<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Telaah Perbedaan Sunni dan Syiah(I).</title>
	<atom:link href="http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/</link>
	<description>Kebenaran Hanya Untuk Yang Menghargainya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Dec 2009 06:24:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: truthseeker08</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11916</link>
		<dc:creator>truthseeker08</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 03:45:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11916</guid>
		<description>&lt;b&gt;@deejay&lt;/b&gt;
Ada beberapa poin lagi yang menjadi pandangan saya:

1. Saya tidak menuntut orang lain untuk memuliakan Sayyidina Ali a.s. Kemuliaan beliau a.s. adalah anugerah dari Allah tanpa dipengaruhi oleh sikap kita kepada beliau a.s.
2. Yang sdang saya sampaikan adalah tidak perlu anda menilai sikap mereka yang memuliakan dengan kata2 memuliakan yang berlebihan. Selain bahwa batas2nya pun anda tidak bisa berikan. Sedangkan kami yang memuliakan tahu betul batas2 yang ada (mis: Rasulullah adalah makhluk paling mulia). Sehingga setiap kami memuliakan Sayyidina Ali otomatis kami juga memuliakan Rasulullah SAW, yang berarti juga memuliakan Allah sebagai Sang Khaliq.
Jadi tidak perlulah mengekstrimkan sikap kami yang normal2 saja. Hanya saja sikap kami yang normal ini secara subjektif bagi anda berlebih2an. Maka kami yang menyarankan kepada anda untuk merevisi standard anda ttg memuliakan yang berlebih2an.
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Untuk memuliakan ahlul bayt a.s. membutuhkan ilmu, dan keilmuan kami masih jauh dibawah para ulama2 besar yang terdahulu dalam memuliakan ahlul bayt a.s.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;

3. Mengenai penulis, saya hanya akan berkomentra secara general. Analisa saya ttg beliau adalah beliau pecinta ahlul bayt (yang kesyi&#039;ahannya diragukan... :mrgreen: ). Beliau bekerja keras dalam meneliti setiap nash yang berkaitan dengan ahlul bayt agar kita yang awam bisa melihat secara menyeluruh dan seakurat mungkin mengenai posisi Ahlul Bayt a.s. Anda harus lebih hati2 dalam membaca tulisan2 beliau, karena sebagian besar tulisan beliau adalah pendapat ulama2 besar Sunni. Hampir sulit ditemukan pendapat pribadi beliau yang berdiri sendiri tanpa dalil kuat yang menunjang.

Salam Damai</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@deejay</b><br />
Ada beberapa poin lagi yang menjadi pandangan saya:</p>
<p>1. Saya tidak menuntut orang lain untuk memuliakan Sayyidina Ali a.s. Kemuliaan beliau a.s. adalah anugerah dari Allah tanpa dipengaruhi oleh sikap kita kepada beliau a.s.<br />
2. Yang sdang saya sampaikan adalah tidak perlu anda menilai sikap mereka yang memuliakan dengan kata2 memuliakan yang berlebihan. Selain bahwa batas2nya pun anda tidak bisa berikan. Sedangkan kami yang memuliakan tahu betul batas2 yang ada (mis: Rasulullah adalah makhluk paling mulia). Sehingga setiap kami memuliakan Sayyidina Ali otomatis kami juga memuliakan Rasulullah SAW, yang berarti juga memuliakan Allah sebagai Sang Khaliq.<br />
Jadi tidak perlulah mengekstrimkan sikap kami yang normal2 saja. Hanya saja sikap kami yang normal ini secara subjektif bagi anda berlebih2an. Maka kami yang menyarankan kepada anda untuk merevisi standard anda ttg memuliakan yang berlebih2an.<br />
<b><i>Untuk memuliakan ahlul bayt a.s. membutuhkan ilmu, dan keilmuan kami masih jauh dibawah para ulama2 besar yang terdahulu dalam memuliakan ahlul bayt a.s.</i></b></p>
<p>3. Mengenai penulis, saya hanya akan berkomentra secara general. Analisa saya ttg beliau adalah beliau pecinta ahlul bayt (yang kesyi&#8217;ahannya diragukan&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  ). Beliau bekerja keras dalam meneliti setiap nash yang berkaitan dengan ahlul bayt agar kita yang awam bisa melihat secara menyeluruh dan seakurat mungkin mengenai posisi Ahlul Bayt a.s. Anda harus lebih hati2 dalam membaca tulisan2 beliau, karena sebagian besar tulisan beliau adalah pendapat ulama2 besar Sunni. Hampir sulit ditemukan pendapat pribadi beliau yang berdiri sendiri tanpa dalil kuat yang menunjang.</p>
<p>Salam Damai</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: deejay</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11915</link>
		<dc:creator>deejay</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 03:10:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11915</guid>
		<description>@truthseeker08: Saya mengakui kemuliaan Ali bin Abi Thalib dan Ahlul Bait. Namun, tidaklah berlebihan. Mungkin, salafy/wahabi sulit menerima kemuliaan yang Allah berikan kepada Ali bin Abi Thalib dan Ahlul Bait. Namun maaf, saya tidak demikian.

Bagaiman menurut Anda atas tulisan (penulis blog) artikel di atas?
&quot;Benar sekali khulafaurrosyidin yang diakui Sunni adalah seperti yang penulis itu sebutkan. Syiah tidak mengakui 3 khalifah pertama karena berdasarkan dalil-dalil di sisi mereka Imam Ali ditunjuk sebagai khalifah pengganti Rasulullah SAW.&quot;

Syukran wa jazakumullah khairan katsiran,
Salam damai ....  

@wawansyah17: Saya sepakat dengan pernyataan Anda sekarang.

@bob: Saya menerima kebenaran atas kemuliaan Ali bin Abi Thalib dan Ahlul Bait. Namun jangan berlebihan. Itu saja, dan saya pun tidak menuduh Anda berlebih-lebihan. Ko, Anda malah tersinggung? Maaf, saya tidak dungu. Ingat setiap ucapan Anda akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@truthseeker08: Saya mengakui kemuliaan Ali bin Abi Thalib dan Ahlul Bait. Namun, tidaklah berlebihan. Mungkin, salafy/wahabi sulit menerima kemuliaan yang Allah berikan kepada Ali bin Abi Thalib dan Ahlul Bait. Namun maaf, saya tidak demikian.</p>
<p>Bagaiman menurut Anda atas tulisan (penulis blog) artikel di atas?<br />
&#8220;Benar sekali khulafaurrosyidin yang diakui Sunni adalah seperti yang penulis itu sebutkan. Syiah tidak mengakui 3 khalifah pertama karena berdasarkan dalil-dalil di sisi mereka Imam Ali ditunjuk sebagai khalifah pengganti Rasulullah SAW.&#8221;</p>
<p>Syukran wa jazakumullah khairan katsiran,<br />
Salam damai &#8230;.  </p>
<p>@wawansyah17: Saya sepakat dengan pernyataan Anda sekarang.</p>
<p>@bob: Saya menerima kebenaran atas kemuliaan Ali bin Abi Thalib dan Ahlul Bait. Namun jangan berlebihan. Itu saja, dan saya pun tidak menuduh Anda berlebih-lebihan. Ko, Anda malah tersinggung? Maaf, saya tidak dungu. Ingat setiap ucapan Anda akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bob</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11914</link>
		<dc:creator>bob</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 16:32:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11914</guid>
		<description>@jeejaay...

sudah berulang kali saya sebut, baca hadist nabi diblog ini ttg keutamaan Imam Ali as, kalo ini juga anda katakan berlebihan maka saya tdk mengerti anda pake ukuran rasulullah saww atau tdk.

baca ayat Alquran yg memuji ttg Imam Ali as, dimulai dari 
1. ayat ttg da&#039;wah pertama kali pada keluarga, 
2. ayat ttg menggantikan Nabi saat hijrah,
3. ayat ttg bersedekah sebelum bertemu Rasul saww, 
4. ayat ttg org yg bersedekah saat sholatnya
5. ayat ttg org2 yg pertama memeluk islam
dst banyak lagi...

kalo ini juga anda katakan sebagai berlebihan...

maka saya melihat anda tdk mau menerima kebenaran pada intinya, sehingga anda nampak Dungu dimata saya dan pengunjung blok ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@jeejaay&#8230;</p>
<p>sudah berulang kali saya sebut, baca hadist nabi diblog ini ttg keutamaan Imam Ali as, kalo ini juga anda katakan berlebihan maka saya tdk mengerti anda pake ukuran rasulullah saww atau tdk.</p>
<p>baca ayat Alquran yg memuji ttg Imam Ali as, dimulai dari<br />
1. ayat ttg da&#8217;wah pertama kali pada keluarga,<br />
2. ayat ttg menggantikan Nabi saat hijrah,<br />
3. ayat ttg bersedekah sebelum bertemu Rasul saww,<br />
4. ayat ttg org yg bersedekah saat sholatnya<br />
5. ayat ttg org2 yg pertama memeluk islam<br />
dst banyak lagi&#8230;</p>
<p>kalo ini juga anda katakan sebagai berlebihan&#8230;</p>
<p>maka saya melihat anda tdk mau menerima kebenaran pada intinya, sehingga anda nampak Dungu dimata saya dan pengunjung blok ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wawansyah17</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11913</link>
		<dc:creator>wawansyah17</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 13:15:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11913</guid>
		<description>@deejay

Apabila dalam sebuah negara kehidupan beragama dipisahkan dengan politik, maka tunggulah kehancurannya.  Kemudian apabila politik tidak dilandasi dengan agama, maka hukuim rimbalah yg berlaku dalam politik tersebut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@deejay</p>
<p>Apabila dalam sebuah negara kehidupan beragama dipisahkan dengan politik, maka tunggulah kehancurannya.  Kemudian apabila politik tidak dilandasi dengan agama, maka hukuim rimbalah yg berlaku dalam politik tersebut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: truthseeker08</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11912</link>
		<dc:creator>truthseeker08</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 10:23:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11912</guid>
		<description>&lt;b&gt;@deejay&lt;/b&gt;
&lt;blockquote&gt;Menurut saya, akui para sahabat Nabi (Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan) sebagai khalifah setelah Rasulullah. Mereka berjuang menegakkan Islam juga kan?&lt;/blockquote&gt;
Ahhh..anda yang aneh2 saja:
1. Kapan saya tidak mengakui mereka sebagai khalifah?.
2. Ada yang mengakui ataupun tidak tetap saja mereka khalifah.
3. Saya tidak sedang menggugat kekhalifahan. Saya sedang menyampaikan pandangan saya tentang kemuliaan Sayyidina Ali, tanpa harus mengutak-atik khalifah lainnya.
4. Kesan yang saya tangkap adalah bahwa anda menyisihkan kemuliaan Sayyidina Ali hanya karena ada kelompok yang menghina ataupun menolak kekhalifahan Sy Abu Bakar, sy Umar, dan sy Usman?. Koq kekanak2an sekali.
&lt;blockquote&gt;Kami pun mengakui bahwa Ali bin Abi Thalib adalah khalifah setelah Rasulullah. &lt;/blockquote&gt;
Emangnya ini dagang? karena anda mengakui Sayyidina Ali sebagai khalifah maka kelompok lain juga harus mengakui ketiga lainnya sebagai khalifah?
Bagi saya saya mengakui keempatnya sebagai khalifah tanpa mempertimbangkan pendapat anda ataupun pendapat yang menentang kekhalifahan sy  Abu Bakar, sy Umar dan sy Usman.
Note: Kita sedang bicara kemuliaan Sayyidina Ali, bukan kekhalifahannya dan juga tidak bicara ketiga sahabat lainnya.
&lt;blockquote&gt;Tingkat keimanan seseorang itu relatif, memangnya Anda bisa mengukur? &lt;/blockquote&gt;
Memangnya kapan saya mengukur keimanan dan kemuliaan seseorang? Yang sedang saya lakukan adalah mengikuti apa2 yang disampaikan (penilaian) Allah dalam firman2-Nya dan apa yang disampaikan dan dipesankan oleh Rasulullah. Harap anda kokoh dengan pikiran anda, jangan terkacaukan dengan prasangka2 anda (baca lagi comment saya).
&lt;blockquote&gt;Mohon dicantumkan wasiat dan nash yang menyatakan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah khalifah yang hak setelah Rasulullah saw?&lt;/blockquote&gt;
1. Saya sedang bicara tentang kemuliaan Sayyidina Ali, koq anda terkacaukan dengan kekhalifahan (harap berfikir yang kokoh..!).
2. Dalil dan nash tentang kemuliaan Sayyidina Ali sudah bertebaran di blog ini maupun di internet. Yang masalah adalah keengganan/penolakan kelompok tertentu akan kemuliaan Sayyidina Ali (ahlul bayt). Tidak ada habisnya saya berfikir kenapa begitu sulit bagi salafy/wahabi menerima kemuliaan yang Allah berikan kepada keluarga Rasul kita. Dan koq bisa mereka menerima doktrin (menolak kemuliaan ahlul bayt) yang tidak masuk akal itu dengan alasan yang tidak masuk akal :&lt;b&gt;&lt;i&gt;ghuluw.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Mereka mengorbankan banyak hal (menentang Allah &amp; Rasul0Nya) hanya untuk menghindari (ghuluw) sesuatu yang tidak jelas batasannya (dimana batas ghuluw dan tidak ghuluw???). &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kami yang memuliakan ahlul bayt tahu dengan pasti bahwa kami tidak pernah melewati batas2 tsb.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;


Syukran ==&gt; sama-sama
Salam Damai juga …. ==&gt; damai..damai..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@deejay</b></p>
<blockquote><p>Menurut saya, akui para sahabat Nabi (Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan) sebagai khalifah setelah Rasulullah. Mereka berjuang menegakkan Islam juga kan?</p></blockquote>
<p>Ahhh..anda yang aneh2 saja:<br />
1. Kapan saya tidak mengakui mereka sebagai khalifah?.<br />
2. Ada yang mengakui ataupun tidak tetap saja mereka khalifah.<br />
3. Saya tidak sedang menggugat kekhalifahan. Saya sedang menyampaikan pandangan saya tentang kemuliaan Sayyidina Ali, tanpa harus mengutak-atik khalifah lainnya.<br />
4. Kesan yang saya tangkap adalah bahwa anda menyisihkan kemuliaan Sayyidina Ali hanya karena ada kelompok yang menghina ataupun menolak kekhalifahan Sy Abu Bakar, sy Umar, dan sy Usman?. Koq kekanak2an sekali.</p>
<blockquote><p>Kami pun mengakui bahwa Ali bin Abi Thalib adalah khalifah setelah Rasulullah. </p></blockquote>
<p>Emangnya ini dagang? karena anda mengakui Sayyidina Ali sebagai khalifah maka kelompok lain juga harus mengakui ketiga lainnya sebagai khalifah?<br />
Bagi saya saya mengakui keempatnya sebagai khalifah tanpa mempertimbangkan pendapat anda ataupun pendapat yang menentang kekhalifahan sy  Abu Bakar, sy Umar dan sy Usman.<br />
Note: Kita sedang bicara kemuliaan Sayyidina Ali, bukan kekhalifahannya dan juga tidak bicara ketiga sahabat lainnya.</p>
<blockquote><p>Tingkat keimanan seseorang itu relatif, memangnya Anda bisa mengukur? </p></blockquote>
<p>Memangnya kapan saya mengukur keimanan dan kemuliaan seseorang? Yang sedang saya lakukan adalah mengikuti apa2 yang disampaikan (penilaian) Allah dalam firman2-Nya dan apa yang disampaikan dan dipesankan oleh Rasulullah. Harap anda kokoh dengan pikiran anda, jangan terkacaukan dengan prasangka2 anda (baca lagi comment saya).</p>
<blockquote><p>Mohon dicantumkan wasiat dan nash yang menyatakan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah khalifah yang hak setelah Rasulullah saw?</p></blockquote>
<p>1. Saya sedang bicara tentang kemuliaan Sayyidina Ali, koq anda terkacaukan dengan kekhalifahan (harap berfikir yang kokoh..!).<br />
2. Dalil dan nash tentang kemuliaan Sayyidina Ali sudah bertebaran di blog ini maupun di internet. Yang masalah adalah keengganan/penolakan kelompok tertentu akan kemuliaan Sayyidina Ali (ahlul bayt). Tidak ada habisnya saya berfikir kenapa begitu sulit bagi salafy/wahabi menerima kemuliaan yang Allah berikan kepada keluarga Rasul kita. Dan koq bisa mereka menerima doktrin (menolak kemuliaan ahlul bayt) yang tidak masuk akal itu dengan alasan yang tidak masuk akal :<b><i>ghuluw.</i></b> Mereka mengorbankan banyak hal (menentang Allah &amp; Rasul0Nya) hanya untuk menghindari (ghuluw) sesuatu yang tidak jelas batasannya (dimana batas ghuluw dan tidak ghuluw???). <b><i>Kami yang memuliakan ahlul bayt tahu dengan pasti bahwa kami tidak pernah melewati batas2 tsb.</i></b></p>
<p>Syukran ==&gt; sama-sama<br />
Salam Damai juga …. ==&gt; damai..damai..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: deejay</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11910</link>
		<dc:creator>deejay</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 09:31:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11910</guid>
		<description>@truthseeker08: Menurut saya, akui para sahabat Nabi (Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan) sebagai khalifah setelah Rasulullah. Mereka berjuang menegakkan Islam juga kan? Kami pun mengakui bahwa Ali bin Abi Thalib adalah khalifah setelah Rasulullah. Tingkat keimanan seseorang itu relatif, memangnya Anda bisa mengukur? Mohon dicantumkan wasiat dan nash yang menyatakan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah khalifah yang hak setelah Rasulullah saw? Syukran
Salam Damai juga .... 

@wawansyah17: Saya sangat sepakat agama Islam lah yang mengatur seluruh sendi kehidupan manusia. Karena Islam agama rahmatan lil &#039;alamin. Maksud saya keyakinan terhadap agama Islam (akidah) jangan dicampuradukkan dalam masalah politik. Dengan demikian politik jangan mencampuri urusan agama.

@aburahat: Tidak salah memuliakan Imam Ali bin Abi Thalib, namun jangan berlebihan. Itu saja. Allah Swt tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan dalam segala hal. Apalagi menuhankan manusia.
وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
... dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS al-An&#039;am [6]: 141)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@truthseeker08: Menurut saya, akui para sahabat Nabi (Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan) sebagai khalifah setelah Rasulullah. Mereka berjuang menegakkan Islam juga kan? Kami pun mengakui bahwa Ali bin Abi Thalib adalah khalifah setelah Rasulullah. Tingkat keimanan seseorang itu relatif, memangnya Anda bisa mengukur? Mohon dicantumkan wasiat dan nash yang menyatakan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah khalifah yang hak setelah Rasulullah saw? Syukran<br />
Salam Damai juga &#8230;. </p>
<p>@wawansyah17: Saya sangat sepakat agama Islam lah yang mengatur seluruh sendi kehidupan manusia. Karena Islam agama rahmatan lil &#8216;alamin. Maksud saya keyakinan terhadap agama Islam (akidah) jangan dicampuradukkan dalam masalah politik. Dengan demikian politik jangan mencampuri urusan agama.</p>
<p>@aburahat: Tidak salah memuliakan Imam Ali bin Abi Thalib, namun jangan berlebihan. Itu saja. Allah Swt tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan dalam segala hal. Apalagi menuhankan manusia.<br />
وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ<br />
&#8230; dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS al-An&#8217;am [6]: 141)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aburahat</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11906</link>
		<dc:creator>aburahat</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 13:25:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11906</guid>
		<description>@deejay
Anda berkata:Bukannya lslam melarang umatnya untuk berlebihan mengagungkan seseorang?
Tolong anda sebutkan Nashnya ( Firman Allah atau sabda Rasul)
Jangan seenaknya berkata tanpa Nash. Allah memuliakan Rasul dan hamba2Nya yang taat. Rasul memuliakan Imam Ali as. Apakah salah kita juga memuliakan Imam Ali as?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@deejay<br />
Anda berkata:Bukannya lslam melarang umatnya untuk berlebihan mengagungkan seseorang?<br />
Tolong anda sebutkan Nashnya ( Firman Allah atau sabda Rasul)<br />
Jangan seenaknya berkata tanpa Nash. Allah memuliakan Rasul dan hamba2Nya yang taat. Rasul memuliakan Imam Ali as. Apakah salah kita juga memuliakan Imam Ali as?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wawansyah17</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11905</link>
		<dc:creator>wawansyah17</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 12:53:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11905</guid>
		<description>@deejay

Anda mengatakan:

&quot;Menurut saya, sebaiknya jangan dicampuradukkan antara politik dan agama&quot;

Menurut saya;

&quot;Justru agamalah yg mengatur seluruh sendi kehidupan manusia. Apabila agama dipisahkan dengan poltik, maka tunggulah azab dari Allah swt&quot; 

Wassalam...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@deejay</p>
<p>Anda mengatakan:</p>
<p>&#8220;Menurut saya, sebaiknya jangan dicampuradukkan antara politik dan agama&#8221;</p>
<p>Menurut saya;</p>
<p>&#8220;Justru agamalah yg mengatur seluruh sendi kehidupan manusia. Apabila agama dipisahkan dengan poltik, maka tunggulah azab dari Allah swt&#8221; </p>
<p>Wassalam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: truthseeker08</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11902</link>
		<dc:creator>truthseeker08</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 04:55:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11902</guid>
		<description>&lt;b&gt;deejay&lt;/b&gt;
&lt;blockquote&gt;Yang menjadi pertanyaan, logisnya golongan mana yang paling arogan dan melebih-lebihkan Ali? Bukannya lslam melarang umatnya untuk berlebihan mengagungkan seseorang?&lt;/blockquote&gt;
1. Di semua golongan ada orang2 yang arogan. Arogan adalah penyakit hati yang bisa menjadi milik personal di semua mazhab. Yang anti syi&#039;ah bilang syi&#039;ah arogan. Yang anti wahabi bilang wahabi paling arogan (mengklaim hanya mrk yang benar).

2. Apa batasan melebih2kan dan proporsional? Yang mencintai Sayidina Ali emuliakan beliau sesuai dengan perintah Rasul tidak dilebih2kan (bahkan takut masih kurang). Bagi mereka yang membenci Sayidina Ali (sadar maupun tidak sadar) tentu menganggap setiap kebaikan &amp; kemuliaan Sayyidina Ali adalah sebagai ghuluw (ini hanyalah penyakit yang sudah biasa kita temukan sehari2 koq).

3. Dimana dalil yang melarang melebihkan seseorang dari yang lain? Apakah anda tidak meyakini bahwa setiap orang punya derajat yang berbeda? Punya keimanan yang berbeda? punya ketaatan kepada Allah &amp; Rasul berbeda2? Ketaqwaan yang berbeda?
Saya pikir anda yang paling marah dan emosi jika kami menyamakan syeikh2 anda dengan manusia biasa?. Bukankah anda2 juga yang membedakan sahabat dengan kita2?, Bukankah anda2 yang melebih2kan salaf dengan bukan salaf? Bukankah anda2 juga yang menyatakan sayidina Abu Bakar adalah sahabat paling mulia. Bukankah anda2 juga yang ngotot dengan hadits bahwa kalau ada Nabi setelah aku, maka itu adalah Umar?. 
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Bukankah sangat terang benderang bukan memuliakan dan melebihkan seseorang yang anda2 permasalahkan, yang anda2 permasalahkan adalah bahwa hati anda dengki dan menolak Sayidina Ali mendapatkan kemuliaan yang sepatutnya beliau dapatkan..??&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;

Salam damai</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>deejay</b></p>
<blockquote><p>Yang menjadi pertanyaan, logisnya golongan mana yang paling arogan dan melebih-lebihkan Ali? Bukannya lslam melarang umatnya untuk berlebihan mengagungkan seseorang?</p></blockquote>
<p>1. Di semua golongan ada orang2 yang arogan. Arogan adalah penyakit hati yang bisa menjadi milik personal di semua mazhab. Yang anti syi&#8217;ah bilang syi&#8217;ah arogan. Yang anti wahabi bilang wahabi paling arogan (mengklaim hanya mrk yang benar).</p>
<p>2. Apa batasan melebih2kan dan proporsional? Yang mencintai Sayidina Ali emuliakan beliau sesuai dengan perintah Rasul tidak dilebih2kan (bahkan takut masih kurang). Bagi mereka yang membenci Sayidina Ali (sadar maupun tidak sadar) tentu menganggap setiap kebaikan &amp; kemuliaan Sayyidina Ali adalah sebagai ghuluw (ini hanyalah penyakit yang sudah biasa kita temukan sehari2 koq).</p>
<p>3. Dimana dalil yang melarang melebihkan seseorang dari yang lain? Apakah anda tidak meyakini bahwa setiap orang punya derajat yang berbeda? Punya keimanan yang berbeda? punya ketaatan kepada Allah &amp; Rasul berbeda2? Ketaqwaan yang berbeda?<br />
Saya pikir anda yang paling marah dan emosi jika kami menyamakan syeikh2 anda dengan manusia biasa?. Bukankah anda2 juga yang membedakan sahabat dengan kita2?, Bukankah anda2 yang melebih2kan salaf dengan bukan salaf? Bukankah anda2 juga yang menyatakan sayidina Abu Bakar adalah sahabat paling mulia. Bukankah anda2 juga yang ngotot dengan hadits bahwa kalau ada Nabi setelah aku, maka itu adalah Umar?.<br />
<b><i>Bukankah sangat terang benderang bukan memuliakan dan melebihkan seseorang yang anda2 permasalahkan, yang anda2 permasalahkan adalah bahwa hati anda dengki dan menolak Sayidina Ali mendapatkan kemuliaan yang sepatutnya beliau dapatkan..??</i></b></p>
<p>Salam damai</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: deejay</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11900</link>
		<dc:creator>deejay</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 02:33:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11900</guid>
		<description>Saya tidak pernah mengagung2kan sahabat Rasulullah, bahkan merendahkan para sahabatnya. Ali bin Abi Thalib saja tidak meminta untuk diagung2kan? Allah lah yang patut kita agungkan dan bershalawat atas Rasulullah, Muhammad saw. Tolong tuliskan hadistnya (sanad, matan dan rawinya). Menurut saya, sebaiknya jangan dicampuradukkan antara politik dan agama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak pernah mengagung2kan sahabat Rasulullah, bahkan merendahkan para sahabatnya. Ali bin Abi Thalib saja tidak meminta untuk diagung2kan? Allah lah yang patut kita agungkan dan bershalawat atas Rasulullah, Muhammad saw. Tolong tuliskan hadistnya (sanad, matan dan rawinya). Menurut saya, sebaiknya jangan dicampuradukkan antara politik dan agama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: FARID INDONESI</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11899</link>
		<dc:creator>FARID INDONESI</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 20:04:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11899</guid>
		<description>INILAH YG JADI PERSELISIHAN SYIAH N SUNNI, TENTANG PENKAFIRAN/PELAKNATAN/DOA2 YANG BURUK/ PEMFITNAHAN PARA PEMBESAR SUNNI N ULAMA2 ABAD PERTENGAHAN ATAS SYIAH N PARA IMAM NYA,DAN DISITUS PANAPUN SELALU ADA PEMFITNAHAN ATAS INI PELAKNATAN ATAS IMAM SYIAH (YANG BERHAK MELAKNAT IALAH ALLAH).........SEMOGA JALAN PIKIR YG SEHAT SELALU TERBENAK DI SETIAP MUSLIMIN........AMIN</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>INILAH YG JADI PERSELISIHAN SYIAH N SUNNI, TENTANG PENKAFIRAN/PELAKNATAN/DOA2 YANG BURUK/ PEMFITNAHAN PARA PEMBESAR SUNNI N ULAMA2 ABAD PERTENGAHAN ATAS SYIAH N PARA IMAM NYA,DAN DISITUS PANAPUN SELALU ADA PEMFITNAHAN ATAS INI PELAKNATAN ATAS IMAM SYIAH (YANG BERHAK MELAKNAT IALAH ALLAH)&#8230;&#8230;&#8230;SEMOGA JALAN PIKIR YG SEHAT SELALU TERBENAK DI SETIAP MUSLIMIN&#8230;&#8230;..AMIN</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bob</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11895</link>
		<dc:creator>bob</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 14:14:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11895</guid>
		<description>mas @deejay

sebelum anda bicara seperti ini 
&lt;blockquote&gt;logisnya golongan mana yang paling arogan dan melebih-lebihkan Ali? Bukannya lslam melarang umatnya untuk berlebihan mengagungkan seseorang?&lt;/blockquote&gt;

bagusnya anda baca tulisan @SP tentang keutamaan Imam Ali as dalam Hadits nabi saww syukur2 anda bisa membahas kesohihan haditsnya sekaligus meng &quot; argue&quot; pendapat @sp
bukan cuma kata2nya.

Anda bisa terima hadits itu juga bisa anda tolak, sehingga jelas anda itu termasuk yg melebih2kan atau yg merendah2kan atau juga yg belum tahu....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas @deejay</p>
<p>sebelum anda bicara seperti ini </p>
<blockquote><p>logisnya golongan mana yang paling arogan dan melebih-lebihkan Ali? Bukannya lslam melarang umatnya untuk berlebihan mengagungkan seseorang?</p></blockquote>
<p>bagusnya anda baca tulisan @SP tentang keutamaan Imam Ali as dalam Hadits nabi saww syukur2 anda bisa membahas kesohihan haditsnya sekaligus meng &#8221; argue&#8221; pendapat @sp<br />
bukan cuma kata2nya.</p>
<p>Anda bisa terima hadits itu juga bisa anda tolak, sehingga jelas anda itu termasuk yg melebih2kan atau yg merendah2kan atau juga yg belum tahu&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hiroali</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11891</link>
		<dc:creator>hiroali</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 10:59:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11891</guid>
		<description>Kebersamaan dan persatuan sdh pasti dlm Islam.
Namun jangan sampai mengingkari keniscayaan  yg ada dlm mazhab suni bahwa banyak Periwayatan yg Merendahkan Keagungan Rasululloh Saww dan Para Imam dr Ahlulbayt Al Kisa As.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kebersamaan dan persatuan sdh pasti dlm Islam.<br />
Namun jangan sampai mengingkari keniscayaan  yg ada dlm mazhab suni bahwa banyak Periwayatan yg Merendahkan Keagungan Rasululloh Saww dan Para Imam dr Ahlulbayt Al Kisa As.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: deejay</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11888</link>
		<dc:creator>deejay</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 10:00:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11888</guid>
		<description>Yang saya tahu, Syiah tergolong menjadi 3:
1. Ghulat, yang menganggap bahwa Ali itu bagian dari Uluhiyyah
2. Rafidhah, yang menganggap bahwa imam yang hak setelah Rasul adalah Ali
3. Mufadhdhilah, yang memuliakan Ali daripada Abu Bakar dan Umar.

Di buku yang lain, saya temukan juga golongan Saba&#039;iyyah, yaitu para pengikutnya Abdullah bin Saba (orang Yahudi)

Yang menjadi pertanyaan, logisnya golongan mana yang paling arogan dan melebih-lebihkan Ali? Bukannya lslam melarang umatnya untuk berlebihan mengagungkan seseorang?
 Mohon dijawab secepatnya! Syukran lakum.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang saya tahu, Syiah tergolong menjadi 3:<br />
1. Ghulat, yang menganggap bahwa Ali itu bagian dari Uluhiyyah<br />
2. Rafidhah, yang menganggap bahwa imam yang hak setelah Rasul adalah Ali<br />
3. Mufadhdhilah, yang memuliakan Ali daripada Abu Bakar dan Umar.</p>
<p>Di buku yang lain, saya temukan juga golongan Saba&#8217;iyyah, yaitu para pengikutnya Abdullah bin Saba (orang Yahudi)</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan, logisnya golongan mana yang paling arogan dan melebih-lebihkan Ali? Bukannya lslam melarang umatnya untuk berlebihan mengagungkan seseorang?<br />
 Mohon dijawab secepatnya! Syukran lakum.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: truthseeker08</title>
		<link>http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11886</link>
		<dc:creator>truthseeker08</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 07:33:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://secondprince.wordpress.com/2007/09/11/telaah-perbedaan-sunni-dan-syiahi/#comment-11886</guid>
		<description>&lt;b&gt;@wawansyah17&lt;/b&gt;

Amin.
Alhamdulillah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@wawansyah17</b></p>
<p>Amin.<br />
Alhamdulillah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
