<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Hadis Tsaqalain Riwayat Yaqub bin Sufyan Al Fasawi</title>
	<atom:link href="http://secondprince.wordpress.com/2009/07/05/hadis-tsaqalain-riwayat-yaqub-bin-sufyan-al-fasawi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/05/hadis-tsaqalain-riwayat-yaqub-bin-sufyan-al-fasawi/</link>
	<description>Kebenaran Hanya Untuk Yang Menghargainya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Dec 2009 06:24:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Lahuntermaru</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/05/hadis-tsaqalain-riwayat-yaqub-bin-sufyan-al-fasawi/#comment-9173</link>
		<dc:creator>Lahuntermaru</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 18:22:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1060#comment-9173</guid>
		<description>Utk Rizal :

Mungkin maksud anda bahwa Imam Mahdi tak perlu meliruskan ajaran2 di kitab Al kaffu walau kitab tsb merupakan rujukan tertua Syiah. Mau tahu, ajaram2 yg sesat dalam 4 kitab utama Syiah ? Yaitu :

1. Paham Rajah : para ahl bait dihidupkan kembali ke dunia.

2. Paham Bada : bahwa Tuhan bisa lupa

3. Goibnya Imam Mahdi dalam 2 tahap

Disamping itu, kebohongan lain adalah adanya kitab Sulaim yg di atasnamakan atau dikatakan ditulis oleh Sulaim di abad 1 H, padahal baru terbit di abad 5 H.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Utk Rizal :</p>
<p>Mungkin maksud anda bahwa Imam Mahdi tak perlu meliruskan ajaran2 di kitab Al kaffu walau kitab tsb merupakan rujukan tertua Syiah. Mau tahu, ajaram2 yg sesat dalam 4 kitab utama Syiah ? Yaitu :</p>
<p>1. Paham Rajah : para ahl bait dihidupkan kembali ke dunia.</p>
<p>2. Paham Bada : bahwa Tuhan bisa lupa</p>
<p>3. Goibnya Imam Mahdi dalam 2 tahap</p>
<p>Disamping itu, kebohongan lain adalah adanya kitab Sulaim yg di atasnamakan atau dikatakan ditulis oleh Sulaim di abad 1 H, padahal baru terbit di abad 5 H.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hiroali</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/05/hadis-tsaqalain-riwayat-yaqub-bin-sufyan-al-fasawi/#comment-8968</link>
		<dc:creator>hiroali</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 05:43:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1060#comment-8968</guid>
		<description>mas Lahuntermaru, 
jika kitab sulaim mnyebutkan bahwa di dalamnya mengandung segala urusan para Ahlulbyt as dengan sebenarnya. Ia adalah abjad Syiah yg mengandung rahasia daripada rahasia keluarga nabi Muhammad SAW.
kitab Al Kafi juga berisikan hal yg sama dalam hal kandungan dgn kitab sulaim. jadi, kalaupun al kafi di dalamnya tdk menyebutkan kitab sulaim, minimal substansinya adalah kandungan yg sama dgn kitab sulaim.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas Lahuntermaru,<br />
jika kitab sulaim mnyebutkan bahwa di dalamnya mengandung segala urusan para Ahlulbyt as dengan sebenarnya. Ia adalah abjad Syiah yg mengandung rahasia daripada rahasia keluarga nabi Muhammad SAW.<br />
kitab Al Kafi juga berisikan hal yg sama dalam hal kandungan dgn kitab sulaim. jadi, kalaupun al kafi di dalamnya tdk menyebutkan kitab sulaim, minimal substansinya adalah kandungan yg sama dgn kitab sulaim.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hiroali</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/05/hadis-tsaqalain-riwayat-yaqub-bin-sufyan-al-fasawi/#comment-8967</link>
		<dc:creator>hiroali</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 05:28:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1060#comment-8967</guid>
		<description>ayo lahuntermaru, zaman sdh semakin sempit. sebentar lagi hari penentuan (perang antara pasukan yg haq dan bathil) di bawah komando Imam Mahdi akan muncul. segeralah anda berwilayah pd Ahlulbayt As. sebelum terlambat, jika sdh muncul, akan sulit bagi anda utk diterima. ini mah cuman sekedar nasehat ajah, diterima syukur, ngga yaah sangat disayangkan......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ayo lahuntermaru, zaman sdh semakin sempit. sebentar lagi hari penentuan (perang antara pasukan yg haq dan bathil) di bawah komando Imam Mahdi akan muncul. segeralah anda berwilayah pd Ahlulbayt As. sebelum terlambat, jika sdh muncul, akan sulit bagi anda utk diterima. ini mah cuman sekedar nasehat ajah, diterima syukur, ngga yaah sangat disayangkan&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rizal</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/05/hadis-tsaqalain-riwayat-yaqub-bin-sufyan-al-fasawi/#comment-8965</link>
		<dc:creator>Rizal</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 05:11:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1060#comment-8965</guid>
		<description>@Lahuntermaru

