    “Ya Aba Hurairah!” panggil Nabi.
    “Labbaik, ya Rasulullah!”
    “Ikutlah aku!”
    Beliau mengajak Abu Hurairah ke rumahnya. Di dalam rumah didapati sebaskom susu. “Dari mana susu ini?” tanya Rasulullah. Beliau diberi tahu bahwa seseorang telah memberikan susu itu.
    “Ya Aba Hurairah!”
    “Labbaik, Ya Rasulullah!”
    “Tolong panggilkan ahli shuffah,” kata Nabi. Susu tadi lalu dibagikan kepada ahli shuffah, termasuk Abu Hurairah. Sejak itulah, Abu Hurairah mengabdi kepada Rasulullah, bergabung dengan ahli shuffah di pondokan masjid.

    Sepulang dari Perang Khaibar, Nabi melakukan perluasan terhadap Masjid Nabawi, yaitu ke arah barat dengan menambah tiga pilar lagi. Abu Hurairah terlibat pula dalam renovasi ini. Ketika dilihatnya Nabi turut mengangkat batu, ia meminta agar beliau menyerahkan batu itu kepadanya. Nabi menolak seraya bersabda, “Tiada kehidupan sebenarnya, melainkan kehidupan akhirat.”
    Abu Hurairah sangat mencintai Nabi. Sampai-sampai dia memilih dipukul Nabi karena melakukan kekeliruan ketimbang mendapatkan makanan yang enak. “Karena Nabi menjanjikan akan memberi syafaat kepada orang yang pernah merasa disakitinya secara sengaja atau tidak,” katanya.

    Begitu cintanya kepada Rasulullah sehingga siapa pun yang dicintai Nabi, ia ikut mencintainya. Misalnya, ia suka mencium Hasan dan Husain, karena melihat Rasulullah mencium kedua cucunya itu.
    Ada cerita menarik menyangkut kehidupan Abu Hurairah dan masyarakat Islam zaman itu. Meski Abu Hurairah seorang papa, boleh dibilang tuna wisma, salah seorang majikannya yang lumayan kaya menikahkan putrinya, Bisrah binti Gazwan, dengan lelaki itu. Ini menunjukkan betapa Islam telah mengubah persepsi orang dari membedakan kelas kepada persamaan. Abu Hurairah dipandang mulia karena kealiman dan kesalihannya. Perilaku islami telah memuliakannya, lebih dari kemuliaan pada masa jahiliah yang memandang kebangsawanan dan kekayaan sebagai ukuran kemuliaan.

    Sejak menikah, Abu Hurairah membagi malamnya atas tiga bagian: untuk membaca Al-Quran, untuk tidur dan keluarga, dan untuk mengulang-ulang hadis. Ia dan keluarganya meskipun kemudian menjadi orang berada tetap hidup sederhana. Ia suka bersedekah, menjamu tamu, bahkan menyedekahkan rumahnya di Madinah untuk pembantu-pembantunya.
    Tugas penting pernah diembannya dari Rasulullah. Yaitu ketika ia bersama Al-Ala ibn Abdillah Al-Hadrami diutus berdakwah ke Bahrain. Belakangan, ia juga bersama Quddamah diutus menarik jizyah (pajak) ke Bahrain, sambil membawa surat ke Amir Al-Munzir ibn Sawa At-Tamimi.

    Menolak Jabatan
    Ketika Umar menjadi amirul mukminin, Abu Hurairah diangkat menjadi gubernur Bahrain. Tapi pada 23 Hijri Umar memecatnya gara-gara sang gubernur kedapatan menyimpan banyak uang (menurut satu versi, sampai 10.000 dinar). Dalam proses pengusutan, ia mengemukakan upaya pembuktian terbalik, bahwa harta itu diperolehnya dari beternak kuda dan pemberian orang. Khalifah menerima penjelasan itu dan memaafkannya. Lalu ia diminta menduduki jabatan gubernur lagi, tapi ia menolak.

    Penolakan itu diiringi lima alasan. “Aku takut berkata tanpa pengetahuan; aku takut memutuskan perkara bertentangan dengan hukum (agama); aku ogah dicambuk; aku tak mau harta benda hasil jerih payahku disita; dan aku takut nama baikku tercemar,” kilahnya. Ia memilih tinggal di Madinah, menjadi warga biasa yang memperlihatkan kesetiaan kepada Umar, dan para pemimpin sesudahnya.
    Tatkala kediaman Amirul Mukminin Ustman ibn Affan dikepung pemberontak, dalam peristiwa yang dikenal sebagai al-fitnatul kubra (bencana besar), Abu Hurairah bersama 700 orang Muhajirin dan Anshar tampil mengawal rumah tersebut. Meski dalam posisi siap tempur, Khalifah melarang pengikut setianya itu memerangi kaum pemberontak.

    Pada masa Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah ditawari menjadi gubernur di Madinah. Ia menolak. Ketika terjadi pertemuan antara Khalifah Ali dan lawannya, Muawiyah ibn Abi Sufyan, ia bersikap netral dan menghindari fitnah. Sampai kemudian Muawiyah berkuasa, Abu Hurairah bersedia menjadi gubernur di Madinah. Tapi versi lain mengatakan, Marwan ibn Hakamlah yang menunjuk Abu Hurairah sebagai pembantunya di kantor gebernuran Madinah. Di Kota Penuh Cahaya (Al-Madinatul Munawwarah) ini pula ia mengembuskan nafas terakhir pada 57 atau 58 H. (676-678 M.) dalam usia 78 tahun. Meninggalkan warisan yang sangat berharga, yakni hadis-hadis Nabi, bak butiran-butiran ratna mutu manikam, yang jumlahnya 5.374 hadis.

  32. @ Ustadz abahna jibril Hafidhohulloh, :
    Jangan aneh kalo SP ga ngasih koment, SP itu = SUNNI PALSU, pura2 menampakkan kesunniannya, padahal dalemnya syi’ah busuk, yang ngikutin blog ini aja pada ketipu, banyak ngebawain yang aneh2 saat berdalil dengan madzhab syafi’i, padahal dah jelas ulama madzhab syafi’i ga ada yang ikutan bid’ah kayak dia, mati-matiin mertahanin, percuma ustadz kuliah ngambil S1 ditimur tengah kalo cuma dipake debat sama kutu kupret kaya SP, dah lebih baik intensifkan aja kajian di Masjid Agung subang, dah banyak para pemimpin pondok pesantren Nu yang ikut kajian, ga tahlilan lagi, begitu juga MUI nya, mereka jauh lebih pintar dari si Sunni Palsu dan para pengekornya yang bejat, dah keluar aja dari blog penuh fitnah ini, masih banyak yang legowo ga ngeyel terima sunnah diluaran, ga percaya SP itu Sunni Palsu?? buka deh sama ustadz artikel dan koment2nya tentang “Telaah Sunni Syi’ah” jawabannya aja dah mencla mencle kaya orang mencret gitu…
    @ Chany : artikel lo tentang abu hurairah dah jelas keblinger kecocokan faham syi’ah, goblok banget sih lo!!! sebejat2nya kaum sunni mengakui keutamaan abu hurairah, referensi yang lo bawain tuh ga berbobot, karena cuma penggalan2 aja, dusta, kutu kupret luh, lu dibandingkan kotoran abu hurairah aja lebih bagus kotoran abu hurairah, mulut lu busuk, ga laku lagi dimata kaum muwahhid tipuan lo tuh!!! Dasar turunan kera yahudi abdulloh bin saba’ luh!!! Mudah2an luh mati dalam keadaan mengenaskan karena dah menghina sahabat Nabi, Perlu lu ketahui Chany BEJAT!!! Gue udah cukup dengan dipakainya abu hurairah dan muawiyah oleh IMAM BUKHORI sebagai rawi yang diakui dikitabnya, dengan dicantumkan namanya di muwattho imam malik, di musnad ahmad, di al-umm, ar-risalah, arbain nawawi, ga perlu referensi dusta dari lo….dasar ANJING NERAKA Tukang HINA Orang MULYA, kasian yang lahirin lo…ibu buapak lo bakal ditanya nanti di akhirat : dikasih makan apa lo dulu sampe bejat begitu hah?? sory orang kayak lo Chany ga perlu gue lemesin, halal darah lo

    Perlu lo tau, guwe bukan orang salafy, gue NU tulen, tapi kiayi gue dipondok sekarang alhamdulillah ngaji sama ustadz abahna jibril disubang, da semua santri kami ditanjungsiang diajak ngaji pada beliau….

    Lo marah??? Gue tantang ribut sekalian!!! gue dulu aktif dibanser, kagak takut sama orang tipe kayak lu!!! ada yang mau dukung juga??? sekalian ribut sama gue….

  33. @abahnajibril

    Tidak semua hadits melalui Abu Hurairah saya tolak. Ada satu dua bisa diterima. Apa sebab saya menolak. Karena saya melihat matannya bertentangan dengan Alqor’an. Rasul bersabda : Apabila kamu menerima berita dari seseorang dan berita itu dikatakan dari aku, maka cek dalam Qur’an apabila berbeda, maka itu bukan dari aku.
    Dan banyak hadits2 dari Abu Hurairah yang terdapat dalam Sahih Bukhari Muslim bertentangan.
    Mengenai Albany banyak penjelasannya se-akan2 mendiskritkan pihak lain.
    Coba anda sebutkan atau tuliskan kepada saya mengenai pandangan beliau atas diskusi kita, sebagaiman anda katakan hadits mengenai Allah. Wasalam

  34. FALLACY

  35. @membongkar kedok syiah,….kalam antum benar benar menunjukan bahwa antum pencinta abu hurairah dan muawiyah sejati, …Ajib,

    saran ana, sekali kali jadilah antum pencinta Rasulullah saaw, Insya Allah antum akan menjadi orang yang santun dan lembut,…

  36. @ abahnajibril

    Dalam kitab Syiah yang mana ada riwayat yang menyatakan Allah-nya orang2 Syiah berasal dari keringat kuda atau sejenisnya. Apakah riwayat itu ada dalam kitab2 mu’tabarnya seperti:
    1. Al-Kafiy al-Kulaini
    2. Al-Istibshar
    3. Nahj al-Balaghah
    4. Atau kitab2 lainnya. ????????????

    Anda tentu sangat mengetahui isi kitab2 Syiah lebih dari ulama Syiah itu sendiri dan anda pasti lebih tau daripada Tuhan tentang mereka. Jadi, mohon anda tunjukkan pada orang2 Syiah riwayat itu karena orang2 Syiah tidak belum pernah mendengar adanya riwayat itu dari ulama dan ustadz mereka.

    Bila anda katakan riwayat itu dari kitabnya Nashiruddin Al-Albani (muhaddits-nya kaum munafiqun mazhab setan dari Najd) berarti yang berasal dari keringat kuda itu tuhannya dia bukan tuhannya orang Syiah atau itu adalh tuhannya anda dan kaum mujasimah musyabihah seperti umat terkutuk Salafi Wahabi.

    Saya menunggu bukti dari anda karena ingin melihat kejujuran dan kepintaran anda.

    Saya ucapkan salam untuk anda dengan salam yang diucapkan oleh Musa.as pada orang kafir….Assalam man ittaba’al huda.

  37. @ abahnaifrit

    Justru yang paling parah adalah tuhan anda dan kaum Salafi Wahabi.

    Dalam kitab2 anda tuhan anda mempunyai ciri-ciri:
    1. Mirip Nabi Adam.as
    2. Kalau marah bobotnya bertambah
    3. Menunggangi 8 kambing hutan (al-au’al)
    4. Wajahnya mirip pemuda Amrad (putih pucat, tidak berjenggot, bercambang dan berkumis)
    5. Berambut keriting
    6. Setiap malam turun ke bumi
    7. Hari kiamat masuk neraka.

    Nah, gimana buruk image tuhan anda wahai kaum mujasimah musyabihah..!

  38. @abahnajbril
    Gak usah SP turun gunung dulu. Kalau anda sudah berdiskusi dengan cara yang tepat pasti beliau turun gunung. Tapi kalau hanya ngalor ngidul dan menulis sambil tutup mata, yaaa buang2 waktu beliau lah.. :mrgreen:
    Anda coba dulu tanggapi tulisan dari A Ching. Janga anda sibuk menulis kemuliaan Abu Hurairah namun mengabaikan cela kepada beliau yang juga ditulis oleh sunni.
    Nahh cara anda tutup mata terhadap tulisan A Ching menunjukkan anda buka pendiskusi yang jujur.
    Kemudian anda lihat juga bagaimana saudar2 kita yang lain (yang tidak sesumbar dengan banyaknya kitab yang mrk baca) dengan baik mencantumkan sumber hujjah mereka. Nahh anda yang sudah menulis berulang2 dan sudah dituntut berulang2 sumber hujjah anda, sampai sekarang masih muter2 dan menutup mata atas permintaan mereka.
    Dengan akhlak diskusi spt ini anda mengharapkan SP ikut komentar?.. :D
    Lihat komentar pendukung anda si Membongkar kedok Syi’ah, hampir semua isi tulisannya adalah Fallacy=sesat pikir :mrgreen:
    Apakah anda juga spt dia? Kemudian anda mengharapkan SP turut urun rembug… hehehe… mrgreen:

    Salam damai

  39. Ralat:
    @abahnajbril
    Gak usah SP turun gunung dulu. Kalau anda sudah berdiskusi dengan cara yang tepat pasti beliau turun gunung. Tapi kalau hanya ngalor ngidul dan menulis sambil tutup mata, yaaa buang2 waktu beliau lah.. :mrgreen:
    Anda coba dulu tanggapi tulisan dari A Ching. Jangan anda sibuk menulis kemuliaan Abu Hurairah namun mengabaikan cela kepada beliau yang juga ditulis oleh sunni.
    Nahh cara anda tutup mata terhadap tulisan A Ching menunjukkan anda bukan pendiskusi yang jujur.
    Kemudian anda lihat juga bagaimana saudara2 kita yang lain (yang tidak sesumbar dengan banyaknya kitab yang mrk baca) dengan baik mencantumkan sumber hujjah mereka. Nahh anda yang sudah menulis berulang2 dan sudah dituntut berulang2 sumber hujjah anda, sampai sekarang masih muter2 dan menutup mata atas permintaan mereka.
    Dengan akhlak diskusi spt ini anda mengharapkan SP ikut komentar?.. :D
    Lihat komentar pendukung anda si Membongkar kedok Syi’ah, hampir semua isi tulisannya adalah Fallacy=sesat pikir :mrgreen:
    Apakah anda juga spt dia? Kemudian anda mengharapkan SP turut urun rembug… hehehe… :mrgreen:

    Salam damai

  40. @membongkar kedok syi’ah

    Maling teriak maling kira seperti itulah anda

    @Truthseeker
    apakah anda penggemar SP?atau jangan2 andalah SP!
    saya mau tanya kepada anda dengan dasar apa anda bisa mengatakan seseorang Fallacy?

  41. @ abahjibril
    1.dicerita anda abu hurairah mendapat pelajaran ayat kursi dari syetan yah, bukan dari rasul ..? kok belajarnya sama syetan.

    2. Aneh yah Abu hurairoh kok diberi tahu rasulullah 3 x kok kagak nurut2 yah..ini tabiat apa gimana gitu.
    katanya kalo kata rasul sahabat itu dan kita harus Sami’na wato’na, kok ini nbalelo sampe berkali kali ? knp yah…

    ada alasannya ?

  42. @bod : bodo kamu teh….hadits shohih masih mau ditolak, jutaan ulama dah baca hadits itu, ga da satupun yang koment setolol kamu, mau tanya alasannya, sono tanya ma Nabi sendiri mas…atau tanya sama ulama syi’ah yang nolak abu hurairoh kenapa otaknya keblinger gitu, yang aneh bukan abu hurairoh bego, tapi otak lu, imam bukhori aja yang ngeriwayatin haditsnya ga ngomong sebego elo, gitu juga ibnu hajar pensyarahnya, ni anak ingusan kaya lo mau tanya, n ngehina mbalelo, bener2 jelas menyatakan pengikut syi’ah lo, tanya sama imam syi’ah lo, kok ga muncul2 imam yang masuk ke goa mape sekarang sih?walau lu tereakin tiap hari juga ga bakal muncul bodoh…aliran bodoh diikutin, eh si cucurut seken juga ikut kalap, yang jelas kaleci tuh elo, kalo lu ga mau ngakui MUI sekarang, ya sono bikin MUI aja sendiri namanya majelis ulama keblinger, rupanya selain tersesat lo termasuk juga barisan sakit ati karena ulamanya ga msuk MUI, kacian, paling bentar lagi didemo neh MUI, kudu lapor wartawan neh, gak gak gak…
    @ barbavel :
    gue dah biasa disebut sesat sama orang tersesat, g masuk ati, mau cucurut seken kek, mau SUNNI PALSU kek sarua wae gelo jeng sesatna, ges hebat te ngakui MUI, doyan rokok, masalah rokok yang nolaknya tuh cuma beberapa gelintir aja coy, 1.pemilik rokok, 2.penjual rokok, 3. pemasok bahan rokok, 4. pekerja pabrik roko, sama perokoknya, udah jelas dirokonya ada tulisan merugikan, eh ni goblok masih dibilang halal, ibarat jurang yang disisinya dah ada tulisan : JANGAN MELANGKAH, AWAS JURANG, KALO MELANGKAH MODAR, terus lu bilang boleh masuk ke jurang, YA MODAR AJA LU NDIRI, JOR!!! dasar pengikut NAGA, simulut api, penggemar api, IBLIS tuh bahannya API coy, jadi yo cocok IBLIS sama PEROKOK mah, la wong sama2 toh, yang satu suka api, yang satu dari api toh?? jadi ga aneh kalian berkomplot sama IBLIS, sederetan nama kiayi lo sebutin, kagak silau men!!! yang jelas, LO mati atau idup, IMAM syafi’i imam pembela sunnah kaga pernah TAHLILAN, gue ulang KAGAK PERNAH TAHLILAN, JElas men??

