<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Ancaman Pembakaran Rumah Ahlul Bait Rasulullah SAW</title>
	<atom:link href="http://secondprince.wordpress.com/2008/05/20/ancaman-pembakaran-rumah-ahlul-bait-rasulullah-saw/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/05/20/ancaman-pembakaran-rumah-ahlul-bait-rasulullah-saw/</link>
	<description>Kebenaran Hanya Untuk Yang Menghargainya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Dec 2009 03:45:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Lahuntermaru</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/05/20/ancaman-pembakaran-rumah-ahlul-bait-rasulullah-saw/#comment-9460</link>
		<dc:creator>Lahuntermaru</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 13:00:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=179#comment-9460</guid>
		<description>Utk Rafidah :

Tanyakan aja ke bung SP atau Ressay. Ia pasti pernah lihat hadis tsb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Utk Rafidah :</p>
<p>Tanyakan aja ke bung SP atau Ressay. Ia pasti pernah lihat hadis tsb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rafidhah</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/05/20/ancaman-pembakaran-rumah-ahlul-bait-rasulullah-saw/#comment-9454</link>
		<dc:creator>rafidhah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 08:01:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=179#comment-9454</guid>
		<description>@Lahuntermaru
Yang anda katakan diatas itu ada nash apa nda.
Setahu saya Islam itu sejak Nabi Adam.
Islam berarti berserah diri kepada Allah dan Nabi Adampun telah berserah diri. Jadi Islam tidak asing hanya diselewengkan dan yang menyelewengkan menjadi sesat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Lahuntermaru<br />
Yang anda katakan diatas itu ada nash apa nda.<br />
Setahu saya Islam itu sejak Nabi Adam.<br />
Islam berarti berserah diri kepada Allah dan Nabi Adampun telah berserah diri. Jadi Islam tidak asing hanya diselewengkan dan yang menyelewengkan menjadi sesat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Lahuntermaru</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/05/20/ancaman-pembakaran-rumah-ahlul-bait-rasulullah-saw/#comment-9452</link>
		<dc:creator>Lahuntermaru</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 07:27:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=179#comment-9452</guid>
		<description>Nabi bersabda bahwa : Islam itu mulanya datang dalam keadaan asing, dan kelak akan kembali menjadi asing, maka berbahagialah bagi orang yg dalam keadaan asing tsb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nabi bersabda bahwa : Islam itu mulanya datang dalam keadaan asing, dan kelak akan kembali menjadi asing, maka berbahagialah bagi orang yg dalam keadaan asing tsb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: asep</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/05/20/ancaman-pembakaran-rumah-ahlul-bait-rasulullah-saw/#comment-9372</link>
		<dc:creator>asep</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 12:31:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=179#comment-9372</guid>
		<description>@Lahuntermaru

Anda itu termasuk golongan Islam yg asing, namun mengasingkan dirinya sendiri. Nyaris tidak dikenal dunia ini, jadi akhirnya bingung nu teu manggih tuntung  :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Lahuntermaru</p>
<p>Anda itu termasuk golongan Islam yg asing, namun mengasingkan dirinya sendiri. Nyaris tidak dikenal dunia ini, jadi akhirnya bingung nu teu manggih tuntung  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rafidhah</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/05/20/ancaman-pembakaran-rumah-ahlul-bait-rasulullah-saw/#comment-9366</link>
		<dc:creator>rafidhah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 04:44:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=179#comment-9366</guid>
		<description>@latuhuntermaru
Bagaimana bisa berdialog dengam orang yang sombomg dan tdk mau mengakui pendapat orang lain. Bagaimana bisa berdiskusi dengan anda apabila yang anda sodorkan asumsi anda tanpa dasar. Bagaimana bisa berdiskusi dengan anda apabila lawan diskusi anda bertanya and tidak jawab tapi lompat kesoal asumsi lain. Bagaimana diskusi akan berjalan secara ilmiah kalau anda tdk punya argumen.  Dan banyak lagi hal2 yang anda belum pahami masalah berdiskusi Wasalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@latuhuntermaru<br />
Bagaimana bisa berdialog dengam orang yang sombomg dan tdk mau mengakui pendapat orang lain. Bagaimana bisa berdiskusi dengan anda apabila yang anda sodorkan asumsi anda tanpa dasar. Bagaimana bisa berdiskusi dengan anda apabila lawan diskusi anda bertanya and tidak jawab tapi lompat kesoal asumsi lain. Bagaimana diskusi akan berjalan secara ilmiah kalau anda tdk punya argumen.  Dan banyak lagi hal2 yang anda belum pahami masalah berdiskusi Wasalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Lahuntermaru</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/05/20/ancaman-pembakaran-rumah-ahlul-bait-rasulullah-saw/#comment-9363</link>
		<dc:creator>Lahuntermaru</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 22:02:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=179#comment-9363</guid>
		<description>Kita bisa berduskusi, bahkan berdebat sepuasnya, tapi toh tak saling men DEBLEK kan, iya kan...? 

Gue bingung, gua ini Islam apa ya... Suni bukan, Syiah juga bukan,,,habis sih...adanya golongan islam yg bernama Syiah dan Suni baru pada abad 4H.

Tolong dong...gue ini golongan apa ya...?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kita bisa berduskusi, bahkan berdebat sepuasnya, tapi toh tak saling men DEBLEK kan, iya kan&#8230;? </p>
<p>Gue bingung, gua ini Islam apa ya&#8230; Suni bukan, Syiah juga bukan,,,habis sih&#8230;adanya golongan islam yg bernama Syiah dan Suni baru pada abad 4H.</p>
<p>Tolong dong&#8230;gue ini golongan apa ya&#8230;?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rafidhah</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/05/20/ancaman-pembakaran-rumah-ahlul-bait-rasulullah-saw/#comment-9361</link>
		<dc:creator>rafidhah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 18:04:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=179#comment-9361</guid>
		<description>@ahlulbait
Anda benar.“Terputuslah mereka dari Rahmat Allah SWT bagi orang-orang yang yang membenci keluarga Nabi Muhammad SAW”
  Dan engkau akan mempunyai keturunan yang banyak. Wasalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ahlulbait<br />
Anda benar.“Terputuslah mereka dari Rahmat Allah SWT bagi orang-orang yang yang membenci keluarga Nabi Muhammad SAW”<br />
  Dan engkau akan mempunyai keturunan yang banyak. Wasalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ahlul bait</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/05/20/ancaman-pembakaran-rumah-ahlul-bait-rasulullah-saw/#comment-9360</link>
		<dc:creator>ahlul bait</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 16:13:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=179#comment-9360</guid>
		<description>@all 

Al-Qur’an surat As-Syuro “katakanlah yaa Muhammad Engkau tidak meminta upah apapun dari dakwahmu, suruhlah umatmu mencintai keluargamu”

 Dan di dalam surat Al-Kautsar Allah SWT berfirman : “Terputuslah mereka dari Rahmat Allah SWT bagi orang-orang yang yang membenci keluarga Nabi Muhammad SAW”</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@all </p>
<p>Al-Qur’an surat As-Syuro “katakanlah yaa Muhammad Engkau tidak meminta upah apapun dari dakwahmu, suruhlah umatmu mencintai keluargamu”</p>
<p> Dan di dalam surat Al-Kautsar Allah SWT berfirman : “Terputuslah mereka dari Rahmat Allah SWT bagi orang-orang yang yang membenci keluarga Nabi Muhammad SAW”</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rafidhah</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/05/20/ancaman-pembakaran-rumah-ahlul-bait-rasulullah-saw/#comment-9352</link>
		<dc:creator>rafidhah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 07:13:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=179#comment-9352</guid>
		<description>@ahlulbait
Para Habaib di Hadramaut maupun siapa saja terkecuali Rasul yang akan memberi safaat pada kita. Kalau kita berpegang pada Sunah Waljamaah lalu masuk neraka apakah mereka mengeluarkan kita dari Neraka?
Kalau kita beribadah sesuai apa yang kita yakini dan masuk Neraka saya tidak menyesal. Tapi kalau mengikuti mereka lalu masuk Neraka, menyesalpun tak ada gunanya.
Kalau yang berkata demikiian Habib Abdullah Al Hadad. Saya terima.
Anda mungkin belum ke Hadramaut dan tidak tau cara hidup mereka. Wasalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ahlulbait<br />
Para Habaib di Hadramaut maupun siapa saja terkecuali Rasul yang akan memberi safaat pada kita. Kalau kita berpegang pada Sunah Waljamaah lalu masuk neraka apakah mereka mengeluarkan kita dari Neraka?<br />
Kalau kita beribadah sesuai apa yang kita yakini dan masuk Neraka saya tidak menyesal. Tapi kalau mengikuti mereka lalu masuk Neraka, menyesalpun tak ada gunanya.<br />
Kalau yang berkata demikiian Habib Abdullah Al Hadad. Saya terima.<br />
Anda mungkin belum ke Hadramaut dan tidak tau cara hidup mereka. Wasalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: truthseeker08</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/05/20/ancaman-pembakaran-rumah-ahlul-bait-rasulullah-saw/#comment-9350</link>
		<dc:creator>truthseeker08</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 06:38:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=179#comment-9350</guid>
		<description>COPAS:

&lt;b&gt;@ahlul bait&lt;/b&gt;

Sunni atau Syiah, Kita Semua Muslim
oleh Hisham Hellyer

16 Mei 2008	

Oxford, Inggris – BBC World belum lama ini menyiarkan Perdebatan Doha tentang usulan &quot;Konflik Sunni-Syiah merusak reputasi Islam sebagai sebuah agama damai &quot;. Topik tersebut sudah waktunya dibicarakan; sebuah topik yang sangat penting saat ini, karena ia adalah sebuah pertanyaan yang hanya dapat diajukan sekarang. Bukan karena perpecahan Sunni-Syiah merupakan sebuah fenomena baru: ia adalah sebuah perpecahan yang telah berumur dan memiliki sejarah panjang, yang muncul sebagai sebuah perpecahan politis, yang kemudian menjadi bernuansa keagamaan. Tetapi sekarang merupakan saat ketika unsur politisnya telah menyebabkan perpecahan tersebut menjadi begitu dahsyat.

Saya mengakui hal itu, tetapi saya berbicara berlawanan dengan usulan di Doha tersebut, karena perusakan terhadap reputasi Islam lebih disebabkan oleh sensasionalisme media, dan pemusatan perhatian atas kekerasan Muslim secara umum, daripada kekerasan Sunni-Syiah. Tetapi usulan tersebut bagi saya membawa ke pertanyaan lain: di tengah konflik Sunni-Syiah yang ada di beberapa kantung dunia Muslim, apa yang dapat kita gambarkan tentang Islam sesungguhnya atau apa yang sesungguhnya bukan Islam?

Mari kita terbuka: umat Muslim tidak selalu bersepakat tentang segala hal. Kaum Sunni sendiri memiliki empat mazhab yang diakui, dan Syiah memiliki tradisi khusus pembentukan keortodoksan. Dalam kedua pengelompokan tersebut, ada konsep penghormatan terhadap perbedaan pendapat, yang harus dirayakan dan dihargai dalam setiap kelompok. Dalam diskusi-diskusi antara Sunni-Syiah, konsep tersebut mengambil nada yang berbeda. Perbedaan-perbedaan tersebut ditenggang rasa dengan keengganan, tetapi dengan sebuah persyaratan penting: kedua kelompok tersebut sama-sama Muslim.

Para teolog Islam Sunni sejak lama telah menetapkan &quot;posisi yang dapat dipercaya&quot; bagi umat Sunni bahwa umat Syiah sesungguhnya adalah sebuah masyarakat Muslim. Status &quot;yang dapat dipercaya&quot; adalah sejenis kedudukan ortodoks tertentu; sesuatu yang sulit untuk ditentukan, mengingat keragaman dalam Islam Sunni. Tetapi dalam isu ini, hal tersebut telah ditetapkan, dan telah menjadi bagian dari keortodoksan sejarah yang begitu mencirikan Islam Sunni. Di pihak Syiah, hal yang sama umumnya berlaku: umat Sunni mungkin disalahpahami, kata para ulama, dan pandangan-pandangan mereka tentang Islam mungkin salah, tetapi mereka tetap Muslim.

Dengan pertumbuhan gerakan Wahhabi di Najd Arab Saudi, ketegangan-ketegangan tersebut semakin nyata (tidak hanya bagi kaum Syiah, tetapi bagi kaum Muslim bukan-Wahhabi), tetapi tidak pernah sampai menjadi kekerasan ekstrim seperti yang kita saksikan sekarang. Bahkan para penguasa Wahhabi yang paling puritan sekalipun tidak melarang umat Syiah datang ke Mekkah dan Madinah untuk menunaikan haji.

Beberapa tahun lalu, semakin menjadi jelas bagi para pemimpin Kerajaan Hashemit dari Yordania bahwa pemisahan yang telah sama-sama dianut kaum Sunni dan Syiah terancam bahaya penyalahgunaan oleh pihak-pihak luar untuk membenarkan kekerasan, seperti yang telah menimpa umat Kristen. Namun, tidak seperti dunia Kristen tempat perang-perang keagamaan sejati berlangsung – seperti yang terjadi antara umat Kristen dan Protestan – dunia Muslim menempuh jalur yang tak pernah dilalui sebelumnya. Dengan melihat ideologi al Qaeda sebagai sebuah ancaman bagi ko-eksistensi Sunni dan Syiah di Irak dan di mana pun, para cendikiawan Muslim, baik yang beraliran Sunni maupun Syiah, berkumpul bersama untuk menghalangi ideologi tersebut.

Para cendikiawan tersebut menciptakan sebuah kerangka tempat ratusan cendikiawan paling terkemuka dari dunia Muslim, Sunni, dan Syiah, termasuk &lt;b&gt;al-Habib Ali al-Jifri dari Yayasan Tabah Abu Dhabi&lt;/b&gt;, memutuskan bahwa &quot;cukup sampai di sini&quot;. Mereka menyatakan bahwa kaum Sunni dan Syiah adalah umat Muslim, dan bahwa kekerasan seharusnya tidak pernah terjadi di antara mereka. Itu merupakan sebuah kerangka kesatuan untuk mengalahkan nihilisme bernaluri pembunuh yang dijual al Qaeda. Kerangka itu disebut Pesan Amman (www.ammanmessage.com), dan ditandatangani pada bulan Juli 2005. Sejak saat itu, ratusan lagi telah menandatangani deklarasi tersebut secara online.

Beberapa bulan kemudian, al Qaeda menyatakan perang habis-habisan terhadap umat Syiah Irak, tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Muslim. Dua bulan setelah itu, ia menetapkan Amman sebagai sasaran dalam sebuah pembunuhan massal besar-besaran terhadap orang-orang tak berdosa. Tetapi itu gagal menghentikan momentum. Banyak orang dari seluruh dunia menandatangani Pesan Amman yang asli, dan mengembangkan versi lokal mereka. Para pemimpin Politik di dunia Sunni dan Syiah berbicara dengan jelas, baik dari kalangan Wahhabi Arab Saudi atau umat Syiah Iran yang setia: keduanya mungkin berbeda satu sama lain, tetapi mereka tidak akan membiarkan siapa pun, entah al Qaeda entah siapa pun, Muslim atau non-Muslim, mengadu domba Sunni melawan Syiah, atau sebaliknya.

Secara pribadi, saya tidak begitu tertarik dengan apakah Islam didefinisikan sebagai sebuah agama damai, atau agama perang, atau apa pun juga. Yang lebih penting adalah bahwa kita memperoleh definisi yang memenuhi syarat dan memiliki kewenangan. Banyak yang mencoba untuk merebut kewenangan tersebut: para ahli Amerika, ekstremis radikal, Anda boleh pilih. Tetapi apa yang harus kita lakukan adalah menyadari siapa yang telah memiliki kewenangan itu.

Definisi-definisi tersebut diuraikan oleh para ahli beragama Islam sendiri: para cendikiawan, ulama, ahli fiqih dan spiritualis, yang memperbarui sikap mereka melalui Pesan Amman dan berkata kepada satu sama lain: &quot;Kita mungkin berbeda satu dengan yang lain, tetapi perbedaan-perbedaan itu seharusnya tidak pernah menjadi penyebab kekerasan.&quot; Al Qaeda di Irak membalas dengan mencoba memaksakan otoritas keagamaan mereka sendiri.

Bagi kita semua, pilihannya sederhana. Apakah kita mengakui bahwa para radikal penuh kekerasan tersebut dapat menggambarkan Islam dengan amarah berdarah mereka? Atau akankah kita mengirimkan pesan kepada mereka bahwa tak peduli betapa kerasnya usaha mereka – di Amman, di dunia Muslim, di New York, di London, di Madrid, atau di mana pun – para ekstremis kriminal tidak akan pernah memiliki otoritas untuk mendefinisikan apapun?

Saya tahu apa yang akan saya katakan keapda mereka: &quot;Anda akan kalah. Peradaban akan menang.&quot;

Perdebatan Doha diarsipkan di http://clients.mediaondemand.net/thedohadebates.

###

* Dr. H. A. Hellyer adalah peneliti pada University of Warwick, anggota Pusat Kajian Islam Oxford, dan direktur pendiri Visionary Consultants Group, (www.visionaryconsultantsgroup.com), sebuah konsultan hubungan dunia Muslim-Barat. Artikel ini disebarluaskan oleh Kantor Berita Common Ground (CGNews) dan dapat dibaca di www.commongroundnews.org.

Sumber: The National, 1 Mei 2008, www.thenasional.ae
Telah memperoleh hak cipta.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>COPAS:</p>
<p><b>@ahlul bait</b></p>
<p>Sunni atau Syiah, Kita Semua Muslim<br />
oleh Hisham Hellyer</p>
<p>16 Mei 2008	</p>
<p>Oxford, Inggris – BBC World belum lama ini menyiarkan Perdebatan Doha tentang usulan &#8220;Konflik Sunni-Syiah merusak reputasi Islam sebagai sebuah agama damai &#8220;. Topik tersebut sudah waktunya dibicarakan; sebuah topik yang sangat penting saat ini, karena ia adalah sebuah pertanyaan yang hanya dapat diajukan sekarang. Bukan karena perpecahan Sunni-Syiah merupakan sebuah fenomena baru: ia adalah sebuah perpecahan yang telah berumur dan memiliki sejarah panjang, yang muncul sebagai sebuah perpecahan politis, yang kemudian menjadi bernuansa keagamaan. Tetapi sekarang merupakan saat ketika unsur politisnya telah menyebabkan perpecahan tersebut menjadi begitu dahsyat.</p>
<p>Saya mengakui hal itu, tetapi saya berbicara berlawanan dengan usulan di Doha tersebut, karena perusakan terhadap reputasi Islam lebih disebabkan oleh sensasionalisme media, dan pemusatan perhatian atas kekerasan Muslim secara umum, daripada kekerasan Sunni-Syiah. Tetapi usulan tersebut bagi saya membawa ke pertanyaan lain: di tengah konflik Sunni-Syiah yang ada di beberapa kantung dunia Muslim, apa yang dapat kita gambarkan tentang Islam sesungguhnya atau apa yang sesungguhnya bukan Islam?</p>
<p>Mari kita terbuka: umat Muslim tidak selalu bersepakat tentang segala hal. Kaum Sunni sendiri memiliki empat mazhab yang diakui, dan Syiah memiliki tradisi khusus pembentukan keortodoksan. Dalam kedua pengelompokan tersebut, ada konsep penghormatan terhadap perbedaan pendapat, yang harus dirayakan dan dihargai dalam setiap kelompok. Dalam diskusi-diskusi antara Sunni-Syiah, konsep tersebut mengambil nada yang berbeda. Perbedaan-perbedaan tersebut ditenggang rasa dengan keengganan, tetapi dengan sebuah persyaratan penting: kedua kelompok tersebut sama-sama Muslim.</p>
<p>Para teolog Islam Sunni sejak lama telah menetapkan &#8220;posisi yang dapat dipercaya&#8221; bagi umat Sunni bahwa umat Syiah sesungguhnya adalah sebuah masyarakat Muslim. Status &#8220;yang dapat dipercaya&#8221; adalah sejenis kedudukan ortodoks tertentu; sesuatu yang sulit untuk ditentukan, mengingat keragaman dalam Islam Sunni. Tetapi dalam isu ini, hal tersebut telah ditetapkan, dan telah menjadi bagian dari keortodoksan sejarah yang begitu mencirikan Islam Sunni. Di pihak Syiah, hal yang sama umumnya berlaku: umat Sunni mungkin disalahpahami, kata para ulama, dan pandangan-pandangan mereka tentang Islam mungkin salah, tetapi mereka tetap Muslim.</p>
<p>Dengan pertumbuhan gerakan Wahhabi di Najd Arab Saudi, ketegangan-ketegangan tersebut semakin nyata (tidak hanya bagi kaum Syiah, tetapi bagi kaum Muslim bukan-Wahhabi), tetapi tidak pernah sampai menjadi kekerasan ekstrim seperti yang kita saksikan sekarang. Bahkan para penguasa Wahhabi yang paling puritan sekalipun tidak melarang umat Syiah datang ke Mekkah dan Madinah untuk menunaikan haji.</p>
<p>Beberapa tahun lalu, semakin menjadi jelas bagi para pemimpin Kerajaan Hashemit dari Yordania bahwa pemisahan yang telah sama-sama dianut kaum Sunni dan Syiah terancam bahaya penyalahgunaan oleh pihak-pihak luar untuk membenarkan kekerasan, seperti yang telah menimpa umat Kristen. Namun, tidak seperti dunia Kristen tempat perang-perang keagamaan sejati berlangsung – seperti yang terjadi antara umat Kristen dan Protestan – dunia Muslim menempuh jalur yang tak pernah dilalui sebelumnya. Dengan melihat ideologi al Qaeda sebagai sebuah ancaman bagi ko-eksistensi Sunni dan Syiah di Irak dan di mana pun, para cendikiawan Muslim, baik yang beraliran Sunni maupun Syiah, berkumpul bersama untuk menghalangi ideologi tersebut.</p>
<p>Para cendikiawan tersebut menciptakan sebuah kerangka tempat ratusan cendikiawan paling terkemuka dari dunia Muslim, Sunni, dan Syiah, termasuk <b>al-Habib Ali al-Jifri dari Yayasan Tabah Abu Dhabi</b>, memutuskan bahwa &#8220;cukup sampai di sini&#8221;. Mereka menyatakan bahwa kaum Sunni dan Syiah adalah umat Muslim, dan bahwa kekerasan seharusnya tidak pernah terjadi di antara mereka. Itu merupakan sebuah kerangka kesatuan untuk mengalahkan nihilisme bernaluri pembunuh yang dijual al Qaeda. Kerangka itu disebut Pesan Amman (www.ammanmessage.com), dan ditandatangani pada bulan Juli 2005. Sejak saat itu, ratusan lagi telah menandatangani deklarasi tersebut secara online.</p>
<p>Beberapa bulan kemudian, al Qaeda menyatakan perang habis-habisan terhadap umat Syiah Irak, tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Muslim. Dua bulan setelah itu, ia menetapkan Amman sebagai sasaran dalam sebuah pembunuhan massal besar-besaran terhadap orang-orang tak berdosa. Tetapi itu gagal menghentikan momentum. Banyak orang dari seluruh dunia menandatangani Pesan Amman yang asli, dan mengembangkan versi lokal mereka. Para pemimpin Politik di dunia Sunni dan Syiah berbicara dengan jelas, baik dari kalangan Wahhabi Arab Saudi atau umat Syiah Iran yang setia: keduanya mungkin berbeda satu sama lain, tetapi mereka tidak akan membiarkan siapa pun, entah al Qaeda entah siapa pun, Muslim atau non-Muslim, mengadu domba Sunni melawan Syiah, atau sebaliknya.</p>
<p>Secara pribadi, saya tidak begitu tertarik dengan apakah Islam didefinisikan sebagai sebuah agama damai, atau agama perang, atau apa pun juga. Yang lebih penting adalah bahwa kita memperoleh definisi yang memenuhi syarat dan memiliki kewenangan. Banyak yang mencoba untuk merebut kewenangan tersebut: para ahli Amerika, ekstremis radikal, Anda boleh pilih. Tetapi apa yang harus kita lakukan adalah menyadari siapa yang telah memiliki kewenangan itu.</p>
<p>Definisi-definisi tersebut diuraikan oleh para ahli beragama Islam sendiri: para cendikiawan, ulama, ahli fiqih dan spiritualis, yang memperbarui sikap mereka melalui Pesan Amman dan berkata kepada satu sama lain: &#8220;Kita mungkin berbeda satu dengan yang lain, tetapi perbedaan-perbedaan itu seharusnya tidak pernah menjadi penyebab kekerasan.&#8221; Al Qaeda di Irak membalas dengan mencoba memaksakan otoritas keagamaan mereka sendiri.</p>
<p>Bagi kita semua, pilihannya sederhana. Apakah kita mengakui bahwa para radikal penuh kekerasan tersebut dapat menggambarkan Islam dengan amarah berdarah mereka? Atau akankah kita mengirimkan pesan kepada mereka bahwa tak peduli betapa kerasnya usaha mereka – di Amman, di dunia Muslim, di New York, di London, di Madrid, atau di mana pun – para ekstremis kriminal tidak akan pernah memiliki otoritas untuk mendefinisikan apapun?</p>
<p>Saya tahu apa yang akan saya katakan keapda mereka: &#8220;Anda akan kalah. Peradaban akan menang.&#8221;</p>
<p>Perdebatan Doha diarsipkan di <a href="http://clients.mediaondemand.net/thedohadebates" rel="nofollow">http://clients.mediaondemand.net/thedohadebates</a>.</p>
<p>###</p>
<p>* Dr. H. A. Hellyer adalah peneliti pada University of Warwick, anggota Pusat Kajian Islam Oxford, dan direktur pendiri Visionary Consultants Group, (www.visionaryconsultantsgroup.com), sebuah konsultan hubungan dunia Muslim-Barat. Artikel ini disebarluaskan oleh Kantor Berita Common Ground (CGNews) dan dapat dibaca di <a href="http://www.commongroundnews.org" rel="nofollow">http://www.commongroundnews.org</a>.</p>
<p>Sumber: The National, 1 Mei 2008, <a href="http://www.thenasional.ae" rel="nofollow">http://www.thenasional.ae</a><br />
Telah memperoleh hak cipta.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: armand</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/05/20/ancaman-pembakaran-rumah-ahlul-bait-rasulullah-saw/#comment-9349</link>
		<dc:creator>armand</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 06:15:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=179#comment-9349</guid>
		<description>@ahlul bait

Tidak bijak melempar nama-nama Habib Yang Mulia ke media perdebatan seperti ini.

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ahlul bait</p>
<p>Tidak bijak melempar nama-nama Habib Yang Mulia ke media perdebatan seperti ini.</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dede</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/05/20/ancaman-pembakaran-rumah-ahlul-bait-rasulullah-saw/#comment-9348</link>
		<dc:creator>dede</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 06:12:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=179#comment-9348</guid>
		<description>@ahlul bait,

Sayang ya para Habib itu mengikuti Aswaja yg notabene warisan Muawiyah, musuhnya Ahlul Bait Nabi saw. :(</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ahlul bait,</p>
<p>Sayang ya para Habib itu mengikuti Aswaja yg notabene warisan Muawiyah, musuhnya Ahlul Bait Nabi saw. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ahlul bait</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/05/20/ancaman-pembakaran-rumah-ahlul-bait-rasulullah-saw/#comment-9347</link>
		<dc:creator>ahlul bait</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 05:03:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=179#comment-9347</guid>
		<description>Melihat ada kelompok Saadah yang berada di Malaysia dan Indonesia yang terpengaruh dan termakan dengan dakwah “Mazhab Ahlul Bait”  Syiah, maka para ulama, pemuka, munshib dan sesepuh habaib yang berada di Hadhramaut dan al-Haramain telah bertindak mengutus sepucuk surat kepada pihak Rabithah al-’Alawiyyah dan segala keturunan Ba ‘Alawi di Indonesia dan Asia untuk menegaskan dan mengingatkan para ‘Alawiyyin di mana pun mereka berada agar berpegang teguh dengan ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jama`ah dan tidak terpengaruh dengan dakyah-dakyah selainnya termasuklah yang bertopengkan Mazhab Ahlul Bait. Surat tersebut telah ditandatangani antara lain oleh:-

   1. Habib ‘Abdullah BinSyihaab, Anggota Majlis Ulama Tarim;
   2. Habib Saalim asy-Syaathiri, Mudir Ribath Tarim;
   3. Habib Zain BinSumaith, Pimpinan ribath di Madinah;
   4. Habib ‘Ali al-Masyhur BinHafidz, Ketua Majlis Fatwa Tarim;
   5. Habib Muhsin al-Muhdhaar, Pemuka Ba ‘Alawi Shan`a;
   6. Habib Hasan al-Haddad, Munshib Maqam Imam al-Haddad;
   7. Habib ‘Aidrus al-Kaaf, Mudir Kuliah Syariah al-Ahqaaf;
   8. Habib ‘Ali BinSyihaab, Anggota Majlis Ulama Tarim;
   9. Habib ‘Aidrus BinSumaith, Pemuka Ba ‘Alawi Tarim;
  10. Habib ‘Umar BinHafidz, Pimpinan Darul Musthofa Tarim;
  11. Habib Muhammad bin Muhsin bin ‘Ali al-Haamid;
  12. Habib Hasan bin Ahmad, Munshib Syaikh Abu Bakar;
  13. Habib Haamid Ba ‘Alawi, Imam Masjid Ba ‘Alawi Tarim;
  14. Habib Husain ‘Aidiid, Imam Masjid Mawlal ‘Aidiid Tarim;
  15. Habib Syaikh bin ‘Abdullah al-Habsyi;
  16. Habib Sholeh al-Haamid, Munshib al-Haamid;
  17. Habib ‘Abdur Rahman al-Habsyi, Munshib Maqam al-Habsyi;
  18. Habib Husain BalFaqih, Munsib BalFaqih;
  19. Habib Hasan BinSyihaab, Anggota Majlis Ulama Tarim;
  20. Habib Haamid BinSyihaab, Anggota Majlis Ulama Tarim;
  21. Habib ‘Abdullah al-’Aththas, Munshib al-’Aththas;
  22. Habib Muhammad al-’Aidrus, Imam Masjid as-Saqqaf;
  23. Habib Muhammad as-Saqqaf, Imam Masjid ‘Ali as-Saqqaf;
  24. Habib Ahmad al-Habsyi, cucu Imam Ali al-Habsyi;
  25. Habib Haasyim al-Habsyi ar-Rausy, Ketua Ulama Hadhramaut &amp; Munshib ar-Rausy.

Antara pesanan mereka buat sekalian muslimin, umumnya dan Alawiyyin, khususnya, ialah:-

     
    Dan kami menegaskan kepada kalian berhubung urusan ar-Rabithah al-’Alawiyyah agar tetap kukuh dan istiqamah atas segala kaedah, peraturan dan susunan yang telah disusun oleh para pengasas dan pengurusnya yang terdahulu yang berjalan atas thoriqah (perjalanan) Ahlus Sunnah wal Jama`ah, mengikut mazhab yang empat lagi Asyaa`irah serta bertasawwuf. Keluarga Abi ‘Alawi (Ba ‘Alawi) adalah satu bahagian yang tidak terpisah daripada golongan terbanyak umat ini (as-sawadul a’dhzam) yaitu Ahlus Sunnah wal Jama`ah. Mereka dalam i’tiqad kepercayaan berpegang kepada manhaj al-’Asyaa`irah, dalam furu’ fiqh berpegang dengan mazhab Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi`i al-Mutholibi serta menjalani manhaj tasawwuf yang suci dan jauh dari segala bid`ah dan penyelewengan. Maka jaga-jaga jangan sampai mengubah sesuatu dari apa yang telah mereka asaskan atau menyimpang dari jalan dan kaedah mereka atau menggantikannya dengan manhaj selain manhaj mereka, walau bagaimana pun rupa bentuknya. Maka thoriqah (perjalanan) mereka adalah (sebagaimana dinyatakan oleh Imam al-Haddad):- 
      

     Untaian mata rantai mereka yang sanadnya
    Kepada Junjungan Nabi terpuji lagi pemuji termulia
    Thoriqah petunjuk yang telah diambilkan dia
    Dari sir orang-orang mulia
    Para khalifah orang-orang mulia sebelumnya
    Ayah mengambil daripada ayahandanya
    Dan demikianlah berlanjut keadaannya
    Alangkah mulianya segala ayahanda
    Serta anak keturunan mereka</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Melihat ada kelompok Saadah yang berada di Malaysia dan Indonesia yang terpengaruh dan termakan dengan dakwah “Mazhab Ahlul Bait”  Syiah, maka para ulama, pemuka, munshib dan sesepuh habaib yang berada di Hadhramaut dan al-Haramain telah bertindak mengutus sepucuk surat kepada pihak Rabithah al-’Alawiyyah dan segala keturunan Ba ‘Alawi di Indonesia dan Asia untuk menegaskan dan mengingatkan para ‘Alawiyyin di mana pun mereka berada agar berpegang teguh dengan ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jama`ah dan tidak terpengaruh dengan dakyah-dakyah selainnya termasuklah yang bertopengkan Mazhab Ahlul Bait. Surat tersebut telah ditandatangani antara lain oleh:-</p>
<p>   1. Habib ‘Abdullah BinSyihaab, Anggota Majlis Ulama Tarim;<br />
   2. Habib Saalim asy-Syaathiri, Mudir Ribath Tarim;<br />
   3. Habib Zain BinSumaith, Pimpinan ribath di Madinah;<br />
   4. Habib ‘Ali al-Masyhur BinHafidz, Ketua Majlis Fatwa Tarim;<br />
   5. Habib Muhsin al-Muhdhaar, Pemuka Ba ‘Alawi Shan`a;<br />
   6. Habib Hasan al-Haddad, Munshib Maqam Imam al-Haddad;<br />
   7. Habib ‘Aidrus al-Kaaf, Mudir Kuliah Syariah al-Ahqaaf;<br />
   8. Habib ‘Ali BinSyihaab, Anggota Majlis Ulama Tarim;<br />
   9. Habib ‘Aidrus BinSumaith, Pemuka Ba ‘Alawi Tarim;<br />
  10. Habib ‘Umar BinHafidz, Pimpinan Darul Musthofa Tarim;<br />
  11. Habib Muhammad bin Muhsin bin ‘Ali al-Haamid;<br />
  12. Habib Hasan bin Ahmad, Munshib Syaikh Abu Bakar;<br />
  13. Habib Haamid Ba ‘Alawi, Imam Masjid Ba ‘Alawi Tarim;<br />
  14. Habib Husain ‘Aidiid, Imam Masjid Mawlal ‘Aidiid Tarim;<br />
  15. Habib Syaikh bin ‘Abdullah al-Habsyi;<br />
  16. Habib Sholeh al-Haamid, Munshib al-Haamid;<br />
  17. Habib ‘Abdur Rahman al-Habsyi, Munshib Maqam al-Habsyi;<br />
  18. Habib Husain BalFaqih, Munsib BalFaqih;<br />
  19. Habib Hasan BinSyihaab, Anggota Majlis Ulama Tarim;<br />
  20. Habib Haamid BinSyihaab, Anggota Majlis Ulama Tarim;<br />
  21. Habib ‘Abdullah al-’Aththas, Munshib al-’Aththas;<br />
  22. Habib Muhammad al-’Aidrus, Imam Masjid as-Saqqaf;<br />
  23. Habib Muhammad as-Saqqaf, Imam Masjid ‘Ali as-Saqqaf;<br />
  24. Habib Ahmad al-Habsyi, cucu Imam Ali al-Habsyi;<br />
  25. Habib Haasyim al-Habsyi ar-Rausy, Ketua Ulama Hadhramaut &amp; Munshib ar-Rausy.</p>
<p>Antara pesanan mereka buat sekalian muslimin, umumnya dan Alawiyyin, khususnya, ialah:-</p>
<p>    Dan kami menegaskan kepada kalian berhubung urusan ar-Rabithah al-’Alawiyyah agar tetap kukuh dan istiqamah atas segala kaedah, peraturan dan susunan yang telah disusun oleh para pengasas dan pengurusnya yang terdahulu yang berjalan atas thoriqah (perjalanan) Ahlus Sunnah wal Jama`ah, mengikut mazhab yang empat lagi Asyaa`irah serta bertasawwuf. Keluarga Abi ‘Alawi (Ba ‘Alawi) adalah satu bahagian yang tidak terpisah daripada golongan terbanyak umat ini (as-sawadul a’dhzam) yaitu Ahlus Sunnah wal Jama`ah. Mereka dalam i’tiqad kepercayaan berpegang kepada manhaj al-’Asyaa`irah, dalam furu’ fiqh berpegang dengan mazhab Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi`i al-Mutholibi serta menjalani manhaj tasawwuf yang suci dan jauh dari segala bid`ah dan penyelewengan. Maka jaga-jaga jangan sampai mengubah sesuatu dari apa yang telah mereka asaskan atau menyimpang dari jalan dan kaedah mereka atau menggantikannya dengan manhaj selain manhaj mereka, walau bagaimana pun rupa bentuknya. Maka thoriqah (perjalanan) mereka adalah (sebagaimana dinyatakan oleh Imam al-Haddad):- </p>
<p>     Untaian mata rantai mereka yang sanadnya<br />
    Kepada Junjungan Nabi terpuji lagi pemuji termulia<br />
    Thoriqah petunjuk yang telah diambilkan dia<br />
    Dari sir orang-orang mulia<br />
    Para khalifah orang-orang mulia sebelumnya<br />
    Ayah mengambil daripada ayahandanya<br />
    Dan demikianlah berlanjut keadaannya<br />
    Alangkah mulianya segala ayahanda<br />
    Serta anak keturunan mereka</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rafidhah</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/05/20/ancaman-pembakaran-rumah-ahlul-bait-rasulullah-saw/#comment-9335</link>
		<dc:creator>rafidhah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 03:05:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=179#comment-9335</guid>
		<description>@la hunter-maru/ahli nujum

Mana Bukti. Terpaksa saya katakan anda adalah PEMBOHONG.  Semua kata2 anda itu bohong
Jadi apa yang ada katakan RAJA, BADA dan lain2 adalah kebohongan belaka. Jadi tdk perlu ditanggapi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@la hunter-maru/ahli nujum</p>
<p>Mana Bukti. Terpaksa saya katakan anda adalah PEMBOHONG.  Semua kata2 anda itu bohong<br />
Jadi apa yang ada katakan RAJA, BADA dan lain2 adalah kebohongan belaka. Jadi tdk perlu ditanggapi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: armand</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2008/05/20/ancaman-pembakaran-rumah-ahlul-bait-rasulullah-saw/#comment-9333</link>
		<dc:creator>armand</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 02:58:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/?p=179#comment-9333</guid>
		<description>@Lahuntermaru

Anda bermaksud memurnikan ajaran Ahlulbait yg menurut anda sdh sesat?  Tolong katakan, siapakah anda?  Imam Alikah? Imam Mahdikah? Imam Ja&#039;farkah?  Siapa yg telah memberikan anda otoritas utk melakukan misi ini? Apakah anda tidak malu bersikeras dgn maksud anda ini?  Hanya dgn modal copas, dan dengar sana, dengar sini anda ngotot dgn keyakinan anda, sungguh membuat sy heran jungkir balik.  Yang anda tampakkan bukannya kesungguhan dan kemurnian itikad, namun hanya kebodohan yg ditempel dgn kebebalan. 

Cukuplah sdh dgn apa yg anda maukan dan kekerasan kepala anda ini.  Jika anda msh tdk puas, buatlah sendiri blog yg dimana anda bisa memuntahkan semua yg anda mau.  Janganlah mengganggu pemilik blog dan orang-orang di sini.  Jika anda memang beritikad baik dan memegang ajaran ahlulbait, maka tunjukkanlah kepada kami akhlak Rasul saw dan Para Imam yang menjadi panutan anda.

Pemilik blog dan beberapa teman di sini dgn segala kerendahan hati serta sdh banyak bersabar dgn semua prilaku dan tuduhan2 anda, jika anda msh memiliki hati, sejatinya anda menyadari hal itu.

Semoga Allah swt selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua.

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Lahuntermaru</p>
<p>Anda bermaksud memurnikan ajaran Ahlulbait yg menurut anda sdh sesat?  Tolong katakan, siapakah anda?  Imam Alikah? Imam Mahdikah? Imam Ja&#8217;farkah?  Siapa yg telah memberikan anda otoritas utk melakukan misi ini? Apakah anda tidak malu bersikeras dgn maksud anda ini?  Hanya dgn modal copas, dan dengar sana, dengar sini anda ngotot dgn keyakinan anda, sungguh membuat sy heran jungkir balik.  Yang anda tampakkan bukannya kesungguhan dan kemurnian itikad, namun hanya kebodohan yg ditempel dgn kebebalan. </p>
<p>Cukuplah sdh dgn apa yg anda maukan dan kekerasan kepala anda ini.  Jika anda msh tdk puas, buatlah sendiri blog yg dimana anda bisa memuntahkan semua yg anda mau.  Janganlah mengganggu pemilik blog dan orang-orang di sini.  Jika anda memang beritikad baik dan memegang ajaran ahlulbait, maka tunjukkanlah kepada kami akhlak Rasul saw dan Para Imam yang menjadi panutan anda.</p>
<p>Pemilik blog dan beberapa teman di sini dgn segala kerendahan hati serta sdh banyak bersabar dgn semua prilaku dan tuduhan2 anda, jika anda msh memiliki hati, sejatinya anda menyadari hal itu.</p>
<p>Semoga Allah swt selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua.</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