Sangat jelas bahwa yg dimaksud dlm hadis Tsaqolain sbg Ahlul Bait adalah Figur/Person yg maksum. Karena bagaimana mungkin kitab dijelaskan oleh kitab lagi. Harus ada figur maksum yg membunyikan/menjelaskan sbgmana person Nabi Muhammad saw menjelaskan AlQuran sekaligus sbg padanan atau &quot;Al-Quran berjalan&quot;. Jadi
tugas utama Imam Zaman spt Imam Mahdi adalah spt itu. Sementara masalah sahih atau dhaifnya hadis2 dlm AlKafi adalah masalah lain yg tak ada hubungannya sama sekali dg fungsi utama Imam Zaman. Masalah AlKafi adalah masalah pengumpulan/pencatatan hadis oleh ulama hadis spt al Kulaini. Kalau ada yg dhaif dlm AlKafi atau kitab2  hadis Syi&#039;ah lainnya tdk berarti Imam Zaman membiarkan kesalahan/penyelewengan.  

Anda keliru kalau menganggap adanya hadis dhaif/maudhu dlm AlKafi berarti otomatis adanya penyelewengan dlm ajaran Syi&#039;ah. Bukankah masih ada AlQuran sbg tolok ukur yg dijamin keaslian/keutuhannya oleh Allah sendiri ?  Tolong dicamkan bahwa kitab hadis tdk identik dg ajaran Syi&#039;ah itu sendiri.

Yah kalau dibandingkan dg hadis2 Sunni, hadis2 AlKafi dan lainnya masih lebih sesuai dg AlQuran. Dan alhamdulillah dlm hal Kenabian umpamanya yg merupakan salah satu rukun Iman, ajaran Syi&#039;ah sangat sesuai dg Al-Quran, yaitu mendudukan Nabi Muhammad saw sbg figur yg maksum mutlak baik pd waktu menerima wahyu maupun di luar itu. Sementara ajaran Sunni yg tercantum dlm kitab2 hadisnya spt Bukhori mendudukan Nabi Muhammad saw sbg figur yg maksum tetapi bisa berbuat salah/lupa. Bahkan  pribadi nabi saw dilukiskan sbg pribadi layaknya orang kebanyakan yg konon sering dikoreksi bahkan oleh para sahabatnya sendiri !

Jadi tolong kalau menurut anda ada penyelewengan sejak era Kulaini tolong jelaskan secara rinci penyelewengan dlm hal apa : Akidah/Rukun Iman, Syariah/Ibadah atau yg mana ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Lahuntermaru</p>
<p>Sangat jelas bahwa yg dimaksud dlm hadis Tsaqolain sbg Ahlul Bait adalah Figur/Person yg maksum. Karena bagaimana mungkin kitab dijelaskan oleh kitab lagi. Harus ada figur maksum yg membunyikan/menjelaskan sbgmana person Nabi Muhammad saw menjelaskan AlQuran sekaligus sbg padanan atau &#8220;Al-Quran berjalan&#8221;. Jadi<br />
tugas utama Imam Zaman spt Imam Mahdi adalah spt itu. Sementara masalah sahih atau dhaifnya hadis2 dlm AlKafi adalah masalah lain yg tak ada hubungannya sama sekali dg fungsi utama Imam Zaman. Masalah AlKafi adalah masalah pengumpulan/pencatatan hadis oleh ulama hadis spt al Kulaini. Kalau ada yg dhaif dlm AlKafi atau kitab2  hadis Syi&#8217;ah lainnya tdk berarti Imam Zaman membiarkan kesalahan/penyelewengan.  </p>
<p>Anda keliru kalau menganggap adanya hadis dhaif/maudhu dlm AlKafi berarti otomatis adanya penyelewengan dlm ajaran Syi&#8217;ah. Bukankah masih ada AlQuran sbg tolok ukur yg dijamin keaslian/keutuhannya oleh Allah sendiri ?  Tolong dicamkan bahwa kitab hadis tdk identik dg ajaran Syi&#8217;ah itu sendiri.</p>
<p>Yah kalau dibandingkan dg hadis2 Sunni, hadis2 AlKafi dan lainnya masih lebih sesuai dg AlQuran. Dan alhamdulillah dlm hal Kenabian umpamanya yg merupakan salah satu rukun Iman, ajaran Syi&#8217;ah sangat sesuai dg Al-Quran, yaitu mendudukan Nabi Muhammad saw sbg figur yg maksum mutlak baik pd waktu menerima wahyu maupun di luar itu. Sementara ajaran Sunni yg tercantum dlm kitab2 hadisnya spt Bukhori mendudukan Nabi Muhammad saw sbg figur yg maksum tetapi bisa berbuat salah/lupa. Bahkan  pribadi nabi saw dilukiskan sbg pribadi layaknya orang kebanyakan yg konon sering dikoreksi bahkan oleh para sahabatnya sendiri !</p>
<p>Jadi tolong kalau menurut anda ada penyelewengan sejak era Kulaini tolong jelaskan secara rinci penyelewengan dlm hal apa : Akidah/Rukun Iman, Syariah/Ibadah atau yg mana ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Lahuntermaru</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/05/hadis-tsaqalain-riwayat-yaqub-bin-sufyan-al-fasawi/#comment-8945</link>
		<dc:creator>Lahuntermaru</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 08:57:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1060#comment-8945</guid>
		<description>Utk Secondprince/Ressay :
Tulisan ini khusus utk anda berdua. Silahkan hapus setelah membacanya.
Anda kan “bersemangat” sekali membahas penyimpangan para sahabat. Namun anda tak minat membahas penyimpangan  di Era Kulayni (dengan paham Goibnya Imam Mahdi dalam 2 phase) serta penyimpangan di era Mufid (sesudahnya) yg berkaitan  dengan terbitnya Kitab Sulaim. Dua penyimpangan diatas tergolong TIADA TARA nya karena melahirkan suatu paham/ajaran yg sekarang dianut Syiah Imamiah. Anda mungkin terlupakan membahas penyimpangan ini karena terlalu sibuk dengan program NGRASANI Abubakar, Umar, Usman.
Kitab Sulaim mulai terbit/dipublikasikan  sekitar abad 6H setelah kitab itu dibacakan oleh Al Rais Al Ali Abu Al Baqa th 565 H. Kitab tersebut KATANYA ditulis oleh Sulaim bin Qois sahabat Imam Ali Ra.  Suatu kitab yg ditulis di abad 1 H namun baru terbit abad 6 H, dengan alas an bahwa kitab tersebut adalah rahasia. Hanya orang terpercaya saja yg menyimpannya.
Namun di kitab Biharul Anwar oleh Majlisi (abad 10H)  bahwa  Jafar Shodiq berkata : 
“ sesiapa di kalangan Syiah kami dan pecinta kami tidak memiliki kitab Sulaim bin Qois al Hilali maka mereka tak mengetahui urusan kami dengan sebenarnya. Mereka tak mengetahui sesuatupun daripada sebab sebab kami. Ia adalah abjad Syiah yg mengandung rahasia daripada rahasia keluarga nabi Muhammad  SAW.”
Maka tersirat bahwa Imam Jafar Shodiq mengetahui bahkan  mewajibkan Umat Syiah utk mengetahui kitab tersebut.
Namun sayang, di Era Kulayni dan para Wakil Imam  (abad 4H) tak ada yg mengetahui keberadaan kitab tersebut. Lihat saja di Al Kaffy oleh Kulayni, juga di kitab Manla Yaduru al Faqih oleh Saduq (akhir abad 4H), tak ada satu tex pun yg me -nyebut2 adanya Kitab Sulaim yang katanya diwajibkan Jafar Shodiq.
Kitab Sulaim oleh Al Rais katanya diperoleh dari Syeh Al Amin al Alim Abu Abdullah bin Ahmad bin Talal Al Miqdad yg memperolehnya dari Mufid bin Tussi. Lihat saja nama2 ini. Diantara mereka inilah yg MENGARANG kisah Kitab Sulaim. Diantara mereka inilah yg BERTANGGUNG JAWAB atas kebohongan/penyimpangan yg TIADA TARA nya tsb. Agar anda membahasnya jika ingin benar2 MENCARI KEBENARAN, sehingga tak ada kesan blog ini hanya sebagai PENCARI PEMBENARAN.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Utk Secondprince/Ressay :<br />
Tulisan ini khusus utk anda berdua. Silahkan hapus setelah membacanya.<br />
Anda kan “bersemangat” sekali membahas penyimpangan para sahabat. Namun anda tak minat membahas penyimpangan  di Era Kulayni (dengan paham Goibnya Imam Mahdi dalam 2 phase) serta penyimpangan di era Mufid (sesudahnya) yg berkaitan  dengan terbitnya Kitab Sulaim. Dua penyimpangan diatas tergolong TIADA TARA nya karena melahirkan suatu paham/ajaran yg sekarang dianut Syiah Imamiah. Anda mungkin terlupakan membahas penyimpangan ini karena terlalu sibuk dengan program NGRASANI Abubakar, Umar, Usman.<br />
Kitab Sulaim mulai terbit/dipublikasikan  sekitar abad 6H setelah kitab itu dibacakan oleh Al Rais Al Ali Abu Al Baqa th 565 H. Kitab tersebut KATANYA ditulis oleh Sulaim bin Qois sahabat Imam Ali Ra.  Suatu kitab yg ditulis di abad 1 H namun baru terbit abad 6 H, dengan alas an bahwa kitab tersebut adalah rahasia. Hanya orang terpercaya saja yg menyimpannya.<br />
Namun di kitab Biharul Anwar oleh Majlisi (abad 10H)  bahwa  Jafar Shodiq berkata :<br />
“ sesiapa di kalangan Syiah kami dan pecinta kami tidak memiliki kitab Sulaim bin Qois al Hilali maka mereka tak mengetahui urusan kami dengan sebenarnya. Mereka tak mengetahui sesuatupun daripada sebab sebab kami. Ia adalah abjad Syiah yg mengandung rahasia daripada rahasia keluarga nabi Muhammad  SAW.”<br />
Maka tersirat bahwa Imam Jafar Shodiq mengetahui bahkan  mewajibkan Umat Syiah utk mengetahui kitab tersebut.<br />
Namun sayang, di Era Kulayni dan para Wakil Imam  (abad 4H) tak ada yg mengetahui keberadaan kitab tersebut. Lihat saja di Al Kaffy oleh Kulayni, juga di kitab Manla Yaduru al Faqih oleh Saduq (akhir abad 4H), tak ada satu tex pun yg me -nyebut2 adanya Kitab Sulaim yang katanya diwajibkan Jafar Shodiq.<br />
Kitab Sulaim oleh Al Rais katanya diperoleh dari Syeh Al Amin al Alim Abu Abdullah bin Ahmad bin Talal Al Miqdad yg memperolehnya dari Mufid bin Tussi. Lihat saja nama2 ini. Diantara mereka inilah yg MENGARANG kisah Kitab Sulaim. Diantara mereka inilah yg BERTANGGUNG JAWAB atas kebohongan/penyimpangan yg TIADA TARA nya tsb. Agar anda membahasnya jika ingin benar2 MENCARI KEBENARAN, sehingga tak ada kesan blog ini hanya sebagai PENCARI PEMBENARAN.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hiroali</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/05/hadis-tsaqalain-riwayat-yaqub-bin-sufyan-al-fasawi/#comment-8883</link>
		<dc:creator>hiroali</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 12:07:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1060#comment-8883</guid>
		<description>MUAWIYAH BIN ABUSOFYAN LAKNATULLAH
YAZID BIN MUAWIYAH  LAKNATULLAH
PARA PEMBELANYA DAN PENGIKUTNYA LAKNATULLAH</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MUAWIYAH BIN ABUSOFYAN LAKNATULLAH<br />
YAZID BIN MUAWIYAH  LAKNATULLAH<br />
PARA PEMBELANYA DAN PENGIKUTNYA LAKNATULLAH</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rafidhah</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/05/hadis-tsaqalain-riwayat-yaqub-bin-sufyan-al-fasawi/#comment-8879</link>
		<dc:creator>rafidhah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 09:35:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1060#comment-8879</guid>
		<description>@Lahuntermaru
Anda memasakan ASUMSI anda utrk kita setujui. Mengapa anda paksakan kita untuk menyetujiui asumsi anda sdr lahuntermar yang terhormat?

