<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Shalat Jamak Dibolehkan Tanpa Syarat</title>
	<atom:link href="http://secondprince.wordpress.com/2008/06/20/shalat-jama-dibolehkan-tanpa-syarat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/20/shalat-jama-dibolehkan-tanpa-syarat/</link>
	<description>Kebenaran Hanya Untuk Yang Menghargainya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Dec 2009 06:24:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: ressay</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/20/shalat-jama-dibolehkan-tanpa-syarat/#comment-11896</link>
		<dc:creator>ressay</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 19:07:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=218#comment-11896</guid>
		<description>Pada intinya boleh kan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pada intinya boleh kan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ABU QAAF</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/20/shalat-jama-dibolehkan-tanpa-syarat/#comment-11890</link>
		<dc:creator>ABU QAAF</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 10:40:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=218#comment-11890</guid>
		<description>tapi mejama` shalat di rumah jarang sekali dilakukan rasuluLLAH SAW</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tapi mejama` shalat di rumah jarang sekali dilakukan rasuluLLAH SAW</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: alkeseideath</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/20/shalat-jama-dibolehkan-tanpa-syarat/#comment-6784</link>
		<dc:creator>alkeseideath</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 02:14:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=218#comment-6784</guid>
		<description>kemarin sy berdebat dgn bapak sy masalah hal ini, guru ngaji ia berkata menjama&#039; shalat diperbolehkan tanpa syarat memang tetapi tidak boleh dijadikan kebiasaan.

lalu sy tanya apa dalilnya jama&#039; shalat tidak boleh jadi kebiasaan?lalu ia menjawab di AlQuran surat AlBaqarah (ia lupa ayatnya) yg telah dijelaskan oleh ustadnya bahwa hal itu dilarang.

sayang sekali ayatnya lupa, padahal sy mencari dlm surat ABaqarah belum menemukan tentang shalat jama&#039;, kalau qashar sy sudah menemukan.

debat sy berlangsung panas hingga ngotot2an dan ia membawa status sosial bahwa ustad itu lulusan ini dan itu, sy sayangkan banyaknya ustad/ulama tidak berusaha melihat Islam seobyektiv mungkin dg melihat dari perspektiv lainnya.

tapi sampai saat ini sy masih melakukan jama&#039; setiap hari berhubung sy selalu pergi keluar rumah ...
tapi sy meyakini bahwa jawaban nabi Muhammad yaitu &quot;agar tidak menyulitkan umatku&quot; ... lalu mengapa ustad/ulama malah ingin memberatkan umat Muhammad????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kemarin sy berdebat dgn bapak sy masalah hal ini, guru ngaji ia berkata menjama&#8217; shalat diperbolehkan tanpa syarat memang tetapi tidak boleh dijadikan kebiasaan.</p>
<p>lalu sy tanya apa dalilnya jama&#8217; shalat tidak boleh jadi kebiasaan?lalu ia menjawab di AlQuran surat AlBaqarah (ia lupa ayatnya) yg telah dijelaskan oleh ustadnya bahwa hal itu dilarang.</p>
<p>sayang sekali ayatnya lupa, padahal sy mencari dlm surat ABaqarah belum menemukan tentang shalat jama&#8217;, kalau qashar sy sudah menemukan.</p>
<p>debat sy berlangsung panas hingga ngotot2an dan ia membawa status sosial bahwa ustad itu lulusan ini dan itu, sy sayangkan banyaknya ustad/ulama tidak berusaha melihat Islam seobyektiv mungkin dg melihat dari perspektiv lainnya.</p>
<p>tapi sampai saat ini sy masih melakukan jama&#8217; setiap hari berhubung sy selalu pergi keluar rumah &#8230;<br />
tapi sy meyakini bahwa jawaban nabi Muhammad yaitu &#8220;agar tidak menyulitkan umatku&#8221; &#8230; lalu mengapa ustad/ulama malah ingin memberatkan umat Muhammad????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ahmad Safri bin Mat Jebah</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/20/shalat-jama-dibolehkan-tanpa-syarat/#comment-5141</link>
		<dc:creator>Ahmad Safri bin Mat Jebah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 08:40:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=218#comment-5141</guid>
		<description>Assalamualikum w.b.t.

Saya sangat menyokong sembahyang jamak pada setiap masa kerana saya mengamalkannya setiap hari begitujuga ahli keluarga saya.

Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualikum w.b.t.</p>
<p>Saya sangat menyokong sembahyang jamak pada setiap masa kerana saya mengamalkannya setiap hari begitujuga ahli keluarga saya.</p>
<p>Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: arje</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/20/shalat-jama-dibolehkan-tanpa-syarat/#comment-4413</link>
		<dc:creator>arje</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 15:49:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=218#comment-4413</guid>
		<description>orang Islam kenapa ya sering gak jujur. Kalo bicara soal jumlah umat Islam, dia masukkan semua: Syiah, JIL, dsb, tapi kok kalo bicara refresentasi Islam kenapa dialah yang dianggap mewakili kebenaran Islam dan yang lainnya dianggap sesat dan tidak layak mewakili Islam.

Orang-orang yang masih menuduh sesama umat Islam itu sesat, saya fikir merekalah yang sesat dan harus diluruskan. Kita harus akui bahwa banyak tokoh Syiah yang telah mengharumkan nama Islam, tapi mengapa masih ada yang phobie terhadap syiah. Takut? atau gak pede karena mereka memang lebih pintar?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>orang Islam kenapa ya sering gak jujur. Kalo bicara soal jumlah umat Islam, dia masukkan semua: Syiah, JIL, dsb, tapi kok kalo bicara refresentasi Islam kenapa dialah yang dianggap mewakili kebenaran Islam dan yang lainnya dianggap sesat dan tidak layak mewakili Islam.</p>
<p>Orang-orang yang masih menuduh sesama umat Islam itu sesat, saya fikir merekalah yang sesat dan harus diluruskan. Kita harus akui bahwa banyak tokoh Syiah yang telah mengharumkan nama Islam, tapi mengapa masih ada yang phobie terhadap syiah. Takut? atau gak pede karena mereka memang lebih pintar?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pembelajar</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/20/shalat-jama-dibolehkan-tanpa-syarat/#comment-3562</link>
		<dc:creator>pembelajar</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 07:27:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=218#comment-3562</guid>
		<description>Assalamualaikum warahmatuLlahi wabarakatuh,

Afwan, tulisan dibawah ini copas dari blog lain, dan justru saya
malah ingin bantuan diskusinya:

Menjaga Shalat Lima Waktunya Dengan Berjama`ah.
Diantara adab yang wajib dilaksanakan atas setiap orang yang berpuasa adalah menjaga shalat lima waktunya, sedangkan bagi kaum laki-laki wajib mendirikan shalat lima waktunya dengan berjamaah, karena shalat berjama`ah hukumnya wajib bagi kaum laki-laki baik dalam keadaan mukim maupun safar, baik dalam keadaan aman maupun takut/ perang, berdasarkan nash dari al-Qur`an dan as-Sunnah. Allah  berfirman:
وَ إِ ذَا كُنْتَ فِيْهِمْ فَأَ قَمْتَ لَهُمُ الصَّلاَ ةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ.
“Dan apabila kamu berada ditengah-tengah mereka (shahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat)……” [Q.S. An-Nisa: 102].

Ayat diatas menjelaskan wajibnya shalat berjama`ah, yang mana Allah  tidak memberikan rukhshah (dispensasi/ keringanan) kepada kaum muslimin pada saat khauf (perang), oleh karenanya shalat jam`ah dalam keadaan perang saja wajib, apalagi dalam keadaan aman.

Adapun dalil dari sunnah tentang wajibnya shalat berjama`ah, diriwayatkan dalam shahih muslim bahwanya ada seorang laki-laki buta bertanya: “Wahai Rasulullah? Aku tidak ada orang yang menatihku ke Masjid, ia meminta kepada Rasulullah  agar mendapatkan rukhshah bolehnya ia shalat dirumahnya, tidak di Masjid, lalu Rasulullah  pun memberikan rukhshah karena adanya udzur tersebut, ketika seorang laki-laki yang buta itu berpaling hendak beranjak pergi, lalu Rasulullah  memanggilnya dan bertanya:
(( هَلْ تَسْمَعُ النِّداءَ؟ قَالَ: نَعَمْ .قَالَ: فَأَ جِبْ )).
“Apakah kamu mendengar adzan? ia menjawab: ya, lalu Rasulullah  bersabda: (kalau begitu) maka wajib atas kamu menghadiri (shalat jama`ah).” [HR Muslim]. Hadits diatas menjelaskan wajibnya shalat berjama`ah, mafhum hadits diatas, bahwa orang yang buta saja wajib mendatangi shalat jama`ah dimasjid, apalagi yang sehat dan tidak buta??.

Mohon penjelasan hadits di atas seperti &quot;bertentangan&quot; dengan keterangan:

Ibnu Abbas menjawab “Beliau ingin agar tidak memberatkan seorangpun dari umatnya”. (Hadis Riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad jilid III no 2557, dinyatakan shahih oleh Syaikh Ahmad Muhammad Syakir)

atau kesimpulan saya:

mas SP sekadar memperjelas, bahwa Menjamak Shalat Dibolehkan Walaupun Tidak Sedang Dalam Perjalanan? Jadi gak usah dimasalahkan... semua punya dasar...

analoginya, seperti halnya memberi tahu kepada orang yang terlalu yakin baca buku itu harus dari halaman 1 dst dan orang yang yakin itu selalu ribut kalo baca tidak dari halaman 1 itu salahhh, kemudian mas SP menjelaskan bukti, tuh boleh membaca buku dari halaman mana saja... Dan kalo mau baca urut dari halaman 1 ya boleh juga...

Gitu kali mas ya?

AlhamduliLlah, saya berterima kasih, karena sebelum membaca tulisan mas SP ini, saya termasuk &quot;yakin bahwa baca buku itu harus urut dari halaman 1 dst&quot; :)

Wallahu a&#039;lam...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum warahmatuLlahi wabarakatuh,</p>
<p>Afwan, tulisan dibawah ini copas dari blog lain, dan justru saya<br />
malah ingin bantuan diskusinya:</p>
<p>Menjaga Shalat Lima Waktunya Dengan Berjama`ah.<br />
Diantara adab yang wajib dilaksanakan atas setiap orang yang berpuasa adalah menjaga shalat lima waktunya, sedangkan bagi kaum laki-laki wajib mendirikan shalat lima waktunya dengan berjamaah, karena shalat berjama`ah hukumnya wajib bagi kaum laki-laki baik dalam keadaan mukim maupun safar, baik dalam keadaan aman maupun takut/ perang, berdasarkan nash dari al-Qur`an dan as-Sunnah. Allah  berfirman:<br />
وَ إِ ذَا كُنْتَ فِيْهِمْ فَأَ قَمْتَ لَهُمُ الصَّلاَ ةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ.<br />
“Dan apabila kamu berada ditengah-tengah mereka (shahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat)……” [Q.S. An-Nisa: 102].</p>
<p>Ayat diatas menjelaskan wajibnya shalat berjama`ah, yang mana Allah  tidak memberikan rukhshah (dispensasi/ keringanan) kepada kaum muslimin pada saat khauf (perang), oleh karenanya shalat jam`ah dalam keadaan perang saja wajib, apalagi dalam keadaan aman.</p>
<p>Adapun dalil dari sunnah tentang wajibnya shalat berjama`ah, diriwayatkan dalam shahih muslim bahwanya ada seorang laki-laki buta bertanya: “Wahai Rasulullah? Aku tidak ada orang yang menatihku ke Masjid, ia meminta kepada Rasulullah  agar mendapatkan rukhshah bolehnya ia shalat dirumahnya, tidak di Masjid, lalu Rasulullah  pun memberikan rukhshah karena adanya udzur tersebut, ketika seorang laki-laki yang buta itu berpaling hendak beranjak pergi, lalu Rasulullah  memanggilnya dan bertanya:<br />
(( هَلْ تَسْمَعُ النِّداءَ؟ قَالَ: نَعَمْ .قَالَ: فَأَ جِبْ )).<br />
“Apakah kamu mendengar adzan? ia menjawab: ya, lalu Rasulullah  bersabda: (kalau begitu) maka wajib atas kamu menghadiri (shalat jama`ah).” [HR Muslim]. Hadits diatas menjelaskan wajibnya shalat berjama`ah, mafhum hadits diatas, bahwa orang yang buta saja wajib mendatangi shalat jama`ah dimasjid, apalagi yang sehat dan tidak buta??.</p>
<p>Mohon penjelasan hadits di atas seperti &#8220;bertentangan&#8221; dengan keterangan:</p>
<p>Ibnu Abbas menjawab “Beliau ingin agar tidak memberatkan seorangpun dari umatnya”. (Hadis Riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad jilid III no 2557, dinyatakan shahih oleh Syaikh Ahmad Muhammad Syakir)</p>
<p>atau kesimpulan saya:</p>
<p>mas SP sekadar memperjelas, bahwa Menjamak Shalat Dibolehkan Walaupun Tidak Sedang Dalam Perjalanan? Jadi gak usah dimasalahkan&#8230; semua punya dasar&#8230;</p>
<p>analoginya, seperti halnya memberi tahu kepada orang yang terlalu yakin baca buku itu harus dari halaman 1 dst dan orang yang yakin itu selalu ribut kalo baca tidak dari halaman 1 itu salahhh, kemudian mas SP menjelaskan bukti, tuh boleh membaca buku dari halaman mana saja&#8230; Dan kalo mau baca urut dari halaman 1 ya boleh juga&#8230;</p>
<p>Gitu kali mas ya?</p>
<p>AlhamduliLlah, saya berterima kasih, karena sebelum membaca tulisan mas SP ini, saya termasuk &#8220;yakin bahwa baca buku itu harus urut dari halaman 1 dst&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Wallahu a&#8217;lam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: oraiso</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/20/shalat-jama-dibolehkan-tanpa-syarat/#comment-3495</link>
		<dc:creator>oraiso</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 12:15:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=218#comment-3495</guid>
		<description>@all
Bukankah, sholat itu di bagi 5 waktu...yah klo anda bisa 5 waktu knapa harus di jamak....???
trus klo emang mau di jamak jadi sholat 3 waktu silah mo...seperti terkenal di lombok (suku Sasak) &quot;sholat telu&quot;....ya ndak jadi soal asal jelas pegangan nya.....

Tapi pada dasarnya Sholat itu di bagi 5 waktu...

maaf bila kurang ilmiah
wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@all<br />
Bukankah, sholat itu di bagi 5 waktu&#8230;yah klo anda bisa 5 waktu knapa harus di jamak&#8230;.???<br />
trus klo emang mau di jamak jadi sholat 3 waktu silah mo&#8230;seperti terkenal di lombok (suku Sasak) &#8220;sholat telu&#8221;&#8230;.ya ndak jadi soal asal jelas pegangan nya&#8230;..</p>
<p>Tapi pada dasarnya Sholat itu di bagi 5 waktu&#8230;</p>
<p>maaf bila kurang ilmiah<br />
wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jamalullail</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/20/shalat-jama-dibolehkan-tanpa-syarat/#comment-3490</link>
		<dc:creator>jamalullail</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 06:35:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=218#comment-3490</guid>
		<description>kok g ada yang mengomentarai perkataan achmad bin ali aljufrye?(yang tentang azan itu loh)

apa yang di katakan achmad itu benar?

@achmad  aljufrye
yek jangan di tanggepin?
yang penting kita sholat.
dari pada beredebat di sini trus lupa sholat N sudah masuk waktu lain.wajib Qada&#039; tuh
sukron yek :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kok g ada yang mengomentarai perkataan achmad bin ali aljufrye?(yang tentang azan itu loh)</p>
<p>apa yang di katakan achmad itu benar?</p>
<p>@achmad  aljufrye<br />
yek jangan di tanggepin?<br />
yang penting kita sholat.<br />
dari pada beredebat di sini trus lupa sholat N sudah masuk waktu lain.wajib Qada&#8217; tuh<br />
sukron yek <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Arif</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/20/shalat-jama-dibolehkan-tanpa-syarat/#comment-3201</link>
		<dc:creator>Arif</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 02:43:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=218#comment-3201</guid>
		<description>@muhhibin
salam
saya ragu dgn copy tlsn anda bhwa rasul saw mndpt masukan dari nabi musa as ttg salat..apakah nabi musa as mengetahui umat rasul saw itu sprti apa?klo rasul saw mengikuti ucapan nabi musa as,brarti rasul saw tdk tahu mengenai umatnya sndri dong?n jika bgtu brarti rasul saw telah zalim thdp umatnya..n juga jika benar rasul saw menerima perintah salat 50x dlm sehari dr Allah,lalu rasul saw minta kepada Allah untk mengurangi jumlah salat,brarti rasul saw tdk ridho thdp prnth Allah tsb dong?hati2lah thdp hadis tsb,memang itu adalah perbuatan zindiq(yahudi)..di Alquran bnyk menyebut kekurangajaran umat yahudi thdp Allah,salahsatu lht al baqarah 63-65..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@muhhibin<br />
salam<br />
saya ragu dgn copy tlsn anda bhwa rasul saw mndpt masukan dari nabi musa as ttg salat..apakah nabi musa as mengetahui umat rasul saw itu sprti apa?klo rasul saw mengikuti ucapan nabi musa as,brarti rasul saw tdk tahu mengenai umatnya sndri dong?n jika bgtu brarti rasul saw telah zalim thdp umatnya..n juga jika benar rasul saw menerima perintah salat 50x dlm sehari dr Allah,lalu rasul saw minta kepada Allah untk mengurangi jumlah salat,brarti rasul saw tdk ridho thdp prnth Allah tsb dong?hati2lah thdp hadis tsb,memang itu adalah perbuatan zindiq(yahudi)..di Alquran bnyk menyebut kekurangajaran umat yahudi thdp Allah,salahsatu lht al baqarah 63-65..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Oky</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/20/shalat-jama-dibolehkan-tanpa-syarat/#comment-3196</link>
		<dc:creator>Oky</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 01:46:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=218#comment-3196</guid>
		<description>@Madopolo
Bener juga antum bos...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Madopolo<br />
Bener juga antum bos&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Syahzanan</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/20/shalat-jama-dibolehkan-tanpa-syarat/#comment-3192</link>
		<dc:creator>Abu Syahzanan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 00:12:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=218#comment-3192</guid>
		<description>@GANDUNG
&quot;ane baca postingan Mas Muhibbin dari awal sampai akhir gak nyebutin dalil bantahan. padahal ane tunggu-tunggu lho. Ane yakin, mas Muhibbin lagi nyiapin tulisan untuk ngedukung bantahannya dilengkapi dengan data akurat. Tunggu aja…!!&quot;

Betul mas, dari awal memang saya perhatikan beliau gak pernah membuat bantahan dan dalil. Malah sukanya membuat permasalahan baru, padahal masalah yg awal belum selesai....gimana tuh mas muhibbin.....

&quot;heeeiii….. ente-ente semuwa yg beda paham ama Mas Muhibbin….!! terlarang bagi ente pade masup ke surga imajiner Muhibbin…!! hatta cuman nge kost juga ndak boleh, soalnya ntu surga imajiner buwatan engkong Muhibbin…!! howgh……xi…xi…xi….&quot;

Saya gak setuju mas gandung bawa2 engkong, gak bagus ah......

Salam buat semua ah.....lagi diluar daerah, jd cuma gini doang komennya, yuk mari HAIL</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@GANDUNG<br />
&#8220;ane baca postingan Mas Muhibbin dari awal sampai akhir gak nyebutin dalil bantahan. padahal ane tunggu-tunggu lho. Ane yakin, mas Muhibbin lagi nyiapin tulisan untuk ngedukung bantahannya dilengkapi dengan data akurat. Tunggu aja…!!&#8221;</p>
<p>Betul mas, dari awal memang saya perhatikan beliau gak pernah membuat bantahan dan dalil. Malah sukanya membuat permasalahan baru, padahal masalah yg awal belum selesai&#8230;.gimana tuh mas muhibbin&#8230;..</p>
<p>&#8220;heeeiii….. ente-ente semuwa yg beda paham ama Mas Muhibbin….!! terlarang bagi ente pade masup ke surga imajiner Muhibbin…!! hatta cuman nge kost juga ndak boleh, soalnya ntu surga imajiner buwatan engkong Muhibbin…!! howgh……xi…xi…xi….&#8221;</p>
<p>Saya gak setuju mas gandung bawa2 engkong, gak bagus ah&#8230;&#8230;</p>
<p>Salam buat semua ah&#8230;..lagi diluar daerah, jd cuma gini doang komennya, yuk mari HAIL</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Muhibbin</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/20/shalat-jama-dibolehkan-tanpa-syarat/#comment-3179</link>
		<dc:creator>Muhibbin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 17:01:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=218#comment-3179</guid>
		<description>Bantahan bagi mereka yang mengatakan bahwa dialog antara RasuluLLAH Muhammad SAW dengan Nabi Musa as dikala Isra&#039;  Mikraj  adalah hanya karangan yahudi.



‏ ‏حدثنا ‏ ‏شيبان بن فروخ ‏ ‏حدثنا ‏ ‏حماد بن سلمة ‏ ‏حدثنا ‏ ‏ثابت البناني ‏ ‏عن ‏ ‏أنس بن مالك ‏
‏أن رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال ‏ ‏أتيت بالبراق وهو دابة أبيض طويل فوق الحمار ودون البغل يضع حافره عند منتهى طرفه قال فركبته حتى أتيت ‏ ‏بيت المقدس ‏ ‏قال فربطته بالحلقة التي يربط به الأنبياء قال ثم دخلت المسجد فصليت فيه ركعتين ثم خرجت فجاءني ‏ ‏جبريل ‏ ‏عليه السلام ‏ ‏بإناء من خمر وإناء من لبن فاخترت اللبن فقال ‏ ‏جبريل ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏اخترت الفطرة ثم ‏ ‏عرج ‏ ‏بنا إلى السماء فاستفتح ‏ ‏جبريل ‏ ‏فقيل من أنت قال ‏ ‏جبريل ‏ ‏قيل ومن معك قال ‏ ‏محمد ‏ ‏قيل وقد بعث إليه قال قد بعث إليه ففتح لنا فإذا أنا ‏ ‏بآدم ‏ ‏فرحب بي ودعا لي بخير ثم عرج بنا إلى السماء الثانية فاستفتح ‏ ‏جبريل ‏ ‏عليه السلام ‏ ‏فقيل من أنت قال ‏ ‏جبريل ‏ ‏قيل ومن معك قال ‏ ‏محمد ‏ ‏قيل وقد بعث إليه قال قد بعث إليه ففتح لنا فإذا أنا بابني الخالة ‏ ‏عيسى ابن مريم ‏ ‏ويحيى بن زكرياء ‏ ‏صلوات الله عليهما فرحبا ودعوا لي بخير ثم عرج بي إلى السماء الثالثة فاستفتح ‏ ‏جبريل ‏ ‏فقيل من أنت قال ‏ ‏جبريل ‏ ‏قيل ومن معك قال ‏ ‏محمد ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قيل وقد بعث إليه قال قد بعث إليه ففتح لنا فإذا أنا ‏ ‏بيوسف ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏إذا هو قد أعطي ‏ ‏شطر ‏ ‏الحسن فرحب ودعا لي بخير ثم عرج بنا إلى السماء الرابعة فاستفتح ‏ ‏جبريل ‏ ‏عليه السلام ‏ ‏قيل من هذا قال ‏ ‏جبريل ‏ ‏قيل ومن معك قال ‏ ‏محمد ‏ ‏قال وقد بعث إليه قال قد بعث إليه ففتح لنا فإذا أنا ‏ ‏بإدريس ‏ ‏فرحب ودعا لي بخير قال الله عز وجل ‏
	‏ورفعناه مكانا عليا ‏	
‏ثم عرج بنا إلى السماء الخامسة فاستفتح ‏ ‏جبريل ‏ ‏قيل من هذا قال ‏ ‏جبريل ‏ ‏قيل ومن معك قال ‏ ‏محمد ‏ ‏قيل وقد بعث إليه قال قد بعث إليه ففتح لنا فإذا أنا ‏ ‏بهارون ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فرحب ودعا لي بخير ثم عرج بنا إلى السماء السادسة فاستفتح ‏ ‏جبريل ‏ ‏عليه السلام ‏ ‏قيل من هذا قال ‏ ‏جبريل ‏ ‏قيل ومن معك قال ‏ ‏محمد ‏ ‏قيل وقد بعث إليه قال قد بعث إليه ففتح لنا فإذا أنا ‏ ‏بموسى ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فرحب ودعا لي بخير ثم عرج إلى السماء السابعة فاستفتح ‏ ‏جبريل ‏ ‏فقيل من هذا قال ‏ ‏جبريل ‏ ‏قيل ومن معك قال ‏ ‏محمد ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قيل وقد بعث إليه قال قد بعث إليه ففتح لنا فإذا أنا ‏ ‏بإبراهيم ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏مسندا ظهره إلى ‏ ‏البيت المعمور ‏ ‏وإذا هو يدخله كل يوم سبعون ألف ملك لا يعودون إليه ثم ذهب بي إلى السدرة المنتهى وإذا ورقها كآذان الفيلة وإذا ثمرها كالقلال قال فلما ‏ ‏غشيها ‏ ‏من أمر الله ما غشي تغيرت فما أحد من خلق الله يستطيع أن ‏ ‏ينعتها ‏ ‏من حسنها فأوحى الله إلي ما أوحى ففرض علي خمسين صلاة في كل يوم وليلة فنزلت إلى ‏ ‏موسى ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فقال ما فرض ربك على أمتك قلت خمسين صلاة قال ارجع إلى ربك فاسأله التخفيف فإن أمتك لا يطيقون ذلك فإني قد ‏ ‏بلوت ‏ ‏بني إسرائيل ‏ ‏وخبرتهم قال فرجعت إلى ربي فقلت يا رب خفف على أمتي فحط عني خمسا فرجعت إلى ‏ ‏موسى ‏ ‏فقلت حط عني خمسا قال إن أمتك لا يطيقون ذلك فارجع إلى ربك فاسأله التخفيف قال فلم أزل أرجع بين ربي تبارك وتعالى وبين ‏ ‏موسى ‏ ‏عليه السلام ‏ ‏حتى قال يا ‏ ‏محمد ‏ ‏إنهن خمس صلوات كل يوم وليلة لكل صلاة عشر فذلك خمسون صلاة ومن هم بحسنة فلم يعملها كتبت له حسنة فإن عملها كتبت له عشرا ومن هم بسيئة فلم يعملها لم تكتب شيئا فإن عملها كتبت سيئة واحدة قال فنزلت حتى انتهيت إلى ‏ ‏موسى ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فأخبرته فقال ارجع إلى ربك فاسأله التخفيف فقال رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فقلت قد رجعت إلى ربي حتى استحييت منه 

 Anas bin Malik ra., ia berkata:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Aku didatangi Buraq. Lalu aku menunggangnya sampai ke Baitulmakdis. Aku mengikatnya pada pintu mesjid yang biasa digunakan mengikat tunggangan oleh para nabi. Kemudian aku masuk ke mesjid dan mengerjakan salat dua rakaat. Setelah aku keluar, Jibril datang membawa bejana berisi arak dan bejana berisi susu. Aku memilih susu, Jibril berkata: Engkau telah memilih fitrah. Lalu Jibril membawaku naik ke langit. Ketika Jibril minta dibukakan, ada yang bertanya: Siapakah engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa yang bersamamu? Jibril menjawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawab Jibril: Ya, ia telah diutus. Lalu dibukakan bagi kami. Aku bertemu dengan Adam. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Kemudian aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapakah engkau? Jawab Jibril: Jibril. Ditanya lagi: Siapakah yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Pintu pun dibuka untuk kami. Aku bertemu dengan Isa bin Maryam as. dan Yahya bin Zakaria as. Mereka berdua menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit ketiga. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad saw. jawabnya. Ditanyakan: Dia telah diutus? Dia telah diutus, jawab Jibril. Pintu dibuka untuk kami. Aku bertemu Yusuf as. Ternyata ia telah dikaruniai sebagian keindahan. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keempat. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jibril menjawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jibril menjawab: Dia telah diutus. Kami pun dibukakan. Ternyata di sana ada Nabi Idris as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Allah Taala berfirman Kami mengangkatnya pada tempat (martabat) yang tinggi. Aku dibawa naik ke langit kelima. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Dijawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Dijawab: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana aku bertemu Nabi Harun as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keenam. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana ada Nabi Musa as. Dia menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan. Jibril membawaku naik ke langit ketujuh. Jibril minta dibukakan. Lalu ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanyakan: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Ternyata di sana aku bertemu Nabi Ibrahim as. sedang menyandarkan punggungnya pada Baitulmakmur. Ternyata setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat masuk ke Baitulmakmur dan tidak kembali lagi ke sana. Kemudian aku dibawa pergi ke Sidratulmuntaha yang dedaunannya seperti kuping-kuping gajah dan buahnya sebesar tempayan. Ketika atas perintah Allah, Sidratulmuntaha diselubungi berbagai macam keindahan, maka suasana menjadi berubah, sehingga tak seorang pun di antara makhluk Allah mampu melukiskan keindahannya. Lalu Allah memberikan wahyu kepadaku. Aku diwajibkan salat lima puluh kali dalam sehari semalam. Tatkala turun dan bertemu Nabi saw. Musa as., ia bertanya: Apa yang telah difardukan Tuhanmu kepada umatmu? Aku menjawab: Salat lima puluh kali. Dia berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan kuat melaksanakannya. Aku pernah mencobanya pada Bani Israel. Aku pun kembali kepada Tuhanku dan berkata: Wahai Tuhanku, berilah keringanan atas umatku. Lalu Allah mengurangi lima salat dariku. Aku kembali kepada Nabi Musa as. dan aku katakan: Allah telah mengurangi lima waktu salat dariku. Dia berkata: Umatmu masih tidak sanggup melaksanakan itu. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Tak henti-hentinya aku bolak-balik antara Tuhanku dan Nabi Musa as. sampai Allah berfirman: Hai Muhammad. Sesungguhnya kefarduannya adalah lima waktu salat sehari semalam. Setiap salat mempunyai nilai sepuluh. Dengan demikian, lima salat sama dengan lima puluh salat. Dan barang siapa yang berniat untuk kebaikan, tetapi tidak melaksanakannya, maka dicatat satu kebaikan baginya. Jika ia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya barang siapa yang berniat jahat, tetapi tidak melaksanakannya, maka tidak sesuatu pun dicatat. Kalau ia jadi mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan. Aku turun hingga sampai kepada Nabi Musa as., lalu aku beritahukan padanya. Dia masih saja berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan. Aku menyahut: Aku telah bolak-balik kepada Tuhan, hingga aku merasa malu kepada-Nya
(Hadits dalam kitab Sahih Muslim : 234)


Semoga bisa jadi bahan renungan dan islah diri  :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bantahan bagi mereka yang mengatakan bahwa dialog antara RasuluLLAH Muhammad SAW dengan Nabi Musa as dikala Isra&#8217;  Mikraj  adalah hanya karangan yahudi.</p>
<p>‏ ‏حدثنا ‏ ‏شيبان بن فروخ ‏ ‏حدثنا ‏ ‏حماد بن سلمة ‏ ‏حدثنا ‏ ‏ثابت البناني ‏ ‏عن ‏ ‏أنس بن مالك ‏<br />
‏أن رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال ‏ ‏أتيت بالبراق وهو دابة أبيض طويل فوق الحمار ودون البغل يضع حافره عند منتهى طرفه قال فركبته حتى أتيت ‏ ‏بيت المقدس ‏ ‏قال فربطته بالحلقة التي يربط به الأنبياء قال ثم دخلت المسجد فصليت فيه ركعتين ثم خرجت فجاءني ‏ ‏جبريل ‏ ‏عليه السلام ‏ ‏بإناء من خمر وإناء من لبن فاخترت اللبن فقال ‏ ‏جبريل ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏اخترت الفطرة ثم ‏ ‏عرج ‏ ‏بنا إلى السماء فاستفتح ‏ ‏جبريل ‏ ‏فقيل من أنت قال ‏ ‏جبريل ‏ ‏قيل ومن معك قال ‏ ‏محمد ‏ ‏قيل وقد بعث إليه قال قد بعث إليه ففتح لنا فإذا أنا ‏ ‏بآدم ‏ ‏فرحب بي ودعا لي بخير ثم عرج بنا إلى السماء الثانية فاستفتح ‏ ‏جبريل ‏ ‏عليه السلام ‏ ‏فقيل من أنت قال ‏ ‏جبريل ‏ ‏قيل ومن معك قال ‏ ‏محمد ‏ ‏قيل وقد بعث إليه قال قد بعث إليه ففتح لنا فإذا أنا بابني الخالة ‏ ‏عيسى ابن مريم ‏ ‏ويحيى بن زكرياء ‏ ‏صلوات الله عليهما فرحبا ودعوا لي بخير ثم عرج بي إلى السماء الثالثة فاستفتح ‏ ‏جبريل ‏ ‏فقيل من أنت قال ‏ ‏جبريل ‏ ‏قيل ومن معك قال ‏ ‏محمد ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قيل وقد بعث إليه قال قد بعث إليه ففتح لنا فإذا أنا ‏ ‏بيوسف ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏إذا هو قد أعطي ‏ ‏شطر ‏ ‏الحسن فرحب ودعا لي بخير ثم عرج بنا إلى السماء الرابعة فاستفتح ‏ ‏جبريل ‏ ‏عليه السلام ‏ ‏قيل من هذا قال ‏ ‏جبريل ‏ ‏قيل ومن معك قال ‏ ‏محمد ‏ ‏قال وقد بعث إليه قال قد بعث إليه ففتح لنا فإذا أنا ‏ ‏بإدريس ‏ ‏فرحب ودعا لي بخير قال الله عز وجل ‏<br />
	‏ورفعناه مكانا عليا ‏<br />
‏ثم عرج بنا إلى السماء الخامسة فاستفتح ‏ ‏جبريل ‏ ‏قيل من هذا قال ‏ ‏جبريل ‏ ‏قيل ومن معك قال ‏ ‏محمد ‏ ‏قيل وقد بعث إليه قال قد بعث إليه ففتح لنا فإذا أنا ‏ ‏بهارون ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فرحب ودعا لي بخير ثم عرج بنا إلى السماء السادسة فاستفتح ‏ ‏جبريل ‏ ‏عليه السلام ‏ ‏قيل من هذا قال ‏ ‏جبريل ‏ ‏قيل ومن معك قال ‏ ‏محمد ‏ ‏قيل وقد بعث إليه قال قد بعث إليه ففتح لنا فإذا أنا ‏ ‏بموسى ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فرحب ودعا لي بخير ثم عرج إلى السماء السابعة فاستفتح ‏ ‏جبريل ‏ ‏فقيل من هذا قال ‏ ‏جبريل ‏ ‏قيل ومن معك قال ‏ ‏محمد ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قيل وقد بعث إليه قال قد بعث إليه ففتح لنا فإذا أنا ‏ ‏بإبراهيم ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏مسندا ظهره إلى ‏ ‏البيت المعمور ‏ ‏وإذا هو يدخله كل يوم سبعون ألف ملك لا يعودون إليه ثم ذهب بي إلى السدرة المنتهى وإذا ورقها كآذان الفيلة وإذا ثمرها كالقلال قال فلما ‏ ‏غشيها ‏ ‏من أمر الله ما غشي تغيرت فما أحد من خلق الله يستطيع أن ‏ ‏ينعتها ‏ ‏من حسنها فأوحى الله إلي ما أوحى ففرض علي خمسين صلاة في كل يوم وليلة فنزلت إلى ‏ ‏موسى ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فقال ما فرض ربك على أمتك قلت خمسين صلاة قال ارجع إلى ربك فاسأله التخفيف فإن أمتك لا يطيقون ذلك فإني قد ‏ ‏بلوت ‏ ‏بني إسرائيل ‏ ‏وخبرتهم قال فرجعت إلى ربي فقلت يا رب خفف على أمتي فحط عني خمسا فرجعت إلى ‏ ‏موسى ‏ ‏فقلت حط عني خمسا قال إن أمتك لا يطيقون ذلك فارجع إلى ربك فاسأله التخفيف قال فلم أزل أرجع بين ربي تبارك وتعالى وبين ‏ ‏موسى ‏ ‏عليه السلام ‏ ‏حتى قال يا ‏ ‏محمد ‏ ‏إنهن خمس صلوات كل يوم وليلة لكل صلاة عشر فذلك خمسون صلاة ومن هم بحسنة فلم يعملها كتبت له حسنة فإن عملها كتبت له عشرا ومن هم بسيئة فلم يعملها لم تكتب شيئا فإن عملها كتبت سيئة واحدة قال فنزلت حتى انتهيت إلى ‏ ‏موسى ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فأخبرته فقال ارجع إلى ربك فاسأله التخفيف فقال رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فقلت قد رجعت إلى ربي حتى استحييت منه </p>
<p> Anas bin Malik ra., ia berkata:<br />
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Aku didatangi Buraq. Lalu aku menunggangnya sampai ke Baitulmakdis. Aku mengikatnya pada pintu mesjid yang biasa digunakan mengikat tunggangan oleh para nabi. Kemudian aku masuk ke mesjid dan mengerjakan salat dua rakaat. Setelah aku keluar, Jibril datang membawa bejana berisi arak dan bejana berisi susu. Aku memilih susu, Jibril berkata: Engkau telah memilih fitrah. Lalu Jibril membawaku naik ke langit. Ketika Jibril minta dibukakan, ada yang bertanya: Siapakah engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa yang bersamamu? Jibril menjawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawab Jibril: Ya, ia telah diutus. Lalu dibukakan bagi kami. Aku bertemu dengan Adam. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Kemudian aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapakah engkau? Jawab Jibril: Jibril. Ditanya lagi: Siapakah yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Pintu pun dibuka untuk kami. Aku bertemu dengan Isa bin Maryam as. dan Yahya bin Zakaria as. Mereka berdua menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit ketiga. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad saw. jawabnya. Ditanyakan: Dia telah diutus? Dia telah diutus, jawab Jibril. Pintu dibuka untuk kami. Aku bertemu Yusuf as. Ternyata ia telah dikaruniai sebagian keindahan. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keempat. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jibril menjawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jibril menjawab: Dia telah diutus. Kami pun dibukakan. Ternyata di sana ada Nabi Idris as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Allah Taala berfirman Kami mengangkatnya pada tempat (martabat) yang tinggi. Aku dibawa naik ke langit kelima. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Dijawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Dijawab: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana aku bertemu Nabi Harun as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keenam. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana ada Nabi Musa as. Dia menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan. Jibril membawaku naik ke langit ketujuh. Jibril minta dibukakan. Lalu ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanyakan: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Ternyata di sana aku bertemu Nabi Ibrahim as. sedang menyandarkan punggungnya pada Baitulmakmur. Ternyata setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat masuk ke Baitulmakmur dan tidak kembali lagi ke sana. Kemudian aku dibawa pergi ke Sidratulmuntaha yang dedaunannya seperti kuping-kuping gajah dan buahnya sebesar tempayan. Ketika atas perintah Allah, Sidratulmuntaha diselubungi berbagai macam keindahan, maka suasana menjadi berubah, sehingga tak seorang pun di antara makhluk Allah mampu melukiskan keindahannya. Lalu Allah memberikan wahyu kepadaku. Aku diwajibkan salat lima puluh kali dalam sehari semalam. Tatkala turun dan bertemu Nabi saw. Musa as., ia bertanya: Apa yang telah difardukan Tuhanmu kepada umatmu? Aku menjawab: Salat lima puluh kali. Dia berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan kuat melaksanakannya. Aku pernah mencobanya pada Bani Israel. Aku pun kembali kepada Tuhanku dan berkata: Wahai Tuhanku, berilah keringanan atas umatku. Lalu Allah mengurangi lima salat dariku. Aku kembali kepada Nabi Musa as. dan aku katakan: Allah telah mengurangi lima waktu salat dariku. Dia berkata: Umatmu masih tidak sanggup melaksanakan itu. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Tak henti-hentinya aku bolak-balik antara Tuhanku dan Nabi Musa as. sampai Allah berfirman: Hai Muhammad. Sesungguhnya kefarduannya adalah lima waktu salat sehari semalam. Setiap salat mempunyai nilai sepuluh. Dengan demikian, lima salat sama dengan lima puluh salat. Dan barang siapa yang berniat untuk kebaikan, tetapi tidak melaksanakannya, maka dicatat satu kebaikan baginya. Jika ia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya barang siapa yang berniat jahat, tetapi tidak melaksanakannya, maka tidak sesuatu pun dicatat. Kalau ia jadi mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan. Aku turun hingga sampai kepada Nabi Musa as., lalu aku beritahukan padanya. Dia masih saja berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan. Aku menyahut: Aku telah bolak-balik kepada Tuhan, hingga aku merasa malu kepada-Nya<br />
(Hadits dalam kitab Sahih Muslim : 234)</p>
<p>Semoga bisa jadi bahan renungan dan islah diri  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Oky</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/20/shalat-jama-dibolehkan-tanpa-syarat/#comment-3170</link>
		<dc:creator>Oky</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 13:16:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=218#comment-3170</guid>
		<description>@Abu Syahzanan
Salam!  Semoga ibadah antum membuat antum semakin dekat dengan Allah swt dan insya Allah mendapatkan syafaat dari rasul saww dan para imam as, serta membuat mereka tersenyum insya Allah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Abu Syahzanan<br />
Salam!  Semoga ibadah antum membuat antum semakin dekat dengan Allah swt dan insya Allah mendapatkan syafaat dari rasul saww dan para imam as, serta membuat mereka tersenyum insya Allah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Oky</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/20/shalat-jama-dibolehkan-tanpa-syarat/#comment-3167</link>
		<dc:creator>Oky</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 12:45:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=218#comment-3167</guid>
		<description>@Muhibbin
Sempurna atau ngga sempurna apakah mas muhibbin yang menilai? Luar biasa, penilaian anda mencerminkan shalat anda pasti sempurna..ckckckck..tambah salut..ati2 terbang mas..hahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Muhibbin<br />
Sempurna atau ngga sempurna apakah mas muhibbin yang menilai? Luar biasa, penilaian anda mencerminkan shalat anda pasti sempurna..ckckckck..tambah salut..ati2 terbang mas..hahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: secondprince</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/20/shalat-jama-dibolehkan-tanpa-syarat/#comment-3166</link>
		<dc:creator>secondprince</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 12:38:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=218#comment-3166</guid>
		<description>@Muhibbin
&lt;blockquote&gt;Imam Nawawi dalam kitabnya Syarah Muslim,V/215, dalam mengomentari hadits ini mengatakan, “Mayoritas ulama membolehkan menjama’ shalat bagi mereka yang tidak musafir bila ada kebutuhan yang sangat mendesak, dengan catatan tidak menjadikan yang demikian sebagai tradisi (kebiasaan). Pendapat demikian juga dikatakan oleh Ibnu Sirin, Asyhab, juga Ishaq Almarwazi dan Ibnu Munzir.&lt;/blockquote&gt;
Begini Mas ketika seseorang membicarakan hadis dan menarik kesimpulan tentangnya maka yang merupakan ketentuan adalah apa yang tersirat dari hadis tersebut.
Ulama manapun bisa saja memberikan penjelasan atau pendapat tentang hadis, tetapi semua penjelasan mereka harus dinilai apakah berdasarkan dalil atau tidak
Pernyataan yang Mas kutip seolah mengajukan dua syarat pada hadis di atas yaitu
1. Adanya kebutuhan yang mendesak
2. Tidak menjadi kebiasaan
Kedua hal itu adalah prakonsepsi yang tidak dijelaskan dengan dalil dan tidak tersirat pada hadis tersebut. Justru hadis tersebut tidak mensyaratkan kondisi apapun.
Kalau kita melihat hadis tersebut dapat diketahui bahwa Ibnu Abbas menjamak shalat karena beliau sedang sibuk ceramah, apakah itu termasuk kebutuhan yang mendesak?. Saya kira tidak, tidak ada sulitnya menghentikan ceramah sebentar untuk shalat kemudian dilanjutkan kembali. Tetapi dalam hal ini Ibnu Abbas justru tetap melanjutkan ceramah dan berniat menjamak shalat. Hal ini Beliau putuskan sesuai dengan Sunnah Rasul SAW yang beliau ketahui yang memang tidak mensyaratkan kondisi mendesak atau apapun lainnya
Btw Mas saya tidak pernah menyatakan bahwa Shalat jamak harus dibiasakan, saya justru menyatakan bahwa hal itu dibolehkan tanpa syarat. Tetapi pernyataan tidak boleh dibiasakan sendiri adalah suatu keputusan hukum yang membutuhkan dalil dan tidak hanya sekedar Qaul Ulama.
Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Muhibbin</p>
<blockquote><p>Imam Nawawi dalam kitabnya Syarah Muslim,V/215, dalam mengomentari hadits ini mengatakan, “Mayoritas ulama membolehkan menjama’ shalat bagi mereka yang tidak musafir bila ada kebutuhan yang sangat mendesak, dengan catatan tidak menjadikan yang demikian sebagai tradisi (kebiasaan). Pendapat demikian juga dikatakan oleh Ibnu Sirin, Asyhab, juga Ishaq Almarwazi dan Ibnu Munzir.</p></blockquote>
<p>Begini Mas ketika seseorang membicarakan hadis dan menarik kesimpulan tentangnya maka yang merupakan ketentuan adalah apa yang tersirat dari hadis tersebut.<br />
Ulama manapun bisa saja memberikan penjelasan atau pendapat tentang hadis, tetapi semua penjelasan mereka harus dinilai apakah berdasarkan dalil atau tidak<br />
Pernyataan yang Mas kutip seolah mengajukan dua syarat pada hadis di atas yaitu<br />
1. Adanya kebutuhan yang mendesak<br />
2. Tidak menjadi kebiasaan<br />
Kedua hal itu adalah prakonsepsi yang tidak dijelaskan dengan dalil dan tidak tersirat pada hadis tersebut. Justru hadis tersebut tidak mensyaratkan kondisi apapun.<br />
Kalau kita melihat hadis tersebut dapat diketahui bahwa Ibnu Abbas menjamak shalat karena beliau sedang sibuk ceramah, apakah itu termasuk kebutuhan yang mendesak?. Saya kira tidak, tidak ada sulitnya menghentikan ceramah sebentar untuk shalat kemudian dilanjutkan kembali. Tetapi dalam hal ini Ibnu Abbas justru tetap melanjutkan ceramah dan berniat menjamak shalat. Hal ini Beliau putuskan sesuai dengan Sunnah Rasul SAW yang beliau ketahui yang memang tidak mensyaratkan kondisi mendesak atau apapun lainnya<br />
Btw Mas saya tidak pernah menyatakan bahwa Shalat jamak harus dibiasakan, saya justru menyatakan bahwa hal itu dibolehkan tanpa syarat. Tetapi pernyataan tidak boleh dibiasakan sendiri adalah suatu keputusan hukum yang membutuhkan dalil dan tidak hanya sekedar Qaul Ulama.<br />
Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
