<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Jalaludin Rahmat dan Al Qurtubi</title>
	<atom:link href="http://secondprince.wordpress.com/2008/07/04/jalaludin-rahmat-dan-al-qurtubi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/07/04/jalaludin-rahmat-dan-al-qurtubi/</link>
	<description>Kebenaran Hanya Untuk Yang Menghargainya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Dec 2009 06:36:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Kasradi</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/07/04/jalaludin-rahmat-dan-al-qurtubi/#comment-11218</link>
		<dc:creator>Kasradi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 19:10:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=232#comment-11218</guid>
		<description>yang menjadi kelemahan umat islam hari ini adalah terjebak pada persoalan khilafiyah, sehingga konflik internal di tengah-tenga umat islam tidak bisa terhindarkan dan telah terjadi pergeseran paradigma dimana islam tidak menjadi lagi rahmatan lil alamin , bukti kokgkrit perang Irak Vs Iran itu akibat dari konflik Syi&#039;a dan Suni, olenya itu saya secara pribadi sangat sepakat dengan buku karangan kang jalal yang berjudul &quot;MENGUTAMAKAN AKHLAK DI ATAS FIQH&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang menjadi kelemahan umat islam hari ini adalah terjebak pada persoalan khilafiyah, sehingga konflik internal di tengah-tenga umat islam tidak bisa terhindarkan dan telah terjadi pergeseran paradigma dimana islam tidak menjadi lagi rahmatan lil alamin , bukti kokgkrit perang Irak Vs Iran itu akibat dari konflik Syi&#8217;a dan Suni, olenya itu saya secara pribadi sangat sepakat dengan buku karangan kang jalal yang berjudul &#8220;MENGUTAMAKAN AKHLAK DI ATAS FIQH&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dede</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/07/04/jalaludin-rahmat-dan-al-qurtubi/#comment-10473</link>
		<dc:creator>dede</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 23:06:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=232#comment-10473</guid>
		<description>@Lamaru

Ditunggu episode selanjutnya, sepertinya jagoannya masih menderita (masih kalah) ya. Kalo film India biasanya seorang jagoan diceritakan mulai dari waktu lahir, masa kanak2 sampai dewasa. Sekarang anda baru dalam tahap awal episode, berarti masih panjang dong ceriteranya. Jadi silahkan dilanjut teruuus, itung2 ngabuburit... :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Lamaru</p>
<p>Ditunggu episode selanjutnya, sepertinya jagoannya masih menderita (masih kalah) ya. Kalo film India biasanya seorang jagoan diceritakan mulai dari waktu lahir, masa kanak2 sampai dewasa. Sekarang anda baru dalam tahap awal episode, berarti masih panjang dong ceriteranya. Jadi silahkan dilanjut teruuus, itung2 ngabuburit&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Oolamaruoo</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/07/04/jalaludin-rahmat-dan-al-qurtubi/#comment-10469</link>
		<dc:creator>Oolamaruoo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 21:53:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=232#comment-10469</guid>
		<description>Mari kita bicara asal muasal adanya Suni dan Syiah.

Biasanya adanya golongan2  (firqoh) yg beragam terbentuk karena adanya perbedaan persepsi terhadap suatu dalil (Quran atau hadis), sedangkan jika hanya beda ijtihad,tidak akan melahirkan golongan (firqoh) baru.

SUNI :

Adanya golongan yg bernama Islam Suni baru ada ada abad 4 H, ditandai berdirinya golongan2 islam yg bernama mazhab2 spt mazhab syafii, mazhab, hambali, mazhab hanafi, mazhab maliki. Pada saat Syafii, Hambali, Hanafi, Maliki masih hidup (abad  2 H) belum ada golongan islam yg bernama mazhab2 tadi. Disamping itu ajaran2 yg terkandung di mazhab2 tsb tak selalu sama dengan ajaran imam yg menjadi nama mazhab. Contoh : Indonesia mayoritas mazhab Syafii, namun ajaran mazhabnya tak selalu sama dengan ajaran Syafii yg ada di Al Umm.
Intinya, imam2 tsb tak tahu jika 2 abad kemudian ada golongan yg ber nama mazhab2 yg mengambil nama dari mereka. Juga mereka tak tahu jika 2 abad kemudian mereka di golongkan Islam Suni. Padahal hubungan mereka dengan Ahl Bait adalah hubungan guru dan  murid.  Mungkin anda  kenal tokoh2 yg bernama Asyariah, Maturidi, merekalah para pencetus berdirinya mazhab2 tsb di abad 4H. 
Namun anehnya sekarang, selain Maliki, Hanafi, Hambali, Syafii, juga seperti Bukhori, Nasaai, Abi Daud dll juga di masukan kepada golongan Islam Suni tanpa sepengetahuan mereka. Lantas mereka mazhab apa ? Apakah Bukhori mazhab Hambali ? padahal di kitabnya juga mengambil hadis dari Maliki, Syafii, dll ? Begitu juga Tarmiji, ia mazhab apa ? Terjadi kebingungan kan…apa sih kriteria Islam Suni ? yg ber mazhab atau yg tidak  ada mazhab ?

Syiah :

Suatu golongan yg ber nama Syiah Isnaasyriah, Syiah Zaidiah, Ismailiah, nama2 golongan tsb belum dijumpai pada abad 2-3 H. Yg ada adalah golongan rafidhah, mutazillah, jabariah  dll. Ini bisa dilihat pada catatan/kitab2 yg ditulis pada abad 2-3 H. nama2 golongan islam Syiah baru ada pada kitab2 abad 4 H dan sesudahnya, dengan tokoh2 Kulayni, Saduq, Tusi, Mufid, Majlisi dll. Dan mereka memasukan Ahl Bait sebagai golongan Syiah tanpa sepengetahuan Ahl Bait itu sendiri, karena Ahl Bait sudah tiada.

Nabi bersabda bahwa umat islam akan pecah menjadi 73 golongan/firqoh, 1 golongan yg selamat, 72 ke neraka. Golongan yg satu itu di sebut JAMAAH.

Tanda2 Jamaah yg dimaksud  : Asing/amat sangat  sedikit, selalu di zalimi, dan menjaga kemurnian agama berdasar Quran dan Sunah (termasuk murni/asli persepsinya thd setiap dalil)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mari kita bicara asal muasal adanya Suni dan Syiah.</p>
<p>Biasanya adanya golongan2  (firqoh) yg beragam terbentuk karena adanya perbedaan persepsi terhadap suatu dalil (Quran atau hadis), sedangkan jika hanya beda ijtihad,tidak akan melahirkan golongan (firqoh) baru.</p>
<p>SUNI :</p>
<p>Adanya golongan yg bernama Islam Suni baru ada ada abad 4 H, ditandai berdirinya golongan2 islam yg bernama mazhab2 spt mazhab syafii, mazhab, hambali, mazhab hanafi, mazhab maliki. Pada saat Syafii, Hambali, Hanafi, Maliki masih hidup (abad  2 H) belum ada golongan islam yg bernama mazhab2 tadi. Disamping itu ajaran2 yg terkandung di mazhab2 tsb tak selalu sama dengan ajaran imam yg menjadi nama mazhab. Contoh : Indonesia mayoritas mazhab Syafii, namun ajaran mazhabnya tak selalu sama dengan ajaran Syafii yg ada di Al Umm.<br />
Intinya, imam2 tsb tak tahu jika 2 abad kemudian ada golongan yg ber nama mazhab2 yg mengambil nama dari mereka. Juga mereka tak tahu jika 2 abad kemudian mereka di golongkan Islam Suni. Padahal hubungan mereka dengan Ahl Bait adalah hubungan guru dan  murid.  Mungkin anda  kenal tokoh2 yg bernama Asyariah, Maturidi, merekalah para pencetus berdirinya mazhab2 tsb di abad 4H.<br />
Namun anehnya sekarang, selain Maliki, Hanafi, Hambali, Syafii, juga seperti Bukhori, Nasaai, Abi Daud dll juga di masukan kepada golongan Islam Suni tanpa sepengetahuan mereka. Lantas mereka mazhab apa ? Apakah Bukhori mazhab Hambali ? padahal di kitabnya juga mengambil hadis dari Maliki, Syafii, dll ? Begitu juga Tarmiji, ia mazhab apa ? Terjadi kebingungan kan…apa sih kriteria Islam Suni ? yg ber mazhab atau yg tidak  ada mazhab ?</p>
<p>Syiah :</p>
<p>Suatu golongan yg ber nama Syiah Isnaasyriah, Syiah Zaidiah, Ismailiah, nama2 golongan tsb belum dijumpai pada abad 2-3 H. Yg ada adalah golongan rafidhah, mutazillah, jabariah  dll. Ini bisa dilihat pada catatan/kitab2 yg ditulis pada abad 2-3 H. nama2 golongan islam Syiah baru ada pada kitab2 abad 4 H dan sesudahnya, dengan tokoh2 Kulayni, Saduq, Tusi, Mufid, Majlisi dll. Dan mereka memasukan Ahl Bait sebagai golongan Syiah tanpa sepengetahuan Ahl Bait itu sendiri, karena Ahl Bait sudah tiada.</p>
<p>Nabi bersabda bahwa umat islam akan pecah menjadi 73 golongan/firqoh, 1 golongan yg selamat, 72 ke neraka. Golongan yg satu itu di sebut JAMAAH.</p>
<p>Tanda2 Jamaah yg dimaksud  : Asing/amat sangat  sedikit, selalu di zalimi, dan menjaga kemurnian agama berdasar Quran dan Sunah (termasuk murni/asli persepsinya thd setiap dalil)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: secondprince</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/07/04/jalaludin-rahmat-dan-al-qurtubi/#comment-9445</link>
		<dc:creator>secondprince</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 05:03:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=232#comment-9445</guid>
		<description>@oot
&lt;blockquote&gt;hormati mrk yg berseberangan.mau kekanak2an atau santun itu mah resiko yg kalian tanggung sendiri krn berani muncul dg pola pikir berbeda dg apa yg umum pahami.&lt;/blockquote&gt;
Setuju untuk saling menghormati, terkadang tidak semua apa yang umum pahami itu benar :)
&lt;blockquote&gt;perbedaan qunut aja ribut,aplgi kalian! &lt;/blockquote&gt;
Tidak perlu ribut, diskusi biasa saja, yang penting kan hujjah mana yang benar atau lebih benar :)
&lt;blockquote&gt;aplgi diblog ini,disediakan pula lahan utk berkomentar. mana bisa membatasi berkomentar sesuai dg materi artikel?&lt;/blockquote&gt;
Bisa saja kalau mau, tidak susah untuk itu, semudah anda berbicara. Jika anda berbicara dengan tenang runut dan fokus maka yang dengernya jadi enak, nah kalau mau usaha pasti bisa. 
&lt;blockquote&gt;jadi, saran saya ga usah nyalah2n mrk,apapun reaksinya.&lt;/blockquote&gt;
Saya tidak keberatan dengan menyalahkan suatu pendapat atau membenarkan asalkan disertai dengan bukti yang jelas, yang jadi masalah adalah sikap mensesat-sesatkan tanpa mau mendengar hujjah orang lain.
&lt;blockquote&gt;mana kita tau di dunia maya ini orang itu santun atau tidak?&lt;/blockquote&gt;
mudah saja kok, lihat saja dari cara ia berkomentar. santun tidak seseorang di dunia maya dilihat dari kata-kata yang ia gunakan apakah kasar ataukah santun, sangat sederhana kan :)
&lt;blockquote&gt;apalg sambil balik menyerang..membenci..klo yaqin bener sih doakan aja kita semua. sekali lg,resiko mas2 semua yg ‘berani tampil beda’.&lt;/blockquote&gt;
Mari berdoa bersama
&lt;blockquote&gt;masalah hujjah,dalil…saya kira setelah sy baca komen2 semua,masing2 sudah dg sekuat tenaga berargumentasi. masing2 pintar dg hujjah yg ada&lt;/blockquote&gt;
Maka dari itu kita tak perlu pakai sesat mensesatkan :)
&lt;blockquote&gt;hasilnya? lihat sendiri…makin terpuruk.&lt;/blockquote&gt;
Ah saya tidak melihatnya begitu, sejauh ini blog ini cukup bermanfaat bagi sebagian orang
&lt;blockquote&gt;berhasilkah kita memenangkan nobel?&lt;/blockquote&gt;
Itukah yang anda sebut hasil, aneh sekali
 &lt;blockquote&gt;yg ada justru umat islam indonesia secara statistik mkin berkurang,aliran sesat merebak.dan musuh2 ISLAM makin meningkatkan ilmu dan persenjataan.&lt;/blockquote&gt;
statistik dari mana? yang namanya statistik itu ada data dan analisisnya, jangan tercampur dengan perasaan dan mengira-ngira. Aliran sesat sudah ada dari dulu, bahkan di zaman sahabat pun sudah ada. Musuh-musuh islam maju karena mereka berusaha. Kalau memang mau meningkatkan ilmu dan persenjataan ya belajar ilmunya. Saya mengerti apa yang anda ingin sampaikan tetapi anda mencampuradukkan dengan banyak hal yang kurang jelas hubungannya. Kalau mau bicara blog saya maka tidak perlu anda mengaitkan dengan nobel, aliran sesat dan persenjataan musuh islam. itu out of topic :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@oot</p>
<blockquote><p>hormati mrk yg berseberangan.mau kekanak2an atau santun itu mah resiko yg kalian tanggung sendiri krn berani muncul dg pola pikir berbeda dg apa yg umum pahami.</p></blockquote>
<p>Setuju untuk saling menghormati, terkadang tidak semua apa yang umum pahami itu benar <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>perbedaan qunut aja ribut,aplgi kalian! </p></blockquote>
<p>Tidak perlu ribut, diskusi biasa saja, yang penting kan hujjah mana yang benar atau lebih benar <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>aplgi diblog ini,disediakan pula lahan utk berkomentar. mana bisa membatasi berkomentar sesuai dg materi artikel?</p></blockquote>
<p>Bisa saja kalau mau, tidak susah untuk itu, semudah anda berbicara. Jika anda berbicara dengan tenang runut dan fokus maka yang dengernya jadi enak, nah kalau mau usaha pasti bisa. </p>
<blockquote><p>jadi, saran saya ga usah nyalah2n mrk,apapun reaksinya.</p></blockquote>
<p>Saya tidak keberatan dengan menyalahkan suatu pendapat atau membenarkan asalkan disertai dengan bukti yang jelas, yang jadi masalah adalah sikap mensesat-sesatkan tanpa mau mendengar hujjah orang lain.</p>
<blockquote><p>mana kita tau di dunia maya ini orang itu santun atau tidak?</p></blockquote>
<p>mudah saja kok, lihat saja dari cara ia berkomentar. santun tidak seseorang di dunia maya dilihat dari kata-kata yang ia gunakan apakah kasar ataukah santun, sangat sederhana kan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>apalg sambil balik menyerang..membenci..klo yaqin bener sih doakan aja kita semua. sekali lg,resiko mas2 semua yg ‘berani tampil beda’.</p></blockquote>
<p>Mari berdoa bersama</p>
<blockquote><p>masalah hujjah,dalil…saya kira setelah sy baca komen2 semua,masing2 sudah dg sekuat tenaga berargumentasi. masing2 pintar dg hujjah yg ada</p></blockquote>
<p>Maka dari itu kita tak perlu pakai sesat mensesatkan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>hasilnya? lihat sendiri…makin terpuruk.</p></blockquote>
<p>Ah saya tidak melihatnya begitu, sejauh ini blog ini cukup bermanfaat bagi sebagian orang</p>
<blockquote><p>berhasilkah kita memenangkan nobel?</p></blockquote>
<p>Itukah yang anda sebut hasil, aneh sekali</p>
<blockquote><p>yg ada justru umat islam indonesia secara statistik mkin berkurang,aliran sesat merebak.dan musuh2 ISLAM makin meningkatkan ilmu dan persenjataan.</p></blockquote>
<p>statistik dari mana? yang namanya statistik itu ada data dan analisisnya, jangan tercampur dengan perasaan dan mengira-ngira. Aliran sesat sudah ada dari dulu, bahkan di zaman sahabat pun sudah ada. Musuh-musuh islam maju karena mereka berusaha. Kalau memang mau meningkatkan ilmu dan persenjataan ya belajar ilmunya. Saya mengerti apa yang anda ingin sampaikan tetapi anda mencampuradukkan dengan banyak hal yang kurang jelas hubungannya. Kalau mau bicara blog saya maka tidak perlu anda mengaitkan dengan nobel, aliran sesat dan persenjataan musuh islam. itu out of topic <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rafidhah</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/07/04/jalaludin-rahmat-dan-al-qurtubi/#comment-9444</link>
		<dc:creator>rafidhah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 05:00:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=232#comment-9444</guid>
		<description>@oot
Saya terutama yang mengucapkan terima kasih atas niat anda yang baik itu. Anda tolong jelaskan cara beribadah yang bagaimana harus kita laksanakan? Karena agama yang kita yakini bukan seperti Ilmu dunia.  salah kita menganut suatu paham/ cara beribadah kepada Allah akibat fatal. FI NARI ABADAN</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@oot<br />
Saya terutama yang mengucapkan terima kasih atas niat anda yang baik itu. Anda tolong jelaskan cara beribadah yang bagaimana harus kita laksanakan? Karena agama yang kita yakini bukan seperti Ilmu dunia.  salah kita menganut suatu paham/ cara beribadah kepada Allah akibat fatal. FI NARI ABADAN</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: oot</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/07/04/jalaludin-rahmat-dan-al-qurtubi/#comment-9443</link>
		<dc:creator>oot</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 04:14:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=232#comment-9443</guid>
		<description>@all,ressay &amp; SP 

intiny antum ingin tetap mengangkat isu prebedaan itu? THE SHOW MUST GO ON, gitu ya?

mas,sy pribadi ga masalah,krn sy hdup dikeluarga &quot;berwarna&quot;.silakan saja mas2 sibuk berkutat dg perbedaan2 itu..dgn catatan: 

hormati mrk yg berseberangan.mau kekanak2an atau santun itu mah resiko yg kalian tanggung sendiri krn berani muncul dg pola pikir berbeda dg apa yg umum pahami..perbedaan qunut aja ribut,aplgi kalian! aplgi diblog ini,disediakan pula lahan utk berkomentar. mana bisa membatasi berkomentar sesuai dg materi artikel? mana kita tau di dunia maya ini orang itu santun atau tidak? jadi, saran saya ga usah nyalah2n mrk,apapun reaksinya. apalg sambil balik menyerang..membenci..klo yaqin bener sih doakan aja kita semua. sekali lg,resiko mas2 semua yg &#039;berani tampil beda&#039;.

masalah hujjah,dalil...saya kira setelah sy baca komen2 semua,masing2 sudah dg sekuat tenaga berargumentasi. masing2 pintar dg hujjah yg ada. hasilnya? lihat sendiri...makin terpuruk. berhasilkah kita memenangkan nobel? yg ada justru umat islam indonesia secara statistik mkin berkurang,aliran sesat merebak.dan musuh2 ISLAM makin meningkatkan ilmu dan persenjataan.
salam damai.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@all,ressay &amp; SP </p>
<p>intiny antum ingin tetap mengangkat isu prebedaan itu? THE SHOW MUST GO ON, gitu ya?</p>
<p>mas,sy pribadi ga masalah,krn sy hdup dikeluarga &#8220;berwarna&#8221;.silakan saja mas2 sibuk berkutat dg perbedaan2 itu..dgn catatan: </p>
<p>hormati mrk yg berseberangan.mau kekanak2an atau santun itu mah resiko yg kalian tanggung sendiri krn berani muncul dg pola pikir berbeda dg apa yg umum pahami..perbedaan qunut aja ribut,aplgi kalian! aplgi diblog ini,disediakan pula lahan utk berkomentar. mana bisa membatasi berkomentar sesuai dg materi artikel? mana kita tau di dunia maya ini orang itu santun atau tidak? jadi, saran saya ga usah nyalah2n mrk,apapun reaksinya. apalg sambil balik menyerang..membenci..klo yaqin bener sih doakan aja kita semua. sekali lg,resiko mas2 semua yg &#8216;berani tampil beda&#8217;.</p>
<p>masalah hujjah,dalil&#8230;saya kira setelah sy baca komen2 semua,masing2 sudah dg sekuat tenaga berargumentasi. masing2 pintar dg hujjah yg ada. hasilnya? lihat sendiri&#8230;makin terpuruk. berhasilkah kita memenangkan nobel? yg ada justru umat islam indonesia secara statistik mkin berkurang,aliran sesat merebak.dan musuh2 ISLAM makin meningkatkan ilmu dan persenjataan.<br />
salam damai.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: secondprince</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/07/04/jalaludin-rahmat-dan-al-qurtubi/#comment-9440</link>
		<dc:creator>secondprince</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 02:27:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=232#comment-9440</guid>
		<description>@oot
&lt;blockquote&gt;Knp sih dgn blog ini,sekiranya ada orang sedikit saja mengkritik, maka semua yg hadir langsung bereaksi negatip&lt;/blockquote&gt;
Santai saja lah Mas, kan anda bisa mempersepsi reaksi itu bukan sebagai sesuatu yang negatif
&lt;blockquote&gt;mas SP,sbnrny bagus blognya,tp sangat amat rawan timbul perpecahan umat..lbh bnyk mudharatnya dbanding manfaat.krn akan mengundang mrk2 yg mmg dasarny sdh tidak suka dgn Anda(syiah,ahlul bait?)..maap loh,maap sekali lg..&lt;/blockquote&gt;
gak perlu minta maaf, terimakasih atas sarannya, bagi saya pribadi justru sikap-sikap atau respon mereka yang tidak suka itu adalah respon yang kekanak-kanakan. Seharusnya mereka merespon dengan benar yaitu menanggapi tulisan sesuai dengan tema yang diangkat, membantah argumen dengan argumen, berhujjah dengan bukti dan berdiskusi dengan santun. Seandainya tetap tidak sepakat maka cukuplah dan mari berpegang pada keyakinan masing-masing. Jika sikap seperti ini yang ditampilkan maka perbedaan tidak akan membawa masalah, malah justru meningkatkan ilmu yang kita miliki.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@oot</p>
<blockquote><p>Knp sih dgn blog ini,sekiranya ada orang sedikit saja mengkritik, maka semua yg hadir langsung bereaksi negatip</p></blockquote>
<p>Santai saja lah Mas, kan anda bisa mempersepsi reaksi itu bukan sebagai sesuatu yang negatif</p>
<blockquote><p>mas SP,sbnrny bagus blognya,tp sangat amat rawan timbul perpecahan umat..lbh bnyk mudharatnya dbanding manfaat.krn akan mengundang mrk2 yg mmg dasarny sdh tidak suka dgn Anda(syiah,ahlul bait?)..maap loh,maap sekali lg..</p></blockquote>
<p>gak perlu minta maaf, terimakasih atas sarannya, bagi saya pribadi justru sikap-sikap atau respon mereka yang tidak suka itu adalah respon yang kekanak-kanakan. Seharusnya mereka merespon dengan benar yaitu menanggapi tulisan sesuai dengan tema yang diangkat, membantah argumen dengan argumen, berhujjah dengan bukti dan berdiskusi dengan santun. Seandainya tetap tidak sepakat maka cukuplah dan mari berpegang pada keyakinan masing-masing. Jika sikap seperti ini yang ditampilkan maka perbedaan tidak akan membawa masalah, malah justru meningkatkan ilmu yang kita miliki.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ressay</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/07/04/jalaludin-rahmat-dan-al-qurtubi/#comment-9436</link>
		<dc:creator>ressay</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 17:04:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=232#comment-9436</guid>
		<description>@oot
Apa yang Anda sampaikan tidak sepenuhnya salah. Tetapi jika menganggap mengangkat isu2 yang menunjukkan perbedaan diantara umat Islam sebagai usaha untuk melemahkan umat, aku pikir anggapan yang terlalu tergesa-gesa. 

Bukankah tiap2 mufassir berbeda dalam menafsirkan ayat Al-Qur&#039;an? Perbedaan itu hal yang wajar. Bagaiman kita menyikapi perbedaan itu.

Mengkritisi pemahaman orang lain pun ndak masalah. Tetapi mengkritisi dengan cara sambil mengancam, mengejek, mencaci maki, itu yang salah.

Aku pikir mas SP memiliki pertimbangan sendiri mengapa beliau kemudian menulis tulisan2 yang disajikannya. 

Menganggap dirinya benar atau ganteng, atau cantik, itu hal yang wajar. Tetapi jika menganggap dirinya yang paling benar, paling ganteng, paling cantik, itu yang salah. Karena diatas langit, masih ada langit bukan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@oot<br />
Apa yang Anda sampaikan tidak sepenuhnya salah. Tetapi jika menganggap mengangkat isu2 yang menunjukkan perbedaan diantara umat Islam sebagai usaha untuk melemahkan umat, aku pikir anggapan yang terlalu tergesa-gesa. </p>
<p>Bukankah tiap2 mufassir berbeda dalam menafsirkan ayat Al-Qur&#8217;an? Perbedaan itu hal yang wajar. Bagaiman kita menyikapi perbedaan itu.</p>
<p>Mengkritisi pemahaman orang lain pun ndak masalah. Tetapi mengkritisi dengan cara sambil mengancam, mengejek, mencaci maki, itu yang salah.</p>
<p>Aku pikir mas SP memiliki pertimbangan sendiri mengapa beliau kemudian menulis tulisan2 yang disajikannya. </p>
<p>Menganggap dirinya benar atau ganteng, atau cantik, itu hal yang wajar. Tetapi jika menganggap dirinya yang paling benar, paling ganteng, paling cantik, itu yang salah. Karena diatas langit, masih ada langit bukan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: oot</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/07/04/jalaludin-rahmat-dan-al-qurtubi/#comment-9435</link>
		<dc:creator>oot</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 16:36:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=232#comment-9435</guid>
		<description>@ressay
dimana sisi tidak baikny?sy terbuka utk dikritik,maap klo memang sy salah.

tentu anda berhak menafsirkan,tinggal pilih saja: su&#039;udzon or khusnudzon..tp sy khusnudzon dg anda.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ressay<br />
dimana sisi tidak baikny?sy terbuka utk dikritik,maap klo memang sy salah.</p>
<p>tentu anda berhak menafsirkan,tinggal pilih saja: su&#8217;udzon or khusnudzon..tp sy khusnudzon dg anda.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: oot</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/07/04/jalaludin-rahmat-dan-al-qurtubi/#comment-9434</link>
		<dc:creator>oot</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 16:29:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=232#comment-9434</guid>
		<description>@ressay
seperti yg sy katakan..usunglah persamaan.karena berabad lamanya qt dibelenggu dg perbedaan itu.tidakah lelah kita berkutat dimasalah2 yg berbeda itu sehingga kita sekarang jauh tertinggal dg umat /bangsa lain?

seperti yg anda bilang,sy setuju perbedaan adl suatu keniscayaan.tp bukan berarti kita sibuk terus menerus mengangkt topik perbedaan itu.ibarat perbedaan warna kulit bangsa2 didunia ini,tentu bete juga kan kalau saban ketemu yg diomongin melulu perbedaan warna kulit..masing2 menganggap kulitnya yg plg bagus.(maap klo analoginya ga nyambung,tapi itulah fakta banyaknya perbedaan didunia ini)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ressay<br />
seperti yg sy katakan..usunglah persamaan.karena berabad lamanya qt dibelenggu dg perbedaan itu.tidakah lelah kita berkutat dimasalah2 yg berbeda itu sehingga kita sekarang jauh tertinggal dg umat /bangsa lain?</p>
<p>seperti yg anda bilang,sy setuju perbedaan adl suatu keniscayaan.tp bukan berarti kita sibuk terus menerus mengangkt topik perbedaan itu.ibarat perbedaan warna kulit bangsa2 didunia ini,tentu bete juga kan kalau saban ketemu yg diomongin melulu perbedaan warna kulit..masing2 menganggap kulitnya yg plg bagus.(maap klo analoginya ga nyambung,tapi itulah fakta banyaknya perbedaan didunia ini)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ressay</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/07/04/jalaludin-rahmat-dan-al-qurtubi/#comment-9433</link>
		<dc:creator>ressay</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 16:12:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=232#comment-9433</guid>
		<description>Betul, tetapi jika kebaikan disampaikan dengan cara yang tidak baik, aku pikir kosong.

Mohon maaf jika terkesan menggurui. 

Saya dan semua orang yang membaca komentar Anda, pasti menafsirkan maksud Anda. tidak mungkin jika tidak ditafsirkan. ok?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul, tetapi jika kebaikan disampaikan dengan cara yang tidak baik, aku pikir kosong.</p>
<p>Mohon maaf jika terkesan menggurui. </p>
<p>Saya dan semua orang yang membaca komentar Anda, pasti menafsirkan maksud Anda. tidak mungkin jika tidak ditafsirkan. ok?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: oot</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/07/04/jalaludin-rahmat-dan-al-qurtubi/#comment-9432</link>
		<dc:creator>oot</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 16:10:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=232#comment-9432</guid>
		<description>@ressay
sy mengajak kita semua mnjdi manusia super tanpa sypun anda bisa,krn sy hny penyeru saja..asal jujur berawal dr hati bersih,mumpung bulan baik,pikirkan yg baik2 saja,sibukan dg ibadah,ga usaha sibuk menafsirkan macam2 mksd saya,apalagi sampai su&#039;udzon.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ressay<br />
sy mengajak kita semua mnjdi manusia super tanpa sypun anda bisa,krn sy hny penyeru saja..asal jujur berawal dr hati bersih,mumpung bulan baik,pikirkan yg baik2 saja,sibukan dg ibadah,ga usaha sibuk menafsirkan macam2 mksd saya,apalagi sampai su&#8217;udzon.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ressay</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/07/04/jalaludin-rahmat-dan-al-qurtubi/#comment-9431</link>
		<dc:creator>ressay</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 16:10:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=232#comment-9431</guid>
		<description>Terima kasih atas nasehatnya mas. walaupun nasehatnya Anda tujukan kepada SP, tetpai aku pikir juga itu berlaku untuk umum.

Tidak ada salahnya perbedaan itu kita ungkap. Bukankah perbedaan itu wajar? justru dari sini, dituntut sebuah sikap yang dewasa dalam menyikapi hal2 yang berbeda.

Aku pikir, sepanjang yang aku ketahui, mas SP bukanlah orang yang merasa dirinya paling benar sendiri. Beliau terbuka dengan kritik. Silakan Anda dan kita semua kritisi tulisan-tulisannya. Jika ada yang salah (menurut kita), utarakan saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih atas nasehatnya mas. walaupun nasehatnya Anda tujukan kepada SP, tetpai aku pikir juga itu berlaku untuk umum.</p>
<p>Tidak ada salahnya perbedaan itu kita ungkap. Bukankah perbedaan itu wajar? justru dari sini, dituntut sebuah sikap yang dewasa dalam menyikapi hal2 yang berbeda.</p>
<p>Aku pikir, sepanjang yang aku ketahui, mas SP bukanlah orang yang merasa dirinya paling benar sendiri. Beliau terbuka dengan kritik. Silakan Anda dan kita semua kritisi tulisan-tulisannya. Jika ada yang salah (menurut kita), utarakan saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: oot</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/07/04/jalaludin-rahmat-dan-al-qurtubi/#comment-9430</link>
		<dc:creator>oot</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 15:53:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=232#comment-9430</guid>
		<description>mas SP,sbnrny bagus blognya,tp sangat amat rawan timbul perpecahan umat..lbh bnyk mudharatnya dbanding manfaat.krn akan mengundang mrk2 yg mmg dasarny sdh tidak suka dgn Anda(syiah,ahlul bait?)..maap loh,maap sekali lg..

memang mgkn anda akan bilang bhw &quot;show must go on&quot; krn fitrahnya mmg bgtu,ada aksi,ada reaksi(atau kerenny EGP)..klo anda brkata bgtu,mk jwbn sy mgkn sebaiknya akan lebih bijak kita sama2 &quot;mengusung persamaan&quot; ketimbang perbedaan..misalny dg dakwahkan islam kpd mereka yg blm islam(ini lahan potensial loh,msh bnyk yg blm digarap) atau kembangkan teknologi yg islami,ekonomi syariah,dll yg bersifat sains.

Disini perjuangannya/medan jihadnya: saling menjaga perasaan masing2 utk tidak mencoba melintas &#039;batas/wilayah&#039; sensitifitas beragama golongan/mazhab lain..kembangkan toleransi.
kpd umat beragama lain saja kita bisa menerapkan toleransi, kenapa tidak thdp intern kita??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas SP,sbnrny bagus blognya,tp sangat amat rawan timbul perpecahan umat..lbh bnyk mudharatnya dbanding manfaat.krn akan mengundang mrk2 yg mmg dasarny sdh tidak suka dgn Anda(syiah,ahlul bait?)..maap loh,maap sekali lg..</p>
<p>memang mgkn anda akan bilang bhw &#8220;show must go on&#8221; krn fitrahnya mmg bgtu,ada aksi,ada reaksi(atau kerenny EGP)..klo anda brkata bgtu,mk jwbn sy mgkn sebaiknya akan lebih bijak kita sama2 &#8220;mengusung persamaan&#8221; ketimbang perbedaan..misalny dg dakwahkan islam kpd mereka yg blm islam(ini lahan potensial loh,msh bnyk yg blm digarap) atau kembangkan teknologi yg islami,ekonomi syariah,dll yg bersifat sains.</p>
<p>Disini perjuangannya/medan jihadnya: saling menjaga perasaan masing2 utk tidak mencoba melintas &#8216;batas/wilayah&#8217; sensitifitas beragama golongan/mazhab lain..kembangkan toleransi.<br />
kpd umat beragama lain saja kita bisa menerapkan toleransi, kenapa tidak thdp intern kita??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ressay</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/07/04/jalaludin-rahmat-dan-al-qurtubi/#comment-9429</link>
		<dc:creator>ressay</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 15:26:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=232#comment-9429</guid>
		<description>@oot
insya Allah kita apresiasi usaha untuk menasehati. 

Saran saya, berhentilah untuk menjadi orang yang super diantara orang lain. komentar2 Anda selama ini menunjukkan itu. itu jika Anda menginginkan orang lain berusaha memahami ajakan Anda.

&quot;Bersihkan hatimu...&quot; mengapa tidak juga hati Anda yang dibersihkan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@oot<br />
insya Allah kita apresiasi usaha untuk menasehati. </p>
<p>Saran saya, berhentilah untuk menjadi orang yang super diantara orang lain. komentar2 Anda selama ini menunjukkan itu. itu jika Anda menginginkan orang lain berusaha memahami ajakan Anda.</p>
<p>&#8220;Bersihkan hatimu&#8230;&#8221; mengapa tidak juga hati Anda yang dibersihkan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