Berapa puluh pertanyaan saya, yang telah saya tanyakan pada anda tdk ada satu yang anda jawab.
Kemudian anda paksakan pertanyaan anda untuk dijawab sesuai asumsi anda. Saya tidak tahu menyebut anda orang apa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Lahuntermaru<br />
Anda memasakan ASUMSI anda utrk kita setujui. Mengapa anda paksakan kita untuk menyetujiui asumsi anda sdr lahuntermar yang terhormat?</p>
<p>Berapa puluh pertanyaan saya, yang telah saya tanyakan pada anda tdk ada satu yang anda jawab.<br />
Kemudian anda paksakan pertanyaan anda untuk dijawab sesuai asumsi anda. Saya tidak tahu menyebut anda orang apa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Lahuntermaru</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/05/hadis-tsaqalain-riwayat-yaqub-bin-sufyan-al-fasawi/#comment-8877</link>
		<dc:creator>Lahuntermaru</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 09:11:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1060#comment-8877</guid>
		<description>Utk Baqir :

Bagimana hukumnya jika mencintai Ahl Bait namun tak mengikuti ibadah Ahl Bait ? Jawabnya NONZSEN. Yaitu seperti anda2, mencintai Ahl Bait, namun cara bersikap dan beribadah mengikuti pedoman Syiah tertua Al Kaffy yg ditulis Kulayni yang tak menganggap Imam Mahdi sebagai guru akhir zaman.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Utk Baqir :</p>
<p>Bagimana hukumnya jika mencintai Ahl Bait namun tak mengikuti ibadah Ahl Bait ? Jawabnya NONZSEN. Yaitu seperti anda2, mencintai Ahl Bait, namun cara bersikap dan beribadah mengikuti pedoman Syiah tertua Al Kaffy yg ditulis Kulayni yang tak menganggap Imam Mahdi sebagai guru akhir zaman.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abelardo</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/05/hadis-tsaqalain-riwayat-yaqub-bin-sufyan-al-fasawi/#comment-8836</link>
		<dc:creator>abelardo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 03:28:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1060#comment-8836</guid>
		<description>@maru :
Apa hukumnya jika seseorang mencintai Ahl Bait namun tak mengikuti cara2 ibadah Ahl bait

itu namanya bukan cinta,.. tapi selingkuh !!!!
kasih kami pertanyaan yang jauh lebih berbobot !!

untuk yang ini :
Pertanyaan : Apakah Imam Mahdi TAK MAMPU atau TAK MINAT meluruskan hadis2 yg palsu atau doif di Al Kaffy ? 

Atau apakah Imam Mahdi TAK MAMPU atau TAK MINAT menjadikan kitab rujukan tertua Syiah tsb sebagai pedoman yg 100 LURUS atau SOHIH ?

Maru-maru,... katanya cinta Ahlul Bait. jangan lah bersembunyi ... kita tidak sedang berperang bung.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@maru :<br />
Apa hukumnya jika seseorang mencintai Ahl Bait namun tak mengikuti cara2 ibadah Ahl bait</p>
<p>itu namanya bukan cinta,.. tapi selingkuh !!!!<br />
kasih kami pertanyaan yang jauh lebih berbobot !!</p>
<p>untuk yang ini :<br />
Pertanyaan : Apakah Imam Mahdi TAK MAMPU atau TAK MINAT meluruskan hadis2 yg palsu atau doif di Al Kaffy ? </p>
<p>Atau apakah Imam Mahdi TAK MAMPU atau TAK MINAT menjadikan kitab rujukan tertua Syiah tsb sebagai pedoman yg 100 LURUS atau SOHIH ?</p>
<p>Maru-maru,&#8230; katanya cinta Ahlul Bait. jangan lah bersembunyi &#8230; kita tidak sedang berperang bung.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bagir</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/05/hadis-tsaqalain-riwayat-yaqub-bin-sufyan-al-fasawi/#comment-8835</link>
		<dc:creator>bagir</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 01:33:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1060#comment-8835</guid>
		<description>Apa hukumnya jika seseorang mencintai Ahl Bait namun tak mengikuti cara2 ibadah Ahl bait

trs siapa yg didikuti..? ngikutin Malik ?  atau Muawiyah..?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa hukumnya jika seseorang mencintai Ahl Bait namun tak mengikuti cara2 ibadah Ahl bait</p>
<p>trs siapa yg didikuti..? ngikutin Malik ?  atau Muawiyah..?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rafidhah</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/05/hadis-tsaqalain-riwayat-yaqub-bin-sufyan-al-fasawi/#comment-8833</link>
		<dc:creator>rafidhah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 00:20:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1060#comment-8833</guid>
		<description>@lafirqohmaru.

Saya sudah tegaskan pada anda. Cobalah pahami.
Dan sekali lagi saya jelaskan: KULYANI TIDAK MEMERLUKAN PENGESAHAN IMAM MAHDI as ATAS KITABNYA AL-KAFI. Karena al-Kafi hanya kumpulan sabda2 Imam as. Tidak ada suatu kewajiban untuk memakai al-Kafi. Kalau dengan tidak pergunakan al-Kafi kita masuk neraka, nah baru perlu pengesahan Imam as. Kalau tidak wajib yah terserah anda, saya atau siapa saja untuk menjadi hujah. Kalau isinya tdk sesuai tdk usah dipakai.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@lafirqohmaru.</p>
<p>Saya sudah tegaskan pada anda. Cobalah pahami.<br />
Dan sekali lagi saya jelaskan: KULYANI TIDAK MEMERLUKAN PENGESAHAN IMAM MAHDI as ATAS KITABNYA AL-KAFI. Karena al-Kafi hanya kumpulan sabda2 Imam as. Tidak ada suatu kewajiban untuk memakai al-Kafi. Kalau dengan tidak pergunakan al-Kafi kita masuk neraka, nah baru perlu pengesahan Imam as. Kalau tidak wajib yah terserah anda, saya atau siapa saja untuk menjadi hujah. Kalau isinya tdk sesuai tdk usah dipakai.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lafirqohmaru</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/05/hadis-tsaqalain-riwayat-yaqub-bin-sufyan-al-fasawi/#comment-8830</link>
		<dc:creator>lafirqohmaru</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 21:48:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1060#comment-8830</guid>
		<description>Utk Rafidhah &quot;

Saya cukup paham mksud SP, ia berpendapat bahwa wakil Imam tak bisa sesukanya menghubungi Imam Mahdi dalam goib kecil. Namun yag pasti Imam Mahdi MINIMAL 4 KALI KONTAK dengan wakil Imam (menurut versi anda via surat juga). Kenapa minimal 4 kali kontak ? karena wakil imam ada 4 orang, jika masing2 sekali kontak, shg seluruhnya 4 kali kontak. 

Pertanyaan : Apakah Imam Mahdi TAK MAMPU atau TAK MINAT meluruskan hadis2 yg palsu atau doif di Al Kaffy ? 

Atau apakah Imam  Mahdi TAK MAMPU atau TAK MINAT menjadikan kitab rujukan tertua Syiah tsb sebagai pedoman yg 100 LURUS atau SOHIH ?

Utk Al Huda :

Anda menafsirkan Tsqalain hanya sebagai figur Ahl Bait saja. Apakah saya termasuk berpedoman pada Tsqalain karena saya amat mencintai figur Ahl Bait? Apa hukumnya jika seseorang mencintai Ahl Bait namun tak mengikuti cara2 ibadah Ahl bait ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Utk Rafidhah &#8221;</p>
<p>Saya cukup paham mksud SP, ia berpendapat bahwa wakil Imam tak bisa sesukanya menghubungi Imam Mahdi dalam goib kecil. Namun yag pasti Imam Mahdi MINIMAL 4 KALI KONTAK dengan wakil Imam (menurut versi anda via surat juga). Kenapa minimal 4 kali kontak ? karena wakil imam ada 4 orang, jika masing2 sekali kontak, shg seluruhnya 4 kali kontak. </p>
<p>Pertanyaan : Apakah Imam Mahdi TAK MAMPU atau TAK MINAT meluruskan hadis2 yg palsu atau doif di Al Kaffy ? </p>
<p>Atau apakah Imam  Mahdi TAK MAMPU atau TAK MINAT menjadikan kitab rujukan tertua Syiah tsb sebagai pedoman yg 100 LURUS atau SOHIH ?</p>
<p>Utk Al Huda :</p>
<p>Anda menafsirkan Tsqalain hanya sebagai figur Ahl Bait saja. Apakah saya termasuk berpedoman pada Tsqalain karena saya amat mencintai figur Ahl Bait? Apa hukumnya jika seseorang mencintai Ahl Bait namun tak mengikuti cara2 ibadah Ahl bait ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hiroali</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/05/hadis-tsaqalain-riwayat-yaqub-bin-sufyan-al-fasawi/#comment-8827</link>
		<dc:creator>hiroali</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 13:12:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1060#comment-8827</guid>
		<description>itulah mas,  kalo semua pemahaman ahlulbayt diukur oleh suni berdasarkan pemahamannya suni, yg oleh suni bahwa tsaqolain itu dipahami  Kitab Alquran &amp; kitab sunnah.....mangkanya Kitab rujukan hadist Syiahpun seperti  al Kafi jadi dianggapnya bagian dari Tsaqolain bg Syiah...yaah ngga bakalan nyambunglah. 
Jelas sekali bahwa sebenarnya penekanannya adalah pada person Ahlulbayt Nabi SAWW yg masih ada sampai sekarang bukan pada Kitab Sunnah yg seperti suni pahami.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>itulah mas,  kalo semua pemahaman ahlulbayt diukur oleh suni berdasarkan pemahamannya suni, yg oleh suni bahwa tsaqolain itu dipahami  Kitab Alquran &amp; kitab sunnah&#8230;..mangkanya Kitab rujukan hadist Syiahpun seperti  al Kafi jadi dianggapnya bagian dari Tsaqolain bg Syiah&#8230;yaah ngga bakalan nyambunglah.<br />
Jelas sekali bahwa sebenarnya penekanannya adalah pada person Ahlulbayt Nabi SAWW yg masih ada sampai sekarang bukan pada Kitab Sunnah yg seperti suni pahami.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: al-huda</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/05/hadis-tsaqalain-riwayat-yaqub-bin-sufyan-al-fasawi/#comment-8824</link>
		<dc:creator>al-huda</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 12:01:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1060#comment-8824</guid>
		<description>@maru:

pendapat anda yg mengatakan bahwa 50% dari kitab AlKafy adalah hadis palsu adalah pendapat ngawur yg didasarkan kpd metode verifikasi hadis yg masih menganggap aspek sanad menjadi faktor penentu kesahihan suatu hadis. Padahal masih ada faktor lain spt matan dan kesesuaian dg Al-Quran.

Kalau ada yg menganggap sekian ribu hadis AlKafy dhaif, maka tdk berarti hadis2 itu tdk bisa digunakan sbg hujjah atau bertentangan dg Al-Quran, karena masalah sanad terkait dg penilaian subyektifitas ulama hadis thdp para perawi.

Pertanyaan anda perihal kenapa Imam Mahdi tdk turun tangan melalui keempat wakilnya untuk mengoreksi hadis2 &quot;palsu&quot; dlm kitab alKafi, menurut saya tdk ada urgensinya, karena kalau kita memahami makna hadis Tsaqalain, maka tekanannya bukan pada catatan, tetapi pada figur (Ahlul Bait) yg merupakan padanan atau Al-Quran berjalan sampai akhir zaman. Kalau hari ini Imam Mahdi ghaib maka inilah dinamika sejarah. Ketika Imam Mahdi gaib maka tdk berarti sistem Imamah dlm Syi&#039;ah otomatis berhenti. Ia dilanjutkan oleh para ulama/fuqoha (wilayah alFaqih) yg terbukti menjadi kekuatan RII dan Hizbullah dlm melawan Zionis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@maru:</p>
<p>pendapat anda yg mengatakan bahwa 50% dari kitab AlKafy adalah hadis palsu adalah pendapat ngawur yg didasarkan kpd metode verifikasi hadis yg masih menganggap aspek sanad menjadi faktor penentu kesahihan suatu hadis. Padahal masih ada faktor lain spt matan dan kesesuaian dg Al-Quran.</p>
<p>Kalau ada yg menganggap sekian ribu hadis AlKafy dhaif, maka tdk berarti hadis2 itu tdk bisa digunakan sbg hujjah atau bertentangan dg Al-Quran, karena masalah sanad terkait dg penilaian subyektifitas ulama hadis thdp para perawi.</p>
<p>Pertanyaan anda perihal kenapa Imam Mahdi tdk turun tangan melalui keempat wakilnya untuk mengoreksi hadis2 &#8220;palsu&#8221; dlm kitab alKafi, menurut saya tdk ada urgensinya, karena kalau kita memahami makna hadis Tsaqalain, maka tekanannya bukan pada catatan, tetapi pada figur (Ahlul Bait) yg merupakan padanan atau Al-Quran berjalan sampai akhir zaman. Kalau hari ini Imam Mahdi ghaib maka inilah dinamika sejarah. Ketika Imam Mahdi gaib maka tdk berarti sistem Imamah dlm Syi&#8217;ah otomatis berhenti. Ia dilanjutkan oleh para ulama/fuqoha (wilayah alFaqih) yg terbukti menjadi kekuatan RII dan Hizbullah dlm melawan Zionis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rafidhah</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/05/hadis-tsaqalain-riwayat-yaqub-bin-sufyan-al-fasawi/#comment-8818</link>
		<dc:creator>rafidhah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 05:11:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1060#comment-8818</guid>
		<description>@muter-muter

Anda tdk akan dpt menjelaskan mas. Akalnya belum sampai untuk mecernah penjelasan SP dll. Ia ingin menginginkan penjelasan kita sesuai penglihatannya sendiri. Ia pernah menyelidiki Imam Mahdi. Berangkatnya kejaman Imam Mahdi memakai  TIMEMACHINE tapi ia dk juga ketemu. Jadi semua penjelasan tdk diterima. Wasalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@muter-muter</p>
<p>Anda tdk akan dpt menjelaskan mas. Akalnya belum sampai untuk mecernah penjelasan SP dll. Ia ingin menginginkan penjelasan kita sesuai penglihatannya sendiri. Ia pernah menyelidiki Imam Mahdi. Berangkatnya kejaman Imam Mahdi memakai  TIMEMACHINE tapi ia dk juga ketemu. Jadi semua penjelasan tdk diterima. Wasalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