    @ ytse: goblok luh, kalo kagak pernah baca kitab mening jangan nyosor, ribut aja sama gue dah….lo aja deh yg gue tunggangi ye??pasti asik, hiye…tuplak tuplak…maju kuda ytse….hiye…..

    @ cucurut seker : kalo semua siluman penghuni blog ini mah ga usah sama abah jibril, sama gua mantan amir tahlil juga sanggup curut, ga perlu ngadu dalil, ngadu bako aja waktu tahlil, sukanya ape, jarum coklat??ntar gue kasih deh biar mantep kayak naga

  43. bapak – bapak semua yang ada disini, yang namanya syi’ah mau pakai referensi atau tidak sudah dipastikan kesesatannya, baca aja i’tiqad ahli sunnah wal-jama’ah oleh kh.sirodjuddin abbas. kalau saya perhatikan komentar-komentar pemilik blog ini, jelas sekali kesyi’ahannya, atau minimal nge-fans sama syi’ah.
    @abahna jibril kirim no hape anda ke tebu.ireng@yahoo.co.id, saya akan hubungi anda untuk diskusi lebih lanjut tentang bidah dan tahlilan, insya alloh saya sering kesubang, saya punya saudara disana.

    sekian. terima kasih.

  44. @membongkar kedok syi’ah

    ente mending ga usah komentar…jadi aja pembaca yg baik.

  45. @santri tebu ireng

    Tolong ente baca Firman Alloh di bawah ini…jangan ente memvonis secara keseluruhan.

    Az Zumar Ayat 41
    “Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka?

  46. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menjadikan kita sebagai manusia yang terlahir dan besar dalam keadaan Islam. Ini merupakan nikmat terbesar yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan hanya pada orang-orang yang Dia kehendaki. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya):
    “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. al-Maidah : 3)

    Ibnu Katsir rahimahullah dalam mengomentari ayat ini mengatakan, bahwa ini (Islam) adalah nikmat terbesar Allah Subhanahu wa Ta’ala atas umat ini, yang mana Allah telah menyempurnakan agama ini bagi mereka. Maka mereka tidak lagi membutuhkan kepada agama selain Islam dan kepada Nabi selain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Oleh karena itu, Allah telah menjadikan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penutup para Nabi dan mengutus Beliau kepada manusia dan jin. Maka tidak ada lagi penghalalan kecuali apa-apa yang telah Beliau halalkan dan tidak ada lagi pengharaman kecuali atas apa-apa yang telah Beliau haramkan dan tidak ada yang merupakan bagian dari agama kecuali dengan apa-apa yang telah Beliau syari’atkan. Semua yang Beliau sampaikan adalah benar dan tidak ada kedustaan di dalamnya sedikit pun.

    Dengan ayat ini pula Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyempurnakan iman orang mukmin sehingga mereka tidak lagi membutuhkan penambahan ataupun pengurangan terhadap syari’at agama ini selamanya. Kalau hal ini benar-benar dipegang oleh seorang Muslim, niscaya tidak akan muncul berbagai bid’ah (sesuatu yang diada-adakan yang tidak ada asalnya dari al-Qur’an dan as-Sunnah) dan perpecahan dalam agama ini yang mengakibatkan kita memahami Islam tidak seperti yang dikehendaki Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Selanjutnya akan muncul pertanyaan, bagaimana manhaj (metode) dalam mempelajari, memahami dan mengamalkan Islam secara benar? Jawabannya adalah jika manhaj (metode) yang kita tempuh sesuai dengan hal-hal yang akan diterangkan berikut ini:

    1. Kitabullah/al-Qur’anul-Karim
    Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya):“Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkahi, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (QS. al-An’am : 155)

    Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya):
    “Sesungguhnya aku tinggalkan bagimu dua perkara, salah satunya ialah Kitabullah (al-Qur’an) yang merupakan tali Allah. Barangsiapa mengikutinya maka ia berada di atas hidayah dan barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia dalam kesesatan.” (HR. Muslim)

    2. as-Sunnah yang Shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
    Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam memahami dan mengamalkan kandungan al-Qur’an kita memerlukan as-Sunnah yang berisi penjelasan terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang masih bersifat global. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):
    “Dan Kami telah menurunkan kepadamu adz-Dzikr (al-Qur’an), agar kamu (Muhammad) menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkannya.” (QS. an-Nahl : 44)

    Pada hakikatnya segala sesuatu yang diucapkan oleh Rasulullah juga merupakan wahyu dari Allah sehingga wajib bagi kita untuk mentaati segala perintah beliau dan menjauhi segala larangannya.

    Mentaati Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti mentaati Allah Subhanahu wa Ta’ala. Firman-Nya menyebutkan (yang artinya):
    “Barangsiapa yang mentaati Rasul maka sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak akan mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (QS. an-Nisa’ : 80)

    Firman-Nya yang lain (yang artinya):
    “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. al-Hasyr : 7)

    3. Atsar (Jejak) Para Sahabat
    Para sahabat adalah orang-orang yang mendapat didikan langsung dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka yang lebih tahu tentang sebab-sebab turunnya ayat, kepada siapa ayat itu ditujukan dan bagaimana tafsiran dari ayat tersebut. Tidak heran bila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menobatkan mereka sebagai generasi terbaik sebagaimana sabda beliau:
    “Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabatku)…” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

    Allah Subhanahu wa Ta’ala juga telah memberikan keridhaan-Nya kepada mereka, sebagaimana firman-Nya (yang artinya):
    “Orang-orang yang dahulu lagi pertama-tama masuk Islam dari kalangan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, maka Allah ridha pada mereka dan mereka pun ridha pada Allah, dan Allah janjikan bagi mereka Surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. at-Taubah: 100)

    Jika Subhanahu wa Ta’ala Allah sudah ridha pada mereka, pasti mereka adalah orang-orang yang benar dan selamat. Maka jika kita ingin selamat, kita juga harus mengikuti mereka dalam setiap sisi kehidupan kita, baik dalam hal akidah, akhlak, ibadah maupun muamalah. Sebagaimana keselamatan ini juga dijamin oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya (yang artinya):

    “Umatku akan berpecah menjadi 73 golongan. Semuanya di Neraka kecuali satu. Mereka (para sahabat) bertanya: ‘Siapa satu golongan yang selamat itu wahai Rasulullah?’ Jawab beliau: ‘Siapa saja yang seperti keadaanku dan para sahabatku pada hari ini.’” (Jami’ul-Ushul fi Ahadits ar-Rasul. Diriwayatkan Imam Ahmad, at-Tirmidzi dan lainnya, al-Hafizh menggolongkannya hadits hasan)

    Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan (yang artinya):
    “Dan barangsiapa yang hidup diantara kalian sepeninggalku, maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafaur-Rasyidin setelahku. Peganglah erat-erat dan gigitlah ia dengan gigi-gigi gerahammu.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    4. Atsar (Jejak) Para Tabi’in dan Tabi’ut-Tabi’in
    Tabi’in adalah murid para Sahabat, sedangkan tabiu’t-tabi’in adalah murid para tabi’in. Mereka ini bersama Sahabat dikatakan sebagai tiga generasi terbaik. Sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya):
    “Sebaik-baik manusia adalah generasiku (sahabatku), kemudian yang datang setelah mereka (tabi’in), kemudian yang datang setelah mereka (tabi’ut-tabi’in).” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

    Dari apa yang telah diuraikan secara ringkas tadi, akhirnya kita mendapat jawaban sekaligus solusi dari pertanyaan:
    “Kenapa dalam Islam terdapat banyak golongan atau paham yang masing-masing mereka mengaku berpedoman pada al-Qur’an dan as-Sunnah?”

    Jawabannya adalah: “Karena masing-masing golongan memahami al-Qur’an dan as-Sunnah dengan hawa nafsu atau logika atau perasaannya sendiri-sendiri.
    Dan solusi dari semua ini adalah mengembalikan lagi pemahaman Islam kita pada apa-apa yang pernah dipahami oleh Salafush-Shalih, yaitu tiga generasi pertama dari umat ini sebagaimana yang tersebut pada hadits di atas (yaitu Sahabat, Tabi’in dan Tabiut-Tabi’in).”

  47. @barnavel : ente juga pendukung syi’ah?? dah banyak tuh kiayi khos NU yang jelasin sesatnya syi’ah pa!!

  48. Serupa tapi tak sama. Barangkali ungkapan ini tepat untuk menggambarkan Islam dan kelompok Syi’ah. Secara fisik, memang sulit dibedakan antara penganut Islam dengan Syi’ah. Namun jika ditelusuri -terutama dari sisi aqidah- perbedaan di antara keduanya ibarat minyak dan air. Sehingga, tidak mungkin disatukan.

