Sahabat Nabi Yang Membunuh Ammar bin Yasir RA

Sahabat Nabi Yang Membunuh Ammar bin Yasir RA

Bukankah mencela sahabat Nabi SAW itu tidak dibolehkan?. Benar, tidak hanya sahabat Nabi tetapi mencela sesama Muslim itu tidak dibolehkan. Apalagi membunuh, tentu tidak boleh lagi. Kenyataan pahit dalam sejarah Islam adalah para generasi awal umat ini yaitu para Sahabat ternyata mengalami perselisihan sampai ke taraf memerangi dan membunuh. Sangat tidak mungkin kalau sejarah seperti ini mau ditutup-tutupi atau dinyatakan seolah tidak ada apa-apa.

Sebagian pihak tidak senang kalau sejarah seperti ini dibicarakan karena tidak ada gunanya membicarakan perselisihan para Sahabat. Mereka menganggap bahwa semua sahabat diridhai Allah SWT, semua sahabat tidak layak untuk dikritik atau dinyatakan salah karena itu berarti sudah mencela sahabat Nabi dan hal ini jelas diharamkan menurut mereka. Jika sahabat melakukan kesalahan maka itu berarti sahabat berijtihad dan sebagaimana ijtihad jika benar dapat dua pahala dan jika salah satu pahala. Intinya pihak tersebut akan selalu memuliakan sahabat walau bagaimanapun perilakunya. Sehingga jika orang sudah dicap sahabat maka semua perilakunya berpahala. Duhai alangkah anehnya, apakah jika sahabat menghina Ahlul Bait, meminum khamar, dan murtad maka itu dikatakan ijtihad?. Alangkah kacaunya orang yang mengatakan bahwa tindakan seperti itu berpahala hanya karena yang melakukannya adalah seorang Sahabat Nabi. Silakan renungkan

Kali ini kami akan mengajak para pembaca untuk kembali ke peristiwa bersejarah yaitu Perang Shiffin. Pada perang ini Imam Ali AS dan sahabat yang mengikuti Beliau berperang dengan Muawiyah dan sahabat yang mengikutinya. Di antara sahabat Nabi yang setia pada Imam Ali adalah Ammar bin Yasir RA. Beliau adalah Sahabat yang mulia dimana Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Ammar akan dibunuh oleh kelompok pembangkang. Sejarah membuktikan bahwa Ammar RA syahid dalam perang Shiffin. Hal ini sudah cukup untuk membuktikan bahwa dalam Perang Shiffin Imam Ali berada dalam kebenaran dan Muawiyah serta pengikutnya merupakan kelompok pembangkang. Kematian Ammar RA mengundang kecemasan di kalangan pengikut Muawiyah sehingga untuk menenangkan pengikutnya Muawiyah memberikan ta’wilan yang batil bahwa Yang membunuh Ammar RA adalah orang yang membawanya ikut berperang. Dengan perkataan itu Muawiyah ingin melemparkan kesalahan kepada Imam Ali AS, sungguh perilaku yang bisa dibilang tidak terpuji.

Riwayat ini salah satunya disebutkan dalam Musnad Ahmad 2/161 no 6499

حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا أبو معاوية ثنا الأعمش عن عبد الرحمن بن زياد عن عبد الله بن الحرث قال اني لأسير مع معاوية في منصرفه من صفين بينه وبين عمرو بن العاص قال فقال عبد الله بن عمرو بن العاصي يا أبت ما سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول لعمار ويحك يا بن سمية تقتلك الفئة الباغية قال فقال عمرو لمعاوية ألا تسمع ما يقول هذا فقال معاوية لا تزال تأتينا بهنة أنحن قتلناه إنما قتله الذين جاؤوا به

Telah menceritakan kepada kami Abdullah yang berkata telah menceritakan kepadaku Ayahku yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Muawiyah yang berkata telah menceritakan kepada kami ‘Amasy dari Abdurrahman bin Ziyad dari Abdullah bin Harits yang berkata “Aku berjalan bersama Muawiyah sepulang dari Shiffin dan juga bersama Amru bin Ash. Abdullah bin Amru bin Ash berkata “wahai ayah tidakkah kau mendengar Rasulullah SAW berkata kepada Ammar “Kasihan engkau Ibnu Sumayyah, engkau akan dibunuh oleh kelompok pembangkang”. Amru berkata kepada Muawiyah “Tidakkah engkau dengar perkataannya”. Muawiyah berkata “Ia selalu bermasalah bagi kita, apakah kita yang membunuh Ammar?. Sesungguhnya yang membunuhnya adalah orang yang membawanya”.

Syaikh Syuaib Al Arnauth dalam Syarh Musnad Ahmad tahqiqnya berkata tentang hadis ini “sanadnya shahih” . Begitu pula Syaikh Ahmad Syakir dalam Syarh Musnad Ahmad tahqiq Beliau juga menyatakan hadis ini shahih. Siapa sebenarnya orang dalam kelompok Muawiyah yang membunuh Ammar bin Yasir RA?. Para ulama telah menyebutkan bahwa orang yang membunuh Ammar bin Yasir adalah Abu Ghadiyah Al Juhani dan tahukah anda siapa dia?. Para ulama menyebutnya sebagai Sahabat Nabi SAW.

Ibnu Hajar dalam Al Ishabah 7/311 no 10365 memuat biografi Abu Ghadiyah Al Juhani dan menyebutkan

وقال الدوري عن بن معين أبو الغادية الجهني قاتل عمار له صحبة

Ad Dawri berkata dari Ibnu Ma’in “Abu Ghadiyah Al Juhani orang yang membunuh Ammar dan dia seorang Sahabat Nabi”.

Al Bukhari berkata dalam Tarikh Al Kabir juz 8 no 3557

أبو غادية الجهني سمع النبي صلى الله عليه وسلم

Abu Ghadiyah Al Juhani mendengar langsung dari Nabi SAW.

Ibnu Abdil Barr dalam Al Isti’ab 4/1725 dan Ibnu Atsir dalam Usud Al Ghabah 5/534 juga mengatakan bahwa Abu Ghadiyah seorang sahabat Nabi yang membunuh Ammar bin Yasir RA. Adz Dzahabi dalam Tarikh Al Islam 4/135 menyebutkan biografi Abu Ghadiyah Al Juhani dan menyebutkan

وقال الدار قطني وغيره هو قاتل عمار بن ياسر يوم صفين

Daruquthni dan yang lainnya berkata “Dia adalah orang yang membunuh Ammar bin Yasir pada perang Shiffin.

Tahukah anda pahala apa yang akan didapat oleh orang yang membunuh Ammar?. Rasulullah SAW pernah bersabda

قاتل عمار و سالبه في النار

Yang membunuh Ammar dan menjarah( harta)nya akan masuk neraka

Hadis ini telah dinyatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ahadits As Shahihah no 2008 dan Shahih Jami’ As Shaghir no 4294. Jika memang para Ulama menyebut Abu Ghadiyah sebagai Sahabat Nabi SAW yang membunuh Ammar bin Yasir RA maka tidak salah untuk dikatakan bahwa perbuatan Abu Ghadiyah itu telah mengantarkannya ke neraka.

About these ads

120 Tanggapan

  1. Apakah akan tambah meyakinkan mereka yg mengaggap “sahabat” juga bisa berbuat salah?
    Apakah akan merubah pandangan mereka yang menganggap semua sahabat adil?

    “Kebenaran butuh pintu untuk masuk”

    Wassalam

  2. Dalil bahwa semua sahabat adalah benar dan adil serta kekeliruan dan dosa mereka adalah sebuah ijtihad, sebenarnya sejak kapan dimunculkan? Jika melihat riwayat2 di atas segolongan sahabat bahkan menunjukkan ketidakbenaran sahabat yg lain? Yg seolah-olah mereka tdk mengetahui ada dalil keutamaan sahabat. Bingung! Sahabat itu yg mana dan yg bagaimana sih?

    Salam

  3. Melihat Hadits shahih diatas saya lebih yakin pembahagian Sahabat menurut SYIAH.
    Syiah membagi/mengklasifikasi sahabat menjadi 3 gol.

    1.Sahabat yang beriman pada Allah SWT, Nabi Muhammad saw dan mengorbankan seluruh diri mereka demi kepentingan Islam. Tidak pernah melanggar perintah Rasul dalam segala hal tanpa terkecuali.

    2.Orang Islam tapi perbuatan mereka tidak sungguh2 utk Islam.

    Orang2 yang mengingkari Islam setelah wafat Nabi sebagaimana yang dicatat oleh Bukhari. Mereka2 itu seperti Abu Sofyan, Muawiyah b. Abu Sofyan dll.

    Mudah2an pembahagian sahabat menurut Syiah bermanfaat. Wasalam

  4. @ rafidhah
    itulah kenyataan masyarakat kita umumnya, mereka islam tetapi perbuatan mereka tdk sungguh2 membela islam….baik yg kaya maupun yg miskin. yg kaya karena penyakit Wahnnya, yg miskin karena takut dan tunduk akan penguasa. mangkanya SBY menang lagi…..huh

  5. @hir oali

    Shahih

  6. Kali ini kami akan mengajak para pembaca untuk kembali ke peristiwa bersejarah yaitu Perang Shiffin. Pada perang ini Imam Ali AS dan sahabat yang mengikuti Beliau berperang dengan Muawiyah dan sahabat yang mengikutinya. Di antara sahabat Nabi yang setia pada Imam Ali adalah Ammar bin Yasir RA. Beliau adalah Sahabat yang mulia dimana Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Ammar akan dibunuh oleh kelompok pembangkang. Sejarah membuktikan bahwa Ammar RA syahid dalam perang Shiffin. Hal ini sudah cukup untuk membuktikan bahwa dalam Perang Shiffin Imam Ali berada dalam kebenaran dan Muawiyah serta pengikutnya merupakan kelompok pembangkang. Kematian Ammar RA mengundang kecemasan di kalangan pengikut Muawiyah sehingga untuk menenangkan pengikutnya Muawiyah memberikan ta’wilan yang batil bahwa Yang membunuh Ammar RA adalah orang yang membawanya ikut berperang. Dengan perkataan itu Muawiyah ingin melemparkan kesalahan kepada Imam Ali AS, sungguh perilaku yang bisa dibilang tidak terpuji.

    PERSEPSI YG BERAT SEBELAH!!!!

    COBA LIHAT JUGA :

    Dalam persoalan ini terdapat sebuah hadis yang lazim dijadikan alasan melabel Muawiyah sebagai pemberontak. Hadis tersebut diriwayatkan oleh al-Imam Muslim di dalam kitab Shahihnya – hadis no: 2916 di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada ‘Ammar bin Yasir radhiallahu ‘anh:

    “Engkau akan dibunuh oleh kelompok pemberontak.”

    Di dalam Perang Siffin, ‘Ammar berada di dalam pasukan Amirul Mukminin Ali dan beliau terbunuh dalam peperangan tersebut. Lalu Muawiyah dilabel sebagai pemberontak kerana pasukan beliaulah yang memerangi Ali sehingga menyebabkan ‘Ammar terbunuh.

    Sebenarnya tidak tepat menggunakan hadis di atas untuk melabel Muawiyah sebagai pemberontak. Sebabnya:

    1. Sejak awal para sahabat mengetahui bahawa ‘Ammar bin Yasir berada di dalam pasukan Amirul Mukminin Ali. Dengan itu, sesiapa yang memerangi pasukan Ali, nescaya mereka adalah para pemberontak. Akan tetapi fakta sejarah mencatitkan bahawa ramai sahabat yang mengecualikan diri daripada Perang Siffin. Jika mereka memandang pasukan Muawiyah sebagai pemberontak, nescaya mereka tidak akan mengecualikan diri, malah tanpa lengah akan menyertai pasukan Ali. Sikap mereka yang mengecualikan diri menunjukkan mereka tidak memandang pasukan Muawiyah sebagai pihak yang memberontak. Perlu ditambah bahawa hadis yang meramalkan pembunuhan ‘Ammar bin Yasir oleh kelompok pembangkang adalah hadis mutawatir yang diriwayatkan oleh lebih daripada 20 orang sahabat. [Rujuk Qathf al-Azhar al-Mutanatsirah fi al-Akhbar al-Mutawatirah oleh al-Imam al-Suyuthi (911H) (al-Maktab al-Islami, Beirut, 1985), hadis no: 104]

    2. Amirul Mukminin Ali juga mengetahui bahawa ‘Ammar bin Yasir berada dalam pasukannya. Akan tetapi Ali mengakhiri Perang Siffin melalui perdamaian yang disebut sebagai peristiwa Tahkim. Seandainya Ali memandang Muawiyah sebagai pemberontak, nescaya beliau tidak akan melakukan apa-apa usaha perdamaian dengannya.

    3. Apabila terbunuhnya Amirul Mukminin Ali, jawatan khalifah diserahkan kepada anaknya, Hasan bin Ali radhiallahu ‘anh. Tidak berapa lama selepas itu, Hasan menyerahkan jawatan khalifah kepada Muawiyah. Padahal Hasan juga mengetahui bahawa ‘Ammar bin Yasir telah terbunuh dalam Perang Siffin. Jika Hasan memandang Muawiyah sebagai pemberontak, nescaya beliau tidak akan menyerahkan jawatan khalifah kepada Muawiyah. Namun Hasan tetap menyerahkannya, menunjukkan beliau tidak memandang Muawiyah sebagai pemberontak.

    Semua ini membawa kepada persoalan seterusnya, siapakah yang sebenarnya dimaksudkan sebagai “kelompok pemberontak”? Kelompok pemberontak tersebut bukanlah pasukan Muawiyah mahupun pasukan Amirul Mukminin Ali, akan tetapi adalah orang-orang yang pada asalnya menyebabkan berlakunya peperangan antara Muawiyah dan Ali. Mereka adalah kelompok pemberontak yang asalnya memberontak kepada Amirul Mukminin Usman ibn Affan sehingga akhirnya membunuh beliau. Diingatkan bahawa sekalipun pada zahirnya peperangan kelihatan berlaku di antara para sahabat, faktor yang menggerakkannya ialah para pemberontak yang asalnya terlibat dalam pembunuhan Usman.

    Lihat SELENGKAPNYA DI :

    http://hafizfirdaus.com/ebook/HimpunanRisalah4/tajuk6.htm

    MANA YG BENAR???

    HANYA ALLAH SWT YG MAHA TAHU!

    ANDA JGN SOK TAHU.

  7. Amirul Mukminin Ali tidak akan mengambil apa-apa tindakan melainkan ia adalah untuk kemaslahatan umat Islam seluruhnya. Hal ini mengingatkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang meramalkan berlakunya Perang Siffin:

    “Tidak akan datang Hari Kiamat sehingga dua kumpulan yang besar saling berperang. Berlaku antara kedua-duanya pembunuhan yang dahsyat padahal seruan kedua-dua kumpulan tersebut adalah satu (yakni kebaikan Islam dan umatnya).”

    [Shahih Muslim – hadis no: 157]

    APAKAH INI BUKAN IJTIHAD?

    HANYA ALLAH SWT YG MAHA TAHU!

    Keutamaan Para Sahabat Dalam Hadits-Hadits Rasulullah Saw

    Rasulullah Saw bersabda:
    “Manusia terbaik adalah generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

    Rasulullah Saw juga bersabda:
    “Janganlah kalian mencaci sahabat-sahabatku. Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya seorang di antara kalian bersedekah dengan emas sebesar gunung Uhud, maka tidak akan setara dengan satu mudd atau setengahnya dari sedekah mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  8. Amirul Mukminin Ali tidak akan mengambil apa-apa tindakan melainkan ia adalah untuk kemaslahatan umat Islam seluruhnya. Hal ini mengingatkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang meramalkan berlakunya Perang Siffin:

    “Tidak akan datang Hari Kiamat sehingga dua kumpulan yang besar saling berperang. Berlaku antara kedua-duanya pembunuhan yang dahsyat padahal seruan kedua-dua kumpulan tersebut adalah satu (yakni kebaikan Islam dan umatnya).”

    [Shahih Muslim – hadis no: 157]

    HANYA ALLAH SWT YG MAHA TAHU!!!

    Keutamaan Para Sahabat Dalam Hadits-Hadits Rasulullah Saw

    Rasulullah Saw bersabda:
    “Manusia terbaik adalah generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

    Rasulullah Saw juga bersabda:
    “Janganlah kalian mencaci sahabat-sahabatku. Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya seorang di antara kalian bersedekah dengan emas sebesar gunung Uhud, maka tidak akan setara dengan satu mudd atau setengahnya dari sedekah mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  9. Amirul Mukminin Ali tidak akan mengambil apa-apa tindakan melainkan ia adalah untuk kemaslahatan umat Islam seluruhnya. Hal ini mengingatkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang meramalkan berlakunya
    Perang Siffin:

    “Tidak akan datang Hari Kiamat sehingga dua kumpulan yang besar saling berperang. Berlaku antara kedua-duanya pembunuhan yang dahsyat padahal seruan kedua-dua kumpulan tersebut adalah satu (yakni kebaikan Islam dan umatnya).”

    [Shahih Muslim – hadis no: 157]

  10. Amirul Mukminin Ali tidak akan mengambil apa-apa tindakan melainkan ia adalah untuk kemaslahatan umat Islam seluruhnya. Hal ini mengingatkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang meramalkan berlakunya Perang Siffin:

    “Tidak akan datang Hari Kiamat sehingga dua kumpulan yang besar saling berperang. Berlaku antara kedua-duanya pembunuhan yang dahsyat padahal seruan kedua-dua kumpulan tersebut adalah satu (yakni kebaikan Islam dan umatnya).”

    [Shahih Muslim – hadis no: 157]

  11. Amirul Mukminin Ali tidak akan mengambil apa-apa tindakan melainkan ia adalah untuk kemaslahatan umat Islam seluruhnya. Hal ini mengingatkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang meramalkan berlakunya
    Perang Siffin:

    “Tidak akan datang Hari Kiamat sehingga dua kumpulan yang besar saling berperang. Berlaku antara kedua-duanya pembunuhan yang dahsyat padahal seruan kedua-dua kumpulan tersebut adalah satu (yakni kebaikan Islam dan umatnya).”

    [Shahih Muslim – hadis no: 157

    APAKAH IJTIHAD ATAU BUKAN?]

  12. Amirul Mukminin Ali tidak akan mengambil apa-apa tindakan melainkan ia adalah untuk kemaslahatan umat Islam seluruhnya. Hal ini mengingatkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang meramalkan berlakunya
    Perang Siffin:

    “Tidak akan datang Hari Kiamat sehingga dua kumpulan yang besar saling berperang. Berlaku antara kedua-duanya pembunuhan yang dahsyat padahal seruan kedua-dua kumpulan tersebut adalah satu (yakni kebaikan Islam dan umatnya).”

    [Shahih Muslim – hadis no: 157

    APAKAH IJTIHAD ATAU BUKAN?

  13. Amirul Mukminin Ali tidak akan mengambil apa-apa tindakan melainkan ia adalah untuk kemaslahatan umat Islam seluruhnya. Hal ini mengingatkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang meramalkan berlakunya
    Perang Siffin:

    “Tidak akan datang Hari Kiamat sehingga dua kumpulan yang besar saling berperang. Berlaku antara kedua-duanya pembunuhan yang dahsyat padahal seruan kedua-dua kumpulan tersebut adalah satu (yakni kebaikan Islam dan umatnya).”

    [Shahih Muslim – hadis no: 157

  14. @ kebali ke aqidah yang benar.

    Wah namanya keren banget.

    Pettanyaan saya sehubungan perang Shiffin. Apakah Muawiyah KAFIR apa Islam.
    Kalau anda anggap bahwa Muawiyah KAFIR maka kematian Ammar bukan masalah.
    Tetapi kalau dia Islam maka ia memberontak terhadap Khalifa
    ke IV. Apakah Ammar bukan mati ditangan pemberontak.
    Dan kata2 Muawiyah saya anggap lucu.
    Terserah anda mau menganggap apa Muawiyah KAFIR
    atau MAKAR (pemberontak(

  15. @kembali keaqidah yang benar

    Sdr. Anda ber ASUMSI dengan dasar ASUMSI seperti yang anda tulis pd point 2 & 3.
    Kalau bukan Asumsi anda tunjukan nashnya

    Anda berasumsi bahwa Imam Ali as berunding karena kemauannya. Sebenarnya Imam Ali tdk mau berunding tapi pengikutnya yang memaksakan. Mereka2 ini kemudian disebut KHAWARIJ.

    Perundingan dengan Imam Hasan karena muslihat Muawiyah yang akhirnya ia menghianati perjanjian tsb.
    Dan Firman Allah siapa yang menghianati perjanjian disebut Munafik. Baca Surah At Taubah hampir semua ayat meceritakan kemunafikan.

  16. @kembali ke akidah yang benar

    Dari mana anda tahu bahawa hadis yg anda petik ini…
    “Tidak akan datang Hari Kiamat sehingga dua kumpulan yang besar saling berperang. Berlaku antara kedua-duanya pembunuhan yang dahsyat padahal seruan kedua-dua kumpulan tersebut adalah satu (yakni kebaikan Islam dan umatnya).”

    adalah mengenai perang siffin dan bukan perang yg belum berlaku lagi sekarang?

    Dan…dari mana anda tahu, kalau Muawiyah itu berperang utk kebaikan Islam?

    Lalu…bagaimana anda harmonikan hal itu dgn hadis ini…Rasulullah SAAW bersabda: “Bila seseorang melihat sesuatu yang tidak disukai dari
    amirnya (pemimpinnya), maka bersabarlah. Sebab barangsiapa memisahkan diri dari
    penguasa (pemerintahan Islam) walau sejengkal saja lalu ia mati, maka matinya
    adalah mati jahiliyah.” [HR. Muslim].

    Lalu …anda percaya bahawa Muawiyah berperang demi kebaikan umat dan Islam?

  17. @hadi
    Hati2 KUTU LONCAT

  18. ..

  19. Muawiyah memang banci..duel dgn imam Ali as malah menghindar..prilaku biadab dari muawiyah LA(pelo nih,jd blgx LA bukan RA) LAKNATULLAH ALAIH,ketika tentarax menguasai sungai,pasukan imam Ali as dilarang minum..sama persis yg dilakukan yazid LA terhadap imam husein as..imam Ali as slalu dlm kebenaran,muawiyah LA slalu dlm kebatilan

  20. @kembali ke akidah yang benar

    Anda lupa bahwa berdamainya Imam Ali as dg Muawiyah bukan karena hal yg anda asumsikan. Tetapi spt yg mas rafidhah bilang yaitu Muawiyah menggunakan tipu muslihat. Dalam sejarah diungkapkan bahwa Muawiyah ketika merasa pasukannya akan kalah, maka dia secara licik memperalat Al-Quran diatas tombak pasukannya dan yg paling keterlaluan memperalat kemaluan pasukannya dg bertelanjang di muka pasukan Imam Ali as, shg Imam Ali as memerintahkan pasukannya untuk menghentikan serangannya, karena agama melarang memerangi org2 yg telanjang. Disamping itu Imam Ali dikenal sbg org sangat pantang melihat aurat org lain, hatta istrinya sendiri.

    Begitu juga dg Imam Hasan as. Dia ditipu oleh Muawiyah, bahkan beliau dibunuh/diracun oleh Muawiyah melalui istrinya. Imam Hasan as bersedia berdamai dg Muawiyah bukan karena beliau tdk menganggap Muawiyah sbg pemberontak atau mengakui kekhalifahan Muawiyah, tetapi beliau lebih mempertimbangkan kemaslahatan umat.

    Seharusnya anda lebih cerdas dalam menilai tindakan Muawiyah yg melakukan pemeberontakan kpd khalifah yg sah (Imam Ali as). Tindakan Muawiyah memicu Perang Shiffin tdk secara tiba-tiba. Anda harus melihat ke belakang. Anda harus tahu bahwa ketika Imam Ali as menggantikan Usman yg terbunuh, satu-satunya gubernur yg tdk patuh kpp pemerintah pusat adalah Muawiyah ini. Kenapa ? Lagi2 anda harus melihat jauh ke belakang bahwa Muawiyah adalah berasal dari Bani Umayah dimana sejak dahulu telah terjadi rivalitas diantara kedua klan besar ini. Rivaliatas disertai perasaan dengki makin meningkat di kalangan Bani Umayyah ini nabi akhir zaman yg ditunggu-tunggu berasal dari Bani Hasyim. Itulah sebabnya diantara pembesar kafir Quraisy Mekkah yg paling besar permusuhannya thp dakwah Nabi Muhammad saw adalah Abu Sofyan yg berasal dari Bani Umayyah. Dan ini bukan suatu hal yg kebetulan. Dan bukan suatu kebetulan pula “missi” permusuhan ini “diwariskan kpd anaknya Muawiyah dan seterusnysa kpd Yazid.

    Apalagi dalam peperangan antara pasukan Nabi Muhammad saw melawan kafir Quraisy banyak korban terbunuh yg berasal dari keluarga Abu Sofyan dimana sebagian besar terbunuh oleh pedang Imam Ali as.

    Jelaslah bahwa tidak ada motif lain dari perang Shiffin yg dipicu oleh Muawiyah selain dari motif dendam, dengki dan keduniaan !

    Jadi tak perlu dalil yg muluk2 untuk membuktikan bahwa Muawiyah adalah pemberontak !

  21. @kembali ke aqidah yang benar :
    Semoga anda bisa kembali mas….

  22. Persoalan yg sederhana jadi rumit krn ada org yg ingin membenarkan seseorang or sesuatu yg sudah jelas kebatilannya. Sehingga diperlukan berkali kali postingan sekaligus asumsi bahkan bila
    Dirasa perlu di buatlah hadits palsu .. Entah apa yg ada dlm benak org ini

  23. Menurut buku sejarah, Kejahatan Muawiyah sendiri sdh mendapat tanda dari Allah SWT, muawiyah adalah keturunan ‘Abd asy-Syams, dimana Abd Syams mempunyai sdra kembar bernama Hasyim. Pada saat kelahiran mereka (Abd-Syams dan Hasyim), salah satu jari dari HAsyim tertancap ke dahi Abd-Syams, sehingga darah tertumpah deras. Ini menurut Sejarawan Halabi, merupakan pertanda buruk akan hubungan mereka kelak. (Sirah al-halabi I. h.5 & tarikh at-thabari II, h.13)

  24. @kembali ke aqidah yg benar

    Aqidah yg benar menurut orang yg munafik :mrgreen:

  25. Salam
    @ all
    salam kenal
    ana pendatg br jd no comment dl
    Wassalam

  26. @PANTEREX

    Nda usah segan2 langsung commentar aja. Disini nda yang baru atau lama. Yang penting Ilmunya baru. Wasalam

  27. @hadi, rafidah, hiroali,Rizal, Arif dan pencaci sahabat

    Lihatlah sejarah BUKAN dengan kacamata DENGKI. aNDA2 INI baru kemaren sore tahu sejarah, sudah berani MENCACI sahabat ra.

    KITA TIDAK PERNAH TAHU YG SESUNGGUHNYA TERJADI ANTAR SAHABAT RA. HANYA ALLAH SWT YG MAHA TAHU.

    lihat dulu:

    http://almanar.wordpress.com/2009/07/16/memandang-perang-shiffin-bukan-dari-mata-pendengki/

    mana yg BENAR? tIDAK TAHU BUKAN?
    Lebih aman KITA TIDAK MENCACI, DARIPADA KITA MENCACI berdasarkan SOK TAHU.

  28. @kembali ke aqidah yang benar
    lihatlah sejarah dengan kacamata objektif bukan dengan kacamata salafy wahabi. link anda sangat jelas berusaha mendistorsi sejarah. Rasulullah SAW sudah menunjukkan kelompok mana yang benar yaitu Imam Ali dan kelompok mana yang pembangkang dan menyeru kepada neraka yaitu Muawiyah dkk.

  29. @kembali keaqidah..

    Anda tidak mampu menjawab pertanyaan saya lalu anda lalu keluarkan kata busuk, menghina sepert orang JAHIL.
    Memang benar kata teman2 bahwa anda22….
    Saya sedang buat peretanyaan yang wajar, tapi jawaban anda melonjat dan mengeluarkan kata2 jahil. Mengapa anda lbh tahu sejarah dari kami. Omong kosong. Kalau anda mengerti mengenai secarah anda sudah jawab pertanyaan saya.

    Benar aja KUTU LONCAT

  30. @kembali ke akidah yg benar

    Anda seharusnya melihat sejarah yg diacu dgn penilaian yg benar.

    Muawiyah pujaan anda telah melaknat Imam Ali as dan mentradisikannya di semua mimbar2 masjid saat dia berkuasa. Itu terekam kemas dlm sejarah versi anda sendiri…apa anda ingin nafikan?

    Berdasarkan hadis sahih pula, perbuatan dia mencaci Imam Ali as adalah seperti dia mencaci Nabi saaw yg seterusnya berarti dia mencaci Allah…susah yg bagaimana yg utk mengetahui kemunafikan si terkutuk yg satu ini, hingga kita perlu mencari syarah hadis bagi menjaga ‘kehormatannya’?

    Anda bicara seperti kami tidak mengetahui sejarah yg benar lantas menuduh kami dengki…atas dasar apa kami harus dengki pada org ini?

    Jawaban anda…”KITA TIDAK PERNAH TAHU YG SESUNGGUHNYA TERJADI ANTAR SAHABAT RA. HANYA ALLAH SWT YG MAHA TAHU…” adalah satu jawaban kaku dan layak utk pemuja sahabat tanpa ampun….apa maksud anda kita tidak tahu apa yg terjadi pada mereka? Apa hanya bila timbul keributan dan yg menjadi biang keroknya didedahkan? Apa sampai begitu sulit utk mengetahui apa aja yg berlaku antara mereka?

  31. COBA LIHAT:

    1.Dalam sebuah hadis yang dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani rahimahullah,
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendoakan Muawiyah: “Ya Allah!
    Jadikanlah beliau orang yang memimpin kepada hidayah dan berikanlah kepada
    beliau hidayah.” [Silsilah al-Ahadits al-Shahihah (Maktabah al-Ma`arif, Riyadh,
    1995), hadis no: 1969]

    2. Al-Imam al-Bukhari meriwayatkan di dalam kitab Shahihnya hadis no: 2924
    bahawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pasukan pertama
    daripada kalangan umatku yang berperang di laut, telah dipastikan bagi mereka
    (tempat di syurga).” Fakta sejarah mencatitkan bahawa armada laut yang pertama
    bagi umat Islam dipimpin oleh Muawiyah pada zaman pemerintahan Amirul Mukminin
    Usman ibn Affan radhiallahu ‘anh.

    3. Di dalam Shahih Muslim hadis no: 2501, Abu Sufyan pernah meminta kepada
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar Muawiyah menjadi jurutulis
    baginda. Rasulullah memperkenankan permintaan ini. Sejak itu Muawiyah menjadi
    jurutulis al-Qur’an dan surat-surat Rasulullah, sekali gus menjadi orang yang
    dipercayai di sisi baginda.

    4.Muawiyah juga merupakan seorang sahabat yang dihormati oleh para sahabat yang
    lain. Beliau diangkat menjadi gabenor di Syam semasa zaman pemerintahan Amirul
    Mukminin Umar dan Usman. Pada zaman pemerintahan beliau sendiri, pernah seorang
    mengadu kepada Ibn Abbas radhiallahu ‘anh bahawa Muawiyah melaksanakan solat
    witir dengan hanya satu rakaat. Ibn Abbas menjawab: “(Biarkan), sesungguhnya
    dia seorang yang faqih (faham agama).” [Shahih al-Bukhari hadis no: 3765]

    @imam
    anda mengatakan:
    Rasulullah SAW sudah menunjukkan kelompok mana yang benar yaitu Imam Ali dan kelompok mana yang pembangkang dan menyeru kepada neraka yaitu Muawiyah dkk.

    saya jawab:
    berdasarkan dalil yg sy bawa, apakah Muawiyah ra penyeru kepada neraka?

    @hadi
    anda mengatakan:
    Berdasarkan hadis sahih pula, perbuatan dia mencaci Imam Ali as adalah SEPERTI dia mencaci Nabi saaw yg seterusnya berarti dia mencaci Allah…susah yg bagaimana yg utk mengetahui kemunafikan si terkutuk yg satu ini, hingga kita perlu mencari syarah hadis bagi menjaga ‘kehormatannya’?

    saya jawab:
    apakah dalil2 yg sy bawa tidak mampu menjaga kehormatannya?

  32. @rafidah

    Lebih baik kutu loncat daripada anak macan!

    Ratusan ulama yang dibantai di Iran zaman kekuasaan Khumeini, dan masjid-masjid Ahlis Sunnah.

    Perlu diketahui, LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) di Jakarta, sebelum tahun 2000 telah menerbitkan buku tentang ratusan ulama yang dibantai di Iran zaman kekuasaan Khumeini, dan masjid-masjid Ahlis Sunnah yang dihancurkan di Iran. Daftar nama para Ulama Sunni yang dibantai dan masjid-masjid Sunni yang dihancurkan itupun dicantumkan dengan jelas disertai riwayat singkatnya.

    IBARAT MEMELIHARA ANAK MACAN, ketika BESAR MENERKAM!

  33. Salam

    Boleh saya tahu usia @kembali ke aqidah yg benar?

    wasSalam

  34. -bnu Hajar dalam Al Ishabah 7/311 no 10365 memuat biografi Abu Ghadiyah Al Juhani dan menyebutkan
    وقال الدوري عن بن معين أبو الغادية الجهني قاتل عمار له صحبة

    Ad Dawri berkata dari Ibnu Ma’in “Abu Ghadiyah Al Juhani orang yang membunuh Ammar dan dia seorang Sahabat Nabi”.

    -Al Bukhari berkata dalam Tarikh Al Kabir juz 8 no 3557
    أبو غادية الجهني سمع النبي صلى الله عليه وسلم

    Abu Ghadiyah Al Juhani mendengar langsung dari Nabi SAW.

    -Ibnu Abdil Barr dalam Al Isti’ab 4/1725 dan Ibnu Atsir dalam Usud Al Ghabah 5/534 juga mengatakan bahwa Abu Ghadiyah seorang sahabat Nabi yang membunuh Ammar bin Yasir RA. Adz Dzahabi dalam Tarikh Al Islam 4/135 menyebutkan biografi Abu Ghadiyah Al Juhani dan menyebutkan
    وقال الدار قطني وغيره هو قاتل عمار بن ياسر يوم صفين

    -Daruquthni dan yang lainnya berkata “Dia adalah orang yang membunuh Ammar bin Yasir pada perang Shiffin”.

    APAKAH BISA DIPERTANGGUNGJAWABKAN KESAHIHANNYA?

  35. @All

    Hadits-hadits yg ditampilkan oleh sdr kembalilah ke aqidah yg benar (katanya) adalah hadits-hadits warisan Muawiyah selama kekuasannya, makanya ngga nyambung diskusinya.

    Wslkm wr. wb.

  36. Ahlu Sunah bicara ttg NASHIBI :
    Dalam Lisan al Arab, (hal. 762 Ibn Manzur, menyatakan :
    “Nawasib adalah mereka yang membenci Ali, dan kebencian merupakan bagian dari akidah (keyakinan) mereka”

    Dalam Taj al Uraus (Vol. 4 hal.227) :
    “Nashibi adalah mereka yang memebenci Amirul Mukminin Ali Bin Abi Thalib , dan permusuhan kepadanya merupakan bagian dari keyakinan mereka.”

    Al Muhadith Shah Abdul Aziz telah Haddiiya Mujdiiya (halm.813) :

    “Seorang yang memerangi Ali dengan kebencian adalah KAFIR menurut ijma Ahlu Sunah”

    Sayid lal Shah Bukhari dalam Isthakhlaaf ay Yazid (halaman 216) menyebutkan nama “Imam” Nashibi, ia menulis :

    “Penemu ideologi Nashibi adalah Muawiyah”

    Dalam Bidayah Al Nihayah Volume 8 halaman 259 Ibn Kastir menyatakan :

    “Marwan sangat jahat dimana ia telah melaknat Hadrath Ali”

    Dalam Fatwa Azizi oleh Shah Abdul Aziz Dehlavi pada halaman 123, dinyatakan olehnya : “Muawiyah melaknat Hadrath Ali”

    “Whoever curses (or verbally abuses) Ali, he has, in fact, cursed me, and whoever has cursed me, he has cursed Allah, and whoever has cursed Allah, then Allah will throw him into the Hell-fire”. Musnad Ahmad Ibn Hanbal, Vol.6, page 33

    Muawiyah Al Nashibi telah melakukan (sudah banyak dibahas dalam blog ini) :

    1. Menentang Khalifah Imam Ali (as)
    2. Membangun kebencian kepada Imam Ali (as) dengan melaknatnya
    3. Memerangi Imam Ali (as)

    Jadi kesimpulannya :

    Muawiyah LAKNATULLAH..!
    Marwan LAKNATULLAH..!

    LAKNATULLAH BUAT PEMBELA DAN PENGIKUT MUAWIYAH AL NASHIBI SERTA YAZID AL MAL’UN, SIAPAPUN DAN DIMANAPUN MEREKA BERADA..!

    cuma WAHABI NASHIBI yang doyan belain Muawiyah dan kroco2nya..! Mereka yang doyan TAKFIR ini sama aja dengan “Imam” mereka yaitu MUAWIYAH AL-MAL’UN..!

    “Whoever curses (or verbally abuses) Ali, he has, in fact, cursed me, and whoever has cursed me, he has cursed Allah, and whoever has cursed Allah, then Allah will throw him into the Hell-fire”.

  37. Ayatollah Modarresi vs. Top Wahhabi Cleric :

  38. Salafi Wahhabi Dance Exposed in Saudi and Bahrain (kereeeen) : CS KENTEEEEEL…! (Sory OOT)

  39. @kembali keaqidah yang…….

    Bagaimana anda bisa kembali keaqidah yang benar? Kalau anda tetap pertahankan kesesatan.
    Ibnu Taymiah mengakui TSAQALAIN, tapi ia hanya mengakui berpegang teguh pada Alqur’an sedangkan yang satu lagi tidak.

    Tsaqalain berarti DUA PUSAKA. Apakah Taymiah tdk bisa bebahasa Arab? Tidak mungkin. Jadi karena dia hasut dan membenci Imam Ali as. Apa nama orang yang demikian.?

    Sama dengan anda hanya level anda masih jauh dibawahnya. Oleh karena itu tambah ngawur hadits yang anda sampaikan. Anda membawa hadits cetakan Wahabi.
    Ibnu Taymiah aja bisa merobah apalagi orang2 setelah dia.

  40. @kembali ke akidah yg benar

    Kami mulakan dengan ayat berikut:

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebahagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari” (QS al-Hujurat [49]: 2).

    Coba anda perhatikan…hanya dgn meninggikan suara aja, sahabat2 bisa terhapus amal baik mereka, lalu…dgn mencaci maki Ali as dan mentradisikannya…anda kira dia bisa selamat?

    Mas…hadis2 ttg ‘kelebihan’ Muawiyah yg anda bawakan guna menyelamatkan si terkutuk itu tidak satupun bernilai sahih…anda tahu itu, bukan?

    Lalu…apa aja yg anda jaja di sini? Keras benar hati anda utk menerima kenyataan dan kebenaran ya…

  41. @hadi
    sabaaar… MAju terus PAntang Munduur….
    kita ladenin aja terus mereka (korban atau agen wahabiy yah mereka ?)…..kalo mereka cuman korban,….mudah2an mereka tercerahkan hatinya yg keras…tapi kalo mereka agen Ibn Saud….yaaahh sussaaah wong mereka banyak dapet ‘sumbangan’ real….Kwakakak 3x

  42. @hiroali

    Kami tidak sedang marah…namun hairan dgn sikap tak kenal lelah mereka dlm membela apa yg terang2an terkutuk, bahkan dari kitab mereka sendiri.

  43. @hadi
    anda mengatakan:

    Mas…hadis2 ttg ‘kelebihan’ Muawiyah yg anda bawakan guna menyelamatkan si terkutuk itu tidak satupun bernilai sahih…anda tahu itu, bukan?

    BUKTIKAN UCAPAN ANDA!!!!

    @dede
    anda mengatakan:
    Hadits-hadits yg ditampilkan oleh sdr kembalilah ke aqidah yg benar (katanya) adalah hadits-hadits warisan Muawiyah selama kekuasannya, makanya ngga nyambung diskusinya.

    saya jawab:
    warisan muawiyah ra? JELAS2 ITU HADITS SAHIH BERSUMBER DARI NABI SAW. ah sok tahu lagi ini,anak kemaren sore sok tahu ttg hadits sahih atau bukan atau warisan Muawiyah ra.

  44. ngomong2 gak ada yg jawab, sahih atau tidaknya siapa pembunuh Ammar bin Yasir ra.?

  45. @kembali ke akidah yg benar

    Nah…ini kami dapatkan dari blog tetangga…

    1. Al Mubarakfûri -pensyarah kitab Sunan at Turmudzi- menegaskan, “Ketahuilah bahwasannya telah datang banyak riwayat hadis tentang keutamaan Mu’awiyah, akan tetapi tidak ada darinya yang sahih sanadnya”. Demikian ditegaskan Ishaq ibn Rahawaih dan an Nasa’i

    2. Dan Abu ‘Ashim telah mengarang sebuah buku tentang keutamaannya (Mu’awiyah), demikian juga dengan Abu Amr, Ghulam Tsa’lab dan Abu Bakar an Naqqâsh. Ibnu al Jauzi telah menyebutkan dalam kitab al Maudh’ât-nya beberaa hadis yang mereka sebutkan, kemudian beliau menyebutkan dengan sanad bersambnung keada Ibnu Rahawaih bahwa ia berkata, ‘Tidak sahih satupun dari hadis keutamaan Mu’awiyah.

    3. Ibnu al Jauzi juga meriwayatkan dari jalur Abdullah putra Imam Ahmad, bahwa ia bertanya kepada ayahnya, ‘Apa pendapatmu tentang Ali dan Mu’awiyah? Maka beliau menundukkan kepalanya sejenak kemudian berkata: ‘Ketahuliah bahwa Ali banyak musuhnya, maka musuh-musuhnya mencari-cari kesalahannya namun mereka tidak menemukannya, lalu mereka mengangkat dan memuja-muja orang yang telah memeranginya sebagai bentuk makar dari mereka terhadap Ali.’”

    4. Al Mubarakfûri menerangkan maksud ucapam Imam Ahmad itu dengan hadis-hadis palsu tentang Mu’awiyah yang dibuat-buat oleh mereka (musuh-musuh Ali as.) yang sama sekali tidak punya asal muassal. Demikian diterangkan dalam Fathu al Bâri.

    Oh…dan jgn anda jadikan Bukhari sbg hujjah buat kami…dia suka melakukan tahrif demi melindungi ‘kemuliaan sahabat’…

    SEKARANG…BUKTIKAN KEBENARAN ANDA!!!!

    Salam Damai

  46. @kembali ke akidah yg benar

    Mas SP telah membawakan riwayat ttg siapa pembunuh Ammar dan anda sendiri juga telah mengutip riwayat ttg pembunuh Ammar…

    Lalu…andalah yg membuktikan sahih atau tidaknya riwayat itu…mereka telah membuktikannya…kini giliran anda utk menyelamatkan Imam anda…

    Silakan…

  47. @kembali ke ….
    tampaknya anda sedang emosi..tidak bs brkmntr dgn lembut

  48. @Arif
    Bukan emosi, KEBIASAAN suka mencaci

  49. @ hadi
    anda dapat dari blog tetangga atau BLOG SYIAH?

    Para Imam Ahlis Sunnah, seperti Ibnu ‘Abdil Barr dalam al-Isti’ab fi Ma’rifatil Ashhab, Ibnul Atsir dalam Usudul Ghabah fi Ma’rifatish Shahabah, ad-Dzahabi dalam Siyaru ‘Alamin Nubala’ , Ibnu Sa’d dalam ath-Thobaqotul Kubra, al-Mizzi dalam Tahdzibul Kamal, Ibnu ‘Asakir dalam Tarikh Dimasyqi, al-Khathib al-Baghdadi dalam Tarikhul Baghdad, Abu Nu’aim dalam Ma’rifati ash-Shahabah dan selain mereka, seperti al-Bukhari, ath-Thabari, Ibnu Qutaibah, Ibnul Jauzi, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Hibban, Syaikhul Islam, Ibnu Katsir, Ibnul ‘Imad, as-Suyuthi dan selain mereka, semuanya mengakui bahwa Mu’awiyah bin Abi Sufyan ra adalah salah seorang sahabat nabi yang mulia.Al-Hafizh al-‘Alla`i rhm berkata dalam kitabnya Tahqiqu Munif ar-Rutbah (hal. 105) :“وكذلك روى أيضاً عن معاوية جريرُ بن عبد الله البجلي، وأبو سعيد الخدري, وعبد الله بن عمرو بن العاص، وعبد الله بن الزبير، ومعاوية بن خَديج، والسائب بن يزيد، وجماعة غيرهم من الصحابة ـ رضي الله تعالى عنهم ـ.“Demikian pula, para sahabat juga meriwayatkan dari Mu’awiyah seperti : Mu’awiyah Jarir bin ‘Abdillah al-Bajali, Abu Sa’id al-Khudri, ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash dan sejumlah sahabat lainnya –semoga Alloh meridhai mereka semuanya-…”Kesaksian al-‘Alla`i di atas menjelaskan bahwa para sahabat sendiri meriwayatkan dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan, lantas bagaimana bisa beliau dikatakan bukan sebagai seorang sahabat Nabi saw. Karena itulah Imam Muhammad bin Sirin rhm berkata :كان معاوية رضي الله عنه لا يتهم في الحديث عن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ“Mu’awiyah ra tidaklah tertuduh di dalam haditsnya dari Nabi saw.”Sa’id bin Ya’qub ath-Tholiqoni berkata : Saya mendengar ‘Abdullah bin Mubarak berkata :تراب في أنف معاوية أفضل من عمر بن عبد العزيز.“Debu di dalam hidung Mu’awiyah, lebih mulia dibandingkan ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz.”سئل المعافى بن عمران: أيهما أفضل معاوية أو عمر بن عبد العزيز؟ فغضب, وقال للسائل: أتجعل رجلاً من الصحابة مثل رجل من التابعين؛ معاوية صاحبه وصهره وكاتبه وأمينه على وحي اللهAl-Mu’afi bin ‘Imran ditanya : “Manakah yang lebih mulia, Mu’awiyah ataukah ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz?” Lantas al-Mu’afi pun marah dan berkata kepada sang penanya, “Apakah engkau hendak menjadikan salah seorang sahabat nabi sama seperti tabi’in. Mu’awiyah adalah sahabat, ipar, penulis wahyu dan kepercayaan Nabi saw.” [Lihat al-Bidayah wan Nihayah VIII/140]Demikianlah kesaksian para imam dan ulama ahlus sunnah

  50. @ hadi
    – JELAS kitab sahih bukhari sangat sahih, itu sudah
    diketahui umum.

    -SAHIH BUKHARI & SAHIH MUSLIM yg sudah diakui di
    seluruh dunia kesahihannya.

    -Apa bukti kalau dalil2 pembunuh ammar bin yasir ra itu
    sahih?Tidak ditulis dalam blog ini.

    -juga anda mengatakan:
    Oh…dan jgn anda jadikan Bukhari sbg hujjah buat
    kami…dia suka melakukan tahrif demi melindungi ‘kemuliaan sahabat’…

    saya menjawab:
    komentar anda terlalu subyektif dan tidak berdasar, apakah anda tahu niat imam Bukhari pada saat menyusun hadits? Berkomentarlah dg hati yg jernih.

  51. @hadi
    saya juga dapat dari blog tetangga dengan analisis yg menyeluruh BUKAN sepotong2 seperti dilakukan blog kutipan anda.

    KAJIAN TUNTAS HADITS:
    “Ya Allah, jadikanlah dia (Mu’awiyah) seorang yang bisa memberikan petunjuk dan seorang yang diberi petunjuk dan berikanlah hidayah (kepada manusia) melaluinya.”

    Berkata Ibnu Jakfari: Hadis kedua yang juga disebutkan at-Turmudzi pada sanadnya terdapat periwayat bernama Amr ibn Wâqid ad Dimasyqi, ia matrûkul hadîts (hadisnya dibuang).
    Penyebutan status seperti di atas hanya benar disematkan untuk seorang periwayat yang banyak meriwayatkan hadis-hadis ngawur yang tidak benar di kalangan para ahli hadis.

    Jawab: Terlebih dahulu kita lihat komentar para ulama’ tentang Amr bin Waqid.
    Berkata Dahim: “Para masyayikh kami tidak pernah meriwayatkan darinya”, dia juga Berkata: “Tidak diragukan lagi kalau dia berdusta”
    Berkata Abdullah bin Ahmad: “Muhammad bin Mubarak Ash-Shuri tidak pernah meriwayatkan darinya sampai meninggal”
    Berkata Marwan Ah-Thathari: “Amr bin Waqid Pendusta”
    Berkata Abu Hatim: “Lemah, munkarul hadits”
    Berkata Bukhari dan Tirmidzi: “Munkarul hadits”
    Berkata Nasa’I, Daraquthni dan Barqani: “matrukul hadits”
    semuanya disebutkan Ibnu Hajar dalam “Tahdzibut Tahdzib” ketika menyebutkan biografi Amr bin Waqid.

    Perlu diketahui bahwa diantara cara yang biasa ditempuh ahlul hadits (pakar hadits) sebelum menghukumi sebuah hadits adalah jam’ul asanid (mengumpulkan seluruh sanad-sanad) dari berbagai sumber yang bisa dijadikan rujukan. Akan tetapi berbeda dengan “Ahlul hadits” yang satu ini. Di dalam blog yang dikelolahnya dengan gaya yang cukup meyakinkan dia melemahkan hadits ini hanya dengan melihat sanad yang diriwayatkan Tirmidzi dan bersandar dengan perkataan Al-MUBARAKFURY, TANPA mengindahkan sanad-sanad lainnya dan komentar para ulama’ yang lebih berilmu dan lebih banyak jumlahnya sebagaimana yang telah kami sebutkan dalam edisi yang lalu.

    Dalam kesempatan ini kami akan menyebutkan beberapa sanad hadits ini yang dengan itu baru kita dapat mengetahui apakah hadits ini sesuai dengan yang disebutkan Ibnu Jakfari ataukah tidak:

    Sanad pertama, diriwayatkan Tirmidzi dalam sunannya:
    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا أَبُو مُسْهِرٍ عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عُمَيْرَةَ……

    Sanad kedua, diriwayatkan Ahmad dalam Musnadnya:
    حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمِيرَةَ الْأَزْدِيِّ …..

    Sanad ketiga, Ibnu Abi ‘Ashim dalam Al-Ahad wal Matsani:
    حدثنا محمد بن عوف ، نا مروان بن محمد ، وأبو مسهر قالا : نا سعيد بن عبد العزيز ، عن ربيعة بن يزيد ، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة…..

    Sanad keempat, diriwayatkan Thabarani dalam Mu’jamul Ausath:
    حدثنا أحمد قال : نا أبو الفتح نصر بن منصور ، عن بشر بن الحارث الحافي قال : حدثني زيد بن أبي الزرقاء قال : نا الوليد بن مسلم ، عن سعيد بن عبد العزيز ، عن يونس بن ميسرة بن حلبس ، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة….

    Sanad kelima, diriwayatkan Abu Nu’aim dalam Ma’rifatush Shahabah:
    حدثنا سليمان بن أحمد ، ثنا أبو زرعة الدمشقي ، ثنا أبو مسهر ، ثنا سعيد بن عبد العزيز ، عن ربيعة بن يزيد ، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة…..

    Sanad keenam, diriwayatkan Thabarani dalam Musnad Syamiyyin:
    حدثنا عبدان بن أحمد ، ثنا علي بن سهل الرملي ، ثنا الوليد بن مسلم ، عن سعيد بن عبد العزيز ، عن يونس بن ميسرة بن حلبس ، عن عبد الرحمن بن عمير المزني…

    Mari coba kita lihat semua sanad-sanad diatas:
    RIWAYAT TIRMIDZI, IBNU ABI ‘ASHIM DAN ABU NU’AIM MELALUI:
    1. Abu Mushir, dari
    2. Sa’id bin Abdil Aziz, dari
    3. Rabi’ah bin Yazid, dari
    4. Abdurrahman bin Umairah, shahabat nabi shalallahu ‘alaihi wasallam.

    RIWAYAT AHMAD DAN THABARANI DALAM MU’JAMUL AUSATH MELALUI:
    1. Walid bin Muslim, dari
    2. sama dengan diatas

    RIWAYAT IBNU ABI ‘ASHIM MELALUI:
    Riwayat Abu Mushir ditemani dengan Marwan bin Muhammad, selanjutnya sama dengan riwayat diatas.

    RIWAYAT THABARANI DALAM MUSNAD SYAMIYYIN disebutkan bahwa Sa’id bin Abdil ‘Aziz meriwayatkan dari Yunus bin Maisarah bin Halbas dari Abdurrahman bin Umair Al-Muzani.

    Tidak satupun sanad-sanad diatas melalui jalur Amr bin Waqid. Maka selamatlah hadits ini dari cacat yang disebutkan Ibnu Jakfari. Dan dengan ini pula kita tahu bahwa hadits ini shahih sebagaimana yang disebutkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam kitabnya Silsilah Ahadits Shahihah.

    Setelah keterangan singkat di atas, maka tidaklah heran apabila kaum syi’ah tetap saja bersemangat mengkaburkan hadis-hadis keutamaan para shahabat.. Na’udzubillahi min dzlik
    Akhir kata, kami tutup tulisan ini dengan wasiat nabi shalallahu ‘alaihi wasallam yang mulia:
    لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي
    “Janganlah kalian mencela para shahabatku” (HR. Bukhari dan Muslim)
    Dari sini juga kita ketahui bahwa kecintaan syi’ah terhadap nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dan ahlul baitnya adalah kecintaan dusta karena mereka tidak pernah mengamalkan wasiat-wasiat nabi yang tercantum dalam hadits-haditsnya.

  52. @kembali ke aqidah yg benar…

    Saya mau tahu, itu nabi menyatakan “janganlah kalian mencela sahabatku.” berkata kepada siapa? Kepada orang-orang kafir?

  53. @yusuf

    Kepada para MUNAFIK

  54. @kembali ke aqidah yg benar…
    Saya msh belajar ilmu hadis ikut nimbrung juga dan mohon pencerahannya yah. Sepertinya pengelola blog Syi’ah tsb (Ibnu Jakfar) tdk hanya bersandar hanya dengan melihat sanad yang diriwayatkan Tirmidzi dan bersandar dengan perkataan Al-MUBARAKFURY, deh. Pernyataan Ishaq bin Rahawaih yg akan saya kutip di bawah ini juga didukung oleh banyak pentolan korektor hadis Sunni spt an-Nasa’i, Ibnu Hajar, al-Mubârakfûri dan Imam Ahmad ibn Hanbal.

    Berikut ini adl pernyataan Ishaq Rahawaih :
    “Al Mubarakfûri -pensyarah kitab Sunan at Turmudzi- menegaskan, “Ketahuilah bahwasannya telah datang banyak riwayat hadis tentang keutamaan Mu’awiyah, akan tetapi tidak ada darinya yang sahih sanadnya”. Demikian ditegaskan Ishaq ibn Rahawaih dan an Nasa’i serta para ulama selain keduanya.”

    Pernyataan di atas diperkuat oleh beberapa “pentolan hadis Sunni” : (saya kopas dari bog IJ lengkap tanpa Al mbarokfury)
    1) Ibnu al-Jawzi (w. 507H)

    Setelah menyebutkan beberapa contoh hadis palsu buatan kaum munafikun yang memuji Mu’awiyah, Ibnu al- Jawzi mengakhirinya dengan menyebutkan pernyataan Ishaq ibn Rahawaih sebagai bukti penguat bahwa tidak satupu hadis fadhâil Mu’awiyah yang shahih.

    Dengan sanad bersambung kepada Ya’qub ibn Yusuf, ia berkata, “Aku mendengar Ishaq ibn Ibrahim al-Handhali (Ibnu Râhawaih) berkata:

    لا يَصِحُّ عن النبي (ص) فِيْ فضلِ معاوية بن أبي سفيان شيْيٌْ.

    “Tidak shahih sesuatu apapun dari Nabi saw. tentang keutamaan Mu’awiyah.”

    Kemudian ia mendukungnya dengan penegasan Imam Ahmad ibn Hanbal yang membongkar latar belakang pemalsuan atas nama Nabi saw. untuk memuji Mu’awiyah.

    Abdullah putra Imam Ahmad bertanya kepada ayahnya, “Apa pendapatmu tentang Ali dan Mu’awiyah? Lalu ia menundukkan kepalanya sejenak kemudian berkata:

    إيشْ أقول فيهِما. إنَّ علِيُّا عليه اللسلام كان كثيرَ الأَعداء، فَفَتَّشَ أَعداْؤه لَهُ عيبًا فلَمْ يَجِدُوه، فَجاءُوا إلى رجُلٍ قد حاربَهُ و قاتلَهُ فَأَطروه كيادًا منهم لهُ.

    “Apa yang harus aku katakan tentang keduanya? Sesunggguhnya Ali (‘Alaihis Salam) adalah seorang yang banyak musuhnya, maka musuh-musuhnya mencari-cari kesalahanya, namun mereka tidak menemukannya, lalu mereka menuju kepada seorang yang telah memeranginya untuk mereka puji sebagai makar jahat mereka terhadap Ali.” (Baca al-Mawdhû’at; Ibnu al Jawzi,1/335)

    Inilah khitam miski, penutup yang indah yang disebutkan Ibnu al-Jawzi ketika menutup rangkaian pembuktian kepalsuan hadis-hadis keutamaan Mu’awiyah.

    Dan pada pernyataan Imam Ahmad di atas terlihat jelas bagi kita motivasi pemalsuan hadis keutamaan Mu’awiyah atas nama Nabi saw. atau pujian lain dari para sahabat atau lainnya. Ia hanya murni kepalsuan yang dimotivasi oleh kedengkian…. Dan kedengkian itu sekarang diwarisi oleh para pendengki dan musuh-musuh Imam Ali as, dengan memuji Mu’awiyah dan membela kesesatannya.

    2) Al-Aini

    Dalam syarah Bukharinya, al-‘Aini menegaskan, “Jika Anda berkata, ‘Telah datang banyak hadis tentang fadhîlah/keutamaan Mu’awiyah’, maka saya akan menjawabnya, ‘Ya, benar, akan tetapi tidak satupun yang shahih dari sisi sanadnya. Demikian nashsha, ditegaskan oleh Ibnu Râhawai dan an-Nasa’i serta ulama lainnya. Karenanya Bukhari dalam Shahihnya berkata, ‘Bab yang menyebut Mu’awiyah’ beliau tidak mengatakan bab tentang keutamaan atau keistimewaan.!

