Tinjauan Atas Hadis Menabuh Alat Musik Duff Saat Pernikahan

Tinjauan Atas Hadis Menabuh Alat Musik Duff Saat Pernikahan

Masih seputar hukum musik dan nyanyian, tulisan ini berusaha untuk menjelaskan kedudukan yang sebenarnya mengenai hadis kebolehan menabuh duff saat pernikahan. Salah satu hadis yang dimaksud adalah sebagai berikut

حَدَّثَنَا عَلِيٌّ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ ذَكْوَانَ عَنْ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذٍ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاةَ بُنِيَ عَلَيَّ فَجَلَسَ عَلَى فِرَاشِي كَمَجْلِسِكَ مِنِّي وَجُوَيْرِيَاتٌ يَضْرِبْنَ بِالدُّفِّ يَنْدُبْنَ مَنْ قُتِلَ مِنْ آبَائِهِنَّ يَوْمَ بَدْرٍ حَتَّى قَالَتْ جَارِيَةٌ وَفِينَا نَبِيٌّ يَعْلَمُ مَا فِي غَدٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُولِي هَكَذَا وَقُولِي مَا كُنْتِ تَقُولِينَ

Telah menceritakan kepada kami ‘Aliy yang berkata telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Mufadhdhal yang berkata telah menceritakan kepada kami Khaalid bin Dzakwan dari Ar Rubayyi’ binti Mu’awwidz yang berkata Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] masuk menemuiku di pagi hari ketika pernikahanku maka Beliau duduk di atas tempat tidur seperti duduknya engkau [yaitu Khalid bin Dzakwan] dariku. Kemudian datanglah dua anak perempuan menabuh duff sambil bersenandung tentang orang-orang yang terbunuh dari orang tua kami saat perang Badar, hingga akhirnya salah satu dari mereka berkata “dan diantara kami terdapat Nabi yang mengetahui apa yang terjadi esok hari”. Maka berkata Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] “janganlah kamu mengatakan hal ini, ucapkanlah apa yang engkau katakan sebelumnya” [Shahih Bukhariy 5/82 no 4001] Baca lebih lanjut

Bolehkah Menabuh Alat Musik Duff Selain Pada Saat Pernikahan?

Bolehkah Menabuh Alat Musik Duff Selain Pada Saat Pernikahan?

Tulisan ini masih merupakan lanjutan dari pembahasan sebelumnya berkenaan dengan hukum nyanyian dan musik dalam Islam. Terdapat sebagian ulama yang mengharamkan memainkan duff atau alat musik lainnya kecuali dalam situasi khusus yaitu pernikahan dan hari raya Id. Sebagian ulama lain menyelisihi mereka dan menyatakan bahwa memainkan duff walaupun bukan pada saat pernikahan dan hari raya Id adalah perkara yang mubah. Baca lebih lanjut

Benarkah Nyanyian Diharamkan Dan Diberi Rukhshah Saat Pernikahan?

Benarkah Nyanyian Diharamkan Dan Diberi Rukhshah Saat Pernikahan?

Ada salah satu golongan dalam islam [yang menyebut diri mereka salafiy] telah menyatakan bahwa Nyanyian dan memukul duff diharamkan dalam islam kemudian diberikan rukhshah pada saat pernikahan. Mereka berdalil dengan atsar berikut

أخبرنا علي بن حجر قال حدثنا شريك عن أبي إسحق عن عامر بن سعد قال دخلت على قرظة بن كعب وأبي مسعود الأنصاري في عرس وإذا جوار يغنين فقلت أنتما صاحبا رسول الله صلى الله عليه وسلم ومن أهل بدر يفعل هذا عندكم فقال اجلس إن شئت فاسمع معنا وإن شئت اذهب قد رخص لنا في اللهو عند العرس

Telah mengabarkan kepada kami ‘Aliy bin Hujr yang berkata telah menceritakan kepada kami Syariik dari Abi Ishaaq dari ‘Aamir bin Sa’d yang berkata aku masuk menemui Qarazhah bin Ka’b dan Abi Mas’ud Al Anshariy dalam suatu pernikahan, dan disana terdapat anak-anak perempuan yang sedang bernyanyi. Maka aku berkata “kalian berdua adalah sahabat Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] dari ahli badar, dan hal ini dilakukan di sisi kalian?”. Maka [salah seorang] berkata “duduklah jika engkau mau dan dengarkanlah bersama kami dan pergilah jika engkau mau, sungguh Beliau telah memberi rukhshah kepada kami mengenai hiburan dalam pernikahan [Sunan Al Kubra An Nasa’iy 5/241 no 5539] Baca lebih lanjut

Kedudukan Atsar Imam Aliy bin Abi Thalib Tentang Bendera Hitam

Kedudukan Atsar Imam Aliy bin Abi Thalib Tentang Bendera Hitam

Atsar ini nampaknya menjadi bahan pembicaraan terkait dengan pendapat sebagian orang yang menyatakan bahwa mereka yang dibicarakan oleh Imam Aliy dalam atsar tersebut adalah orang-orang yang di zaman sekarang menyebut diri mereka ISIS.

Kami tidak sedikitpun membela ISIS dan tidak pula kami merendahkan siapapun yang berhujjah dengan atsar Imam Aliy tersebut. Tulisan ini kami buat sebagai jawaban dari salah satu pembaca blog ini yang menanyakan shahih tidaknya atsar tersebut dimana ia menukil dari kitab Kanz Al ‘Ummaal Muttaqiy Al Hindiy no 31530. Baca lebih lanjut

Takhrij Hadis Dua Suara Yang Dilaknat : Hadis Yang Dijadikan Hujjah Untuk Mengharamkan Musik

Takhrij Hadis Dua Suara Yang Dilaknat : Hadis Yang Dijadikan Hujjah Untuk Mengharamkan Musik

Hadis ini termasuk salah satu hadis yang dijadikan hujjah oleh sebagian ulama untuk mengharamkan musik. Kedudukan hadis ini berdasarkan pendapat yang rajih [sesuai dengan kaidah ilmu hadis] adalah dhaif. Berikut pembahasan rinci tentangnya.

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ  ثنا أَبُو عَاصِمٍ  ثنا شَبِيبُ بْنُ بِشْرٍ الْبَجَلِيُّ  قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ  قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  صَوْتَانِ مَلْعُونَانِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ مِزْمَارٌ عِنْدَ نِعْمَةٍ، وَرَنَّةٌ عِنْدَ مُصِيبَة

Telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin ‘Aliy yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu ‘Aashim yang berkata telah menceritakan kepada kami Syabiib bin Bisyr Al Bajalliy yang berkata aku mendengar Anas bin Malik mengatakan Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] bersabda “dua suara yang dilaknat di dunia dan akhirat, yaitu suara seruling ketika mendapat nikmat dan suara jeritan ketika mendapat musibah” [Musnad Al Bazzar 14/62 no 7513] Baca lebih lanjut

Takhrij Atsar Aliy bin Abi Thalib : Rasulullah Tidak Pernah Berwasiat Tentang Kepemimpinan Kepada Dirinya

Takhrij Atsar Aliy bin Abi Thalib : Rasulullah Tidak Pernah Berwasiat Tentang Kepemimpinan Kepada Dirinya

Kepemimpinan Imam Ali telah ditetapkan dalam hadis-hadis shahih, dibenarkan oleh mereka yang mengetahuinya dan diingkari oleh para pengingkar. Di antara pengingkaran mereka adalah mengait-ngaitkan “kepemimpinan Imam Ali” dengan ciri khas kaum Syiah. Sehingga siapapun yang menetapkan kepemimpinan Imam Ali maka ia adalah Syiah Rafidhah dan kafir. Sebagian pengingkar yang sok mengaku-ngaku ahlus sunnah, mengutip atsar dimana Imam Aliy mengakui bahwa Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] tidak mewasiatkan kepemimpinan kepada dirinya. Atsar tersebut dhaif sebagaimana yang telah kami bahas sebelumnya. Tulisan kali ini hanya pembahasan ulang yang lebih rinci untuk membuktikan bahwa atsar Imam Aliy tersebut dhaif sekaligus bantahan terhadap orang yang menguatkan atsar ini . Baca lebih lanjut

Benarkah Imam Bukhariy Mengambil Hadis Dari Perawi Rafidhah?

Benarkah Imam Bukhariy Mengambil Hadis Dari Perawi Rafidhah?

Salah satu isu yang sering dilontarkan penganut Syi’ah terhadap Ahlus Sunnah adalah ulama Ahlus Sunnah diantaranya Imam Bukhariy juga meriwayatkan dari perawi Syi’ah.

Dan jawaban dari sebagian Ahlus Sunnah biasanya berupa bantahan yaitu Imam Bukhariy memang meriwayatkan dari Syi’ah tetapi Syi’ah yang dimaksud bukan Syi’ah Rafidhah tetapi Syi’ah dalam arti lebih mengutamakan Aliy bin Abi Thalib dari Utsman atau sahabat lainnya, Syi’ah yang tetap memuliakan para sahabat bukan seperti Syi’ah Rafidhah yang mencela para sahabat. Salah satu bantahan yang dimaksud dapat para pembaca lihat disini. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 159 pengikut lainnya.