    Apa Itu Syi’ah?
    Syi’ah menurut etimologi bahasa Arab bermakna: pembela dan pengikut seseorang. Selain itu juga bermakna: Setiap kaum yang berkumpul di atas suatu perkara. (Tahdzibul Lughah, 3/61, karya Azhari dan Tajul Arus, 5/405, karya Az-Zabidi. Dinukil dari kitab Firaq Mu’ashirah, 1/31, karya Dr. Ghalib bin ‘Ali Al-Awaji)
    Adapun menurut terminologi syariat bermakna: Mereka yang menyatakan bahwa Ali bin Abu Thalib lebih utama dari seluruh shahabat dan lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin, demikian pula anak cucu sepeninggal beliau. (Al-Fishal Fil Milali Wal Ahwa Wan Nihal, 2/113, karya Ibnu Hazm)
    Syi’ah, dalam sejarahnya mengalami beberapa pergeseran. Seiring dengan bergulirnya waktu, kelompok ini terpecah menjadi lima sekte yaitu Kaisaniyyah, Imamiyyah (Rafidhah), Zaidiyyah, Ghulat, dan Isma’iliyyah. Dari kelimanya, lahir sekian banyak cabang-cabangnya. (Al-Milal Wan Nihal, hal. 147, karya Asy-Syihristani)
    Dan tampaknya yang terpenting untuk diangkat pada edisi kali ini adalah sekte Imamiyyah atau Rafidhah, yang sejak dahulu hingga kini berjuang keras untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin. Dengan segala cara, kelompok sempalan ini terus menerus menebarkan berbagai macam kesesatannya. Terlebih lagi kini didukung dengan negara Iran-nya.
    Rafidhah , diambil dari yang menurut etimologi bahasa Arab bermakna , meninggalkan (Al-Qamus Al-Muhith, hal. 829). Sedangkan dalam terminologi syariat bermakna: Mereka yang menolak imamah (kepemimpinan) Abu Bakr dan ‘Umar c, berlepas diri dari keduanya, dan mencela lagi menghina para shahabat Nabi . (Badzlul Majhud fi Itsbati Musyabahatir Rafidhati lil Yahud, 1/85, karya Abdullah Al-Jumaili)
    Abdullah bin Ahmad bin Hanbal berkata: “Aku telah bertanya kepada ayahku, siapa Rafidhah itu? Maka beliau menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang mencela Abu Bakr dan ‘Umar’.” (Ash-Sharimul Maslul ‘Ala Syatimir Rasul hal. 567, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah)
    Sebutan “Rafidhah” ini erat kaitannya dengan Zaid bin ‘Ali bin Husain bin ‘Ali bin Abu Thalib dan para pengikutnya ketika memberontak kepada Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan di tahun 121 H. (Badzlul Majhud, 1/86)
    Asy-Syaikh Abul Hasan Al-Asy’ari berkata: “Zaid bin ‘Ali adalah seorang yang melebihkan ‘Ali bin Abu Thalib atas seluruh shahabat Rasulullah, mencintai Abu Bakr dan ‘Umar, dan memandang bolehnya memberontak1 terhadap para pemimpin yang jahat. Maka ketika ia muncul di Kufah, di tengah-tengah para pengikut yang membai’atnya, ia mendengar dari sebagian mereka celaan terhadap Abu Bakr dan ‘Umar. Ia pun mengingkarinya, hingga akhirnya mereka (para pengikutnya) meninggalkannya. Maka ia katakan kepada mereka:

    “Kalian tinggalkan aku?” Maka dikatakanlah bahwa penamaan mereka dengan Rafidhah dikarenakan perkataan Zaid kepada mereka “Rafadhtumuunii.” (Maqalatul Islamiyyin, 1/137). Demikian pula yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ Fatawa (13/36).
    Rafidhah pasti Syi’ah, sedangkan Syi’ah belum tentu Rafidhah. Karena tidak semua Syi’ah membenci Abu Bakr dan ‘Umar sebagaimana keadaan Syi’ah Zaidiyyah.
    Rafidhah ini terpecah menjadi beberapa cabang, namun yang lebih ditonjolkan dalam pembahasan kali ini adalah Al-Itsna ‘Asyariyyah.

    Siapakah Pencetusnya?
    Pencetus pertama bagi faham Syi’ah Rafidhah ini adalah seorang Yahudi dari negeri Yaman (Shan’a) yang bernama Abdullah bin Saba’ Al-Himyari, yang menampakkan keislaman di masa kekhalifahan ‘Utsman bin Affan.2
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Asal Ar-Rafdh ini dari munafiqin dan zanadiqah (orang-orang yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran, pen). Pencetusnya adalah Abdullah bin Saba’ Az-Zindiq. Ia tampakkan sikap ekstrim di dalam memuliakan ‘Ali, dengan suatu slogan bahwa ‘Ali yang berhak menjadi imam (khalifah) dan ia adalah seorang yang ma’shum (terjaga dari segala dosa, pen).” (Majmu’ Fatawa, 4/435)

    Sesatkah Syi’ah Rafidhah ?
    Berikut ini akan dipaparkan prinsip (aqidah) mereka dari kitab-kitab mereka yang ternama, untuk kemudian para pembaca bisa menilai sejauh mana kesesatan mereka.

    a. Tentang Al Qur’an
    Di dalam kitab Al-Kaafi (yang kedudukannya di sisi mereka seperti Shahih Al-Bukhari di sisi kaum muslimin), karya Abu Ja’far Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini (2/634), dari Abu Abdullah (Ja’far Ash-Shadiq), ia berkata : “Sesungguhnya Al Qur’an yang dibawa Jibril kepada Muhammad  (ada) 17.000 ayat.”
    Di dalam Juz 1, hal 239-240, dari Abu Abdillah ia berkata: “…Sesungguhnya di sisi kami ada mushaf Fathimah ‘alaihas salam, mereka tidak tahu apa mushaf Fathimah itu. Abu Bashir berkata: ‘Apa mushaf Fathimah itu?’ Ia (Abu Abdillah) berkata: ‘Mushaf 3 kali lipat dari apa yang terdapat di dalam mushaf kalian. Demi Allah, tidak ada padanya satu huruf pun dari Al Qur’an kalian…’.”
    (Dinukil dari kitab Asy-Syi’ah Wal Qur’an, hal. 31-32, karya Ihsan Ilahi Dzahir).
    Bahkan salah seorang “ahli hadits” mereka yang bernama Husain bin Muhammad At-Taqi An-Nuri Ath-Thabrisi telah mengumpulkan sekian banyak riwayat dari para imam mereka yang ma’shum (menurut mereka), di dalam kitabnya Fashlul Khithab Fii Itsbati Tahrifi Kitabi Rabbil Arbab, yang menjelaskan bahwa Al Qur’an yang ada ini telah mengalami perubahan dan penyimpangan.

    b. Tentang shahabat Rasulullah
    Diriwayatkan oleh Imam Al-Jarh Wat Ta’dil mereka (Al-Kisysyi) di dalam kitabnya Rijalul Kisysyi (hal. 12-13) dari Abu Ja’far (Muhammad Al-Baqir) bahwa ia berkata: “Manusia (para shahabat) sepeninggal Nabi, dalam keadaan murtad kecuali tiga orang,” maka aku (rawi) berkata: “Siapa tiga orang itu?” Ia (Abu Ja’far) berkata: “Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifari, dan Salman Al-Farisi…” kemudian menyebutkan surat Ali Imran ayat 144. (Dinukil dari Asy-Syi’ah Al-Imamiyyah Al-Itsna ‘Asyariyyah Fi Mizanil Islam, hal. 89)
    Ahli hadits mereka, Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini berkata: “Manusia (para shahabat) sepeninggal Nabi dalam keadaan murtad kecuali tiga orang: Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifari, dan Salman Al-Farisi.” (Al-Kafi, 8/248, dinukil dari Asy-Syi’ah Wa Ahlil Bait, hal. 45, karya Ihsan Ilahi Dzahir)
    Demikian pula yang dinyatakan oleh Muhammad Baqir Al-Husaini Al-Majlisi di dalam kitabnya Hayatul Qulub, 3/640. (Lihat kitab Asy-Syi’ah Wa Ahlil Bait, hal. 46)
    Adapun shahabat Abu Bakr dan ‘Umar, dua manusia terbaik setelah Rasulullah , mereka cela dan laknat. Bahkan berlepas diri dari keduanya merupakan bagian dari prinsip agama mereka. Oleh karena itu, didapati dalam kitab bimbingan do’a mereka (Miftahul Jinan, hal. 114), wirid laknat untuk keduanya:

    Ya Allah, semoga shalawat selalu tercurahkan kepada Muhammad dan keluarganya, laknatlah kedua berhala Quraisy (Abu Bakr dan Umar), setan dan thaghut keduanya, serta kedua putri mereka…(yang dimaksud dengan kedua putri mereka adalah Ummul Mukminin ‘Aisyah dan Hafshah)
    (Dinukil dari kitab Al-Khuthuth Al-‘Aridhah, hal. 18, karya As-Sayyid Muhibbuddin Al-Khatib)
    Mereka juga berkeyakinan bahwa Abu Lu’lu’ Al-Majusi, si pembunuh Amirul Mukminin ‘Umar bin Al-Khaththab, adalah seorang pahlawan yang bergelar “Baba Syuja’uddin” (seorang pemberani dalam membela agama). Dan hari kematian ‘Umar dijadikan sebagai hari “Iedul Akbar”, hari kebanggaan, hari kemuliaan dan kesucian, hari barakah, serta hari suka ria. (Al-Khuthuth Al-‘Aridhah, hal. 18)
    Adapun ‘Aisyah dan para istri Rasulullah  lainnya, mereka yakini sebagai pelacur -na’udzu billah min dzalik-. Sebagaimana yang terdapat dalam kitab mereka Ikhtiyar Ma’rifatir Rijal (hal. 57-60) karya Ath-Thusi, dengan menukilkan (secara dusta) perkataan shahabat Abdullah bin ‘Abbas terhadap ‘Aisyah: “Kamu tidak lain hanyalah seorang pelacur dari sembilan pelacur yang ditinggalkan oleh Rasulullah…” (Dinukil dari kitab Daf’ul Kadzibil Mubin Al-Muftara Minarrafidhati ‘ala Ummahatil Mukminin, hal. 11, karya Dr. Abdul Qadir Muhammad ‘Atha)
    Demikianlah, betapa keji dan kotornya mulut mereka. Oleh karena itu, Al-Imam Malik bin Anas berkata: “Mereka itu adalah suatu kaum yang berambisi untuk menghabisi Nabi  namun tidak mampu. Maka akhirnya mereka cela para shahabatnya agar kemudian dikatakan bahwa ia (Nabi Muhammad  ) adalah seorang yang jahat, karena kalau memang ia orang shalih, niscaya para shahabatnya adalah orang-orang shalih.” (Ash-Sharimul Maslul ‘ala Syatimirrasul, hal. 580)

    c. Tentang Imamah (Kepemimpinan Umat)
    Imamah menurut mereka merupakan rukun Islam yang paling utama3. Diriwayatkan dari Al-Kulaini dalam Al-Kaafi (2/18) dari Zurarah dari Abu Ja’far, ia berkata: “Islam dibangun di atas lima perkara:… shalat, zakat, haji, shaum dan wilayah (imamah)…” Zurarah berkata: “Aku katakan, mana yang paling utama?” Ia berkata: “Yang paling utama adalah wilayah.” (Dinukil dari Badzlul Majhud, 1/174)
    Imamah ini (menurut mereka -red) adalah hak ‘Ali bin Abu Thalib  dan keturunannya sesuai dengan nash wasiat Rasulullah . Adapun selain mereka (Ahlul Bait) yang telah memimpin kaum muslimin dari Abu Bakr, ‘Umar dan yang sesudah mereka hingga hari ini, walaupun telah berjuang untuk Islam, menyebarkan dakwah dan meninggikan kalimatullah di muka bumi, serta memperluas dunia Islam, maka sesungguhnya mereka hingga hari kiamat adalah para perampas (kekuasaan). (Lihat Al-Khuthuth Al-‘Aridhah, hal. 16-17)
    Mereka pun berkeyakinan bahwa para imam ini ma’shum (terjaga dari segala dosa) dan mengetahui hal-hal yang ghaib. Al-Khumaini (Khomeini) berkata: “Kami bangga bahwa para imam kami adalah para imam yang ma’shum, mulai ‘Ali bin Abu Thalib hingga Penyelamat Umat manusia Al-Imam Al-Mahdi, sang penguasa zaman -baginya dan bagi nenek moyangnya beribu-ribu penghormatan dan salam- yang dengan kehendak Allah Yang Maha Kuasa, ia hidup (pada saat ini) seraya mengawasi perkara-perkara yang ada.” (Al-Washiyyah Al-Ilahiyyah, hal. 5, dinukil dari Firaq Mu’ashirah, 1/192)
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya Minhajus Sunnah, benar-benar secara rinci membantah satu persatu kesesatan-kesesatan mereka, terkhusus masalah imamah yang selalu mereka tonjolkan ini.

    d. Tentang Taqiyyah
    Taqiyyah adalah berkata atau berbuat sesuatu yang berbeda dengan keyakinan, dalam rangka nifaq, dusta, dan menipu umat manusia. (Lihat Firaq Mu’ashirah, 1/195 dan Asy-Syi’ah Al-Itsna ‘Asyariyyah, hal. 80)
    Mereka berkeyakinan bahwa taqiyyah ini bagian dari agama. Bahkan sembilan per sepuluh agama. Al-Kulaini meriwayatkan dalam Al-Kaafi (2/175) dari Abu Abdillah, ia berkata kepada Abu Umar Al-A’jami: “Wahai Abu ‘Umar, sesungguhnya sembilan per sepuluh dari agama ini adalah taqiyyah, dan tidak ada agama bagi siapa saja yang tidak ber-taqiyyah.” (Dinukil dari Firaq Mu’ashirah, 1/196). Oleh karena itu Al-Imam Malik ketika ditanya tentang mereka beliau berkata: “Jangan kamu berbincang dengan mereka dan jangan pula meriwayatkan dari mereka, karena sungguh mereka itu selalu berdusta.” Demikian pula Al-Imam Asy-Syafi’i berkata: “Aku belum pernah tahu ada yang melebihi Rafidhah dalam persaksian palsu.” (Mizanul I’tidal, 2/27-28, karya Al-Imam Adz-Dzahabi)

    e. Tentang Raj’ah
    Raj’ah adalah keyakinan hidupnya kembali orang yang telah meninggal. ‘Ahli tafsir’ mereka, Al-Qummi ketika menafsirkan surat An-Nahl ayat 85, berkata: “Yang dimaksud dengan ayat tersebut adalah raj’ah, kemudian menukil dari Husain bin ‘Ali bahwa ia berkata tentang ayat ini: ‘Nabi kalian dan Amirul Mukminin (‘Ali bin Abu Thalib) serta para imam ‘alaihimus salam akan kembali kepada kalian’.” (Dinukil dari kitab Atsarut Tasyayyu’ ‘Alar Riwayatit Tarikhiyyah, hal. 32, karya Dr. Abdul ‘Aziz Nurwali)

    f. Tentang Al-Bada’
    Al-Bada’ adalah mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui. Mereka berkeyakinan bahwa Al-Bada’ ini terjadi pada Allah . Bahkan mereka berlebihan dalam hal ini. Al-Kulaini dalam Al-Kaafi (1/111), meriwayatkan dari Abu Abdullah (ia berkata): “Tidak ada pengagungan kepada Allah yang melebihi Al-Bada’.” (Dinukil dari Firaq Mu’ashirah, 1/252). Suatu keyakinan kafir yang sebelumnya diyakini oleh Yahudi4.
    Demikianlah beberapa dari sekian banyak prinsip Syi’ah Rafidhah, yang darinya saja sudah sangat jelas kesesatan dan penyimpangannya. Namun sayang, tanpa rasa malu Al-Khumaini (Khomeini) berkata: “Sesungguhnya dengan penuh keberanian aku katakan bahwa jutaan masyarakat Iran di masa sekarang lebih utama dari masyarakat Hijaz (Makkah dan Madinah, pen) di masa Rasulullah , dan lebih utama dari masyarakat Kufah dan Iraq di masa Amirul Mukminin (‘Ali bin Abu Thalib) dan Husein bin ‘Ali.” (Al-Washiyyah Al-Ilahiyyah, hal. 16, dinukil dari Firaq Mu’ashirah, hal. 192)

    Perkataan Ulama tentang Syi’ah Rafidhah
    Asy-Syaikh Dr. Ibrahim Ar-Ruhaili di dalam kitabnya Al-Intishar Lish Shahbi Wal Aal (hal. 100-153) menukilkan sekian banyak perkataan para ulama tentang mereka. Namun dikarenakan sangat sempitnya ruang rubrik ini, maka hanya bisa ternukil sebagiannya saja.
    1. Al-Imam ‘Amir Asy-Sya’bi berkata: “Aku tidak pernah melihat kaum yang lebih dungu dari Syi’ah.” (As-Sunnah, 2/549, karya Abdullah bin Al-Imam Ahmad)
    2. Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri ketika ditanya tentang seorang yang mencela Abu Bakr dan ‘Umar, beliau berkata: “Ia telah kafir kepada Allah.” Kemudian ditanya: “Apakah kita menshalatinya (bila meninggal dunia)?” Beliau berkata: “Tidak, tiada kehormatan (baginya)….” (Siyar A’lamin Nubala, 7/253)
    3. Al-Imam Malik dan Al-Imam Asy-Syafi’i, telah disebut di atas.
    4. Al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Aku tidak melihat dia (orang yang mencela Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Aisyah) itu orang Islam.” (As-Sunnah, 1/493, karya Al-Khallal)
    5. Al-Imam Al-Bukhari berkata: “Bagiku sama saja apakah aku shalat di belakang Jahmi, dan Rafidhi atau di belakang Yahudi dan Nashara (yakni sama-sama tidak boleh -red). Mereka tidak boleh diberi salam, tidak dikunjungi ketika sakit, tidak dinikahkan, tidak dijadikan saksi, dan tidak dimakan sembelihan mereka.” (Khalqu Af’alil ‘Ibad, hal. 125)
    6. Al-Imam Abu Zur’ah Ar-Razi berkata: “Jika engkau melihat orang yang mencela salah satu dari shahabat Rasulullah , maka ketahuilah bahwa ia seorang zindiq. Yang demikian itu karena Rasul bagi kita haq, dan Al Qur’an haq, dan sesungguhnya yang menyampaikan Al Qur’an dan As Sunnah adalah para shahabat Rasulullah . Sungguh mereka mencela para saksi kita (para shahabat) dengan tujuan untuk meniadakan Al Qur’an dan As Sunnah. Mereka (Rafidhah) lebih pantas untuk dicela dan mereka adalah zanadiqah.” (Al-Kifayah, hal. 49, karya Al-Khathib Al-Baghdadi)
    Demikianlah selayang pandang tentang Syi’ah Rafidhah, mudah-mudahan bisa menjadi pelita dalam kegelapan dan embun penyejuk bagi pencari kebenaran…

  49. Muncul satu lagi manusia berotak lemur bin primata tapi sok merasa Islam seperti santri tebu ireng ini.

    Sebelum anda menyatakan Syiah dan Islam cuma mirip (berdasarkan kebodohan anda tentang Syiah) pada saat yang sama bisa saja orang Syiah menyatakan Ahlusunnah bukan Islam sebagaimana cara anda menilai mazhab orang lain dengan bukti-bukti yang ada. Tapi apakah orang2 Syiah senang melakukan hal keji seperti anda? Tidak. Karena mereka menghargai mazhab anda walaupun mereka punya bukti yang kuat bahwa mazhab anda amat jauh dari Islam yang hakiki.

    Bila orang Syiah menggunakan pola pikir kerdil seperti anda bisa saja mereka menngunakan dalil dari kitab anda sendiri (sunni) untuk menyatakan bahwa “MAZHAB YANG SESUAI DENGAN ISLAM HANYA SYIAH” dengan berpedoman pada sabda Nabi.saw: “Ali dan Syiah-nya akan masuk surga” (Shawaa’iq al-Muhriqah Ibn Hajar, Mustadrak Al-Hakim ,dll). Sementara bila mereka berpedoman dengan hadis itu (tentunya dengan pola pikir kerdil seperti anda) bisa saja mereka menyatakan “MAZHAB AHLUSUNNAH TIDAK AKAN MASUK SURGA” karena tidak ada satu hadis sahih pun yang menyatakan Ahlusunnah masuk surga, dan dengan begitu mereka bisa mengklaim bahwa “AHLUSUNNAH BUKAN ISLAM”

    Namun apakah dengan propaganda itu Syiah akan gembira karena orang akan berbondong-bondong pindah mazhab ke Syiah, dan mazhab anda akan ditinggalkan oleh penganutnya???? Tidak…tidak…!!

    Kalau anda merasa benar dan Syiah sesat maka ajaklah mereka berdialog dengan kelompok anda, maka anda akan membuktikan sendiri bahwa Syiah berada dalam kebenaran dan mazhab anda berada dalam kekafiran.

    Bertobatlah anda dari mulut kotor dan tulisan dusta anda di atas.

    As-salaam man ittaba’al hudaa.

  50. @santri tebu ireng

    Anda dan teman2 segolongan mengaku seorang Islam.
    Tapi mengapa menghina golongan lain. Alah melarang kita menghina golongan lain yang tidak sepaham dengan kita.
    Siapa yang menghina orang/golongan lain maka ia adalah seorang HINA dalam pandangan Allah. Allah dan Rasul tidak pernah menghina umatNya.
    Berargumentasi dengan akhlak islmis dan bukan sebagai pembenci dan pendendam. Wasalam

  51. @santri tebu ireng
    semua yg anda sampaikan sdh di jwb tuntas di situs2 syiah. jd silahkan anda gabung di situs mereka.
    tp klu anda penasaran,silahkan anda memulainya,krn disini ada juga orang2 syiah,
    tp satu2 spy lebih mengena,n anda jg memahami betul masalah.jgn cuma fanatisme,n cuma kata orang. yg terakhir klu di ijinkan SP
    monggo yg syiah…

  52. @santri tebu ireng
    semua yg anda sampaikan sdh di jwb tuntas di situs2 syiah. jd silahkan anda gabung di situs mereka.
    tp klu anda penasaran,silahkan anda memulainya,krn disini ada juga orang2 syiah,
    tp satu2 spy lebih mengena,n anda jg memahami betul masalah.jgn cuma fanatisme,n cuma kata orang. yg terakhir klu di ijinkan SP
    monggo yg syiah…

  53. @santri tebu ireng

    ane kase tau ke ente :
    1.agama kita Islam kalu mau di tulis mengenai PemilikNya,PembantuNya,milikNya,hukumNya,Dan hambaNya niscaya harddisk yang ada di seluruh Server di dunia tidak akan mampu menampung. sedangkan ente hanya baca satu mazhab…itupun belum benar.

    2.Rasulullah diutus bukan untuk membuat mazhab yang mencela mazhab lain atau saling mencaci.

    3.Allah tidak butuh mazhab ente…yang terpenting ente iklas atas perintah dan larangannya.

    4.asal ente tau semua pencetus Mazhab bergurunya ke Ahlul bait.1.Imam Ali bin Abi Thalib as…2.Imam Hasan bin Ali as…3.Husein bin ali as…4.Imam Ali Zainal Abidin bin Husein as…5.Imam Muhammad al-Baqir bin Ali zainal Abidin as…6.Imam Ja’far Ash-Shidiq…7.Imam Musa Al-Kadzim as…8.Imam Ali ar-Ridha as…9.Imam Muhammad Al-Jawad as…10.Imam Muhammad al-Hadi as 11.Imam Hasan Al-Askari as…12.Imam Muhammad al-Mahdi as

    5.mengenai ma’shum…apa ente punya bukti kalau mereka pernah melakukan dosa?

    note: ana saranin kalu ente mau belajar mengenai islam pertama ente harus bersihkan HATI…

  54. @abahnajibril
    saya belum perlu menanggapi apapun, kecuali saya sebagai pemilik blog ini perlu mengingatkan anda agar anda memperbaiki akhlak anda. Apa yang sudah anda lakukan di blog ini sudah jelas tidak baik? [semoga anda paham maksud saya]

    @membongkar kedok syiah
    idem dengan komen saya untuk abahnajibril :mrgreen:

    *ehem tapi kata-kata buruk anda hanya bikin malu anda sendiri lho*

    @santri tebu ireng
    idem dengan komen saya untuk abahnajibril atau untuk membongkar kedok syiah :mrgreen:

  55. alhamdulillah telah lama saya simak diskusi diatas kini saya yakin bahwa syi’ah itu memang sesat. dan masyarakat sangat perlu diberitahukan dan dibeberkan penyimpangannya..mungkin kalian belum pernah tau hidup di iran, negeri syi’ah, kalian hanya tau buntutnya syi’ah.bagi kaum sunni yang pernah hidup di iran, akan nyata sekali bagaikan gajah didepan mata penyimpangan mereka, dari mulai kaum awwamnya hingga yang ngaku alimnya, dari mulai gonta ganti pasangan dengan mut’ahnya, shalat boleh sambil kentut, sambil bergesekan dengan wanita dengan syahwat, punya qur’an 3x lebh tebal, punya kitab hadits sendiri, punya madzhab sendiri diluar imam 4, menghalalkan darah muslim suni, memuja imam yg diyakini masuk ke goa ga keluar2, dzikir sambil joget2, ngadain ulang tahun mrip kristiani meng ulang tahunkan Isa, benci malaikat Jibril lantaran menurut mereka nyasar bawa wahyu (buka tafsir mereka tentang surat an-naba deh), bearlah kata para tetua NU, beralah Tetua Persis, Muhammadiyah, para MUI kita, tokoh jama’ah tabligh, tokoh ikhwanul muslimin, tokoh salafy, tokoh sunni, para mantan syi’ah, benarlah bahwa imam syafi’i benci syi’ah, imam ahmad, imam bukhori, imam muslim dan para ahli hadits lainnya, pantas saja imam bukhori amirul mu’mini fil hadits menolak riwayat dari syi’ah karena mereka berani berdusta atas nama agama (baca tarikh alkabir), benarlah ucapan para imam terdahulu dan sekarang bahwa syi’ah mengkafirkan abu bakar, utsman, umar, bahkan ummul mu’minin ‘aisyah disebut sebagai ummu syaithon (naudzubillah) benarlah mereka menggunakan hadits yang sangat lemah sekali yaitu Nabi sebagai gudang ilmu dan ali pintunya, saya sarankan kepada anda agar ulama2 syi’ah berdialog terbuka dengan para tetua agama Islam di indo termasuk MUI, namun saya pun merasa percuma menyarankan, karena anda pun telah menolak MUI sebagai perwakilan ulama2 di indo, sayang sungguh sayang seperti kata peribahasa : sejelek apapun barang jatuh, ada juga yang mau mungut, hiduplah di iran, niscaya kalian akan janggal dengan apa yang kalian baca dan kalian lihat, ringkasnya, kalian baca kitab syi’ah disini, seolah mereka meyakini quran, tapi di iran jelas mereka injak2 mushaf ustman, katahuilah, kalian hanya kaum minoritas dari agama baru, tak jauh kalian dari ahmadiyah, apa yang kurang bagi kalian para syi’i ? qur’an punya khusus, kitab hadits punya khusus, yang ijma seperti shahiih bukhori muslim kalian tolak, dengan alasan cacat pada banyak rawinya karena menurut kalian yang syi’ah hanya beberapa sahabat saja yang ga kafir, tapi kami sunni faham pembodohan kalian termasuk pengelola blog ini yang mulai menampakkan kesyi’ahannya, bukan asal nuduh loh, buktinya ga da satupun koment syi’ah yang dikritik, itu bukti taqrirnya, tapi para alim alhamdulillah telah banyak meninggalkan kitab2 mereka tentang syi’ah, dan membungkam mulut busuk mereka, bahkan masyhur sekali kisah amirul mu’minin Ali yang membakar orang2 syi’ah lantaran telah ghuluw terhadapnya (kisah ini tentu ga akan ada dikitab2 syi’ah mas), karena ga mungkin toh penjahata membeberkan aibnya??memelintir ayat menghalalkan mut’ah kebiasaan kalian, juga perkara2 lainnya, ya itulah salah satu jenis pembodohan kalian terhadap umat, tapi apa hendak dikata, nasi sudah menjadi bubur..nikmatilah oleh kalian kesesatan kalian selagi kalian suka, …terima kasih…ga puas?? saya ga butuh komentar anda, bagi yang mau diskusi saya tunggu di Ma’had Ali Bin Abu Thalib di JL. Dewi Sri, RT.33/14 Buah Batu Bandung, kita diskusi terbuka saja, terbuka 24 jam untuk anda yang bukan banci yang cuma berani komment didunia maya….yang nanggapi koment saya disini saja SAYA CAP BANCI KALENG!! Saya tunggu jika anda merasa mengusung al-haq, o ya SP jangan hanya duduk koment, jika anda mau anda pun saya undang diskusi terbuka, saya tidak mengatasnamakan kelompok manapun, namun saya aktif di majelis Ulama Indo Kota Bandung (saya tidak mengatakan bahwa saya mewakili MUI, apalagi mengatakan saya orang MUI). @chany, budhi, truth, abahnajibril,santri, admin & SP boleh semua datang, kita adu argumen kita disana, keamanan anda saya jamin sampai anda kembali, tidak ada yang akan teror anda selanjutnya, untuk memastikannya saya akan undang Kapolwil Bandung juga, dan saya penjaminnya…
    sekali lagi jika anda berkomentar yang buruk tentang ajakan saya, maka STEMPEL BANCI KALENG TERTERA DI DAHI ANDA…

  56. @Muhammad jamal El-Irani

    setelah baca tulisan anda di atas kemungkinan besar anda pernah tinggal di iran…thanks atas infonya.
    saya pribadi jauh dari semua mazhab karna saya non muslim…tapi saya banyak membaca pengenai Islam dan saya sangat tertarik.

    yang saya tau sejak jaman Nabi adam sampai jaman Nabi muhammad…islam diturunkan untuk kebaikan mulai dari perkenalan terhadap tuhan…s/d…memperbaiki Akhlak…namun kenyataannya Islam seakan-akan gagal.dalam hal kuantitas mungkin sukses namun kualitas gagal kenyatannya anda islam sendiri saling menyesatkan,mencaci,dst…Apakah ini merupakan kegagalan Nabi Muhammad?saya rasa tidak,ataukah kegagalan para Khalifah?saya rasa juga tidak,trus kenapa di dalam islam sendiri kalian saling menyesatkan,mencaci,bahkan saling membunuh?
    bahkan pembunuhannya lebih kejam dari G30S PKI dari mulai meracuni s/d memenggal kepala…yg menyedihkan kepalanya diarak-arakin lagi…yg membunuh siapa?…kalian sendiri orang islam.kasihan Nabi Muhammad udah berjuang jiwa dan raga hanya untuk kalian yg salaing membenci…yg jadi pertanyaan lagi apakah Nabi kalian tidak mengetahui?”BELIAU MENGETAHUI”.

    saya dari non muslim mencoba menjelaskan kepada anda orang muslim…yg sudah pasti tidak berat ke salah satu mazhab….(kalu ada yg salah mohon di koreksi).saya mempelajari islam khususnya Nabi Muhammad dan saya bagi ke dalam 3 masa…
    1.masa Rasulullah
    2.para Sahabat
    3.Setelah karbala.

    berlanjut….ke bab berikutnya

  57. @Santri Tebu Ireng

    Dlm tulisan anda disebutkan: Abdullah bin Ahmad bin Hanbal berkata: “Aku telah bertanya kepada ayahku, siapa Rafidhah itu? Maka beliau menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang mencela Abu Bakr dan ‘Umar’.” (Ash-Sharimul Maslul ‘Ala Syatimir Rasul hal. 567, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah).

    Pantesan anda pengikut Ibnu Taimiyyah dari Najd, sudah tidak aneh lagi :mrgreen:

  58. @Muhammad jamal El-Irani

    Wah wah… hebat euy, anda juga pengikut Ibnu Taimiyyah dari Najd, sudah tidak aneh lagi :mrgreen:

  59. @barnavel :
    janganlah aneh dengan kondisi Islam saat ini, karena keadaan seperti ini telah digambarkan oleh Rosululloh shollalloohu ‘alaihi wasallam Nabi kami yang mulia, dan ini adalah bukti dari kenabian beliau, dan benarlah Rosululloh shollalloohu ‘alaihi wasallam dengan seluruh sabdanya yang telah dishohihkan oleh para ahli hadits ahlu sunnah dari zaman ke zaman, diantara sabda beliau yang menjelaskan keadaan umat ini kelak adalah :
    1. ketika beliau sedang menaiki gunung uhud bersama abu bakar, umar, ustman dan ali, gunung uhud bergetar, lalu nabi berkata : “Diamlah uhud, sesungguhnya bersama ku ini terdapat 1 orang yang shodiq (jujur) dan 3 orang syuhada (yang akan mati syahid). Terbukti perkataan nabi, bahwa abu bakar meninggal karena sakit (abu bakar mendapat gelar ash-shiddiq), namun umar, ustman dan ali mati dalam keadaan terbunuh (syahid) oleh para zindiq perusak agama).
    2. sabda beliau : sesungguhnya umat nashoro (kristen) akan terpecah menjadi sekian golongan, dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 dineraka (namun tidak kekal, karena Nabi menyebutnya sebagai umatku, ini berarti kelompok2 itu masih kategori umat Nabi yang akan masuk surga dalam daftar tunggu, dan inilah aqidah dari ahlu sunnah wal jama’ah, karena dalam hadits yang lain nabi bersabda, seluruh umatku akan masuk surga kecuali yang enggan), dan 1 golongan akan masuk surga, para sahabat bertanya : siapakah mereka ya Rosululloh? lalu Nabi menjawab : dia adalah al-jama’ah, dalam riwayat yang lain Nabi bersabda : mereka adalah khulafaur rosyidin yang mendapatkan petunjuk dan yang mengikuti mereka. Dan hadits ini juga sebagai bantahan dari tulisan salah satu orang yang berkata dalam komentarnya diblog ini bahwa orang syi’ah lah yang akan masuk surga, dan hadits ini pun merupakan petir yang menyambar menghanguskan wajah buruk dan hitam orang2 yang menghina para sahabat dan mengkafirkan khalifah abu bakar, umar dan ustman seperti orang2 syi’ah..

    cukuplah kiranya 2 hal tersebut menjadi penjelasan buat anda., adapun perkara pembunuhan adalah salah satu kehendak (iradah) Alloh yang tidak Alloh sukai, jika anda belajar aqidah islam yang benar kepada seorang ahlu sunnah (pengikut Rosululloh, bukan pengikut syi’ah), maka anda akan dapatkan penjelasan tentang rukun iman bab qodho dan qodar, bagian tentang iradah kauniyah & iradah syar’iyyah Alloh..

    @ketahuan : saya sudah katakan diatas, jika anda tidaklah berani berkomentar yang berbobot untuk memenuhi undangan diskusi saya maka anda termasuk kategori BANCI KALENG, apalagi dengan mencantumkan nama “ketahuan” yang ga jelas asal usulnya berarti semakin memperjelas kepengecutan anda dan semakin membuktikan kebancian anda …anda marah dengan komentar saya?? silahkan keluarkan kata2 buruk lainnya jika ada sudah hilang kewarasan dan rasa malu, itu hak anda, dan tidak akan ada yang membunuh anda dengan ucapan2 seperti itu, ini forum bebas, silahkan berkata2 sesuka hati dan mulut busuk anda…terima kasih atas dimuatnya tulisan saya

  60. saya Muhammad Jamal El-Irani salah satu pengelola di situs http://www.abahnajibril.wordpress.com, dan saya aktif juga di LPPI jakarta, jika anda ingin diskusi lebih lanjut, silahkan anda temui saya di markaz, anda bisa dialog langsung dengan saya atau ust. Muhammad amin Djamaluddin, atau pun Ustadz Hartono Ahmad Jaiz, begitu juga dengan Ustadz Farid Ahmad Okbah

  61. Ditanya seperti ini

    [blockquote]
    @ abahjibril
    1.dicerita anda abu hurairah mendapat pelajaran ayat kursi dari syetan yah, bukan dari rasul ..? kok belajarnya sama syetan.

    2. Aneh yah Abu hurairoh kok diberi tahu rasulullah 3 x kok kagak nurut2 yah..ini tabiat apa gimana gitu.
    katanya kalo kata rasul sahabat itu dan kita harus Sami’na wato’na, kok ini nbalelo sampe berkali kali ? knp yah…

    ada alasannya ?[/blockquote}

    Kok jawabnya kayak gini…

    [blockquote]
    @bod : bodo kamu teh….hadits shohih masih mau ditolak, jutaan ulama dah baca hadits itu, ga da satupun yang koment setolol kamu, mau tanya alasannya, sono tanya ma Nabi sendiri mas…atau tanya sama ulama syi’ah yang nolak abu hurairoh kenapa otaknya keblinger gitu, yang aneh bukan abu hurairoh bego, tapi otak lu, imam bukhori aja yang ngeriwayatin haditsnya ga ngomong sebego elo, gitu juga ibnu hajar pensyarahnya, ni anak ingusan kaya lo mau tanya, n ngehina mbalelo, bener2 jelas menyatakan pengikut syi’ah lo, tanya sama imam syi’ah lo, kok ga muncul2 imam yang masuk ke goa mape sekarang sih?walau lu tereakin tiap hari juga ga bakal muncul bodoh…aliran bodoh diikutin, eh si cucurut seken juga ikut kalap, yang jelas kaleci tuh elo, kalo lu ga mau ngakui MUI sekarang, ya sono bikin MUI aja sendiri namanya majelis ulama keblinger, rupanya selain tersesat lo termasuk juga barisan sakit ati karena ulamanya ga msuk MUI, kacian, paling bentar lagi didemo neh MUI, kudu lapor wartawan neh, gak gak gak…[/blockquote]

    ini modelnya org jawaban salafy yah….?
    waduh …..waduh…akhlaqnya….tops…..kaya omongannya…

  62. @abahnajibril

    Saya cuman mengatakan : “Wah wah… hebat euy, anda juga pengikut Ibnu Taimiyyah dari Najd, sudah tidak aneh lagi” :mrgreen:
    Kenapa anda jadi sewot?…. oh anda juga orang LPPI, saya punya buku hasil seminar thn 1997 … pantesan … :mrgreen:

  63. @bod : yang koment “bodo kamu teh….” bukan si abah, tapi membongkar kedok syi’ah tuh, baca dulu yang bener men, baru nyosor….men …wah matamu juling ya…?? dah diem aja ga usah koment mata juling mah, kita pelototin aja argumen mereka, hihihi….salut sama semangat lo, tapi sayang matanya juling….jangan malu maluin ah….

  64. @second price:
    saya belum perlu menanggapi apapun, kecuali saya sebagai pembaca blog ini perlu mengingatkan anda agar anda memperbaiki akhlak anda, tulisan2 diblog anda, dan koment2nya…. Apa yang sudah anda lakukan di blog ini sudah jelas tidak baik? [semoga anda paham maksud saya]
    he he…

    *ehem tapi caci maki pengikuti dan isi blog anda hanya bikin malu anda sendiri lho*

    barnavel menulis :
    @Truthseeker
    apakah anda penggemar SP?atau jangan2 andalah SP!
    saya mau tanya kepada anda dengan dasar apa anda bisa mengatakan seseorang Fallacy?

    kok anda ga jawab sih??jangan2 mata anda juga ketutup kaya siabah yang anda bilang, atau sama julingnya dengan si bob?? he he…

    anda, saya, siabah, muhammad djamal, truth dan semua yang ada di blog ini FALLACY, kalo ga FALLLACY, ngapain agama didebatin kayak anak2 gitu, ngomong pada gede2 bacot, sekalinya ada yang nantang ketemu terbuka, pada nutup mata, ga mau nanggepin, apa apaan ini??cuma umbar bacot aja semuanya termasuk si SP pemilik blog ini yang cuma bisanya ketawa nyengir2, manggut2 kayak kudaa sambil tepuk tangan dan kaki seneng, dan bisa jadi sebenernya si SP itu orang YAHUDI ATAU MAJUSI ATAU NASHRANI yang mengatasnamakan ISLAM aja, lihat aja betapa senengnya dia nanggepin koment2 yang ga karuan kaya gue gini, dasar pada bego, yang nulis ini bego, yang baca bego, yang muat tulisan ini juga bego!!!

  65. @ smart phone

    baca tulisan saya apakah ada saya sebut disitu abahjibril yg menulis…?

    jadi yg juling itu sampeyan atau saya mas…
    juga yg malu2in itu siapa…

    ini satu lagi contoh akhlaknya salafy…yg katanya ikut salafu sholeh….salafu tholeh kalee…….

  66. ih sorry lagi siapa yang salafy…aku NOTUL mas….salafy sama syi’ah 11 12

  67. Kebenaran itu milik Al-haq dan yang mendapat hidayahlah yang menang bigaimana hidah mau turun kalau kita gonto-gontokan…berdiskusilah dengan ilmu dan ambillah hikmahnya…Allah selalu bersama orang2 yg sabar dan selalu mengambl hikmah…

    – lembutkanlah hatimu karna Allah maha lembut
    – sucikanlah hatimu karna Allah maha suci
    – jangan sombong karna Allah tidak suka orang2 yg sombong…
    – jadikanlah ilmu sebagai sarana kedekatanmu dengan Allah karena ditangan andalah pilar2 agama ini ditegakkan

  68. @smart phone

    anda, saya, siabah, muhammad djamal, truth dan semua yang ada di blog ini FALLACY, kalo ga FALLLACY, ngapain agama didebatin kayak anak2 gitu,

    ehem justru kalimat ini yang fallacy namanya ignoratio elenchi :mrgreen:

    ngomong pada gede2 bacot, sekalinya ada yang nantang ketemu terbuka, pada nutup mata, ga mau nanggepin, apa apaan ini??

    Lho siapa tahu mereka udah ketemuan kalii dan mungkin Mas gak diundang :)

    cuma umbar bacot aja semuanya termasuk si SP pemilik blog ini yang cuma bisanya ketawa nyengir2, manggut2 kayak kudaa sambil tepuk tangan dan kaki seneng,

    kalau saya cuma senyum saja, gak sericuh seperti yang anda bilang :)

    dan bisa jadi sebenernya si SP itu orang YAHUDI ATAU MAJUSI ATAU NASHRANI yang mengatasnamakan ISLAM aja,

    Fallacy Argumentum Ad Hominem :mrgreen:

    lihat aja betapa senengnya dia nanggepin koment2 yang ga karuan kaya gue gini,

    maaf saya gak merasa senang menanggapi komen anda, bagi saya gak ada rasanya sama sekali :) senyum kadang menipu apalagi cuma icon :mrgreen:

    dasar pada bego, yang nulis ini bego, yang baca bego, yang muat tulisan ini juga bego!!!

    anda sendiri kan termasuk yang baca bahkan nulis komentar lagi, so saya kembalikan itu buat anda saja :mrgreen:

    ehem btw anda ini memang pemerhati dakwah internet ya salut :mrgreen:

  69. bener gak nc ya????????????????…………………

  70. la haola wala quwwata, sedih liat muslimin pada kaya anak kecil tawuran, pastesan gampang dikadalin dan diadu domba/negara/mazhab/sekte, iklannya doang “agama rahmatan lil aalamin” lha buat pengikutnya saja sudah ngga bisa jadi rahmatan , gimana tuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 160 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: