<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kontroversi Ucapan Selamat Natal</title>
	<atom:link href="http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/</link>
	<description>Kebenaran Hanya Untuk Yang Menghargainya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Dec 2009 06:24:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Blueshafire</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-10414</link>
		<dc:creator>Blueshafire</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 06:32:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-10414</guid>
		<description>Blog yg paling damai yg pnh aku temui,mdh2an ini jdi cntoh bwt blogger yg laen,teruskan dialog,hati boleh panas tpi es tetep beku,hehe,slm ukhuwah bwt anda smua,junjung tinggi sportifitas,kata2 anda mencerminkan kwalitas,wasSalam 4 all muslim/ah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Blog yg paling damai yg pnh aku temui,mdh2an ini jdi cntoh bwt blogger yg laen,teruskan dialog,hati boleh panas tpi es tetep beku,hehe,slm ukhuwah bwt anda smua,junjung tinggi sportifitas,kata2 anda mencerminkan kwalitas,wasSalam 4 all muslim/ah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ichal Dalam Lima Kata &#171; All That I Can&#8217;t Leave Behind</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-5345</link>
		<dc:creator>Ichal Dalam Lima Kata &#171; All That I Can&#8217;t Leave Behind</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 09:00:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-5345</guid>
		<description>[...] mestinya jadi rahasia umum perusahaan saja, atau ucapan Selamat Natal yang memang sejak dulu selalu kontroversial, dan yang terakhir, ketika ia membuat slogan baru khusus untuk Komunitas Blogger [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] mestinya jadi rahasia umum perusahaan saja, atau ucapan Selamat Natal yang memang sejak dulu selalu kontroversial, dan yang terakhir, ketika ia membuat slogan baru khusus untuk Komunitas Blogger [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: armand</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-5269</link>
		<dc:creator>armand</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 01:28:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-5269</guid>
		<description>@larroz

&lt;blockquote&gt;BASA-BASI=LAIN DI MULUT,LAIN DI HATI=MUNAFIK &lt;/blockquote&gt;

Setahu saya munafik itu diluarnya menyatakan keimanan namun hatinya kafir?  Kalau basa-basi yang mas maksudkan itu sih masih dalam taraf &quot;berbohong&quot;.

&lt;blockquote&gt;untukmu agamamu,untukku agamaku. jelaskan dalilnya&lt;/blockquote&gt;

Dalam tataran idealisme hal itu memang benar.  Namun dalam implementasinya seperti apa?  Apakah tidak bertegur sapa sama sekali dengan mereka yang kafir berarti telah mengamalkan idealisme tsb?  Menghindari komunikasi dengan mereka juga termasuk di dalamnya?  Ataukah masih dibolehkan bercakap-cakap dengan mereka? Seperti apa batasannya?  Apakah mengucapkan selamat natal akan meningkatkan keimanan mereka dan akan mengurangi keimanan kita?

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@larroz</p>
<blockquote><p>BASA-BASI=LAIN DI MULUT,LAIN DI HATI=MUNAFIK </p></blockquote>
<p>Setahu saya munafik itu diluarnya menyatakan keimanan namun hatinya kafir?  Kalau basa-basi yang mas maksudkan itu sih masih dalam taraf &#8220;berbohong&#8221;.</p>
<blockquote><p>untukmu agamamu,untukku agamaku. jelaskan dalilnya</p></blockquote>
<p>Dalam tataran idealisme hal itu memang benar.  Namun dalam implementasinya seperti apa?  Apakah tidak bertegur sapa sama sekali dengan mereka yang kafir berarti telah mengamalkan idealisme tsb?  Menghindari komunikasi dengan mereka juga termasuk di dalamnya?  Ataukah masih dibolehkan bercakap-cakap dengan mereka? Seperti apa batasannya?  Apakah mengucapkan selamat natal akan meningkatkan keimanan mereka dan akan mengurangi keimanan kita?</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Snowie</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-5266</link>
		<dc:creator>Snowie</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 13:05:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-5266</guid>
		<description>apapun alasannya, semua tergantung pada keyakinan masing-masing.

Dan sayangnya, saya masih yakin nggak ada perlunya mengucapkan selamat natal sama yang merayakannya.

kalopun mau menunjukkan simpati, bagi saya cukup mengucapkan &quot;selamat tahun baru&quot; saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apapun alasannya, semua tergantung pada keyakinan masing-masing.</p>
<p>Dan sayangnya, saya masih yakin nggak ada perlunya mengucapkan selamat natal sama yang merayakannya.</p>
<p>kalopun mau menunjukkan simpati, bagi saya cukup mengucapkan &#8220;selamat tahun baru&#8221; saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mujahidahwanita</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-5253</link>
		<dc:creator>mujahidahwanita</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 22:32:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-5253</guid>
		<description>Semoga ucapan selamat saya ini tidak menjadiKontrovesi

Saya mengucapkan Selamat tahun baru Islam 1430 Hijriyah  ,semoga hari ini dan hari esok akan lebih baik dan terlebih baik lagi,agar kita bisa menjadi orang yang bermanfaat dan menjadi rahmat bagi seluruh sekalian alam,bukankah itu tujuan Allah menciptakan kita,untuk menjadi Rahmatan lil alamin


Salam sejahtera selalu wahai saudaraku yang diRahmati dan di Muliakan Allah SWT

Wanita yang hina dan fakir</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga ucapan selamat saya ini tidak menjadiKontrovesi</p>
<p>Saya mengucapkan Selamat tahun baru Islam 1430 Hijriyah  ,semoga hari ini dan hari esok akan lebih baik dan terlebih baik lagi,agar kita bisa menjadi orang yang bermanfaat dan menjadi rahmat bagi seluruh sekalian alam,bukankah itu tujuan Allah menciptakan kita,untuk menjadi Rahmatan lil alamin</p>
<p>Salam sejahtera selalu wahai saudaraku yang diRahmati dan di Muliakan Allah SWT</p>
<p>Wanita yang hina dan fakir</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: larroz</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-5252</link>
		<dc:creator>larroz</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 16:54:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-5252</guid>
		<description>menurut saya,

BASA-BASI=LAIN DI MULUT,LAIN DI HATI=MUNAFIK 

untukmu agamamu,untukku agamaku. jelaskan dalilnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut saya,</p>
<p>BASA-BASI=LAIN DI MULUT,LAIN DI HATI=MUNAFIK </p>
<p>untukmu agamamu,untukku agamaku. jelaskan dalilnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Manullang Family</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-5222</link>
		<dc:creator>Manullang Family</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 17:10:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-5222</guid>
		<description>Natal Bukan Hanya Untuk Org Kristen ... Natal Untuk Semua..

Karena Tuhan datang Untuk Dunia... 

Selamat Hari Natal ~

Regards,
Batak Zone</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Natal Bukan Hanya Untuk Org Kristen &#8230; Natal Untuk Semua..</p>
<p>Karena Tuhan datang Untuk Dunia&#8230; </p>
<p>Selamat Hari Natal ~</p>
<p>Regards,<br />
Batak Zone</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Natal Yang Lembur &#171; Analisis Pencari Kebenaran</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-5214</link>
		<dc:creator>Natal Yang Lembur &#171; Analisis Pencari Kebenaran</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 13:24:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-5214</guid>
		<description>[...] Bagi Mereka yang ada masalah, silakan dibaca dulu yang ini [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Bagi Mereka yang ada masalah, silakan dibaca dulu yang ini [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Adriano Minami</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-5175</link>
		<dc:creator>Adriano Minami</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 08:31:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-5175</guid>
		<description>Saya sih tetep ngucapin, secara sodara saya banyak yang nasrani

Masalah apa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sih tetep ngucapin, secara sodara saya banyak yang nasrani</p>
<p>Masalah apa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: secondprince</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-1987</link>
		<dc:creator>secondprince</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 11:31:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-1987</guid>
		<description>@bersatu
&lt;blockquote&gt;kita menulis karena kita respek dengan sesuatu, iya to. anda menulis dari diskusi dengan seseorang, jadi pada saat anda tidak menulis,&lt;/blockquote&gt;
Saya menulis kalau saya ingin dan saya sempat
&lt;blockquote&gt;contoh hujatan anda kepada salapi yang nyalahin orang sujud dengan lutut dulu&lt;/blockquote&gt;
Maaf cuma mau membetulkan kok, itu kritikan bukan hujatan :)

&lt;blockquote&gt;nah disini terletak kenjomplangan pemikiran anda yang sebatas hanya di anda, atau bisa dikatakan tidak obektif, ya kembali lagi kepada nafsu toh,&lt;/blockquote&gt;
Objektif atau tidak itu ada batasannya, berdasarkan apakah itu?. Anggap saja kalau pikiran saya jomplang nah terus apa selanjutnya yang ingin anda sampaikan

btw, lama tak bersua
apa kabar?
Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@bersatu</p>
<blockquote><p>kita menulis karena kita respek dengan sesuatu, iya to. anda menulis dari diskusi dengan seseorang, jadi pada saat anda tidak menulis,</p></blockquote>
<p>Saya menulis kalau saya ingin dan saya sempat</p>
<blockquote><p>contoh hujatan anda kepada salapi yang nyalahin orang sujud dengan lutut dulu</p></blockquote>
<p>Maaf cuma mau membetulkan kok, itu kritikan bukan hujatan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>nah disini terletak kenjomplangan pemikiran anda yang sebatas hanya di anda, atau bisa dikatakan tidak obektif, ya kembali lagi kepada nafsu toh,</p></blockquote>
<p>Objektif atau tidak itu ada batasannya, berdasarkan apakah itu?. Anggap saja kalau pikiran saya jomplang nah terus apa selanjutnya yang ingin anda sampaikan</p>
<p>btw, lama tak bersua<br />
apa kabar?<br />
Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bersatu</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-1986</link>
		<dc:creator>bersatu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 11:02:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-1986</guid>
		<description>kita menulis karena kita respek dengan sesuatu, iya to. anda menulis dari diskusi dengan seseorang, jadi pada saat anda tidak menulis, dan disitu terjadi perdebatan yang lumayan lama ( ratusan tahun barangkali ) karena respect anda kurang atau pembahasan yang basi jadi anda tidak menulis ( atau ada sebab lain anda tidak menulis ) jadi intinya anda bikin tulisan jika hati anda merasa punya respek, atau ketertarikan, contoh hujatan anda kepada salapi yang nyalahin orang sujud dengan lutut dulu, mayoritas riwayat syiah ( seputar fadak, khilafah, dll ) anda menjadi respek karena hati anda tertarik untuk menulis, tapi menjadi tidak respek jika pembahasana tidak menyinggung hati anda. nah disini terletak kenjomplangan pemikiran anda yang sebatas hanya di anda, atau bisa dikatakan tidak obektif, ya kembali lagi kepada nafsu toh,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kita menulis karena kita respek dengan sesuatu, iya to. anda menulis dari diskusi dengan seseorang, jadi pada saat anda tidak menulis, dan disitu terjadi perdebatan yang lumayan lama ( ratusan tahun barangkali ) karena respect anda kurang atau pembahasan yang basi jadi anda tidak menulis ( atau ada sebab lain anda tidak menulis ) jadi intinya anda bikin tulisan jika hati anda merasa punya respek, atau ketertarikan, contoh hujatan anda kepada salapi yang nyalahin orang sujud dengan lutut dulu, mayoritas riwayat syiah ( seputar fadak, khilafah, dll ) anda menjadi respek karena hati anda tertarik untuk menulis, tapi menjadi tidak respek jika pembahasana tidak menyinggung hati anda. nah disini terletak kenjomplangan pemikiran anda yang sebatas hanya di anda, atau bisa dikatakan tidak obektif, ya kembali lagi kepada nafsu toh,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: secondprince</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-1976</link>
		<dc:creator>secondprince</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 09:02:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-1976</guid>
		<description>@armand
Pelit, masa&#039; sih
bisa saja kan justru kita sendiri lebih membutuhkan buah itu ketimbang orang lain :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@armand<br />
Pelit, masa&#8217; sih<br />
bisa saja kan justru kita sendiri lebih membutuhkan buah itu ketimbang orang lain <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: secondprince</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-1975</link>
		<dc:creator>secondprince</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 08:58:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-1975</guid>
		<description>@pemulung
&lt;blockquote&gt;ketika saya membaca baca tulisan anda , saya hanya dapat memberikan sekedar masukan yang mungkin tidak berarti , jadi saya mohon maaf sebelumnya&lt;/blockquote&gt;
Gak perlu minta maaf Mas, saya selalu bersedia untuk diberi masukan. Malah saya yang harusnya berterimakasih

&lt;blockquote&gt;pola pikir anda akan sangat berbahaya bagi diri anda dan orang lain yang membaca karena anda masih dalam taraf taffakur , belum tadzakkur,&lt;/blockquote&gt;
Saya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga saja itu tidak terjadi :)

&lt;blockquote&gt;bahaya bagi diri anda adalah ketika anda mengganggap apa yang anda pikir itu suatu kebenaran dengan menbanding bandingkan kemudian anda publish ke media dan suatu hari anda melihat ada kesalahan dalam hal tersebut namun orang lain telah mengikuti..maka anda akan menjadi asbab timbulnya kesalahan..berhati hatilah dalam proses taffakur dan penulisan perjalanan fikir anda..&lt;/blockquote&gt;
Apa yang saya pikir sebagai suatu kebenaran maka bisa saja suatu saat ternyata terbukti salah. Walaupun begitu bisa saja ternyata apa yang saya pikir itu ternyata adalah kebenaran. Jika suatu saat saya salah, maka tentu kewajiban saya untuk mengoreksi pandangan saya. Soal orang mau mengikuti saya atau tidak, itu maaf Mas bukan sepenuhnya urusan saya. Saya memikirkan sesuatu kemudian menuliskannya, tentu sebagai suatu pandangan yang ditawarkan kepada khalayak ramai. Soal bagaimana orang lain menerimanya maka itu sepenuhnya urusan mereka. Setiap orang punya kewajiban untuk membedakan yang mana yang benar. Sebagai seorang manusia biasa maka setiap pemikiran manusia&lt;em&gt;(seyakin apapun ia bahwa pandangannya benar)&lt;/em&gt; tetap bisa saja suatu saat salah atau justru tidak. Masalahnya tidak ada seorangpun yang bisa memastikan dengan pasti bahwa ia tidak mungkin salah kecuali Mereka yang mendapat penjagaan dari Tuhan YME. Oleh karena itu  pernyataan
&lt;blockquote&gt;suatu hari anda melihat ada kesalahan dalam hal tersebut namun orang lain telah mengikuti&lt;/blockquote&gt;
Itu berlaku untuk semua tulisan siapa saja termasuk anda atau kitab Ibnu Qayyim yang anda tawarkan
&lt;blockquote&gt;ketika buah ini belum matang maka jangan diberikan terhadap orang lain , ketika sudah matang lihat orang yang akan anda berikan , karena tidak semua orang sanggup memakannya&lt;/blockquote&gt;
Menurut saya buah ini sudah cukup matang, saya tidak menyuruh setiap orang untuk memakan buah yang saya tawarkan. Mereka dengan bebas berhak untuk memilih atau bahkan mencampakkan semua pandngan saya :)
&lt;blockquote&gt;mungkin ada baiknya anda membaca madarijus salikin bayna iyyakana’budu wa iyya kanasta’in oleh ibnu qayyim aljauziah ..sudah diterjemahkan&lt;/blockquote&gt;
terimakasih sarannya, kalau soal tulisan di atas saya sudah membaca bagaimana pandangan Ibnu Qayyim dan Ulama-ulama lain soal ini. Hasilnya sudah saya kasih tahu, mereka mendasarkan hukum itu pada persepsi bahwa &lt;blockquote&gt;ucapan tersebut berarti mengakui keyakinan saudara kita yang Nasrani&lt;/blockquote&gt;
Sayangnya persepsi tersebut tidak dimiliki oleh setiap orang yang mengucapkan ucapan tersebut. Ada persepsi-persepsi lain sebagaimana sudah saya nyatakan di atas. tapi semuanya kembali kepada orangnya masing-masing. Bukankan kita cukup besar untuk membedakan&lt;em&gt; Yang mana yang baik dan yang mana yang buruk&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;Yang mana yang benar dan yang mana yang salah&lt;/em&gt;
Walaupun begitu saya tetap ingin sekali jika anda bersedia menunjukkan sepenuhnya kekeliruan tulisan saya di atas
Salam :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@pemulung</p>
<blockquote><p>ketika saya membaca baca tulisan anda , saya hanya dapat memberikan sekedar masukan yang mungkin tidak berarti , jadi saya mohon maaf sebelumnya</p></blockquote>
<p>Gak perlu minta maaf Mas, saya selalu bersedia untuk diberi masukan. Malah saya yang harusnya berterimakasih</p>
<blockquote><p>pola pikir anda akan sangat berbahaya bagi diri anda dan orang lain yang membaca karena anda masih dalam taraf taffakur , belum tadzakkur,</p></blockquote>
<p>Saya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga saja itu tidak terjadi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>bahaya bagi diri anda adalah ketika anda mengganggap apa yang anda pikir itu suatu kebenaran dengan menbanding bandingkan kemudian anda publish ke media dan suatu hari anda melihat ada kesalahan dalam hal tersebut namun orang lain telah mengikuti..maka anda akan menjadi asbab timbulnya kesalahan..berhati hatilah dalam proses taffakur dan penulisan perjalanan fikir anda..</p></blockquote>
<p>Apa yang saya pikir sebagai suatu kebenaran maka bisa saja suatu saat ternyata terbukti salah. Walaupun begitu bisa saja ternyata apa yang saya pikir itu ternyata adalah kebenaran. Jika suatu saat saya salah, maka tentu kewajiban saya untuk mengoreksi pandangan saya. Soal orang mau mengikuti saya atau tidak, itu maaf Mas bukan sepenuhnya urusan saya. Saya memikirkan sesuatu kemudian menuliskannya, tentu sebagai suatu pandangan yang ditawarkan kepada khalayak ramai. Soal bagaimana orang lain menerimanya maka itu sepenuhnya urusan mereka. Setiap orang punya kewajiban untuk membedakan yang mana yang benar. Sebagai seorang manusia biasa maka setiap pemikiran manusia<em>(seyakin apapun ia bahwa pandangannya benar)</em> tetap bisa saja suatu saat salah atau justru tidak. Masalahnya tidak ada seorangpun yang bisa memastikan dengan pasti bahwa ia tidak mungkin salah kecuali Mereka yang mendapat penjagaan dari Tuhan YME. Oleh karena itu  pernyataan</p>
<blockquote><p>suatu hari anda melihat ada kesalahan dalam hal tersebut namun orang lain telah mengikuti</p></blockquote>
<p>Itu berlaku untuk semua tulisan siapa saja termasuk anda atau kitab Ibnu Qayyim yang anda tawarkan</p>
<blockquote><p>ketika buah ini belum matang maka jangan diberikan terhadap orang lain , ketika sudah matang lihat orang yang akan anda berikan , karena tidak semua orang sanggup memakannya</p></blockquote>
<p>Menurut saya buah ini sudah cukup matang, saya tidak menyuruh setiap orang untuk memakan buah yang saya tawarkan. Mereka dengan bebas berhak untuk memilih atau bahkan mencampakkan semua pandngan saya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>mungkin ada baiknya anda membaca madarijus salikin bayna iyyakana’budu wa iyya kanasta’in oleh ibnu qayyim aljauziah ..sudah diterjemahkan</p></blockquote>
<p>terimakasih sarannya, kalau soal tulisan di atas saya sudah membaca bagaimana pandangan Ibnu Qayyim dan Ulama-ulama lain soal ini. Hasilnya sudah saya kasih tahu, mereka mendasarkan hukum itu pada persepsi bahwa<br />
<blockquote>ucapan tersebut berarti mengakui keyakinan saudara kita yang Nasrani</p></blockquote>
<p>Sayangnya persepsi tersebut tidak dimiliki oleh setiap orang yang mengucapkan ucapan tersebut. Ada persepsi-persepsi lain sebagaimana sudah saya nyatakan di atas. tapi semuanya kembali kepada orangnya masing-masing. Bukankan kita cukup besar untuk membedakan<em> Yang mana yang baik dan yang mana yang buruk</em> atau <em>Yang mana yang benar dan yang mana yang salah</em><br />
Walaupun begitu saya tetap ingin sekali jika anda bersedia menunjukkan sepenuhnya kekeliruan tulisan saya di atas<br />
Salam <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: armand</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-1972</link>
		<dc:creator>armand</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 08:28:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-1972</guid>
		<description>@pemulung
&quot;Ketika buah ini belum matang maka jangan diberikan terhadap orang lain&quot;
&quot;Ketika sudah matang lihat orang yang akan anda berikan&quot;
Ini kiasan ya...? Kok pelit banget!:mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@pemulung<br />
&#8220;Ketika buah ini belum matang maka jangan diberikan terhadap orang lain&#8221;<br />
&#8220;Ketika sudah matang lihat orang yang akan anda berikan&#8221;<br />
Ini kiasan ya&#8230;? Kok pelit banget!:mrgreen:</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pemulung</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-1968</link>
		<dc:creator>pemulung</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 07:25:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/12/25/kontroversi-ucapan-selamat-natal/#comment-1968</guid>
		<description>ketika saya membaca baca tulisan anda , saya hanya dapat memberikan sekedar masukan yang mungkin tidak berarti , jadi saya mohon maaf sebelumnya :
pola pikir anda akan sangat berbahaya bagi diri anda dan orang lain yang membaca karena anda masih dalam taraf taffakur , belum tadzakkur,,bahaya bagi diri anda adalah ketika anda mengganggap apa yang anda pikir itu suatu kebenaran dengan menbanding bandingkan kemudian anda publish ke media dan suatu hari anda melihat ada kesalahan dalam hal tersebut namun orang lain telah mengikuti..maka anda akan menjadi asbab timbulnya kesalahan..berhati hatilah dalam proses taffakur dan penulisan perjalanan fikir anda..
ketika buah ini belum matang maka jangan diberikan terhadap orang lain , ketika sudah matang lihat orang yang akan anda berikan , karena tidak semua orang sanggup memakannya
mungkin ada baiknya anda membaca madarijus salikin bayna iyyakana&#039;budu wa iyya kanasta&#039;in oleh ibnu qayyim aljauziah ..sudah diterjemahkan

^_^
ibnu sabil</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ketika saya membaca baca tulisan anda , saya hanya dapat memberikan sekedar masukan yang mungkin tidak berarti , jadi saya mohon maaf sebelumnya :<br />
pola pikir anda akan sangat berbahaya bagi diri anda dan orang lain yang membaca karena anda masih dalam taraf taffakur , belum tadzakkur,,bahaya bagi diri anda adalah ketika anda mengganggap apa yang anda pikir itu suatu kebenaran dengan menbanding bandingkan kemudian anda publish ke media dan suatu hari anda melihat ada kesalahan dalam hal tersebut namun orang lain telah mengikuti..maka anda akan menjadi asbab timbulnya kesalahan..berhati hatilah dalam proses taffakur dan penulisan perjalanan fikir anda..<br />
ketika buah ini belum matang maka jangan diberikan terhadap orang lain , ketika sudah matang lihat orang yang akan anda berikan , karena tidak semua orang sanggup memakannya<br />
mungkin ada baiknya anda membaca madarijus salikin bayna iyyakana&#8217;budu wa iyya kanasta&#8217;in oleh ibnu qayyim aljauziah ..sudah diterjemahkan</p>
<p>^_^<br />
ibnu sabil</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
