Jalaludin Rahmat dan Al Qurtubi

Muqaddimah

Keduanya adalah Manusia yang menjadi guru saya kendati saya tidak mengenal mereka dan merekapun tidak mengenal saya. Hanya saja Guru dalam pandangan saya bukan berarti saya harus sepaham dan sependapat, tidak, tidak gak mesti harus begitu. Siapapun Ia, jika saya mendapat sesuatu darinya maka Ia adalah guru saya. Dan jika saya tidak sependapat atau saya berpandangan mereka keliru maka saya juga tidak punya kewajiban untuk tetap sependapat.

Adalah lucu sekali ketika saya melihat banyak orang yang dipermainkan syubhat-syubhat dalam pikirannya. Mereka tidak pernah tertarik dengan hikmah yang dimiliki orang lain. Banyak orang dipermainkan syubhat Pengkategorian Manusia. Sehingga Manusia dalam penilaian mereka terkotak-kotak dan memiliki Label sendiri. Labelisasi ini terkadang menggelikan. Label halal, haram, sesat, kafir, bid’ah mudah sekali disematkan kepada Seseorang hanya karena seseorang itu baru mengutarakan Pandangannya.

  • Ketika saya bicara soal Ahlul Bait maka sebagian orang memandang sinis sambil bergumam “Syiah lagi, syiah lagi”
  • Ketika saya bicara soal Nashr Hamid Abu Zaid, maka sebagian orang mulai meragukan keislaman saya
  • Ketika saya bicara panjang lebar soal validitas Al Quran, seseorang berkata “jangan berpikir yang tidak-tidak bisa jadi kafir tanpa sadar “
  • Ketika saya bicara soal Biologi Molekuler, maka banyak orang disekitar saya terheran-heran sambil berkata “wah Pinter banget”.
  • Dan ini ketika saya bicara Jalaludin Rahmat, maka mulai peluru-peluru Syiah dihantamkan kepada saya. Lucunya ketika saya bicara soal Tafsir Ibnu Katsir, Al Qurtubi, Tafsir As Sa’di, Tafsir Ath Thabari, saya nggak pernah tuh dibilang Sunni.
  • Tapi saya pernah bicara soal Syaikh Al Albani, Syaikh Bin Baz, Syaikh Muqbil dan tidak disangka ada juga yang bilang saya Salafy. :mrgreen:

Saya tidak begitu, saya ini orang merdeka dan tidak terkategori. Saya bisa membela apa dan siapa saja sama halnya saya juga bisa mengkritik apa dan siapa saja. Perhatikan baik-baik pembelaan yang benar itu melihat apa yang seharusnya dibela bukan melihat dari golongan mana yang harus dibela itu. Ada seseorang yang berdiskusi dengan saya dan Ia merendahkan Syaikh Al Albani maka saya bela Syaikh Al Albani dan saya kritik semua pandangannya yang merendahkan beliau, dan sekali lagi saya bukan Salafy. Ketika saya berdiskusi dengan teman yang Salafy soal Syaikh As Saqqaf yang mengkritik Syaikh Al Albani, Ia dengan penuh emosi menghina As Saqqaf dan tentu saja saya tidak tinggal diam. Saya muntahkan semua kedustaannya terhadap Syaikh As Saqqaf. Lucunya saya mendapat cap Penganut bid’ah.

Begitulah sebentuk keputusasaan saya kepada kebanyakan manusia yang pernah saya ajak diskusi. Di mata mereka sebuah pembelaan berarti Anda berada di barisan atau golongan yang sama dengan yang anda bela. Oh sungguh begitu naifnya manusia. Apakah mereka tidak pernah menghargai apa itu Kebenaran. Sehingga di mata mereka Kebenaran telah diperbudak oleh Labelisasi yang menjijikkan.

.

.

Akhlak Kang Jalal

Itu tema kita kali ini. Di antara anda mungkin pernah membaca tulisan dengan judul itu. Kalau belum silakan search di google atau bisa dilihat dari situs hakekat.com milik saudara seiman Sang Mr Shiaa. Mungkin itu bukan tulisan beliau dan entah itu tulisan siapa. Yang jelas saya cuma mau menanggapi dengan cara yang Lurus. Tulisan di situs itu akan saya kutip

Dahulukan Akhlak di atas Fikih! itu kata Kang Jalal dalam bukunya, tetapi apakah Kang Jalal sudah melakukannya sebelum mengajak orang lain?

Saya pernah baca Buku Dahulukan Akhlak di atas Fiqh, menarik walaupun saya tidakmenemukan banyak hal baru disana. Tapi saya suka buku itu, kang Jalal memang pintar sekali membawakan sesuatu. Saya kurang tahu apa kang Jalal sudah melakukannya atau belum, setidaknya itu tidak menjadi masalah bagi saya. Mau bagaimana kang Jalal itu tidak akan merubah pesan yang beliau sampaikan dalam bukunya itu. :)

Beberapa waktu yang lalu masyarakat berpeluang menyaksikan dialog Nasional Sunni Syi’ah di layar TV. Menurut informasi yang beredar, penganut sunni yang akan berdialog adalah Fauzan Anshari, sementara penganut syi’ah yang akan memaparkan dalil-dalil syar’i kebenaran mazhab syi’ah adalah Jalaluddin Rahmat. Semua menunggu hari dialog dengan penuh penantian.

Ah ya saya ingat saya juga menyaksikan peristiwa ini dari tempat tidur saya :)

Lagi-lagi dari informasi yang beredar, Fauzan berniat mengajak kang Jalal untuk bermubahalah, memohon azab Allah yang disegerakan untuk mengetahui mana yang benar, antara mazhab Fauzan dan mazhab kang Jalal. Tapi ternyata masyarakat belum dapat menyaksikan langsung bukti kebenaran masing-masing mazhab, karena jika terjadi mubahalah, selang beberapa waktu akan terjadi sebuah peristiwa buruk, atau siksa, atau kematian dengan kecelakaan pada pihak yang mazhabnya salah, akhirnya masyarakat akan mengerti dengan jelas. Seperti dikutip oleh majalah Sabili, karena merasa ditipu dan dipermainkan, Fauzan membatalkan keikutsertaannya dalam dialog, lalu panitia menghubungi Nabhan Husein yang akhirnyamenggantikan Fauzan.

Sayang sekali Bermubahalah sesama Muslim belum pernah saya lihat ada tuntunannya dalam Islam. Sejauh yang saya tahu Rasulullah SAW bermubahalah dengan kaum Nasrani Najran. Jadi saya tidak tahu pikiran dari mana yang mau mengajak bermubahalah itu. :(

Pada awal sesi Kang Jalal (biasanya Jalaludin dipanggil dengan panggilan ini) membacakan riwayat dari kitab tafsir Qurtubi tentang sebab turunnya surat Al Ma’arij.

Jalaludin Rahmat memang membawakan asbabun nuzul surat al Ma’arij yang ia kutip dari Tafsir Al Qurtubi. Saudara penulis itu kemudian berkomentar

Kang Jalal menukil dari tafsir Qurtubi yang merupakan salah satu literatur induk tafsir ahlussunnah wal jamaah, bukannya dari kitab syi’ah. Pemirsa pasti akan menganggap bahwa nukilan itu adalah pendapat ahlussunah, karena berasal dari salah satu kitab literatur tafsir ahlussunnah.

Memang begitulah wahai saudara penulis, kebanyakan pemirsa memang adalah kumpulan orang sederhana. Mereka mungkin tidak memusingkan soal sanad dan validitas riwayat tersebut. Tetapi tidak menutup kemungkinan terdapat juga pemirsa yang kritis dan tidak begitu saja menelan mentah semua apa yang ia dengar. Selain itu inti yang sama juga saya tujukan buat anda wahai sang pemilik situs hakekat.com. Bukankah anda banyak sekali mengutip riwayat dari kitab Syiah dan kita-kita ini sebagai pemirsa biasa bisa saja menganggap bahwa kutipan itu adalah pendapat Syiah karena berasal dari Kitab Syiah. Begitukah, jadi tidak ada masalah bukan. :mrgreen:

Setelah dilihat kembali dalam tafsir Qurtubi, ternyata kang Jalal sengaja membaca kutipan yang memperkuat pendapatnya dan tidak membaca keterangan dari tafsir Qurtubi sebelum dan sesudah riwayat yang dibaca itu, alias dia tidak menerapkan nasehat yang biasanya diucapkan oleh seorang syi’ah pada setiap sunni yang ingin menghujat syi’ah dengan nukilan dari literatur syi’ah sendiri. Yaitu memotong nukilan yang sesuai dengan tujuan dan kepentingannya dan menyembunyikan nukilan yang tidak sesuai dengan kepentingan.

