<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Sahabat Nabi Yang Murtad Di Zaman Umar</title>
	<atom:link href="http://secondprince.wordpress.com/2009/07/02/sahabat-nabi-yang-murtad-di-zaman-umar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/02/sahabat-nabi-yang-murtad-di-zaman-umar/</link>
	<description>Kebenaran Hanya Untuk Yang Menghargainya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Dec 2009 06:24:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: fuad</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/02/sahabat-nabi-yang-murtad-di-zaman-umar/#comment-8577</link>
		<dc:creator>fuad</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 05:29:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1042#comment-8577</guid>
		<description>jumhur hidayat adalah kepala bnp2tki</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jumhur hidayat adalah kepala bnp2tki</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: yusuf</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/02/sahabat-nabi-yang-murtad-di-zaman-umar/#comment-8566</link>
		<dc:creator>yusuf</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 15:27:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1042#comment-8566</guid>
		<description>@imem

Jumhur ? ??
apa itu jumhur? siapa anggota jumhur? di mana jumhur berada? kapan jumhur hadir? Siapa menentukan/ menyeleksi jumhur? dan masih banyak ??? 

tolong kasih tahu ane namanya om jumhur.....masih oot nih..

syukron</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@imem</p>
<p>Jumhur ? ??<br />
apa itu jumhur? siapa anggota jumhur? di mana jumhur berada? kapan jumhur hadir? Siapa menentukan/ menyeleksi jumhur? dan masih banyak ??? </p>
<p>tolong kasih tahu ane namanya om jumhur&#8230;..masih oot nih..</p>
<p>syukron</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aburahat</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/02/sahabat-nabi-yang-murtad-di-zaman-umar/#comment-8559</link>
		<dc:creator>aburahat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 03:41:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1042#comment-8559</guid>
		<description>Apakah seseorang dalam surat menyurat sebagai seorang Islam kata pembukaan atas nama Uzzla dan Latta termasuk murtad?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah seseorang dalam surat menyurat sebagai seorang Islam kata pembukaan atas nama Uzzla dan Latta termasuk murtad?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abelardo</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/02/sahabat-nabi-yang-murtad-di-zaman-umar/#comment-8556</link>
		<dc:creator>abelardo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 02:20:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1042#comment-8556</guid>
		<description>test (belajar ngeblock juga nih...)
&quot;Oooh itu berarti dia juga mengakuinya Mas:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>test (belajar ngeblock juga nih&#8230;)<br />
&#8220;Oooh itu berarti dia juga mengakuinya Mas:</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: secondprince</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/02/sahabat-nabi-yang-murtad-di-zaman-umar/#comment-7945</link>
		<dc:creator>secondprince</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 00:40:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1042#comment-7945</guid>
		<description>@imem
&lt;blockquote&gt;Yang jelas jumhur ulama berpendapat bahwa Rabi’ah adalah sahabat, justru kalo saya lihat dari tulisan SP, Ibnu Hajar menyendiri ketika mengabarkan bahwa Rabi’ah pada masa Umar telah murtad..&lt;/blockquote&gt;
Waduh saya benar2 tersenyum dengan ini, apa maksud anda kalau menyendiri maka Ibnu Hajar gak bener ya (anda perlu memberikan bukti atau petunjuk untuk itu), lagian masak sih menyendiri :mrgreen:
&lt;blockquote&gt;mengenai minum khamr tidaklah membuat org dihukum murtad sepengetahuan saya..&lt;/blockquote&gt;
Siapa yang bilang begitu, saya cuma menunjukkan dugaan bahwa ketika Rabi&#039;ah terbukti minum khamar dan dihukum dia gak mau atau gak rela sehingga akhirnya murtad, ya murtadnya atas keinginan dia sendiri.

&lt;blockquote&gt;Kenapa SP jadi bingung dg syarat bahwa sahabat itu harus “meninggal dalam keadaan islam”. Bukankah kebanyakan ulama Jarh wa Ta’dil hidup setelah masa sahabat dan tabi’in? jadi mereka punya banyak kesempatan untuk mengetahui sahabat meninggal dalam keadaan Islam atau tidak? Ah aya2 wae wuakakak..&lt;/blockquote&gt;
Ah anda tidak membaca dengan benar sih, saya sudah tunjukkan masalahnya yaitu terletak pada para tabiin yang belum mengetahui apakah sahabat itu meninggal dalam keadaan islam atau tidak

&lt;blockquote&gt;Terus terang saya heran, logikanya kok ga nyambung gini.. wuakakak… tapi ga pa2 buat selingan, contoh ya, sekarang anda percaya kan sama artikel SP tertanggal 2 Juli 2009 ini? Selama oleh wordpress &amp; SP, blog ini ga dihapus ya artikel ini akan tetep ada, nah suatu saat nanti si SP ini memutuskan untuk murtad misalnya (maaf jgn marah, ini misalnya ajah) namanya juga hidayah kan bisa aja dicabut oleh Allah kapan aja ya ga, apakah nantinya anda akan masih percaya dg artikel SP yg ditulis SP tanggal 2 Juli 2009 saat dia belum murtad?&lt;/blockquote&gt;
Itu bertanya sama siapa :roll:
kalau anda berpandangan sahabat yang murtada maka hadisnya sebelum murtad yang kita terima maka apa gunanya kaidah &lt;em&gt;harus meninggal dalam keadaan islam&lt;/em&gt;. Toh mau meninggal dalam keadaan islam atau kafir cukup diambil hadis ketika ia masih islam :)

@asep
yup :)

@bagir
artinya apa ya 

@bob
ehem ehem apa saya mengganggu keyakinan anda :mrgreen:

@omiyan
setuju

@Ezda
&lt;blockquote&gt;tumben, masalah murtadnya disangkal, tapi minum khamarnya kok ngga…?&lt;/blockquote&gt;
Oooh itu berarti dia juga mengakuinya Mas :)

@halwa
&lt;blockquote&gt;he he he itu cita-citanya nya Mr.Imem,Pengacara nya para Sahabat.

klo-klo aja dapat syafaat dari Sahabat yang di belain.&lt;/blockquote&gt;
Benar juga ya :mrgreen:

@armand
ah saya sudah pernah baca itu, berhubung saya bukan salafiyun maka saya tidak perlu menanggapi :P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@imem</p>
<blockquote><p>Yang jelas jumhur ulama berpendapat bahwa Rabi’ah adalah sahabat, justru kalo saya lihat dari tulisan SP, Ibnu Hajar menyendiri ketika mengabarkan bahwa Rabi’ah pada masa Umar telah murtad..</p></blockquote>
<p>Waduh saya benar2 tersenyum dengan ini, apa maksud anda kalau menyendiri maka Ibnu Hajar gak bener ya (anda perlu memberikan bukti atau petunjuk untuk itu), lagian masak sih menyendiri <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>mengenai minum khamr tidaklah membuat org dihukum murtad sepengetahuan saya..</p></blockquote>
<p>Siapa yang bilang begitu, saya cuma menunjukkan dugaan bahwa ketika Rabi&#8217;ah terbukti minum khamar dan dihukum dia gak mau atau gak rela sehingga akhirnya murtad, ya murtadnya atas keinginan dia sendiri.</p>
<blockquote><p>Kenapa SP jadi bingung dg syarat bahwa sahabat itu harus “meninggal dalam keadaan islam”. Bukankah kebanyakan ulama Jarh wa Ta’dil hidup setelah masa sahabat dan tabi’in? jadi mereka punya banyak kesempatan untuk mengetahui sahabat meninggal dalam keadaan Islam atau tidak? Ah aya2 wae wuakakak..</p></blockquote>
<p>Ah anda tidak membaca dengan benar sih, saya sudah tunjukkan masalahnya yaitu terletak pada para tabiin yang belum mengetahui apakah sahabat itu meninggal dalam keadaan islam atau tidak</p>
<blockquote><p>Terus terang saya heran, logikanya kok ga nyambung gini.. wuakakak… tapi ga pa2 buat selingan, contoh ya, sekarang anda percaya kan sama artikel SP tertanggal 2 Juli 2009 ini? Selama oleh wordpress &amp; SP, blog ini ga dihapus ya artikel ini akan tetep ada, nah suatu saat nanti si SP ini memutuskan untuk murtad misalnya (maaf jgn marah, ini misalnya ajah) namanya juga hidayah kan bisa aja dicabut oleh Allah kapan aja ya ga, apakah nantinya anda akan masih percaya dg artikel SP yg ditulis SP tanggal 2 Juli 2009 saat dia belum murtad?</p></blockquote>
<p>Itu bertanya sama siapa <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /><br />
kalau anda berpandangan sahabat yang murtada maka hadisnya sebelum murtad yang kita terima maka apa gunanya kaidah <em>harus meninggal dalam keadaan islam</em>. Toh mau meninggal dalam keadaan islam atau kafir cukup diambil hadis ketika ia masih islam <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@asep<br />
yup <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@bagir<br />
artinya apa ya </p>
<p>@bob<br />
ehem ehem apa saya mengganggu keyakinan anda <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@omiyan<br />
setuju</p>
<p>@Ezda</p>
<blockquote><p>tumben, masalah murtadnya disangkal, tapi minum khamarnya kok ngga…?</p></blockquote>
<p>Oooh itu berarti dia juga mengakuinya Mas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@halwa</p>
<blockquote><p>he he he itu cita-citanya nya Mr.Imem,Pengacara nya para Sahabat.</p>
<p>klo-klo aja dapat syafaat dari Sahabat yang di belain.</p></blockquote>
<p>Benar juga ya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@armand<br />
ah saya sudah pernah baca itu, berhubung saya bukan salafiyun maka saya tidak perlu menanggapi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aburahat</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/02/sahabat-nabi-yang-murtad-di-zaman-umar/#comment-7915</link>
		<dc:creator>aburahat</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 07:33:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1042#comment-7915</guid>
		<description>@all
Kira2 Nabi para salafy siapa ya? Sebab menurut mereka Nabi Muhammad Rasulullah SAW pernah salah, tidak adil, lupa. Sedangkan sahabat tidak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@all<br />
Kira2 Nabi para salafy siapa ya? Sebab menurut mereka Nabi Muhammad Rasulullah SAW pernah salah, tidak adil, lupa. Sedangkan sahabat tidak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: armand</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/02/sahabat-nabi-yang-murtad-di-zaman-umar/#comment-7905</link>
		<dc:creator>armand</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 05:10:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1042#comment-7905</guid>
		<description>@All

Agar ga bingung dgn istilah Sahabat oleh salafiyyun, sy coba kutip makna Sahabat ini dari blog salah satu dedengkot salafiyyun:

http://haulasyiah.wordpress.com/2008/10/20/menyikapi-shahabat-nabi-antara-islam-dan-syi%e2%80%99ah/

Begini bunyinya:

&lt;em&gt;Kata shahabat dalam bahasa arab merupakan bentuk jamak dari “shahabi”, dan kata shahabi adalah pecahan dari kata Shuhbah. Maknanya secara bahasa adalah: “setiap orang yang pernah mendampingi seseorang maka dia adalah shahabatnya baik ia muslim atau kafir, mengikutinya atau tidak mengikutinya.

Adapun maknanya secara istilah adalah: “setiap orang yang pernah bertemu nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan beriman kepada beliau dan meninggal diatas keimanan. (Kitabut Tauhid, Syaikh Al-Fauzan. Hal:74)

Berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar ketika menjelaskan makna defenisi shahabat diatas:

Termasuk dalam makna defenisi “bertemu” diatas, setiap orang yang pernah bermajlis bersama nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dalam waktu yang lama atau hanya sebentar, meriwayatkan hadits atau tidak, bertempur bersama nabi atau tidak, melihat nabi hanya sekali dan tidak pernah bermajlis bersama beliau, dan yang tidak melihatnya disebabkan alasan tertentu, seperti buta.

Dari sini (kita tahu) bahwa ungkapan “bertemu” lebih utama dari defenisi yang disebutkan sebagian ulama “Sahabat adalah setiap orang yang pernah melihat nabi shalallahu ‘alaihi wasalam” karena (jika demikian) maka Ibnu Ummi Maktum dan para shahabat yang buta lainnya tidak termasuk didalamnya, padahal mereka adalah shahabat tanpa ada keraguan.

Keluar dari makna “dalam keadaan beriman” setiap orang yang bertemu nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan kafir walaupun ia masuk islam setelah itu dan tidak pernah melihat nabi lagi (yakni tidak pernah melihat nabi setelah keislamannya).

Makna defenisi yang kami sebutkan “beriman kepada beliau” keluar darinya setiap orang yang bertemu nabi akan tetapi beriman kepada selainnya, seperti Ahlul kitab.

Masuk dalam defenisi “beriman kepada beliau” setiap mukallaf dari jin dan manusia. (selesai dari Al-Hafizh Ibnu Hajar)

&lt;strong&gt;Kewajiban seorang muslim&lt;/strong&gt;

Merupakan kewajiban setiap muslim untuk meyakini bahwa para shahabat adalah manusia terbaik setelah rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, karena merekalah makhluk yang lebih dahulu meneguk keimanan langsung dari nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, berjihad bersama beliau, (mereka adalah) pengemban syariat yang mulia ini kemudian menyampaikannya kepada umat setelah mereka. (Kitabut Tauhid, Syaikh Al-Fauzan. Hal:74)

&lt;strong&gt;Cara mengetahui shahabat&lt;/strong&gt;

Berkata Ibnu Shalah: “kemudian, (cara) untuk mengetahui seorang shahabat terkadang dengan riwayat yang mutawatir, terkadang dengan (cara) istifadhah…., terkadang dengan penjelasan seorang shahabat bahwa ia adalah shahabat, terkadang dengan keterangannya sendiri setelah diketahui kejujurannya bahwa ia memang shahabat. (Ulumul Hadits)

Ibnu Hajar dalam kitabnya “Al-Ishabah” menambahkan: “dan disyaratkan diterimanya ini (yakni pengakuannya sebagai shahabat) pada masa tertentu, maksimalnya seratus tahun setelah wafatnya rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Demikian pula beliau menambahkan (cara mengetahui shahabat): “dengan penjelasan dari salah seorang tabi’in bahwa ia shahabat”

&lt;strong&gt;Keadilan shahabat&lt;/strong&gt;

berkata Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitabnya “Al-Ba’itsul Hatsits, Ikhtishar ‘Ulumil Hadits”: “Para shahabat semuanya ‘adil disisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karena Allah azza wajalla telah memuji mereka dalam kitabnya yang mulia, demikian pula rasulullah dalam sunnahnya memuji para shahabat dalam segenap akhlak dan perilaku mereka, disebabkan pengorbanan harta dan tenaga (mereka) di hadapan rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang hanya mengharap pahala yang besar dan balasan yang bagus disisi Allah.”&lt;/em&gt;

@Imem &amp; Salafiyyun

Tolong koreksi jika keliru (jika tdk dikoreksi dianggap OK)

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@All</p>
<p>Agar ga bingung dgn istilah Sahabat oleh salafiyyun, sy coba kutip makna Sahabat ini dari blog salah satu dedengkot salafiyyun:</p>
<p><a href="http://haulasyiah.wordpress.com/2008/10/20/menyikapi-shahabat-nabi-antara-islam-dan-syi%e2%80%99ah/" rel="nofollow">http://haulasyiah.wordpress.com/2008/10/20/menyikapi-shahabat-nabi-antara-islam-dan-syi%e2%80%99ah/</a></p>
<p>Begini bunyinya:</p>
<p><em>Kata shahabat dalam bahasa arab merupakan bentuk jamak dari “shahabi”, dan kata shahabi adalah pecahan dari kata Shuhbah. Maknanya secara bahasa adalah: “setiap orang yang pernah mendampingi seseorang maka dia adalah shahabatnya baik ia muslim atau kafir, mengikutinya atau tidak mengikutinya.</p>
<p>Adapun maknanya secara istilah adalah: “setiap orang yang pernah bertemu nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan beriman kepada beliau dan meninggal diatas keimanan. (Kitabut Tauhid, Syaikh Al-Fauzan. Hal:74)</p>
<p>Berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar ketika menjelaskan makna defenisi shahabat diatas:</p>
<p>Termasuk dalam makna defenisi “bertemu” diatas, setiap orang yang pernah bermajlis bersama nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dalam waktu yang lama atau hanya sebentar, meriwayatkan hadits atau tidak, bertempur bersama nabi atau tidak, melihat nabi hanya sekali dan tidak pernah bermajlis bersama beliau, dan yang tidak melihatnya disebabkan alasan tertentu, seperti buta.</p>
<p>Dari sini (kita tahu) bahwa ungkapan “bertemu” lebih utama dari defenisi yang disebutkan sebagian ulama “Sahabat adalah setiap orang yang pernah melihat nabi shalallahu ‘alaihi wasalam” karena (jika demikian) maka Ibnu Ummi Maktum dan para shahabat yang buta lainnya tidak termasuk didalamnya, padahal mereka adalah shahabat tanpa ada keraguan.</p>
<p>Keluar dari makna “dalam keadaan beriman” setiap orang yang bertemu nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan kafir walaupun ia masuk islam setelah itu dan tidak pernah melihat nabi lagi (yakni tidak pernah melihat nabi setelah keislamannya).</p>
<p>Makna defenisi yang kami sebutkan “beriman kepada beliau” keluar darinya setiap orang yang bertemu nabi akan tetapi beriman kepada selainnya, seperti Ahlul kitab.</p>
<p>Masuk dalam defenisi “beriman kepada beliau” setiap mukallaf dari jin dan manusia. (selesai dari Al-Hafizh Ibnu Hajar)</p>
<p><strong>Kewajiban seorang muslim</strong></p>
<p>Merupakan kewajiban setiap muslim untuk meyakini bahwa para shahabat adalah manusia terbaik setelah rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, karena merekalah makhluk yang lebih dahulu meneguk keimanan langsung dari nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, berjihad bersama beliau, (mereka adalah) pengemban syariat yang mulia ini kemudian menyampaikannya kepada umat setelah mereka. (Kitabut Tauhid, Syaikh Al-Fauzan. Hal:74)</p>
<p><strong>Cara mengetahui shahabat</strong></p>
<p>Berkata Ibnu Shalah: “kemudian, (cara) untuk mengetahui seorang shahabat terkadang dengan riwayat yang mutawatir, terkadang dengan (cara) istifadhah…., terkadang dengan penjelasan seorang shahabat bahwa ia adalah shahabat, terkadang dengan keterangannya sendiri setelah diketahui kejujurannya bahwa ia memang shahabat. (Ulumul Hadits)</p>
<p>Ibnu Hajar dalam kitabnya “Al-Ishabah” menambahkan: “dan disyaratkan diterimanya ini (yakni pengakuannya sebagai shahabat) pada masa tertentu, maksimalnya seratus tahun setelah wafatnya rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Demikian pula beliau menambahkan (cara mengetahui shahabat): “dengan penjelasan dari salah seorang tabi’in bahwa ia shahabat”</p>
<p><strong>Keadilan shahabat</strong></p>
<p>berkata Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitabnya “Al-Ba’itsul Hatsits, Ikhtishar ‘Ulumil Hadits”: “Para shahabat semuanya ‘adil disisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karena Allah azza wajalla telah memuji mereka dalam kitabnya yang mulia, demikian pula rasulullah dalam sunnahnya memuji para shahabat dalam segenap akhlak dan perilaku mereka, disebabkan pengorbanan harta dan tenaga (mereka) di hadapan rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang hanya mengharap pahala yang besar dan balasan yang bagus disisi Allah.”</em></p>
<p>@Imem &amp; Salafiyyun</p>
<p>Tolong koreksi jika keliru (jika tdk dikoreksi dianggap OK)</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: halwa</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/02/sahabat-nabi-yang-murtad-di-zaman-umar/#comment-7899</link>
		<dc:creator>halwa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 03:08:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1042#comment-7899</guid>
		<description>@Edza

he he he itu cita-citanya nya Mr.Imem,Pengacara nya para Sahabat.

klo-klo aja dapat syafaat dari Sahabat yang di belain.

salam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Edza</p>
<p>he he he itu cita-citanya nya Mr.Imem,Pengacara nya para Sahabat.</p>
<p>klo-klo aja dapat syafaat dari Sahabat yang di belain.</p>
<p>salam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ezda</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/02/sahabat-nabi-yang-murtad-di-zaman-umar/#comment-7890</link>
		<dc:creator>Ezda</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 01:37:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1042#comment-7890</guid>
		<description>@imem

tumben, masalah murtadnya disangkal, tapi minum khamarnya kok ngga...? :/

*kembali lurking*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@imem</p>
<p>tumben, masalah murtadnya disangkal, tapi minum khamarnya kok ngga&#8230;? :/</p>
<p>*kembali lurking*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Asiana</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/02/sahabat-nabi-yang-murtad-di-zaman-umar/#comment-7750</link>
		<dc:creator>Asiana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 13:49:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1042#comment-7750</guid>
		<description>Masya Allah...

Saya baru tau akan hal ini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masya Allah&#8230;</p>
<p>Saya baru tau akan hal ini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bob</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/02/sahabat-nabi-yang-murtad-di-zaman-umar/#comment-7748</link>
		<dc:creator>bob</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 09:40:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1042#comment-7748</guid>
		<description>huakakkaka...
berhasil...berhasill...kata si dora explorer</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>huakakkaka&#8230;<br />
berhasil&#8230;berhasill&#8230;kata si dora explorer</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bob</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/02/sahabat-nabi-yang-murtad-di-zaman-umar/#comment-7747</link>
		<dc:creator>bob</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 09:39:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1042#comment-7747</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;wew…ga nongol…hehehe

ketik aja&lt;/blockquote&gt;

latihan ngeblock dari pada ngelayanin yg suka muter2...kayaknya asyikan belajar inih..hihi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>wew…ga nongol…hehehe</p>
<p>ketik aja</p></blockquote>
<p>latihan ngeblock dari pada ngelayanin yg suka muter2&#8230;kayaknya asyikan belajar inih..hihi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bagir</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/02/sahabat-nabi-yang-murtad-di-zaman-umar/#comment-7745</link>
		<dc:creator>bagir</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 08:34:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1042#comment-7745</guid>
		<description>Komentar tgl : Oktober 13th, 2008 pada 6:59 pm  oleh Mr. SP</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Komentar tgl : Oktober 13th, 2008 pada 6:59 pm  oleh Mr. SP</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bagir</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/02/sahabat-nabi-yang-murtad-di-zaman-umar/#comment-7744</link>
		<dc:creator>bagir</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 08:32:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1042#comment-7744</guid>
		<description>http://secondprince.wordpress.com/2008/07/03/imam-ali-berselisih-dengan-abu-bakar-dalam-masalah-fadak/

klik diatas aja mas..disitu diajarin SP... :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://secondprince.wordpress.com/2008/07/03/imam-ali-berselisih-dengan-abu-bakar-dalam-masalah-fadak/" rel="nofollow">http://secondprince.wordpress.com/2008/07/03/imam-ali-berselisih-dengan-abu-bakar-dalam-masalah-fadak/</a></p>
<p>klik diatas aja mas..disitu diajarin SP&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: omiyan</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2009/07/02/sahabat-nabi-yang-murtad-di-zaman-umar/#comment-7743</link>
		<dc:creator>omiyan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 08:25:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=1042#comment-7743</guid>
		<description>kita ambil semua perjalanan kisah Nabi agar kehidupan kita sesuai koridor yang ada</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kita ambil semua perjalanan kisah Nabi agar kehidupan kita sesuai koridor yang ada</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
