Ancaman Pembakaran Rumah Ahlul Bait Rasulullah SAW

Ancaman Pembakaran Rumah Ahlul Bait

Judul di atas tentu saja akan cukup mengejutkan bagi siapa saja yang belum mengetahui tentang riwayat ini. Hal ini termasuk salah satu hal yang dipermasalahkan dalam perdebatan yang biasa terjadi oleh kelompok Islam Sunni dan Syiah. Permasalahan ini jelas merupakan masalah yang pelik dan musykil dan tidak jarang ulama sunni yang menyatakan bahwa peristiwa ini tidak pernah terjadi dan riwayat ini tidak ada dalam kitab-kitab Ahlus Sunnah. Sebaliknya untuk menjawab anggapan ini Syiah menyatakan bahwa peristiwa ini benar terjadi dan terdapat riwayat-riwayat yang berkaitan dengan peristiwa tersebut dalam referensi Ahlus Sunnah..

.

Tulisan kali ini hanya ingin melihat dengan jelas apakah benar peristiwa ini benar-benar tercatat dalam sejarah atau hanyalah berita bohong belaka. Perlu dinyatakan sebelumnya bahwa tulisan ini tidak dibuat dengan tujuan untuk medeskriditkan pribadi atau kelompok tertentu melainkan hanya menyampaikan sesuatu apa adanya.

.

Riwayat-riwayat tentang Ancaman Pembakaran Rumah Sayyidah Fathimah Az Zahra as ternyata memang benar ada dalam kitab-kitab yang menjadi pegangan Ahlus Sunnah yaitu dalam Tarikh Al Umm Wa al Mulk karya Ibnu Jarir At Thabari, Al Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, Ansab Al Asyraf karya Al Baladzuri, Al Isti’ab karya Ibnu Abdil Barr dan Muruj Adz Dzahab karya Al Mas’udi. Berikut adalah riwayat yang terdapat dalam Kitab Al Mushannaf Ibnu Abi Syaibah

Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan peristiwa itu dengan sanad,Muhammad bin Bisyr berbicara kepada kami Ubaidillah bin Umar mengabarkan kepada kami, Zaid bin Aslam berbicara kepada kami dari Aslam Ayahnya yang berkata ”Ketika Bai’ah telah diberikan kepada Abu Bakar setelah kewafatan Rasulullah SAW. Ali dan Zubair sedang berada di dalam rumah Fatimah membicarakan mengenai sikap mereka kepada kekhalifahan Abu Bakar. Sehingga ketika Umar menerima kabar ini Ia bergegas ke rumah Fatimah dan berkata ”Wahai Putri Rasulullah SAW setelah Ayahmu tidak ada yang lebih aku cintai dibanding dirimu tetapi aku bersumpah jika orang-orang ini berkumpul di rumahmu maka tidak ada yang dapat mencegahku untuk membakar rumah ini”.(Al Mushannaf Ibnu Abi Syaibah jilid 7 hal 432 riwayat no 37045).

Riwayat ini memiliki sanad yang shahih sesuai persyaratan Bukhari dan Muslim.
Sanad Riwayat Dalam Al Mushannaf Ibnu Abi Syaibah

.

.

Ibnu Abi Syaibah
Nama lengkapnya adalah Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Utsman Al Absi Al Kufi. Ia adalah seorang imam penghulu para hafidz, penulis banyak kitab seperti Musnad,al Mushannaf dan Tafsir. Para ulama telah sepakat akan keagungan ilmu kejujuran dan hafalannya. Dalam Mizan Al I’tidal jilid 2 hal 490 Adz Dzahabi berkata ”Ia termasuk yang sudah lewat jembatan pemeriksaan dan sangat terpercaya”. Ahmad bin Hanbal berkata ”Abu Bakar sangat jujur, ia lebih saya sukai disbanding Utsman saudaranya”. Al Khathib berkata “Abu Bakar rapi hafalannya dan hafidz”.

.

.

Muhammad bin Bisyr
Muhammad bin Bisyr adalah salah seorang dari perawi hadis dalam Kutub Al Sittah. Dalam Tahdzib At Tahdzib jilid 9 hal 64, Thabaqat Ibnu Saad jilid 6 hal 394, Tarikh al Kabir jilid I hal 45, Al Jarh Wat Ta’dil jilid 7 hal 210, Tadzkirah Al Huffadz jilid 1 hal 322 dan Al Kasyf jilid 3 hal 22 terdapat keterangan tentang Muhammad bin Bisyr.

  • Ibnu Hajar berkata “Ia tsiqah”.
  • Yahya bin Main telah mentsiqahkannya
  • Al Ajuri berkata ”Ia paling kuat hafalannya diantara perawi kufah”
  • Utsman Ibnu Abi Syaibah berkata “Ia tsiqah dan kokoh”
  • Adz Dzahabi berkata ”Ia adalah Al Hafidz Al Imam dan kokoh”
  • An Nasai berkata “Ia tsiqah”.

.

.

Ubaidillah bin Umar
Keterangan tentang beliau disebutkan dalam Tadzkirah Al Huffadz jilid 1 hal 160-161, Siyar A’lam An Nubala jilid 6 hal 304, Tahdzib At Tahdzib jilid 7 hal 37, Taqrib At Tahdzib jilid 1 hal 637, Ats Tsiqat jilid 3 hal 143,dan Al Jarh Wa At Ta’dil jilid 5 hal 326.

  • Ibnu Hajar berkata ”Ia tsiqah dan tsabit”
  • Yahya bin Ma’in berkata ”Ia tsiqah, hafidz yang disepakati”
  • Abu Hatim berkata ”Ia tsiqah”
  • Adz Dzahabi berkata ”Ia Imam yang merdu bacaan Al Qurannya”
  • An Nasai berkata ”Ia tsiqah dan kokoh”
  • Ibnu Manjawaih berkata ”Ia termasuk salah satu tuan penduduk Madinah dan suku Quraisy dalam keutamaan Ilmu,ibadah hafalan dan ketelitian”.
  • Abu Zar’ah berkata “Ia tsiqah”.
  • Abdullah bin Ahmad berkata ”Ubaidillah bin Umar termasuk orang yang terpercaya”.

.

.

Zaid bin Aslam
Zaid bin Aslam adalah salah seorang perawi Kutub As Sittah. Keterangan tentang beliau terdapat dalam Al Jarh Wa At Ta’dil jilid 3 hal 554, Tahdzib at Tahdzib jilid 3 hal 341, Taqrib At Tahdzib jilid 1 hal 326, Tadzkirah Al Huffadz jilid 1 hal 132-133, dan Siyar A’lam An Nubala jilid 5 hal 316.

  • Abu Hatim menyatakan Zaid tsiqah
  • Ya’qub bin Abi Syaibah berkata ”Ia tsiqah,ahli fiqh dan alim dalam tafsir Al Quran”
  • Imam Ahmad menyatakan beliau tsiqah
  • Ibnu Saad menyatakan “Ia tsiqah”
  • Adz Dzahabi menyebutnya sebagai Al Imam, Al Hujjah dan Al Qudwah(teladan)
  • Abu Zara’ah menyatakan Ia tsiqah
  • Ibnu Kharrasy menyatakan beliau tsiqah
  • Ibnu Hajar berkata “Ia tsiqah” .

.

.

Aslam Al Adwi Al Umari
Aslam dikenal sebagai tabiin senior dan merupakan perawi Kutub As Sittah. Beliau termasuk yang telah disepakati ketsiqahannya. Keterangan tentang Beliau dapat dilihat di Taqrib At Tahdzib jilid 1 hal 88 dan Siyar A’lam An Nubala jilid 4 hal 98

  • Adz Dzahabi berkata “Ia seorang Faqih dan Imam”
  • Al Madani berkata “Ia seorang penduduk Madinah terpercaya dan Kibar At Tabi’in”
  • Ya’qub bin Abi Syaibah berkata ”Ia tsiqah”
  • Ibnu Hajar berkata ”Ia tsiqah”
  • Abu Zara’ah berkata ”Ia tsiqah”
  • An Nawawi berkata ”Huffadz bersepakat menyatakan Aslam tsiqah”

.

.

Jadi riwayat di atas yang menyatakan adanya Ancaman Pembakaran Rumah Ahlul Bait Sayyidah Fatimah Az Zahra AS telah diriwayatkan oleh para perawi yang tsiqah dan tidak berlebihan kalau ada yang menyatakan riwayat tersebut shahih sesuai persyaratan Bukhari dan Muslim. Oleh karena itu sebenarnya keliru sekali kalau ada yang beranggapan bahwa Riwayat ini tidak ada dalam kitab-kitab Ahlus Sunnah apalagi kalau menyatakan ini adalah riwayat yang dibuat-buat oleh golongan Syiah. Just Syiahpobhia :mrgreen: .

Salam Damai

.

.

Catatan: Tulisan ini sudah lama saya buat dan baru bisa ditampilkan terkait dengan peristiwa akhir-akhir ini. Semua kritik dan masukan untuk tulisan ini dibuka seluas-luasnya dan semoa berkenan. Setidaknya saya sudah menyampaikan dan mohon maaf jika penyampaian saya ini kurang berkenan :mrgreen:

22 Tanggapan

  1. itulah perlunya merekonstruksi klaim kebenaran sejarah….

  2. Salam ‘alaykum.
    1.) Tulisan di atas baru bisa ditampilkan terkait dgn “peristiwa akhir-akhir ini”. Peristiwa apa itu, Pak?
    2.) Apakah Pak secondprince merujuk langsung ke kitab2 yg Bapak sebutkan (Al-Mushannaf, Al-Isti’ab, kitab2 rijal, dsb) ataukah menggunakan sumber lain yg menyebut kitab2 tsb?
    Kalau pakai sumber lain (sekunder), buku berjudul apa?
    Salam ‘alaykum.

  3. Sejarah kan dibuat pemenang bro.

  4. Kayaknya peristiwa ancaman ini dan peristiwa-peristiwa lain yang sejenis (?) pada masa selang kematian Rasul saw yg membuat Sayyidatina Fatimah AzZahra bersedih, marah dan berdiam diri selama 6 bulan. Apa ada peristiwa2 lainnya nih? Senang rasanya ada sekelompok orang yang mampu mengungkapkannya secara komprehensif dan objektif dengan menyerahkannya semua ke pembaca untuk menilai.

  5. mas second tolong jawab pertanyaan pa Badari, biar beliau yakin. Terima kasih.

  6. Rafidhah dari dulu memang seburuk-buruk pendusta, mencaci sahabat berarti mencaci Rasul, naudzubillah. memakai nama ahlu sunnah untuk menyebar syubhat dan mengatasanamakan Ahlul Bait. memang begitu tampak cinta palsu syiah terhadap ahlul bait, dholalah, dholalah, bertaubatlah antum

  7. @SP
    menurut sampeyan, seberapa pentingnyakah hal-hal semacam ini diungkapkan ?? *bukan dalam artian saya menganggapnya tidak penting*

    saya setuju sama dana, “sejarah itu dibuat oleh pemenang”.

    pemenang politik, membuat sejarah versi kepentingan politiknya
    pemenang kekuasaan, membuat sejarah versi kepentingan kekuasaannya
    pemenang dendam *bisa karena kalah dalam hal lain*, membuat sejarah versi kepentingan kesumatnya
    dst.

  8. @as Sunni

    mencaci sahabat berarti mencaci Rasul

    1. Kalimat mana yg mencaci??
    2. Pakai dalil ygmn mencaci “sahabat” berarti mencaci Rasul.

    memakai nama ahlu sunnah untuk menyebar syubhat dan mengatasanamakan Ahlul Bait

    Ygmn yg dibilang memakai nama ahlul sunnah? Bukannya sampean yg malah mengatasnamakan Sunni?.. :mrgreen:
    as sunni, anda baca tdk bhw yg disampaikan tulisan ini adalah hadits, bukannya pendapat pribadi. Apakah anda tdk nyaman & kaget koq ada hadits dr sunni yg spt itu yg bertentangan dg doktrin anda selama ini, kl mmg begitu jgn salahkan yg menyampaikan, salahkan anda yg tdk pernah baca.

    memang begitu tampak cinta palsu syiah terhadap ahlul bait, dholalah, dholalah, bertaubatlah antum

    Kayaknya anda salafy yg ngaku sunni..yaa.. :mrgreen:
    Siapa sihh yg anda bilang syi’ah? Fitnah anda? Jgn menebak2 donk mas sunni, mending sebelum comment anda tanya sama guru/syaikh anda atau lbh tepat lg baca rujukan yg disampaikan penulis benar tidak kutipan itu dr ahlul sunnah.
    Jika ternyata tulisan itu dr ahlul sunnah, mk anda akan bilang apa? paling juga tetap marah2 khan?
    Akhirnya pertanyaannya adalah, anda marah2 krn membela Rasulullah dg ahl baytnya ataukah membela “sahabat”?. Itulah mas sunni kecintaan yg tanpa takut, bhkn walaupun dg mencintai mereka/ahl bayt maka kita semua hrs siap2 utk menerima kenyataan bhw diantara sahabat ternyata ada pernah menyakiti ahl bayt.
    saya hanya diberi pilihan mencintai ahl bayt dg kenyataan ada sahabat yg memusuhi ahl bayt ataukah mendustakan semua dalil2 sunni yg shahih tsb.

  9. assalaamu alaykum wr.wb,
    saya juga baru mendengar hadits ini, karena di kelompok pengajian saya fokus pada kutubus-sittah saja. Tetapi saya tidak kaget dengan isi hadits ini, karena sebenarnya benih perpecahan itu sudah ada semenjak nabi saw masih hidup, tetapi karena masih ada nabi di antara ummat muslim saat itu, maka rasa permusuhan itu tersimpan dengan sangat-sangat-sangat rapi, dan itu sering “tersirat” dalam beberapa hadits yang telah saya dengar.
    Anggaplah semua itu cobaan bagi keimanan kita semua. Dan 100% uswatun hasanah hanyalah Nabi saw belaka, yang lain tidaklah 100% bisa kita contoh, tidak peduli sahabat ataupun ahlulbayt…

  10. @Sunni sejati
    Luar biasa tulisan anda yg tgl 29 mei ini, saya ucapkan salut.
    Hanya saja, akan sempurna jika 2 kata terakhir dihilangkan.. :) .
    Saya katakan itu cukup dg hanya 3 dalil berikut:

    AQ: Al-Ahzab 33:
    ….Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

    Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhariy dalam kitab “Al-Ahkam”, hadis yang menerangkan bahwa Rasulullah saw sambil menunjuk kepada dua orang cucunya, Al- hasan dan Al-Husin – radhiyallahu ‘anhuma, menyatakan:
    “Dua orang puteraku ini adalah Imam-Imam, baik di saat mereka sedang duduk atau pun sedang berdiri”.

    Bahwa Rasulullah SAW bersabda “Wahai manusia sesungguhnya Aku meninggalkan untuk kalian apa yang jika kalian berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat ,Kitab Allah dan Ithrati Ahlul BaitKu”.(Hadis riwayat Tirmidzi,Ahmad,Thabrani,Thahawi dan dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albany dalam kitabnya Silsilah Al Hadits Al Shahihah no 1761).

  11. @Sunny sejati
    Alhamdulillah dgn kata2 anda tadi anda tlh mendpt petunjuk kpd kebenaran Insya Allah mari kita ber-sama2 semampu kita meluruskan yg bengkok Amin. Hanya Allah bisa berikan petunjuk kepd siapa yg dikehendaki

  12. @truthseeker,
    OK, say revisi kalimat terakhir saya:
    “…….Anggaplah semua itu cobaan bagi keimanan kita semua. Titik”

  13. @truthseeker,
    OK, saya revisi kalimat terakhir:
    “…….Anggaplah semua itu cobaan bagi keimanan kita semua. Titik”

  14. Dalam pikiran saya bertanya-tanya (setelah banyak baca ayat di Kitab Suci, yah +/_ 50-60%). Apa bener sih kitab Suci itu bikinan Tuhan??
    Padahal saya rasanya percaya adanya Tuhan. Tapi bukan Tuhan yang banyak bikin aturan-aturan. Apalagi pada tumpang tindih.

  15. Assalamualaikum…

    Wahai saudaraku sesama muslim yang di Rahmati Allah swt,tidahkah kalian sadar bahwa perdebatan menimbulkan perpecahan??Allah yang maha tau kebenaran..Allah yang maha pemberi petunjuk kepada hamba2nya…”ihdinas’sirotolmuskakim” doa yang slalu kita panjatkan ketika kita shalat.

    Semoga Allah swt memberi petunjuk kepada kita semua…Amin

  16. Problem utama yang saya dapati dari paham Ahlussunnah (baca: Salafy) adalah mereka sangat menjunjung tinggi pendapat dari sahabat Nabi (meski pun mereka selalu mengulang-ulang mengatakan bahwa mereka sahabat tidak maksum). Pengkultusan ini begitu hebatnya hingga pada titik dimana terdapat perbedaan pendapat antara Nabi dan Sahabat, maka mereka Salafy tidak mengindahkan perkataan Nabi sebaliknya perkataan Sahabatlah yang dijadikan acuan, seakan-akan Sahabat merupakan orang-orang yang paling benar, paling layak dicontoh dan paling tepat sebagai pembawa Risalah Allah swt.
    Shalat tarawih adalah salah satu contoh yang cukup gamblang menggambarkan keadaan ini.
    (1) Apakah Rasulullah pernah mengucapkan kata-kata shalat Tarawih? Umarlah yang mulai menyebut-nyebut istilah ini. Dan sekarang istilah tarawih sangat populer menggantikan qiyamul lail.
    (2) Apakah Rasulullah pernah menganjurkan qiyamul lail dilakukan berjama’ah? Umar pula lah yang mulai membangkitkannya. Dan coba lihat sekarang, shalat Tarawih berjama’ah sudah menjadi keharusan di malam bulan Ramadhan.
    (3) Apakah Rasulullah sudah memperingatkan mengapa Beliau tidak menganjurkan untuk qiyamul lail berjama’ah? Umar juga lah yang kemudian melemahkan kekhawatiran Rasulullah dan menginginkan shalat ini dilakukan secara berjama’ah.
    Adakah kita sekarang mengikuti sunnah Nabi atau mengikuti pendapat Sahabat Umar dalam shalat di malam bulan Ramadhan? Mengapa kita tidak melaksanakan saja apa yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah saw?
    Saya pribadi merasakan memang bahwa dengan adanya shalat Tarawih berjama’ah, malam Ramadhan terasa “hidup”, jalan-jalan penuh dengan anak-anak dan bapak-bapak memakai kopiah dan sarung, ibu-ibu dengan jilbab dan mukenanya. Mesjid jadi ramai. Saya sendiri waktu kecil paling rajin shalat Tarawih karena merasakan perbedaannya dgn shalat-shalat yang lain :)
    Tapi, apakah ini sudah benar? Apakah Rasulullah saw ridla dengan bid’ah ini? Apakah kita tidak usah mengindahkan kekhawatiran Rasulullah? Apakah Umar lebih paham dari Rasulullah tentang umat sehingga tidak berkhawatir dengan apa yang dikhawatirkan oleh Rasulullah? Apakah Umar bisa menjamin bahwa apa yang diperbuatnya tidak akan mengecewakan Rasulullah saw?

    Salam

  17. Sorry SP, komen di atas harusnya masuk di tulisan SP mengenai sahlat tarawih bagian ke-3

  18. @Hendrano
    Kita disini bukan berbantah bantahan tapi mendiskusikan suatu masalah utk mencari kebenaran. Apakah mas seorang yg taglid. Kalau mas seorang yg bertaglid sblm mengetahui kebenara maka mas Seperti firman Allah: Apakah kamu tetap mengikuti orang2 terdahulu walaupun mereka dlm kesesatan? Sedangkangkan keebenaran ada dihadapanmu?
    Mas katakan hanya Allah yg tau. Mas se-akan menghjndari dari tanggungjawab dan menyerahkan tanggung jawab kepada Allah Ingat mas, Allah memerintah kita mempergunakan akal kita utk berfikir dan mencari kebenaran. Apabila kita yakini itu benar baru kita bertawakal. Bagaimana mungkin kita blm mengetahui kebenaran lalu bertawakal menyerahkan semua kpd Allah. Wasalam

  19. to badari….
    bgmn kalo ente yg membuktikan saja kalo tulisan ini tdk berdasar….ok

  20. Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa Ali Muhammad (3X )

  21. Manusia memang aneh dan buta..
    kenapa hanya belajar di satu sisi saja.. padahal kebenaran ada di depan mata…
    hanya manusia2 pemberani yang mau belajar sejarah…
    anda tau bagaimana Imam Husein terbunuh? siapa pembunuhnya?
    tapi alangkah indahnya kalau perdebatan ini di akhiri…
    ingat !!!! saudara2 kita di palestine..!!!
    mereka butuh dukungan kita…mereka butuh doa kita…
    mereka butuh bantuan kita…
    mereka butuh semua dari kita…
    apa yang bisa kita lakukan untuk mereka…
    batapa menderitanya saudara2 kita itu..
    syuhada – syuhada yang wafat pas di bulan Asyura, hari terbunuhnya imam Husein cucu tercinta Rasulullah…
    Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa Ali Muhammad
    Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa Ali Muhammad
    Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa Ali Muhammad

  22. Menyampaikan hujjah adalah kewajiban kita, masalah menerima hujjah adalah masalah yang berbeda. Para Imam Ahlulbayt a.s. telah memberikan pelajaran yang sangat berharga buat kita. salam damai…

Tinggalkan Balasan