    3) Ibnu Hajar al-Asqallani (w. 852H)

    Ibnu Hajar al-Asqallâni mempertegas masalah ini ketika ia menjelaskan alasan penamaan bab dengan Bab Dzikru Mu’awiyah (sebutan Mu’awiyah) oleh Bukahri…. ia menyebutkan mengapa Imam Bukhari tidak menyebut nama bab itu dengan bab keutamaan Mu’awiyah? Sebab keutamaan tidak dapat disimpulkan dari hadis dalam bab tersebut….

    Ibnu Hajar juga menyebutkan antek-antek Mu’awiyah dan Bani Umayyah yang dengan tanpa rasa malu menulis buku yang menghimpun hadis-hadis palsu keutamaan Mu’awiyah. Para antek tersebut adalah Ibnu Abu ‘Âshim, Abu Umar, Gulam Tsa’lab dan Abu Bakar an-Naqqâsy.

    Setelahnya, Ibnu Hajar mengutip penegasan Ishaq ibn Râhawai seperti yang dikutip Ibnu al-Jawzi dan juga penegasan Imam Ahmad. Dan setelahnya Ibnu Hajar menjelaskan bahwa pernyataan Imam Ahmad itu menunjuk kepada hadis-hadis palsu yan diproduksi para pemalsu. Setelahnya Ibnu Hajar mempertegas dengan mengatakan:

    وقَد ورد في فضائل معاوية أحاديثُ كثيرةٌ لكن ليسَ فيها ما يَصِحُّ من طريق الإسناد، و بذلكَ جزمَ إسحاق بن راهويه و النسائي و غيرُهما.

    “Dan telah datang banyak hadis tentang keutamaan Mua’wiyah akan tetapi tidak satupun yang shahih dasi sisi sanad. Dan dengan ini Ibnu Râhawai dan an-Nasa’i serta lainnya menegaskan.” (Baca Fath al-Bâri,14/254-255)

    Di sini Anda saksikan bahwa Ibnu Hajar –Khatimatul Huffâdz, penutup para pakar hadis, korektor ulung sunnah- telah memastikan bahwa demikianlah pendapat Ishaq ibn Râhawai, an-Nasa’i dan beberapa ulama lain. Ia tidak sedikit pun mengesankan adanya keraguan pada kebenaran penukilan ucapan dan pandangan itu!

    4) As Suyuthi (w.911 H)

    Dalam kitab al-La’âli al-Mashnû’ah, Jalaluddin as-Suyuthi menukil penegasan Ishaq ibn Râhawai dengaan tanpa sedikit pun mengisyaratkan adanya cacat pada jalur penukilannya. Bahkan penegasan itu ia sebutkan sebagai bukti kebenaran kesimpulan yang ia yakini. (baca al-La’âli al-Mashnû’ah,1/424. Maktabah at-Tijâriyah-Mesir)

    5) Asy-Syaukâni (w.1250 H)

    Dalam kitab al-Fawâid al-Majmû’ah, Asy-Syaukâni juga menukil pernyataan Ishaq ibn Râhawaih ketika menutup serangkaian pembuktian kepalsuan hadis-hadis keutamaan Mu’awiyah, dan beliau tidak sedikitpun mempermasalahkan para perawi dalam sanad penukilan tersebut. (Baca al-Fawâid al-Majmû’ah:407. Dar al-Kotob al-Ilmiyah-Beirut)

  55. @kembali ke aqidah yang benar

    - JELAS kitab sahih bukhari sangat sahih, itu sudah
    diketahui umum.

    -SAHIH BUKHARI & SAHIH MUSLIM yg sudah diakui di
    seluruh dunia kesahihannya.

    Anehnya Syaikh Al Albani malah pernah mendhaifkan hadis Bukhari dan Muslim? Nah bagaimana itu

    Apa bukti kalau dalil2 pembunuh ammar bin yasir ra itu
    sahih?Tidak ditulis dalam blog ini.

    Lihat baik-baik, Para Ulama telah menegaskan pembunuh Ammar bin Yasir adalah sahabat Abu Ghadiyah, diantaranya saya sudah menyebutkan Ibnu Ma’in, Ibnu Abdil Barr, Ibnu Hajar, Ibnu Atsir, Daruquthni dan Adz Dzahabi. Nah kurang apa, kalau anda yang menganggap tidak shahih ya berikan buktinya dong. Maaf jangan hanya menyebar keraguan saja

    saya juga dapat dari blog tetangga dengan analisis yg menyeluruh BUKAN sepotong2 seperti dilakukan blog kutipan anda.

    KAJIAN TUNTAS HADITS:
    “Ya Allah, jadikanlah dia (Mu’awiyah) seorang yang bisa memberikan petunjuk dan seorang yang diberi petunjuk dan berikanlah hidayah (kepada manusia) melaluinya.”

    Silakan lihat tulisan saya yang ini,

    http://secondprince.wordpress.com/2008/12/20/kedudukan-hadis-%E2%80%9Cya-allah-jadikanlah-muawiyah-seorang-yang-memberi-petunjuk%E2%80%9D/

    rasanya saya membahas secara lebih komprehensif hadis ini dibanding blog haula syiah :mrgreen:

  56. @kembali ke akidah yg benar

    Well…what can i say. Mas SP really nails you to your coffin.

    Sepertinya anda menutup sebelah mata anda (mungkin anda ingin memanuti BinBaz dan seorang lagi ulama Wahabi buta yg kami gelar Stevie Wonder of The Middle East) terhadap semua hadis2 sahih yg disajikan oleh Mas SP ttg betapa terkutuknya dan bejatnya si Muawiyah, anak dari lelaki terkutuk dan wanita pengunyah hati….

    Oh…jgn cuba bawakan hadis ttg betapa berimannya ibubapa terkutuk dari anak terkutuk ini…ia tidak laku buat kami.

    Wassalam

  57. @Rafidhah

    Kalau dikatakan bahwa kebanyakan sahabat beriman lemah berdasarkan pada ayat berikut:

    “Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, kemudian diminta kepada mereka supaya murtad, niscaya mereka mengerjakannya; dan mereka tiada akan bertangguh untuk murtad itu melainkan dalam waktu yang singkat.” (QS. 33 al-Ahzab 14)

    Mereka Murtad karena takut, meski tidak terjadi. Kalau kita berkeyakinan bahwa mereka akan berkorban nyawa demi iman berarti kita mengingkari ayat tersebut yang menyatakan sebaliknya.

    Selanjutnya:

    Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). (QS. 62 al-Jumu’ah 11)

    Peristiwa Nabi ditinggalkan ketika berkhutbah terjadi berkali-kali, sedang yang masih duduk sedikit saja. Dalam satu riwayat tinggal 12 orang saja. Dan nabi saww menyampaikan bahwa apabila tidak ada seorang pun yg tinggal mereka akan diazab oleh api (seperti umat Nabi lainnya yg diazab langsung karena membangkang).

    Kalau kita meyakini bahwa mereka yang meninggalkan nabi adalah orang-orang yg shaleh, maka kita mengingkari pernyataan Nabi bahwa mereka dimurkai oleh Allah dan Rasul-nya sehingga layak mendapat azab langsung saking besarnya dosa mereka. Hanya saja itu tidak terjadi karena masih adanya orang yang tinggal mendengarkan khutbah nabi walau hanya belasan orang saja.

    Kalau meninggikan suara dapat menghapus semua amal baik meskipun tidak sengaja lantas bagaimana dengan meninggalkan nabi saww begitu saja.

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari. (QS. 49, al-Hujurat 2)

    Tidak menyadari amal kebaikan terhapus seluruhnya. Bagaimana dengan meninggalkan Nabi berkhutbah? Bukankah azab diturunkan pada ummat terdahulu karena sudah tidak ada lagi amal kebaikan pada mereka dan yang tersisasa adalah dosa?

    Lari dari perang:

    “Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai. ” (QS. 9 At Taubah 25)

    “Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya. ” (QS. 8 Al Anfal 14)

    Bukankah banyak sahabat yg kabur, sehingga hanya sedikit saja yang masih tinggal?… bukankah dengan demikian mereka berdosa besar?… Kalau Allah menyatakan mereka membawa kemurkaan-Nya, kemudian kita meyakini bahwa mereka mulia, bukankah kita mengingkari ayat tersebut.

    Apakah dengan menyampaikan ayat ini saya dicap sebagai mencaci sahabat Rasul?

    Bukankah kedudukan sahabat tidak mengandung kemuliaan sebagaimana halnya isteri dan anak nabi dalam Islam kecuali ketakwaan?

    Apakah keburukan ummat para Nabi, menunjukkan cela para Nabi?

  58. Kereeeeen..!

    “Kembali Ke aqidah Muawiyah”

    Klhtn bgt khan NASHIBI nya…wis sama persih dg moyangnya NASHIBI… :mrgreen:

    copas dari sst yg udah disanggah.. :mrgreen:

    akhir kalam…MUAWIYAH LAKNATULLAH..!

  59. @Yusuf

    Syech mereka sendiri Ibnu Taimiyah menyatakan dalam bukunya (nanti saya sebut kitabnya) menyatakan: ” Mencela sahabat boleh saja tapi tdk boleh mencela Rasul. Maka kita mencela kesalahan mereka HARUS.
    Hadits yang dishahihkan oleh Nasaruddin Albaniah bertentangan dengan fatwa Seyech mereka. Hadtis yang melarang mencela sahabat adalah REKAYASA dan mengatas namakan Nabi tempatnya Neraka.

    Silahkan sdr Yusuf keluarkan sebanyak mungkin kesalahan serta kemunafikan mereka yang disebut sahabat agar jangan kita pergunakan mereka sebagai panutan. Wasalam.

  60. @ All

    Nashibi Wahabi ini sama munafiknya dg Moyang mereka..sll menfitnah bhw syiah mencela sahabt dll, pdhl ulama suni (maaf suni, bkn WAHABI NASHIBI ) mencatat kebobrokan sebagian sahabat..!

    muawiyah aja dikatakan sbg NASHIBI didalam kitab2 suni, tp mereka yg CINTA MATI SAMA KPD MUSUH2 AHLUL BAIT, ttp akan membela kaum munafiqun tsb..!

    Akhir Kalam…MUAWIYAH LAKNATULLAH..!

  61. Kenapa wahabi takut dg kebenaran..?? (dasar Nashibi wahabi..! )

    Syrian Sunni Mufti Criticizing the Wahabi Media Machine for not teaching people about the sad events of Kerbala…!!

    monggo di lihat :

  62. @Rafidhah

    Mengenali Orang-Orang di Sekitar Nabi

    Pada surat al-Muddatstsir Allah berfirman:

    Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari Malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk Jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.
    (QS. Al-Muddatstsir 74: 31)

    Pada ayat di atas Allah SWT menjelaskan 4 kelompok orang di sekitar Rasul SAWW, mereka itu adalah:

    1. Orang-orang kafir,
    2. Orang-orang yang diberi al-Kitab,
    3. Orang-orang beriman, dan
    4. Orang-orang yang di hatinya ada penyakit

    Siapakah orang-orang yang di hatinya ada penyakit?

    Ayat di atas bagian dari surat al-Muddatstsir yang termasuk dalam surat-surat yang pertama turun di awal dakwah Rasul SAWW secara ijma.

    Siapakah orang-orang yang di hatinya ada penyakit?

    Bila anda mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang munafik, maka sesungguhnya orang-orang munafik baru muncul di Madinah (terdapat pada surat-surat Madaniyah).

    Kalau benar mereka orang-orang munafik, maka untuk apa mereka berpura-pura masuk Islam, sedangkan kondisi ummat Islam pada saat itu dalam penindasan luar biasa. Bukankah kemunafikan adalah upaya pura-pura masuk Islam agar kedudukan dan harta mereka selamat dan maksud buruk lainnya?

    Dan jangan heran bahwa ternyata orang-orang yang di hatinya ada penyakit muncul pula dalam surat madaniyah di samping kelompok munafik..

    ” Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, dan orang- orang yang berpenyakit dalam hatinya ….”
    (QS. 33 al-Ahzab 60)

    Di sini Allah membedakan antara kelompok munafik dan kelompok “orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya.”

    meski diketahui bahwa munafik itu bagian dari penyakit hati.

    Sekali lagi perlu diingat bahwa “orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya.” sudah ada di awal dakwah, sedangkan kelompok munafik baru muncul di Madinah.

    ayat lain menyatakan:

    “Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. 33 al-Ahzab: 32)

    Kesimpulan,
    1. “orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya.” adalah kelompok muslim.
    2. Kelompok ini telah muncul pada awal bi’tsah.

    Mohon koreksinya bila salah…

  63. Koreksi: kata “anda” diganti kita… hehehe

  64. @yusuf

    Yang berpenyakit dalam hati (dengki, hasut) Allah tambah penyakit ini dan menjadi munafik ( Firman Allah: Fii qulubihim maradhun fadzaada humullahu maradhan wa hua adhabun aliimQS 2 : 9 ). Wasalam

  65. lebih komprehensif yg mana,ya?

    dari blog haulasyiah

    BERKATA IBNUL QOYYIM: “SEMUA ‘HADITS’ YANG MENCELANYA (MU’AWIYAH) ADALAH DUSTA”

    Ketahuilah bahwa hadits-hadits yang mengandung celaan terhadap Mu’awiyah radhiallahu ‘anhu bisa jadi itu shahih akan tetapi bermakna pujian (sebagaimana yang telah kami jelaskan pada edisi yang lalu) atau dha’if.

    Berkata Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Majmu’ Fatawa (4/431) ketika menjawab sebuah pertanyaan: “Abu Musa Al Asy’ari, Amr bin Ash dan Mu’awiyah bin Abi Sufyan adalah shahabat rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, mereka memiliki keutamaan- keutamaan dan kebaikan, apa yang sering dinukilkan tentang kejelekan mereka adalah dusta, dan yang benar dari penukilan itu, karena mereka adalah ahlul ijtihad. Maka seorang mujtahid jika benar mendapatkan dua pahala, jika salah mendapatkan satu pahala dan kelasahannya diampuni”.

    Ibnul Qoyyim juga telah menyebutkan dalam kitabnya “Al-Manarul Munif” (94) bahwa tidak shahih satu haditspun yang mencela Mu’awiyah radhiallahu ‘anhu.

    Begitu banyak ayat-ayat dan hadits-hadits tentang keutamaan mereka para shahabat radhiallahu ‘anhum, ayat atau hadits tersebut terbagi menjadi dua:

    PERTAMA: Keutamaan para shahabat radhiallahu ‘anhum secara umum, tidak diragukan lagi bahwa Mu’awiyah juga masuk kedalamnya.
    Bahkan Ibnu ‘Abbas sendiri mengakui bahwa Mu’awiyah adalah shahabat nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana yang diriwayatkan Al-Bukhari dalam kitab shahihnya (3764) melalui jalan Utsman bin Aswad dari Ibnu Abi Mulaikah, dia berkata: “Mu’awiyah melakukan shalat witir satu raka’at setelah shalat isya’. Ketika itu ada maula (bekas budak) Ibnu ‘Abbas. Maka dia mendatangi Ibnu Abbas (dan melaporkan perbuatan Mu’awiyah). Ibnu ‘Abbas menjawab: “Biarkan dia, karena dia adalah shahabat rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.”.