Reaksi saya ketika mendengar riwayat tersebut dikemukakan oleh Jalaludin Rahmat hanyalah sebuah pertanyaan Shahihkah riwayat tersebut?. Tidak ada saya berpikir soal Beliau menyembunyikan nukilan. Karena dalam posisinya sebagai wakil dari pihak Syiah adalah hak Beliau sepenuhnya untuk menyampaikan riwayat yang ia anggap menjadi hujjah baginya. Dan bukankah tugas sang wakil dari pihak Sunni yang seharusnya membahas lebih lanjut masalah validitas riwayat yang Kang Jalal sampaikan. So buat Mas penulis apakah anda mendengar tentang pembahasan tafsir Qurtubi yang anda tulis itu dari wakil Sunni dalam dialog di layar TV itu? :roll:

Pada setiap awal tafsir surat, biasanya Qurtubi menjelaskan status surat, apakah surat itu makiyah atau madaniyah. Di awal tafsir surat ma’arij, imam Qurtubi menerangkan bahwa surat Al Ma’arij adalah makkiyyah, dan tidak ada perbedaan pendapat dalam hal ini. Suurotul ma’aarij, makkiyyatun bittifaq. Saya kira kang jalal yang bisa membaca riwayat di tafsir Qurtubi dengan baik dan menterjemahkan dengan bahasa yang “menggerakkan” pasti memahami arti perkataan Qurtubi mengenai waktu turunnya surat ini.

Dalam hal ini saya sependapat dengan Al Qurtubi bahwa surat tersebut adalah surat Makkiyah. Dan saya kira Kang Jalal membaca itu tapi mungkin Kang Jalal punya pertimbangan tertentu yaitu Jika sebuah surat dinyatakan sebagai Makkiyah maka ada dua kemungkinan

  • Semua ayat dalam surat tersebut adalah Makkiyah, atau bisa juga
  • Sebagian besar ayat dalam surat tersebut adalah Makkiyah dan sebagian kecil bisa juga Madaniyah.

Dengan Riwayat yang dibawakan Kang Jalal itu maka Beliau justru mempertimbangkan kemungkinan yang kedua. Itu dasar pikiran beliau yang bisa saya perkirakan.

Jika memang kesepakatan ulama adalah surat Al Ma’arij turun di mekkah, lalu mengapa Qurtubi sendiri menukil riwayat yang dibacakan oleh kang Jalal? Qurtubi menukilkan riwayat itu untuk sekedar pengetahuan pembaca bahwa ada riwayat yang mengatakan demikian, tapi riwayat ini tidak digubris oleh Qurtubi karena lemah sehingga tidak mempengaruhi kesepakatan ulama yang menerangkan bahwa surat Al Ma’arij turun di Makkah.

Tidak mempermasalahkan Al Qurtubi tetapi anda mempermasalahkan Jalaludin Rahmat. Apakah anda membaca dalam tafsir Qurtubi bahwa Qurtubi mendhaifkan riwayat tersebut?. Riwayat tersebut justru digubris oleh Al Qurtubi dan oleh karena itu beliau memasukkannya dalam Kitab Tafsir Beliau. Dengan cara yang buruk bisa saja orang beranggapan Al Qurtubi sengaja menukilkan riwayat lemah. Jalaludin Rahmat dan Al Qurtubi sama-sama membawakan riwayat tersebut bedanya Al Qurtubi membawakan riwayat lain yang justru tidak diungkapkan oleh Jalaludin Rahmat.

Dari awal tafsir surat ini amatlah jelas lemahnya pendapat kang Jalal, yang sengaja melewatkan kalimat ini karena jika dibaca akan mementahkan apa yang ingin disampaikan pada pemirsa..

Tentu saja dalam persepsi saya Kang Jalal tidak punya kewajiban untuk menyampaikan kalimat tersebut. Itu adalah kewajiban wakil dari pihak Sunni. Seandainya masalah kalimat Kesepakatan Mufasir Sunni bahwa surat Al Maarij adalah Makkiyah itu dibahas apakah dengan begitu pasti apa yang disampaikan Kang Jala itu mentah. Tidak juga kok, lihat saja

Seandainya dikatakan bahwa Surat tersebut Makkiyah dan riwayat yang dibawakan Kang Jalal adalah Madaniyah maka ada dua alternatif

  • Kemungkinan kedua seperti yang saya bilang di atas, mungkin saja semua ayat dalam surat Al Ma’arij adalah Makkiyah kecuali ayat dalam riwayat yang dibawakan Kang Jalal. Dengan kemungkinan ini tetap saja surat Al Ma’arij disebut Makkiyah. Lihat pengertian Makkiyah
  • Bisa saja ayat yang dimaksud memang turun dua kali, yang pertama turun untuk seperti yang anda nyatakan yaitu sebelum hijrah. Qurtubi menerangkan bahwa orang yang dimaksud adalah Nadhr bin Harits dan Bukhari mengatakan bahwa orang tersebut adalah Abu Jahal. Jika ayat ini bisa turun untuk Nadhr bin Harits dan kemudian untuk Abu jahal maka tidak menutup kemungkinan bahwa ayat ini turun lagi setelah haji wada untuk Harits bin Nu’man al Fihri seperti yang dijelaskan dalam riwayat yang dibawakan Kang Jalal.

Kemudian yang menarik adalah pernyataan berikut

Di sisi lain ada kejanggalan fatal dalam riwayat ini. Riwayat peristiwa ghadir khum tercantum dalam kitab-kitab hadits ahlussunnah, di antaranya adalah shahih muslim, Turmuzi, Nasa’i, Ahmad dan Thabrani. Seluruh riwayat itu mengatakan bahwa Nabi mensabdakan sabdanya di atas saat rombongan haji Rasulullah singgah di Ghadir Khum sepulang dari haji wada’. Tapi riwayat yang dibaca oleh kang Jalal di tafsir Qurtubi menerangkan bahwa Nabi ditanya oleh Harits bin Nu’man Al Fihri di Mekah, yaitu di Abtah.

Dari sini bisa saja dipikirkan kemungkinan bahwa Rasulullah SAW pernah singgah kembali ke Mekkah setelah peristiwa Ghadir Kum. Jika ditanya apa buktinya, maka Riwayat Al Qurtubi tentang Harits bin Nu’man itu menjadi bukti yang nyata (seandainya riwayat tersebut shahih). Jadi intinya terletak pada seperti reaksi awal saya Shahihkah riwayat Al Qurtubi yang dibawakan kang Jalal? Jika shahih maka semua penjelasan saya tentang ayat tersebut turun dua kali menjadi mungkin. Dan tidak perlu sang penulis berkata

Sementara itu kita ketahui bersama bahwa setelah haji wada’, Nabi tidak pernah pergi lagi ke Mekah hingga beliau wafat sekitar tiga bulan setelah haji wada’. Jadi peristiwa dalam riwayat yang dibaca oleh kang Jalal adalah fiktif.

Berdasarkan riwayat Al Qurtubi maka Nabi SAW pernah pergi lagi ke Mekkah setelah haji wada, sayangnya kemungkinan ini hanya kalau hadis tersebut shahih. Ah iya ya ternyata Al Qurtubi ahli tafsir ternama itu juga bisa membawakan riwayat fiktif :mrgreen:

Sejauh ini bisa kita lihat diskusi itu berkaitan dengan literatur dan sudut pandang seseorang. Kang Jalal memahami riwayat tersebut dari sudut pandang yang ia wakili yaitu Syiah oleh karena itu ia hanya membawakan riwayat Al Qurtubi. Kang jalal tidak perlu bersusah-susah membawakan keterangan seperti yang disampaikan oleh Sang penulis karena itu adalah kewajiban Wakil dari Sunni. Dan bagi kita sang pemirsa hendaknya bersikap kritis baik terhadap Wakil Syiah atau wakil Sunni. ;)

.

.

Kekecewaan Saya

Saya pribadi kecewa dengan kedua belah pihak baik Wakil Syiah maupun wakil Sunni. Kepada Kang Jalal saya kecewa karena beliau tidak menjelaskan shahih tidaknya riwayat Al Qurtubi yang ia bawa. Kekecewaan ini juga saya tujukan buat wakil Sunni dan Sang penulis yang ternyata tidak membuktikan sanad riwayat tersebut apakah shahih atau dhaif. Pembahasan yang dilakukan penulis hanyalah dari sudut pandang matan hadis yaitu

  • Matan riwayat Al Qurtubi menurutnya bertentangan dengan keterangan bahwa Al Ma’arij adalah surat Makkiyah
  • Matan riwayat Al Qurtubi bertentangan dengan hadis lain seperti hadis yang menjelaskan asbabun nuzul ayat tersebut untuk Nadhr bin Harits atau abu jahal.
  • Matan riwayat Al Qurtubi bertentangan dengan hadis Ghadir Kum

Semua sudut pandang ini dijadikan dasar sang penulis dalam menolak riwayat Al Qurtubi yang dibawakan Kang Jalal. Dan sudah saya tunjukkan bahwa seandainya riwayat Al Qurtubi benar-benar shahih maka semua yang dinyatkan sang penulis itu tidak bisa dijadikan dasar penolakan. Karena semuanya masih bisa dinyatakan klop. Sekali lagi hal ini hanya jika sanad Riwayat Al Qurtubi yang dibawakan Kang Jalal itu adalah shahih.

Semua ini tidak sedikitpun berkaitan dengan puji atau tidak terpujinya akhlak seseorang seperti yang dipaparkan di bagian akhir penulis

Saya yakin pembaca sepakat dengan saya bahwa perbuatan yang dilakukan kang Jalal saat dialog bukanlah akhlaq terpuji. Ironis memang.

Saya kira pembaca yang kritis akan tidak sepakat dengan anda wahai penulis. Kang Jalal bertindak sesuai dengan sudut pandang Beliau sebagai wakil Syiah. Semua keterangan anda soal Makkiyah dan sebagainya itu seharusnya disampaikan oleh wakil dari Sunni bukan tugas Kang Jalal. Bukankah itu yang namanya diskusi. Lagipula bukankah sang penulis situs hakekat.com itu selalu berulangkali menukil riwayat Syiah tanpa menyertakan apa pandangan Ulama Syiah tentang riwayat tersebut. Apakah akhlaknya juga bukan akhlak terpuji. :mrgreen:

Kekecewaan juga saya sampaikan kepada wakil Sunni saat pembahasan Hadis Kisa’ yang dibawakan Kang Jalal. Bahwa Hadis tersebut menerangkan Ahlul bait dalam surat Al Ahzab 33 bukanlah istri-istri Nabi. Sayangnya hadis ini tidak dibahas lebih lanjut oleh wakil Sunni itu. Ia justru mengulang-ngulang sudut pandangnya bahwa Surat Al Ahzab ayat 33 ditujukan untuk istri-istri Nabi berdasarkan urutan ayat tanpa menghiraukan hadis Kisa’ yang dibawakan Kang Jalal. :(

Kepada Sang penulis, anda dalam artikel versi PDF pernah membuat catatan kaki

Salah satu riwayat hadits yang sering dibawa oleh kaum syi’ah adalah hadits tsaqalain, yaitu hadits yang berisi wasiat Nabi pada ummat Islam agar mengikuti 2 pusaka, yaitu al qur’an dan ahlul bait. Hadits ini diriwayatkan oleh banyak kitab ahlussunnah, tapi kita tidak tahu apakah ada kitab syi’ah yang meriwayatkan hadits ini. Sayang seluruh riwayat hadits itu yang terdapat dalam kitab ahlussunnah adalah lemah, kecuali riwayat Muslim, yang sebenarnya tidak ada perintah untukmengikuti ahlulbait, isi hadits ini hanyalah perintah untuk menjaga hak-hak ahlul bait. Apakah tercantumnya riwayat hadits dalam banyak kitab ahlussunah menjadi ukuran validitas sebuahhadits ? Semoga Allah memudahkan saya untuk membahas tuntas hadits tsaqalain. Amin…

Lucu sekali, bagaimana mungkin hadis Tsaqalain yang shahih dapat anda nyatakan lemah. :twisted: Cukup bagi anda bahwa hadis yang anda nyatakan lemah itu telah dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam kitab Beliau Silsilah Al Hadits Al Shahihah. Sungguh saya pribadi kecewa dengan anda wahai Tuan Penulis :(

Bahwa Rasulullah SAW bersabda “Wahai manusia sesungguhnya Aku meninggalkan untuk kalian apa yang jika kalian berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat ,Kitab Allah dan Itrati Ahlul BaitKu”.(Hadis riwayat Tirmidzi,Ahmad,Thabrani,Thahawi dan dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albany dalam kitabnya Silsilah Al Hadits Al Shahihah no 1761).

Salam Damai

About these ads

73 Tanggapan

  1. KEBENARAN itu SAKIT, sulit utk diterima dan mungkin ditolak apabila bertentangan dgn prunsip. Kebenaran itu sakit tapi dengan kebenaran menyelamatkan kita didunia dan akhirat. Mengapa ada yg menolak kebenaran.
    PERTAMA krn dia telah meyakinan kebohongan pertama sebagai kebenaran. Krn apabila ia mengakui kebenaran yg disampaikan pdnya dan diakui akan merusak segala agidahnya. Itu berarti semua konsep dan agidah suni mengalami perobahan fatal.
    KEDUA. Tidak jujur dan egoist tdk mau mengakui pendapat yg lain.
    KETIGA. Sifat HASUT dan IRI, mereka tau itu benar, tetapi krn dengki mereka merobah yg HAQ menjadi BATHIL dan BATHIL menjadi HAQ. Mereka menghalalkan segala cara utk mencapai tujuan perhatikan ayat dibawah ini QS 2 :90 :
    Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya[71] kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan[72]. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.

    Jadi klu kita mau selamat dlm pergaulan menurut saya, dlm menghapi lawan bicara kita hrs tau bgm bersikap. Apakah menjadi KSATRIA tanpa TOPENG atau KSATRIA BERTOPENG atau menjadi BOUNGLON.
    Mengenai debat Kang Jalal dan Nabhan Husen saya
    kecewa sekali. Krn saya menganggap suatu Rekayasa dari ANTV. Tdk mempunyai dampak positif dari hasil debat tsb.
    Utk aklhlak Kang Jalal dlm diskusi ini saya akui. Dan sependapat dgn mas SP. Damai damai .Wasalam

  2. Diskusi Sunnah-Syi’ah di TV kurang dr 2 jam, disela iklan dan plus ada keinginan ANTV utk dpt untung/bisnis wahhh..susah utk diharapkan memuaskan. Kang Jalal yg biasanya lugaspun disitu terasa kurang fokus/tajam.
    Saya punya mimpi ada TV yg khusus mmg menyajikan tayangan2 diskusi, debat dll. Yg tdk hanya proyek 1 – 2 jam, tp berjilid2 sebgm buku..pasti akan menarik. Kalau ada TV khusus berita, khusus film, khusus lagu2, khusus fashion, khusus animal, khusus kartun..knp tdk ada khusus diskusi dan debat yaaa.. :mrgreen:

  3. @truthseeker
    kita doakan mas, amin ya Allah

  4. Kapan tuh disiarkan? :( saya kok gak tahu ya? ada rerun-nya gak ya?
    anyway, acara-acara begini mestinya disiarkan pada prime time. Mengajak pemirsa menjadi cerdas, kritis, dan (semoga saja) mencerahkan

  5. @hildaalexander
    ad setaonan kaleeee, da lama dooong

  6. @hildaalexander
    biasanya anda bisa dapetin info ICC-jakarta atw ICAS kalau ad acara seperti itu, hail

  7. Menarik. Bagus juga kamu menulis ini. Informatif. Saya sudah jarang melihat perdebatan sunny-syia’ah secara life.

  8. mungkin saya salah satu muslim yang nggak peduli dengan
    tokoh2 muslim tersebut.
    baik pemikirannya ataupun hal yang berhubungan dengan
    aliran2 keislaman yang menurut saya cendrung justru
    lebih banyak menimbulkan perbedaan dan pandangan ummat.

    blog yang ok…

  9. Hooooooo,, yang waktu itu tho,, :D

    Ma juga udah baca tuh bukunya juga,, *berhubung penerbitnya tetangga Ma waktu SMA* :P

    dan Ma baru inget, Ma pernah baca tulisan yang anti pak Jalal itu,, :D

    anw, personal assessment seorang pak Jalal dari Ma nih sebagai muridnya di SMA, jangan komplen, sekedar komen pribadi,, :P

    Pak Jalal itu manusia biasa *Ma harus sering2 nginget itu* dengan kemampuan komunikasi dan retorik yang bagus banget, kepala sekolah yang cukup keren, walaupun kadang2 agak galak,, :P

    Masalah dia menerapkan dalam mengutamakan akhlaknya, menurut Ma beliau itu termasuk orang yang beradab kok, sama berbagai jenis orang dari berbagai jenis background,,

    Hohohoho,, Malah ngebahas orangnya nih Ma,, :P

  10. @adi isa

    Jangan phobia dengan perbedaan mas. Selama manusia yg ada yg seperti kita2 ini mk perbedaan adalah suatu keniscayaan. Dr urusan sepele sampai yg paling penting selalu muncul perbedaan. Karena adanya perbedaa makanya perlu akal (analisa) utk mencari kebenaran.
    Saya jd curious apakah lingkungan sekitar mas adi tdk mengenal perbedaan?. Science yg exact saja banyak perbedaan mas, ada pendukung dan penentangnya apalagi urusan hidup.. :mrgreen:

  11. Saya juga termasuk orang yang suka belajar dari siapa saja. Bagi saya, kebenaran secara umum dari siapa saja adalah sunnatullah. Jadi kotak-kotak ras, agama, dll. tidak menghalangi saya untuk mendapat hikmah kebijaksanaan dari siapa saja, bahkan dari apa saja. Waktu melihat kucing peliharaan saya membiarkan kucing liar yang datang kepadanya untuk makan bersamanya tanpa mengusir dan mencakarnya, maka saya gampang tersentuh melihat golongan minoritas yang sengaja dianiaya oleh yang merasa berkuasa dan dapat berbuat apa saja. Tentang kedua orang di atas, “keduanya adalah Manusia yang menjadi guru saya kendati saya tidak mengenal mereka dan merekapun tidak mengenal saya. Hanya saja Guru dalam pandangan saya bukan berarti saya harus sepaham dan sependapat, tidak, tidak gak mesti harus begitu. Siapapun Ia, jika saya mendapat sesuatu darinya maka Ia adalah guru saya. Dan jika saya tidak sependapat atau saya berpandangan mereka keliru maka saya juga tidak punya kewajiban untuk tetap sependapat.”

  12. Hampir semua orang sdh tahu bahwa masalah beda pendapat antar sunni dan syiah yg paling pokok adalah masalah Imamah / kepemimpinan umat setelah wafatnya Rasulullah saw, nah sekarang pertanyaan adalah sbb, mohon pembaca jawab sendiri dengan jujur gunakan pendekatan kecerdesan emosional anda dan logika anda masing2 :

    1. Pertanyaan yg berhubungan mazhab sunni :
    Apakah ada hadits yg kuat atau yg lemah dari perawi hadits dari kalangan sunni yang berhubungan penunjukan oleh Rasulullah kepada tiga kalifah pertama (Abu Bakar+Umar+Usman) ??, jika jawab nya tidak ada hadits nya maka selanjutnya pertanyaan nya adalah apakah memang ada hadits yg melarang beliau-beliau itu agar jgn jadi kalifah ??, jika jwb nya juga tidak ada, maka apakah mazhab sunni akan berpendapat bahwa ketiga kalifah pertama itu wajar dan sah2 saja kalau jadi kalifah krn mmg tidak ada pelarangan dari Rasulullah ??, jika jwb nya “boleh saja “, maka apakah mazhab sunni yakin bahwa jawaban “boleh saja itu ” sdh benar ?? Coba pikirkan matang2.

    2. Sedang pertanyaan yg berhubungan dengan mazhab syiah tak perlu lagi, karena mazhab syiah sendiri sdh yakin bahwa Rasulullah sebelum wafat nya mmg telah menunjuk Ali bin Abu Talib untuk menjadi kalifah meneruskan perjuangan islam, dan mereka punya hadits2 nya yg berhubungan dengan imamah / kepemimpinan Ali bin Abu Alib , walaupun menurut mazhab sunni hadits itu lemah, ya walaupun lemah tapi meraka mazhab syiah punya dasar hadits2 mengenai penunjukan kalifah Ali bin Abu Talib, jadi wajar saja kalau mereka tetap tegar dan bersikukuh atas pendapatnya karena ada dasarnya, sedang mazhab sunni tdk punya sama sekali hadits yg berhubungan dgn penunjukkan oleh Rasulullah kepada (Abu Bakar+Umar+Usman) untuk menjadi kalifah,

    Nah sekarang terserah anda, mau berpihak kemana? syiah atau sunni ?? dan tak perlu ada debat terbuka antara syiah dan sunni, pokonya kita Islam bersaudara titik.

  13. Assalamualaykum wr wb
    Saya ga tau kajian riwayat itu seharusnya melihat matan atau sanad terlebih dahulu?
    Sedang kalau Qurtuby mungkin lebih mementingkan matan.
    Saya sering ngobrol2 ada perbedaan mencolok dalam sanad syiah dan ahlussunah apalagi salafy yang kadang terlalu strict dengan sanad sehingga mengecualikan pendapat2. Sedang syiah lebih melihat matan.. bener ga ya? ga tau juga…
    Mungkin penulis blog ini bisa summarize suatu saat nanti pada suatu artikel mengenai titik berat perbedaan2 cara pengambilan keputusan dalam kajian naql pada golongan2 syiah, sunni, maupun wahabi. semacam kajian sumber berpikir teologinya. asyik kayaknya tuh… secondprince keliatannya cukup bisa melihat karena tidak terpengaruh golongan.
    ya… siapa tau bisa dapet ulasan sekaliber alghazali, murtadha muthahhari, atau ibnu taymiyah. hehehe…
    afwan.. dan kabarin ke imel saya ya klu uda nulis, biar saya baca ;)
    wassalam

  14. Ada hadist yang shahih tapi kalo dirujuk ke Nash dan akal ada suatu keganjilan dan itu bisa batal demi hukum, semisal 10 sahabat dijamin kesurga, dalam ke 10 sahabat itu yang saya amati secara logika dan sash, yaitu diantaranya Zubair bin Awwam dan Thalhah, kedua-duanya mati ketika perang Siffin/Unta ? Oleh Imam Ali, sementara pada saat itu yang berkuasa adalah Imam Ali, coba timbang dengan An-Nisa 59, dan ini adalah perintah Allah berarti kalau melawan peritah Allah, berarti Kafir dan pasti matinya bukan Syahid tapi mati konyol. Sementara Ucapan Rosul selalu terbimbing oleh Wahyu, bukan semau udalnya alias ASBUN atau apa saja, jadi jelas ini Hadist Hadist Politis alias produk Penguasa Muawiyah atau Abasiyah dan telusuri pasti 100% benarnya yang meriwayatkannya pasti mantan musuh Bani Hasyim atau Bani Hasyim yang sudah mabok kekuasaan.

    Bagiku belajar melalui Ibnu Taiymiyah, pasti akan berbeda dengan apa yang diajarkan Rosul, karena mereka Ashobiyahnya ke Bani UMayyah, kalau kalian masih bersikukuh kehebatan Bani Umayyah, maka lihat saja produknya sekarang. Semuanya terjajah dan terperangkap oleh Imperialis Iblis Paman Sam dan tak bisa menghindar kecuali jadi budaknya, paling ujung-ujungnya cuma bekoar-koar tanpa bisa diimplementasikan dalam kehidupan. Kemunafikan dan kekezaman Shadam Husein dibuktikan dengan dihancurkannya via tangan si Kafir walau Syiah yang mayoritas disana, tapi yang berkuasa Notabene Sunni yang Zalim dan Qur’an sudah mewartakannya dengan jelas, bacalah Qur’an tiap hari dan cari tafsir yang memadai jangan ada kiblat kekeluarga Bani Umayyah tapi Bani Hasyim yang sebenarnya bukan yang sudah mabok kepayang dengan kekuasaan

    Shahih Buchori ” Ketika Rosul membangunkan Ahlu Bayt untuk Sholat Malam, maka Ali berceloteh ketika bangun kepada Rosul, Ya Rosul kalau saja Allah menghendaki Saya bangun (Pola Pikir Jabariyah), maka pasti saya bangun, kemudian Rosul melengos sambil menepuk pahanya, dasar manusia banyak ulahnya. Nah, hadist ini lucukan, sementara pada saat Nabi hendak Hijrah ke Madinah, meminta ke Ali untuk menggantikan beliau ditempat tidur tanpa menolak, langsung beliau tidur sambil ditutup selimut. Kalau saja yang mau membunuh Rosul itu tidak menyibak dulu selimutnya dan langsung menebaskan pedangnya, maka Imam Ali saat itu juga sudah tamat riwayatnya. Kho, bisanya diajak Sholat Malam bisa menyanggah dulu ajakan Rosul tersebut, jadi jelas walaupun ada di Shahih Buchori, maka kalau ditelusuri periwayatnya, maka yang muncul pasti mantan musuhnya Bani Hasyim

  15. :)

  16. subhanallah, semoga Allah memberi cahaya terang kepada umat orang-orang seperti anda.

    ah..(tampak bermaksud berlebih-lebihan), sudah lama sya menginkan ada pembahasan yang santun, lugas, dan bijak.

    terima kasih untuk anda.

  17. @Abu Ghifari Adiwijaya.
    Saya hanya dapat mengatakan apa yg mas jelaskan SHAHIH. Itulah Nasib agama kita. Siapa yg berkuasa dia menentukan. Walaupun itu sabda Rasul atau Firman Allah. Yerutam pada jaman Bani Umaya dan Abasyiah. Wasalam

  18. mas berpikir objektif, itu bagus.
    islam itu satu, ya kan? kalo dua atau lebih itu pasti ada apa-apanya.
    coba definisikan Islam yang satu itu! apa hakikatnya, siapa musuhnya, bagaimana misinya dan sebagainya.
    apakah Islam itu hanya Muhammad saw.? bagaimana dengan Nabi-nabi yang lain?
    pertanyaan2 inilah yang penting untuk dijawab sebelum ke konten diskusi diatas, agar objektif.
    iaristo@ymail.com

  19. Menunggu komentarnya L….
    dari dulu kok cuma jongkok saja…

  20. Mas. qurtubi dan mas adian.
    mas berdua bila membaca sejarah jangan tanggung tanggung , baca juga deh pembelotan samiri dan pengkhianatan yehuda.
    Ente berdua juga baca sejarah Abu bakar,Umar,Usman terus dibandingkan dengan yang lain contoh Salman, Abu dzar, Miqdad, siapa yang lebih mulia …?
    ente jangan asal telan cerita sejarah yang ditulis oleh orang diluar zaman ente… AQL ente bok yo dipake…siapa sih yang ngasih gelar ente MA. ?
    Iblis sudah sombong ente mau cari gelar lebih sombong dari ibliskah. ?!

  21. @ Salafiers (pecandu salafy wahaby)

    Buat anak-anak asuh Ki Buyut Bin Baz, Gus Muqbil dan Ki Ageng Usaimin dan Temen-temen yang laen.
    Aku katakan :

    Salafiyun menginginkan kehidupan zaman ini bergerak jauh ke belakang ke masa-masa 3 generasi awal yang belum kenal internet dan hakekat.com
    he…he…he…
    Menurutku mereka seperti Team expedisi yang menelusuri jejak Dino Saurus kemudian mereka berobsesi hidup bersama mereka…
    Lalu di buatlah film tersebut untuk memenuhi selera jidatnya…
    Mereka ikut menjadi aktornya sebagai Manusia Kera Berjalan Tegak semacam megantropus erectus ato homosoloensus yang hidup berdampingan dengan Dinosaurus Tirex, kadal-kadal raksasa dan Kingkong he…he…he…
    Maka puaslah mereka!!
    Sekarang mereka tetaplah Kera berjalan Tegak yang bisa internetan… He…he…he…
    Hai Salafiers…
    Bangun! Bangun! Ini bukan jamannya Kingkong ato Tirex…
    He..he..he..

  22. selama egoisme dan kesombongan masih di hati. segala informasi pun harus disesuaikan menurut selera hati. wahai salafy anda tidak punya nurani.

  23. @ Pengikut Nabi Muhammad
    wah situs itu malah yang saya bantah dengan tulisan di atas, makanya tolong dibaca dulu dengan baik

  24. @ Pengikut Nabi Muhammad : Yah, lu ngasih situs gituan, ga mutu bgt sama kayak Haulasyi’ah. Tp k’lo abuljauzza gw akui bgs. Lagipula sdh ada blog yg ngebantahnya, baca nih http://satriasyiah.wordpress.com/

  25. sibuk saling menghujat..kalian semua sama saja..anak2 yg baru lahir kemaren sore..yg suni/salafy copas,yg syiah/ahlul bait lebih2 lg..tinggal ISRAEL and AMRIK pd ketawa kegirangan..iblis berpesta.

    pertnyaanya: apakah kalian dilahirkan utk memerangi sesama??hidup disibukan dg blog yg kayak ginian(mem-provoke intern ummat), walau ktnya berdalih mencari Kebenaran?

    bukankah lebih baik fokus dg muhasabah,saling rangkul dg saudara seakidah krn kt Nabi ummat islam itu ibarat tubuh,bila ada salah satu anggotany sakit,mk anggota tubuh lainny akan merasakan yg sma. jg Nabi berkata dihadits lainny bhw umat islam thd sdrny berlaku lemah lembut,dan keras thd kafir..dimana ISLAM itu rahmatan lil alamin bg kalian?..

    so,please STOP saling mencari kesalahan dikalangan intern umat,itu hanya akan melahirkan kejumawaan merasa paling benar..

    silakan dakwahkan ISLAM kpd org musryikin.kafirin.itu lbh baik.itu yg nyata2 Nabi contohkan.

    Jgn bikin blog utk mendakwahkan mazhab/golongan.Nabi ga mencontohkan itu.

    Ayo,mulai skrg,berani ga mengubah orientasi blog ini(sbg pelopor,mdh2n nti diikuti blog2 lain) menjd corong Islam utk mrk yg msh dlm kegelapn (ingat,penduduk dunia yg kafir msh mayoritas 3/4nya)..tidakah tergerak?? Ayo buktikan klo blog ini memang cinta Rasul,cinta ISLAM,cinta Ahlulbait..jgn cuma cinta doang tanpa pengorbanan..cinta tnp pengorbanan bullshit. Dan cintany Rasul dan keluarganya thd agama ini adalah dg menyebarkan agama ini kpd org kafir,BUKAN berantem dgn sesama musim!

  26. @oot
    terus kerja anda disini ngapain, sama aja kan anda juga bisanya menghujat dan ngomong doang. Pernah komen hal yang sama ke blog-blog salafy wahabi and nashibi?, bilanglah pada mereka agar jangan mudah menyatakan sesat sama sesama Muslim, bilangnya mencontoh salaf uuuups jangan-jangan memang salaf dulu juga berantem sesama Muslim :mrgreen:
    terimakasih buat sarannya :)

  27. @secondprince..sy ‘penonton’..yg pd akhirny jd tergelitik mw nimbrung..sy sedih,prihatin..(tp iblis cs, zionis,USA pd girang tuh lihat umat islam brantem sndiri)..dr dulu smpe skrg blog ini rame dg diskusi yg ga jelas..fatal bilang MUNAFIK,LAKNAT,KAFIR,dll yg sgt menohok rasa kemanusiaan yg terdalam..bisa ga ungkapan2 itu hanya dan hanya ditujukan kpd iblis,firaun,abulahab,ariel sharon,bush saja??? JANGANLAH kpd intern umat islam sndri yg nota bene bersodara,satu keluarga.

    Kapan kita punya satu pemikiran utk sama2 saling rangkul? kapan kita pny spaceship,nuklir,nobel klo blog cuma jd ajang mencari perbedaan di ISLAM?? ga takut sm murka Allah klo Allah ga ridho,bgm? jangan2 bukan ini yg dimauiNya??? jadi SIA-SIA dong semua yg diusahakan…alih2 dpt pahala,malah menuai dosa..jgn ya,SP.

  28. oya..seharusny Anda bahagia menjadi pilihan sy pertama kali utk diingatkan. Bukankah itu tanda kasih sayang sesama muslim?

    adapun menurut Anda mereka(suni,salafy) menghina apa yg menjadi keyakinan Anda, lantas anda ikut2an mreka,gitu? jdnya saling menghina dong,lantas sama aja dong kualitas kalian.seharusny Anda lbh baik.katanya cinta Rasul,air tuba dibalas air susu dong..

    nah,mulailah skrg,mulailah berubah.berubah dr diri sendiri,merubah blog anda sendiri.ubahlah orientasinya.
    blog laen? ga sah dipikiriin…be the first!

  29. Sesuai nick namenya oot habis

  30. @OOT

    dr dulu smpe skrg blog ini rame dg diskusi yg ga jelas..fatal bilang MUNAFIK,LAKNAT,KAFIR,dll yg sgt menohok rasa kemanusiaan yg terdalam..

    Kalau memang ada kata-kata seperti itu, Insya Allah itu bukan berasal dari kami, kami pengurus blog ini sebisa mungkin bersikap sopan dengan siapapun yang datang kemari.

    adapun menurut Anda mereka(suni,salafy) menghina apa yg menjadi keyakinan Anda, lantas anda ikut2an mreka,gitu? jdnya saling menghina dong,lantas sama aja dong kualitas kalian.

    Lho Mas saya gak pernah kok menghina mereka, adapun kata-kata buruk yang anda lihat disini justru malah ada yang berasal dari mereka yang mengaku suni salafy. Contohnya nih lihat saja komentar seseorang disini yang memakai nama Muhibbin dan As Sunnah, mereka malah mensesat-sesatkan saya seenaknya :mrgreen:

    nah,mulailah skrg,mulailah berubah.berubah dr diri sendiri,merubah blog anda sendiri.ubahlah orientasinya

    Insya Allah blog saya akan selalu santun dengan siapa saja, masalahnya ada aja orang yang nggak suka malah menghina-hina sampai bilang sesat, yah seharusnya mereka mengubah diri mereka agar memperingatkan orang lain dengan santun
    *btw kok anda jadi kayak nuduh saya yang kasar dan bermasalah ya* :mrgreen:

  31. @secondprince..anda sopan,tp teman2 anda sama saja dg salafy itu..

    PIS..PIS..sy dtg dgn membawa pesan damai..tolong hormati tamu,ya..

    mohon dipertimbangkan kembali saran2 sy diatas..kalo keberatan jg ga apa-apa.eof.

  32. @OOT

    anda sopan,tp teman2 anda sama saja dg salafy itu.

    kalau begitu sampaikanlah kepada mereka :)

    PIS..PIS..sy dtg dgn membawa pesan damai..tolong hormati tamu,ya..

    tamu akan selalu dihormati jika ia mau menghormati yang punya rumah. misalnya tidak menuduh tuan rumah dengan hal yang bukan-bukan :mrgreen:

    mohon dipertimbangkan kembali saran2 sy diatas..kalo keberatan jg ga apa-apa.eof.

    saran anda kan bukan buat saya Mas, tapi buat mereka yang anda pikir menggunakan kata-kata kasar seperti MUNAFIK,LAKNAT,KAFIR,dll yg sgt menohok rasa kemanusiaan yg terdalam

  33. @oot
    Anda bersembunyi dibalik batu. Setiap kata2 anda MUNAFIK, LAKNAT tapi anda mengatakan kita. Hehehe. Itu namanya LEMPAR BATU SEMBUNYI TANGAN OOT

  34. @SP
    saran sy utk anda dan teman2 anda yg satu selera.. dan mrk yg bersebrangandg kalian.

    Knp sih dgn blog ini,sekiranya ada orang sedikit saja mengkritik, maka semua yg hadir langsung bereaksi negatip.sedikitpun sy lihat tdk ada empati dr kalian utk mengapresiasi ajakan damai-suatu ajakan mulia, di bulan mulia, yg tidak perlu multitafsir dan pertimbangan macam2.

    @rafidhah..bersihkan hatimu di bulan suci ini sehingga tidak mudah mengatakan fitnah kpd org lain yg nota bene dtg baik2 u damai.

    MUDAHKAN JANGAN PERSULIT.

  35. @oot
    insya Allah kita apresiasi usaha untuk menasehati.

    Saran saya, berhentilah untuk menjadi orang yang super diantara orang lain. komentar2 Anda selama ini menunjukkan itu. itu jika Anda menginginkan orang lain berusaha memahami ajakan Anda.

    “Bersihkan hatimu…” mengapa tidak juga hati Anda yang dibersihkan?

  36. mas SP,sbnrny bagus blognya,tp sangat amat rawan timbul perpecahan umat..lbh bnyk mudharatnya dbanding manfaat.krn akan mengundang mrk2 yg mmg dasarny sdh tidak suka dgn Anda(syiah,ahlul bait?)..maap loh,maap sekali lg..

    memang mgkn anda akan bilang bhw “show must go on” krn fitrahnya mmg bgtu,ada aksi,ada reaksi(atau kerenny EGP)..klo anda brkata bgtu,mk jwbn sy mgkn sebaiknya akan lebih bijak kita sama2 “mengusung persamaan” ketimbang perbedaan..misalny dg dakwahkan islam kpd mereka yg blm islam(ini lahan potensial loh,msh bnyk yg blm digarap) atau kembangkan teknologi yg islami,ekonomi syariah,dll yg bersifat sains.

    Disini perjuangannya/medan jihadnya: saling menjaga perasaan masing2 utk tidak mencoba melintas ‘batas/wilayah’ sensitifitas beragama golongan/mazhab lain..kembangkan toleransi.
    kpd umat beragama lain saja kita bisa menerapkan toleransi, kenapa tidak thdp intern kita??

  37. Terima kasih atas nasehatnya mas. walaupun nasehatnya Anda tujukan kepada SP, tetpai aku pikir juga itu berlaku untuk umum.

    Tidak ada salahnya perbedaan itu kita ungkap. Bukankah perbedaan itu wajar? justru dari sini, dituntut sebuah sikap yang dewasa dalam menyikapi hal2 yang berbeda.

    Aku pikir, sepanjang yang aku ketahui, mas SP bukanlah orang yang merasa dirinya paling benar sendiri. Beliau terbuka dengan kritik. Silakan Anda dan kita semua kritisi tulisan-tulisannya. Jika ada yang salah (menurut kita), utarakan saja.

  38. @ressay
    sy mengajak kita semua mnjdi manusia super tanpa sypun anda bisa,krn sy hny penyeru saja..asal jujur berawal dr hati bersih,mumpung bulan baik,pikirkan yg baik2 saja,sibukan dg ibadah,ga usaha sibuk menafsirkan macam2 mksd saya,apalagi sampai su’udzon.

  39. Betul, tetapi jika kebaikan disampaikan dengan cara yang tidak baik, aku pikir kosong.

    Mohon maaf jika terkesan menggurui.

    Saya dan semua orang yang membaca komentar Anda, pasti menafsirkan maksud Anda. tidak mungkin jika tidak ditafsirkan. ok?

  40. @ressay
    seperti yg sy katakan..usunglah persamaan.karena berabad lamanya qt dibelenggu dg perbedaan itu.tidakah lelah kita berkutat dimasalah2 yg berbeda itu sehingga kita sekarang jauh tertinggal dg umat /bangsa lain?

    seperti yg anda bilang,sy setuju perbedaan adl suatu keniscayaan.tp bukan berarti kita sibuk terus menerus mengangkt topik perbedaan itu.ibarat perbedaan warna kulit bangsa2 didunia ini,tentu bete juga kan kalau saban ketemu yg diomongin melulu perbedaan warna kulit..masing2 menganggap kulitnya yg plg bagus.(maap klo analoginya ga nyambung,tapi itulah fakta banyaknya perbedaan didunia ini)

  41. @ressay
    dimana sisi tidak baikny?sy terbuka utk dikritik,maap klo memang sy salah.

    tentu anda berhak menafsirkan,tinggal pilih saja: su’udzon or khusnudzon..tp sy khusnudzon dg anda.

  42. @oot
    Apa yang Anda sampaikan tidak sepenuhnya salah. Tetapi jika menganggap mengangkat isu2 yang menunjukkan perbedaan diantara umat Islam sebagai usaha untuk melemahkan umat, aku pikir anggapan yang terlalu tergesa-gesa.

    Bukankah tiap2 mufassir berbeda dalam menafsirkan ayat Al-Qur’an? Perbedaan itu hal yang wajar. Bagaiman kita menyikapi perbedaan itu.

    Mengkritisi pemahaman orang lain pun ndak masalah. Tetapi mengkritisi dengan cara sambil mengancam, mengejek, mencaci maki, itu yang salah.

    Aku pikir mas SP memiliki pertimbangan sendiri mengapa beliau kemudian menulis tulisan2 yang disajikannya.

    Menganggap dirinya benar atau ganteng, atau cantik, itu hal yang wajar. Tetapi jika menganggap dirinya yang paling benar, paling ganteng, paling cantik, itu yang salah. Karena diatas langit, masih ada langit bukan?

  43. @oot

    Knp sih dgn blog ini,sekiranya ada orang sedikit saja mengkritik, maka semua yg hadir langsung bereaksi negatip

    Santai saja lah Mas, kan anda bisa mempersepsi reaksi itu bukan sebagai sesuatu yang negatif

    mas SP,sbnrny bagus blognya,tp sangat amat rawan timbul perpecahan umat..lbh bnyk mudharatnya dbanding manfaat.krn akan mengundang mrk2 yg mmg dasarny sdh tidak suka dgn Anda(syiah,ahlul bait?)..maap loh,maap sekali lg..

    gak perlu minta maaf, terimakasih atas sarannya, bagi saya pribadi justru sikap-sikap atau respon mereka yang tidak suka itu adalah respon yang kekanak-kanakan. Seharusnya mereka merespon dengan benar yaitu menanggapi tulisan sesuai dengan tema yang diangkat, membantah argumen dengan argumen, berhujjah dengan bukti dan berdiskusi dengan santun. Seandainya tetap tidak sepakat maka cukuplah dan mari berpegang pada keyakinan masing-masing. Jika sikap seperti ini yang ditampilkan maka perbedaan tidak akan membawa masalah, malah justru meningkatkan ilmu yang kita miliki.

  44. @all,ressay & SP

    intiny antum ingin tetap mengangkat isu prebedaan itu? THE SHOW MUST GO ON, gitu ya?

    mas,sy pribadi ga masalah,krn sy hdup dikeluarga “berwarna”.silakan saja mas2 sibuk berkutat dg perbedaan2 itu..dgn catatan:

    hormati mrk yg berseberangan.mau kekanak2an atau santun itu mah resiko yg kalian tanggung sendiri krn berani muncul dg pola pikir berbeda dg apa yg umum pahami..perbedaan qunut aja ribut,aplgi kalian! aplgi diblog ini,disediakan pula lahan utk berkomentar. mana bisa membatasi berkomentar sesuai dg materi artikel? mana kita tau di dunia maya ini orang itu santun atau tidak? jadi, saran saya ga usah nyalah2n mrk,apapun reaksinya. apalg sambil balik menyerang..membenci..klo yaqin bener sih doakan aja kita semua. sekali lg,resiko mas2 semua yg ‘berani tampil beda’.

    masalah hujjah,dalil…saya kira setelah sy baca komen2 semua,masing2 sudah dg sekuat tenaga berargumentasi. masing2 pintar dg hujjah yg ada. hasilnya? lihat sendiri…makin terpuruk. berhasilkah kita memenangkan nobel? yg ada justru umat islam indonesia secara statistik mkin berkurang,aliran sesat merebak.dan musuh2 ISLAM makin meningkatkan ilmu dan persenjataan.
    salam damai.

  45. @oot
    Saya terutama yang mengucapkan terima kasih atas niat anda yang baik itu. Anda tolong jelaskan cara beribadah yang bagaimana harus kita laksanakan? Karena agama yang kita yakini bukan seperti Ilmu dunia. salah kita menganut suatu paham/ cara beribadah kepada Allah akibat fatal. FI NARI ABADAN

  46. @oot

    hormati mrk yg berseberangan.mau kekanak2an atau santun itu mah resiko yg kalian tanggung sendiri krn berani muncul dg pola pikir berbeda dg apa yg umum pahami.

    Setuju untuk saling menghormati, terkadang tidak semua apa yang umum pahami itu benar :)

    perbedaan qunut aja ribut,aplgi kalian!

    Tidak perlu ribut, diskusi biasa saja, yang penting kan hujjah mana yang benar atau lebih benar :)

    aplgi diblog ini,disediakan pula lahan utk berkomentar. mana bisa membatasi berkomentar sesuai dg materi artikel?

    Bisa saja kalau mau, tidak susah untuk itu, semudah anda berbicara. Jika anda berbicara dengan tenang runut dan fokus maka yang dengernya jadi enak, nah kalau mau usaha pasti bisa.

    jadi, saran saya ga usah nyalah2n mrk,apapun reaksinya.

    Saya tidak keberatan dengan menyalahkan suatu pendapat atau membenarkan asalkan disertai dengan bukti yang jelas, yang jadi masalah adalah sikap mensesat-sesatkan tanpa mau mendengar hujjah orang lain.

    mana kita tau di dunia maya ini orang itu santun atau tidak?

    mudah saja kok, lihat saja dari cara ia berkomentar. santun tidak seseorang di dunia maya dilihat dari kata-kata yang ia gunakan apakah kasar ataukah santun, sangat sederhana kan :)

    apalg sambil balik menyerang..membenci..klo yaqin bener sih doakan aja kita semua. sekali lg,resiko mas2 semua yg ‘berani tampil beda’.

    Mari berdoa bersama

    masalah hujjah,dalil…saya kira setelah sy baca komen2 semua,masing2 sudah dg sekuat tenaga berargumentasi. masing2 pintar dg hujjah yg ada

    Maka dari itu kita tak perlu pakai sesat mensesatkan :)

    hasilnya? lihat sendiri…makin terpuruk.

    Ah saya tidak melihatnya begitu, sejauh ini blog ini cukup bermanfaat bagi sebagian orang

    berhasilkah kita memenangkan nobel?

    Itukah yang anda sebut hasil, aneh sekali

    yg ada justru umat islam indonesia secara statistik mkin berkurang,aliran sesat merebak.dan musuh2 ISLAM makin meningkatkan ilmu dan persenjataan.

    statistik dari mana? yang namanya statistik itu ada data dan analisisnya, jangan tercampur dengan perasaan dan mengira-ngira. Aliran sesat sudah ada dari dulu, bahkan di zaman sahabat pun sudah ada. Musuh-musuh islam maju karena mereka berusaha. Kalau memang mau meningkatkan ilmu dan persenjataan ya belajar ilmunya. Saya mengerti apa yang anda ingin sampaikan tetapi anda mencampuradukkan dengan banyak hal yang kurang jelas hubungannya. Kalau mau bicara blog saya maka tidak perlu anda mengaitkan dengan nobel, aliran sesat dan persenjataan musuh islam. itu out of topic :mrgreen:

  47. Mari kita bicara asal muasal adanya Suni dan Syiah.

    Biasanya adanya golongan2 (firqoh) yg beragam terbentuk karena adanya perbedaan persepsi terhadap suatu dalil (Quran atau hadis), sedangkan jika hanya beda ijtihad,tidak akan melahirkan golongan (firqoh) baru.

    SUNI :

    Adanya golongan yg bernama Islam Suni baru ada ada abad 4 H, ditandai berdirinya golongan2 islam yg bernama mazhab2 spt mazhab syafii, mazhab, hambali, mazhab hanafi, mazhab maliki. Pada saat Syafii, Hambali, Hanafi, Maliki masih hidup (abad 2 H) belum ada golongan islam yg bernama mazhab2 tadi. Disamping itu ajaran2 yg terkandung di mazhab2 tsb tak selalu sama dengan ajaran imam yg menjadi nama mazhab. Contoh : Indonesia mayoritas mazhab Syafii, namun ajaran mazhabnya tak selalu sama dengan ajaran Syafii yg ada di Al Umm.
    Intinya, imam2 tsb tak tahu jika 2 abad kemudian ada golongan yg ber nama mazhab2 yg mengambil nama dari mereka. Juga mereka tak tahu jika 2 abad kemudian mereka di golongkan Islam Suni. Padahal hubungan mereka dengan Ahl Bait adalah hubungan guru dan murid. Mungkin anda kenal tokoh2 yg bernama Asyariah, Maturidi, merekalah para pencetus berdirinya mazhab2 tsb di abad 4H.
    Namun anehnya sekarang, selain Maliki, Hanafi, Hambali, Syafii, juga seperti Bukhori, Nasaai, Abi Daud dll juga di masukan kepada golongan Islam Suni tanpa sepengetahuan mereka. Lantas mereka mazhab apa ? Apakah Bukhori mazhab Hambali ? padahal di kitabnya juga mengambil hadis dari Maliki, Syafii, dll ? Begitu juga Tarmiji, ia mazhab apa ? Terjadi kebingungan kan…apa sih kriteria Islam Suni ? yg ber mazhab atau yg tidak ada mazhab ?

    Syiah :

    Suatu golongan yg ber nama Syiah Isnaasyriah, Syiah Zaidiah, Ismailiah, nama2 golongan tsb belum dijumpai pada abad 2-3 H. Yg ada adalah golongan rafidhah, mutazillah, jabariah dll. Ini bisa dilihat pada catatan/kitab2 yg ditulis pada abad 2-3 H. nama2 golongan islam Syiah baru ada pada kitab2 abad 4 H dan sesudahnya, dengan tokoh2 Kulayni, Saduq, Tusi, Mufid, Majlisi dll. Dan mereka memasukan Ahl Bait sebagai golongan Syiah tanpa sepengetahuan Ahl Bait itu sendiri, karena Ahl Bait sudah tiada.

    Nabi bersabda bahwa umat islam akan pecah menjadi 73 golongan/firqoh, 1 golongan yg selamat, 72 ke neraka. Golongan yg satu itu di sebut JAMAAH.

    Tanda2 Jamaah yg dimaksud : Asing/amat sangat sedikit, selalu di zalimi, dan menjaga kemurnian agama berdasar Quran dan Sunah (termasuk murni/asli persepsinya thd setiap dalil)

  48. @Lamaru

    Ditunggu episode selanjutnya, sepertinya jagoannya masih menderita (masih kalah) ya. Kalo film India biasanya seorang jagoan diceritakan mulai dari waktu lahir, masa kanak2 sampai dewasa. Sekarang anda baru dalam tahap awal episode, berarti masih panjang dong ceriteranya. Jadi silahkan dilanjut teruuus, itung2 ngabuburit… :mrgreen:

  49. yang menjadi kelemahan umat islam hari ini adalah terjebak pada persoalan khilafiyah, sehingga konflik internal di tengah-tenga umat islam tidak bisa terhindarkan dan telah terjadi pergeseran paradigma dimana islam tidak menjadi lagi rahmatan lil alamin , bukti kokgkrit perang Irak Vs Iran itu akibat dari konflik Syi’a dan Suni, olenya itu saya secara pribadi sangat sepakat dengan buku karangan kang jalal yang berjudul “MENGUTAMAKAN AKHLAK DI ATAS FIQH”

  50. Kenapa sahabat dari sunni dana salafi asyek menyalahkan sahabat dari syiah? Apa dosa orang syiah?

    Bukankah jikalau tidak membaca salawat ketika dalam sembahyang maka sembahyang tidak sah?

    Bukankah salawat di dalam sembahyang adalah untuk Rasulullah saw dan ahlul baitnya?

  51. dlm bnyak hal sy spakat dgn pndangan antum tp kyakx antum tidak konsisten dgn pernyataan yang antum buat sndiri, krn d akhir antum menjustifikasi pndangan kang jalal. scara umum sy tertarik dgn wcana antum

  52. Lucu yah kalo mendengar akh Fauzan dari Sunni ngajakin mubahalah segala….
    Benar2 Ahlul bidah….mana ada tuntunan bermubahalah kpd sesama muslim…. Mubahalah itu hanya antara Islam dan yg jelas2 kafir…. benar2 bidah euy…..

  53. Saya kok sangat prihatin membaca berbagai komentar yg saling menjatuhkan dan menghina.

    Mari kita kaji dengan kepala dingin, hati yg terbuka dan pikiran yg jernih…

    Perdebatan soal salah dan benarnya kita kembalikan pada pemahaman dan hasil kajian kita masing-masing.

    Ingat !!! Situs ini dibaca oleh orang dari seluruh dunia.

    Tidak malukah kita berantem sendiri sesama muslim.
    Mari saling menghormati.

    Sesama Muslim Bersaudara. dan sesama Saudara jangan saling memaki dan menjelekkan.

    Cukup itu yg sebenarnya harus kita pegang.

    Maaf atas komentar saya.

  54. Saya setuju dengan pengertian guru menurut anda. karena saya mengartikan guru adalah bukan orang yang mengajari kita, tapi orang yang kita belajar kepadanya.

  55. bila berselisih dengan yang terang-terang kafir maka slogan yang umum adalah:

    LAKUM DIINUKUM WALIYADIIN….

    bila sesama muslim berselisih hendaknya :

    LANA A’MAALUNA WALAKUM A’MAALUKUM

    gak usah saling menjatuhkan, memojokkan, melaknat orang sampai mengkafirkan, apalagi memusuhi sampai bunuh-membunuh seperti yang terjadi di belahan bumi yang lain. MASAK MUHAMMAD S.A.W. yang ngajarkan begini. katanya kita percaya hanya QUR’AN DAN HADIST Dari sekian banyak ayat-ayat yang terkandung dalam Qur’an dan Hadist, masak yang dimunculkan cuman masalah TAWURAN&PEREBUTAN KEKUASAAN SEMATA.
    Yang kita sama-sama cari adalah keselamatan duniadanakhirat semata. bukan kemenangan kelompok-kelompok tertentu.
    udahlah kebenaran itu nanti setelah KIAMAT.
    KALAU KITA KONVERSI KESIA-SIAAN INI DENGAN IBADAH… NISCAYA UDAH BERAPA PAHALA YANG KITA PEROLEH.
    BAYANGKAN BERAPA WAKTU, PIKIRAN, DAN TENAGA YANG TELAH TERCURAH UNTUK HAL-HAL USELESS KAYAK GINI..
    andai waktu untuk hal-hal semacam ini diganti dengan soal yang lebih maslahat untuk umat, tentu anda gak usah repot-repot DAKWAH KY Gini. orang udah akan bisa menilai bahwa anda benar melalui tindakan yang mencerminkan ISLAM SEBAGAI RAHMATAN LIL ALAMIN.

  56. menurut pendapat saya sebaiknya penulis jangan menggunakan judul subyek / menopang nama seseorang yang akan menimbulkan Fitnah apalagi literaturnya masih kurang, saya berfikir anda sedang berada dipersimpangan dan kebingungan hanya saja anda punya hobby untuk menulis..sebaiknya anda cari judul lain misal pencari kebenaran atau antara sunni dan syi’ah, dan lain2 sbgainya,,atau juga jangan langsung memuat artikel dulu sebelum betul2 masak. maaf ini hanya usul mungkin aja suatu saat anda jg dikenal dgn tulisan anda yang tanpa kebiasaan menopang nama seseorang, saya juga sependapat dgn pendapat anda yg keberpihakan…

  57. menurut pendapat saya sebaiknya penulis jangan menggunakan judul subyek / menopang nama seseorang yang akan menimbulkan Fitnah apalagi literaturnya masih kurang, saya berfikir anda sedang berada dipersimpangan dan kebingungan hanya saja anda punya hobby untuk menulis..sebaiknya anda cari judul lain misal pencari kebenaran atau antara sunni dan syi’ah, dan lain2 sbgainya,,atau juga jangan langsung memuat artikel dulu sebelum betul2 masak. maaf ini hanya usul mungkin aja suatu saat anda jg dikenal dgn tulisan anda yang tanpa kebiasaan menopang nama seseorang, saya juga sependapat dgn pendapat anda yg TIdak keberpihakan…

  58. SEBENARNYA BUKAN KESALAHAN YANG MEMBERI KOMENTAR TAPI INI MERUPAKAN KESALAHAN PEMBUAT ARTIKEL, APA SIH TUJUAN PEMBUAT ARTIKEL INI SEBENARNYA, SAYA TAU ANDA BISA MENULIS TAPI APAKAH ANDA MENGERTI NANTI AKIBATNYA…

  59. Saya tidak mengerti apa itu syi’ah, saya tidak tahu menau apa itu sunni, ahlu sunnah wal jamaah, sufi, tharekat2, terlalu banyak jalan-jalan itu yang menurut saya, bukanlah sebuah fanatisme terhadap 1 golongan , pembenaran buta tanpa mata batin dari Nya….

    Bagi saya,,
    Cukuplah diriNya pusat segala-galanya..

    Bagi saya,
    Hanya keinginan untuk menjadi seorang manusia biasa yang terus belajar mencintaiNya..

    Bai’at saya, cukuplah pada peranjian untuk taat padaNya dan RasulNya,yang dulu pernah terucap pada suatu masa sebelum ku sampai pada dunia,

    Bagi saya,
    Saya sangat menghormati atas perbedaan masing2, menjalankan ketaatan terbaik dalam takdir, dan pilihan hidup masing2,

    Dan bagi saya,
    Apapun golongan di atas, siapapun yang menjadi pemimpin mereka masing2, asalkan di atas syahadat asyhadualailahailallah wa asyhaduana muhammadarusulullah.. di atas al quran dan hadits, mereka adalah saudara saya.. saudara sesama umat muslim,

    Bagi saya, cukuplah golongan Allah…yang selamat dijalanNya,,

    “Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) -Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.” (Al Mujaadilah : 22)

    dan golongan Allah itu pun terbuka untuk tiap jiwa manusia, dan semoga saudara muslimin dan muslimat saya semua termasuk yang beruntung didalamnya…

  60. setuju

  61. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Satukan langkah kami menuju RIDHA MU ya Rabb…

  62. kebenaran di ukur dari cara berpikir seseorang, bila konsep yang dipakai menggunakan Al-Quran dan Hadits Nabi maka itu lah nilai yang hak

  63. Akhlaq dalam ilmu…
    kang jalal mesti taubat dalam otoritas ilmunya

  64. Baru sedikit buku yang kubaca dan beberapa pendapat kudapat dari teman2, tetapi sudah cukup banyak perbedaan kuperoleh. Kepada Mu ya Allah saya berserah diri mohon perlindungan. Terima kasih kepada beliau yang berdiskusi, berkomentar, berargumen meski kapasitasku belum cukup memadai untuk menyikapinya. Yang pasti ada asupan pengetahuan. Apapun, saya berharap semua itu demi kebaikan umat Islam. Wassalam

  65. Golongan Allah adlh yg mencintai Rasulullah SAW dan Ahlulbaitnya yg sejalan dgn perintah Al Qur’an dan Sunnah.

    Wassalam

  66. Jawabannya ada di almakassari.com

  67. Bagaimana Islam bisa bangkit kembali dizaman sekarang lawong para penganutnya kebanyakan debat(kusir). Lihatlah ikhwan, mengapa peperangan yang terjadi di Irak, Afghanistan, dan dinegara-negara Islam lain selalu dimenangkan kaum kafir (Amerika dan sekutunya)? Kalau hanya seperti ini caranya (ngomong mulu, kapan merealisasikannya?) tidak mungkin Islam bangkit. Sementara itu musuh Islam semakin menyibukkan diri menciptakan senjata2 canggih supaya semakin mudah melulu-lantahkan negara2 incarannya(Islam), kita sendiri hanya kebanyakan argumentasi dan bisanya cuman “Allahu Akbar 10x” dalam melawan penindasan kaum kafir. Alam ini sudah di seimbangkan oleh Allah lalu-lintas perjalanannya. Apakah kita hanya akan menunggu turunnya Iman Mahdi dan Nabi Isa a.s untuk membangkitkan kembali Islam. Kalau memang itu cara kita buat apa kita berada/hidup dimasa sekarang kalau sama sekali tidak bisa memberikan sesuatu yang besar untuk kemajuan Islam? saya yakin, besok saat Imam Mahdi dan Nabi Isa turun ke dunia pasti dibekali IPTEK dan IMTAQ oleh Allah yang se imbang dengan pengetahuan/tekhnologinya para musuh Islam sehingga Islam dimungkinkan bangkit/menang. Kalau sekarang jangan bermimpi Islam bangkit kembali dengan keadaan para penganutnya mabok debat sementara para musuhnya paling rendah senjatanya AK-47 dan BOOM pembunuh massal.

  68. Banyak orang ingin mencari pembenaran…bukan kebenaran.Buktinya anda tidak mau pelajari blog saya http://www.kuncicahaya.blogspot.com…..

  69. Mas, Seconprince yth

    Jika ada saya inngin dikirim tentang hadis hadis syiah yg meriwayatkan. 12 Imam itu maksum
    Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 154 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: