<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Berpegang Teguh Pada Ahlul Bait Nabi SAW Atau Sahabat Nabi SAW</title>
	<atom:link href="http://secondprince.wordpress.com/2008/06/01/berpegang-teguh-pada-sahabat-nabi-saw/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/01/berpegang-teguh-pada-sahabat-nabi-saw/</link>
	<description>Kebenaran Hanya Untuk Yang Menghargainya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Dec 2009 06:24:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: saji</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/01/berpegang-teguh-pada-sahabat-nabi-saw/#comment-5327</link>
		<dc:creator>saji</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 05:42:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=201#comment-5327</guid>
		<description>Ashadu ala ilaha illalloh
wa ashadu ana Muhammadar rosululloh.

Saya mau pergi saja, nggak ndengerin lagi orang debat dalam agama. Dosa hukumnya masuk dalam debat agama.

wis yo.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ashadu ala ilaha illalloh<br />
wa ashadu ana Muhammadar rosululloh.</p>
<p>Saya mau pergi saja, nggak ndengerin lagi orang debat dalam agama. Dosa hukumnya masuk dalam debat agama.</p>
<p>wis yo.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: adi</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/01/berpegang-teguh-pada-sahabat-nabi-saw/#comment-4119</link>
		<dc:creator>adi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 16:00:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=201#comment-4119</guid>
		<description>Salah satu ajaran pokok Islam adalah mencintai keluarga Rosul (ahlul bait). Setiap sholat pun kita diwajibkan bersholawat kepada Rosul dan keluarganya. Allah juga berfirman: &quot;Katakanlah (Muhammad), aku tidak meminta upah atas risalah yang aku sampaikan kecuali kasih sayang kepada keluarga-ku.&quot;

Tapi lihatlah umat Islam sekarang (kecuali Syiah). Seberapa besar pemahaman mereka terhadap ajaran pokok itu. Mengenal sejarah ahlul bait saja tidak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu ajaran pokok Islam adalah mencintai keluarga Rosul (ahlul bait). Setiap sholat pun kita diwajibkan bersholawat kepada Rosul dan keluarganya. Allah juga berfirman: &#8220;Katakanlah (Muhammad), aku tidak meminta upah atas risalah yang aku sampaikan kecuali kasih sayang kepada keluarga-ku.&#8221;</p>
<p>Tapi lihatlah umat Islam sekarang (kecuali Syiah). Seberapa besar pemahaman mereka terhadap ajaran pokok itu. Mengenal sejarah ahlul bait saja tidak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: asep</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/01/berpegang-teguh-pada-sahabat-nabi-saw/#comment-4099</link>
		<dc:creator>asep</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 13:40:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=201#comment-4099</guid>
		<description>Salam kenal
 
@armand
Maksud mas heri mungkin begini, apa kata dunia internasional kalo umat Islam selalu saja ada dalam kemelut/perselisihan dalam menjalankan agamanya. Malu dong ! Yang ada diluar Islam bersorak kegirangan, hahahahaha....cuma memilih satu diantara dua aja sampai ribuan tahun!!!
Carilah cara yang lain misalnya persamaan antara sunni dan syiah atau mungkin yang senada dengan itu, ok ! 

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal</p>
<p>@armand<br />
Maksud mas heri mungkin begini, apa kata dunia internasional kalo umat Islam selalu saja ada dalam kemelut/perselisihan dalam menjalankan agamanya. Malu dong ! Yang ada diluar Islam bersorak kegirangan, hahahahaha&#8230;.cuma memilih satu diantara dua aja sampai ribuan tahun!!!<br />
Carilah cara yang lain misalnya persamaan antara sunni dan syiah atau mungkin yang senada dengan itu, ok ! </p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: armand</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/01/berpegang-teguh-pada-sahabat-nabi-saw/#comment-4095</link>
		<dc:creator>armand</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 11:04:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=201#comment-4095</guid>
		<description>@heri
Mas bilang:
&quot;......saya yakin para ahli sejarah meriwayatkan hal tersebut berdasarkan dalil yang kuat,..&quot;

Mas termasuk golongan naifisme saya kira :)
Menurut saya berbedanya (terdistorsinya) sejarah Islam yg sampai ke kita bukan sekedar masalah dalil kuat atau lemah mas, bukan sekedar beda penafsiran penulis mengenai sebuah teks, bukan sekedar utuh dan tidaknya informasi yg sampai ke penulis atau tidak.  Namun yang paling utama menurut saya adalah adanya kepentingan pribadi/golongan untuk mengilfiltrasi (merubah/memasukkan yang baru, dll) suatu informasi sehingga riwayat yang termuat dalam sejarah Islam yang kita kenal sekarang penuh dengan &quot;hal yang membingungkan&quot;, yang mana di generasi kita akhirnya mengalami sindroma &#039;bingung&#039;.
Jika mas perhatikan, maka riwayat-riwayat dalam sejarah Islam sangat didominasi oleh 2 kutub yg &quot;bersebrangan&quot;, yakni aliran Sunni dan Syiah.  Jika hanya sekedar masalah kuat dan lemahnya dalil, maka saya kira kita tidak akan pernah mendapati perdebatan-perdebatan, perselisihan-perselisihan yang begitu tajam antar keduanya sejak dikenalkannya sejarah Islam ke kita.
Untuk menilai sebuah sejarah kita dapat bercermin pada sejarah G30SPKI dan Supersemar di Indonesia.  Kuat atau lemahnya dalilkah yang menyebabkan hingga kini sejarah2 itu msh membuat kita bingung?

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@heri<br />
Mas bilang:<br />
&#8220;&#8230;&#8230;saya yakin para ahli sejarah meriwayatkan hal tersebut berdasarkan dalil yang kuat,..&#8221;</p>
<p>Mas termasuk golongan naifisme saya kira <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Menurut saya berbedanya (terdistorsinya) sejarah Islam yg sampai ke kita bukan sekedar masalah dalil kuat atau lemah mas, bukan sekedar beda penafsiran penulis mengenai sebuah teks, bukan sekedar utuh dan tidaknya informasi yg sampai ke penulis atau tidak.  Namun yang paling utama menurut saya adalah adanya kepentingan pribadi/golongan untuk mengilfiltrasi (merubah/memasukkan yang baru, dll) suatu informasi sehingga riwayat yang termuat dalam sejarah Islam yang kita kenal sekarang penuh dengan &#8220;hal yang membingungkan&#8221;, yang mana di generasi kita akhirnya mengalami sindroma &#8216;bingung&#8217;.<br />
Jika mas perhatikan, maka riwayat-riwayat dalam sejarah Islam sangat didominasi oleh 2 kutub yg &#8220;bersebrangan&#8221;, yakni aliran Sunni dan Syiah.  Jika hanya sekedar masalah kuat dan lemahnya dalil, maka saya kira kita tidak akan pernah mendapati perdebatan-perdebatan, perselisihan-perselisihan yang begitu tajam antar keduanya sejak dikenalkannya sejarah Islam ke kita.<br />
Untuk menilai sebuah sejarah kita dapat bercermin pada sejarah G30SPKI dan Supersemar di Indonesia.  Kuat atau lemahnya dalilkah yang menyebabkan hingga kini sejarah2 itu msh membuat kita bingung?</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: heri</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/01/berpegang-teguh-pada-sahabat-nabi-saw/#comment-4092</link>
		<dc:creator>heri</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 17:33:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=201#comment-4092</guid>
		<description>salam...

@ all. 

wah saya lebih telat lagi nih /ketinggalan banget, maaf saya tidak akan berkomentar-soalna teu bisa komentar-, saya mau bertanya saja- soalna banyak orang berilmu disini- (boleh kan). saya orang biasa-biasa saja, dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang tidak begitu kental dalam hal beragama, ayah saya hanya sebatas islam ktp, tapi leberan kemarin jadi suatu moment yang mengejutkan dan mengharukan, ayah saya mau diajak ke mesjid untuk melaksanakan salat ied, hik....hik... hik...(tangis haru). e... iya saya mau bertanya begini, dipangkuan siapa sih sebenarnya rasul saw menghembuskan nafasnya yang terakhir/wafat? soalnya dalam sejarah ada yang mengatakan bahwa nabi saw wafat dipangkuan Aisyah ra, dan ada juga yang mengatakan di pangkuan Ali kw. saya yakin para ahli sejarah meriwayatkan hal tersebut berdasarkan dalil yang kuat, dan sepertinya begitu, baik Aisyah ra maupun Ali kw mengatakan / mengaku bahwa bahwa nabi saw wafat dipangkuannya. seandainya nabi saw wafat dipangkuan Aisyah ra, berarti Ali kw mengatakan sesuatu hal yang tidak pernah dialaminya, begitu juga sebaliknya. apa kata dunia dalam beragama, kita mengikuti seseorang yang dengan entengnya mengatakan sesuatu hal yang tidak pernah dialaminya. kenapa para ahli sejarah tidak bisa menentukan / bersepakat untuk memilih satu diantara dua-tidak banyak cuma dua-. atau mungkin nabi saw wafatnya dua kali? hehehe......tidak heran umat islam terpecah, memilih satu diantara dua saja tidak ada kata sepakat. mmm.... jadi gimana yah???

wasalam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam&#8230;</p>
<p>@ all. </p>
<p>wah saya lebih telat lagi nih /ketinggalan banget, maaf saya tidak akan berkomentar-soalna teu bisa komentar-, saya mau bertanya saja- soalna banyak orang berilmu disini- (boleh kan). saya orang biasa-biasa saja, dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang tidak begitu kental dalam hal beragama, ayah saya hanya sebatas islam ktp, tapi leberan kemarin jadi suatu moment yang mengejutkan dan mengharukan, ayah saya mau diajak ke mesjid untuk melaksanakan salat ied, hik&#8230;.hik&#8230; hik&#8230;(tangis haru). e&#8230; iya saya mau bertanya begini, dipangkuan siapa sih sebenarnya rasul saw menghembuskan nafasnya yang terakhir/wafat? soalnya dalam sejarah ada yang mengatakan bahwa nabi saw wafat dipangkuan Aisyah ra, dan ada juga yang mengatakan di pangkuan Ali kw. saya yakin para ahli sejarah meriwayatkan hal tersebut berdasarkan dalil yang kuat, dan sepertinya begitu, baik Aisyah ra maupun Ali kw mengatakan / mengaku bahwa bahwa nabi saw wafat dipangkuannya. seandainya nabi saw wafat dipangkuan Aisyah ra, berarti Ali kw mengatakan sesuatu hal yang tidak pernah dialaminya, begitu juga sebaliknya. apa kata dunia dalam beragama, kita mengikuti seseorang yang dengan entengnya mengatakan sesuatu hal yang tidak pernah dialaminya. kenapa para ahli sejarah tidak bisa menentukan / bersepakat untuk memilih satu diantara dua-tidak banyak cuma dua-. atau mungkin nabi saw wafatnya dua kali? hehehe&#8230;&#8230;tidak heran umat islam terpecah, memilih satu diantara dua saja tidak ada kata sepakat. mmm&#8230;. jadi gimana yah???</p>
<p>wasalam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Arif</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/01/berpegang-teguh-pada-sahabat-nabi-saw/#comment-4090</link>
		<dc:creator>Arif</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 02:55:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=201#comment-4090</guid>
		<description>Salam
Khidir as berbela sungkawa atas meninggalnya Rasulullah SAW

Diriwayatkan dari ar-Ridha as, dia berkata, &quot;Tatkala Rasulullah saw meninggal dunia, Khidir as datang lalu dia berdiri di depan pintu rumah, sementara didalam rumah itu terdapat Ali, Fatimah, al-Hasan,al Husain alaihimus salam, sementara Rasul saw telah dikafani, Khidir as berkata: &#039;As-salamu alaikum ya ahlal bait.
&quot;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu (Q.S Ali Imran :185)&quot;. sesungguhnya Allah memberikan pengganti dari setiap yang meninggal dunia, pelipur lara dari tiap musibah dan susulan (pengganti) dari setiap yang hilang. Maka bertawakallah kepada-Nya dan percayalah kepada-Nya:dan mohonlah ampunan kepada Allah untukku dan untuk kalian.&#039;
&quot;Maka Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as berkata, &#039;Orang itu adalah saudaraku Khidir, dia datang menyatakan bela sungkawa atas (meninggalnya) Nabi kalian.&quot;&quot;
Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam<br />
Khidir as berbela sungkawa atas meninggalnya Rasulullah SAW</p>
<p>Diriwayatkan dari ar-Ridha as, dia berkata, &#8220;Tatkala Rasulullah saw meninggal dunia, Khidir as datang lalu dia berdiri di depan pintu rumah, sementara didalam rumah itu terdapat Ali, Fatimah, al-Hasan,al Husain alaihimus salam, sementara Rasul saw telah dikafani, Khidir as berkata: &#8216;As-salamu alaikum ya ahlal bait.<br />
&#8220;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu (Q.S Ali Imran :185)&#8221;. sesungguhnya Allah memberikan pengganti dari setiap yang meninggal dunia, pelipur lara dari tiap musibah dan susulan (pengganti) dari setiap yang hilang. Maka bertawakallah kepada-Nya dan percayalah kepada-Nya:dan mohonlah ampunan kepada Allah untukku dan untuk kalian.&#8217;<br />
&#8220;Maka Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as berkata, &#8216;Orang itu adalah saudaraku Khidir, dia datang menyatakan bela sungkawa atas (meninggalnya) Nabi kalian.&#8221;"<br />
Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: fatamorgana @ tok_laki</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/01/berpegang-teguh-pada-sahabat-nabi-saw/#comment-4088</link>
		<dc:creator>fatamorgana @ tok_laki</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 23:56:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=201#comment-4088</guid>
		<description>salam hanya kepada orang yang dirahmati ALLAH serta mukmin dan mukminat yang takqwa

Sesungguhnya umpama Ali bin Abu Talib a.s dan umpama kami [“Umpama Ilmu Ahlu l-Bait a.s”] selepasnya pada umat ini sepertilah Nabi Musa dan Nabi Khidir a.s, Nabi Musa a.s telah memohon untuk bercakap dengan Nabi Khidir a.s dan meminta persahabatan dengannya, kisah mereka berdua telah diceritakan oleh Allah di dalam Surah al-A‘raf (7) :144 “bahawa Allah telah berkata kepada Musa wahai Musa sesungguhnya Aku telah memilih kamu dari manusia yang lain untuk  membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku telah berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk mereka yang bersyukur” Kemudian Dia berfirman di dalam Surah yang sama: 145 “Dan telah kami tuliskan untuk Musa pada Lauh-lauh segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu”

Nabi Khidir a.s telah memiliki ilmu yang tidak ditulis di lauh-lauh (alwah) Musa, tetapi Musa a.s telah menyangka bahawa semua perkara yang beliau perlukan di dalam kenabiannya dan semua ilmu telah ditulis untuknya di lauh-lauh sebagaimana mereka yang mendakwa bahawa mereka adalah ulama dan fuqaha’, diberi semua kefahaman, dan ilmu di dalam agama yang diperlukan umat kepadanya. Mereka mengesahkan bahawa ia adalah daripada Rasulullah s.a.w, lalu mereka mempelajari dan menghafaznya. Sebenarnya bukan semua ilmu Rasulullah s.a.w mereka telah mempelajarinya dan bukan semuanya daripada Rasulullah s.a.w, malah mereka tidak mengetahuinya. Suatu perkara sama ada yang halal atau yang haram ditanya kepada mereka, tetapi mereka tidak mempunyai hadis Rasulullah s.a.w tentang perkara tersebut dan mereka pula menjadi malu apabila kejahilan dikaitkan kepada mereka, mereka tidak suka mereka ditanya, kerana mereka tidak dapat menjawabnya, lantas orang ramai menuntut ilmu dari galiannya. Justeru mereka telah mengguna pendapat (al-Ra‘yu) dan kias di dalam agama Allah dan meninggalkan hadis Rasulullah s.a.w. Mereka mendekati Allah dengan berbagai bid‘ah, Rasulullah s.a.w bersabda: Setiap bid‘ah adalah sesat. Jika mereka bertanya sesuatu tentang agama Allah dan mereka tidak mengetahui hadis Rasulullah s.a.w, maka hendaklah mereka kembalikan kepada Allah, kepada Rasulullah s.a.w dan kepada Uli l-Amri daripada mereka, nescaya ali Muhammad akan memberitahu kepada mereka, tetapi permusuhan (al-‘adawah) dan hasad telah menghalang mereka dari menuntut ilmu daripada kami, tetapi Nabi Musa a.s tidak pernah mempunyai perasaan hasad kepada Nabi Khidir a.s, beliau telah mengetahui keilmuan Nabi Khidir a.s, lalu beliau telah mengakuinya dan tidak berhasad dengki kepadanya sebagaimana umat ini telah berhasad dengki kepada kami selepas Rasulullah s.a.w akan keilmuan kami dan apa yang telah kami warisi daripada Rasulullah s.a.w. Mereka tidak gemar kepada keilmuan kami, tidak sebagaimana Musa a.s yang telah gemar kepada Khidir a.s, lalu menjalinkan persahabatan dengannya, mempelajari keilmuannya, manakala beliau telah bertanya Nabi Khidir a.s, maka beliau mengetahui bahawa Musa tidak mampu untuk meneruskan persahabatan dengannya dan tidak boleh menanggung keilmuannya, serta tidak boleh bersabar dengannya pada masa itu, Nabi Khidir a.s berkata kepadanya: Sesungguhnya anda tidak mampu bersabar bersama aku. 
Musa berkata kepadanya: Kenapa aku tidak bersabar? 
Maka Khidir berkata: Bagaimana anda boleh bersabar di atas perkara yang anda tidak mengetahui beritanya? 
Musa berkata kepadanya dengan rendah diri supaya Khidir menerimanya: Anda akan mendapati aku seorang yang bersabar dan aku tidak akan menderhaka anda walau sedikit. 

waSalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam hanya kepada orang yang dirahmati ALLAH serta mukmin dan mukminat yang takqwa</p>
<p>Sesungguhnya umpama Ali bin Abu Talib a.s dan umpama kami [“Umpama Ilmu Ahlu l-Bait a.s”] selepasnya pada umat ini sepertilah Nabi Musa dan Nabi Khidir a.s, Nabi Musa a.s telah memohon untuk bercakap dengan Nabi Khidir a.s dan meminta persahabatan dengannya, kisah mereka berdua telah diceritakan oleh Allah di dalam Surah al-A‘raf (7) :144 “bahawa Allah telah berkata kepada Musa wahai Musa sesungguhnya Aku telah memilih kamu dari manusia yang lain untuk  membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku telah berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk mereka yang bersyukur” Kemudian Dia berfirman di dalam Surah yang sama: 145 “Dan telah kami tuliskan untuk Musa pada Lauh-lauh segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu”</p>
<p>Nabi Khidir a.s telah memiliki ilmu yang tidak ditulis di lauh-lauh (alwah) Musa, tetapi Musa a.s telah menyangka bahawa semua perkara yang beliau perlukan di dalam kenabiannya dan semua ilmu telah ditulis untuknya di lauh-lauh sebagaimana mereka yang mendakwa bahawa mereka adalah ulama dan fuqaha’, diberi semua kefahaman, dan ilmu di dalam agama yang diperlukan umat kepadanya. Mereka mengesahkan bahawa ia adalah daripada Rasulullah s.a.w, lalu mereka mempelajari dan menghafaznya. Sebenarnya bukan semua ilmu Rasulullah s.a.w mereka telah mempelajarinya dan bukan semuanya daripada Rasulullah s.a.w, malah mereka tidak mengetahuinya. Suatu perkara sama ada yang halal atau yang haram ditanya kepada mereka, tetapi mereka tidak mempunyai hadis Rasulullah s.a.w tentang perkara tersebut dan mereka pula menjadi malu apabila kejahilan dikaitkan kepada mereka, mereka tidak suka mereka ditanya, kerana mereka tidak dapat menjawabnya, lantas orang ramai menuntut ilmu dari galiannya. Justeru mereka telah mengguna pendapat (al-Ra‘yu) dan kias di dalam agama Allah dan meninggalkan hadis Rasulullah s.a.w. Mereka mendekati Allah dengan berbagai bid‘ah, Rasulullah s.a.w bersabda: Setiap bid‘ah adalah sesat. Jika mereka bertanya sesuatu tentang agama Allah dan mereka tidak mengetahui hadis Rasulullah s.a.w, maka hendaklah mereka kembalikan kepada Allah, kepada Rasulullah s.a.w dan kepada Uli l-Amri daripada mereka, nescaya ali Muhammad akan memberitahu kepada mereka, tetapi permusuhan (al-‘adawah) dan hasad telah menghalang mereka dari menuntut ilmu daripada kami, tetapi Nabi Musa a.s tidak pernah mempunyai perasaan hasad kepada Nabi Khidir a.s, beliau telah mengetahui keilmuan Nabi Khidir a.s, lalu beliau telah mengakuinya dan tidak berhasad dengki kepadanya sebagaimana umat ini telah berhasad dengki kepada kami selepas Rasulullah s.a.w akan keilmuan kami dan apa yang telah kami warisi daripada Rasulullah s.a.w. Mereka tidak gemar kepada keilmuan kami, tidak sebagaimana Musa a.s yang telah gemar kepada Khidir a.s, lalu menjalinkan persahabatan dengannya, mempelajari keilmuannya, manakala beliau telah bertanya Nabi Khidir a.s, maka beliau mengetahui bahawa Musa tidak mampu untuk meneruskan persahabatan dengannya dan tidak boleh menanggung keilmuannya, serta tidak boleh bersabar dengannya pada masa itu, Nabi Khidir a.s berkata kepadanya: Sesungguhnya anda tidak mampu bersabar bersama aku.<br />
Musa berkata kepadanya: Kenapa aku tidak bersabar?<br />
Maka Khidir berkata: Bagaimana anda boleh bersabar di atas perkara yang anda tidak mengetahui beritanya?<br />
Musa berkata kepadanya dengan rendah diri supaya Khidir menerimanya: Anda akan mendapati aku seorang yang bersabar dan aku tidak akan menderhaka anda walau sedikit. </p>
<p>waSalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: secondprince</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/01/berpegang-teguh-pada-sahabat-nabi-saw/#comment-4080</link>
		<dc:creator>secondprince</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 08:35:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=201#comment-4080</guid>
		<description>@bims
&lt;blockquote&gt;Tetapi hadits ini dikuatkan oleh banyak hadits lain. Hadits-hadits tersebut diriwayatkan dari beberapa orang shahabat, antara lain : Abu Hurairah, Mu’awiyah, Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash, Auf bin Malik, Abu Umamah, Ibnu Mas’ud, Jabir bin Abdillah, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abu Darda’, Watsilah bin Al-Asqa’, Amr bin ‘Auf Al-Muzani, Ali bin Abi Thalib, Abu Musa Al-Asy’ariy, dan Anas bin Malik.&lt;/blockquote&gt;
Ah anda kurang teliti Mas, hadis-hadis soal 73 golongan yang menurut Mas menguatkan itu, dalam matannya tidak ada kata-kata &lt;em&gt;“Apa yang Aku dan para sahabatku ada diatasnya”. &lt;/em&gt;. Hadis yang memuat kata-kata inilah yang saya maksud sanadnya dhaif.
&lt;blockquote&gt;Dan Imam Tirmidzi mengatakan hadist yg diriwayatkannya HASAN, karena banyak syawahidnya.&lt;/blockquote&gt;
Yang dimaksud banyak syawahidnya itu adalah matan berpecah menjadi 73 golongan, sedangkan matan &lt;em&gt;“Apa yang Aku dan para sahabatku ada diatasnya”. &lt;/em&gt; hanya kedua hadis itu dan sanadnya dhaif. Imam Tirmidzi sepertinya langsung pukul rata begitu saja sama seperti yang Mas lakukan.
&lt;blockquote&gt;Bukankah salah satu prinsip anda untuk membahas suatu hadits adalah kita mengumpulkan jalan-jalannya?&lt;/blockquote&gt;
Benar itu yang paling baik, oleh karena itu saya termasuk diantara orang2 yang setuju bahwa hadis terpecah menjadi 73 golongan itu shahih. Tetapi matan &lt;em&gt;“Apa yang Aku dan para sahabatku ada diatasnya”. &lt;/em&gt; sudah jelas tambahan yang dhaif. 
&lt;blockquote&gt;Baiklah jika sekiranya riwayat yg lebih shahih berbunyi “Al-Jama’ah” saya kira hal ini juga tidak bertentangan dg hadits di atas,&lt;/blockquote&gt;
Saya gak bilang itu bertentangan hanya saja itu namanya masuk sekenanya, saya mah bisa saja mengatakan kalau al jamaah itu adalah orang-orang yang berpegang teguh pada ahlul bait. Dan dalilnya adalah hadis Tsaqalain :) disitu Rasulullah SAW mengatakan kalau berpegang teguh pada Al Quran dan Ahlul Bait maka tidak akan sesat.

&lt;blockquote&gt;karena yg dimaksud Al-Jama’ah (bentuk tunggal) adalah jama’ah kaum muslimin saat itu yaitu para shahabat (pengertian ini sudah masyhur di kalangan ulama) dan hadits di atas sebagai penjelasan dari kata Al-Jama’ah…&lt;/blockquote&gt;
Silakan saja kalau anda mau menjadikan hadis dhaif sebagai penjelasan. Poin saya yang penting itu adalah kata Al Jamaah sendiri yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW itu apa? Mengapa tidak Rasulullah SAW sendiri yang menjelaskan?. Orang mau mengklaim siapapun, ya silakan misalnya

Imam Bukhari mengklaim bahwa Al Jamaah adalah Ahlul Ilmi.

Ishaq bin Rahawaih mengatakan bahwa Al-Jamaah adalah seorang alim yang berpegang teguh kepada atsar Rasulullah SAW dan Sunnahnya, maka siapa saja yang bersama dan mengikutinya maka dia adalah Al Jamaah.

Imam Ahmad mengatakan kalau Al Jamaah adalah Ashabul Hadis.

Imam Tirmidzi mengatakan bahwa Al Jamaah adalah ahli fiqh, ahli ilmu dan ahli hadis.

Imam Syatibi mengatakan kalau Al Jamaah adalah umat Islam apabila mereka bersepakat atas perkara agama.

Ibnu Jarir mengatakan kalau Al Jamaah adalah umat Islam apabila bersepakat di bawah seorang pemimpin.

Ibnu Mas&#039;ud mengatakan bahwa Al Jamaah itu adalah yang sesuai dengan ketaatan Allah SWT walaupun kamu sendirian atau Al Jamaah adalah yang sesuai dengan kebenaran walaupun kamu hanya sendirian.

Lumayan banyak ya, tapi seperti yang saya ungkapkan silakan saja mau memberi pengertian apa, kan tinggal dilihat dalil-dalilnya :)
Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@bims</p>
<blockquote><p>Tetapi hadits ini dikuatkan oleh banyak hadits lain. Hadits-hadits tersebut diriwayatkan dari beberapa orang shahabat, antara lain : Abu Hurairah, Mu’awiyah, Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash, Auf bin Malik, Abu Umamah, Ibnu Mas’ud, Jabir bin Abdillah, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abu Darda’, Watsilah bin Al-Asqa’, Amr bin ‘Auf Al-Muzani, Ali bin Abi Thalib, Abu Musa Al-Asy’ariy, dan Anas bin Malik.</p></blockquote>
<p>Ah anda kurang teliti Mas, hadis-hadis soal 73 golongan yang menurut Mas menguatkan itu, dalam matannya tidak ada kata-kata <em>“Apa yang Aku dan para sahabatku ada diatasnya”. </em>. Hadis yang memuat kata-kata inilah yang saya maksud sanadnya dhaif.</p>
<blockquote><p>Dan Imam Tirmidzi mengatakan hadist yg diriwayatkannya HASAN, karena banyak syawahidnya.</p></blockquote>
<p>Yang dimaksud banyak syawahidnya itu adalah matan berpecah menjadi 73 golongan, sedangkan matan <em>“Apa yang Aku dan para sahabatku ada diatasnya”. </em> hanya kedua hadis itu dan sanadnya dhaif. Imam Tirmidzi sepertinya langsung pukul rata begitu saja sama seperti yang Mas lakukan.</p>
<blockquote><p>Bukankah salah satu prinsip anda untuk membahas suatu hadits adalah kita mengumpulkan jalan-jalannya?</p></blockquote>
<p>Benar itu yang paling baik, oleh karena itu saya termasuk diantara orang2 yang setuju bahwa hadis terpecah menjadi 73 golongan itu shahih. Tetapi matan <em>“Apa yang Aku dan para sahabatku ada diatasnya”. </em> sudah jelas tambahan yang dhaif. </p>
<blockquote><p>Baiklah jika sekiranya riwayat yg lebih shahih berbunyi “Al-Jama’ah” saya kira hal ini juga tidak bertentangan dg hadits di atas,</p></blockquote>
<p>Saya gak bilang itu bertentangan hanya saja itu namanya masuk sekenanya, saya mah bisa saja mengatakan kalau al jamaah itu adalah orang-orang yang berpegang teguh pada ahlul bait. Dan dalilnya adalah hadis Tsaqalain <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  disitu Rasulullah SAW mengatakan kalau berpegang teguh pada Al Quran dan Ahlul Bait maka tidak akan sesat.</p>
<blockquote><p>karena yg dimaksud Al-Jama’ah (bentuk tunggal) adalah jama’ah kaum muslimin saat itu yaitu para shahabat (pengertian ini sudah masyhur di kalangan ulama) dan hadits di atas sebagai penjelasan dari kata Al-Jama’ah…</p></blockquote>
<p>Silakan saja kalau anda mau menjadikan hadis dhaif sebagai penjelasan. Poin saya yang penting itu adalah kata Al Jamaah sendiri yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW itu apa? Mengapa tidak Rasulullah SAW sendiri yang menjelaskan?. Orang mau mengklaim siapapun, ya silakan misalnya</p>
<p>Imam Bukhari mengklaim bahwa Al Jamaah adalah Ahlul Ilmi.</p>
<p>Ishaq bin Rahawaih mengatakan bahwa Al-Jamaah adalah seorang alim yang berpegang teguh kepada atsar Rasulullah SAW dan Sunnahnya, maka siapa saja yang bersama dan mengikutinya maka dia adalah Al Jamaah.</p>
<p>Imam Ahmad mengatakan kalau Al Jamaah adalah Ashabul Hadis.</p>
<p>Imam Tirmidzi mengatakan bahwa Al Jamaah adalah ahli fiqh, ahli ilmu dan ahli hadis.</p>
<p>Imam Syatibi mengatakan kalau Al Jamaah adalah umat Islam apabila mereka bersepakat atas perkara agama.</p>
<p>Ibnu Jarir mengatakan kalau Al Jamaah adalah umat Islam apabila bersepakat di bawah seorang pemimpin.</p>
<p>Ibnu Mas&#8217;ud mengatakan bahwa Al Jamaah itu adalah yang sesuai dengan ketaatan Allah SWT walaupun kamu sendirian atau Al Jamaah adalah yang sesuai dengan kebenaran walaupun kamu hanya sendirian.</p>
<p>Lumayan banyak ya, tapi seperti yang saya ungkapkan silakan saja mau memberi pengertian apa, kan tinggal dilihat dalil-dalilnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Arif</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/01/berpegang-teguh-pada-sahabat-nabi-saw/#comment-4076</link>
		<dc:creator>Arif</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 21:45:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=201#comment-4076</guid>
		<description>Salam
@all
Waduh telat bgt nih, sblmnya Ana mau ngucapin Minal aidin wal faidzin, Maaf Lahir batin y...
@Bagir, Abu Syahzanan, @belardo / Abu Riza
Kapan mau kopi darat?hehehe....
Ana yakin, ana yang paling muda dalam usia maupun dalam pengenalan terhadap Alhulbait, maklum, baru dua tahun kenal Mazhab Ja&#039;fari (Ahlulbait)... Revolusi Iran memang dahsyat...
Syukron...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam<br />
@all<br />
Waduh telat bgt nih, sblmnya Ana mau ngucapin Minal aidin wal faidzin, Maaf Lahir batin y&#8230;<br />
@Bagir, Abu Syahzanan, @belardo / Abu Riza<br />
Kapan mau kopi darat?hehehe&#8230;.<br />
Ana yakin, ana yang paling muda dalam usia maupun dalam pengenalan terhadap Alhulbait, maklum, baru dua tahun kenal Mazhab Ja&#8217;fari (Ahlulbait)&#8230; Revolusi Iran memang dahsyat&#8230;<br />
Syukron&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bims</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/01/berpegang-teguh-pada-sahabat-nabi-saw/#comment-4068</link>
		<dc:creator>bims</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 10:17:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=201#comment-4068</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;Kedua hadis tersebut adalah hadis yang dhaif . Hadis pertama riwayat Thabrani dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Sufyan dimana Al Uqaili berkata Hadisnya tidak bisa diikuti. Oleh karena itu Al Uqaili memasukkan hadis ini dalam kitabnya Adh Dhu’afa Al Kabir no 938. Hadis kedua riwayat Tirmidzi dalam sanadnya terdapat Abdurrahman bin Ziyad Al Ifriqi dan sebagaimana dijelaskan dalam At Taqrib bahwa dia adalah dhaif. Oleh karena itu Al Mubarakfuri menyatakan dhaifnya hadis tersebut dalam Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan Tirmidzi hadis no 2565.&lt;/blockquote&gt;

Tetapi hadits ini dikuatkan oleh banyak hadits lain. Hadits-hadits tersebut diriwayatkan dari beberapa orang shahabat, antara lain : Abu Hurairah, Mu’awiyah, Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash, Auf bin Malik, Abu Umamah, Ibnu Mas’ud, Jabir bin Abdillah, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abu Darda’, Watsilah bin Al-Asqa’, Amr bin ‘Auf Al-Muzani, Ali bin Abi Thalib, Abu Musa Al-Asy’ariy, dan Anas bin Malik.
Dan Imam Tirmidzi mengatakan hadist yg diriwayatkannya HASAN, karena banyak syawahidnya. 

Bukankah salah satu prinsip anda untuk membahas suatu hadits adalah kita mengumpulkan jalan-jalannya?

Baiklah jika sekiranya riwayat yg lebih shahih berbunyi “Al-Jama’ah” saya kira hal ini juga tidak bertentangan dg hadits di atas, karena yg dimaksud Al-Jama’ah (bentuk tunggal) adalah jama’ah kaum muslimin saat itu yaitu para shahabat (pengertian ini sudah masyhur di kalangan ulama) dan hadits di atas sebagai penjelasan dari kata Al-Jama’ah…

Wallahu A’lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Kedua hadis tersebut adalah hadis yang dhaif . Hadis pertama riwayat Thabrani dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Sufyan dimana Al Uqaili berkata Hadisnya tidak bisa diikuti. Oleh karena itu Al Uqaili memasukkan hadis ini dalam kitabnya Adh Dhu’afa Al Kabir no 938. Hadis kedua riwayat Tirmidzi dalam sanadnya terdapat Abdurrahman bin Ziyad Al Ifriqi dan sebagaimana dijelaskan dalam At Taqrib bahwa dia adalah dhaif. Oleh karena itu Al Mubarakfuri menyatakan dhaifnya hadis tersebut dalam Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan Tirmidzi hadis no 2565.</p></blockquote>
<p>Tetapi hadits ini dikuatkan oleh banyak hadits lain. Hadits-hadits tersebut diriwayatkan dari beberapa orang shahabat, antara lain : Abu Hurairah, Mu’awiyah, Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash, Auf bin Malik, Abu Umamah, Ibnu Mas’ud, Jabir bin Abdillah, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abu Darda’, Watsilah bin Al-Asqa’, Amr bin ‘Auf Al-Muzani, Ali bin Abi Thalib, Abu Musa Al-Asy’ariy, dan Anas bin Malik.<br />
Dan Imam Tirmidzi mengatakan hadist yg diriwayatkannya HASAN, karena banyak syawahidnya. </p>
<p>Bukankah salah satu prinsip anda untuk membahas suatu hadits adalah kita mengumpulkan jalan-jalannya?</p>
<p>Baiklah jika sekiranya riwayat yg lebih shahih berbunyi “Al-Jama’ah” saya kira hal ini juga tidak bertentangan dg hadits di atas, karena yg dimaksud Al-Jama’ah (bentuk tunggal) adalah jama’ah kaum muslimin saat itu yaitu para shahabat (pengertian ini sudah masyhur di kalangan ulama) dan hadits di atas sebagai penjelasan dari kata Al-Jama’ah…</p>
<p>Wallahu A’lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abelardo</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/01/berpegang-teguh-pada-sahabat-nabi-saw/#comment-3658</link>
		<dc:creator>Abelardo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 10:10:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=201#comment-3658</guid>
		<description>@Abu Syahzanan dan Bagir.

Bearati kita punya pengalaman yang sama, meski saya yang paling ringan.

saya lahir di Kemayoran, trus pindah ke Tebet pas udah jadi Abu Riza saya tinggal di daerah cibubur.

Kesempatan juga nih mau Minta Maaf :
Pastinya Al fakr banyak salah dalam tulisan, bahkan banyak diantara saudara-saudara disini yang merasa tersakiti dari komentar-komentar saya baik tulisan saya yang tidak disengaja kesalahannya maupun yang saya rencanakan.
Mohon Maaf dan selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan. 

salam damai : @belardo / Abu Riza</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Abu Syahzanan dan Bagir.</p>
<p>Bearati kita punya pengalaman yang sama, meski saya yang paling ringan.</p>
<p>saya lahir di Kemayoran, trus pindah ke Tebet pas udah jadi Abu Riza saya tinggal di daerah cibubur.</p>
<p>Kesempatan juga nih mau Minta Maaf :<br />
Pastinya Al fakr banyak salah dalam tulisan, bahkan banyak diantara saudara-saudara disini yang merasa tersakiti dari komentar-komentar saya baik tulisan saya yang tidak disengaja kesalahannya maupun yang saya rencanakan.<br />
Mohon Maaf dan selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan. </p>
<p>salam damai : @belardo / Abu Riza</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abelardo</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/01/berpegang-teguh-pada-sahabat-nabi-saw/#comment-3657</link>
		<dc:creator>Abelardo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 10:02:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=201#comment-3657</guid>
		<description>@Abu Syahzanan dan Bagir</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Abu Syahzanan dan Bagir</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Syahzanan</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/01/berpegang-teguh-pada-sahabat-nabi-saw/#comment-3656</link>
		<dc:creator>Abu Syahzanan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 04:39:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=201#comment-3656</guid>
		<description>@bagir
(ketawa ngakak)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@bagir<br />
(ketawa ngakak)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bagir</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/01/berpegang-teguh-pada-sahabat-nabi-saw/#comment-3655</link>
		<dc:creator>bagir</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 03:25:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=201#comment-3655</guid>
		<description>Salam

@ Abelardo
Salam kenal juga mas Abel..dulu sebelum revolusi iran meletus mas, depan teras rumah saya dipajang luksan tangan pake pensil (hitam putih) Imam Khumaini, awalnya ga ada orang yang &quot;rewel&quot;, begitu revolusi meletus otomatis beritanya khan semakin gencar di TV, nah saat itu mulai banyak yang &quot;sentimen&quot; dengan keluarga saya, sampai2 difitnah dan dilaporin polisi...heheh..aneh tuh yang fitnah..orang2 yang difitnah masih ada tuh, btw smp sekarang klrga saya ga urusan dengan hal itu dan masalah lukisan tersebut ga dipindah sama sekali dari tempatnya..alias tetap di depan teras..sampai beberapa tahun kemudian  saya masih SD, ada orang lewat gang trs nagampirin saya dia bilang &quot; Dik,,ini keluarganya (imam) Khumaini ya..?&quot; saya jawab aja  &quot; Iya, keluarga dari bapa saya Adam (as) &quot;

Btw mas Abelardo tgl dimana yah..?

@ Abu Sayhzanan

&quot;tapi ga bilang kafir jika ngeliat orang nempel photo The Rolling stones, W.A.S.P, Nirvana.dl”

Heheheh..bener uh mas..

tapi dl saya tempelin poter Kurt Cobain, disampingnya saya kasi tulisan &quot; SALAH SATU ORANG PALING BEGO DI DUNIA&quot; ....hehehe..ngerti khan mksdnya..

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam</p>
<p>@ Abelardo<br />
Salam kenal juga mas Abel..dulu sebelum revolusi iran meletus mas, depan teras rumah saya dipajang luksan tangan pake pensil (hitam putih) Imam Khumaini, awalnya ga ada orang yang &#8220;rewel&#8221;, begitu revolusi meletus otomatis beritanya khan semakin gencar di TV, nah saat itu mulai banyak yang &#8220;sentimen&#8221; dengan keluarga saya, sampai2 difitnah dan dilaporin polisi&#8230;heheh..aneh tuh yang fitnah..orang2 yang difitnah masih ada tuh, btw smp sekarang klrga saya ga urusan dengan hal itu dan masalah lukisan tersebut ga dipindah sama sekali dari tempatnya..alias tetap di depan teras..sampai beberapa tahun kemudian  saya masih SD, ada orang lewat gang trs nagampirin saya dia bilang &#8221; Dik,,ini keluarganya (imam) Khumaini ya..?&#8221; saya jawab aja  &#8221; Iya, keluarga dari bapa saya Adam (as) &#8221;</p>
<p>Btw mas Abelardo tgl dimana yah..?</p>
<p>@ Abu Sayhzanan</p>
<p>&#8220;tapi ga bilang kafir jika ngeliat orang nempel photo The Rolling stones, W.A.S.P, Nirvana.dl”</p>
<p>Heheheh..bener uh mas..</p>
<p>tapi dl saya tempelin poter Kurt Cobain, disampingnya saya kasi tulisan &#8221; SALAH SATU ORANG PALING BEGO DI DUNIA&#8221; &#8230;.hehehe..ngerti khan mksdnya..</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Syahzanan</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/06/01/berpegang-teguh-pada-sahabat-nabi-saw/#comment-3653</link>
		<dc:creator>Abu Syahzanan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 00:27:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=201#comment-3653</guid>
		<description>@Abelardo
&quot;sempet masang poster Imam di kamar…. cuma diwanti-wanti sama Halati : ” jangan sampe keliatan temen2 nya Abah yah…” kadang orang gampang bilang sesat gara2 liat orang yg nempelin photo Imam Khomeini, tapi ga bilang kafir jika ngeliat orang nempel photo The Rolling stones, W.A.S.P, Nirvana.dl&quot;

Saya udah ngerasain tuh mas, malah ditegur pak RT, masalahnya gambar beliau saya bingkai dan ditaruh depan teras rumah, &quot;pak, dicabut aja, gak enak sama tetangga, nanti dibilang sektarian loh&quot;......?????? akhirnya saya pindahin keruang tamu dan terlihat lebih layak.

Jadi diteras rumah poster Paul Gilbert (Mr Big) he..he..yuk mari</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Abelardo<br />
&#8220;sempet masang poster Imam di kamar…. cuma diwanti-wanti sama Halati : ” jangan sampe keliatan temen2 nya Abah yah…” kadang orang gampang bilang sesat gara2 liat orang yg nempelin photo Imam Khomeini, tapi ga bilang kafir jika ngeliat orang nempel photo The Rolling stones, W.A.S.P, Nirvana.dl&#8221;</p>
<p>Saya udah ngerasain tuh mas, malah ditegur pak RT, masalahnya gambar beliau saya bingkai dan ditaruh depan teras rumah, &#8220;pak, dicabut aja, gak enak sama tetangga, nanti dibilang sektarian loh&#8221;&#8230;&#8230;?????? akhirnya saya pindahin keruang tamu dan terlihat lebih layak.</p>
<p>Jadi diteras rumah poster Paul Gilbert (Mr Big) he..he..yuk mari</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