    Al-Bukhari juga meriwayatkan dalam shahihnya (3766) melalui jalan Humran bin Aban dari Mu’awiyah radhiallahu ‘anhu: “Sesungguhnya kalian melakukan shalat tersebut. Sungguh kami telah menemani nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dan kami tidak pernah melihat beliau melakukannya bahkan beliau melarangnya yakni shalat dua raka’at setelah shalat ashr.”

    Demikian pula Imam Muslim dalam shahihnya (4037), Mu’awiyah berkata: “Ketahuilah, apa kepentingan mereka menyebutkan hadits-hadits dari rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Sungguh kami hidup bersama beliau dan menemaninya dan kami tidak pernah mendengar beliau mengatakan demikian….”

    Al-Khallal dalam kitab As-Sunnah (2/432) (no.653) dari Mahna, dia berkata: “Aku bertanya kepada Ahmad bin Hanbal tentang Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Maka beliau menjawab: “Dia seorang shahabat”. Aku bertanya lagi: “dari mana dia?” “Dari Makkah tinggal di Syam”. Jawab beliau. Dan sanadnya shahih

    KEDUA: Hadits-hadits dan atsar-atsar tentang keutamaan sebagian shahabat radhiallahu ‘anhum terkhusus Mu’awiyah radhiallahu ‘anhu.
    Telah diriwayatkan sejumlah hadits-hadits shahih demikian pula perkataan salaf tentang keutamaan Mu’awiyah, lebih rincinya Insya Allah akan kami sebutkan pada edisi-edisi mendatang.

    DIRIWAYATKAN DARI ISHAQ BIN RAHAWIH RAHIMAHULLAH:
    “Tidak sah satu hadits pun tentang keutamaan Mu’awiyah”.
    Riwayat ini dikeluarkan Ibnul Jauzi dalam kitabnya “Al-Maudhu’at” (2/263) (832) dia berkata: telah menceritakan kepada kami Zahir bin Thahir, telah menceritakan kami Ahmad bin Husain Al-Baihaqi, memberikan hadits kepada kami Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah Al-Hakim, dia berkata: Aku mendengar Abul ‘Abbas Muhammad bin Ya’qub bin Yusuf berkata: Aku mendengar ayahku berkata: Aku mendengar Ishaq bin Ibrahim Al-Hanzhali berkata: “Tidak sah satu hadits pun dari nabi shalallahu ‘alaihi wasallam tentang keutamaan Mu’awiyah”.

    Riwayat ini juga disebutkan Suyuthi dalam kitabnya “Al-Lail Mashnu’ah” (1/388), Ibnu Arraq Al-Kinani dalam “Tanzihusy Syari’ah” (2/7), Asy-Syaukani dalam “Al-Fawaidul Majmu’ah” (407).
    Kita katakan bahwa riwayat ini tidak shahih, karena di dalam sanadnya terdapat rowi yang bernama Ya’qub bin Yusuf Al-Asham ayahnya Muhammad bin Ya’qub bin Yusuf dia Majhul (tidak diketahui keadaannya). Maka jika suatu riwayat atau hadits yang didalam sanadnya terdapat rowi majhul, baik majhul ‘ain atau majhul hal haditsnya tidak dapat diterima terlebih dijadikan sebagai sandaran.

    SEANDAINYA riwayat ini shahih –walaupun jelas tidak shahih-. Maka kita katakan bahwa disana juga banyak ulama’-ulama’ besar yang menshahihkan sebagian hadits tentang keutamaan Mu’awiyah. Maka tidak boleh kita mengambil satu pendapat yang masih dibicarakan keshahihannya dan meninggalkan pendapat yang kuat baik sanad ataupun jumlah, diantara mereka adalah:
    1. Imam Al-Ajuri memberikan suatu judul dalam kitabnya “Asy-Syari’ah”: Bab hadits-hadits yang diriwayatkan dari nabi shalallahu ‘alaihi wasallam tentang keutamaan-keutamaan Abu Abdirrahman Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhuma.
    2. Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya “Siyar A’lam An-Nubala” menyebutkan hadits-hadits tentang keutamaan Mu’awiyah kemudian mengatakan setelahnya: “Dan hadits-hadits ini saling mendekati”.
    3. Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya “Al-Bidayah wan Nihayah” mengatakan setelah menyebutkan beberapa hadits tentang keutamaan Mu’awiyah: “Dan kami cukupkan terhadap apa yang telah kami sebutkan berupa hadits-hadits shahih, hasan dan mustajadat dari hadits-hadits palsu dan munkar”.
    4. Al-Hafizh Ibnu Asakir dalam kitabnya “Tarikh Dimasyq”
    5. Ibnu Hajar Al-Haitsami dalam kitabnya “Tathirul Janan”.
    6. dan…dan…masih banyak lagi

    SEANDAINYA kita katakan lagi bahwa semua ulama’ sepakat tidak ada satu hadits pun yang menyebutkan keutamaan Mu’awiyah. Maka kita jawab:
    Pertama: ini tidak terus dijadikan alasan untuk mencela beliau radhiallahu ‘anhu.
    Kedua: Para ulama sepakat bahwa Mu’awiyah masuk kedalam dalil-dalil umum tentang keutamaan para shahabat radhiallahu ‘anhum. Berbeda dengan orang-orang syi’ah dan yang sepaham dengan mereka yang menghabiskan PULUHAN halaman hanya untuk menjelek-jelekkan, MENCELA beliau radhiallahu ‘anhu, menguatkan hadits tentang kejelekannya dan mendha’ifkan hadits yang memujinya serta mengeluarkannya dari golongan shahabat nabi. Nasalullah as-salamah.

    Dan telah kita ketahui bahwa semua riwayat yang menyebutkan tentang kejelekan Mu’awiyah TIDAK ada yang shahih, seandainya pun ada maka maknanya adalah do’a baginya, sebagaimana telah kami bahas pada edisi yang lalu. Dan juga telah kita sebutkan diatas bahwa beliau adalah shahabat nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Walillahil hamd.

    Maka sekali lagi, yang dimaksud para ulama’ bahwa tidak ada satu hadits pun tentang keutamaan Mu’awiyah–JIKA memang shahih- adalah hadits-hadits khusus tentang beliau, adapun hadits-hadits umum demikian pula ayat Al-Qur’an maka tidak ada yang meragukkan terlebih mengingkarinya.

    Sebagai contoh: Ibnu Abdil Barr, telah dinukilkan darinya –terlepas shahih atau tidak- bahwa ia termasuk ulama yang berpendapat tidak ada satu hadits pun yang shahih tentang keutamaan Mu’awiyah, BERSAMAAN dengan itu beliau juga menukilkan kesepakatan Ahlussunnah wal Jama’ah bahwa semua shahabat radhiallahu ‘anhum adalah adil sebagaimana disebutkan dalam kitabnya “Al-Isti’ab fi Ma’rifatil Ashab” (23), beliau mengatakan:
    “Dan maklum bahwa yang ingin menghukumi hadits beliau shalallahu ‘alaihi wasallam harus mengetahui nama (perowi), nasab dan ‘adalahnya (keadilan) demikian pula mengatahui keadaannya. Adapun para shahabat, kami telah mencukupkan pembahasan tentang keadaan mereka, dengan kesepakatan Ahlul Haq dari ulama’ muslimin, Ahlussunnah wal Jama’ah bawa semua shahabat adalah ‘udul (adil), maka wajib untuk mencukupkan diri mengetahui nama-nama mereka saja, dan menelusuri biografi mereka dan keadaan mereka, agar dijadikan teladan. Mereka adalah manusia terbaik yang menempuh jalannya beliau shalallahu ‘alaihi wasallam dan manusia terbaik yang mencontoh beliau shalallahu ‘alaihi wasallam.

    Demikian pula Ibnul Qoyyim dalam kitabnya “Al-Manarul Munif” (94) setelah menyebutkan riwayat Ibnu Rahawih diatas, beliau mengatakan: “Aku katakan: “MAKSUD Ibnu Rahawih dan ulama’ yang mengatakan tidak ada satu hadits pun yang menyebutkan keutaman Mu’awiyah adalah keutamaan-keutamaan yang khusus tentang beliau adapun secara umum tentang keutamaan para shahabat dan keutamaan Quraisy (maka banyak sekali), dan Mu’awiyah masuk kedalamnya.”

    Berkata Al-’Allamah Al-Mu’allimi dalam “Anwarul Kasyifah” (92): “Ini semua tidak meniadakan hadits-hadits shahih yang umum (tentang keutamaan para shahabat) termasuk didalamnya Mu’awiyah atau selainnya. Dan tidak mengharuskan bahwa setiap yang diriwayatkan tentang keutamaannya secara khusus dipastikan sebagai hadits palsu.”

    Berkata Asy-Syaikh Bakr Abu Zaid dalam kitabnya: “Kitabut Tahdits bima Qila la Yashihu fiihi Hadits” (hal.142): “Catatan penting: Jangan hilang darimu kata ini “yang menyebutkan keutamaannya secara khusus”. Ibnul Qoyyim telah berkata dalam kitabnya “Al-Manarul Munif” (94) tentang mu’awiyah: “Semua hadits yang mencela beliau adalah dusta”.
    MAKSUD beliau bahwa jika memang tidak ada satu hadits pun tentang keutamaannya secara khusus maka disana terdapat riwayat-riwayat umum keutamaan para shahabat dan Mu’awiyah termasuk di dalamnya. Dan jangan dijadikan ini sebagai celaan terhadap beliau.

    Inilah para shahabat nabi tanpa terkecuali, seandainya tidak ada dalil khusus yang memuji mereka, maka mereka telah masuk dalam dalil-dalil umum. Mereka bukan pendusta ataupun pengkhianat sebagaimana yang dituduhkan oleh musuh-musuh islam. Karena jika kita menuduh mereka berdusta maka secara tidak langsung juga kita telah menuduh rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai pendusta dan pengkhianat, karena rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengatakan: “Seseorang itu akan bersama agama/akhlak temannya”. Jika beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjadikan ‘para pengkhianat’ itu sebagai teman maka beliau juga pengkhianat. Na’udzubillahi min dzalik.

    Kami sebutkan ini, karena akhir-akhir ini sedang ramai pembicaraan tentang shahabat rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang satu ini. berbagai celaan dan hinaan datang dari beberapa pihak yang mengaku sebagai ‘pembela ahlul bait’, baik dari golongan syi’ah atapun yang sepaham dengan mereka. Semoga apa yang kami sebutkan ini dapat membuka mata hati bagi setiap pencari kebenaran. Allahumma sallim sallim

    Tak lupa pula kami jelaskan, mungkin sebagian pembaca bertanya-tanya mengapa kami tidak menyebutkan atau sangat sedikit menyebutkan keutamaan ahlul bait? Yang dengan itu kami dituduh sebagai ahlu nashab atau nawashib.
    Kami katakan: Bahwa Ahlussunnah sangat cinta kepada Ahlu baitin nabi, akan tetapi kecintaan mereka didasari ilmu, tidak ada unsur ifrath atau tafrith. Kecintaan mereka kepada Ahlul bait tidak terus meniadakan kecintaan kepada para shahabat yang lainnya. Kecintaan mereka kepada Ahlul bait tidak terus membuat hadits-hadits palsu tentang mereka.
    Hadits-hadits tentang keutamaan mereka bertebaran di kitab-kitab Ahlussunnah, seperti: Shahih Bukhari, Shahih Muslim dan selain keduanya.
    oleh karena itu bagi siapasaja yang ingin mengetahui hakekat sebenarnya aqidah ahlussunnah tentang Ahlul bait bisa membuka kitab-kitab tersebut. Dan kami lebih memfokuskan diri untuk memuat artikel-artikel tentang shahabat atau para ulama’ yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan kekurangannya. Wallahu a’lam

    KALAU INGIN MENGAMBIL RIWAYAT DARI SALAFY JGN SEPOTONG2!

    BUKAN BEGITU?

  66. nulis panjang2…tapi nggak mutu…
    tegakkan saja keutamaan muawiyah dengan hadits shohih bukan dengan pendapat2 ulama karbitan itu..

    kalo ya ada maka di layak di puji,…kalo tdk ya dilaknat saja org ini

  67. @kembali…

    Sy khawatir copas ini tdk dpt anda pertanggungjawabkan.

    Salam

  68. @kembali ke aqidah yang benar:
    Sepertinya anda benar2 susah menemukan aqidah yang benar nih….
    coba deh buang waktu dikit buat mengkaji mana hadis sahih mana yang dhaif.
    saya setuju dengan Bob dan Armand, jika penuntun aqidah anda adalah ulama seperti seperti yg anda copas, yah kembali ke komentar awal saya, anda akan susah menemukan aqidah yang benar.

  69. @kembali ke
    Sdr anda menerima hadits tidak boleh begitu saja.
    Setiap hadits yang anda baca disamping sanadnya, isnadnya dan matannya (hadits anzicht)
    Anda juga harus mempelajari terhadap seseorang sebagai obyek hadts tsb.
    Umpama Muawiyah anda harus tau kapan masuk Islam. Apa alasan ia masul Islam. Kemudian sesudah Islam apa tujuannya. Dan yang terakhir apa amal perbuatannya sesuai arahan Allah dan Rasul.

  70. @hadi

    Oh…dan jgn anda jadikan Bukhari sbg hujjah buat
    kami…dia suka melakukan tahrif demi melindungi ‘kemuliaan sahabat’…

    saya jawab:
    Ya jelas saja tidak bisa diterima oleh anda, karena aqidah kita berbeda. Kalau anda, aqidah PENCELA sahabat, mana mungkin bisa anda terima walaupun itu SAHIH BUKHARI dan SAHIH MUSLIM.

    Pertanyaan saya yg belum dijawab:
    komentar anda terlalu subyektif dan tidak berdasar, apakah anda tahu niat imam Bukhari pada saat menyusun hadits?

    @SP
    Anehnya Syaikh Al Albani malah pernah mendhaifkan hadis Bukhari dan Muslim? Nah bagaimana itu?

    saya jawab:
    Apakah hadits yg didaifkan, hadits tentang keutamaan sahabat? Sedangkan Syaikh Al Albani sendiri menyatakan SAHIH tentang keutamaan Muawiyah ra.

  71. @bob
    nulis panjang2…tapi nggak mutu…
    tegakkan saja keutamaan muawiyah dengan hadits shohih bukan dengan pendapat2 ulama karbitan itu..

    saya jawab:
    tau dari mana anda, tentang ulama karbitan dan TIDAK?

  72. @kembali ke aqidah yg benar

    Pemahaman Aswaja dikenal pada zaman Muawiyah, sedangkan pada zaman Rasulullah saw tidak dikenal sama sekali, gimana mau kembali ke aqidah yg benar? :mrgreen:

  73. @dede
    Dasarnya dari mana, anda berkata begitu, dari kitab2 syiah atau dari ulama2 syiah?

  74. @kembali ke aqidah yg benar

    Ya dari Al Qur’an dan Al Hadits atuh ! :)

  75. ass. wahai kembali keaqidah yang benar, kalau anda yakin bahwa anda dalam kebenaran, do’akan aja bagi yang berbeda paham dengan anda agar diberi Hidayah oleh Allah SWT, Niscaya orang Indon jadi benar semua, pasti di Ijabah,…

  76. Ulama karbitan itu ulama yg menukar kebenaran dengan uang untuk mengakkan hadits dhoif
    Walau harus berlawanan dengan logika yg dia pakai sendiri. Sbelumnya. Bahkan menutupi kebenarn yg sudah jelas sekalipun.

  77. kembali ke jalan yang benar…..

  78. Nabi berkata : “janganlah kalian mencela para sahabat”

    @yusuf berkata : “nabi berkata kepada siapa?”
    @rafidhah menjawab : “kepada orang MUNAFIK”

    well..well..well…kalian terlalu bernafsu menyerang @kembali..hingga tak diduga membuka kedok sendiri sebagai golongan orang-orang MUANFIK….

    akhirnya ALLAH membukakan SIAPA mereka sebenarnya…….
    klaim mencintai ahlul bait, ternyata MUNAFIK
    bukan syiah, yaaaa minimal MUNAFIK

    SORRY loh, bukan kami yg bilang kalian MUNAFIK, tapi brother kalian sendiri (si rafidhah) yg mengatakannya…
    ayoo tunjuk rafidhah kalo kalian tersungging..atau rafidhah mw bilang apa sekarang??

  79. Nabi SAW bersabda : ” janganlah kalian mencela sahabatku”

    @yusuf bertanya : “Nabi berkata kepada siapa?”
    @rafidhah menjawab: “kepada MUNAFIK”

    terbuka sudah kedok siapa kalian sebenarnya..saking bersemangatnya kalian menyerang @kembali..tanpa disadari oleh kalian sendiri ternyata kalian membuka kedok / aib sendiri sebgai orang-orang yg MUNAFIK..Allah membimbing org2 yang dicintaiNya, dan menyesatkan mrk yg memang tersesat..

    TERbukti sudah siapa yang paling banyak mengeluarkan kata-kata LAKNAT/MUNAFIK…akan berbalik menyerang diri mereka sendiri!!!

    wahai ahlul baiter, camkan..!!
    bukan kami yg mengeluarkan kata2 MUNAFIK/LAKNAT….tapi @rafidhah cs lah yg memulai…

    Pertanyaan Besarnya : pantaskah Akidah ‘semacam’ ini ditiru????

  80. @oot
    Saya ingin menanyakan anda pada waktu itu Rasul berbicara dihadapan siapa? Apakah dihadapan anda.? Atau dihadapan siapa?
    Kalau Rasul berbicara dihadapan orang2 yang hadir didepan Rasul. Maka Kata2 Rasul tersebut ditujukan pada mereka untuk jangan mencela SAHABAT2 YANG DICINTAI Allah. Menurut anda kepada siapa Rasul sampaikan kata2 itu? Ayo oot
    Anda paham bahasa nda? Itu berarti bahwa mereka2/yang dikatakan sahabat pasti akan mencela mereka2 yang dicintai Allah. Dan ternyata sejarah membuktikan. Mereka yang disebut sahabat bukan lagi mencela malahan menyingkirkan sahabat2 yang dicintai Allah.

  81. @rafidhah: hehehe..jgn muter2,belaga menganalisa hadits nabi.kalian itu biasa,kelakuan deh suka sok analis..

    mau saya,kamu tuh pikirkan apa mksdnya percakapan kalian berdua tertanggal 13 agustus jam 07.50 pm itu..
    ayo,jwb ya,tolong jgn bermain2 lg dg analisa hadits,krn sy tau,kalian semua (@kembali maupun @rafidhah cs) jagonya COPAS.

    sy lebih respek dg jwbn pengakuan,BUKAN yg analitis…analis boleh jg,tp seX lg jwbn yg JUJUR lbh dihargai.

    mumpung bulan puasa, jangan bohong.

  82. @oot
    Anda tdk menjawab pertanyaan saya lalu anda mengalihkan pertanyaan.
    Saya katakan bahwa Rasul berhadapan dan mengatakan itu dihadapan SAHABAT yang sebagian MUNAFIK.

  83. @rafidhah,yg tdk mnjwb pertnyaan itu anda,bukankah sy terlebih dahulu yg brtnya kpd anda(kalian) dg pertnyaan besar sy yaitu: “pantaskah akidah (yg membolehkan manusia saling menghujat) itu utk diikuti??”

    sy nti akan mnjwb pertnyaan anda menunggu giliran kalian mnjwb ptnyaan sy terlbh dahulu.

  84. @rafidhah,yg tdk mnjwb pertnyaan itu anda,bukankah sy terlebih dahulu yg brtnya kpd anda(kalian) dg pertnyaan besar sy yaitu: “pantaskah akidah (yg membolehkan manusia saling menghujat apalg MELAKNAT itu utk diikuti? PANTAS kah???”

    sy nti akan mnjwb pertnyaan anda menunggu giliran kalian mnjwb ptnyaan sy terlbh dahulu.

  85. @oot
    Anda baca Alqur’an atau tidak? Jawaban atas pertanyaan anda sudah lama dalam blog ini. Yang mengatakan munafik terhadap sahabat disekitar Rasul adalah Alqur’an. Baca lagi Firman Allah. dalam Surah ai-Taubah. Kita hanya menyampaikan apa yang Allah firmankan. Dan hukumnya wajib untuk menyampaikan Firman2 Allah Kita disini semua berbicara pakai NASH lho . Bosan menjelaskan ber-ulang apa yang anda tanyakan. Jadi baca dulu.

  86. Kami akan nukilkan untuk anda, wahai kaum Muslimin sebagian dari pernyataan Ulama­ ulama Syiah dalam kitab-kitab induk mereka yang aqidahnya diperbolehkan saling menghujat orang-orang yang dicintai rosul

    1. Tokoh ulama Syiah, yaitu Al-majlisi di dalam kitabnya “Hayatul Qulub” 2:700, cetakan Teheran”, menyebutkan : “Sungguh al-Ayaasyi meriwayatkan dengan sanad yang mashyur dari ash-Shadiq a.s. bahwa Aisyah dan Hafsah keduanya dilaknat oleh Allah begitu pula kedua bapaknya, karena kedua wanita tersebut telah membunuh Rasulullah dengan racun yang diminumkan kepadanya.”

    2. Ulama Besar Syiah, Muhammad Baqir Almajlisi dalam kitabnya “Haqqul Yaqiin, hlm.519″ berkata: “Kepercayaan kami mengenai tabarru’ ialah bahwa kami berlepas diri dari empat berhala: Abu Bakar, Umar, Utsman dan Muawiyyah, serta empat orang wanita: Aisyah, Hafsah, Hindun dan Ummu Hakam, serta semua pengikut mereka dari golongan mereka. Mereka adalah makhluk Allah yang paling jahat di muka bumi. Sesungguhnya tidaklah sempuma keimanan kepada Allah, Rasul-Nya dan para Imam, kecuali jika seorang telah melepaskan diri dari musuh-musuh mereka,”

    Wahai para hamba Allah, perhatikanlah kebencian dan kedengkian Syi’i Rafidhi durhaka ini yang berlaku bohong dengan keji, yang mencerca kehormatan para ibu kaum Muslimin, dan para Sahabat Rasulullah yang adalah manusia terbaik sesudahnya dan celaan mereka kepada segenap kaum Muslimin. Namun kita merasa cukup Allah sebagai pelindung kita atas mereka. kami menjadikan Allah sebagai penghukum mereka dan kami berlindung kapada-Nya dari kejahatan-kejahatan mereka.

    3. Bintang Ulama Syiah, yaitu Alkulaini di dalam kitabnya Ar-Raudhah Minal Kaafi, 8:245, menyebutkan: “Para sahabat sepeninggal Rasulullah murtad dari padanya, kecuali tiga orang: al-Miqdad bin al- aswad, Abu Dzar al-Ghifari dan Salman al-Farisi.”

    4. Seorang tokoh dan ulama mereka, Salim bin Qais al-Hilali di dalam kitabnya halaman 96, berkata: “Semua sahabat sepeninggal Rasulullah saw. menjadi murtad kecuali empat orang.”

    5. Ahli Hadits mereka yang terkemuka, Husein bin Abdul Shamad al-Amili di dalam kitabnya “Wushulul Akhyar ilaa Wushulil Akhbar”, mengenai sifat-sifat sahabat berkata: “Kami bertaqarrub kepada Allah dan Rasul-Nya dengan jalan membenci sahabat-sahabat, mencela mereka dan membenci setiap orang yang mencintai mereka.” (Baca halaman 164, cetakan Qom, Iran).

    6. Mereka menisbahkan suatu kisah bohong dan dusta kepada Ja’far ash Shadiq, katanya: “Apabila sampai kepada kalian dua hadits yang berlawanan, maka ambilah hadits yang berlawanan dengan umat ini (umat Islam) ” Dan katanya pula. “Sesuatu yang menyalahi umat Islam , maka itulah sesuatu yang benar.”

    7. Dan katanya pula: “Demi Allah, kalian sama sekali tidak benar meniru apa yang ada pada mereka (umat Islam). Dan mereka pun sama sekali tidak benar meniru apa yang ada pada kalian. Karena itu berbedalah kalian dari mereka. Apapun yang mereka lakukan sama sekali tidaklah termasuk hal yang benar.”

    8. Mereka pun menisbahkan kepada Ash-Shadiq juga, katanya: “Demi Allah, tidak ada sedikit pun kebenaran yang masih tinggal ditangan mereka (umat Islam). Yang tersisa pada mereka hanyalah menghadap Ka’bah.” (Al Fushulul Muhimmah fii Ushulil Aimmah, karya al-Khural-Amili, halaman 225/425).

  87. SIKAP AHLUL BAIT NABI TERHADAP ABU BAKAR AS-SHIDDIQ

    Ibnu Abbas, kesayangan Ali itu, menyatakan tentang Abubakar
    “Semoga Abubakar memperoleh rahmat dari Allah. Beliau amat sayang kepada kaum fakir dan miskin. Tidak henti-hentinya beliau membaca Al-Qur’an. Beliau mengerti betul liku-liku agamanya dan merupakan seorang, pencegah kemungkaran, amat takut kepada Allah. Menganjurkan semua orang untuk berbuat kebaikan dan bertindak tegas terhadap para pelanggar larangan agama. Sepanjang malam berjaga. Siang hari berpuasa. Taat dan sederhana, melebihi kawan-kawannya yang lain. Beliau lebih zuhud dan menahan diri dibanding kawan-kawannya.” (Naasikhut Tawaariikh, juz V Kitab kedua, halaman 143 dan 144. Cetakan Teheran.)

    Hasan bin Ali, imam ma’sum kedua bagi golongan Syi’ah, yang wajib mereka ikuti ajarannya itu, mengatakan tentang Abubakar bahwa Rasulullah pernah mengatakan : “Dalam diriku martabat Abubakar adalah alat pendengaranku.” (Uyuunul Akhbaar, juz I hal 313; Juga pada “Kitab Ma’aanil Akhbaar”, hal 110 cetakan Iran)

    Hasan bin Ali RA sangat menghormati Abubakar dan Umar, sehingga dijadikan persyaratan dalam membuat perjanjian dengan Mu’awiyah RA. Diwajibkan pengamalan hukum berdasarkan Al-Qur’an, sunnah Rasul dan sebagaimana yang dilaksanakan oleh Khulafa’ Ar-rasyidiin. Dalam naskah lain disebut Khulafa’ Ash-Shoolihiin. (Muntahal Ammaal, halaman 212, juz II, cetakan Iran. )

    Imam Syi’ah yang keempat, Ali bin Al-Husin bin Ali, diriwayatkan bahwa beliau telah didatangi oleh beberapa orang Iraq. Mereka itu menjelek-jelekkan nama Abubakar, Umar dan Usman RA. Setelah orang-orang itu selesai berbicara demikian, Ali bin Al-Husin berkata :

    “Mengapa kalian tidak mau mengatakan bahwa mereka adalah kaum muhaajiriin angkatan pertama yang diusir dari kampung halaman mereka dan dijauhi dari harta benda mereka, demi mendambakan karunia dan ridha Allah semata ? Mereka itulah orang-orang yang paling benar.”

    Kemudian ia menyebut ayat : “Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (anshaar) sebelum kedatangan mereka (muhaajiriin), mereka mengasihi orang-orang yang hijrah kepada mereka. Dan tidak ada dalam hati mereka rasa iri karena orang-orang Muhaajiriin memperoleh harta rampasan bahkan mereka lebih mengutamakan (al-muhaajiriin) daripada mereka sendiri, sekalipun mereka sendiri sangat membutuhkannya.” (Al-Hasyr : 9)

    Walaupun demikian kaum Syi’ah masih saja berpegang pada pendirian mereka, tidak bergeser setapakpun. Melihat sikap mereka yang jahat itu, Ali Al-Hasan bin Ali mengatakan dengan tegas :

    “Rupanya kalian ini samasekali tidak berkeinginan untuk menjadi antara dua golongan yang disebut tadi. Sungguh, aku bersedia sebagai saksi di hadapan Allah bahkan kalian bukanlah dari golongan yang disebut Allah : ‘Yaa Tuhan kami, berilah ampunan kepada kami dan kepada saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah Engkau biarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.’ Keluarlah kalian dari rumah ini, Allah akan menghukum kalian.’ ” (Kasyful Ghummah, karya Arbili jus II, hal. 78, cet. Tibris Iran)

  88. @rafidhah..kalau jawaban anda spt itu (Rasul SAW berkata kpd kaum munafik), nah,sekarang mazhab mana yg akidahnya ‘membolehkan’ utk mencela,menghujat,bahkan,melaknat kaum muslimin,wabil khusus para sahabat nabi??

    mohon jujur,krn kejujuran adl sifat Nabi yg paling mulia, dan hidayah akan cepat turun ke atas hati yg jujur.

  89. @oot
    Pernahkah saya melaknat Abubakar atau Umar? Kapan hai tukang fitnah. Jangan meng-ada2 sesuatu yang tdk pernah dikatakan.

    Dan menurut anda adakah orang2 disekeliling nabi yang tidak murtad dan Munafik. Kalau anda katakan TIDAK maka anda yang mengatakan Allah berbohong.
    Kalau anda akui ada, maka apa salahnya kita juga mengatakan
    Anda dan kelompok anda memang senang berbohong dan menfitnah.
    Kapan saya katakan seperti komentar anda:
    oot, di/pada Agustus 28th, 2009 pada 5:27 am Dikatakan:
    @rafidhah..kalau jawaban anda spt itu (Rasul SAW berkata kpd kaum munafik),

  90. @rafidhah..hei,jgn esmosi gt dunk..nyolot aja ky api,bulan puasa nih..pertanyaan sy kan mudah sj,soal mazhab..mazhab mana yg membolehkan utk menghina para sahabat.titik.

    see, mudahkan?? sy baik2 tanyanya ko ini malah lgsg nyamber aja ky api.

  91. @oot

    Buat apa emosi. Saya cuma tidak senang orang berbohong /fitanah. Apa sebab saya katakan bohong/fitnah. Karena anda memanupulasi kata2 saya. Saya tdk kalau anda sendiri dibohong/fitnah
    Pertanyaan anda tdk perlu dijawab. Karena tdk ada Mazhab yang menghina sahabat. Kalau menghina Mazhab ada titik

  92. @rafidhah
    benarkah tdk ada? …anda tdk sdg berbohong kan? ok,utk itu anda pribadi urusanny dg Allah..biar teman2 dsini jadi saksinya. atau mungkin ada teman lainnya yg ingin membantu klarifikasi ttg apa betul ada mazhab/golongan dlm islam yg akidahny mmg membolehkan menghina sahabat? tolong bantu @rafidhah,brgkali dia lg males nyari referensi.sy sndri kok kurang puas ya atas jwban @rafidhah.

    terakhir, @rafidhah bilang ada mazhab menghina mazhab lainnya. tolong buktikan atau anda sendiri sdg menebar fitnah.

    mohon maaf apabila ada kata2 yg krg berkenan..utamakan akhlak dan kejujuran dlm dialog.

  93. Gw pikir kagak ada mazhab yang membolehkan menghina sahabat Nabi. Tapi kalau mazhab yang membolehkan mengkritisi dan menunjukkan penyimpangan yang dilakukan oleh sebagian orang yang diklaim sebagai sahabat Nabi, itu ada.

  94. to ressay

    berarti ada juga Mahzab yg taqlid buta “pasrah bongkokan” sama sahabat what ever they do bad or good yah…

  95. @bob..ketahuilah..didunia ini Allah takdirkan serba berpasangan.. mau contoh? klo ada mazhab/golongan yg anda sebut taklid,berarti ada ekstrim lawannya,taklid jg, dg pola berbeda tentunya.tp judulny sama: taklid

    Anda sadar tidak, dg keyakinan yg anda miliki skrg(sy gak tau Anda digolongan mana) dg menunjuk org/golongan lain taklid sesungguhnya Anda telah memposisikan ketaklidan model anda sendiri.

    utamakan akhlak dan kejujuran dlm dialog.

  96. @bob..ketahuilah..didunia ini Allah takdirkan serba berpasangan.. mau contoh? klo ada mazhab/golongan yg anda sebut taklid,berarti ada ekstrim lawannya,taklid jg, dg pola berbeda tentunya.tp judulny sama: taklid

    Anda sadar tidak, dg keyakinan yg anda miliki skrg(sy gak tau Anda digolongan mana) dg menunjuk org/golongan lain taklid sesungguhnya Anda telah memposisikan diri anda kpd ketaklidan model anda sendiri.

    utamakan akhlak dan kejujuran dlm dialog.

  97. @oot
    Taglid bukan lawan extreem dong oot. Anda ini kok suka menfitnah/ berbohong. Anda Islam bukan sdr oot. Ini dalam bulan puasa. Jangan suka menfitnah dong. Mana kata2 anda utamakan akhlak dan kejujuran dlm dialog. Omong kosong aja. .

  98. @bob
    ya gw pikir seperti itu lah.

    @oot
    what? ditakdirkan? hehehehe…apakah ditakdirkan sama dengan diciptakan?

    jika sama, apa berarti juga Tuhan menciptakan keburukan?

  99. Sudah suadah,, Tuhannya @OOT itu menciptakan kebaikan juga keburukan , keadilan sekaligus juga kedzaliman
    Huakakkakak ini konsep teologi dari mahzab taklid dan Trrial by error akhirnya ancakadut.
    Sudah dikasih tahu jlnnya malah bikin aturan sendiri , ya kaya gini ini product mahzab
    Distorsi huakakakakakak

  100. @rafidhah
    anda tdk menjwb prtnyaan sy,tp sdh dgn gampangnya bilang fitnah.tolong dong jangan suka mudah mengatakan fitnah kpd org lain..jaga sopan santun. kita dialog utamakan akhlak dan kejujuran

    @ressay
    fokus mas, tdk sdg membahas takdir.mslh takdir bukan urusan sy.maap.trima ksh atas pengertiannya.

    @bob
    Anda terlalu bersemangat sehingga gak sadar anda menertawakan tuhanmu sendiri,astagfirullah…atau agama anda bukan Islam? mohon jawab dan jujur! biar teman2mu dan malaekat jd saksi.

    bulan Ramadhan..bulannya penuh ampunan! rugilah mereka yg melewatinya dgn memelihara hasad dan permusuhan..

  101. Dia pikir konsep si oot itu konsep islam huakakakak
    Siape elu bung …

  102. @ressay
    tepatnya : tdk membicarakan takdir baik buruk, tapi takdir ‘taklid’. ada taklid buta pasrah bongkokan disatu sisi(mazhab yg dituduhkan bob) dan taklid yg ‘lain’ disisi lainnya (bob cs)

    ingat, mengatakan sesuatu kejelekan kpd pihak lain,maka berbalik kpd diri sendiri.

  103. @bob
    sy jawab sy muslim,ashadu allaailaaha illallah wa ashaduannamuhammadarrasullah..ok,puas?

    biar fair giliran anda..agama dan tuhanmu siapa. jwb klo mmg anda gentle..kalo mengelak lagi,apakah pantas berdialog dgn anda?

  104. @oot,
    saya mau tau mazhab apa yang mencela sahabat ?

  105. @oot

    Tuhan gua nggak pernah menciptakan kedzaliman, keburukan dan semua hal yg sifatnya buruk…

    beda dengan tuhan ente yg ente yakini, yg meciptakan kedzaliman ,keburukan juga keburukan…
    jgn2 tuhan ente yg nyuruh org jadi PSK yah…
    huakakakak

    mbok ya mikir…tho..mas @OON..ups OOT yah….

  106. Kebaikan semua dari Tuhan sedangkan kejelekan datangnya dari diri manusia.

  107. @bob
    yg menciptakan neraka siapa, bukankah itu seburuk-buruknya tempat kembali???

    yg menciptakan kentut itu bau, siapa?

    ente banyak ketawa..emang lucu atau menertawakan ente sendiri??

  108. @bob
    yg menciptakan neraka siapa, bukankah itu seburuk-buruknya tempat kembali???

    yg menciptakan kentut itu bau, siapa?tuhan ente bisa tidak membuat kentut ente itu wangi??? ah bob..ente yg ga-ga aja..menghayal sih boleh aja..tp mbok yg make sense gitu.

    ente banyak ketawa..emang lucu atau menertawakan ente sendiri??

  109. @abelardo
    kalian lebih tau soal cela mencela, hina menghina sahabat..so pertanyaannya salah alamat bung!

  110. @OOT

    Mahzab ente kagak bisa memformulasikan dengan benar yah konsep Takdir, qodho dan qadar yah makanya jadi kayak begitu pendapatnya ?

    Makanya kalo sudah dikasih tahu disuruh ngikutin siapa, jgn bikin aturan baru yg nyeleneh jadinya ya kaya ente itu,,,

    Tuhan ente kok nyuruh manusia jadi pencuri, PSK, Perampok…huaa……..ngeri banget…katroknya..mahzab yg ngajarin kaya gini…

    sory…@sp…jadi OOT karena si OOT kasih koment yg OOT dan OON sehingga melebar ke topik ente…

    to @ OOT baca lagi deh literatur…jgn terkungkung dalam tempurung..kaya kodok.kalo kagak maka kita bersepakat

    Tuhan ane menciptakan yg baik baik ajah
    Tuhan ente menciptakan Perampok, Koruptor, PSK, ORG Munafik dst…..

    ‘afala ta’kilun
    heheheheheh

  111. @bob
    tolong BUKTI ayat mana mana Tuhan ane nyuruh jd pencuri,PSK?? jgn asbun,ok?

    Semua pertnyaan2 gampang ane koq blom dijawb..tolong dong temen2 bantu si bob..dia bingung tuh, sibuk dgn ‘pikiran aneh’ nya sndiri..ngakunya cuma tau YG BAIK doang,tapi begini memperlakukan lawan dialognya..bob, ente inkonsisten, bhs agamanya munafik.

  112. @Semua pembela bani umayya

    قاتل عمار و سالبه في النار

    Yang membunuh Ammar dan menjarah( harta)nya akan masuk neraka

    saya tambah lagi…

    حدثنا ‏ ‏مسدد ‏ ‏قال حدثنا ‏ ‏عبد العزيز بن مختار ‏ ‏قال حدثنا ‏ ‏خالد الحذاء ‏ ‏عن ‏ ‏عكرمة ‏ ‏قال لي ‏ ‏ابن عباس ‏ ‏ولابنه ‏ ‏علي ‏ ‏انطلقا إلى ‏ ‏أبي سعيد ‏
    ‏فاسمعا من حديثه فانطلقنا فإذا هو في حائط يصلحه فأخذ رداءه ‏ ‏فاحتبى ‏ ‏ثم أنشأ يحدثنا حتى أتى ذكر بناء المسجد فقال كنا نحمل لبنة لبنة ‏ ‏وعمار ‏ ‏لبنتين لبنتين فرآه النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فينفض التراب عنه ويقول ‏ ‏ويح ‏ ‏عمار ‏ ‏تقتله الفئة ‏ ‏الباغية ‏ ‏يدعوهم إلى الجنة ويدعونه إلى النار قال يقول ‏ ‏عمار ‏ ‏أعوذ بالله من الفتن ‏
    ( SHAHIH BUKHARI, KITAB الصلاة BAB التعاون في بناء المسجد )

    ……bersabda Rasullullah SAW: Duhai Ammar ra. akan dibunuh kelompok bughot (pembangkang -pinjam istilah mas secon prince) Ammar mengajak mereka ke sorga dan mereka mengajaknya (Ammar) ke neraka…… -SHAHIH BUKHARI-

    jadi buat para nashibi dan salafiyyun/wahabiyyun pembela dan pemuja muawiya, nggak usah mati2an membela pembunuh Ammar ra, atau muawiyah pimpinan kelompok bughot yang mengajak orang ke neraka (berdasarkan hadis bukhari diatas)… karena Semuanya sudah jelas PENGAJAK KE NERAKA TAK AKAN MASUK SURGA… !!

    Semoga Allah SWT selalu merahmati Ammar ra dan memberi adzab yang pedih kepada pembunuhnya!

  113. @oot
    Saya ingin menanyakan anda pada waktu itu Rasul berbicara dihadapan siapa? ———————————————————— yang mencela sahabat nabi waktu itu adalah sahabat yang lainnya. baca hadits dong!

  114. ibu kota islam waktu itu adalah madinah dan sepeninggal usman imam ali dibaiat oleh kaum muslimin sebagai khalifah, maka dari segi hukum (mengacu tradisi pada saat itu) pelantikan imam ali adalah syah karena dicapai berdasarkan musyawarah, namun muawiyah tidak mau membaiat imam ali dengan alasan pembunuh usman belum diadili, maka secara hukum dia melakukan makar thd khalifah yang syah. berikutnya dia tahu ada hadith yg meriwayatkan kematian amar ditangan pemberontak, dia berusaha mengelak dengan menuduh imam alilah yg bertanggung jawab thd kematian amar, kemunafikannya mulai terlihat. dalam perang siffin ketika pasukannya hampir binasa dia menggunakan siasat licik dengan memasang mushaf qur’an di ujung tombak dan pedang dalam strategi militer tindakan ini disebut pengecut, tidak hanya itu saja, setelah dia berhasil menjadi raja di damaskus tuntutan kematian thd usman tidak diteruskan, dia tidak peduli lagi thd pembunuh usman karena sudah berhasil menjadi raja, dari sikap muawiyah ini jelas sekali bahwa muawiyah masuk dalam golongan tukang dusta, pengecut, munafiq, pembunuh sahabat nabi saww. apa tipe orang seperti ini layak untuk dijadikan amirul mukminin.

  115. Aslmkm. Wahai saudara-saudaraku, mari kita mohon pada Allah agar memperjelas dan memberikan petunjuk kpd kita tentang kebenaran sejarah Ali dan Muawiyyah…sebab arasanya saat ini banyak sumber sejarah yang jelas-jelas tidak objektif, dalam kacamata al-Qur’an dan hadits…

  116. معاوية عندنا محنة فمن رأيناه ينظر إلى معاوية شزرا اتهمناه على القوم أعني على أصحاب محمد (صلى الله عليه وسلم)

    “Bagi kami Mu’awiyah telah menjadi ujian. Maka, Siapa saja yang kami lihat mengomentari Mu’awiyah dengan komentar yang miring, maka kami juga mencurigai sikapnya terhadap seluruh sahabat, yakni sahabat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. ” (Tarikh Dimasyqi, 59/209. Al Bidayah wan Nihayah, 8/148)

  117. @ReNgiwur Amank
    Perkataan itu tidak menjadi hujjah, itu cuma anggapan pribadi dari orang yang mengatakannya :)

  118. ari Abu Said al-Khudri r.a berkata,

    “Saat Rasulullah saw sedang membagikan ghanimah (menurut Ibn Abbas r.a ghanimah perang Hunain) datang seseorang dari Bani Tamim dengan pakaian yang pendek, diantara kedua matanya ada tanda bekas sujud.

    Lalu orang itu berkata, “berbuat adil-lah wahai Rasulullah !!!

    Rasulullah saw Menjawab,

    “Celakalah engkau, siapa yang akan berbuat adil jika aku tak berbuat adil..maka engkau akan binasa dan rugi jika saya sendiri tak berlaku adil.

    Lalu Rasul saw berkata,

    “Akan datang sebuah kaum kelak seperti dia, baik perkataannya tapi buruk perlakuannya, mereka adalah seburuk- buruknya makhluk Allah dimuka bumi, mengajak kepada kitabullah tapi mereka sendiri tak mengambil pelajaran sedikitpun darinya (alquran), mereka membaca alquran tetapi tidak melebihi batas kerongkongannya, kalian akan mendapatkan bacaan Alquran mereka lebih baik dari kalian, dan sholat mereka lebih baik dari kalian, puasa mereka lebih baik dari kalian.

    Akan tetapi mereka melesat meninggalkan Islam sebagaimana anak panah melesat dari busurnya.

    Mereka mencukur kepala dan mencukur kumisnya dan pakaian mereka hanya sebatas setengah betis mereka.

    Setelah itu Rasul saw menjelaskan ciri-ciri mereka.

    Rasul saw berkata, “mereka membunuh para pemeluk Islam dan melindungi penyembah berhala.”

    Diriwayatkan dalam kitab:

    • Bukhari fi kitab bad’ al- khalq bab ‘alamah an- Nubuwwah.

    • An-Nisai, fi khasa-is hal 43, 44.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 156 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: